Kebijakan Bioenergi, Lingkungan Hidup dan Kehutanan

advertisement
Kebijakan Bioenergi, Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Oleh :
Arief Yuwono
Staf Ahli Menteri Bidang Energi
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Latar Belakang …(1)
• Pasal 33 UUD’45 menyatakan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang
terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk
sebesar-besarnya
kemakmuran
rakyat.
Pengelolaan
SDA
perlu
•
•
•
•
memperhatikan keseimbangan kelestarian lingkungan dengan keuntungan
ekonomi untuk kemakmuran rakyat
Prinsip pengelolaan SDA adalah pembangunan berkelanjutan sinergikan
sosial, ekonomi dan kelestarian lingkungan
Perlindungan lingkungan penting karena degradasi kualitas lingkungan
menimbulkan dampak negatif pada keberlanjutan pembangunan itu sendiri
Prinsip pembangunan berkelanjutan direfleksikan pada visi dan misi presiden
Jokowi 5 tahun ke depan “Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri
dan berkepribadian berlandaskan gotong royong” yang diwujudkan dalam
RPJMN 2015-2019
Salah satu poin Nawacita : “…Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan
menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik”
Latar Belakang …(2)
•
Untuk mencapai komitmen tersebut, KLHK mengimplementasikan 3 kegiatan
utama :
1. Melindungi dan melestarikan kualitas dan fungsi lingkungan dalam rangka
menjamin daya dukung DAS, mengurangi hilangnya keanekaragaman
hayati dan mitigasi serta adaptasi perubahan iklim
2. Melindungi dan melestarikan hutan sebagai sistem penyangga kehidupan,
habitat berbagai jenis flora dan fauna serta spesies terancam punah.
3. Menjamin ekosistem dan kelestarian SDA dalam kondisi yang seimbang
melalui “Indikator Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH)”
Gas bumi
22%
Rencana Umum Energi Nasional 2015
Minyak
bumi
25%
Batubara
30%
Energi
Baru
terbarukan
23%
Inisiatif nyata & langsung dari
Kementerian LHK
•
•
•
•
•
•
•
Program “Waste to energy”; mengubah sampah menjadi energi
listrik – PLTS (PLTS Bekasi, PLTS Supit di malang)
Program “Langit Biru”; dengan mengubah bahan bakar moda
transportasi menjadi bahan bakar gas (cth: penggunaan BBG bagi
transportasi publik di Bogor)
12,7 juta hektar kawasan hutan diakomodasikan untuk Hutan
Kemasyarakatan, Hutan Desa, Hutan Rakyat dan 4 juta hektar
hutan Kemitraan diarahkan untuk pengembangan hutan energi –
kayu bakar, biomassa.
Penelitian dan pengembangan diarahkan kepada jenis tanaman
bioenergi seperti nyamplung, kemiri sunan, jarak pagar dan
tanaman lain.
Kampanye bioenergi dikaitkan dengan isu perubahan iklim
Perampingan prosedur perizinan/lisensi dalam proses, hanya
diperuntukkan untuk daerah tertentu yang telah dialokasikan
Menginisiasi “one map policy”
Perizinan Kawasan Hutan untuk Pengembangan
Energi Terbarukan :
GEOTHERMAL
Dasar Hukum
1.
2.
3.
4.
UU 41/1999 jo. UU 19/2004 tentang Kehutanan
UU 21/2014 tentang Geothermal
PP 24/2010 jo. PP 61/2012 tentang Penggunaan Kawasan Hutan
PP 33/2014 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP yang Berasal dari
Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di Luar
Kegiatan Kehutanan yang Berlaku pada Kementerian Kehutanan
5. Perpres 28/2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam (KSA) dan
Kawasan Pelestarian Alam (KPA)
6. Inpres 8/2015 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan
Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut
7. Permenhut P.16/2014 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan
POTENSI SDH INDONESIA
HUTAN : Suatu kesatuan ekosistem
berupa hamparan lahan berisi SDAH
yang didominasi pepohonan dalam
persekutuan alam lingkungannya,
yang satu dengan lainnya tidak
dapat dipisahkan
KAWASAN HUTAN : Wilayah
tertentu yang ditunjuk dan/atau
ditetapkan oleh pemerintah untuk
dipertahankan
keberadaannya
sebagai Hutan Tetap
(Dalam Ha)
HP
29.265.410
24%
HPK
13.133.580
11%
Luas Hutan :
120.783.631
HPT
26.843.748
22%
KSP/KPA
21.902.407
18%
HL
29.638.486
25%
63,66% dari luas keseluruhan
Negara Indonesia
Sumber : Data Ditjen Planologi dan Tata Lingkungan KLHK
Skema Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan
(IPPKH) untuk Geothermal
1. Hutan Lindung (HL) & Hutan Produksi (HP) melalui
mekanisme IPPKH
2. Hutan Konservasi (Kecuali Cagar Alam dan Zona Inti
TN) melalui mekanisme Izin Pemanfaatan Jasa
Lingkungan
Penggunaan Kawasan Hutan
AREA
LIMITATION
DURATION
Implementation of
P.16/Menhut-II/2014
AREA LIMITATION
• 10 % from :
• Area of IUPHHK HA/HT
• Area of HP
• Area of FMU
• Area of HL
ENVIRONMENTAL
SUSTAINABILITY
DURATION
• Mine production operation is
according to its license
• Defense, public road,
Meteorology and geophysics
during it used
• Means of transport, non forestry
industry, agriculture for food
security and energy -> 20 years
and can be expanded
• Monitoring every year
• Evaluated every 5 years
ENVIRONMENTAL
SUSTAINABILITY
• Administrative requirement
(Application letter + map, license
within its field, recommendation,
statement)
• Technical Requirement (work
plan+map, high resolution image,
AMDAL, Minerba Technical
consideration)
Peta Persebaran Geothermal dalam Kawasan Hutan
Sumber : Data Ditjen Plaonologi dan Tata Lingkungan KLHK
Penutup
•
Indonesia kaya akan energi baru dan terbarukan, mestinya kita dapat
menggeser paradigma kepada pemanfaatan energi baru dan terbarukan.
(biomassa, biofuel, biodiesel dan biogas)
•
Indonesia masih belum lepas dari permasalahan rawannya ketahanan
nasional, ketergantungan dengan Negara lain, terjadinya konflik dengan
program dan kegiatan penurunan gas rumah kaca 26% dan 41%, dilema
subsidi BBM, fluktuasi dan perbedaan harga pada konsumen, terjadinya
pemborosan penggunaan energi dan berpotensi menimbulkan krisis energi
yang berpotensi dapat mengarah pada krisis politik.
Perlu percepatan pelaksanaan kebijakan energi dengan fokus :
PENGEMBANGAN BIOENERGI
TERIMA KASIH
Download