PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM

advertisement
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM
2013 DI SMK ISLAMIYAH CIPUTAT
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
untuk Memenuhi Syarat Mencapai GelarSarjana Pendidikan (S. Pd.)
Oleh:
Uswatun Khasanah
1111018200005
JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2016
ABSTRAK
Uswatun Khasanah, NIM: 1111018200005, Judul Skripsi “Peran Kepala
Sekolah Dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMK Islamiyah
Ciputat”.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran yang dilakukan kepala
sekolah dalam implementasi kurikulum 2013 di SMK Islamiyah Ciputat.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan
metode analisis deskriptif. Metode ini dilaksankan sebagai upaya untuk
mencari informasi mengenai bagaimana peran kepala sekolah dalam
mengimplementasi kurikulum 2013 melalui wawancara, studi dokumen dan
observasi langsung.
Berdasarkan hasil penelitian, peran kepala sekolah dalam implementasi
kurikulum 2013 di SMK Islamiyah Ciputat sudah baik, kepala sekolah telah
menjalankan kepemimpinannya dengan baik sesuai dengan peran dan
fungsinya sebagai pemimpin pendidikan. Adanya program pendampingan
implementasi kurikulum 2013 untuk para guru diharapkan dapat menghimpun
berbagai kendala dan menjadi alternatif dalam pemecahan masalah dalam
proses pengajaran agar tercapai tujuan pendidikan yang diharapkan.
Dari kesimpulan tersebut, disarankan peran kepala sekolah SMK Islamiyah
Ciputat dalam mengeimplementasi kurikulum 2013 serta meningkatkan
kompetensi guru dilaksanakan dengan bijaksana dan tegas.
Agar dapat
meningkatkan mutu pendidikan serta menghasilkan output yang berkualitas.
Kata Kunci: Kurikulum 2013, implementasi, peran kepala sekolah
ABSTRACT
Uswatun Khasanah, NIM: 1111018200005, the Title of Undergraduate Thesis
“The Role of Principal in 2013 Curriculum Implementation at SMK Islamiyah
Ciputat”
This research is an attempt to describe the role of principal in 2013 curriculum
implementation at SMK Islamiyah Ciputat. The research use qualitative descriptive
analysis methods to obtain detailed descriptions of the role of principal in 2013
curriculum implementation through in-depth interviews, document studies, and direct
observation.
The result showed that the principal has applied well-run leadership principle in
accordance with the role and function as an educational leader. The establishment of
principal's role in teacher mentoring program for 2013 curriculum implementation is
expected to list of some common obstacles of learning and to generate alternatives in
problem solving of teaching that teachers face. That is all for the sake of educational
goal.
Last but not least, the author expects that this research can be applied generally by
principal at school to improve the quality of education and also suggests that
principal should do more socialization with people around school in order to get lot
of new students from year to year, as well as principle also should firmly impose
sanction for the teacher lack of self-discipline, such as coming to class late and
leaving class during teaching hours.
Key words: Curriculum, 2013, the role of principal, school, mentoring program
ii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang tiada hentihentinya memberikan berbagai nikmat dan rahmat-Nya, memberikan kasih serta
sayang-Nya kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah
kepada Nabi Muhammad SAW yang telah berjasa membawa kita kejalan yang
selalu di Ridhoi oleh Allah SWT.
Selama proses penyusunan skripsi ini tidak sedikit kesulitan dan hambatan
yang saya hadapi dan alami, baik yang menyangkut pengaturan waktu,
pengumpulan data, maupun biaya, dan beberapa hal lainnya. Akan tetapi dengan
keinginan yang tulus dan kerja keras, kesungguhan hati serta dorongan dan
motivasi dari berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Untuk itu,
penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang telah berjasa dalam
penulisan skripsi ini, kepada semua yang saya hormati dan sayangi:
1. Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Dr. Hasyim Asy’ari, M.Pd, Ketua Jurusan Manajemen Pendidikan.
3. Dra. Raudhah, M.Pd, selaku dosen pembimbing I yang selalu meluangkan
waktu untuk membimbing. Memberikan arahan, nasihat, dan motivasi
untuk segera menyelesaikan skripsi ini. Semoga Allah selalu memberikan
keberkahan dalam hidupnya Amin.
4. Drs. Masyhuri AM, M,Pd, selaku dosen pembimbing II yang selalu
meluangkan waktu untuk membimbing. Memberikan arahan, nasihat, dan
motivasi untuk segera menyelesaikan skripsi ini. Semoga Allah selalu
memberikan keberkahan dalam Hidupnya Amin.
5. Seluruh Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, khususnya dosendosen di Jurusan Manajemen Pendidikan yang telah banyak memberikan
ilmu dan bimbingan kepada penulis selama mengikuti perkuliahan.
Semoga amal baik mereka mendapatkan ridho Allah SWT.
v
6. Segenap pengelola Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
Perpustakaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, serta perpustakaan
lainnya di Jakarta yang telah menyediakan data-data pustaka yang
dibutuhkan dalam penyusunan skripsi ini.
7. Drs. Mulyono M.Pd. Kepala sekolah SMK Islamiyah Ciputat, yang
dengan ramah menerima dan mengizinkan penulis melakukan penelitian di
SMK Islamiyah Ciputat.
8. Bapak dan ibu guru SMK Islamiyah Ciputat, yang sangat ramah dalam
memberikan informasi yang penulis butuhkan dalam skripsi ini.
9. Ayahanda dan Ibunda Drs. H. Zaenal Arifin MM, Msc. dan HJ. Titi Suniti,
S,Ag. Terimakasih untuk semua kasih sayang dan perhatiannya telah
mendidik dan menasehati penulis untuk terus berusaha keras baik moril
maupun materil, menyertai langkah penulis dengan doa terbaik, dan selalu
menjadi penyemangat sehingga penulis dapat menyelesaikan studi.
10. Kakak dan adik-adik tercinta Hj. Dini yati Arifin, Ulfa Khairunnisa dan
Syifa Rakhmatul Ummah, terimakasih untuk selalu mendukung dan
memberikan semangat.
11. Saudara dan sahabat-sahabatku (Bella Nurfitria, Bro Fuad, Bang Sholihin,
Om Rudi, Bang Maulan, Vianny, Ratih, Tika, Nia, Nuyy, Ita, Kiki, Lia,
Ovi, arul, haikal)
12. Seluruh teman-teman angkatan 2011/2012 Manajemen Pendidikan,
semoga Allah memberikan kemudahan dan kesempatan untuk bisa meraih
cita-cita yang kita inginkan. Serta kepada pihak-pihak yang selalu
membantu yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, namun tidak
mengurangi rasa hormat.
Akhirnya penulis berharap semoga amal baik dari semua pihak yang
telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini mendapatkan
limpahan pahala dan rahmat dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa
penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kritik dan
iv
saran yang konstruktif tetap penulis harapkan untuk perbaikan di masa
yang akan datang.
Jakarta, 1 April 2016
Penulis
Uswatun Khasanah
v
DAFTAR ISI
SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI
LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR UJI REFERENSI
PENGESAHAN PENGUJI
ABSTRAK ............................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... iii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ................................................................................................ x
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah ................................................................................... 6
C. Pembatasan Masalah .................................................................................. 7
D. Perumusan Masalah Penelitian .................................................................. 7
E. Tujuan Penelitian ...................................................................................... 7
F. Manfaat Penelitian .................................................................................... 7
BAB II : KAJIAN TEORI
A. Peran Kepala Sekolah ................................................................................ 8
1.
Pengertian Peran ................................................................................. 8
2.
Pengertian Kepala Sekolah ................................................................. 9
3.
Tugas Fungsi Kepala Sekolah .......................................... .................. 10
4.
Kepemimpinan Kepala Sekolah ............................................. ........... 13
vi
B. Kurikulum 2013 .......................................................................................... 16
1.
Pengertian kurikulum 2013 .................................................................. 16
2.
Asas-Asas Kurikulum ......................................................................... 17
3.
Konsep Pengembangan Kurikulum 2013............................................. 19
4.
Metode Pembelajaran yang Diterapkan pada Kurikulum 2013 ........... 21
5.
Kurikulum 2013 Berbasis Kompetensi ................................................ 24
6.
Empat Belas Prinsip Pembelajaran Kurikulum 2013 ........................... 26
C. Hasil Penelitian Yang Relevan ................................................................... 29
D. Kerangka Berfikir........................................................................................ 31
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................... 35
B. Metode Penelitian ....................................................................................... 36
C. Sumber Data .............................................................................................. 36
D. Teknik Pengumpulan Data ......................................................................... 36
E. Teknik Analisis Data .................................................................................. 38
F. Kisi-kisi Instrumen Wawancara ................................................................. 39
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran umum SMK Islamiyah Ciputat ................................................. 41
1. Sejarah Singkat SMK Islamiyah ........................................................... 41
2. Visi, Misi dan Motto sekolah ................................................................ 42
3. Guru dan tenaga kependidikan .............................................................. 43
4. Siswa ..................................................................................................... 45
5. Sarana dan Prasarana............................................................................. 45
6. Tugas danFungsi Struktur Organisasi ................................................... 47
vii
B. Hasil Penelitian ......................................................................................... 50
1. Peran Kepala Sekolah SMK Islamiyah ................................................. 50
2. Kepemimpinan Kepala Sekolah SMK Islamiyah ................................. 54
3. Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013
di SMK Islamiyah Ciputat ................................................................... 60
4. Kurikulum 2013 Berbasis Kompetensi ................................................ 69
BAB V : PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................... 72
B. Saran .......................................................................................................... 73
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1: Jadwal pelaksaan ujian ..........................................................................
Tabel 3.2: Kisi-kisi pedoman wawancara ..............................................................
Tabel 4.1: Daftar nama kepala sekolah ..................................................................
Tabel 4.2: Daftar tenaga pendidik ..........................................................................
Tabel 4.3: data siswa
...........................................................................................
Tabel 4.4: Data sarana prasarana ...........................................................................
Tabel 4.5: Peralatan penunjang pembelajaran .......................................................
Tabel 4.6: Integrasi 18 karakter pada mata pelajaran PKN ...................................
x
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1: Pedoman Wawancara
Lampiran 2 : Hasil Wawancara
Lampiran 3 : Lembar Uji Referensi
Lampiran 4 : Surat Bimbingan Skripsi
Lampiran 5 : Surat Permohonan Izin Penelitian
Lampiran 6 : Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian
Lampiran 7 : Jadwal Kegiatan PPDB Madrasah Pembangunan UIN Jakarta
Lampiran 8 : SK Panitia
Lampiran 9 : Surat Tugas Pewawancara dan Penguji Baca Qur’an
Lampiran 10 : Daftar Hadir Penguji Seleksi MA Pembangunan UIN Jakarta
Lampiran 11 : Daftar Hadir Pleno Pelulusan Tingkat MA
Lampiran 12 : Instrumen tes wawancara dan baca Qur’an siswa
Lampiran 13 : Tata Tertib Peserta Seleksi Masuk
Lampiran 14 : Tata Tertib Pengawas Seleksi Masuk
Lampiran 15 : Penetapan Keuangan Peserta Didik Baru
Lampiran 16 : Surat Perjanjian Kerjasama Tes Urine Siswa
Lampiran 17 : Brosur PPDB Madrasah Pembangunan UIN Jakarta
x
x
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Banyak pihak yang memperhatikan berbagai kegiatan dan permasalahan yang
ada di bidang pendidikan. Karena melalui kegiatan pendidikan kualitas sumber
daya manusia di suatu negara dapat ditingkatkan. Dewasa ini sudah menjadi
kepentingan dan kebutuhan di setiap negara untuk terus berusaha meningkatkan
pembangunan di bidang pendidikan. Sehingga dari usaha-usaha tersebut dapat
tercipta sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu mengikuti berbagai
kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pendidikan merupakan usaha pembinaan kepribadian dan kemajuan manusia
baik jasmani maupun rohani. Pendidikan merupakan proses budaya untuk
meningkatkan harkat dan martabat manusia. Hal ini dapat dilihat dalam Undangundang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan
mengenai fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional.
Dalam Undang-undang
tersebut dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya
1
2
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab. 1
Dalam satu lembaga pendidikan, seperti di sekolah terdapat struktur
organisasi yang dibutuhkan untuk mengatur lembaga tersebut. Hal ini tentu tidak
lepas dari peran penting kepala sekolah, guru dan instrumen lainnya yang terkait
di dalamnya.
Disisi lain, kepala sekolah juga berperan dalam pemahaman
kurikulum serta keberhasilannya dalam mengimplementasikan kurikulum 2013.
Keberhasilan sekolah ditentukan dari peran kepala sekolah dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya. Dikatakan berhasil, pertama apabila kepala
sekolah memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang penting dalam
menghadapi globalisasi dan tuntutan masyarakat. Kedua, mampu melaksanakan
peranan kepala sekolah sebagai seorang yang diberi tanggung jawab untuk
memimpin sekolah.
Kunci sukses pertama yang menentukan keberhasilan implementasi
Kurikulum 2013 adalah kepemimpinan kepala sekolah, terutama peranannya
dalam pelaksanaan program pendidikan dan menyejahterakan semua sumber daya
pendidikan yang tersedia. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu
faktor penentu yang dapat menggerakkan semua sumber daya sekolah. Oleh
karena itu dalam menyukseskan implementasi Kurikulum 2013 diperlukan kepala
sekolah yang mandiri, dan profesional dengan kemampuan manajemen serta
kepemimpinan yang tangguh, agar mampu mengambil keputusan untuk
meningkatkan mutu sekolah. 2
Kepemimpinan kepala sekolah sangat berperan dalam meningkatkan
semangat kerja guru dalam menjalankan tugas di sekolah. Tinggi rendahnya
semangat kerja guru banyak dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah.
semakin baik kepala sekolah menerapkan kepemimpinan, semakin tinggi pula
semangat kerja guru dalam melaksanakan tugas.
1
Dengan demikian, peran
Kumpulan Undang-undang dan Peraturan Pemerintah RI Tentang Pendidikan No 20
Tahun 2003 Bab 2 pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, h. 8.
2
E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013 (Bandung: Rosda Karya,
2014). Cet.4 h. 39-40 .
3
kepemimpinan
kepala
mengembangkan
sekolah
kemampuan
adalah
membantu
profesionalismenya
baik
para
guru
pada
dalam
peningkatan
pengetahuan, keterampilan mengajar, serta peningkatan motivasi kerja guru.
Kurikulum dalam proses pendidikan dan pembelajaran menduduki posisi
strategis dalam menentukan arah dan ketercapaian tujuan pendidikan. Kurikulum
menentukan ragam kompetensi yang ingin dicapai dari suatu proses pendidikan/
pembelajaran meskipun bukan satu-satunya penentu, mengingat banyak
supporting condition yang perlu diperhatikan.
Terkait
dengan
pembangunan
pendidikan,
masing-masing
memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah.
daerah
Kurikulum
sebagai jantungnya pendidikan perlu dikembangkan dan diimplementasikan
secara kontekstual pada semua jenjang dan jenis pendidikan dengan prinsip
diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. 3
Membahas tentang perubahan kurikulum, tentu semua pihak sepakat bahwa
hal itu merupakankebijakan yang sangat strategis. Karena semua perubahan
kurikulum yang terjadi di Indonesia merupakan rancangan yang akan menentukan
proses dan hasil sebuah pendidikan yang dilaksanakan.
Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan niatan
untuk perbaikan sistem pendidikan. Meskipun pada kenyataannya setiap
kurikulum pastilah memiliki kekurangan dan perlu dievaluasi serta diperbaiki agar
tujuan pendidikan tercapai dengan baik.
Pada dasarnya, perubahan kurikulum dilakukan dengan dua cara, yakni
dengan mengganti beberapa komponen di dalam kurikulum ataupun mengganti
secara keseluruhan komponen-komponen kurikulum. Di Indonesia semenjak
pasca kemerdekaan tercatat 9 (sembilan) kali perubahan kurikulum.
Pada
kurikulum periode 1947 sampai 1994 kurikulum di Indonesia bersifat sentralistik.
Namun, ketika penerapan kurikulum Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) telah diberlakukan kurikulum
3
Makalah Zainal Arifin, Seminar Pembinaan dan Sosialisasi Kurikulum 2013 Bagi
Kepala dan Guru Madrasah, Kementrian Agama Kota Tangsel, Tanggal 13 Agustus 2015.
4
secara desentralistik, dimana sekolah mempunyai tanggung jawab untuk
mengembangkan kurikulum yang diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.
Jika dianalisa dari berbagai aspek, sudah sewajarnya terdapat pro dan kontra
dari setiap perubahan kurikulum meski demikiantetap terdapat kelebihan dan
kekurangan. Namun sebagus apapun rancangan kurikulum jika tidak didukung
oleh semua sarana pendukung tentu tidak akan tercapai sebagaimana yang
diharapkan.
Upaya meningkatkan kualitas pendidikan telah dilakukan terus menerus, baik
secara konvensional maupun inovatif. Pemerintah telah melakukan upaya untuk
meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya seperti pengembangan
kurikulum. Hal ini dilakukan karena kurikulum tidak hanya sebagai bagian yang
menentukan perwujudan masa depan masyarakat sebagaimana yang dicita-citakan
bangsa, tetapi juga harus selalu mengikuti tuntutan perubahan. Atas dasar tersebut
maka lahir kurikulum baru, yaitu kurikulum 2013.
Kurikulum 2013 juga sebagai bentuk penyempurnaan kurikulum-kurikulum
sebelumnya. Kebijakan pemerintah dengan menerapkan kurikulum 2013 ini tidak
akan berjalan dengan baik dan mencapai kesuksesan apabila tidak didukung
semua pihak. Pihak-pihak yang ikut mendukung kesuksesan kurikulum 2013
diantaranya adalah peran masyarakat, pendidik dan tenaga kependidikan,
pengawas, kepala sekolah, bahkan komite sekolah.
Pengembangan kurikulum 2013 untuk menyiapkan generasi masa depan yang
memilki kemampuan berkomunikasi, kamampuan berfikir jernih dan kritis,
kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan
menjadi warga negara yang bertanggung jawab, kemampuan mencoba untuk
mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, kemampuan hidup dalam
masyarakat yang mengglobal, memilki minat luas dalam kehidupan, memilki
kesiapan untuk bekerja, memilki kecerdasan sesuai bakat/minatnya, dan memilki
rasa tanggung jawab terhadap lingkngan. 4
4
h. 6.
Daryanto, Siap Menyongsong Kurikulum 2013, (Yogyakarta: Gava Media, 2014), cet. 1,
5
Adanya kegiatan pengembangan kurikulum 2013 di Kota Tangerang Selatan
dilakukan untuk pembekalan kurikulum 2013 yang akan dipraktekkan di
mayoritas sekolah di Tangerang Selatan.
Diungkapkan Kabid Pendidikan
Menengah pada Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Sridoyo, kegiatan
tersebut selain berisi pembekalan juga sebagai sarana menyalurkan evaluasi dan
supervisi terhadap apa yang sudah dilakukan sekolah dalam pelaksanaan
kurikulum 2013. Ini sangat penting, karena menurutnya kita melakukan evaluasi
tentang apa yang sudah dilakukandan dapat menjadi masukan bagi kemendikbud. 5
Keberhasilan kurikulum 2013 dalam menghasilkan insan yang produktif, kreatif,
dan inovatif, serta dalam merealisasikan pendidikan nasional untuk membentuk
watak dan peradaban bangsa yang bermartabat sangat ditentukan oleh berbagai
faktor (kunci sukses).
Kunci sukses tersebut antara lain berkaitan dengan
kepemimpinan kepala sekolah, kreativitas guru, aktivitas peserta didik, sosialisasi,
fasilitas sumber belajar, lingkungan yang kondusif akademik, dan partisipasi
warga sekolah.
Peran kepala sekolah SMK Islamiyah Ciputat dalam mengimplementasikan
kurikulum 2013 kepada para guru nampaknya belum maksimal. Sebagai lembaga
pendidikan formal, kepala sekolah menjadi teladan keberhasilan proses
pendidikan di yayasan tersebut. Oleh karena itu diperlukan peran kepala sekolah
sebagai Edukator, Manajer, Administrator, Supervisor, Leader, Innovator, dan
Motivator yang mampu menjalankan tugas serta kewajibannya sebagai pemimpin
untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya.
Namun hal tersebut
belum terlaksana dengan maksimal, walaupun kepala sekolah telah melakukan
berbagai pembinaan serta pelatihan seperti seminar/workshop/diklat untuk para
guru dalam mengimplementasi kurikulum 2013.
meningkatkan profesionalisme guru.
Yang bertujuan untuk
Kondisi tersebut terjadi mungkin
disebabkan oleh kurangnya kemampuan guru dalam memahami landasan
pendidikan, mulai melemahnya semangat mendidik, serta belum maksimalnya
dalam menjalankan tugas profesinya, selain itu materi pelajaran yang diampu
5
Pramita, “Tangsel Milki Tim Pengembang Kurikulum”, Satelit News. Tangerang, 12 Oktober
2015, h. 8.
6
tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya, masih kurangnya kesadaran
guru dalam penggunaan waktu mengajar secara efektif.
Hal tersebut menarik bagi peneliti untuk dikaji lebih lanjut mengingat kondisi
sekolah di SMK Islamiyah Ciputat belum seluruhnya mengetahui dan memahami
tentang implementasi kurikulum 2013, maka berdasarkan latar belakang di atas
penulis mencoba untuk mencermati dan mengetahui bagaimana peran kepala
sekolah mampu untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 terhadap guru
maupun siswa.
Penulis terdorong untuk melakukan penelitian dengan judul,
“Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013 Di SMK
Islamiyah Ciputat”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis mengidentifikasi
beberapa masalah sebagai berikut:
1. Belum optimalnya peran kepala sekolah dalam membina profesionalisme
guru
2. Belum meratanya pemahaman guru akan pelaksanaan kurikulum 2013
3. Terlambatnya buku pelajaran siswa yang mengacu pada kurikulum 2013
4. Belum diketahui adanya perbedaan kompetensi antara guru yang telah
mengikuti pelatihan dengan yang belum mengikuti pelatihan
5. Kurang efektifnya pemanfaatan waktu mengajar sehingga kompetensi siswa
belum tercapai secara baik.
C. Pembatasan Masalah
Mengingat luasnya bahasan objek yang akan diteliti, maka masalah dibatasi
pada peran kepala sekolah dalam implementasi kurikulum 2013 yang meliputi
pada peran kepala sekolah sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor,
leader, innovator, dan motivator.
7
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah, maka masalah yang diangkat dalam
penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimana Peran Kepala
Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013 diSMK Islamiyah Ciputat?”.
E. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulisan skripsi ini adalah :
1. Untuk mengetahui peran apa saja yang telah dilakukan oleh kepala sekolah
dalam pelaksanaan kurikulum 2013 diSMK Islamiyah Ciputat.
2. Untuk mengetahui efektifitas kepala sekolah dalam implementasi kurikulum
2013 diSMK Islamiyah Ciputat.
F. Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak
antara lain:
1. Bagi lembaga pendidikan, diharapkan melalui penelitian ini dapat
memberikan kontribusi yang berarti untuk mengetahui bagaimana peran
kepala sekolah dalam pelaksanaan kurikulum 2013 di SMK Islamiyah
Ciputat.
2. Bagi para pembaca, diharapkan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini
sebagai bahan acuan serta studi perbandingan mengenai pelaksanaan
kurikulum 2013 di sekolah lain.
3. Bagi peneliti, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan
pengetahuan penulis tentang bagaimana pelaksanaan kurikulum 2013 di
SMK Islamiyah Ciputat.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Peran Kepala Sekolah
1.
Pengertian peran
Ada beberapa makna dari peran, jika kita pelajari lebih jauh lagi maka
akan banyak makna dari kata “peran”.
Kata peran dapat dijelaskan sau
persatu, diantaranya dijelaskan dari terjemahan Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “... peran berarti perangkat
tingkah laku yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di
masyarakat....” 6 Selanjutnya Veithzal Rivai dan Sylviana Murni menjelaskan,
“peran adalah perilaku yang diatur dan diharapkan dari seseorang dalam
posisi tertentu”. 7
Ketika istilah peran digunakan dalam lingkungan sekolah, maka seseorang
yang diberi (atau mendapatkan) suatu posisi, diharapkan menjalankan
6
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2007), Ed.
III, Cet. 4, h. 854.
7
Veithzal Rivai dan Sylviana Murni, Education Management; Analisis Teori dan Praktik
(Jakarta: PT. RajaGrafindo, 2009), h. 745.
8
9
perannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pekerjaan tersebut. Oleh
karena itu, diperlukan sikap tanggung jawab dan profesional dari pemegang
peran tersebut.
Berdasarkan definisi-definisi di atas penulis menarik simpulan, peran
adalah perangkat tingkah laku yang diharapkan dimiliki oleh orang yang
berkedudukan di masyarakat atau sebuah lembaga. Dalam hal ini, kepala
sekolah perlu menjalankan perannya sesuai dengan hak dan kewajibannya.
Peran sebagai kepala sekolah adalah
perilaku yang diharapkan pada
seseorang sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal
maupun informal.
2.
Pengertian Kepala Sekolah
Kepala sekolah/madrasah dalam satuan pendidikan merupakan pemimpin.
Ia mempuyai dua jabatan dan peran penting dalam melaksanakan proses
pendidikan. Pertama, kepala sekolah adalah pengelola pendidikan di sekolah,
dan
kedua,
kepala
sekolah
adalah
pemimpin
formal
pendidikan
disekolahnya. 8
Selanjutnya, Soewadji Lazaruth menjelaskan kepala sekolah adalah
pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan sangat besar dalam
mengembangkan mutu pendidikan di sekolah.
Berkembangnya semangat
kerja, kerja sama yang harmonis, minat terhadap perkembangan pendidikan,
suasana kerja yang menyenangkan dan perkembangan mutu profesional di
antara para guru banyak ditentukan oleh kualitas kepemimpinan kepala
sekolah.
Sebagai pemimpin pendidikan kepala sekolah harus mampu menolong
stafnya untuk memahami tujuan bersama yang akan dicapai.
Kepala
sekolahharus memberi kesempatan kepada staf untuk saling bertukar
pendapat dan gagasan sebelum menentukan tujuan. 9
8
Ara Hidayat, Pengelolaan Pendidikan; Konsep, Prinsip, dan Aplikasi dalam Mengelola
Sekolah/Madrasah, (Bandung: Kaukaba, 2012), h. 106.
9
Soewadji Lazaruth, Kepala Sekolah dan Tanggung Jawabnya, (Yogyakarta: Kanisius,
1994), h. 60
10
Kata Kepala Sekolah terdiri dari dua kata kunci yaitu "Kepala"
dan
"Sekolah". Kepala berarti ketua atau pemimpin dalam sebuah organisasi
ataulembaga. Sedangkan Sekolah adalah sebuah lembaga tempat menerima
dan memberi pelajaran. 10
Kepala sekolah adalah seorang guru (jabatan fungsional) yang diangkat
untuk menduduki jabatan struktural (kepala sekolah) di sekolah. Ia adalah
pejabat yang ditugaskan untuk mengelola sekolah. 11
Dengan demikian dapat diambil kesimpulanbahwa kepala sekolah adalah
seorang guru yang mendapat tugas tambahan dimana kepala sekolah
merupakan orang yang paling bertanggung jawab terhadap aplikasi prinsipprinsip administrasi pendidikan yang inovatif di sekolah. Sebagai orang yang
mendapat tugas tambahan berarti tugas pokok kepala sekolah tersebut adalah
guru yaitu sebagai tenaga pengajar dan pendidik.Sehingga dapat dipahami
bahwa kepala sekolah menduduki dua fungsi yaitu sebagai tenaga
kependidikan dan sebagai pendidik.
3.
Tugas dan FungsiKepala Sekolah
Pendidikan sebagai usaha membantu anak didik mencapai kedewasaan,
diselenggarakan dalam suatu kesatuan organisasi sehingga usaha yang satu
dengan lainnya saling berhubungan dan saling mengisi.
Pengelolaan
pendidikan dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif secara
berkelanjutan merupakan komitmen dalam pemenuhan janji sebagai sebagai
pemimpin pendidikan.
Peranan kepala sekolah sangat penting dalam menentukan operasional
kerja harian, mingguan, bulanan, semesteran, dan tahunan yang dapat
memecahkan berbagai problematika pendidikan di sekolah.
Pemecahan
berbagai problematika ini sebagai komitmen dalam meningkatkan mutu
10
Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah, (Jakarta: Raja Grafindo, 2007), h. 83
Soebagio, Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta: Ardadizya Jaya, 2005), h. 161
11
11
pendidikan melalui supervisi pengajaran, konsultasi dan perbaikan-perbaikan
penting guna meningkatkan kualitas pengajaran. 12
Peran kepala sekolah yang paling penting untuk memastikan kesuksesan
pembelajaran siswa adalah adanya kepemimpinan (dalam) pengajaran yang
efektif. Kepala sekolah yang berfokus pada visi yang telah ditetapkan untuk
sekolahnya, akan menjaga kemampuan memimpin dalam diri guru. Selain
itu, kepala sekolah juga memberi contoh pengajaran dan pembelajaran yang
efektif, sehingga sekolah berjalan dengan arah yang benar. 13
Kepala sekolah harus mampu menciptakan situasi belajar mengajar yang
baik. Ini berarti bahwa ia harus mampu mengelola “school plant”, yaitu
pelayanan-pelayanan khusus sekolah, dan fasilitas-fasilitas pendidikan
sehingga guru-guru dan murid-murid memperoleh kepuasan menikmati
kondisi-kondisi kerja; mengelola personalia pengajar dan murid; membina
kurikulum yang memenuhi kebutuhan anak; dan mengelola catatan-catatan
pendidikan. Kesemuanya ini diharapkan, agar ia dapat memajukan program
pengajaran di sekolahnya. 14
Dalam dunia pendidikan, peran kepala sekolah sangat menentukan untuk
memperlancar kegiatan belajar mengajar (KBM).
Perannya bukan hanya
menguasai teori teori kepemimpinan, lebih dari itu seorang kepala sekolah
harus bisa mengimplementasikan kemampuannya dalam aplikasi teori secara
nyata. Untuk itu seorang kepala sekolah sudah sepatutnya memiliki ilmu
pendidikan secara menyeluruh.
E.Mulyasa menyebutkan bahwa untuk mendorong visinya dalam
meningkatkan kualitas tenaga kependidikan kepala sekolah harus mempunyai
peran sebagai E.M.A.S.L.I.M.
adapun penjelasan teori tersebut sebagai
berikut:
12
170
13
Syaiful Sagala, Administrasi Pendidikan Kontemporer, (Bandung: Alfabeta, 2013), h.
James, Kualitas Kepala Sekolah yang Efektif, (Jakarta: Tim Indeks, 2013), h. 13
Hendiyat Soetopo dan Wasty Soemanto, Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan,
(Jakarta: PT. Bina Aksara, 1988), h. 19-20.
14
12
Pertama, Kepala sekolah sebagai pendidik (Edukator) Sebagai
pendidik, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan
kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru, menggerakkan
kegiatan belajar menajar yang merupakan intu dari proses pendidikan,
memiliki strategi yang tepatuntuk meningkatkan profesionalisme
tenaga kependidikan disekolahnya. Kedua, kepala sekolah sebagai
pelaksana administrasi (Administrator) sekaligus pengelola (Manajer)
di sekolah, kepala sekolah dituntut untuk mampu menerapkan
kurikulum dengan baik, mengelola sarana dan prasarana agar mampu
mendayagunakan sumber daya sekolah dalam rangka mencapai visi
dan misi yang telah ditetapkan.
Ketiga, kepala sekolah sebagai
pemimpin (Leader) dan pembaharu (Innovator) dengan menjadi
pemimpin yang mampu membangun dan menjalin komunikasi yang
harmonis kepada stakeholders sekolah sehingga mendapatkan ide dan
gagasan baru untuk memajukan sekolah yang lebih baik. Keempat,
kepala
sekolah
sebagai
pengawas
(Supervisor)
memberikan
bimbingan, bantuan, pengawasan dan penilaian pada masalah-masalah
yang berhubungan dengan teknis penyelenggaraan dan pengembangan
pendidikan serta pengajaran yang berupa perbaikan program dan
kegiatan pendidikan pengajaran untuk dapat menciptakan situasi
belajar mengajar yang kondusif.Kelima, Tugas dan fungsi kepala
sekolah sebagai pemberi motivasi (Motivator) terutama kepada
pendidik dalam menjalankan tugasnya serta dalam mengembangkan
innovasi yang telah kepala sekolah berikan. Bentuk motivasi yang
kepala sekolah berikan sangat beragam, baik berupa materi maupun
diklat dan pelatihan yang menunjang kinerja pendidik. 15
Menurut
Ordway
Tead
dalam
buku
Administrasi
Pendidikan
berpendapat bahwa peranan pemimpin akan berhasil apabila memilki 10 sifat
kepemimpinan sebagai berikut:
15
101-120
E. Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional (Bandung : Rosda Karya, 2007), h.
13
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
Energi jasmiah dan mental. Ia memiliki kekuatan fisik yang tangguh
dan mentalitas baja yang tak pernah menyerah dalam menjalankan
kepemimpinannya.
Kesadaran akan tujuan dan arah. Ia menyadari betul memelihara
tujuan dan mengupayakan keberhasilan.
Antusiasme. Ia memilki keyakinan dalam usahanya sehingga bekerja
dengan optimisme yang tinggi.
Keramahan dan kecintaan. Sikap ramah yang menguntungkan
pemimpin adalah keramahan yang tulus diikuti dengan penuh kasih
sayang kepada sesama.
Integritas. Pemimpin yang memilki integritas adalah seorang yang
memilki kepribadian utuh yang dapat dijadikan teladan.
Penguasaan teknis. Penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan
keahlian dalam bidangnya membuat bawahan percaya dan ini
menimbulkan kewibawaan.
Ketegasan dalam mengambil keputusan. Saat mengambil keputusan
pemimpin harus tegas dalam memutuskan persoalan dengan didasari
prosedur yang benar dan pelaksanaan yang konsisten.
Kecerdasan. Pemimpin yang cerdas adalah pemimpin yang mampu
berfikir rasional dan menggunakan hati dalam melaksanakan
kepemimpinannya.
Keterampilan mengajar. Ia harus mampu mendidik, melatih, dan
membimbing anggota secara emphatik.
Kepercayaan (faith). Pemimpin yang dipercaya akan disenangi dan
dengan penuh kerelaan anggota akan mengikuti semua perintah. 16
Berdasarkan pengertian diatas mengenai peran kepala sekolah sebagai
(EMASLIM), maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang
pemimpin yang menjalankan perannya dalam memimpin sekolah sebagai
lembaga pendidikan. Kepala sekolah perlu terus mengembangkan diri agar
pelaksanaan dan tugasnya dapat mendorong organisasi sekolah kearah yang
lebih efektif dan berkualitas sesuai dengan tuntutan masyarakat yang terus
berkembang.
4.
Kepemimpinan Kepala Sekolah
Kepemimpinan pendidikan memerlukan perhatian yang utama karena
melalui kepemimpinan yang baik kita harapkan, lahirnya tenaga-tenaga yang
berkualitas dalam berbagai bidang sebagai pemikir, pekerja, yang terpenting
bahwa melalui pendidikan kita menyiapkan tenaga-tenaga yang berkualitas,
16
Engkoswara, Administasi Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2012) cet.3 h.179
14
tenaga yang siap latih dan siap pakai memenuhi kebutuhan masyarakat bisnis,
dan industri, serta masyarakat lainnya. 17
Kunci keberhasilan suatu lembaga pendidikan pada hakikatnya terletak
pada efisiensi dan efektifitas penampilan pemimpinnya. Pemimpin dituntut
memiliki persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat, sebab keberhasilan
suatu lembaga hanya dapat dicapai melalui kepemimpinan seorang pemimpin
yang berkualitas.
Pemimpin yang berkualitas adalah pemimpin yang
memiliki kemampuan dasar, kualifikasi pribadi, serta pengetahuan dan
keterampilan profesional. 18
Kepemimpinan pendidikan dalam tataran organisasi sekolah akan
berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah (school leader/ principal),
hal ini disebabkan kepala sekolah merupakan orang yang punya otoritas
dalam mengelola sekolah guna mencapai tujuan yang telah ditentukan. 19
Kasali (2005), dengan mengutip Maxwell mengemukakan 5 tahap
kepemimpinan yang meliput: (1) level 1, pemimpin karena hal-hal yang
bersifat legalitas misalnya menjadi pemimpin karena Surat Keputusan (SK);
(2) level 2, pemimpin yang memimpin dengan kecintaannya, pemimpin pada
level ini sudah memimpin orang bukan memimpin pekerjaan; (3) level 3,
pemimpin yang lebih berorientasi pada hasil, pada pemimpin level ini prestasi
keja adalah sangat penting; (4) level 4, pada tingkat ini pemimpin berusaha
menumbuhkan pribadi-pribadi dalam organisasi untuk menjadi pemimpin; (5)
level 5, pemimpin ini memiliki daya tarik yang luar biasa. Pada pemimpin
level ini orang-orang ingin mengikutinya bukan hanya karena apa yang telah
diberikan pemimpin secara personal atau manfaatnya, tetapi juga karena nilainilai dan simbol-simbol yang melekat pada diri orang tersebut. 20
17
Soebagio, Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta: Ardadizya, 2005), h. 161
Akif, Kepemimpinan Transformasional Berkeadilan Gender, (Yogyakarta: Samudra
Biru, 2015), h. 12
19
Uhar Suharsaputra, Administrasi Pendidikan, (Bandung: Refika Aditama, 2010), h. 136
20
Muhaimin, Manajemen Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2012). Cet. 4 h. 29-31
18
15
Agar seorang kepala sekolah mampu bergerak dari pemimpin level 1
menuju pemimpin level di atasnya, sampai dengan pemimpin level 5
dibutuhkan empat unsur, yaitu:
Unsur pertama yang harus dimiliki kepala sekolah untuk mampu
a.
menjadi pemimpin besar adalah visi.
Unsur kedua adalah keberanian.
b.
Kepala sekolah yang mencintai
pekerjaannya akan memiliki keberanian yang tinggi, karena dengan
kecintaannya terhadap pekerjaannya tersebut berarti ia mengerjakannya
dengan hati.
Unsur ketiga adalah kemampuan untuk bekerja dalam alam yang
c.
realistis.
Unsur keempat Kepala sekolah mampu menjadi pemimpin yang tidak
d.
sekedar pemimpin legalitas adalah memiliki kepedulian dan sensivitas
yang tinggi terhadap manusia. 21
Untuk bisa memimpin dengan baik, seorang pemimpin harus mencintai
orang-orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin untuk dapat memulai
memimpin dengan baik adalah dengan memiliki sifat kasih sayang atau
mencintai terhadap yang dipimpinnya. Dengan dimilkinya sifat ini, maka
pemimpin akan menjadi SDM sebagai aset utama yang paling penting dan
tidak tertandingi oleh aset apapun.
Kunci sukses yang menentukan keberhasilan implementasi kurikulum
2013
adalah
kepemimpinan
kepala
sekolah,
terutama
dalam
mengoordinasikan, menggerakkan dan meyelaraskan semua sumber daya
pendidikan yang tersedia. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah
satu faktor penentu yang dapat menggerakkan semua sumber daya sekolah
untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah melalui
program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.
21
Muhaimin, Op.Cit, h.31-33
16
Oleh karena itu, dalam menyukseskan implementasi kurikulum 2013
diperlukan kepala sekolah yang mandiri, profesional dengan kemampuan
manajemen serta kepemimpinan yang tangguh, agar mampu mengambil
keputusan dan prakarsa untuk meningkatkan mutu sekolah. Kepemimpinan
kepala sekolah diperlukan, terutama untuk memobilisasi sumber daya sekolah
dalam kaitannya dengan perencanaan dan evaluasi program sekolah,
pembelajaran, pengelolaan ketenagaan, sarana dan sumber belajar, keuangan,
pelayanan siswa, serta hubungan sekolah dengan masyarakat. 22
B.
Kurikulum 2013
1.
Pengertian Kurikulum
Istilah kurikulum digunakan pertama kali pada dunia olahraga pada
zaman yunani kuno yang berasal dari kata curir dan curere. Pada waktu itu
kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari.
Orang mengistilahkannya dengan tempat berpacu atau tempat berlari dari
mulai start sampai finish.
Selanjutnya istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan. Para
ahli pendidikan memiliki penafsiran yang berbeda tentang kurikulum.
Namun demikian, dalam penafsiran yang berbeda itu, ada juga kesamaanya.
Kesamaan tersebut adalah, bahwa kurikulum berhubungan erat dengan usaha
mengembangkan peserta didik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Menurut Saylor Alexander & Lewis (1981) dalam buku kurikulum dan
pembelajaran, pengertian kurikulum sebagai sejumlah mata pelajaran yang
harus ditempuh oleh peserta didik, merupakan konsep kurikulum yang sampai
saat ini banyak mewarnai teori-teori dan praktik pendidikan. 23
Pada hakikatnya, kurikulum sebagai suatu program kegiatan terncana
(program of planed activities) memiliki rentang yang cukup luas, hingga
membentuk suatu pandangan yang menyeluruh. Di suatu pihak, kurikulum
22
E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013 (Bandung: Rosda
Karya, 2014). Cet.4 h. 39-40
23
Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta: Kencana, 2010). Cet.3 h. 3
17
dipandang sebagai suatu dokumen tertulis (Beauchamp, 1981) dan di lain
pihak, kurikulum dipandang sebagai rencana tidak tertulis yang terdapat
dalam pikiran pihak pendidik (Taylor, 1970). 24
Dengan bertolak dari pengertian-pengertian di atas pada akhirnya
menempatkan kurikulum sebagai “sesuatu” yang sangat dominan dan penting
dalam kegiatan sekolah karena kurikulum sebagai “rencana sekolah” dalam
arti luas berarti mencakup makna manajemen meskipun dalam arti biasa
dibatasi pada makna “what to teach” apapun kegiatan sekolah.
Segala-
galanya harus direncanakan dan diciptakan untuk kepentingan kemajuan
sekolah dan peserta didik. Hal ini perlu ditegaskan karena pada dasarnya
bahwa inti kegiatan pendidikan adalah terletak pada kurikulum.
2.
25
Asas-asas Kurikulum
Asas-asas kurikulum adalah prinsip-prinsip dasar yang masih bersifat
umum yang digunakan sebagai dasar dari orientasi pengembangan kurikulum.
Menurut S. Nasution (1982) dalam buku kurikulum dan pemikiran
pendidikan asas-asas kurikulum itu terdiri dari empat macam yaitu; asas
filosofis, sosiologis, psikologis dan organisatoris. Berikut ini diuraikan lebih
lanjut mengenai asas-asas kurikulum. 26
a.
Asas filosofis
Asas filosofis pendidikan di Indonesia yaitu pancasila.
Asas
kurikulum yang didasarkan pada pandangan-pandangan hidup, apakah
pandangan hidup sebagai suatu bangsa, atau sebagai suatu masyarakat,
atau sebagai agama yang dianut.
Asas filosofis ini memberi arah
terhadap pengembangan kurikulum sehingga di dalam proses
pengembangannya tidak bertentangan dengan dasar-dasar pandangan
hidup yang menjadi landasannya.
24
Asas filosofis adalah merupakan
Oemar Hamalik, Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum (Bandung: Rosda karya,
2013). Cet.5 h.5
25
Lias Hasibuan, Kurikulum dan Pemikiran Pendidikan (Jakarta: Gaung Persada, 2010).
Cet.1 h. 8-9
26
Lias Hasibuan Op.cit h. 51
18
ideologi sekaligus cita-cita yang harus diwujudkan melalui kurikulum.
Karena itu kurikulum dengan asas filosofis memiliki hubungan integral,
karena tanpa asas filosofis kurikulum dapat menghilangkan arah dan
sasaran kurikulum.
Adapun manfaat yang sangat penting dari asas filosofis terhadap
kurikulum adalah adalah bahwa asas filosofis menjadi dasar bagi
kurikulum untuk merumuskan tujuan-tujuan pendidikan.
Jadi, asas filosofis berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai
dengan filsafat negara. Perbedaan filsafat suatu negara menimbulkan
implikasi yang berbeda di dalam merumuskan tujuan pendidikan,
menentukan bahan pelajaran dan tata cara mengajarkan, serta
menentukan cara-cara evaluasi yang ditempuh.
b. Asas sosiologis
Asas sosiologis adalah asas kurikulum yang didasarkan atas kepen
tingan-kepentingan masyarakat. Kurikulum harus sejalan dengan
kepentingan masyarakat, dan kurikulum harus mampu memberikan
jawaban terhadap kebutuhan masyarakat. Kebutuhan masyarakat dan
kurikulum adalah dua hal yang harus menyatu sehingga kurikulum
harus
dirancang
untuk
dapat
merespon
kebutuhan-kebutuhan
masyarakat.
Adapun manfaat utama dari asas sosiologis adalah agar kurikulum
dapat selalu direlevansikan dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat,
hal ini penting disadari agar isi kurikulum yang terdiri bahan-bahan
kajian senantiasa diperhatikan relevansinya untuk menjawab tuntutantuntutan masyarakat.
Salah satu tujuan pendidikan adalah untuk mempersiapkan peserta
didik hidup dalam kehidupan masyarakat. Asumsinya adalah peserta
didik berasal dari masyarakat, dididik oleh masyarakat, dan harus
kembali ke masyarakat. Ketika peserta didik kembali ke masyarakat
19
tentu ia harus dibekali dengan sejumlah kompetensi, sehingga ia dapat
berbakti dan berguna bagi masyarakat. 27
c.
Asas organisatoris
Asas organisatoris kurikulum adalah asas kurikulum yang
mempertimbangkan tentang bagaimana meyajikan setiap mata pelajaran
yang dapat dianggap lebih mudah untuk dicerna oleh peserta didik dan
lebih memberikan pengetahuan yang komprehensif. Berkaitan dengan
organisasi kurikulum ini perlu dipahami relevansinya dengan penyajian
setiap mata pelajaran, sehingga mata pelajaran tersebut dapat
mendorong siswa untuk melahirkan cara berfikir yang lebih dapat untuk
melahirkan kecerdasan-kecerdasan siswa.
Makna asas ini dapat
memberikan sumbangan yang besar dalam merubah cara berfikir siswa
terhadap dunia yang mereka hadapi.
d. Asas psikologis
Asas psikologis adalah asas kurikulum yang didsarkan atas
pertimbangan terhadap jiwa peserta didik. Asas psikologis berguna
untuk menyesuaikan kurikulum dengan tingkat perkembangan jiwa
peserta didik. Bertolak dari pandangan ini maka kurikulum tidak dapat
diseragamkan, akan tetapi kurikulum harus disesuaikan menurut
tingkatan usia peserta didik, mengingat usia merupakan salah satu tanda
untuk mendapatkan tingkatan perkembangan dan daya tangkap/daya
serap siswa. 28
3.
Konsep Pengembangan Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori pendidikan berdasarkan standar
pendidikan (standard based education), dan teori kurikulum berbasis
kompetensi (compentency based curriculum).
Pendidikan berdasarkan
standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warga
negara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi
27
Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum, (Bandung: Rosda Karya,
2011). Cet.1 h. 65
28
Op.cit. 53-54
20
lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan
prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian
pendidikan.
Kurikulum
berbasis
kompetensi
dirancang
untuk
memberikan
pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan
kemampuan
untuk
bersikap,
berpengetahuan,
berketrampilan,
dan
bertindak. 29
Fokus pengembangan kurikulum 2013, antara lain: mengurangi mata
pelajaran; mengurangi materi pelajaran; menambah jam belajar; penguatan
pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi dalam pembelajaran; penguatan
pembelajaran siswa aktif; dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu
dari berbagai sumber belajar; penguatan penilaian proses dan hasil; dan
tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional,
dan global. 30
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof.Ir. Muhammad Nuh, DEA
dalam buku implementasi kurikulum 2013 konsep dan penerapan,
mengatakan bahwa kurikulum 2013 ini lebih ditekankan pada kompetensi
dengan pemikiran kompetensi berbasis sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
Adapun ciri kurikulum 2013 yang paling mendasar ialah:
a. Menuntut kemampuan guru dalam berpengetahuan dan dan mencari
tahu pengetahuan sebanyak-banyaknya karena siswa zaman sekarang
telah mudah mencari informasi dengan bebas melalui perkembangan
teknologi dan informasi.
b. Siswa lebih didorong untuk memiliki tanggung jawab kepada
lingkungan,
kemampuan
interpersonal,
maupun
memiliki
kemampuan kemampuan berfikir kritis.
c. Memiliki tujuan agar terbentuknya generasi produktif, kreatif,
inovatif, dan efektif.
29
Makalah Zainal Arifin, Seminar Pembinaan dan Sosialisasi Kurikulum 2013 Bagi
Kepala dan Guru Madrasah, Kementrian Agama Kota Tangsel, Tanggal 13 Agustus 2015
30
Ibid
21
d. Khusus untuk tingkat SD, pendekatan tematik integratif memberi
kesempatan siswa untuk mengenal dan memahami suatu tema dalam
berbagai mata pelajaran.
e. Pelajaran IPA dan IPS diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa
Indonesia. 31
Konsep kurikulum 2013 berkembang sejalan dengan perkembangan teori
dan praktik pendidikan, juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori
pendidikan yang dianutnya. Pada dasarnya konsep kurikulum baru 2013
sebenarnya dapat dianggap tidak membawa sesuatu yang baru.
Konsep
kurikulum baru ini dinilai sudah pernah muncul dalam kurikulum yang duu
pernah digunakan. 32
Jadi dapat disimpulkan bahwa orientasi pengembangan kurikulum 2013
adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap
(ttitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge). Oleh karena itu,
kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi
peserta didik menjadi kompetensi yang diharapkan.
4.
Metode Pembelajaran Yang Diterapkan Pada Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 menganut pandangan dasar bahwa pengetahuan tidak
dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke peserta didik. Peserta didik adalah
subjek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah,
mengkonstruksi, dan menggunakan pengetahuan.
Untuk itu pembelajaran harus berkenaan dengan kesempatan yang
diberikan kepada peserta didik untuk mengkonstruksi pengetahuan dalam
proses kognitifnya,
agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan
pengetahuan, peserta didik perlu didorong untuk bekerja memecahkan
masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berupaya keras
mewujudkan ide-idenya. 33
31
Imas Kurniasih S.Pd & Berlin Sani, 2014, Implementasi Kurikulum 2013 konsep&
penerapan, (surabaya : kata pena), h.21-22
32
Imas kurniasih. Ibid. Hal131-132
33
Imas Kurniasih, Sukses Mengimplementasikan Kurikulum 2013, (Surabaya: Kata Pena,
2014), cet. 1, h. 63
22
Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat membuat peserta didik
aktif dan tentunya dapat dijadikan acuan pada proses pembelajaran di kelas
untuk kurikulum 2013, antara lain sebagai berikut:
a.
Metode Pembelajaran Kolaborasi
Strategi pembelajaran kolaborasi ini atau collaboration learning
merupakan strategi yang menempatkan peserta didik dalam kelompok
kecil dan memberinya tugas dimana mereka saling membantu untuk
menyelesaikan tugas atau pekerjaan kelompok.
Dan dukungan
sejawat, keragaman pandangan, pengetahuan dan keahlian sangat
membantu siswa dalam mewujudkan belajar kolaboratif.
Strategi
yang dapat diterapkan antara lain mencari informasi, proyek, kartu
sortir, turnamen, tim quiz dan lain sebagainya.
b.
Metode Pembelajaran Individual
Metode pembelajaran individu atau individual learning memberikan
kesempatan kepada peserta didik secara mandiri untuk dapat
berkembang dengan baik sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dan
strategi yang dapat diterapkan antara lain tugas mandiri, penilaian diri,
portofolio, galeri proses dan lain sebagainya.
c.
Metode Pembelajaran Teman Sebaya
Ada pendapat yang mengatakan seperti ini, “satu mata pelajaran
benar-benar dikuasai hanya apabila peserta didik mampu mengajarkan
kepada peserta didik lain”.
Dengan mengajar teman sebaya peer
learning memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mempelajari sesuatu dengan baik. Dan tentunya pada waktu yang
bersamaan, ia menjadi narasumber bagi temannya.
Strategi yang
diterapkan antara lain: pertukaran dari kelompok ke kelompok, belajar
melalui jigso (jigsaw), studi kasus dan proyek, pembacaan berita,
penggunaan lembar kerja, dan lain sebagainya.
d.
Model Pembelajaran Sikap
Aktivitas belajar efektif atau affective learning membantu peserta
didik untuk menguji perasaan, nilai, dan sikap-sikapnya.
Strategi
23
yang dikembangkan dalam model pembelajaran ini didesain untuk
menumbuhkan kesadaran akan perasaan, nilai dan sikap peserta didik.
Strategi yang dapat diterapkan antara lain: mengamati sebuah alat
bekerja atau bahan dipergunakan, penilaian diri dan teman,
demonstrasi, mengenal diri sendiri, posisi penasihat.
e.
Metode Pembelajaran Bermain
Permainan (game) sangat berguna untuk membentuk kesan dramatis
yang jarang peserta didik lupakan.
Humor atau kejenakaan
merupakan pintu pembuka simpul-simpul kreativitas, dengan latihan
lucu, tertawa, tersenyum peserta didik akan mudah menyerap
pengetahuan yang diberikan. Permainan akan membangkitkan energi
dan keterlibatan belajar peserta didik. Strategi yang dapat diterapkan
antara lain: tebak gambar, tebak kata, tebak benda dengan stiker yang
ditempel dipunggung lawan, teka-teki, sosio drama, dan bermain
peran.
f.
Metode Pembelajaran Kelompok
Model
pembelajaran
kelompok
(cooperative
learning)
sering
digunakan pada setiap kegiatan belajar-mengajar karena selain hemat
waktu juga efektif, apalagi jika metode yang diterapkan sangat
memadai untuk perkembangan peserta didik.
Metode yang dapat
diterapkan antara lain: proyek kelompok, diskusi terbuka, bermain
peran.
g.
Metode Pembelajaran Mandiri
Model pembelajaran mandiri (independent learning) peserta didik
belajar atas kemauan sendiri dengan mempertimbangkan kemampuan
yang dimiliki dengan memfokuskan dan merefleksikan keinginan.
Strategi yang dapat diterapakan antara lain apresiasi-tanggapan,
asumsi presumsi, visualisasi mimpi atau imajinasi, hingga cakap
memperlakukan alat atau bahan berdasarkan temuan sendiri atau
modifikasi dan imitasi, refleksi karya, melalui kontrak belajar,
24
maupun terstruktur berdasarkan tugas yang diberikan (inquiry,
discovery, recovery).
h.
Model Pembelajaran Multimodel
Pembelajaran
multimodel
dilakukan
dengan
mmaksud
akan
mendapatkan hasil yang optimal dibandingkan dengan hanya satu
model. Strategi yang dikembangkan dalam pembelajaran ini adalah
proyek, modifikasi, simulasi, interaktif, elaboratif, partisipatif,
magang (cooperative study), integratif, produksi, demonstrasi, imitasi,
ekperiensial, kolaboratif. 34
Dari beberapa model pembelajaran yang telah dipaparkan diatas, maka
dapat diambil kesimpulan, bahwa secara prinsip kegiatan pembelajaran
merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan
yang semakin meningkat dalam sikap, pengetahuan dan keterampilan yang
diperlukan dirinya untuk hidup dan bermasyarakat.
5. Kurikulum 2013 Berbasis Kompetensi
Kompetensi sebagai karakteristik seseorang berhubungan dengan
dengan kinerja yang efektif dalam suatu pekerjaan atau situasi. Kompetensi
memilki lima karakteristik, yaitu (1) motif, yaitu sesuatu yang orang
fikirkan dan inginkan dan menyebabkan sesuatu, (2) sifat, yaitu karakteristik
fisik tanggapan komite terhadap situasi atau informasi; (3) konsep diri, yaitu
sikap, nilai, image diri seseorang; (4) pengetahuan, yaitu informasi yang
dimilki seseorang dalam bidang tertentu; dan (5) keterampilan, yaitu
kemampuan untuk melakukan tugas yang berkaitan dengan fisik dan metal.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dijelaskan bahwa kompetensi
seseorang terbentuk karena adanya dua faktor utama yang mempengaruhi,
yakni (1) faktor internal, yaitu potensi bawaan yang dimiliki seseorang sejak
34
Imas Kurniasih S.Pd & Berlin Sani, Implementasi Kurikulum 2013 konsep& penerapan,
(surabaya : kata pena, 2014), h.43-45
25
lahir yang diturunkan dari orang tua; (2) faktor eksternal, yaitu potensi
lingkungan yang membentuk seseorang untuk memilki potensi.35
Pada hakikatnya kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan,
keterampilan, nilai dan sikap yang direflesikan dalam kebiasaan berfikir dan
bertindak.
Burke (1995) dalam buku pengembangan dan implementasi
kurikulum 2013 mengemukakan bahwa kompetensi diartikan sebagai
pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seorang
yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan
perilaku-perilaku kognitif, afektif dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya.
Hal tersebut menunjukan bahwa kompetensi mencakup tugas,
keterampilan, sikap dan apresiasi yang harus dimiliki oleh peserta didik
untuk dapat melaksanakan tugas-tugas pembelajaran sesuai dengan jenis
pekerjaan tertentu.
Dengan demikian, terdapat hubungan (link) antara
tugas-tugas yang dipelajari peserta didik di sekolah dengan kemampuan
yang diperlukan oleh dunia kerja.
Beberapa aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi
dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Pengetahuan (knowledge);kesadaran dalam bidang kognitif.
b. Pemahaman (understanding); yaitu kedalaman kognitif, dan afektif
yang dimiliki oleh individu.
c. Kemampuan (skill); adalah sesuatu yang dimilki oleh individu untuk
melakukan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
d. Nilai(value); adalah suatu standar perilaku yang telah diyakini dan
secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang.
e. Sikap (attitude); yaitu perasaan (senang-tidak senang, suka-tidak
suka) atau reaksi terhadap suatu ransangan yang datang dari luar.
f. Minat (interest); adalah kecendrungan seseorang untuk melakukan
sesuatu perbuatan.
35
Imas Kurniasih S.Pd & Berlin Sani, Sukses Mengimplementasikan Kurikulum 2013
memahami berbagai aspek dalam kurikulum 2013, (surabaya : kata pena, 2014), h. 19-20
26
Kurikulum 2013 berbasis kompetensi memfokuskan pada pemerolehan
kompetensi-kompetensi tertentu oleh peserta didik. Oleh karena itu,
kurikulum ini mencakup sejumlah kompetensi dan seperangkat tujuan
pembelajaran
yang
dinyatakan
sedemikian
rupa,
sehingga
pencapaiannya dapat diamati dalam bentuk perilaku atau keterampilan
peserta didik sebagai suatu kriteria keberhasilan.
Kegiatan
pembelajaran perlu diarahkan untuk membantu peserta didik
menguasai sekurang-kurangnya tingkat kompetensi minimal, agar
mereka dapat mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. 36
6. Empat Belas Prinsip Pembelajaran Kurikulum 2013
Pelaksanaan pembelajaran pada pelaksanaan kurikulum 2013 memiliki
karakteristik yang berbeda dari pelaksanaan kurikulum 2006. berdasarkan
hasil analisis terhadap kondisi yang diharapkan terdapat maka diperoleh 14
prinsip utama pembelajaran yang perlu guru terapkan.
Adapun 14 prinsip itu adalah:
a. Dari siswa diberi tahu menuju siswa mencari tahu; pembelajaran
mendorong siswa menjadi pembelajar aktif, jika biasanya kegiatan
pembelajaran dimulai dengan penyampaian informasi dari guru
sebagai sumber belajar, maka dalam pelaksanaan kurikulum 2013
kegiatan inti dimulai dengan siswa mengamati fenomena atau fakta
tertentu. oleh karena itu guru selalu memulai dengan menyajikan alat
bantu pembelajaran untuk mengembangkan rasa ingin tahu siswa
dengan alat bantu itu guru membangkitkan rasa ingin tahu siswa
dengan bertanya.
b. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar
berbasis aneka sumber; pembelajaran berbasis sistem lingkungan.
dalam kegiatan pembelajaran membuka peluang kepada siswa sumber
belajar seperti informasi dari buku siswa, internet, koran majalah,
referensi dari perpustakaan yang telah disiapkan.
c. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan
penggunaan pendekatan ilmiah; pergeseran ini membuat guru tidak
hanya menggunakan sumber belajar tertulis sebagai satu-satunya
sumber belajar siswa dan hasil belajar siswa hanya dalam bentuk teks.
Hasil belajar dapat diperluas dalam bentuk teks, desain program,
mindmaping, gambar, diagram, tabel, kemampuan berkomunikasi,
36
E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013 (Bandung: Rosda
karya,2014). Hal. 66
27
d.
e.
f.
g.
h.
i.
kemampuan mempraktikan sesuatu yang dapat dilihat dari lisannya,
tulisannya, geraknya, atau karyanya.
Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis
kompetensi; pembelajaran tidak hanya dilihat dari hasil belajar, tetapi
dari aktivitas dalam proses belajar. Yang dikembangkan dan dinilai
adalah sikap, pengetahuan, dan keterampilannya.
Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu; mata
pelajaran dalam pelaksanaan kurikulum 2013 menjadi komponen
sistem terpadu. semua materi pelajaran perlu diletakkan dalam sistem
yang terpadu untuk menghasilkan kompetensi lulusan. oleh karena itu
guru perlu merancang pembelajaran bersama-sama, menentukan karya
siswa bersama-sama, serta menentukan karya utama pada tiap mata
pelajaran bersama-sama, agar beban belajar siswa dapat diatur
sehingga tugas yang banyak, aktivitas yang banyak, serta penggunaan
waktu yang banyak tidak menjadi beban belajar berlebih yang kontra
produktif terhadap perkembangan siswa.
Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju
pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
disini siswa belajar menerima kebenaran tidak tunggal. Siswa melihat
awan yang sama di sebuah kabupaten. Mereka akan melihatnya dari
tempatnya berpijak. Jika ada sejumlah siswa yang melukiskan awan
pada jam yang sama dari tempat yang berjauhan, mereka akan
melukiskannya berbeda-beda, semua benar tentang awan itu, benar
menjadi beragam.
Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif; pada
waktu lalu pembelajaran berlangsung ceramah. Segala sesuatu
diungkapkan dalam bentuk lisan guru, fakta disajikan dalam bentuk
informasi verbal, sekarang siswa harus liat faktanya, gambarnya,
videonya, teksnya yang membuat siswa melihat, meraba, merasa
dengan panca indranya. Siswa belajar tidak hanya dengan mendengar,
namun dengan menggunakan panca indra lainnya.
Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal
(hardskills) dan keterampilan mental (softskills); hasil belajar pada
rapot tidak hanya melaporkan angka dalam bentuk pengetahuannya,
tetapi menyajikan informasi menyangkut perkembangan sikapnya dan
keterampilannya. Keterampilan yang dimaksud bisa keterampilan
membaca, menulis, berbicara, mendengar yang mencerminkan
keterampilan berfikirnya. keterampilan bisa juga dalam bentuk
aktivitas dalam menghasilkan karya, sampai pada keterampilan
berkomunikasi yang santun, keterampilan menghargai pendapat dan
lainnya.
Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan
siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat; ini memerlukan guru
untuk mengembangkan pembiasaan sejak dini untuk melaksanakan
norma yang baik sesuai dengan budaya masyarakat setempat, dalam
ruang ruang lingkup yang lebih luas siswa perlu mengembangkan
28
j.
k.
l.
m.
n.
kecakapan berpikir, bertindak, berbudi sebagai bangsa, bahkan
memiliki kemampuan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan
beradaptasi pada lingkungan global.
Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi
keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing
madya mangun karso), dan mengembangkan kreativitas siswa dalam
proses pembelajaran (tut wuri handayani); di sini guru perlu
menempatkan diri sebagai fasilitator yang dapat menjadi teladan,
memberi contoh bagaimana hidup selalu belajar, hidup patuh
mnejalankan agama dan perilaku baik lain. Guru di depan jadi teladan,
di tengah siswa menjadi taman belajar, di belakang selalu mendorong
semangat siswa tumbuh mengembangkan potensi dirinya secara
optimal.
Pembelajaran berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
karena itu pembelajaran dalam kurikulum 2013 memerlukan waktu
yang lebih banyak dan memanfaatkan ruang dan waktu secara
integratif. Pembelajaran tidak hanya memanfaatkan waktu dalam
kelas.
Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru,
siapa saja adalah siswa, dan dimana saja adalah kelas. prinsip ini
menandakan bahwa ruang belajar siswa tidak hanya dibatasi dengan
dinding ruang kelas. Sekolah dan lingkungan sekitar adalah kelas
besar untuk siswa belajar. Lingkungan sekolah sebagai ruang belajar
yang sangat ideal untuk mengembangkan kompetensi siswa. Oleh
karena itu pembelajaran hendaknya dapat mengembangkan sistem
yang terbuka.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk
meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Sekolah perlu
meningkatkan daya guru dan siswa untuk memanfaatkan TIK. Yang
paling penting mereka harus dapat menguasai TIK sebab mendapat
pelajaran dengan dukungan TIK atau tidak siswa tetap akan
menghadapi tantangan dalam hidupnya menjadi pengguna TIK. Jika
sekolah tidak memfasilitasi pasti daya kompetisi siswa akan tidak
seimbang dari pada siswa yang memperoleh pelajaran.
Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya
siswa, cita-cita, latar belakang keluarga, cara mendapat pendidikan di
rumah, cara pandang, cara belajar, cara berfikir, keyakinan siswa
berbeda-beda. Oleh karena itu pembelajaran harus melihat perbedaan
itu sebagai kekayaan yang potensial dan indah jika dikembangkan
menjadi kesatuan yang memilki yang memiliki unsur keragaman. 37
Dari pembahasan empat belas prinsip pembelajaran dalam kurikulum
dapat diambil kesimpulan, bahwa kurikulum 2013 lebih ditekankan pada
37
Daryanto, pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013 (Yogyakarta: Gava
Media, 2014) cet.1 h. 16-19
29
kompetensi dengan pemikiran kompetensi berbasis sikap, keterampilan, dan
pengetahuan. Hal ini sesuai dalam GBHN tahun 1972 yang menyatakan
pendidikan adalah usaha sadar untuk membentuk kepribadian (afektif),
kemampuan (kognitif) dan ketrampilan (psikomotorik) yang dilaksanakan di
lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat serta berlangsung seumur
hidup. Adapun ciri kurikulum 2013 yang paling mendasar ialah menuntut
kemampuan guru dalam berpengetahuan dan mencari tahu sebanyak –
banyaknya karena siswa zaman sekarang telah mudah mencari informasi
dengan bebas melalui perkembangan teknologi dan informasi.sedangkan
untuk siswa lebih didorong untuk memilki tanggung jawab kepada
lingkungan, kemampuan interpersonal, maupun memilki kemampuan berfikir
kritis.
C.
Hasil Penelitian yang Relevan
Pada penelitian sebelumnya penulis memperoleh dua judul penelitian yang
terkait dengan judul penulis.
Adapun penelitian terdahulu yang terkait
dengan penelitian ini, diantaranya adalah:
1. Kohar ( 0018118215), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai “Peran Kepala Sekolah dalam
Pelaksanaan Administrasi Kurikulum di SDN 16 Pagi Duri Kepa Kebon
Jeruk Jakarta Barat”.
Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui peran kepala sekolah
dalam pelaksanaan administrasi kurikulum serta menambah wawasan dan
pengetahuan kependidikan yang berkaitan dengan supervisi bidang
kurikulum.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa upaya kepala sekolah dalam
menjalankan peran dan fungsinya dalam meningkatkan kualitas pendidik
sangat baik. Adapun strateginya yaitu memberi dukungan kepada para
pendidik
agar
dapat
meningkatkan
kualitas
pendidikan
dengan
30
mengadakan pelatihan dan pembinaan untuk para tenaga pendidik, serta
kerja sama dengan Depdiknas/pemerintah.
Usaha-usaha yang dilakukan dalam kegiatan administrasi kurikulum
berupa pembagian tugas para tenaga pendidik serta evaluasi bersama
berjalan dengan baik.
Para tenaga pendidik diberikan arahan serta
pembinaan agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
Semua
dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
2. Reni Syevyilni Wisda (108018200073), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai “Implementasi
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMAN Ranah Pesisir
Sumatera Barat”.
Penelitian tersebut bertujuan untuk mengindentifikasi bagaimana
pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMAN 1 RanPes.
Dari hasil penelitian mengenai Implementasi Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan di SMAN 1 Ran-Pes bahwa Implementasi Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan sudah diimplementasikan dengan baik,
implementasi tersebut terwujud dalam tiga kegiatan yaitu: Persiapan
Pelaksanaan Pembelajaran para tenaga pendidik menyusun berbagai
program secara mandiri.
Pada proses pelaksanaan pembelajaran sebagian besar guru telah
melaksanakan
apresepsi
dan
melaksanakan
pretes,
guru
telah
mengurangi metode ceramah dan memilih metode yang sesuai dengan
materi.
Dari dua penelitian terdahulu belum membahas bagaimana peran
kepala sekolah dalam implementasi kurikulum 2013. Oleh karena itu
penulis bermaksud meneliti bagaimana peran kepala sekolah dalam
implementasi kurikulum 2013.
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui sejauh mana peran kepala sekolah dalam pelaksanaan
kurikulum 2013 dan untuk menegtahui efektifitas kepala sekolah dalam
31
implementasi kurikulum 2013 di SMK Islamiyah Ciputat. Yang objek
penelitiannya di SMK Islamiyah Ciputat.
D.
Kerangka Berfikir
REALITA (1)
INPUT
1. Belum optimalnya pelaksanaan kurikulum 2013
2. Belum meratanya pemahaman guru akan pelaksanaan kurikulum
2013
3. Belum optimalnya monitoring kepala sekolah terhadap guru
4. Kurang efektifnya pemanfaatan waktu mengajar sehingga
kompetensi siswa belum tercapai secara baik.
STRATEGI (3)
PROSES
OUTPUT
PERMASALAHAN (2)
1. Program pembinaan dan
pelatihan Tenaga Pendidik
2. Monitoring Kepala Sekolah
3. Media dan alat penunjang
dalam proses pembelajaran
4. Terlambatnya buku pelajaran
siswa yang mengacu pada
kurikulum 2013
5. Menekankan pada pengajaran
berkualitas sesuai dengan
kurikulum 2013
Belum optimalnya
pelaksanaan kurikulum
2013 di SMK Islamiyah
HASIL (4)
Keberhasilan Kepala Sekolah dalam implementasi Kurikulum
2013
32
Melihat kerangka berpikir terkait kepala sekolah dan implementasi
kurikulum 2013 diatas, penulis mencoba menarasikan kerangka berpikir
dengan menunjukkan realita yang ada, antara lain: belum optimalnya
pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah, belum meratanya pemahaman guru
akan pelaksanaan kurikulum 2013, terlambatnya buku pelajaran siswa yang
mengacu pada kurikulum 2013, belum optimalnya monitoring kepala sekolah
terhadap guru, serta Kurang efektifnya pemanfaatan waktu mengajar sehingga
kompetensi siswa belum tercapai secara baik. Namun pada sisi lain terdapat harapan
akan adanya inovasi yang signifikan terkait peran kepala sekolah dalam
implementasi
kurikulum
2013
yaitu
keberhasilan
kepala
sekolah
dalam
mengimplementasikan fungsi EMASLIM terkait kurikulum 2013 kepada para
pendidik. Dengan membandingkan realita dan harapan diatas, dapatlah diketahui
penyebabnya, yaitu belum optimalnya pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah.
Padahal kepala sekolah mempunyai peran penting sebagai pemimpin yang menjadi
salah satu yang memiliki kewenangan dalam memberi keputusan. Untuk itu perlu
diadakannya pelatihan serta pembinaan kepada para tenaga pendidik terkait
implementasi kurikulum 2013, monitoring kepala sekolah sebagai supervisor untuk
mengetahui seberapa paham tenaga pendidik dalam proses belajar mengajar,
ketersediaan sarana dan prsarana sebagai alat dan media penunjang dalam proses
pembelajaran, serta menekankan pada pembelajaran yang berkulitas sesuai dengan
kurikulum 2013.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMK Islamiyah Ciputat yang beralamatkan di Jl. Ki
Hajar Dewantara N0.23 Ciputat, Tangerang Selatan. Waktu penelitian dimulai
dari bulan Agustus - November
Tabel 3.1
Jadwal Pelaksanaan Penelitian
Waktu Pelaksanaan
No
Kegiatan
1
Pengajuan surat penelitian
2
Observasi Lingkungan
3
Wawancara
4
Hasil Penelitian
Agsts
35
Sept
Okt
Nov
36
B. Metode penelitian
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan
data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 38 Metode penelitian yang digunakan
metode penelitian kualitatif.
Menurut Emzir, pendekatan kualitatif menggunakan strategi penelitian seperti
naratif, fenomenologis, etnografis, dan studi kasus. Peneliti mengumpulkan data
penting secara terbuka terutama dimaksudkan untuk mengembangkan tema-tema
dari data. 39 Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, diharapkan
mendapatkan data dan informasi yang mendalam sehingga tujuan penelitian dapat
tercapai, yang mana dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
peran kepala sekolah dalam implementasi kurikulum 2013 yang dilaksanakan di
SMK Islamiyah Ciputat.
Penelitian ini digunakan untuk mengungkap berbagai informasi dan
gambaran mengenai peran kepala sekolah dalam implementasi kurikulum 2013 di
SMK Islamiyah Ciputat.
C. Sumber Data
Sumber data primer dalam penelitian ini adalah kepala sekolah sedangkan
sumber data sekundernya adalah wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan
perwakilan guru.
D. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian lapangan dan terjun
langsung ke lokasi SMK Islamiyah Ciputat. Untuk memperoleh data dan
informasi yang dibutuhkan adalah penelitian ini, maka penulis menggunakan
beberapa metode pengumpulan data yang disesuaikan dengan tujuan yang hendak
dicapai.
38
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta,
2011), cet. 14, h. 2
39
Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif Dan Kualitatif, (Jakarta: Raja
Grafindo, 2008), h. 28
37
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini
adalah:
1. Observasi
Observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara
mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap
kegiatan yang sedang berlangsung. Dalam metode observasi ini, peneliti
menggunakan observasi non partisipan. Yaitu pengamat tidak ikut serta
dalam kegitan, dia hanya berperan mengamati kegiatan, tidak ikut dalam
kegiatan. 40
Dengan observasi peneliti berharap mendapatkan data atas
informasi yang akurat tentang bagaimana peran kepala sekolah dalam
implementasi kurikulum 2013 di SMK Islamiyah Ciputat.
2. Wawancara
Wawancara merupakan percakapan yang dilakukan dua pihak yaitu
pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai yang
memberikan jawaban atas pertanyaan dari pewawancara dengan maksud
tertentu. 41 Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data untuk
menentukan permasalahan yang diteliti dan mengetahui hal-hal dari
responden yang lebih mendalam. 42
Peneliti melakukan wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala
sekolah bidang kurikulum, serta perwakilan guru di SMK Islamiyah Ciputat.
3. Studi Dokumentasi
Studi Dokumen merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan
menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis,
gambar, maupun elektronik.
Dokumen-dokumen yang dihimpun dipilih
yang sesuai dengan tujuan dan fokus masalah. 43 Dengan demikian
pengumpulan data dengan metode dokumen ini dapat menambah dan
40
Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Rosda Karya,
2010), cet.7, h. 220.
41
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Rosda Karya, 1995),
cet. 6, h. 186.
42
Sugiyono, Op.cit., h. 137.
43
Nana Syaodih, Op.cit., 222.
38
memperkuat data selain metode observasi dan metode wawancara yang
dikumpulkan dalam penelitian.
Dalam hal ini peneliti melakukan pengumpulan data melalui kegiatankegiatan sekolah dalam pengembangan kurikulum 2013, buku, foto,
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), serta catatan terkait peran kepala
sekolah dalam implementasi kurikulum 2013 di SMK Islamiyah Ciputat.
Dengan demikian semua aspek yang menjadi bukti tertulis yang
berhubungan dengan peran kepala sekolah dalam implementasi kurikulum
2013 di SMK Islamiyah Ciputat akan sangat berguna bagi peneliti sebagai
informasi atau data yang dapat dianalisis.
E. Teknik Analisis Data
Setelah data-data yang diperlukan diperoleh, penulis melakukan analisis
data dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Reduksi Data (Data Reduction).
Mereduksi data dengan memfokuskan
pada hal yang penting, dan membuat kategori berdasarkan macam atau
jenisnya dan embuat data yang tidak diperlukan. Dengan demikian data
yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan
mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data.
2. Penyajian data (Data Display). Setelah mereduksi data, langkah selanjutnya
yaitu mendisplay data.
Dalam langkah ini dilakukan penyajian dengan
memisahkan pola yang berbeda sesuai jenis dan macamnya sehingga
strukturnya mudah dipahami.
3. Penarikan
Kesimpulan
dan
Verivikasi
(Conclusion
Drawing
and
Virivication). Langkah ketiga dalam analisis kualitatif ini adalah penarikan
kesimpulan dan verivikasi.
Kesimpulan awal yang dikemukakan masih
bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang
kuat.
Tetapi jika didukung dengan bukti yang valid, maka menjadi
kesimpulan yang kredibel. 44
44
Sugiyono, Op.cit, h. 247-252.
39
F. Kisi-kisi Instrumen Wawancara
Dalam penelitian kualitatif, peneliti merupakan instrumen utama dalam
mengumpulkan data dan menginterpretasikan data dengan dibimbing oleh
pedoman wawancara, pedoman observasi dan dokumentasi, agar dapat memahami
dan mengetahui peran kepala sekolah dalam implementasi kurikulum 2013 di
SMK Islamiyah Ciputat.
Agar penelitian lebih terarah, peneliti terlebih dahulu menyusun kisi-kisi
pedoman wawancara untuk mendapatkan data-data primer terkait dengan “Peran
Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMK Islamiyah
Ciputat”. Adapun kisi-kisinya sebagai berikut:
Tabel 3.2
Kisi-kisi Pedoman Wawancara
Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 20013
No
Variabel
Aspek Variabel
a. Peran
dan
fungsi
kepala
sekolah
(EMASLIM)
1
Peran dan Fungsi Kepala
Sekolah
b. Mendistribusikan
peran-peran
dan
tanggung jawab kepemimpinan kepada
wakil kepala sekolah bidang kurikulum
c. Strategi peningkatan kinerja pendidik
d. Melibatkan seluruh staf & wakil kepala
sekolah untuk kegiatan sekolah serta
mengambil keputusan bersama.
a. Strategi
kepala
sekolah
dalam
implementasi kurikulum 2013 untuk para
tenaga pendidik
2
Implementasi Kurikulum
2013
b. Menekankan pada pengajaran berkualitas
sesuai dengan kurikulum 2013 yang telah
40
ditetapkan.
c. Media dan alat penunjang dalam proses
pembelajaran
d. Kendala serta solusi dalam implementasi
kurikulum 2013
e. Harapan
adanya
perubahan
menjadi kurikulum 2013
KTSP
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum SMK Islamiyah Ciputat
1. Sejarah Singkat SMK Islamiyah Ciputat
SMK Islamiyah Ciputat adalah salah satu sekolah menengah kejuruan di
Tangerang Selatan yang beralamat di Jl. Ki Hajar Dewantara no.23, Ciputat.
Sekolah ini memiliki lima jurusan yaitu, Teknik Komputer Jaringan,
Administrasi Perkantoran, Pemasaran, Akuntansi, dan Tata Boga. Sekolah ini
didirikan pada tahun 1965 oleh Drs. H. Zarkazih Noer, beliau yang
mempelopori pembangunan Yayasan Islamiyah ini. Awalnya proses kegiatan
belajar mengajar dilakukan di gedung sekolah swasta lain karena yayasan
belum mempunyai gedung sendiri. Namun kini Yayasan Islamiyah Ciputat
(YIC) telah memiliki gedung sendiri. Beberapa kegiatan ekstrakulikuler
seperti paskibra, marawis atau futsal menjadi sarana bagi anak didik YIC
untuk menyalurkan minat, bakat, dan kreatifitas mereka. Mengedepankan
pendidikan dan membimbing anak didiknya agar menjadi insan-insan muda
yang berkualitas, berprestasi serta berakhlak baik. Terlebih lagi dengan
41
42
adanya dukungan i-skola layanan info penting kepadaorangtua/wali murid.
Diharapkan lulusan yayasan ini selainmemiliki wawasan IPTEK yang luas
juga memahami, mendalami, dan menguasai kaidah serta ajaran islam yang
telah ditanam kepada mereka selama mengenyam bangku pendidikan di YIC.
Kedua hal tersebut dirasa bisa menjadi bekal bagi maa depan mereka. 45
Beberapa Kepala Sekolah yang pernah memimpin SMK Islamiyah
Ciputat, antara lain:
Tabel 4.1
Daftar Nama Kepala Sekolah Periode 1999- sekarang
No.
Nama
Masa Jabatan/TMT
1.
Drs. Hilmudin
1999 – 2005
2.
Drs. H. Mas’ud
2005 – 2011
3.
Mulyono, M.Pd
2011– sekarang
2. Visi, Misi, dan Moto Sekolah
a. Visi
“Membangun sumber daya manusia yang berkualitas, terampil, dan
mampu bersaing pada tingkat nasional maupun global dilandasi iman
dan taqwa sesuai ajaran ahlusunnah waljamaah.”
b. Misi
1) Membina danmembimbing peserta didik untuk memiliki dan
mengamankan ajaran islam serta berakhlak mulia sesuai dengan ajaran
ahlusunnah waljamaah.
2) Membentuk peserta didik untuk memiliki jiwa kewirausahaan.
45
Data sekolah SMK Islamiyah Ciputat
43
3) Membina peserta didik yang siap menjadi tenaga kerja yang
profesional dan amanah dalam bidang teknologi informasi dan bisnis
manajemen.
4) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan kemampuan
profesoonal sesuai denga dunia usaha dan dunia inndustri.
3. Guru dan Tenaga Kependidikan
Guru adalah profesi atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus di
bidangnya. Oleh karena itu maka tingkat pendidikan guru merupakan
modalyang sangat penting dalam melaksanakan tugasnya yaitu mendidik,
mengaja, dan melatih siswa untuk mencapai siswa yang bermutu dan
berprestasi.
Untuk keadaan guru SMK Islamiyah Ciputat Selatan memiliki tenaga
pengajar dan tenaga kependidikan yan bervariatif dilihat dari jenis kelamin,
jabatan, maupun pendidikan. Seperti tabel berikut:
Tabel 4.2
Data Tenaga Pendidik
No.
NAMA GURU
PENDIKAN
JABATAN
BIDANG STUDI
1.
Mulyono, M.Pd
S2
Kepala Sekolah
2.
Drs. H. Mukhtar F
S2
Guru
Pend.Agama Islam
3.
Abdul Muslim, S.Pd.I
S1
Guru
Pend.Agama Islam
4.
Rahma Rahim, S,Sos.I
S1
Guru
Pend.Agama Islam
5.
Dra. Iin Kusnaeni
S1
Guru
Matematika
6.
Drs. H. Mas’ud
S1
Guru
Matematika
44
7.
Dra. Endang S.
S1
Guru
Matematika
8.
Drs. Dedi Nurjamil
S1
Guru
Bahasa Inggris
9.
M. Indra Mulyawan, SE
S1
Guru
Bahasa Inggris
10.
Dian Rostikawati, SE
Wakasek bid.
Bahasa Inggris
S1
Kurikulum
11.
Gilang Nugraha, S.Pd
S1
Guru
Bahasa Indonesia
12.
Tatang Sudrajat, S.pd
S1
Guru
Bahasa Indonesia
13.
Drs.Ali Sujatna, M.Pd
S2
Guru
Bahasa Indonesia
14.
Teguh Martono, BA
S1
Guru
Kimia
15.
Nila Nurbrata
S1
Guru
Fisika
16.
Ismul Bathni, ST, M.Pd
S2
Guru
Fisika
17.
Hasan Basri, SE, MM
S2
Guru
TIK
18.
Fuad Faisal, S.Ag, M.Si
S2
Guru
TIK
19.
Amrullah, SE
Wakasek Bid.
TIK
S1
Humas
20.
Syarif Hidayat, S.Pd
S1
Guru
PKN
21.
Drs. H. Sukohano, S.IPI
S2
Guru
PKN
22.
Heriyanto, S,Pd, M.Si
S2
Guru
Seni Budaya
23.
Sunanih, S.Pd
S1
Guru
BK
24.
M. Zainudin Zakarsih
S1
Guru
BK
25.
Romli, SS
S1
Guru
Mulok
26.
Raditya
S1
Guru
PKN
45
27.
Drs. Junaedi
S1
Guru
IPS
28.
Drs. Hilmudin
S1
Guru
IPS
29.
Dra. Maryanah
S1
Guru
IPS
4. Siswa
Tabel 4.3
Data Siswa
No.
Kelas
Jumlah Siswa
Jumlah Rombel
Kelas X
1.
Laki – laki
210
Perempuan
211
421
Kelas XI
2.
Laki – laki
200
Perempuan
180
380
Kelas XII
3.
Laki – laki
190
Perempuan
180
Jumlah
370
1.171
5. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang ada di SMK Islamiyah Ciputat adalah sebagai
berikut.
46
Tabel 4.4
Data Keadaan Sarana dan Prasarana
No.
Sarana Prasarana
Jumlah Baik
1.
Ruang Kelas
22
22
2.
Ruang Kepala Sekolah
1
1
3.
Ruang Guru
1
1
4.
Ruang Tata Usaha
1
1
5.
Laboratorium bahasa
1
1
6.
Laboratorium untuk BM
2
2
7.
Laboratorium untuk TIK
1
1
jaringan 1
1
8.
Laboratorium
untuk TIK
9.
Laboratorium pemasaran
1
1
10.
Laboratorium akuntansi
1
1
11.
Laboratorium sekretaris
1
1
12.
Perpustakaan
1
1
13.
Masjid/Mushola
1
1
14.
Lapangan Olahraga/Upacara 1
1
15.
Ruang OSIS
1
1
16.
Pos Satpam
1
1
17.
Toilet Guru
4
4
18.
Toilet Siswa
6
6
19.
Kantin
1
1
20.
Koperasi siswa
1
1
Rusak
Rusak
Ringan
Berat
47
Tabel 4.5
Peralatan Penunjang Pembelajaran
Jumlah
Kondisi
No.
Jenis
1.
Laboratorium bahasa


Laboratorium
untuk


untuk


Laboratorium jaringan








2.
3.
4.
5.
Cukup
Kurang
Baik
Rusak
Keterangan
BM
Laboratorium
TIK
untuk TIK
Laboratorium
pemasaran
6.
7.
Laboratorium
akuntansi
Laboratorium
sekretaris
6. Tugas dan Fungsi Struktur Organisasi
a. Komite sekolah
Peran aktif dewan pendidikan, dewan sekolah, maupun komite sekolah
diperlukan untuk memberikan dukungan dan memenuhi kebutuhan
sekolah,
pertimbangan
pengambilan
keputusan,
pengawasan
manajemen sekolah.
b. Kepala Sekolah
1) Menyelenggarakan kegiatan pendidikan.
2) Menetukan dan mengevaluasi pembagian kerja bagi staff
dibawahnya.
3) Melakukan pembinaan terhadap staff dan guru.
48
4) Memberi rekomendasi dan penilaian atas prestasi staff dan guru
yang dipimpinnya.
5) Membuat RAPBS.
6) Bertanggung jawab atas tunggakan keuangan unit.
7) Membuat laporan pertanggungjawaban secara berkala kepada
koordinator pendidikan melalui bidang SDM dan Kurikulim.
8) Mengelola dana BOS.
c. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
1) Bersama Wakasek lain, mewakili Kepala Sekolah apabila
berhalangan.
2) Melaksanakan tugas-tugas Kepala Sekolah dalam bidang-bidang
kurikulum.
d. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
1) Bersama Wakasek lain, mewakili Kepala Sekolah apabila
berhalangan.
2) Melaksanakan tugas-tugas Kepala Sekolah dalam bidang-bidang
kesiswaan.
e. Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana
1) Bersama Wakasek lain, mewakili Kepala Sekolah apabila
berhalangan.
2) Melaksanakan tugas-tugas Kepala Sekolah dalam bidang-bidang
sarana dan prasarana sekolah.
f. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas
1) Bersama Wakasek lain, mewakili Kepala Sekolah apabila
berhalangan.
2) Melaksanakan tugas-tugas Kepala Sekolah dalam bidang-bidang
kurikulum.
g. Tata Usaha
1) Menerima, membukukan, dan menyetor keuangan unit kepada
Kepala Sekolah.
h. Bendahara
49
1) Menerima, membukukan, dan menyetor keuangan unit kepada
Kepala Sekolah.
2) Menyediakan keuangan berdasarkan keutuhan.
3) Mendistribusikan keuangan berdasarkan anggaran.
4) Menyampaikan laporan berkala pada musyawarah sekolah.
5) Mengelola dan mngembangkan keungan sekolah.
6) Mengeluarkan biaya pengurus, Kepala, Staff, Guru, dan Karyawan.
7) Mengeluarkan uang sekolah harus ada rekomendasi Kepala
Sekolah.
8) Bersama Kepala Sekolah menyusun RAPBS.
9) Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan anggaran penerimaan
dan belanja sekolah.
10) Merencanakan, mengatur, dan menertibkan keuangan sekolah.
11) Melaporkan seluruh program dan hasil kerjanya kepada
koordinator.
i. Bimbingan Konseling
1) Untuk membimbing siswa yang bermasalah.
j. Wali Kelas
1) Mengelola kelas
2) Menyelenggarakan administrasi kelas
3) Menyusun dan membuat statistik bulanan siswa.
4) Mengisi leger.
5) Membuat catatan khusus tentang siswa.
6) Mencatat mutasi siswa.
7) Menulis dan membagikan raport.
8) Membantu menertibkan pembayaran keuangan siswa dalam bentuk
penagihan kepada siswa.
9) Menjaga keaktifan siswa.
k. Guru
1) Membuat perangkap program pengajaran.
2) Melaksanakan kegiatan pengajaran.
50
3) Melaksanakan kegiatan penilaian terhadap siswa.
4) Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi
tanggungjawabnya.
5) Membuat catatan tentang siswa dalam bidang mata pelajarannya.
6) Mengisi dan memeriksa absen siswa dalam bidang mata pelajarann
B. Deskripsi Hasil Penelitian
1.
Peran Kepala Sekolah SMK Islamiyah Ciputat
Berikut ini data yang telah diperoleh dari hasil wawancara penulis
dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Wakasek
Bid. Humas dan perwakilan guru.
pendapat yang dikemukakan oleh Kepala Sekolah bahwa :
“... peran dan fungsi utama kepala sekolah yaitu sebagai pemimpin,
manajer, pendidik, administrator, entrepreneurship, supervisor, motivator
dan innovator.
Lebih jauh lagi bapak Mulyono menjelaskan peran dan fungsinya sebagai
kepala sekolah diantaranya tugas kepala sekolah sebagai pemimpin, manajer,
pendidik,
administrator,
enterpreneurship,
supervisor,
motivator
dan
innovator dalam pendidikan harus memiliki kepribadian yang kuat, dapat
dipercaya, jujur dan bertanggung jawab, memahami kondisi guru, karyawan,
dan siswa dengan baik, memiliki visi dan memahami misi sekolah, memiliki
kemampuan
mengambil
keputusan,
dan
memiliki
kemampuan
berkomunikasi. 46
Bapak Mulyono menyatakan bahwa seorang pemimpin harus mempunyai
manajemen
yang
baik,
bagaimana
perencanaan
dilakukan,
beliau
mengemukakan “Adanya pertemuan rutin serta evaluasi dengan para guru
diharapkan dapat mengetahui program kegiatan yang sudah berjaan maupun
46
Wawancara dengan Bapak Mulyono, M.Pd. kepala sekolah SMK Islamiyah Ciputat.
Tanggal 02 Oktober 2015
51
yang belum berjalan”. 47 Semua susunan program kegiatan kepala sekolah
sudah tersusun secara terencana selama satu semester. Perannya sebagai
kepala sekolah harus mampu memimpin dalam setiap kegiatan agar berjalan
sesuai dengan tujuan yang telah disepakati bersama.
Selanjutnya
Bapak
Mulyono
melakukan
pengorganisasian
untuk
menjadikan kegiatan-kegiatan sekolah agar mencapai tujuan sekolah dapat
berjalan dengan lancar. Kepala sekolah mengadakan pembagian kerja yang
jelas bagi guru-guru dan para staff.Setelah teroganisir segala kegiatan
diperlukan adanya pengarahan dari kepala sekolah, arahan biasanya dilakukan
pada saat upacara bendera atau kegiatan penting sekolah, kepala sekolah
memberikan Pengarahan setiap kegiatan untuk
membimbing para warga
sekolah dengan jalan memberi perintah, memberi petunjuk, mendorong
semangat kerja, menegakkan disiplin, memberikan berbagai usaha lainnya
agar mereka dalam melakukan pekerjaan mengikuti arah yang ditetapkan
dalam petunjuk, peraturan atau pedoman yang telah ditetapkan.
Setelah semua kegiatan terarah adanya koordinasi dari setiap bidang oleh
kepala sekolah. Menurut kepala sekolah koordinasi rutin dilakukan, biasanya
dilakukan pada saat evaluasi bulanan. Masalah yang dibahas adalah program
kegiatan yang belum berjalan. Untuk koordinasi melakukan pengotrolan dari
setiap kegiatan yang dilakukan sekolah, apakah sesuai dengan agenda yang
sudah
ada.
Beberapa
Pengkoordinasian
setiap
kegiatan
yang
menghubungkan orang-orang dan tugas-tugas dipercayakan pada wakil
kepala sekolah.
Sehingga terjalin kesatuan atau keselarasan keputusan,
kebijaksanaan, tindakan, langkah, sikap serta tercegah dari timbulnya
pertentangan.
Menurut Wakasek bidang Humas pengorganisasian selalu dilakukan oleh
kepala sekolah pada setiap kegitan. Hal ini bertujuan agar tidak adanya
kesalahan pada saat kegiatan berlangsung.
47
Wawancara dengan Bapak Mulyono, M.Pd. kepala sekolah SMK Islamiyah Ciputat.
Tanggal 02 Oktober 2015
52
Sebagaimana uraian awal tentang peran kepala sekolah, terdapat peran
tambahan yang dikemukakan oleh kepala sekolah SMK Islamiyah, sedangkan
menurut teori yang dikemukakan E. Mulyasa dalam buku “Menjadi Kepala
Sekolah Profesional” yang mengatakan bahwa peran dan fungsi kepala
sekolah sebagai pendidik, manajer, administrator, supervisor, pemimpin,
innovator dan motivator. 48 Terdapat tambahan peran kepala sekolah yaitu
sebagai entrepreneurship.
Menurut bapak Mulyono, sekolah swasta yang berorientasi pada kejuruan
dan keahlian, kepala sekolah dituntut untuk memilki jiwa wirausaha sehingga
dapat membangun sekolah yang mandiri dan maju tanpa harus sepenuhnya
bergantung pada donatur maupun orang tua peserta didik. Jiwa wirausaha
kepala sekolah sangat penting bagi kemajuan sekolah, karena nantinya kepala
sekolah dituntut memilki strategi dalam mempromosikan sekolahnya di
masyarakat.
Wakil kepala sekolah bidang Humas mengatakan, aplikasi dari jiwa
wirausaha Bapak Mulyono, M.Pd. sebagai kepala sekolah pada tahun 2015
ini, SMK Islamiyah telah memilki ruangan khusus untuk siswa pada setiap
jurusannya. Misalnya lab pemasaran yang dilengkapi dengan alat dan sistem
yang digunakan dalam proses pemasaran seperti diperusahaan-perusahaan
pada umumnya sehingga memudahkan siswa ketika terjun langsung
dilapangan/dunia kerja. Lab tata boga dilengkapi dengan segala peralatan
masak memasak, sehingga pada setiap kegiatan sekolah para tamu maupun
guru dapat mencicipi hidangan yang dibuat oleh siswa tata boga. Makanan
yang dibuat oleh para siswa dijual dikantin agar bisa dinikmati oleh siswa
lainnya dengan harga yang lebih terjangkau. Belum lama ini siswa dan siswi
jurusan pemasaran mengikuti Pameran Karajinan Tangan Se- SMK Tingkat
Nasional di Harmoni Jakarta Pusat. Pameran bentuk kerajinan tangan bahan
daur ulang diantaranya dari batok kelapa dan bahan planel. Bahan-bahan
tersebut dapat dijadikan sebagai aksesoris, lampu hias, tas, dan lain-lain.
48
E. Mulyasa, op.cit,. h. 97-98
53
Bahan planel dapat dijadikan boneka dan pajangan. Hasil karya para siswa
dan siswi dipamerkan serta dijual. 49
Menurut Ibu Oom Rahmawati sebagai wali kelas jurusan tata boga,peran
kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan sangat memperhatikan keadaan
di lingkungan sekolah.
Perannya juga sebagai enterpreneur dinilai baik,
karena siswa diberikan ruang dengan adanya Laboratorium tata boga agar
siswa bisa mengeksplorasi kemampuan serta keahliannya dibidang tata boga.
Seperti di setiap kegaiatan yang di sekolah, siswa tata boga diberikan
kesempatan untuk membuat kue kering maupun kue basah untuk hidangan
para guru maupun tamu undangan, hal ini sangat baik untuk menunjang
kemampuan dan kreatifitasnya. 50
Peran kepala sekolah sebagai entrepreneur, berperan untuk melihat
adanya peluang dan memanfaatkan peluang untuk kepentingan sekokah.
Kemampuan kepala sekolah dalam menciptakan inovasi yang berguna bagi
pengembangan sekolah, serta kemampuan memotivasi yang kuat untuk
mencapai sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan kepala sekolah SMK
Islamiyah Ciputat, maka dapat disimpulkan bahwa Kepala sekolah adalah
pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan sangat besar dalam
mengembangkan mutu pendidikan di sekolah. Kualitas kepemimpinan kepala
sekolah sangat berpengaruh terhadap terbentuknya semangat kerja, kerja
sama yang harmonis, minat terhadap perkembangan pendidikan, suasana
kerja yang menyenangkan, dan perkembangan mutu profesional diantara para
guru.
Dari hasil penelitian yang penulis lakukan di SMK Islamiyah Ciputat,
dibawah kepemimpinan kepala sekolah bapak Mulyono, M.Pd menunjukkan
bahwa kepala sekolah memiliki peranan yang sangat besar dalam peningkatan
49
Wawancara dengan Bapak Amrullah, SE. Wakasek bidang Humas SMK dan guru
Administrasi Perkantoran SMK Islamiyah Ciputat. Tanggal 5 Oktober 2015
50
Wawancara dengan Ibu Oom Rahmawati, wali kelas dan guru tata boga SMK
Islamiyah Ciputat. Tanggal 30 Oktober 2015
54
mutu pendidikan di sekolah. hal ini terbukti dengan adanya manajemen yang
baik dari kepala sekolah sehingga kegiatan di sekolah berjalan sesuai dengan
tujuan yang akan dicapai bersama.
Sebagai pemimpin, kepala sekolah mempunyai tanggung jawab dalam
penyelengaraan pendidikan di sekolahnya, untuk menghantarkan sekolah
menjadi sekolah yang berkualitas memenuhi apa yang diinginkan oleh
konsumen. Untuk menjalankan tugasnya sebagai pemimpin, kepala sekolah
tidak dapat bekerja sendiri.
Dalam sebuah organisasi seorang pemimpin
membutuhkan bawahan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Kepala
sekolah
mempunyai
peran
yang
sangat
besar
dalam
mengembangkan semangat kerja dan kerjasama yang harmonis, minat
terhadap
perkembangan
dunia
pendidikan,
perkembangan
kualitas
professional guru-guru yang dipimpinnya, serta kualitas siswa atau sekolah
secara umum banyak ditentukan oleh kualitas pemimpin sekolah (Kepala
Sekolah).
2.
Kepemimpinan Kepala sekolah SMK Islamiyah Ciputat
Dalam hal ini, Bapak Mulyono selaku kepala sekolah SMK Islamiyah
Ciputat memiliki langkah-langkah yang diterapkan dan dilaksanakan di
sekolah sebagai pemimpin pendidikan, diantaranya :
a. Kepala sekolah yang memilki karakteristik visi sebagai pemimpin
pendidikan
Hasil wawancara dengan kepala sekolah, dalam menjalankan tugas
dan tanggung jawabnya dilandasi dengan niat untuk ibadah. Setiap
guru maupun staff yang menyampaikan pendapat, saran atau kritik akan
ditanggapi dengan bijak, baik yang positif maupun negatif. Jika saran
atau kritikan yang membangun maka akan diterima sesuai kemampuan
sekolah untuk peningkatan kualitas sekolah. 51
51
Wawancara dengan Bapak Mulyono, M.Pd. kepala sekolah SMK Islamiyah Ciputat.
Tanggal 2 Oktober 2015
55
Hal ini juga diungkapkan oleh wakil kepala sekolah bidang
kurikulum bahwa sikap kepala sekolah sangat terbuka dan berperan
aktif disetiap kegiatan yang ada disekolah.
Beliau mengungkapkan
“kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan sama seperti kita
manusia biasa yang saling bergantung satu sama lain, maka dari itu
semua tugas dan kegiatan kepala sekolah tidak lepas dari bantuan para
wakil-wakil
yang
berada
dibawahnya
untuk
mencapai
tujuan
pendidikan yang diharapkan bersama.” Adanya feedback ketika guru
memberikan saran, jika menurutnya baik, maka akan ditindak lanjuti,
jika kurang baik maka kepala sekolah sebagai pemimpin mempunyai
wewenang untuk mempertimbangkan terhadap saran serta kritik yang
diterima. 52
Sedangkan menurut guru B. Inggris kepemimpinan kepala sekolah
dalam memberikan keputusan dengan cara adanya musyawarah atau
evaluasi
yang
dilakukan
setiap
bulannya.
pertimbangan sudah disepakati bersama.
Sehingga
segala
Kepala sekolah selalu
berperan pada setiap kegiatan sekolah walaupun kadang kala ada
kendala atau hambatan yang memungkinkan beliau tidak dapat hadir,
namun dapat diwakilkan oleh wakil kepala sekolah yang ada. 53
Dengan demikian kepala sekolah SMK Islamiyah sebagai
pemimpin selalu memperhatikan kesejahteraan para warga sekolah, dan
dalam memberikan keputusan atas musyawarah serta kesepakatan
bersama agar tidak adanya kesalah pahaman dan dapat meningkatkan
kualitas pendidikan untuk kesejahteraan bersama.
b.
Tanggung Jawab Atas Amanah Sebagai Pemimpin Pendidikan
Bapak Mulyono mengatakan bahwa tugasnya sebagai kepala
sekolah adalah amanah.
52
Maka dari itu beliau selalu menjalankan
Wawancara dengan Ibu Dian Rostikawati, SE. Wakil Kepala Sekolah Bid. Kurikulum.
Tanggal 5 Oktober 2015
53
Wawancara dengan Bapak Anggi Pranata, S.Pd. Guru Bahasa Inggris. Tanggal 15
Oktober 2015
56
kewajibannya dengan sebaik mungkin, misalnya dalam hal kedisiplinan
kehadiran serta tugas-tugasnya sebagai kepala sekolah dijalankan
dengan sebaik mungkin.
Apabila ada permasalahan sebaiknya di
selesaikan bersama, dan selalu memusyawarahkan setiap pemberian
keputusan agar sesuai tercapainya tujuan pendidikan yang diinginkan
bersama.
Menurut Wakasek dan guru B. Inggris, Kepala sekolah selalu
menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik. Berbagai kegiatan
berjalan dengan baik, andaipun ada beberapa kekurangan itu hal yang
wajar karna manusia tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. 54Salah
satu sifat yang dapat memperkuat keyakinan kepala sekolah SMK
Islamiyah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya adalah merasa
dirinya
diamanahi
kepemimpinan
dan
harusbertanggung
jawab.Tanggungjawab seorang pemimpin harus dibuktikan bahwa
kapan saja dia harus siap untuk melaksanakan tugas.
Menurut Ibu Oom rahmawati, kepala sekolah adalah sosok
pemimpin yang tegas namun ramah terhadap para guru, kepala sekolah
selalu memperhatikan kesejahteraan para guru disini. Apabila ada guru
yang melakukan kesalahan beliau akan segera menasihatinya bukan
malah membiarkannya. 55
Kepala sekolah dalam menjalankan Tugas dan kewajibannya selalu
dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Sikapnya yang ramah dan
bijaksana membuat dirinya disegani dan dihormati oleh seluruh warga
sekolah.
Dengan demikian tugasnya sebagai kepala sekolah sudah
dijalankan dengan sebaik mungkin untuk kesejahteraan seluruh warga
sekolah.
54
2015
55
Wawancara dengan Wakasek Bid. Kurikulum dan guru B.Inggris Tanggal 5 Oktober
Wawancara dengan Ibu Oom Rahmawati, wali kelas dan guru tata boga SMK
Islamiyah Ciputat. Tanggal 15 Oktober 2015
57
c. MemberikanReward Sebagai Motivasi Untuk Bawahan Agar Lebih
Produktif
Menjadi teladan yang baik merupakan salah satu syarat mutlak bagi
kepala sekolah untuk bisa memiliki pengaruh terhadap guru dan warga
kepala sekolah lainnya. Dengan memiliki pengaruh, seorang kepala
sekolah memiliki bekal yang lebih baik untuk memberdayakan warga
sekolah sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Untuk
meningkatkan
produktivitas
guru,
kepala
sekolah
memberikan stimulasi dengan cara memberikan reward kepada guru,
reward yang diberikan bermacam-macam, ada yang berbentuk tugas
misalnya beberapa utusan guru yang dikirim untuk mengikuti pelatihan
karena guru yang bersangkutan memiliki potensi dan dan loyalitas yang
tinggi terhadap sekolah.
Setelah mengikuti pelatihan para guru mendapatkan reward
finansial yang diberikan, selain itu ada yang diberikan dari dinas, yakni
dipermudah untuk kenaikan golongan atau promosi jabatan.
Beberapa guru mendapatkan reward dalam macam-macam bentuk
berupa finansial, kenaikan jabatan, dan jika guru tersebut sudah PNS
dipromosikan untuk dinaikkan golongannya. Guru diberikan pelatihan
untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar dengan cara mengikuti
seminar atau workshop ada juga pelatihan yang berasal dari dinas,
pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi kepada guru.
Selain memberikan reward kepala sekolah juga memperhatikan keadaan
saran dan prasarana sekolah, salah satu perbaikan yang dilakukan salah
satunya memberikan fasilitas AC diruang guru untuk memberikan
kenyamanan ketika guru melaksanakan tugas dan kewajibannya. 56
d. Pemberian Keputusan Dilakukan dengan Jalan Musyawarah dan
Kesepakatan Bersama
56
Wawancara dengan Ibu Dian Rostikawati, SE. Wakil Kepala Sekolah Bid. Kurikulum.
Tanggal 15 Oktober 2015
58
Menurut kepala sekolah evaluasi rutin dilakukan untuk membahas
program-program sekolah maupun pemecahan dari berbagai persoalan
yang ada di sekolah. Evaluasi formal dilakukan sebulan sekali, evaluasi
dilakukan pada minggu ketiga disetiap bulannya, hal-hal yang dibahas
dalam evaluasi bulanan biasanya masalah evaluasi program dibulan lalu
dan program yang belum dilaksanakan. Evaluasi non formal biasanya
dilakukan saat upacara bendera ketika kepala sekolah diberikan
kesempatan memberikan amanat atau nasihat. Hal yang disampaikan
menekankan pada disiplin ketepatan dalam kehadiran siswa dikelas
serta kerapihan busana siswa. Kepala sekolah pun akan menegur guru
yang kurang disiplin dalam hal kehadiran serta kerapihannya. Namun
dilakukan dengan cara pemanggilan guru secara personal. 57
Pendapat yang dikemukakan oleh wakil kepala sekolah,
bahwasannya
kepala
sekolah
tidak
dapat
menjalankan
semua
kegiatannya tanpa adanya bantuan serta kerjasama yang baik dengan
wakil kepala sekolah maupun para guru yang dipercaya sesuai dengan
bidangnya. Dengan adanya evaluasi dari kepala sekolah terhadap guru
yakni, dapat mengetahui kesulitan apa yang dialami oleh guru serta
mengetahui program-program sekolah yang belum berjalan. 58
Jika dilihat dari pernyataan diatas, langkah-langkah yang
dilakukan oleh kepala sekolah SMK Islamiyah Ciputat sebagai
pemimpin pendidikan sudah melakukan tugasnya dengan baik. Kepala
sekolah adalah orang yang sangat menentukan dalam berjalannya suatu
kegiatan organisasi sekolah sesuai dengan rel yang diharapkan, peran
dan tanggung jawabnya sangatlah berat, untuk itu diperlukan kerjasama
dengan stekholder-stekholder yang terlibat dalam dunia pendidikan,
agar mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.
57
Wawancara dengan Bapak Mulyono, M.Pd. kepala sekolah SMK Islamiyah Ciputat.
Tanggal 23 Oktober 2015
58
Wawancara dengan Ibu Dian Rostikawati, SE. Wakil Kepala Sekolah Bid. Kurikulum.
Tanggal 15 Oktober 2015
59
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dengan acuan teori
yang ada, kepemimpinan kepala sekolah yang dijalankan oleh bapak
Mulyono sudah berjalan dengan baik. Proses pelaksanaan tugas serta
kewajibannya sebagai pemimpin pendidikan sangat memperhatikan
kesejahteraan seluruh warga sekolah.
Karena sumber daya yang
berkualitas dan berkompenten sangat mempengaruhi keberhasilan
sekolah dalam proses pengajaran.
Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin pendidikan
sangat diperhatikan pemberian reward dan punishment baik berupa
kompensasi, pembinaan serta pelatihan guru, hingga mutasi kerja bagi
pendidik yang dianggap tidak lagi melaksanakan kewajibannya sebagai
pendidik.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya kepala sekolah dalam
memberikan pelayanan serta motivasi kepada seluruh warga sekolah.
Seperti pernyataan E. Mulyasa dalam buku pengembangan dan
implementasi kurikulum 2013 bahwa Kepemimpinan kepala sekolah
merupakan salah satu faktor penentu yang dapat menggerakkan semua
sumber daya sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan, dan
sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara
terencana dan bertahap. 59
3.
Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Kurikulum 2013 Di SMK
Islamiyah
Bapak Mulyono menuturkan beberapa upaya dilakukan kepala
sekolah dalam menyukseskan implementasi kurikulum 2013 di SMK
Islamiyah antara lain sebagai berikut:
a. Mengikuti
Program
Pendidikan
Dan
Pelatihan
Implementasi
Kurikulum 2013
59
E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013 (Bandung: Rosda
Karya, 2014). Cet.4 h. 39-40
60
Menurut kepala sekolahsalah satu strategi untuk memahami
Kurikulum 2013, yaitu melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
Implementasi Kurikulum 2013 yang diperuntukkan bagi Kepala
Sekolah dan Pengawas Sekolah. Dengan adanya diklat Implementasi
Kurikulum 2013 menjadi langkah awal yang sangat penting untuk
mempercepat
pemahaman
dan
keterampilan
dalam
mengimplementasikan kurikulum tersebut. 60
Menurut Wakasek Bidang Kurikulum adanya program pelatihan
dari pemerintah yang berkenaan dengan K.13. Misalnya beberapa
perwakilan guru yang dikirim untuk mengikuti pelatihan implementasi
k.13 di daerah Anyer.
Hal ini dilakukan untuk tambahan
pengetahuannya dan pemahamannya dalam penerapan kurikulum
2013 di sekolah.
Ini membuktikan bahwa kepala sekolah
memperhatikan kualitas SDM di sekolah. Program ini mendapatkan
dukungan penuh dari kepala sekolah untuk menjadikan sekolah yang
lebih baik dan berkualitas. 61
Menurut guru B. Inggris dan tata boga, program pelatihan serta
sosialisasi yang di lakukan sekolah untuk pemahaman kurikulum 2013
sangat membantu para guru untuk mempermudah pada saat kegiatan
pembelajaran di kelas.
Implementasi kurikulum 2013 merupakan
langkah strategis dalam menghadapi globalisasi dan tuntutan
masyarakat Indonesia masa depan. Misalnya pada waktu pelatihan di
luar sekolah, kami banyak mendapatkan pelajaran dan pemahaman
bagaimana menerapkan konsep kurikulum 2013 kepada peserta
didik. 62
60
Wawancara dengan Bapak Mulyono, M.Pd. kepala sekolah SMK Islamiyah Ciputat.
Tanggal 02 November 2015.
61
Wawancara dengan Ibu Dian Rostikawati, SE. Wakil Kepala Sekolah Bid. Kurikulum.
Tanggal 06 November 2015.
62
Wawancara dengan guru B. Inggris dan Tata boga SMK islamiyah Ciputat. Tanggal 15
Oktober 2015
61
b. Program Pendampingan Serta Pelatihan implementasi Kurikulum
2013 Yang Diperuntukkan Untuk Para Guru
Program pendampingan ini dilakukan sebagai penguatan dalam
memahami konsep kurikulum 2013 berikut perubahannya di lapangan
serta untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang muncul pada
saat implementasi kurikulum tersebut di sekolah.
Tujuan umum
Program Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 adalah untuk
menjamin terlaksananya implementasi Kurikulum 2013 secara efektif
dan efisien di sekolah serta memberikan solusi dalam menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi saat implementasi kurikulum 2013.
Program pendampingan ini dilakukan oleh pengawas sekolah, kepala
sekolah, dan guru inti yang telah mengikuti diklat implementasi
kurikulum 2013 kepada kepala sekolah dan guru sasaran pada tingkat
satuan pendidikan dalam mengiplementasikankurikulum 2013 melalui
kegiatan pemantauan, konsultasi, penyampaian informasi, modeling,
mentoring, dan ekstrakulikuler.
Kegiatan
pendampingan
implementasi
kurikulum
2013
difokuskan pada fasilitas penerapan kurikulum 2013 oleh kepala
sekolah dan guru di satuan pendidikannya.
Secara rinci materi pendampingan yang dilakukan kepala sekolah
terhadap guru adalah sebagai berikut :
1. Penguasaan konsep pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum
2013, yang mencakup kajian dan diskusi tentang alasan/rasioanl
dikembangkannya dan diberlakukannya kurikulum 2013 serta
elemen perubahan kurikulum berdasarkan SKL, KI dan KD.
Aspek penting berkenaan dengan konsep pembelajaran ini adalah
adanya perubahan mindset dan esensi kurikulum 2013.
2.
Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai
dengan silabus yang telah disusun Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan dan pendekatan strategi pembelajaran di masingmasing jenis dan jenjang pendidikan.
62
3.
Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan karakteristik jenis dan
jenjang pendidikan.
4.
Pelaksanaan penilaian sesuai dengan kebutuhan dan kaidahkaidah penilaian authentic assesment, penggunaan penilaian
acuan kriteria, dan portofolio.
Disamping
materi
pendampingan
diatas,
pelaksanaan
pendampingan juga diarahkan pada upaya menghimpun berbagai
kendala dan alternatif pemecahan masalah dari implementasi
kurikulum dimasing-masing satuan pendidikan. 63
Menurut
Wakasek
Bidang
Kurikulum,
kurikulum
2013
menerapkan kegiatan 5M (mengamati, menanya, melihat, menalar,
dan mencipta) dalam kegiatan pembelajaran.
Pada Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) guru menggunakan metode
ceramah ketika kegiatan pembelajaran.
Sehingga pembelajaran
berpusat pada guru. Dalam kurikulum 2013pembelajaran berpusat
pada siswa dan kontekstual (siswa aktif dan kompenten),dengan
motode pembelajaran yang lebih bervariasi. Guru hanya sebagai
fasilitator ketika kegiatan pembelajaran.
Kegiatan ekstrakulikuler
yang selama ini diselenggarakan sekolah merupakan salah satu media
yang potensial untuk pembinaan karakter dan peningkatan mutu
akademik peserta didik. Kegiatan ekstrakulikuler merupakan kegiatan
pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan
peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat
mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh
pendidik
yang
berwenang
di
sekolah.
Melalui
kegiatan
ekstrakulikuler diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dan
rasa tanggung jawab sosial, serta potensi dan prestasi peserta didik.
Hal ini sesuai dengan 18 nilai yang harus dikembangkan sekolah
dalam menentukan keberhasilan pendidikan karakter, yaitu (1)
63
Arsip Kepala Sekolah, “Program Pemdampingan Kurikulum 2013”.
63
religius, (2) jujur, (3) toleransi, (4) disiplin, (5) kerja keras, (6) kreatif,
(7) mandiri, (8) demokratis, (9) rasa ingin tahu, (10) semangat
kebangsaan, (11) cinta tanah air, (12) menghargai sesama, (13)
bersahabat/komunikatif, (14) cinta damai, (15) gemar membaca, (16)
peduli lingkungan, (17) peduli sosial, (18) bertanggung jawab.
Pendidikan karakterdalam kurikulum 2013 terdapat pada penilaian
sikap peserta didik, dapat diintegrasikan dalam pembelajaran setiap
mata pelajaran.Materi pembelajaran yang berkaitan dengan normanorma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan
dan dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. 64
Berikut ini merupakan contoh penerapan pendidikan karakter
pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan kelas XI PM I SMK
Semester 1 dan 2.
Tabel 4.6
Standar Kompetensi (SK)
Kompetensi Dasar (KD)
Penerapan karakter/sikap
Kasus Pelanggaran Hak
dan Pengingkaran
Kewajiban Warga Negara
a. Menganalisis
kasus
pelanggaran hak dan
pengingkaran
kewajiban
warga negara
1.1
Menjelaskan makna a. Religius
hak warga negara
Siswa saling menghormati antar
umat beragama.Sebelum memulai
sebagai
pelajaran
hendaknya
berdoa
bersama agar diberikan kemudahan
dan kelancaran oleh Allah SWT.
Hidup
berdamping-dampingan
sebagai rasa syukur kepada Allah
yang
menciptakan
Bahwasannya
64
makhluknya.
manusia
Wawancara dengan Ibu Dian Rostikawati, SE. Wakil Kepala Sekolah Bid. Kurikulum.
Tanggal 06 November 2015.
adalah
64
makhluk
sosial
yang
saling
bergantung satu sama lain. Sebagai
pelajar siswa harus sama-sama
memperjuangkan
kemerdekaan
Indonesia dengan tidak membedabedakan agama, suku dan budaya.
1.2
b. Cinta tanah Air
Menjelaskan
kewajiban
warga
negara
Siwa melaksanakan
sebagai
warga
mematuhi
kewajiban
negara
UUD
Pancasila.Kewajiban
yang
dan
warga
negara adalah tindakan atau
perbuatan yang harus dilakukan
oleh
seorang
sebagaimana
ketentuan
di
warga
negara
atur
dalam
perundangundangan
yang berlaku.
1.3
Menguraikan
dan
hak
kewajiban
warga negara
c. Toleransi
Siswa saling tolong-menolong
antar sesama dalam kebaikan,
serta mendapatkan haknya dan
menjalankan
kewajibannya
sebagai
negara
warga
yang
patuh.
d. Mandiri
Sebagai pelajar, siswa dapat
menerima
haknya
menjalankan
dalam
serta
kewajibannya
kehidupan
sehari-
hari.Siswa mampu mengerjakan
tugasnya sendiri tanpa bantuan
65
dari temannya.
Menatap
Tantangan
Integrasi Nasional
2. Menganalisis praktik 2.1 Menjelaskan strategi
perlindungan
dan
untuk
mengatasi
penegakan
hukum
dalam
masyarakat
berbagai
ancaman
untuk
menjamin
dalam
membangun
keadilan
dan
kedamaian
integrasi nasional
a. Kreatif
Siswa
dapat
membentuk
kelompok dan mendiskuskikan
bagaiman
membuat
strategi
untuk
menghadapi
ancaman
dalam
membangun
integrasi
nasional.
Masing-masing
kelompok
diharuskan
menampilkan
drama
pertunjukan untuk memerankan
bagaimana
para
pejuang
mempertahankan kemerdekaan
pada saat Indonesia di jajah oleh
Belanda dan Jepang.
b. Bersahabat/Komunikatif
Siswa
dapat
menyampaikan
bebas
pendapatnya
dengan teman sekelompoknya
terkait
materi
diskusi
yang
sedang dibahas bersama. Saling
memberikan
masukan
serta
informasi terkait materi yang
diajarkan.
2.2 Siswa
dapat
menjelaskan
dalam
c. Semangat Kebangsaan
strategi
Siswa dapat memupuk rasa
mengatasi
nasionalisme dengan mengenal
ancaman militer
para pahlawan negara yang telah
berjuang
untuk
kemerdekaan
66
Indonesia.
d. Disiplin
Siswa mengerjakan tugas yang
diberikan guru dengan tepat
waktu. Siswa selalu tepat waktu
masuk
kelas
dan
berdoa
sebelum pelajaran dimulai.
2.3 Siswa
dapat
menjelaskan
dalam
e. Rasa Ingin Tau
strategi
Siswa mencari tau lewat media
mengatasi
buku atau internet peristiwa
ancaman non militer
yang
terjadi
pada
zaman
penjajahan bagaimana strategi
bangsa
Indonesia
untuk
mengalahkan para penjajah.
Mata Pelajaran Pendidikan Kewirausahaan Kelas XI PMI Semester 2
Dinamika
Kehidupan
Bernegara dalam Konteks
Geopolitik Indonesia
3. Menganalisis
perkembangan
demokrasi
dalam
kehidupan
bermasyarakat,
berbangsa
bernegara
dan
3.1 Siswa
dapat a. Kerja Keras
menjelaskan konsep
Siswa dapat belajar dengan
NKRI menurut UUD
Republik Indonesia tekun dan bersungguh-sungguh
Tahun 1945
agar konsep NKRI benar-benar
difahami sesuai dengan UUD
dan pancasila.
3.2 Siswa
dapat b. Jujur
menyebutkan
Siswa mengakui dengan jujur
keunggulan Negara
Kesatuan
Republik bahwa sesungguhnya tanpa para
Indonesia
pejuang tidak akan mungkin
Indonesia
merdeka
mempertahankan NKRI.
dan
67
c. Peduli Lingkungan
Menunjukkan sikap sebagai bagian
dari
solusi
atas
permasalahan
berbagai
bangsa
dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial.
Ikut serta
menjaga
lingkungan
kebersihan
sekitar dengan membuang sampah
pada tempatnya.
3.3 Siswa
dapat
d. Demokratis
menjelaskan
kehidupan bernegara Siswa dapat berdiskusi dengan
dalam konsep NKRI
teman kelompoknya terkait materi
Kehidupan
bernegara
konteks NKRI.
dalam
Masing-masing
kelompok memaparkan pendapat
serta menjelaskan hasil diskusinya.
e. Cinta Damai
Siswa dapat menjaga persaudaraan
dengan siswa lainnya dengan saling
menghargai setiap pendapat. Tidak
membuat keributan didalam kelas
ketika
KBM
maupun
kegiatan
ekstrakulikuler di luar kelas.
4.1 Siswa
Budaya Politik
4.
Menganalisis
menjelaskan
macam-macam
pengertian
budaya
Indonesia
politik
di
politik
dapat a. Gemar Membaca
Siswa dapat membaca tentang
budaya buku-buku
yang
berkaitan
dengan budaya politik.
b. Peduli Sosial
Siswa ikut serta untuk memilih
pemimpin,
baik
pemimpin
negara maupun pemimpin osis
68
di lingkungan sekolah.Hal ini
sebagai bentuk kewajibannya
sebagai
warga
negara
yang
peduli sosial.
4.2 Siswa
menjelaskan
dapat c. Menghargai Prestasi
Siswa dapat menghargai hasil
mekanisme sosialisasi nilai dari setiap tugas yang
budaya politik
diberikan guru dalam jangka
waktu yang telah ditentukan.
4.3 Siswa
menjelaskan
dapat c. Tanggung Jawab
agen- Siswa dapat mengerjakan tugas
agen sosialisasi dalam yang diberikan guru dengan
budaya politik
tepat waktu. Siswa diharapkan
mematuhi disiplin di sekolah.
Demikian hasil konsep penerapan pendidikan karakter pada mata pelajaran
Pendidikan Kewirausahaan yang diajarkan dikelas XI PM I di SMK
Islamiyah Ciputat. Konsep ini diharapkan dapat memberikan kemudahan
bagi guru bidang studi dalam pengembangan karakter siswa di kelas.
Implementasi kurikulum 2013 merupakan langkah strategis dalam
menghadapi globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia masa depan. Titik
tekan pengembangan kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir,
penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi,
penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat
menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan.
Pengembanagan kurikulum menjadi amat penting sejalan dengan kontinuitas
kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya serta perubahan
masyarakat pada tataran lokal, nasional, regional, dan global di masa depan. 65
65
Arsip guru, “Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013nTahun 2015”.
69
Menurut Bapak Amrullah, pada penerapan kurikulum 2013 di kelas guru
tidak terlalu banyak untuk menjelaskan pelajaran, namun guru dan siswa
berperan aktif pada saat kegiatan pembelajaran. Titik tekannya pada setiap
situasi peserta didik harus lebih aktif, karena siswa diberikan kebebasan
untuk mengeksplorasi pengetahuannya ketika pembelajaran berlangsung.
Namun tetap pada pengawasan guru, apabila terjadi kesalahan oleh siswa
guru harus dapat langsung memperbaikinya. 66
4.
Kurikulum 2013 berbasis kompetensi
Seluruh isi kurikulum pada dasarnya sama, hanya namanya saja yang
berbeda dan pada pengembangannya. Dalam penjabaran pembelajarannya
pun ada yang berbeda namun tidak terlalu berbeda dengan kurikulum
sebelumnya.
Guru lebih banyak diam untuk mengamati anak dalam
bereksplorasi dari perencanaan yang sudah dia buat. 67Mengingat pendidikan
idealnya proses sepanjang hayat, maka lulusan atau keluaran dari suatu proses
pendidikan tertentu harus dipastikan memiliki kompetensi yang diperlukan
untuk melanjutkan pendidikannya secara mandiri sehingga esensi tujuan
pendidikan dapat dicapai.
Dalam teori manajemen, sebagai sistem perencanaan pembelajaran yang
baik, kurikulum harus mencakup empat hal. Pertama, hasil akhir pendidikan
yang harus dicapai peserta didik (keluaran), dan dirumuskan sebagai
kompetensi lulusan. Kedua, kandungan materi yang harus diajarkan kepada,
dan dipelajari oleh peserta didik (masukan/standar isi), dalam usaha
membentuk kompetensi lulusan yang diinginkan.
Ketiga, pelaksanaan
pembelajaran (proses, termasuk metodologi pembelajaran sebagai bagian dari
standar proses) supaya ketiga kompetensi yang diinginkan terbentuk pada
peserta didik. Keempat, penilaian kesesuaian proses dan ketercapaian tujuan
66
Wawancara dengan Bapak Amrullah, SE. Wakasek bidang Humas SMK dan guru
Administrasi Perkantoran SMK Islamiyah Ciputat. Tanggal 5 Oktober 2015
67
Wawancara dengan Ibu Dian Rostikawati, SE. Wakil Kepala Sekolah Bid. Kurikulum.
Tanggal 06 November 2015.
70
pembelajaran sedini mungkin untuk memastikan bahwa masukan, proses, dan
keluaran tersebut sesuai dengan rencana.
Sejalan dengan UU, kompetensi inti ibarat anak tangga yang harus
ditapak peserta didik untuk sampai pada kompetensi lulusan jenjang satuan
pendidikan. Kompetensi inti meningkat seiring meningkatnya usia peserta
didik yang dinyatakan dengan meningkatnya kelas. Ibaratnya, kompetensi
inti merupakan pengikat kompetensi-kompetensi yang harus dihasilkan dalam
mempelajari setip mata pelajaran.
Uraian kompetensi dasar ini adalah untuk memastikan capaian
pembelajaran tidak berhenti sampai pengetahuan saja, melainkan harus
berlanjut ke keterampilan, dan bermuara pada sikap.
Kompetensi dasar
dalam kompetensi inti sebagai pegangan bagi peserta didik, bahwa dalam
mengajarkan mata pelajaran tersebut ada pesan-pesan sosial dan spiritual
yang terkandung dalam materinya. 68
Kunci sukses yang menentukan keberhasilan implementasi kurikulum
2013
adalah
kepemimpinan
kepala
sekolah,
terutama
dalam
mengoordinasikan, menggerakkan dan meyelaraskan semua sumber daya
pendidikan yang tersedia.
Kepala sekolah SMK Islamiyah dalam
menjalankan peran serta fungsinya sebagai pemimpin pendidikan sudah
mengimplementasikan kurikulum 2013 kepada para guru dengan baik. Hal
ini dibuktikan dengan adanya sosialisasi kurikulum 2013 serta program
pendampingan kurikulum 2013 oleh kepala sekolah untuk para guru.
Diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para guru dalam proses
pembelajaran di kelas.
68
Arsip Kepala Sekolah, “Program Pemdampingan Kurikulum 2013”.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai peran kepala
sekolah dalam implementasi kurikulum 2013 di SMK Islamiyah Ciputat
dapat disimpulkan bahwa:
1. Penjelasan kepala sekolah tentang kurikulum 2013 kepada para guru
kurang maksimal, dikarenakan beberapa materi pelajaran yangdiajar
para guru tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
2. Kepala sekolah telah melakukan monitoring dan evaluasi secara
optimal kepada para guru, dengan cara penilaian kinerja guru
secaralangsung maupun tidak langsung.
3. Guru telah memanfaatkan waktu mengajar dengan efektif, terbukti
dengan disiplin kehadiran guru yang tepat waktu sebelum KBM
dimulai.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis mengajukan saran-saran yang
mungkin bermanfaat bagi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu
pendidikan sebagai berikut :
72
73
1. Untuk meningkatkan profesionalisme guru, kepala sekolah hendaknya
memberikan pelatihan/diklat terkait pemahaman kurikulum 2013 secara
merata kepada seluruh guru. Agar tercapainnya tujuan pendidikan.
2. Sebagai pemimpin pendidikan kepala sekolah diharapkan menjadi teladan
yang baik, serta lebih sering bermusyawarah dengan guru dalam
mengambil keputusan yang berat terhadap siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Akif.
Kepemimpinan Transformasional Berkeadilan Gender, Yogyakarta:
Samudra Biru, 2015.
Arifin, Zainal. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum, Bandung: Rosda
Karya, 2011.
Daryanto. Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013 Yogyakarta: Gava
Media, 2014.
-----. Siap Menyongsong Kurikulum 2013, Yogyakarta: Gava Media, 2014.
Emzir. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif Dan Kualitatif, Jakarta:
Raja Grafindo, 2008.
Engkoswara. Administasi Pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2012.
Hamalik, Oemar.
Dasar Dasar Pengembangan Kurikulum, Bandung: Rosda
Karya, 2013.
Hasibuan, Lias. Kurikulum dan Pemikiran Pendidikan, Jakarta: Gaung Persada,
2010.
Hidayat, Ara. Pengelolaan Pendidikan; Konsep, Prinsip, dan Aplikasi dalam
Mengelola Sekolah/Madrasah, Bandung: Kaukaba, 2012.
James. Kualitas Kepala Sekolah yang Efektif, Jakarta: Tim Indeks, 2013.
Kurniasih, Imas., dan Sani, Berlin. Implementasi Kurikulum 2013 Konsep &
Penerapan, Surabaya: Kata Pena, 2014.
------. Sukses Mengimplementasikan Kurikulum 2013 Memahami Berbagai Aspek
dalam Kurikulum 2013, Surabaya: Kata Pena, 2014.
Lazaruth, Soewadji.
Kepala Sekolah dan Tanggung Jawabnya, Yogyakarta:
Kanisius, 1994.
Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja
Moleong, J. Lexy.
Rosdakarya, 2009.
Muhaimin. Manajemen Pendidikan, Jakarta: Kencana, 2012.
Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, Bandung:
Mulyasa, E.
Rosda Karya, 2014.
-----. Menjadi Kepala Sekolah Profesional, Bandung : Rosda Karya, 2007.
Rivai, Veithzal., dan Murni, Sylviana. Education Management; Analisis Teori
dan Praktik, Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2009.
Sagala, Syaiful.
Administrasi Pendidikan Kontemporer, Bandung: Alfabeta,
2013.
Sanjaya, Wina. Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Kencana, 2010.
Soebagio. Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta: Ardadizya Jaya,
Soetopo, Hendiyat dan Soemanto, Wasty.
2005.
Kepemimpinan dan Supervisi
Pendidikan, Jakarta: PT. Bina Aksara, 1988.
Sugiyono.
Metode Penelitian Kuantitatif
Kualitatif dan R&D, Bandung:
Alfabeta, 2011.
Suharsaputra, Uhar. Administrasi Pendidikan, Bandung: Refika Aditama, 2010.
Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Rosda
Karya, 2010.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta:
Balai Pustaka, 2007, Ed. III, Cet. 4.
Wahjosumidjo. Kepemimpinan Kepala Sekolah, Jakarta: Raja Grafindo, 2007.
Kumpulan Undang-undang & Peraturan Pemerintah RI Tentang Pendidikan No
20 Tahun 2003 Bab 2 pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, h. 8.
Arifin, Zainal. “Pembinaan dan Sosialisasi Kurikulum 2013 Bagi Kepala dan
Guru Madrasah”.
Makalah Disampaikan pada Seminar Sosialisasi
kepala sekolah dan guru madrasah.
Kementrian Agama Kota Tangsel,
13 Agustus 2015.
Pramita.
“Tangsel Milki Tim Pengembang Kurikulum”, Satelit News.
Tangerang, 12 Oktober 2015.
BERITA WAWANCARA
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013 DI SMK ISLAMIYAH CIPUTAT
UNTUK KEPALA SEKOLAH
Identitas Informan
Nama
: Mulyono, M.Pd
Hari/tanggal
: Jum’at/ 02 Oktober 2015
Tempat
: SMK Islamiyah Ciputat
Jabatan
: Kepala Sekolah
1.
Sejauh mana peran & fungsi bapak sebagai seorang Kepala Sekolah dalam
peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik ?
Jawaban : “Bapak memberikan kebebasan kepada seluruh guru untuk
mengeksplorasi kemampuannya baik didalam kelas maupun kegiatan diluar
kelas.”
2. Sebagai Supervisor, langkah apah saja yang sudah bapak lakukan, untuk
mencapai efektifitas pembelajaran ?
Jawaban : “Biasanya Bapak melakukan pengontrolan langsung ke kelas-kelas
untuk memastikn kehadiran guru dan kegiatan belajar mengajar.”
3. Apakah bapak melakukan pertemuan rutin dengan guru-guru untuk mencari
kendala atau permasalahan ?
Jawaban : “Ya, kami biasa melakukan pertemuan rutin/evaluasi setiap satu
bulan sekali dengan para guru untuk membahas profgram kegiatan baik yang
sudah berjalan maupun yang belum berjalan serta mengatasi berbagai kendala
yang ada di lingkungan sekolah.”
4. Apakah media pembelajaran sudah terpenuhi untuk kegiatan belajar &
mengajar ?
Jawaban : “Sejauh ini media untuk pembelajaran sudah terpenuhi
diantaranya, Lab. Pemasaran, Lab. Komputer, Lab. Tata Boga, dan infocus.”
5. Bagaimana peran bapak dalam menjalankan tugas sebagai seorang kepala
sekolah & sebagai teladan di Lingkungan Sekolah ?
Jawaban : “Bapak tidak memberikan jarak antara pimpinan dengan bawahan,
namun kadangkala saya juga harus bersikap tegas pada guru, staff maupun
para murid yang melanggar di lingkungan sekolah.”
6. Apakah Bapak terlibat pada setiap kegiatan di dalam maupun di luar sekolah ?
Jawaban : “Ya, namun terkadang bentrok dengan kegiatan saya di luar
sekolah, hal itu saya antisipasi dengan digantikan oleh wakil saya.”
7. Strategi apa saja yang Bapak berikan kepada para guru agar dapat menguasai
teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan materi ajar ?
Jawaban : “1. Hasil Nilai ujian dikumpulkan printout atau softcopy
2. Guru diharuskan membuat Rpp sebelum mengajar
3. Guru diharuskan mengajar menggunakan infocus
8.
Adakah pelatihan khusus untuk para guru-guru dalam penerapan dan
sosialisasi kurikulum 2013 ?
Jawaban : “Tentu ada, biasanya kami melakukan sosialisasi kurikulum 2013
mengundang narasumber dari luar atau mengirim beberapa perwakilan guru
untuk mengikuti pelatihan di luar sekolah.”
9. Bagaimana antusias para guru dalam mengukuti kegiatan pelatihan kurikulum
2013 ?
Jawaban : “Guru sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan
kurikulum 2013.
Selain untuk pemahaman guru pelatihan juga bertujuan
untuk menambah pengetahuan serta wawasan guru.”
10. Apakah kurikulum 2013 sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan
masyarakat ?
Jawaban : “Ya, kurikulum 2013 sangat dibutuhkan sebagai alat untuk
keberlangsungan dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter anak
didik.”
11. Apa saja kemudahan dan kesulitan bapak dalam mengimplementasi kurikulum
2013 kepada para guru ?
Jawaban : “Kemudahannya bagi guru yang sudah memahami sistem
informasi komputer sangat mudah untuk diarahkan. Namun sebaliknya, untuk
guru yang belum memahami butu waktu untuk memberikan arahan dan
pemahaman kurikulum 2013 secara teori.”
12. Bagaimana bapak menilai profesionalisme guru baik di daalam maupun di luar
kelas ?
Jawaban : “Proses penilaian dilakukan secara langsung di lapangan. Baik
penilaian sikap, perilaku, serta disiplin kehadiran dan pakaian.”
13. Bagaimana reaksi peserta didik dalam sistem pengajaran menggunakan
Kurikulum 2013 ?
Jawaban : “Ada sebagian siswa ada juga yang biasa saja. Dikarenakan siswa
dalam kurikulum 2013 siswa diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi ideide serta mencari tahu, namun ada juga yang terbiasa metode belajar yang
diberikan langsung olh guru.”
14. Apakah ada apresiasi/ reward untuk guru yang berprestasi ?
Jawaban : “Reward selalu diberikan kepada guru yang berprestasi, baik
secara finansial maupun kenaikan jabatan.”
15. Sejauh mana hubungan bapak dengan pemerintah tentang sosialisasi
kurikulum 2013, bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru-guru
dilingkungan sekolah ?
Jawaban : “Sekolah mengirim beberapa guru untuk mengikuti diklat
pelatihan kurikulum 2013 yang dilaksanakan dari pemerintah pusat.”
16. Dengan perkembangan zaman, kurikulum 2010 berubah menjadi kurikulum
2013. Bagaiman pendapat bapak terkait perubahan tersebut ?
Jawaban : “Setiap perubahan direspon positif.
Adapun yang perlu
diperhatikan oleh setiap guru terkait dengan perubahan tersebut ada pada
penilaian yang mencakup sikap, pengetahuan, serta ketrampilan sebagaimana
yang diterapkan pada system kurikulum 2013".
Jakarta, 02 Oktober 2015
Interviewee
Mulyono, M.Pd
Interviewer
Uswatun Khasanah
BERITA WAWANCARA
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013 DI SMK ISLAMIYAH CIPUTAT
UNTUK WAKASEK BIDANG KURIKULUM
Identitas Informan
Nama
: Dian Rostikawati, SE
Hari/tanggal
: Senin / 05 Oktober 2015
Tempat
: SMK Islamiyah Ciputat
Jabatan
: Wakasek Bid. Kurikulum
1. Bagaimana pendapat bapak/ ibu dengan kepemimpinan kepala sekolah ?
Jawaban : “Kepemimpinan kepala sekolah baik, berbagai kegiatan pun sudah
berjalan dengan baik”.
2. Bagaimana Peran kepala sekolah dalam memberikan arahan kepada guru terkait
tugas yang akan diberikan ?
Jawaban : “ Beliau sangat bijaksana dalam memberikan tugas, dan selalu
memberikan arahan sebelum melaksanakan kegiatan apapun di sekolah”.
3. Apakah ada pelatihan dari kepala sekolah kepada Bapak/ ibu, untuk menjadi guru
yang profesional sesuai dengan keahlian dibidangnya masing-masing ?
Jawaban : “Ada pelatihan khusus di lingkungan sekolah biasanya mengundang
narasumber untuk acara workshop atau dari satuan kerja sekolah seperti diknas”.
4. Seberapa sering kepala sekolah melakukan koordinasi pekerjaan dengan para guru
maupun staff ?
Jawaban : “ Sering sekali, kepala sekolah selalu melakukan koordinasi kepada
suluruh guru agar tidak terjadi kesalahan dalam bekerja maupun dalam kegiatan
belajar mengajar”.
5. Adakan reward/ apresiasi yang diberikan Kepala sekolah untuk guru yang
berprestasi ?
Jawaban : “Ada, dilakukan setiap evaluasi akhir bulan reward diberikan untuk
guru-guru yang berprestasi”.
6. Apakah kepala sekolah memberikan sanski bila bapak/ ibu melanggar atau tidak
sesuai dengan peraturan sekolah ?
Jawaban : “Tentu ada sanksi yang diberikan pertama teguran, kedua surat tertulis
kepada guru yang bersangkutan serta ada pertimbangan terlebih dahulu”.
7. Apakah kepala sekolah memberikan arahan kepada bapak/ ibu untuk memahami
tujuan pendidikan ?
Jawaban : “Untuk arahan biasanya Bapak Kepala sekolah memberikan arahan
kepada bagian kurikulum untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar untuk
mengarahkan sebagaimana mestinya. kepala sekolah disini bersikap demokratis
dan memberikan kesempatan kepada seluruh tenaga kependidikan untuk
mengembangkan potensinya secara optimal”.
8. Apakah kepala sekolah memberikan arahan dan bantuan bila Bapak/ibu
mengalami kesulitan dalam bertugas ?
Jawaban : “Arahan dan bimbingan dari kepala sekolah biasanya dilakukan saat
upacara bendera maupun setiap kegiatan di sekolah, namun setiap evaluasi
bulanan akan membahas berbagai permasalaha yang ada di lingkungan sekolah
maupun program kegiatan sekolah”.
9. Apakah Bapak/ Ibu mengajar sudah sesuai dengan bidang keahlian ?
Jawaban : “Guru-guru disini mengajar sesuai dengan bidangnya masingmasing”.
10. Apakah kepala sekolah selalu ikut serta dalam kegiatan disekolah ?
Jawaban : “Ya, kepala sekolah sebagai pemimpin selalu hadir pada setiap
kegiatan yang ada disekolah, namun terkadang jika ada kendala berhalangan hadir
digantikan oleh wakilnya”.
11. Apakah Bapak/ Ibu selalu ikut serta jika ada evaluasi bulanan ?
Jawaban : “Para guru maupun staff ikut serta ketika ada evaluasi bulanan, karena
membahas program kegiatan yang sudah berlangsung maupun yang belum
terlaksana. Serta pemecahan dari masalah yang ada di sekolah.”
12. Bagaimana tanggapan ibu tentang perubahan kurikulum KTSP ke Kurikulum
2013 ?
Jawaban : “Menurut saya kurikulum isinya sama hanya saja berbeda pada
pengembangannya, dalam penjabaran pembelajarannya juga berbeda.
Di
kurikulum 2013 siswa dituntut aktif serta diberikan kebebasan untuk
bereksplorasi”.
13. Apakah Bapak/ Ibu siap secara keseluruhan dengan adanya perubahan
kurikulum tersebut ?
Jawaban : “Siap tidak siap ya harus siap, dikarenakan sudah ada sosialisasi di
sekolah kami tentang kurikulum 2013 dan sekolah kami pun di tunjuk sebagai
sekolah swasta percontohan yang menggunakan kurikulum 2013 di Kota
Tngerang Selatan ini”.
14. Apakah kepala sekolah memperhatikan kesulitan yang dihadapi para guru dalam
kegiatan mengajar ?
Jawaban : “Kepala sekolah selalu menilai serta memperhatikan kendala yang
dihadapi oleh para guru maupun staff di sekolah, guru diberikan kebebasan untuk
mengungkapkan pendapat maupun masalah yang dihadapi ketika rapat evaluasi
bulanan.Secara tidak langsung memperhatikan”.
15. Adakah kendala mengajar bagi Bapak/ibu dalam menyesuaikan kurikulum baru
ini ?
Jawaban : “Ada beberapa kendala, namun sering adanya pelatihan sosialisasi
kurikulum 2013 ini untuk para guru maupun kepala sekolah, karena
membutuhkan proses untuk pemahaman kurikulum 2013.
Agar dalam
pelaksanaannya tidak ada kesulitan maupun hambatan saat proses pembelajaran di
kelas”.
16. Dengan perkembangan zaman, kurikulum 2010 berubah menjadi kurikulum
2013. Bagaiman pendapat bapak terkait perubahan tersebut ?
Jawaban : “Adanya perubahan kurikulum tidak merubah secara keseluruhan,
namun adanya perbaikan serta inovasi dari kurikulum 2013 ini. Adapun yang
perlu diperhatikan oleh setiap guru terkait dengan perubahan tersebut ada pada
penilaian yang mencakup sikap, pengetahuan, serta ketrampilan sebagaimana
yang diterapkan pada system kurikulum 2013".
Jakarta, 05 Oktober 2015
Interviewee
Dian Rostikawati, SE
Interviewer
Uswatun Khasanah
BERITA WAWANCARA
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013 DI SMK ISLAMIYAH CIPUTAT
UNTUK GURU
Identitas Informan
Nama
: Amrullah, SE
Hari/tanggal
: Senin / 05 Oktober 2015
Tempat
: SMK Islamiyah Ciputat
Jabatan
: Wakasek Bid. Humas & Guru Administrasi
Perkantoran
1. Bagaimana pendapat bapak/ ibu dengan kepemimpinan kepala sekolah ?
Jawaban : “Kepala Sekolah menjalankan kepemimpinannya dengan gaya
demokratis, tidak ada batasan ataupun jarak dengan bawahannya”.
2. Bagaimana Peran kepala sekolah dalam memberikan arahan kepada guru terkait
tugas yang akan diberikan ?
Jawaban : “Kepala sekolah selalu memberikan arahan-arahan, nasihat serta
pelatihan dan seminar kepada guru-guru agar dapat meningkatkan kinerjanya
dalam proses pembelajaran”.
3. Apakah ada pelatihan dari kepala sekolah kepada Bapak/ ibu, untuk menjadi guru
yang profesional sesuai dengan keahlian dibidangnya masing-masing ?
Jawaban : “Pelatihan untuk para guru sering dilaksanakan untuk para guru,
misalnya beberapa guru dikirim untuk mengikuti program Diklat di luar sekolah,
hal ini bertujuan untuk menambah wawasan para guru”.
4. Seberapa sering kepala sekolah melakukan koordinasi pekerjaan dengan para guru
maupun staff ?
Jawaban : “ Sering sekali, kepala sekolah selalu melakukan koordinasi kepada
suluruh guru agar dapat mengevaluasi kinerja para guru maupun staff,
memperbaiki kesalahan maupun kelemahan yang telah dibuat oleh para guru
maupun staff. Hal ini dilakukan agar selanjutnya tidak terjadi kesalahan dalam
bertugas”.
5. Adakan reward/ apresiasi yang diberikan Kepala sekolah untuk guru yang
berprestasi ?
Jawaban : “Ada, dilakukan setiap evaluasi akhir bulan reward diberikan untuk
guru-guru yang berprestasi. Bisa berupa finansial maupun kenaikan golongan”.
6. Apakah kepala sekolah memberikan sanski bila bapak/ ibu melanggar atau tidak
sesuai dengan peraturan sekolah ?
Jawaban : “Tentu ada sanksi yang diberikan untuk para guru berupa teguran,
apabila kesalahannya fatal maka sanki yang diberikan yaitu diberhentikan oleh
sekolah”.
7. Apakah kepala sekolah memberikan arahan kepada bapak/ ibu untuk memahami
tujuan pendidikan ?
Jawaban : “Arahannya berupa peran serta tanggung jawab kami sebagai guru
harus dilaksanakan dengan baik, karena ini adalah amanah yang diberikan”.
8. Apakah kepala sekolah memberikan arahan dan bantuan bila Bapak/ibu
mengalami kesulitan dalam bertugas ?
Jawaban : “Arahan dan bimbingan dari kepala sekolah biasanya dilakukan saat
upacara bendera maupun setiap kegiatan di sekolah, namun setiap evaluasi
bulanan akan membahas berbagai permasalahan yang ada di lingkungan sekolah
maupun program kegiatan sekolah”.
9. Apakah Bapak/ Ibu mengajar sudah sesuai dengan bidang keahlian ?
Jawaban : “Ya, guru-guru disini mengajar sesuai dengan bidang keahliannya.
Sebelum mengajar biasanya guru diberi pelatihan berupa mengikuti kegiatan
waorkshop ataupun seminar”.
10. Apakah kepala sekolah selalu ikut serta dalam kegiatan disekolah ?
Jawaban : “Ya, kepala sekolah sebagai pemimpin selalu hadir pada setiap
kegiatan yang ada disekolah, namun terkadang jika ada kendala berhalangan hadir
digantikan oleh wakilnya”.
11. Apakah Bapak selalu ikut serta jika ada evaluasi bulanan ?
Jawaban : “Para guru maupun staff ikut serta ketika ada evaluasi bulanan,
karena membahas program kegiatan yang sudah berlangsung maupun yang belum
terlaksana. Serta pemecahan dari masalah yang ada di sekolah.”
12. Bagaimana tanggapan Bapak tentang perubahan kurikulum KTSP ke Kurikulum
2013 ?
Jawaban : “Perubahan kurikulum tidak menuntut kami untuk merubah segalanya,
hanya saja ada beberapa pembaharuan yang dapat menjadi acuan kami ketika
mengajar, karna dalam kurikulum ini siswalah yang berperan aktif ketika proses
pembelajaran”.
13. Apakah Bapak siap secara keseluruhan dengan adanya perubahan kurikulum
tersebut ?
Jawaban : “Secara keseluruhan kami siap dengan adanya perubahan, namun
terkadang ada beberapa kendala, namun itu semua tidak menjadi hambatan ketika
mengajar. Dikarenakan sudah ada sosialisasi di sekolah kami tentang kurikulum
2013 dan sekolah kami pun di tunjuk sebagai sekolah swasta percontohan yang
menggunakan kurikulum 2013 di Kota Tngerang Selatan ini”.
14. Apakah kepala sekolah memperhatikan kesulitan yang dihadapi para guru dalam
kegiatan mengajar ?
Jawaban : “Apabila ada guru yang mengalami kendala ketika mengajar bisa
langsung dikonsultasikan kepada Kepala Sekolah, atau bisa mengungkapkan
masalah yang dihadapi ketika evaluasi bulanan, karena didalamnya kita
membahas permasalahan yang terjadi dan mencari solusi dari masalah tersebut”.
15. Adakah kendala mengajar bagi Bapak/ibu dalam menyesuaikan kurikulum baru
ini ?
Jawaban : “Tidak terlalu banyak kendala yang berarti, karena pemahaman
kurikulum 2013 membutuhkan proses. Namun sering adanya pelatihan sosialisasi
kurikulum 2013 ini untuk para guru maupun kepala sekolah, diharapkan dalam
pelaksanaannya tidak ada kesulitan maupun hambatan saat proses pembelajaran di
kelas”.
Jakarta, 05 Oktober 2015
Interviewee
Amrullah, SE
Interviewer
Uswatun Khasanah
BERITA WAWANCARA
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013 DI SMK ISLAMIYAH CIPUTAT
UNTUK GURU
Identitas Informan
Nama
: Anggi Pranata, S.Pd
Hari/tanggal
: Kamis / 15 Oktober 2015
Tempat
: SMK Islamiyah Ciputat
Jabatan
: Guru Bahasa Inggris
1. Bagaimana pendapat bapak dengan kepemimpinan kepala sekolah ?
Jawaban : “Kepemimpinan kepala sekolah sangat baik, karena kepala sekolah
tidak pernah mebeda-bedakan antar guru maupun membela sepihak saja. Tidak
ada jarak antara kepala sekolah dengan para guru maupun staff di sekolah”.
2. Bagaimana Peran kepala sekolah dalam memberikan arahan kepada guru terkait
tugas yang akan diberikan ?
Jawaban : “Arahan serta nasihat selalu diberikan kapanpun dan dimanapun,
setiap ada permasalahan selalu diselesaikan bersama, agar tidak ada percecokan.
Tugas yang diberikan pun sesuai dengan kemampuan dan porsinya masingmasing guru”.
3. Apakah ada pelatihan dari kepala sekolah kepada Bapak/ ibu, untuk menjadi guru
yang profesional sesuai dengan keahlian dibidangnya masing-masing ?
Jawaban : “Ya, saya sudah beberapa kali mengikuti pelatihan maupun seminar
baik yang di sekolah maupun di luar sekolah. Hal ini bertujuan untuk menambah
wawasan para guru”.
4. Seberapa sering kepala sekolah melakukan koordinasi pekerjaan dengan para guru
maupun staff ?
Jawaban : “ Sering sekali, kepala sekolah selalu melakukan koordinasi kepada
suluruh guru agar dapat mengevaluasi kinerja para guru maupun staff,
memperbaiki kesalahan maupun kelemahan yang telah dibuat oleh para guru
maupun staff. Hal ini dilakukan agar selanjutnya tidak terjadi kesalahan dalam
bertugas”.
5. Adakan reward/ apresiasi yang diberikan Kepala sekolah untuk guru yang
berprestasi ?
Jawaban : “Kepala sekolah sering memberikan reward kepada guru yang
berprestasi, misalnya dari kedisiplinan kehadiran guru. Reward yang diberikan
bisa berupa finansial maupun hadiah”.
6. Apakah kepala sekolah memberikan sanski bila bapak melanggar atau tidak sesuai
dengan peraturan sekolah ?
Jawaban : “Sanksi akan diberikan tegas oleh kepala sekolah tidak hanya kepada
guru ataupun staff saja, akan tetapi jika ada siswa yang melanggar pun akan
ditegur di tempat”.
7. Apakah kepala sekolah memberikan arahan kepada bapak/ ibu untuk memahami
tujuan pendidikan ?
Jawaban : “Sudah tentu kepala sekolah akan selalu memberikan arahan kepada
seluruh warga sekolah, misalnya pada saat upacara bendera, kegiatan sekolah
maupun pada saat evaluasi yang dilaksanakan setiap bulannya dengan para guru”.
8. Apakah kepala sekolah memberikan arahan dan bantuan bila Bapak/ibu
mengalami kesulitan dalam bertugas ?
Jawaban : “Guru yang menagalami kesulitan ketika mengajar dapat langsung
mengeluhkannya ke kepala sekolah, kepala sekolah akan memberikan beberapa
masukan untuk guru yang bersangkutan tentang hal apa saja yang harus diperbaiki
maupun untuk peningkatan kinerja guru”.
9. Apakah Bapak/ Ibu mengajar sudah sesuai dengan bidang keahlian ?
Jawaban : “Guru-guru disini mengajar sesuai dengan bidang dan keahliannya
masing-masing.
Jika ada guru yang berhalangan hadir harus ada yang
menggantikan kelasnya dan ada konfirmasi terlebih dahulu”.
10. Apakah kepala sekolah selalu ikut serta dalam kegiatan disekolah ?
Jawaban : “Setiap kegiatan di sekolah kepala sekolah selalu hadir. Karena beliau
orang yang memilki wewenang dalam setiap keputusan yang kebijakan yang
diberlakukan di sekolah”.
11. Apakah Bapak selalu ikut serta jika ada evaluasi bulanan ?
Jawaban : “Ya, evaluasi bulanan diadakan memang untuk para guru dan staff,
biasanya membahas permasalahan serta kendala yang terjadi di lingkungan
sekolah.”
12. Bagaimana tanggapan Bapak tentang perubahan kurikulum KTSP ke Kurikulum
2013 ?
Jawaban : “Perubahan kurikulum yang sekarang tidak terlalu signifikan, hanya
saja guru dituntut untuk mampu membuat siswa berperan aktif dalam kelas ketika
KBM. Dan itu sangat bagus untuk siswa dapat mengeksplorasi kemampuannya”.
13. Apakah Bapak siap secara keseluruhan dengan adanya perubahan kurikulum
tersebut ?
Jawaban : “Saya pribadi siap tidak siap, karena kita sebagai guru juga diberikan
sosialisasi untuk pemahaman kurikulum 2013 ini, jadi tidak terlalu sulit untuk
menjalankannya”.
14. Apakah kepala sekolah memperhatikan kesulitan yang dihadapi para guru dalam
kegiatan mengajar ?
Jawaban : “Apabila ada guru yang mengalami kendala ketika mengajar bisa
langsung dikonsultasikan kepada Kepala Sekolah, atau bisa mengungkapkan
masalah yang dihadapi ketika evaluasi bulanan, karena didalamnya kita
membahas permasalahan yang terjadi dan mencari solusi dari masalah tersebut”.
15. Adakah kendala mengajar bagi Bapak/ibu dalam menyesuaikan kurikulum baru
ini ?
Jawaban : “Kendalanya tidak terlalu banyak, hanya saja siswa dituntut untuk
mencari tahu sendiri guru pun seperti itu, jadi kita sama-sama belajar disini.
Suasana kelas jadi lebih hidup dan kondusif karena sering melakukan diskusi
maupun kerja kelompok bersama”.
Jakarta, 05 Oktober 2015
Interviewee
Anggi Pranata, S.Pd
Interviewer
Uswatun Khasanah
BERITA WAWANCARA
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013 DI SMK ISLAMIYAH CIPUTAT
UNTUK GURU
Identitas Informan
Nama
: Oom rahmawati, S.Pd
Hari/tanggal
: Kamis / 15 Oktober 2015
Tempat
: SMK Islamiyah Ciputat
Jabatan
: Guru Tata Boga
1. Bagaimana pendapat Ibu dengan kepemimpinan kepala sekolah ?
Jawaban : “Kepala Sekolah orang yang sangat bermasyarakat, tidak hanya
sebagai pemimpin beliau juga sebagai pengajar dan pendidik di sekolah. Setiap
kegiatan di sekolah selalu adanya kerja sama tim yang baik sehingga seluruh
program sekolah dapat terlaksana dengan baik”.
2. Bagaimana Peran kepala sekolah dalam memberikan arahan kepada guru terkait
tugas yang akan diberikan ?
Jawaban : “Guru di berikan kemudahan untuk memberikan pengajaran di kelas.
Namun kepala sekolah sering melibatkan guru untuk mengikuti berbagai pelatihan
untuk guru yang di adakan baik di dalam maupun di luar sekolah. Ini sangat
membantu bagi saya khususnya untuk mempermudah ketika mengajar”.
3. Apakah ada pelatihan dari kepala sekolah kepada Bapak/ ibu, untuk menjadi guru
yang profesional sesuai dengan keahlian dibidangnya masing-masing ?
Jawaban : “Ya, pelatihan yang di lakukan di luar sekolah untuk para guru
bermanfaat untuk kemudahan dalam kegiatan pembelajaran. Pada saat evaluasi
pun kepala sekolah sering memberikan motivasi serta arahan untuk para guru
terkait pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik”.
4. Seberapa sering kepala sekolah melakukan koordinasi pekerjaan dengan para guru
maupun staff ?
Jawaban : “Pada setiap kegiatan Bapak selalu melakukan koordinasi terlebih
dahulu dengan mengadakan rapat bersama para guru dan staff. Biasanya ini
dilakukan agar kegiatan berjalan sesuai dengan hasil yang sudah direncanakan”.
5. Adakan reward/ apresiasi yang diberikan Kepala sekolah untuk guru yang
berprestasi ?
Jawaban : “Ya, untuk guru yang sudah lama mengabdi maupun guru yang
berprestasi sering diberikan apresiasi dari Bapak, biasanya berupa finansial. Ini
dimaksudkan untuk menambah semangat para guru dalam mengajar”.
6. Apakah kepala sekolah memberikan sanski bila bapak melanggar atau tidak sesuai
dengan peraturan sekolah ?
Jawaban : “Biasanya berupa pemanggilan kepada guru yang bersangkutan untuk
ditanyakan permasalahannya. Apabila guru melakukan kesalahan yang fatal maka
kepala sekolah akan menyelesaikan bersama yayasan untuk menindak lebih lanjut,
namun sejauh ini belum ada guru yang melakukan kesalahan yang fatal, hanya
saja pada keterlambatan dalam kehadiran saja”.
7. Apakah kepala sekolah memberikan arahan kepada bapak/ ibu untuk memahami
tujuan pendidikan ?
Jawaban : “Pada setiap evalusi Bapak selalu memberikan nasihat maupun arahan
apa saja kendala yang terjadi di sekolah, guru pun diberikan kesempatan untuk
mengemukakan keluhannya terkait pembelajaran di kelas. Dalam forum ini akan
di bahas bersama pemecahan masalahnya dan solusinya”.
8. Apakah kepala sekolah memberikan arahan dan bantuan bila Bapak/ibu
mengalami kesulitan dalam bertugas ?
Jawaban : “kepala sekolah tidak memberikan batasan bagi para guru untuk
memberikan masukan maupun menyampaikan keluhannya yang dialami ketika di
dalam kelas maupun di luar kelas”.
9. Apakah Bapak/ Ibu mengajar sudah sesuai dengan bidang keahlian ?
Jawaban : “Sebelum menjadi tenaga pendidik di sekolah ini, adanya interview
terkait pelajaran yang akan di ajarkan. Jadi guru harus mengajar sesuai dengan
bidang dan keahliannya”.
10. Apakah kepala sekolah selalu ikut serta dalam kegiatan disekolah ?
Jawaban : “Setiap kegiatan yang ada di sekolah bapak ikut serta dalam
memberikan arahan serta nasihatnya.
Apabila bapak berhalangan hadir akan
diwakilkan dengan wakilnya”.
11. Apakah Bapak selalu ikut serta jika ada evaluasi bulanan ?
Jawaban : “Evaluasi bulanan memang harus dihadari untuk seluruh guru dan
staff. Karena jadwalnya sudah ditentukan setiap bulannya, jadi tidak diadakan
mendadak.”
12. Bagaimana tanggapan Bapak tentang perubahan kurikulum KTSP ke Kurikulum
2013 ?
Jawaban : “Setiap kurikulum sama saja, hanya saja metode yang diajarkan
berubah, sekarang guru hanya sebagai penyimak siswa yang berekplorasi. Jadi
kita sma-sama belajar di dalam kelas. Namun guru harus mampu menguasi setiap
materi yang akan diajarkan di kelas.
Karena siswa dituntut untuk bertanya
sebelum memulai pelajaran”.
13. Apakah Bapak siap secara keseluruhan dengan adanya perubahan kurikulum
tersebut ?
Jawaban : “Siap secara keseluruhannya, sebelum adanya perubahan kurikulum
guru sudah diantisipasi dengan adanya pelatihan dan sosialisasi untuk para guru,
semuanya juga butuh proses untuk pemahaman dan diharapkan pelaksanaannya
tidak banyak menghadapi kendala”.
14. Apakah kepala sekolah memperhatikan kesulitan yang dihadapi para guru dalam
kegiatan mengajar ?
Jawaban : “Bapak sering melakukan pengotrolan ketika KBM berlangsung,
apakah ada guru yang berhalangan hadir atau yang telat hadir ke kelas.
Pengotrolan sering di lihat dari absendi kehadiran guru”.
15. Adakah kendala mengajar bagi Bapak/ibu dalam menyesuaikan kurikulum baru
ini ?
Jawaban : “Saya mengajar menyesuaikan siswa, bagaimana siswa bisa senang
dengan saya dan bisa menerima yang saya ajarkan. Jika mereka bisa menghargai
saya maka saya pun ketika memberikan pengajaran tidak banyak menghadapi
kendala, karena saya bisa memahami karakter mereka masing-masing”.
Jakarta, 15 Oktober 2015
Interviewee
Oom Rahmawati, S.Pd
Interviewer
Uswatun Khasanah
BIODATA PENULIS
Uswatun Khasanah, lahir di Tangerang, 23 Januari
1993.Anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan
Zaenal
Arifin
dan
Titi
Suniti.
Mengawali
jenjang
pendidikannya di TK Islam Nurul Iman dan SD Negeri
Tangerag 6. Melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren
La Tansa Cipanas Lebak Banten dan tamat di tahun 2011.
Kemudian melanjutkan pendidikan Strata Satu (S1) di
jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penulis bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam cabang Ciputat hingga
2014 lalu, diberikan kesempatan menjadi panitia pada kegiatan yang ada dalam
organisasi tersebut. Akademis dan organisasi merupakan dua aspek yang selayaknya
harus ditekuni oleh setiap mahasiswa demi menunjang potensi dirinya, terutama jiwa
kepemimpinan. Semakin banyak pengalaman hidup seseorang maka semakin siap untuk
menjalani kehidupannya kelak.
Kalian tidak akan merasakan manisnya ilmu sebelum merasakan pahitnya
belajar. Maka dari itu dibalik kesuksesan terdapat proses yang indah dan berkesan.
Manusia diciptakan sebagai seorang pemimpin, jika tidak bias memimpin orang lain,
setidaknya ia bias memimpin untuk dirinya sendiri.
Wassalam…
Download