pengaruh ramuan jus (tomat, jeruk, pisang ambon dan kombinasi)

advertisement
PENGARUH RAMUAN JUS (TOMAT, JERUK, PISANG AMBON DAN
KOMBINASI) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA
DI PSTW TERATAI PALEMBANG
Puji Setya Rini
Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Muhammadiyah Palembang
Email :[email protected]
ABSTRAK
Hipertensi merupakan suatu penyakit kelainan jantung yang ditandai dengan meningkatnya
tekanan darah dalam tubuh. Seseorang yang mengalami penyakit hipertensi ini biasanya
berpotensi untuk mengalami penyakit-penyakit lain seperti stroke dan penyakit jantung. 1
Secara umum, seseorang dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih
tinggi dari 140/90 mmHg, Hipertensi menyebabkan kematian hampir 8 juta orang tiap tahun,
hampir 1,5 juta adalah penduduk wilayah Asia Tenggara. Diperkirakan 1 dari 3 orang
dewasa di Asia Tenggara menderita hipertensi. Tingginya resiko lansia yang terkena
hipertensi disebabkan oleh terjadinya perubahan-perubahan yang terjadi selama
perubahan usia atau yang disebut proses penuan. Tindakan Pengobatan hipertensi terdiri
dari terapi farmakologis dan nonfarmakologi. Terapi farmakologis efeknya hanya
menurunkan tekanan darah sedangkan terapi nonfarmakologis bertujuan menurunkan
tekanan darah dan mengendalikan faktor resiko dan penyakit lainnya. 1 Tujuan penelitia
Untuk mengetahui adanya pengaruh ramuan jus (jus tomat, jus jeruk, jus pisang ambon
dan jus kombinasi) terhadap tekanan darah pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha
Teratai Palembang tahun 2016. Desain penelitian ini adalah pre-ekperimen secara
kuantitatif dengan rancangan studi one-group pretest-posttest design. Penelitian ini
dilakukan pada tanggal 23-29 april tahun 2016, dengan menggunakan metode total
sampling pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016,
sedangkan uji statistik pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji analisis lebih
lanjut atau uji statistic intervensi Jus Pisang Ambon didapatkan nilai tekanan darah sistolik
pre intervensi dan tekanan darah post sistolik p Value = 0,014 (p ˂ 0,05) dan tekanan darah
diastolik pre intervensi dan post intervensi p Value = 0,024 (p < 0,05), intervensi Jus Tomat
didapatkan nilai tekanan darah sistolik pre intervensi dan tekanan darah post sistolik p
Value = 0,020 (p ˂ 0,05) dan tekanan darah diastolik pre intervensi dan post intervensi p
Value = 0,034 (p < 0,05), intervensi Jus Jeruk didapatkan nilai tekanan darah sistolik pre
intervensi dan tekanan darah post sistolik p Value = 0,008 (p ˂ 0,05) dan tekanan darah
diastolik pre intervensi dan post intervensi p Value = 0,033 (p < 0,05) dan intervensi Jus
Kombinasi (Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk )didapatkan nilai tekanan darah sistolik pre
intervensi dan tekanan darah post sistolik p Value = 0,018 (p ˂ 0,05) dan tekanan darah
diastolik pre intervensi dan post intervensi p Value = 0,014 (p < 0,05). Kesimpulan :
Pengaruh jus ramuan jus (jus tomat, jus jeruk, jus pisang ambon dan jus kombinasi)
mempunyai pengaruh terhadap tekanan darah pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha
Terati Palembang Tahun 2016.
Kata kunci: Lansia, Hipertensi Terapi non-farmakologi, Ramuan Jus (Jus tomat, jus
jeruk, jus pisang ambon dan jus kombinasi)
ABSTRACT
Hypertension is a disease of heart disorder characterized by increased blood pressure in
the body. Someone who experienced hypertension is usually the potential to have other
illnesses such as stroke and diseases jantung.1 In general, a person is considered to have
hypertension when blood pressure higher than 140/90 mmHg, hypertension caused the
death of nearly 8 million people each year, almost 1.5 million is the population of the region.
It is estimated that 1 out of 3 adults in Southeast Asia suffer from hypertension. The high
risk of developing hypertension elderly is caused by the changes that occur during changes
in age or the so-called aging process. Treatment of hypertension action consists of
1
pharmacological and nonpharmacological therapy. Pharmacologic treatment effect is only
lowers blood pressure while the non-pharmacological therapies aimed at lowering blood
pressure and controlling risk factors and disease lainnya.1 empirically Objective To
investigate the effect of the herb juice (tomato juice, orange juice, banana juice and juice
combinations) on blood pressure in elderly in Social Institutions Tresna Werdha Lotus
Palembang in 2016. this study was pre-experiment quantitatively study design one-group
pretest-posttest design. This study was conducted on April 23-29, 2016, using a total
sampling of the elderly in Social Institutions Tresna Werdha Lotus Palembang 2016, while
the statistical test in this study using the Wilcoxon test. The test results further analysis or
statistical test interventions juice Pisang Ambon systolic blood pressure values obtained
pre-intervention and post systolic blood pressure P Value = 0.014 (p ˂ 0.05) and diastolic
blood pressure pre-intervention and post-intervention P Value = 0.024 (p <0.05), the
intervention of Tomato juice systolic blood pressure values obtained pre-intervention and
post systolic blood pressure p value = 0.020 (p ˂ 0.05) and diastolic blood pressure preintervention and post-intervention p value = 0.034 (p <0, 05), intervention Orange juice
systolic blood pressure values obtained pre-intervention and post systolic blood pressure p
value = 0.008 (p ˂ 0.05) and diastolic blood pressure pre-intervention and post-intervention
p value = 0.033 (p <0.05) and Jus intervention Combinations (Pisang Ambon, tomatoes and
oranges) systolic blood pressure values obtained pre-intervention and post systolic blood
pressure p value = 0.018 (p ˂ 0.05) and diastolic blood pressure pre-intervention and postintervention p value = 0.014 (p < 0.05). Conclusion: The effect of the herb juice juice (tomato
juice, orange juice, banana juice and juice combinations) has an effect on blood pressure
in the elderly in Social Institutions Tresna Werdha Terati Palembang 2016.
Keywords: Elderly, Hypertension non-pharmacological therapy, herb juice (tomato juice,
orange juice, banana juice and juice combinations)
2
Pendahuluan
Hipertensi adalah faktor resiko utama dari penyakit-penyakit kardiovaskular yang
merupakan penyebab kematian tertinggi di setiap Negara. Menurut data WHO (World Health
Organization) pada tahun 2012 jumlah kasus hipertensi ada 972 juta orang atau 26,4% orang
mengidap hipertensi dengan perbandingan 26,6% pria dan 26,1 wanita. Angka ini
kemungkinan meningkat menjadi 29,2% di tahun 2025. Dari 927 juta pengidap hipertensi, 333
berada di negara maju dan 639 sisanya berada di negara berkembang termasuk Indonesia.
Di Indonesia terdapat data hipertensi 25,8 % secara Nasional, sedangkan di Sumatera
Selatan pravelensi hipertensi 28, 3 %.2
Tingginya resiko lansia yang terkena hipertensi disebabkan oleh terjadinya perubahanperubahan yang terjadi selama perubahan usia atau yang disebut proses penuan. Kondisi ini
semakin meyakinkan teori yang mengatakan semakin tua kemampuan tubuh pun semakin
berkurang, sehingga perlu penanganan khusus untuk menangani hipertensi pada lanjut usia.
Ada beberapa kegiatan-kegiatan yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi hipertensi
pada lansia seperti, pengukuran tekanan darah secara rutin, pengobatan untuk penderita
hipertensi, dan penyuluhan mengenai hipertensi. Cara ini diharapkan dapat mengurangi
angka kesakitan hipertensi pada lansia. 3
Pengobatan hipertensi terdiri dari terapi farmakologis dan nonfarmakologi. Terapi
farmakologis efeknya hanya menurunkan tekanan darah sedangkan terapi nonfarmakologis
bertujuan menurunkan tekanan darah dan mengendalikan faktor resiko dan penyakit lainnya.
Terapi nonfarmakologis terdiri dari menghentikan merokok, menurunkan berat badan
berlebih, menurunkan konsumsi alkohol, latihan fisik, menurunkan asupan garam,
meningkatkan konsumsi buah dan sayur serta menurunkan asupan lemak.4
Faktor pola makan yang salah pada seseorang umumnya menyukai makanan asin dan
gurih, terutama makanan cepat saji yang banyak mengandung lemak jenuh serta garam kadar
tinggi. Kandungan Na (Natrium) dalam garam yang berlebihan dapat menahan air (retensi)
sehingga meningkatkan jumlah volume darah, akibatnya tekanan darah menjadi meningkat.
Mengontrol pola makan yang sehat sangatlah baik, untuk mengontrol tekanan darah. 5
Buah dan sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, serat dan zat-zat berkhasiat
lainnya yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Selain untuk
meningkatkan kesehatan, buah dan sayuran juga banyak dimanfaatkan untuk terapi
pengobatan. Kandungan mineral, vitamin, karotenoid, dan kompon en lainnya yang terdapat
pada buah dan sayuran diantaranya berkhasiat sebagai antioksidan untuk mencegah kanker,
mengatasi gangguan pencernaan, menurunkan kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. 6
Beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang berkhasiat menurunkan tekanan darah
tinggi antara lain seledri, ketimun, labu siam, selada air, lobak, tomat, belimbing wuluh,
belimbing manis, semangka, wortel, pisang, apel, dan kiwi. Buah dan sayur tersebut dapat
3
dibuat ramuan jus untuk menurunkan tekanan darah (Hembing, 2008). Dalam penelitian ini
akan menggunakan ramuan jus berupa 100 gram pisang ambon, 150 gram tomat, 150 gram
jeruk, 100 cc air dingin, kemudian ketiga bahan ini diblender dan diminum selama 6 (enam)
hari. 6
Kandungan pisang ambon dapat menurunkan tekanan darah karena mengandung kalium
tinggi yang bekerja mirip obat antihipertensi di dalam tubuh manusia. Buah tomat
(Lycopersicum commune) mengandung kalium dan likopen yang mempunyai efek
menurunkan tekanan darah. Dan jeruk merupakan buah yang terkenal sebagai buah yang
kaya akan vitamin C, banyak mengandung potasium, rendah sodium, dan serat. Karena
memiliki kandungan potasium, jeruk merupakan salah satu buah yang dapat menurunkan
darah tinggi.6
Hasil penelitian Tangkilisan Hasil uji t berpasangan tekanan darah diastolik sebelum dan
sesudah diberikan terapi menunjukkan p value 0,000. Hal ini berarti secara signifikan terapi
diet pisang ambon menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada klien hipertensi.
Pisang dapat menurunkan tekanan darah karena mengandung kalium tinggi yang bekerja
mirip obat antihipertensi di dalam tubuh manusia. Dapat disimpulkan bahwa terapi diet pisang
ambon (Musa Paradisiaca var. Sapientum Linn) dapat menurunkan tekanan darah pada klien
hipertensi di Kota Bitung.
Penelitian Lestari, dkk (2012) dengan memberikan jus tomat sebanyak 200 ml sebanyak
1 kali sehari yang diberikan selama 7 hari terbuat dari 150 gram buah tomat, 5 gram gula
pasir, dan 50 ml air didapatkan hasil terdapat penurunan tekanan darah sistolik sebesar 11.76
± 7.276 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 8.82 ± 3.321 mmHg pada kelompok
perlakuan. Pemberian jus tomat berpengaruh secara bermakna terhadap penurunan tekanan
darah sistolik dan tekanan darah diastolik setelah dikontrol dengan asupan lemak dan serat.
Sebuah studi di Amerika Serikat menemukan adanya penurunan angka sistolik rata-rata
7% dan angka diastolik rata-rata 4,6% pada orang-orang yang setiap pagi dan malam hari
minum segelas jus jeruk. Ini dikarenakan jeruk mengandung kalium yang cukup banyak.
Selain itu jeruk merupakan buah yang terkenal sebagai buah yang kaya akan vitamin C,
banyak mengandung potasium, rendah sodium, dan serat. Karena memiliki kandungan
potasium, jeruk merupakan salah satu buah yang dapat menurunkan darah tinggi.
Hasil observasi peneliti didapatkan data di Panti Tresna Werdha Teratai Palembang
menunjukkan bahwa semua penghuni panti menderita tekanan darah tinggi. Ada beberapa
faktor risiko yang dapat memperberat hipertensi, antara lain : stres, obesitas/kegemukan,
makanan yang banyak mengandung garam, kolesterol tinggi, makanan yang diawetkan,
daging kambing, buah durian, rokok, kopi, riwayat keluarga/genetik dan usia. Selain usia dan
faktor genetik, faktor lainnya dapat dikendalikan atau dihindari dengan pengontrolan pola
hidup sehat.
4
Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh
ramuan jus (jus pisang ambon, jus jeruk, jus tomat, dan jus kombinasi) untuk menurunkan
tekanan darah pada lansia di Panti Tresna Werdha Teratai Palembang.
Metode Penelitian
Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian Pre- Eksperimen, dengan
rancangan one – group pretest dan posttest design. Ciri dari penelitian ini adalah
mengungkapkan sebab akibat dengan cara melibatkan satu kelompok subjek. Kelompok
subjek diobservasi sebelum intervensi kemudian diobservasi lagi setelah intervensi.7
Populasi dalam penelitian ini adalah semua penghuni Panti Sosial Tresna Werdha
Teratai Palembang 2016 yang berjumlah 65 orang populasi.
Sampel penelitian ini adalah sebagian dari populasi yaitu pasien hipertensi di Panti
Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016 dengan jumlah 40 orang responden,
sehingga menggunakan metode total Sampling.
Data responden didapatkan dengan cara observasi yaitu check list
terhadap
responden, dan subjek penelitian adalah pasien hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha
Teratai Palembang tahun 2016. Cara observasi dilakukan pada saat pasien yang tekanan
darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastoliknya ≥ 90 mmHg.
Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data pada penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Daftar pertanyaan tentang identitas responden Peneliti akan mendapatkan identitas
pasien dari daftar buku yang ada di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang tahun
2016.
2. Skala pengukuran yang digunakan sphygmomanometer, stetoskop, pena, notebook.
3. Ramuan Jus yang telah disiapkan.
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai
Palembang dari tanggal 17 – 21 Juli 2016 dengan 10 sampel mengenai “Pengaruh Jus Pisang
Ambon Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai
Palembang Tahun 2016”, 10 sampel mengenai “Pengaruh Jus Tomat Terhadap Tekanan
Darah Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016” , 10
sampel mengenai “Pengaruh Jus Jeruk Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Di Panti Sosial
Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016” dan 10 sampel mengenai “Pengaruh 10
5
sampel mengenai “Pengaruh Jus Pisang Ambon Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Di
Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016” Terhadap Tekanan Darah Pada
Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016” diperoleh data
sebagai berikut:
Analisa univariat
1. Pengaruh Jus Pisang Ambon
a. Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum diberikan intervensi Jus Pisang Ambon.
Tabel 1 Rata-rata tekanan darah sistolik pre intervensi
Variabel
Mean
Sebelum
160
Median
SD
160
9.428
Min
150
Max
180
Berdasarkan data tabel 1 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
sistolik sebelum diberikan intervensi pemberian Jus Pisang Ambon 160 mmHg, dan tekanan
darah tengahnya 160 mmHg, dengan standar deviasi 9.428. Tekanan darah terendah 150
mmHg dan tekanan darah tertingginya 180 mmHg.
b. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum diberikan intervensi Jus Pisang Ambon.
Tabel 2 Rata-rata tekanan darah diastolik pre intervensi
Variabel
Mean
Median
SD
Min
Max
Sebelum
102
100
11.353
90
120
Berdasarkan data tabel 2 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
diastolik sebelum diberikan intervensi pemberian Jus Pisang Ambon 102 mmHg dan tekanan
darah tengahnya 100 mmHg, dengan standar deviasi 11.353. Tekanan darah terendah 90
mmHg dan maksimalnya 120 mmHg.
c.
Rata-rata tekanan darah sistolik sesudah diberikan intervensi Jus Pisang Ambon.
Tabel 3 Rata-rata tekanan darah sistolik post intervensi
Variabel
Mean
Sesudah
151
Median
150
SD
Min
Max
12.867
140
180
Berdasarkan data tabel 3 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
sistolik sesudah diberikan intervensi pemberian Jus Pisang Ambon 151 mmHg dan tekanan
darah tengahnya 150 mmHg, dengan standar deviasi 12.867. Tekanan darah terendah 140
mmHg dan tertinggi 180 mmHg.
6
d. Rata-rata tekanan darah diastolik sesudah diberikan intervensi Jus Pisang Ambon.
Tabel 4 Rata-rata tekanan darah diastolik post intervensi
Variabel
Mean
Median
SD
Min
Max
Sesudah
93
90
11.595
80
110
Berdasarkan data tabel 4 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
diastolik sesudah diberikan intervensi pemberian Jus Pisang Ambon 93 mmHg dan tekanan
darah tengahnya 90 mmHg, dengan standar deviasi 11.595. Tekanan darah terendah 80
mmHg dan tertinggi 110 mmHg.
2. Pengaruh Jus Tomat
a. Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum diberikan intervensi Jus Tomat.
Tabel 5 Rata-rata tekanan darah sistolik pre intervensi
Variabel
Mean
Median
SD
Min
Max
Sebelum
154
155
9.661
140
170
Berdasarkan data tabel 5 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
sistolik sebelum diberikan intervensi pemberian Jus Tomat 154 mmHg, dan tekanan darah
tengahnya 155 mmHg, dengan standar deviasi 9.661. Tekanan darah terendah 140 mmHg
dan tekanan darah tertingginya 170 mmHg.
b. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum diberikan intervensi Jus Tomat Tabel 6
Rata-rata tekanan darah diastolik pre intervensi
Variabel
Mean
Median
SD
Min
Max
Sebelum
103
100
10.593
90
120
Berdasarkan data tabel 5.6 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
diastolik sebelum diberikan intervensi pemberian Jus Tomat 103 mmHg dan tekanan darah
tengahnya 100 mmHg, dengan standar deviasi 10.593. Tekanan darah terendah 90 mmHg
dan maksimalnya 120 mmHg.
c. Rata-rata tekanan darah sistolik sesudah diberikan intervensi Jus Tomat Tabel 7
Rata-rata tekanan darah sistolik post intervensi
Variabel
Mean
Sesudah
147
Median
150
SD
Min
Max
8.233
130
160
Berdasarkan data tabel 5.7 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
sistolik sesudah diberikan intervensi pemberian Jus Tomat 147 mmHg dan tekanan darah
7
tengahnya 150 mmHg, dengan standar deviasi 98.233. Tekanan darah terendah 130 mmHg
dan tertinggi 160 mmHg.
d. Rata-rata tekanan darah diastolik sesudah diberikan intervensi Jus Tomat Tabel 8
Rata-rata tekanan darah diastolik post intervensi
Variabel
Mean
Median
SD
Min
Max
Sesudah
97
100
6.749
90
110
Berdasarkan data tabel 8 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
diastolik sesudah diberikan intervensi pemberian Jus Jus Tomat 97 mmHg dan tekanan darah
tengahnya 100 mmHg, dengan standar deviasi 6.749. Tekanan darah terendah 90 mmHg
dan tertinggi 110 mmHg.
3. Pengaruh Jus Jeruk
a. Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum diberikan intervensi Jus Jeruk
Tabel 5.9 Rata-rata tekanan darah sistolik pre intervensi
Variabel
Mean
Median
SD
Min
Max
Sebelum
155
155
8.498
140
170
Berdasarkan data tabel 5.9 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
sistolik sebelum diberikan intervensi pemberian Jus Jeruk 155 mmHg, dan tekanan darah
tengahnya 155 mmHg, dengan standar deviasi 8.498. Tekanan darah terendah 140 mmHg
dan tekanan darah tertingginya 170 mmHg.
b. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum diberikan intervensi Jus Jeruk
Tabel 10 Rata-rata tekanan darah diastolik pre intervensi
Variabel
Mean
Median
SD
Min
Max
Sebelum
106
105
9.661
90
120
Berdasarkan data tabel 10 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
diastolik sebelum diberikan intervensi pemberian Jus Jeruk adalah 106 mmHg dan tekanan
darah tengahnya 105 mmHg, dengan standar deviasi 9.661. Tekanan darah terendah 90
mmHg dan maksimalnya 120 mmHg.
8
c. Rata-rata tekanan darah sistolik sesudah diberikan intervensi Jus Jeruk Tabel 5.11
Rata-rata tekanan darah sistolik post intervensi
Variabel
Mean
Sesudah
145
Median
140
SD
Min
Max
7.071
140
160
Berdasarkan data tabel 11 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
sistolik sesudah diberikan intervensi pemberian Jus Jeruk 145 mmHg dan tekanan darah
tengahnya 140 mmHg, dengan standar deviasi 7.071. Tekanan darah terendah 140 mmHg
dan tertinggi 160 mmHg.
d. Rata-rata tekanan darah diastolik sesudah diberikan intervensi Jus Jeruk
Tabel 12 Rata-rata tekanan darah diastolik post intervensi
Variabel
Mean
Median
SD
Min
Max
Sesudah
98
100
9.189
90
120
Berdasarkan data tabel 12 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
diastolik sesudah diberikan intervensi pemberian Jus Jeruk 98 mmHg dan tekanan darah
tengahnya 100 mmHg, dengan standar deviasi 9.189. Tekanan darah terendah 90 mmHg
dan tertinggi 120 mmHg.
4. Pengaruh Jus Kombinasi (Jeruk, Tomat dan Pisang Ambon)
a. Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum diberikan intervensi Jus Kombinasi (Jeruk,
Tomat dan Pisang Ambon)
Tabel 13 Rata-rata tekanan darah sistolik pre intervensi
Variabel
Mean
Median
SD
Min
Max
Sebelum
156
155
12.649
140
180
Berdasarkan data tabel 5.13 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
sistolik sebelum diberikan intervensi pemberian Jus Kombinasi (Jeruk, Tomat dan Pisang
Ambon) 156 mmHg, dan tekanan darah tengahnya 155 mmHg, dengan standar deviasi
12.649. Tekanan darah terendah 140 mmHg dan tekanan darah tertingginya 180 mmHg.
b. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum diberikan intervensi Jus Kombinasi (Jeruk,
Tomat dan Pisang Ambon) .
Tabel 14 Frekuensi rata-rata tekanan darah diastolik pre intervensi
9
Variabel
Mean
Median
SD
Min
Max
Sebelum
103
100
10.593
90
120
Berdasarkan data tabel 14 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
diastolik sebelum diberikan intervensi pemberian Jus Kombinasi (Jeruk, Tomat dan Pisang
Ambon) 103 mmHg dan tekanan darah tengahnya 100 mmHg, dengan standar deviasi
10.593. Tekanan darah terendah 90 mmHg dan maksimalnya 120 mmHg.
c. Rata-rata tekanan darah sistolik sesudah diberikan intervensi Jus Kombinasi (Jeruk,
Tomat dan Pisang Ambon)
Tabel 15 Rata-rata tekanan darah sistolik post intervensi
Variabel
Mean
Sesudah
145
Median
145
SD
Min
Max
10.801
130
160
Berdasarkan data tabel 15 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
sistolik sesudah diberikan intervensi pemberian Jus Kombinasi (Jeruk, Tomat dan Pisang
Ambon) 145 mmHg dan tekanan darah tengahnya 145 mmHg, dengan standar deviasi
10.801. Tekanan darah terendah 130 mmHg dan tertinggi 160 mmHg.
d.
Rata-rata tekanan darah diastolik sesudah diberikan intervensi Jus Kombinasi (Jeruk,
Tomat dan Pisang Ambon)
Tabel 16 Rata-rata tekanan darah diastolik post intervensi
Variabel
Mean
Median
SD
Min
Max
Sesudah
93
90
6.749
80
100
Berdasarkan data tabel 16 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah
diastolik sesudah diberikan intervensi pemberian Jus Kombinasi (Jeruk, Tomat dan Pisang
Ambon) 93 mmHg dan tekanan darah tengahnya 90 mmHg, dengan standar deviasi 6.749.
Tekanan darah terendah 80 mmHg dan tertinggi 100 mmHg.
Analisis Bivariat
Analisis bivariat ini adalah untuk melihat pengaruh Jus Pisang Ambon, Jus Jeruk, Jus
Pisang Ambon Ambon dan Jus Kombinasi (Tomat, Jeruk dan Pisang Ambon) terhadap
tekanan darah pada lansia dan melihat adanya perbedaan antara tekanan darah sistolik dan
diastolik sebelum serta tekanan darah sistolik dan diastolik setelah intervensi. Adapun hasil
analisis bivariat dengan menggunakan uji nonparametrik untuk melihat pengaruh Jus Pisang
Ambon, Jus Jeruk, Jus Pisang Ambon Ambon dan Jus Kombinasi (Tomat, Jeruk dan Pisang
10
Ambon), lalu dilanjutkan dengan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan tingkat
konfidensi 95%.
a. Uji Normalitas Data
Berdasarkan hasil uji normalitas data dengan menggunakan metode analisis uji
normalitas data tekanan darah sistolik dengan menggunakan metode analisa Shapiro-Wilk
sebelum dilakukan intervensi dan sesudah dilakukan intervensi baik tekanan darah sistolik
dan diastolik didapatkan dari ke-empat intervensi yang diberikan bervariasi, ada data yang
berdistribusi normal dan tidak normal. Akan tetapi untuk melihat penurunan tekanan darah
sebelum dan sesudah dilakukan intervensi semuanya didapatkan tidak normal karena syarat
untuk memakai uji-T test semua data sebelum dan sesudah
dilakukan intervensi harus wajib berdistribusi normal. Setelah didapatkan data tidak
berdistribusi normal, maka dilakukan transformasi data terlebih dahulu. Variabel baru hasil
transformasi menunjukkan nilai probabilitas sebelum intervensi sebesar p = 0,000, setelah
diberikan intervensi p = 0,000. Karena nilai p kurang dari 0,05 (p= <0,05), maka diambil
kesimpulan bahwa variabel baru hasil transformasi berdistribusi tidak normal, dan dingunakan
uji wilcoxon sebagai uji alternatif.
b. Pengaruh Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah diberikan
intervensi
1) Pengaruh Jus Pisang Ambon
Pengaruh rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah diberikan terapi Jus Pisang
Ambon
Tabel 17 Pengaruh rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah intervensi terapi
Jus Pisang Ambon
Median
SD
P
Value
Pre intervensi
160
responden
diastolik post
intervensi responden
11.353
0,024
90
11.
595
12.867
responden
responden
100
tekanan darah
tekanan darah sistolik
150
P Value
responden
9.428
0,014
post intervensi
SD
tekanan darah
diastolik pre intervensi
tekanan darah sistolik
Median
Berdasarkan data tabel 17 dari total 10
didapatkan
rata-rata tekanan darah sistolik sebelum diberikan intervensi
pemberian Jus Pisang Ambon 160 mmHg dengan standar deviasi 9.428, rata-rata tekanan
11
darah sistolik sesudah diberikan intervensi pemberian Jus Pisang Ambon 150 mmHg, dengan
standar deviasi 12.867.
Pengaruh rata-rata tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah intervensi terapi Jus
Median
SD
tekanan darah
diastolik pre
intervensi
105
9.661
P
Pisang Ambon
Value
Tabel 18 Pengaruh rata-rata tekanan darah
diastolik sebelum dan sesudah intervensi
0,033
terapi Jus Pisang Ambon
responden
tekanan darah
diastolik post
intervensi
Berdasarkan data tabel 18 dari total 10
100
9.189
responden
didapatkan rata-rata tekanan
darah diastolik sebelum diberikan intervensi
responden
pemberian Jus Pisang Ambon 100 mmHg
dengan standar deviasi 11.353. Tekanan darah diastolik sesudah diberikan intervensi
pemberian Jus Pisang Ambon 90 mmHg, dengan standar deviasi 11.595.
2) Pengaruh Jus Tomat
Pengaruh rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah diberikan terapi Jus Tomat.
Tabel 5.19 Pengaruh rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah intervensi terapi
Jus Tomat
Berdasarkan data tabel 19 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah sistolik
sebelum diberikan intervensi pemberian Jus Tomat 155 mmHg dengan standar deviasi 9.661,
rata-rata tekanan darah sistolik sesudah diberikan intervensi pemberian Jus Pisang Ambon
150 mmHg, dengan standar deviasi 8.233.
Pengaruh rata-rata tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah intervensi terapi Jus Tomat
Tabel 20 Pengaruh rata-rata tekanan darah
tekanan darah
sistolik Pre
intervensi
responden
Median
SD
155
9.66
1
P Value
diastolik sebelum dan sesudah intervensi
terapi Jus Tomat
0,020
tekanan darah
sistolik post
intervensi
responden
Median
SD
100
10.593
100
6.749
P Value
tekanan darah
150
8.23
3
diastolik pre
intervensi
0,034
responden
tekanan darah
diastolik post
12
intervensi
Berdasarkan data tabel 20 dari total 10
responden
responden
didapatkan rata-rata tekanan darah diastolik sebelum diberikan intervensi
pemberian Jus Tomat 100 mmHg dengan standar deviasi 10.593. Tekanan darah diastolik
sesudah diberikan intervensi pemberian Jus Tomat 100 mmHg, dengan standar deviasi 6.749.
3) Pengaruh Jus Jeruk
Pengaruh rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah diberikan terapi Jus Jeruk
Tabel 21 Pengaruh rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah intervensi terapi
Jus Jeruk
Median
SD
P Value
Berdasarkan data tabel .21 dari total 10
tekanan darah
responden
sistolik Pre
darah sistolik sebelum diberikan intervensi
intervensi
155
8.498
standar deviasi 8.498, rata-rata tekanan darah
0,008
sistolik
tekanan darah
intervensi
rata-rata tekanan
pemberian Jus Jeruk 155 mmHg dengan
responden
sistolik post
didapatkan
sesudah
diberikan
intervensi
pemberian Jus Jeruk 140 mmHg, dengan
140
standar deviasi 7.071.
7.071
responden
Pengaruh rata-rata tekanan darah diastolik
sebelum dan sesudah intervensi terapi Jus Jeruk
Tabel .22 Pengaruh rata-rata tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah intervensi terapi
Jus Jeruk
Median
SD
tekanan darah
diastolik pre
intervensi
105
9.661
P
Berdasarkan data tabel 22 dari total 10
Value
responden
darah diastolik sebelum diberikan intervensi
0,033
pemberian Jus Jeruk 105 mmHg dengan
responden
standar
tekanan darah
diastolik post
intervensi
diastolik
100
didapatkan rata-rata tekanan
9.189
deviasi
9.661.
sesudah
Tekanan
diberikan
darah
intervensi
pemberian Jus Jeruk 100 mmHg, dengan
standar deviasi 6.189.
responden
4) Pengaruh Jus Kombinasi (Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk )
Pengaruh rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah diberikan Jus Kombinasi
(Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk )
Tabel 23 Pengaruh rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah Jus Kombinasi
(Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk )
13
Berdasarkan data tabel 23 dari total 10 responden
didapatkan
rata-rata tekanan darah sistolik
sebelum diberikan intervensi pemberian Jus
Kombinasi (Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk ) 155
mmHg dengan standar deviasi 12.649, rata-rata
tekanan
darah
sistolik
sesudah
diberikan
intervensi pemberian Jus Kombinasi (Pisang
Ambon, Tomat dan Jeruk ) 145, dengan standar
tekanan darah
sistolik Pre
intervensi
responden
P
Median
SD
155
12.649
Value
0,018
tekanan darah
sistolik post
intervensi
responden
145
10.801
deviasi 10.801.
Pengaruh rata-rata tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah intervensi Jus Kombinasi
(Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk )
Tabel 24 Pengaruh rata-rata tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah intervensi Jus
Kombinasi (Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk )
Median
tekanan darah
diastolik pre
intervensi
responden
tekanan darah
diastolik post
intervensi
responden
SD
P
Value
100
Berdasarkan data tabel .24 dari total 10
10.593
responden
0,034
didapatkan rata-rata tekanan
darah diastolik sebelum diberikan intervensi
pemberian Jus Tomat 100 mmHg dengan
90
6.749
standar
diastolik
deviasi
10.593.
sesudah
Tekanan
diberikan
darah
intervensi
pemberian Jus Kombinasi (Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk ) 90 mmHg, dengan standar
deviasi 6.749.
c. Rata-rata pengaruh Jus Pisang Ambon, Jus Tomat, Jus Jeruk dan Jus Kombinasi (Pisang
Ambon, Tomat dan Jeruk) terhadap tekanan darah pada Lansia Di Panti Sosial Tresna
Werdha Teratai Palembang Tahun 2016.
Hasil uji analisis lebih lanjut atau uji statistic intervensi Jus Pisang Ambon didapatkan nilai
tekanan darah sistolik pre intervensi dan tekanan darah post sistolik p Value = 0,014 (p ˂
0,05) dan tekanan darah diastolik pre intervensi dan post intervensi p Value = 0,024 (p < 0,05)
. Hal ini berarti ada Pengaruh Jus Pisang Ambon Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Di
Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016.
Intervensi Jus Tomat didapatkan nilai tekanan darah sistolik pre intervensi dan tekanan
darah post sistolik p Value = 0,020 (p ˂ 0,05) dan tekanan darah diastolik pre intervensi dan
post intervensi p Value = 0,034 (p < 0,05) . Hal ini berarti ada Pengaruh Jus Tomat Terhadap
Tekanan Darah Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016.
14
Intervensi Jus Jeruk didapatkan nilai tekanan darah sistolik pre intervensi dan tekanan
darah post sistolik p Value = 0,008 (p ˂ 0,05) dan tekanan darah diastolik pre intervensi dan
post intervensi p Value = 0,033 (p < 0,05) . Hal ini berarti ada Pengaruh Jus Jeruk Terhadap
Tekanan Darah Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016.
Intervensi Jus Kombinasi (Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk )didapatkan nilai tekanan
darah sistolik pre intervensi dan tekanan darah post sistolik p Value = 0,018 (p ˂ 0,05) dan
tekanan darah diastolik pre intervensi dan post intervensi p Value = 0,014 (p < 0,05) . Hal ini
berarti ada Pengaruh Jus Kombinasi (Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk ) Terhadap Tekanan
Darah Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016.
PEMBAHASAN
Hasil uji analisis lebih lanjut atau uji statistic intervensi Jus Pisang Ambon didapatkan nilai
tekanan darah sistolik pre intervensi dan tekanan darah post sistolik p Value = 0,014 (p ˂
0,05) dan tekanan darah diastolik pre intervensi dan post intervensi p Value = 0,024 (p < 0,05)
. Hal ini berarti ada Pengaruh Jus Pisang Ambon Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Di
Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016.
Intervensi Jus Tomat didapatkan nilai tekanan darah sistolik pre intervensi dan tekanan
darah post sistolik p Value = 0,020 (p ˂ 0,05) dan tekanan darah diastolik pre intervensi dan
post intervensi p Value = 0,034 (p < 0,05) . Hal ini berarti ada Pengaruh Jus Tomat Terhadap
Tekanan Darah Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016.
Intervensi Jus Jeruk didapatkan nilai tekanan darah sistolik pre intervensi dan tekanan
darah post sistolik p Value = 0,008 (p ˂ 0,05) dan tekanan darah diastolik pre intervensi dan
post intervensi p Value = 0,033 (p < 0,05) . Hal ini berarti ada Pengaruh Jus Jeruk Terhadap
Tekanan Darah Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016.
Intervensi Jus Kombinasi (Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk )didapatkan nilai tekanan
darah sistolik pre intervensi dan tekanan darah post sistolik p Value = 0,018 (p ˂ 0,05) dan
tekanan darah diastolik pre intervensi dan post intervensi p Value = 0,014 (p < 0,05) . Hal ini
berarti ada Pengaruh Jus Kombinasi (Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk ) Terhadap Tekanan
Darah Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016.
Buah dan sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, serat dan zat-zat berkhasiat
lainnya yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Selain untuk
meningkatkan kesehatan, buah dan sayuran juga banyak dimanfaatkan untuk terapi
pengobatan. Kandungan mineral, vitamin, karotenoid, dan komponen lainnya yang terdapat
pada buah dan sayuran diantaranya berkhasiat sebagai antioksidan untuk mencegah kanker,
mengatasi gangguan pencernaan, menurunkan kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. 6
Beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang berkhasiat menurunkan tekanan darah
tinggi antara lain seledri, ketimun, labu siam, selada air, lobak, tomat, belimbing wuluh,
15
belimbing manis, semangka, wortel, pisang, apel, dan kiwi. Buah dan sayur tersebut dapat
dibuat ramuan jus untuk menurunkan tekanan darah. 6 Dalam penelitian ini akan
menggunakan ramuan jus berupa 100 gram pisang ambon, 150 gram tomat, 150 gram jeruk,
100 cc air dingin, kemudian ketiga bahan ini diblender dan diminum selama 6 (enam) hari.
Kandungan pisang ambon dapat menurunkan tekanan darah karena mengandung kalium
tinggi yang bekerja mirip obat antihipertensi di dalam tubuh manusia. Buah tomat
(Lycopersicum commune) mengandung kalium dan likopen yang mempunyai efek
menurunkan tekanan darah. Dan jeruk merupakan buah yang terkenal sebagai buah yang
kaya akan vitamin C, banyak mengandung potasium, rendah sodium, dan serat. Karena
memiliki kandungan potasium, jeruk merupakan salah satu buah yang dapat menurunkan
darah tinggi.
Namun dalam penelitian ini, peneliti hanya fokus menggunakan bahan no 5 (lima)
berdasarkan dari penelitian Fadlillah (2015) yang berjudul Pengaruh Konsumsi Pisang Ambon
Terhadap Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi di PSTW Teratai Palembang Tahun
2015 dengan hasil penelitian untuk tekanan sistolik didapatkan nilai p value = 0,001 artinya
ada perbedaan bermakna tekanan sistolik sebelum dan sesudah konsumsi pisang ambon
selama 1 minggu dan untuk tekanan diastolik didapatkan nilai p value = 0,004 artinya ada
perbedaan bermakna tekanan diastolik sebelum dan sesudah konsumsi pisang ambon
selama 1 minggu.
Hasil penelitian Tangkilisan Hasil uji t berpasangan tekanan darah diastolik sebelum dan
sesudah diberikan terapi menunjukkan p value 0,000. Hal ini berarti secara signifikan terapi
diet pisang ambon menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada klien hipertensi.
Pisang dapat menurunkan tekanan darah karena mengandung kalium tinggi yang bekerja
mirip obat antihipertensi di dalam tubuh manusia. Dapat disimpulkan bahwa terapi diet pisang
ambon (Musa Paradisiaca var. Sapientum Linn) dapat menurunkan tekanan darah pada klien
hipertensi di Kota Bitung.
Penelitian Lestari, dkk (2012) dengan memberikan jus tomat sebanyak 200 ml sebanyak 1
kali sehari yang diberikan selama 7 hari terbuat dari 150 gram buah tomat, 5 gram gula pasir,
dan 50 ml air didapatkan hasil terdapat penurunan tekanan darah sistolik sebesar 11.76 ±
7.276 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 8.82 ± 3.321 mmHg pada kelompok
perlakuan. Pemberian jus tomat berpengaruh secara bermakna terhadap penurunan tekanan
darah sistolik dan tekanan darah diastolik setelah dikontrol dengan asupan lemak dan serat.
Sebuah studi di Amerika Serikat menemukan adanya penurunan angka sistolik rata-rata
7% dan angka diastolik rata-rata 4,6% pada orang-orang yang setiap pagi dan malam hari
minum segelas jus jeruk. Ini dikarenakan jeruk mengandung kalium yang cukup banyak.
Selain itu jeruk merupakan buah yang terkenal sebagai buah yang kaya akan vitamin C,
16
banyak mengandung potasium, rendah sodium, dan serat. Karena memiliki kandungan
potasium, jeruk merupakan salah satu buah yang dapat menurunkan darah tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian dan uraian diatas peneliti berasumsi
bahwa intervensi
pemberian ramuan jus merupakan buah dan sayuran yang diberikan secara teratur dalam
waktu 6 hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan pada
pasien hipertensi, karena banyak mengandung kalium yang tinggi serta kandungan likopen
yang mampu menurunkan tekanan darah .
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
1. Hasil uji analisis lebih lanjut atau uji statistic intervensi Jus Pisang Ambon didapatkan nilai
tekanan darah sistolik pre intervensi dan tekanan darah post sistolik p Value = 0,014 (p ˂
0,05) dan tekanan darah diastolik pre intervensi dan post intervensi p Value = 0,024 (p <
0,05) . Hal ini berarti ada Pengaruh Jus Pisang Ambon Terhadap Tekanan Darah Pada
Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang Tahun 2016.
2. Intervensi Jus Tomat didapatkan nilai tekanan darah sistolik pre intervensi dan tekanan
darah post sistolik p Value = 0,020 (p ˂ 0,05) dan tekanan darah diastolik pre intervensi
dan post intervensi p Value = 0,034 (p < 0,05) . Hal ini berarti ada Pengaruh Jus Tomat
Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai
Palembang Tahun 2016.
3. Intervensi Jus Jeruk didapatkan nilai tekanan darah sistolik pre intervensi dan tekanan
darah post sistolik p Value = 0,008 (p ˂ 0,05) dan tekanan darah diastolik pre intervensi
dan post intervensi p Value = 0,033 (p < 0,05) . Hal ini berarti ada Pengaruh Jus Jeruk
Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai
Palembang Tahun 2016.
4. Intervensi Jus Kombinasi (Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk )didapatkan nilai tekanan
darah sistolik pre intervensi dan tekanan darah post sistolik p Value = 0,018 (p ˂ 0,05)
dan tekanan darah diastolik pre intervensi dan post intervensi p Value = 0,014 (p < 0,05)
. Hal ini berarti ada Pengaruh Jus Kombinasi (Pisang Ambon, Tomat dan Jeruk )
Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai
Palembang Tahun 2016.
Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, peneliti mengajukan saran-saran antara lain :
1. Bagi perawat
17
Bagi perawat diharapkan agar jus tomat ini dapat dijadikan sebagai salah satu obat
alternatif non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik untuk
pasien hipertensi.
2. Bagi institusi pendidikan
Penelitian
ini
diharapkan
dapat
menambah
refrensi
perpustakaan
untuk
mengembangkan kegiatan penelitian, menambah wawasan dan pengatahuan tentang
intervensi non-farmakologis.
3. Bagi Panti Sosial
Untuk memasukkan jus tomat (Lycopersicum commune) sebagai minuman sehari-hari
dan sekaligus sebagai obat non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah sistoik dan
diastolik pasien hipertensi di Panti yang diberikan 1 kali dalam sehari setiap sarapan pagi.
4. Bagi peneliti selanjutnya
Bagi peneliti selajutnya untuk menggunakan terapi non-farmakologis minuman jus
kombinasi dari buah-buahan yang bisa menurunkan hipertensi dengan waktu yang lebih lama
dengan pasien yang lebih banyak lagi.
5. Bagi masyarakat
Diharapkan agar bisa diterapkan dan pakai dalam kehidupan sehari-hari sebagai obat
yang aman, murah serta mudah dijangkau.
DAFTAR PUSTAKA
1. Rusdi & Nurlaela Isnawati. (2009). Awas! Anda bisa mati cepat akibat hipertensi &
diabetes. Yogyakarta : Power Books (IHDINA)
2. Riyadi Sujono, S. M. 2011. Buku Keperawatan Medikal Bedah. Pustaka Pelajar:
Yogyakarta
3. Kurniasari, Lingga. 2012. Pengaruh Pemberian Jus Tomat Terhadap Tekanan Darah
Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Panti Sosial Tresna Werdha Unit Abiyoso
Yogyakarta.
5
Maret,
2016.
http://opac.say.ac.id/841/1/NASKAH%
20PUBLIKASI_LINGGA%20KURNIASARI.pdf
4. Yogiantoro, M. 2006. Hipertensi Esensial dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit dalam Edisi IV.
Jakarta.
5. Sunita, Almatsier. 2004. Penuntun diet edisi baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
6. Hembing
7. Sunita, Almatsier. 2004. Penuntun diet edisi baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
18
8. Agoes, Azwar. 2010. Tanaman obat Indonesia. Jakarta: salemba medika.
9. Hastono, Susanto Priyo & Luknis Sabri. 2011. Statistik kesehatan. Jakarta: Rjawali Pers.
10. Aiska, Grace Sabilla. 2013 Perbedaan penurunan tekanan darah sistolik lansia hipertensi
yang diberi jus tomat (Lycopersicum commune) dengan kulit dan tanpa kulit. 5 Maret,
2016.http://eprints.undip.ac.id/42955/1/605_GRACE_ SABILLA_AISKA.pdf
11. Lestari, Aryanti Puji. 2012. Pengaruh pemberian jus tomat (Lycopersicum commune)
terhadaptekanan
darah
pada
wanita
postmenopause
hipertensif.
5
Maret,
2016.http://eprints.undip.ac.id/38425/1/462_Aryati_Puji_Lestari_G2C005260.pdf
12. Ardiansyah, Muhammad. 2012. Medikal bedah untuk mahasiswa. Jogjakarta: Diva press.
13. Bhownik, Debjit dkk. 2012. Journal of pharmacognosy and phytochemistry tomato-A
natural
medicine
and
its
health
benefit.
7
Maret,
2016.www.phytojournal.com/vol1Issue1/Issue_may_2012/3.pdf
14. Dalimartha, S. (2007). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid Ketiga. Jakarta: Trubus
Agriwidya.
15. Fatimah. 2010. Merawat Manusia lanjut Usia Suatu Pendekatan Proses Keperawatan
Gerontik. Jakarta : Trans Info Media.
16. H,Raina M. 2011. Ensiklopedi tanaman obat untuk kesehatan. Jogjakarta: absolut.
17. Hidayat, A.A. 2008. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Salemba Medika:
Jakarta.
18. Firmanto, B.H. (2011). Sukses Bertanam Tomat Secara Organik. Bandung: Angkasa.
19. Rohaendi, (2008). Klasifikasi Hipertensi. Jakarta
20. Ritonga, Razali. 2015. Kebutuhan data ketenaga kerjaan untuk pembangunan
berkelanjutan.
6
Maret,
2016.www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/@asia/@ro-
bangkok/@ilo-jakarta/document/presentation/wcms_346599.pdf
21. Info
datin,
Pusat
data
dan
informasi
kesehatan
RI.
Hipertensi.
6
Maret,
2016.www.depkes.go.id
22. Kowalski, Robert E. 2010. Terapi hipertensi 8 minggu. Bandung: Qanita
23. Sembiring, Monika Estelita. 2013. Pemanfaatan tomat (Lyopercisum esculentum)
terhadap wanita dewasa penderita hipertensi stadium satu di RW 13 kampung Mokla
Bandung Barat. 5 Maret, 2016.http://kti.unai.edu/wp-content/uploads/2014/10/MONIKAESTELITA-SEMBIRING-Skripsi1.pdf
24. Smeltzer, Suzanne C & Bare, Brenda G. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah
Brunner & Suddarth (Edisi 8) (Volume 3). Jakarta: Kedokteran EGC
25. Ramadhani, Sukma Paramita & Niken Puruhita. 2015 Pengaruh pemberian jus tomat
(Lycopersicum Commune ) terhadap tekanan darah sistolik dan diastolic laki-laki
hipertensif
usia
40-
45
tahun.
s1.undip.ac.id/index.php/jnc/article/view/10053
19
5
Maret,
2016.http://ejournal-
26. STIKes Muhammadiyah. 2016. Pedoman tugas akhir skripsi. Palembang
27. Suhartini Ratna.2010. Lanjut Usia Tinjauan Lanjut Usia. Jakarta: Rineka Cipta.
28. Sunita, Almatsier. 2004. Penuntun diet edisi baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
29. Lestari, Aryanti Puji. 2012. Pengaruh pemberian jus tomat (Lycopersicum commune)
terhadaptekanan
darah
pada
wanita
postmenopause
hipertensif.
5
Maret,
2016.http://eprints.undip.ac.id/38425/1/462_Aryati_Puji_Lestari_G2C005260.pdf
30. Maryam, Siti dkk. 2012. Mengenal usia lanjut dan perawatannya. Jakarta: salemba
medika
31. Nursalam. 2009. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan:
Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Salemba Medika:
Jakarta.
32. Padila. 2013. Buku ajar keperawatan gerontik. Yogyakarta: Nuha medika
33. PSTW. 2016. Profil Panti Sosial Tresna Werdha Teratai. Palembang
34. Raharjo, Priyo. 2010. pengaruh pemberian jus tomat terhadap perubahan tekanan darah
sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi di desa Wonorejo kecamatan lawang
malang
tahun
2007.
6
Maret,
2016.
http://ejournal.umm.ac.id/index.php/keperawatan/article/viewFile/411/3363
35. Viranda P.M. 2009. Pengujian kandungan literatur.6 Maret, 2016.www.lontar.ui.ac.id
36. Wahyunita, Vina Dwi & Fitrah. 2010. Memahami kesehatan pada lansia. Jakarta: team
CV. Trans Info Media
20
Download