Pengantar untuk Khotbah Jangkep Edisi Mei

advertisement
Khotbah Jangkep Minggu, 3 Juli 2011
Pekan Biasa Ke Empat Belas (Hijau)
MENCINTAI DAN MENAATI
HUKUM TUHAN
Bacaan I: Zakharia 9:9-12, Tanggapan: Mazmur 145:8-14
Bacaan II: Roma 7:15-25a, Bacaan III: Injil Matius 11:16-19, 25-30
Tujuan :
Dapat mengerti dan memahami bahwa mencintai sekaligus menaati hukum Tuhan
tidaklah mengekang dan mengikat kemerdekaan manusia, tetapi bahkan menjadikan
manusia merdeka dari belenggu keinginan dosa.
 Dasar Pemikiran
Mencintai sekaligus menaati hukum Tuhan dirasa berat untuk dilakukan manusia.
Dalih yang disampaikan antara lain sulit, tidak sesuai jaman (ora njamani), dan
membelenggu kemerdekaan manusia. Yang sebenarnya ialah dengan mencintai dan
menaati hukum Tuhan justru menjadikan manusia merdeka.
 Keterangan Tiap Bacaan
Zakharia 9:9-12
Kitab Zakharia ditulis dalam konteks bangsa Israel dalam penguasaan bangsa
Persia. Bangsa Israel dapat dikuasai dan dijajah oleh bangsa lain karena ketidaktaatan
kepada hukum-hukum Tuhan. Dalam situasi terjajah dan dikuasai oleh bangsa lain masih
ada harapan akan datangnya Raja Mesias di Sion yang akan memulihkan dan
memerdekakan umat.
Mazmur 145:8-14
Merupakan ungkapan pemazmur akan kebaikan Tuhan. Tuhan adalah pengasih dan
penyayang, panjang sabar, penuh kasih setia, penuh rahmat, dan semua yang baik dan
benar. Memahami Tuhan yang penuh dengan kasih dan rahmat itu membawa
pengertian bahwa hukum-hukum-Nya bertujuan untuk kebaikan manusia.
Khotbah Jangkep Juli 2011
Roma 7:15-25a
Manusia yang ada dalam dosa hidup dalam hukum dosa. Hal itu menyebabkan sulit
untuk hidup dalam hukum Tuhan. Kesulitan terjadi karena hukum dosa telah lama
menguasai hidup manusia. Namun bukan hal yang mustahil untuk hidup dalam hukum
Tuhan, karena Tuhan sendiri dalam Yesus Kristus telah membebaskan manusia dari
belenggu hukum dosa. Melalui karya Yesus Kristus manusia dapat hidup dalam hukum
Tuhan.
Injil Matius 11:16-19, 25-30
Hukum Tuhan bukan tentang kejasmanian manusia saja, melainkan tentang
keutuhan kebenaran Tuhan. Untuk dapat memahaminya kita harus mau datang dan
belajar pada Yesus yang adalah Tuhan yang menyapa manusia dalam kemanusiaan.
Hanya dengan melakukan itu kita memperoleh kelegaan karena dapat mengerti
kehendak-Nya dan tidak lagi berbeban dalam melakukan hukum Tuhan, karena “Kuk
yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan”.
Catatan: Kuk dalam tradisi rabbinis Yahudi mempunyai hubungan dengan hukum.
Kuk adalah benda yang dipasangkan/dipikulkan di tengkuk (hewan) untuk menekan
supaya taat dan terkendali. Yesus memandang kuk bukan sekadar hukum yang menekan
tetapi juga ungkapan iman, sehingga kuk yang dipasang Yesus terasa ringan.
Keterhubungan bacaan
Hidup dalam kebebasan manusiawi, dalam arti bebas untuk tidak taat pada hukum
Tuhan, membawa manusia dalam belenggu penindasan dan kuasa pihak lain (umat
Israel dikuasai bangsa lain, manusia dikuasai dosa). Dalam situasi terbelenggu dan
tertindas, Tuhan berjanji hadir secara utuh berikut dengan hukum-Nya yang
membebaskan manusia. Karena itu yang perlu dilakukan adalah datang dan belajar
kepada Tuhan yang menyapa manusia dalam diri Yesus.
Khotbah Jangkep Juli 2011
 Khotbah Jangkep
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
ungkin dalam persekutuan-persekutuan doa yang kita lakukan di
wilayah, blok, atau pepanthan pernah mengalami waktu mulainya molor
atau jumlah yang datang berkurang. Ketika dicari penyebabnya ternyata
karena pas waktunya dengan sinetron stripping (setiap hari tayang) yang menarik
sehingga kalau tidak mengikuti setiap episode merasa ada yang hilang. Anggota
persekutuan datang setelah sinetron itu berakhir atau bahkan tidak datang sama sekali.
Dengan menonton sinetron atau tayangan televisi kita memang bisa terhibur dan
lega setelah mengalami kepenatan kerja dan kegiatan rumah tangga. Namun lamakelamaan kalau tidak hati-hati kita bisa terikat, terbelenggu oleh apa yang kita tonton
dan mengesampingkan hal-hal lain yang sebenarnya lebih penting, lebih bermanfaat,
dan berarti dalam hidup ini.
Contoh lain. Seorang ibu menetapkan jam belajar bagi anaknya mulai jam 19.00
sampai jam 21.00. Selama waktu belajar televisi dimatikan. Mula-mula itu terasa berat
bagi si anak, karena pada jam-jam tersebut acara televisi paling menarik (prime time).
Namun setelah hal itu dilakukan dan menjadi kebiasaan, prestasi di sekolahnya
meningkat dan tidak memiliki ketergantungan terhadap televisi.
M
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Dua cerita di atas merupakan gambaran untuk mempermudah memahami relasi
kita dengan hukum dosa dan hukum Tuhan.
Melakukan yang (kelihatan) menyenangkan secara jasmani, secara duniawi
merupakan hal yang gampang kita lakukan dan itu menyenangkan. Tanpa disadari kita
bisa terikat dan terbelenggu, kemudian sering tidak dapat kita lepaskan. Pepatah jawa
kricikan dadi grojogan menggambarkan hal itu. Hal yang menyenangkan kemanusian
kita bisa membawa kehancuran. Contohnya, pemakaian Napza (Narkoba, penenang, zat
adiktif) membawa efek menyenangkan bagi pemakai tetapi selanjutnya dapat
membawa kematian.
Melakukan hal-hal yang baik pada awalnya memang terasa berat. Namun jika kita
setia melakukannya, hal itu akan menjadi sesuatu yang membahagiakan. Contohnya
mengasihi dan memberi. Mengasihi merupakan hal yang berat, terlebih mengasihi
orang yang membenci kita. Memberi merupakan hal yang berat ketika kita tidak
berkelimpahan. Namun jika setia melakukannya, kita akan mendapatkan hal-hal yang
Khotbah Jangkep Juli 2011
luar biasa, kasih yang terasa memenuhi hidup, dan selalu tercukupkan oleh berkat
Tuhan.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Bacaan Injil dalam ibadah hari ini mewartakan undangan Tuhan Yesus bagi setiap
orang yang berbeban berat karena terikat oleh ‘kuk-kuk’ duniawi yang menekan hidup.
Hal itu terjadi karena hukum dosa menguasai hidup kita. Ketika hukum dosa menguasai
hidup kita jangan sampai “kedlarung”. Dengarlah suara-Nya, ”Marilah kepada-Ku semua
yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. Mari kita
tinggalkan dosa dan hukum-hukum dosa yang menguasai hidup kita, datang kepada
Yesus, dan bersedia untuk belajar kepada-Nya karena Ia bersabda, ”Pikullah kuk yang
Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan
jiwamu akan mendapat ketenangan, sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan”
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Mari kita lepaskan kuk hukum-hukum dosa yang menguasai hidup. Datanglah
kepada Yesus dan biarkan Yesus memasang kuk-Nya dalam hidup kita. Kuk itu terasa
ringan karena dengan mata iman kita memandang Kristus dengan penuh kasih
memasangkan kuk-Nya.
Tuhan memberkati, Amin.
 Rancangan Bacaan Alkitab:
Berita Anugerah
Petunjuk Hidup Baru
Nats Persembahan
: Mazmur 19 : 8-12
: Amsal 3 : 11-12
: Amsal 3 : 9-10
 Rancangan Nyanyian Pujian:
Pujian Pembuka
Pujian Penyesalan
Pujian Kesanggupan
Pujian Persembahan
Pujian Penutup
:
:
:
:
:
KJ
KJ
KJ
KJ
KJ
Khotbah Jangkep Juli 2011
21:1,4
26:1,3
370:1,4
302:1400:1,3
Khotbah Jangkep Minggu, 3 Juli 2011
Pekan Biasa Kaping Sekawan Welas (Ijo)
NRESNANI LAN NGUGEMI DHAWUHIPUN
GUSTI
Waosan I: Zakharia 9:9-12, Tanggapan: Jabur 145: 8-14,
Waosan II:Rum 7:15-25a, Waosan III: Injil Mateus 11:16-19,25-30
Tujuwan:
Pasamuwan saged nyumerepi bilih nresnani lan ngugemi dhawuhipun Gusti boten
ateges kacencang kamardikanipun manungsa, malah dhawuhipun Gusti ndadosaken
manungsa gesang mardika saking sedaya pepenginaning dosa.
 Khotbah Jangkep
Pasamuwan ingkang dipun tresnani Gusti,
ok menawi sampun nate kalampahan ing pakempalan pandonga,
pakempalan panyuraos Kitab Suci, ing blok/wilayah/pepanthan, ingkang
rawuh sami telat (molor) utawi boten sami rawuh, dipun padosi punapa
ingkang dados jalaranipun, pranyata amargi sami kepranan kaliyan sinetron ‘stripping’
ingkang mranani (saben dinten tayang), satemah sami ngrampungaken anggenipun
mirsani rumiyin, nembe tindak kempalan, malah menawi kepeksa (amargi endahing
cariyosipun) lajeng milih boten tindak kempalan. Pawadanipun bilih sinetronipun
nengsemaken lan kedah dipun jinglengi saben episode, menawi boten mekaten,
mangke boten mangretos lampahing cariyosipun.
Pancen ningali sinetron utawi tayangan televisi kita saged kalipur, ngraosaken
bingah, sasampunipun ngraosaken kesel saking nyambut damel punapa malih bebahan
ing brayat, menawi boten waspada kita saged kapilut malah kacencang dening ingkang
kita tinggali, kita lajeng boten saged uwal saking tontonan punika, satemah
nglirwakaken prakawis ingkang langkung wigati katimbang ningali televisi. Conto sanes
ingkang beda, satunggaling ibu netepaken wekdal sinau kangge anak-anakipun
kawiwitan tabuh 7 (19.00) ngantos tabuh 9 dalu (21.00), salaminipun wekdal punika tivi
kedah dipun pejahi. Wiwitanipun karaos awrat kangge para lare, amargi ing wekdal
B
Khotbah Jangkep Juli 2011
pukul 7-9 dalu acara tv punika paling sae (prime time), ananging sasampunipun
kalampah sawetawis wekdal, asilipun ngedab-edabi: prestasi ing sekolah sangsaya sae,
lan boten nggadhahi raos gumantung dhateng tontonon tivi.
Para sadherek ingkang dipun tresnani Gusti,
Kekalihing cariyos ing ngajeng wau saged dados cara kangge nggambaraken
sesambetan (relasi)
kaliyan
angger-anggering
donya/dosa
lan
anggerangger/dhawuhipun Gusti. Nindakaken ingkang ketingalipun ngremenaken sacara
kajasmanen (duniawi) mujudaken prakawis ingkang gampil kita tindakaken, lan pancen
nyata ngremenaken. Ananging kita kedah waspada amargi ingkang ngremenaken sacara
kadonyan asring saged njiret gesang kita, matemah kita lajeng boten saged uwal saking
jiret punika. Wonten unen-unen ing basa Jawi “Kricikan dadi grojogan”, kangge
nggambaraken punapa ingkang kita tindakaken, karemenan dhateng pepnginaning
kadonyan ingkang dipun uja badhe ndhatengaken kacilakan ing pungkasanipun.
Contonipun: Narkoba, ingkang ing semu mbingahaken lan damel semangat, nanging ing
pungkasanipun saged damel sikep gumantung lan saged mbekta dhateng pepejah
Ing sisih sanes nindakaken prakawis ingkang sae, miturut dhawuhipun Gusti,
mujudaken prakawis ingkang awrat ing wiwitanipun, nanging menawi kita setya
nindakaken lajeng dados prakawis ing entheng yang mbingahaken. Contonipun:
nindakaken katresnan, nresnani mujudaken prakawis ingkang awrat, punapa malih
menawi kedah nresnani tiyang ingkang sampun damel goreh manah kita. Nanging
menawi kita setya nindakaken badhe karaos entheng, lan kita kanthi bingah saged
nresnani sedaya tiyang kalebet ingkang sengit dhateng kita, lan punika dados sumbering
kabingahan ingkang sejati ing gesang kita .(Saged kaparingan conto ingkang trep kaliyan
pasamuwan ing papan ngriki)
Para sadherek ingkang kinasih,
Ing waosan Injil ing pangibadah wekdal punika, kita nampi timbalanipun Gusti
Yesus, dhateng sedaya tiyang ingkang ngraosaken awrating gesang, amargi kajiret ing
angger-anggering dosa, kawengku ing “pasangan” gesang ingkang awrat amargi dosa,
samya marek dhateng Gusti Yesus, sampun ngantos kedlarung-dlarung ing
panguwaosing dosa amargi badhe tumuju dhateng katiwasan. Para sadherek, punika
timbalan Gusti Yesus, sampun ngantos kedlarung, sumangga sami sowan lan sinau
dhateng Gusti Yesus, sami mirengaken timbalanipun: ”He, para wong kang kasayahan
lan kamomotan, padha mrenea, aku bakal gawe ayemmu”. Sumangga kita tilar dosa
miwah angger-anggeripun si dosa ingkang jiret gesang kita, sami sowana dhateng Gusti
lan mirengaken pangandikanipun: ”PasanganKu padha tampanana ing pundhakmu lan
Khotbah Jangkep Juli 2011
padha nggegurua marang Aku, awit Aku iki alus ing budi, temahan kowe bakal padha
oleh ayeming nyawamu, amarga pasanganKu iku kepenak lan momotanKu iku entheng”.
Pasamuwan ingkang kinasih
Sumangga kita bucal pasanganing dosa dalah sadaya angger-anggeripun ingkang
nguwaosi gesang kita, sumangga sowan dhateng Gusti Yesus lan nyuwun supados Gusti
karsa masangaken pasanganipun dhateng kita. Pasanganipun Gusti badhe karaos
entheng amargi kanthi mripating iman kapitadosan, kita ningali agenging katresnanipun
Gusti dhateng kita. Gusti mberkahi, Amin
 Rancangan Waosan Kitab Suci:
Pawartos Sih Rahmat
: Jabur 19 : 8-12
Pitedah Gesang Enggal : Wulang Bebasan 3 : 11-12
Pangatag Pisusung
: Wulang Bebasan 3 : 9-10
 Rancangan Kidung Pamuji:
Kidung Pambuka
Kidung Panelangsa
Kidung Kasanggeman
Kidung Pisungsung
Kidung Panampi sabda
Kidung Panutup
: KPK BMGJ 34:1,4
: KPK BMGJ 51:1,3
: KPK BMGJ 82:1,3
: KPK BMGJ 150:1: KPK BMGJ 81:1,4
: KPK BMGJ 343:1
Khotbah Jangkep Juli 2011
Khotbah Jangkep Minggu, 10 Juli 2011
Pekan Biasa Ke Lima Belas (Hijau)
FIRMAN TUHAN TAK
HILANG PERCUMA
Bacaan I: Yesaya 55:10-13, Tanggapan: Mazmur 65:1-8, 9-14
Bacaan II: Roma 8:1-11, Bacaan III: Injil Matius 13:1-9, 18-23
Tujuan
Melalui pembacaan bacaan leksionari dan pewartaannya, jemaat mampu menghayati
dan mempunyai keyakinan bahwa firman Tuhan yang diterimanya selalu berarti dan
memiliki makna dalam kehidupan. Firman Tuhan tidak pernah sia-sia.
 Dasar pemikiran
Firman Tuhan sering dirasa tidak relevan dengan kehidupan riil sehingga sulit
dipahami dan seakan tidak berkuasa dalam hidup. Padahal Firman Tuhan selalu
menyapa bagi siapapun, dalam konteks apapun. Bahkan kita pun memiliki Firman Hidup,
yaitu Yesus, yang menjadi pegangan dalam menghasilkan buah-buah kehidupan.
 Keterangan Tiap Bacaan
Yesaya 55:10-13
Sesuai tema besar deutero Yesaya (Yesaya 40-55), Yesaya 55 berisi janji yang
meneguhkan umat bahwa Tuhan dan firman-Nya akan berkarya menolong, melepaskan,
dan membebaskan mereka dari pembuangan, serta mengembalikan mereka ke tanah
mereka. Karya Tuhan (dan Firman-Nya) selalu berhasil meskipun kadang harus melalui
proses.
Mazmur 65:1-8, 9-13
Mazmur 65 merupakan ungkapan syukur yang muncul karena pemahaman bahwa
karya pemeliharaan Tuhan bagi setiap makhluk adalah nyata, memenuhi seluruh aspek
kehidupan, terlebih pengampunan dan pengembalian manusia menjadi umat Tuhan,
Khotbah Jangkep Juli 2011
yang diperkenan mendekat dan diam bersama Tuhan (ayat 4,5). Memahami hal itu
menyebabkan pemazmur menjalani tahun-tahun hidupnya dalam sukacita ilahi (ayat 12)
Roma 8:1-11
Roma 8:1-11 menekankan karya Tuhan melalui Yesus bagi manusia, yaitu karya
yang memerdekakan manusia. Kemerdekaan yang diberikan adalah kemerdekaan dari
dosa (hukum dosa dan maut), yang berarti juga memampukan manusia mengalahkan
keinginan dosa/daging. Hal itu tidak mudah, tetapi jika hidup dalam Roh, kemampuan
itu ada.
Matius 13:1-9, 18-23
Bacaan Injil ini merupakan perumpamaan dan artinya. Benih yang ditabur
merupakan firman Tuhan, kondisi tanah tempat benih jatuh adalah hati manusia.
Kondisi tanah/hati itulah yang menentukan penerimaan, sikap, dan tanggapan
seseorang terhadap Firman Tuhan. Termasuk di dalamnya Firman yang hidup, yaitu
Yesus. Kondisi tanah/hati juga menentukan tumbuh tidaknya dan berbuah tidaknya
benih/Firman Tuhan yang ditabur itu.
Keterhubungan bacaan
Firman Tuhan selalu menyapa manusia dalam kondisi apapun dan memberikan
pengharapan baru. Hal itu semakin nyata dengan hadirnya Tuhan sebagai manusia Yesus
yang memerdekakan dari hukum dosa. Menanggapi hal ini seharusnya manusia hidup
dalam Roh yang memampukannya hidup setia pada Firman Tuhan dan berbuah.
 Khotbah Jangkep
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
agi yang akrab dengan dunia pertanian tentu mudah memahami
perumpamaan Tuhan Yesus dalam bacaan Injil pada ibadah Minggu ini. Kita
juga dapat mengerti bahwa memang ada tanah yang menjadi jalan untuk
menuju tanah garapan, ada tanah yang dipenuhi oleh semak karena tidak terawat, ada
tanah yang bercampur bebatuan, serta ada tanah yang memang telah disiapkan dengan
baik. Kita tentu juga dapat mengerti, karena itu memang bisa terjadi, benih yang kita
bawa ’kecer’ (jatuh secara tidak disengaja dan tidak diketahui). Benih yang kecer itu
dapat di jalan, yang juga dilewati oleh unggas yang kemudian memakannya, di tanah
B
Khotbah Jangkep Juli 2011
yang berbatu, di semak dan akhirnya ditabur di tanah yang digarap dengan baik. Dan
kita tahu bahwa benih yang tumbuh di tanah yang telah dipersiapkan dengan baik, akan
menghasilkan panen yang baik.
Dengan dasar pemahaman yang dekat dengan hidup, kita melihat dua faktor dalam
perumpamaan yaitu benih dan tanah. Pertama, benih yang tertabur di tanah yang
berbatu dan bersemak duri tetap dapat tumbuh. Hal itu berarti benih yang ditabur itu
adalah benih yang berkualitas baik, yang mampu tumbuh dalam kondisi apapun. Yesus
menyatakan bahwa benih itu adalah firman Tuhan. Kita yakin bahwa dalam setiap
firman Tuhan selalu ada kehendak baik dari Tuhan bagi kita, saudara dan saya. Itulah
benih yang berkualitas baik dan dapat tumbuh dalam segala kondisi tadi. Dalam kitab
Yesaya dan Mazmur kita membaca kehendak baik Tuhan bagi umat-Nya. (dapat
dibacakan dari Yesaya 55:11,12 dan Mazmur 65:12).
Kedua, macam-macam tanah menggambarkan kondisi hati dan hidup kita. Hati dan
hidup kita bisa seperti jalan tanah. Firman Tuhan yang kita terima dengan cepat hilang,
bak ungkapan ’masuk telinga kiri keluar telinga kanan’, tidak ada kesediaan untuk
mengerti, menghayati dan melakukannya. Hati dan hidup kita bisa seperti tanah yang
tipis di atas batu. Kita bersukacita menerima firman Tuhan, tetapi tidak tahan uji ketika
diperhadapkan dengan kondisi riil kehidupan yang menghimpit kita. Hati dan hidup kita
juga bisa seperti tanah yang dipenuhi semak duri, dipenuhi ambisi dan keegoisan karena
kekuatiran hidup, sehingga kita hanya melihat kepentingan kita dan melalaikan firman
yang mengajar kita untuk berlaku sebaliknya. Namun kita juga bisa seperti tanah yang
baik, yang dapat membuat benih tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah, yang
dapat terjadi apabila kita setia menjadi pendengar dan pelaku firman. Benih yang baik
akan tumbuh di segala kondisi tanah, tetapi untuk menghasilkan buah atau panen yang
baik ia harus tumbuh di tanah yang baik pula.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Kalau kita ditanya, hati dan hidup kita ingin seperti tanah yang macam apa, tentu
kita semua akan menjawab menjadi seperti tanah yang baik. Namun jika ditanyakan
macam tanah yang mana yang sesuai dengan hati dan hidup kita saat ini, kita akan
memberi jawaban yang bermacam-macam. Bisa jadi kita seperti tanah yang menjadi
jalan, seperti tanah yang berbatu, tanah yang penuh semak, atau, puji Tuhan, kalau
sudah seperti tanah yang baik.
Roma 8:1-11, menyatakan bahwa kita telah dimerdekakan oleh Yesus Kristus dari
kuasa hukum dosa dan maut. Namun kita harus tetap berjuang bersama Kristus untuk
melawan dan mengalahkan kuasa dosa. Bacaan Injil membuat kita bersemangat. ”Kalau
saat ini hati dan hidup saya masih seperti jalan tanah, masih seperti tanah yang berbatu,
Khotbah Jangkep Juli 2011
seperti tanah yang dipenuhi semak, saya berjuang, mengolah, dan mengubahnya untuk
menjadi tanah yang baik, yang mampu menghasilkan buah yang baik bagi kemuliaan
Tuhan dan bagi sesama.”
Selamat mengolah hati dan hidup, selamat berbuah. Amin.
 Rancangan Bacaan Alkitab:
Berita anugerah
Petunjuk hidup baru
Persembahan
: Yohanes 1:14,16
: Yakobus 1:22
: Galatia 6:2
 Rancangan Nyanyian Pujian:
Pujian Pembuka
Pujian Penyesalan
Pujian Kesanggupan
Pujian Persembahan
Pujian Setelah sabda
Pujian Penutup
:
:
:
:
:
:
KJ 2:1,4
KJ 467:1,3
KJ 376:1,4
KJ 289:1KJ 369a:1-3
KJ 432:1,2
Khotbah Jangkep Juli 2011
Khotbah Jangkep Minggu, 10 Juli 2011
Pekan Biasa Kaping Gangsal Welas (Ijo)
PANGANDIKANE ORA NATE NGLAHA
Waosan I: Yesaya 55 : 10-13, Tanggapan: Jabur 65: 1-8,9-14,
Waosan II: Rum 8:1-11, Waosan III: Injil Mateus 13 : 1-9, 18-23
Tujuan:
Kanthi waosan leksionari lan pawartosing sabda, warganing pasamuwan saged
ngraosaken lan nggadhahi kapitadosan bilih sabdanipun Gusti, ingkang katampi, mesthi
wonten werdinipun tumrap gesang, nggadhahi makna ing gesang. Pangandikanipun
Gusti boten nate muspra.
 Khotbah Jangkep
Pasamuwan ingkang dipun tresnani Gusti Yesus Kristus,
K
ita ingkang sampun kulina kaliyan jagading tetanen, kanthi gampil saged
mangertos bab pasemon ingkang dipun paringaken dening Gusti Yesus,
kados kacetha ing waosan Injil. Pancen kasinggihan menawi kita badhe
nyebar wiji saged kapanggihaken wonten wiji ingkang dhawah ing margi tumuju
dhateng pasiten garapan, saged kecer ing siti ingkang kathah selanipun, saged kecer ing
siti ingkang kebak taneman ingkang ngganggu/gulma, lan lajeng wonten ingkang
kasebar ing leleran ingkang sampun dipun cawisaken. Boten mokal menawi wiji ingkang
kecer ing margi tumuju ing pasiten garapan lajeng dipun tedha dening ayam, punapa
sato kewan sanesipun. Wiji ingkang dhawah ing siti ingkang kebak sela inggih saged
thukul, ananging gampil pejah amargi oyotipun lajeng boten kiyat bebles dhateng sela,
ingkang dhawah ing siti ingkang kebak grumbulan tetaneman ingkang ngganggu,
sanadyan saged thukul, ananging amargi kinupeng dening taneman ingkang ngrebat
sarining tetedhan kangge wiji punika, mila sanadyan saged gesang nanging boten saged
ngwedalaken woh. Wiji ingkang kasebar ing pasiten leleran ingkang pancen sampun
dipun cawisaken, wiji punika saged thukul, ngrembaka lan ngwedalaken woh ingkang
saged dipun panen.
Khotbah Jangkep Juli 2011
Kanthi pangertosan ingkang celak kaliyan gesang, kita saged miji kalih bab wonten
ing pasemon ing waosan Injil punika.
Sepisan, bilih wiji ingkang dipun sebar mujudaken wiji ingkang kanthi tembung ing
donyaning tetanen ’winih ingkang nggadhahi kualitas nomer setunggal’, buktinipun wiji
punika tetep saged thukul ing pasiten ingkang boten sae kawontenanipun. Gusti Yesus
paring seserepan bilih wiji punika pangandikanipun Allah, tegesipun, pangandikanipun
mesthi prayogi sanget kangge gesang kita, mesthi wonten karsanipun Allah ingkang
endah kangge kita. Saking kitab Yesaya lan Mazmur ingkang dados perangan waosan
leksionari, nedahaken bab karsanipun Allah ingkang endah kangge manungsa (saged
kawaosaken saking Yesaya 55 : 11,12 dan Mazmur 65 : 12).
Kaping kalih, warni-warnining pasiten, nggambaraken kawontenan manah lan
gesang kita. Manah saha gesang kita saged kadosdene margi utawi siti, ing pundi
pangandikanipun Gusti kita tampeni kanthi cepet lajeng ical, kados paribasan ’mlebu
kuping kiwa metu kuping tengen’, tegesipun boten wonten ingkang dipun gatosaken,
boten wonten pepinginan kangge ngegilut punapa malih ngestokaken. Manah lan
gesang kita ugi saged kados dene siti ingkang kebak selanipun, manah kita bingah nampi
pangandikanipun Gusti, nanging boten tahan uji, nalika aben-ajeng kaliyan
kasunyataning gesang, ingkang ngajrih-ajrihi. Manah lan gesang kita ugi saged
kadosdene siti ingkang kebak eri, ingkang kebak raos was sumelang matemah lajeng
nengenaken kapentinganing pribadi, kesupen nresnani Gusti lan sesami. Manah lan
gesang kita, saged kados siti ingkang subur, punika saged kalampahan menawi kita
purun mirengaken, lan nampi pangandikanipun Gusti lan nindakaken (Yakobus 1:22).
Para sadherek, wiji ingkang sae pancen badhe saged tuwuh ing paundi panggenan,
ananging kangge ngasilaken woh ingkang sae inggih namung yen katanem ing pasiten
ingkang sae.
Pasamuwan ingkang kinasih,
Manawi wonten pitakenan, lajeng manah lan gesang kita kepengin kados pasiten
ingkang pundi? Temtu wangsulan kita, pasiten ingkang sae. Ananging menawi wonten
pitakenan: ”Manah lan gesang ingkang trep kaliyan kawontenan nyata ing wekdal
samangke, punika saged kagambaraken pasiten ingkang pundi?” Kita badhe wangsulan,
bok menawi kados margi tumuju ing pasiten garapan, kados siti ingkang kebak
selanipun, kados siti ingkang kinupeng taneman ingkang nganggu, lan puji Gusti menawi
sampun kadosdene siti ingkang sae.
Pasamuwan ingkang kinasih,
Waosan ing serat Rum 8:1-11, nandhesaken bilih kita sampun nampi kamardikan
saking blengguning dosa amargi pakaryanipun Gusti Yesus Kristus. Nanging kita tetep
Khotbah Jangkep Juli 2011
kedah waspada, tetep sesarengan Sang Kristus kangge nglawan panguwaosing dosa
ingkang tansah ngengridhu gesang. Waosan Inji damel kita ngadhahi semangat: Yen ati
lan uripku isih kaya dalan lemah, isih kaya lemah kang kebak watu, isih kaya lemah kang
kakupeng tetanduran kang ngganggu, aku bakal mbudidaya kanthi pitulungan
pangandikaning Gustiku, ngowahi dadi lemah kang apik, kang metokake woh, kagem
kamulyaning Gusti lan karaharjaning tumitah”.
Sugeng mbudidaya ngolah manah lan gesang, sugeng ngwedalaken woh. Amin.
 Rancangan Waosan Kitab Suci:
Pawartos Sih Rahmat
: Yokanan 1:14,16
Petunjuk Gesang Enggal : Yakobus 1:22
Pangatag Pisungsung : Galatia 6:2
 Rancangan Kidung Pamuji:
Kidung Pambuka
Kidung Panelangsa
Kidung Kasanggeman
Kidung Pisungsung
Kidung Panampi sabda
Kidung Panutup
:
:
:
:
:
:
KPK BMGJ 25:1,2
KPK BMGJ 51:1,3
KPK BMGJ 81:1,4
KPK BMGJ 70:1KPK BMGJ 69:1-3
KPK BMGJ 167:1,2
Khotbah Jangkep Juli 2011
Khotbah Jangkep Minggu, 17 Juli 2011
Pekan Biasa Ke Enam Belas (Hijau)
KETEKUNAN MENDATANGKAN PANENAN
Bacaan I: Yesaya 44 : 6 – 8 ; Tanggapan : Mazmur 86 : 11 – 17;
Bacaan II: Roma 8 : 12 – 25 ; Bacaan III: Injil Matius 13 : 24 – 30; 36 – 43
Tujuan:
Setelah mengikuti kebaktian/ibadah ini jemaat meyakini bahwa ketekunan dan
kesetiaan kepada Allah pasti akan menghasilkan dan merasakan buah yang manis dalam
hidup hari lepas hari.
 Dasar Pemikiran
Sering kita mendengar pernyataan bahwa hidup ini semakin berat. Dimanakah
beratnya hidup ini ? Apakah dengan semakin beratnya hidup ini kita tidak akan
mendapatkan hasil/buah ? apakah beratnya hidup ini akan menjadikan kita tidak setia
pada Tuhan ? masih banyak lagi pertanyaan yang dapat kita ajukan. Namun yang jelas
adalah kita harus semakin setia dan tekun kepada Allah di tengah ancaman dan
tantangan yang semakin berat, maka kita akan memetik buahnya. Tetaplah percaya
bahwa dibalik kesulitan tetap ada berkat yang menunggu.
 Keterangan Tiap Bacaan
Yesaya 44:6-8:
Kitab Yesaya masuk dalam golongan Kitab Nabi-nabi Besar. Disebut besar bukan
karena Yesaya adalah seorang yang tinggi besar atau mempunyai jabatan yang tinggi
atau salah satu pembesar Kerajaan. Bukan itu tetapi karena Kitab Yesaya termasuk Kitab
Nabi-nabi yang Kitabnya besar ( jumlah pasalnya cukup banyak , ada 66 pasal ). Kitab ini
dibagi menjadi tiga bagian besar, yakni:
 Proto Yesaya (Yesaya Pertama) ps.1–39– bagian ini memuat nubuat-nubuat Nabi
Yesaya ( Yesaya bin Amos ) dan sikap Nabi Yesaya yang menentang politik luar
negeri Yehuda yang lebih mengandalkan bantuan asing dari pada berharap kepada
Khotbah Jangkep Juli 2011
Tuhan. Penderitaan umat Allah disebabkan karena umat tidak setia kepada Allah.
Nabi Yesaya I ini hidup dan melayani Tuhan di Yerusalem pada tahun 740 – 700 SM.
 Deutero Yesaya ( Yesaya Kedua ) ps. 40-55- ini dialamatkan kepada orang-orang
buangan di Babel. Nabi Yesaya II ini hidup dan melayani Tuhan pada sekitar tahun
586 SM. Jadi Nabi Yesaya II (Nabi Deutero Yesaya) ini bukanlah Nabi Yesaya I
(Yesaya bin Amos). Siapa namanya? Tidak diketahui! Israel (Umat Allah) dibuang ke
Babel karena Israel adalah negara teocentris (negara yang berpusat dan bergantung
kepada Allah), namun dalam perjalanannya Israel lebih mengandalkan bantuan
asing. Israel dibawah Babel berusaha melepaskan diri dengan jalan memberontak
yang dibantu oleh kekuatan asing, namun dua kali usaha itu gagal yang berakibat
Raja Babel marah, Israel dihancurkan dan diangkut ke Babel sebagai tawanan.
Sendi-sendi kehidupan beragama dan budaya dihancurkan termasuk didalamnya
Bait Allah buatan Salomo. Inilah yang disebut pembuangan.
 Trito Yesaya ( Yesaya Ketiga ) ps. 56-66- umumnya membawa Firman Allah kepada
umat yang telah pulang dari pembuangan Babel, namun masih harus hidup dibawah
kekuasaan Persia (Koresy - 538 SM). Berbagai macam tradisi kenabian dihidupkan
kembali secara baru, yang tentu untuk zamannya waktu itu.
Khusus Deutero Yesaya (Yesaya Kedua) yang dialamatkan kepada umat Allah yang
dibuang di Babel menekankan bahwa hanya ada satu Allah sebagai yang awal dan yang
kemudian, yang kekuasaannya mengatasi langit di atas dan bumi di bawah. Mengapa ini
ditekankan? Umat Allah yang dibuang di Babel ini tidak ditempatkan didalam penjara,
melainkan disuatu tempat yang dekat dengan Babel. Mereka boleh mendirikan rumah,
berdagang, bercocok tanam, memelihara adat-istiadatnya sendiri, dan juga tetap boleh
memeluk agamanya. Namun mereka harus tetap patuh kepada perintah raja dan
melakukan kerja paksa (rodi), serta patuh pada penguasa-penguasa Babel. Kondisi yang
demikian ini menjadikan umat Allah (Israel) di Babel dapat berinteraksi secara bebas dan
leluasa dengan penduduk asli Babel yang tentu juga dengan agama serta adatistiadanya. Nah,.... ada kemungkinan mereka bisa ikut terseret untuk percaya kepada
ilah-ilah orang Babel. Yesaya II, khususnya Yesaya 44:6-8 mengingatkan dengan
sungguh bahwa Israel adalah umat Allah yang tidak akan dilupakan Tuhan, malah tetap
akan menjadi saksi Tuhan. ”kamu adalah saksi-saksiKu !” Allah Israel adalah Pembebas
dan Penebus, Gunung Batu yang kokoh kuat dan tidak akan ada yang menandingi.
Karena itulah umat Allah jangan takut dan jangan kehilangan pengharapan.
Khotbah Jangkep Juli 2011
Mazmur 86 : 11 – 17
Mazmur 86 ini masih Mazmur Doa. Doa minta pertolongan. Mazmur ini merupakan
permohonan perseorangan. Bila dibandingkan dengan Mazmur perseorangan yang lain,
Mazmur 86 ini mempunyai kekhasan tersendiri, yakni lukisan penderitaannya yang
singkat, malah boleh dikatakan bersifat umum. Mazmur 86 secara garis besar dibagi
menjadi empat bagian, yakni :
 Ay. 1 – 5 : Permohonan dengan motivasi (dorongan semangat)
 Ay. 6 – 10 :Seruan dan pernyataan kepercayaan
 Ay. 11 – 13: Permohonan dan janji. Permohonan ini secara jelas dinyatakan dalam
ayat 11. Bahwa orang yang saleh, jujur, dan penuh percaya kepada Tuhan bukanlah
orang yang tidak berdosa. Juga bukanlah orang yang tidak membutuhkan
bimbingan Tuhan. Tetapi sebaliknya bahwa semua orang berdosa dan
membutuhkan bimbingan Tuhan. Karena itu Pemazmur menaikan doa
:”Tunjukanlah kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan !” Disisi lain Pemazmur berjanji akan
senantiasa bersyukur dan memuliakan Tuhan. Karena Tuhan itu setia.
 Ay. 14-17: Lukisan penderitaan, pernyataan kepercayaan, dan permohonan.
Penderitaan itu terjadi karena musuh-musuh, orang-orang sombong dan angkuh,
dan pelaku-pelaku kekerasan. Pemazmur yakin bahwa Tuhan adalah pengasih,
penyayang, dan panjang sabar serta penuh/ berlimpah kasih setia (ay.15). Karena
itu pemazmur mengajukan permohonan terakhir seperti pada ayat 16-17.
Roma 8:12–25
Surat Roma ditulis Rasul Paulus kira-kira tahun 56-57 di Korintus. Ketika menulis
Surat ini Paulus belum pernah sampai ke Roma. Adapun tujuan Paulus menulis Surat
Roma adalah:
 Berkenalan dengan Jemaat Roma, jemaat yang tidak didirikan oleh Paulus
 Paulus meminta dukungan doa dan dana untuk rencana Pekabaran Injil ke Eropa,
khususnya ke Spanyol (Ps. 15 ; 24).
 Meminta dukungan doa syafaat sehubungan dengan konfrontasi Paulus denganh
orang-orang Yahudi di Yerusalem (Ps. 15: 30 – 31)
 Meminta dukungan doa syafaat dari jemaat Roma sehubungan dengan
ketidakpastian sikap jemaat Kristen Yerusalem terhadap bantuan yang dibawa Rasul
Paulus dari jemaat-jemaat di Makedonia dan Akhaya (Ps.15 :30-31).
 Meredakan perselisihan yang sedang terjadi di tengah jemaat Roma (Ps. 14 :115:13).
Khotbah Jangkep Juli 2011
Paulus menyadari sepenuhnya bahwa ia dipanggil menjadi rasul untuk
memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, juga kepada bangsa Spanyol.
Namun usaha Paulus ini berhadapan dengan tiga ancaman, yakni :
 Orang-orang Yahudi: mereka semua menolak Paulus yang dianggap murtad. Oleh
karena Paulus banyak orang bukan Yahudi yang masuk agama Yahudi akhirnya
keluar dan menganut agama Kristen.
 Orang-orang Kristen asal Yahudi: golongan ini menolak Paulus karena Paulus
menentang sikap dan pandangan yang menempatkan orang Kristen Yahudi lebih
unggul dan baik. Golongan ini ditentang Paulus karena masih memelihara tradisi
Yudaisme dan Hukum Taurat.
 Orang-orang Kristen bukan Yahudi: bagi golongan ini Israel sudah tidak lagi masuk
hitungan. Melalui ajaran Paulus hendak ditunjukkan bagaimana hubungan PL dan
PB. Ajaran Paulus yang seperti ini ditolak oleh golongan ini.
Khusus Roma 8:12-25 hendak menunjukkan kepada kita bahwa perubahan makna
yang sangat mendasar tentang sebutan ”anak Allah”. Dalam masa Perjanjian Lama yang
boleh menyebut Bapa dan disebut warga Kerajaan Sorga adalah mereka yang tergabung
pada bangsa Yahudi/Israel.bgai orang diluar Israel yang bergabung menjadi penganut
agama Yahudi disebut Proselit, yang ditandai dengan penerimaan Sunat. Tetapi
sekarang dalam Perjanjian Baru ikatan itu bukan lagi ikatan bangsa, tetapi ikatan dalam
Roh. Roma 8:14 menyebutkan: ”semua yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah”. Hal
yang demikian ini berarti siapa saja, bangsa manapun, dan dari golongan apa saja, asal
yang menerima Tuhan Yesus dan yang dipimpin oleh Roh Kudus adalah anak Allah.
Anak-anak Allah ini mempunyai pengharapan yang khas, yakni sudah nyata dan pasti
yaitu Keselamatan didalam Kristus Yesus, kehidupan di sorga, karena itulah saatnya kita
menanti dengan tekun dan setia.
Matius 13 : 24 – 30; 36 – 43
Bagian ini memuat perumpamaan Lalang diantara Gandum beserta dengan
penjelasannya.Seorang Tuan Pemilik ladang menabur biji Gandum. Namun tengah
malam ketika sedang tidur datang musuhnya menaburkan biji Ilalang. Akhirnya baik biji
Gandum maupun biji Ilalang tumbuh bersama. Salah satu pegawainya mengajukan usul
supaya diperkenankan mencabuti Ilalang itu, namun Sang pemilik tidak mengijinkan
karena jika Ilalang dicabut, maka Gandumnya pun akan ikut tercabut. Sang pemilik
membiarkan sampai panen barulah kemudian dipisahkan ilalang dari Gandum itu.
Perumpamaan itu dapat kita runut demikian :
 Pemilik Ladang adalah Tuhan Yesus
 Ladang adalah dunia ini
Khotbah Jangkep Juli 2011




Gandum adalah umat Allah yang telah menerima Injil (Yesus Kristus)
Ilalang adalah orang-orang jahat yang lebih berpihak kepada Iblis
Musuh adalah si jahat yakni Iblis.
Masa Panen adalah masa penghakiman, masa Tuhan Yesus datang kedua kali
(kiamat).
Catatan kecil : Ilalang bukanlah rumput ilalang (alang-alang) seperti yang kita kenal
disini, tetapi Ilalang adalah tumbuhan semacam gandum, namun yang membedakan
adalah buahnya (bulirnya). Secara sepintas bulirnya dapat dengan mudah dibedakan
dengan bulir gandum. Bahkan bulir ilalang ini beracun, sehingga bila ikut kemakan akan
menyebabkan pusing-pusing, bahkan sampai pada kematian.
Perumpamaan itu hendak berbicara bahwa didunia manusia jahat bercampur hidup
dengan umat Allah. Perbedaan keduanya sangat jelas. Pada saat panen (akhir jaman/
jaman penghakiman) akan disaring mana yang umat Allah dan mana yang bukan. Kalau
toh Tuhan Yesus membiarkan orang-orang jahat hidup lebih lama, juga dengan maksud
ada kesempatan bagi mereka untuk bertobat.
Renungan
Setiap anggota Gereja tentu sebagai umat Allah. Dalam kehidupannya sehari-hari
umat masih harus berhadapan dengan realitas/kenyataan dunia. Di dunia ini sangat
beragam kondisi dan situasinya. Ada yang mau berpihak dan memuji kepada kita, tetapi
juga ada yang menolak dan mencerca kita. Sebagai umat Allah yang masih harus hidup
didunia ini keadaan itu masih akan tetap terus kita hadapi. Suka atau tidak, siap atau
tidak, dan mau atau tidak pasti kita berhadapan dengan realitas itu.
Dari kenyataan itu, berarti kita sebagai umat Allah tidak bisa menghindar atau lari
dari realitas hidup ini. Namun sebaliknya umat Allah harus menghada pi serta mensikapi
secara positip. Hal yang demikian itu berarti:
menerima dunia nyata ini dengan segala keberadaannya sebagai berkat yang harus
kita syukuri dimana dunia menjadi medan/tempat untuk berjuang dan menjalani hidup.
Disini berarti kita dituntut untuk senantiasa meyakini akan penyertaan Allah dalam
setiap kehidupan kita. Hal mana dalam hati dan jiwa kita tumbuh keyakinan akan
keberhasilan menjalani hidup ini, sebagaimana Tuhan berfirman: ”Jika Allah dipihak kita,
siapa yang akan mengalahkan kita?” Kepasrahan dan keberserahan diri kepada Allah
dalam menjalani hidup didunia yang nyata inilah yang akan menjadikan kita berhasil dan
memetik buah dari jerih payah kita. Ingat kata Rasul paulus kepada jemaat di Korintus:
”Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan
giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan
dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (I Korintus 15 : 58)
Khotbah Jangkep Juli 2011
Harus dengan tekun dan setia menjalaninya, sehingga kita tidak mudah mengeluh
dan putus asa. Tuhan berfirman: ”Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti
Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Matius 5: 48). Melalui ayat ini mungkin kalau
kita diminta sempurna nampaknya sulit, bahkan tidak mungkin bisa. Tetapi ada hal yang
masih bisa kita lakukan, yakni jika kita mau setia. Karena itu haruslah kamu setia sama
seperti Bapamu yang disorga adalah setia. Inilah yang harus kita lakukan. Melalui
kesetiaan yang kita bangun ini akan tumbuh ketekunan dan ketekunan akan
menghasilkan semangat yang tak kunjung padam dimana menjadikan kita lebih tahan
uji. Jika demikian yang terjadi, maka dalam diri akan tumbuh kesadaran yang
menjadikan kita tidak akan mudah putus asa, tetapi sebaliknya malah lebih bersemangat
untuk berkarya. Kesungguhan dan keseriusan kiat inilah yang menjadikan memanen
buah perjuangan ini. Rasul Paulus dalam Roma 8:24-25 ”Sebab kita diselamatkan dalam
pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab
bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita
mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.”
Harus mau mengembangkan ide-ide dan kreatifitas, sehingga kita mendapatkan
hal-hal yang baru sebagai jawab atas tantangan yang sedang kita hadapi disini dan kini,
sehingga mendapatkan hasil panenan yang maksimal. Hal yang demikian nampak dalam
keputusan Tuhan Yesus untuk membiarkan Gandum dan ilalang tumbuh bersama.
Ketika keduanya bertumbuh, maka gandum akan terganggu dan cara yang sudah lazim
digunakan untuk membasmi ilalang pada waktu itu adalah dengan mencabuti ilalang
yang sedang ikut mulai bertumbuh dengan gandum itu. Akibatnya ada banyak tanaman
gandum yang ikut tercerabut. Tuhan Yesus memberikan jalan keluar yang lain, yakni
membiarkan keduanya bertumbuh dan setelah semua mengeluarkan bulir/buah, maka
akan dapat dengan mudah dipisahkan. Memang dengan cara inipun akan ada kerugian
yang didapat, yakni gandum tidak bisa tumbuh maksimal, namun dibandingkan cara
mencabuti, maka cara yang diberikan Tuhan Yesus ini masih jauh lebih menguntungkan.
Apa yang disampaikan Tuhan Yesus ini merupakan ide dan cara yang baru, demikian
juga bagi kita hari ini, jika kita mau mencari terobosan-terobosan baru, ide-ide yang
baru, dan kreatifitas yang baru, maka kita akan mendapatkan hasil yang maksimal.
Kita harus senantiasa menggembleng diri untuk terus mengasah kemampuan kita,
sehingga kita tidak akan terlibas oleh kemajuan jaman ataupun hiruk pikuknya dunia ini.
Mazmur 86 : 17 mengatakan : ”Lakukanlah kepadaku suatu tanda kebaikan, supaya
orang-orang yang membenci aku melihat dengan malu, bahwa Engkau, ya TUHAN, telah
menolong dan menghiburkan aku.” untuk bisa melakukan kebaikan tentu dibutuhkan
latihan dan terus mengasah diri yang panjang dan berkelanjutan, karena itulah bagi kita
Khotbah Jangkep Juli 2011
supaya dapat mengalahkan jaman ini, maka kita juga harus terus menerus mengasah
diri, melatih diri, dan menggembleng diri dengan baik dan berkelanjutan.
Mensikapi hal-hal tersebut diatas, maka kita sebagai umat Allah perlu terus
merenungkan Firman Tuhan itu. Untuik membantu memahami dan merenungkan
Firman itu ada beberapa pertanyaan yang dapat dipergunakan sebagai bahan
pertimbangan, sebagai berikut:
a. Dalam kehidupan berjemaat apakah ada ”ilalang” yang bertumbuh bersama dengan
”gandum”? Berikan penjelasan dan contoh-contoh yang nyata!
b. Bagaimana perwujudan sikap dan tindakan Tuhan Yesus yang membiarkan ilalang
dan gandum tumbuh bersama? Bandingkan dengan Mazmur 86:17
c. Panenan apakah yang kita harapkan dari kesetian dan kesungguhan yang kita
bangun dalam kehidupan berjemaat?
Harmonisasi Bacaan
Melalui Yesaya 44:6-8 kita ditunjukkan bahwa Allah yang kta percayai adalah yang
yang tiada duanya. Manusia yang menjadi kepunyaanNya merasakan bahwa Allah
adalah Allah yang awal dan yang akhir, yang tiada lagi tandingan-Nya. Manusia yang
percaya kepada-Nya tidak perlu merasakan ketakutan, terlebih dalam menghadapi
gelombang hidup hari ini, karena Tuhanlah perlindungan kita dan kota benteng kita. Kita
harus mau mewartakan semua itu kepada dunia dan kepada seluruh umat manusia.
Pemazmur ( Daud ) begitu meyakini bahwa Allah yang dia percayai adalah Allah yang
luar biasa, yang tidak ada yang menyamai (Mazmur 86:8). Dalam Mazmur 8 :11-17,
Pemazmur juga yakin bahwa jalan Tuhan itu jalan yang penuh dengan damai sejahtera
dan sukacita, sehingga Pemazmur berdoa: ”Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu ya Tuhan
supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu” Bagi Pemazmur tidak ada Tuhan selain Allah
yang jalan-Nya menjadi tujuan hidup Pemazmur. Disisi lain Pemazmur juga meyakini
bahwa Allah yang dia percayai adalah Allah yang setia, yang penuh dengan kasih sayang
dan berlimpah kasih setia. Karena itulah Pemazmur berjanji akan senantiasa bersyukur
dan memuliakan nama-Nya. Kate Pemazmur : ”Aku hendak bersyukur kepada-Mu dan
memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya.” Pada saat ini Allah yang maha luarbiasa
itu kita kenal melalui karya-Nya yang menyelamatkan manusia didalam Tuhan Yesus
Kristus. Roma 8:12-25 Rasul Paulus dengan tegas menyatakan bahwa kita yang dipimpin
oleh Roh Kudus, yakni Roh Kristus adalah anak-anak Allah. Roh itu menjadikan kita
bebas dari segala perbudakan, dimana oleh Roh itu kita dapat berseru ”ya Abba, ya
Bapa”, jika demikian, maka siapa yang dipimpin oleh Roh Kudus dia adalah ahli waris
Kerajaan Sorga, karena dia adalah anak-anak Allah. Melalui keyakinan yang seperti itu,
Khotbah Jangkep Juli 2011
kita yang masih menjalani hidup didunia dengan segala pergumulannya senantiasa yakin
bahwa kita pasti disertai oleh Allah serta senantiasa mempunyai pengharapan yang
penuh akan masa kini maupun yang akan datang. Tuhan Allah menjamin hidup kita hari
ini sampai di sorga kelak. Posisi kita sebagai Ahli waris Kerajaan Sorga maupun sebagai
anak-anak Allah tidak menghilangkan kenyataan hidup hari lepas hari. Artinya selama
kita masih hidup di dunia ini, maka segala kenyataan yang ada di dunia ini akan kita
hadapi. Hal yang demikian dinyatakan oleh Tuhan Yesus dalam Matius 13:24-30; 36-43
dimana dalam perumpamaan itu ilalang dibiarkan hidup diantara gandum. Ilalang
adalah kejahatan dan gandum adalah anak-anak Allah. Itu berarti anak-anak Allah akan
tetap berhadapan dengan kejahatan. Disinilah anak-anak Allah diuji iman dan
kesetiaannya kepada Allah. Apakah akan tetap hidup dalam pengharapan kepada Tuhan
ataukah ikut arus dunia yang lebih banyak memilih Iblis ( kejahatan). Namun demikian
kesetiaan dan ketekunan kita kepada Allah tidak akan sia-sia, sehingga pada saatnya kita
akan memanen buahnya. Ingat kata Rasul Paulus bahwa jerih payah kita didalam Tuhan
Yesus Kristus tidak akan sia-sia.
Pokok dan Arah Pewartaan
Melalui Firman Tuhan yang kita baca diatas, jemaat diajak untuk dengan setia dan
tekun menjalani hidup dengan dasar Firman Tuhan, ditengah hambatan dan tantangan
jaman sekarang ini dan disini, maka akan mendapatkan buah yang berlimpah.

Khotbah Jangkep
Saudara yang dikasihi Tuhan,
elalui tayangan televisi ataupun berita dalam Surat Kabar kita
menyaksikan ada banyak saudara-saudara kita yang hidup dibawah garis
kemiskinan, bahkan hidup dalam kemiskinan yang amat sangat. Untuk
makan sehari sekali saja sangat sulit. Juga kita mendengar, membaca, dan melihat
tayangan televisi banyak orang mengalami keprustrasian yang amat sangat, sehingga
memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, menabrak Kerata Api, gantung diri,
atau minum racun serangga. Juga ada yang mengkonsumsi obat-obatan terlarang yang
sering disebut Narkoba sampai teler. Mengapa bisa sampai demikian? Ada banyak
faktor penyebab, antara lain :
a. Banyak masyarakat yang pendidikannya rendah dan tidak mempunyai ketrampilan
yang memadai, sehingga ketika dihadapkan pada tantangan jaman ini mereka tidak
M
Khotbah Jangkep Juli 2011
b.
c.
bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya pasrah dan menerima apa adanya yang
akhirnya membuat mereka menjadi penonton, bahkan tersisih
Laju pertumbuhan lapangan pekerjaan yang tidak lagi sebanding dengan laju
pertumbuhan tenaga kerja, sehingga antara kebutuhan tenaga kerja ( lowongan
pekerjaan ) dengan yang membutuhan pekerjaan lebih banyak yang membutuhkan,
maka ada banyak pengangguran yang bisa berakibat kepada tingginya angka
kriminalitas.
Banyak yang merasa putus asa dan kehilangan harapan karena tidak mampu
mengikuti laju arus kemajuan jaman dan teknologi yang semakin menawarkan
kewewahan dan kesenangan dunia yang begitu menggiurkan. Akibatnya merasa
bahwa hidup ini hampa dan sia-sia belaka, hingga akhirnya mengambil jalan pintas.
Saudara yang dikasihi Tuhan,
Bagaimana dengan kita orang percaya ini? Bagaimana dengan kita yang menjadi
anak-anak Allah yang mempunyai hak waris di Kerajaan Sorga? Bagaimana dengan kita
yang mempunyai Tuhan Yesus Kristus yang mempunyai hari esok? tentu tidak demikian.
Hidup ini memang sulit dan berat, itu kenyataan yang tidak bisa kita hindari. Perubahanperubahan dunia yang begitu cepat yang mondial dan mengglobal (maksudnya adalah
yang pasti melanda seluruh lapisan masyarakat dan dialami/dihadapi oleh semua orang
tanpa terkecuali). Semakin tingginya tindak kejahatan ditengah masyarakat. Itu semua
mengingatkan kita kepada Firman Tuhan yang kita baca saat ini. Artinya Firman Tuhan
yang kita baca saat ini sungguh menjadi jawab atas segala pergumulan hidup ini, saat ini
dan disini. Tuhan Yesus menggambarkan dengan jelas bagaimana umat Allah harus
berjuang menghadapi kenyatan hidup. Umat Allah yang baru bertumbuh pun harus
berhadapan penggodaan dan pencobaan (ingat Gandum yang harus tumbuh bersaing
dengan ilalang), namun pada akhirnya buahnya yang membedakan mereka. Apakah
mereka umat Allah ataukah umat setan/iblis?
Hal yang sama juga dihadapi oleh umat Allah yang waktu dibuang ke Babel.
Tekanan yang dihadapi bahkan lebih berat lagi, namun umat Allah di Babel tetap harus
berpengharapan di dalam Tuhan, tidak mudah putus asa, dan senantiasa bergantung
kepada Tuhan.
Khotbah Jangkep Juli 2011
Saudara yang dikasihi Tuhan,
Melalui bacaan kita di atas, kita dapat mengambil pelajaran sebagai berikut:
1. Bahwa Umat Allah akan berhadapan dengan realitas hidup
Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan kepada umat-Nya, bahwa jika sudah
menjadi orang Kristen akan terlepas dari segala persoalan hidup. Tuhan Yesus
mengingatkan bahwa setiap umat Allah akan tetap menjalani hidup seperti sesama
manusia yang lain. Artinya kondisi dan situasi dunia ini akan tetap dihadapi oleh umat
Allah. Hal yang demikian tampak dalam Perumpamaan Lalang dan Gandum. Setiap umat
Allah akan berhadapan dengan berbagai macam pergumulan hidup, adakalanya
berhadapan dengan kesenangan, adakalanya berhadapan dengan kebimbangan, dan
adakalanya berhadapan dengan kesedihan, namun itu semua akan dipakai oleh Tuhan
untuk kebaikan kita. Ingat akan Roma 8:28– “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut
bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang
mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Melalui
ayat ini kita diingatkan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu yang terjadi
dalam kehidupan kita, artinya ketika kita berhadapan dengan kesedihan Tuhan Allah
turut bekerja didalamnya supaya kita kuat menghadapinya. Ketika kita sedang
berhadapan dengan kebahagiaan, Allah turut bekerja didalam kebahagiaan itu, sehingga
sukacita semakin bertambah-tambah dan kita tidak akan salah arah, dsb. Contoh :
Ketika penulis sedang dalam perjalan pulang dari Purbalingga, waktu itu suasana hujan,
Kurang lebih tujuh kilometer setelah kota Wonosobo penulis mengalami pecah ban.
Rasa anyel, kesal, dan berjuta rasa yang lain ada, sudah hujan lagi. Setelah satu jam
penulis berhasil mengganti ban dan kemudian melanjutkan perjalan. Beberapa saat
kemudian penulis begitu mengucap syukur dan mohon ampun kepada Tuhan karena
ada sebuah truck besar yang ternyata tidak kuat menanjak yang kemudian mlorot dan
melindas kendaraan dibelakangnya, yang mana mobil yang terlindas itu tadinya persis
berada didepan penulis. Seandainya penulis tidak mengalami pecah ban, maka penulis
akan ikut terlindas truck tersebut. Disinilah penulis pahami bahwa Allah turut bekerja
ketika penulis mengalami pecah ban untuk menyelamatkan penulis dari lindasan truck.
Marilah kita menjalani realitas hidup ini dengan sikap dan tindakan yang positip,
yang kita yakin Tuhan Allah pasti memakai semua itu untuk kebaikan kita.
Khotbah Jangkep Juli 2011
2. Bahwa Umat Allah harus tetap berpengharapan.
Tuhan tidak pernah lupa dengan janji-Nya. Kita harus yakin akan hal ini. Di tengah
derasnya arus dunia, bahkan pencobaan dan penggodaan, umat Allah tidak akan
kehilangan pengharapan. Hal yang demikian haruslah nampak dalam kehidupan seharihari. Umat Allah dihadapkan kenyataan bahwa jika pencobaan itu datang dari dalam,
maka akan menjadikan umat Allah hancur. Namun sebaliknya jika pencobaan itu datang
dari luar, maka akan menjadikan umat Allah semakin kuat dan bertumbuh. Demikian
juga bagi kita saat ini. Kita memang harus berhadapan dengan ilalang, bahkan kita juga
harus menerima kenyataan sering kita harus sendirian sebagai umat Allah yang harus
hidup ditengah masyarakat yang mayoritas bukan Kristen. Sekalipun demikian kita tidak
akan putus asa dan mudah menyerah dengan keadaan yang ada, tetapi sebaliknya
bahwa kita diyakinkan Tuhan Yesus tidak tidur, Tuhan Yesus pasti mengerti pergumulan
setiap umat-Nya, dan karena kita akan tetap menaruh pengharapan masa depan kita
didalam Tuhan Yesus Kristus. Ada contoh dari sepenggal kisah kehidupan. Seorang gadis
bernama Dalinah, lulusan SMK, dari keluarga miskin. Dalinah memilih SMK dengan
harapan setelah lulus bisa cepat bekerja. Untuk Sekolah di sebuah SMK Dalinah harus
menjadi buruh setrika dan mencuci. Dalinah tetap setia berjemaat, bahkan pernah
menjadi Ketua Komisi Pemuda dan Ketua Komisi Sekolah Minggu ( Sekarang Komisi Anak
). Setelah melamar kesana kemari ternyata Dalinah tidak mendapatkan pekerjaan yang
diinginkan, namun Dalinah tidak putus asa. Dalam doanya Dalinah yakin bahwa pada
saatnya Tuhan Yesus pasti menjawab doanya. Akhirnya ia nekat pergi dari rumah dan
kembali menekuni pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga secara penuh, namun
dengan syarat majikannya harus mengijinkan ia berjemaat dan mengajar Sekolah
Minggu. Singkat cerita setelah berganti-ganti majikan akhirnya ada juga majikan yang
mau mengerti syarat yang diajukan Dalinah. Tuhan menjawab doa, kesetiaan, dan
pengharapan Dalinah lewat seorang anggota jemaat Dalinah bisa bekerja disebuah
perusahaan swasta, kemudian disekolahkan perusahaan dan hari ini Dalinah menjadi
seorang bendahara perusahaan itu. Dalinah sekarang dikaruniai suami yang setia dan
dengan dua putri yang cantik, dan tetap setia menjadi Guru Sekolah Minggu, bahkan
satu mobilnya tetap setia melayani anak-anak Sekolah Minggu berkegiatan.
3. Kesetian dan Ketekunan Kita tidak akan sia-sia.
Melalui surat Roma Rasul Paulus mengatakan bahwa: “Semua orang, yang
dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” (Roma 8:14). Hari ini kitalah anak-anak Allah
itu, karena kita yakin bahwa kita dipimpin oleh Roh Allah. Juga kita diangkat menjadi ahli
waris Kerajaan Sorga, dengan demikian jika kita adalah anak-anak Allah yang menjadi
ahli waris Kerajaan Sorga, maka kita dituntut oleh Tuhan untuk hidup secara benar dan
Khotbah Jangkep Juli 2011
setia sesuai dengan Firman Tuhan. Tuhan Yesus telah memberi jaminan akan
keberhasilan setiap usaha dan perjuangan kita. Hal yang demikian nyata dalam Yohanes
15:16b – “….Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan
buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikan-Nya kepadamu.”
Namun saudara, persoalan yang mendasar adalah apakah kita sebagai umat Allah
ini telah setia dan tekun melakukan kehendak Bapa yang di sorga ? Tuhan Yesus dalam
Matius 5:48 mengatakan: “….. haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di
sorga adalah sempurna." Bagaimana sebenarnya wujud ketekunan dan kesetiaan itu?
Sederhana saja dan bukan hal yang sulit, missal:
 Setia dan tekun berjemaat tidak menjadi kutu loncat yang dengan mudah
berpindah-pindah tempat kebaktian hanya karena hal-hal yang kecil, dan tidak
mudah mutungan
 Setia dan tekun bersyukur dengan perpuluhan (persembahan bulanan),
persembahan pembangunan, dsb.
 Setia dan tekun membaca Kitab Suci dan berdoa
 Setia dan tekun bersekutu : Pemahaman Alkitab dan Persekutuan Doa
 Dan masih banyak lagi wujudnya.
Akhirnya saudara-saudara kita diingatkan akan Firman Tuhan dalam I Korintus
15:58 yang mengatakan :”Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh,
jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa
dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” Apakah kita sebagai
anak-anak Allah sudah setia dan tekun? Saudara yang bisa, jawab, Amin!
 Rancangan Bacaan Alkitab:
Berita Anugerah
Petunjuk Hidup Baru
Nats Persembahan
: Yohanes 15 : 15 – 16
: Galatia 6 : 7 – 10
: II Korintus 9 : 7 – 8
 Rancangan Nyanyian Pujian:
Nyanyian Pembukaan
Nyanyian Penyesalan
Nyanyian Kesanggupan
Nyanyian Persembahan
Nyanyian Penutup
: KJ. 242 : 1 – 3
: KJ. 64 : 1 – 2
: KJ. 30A : 1 + 3
: KJ. 393 : 1 –
: KJ. 138 : 1 – 2
Khotbah Jangkep Juli 2011
Khotbah Jangkep Minggu, 17 Juli 2011
Pekan Biasa Kaping Nembelas (Ijo)
TEKUN PUNIKA NGASILAKEN WOH
Waosan I: Yesaya 44 : 6 – 8 ; Tanggapan : Jabur 86 : 11 – 17;
Waosan II: Rum 8 : 12 – 25 ; Waosan III: Injil Mateus 13 : 24 – 30; 36 – 43
Tujuan:
Sasampunipun ndherek mangibadah pasamuwan saged yakin lan pitados bilih kasetyan
lan katekunan dhateng Gusti Allah temtu ndhatengaken woh ingkang manis saha endah
wonten ing salebeting gesang padintenan.
 Khotbah Jangkep
Pasamuwanipun Gusti ingkang kinasih,
umantar tayangan televisi punapa dene pawartos ingkang kaserat wonten
koran punapa Majalah, kita saget mangertos bilih taksih kathah sedherek kita
ingkang gesang wonten ing salebeting kekirangan, mila nalika aben ajeng
kaliyan kawontenan gesang ingkang awrat lajeng furstrasi (ngraosaken raos kuciwa
ingkang sanget), semplah, lan ical pengajeng-ajeng. Tundhanipun kathah tiyang ingkang
sami ngendhat, bunuh dhiri, lan ngginakaken pil koplo. Punapa sebabipun kathah
sedherek ingkang ngantos dumugi semanten? Mawerni-werni sebabipun, ing
antawisipun kadasta:
a. Taksih ktahah masyarakat ingkang tingkat pendidikanipun andhap, temah mboten
anggadhahi ketrampilan ingkang cundhuk kaliyan kemajengan jaman, ugi mboten
anggadhahi ketrampilan ingkang dipun betahaken kangge nyambut damel. Mila
nalika wonten lapangan pekerjaan ingkang mbetahaken ketrampilan ingkang inggil
kathah masyarakat ingkang mboten saged mlebet tundhanipun namung saged
pasrah lan nampi kawontenan punapa wontenipun
b. Pendamelan ingkang wonten menawi katandhing kaliyan ingkang mbetahaken
taksih langkung kathah ingkang membetahaken, mila lajeng kathah tiyang ingkang
nganggur.
L
Khotbah Jangkep Juli 2011
c.
Kathah tiyang ingkang kecalan pengajeng-ajeng lan frustrasi, awit mboten saged
mengikuti perkembangan jaman, tundhanipun rumaos bilih gasangipun punika
mboten wonten aosipun lajeng sami tumindak nekat.
Pasamuwanipun Gusti ingkang kinasih,
Kadospundi kaliyan kita para tiyang pitados, inggih para putraning Allah ingkang
kinasih? Kita ingkang kasebat bangsa ingkang pinilih wonten Gusti Yesus Kristus temtu
mboten badhe tumindak kados tiyang-tiyang ingkang kasebut inggil punika. Gesang ing
dinten punika panci awrat lan angel, nanging mboten badhe ndadosaken kita kecalan
pengajeng-ajeng. Pangandikanipun Gusti bab pasemon alang-alang ingkang tuwuh
wonten ing satengahing gandum nedahaken dhateng kita bilih gesangipun manungsa
punika kedah aben-ajeng kaliyan kawontenan ingkang wor suh. Bab mekaten punika ugi
kaadhepi kaliyan para tiyang pitados ingkang nembe kabucal wonten ing Babel. Tekanan
lan kawontenan gesang ingkang dipun adhepi dening para kagunganipun Gusti ing Babel
punika langkung awrat, ananging sedaya punika mboten badhe ndadosaken semplah ugi
putus-asa (kecalan pengajeng-ajeng), malah kosok wangsulipun ndadosaken pambereg
ingkang endah kangge ngadhepi gesang lan langkung majeng malih.
Pasamuwan kagunganipun Gusti,
Lumantar waosan kita ing nginggil, kita saged mendhet piwulang, ing antawisipun:
a. Bilih Para kagunganipun Gusti tetap aben-ajeng kaliyan kasunyatan ing
Gesang.
Gusti Yesus mboten nate aprajanji dhateng para muridipun punapa dene dhateng
pasamuwanipun ing pundi kemawon bilih sasampunipun dados tiyang pitados (tiyang
Kristen) lajeng badhe uwal saking ruwet-rentenging gesang lan sadaya prekawis gesang
padintenan. Kita para kagunganipun ugi tetep badhe aben-ajeng kaliyan kasunyataning
gesang lan anglampahi gesang kados dene sedherek-sedherek sanesipun. Prekawis
ingkang punika katingal saking piwulang Bap Pasemon alang-alang ingkang tuwuh
wonten satengahing gandum. Saben kita para kagunganipun Gusti ugi bandhe ngadhepi
raos bingah, raos sisah, raos mangu-mangu, ajrih lan sapiturutipun. Namung sadaya
kawontenan punika Gusti Allah saged ngagem murih saenipun gesangipun manungsa.
Kacetha ing Kitab Rum 8;28 – ”Saiki kita padha sumurup, yen Gusti Allah uga makarya
ana ing samubarang kabeh, njalari becike wong kang padha tresna marang
Panjenengane, yaiku para kang tinimbalan miturut ing pepesthening Allah.” Lumantar
Pangandika punika kita tansah dipun emutaken dening Gusti Allah bilih Gusti Allah
tansah paring pambopong dhateng manungsa, Gusti Allah ugi tansah makarya wonten
satenging gesangipun manungsa murih sae lan rahayunipun manungsa, malah wonten
prekawis punapa kemawon, kalebet wonten satengahing kasisahan lan pacoben Gusti
Khotbah Jangkep Juli 2011
Allah tansah makarya amrih sae lan kawilujenganipun manungsa. Nalika manunghsa
nembe aben ajeng kaliyan kasukan, Gusti Allah tansah makarya murih mboten salah
arah, wonten salebeting manungsa nembe kabidhung sisah, Gusti Allah ugi makarya
murih kiyat lan teteging manah lan ing tundhanipun mboten selak kaliyan Gusti Allah.
Conto: nalika penulis nembe wangsul saking Purbalingga. Wekdal semanten dumugi
dhusun kertek lan ngepasi jawah deres sanget dumadakan ban wingking kempes.
Penulis kemutan bilih wonten sisih ngajeng wonten truk ageng kawratan kaliyayan
momotan. Ing sisih wingking wonten mobil pethak, krana kula kempes ban mobil pethak
punika nglanggar kula. Raos anyel, sedih, lan jengkel campur adhuk dados satunggal.
Wetawis meh satunggal jam rampung gantos ban saged nglajengaken lampah. Margi
katingal nanjak lan wonten mobil ngalami kecelakaan. Sanalika punika penulis minggir
lan mandek saperlu nata ati awit ingkang kecelakaan punika truk ingkang ageng lan
kawratan momotan mboten kiyat minggah ngunduri mobil pethak wau. Penulis lajeng
mangertos bilih menawi mboten kempes ban temtu ugi ndherek dados korban.
Wonten ing ngriki kita memahami bilih wonten satengahing kempes ban punika
Gusti Allah makarya kangge kita uwal saking kecelakaan, awit saking punika para kinasih
sumangga kita anglampahi gesang kanthi sikap positip lan sareh temah kita saged
ngadhepi sedaya kasunyataning gesang kanthi sae.
b. Para Kagunganipun Gusti kedah tetap anggadhahi Pengajeng-ajeng.
Gusti Allah mboten nate kesupen kaliyan prasetyanipun. Awit saking punika kita
kedah yakin pitados estu. Wonten satengahing kiyating arus jaman lan pacoben ingkang
matubi-tubi, para kagunganipun Gusti mboten badhe kecalan pengajeng-ajeng.
Pengajeng-ajeng ingkang kados punika kedah katingal wonten ing salebeting gesang
padintenan. Kita pitados bilih pacoben punika dhatengipun saking nglebeting dhiri kita,
badhe andadosaken kita remek, ananging menawi pacoben punika dhatengipun saking
sajawining diri kita malah badhe ndadosaken iman lan kapitadosan kita langkung kiyat.
Mekaten ugi kaliyan kita ing dinten punika, menawi kita kedah aben-ajeng kaliyan alangalang, malah ugi asring kita dados korban anarkisme, kita mboten badhe semplah lan
kecalan pengajeng-ajeng. Kita pitados bilih Gusti Allah mboten negakaken kita
piyambakan. Wonten sepenggal kisah lare remaja putri, Dalinah naminipun. Kalahiraken
saking brayat miskin, malah kangge sekolah kedah dados buruh cuci lan setrika. Nanging
Dalinah mboten mindher, mboten semplah, lan mboten kecalan pengajeng-ajeng.
Dalinah tetap berjuang, mbudidaya murih saged kasil gesangipun. Ing sisih sanes Dalinah
ugi sregep peladosan wonten satengahing pasamuwan. Dalinah sregep mucal Sekolah
Minggu, pengurus Komisi Anak, Komisi Remaja, ugi nate dados pengurus Komisi
Pemuda. Lulus saking SMK Dalinah dhateng kitha saperlu ngupaya nasib ingkang
Khotbah Jangkep Juli 2011
langkung sae. Ing kitha Dalinah nglebetaken lamaran dhateng pundi-pundi, nanging
dereng wonten ingkang purun nampi. Ing kitha Dalinah ugi tetep purun masamuwan lan
tetep purun mucal Sekolah Minggu. Gusti Allah kepareng nampi pandonganipun
Dalinah, lumantar mucal Sekolah Minggu Dalinah kepareng tetepungan kaliyan
satunggaling warga pasamuwan. Lumantar punika Gusti Allah kepareng paring
pedamelan. Lan ing dinten punika Dalinah nampi kalenggahan bendahara salah
satunggaling perusahaan. Dalinah sampun kasil gesangipun, sampun ugi emah-emah lan
kaparingan momongan, lan Dalinah tetap setya lelados, malah satunggal mobilipun
kepareng kangge peladosan kegiatan Sekolah Minggu.
Para Kinasih, cetha sanget tumrap kita bilih para kagunganipun Gusti mboten
pareng putus-asa, nanging tetep pitados bilih Gusti Allah tansah paring panuntun lan
berkah dhateng para kagunganipun ingkang setya lan tekun ndherek Gusti.
c. Kasetyan lan Ketekunan Kita mboten badhe Muspra.
Rasul Paulus lumantar serat ingkang katujokaken dhateng pasamuwan ing kitha
Rum nyebutaken bilih: ”Kabeh wong kang katuntun dening Rohing Gusti Allah, iku dadi
putrane Gusti Allah.” (Rum 8 : 14). Ing dinten punika kita punika ingkang pinangka
putrane Gusti Allah, awit kita pitados bilih kita katuntun dening Rohing Gusti Allah.
Menawi mekaten cetha sanget bilih kita punika minangka ahli waris Keratoning Swarga.
Menawi kita dados putrane Gusti Allah lan ahli waris Keratoning Swarga, kita katuntut
dening Gusti Allah supados gesang kita tansah miturut Pangandikanipun. Ateges ugi kita
kedah setya lan tekun nindakaken dhawuhipun Gusti. Gusti Allah wonten ing Sang
Kristus sampun paring jaminan masa depan kita bilih kita mesti saged kasil anggen kita
nglampahi gesang. Pangandikanipun Gusti: ”.... sarta Aku wus netepake, supaya kowe
padha lunga lan metokake woh lan wohmu iku lestaria, dimen kowe padha kajurungana
apa kang kok suwun marang Sang Rama atas saka jeneng-Ku.” (Yokanan 15 : 16b).
Ananging para kinasih, punapa kita ugi sampun setya lan tekun temah kita saged
ngedalaken woh ingkang sae? Punapa kita ugi sampun nindakaken dhawuhipun Gusti?
Gusti Yesus lumantar Matius 5:48 paring dhawuh: ”Mulane kowe padha sampurnaa,
kaya dene Ramamu ing swarga iya sampurna.” Menawi murih sampurna temtu angel,
lan Gusti Allah inggih pirsa menawi kita mboten saged sampurna. Nanging kita saged
setya lan tekun. Kadospundi wujuding kasetyan lan ketekunan punika? Gampil bab
punika, kados ta:
 Tekun lan setya masamuwan, mboten dados kutu loncat (sekedhik-sekedhik lajeng
masamuwan dhateng greja sanes), mboten gampil ceklek, mboten gampil ngethek
ireng (mutungan)
 Tekun lan Setya ngaturaken panuwun-perpuluhan (pisusung wulanan),
pembangunan, lsp.
Khotbah Jangkep Juli 2011
 Tekun lan setya maos Kitab Suci
 Tekun lan setya ndherek pakempalan pandonga lan panyuraos Kitab Suci
 Tekun lan setya lsp.
Pungkasanipun kita dipun emutaken kaliyan pangandikanipun Gusti wonten I
Korinta 15:58 – ”Mulane para sedulurku kang kinasih, kowe padha dibakuh, ditanpa
gingsir, lan tansah sregep anggonmu nglakoni ayahane Gusti ! awit kowe padha
sumurup, yen ana ing patunggalaning Gusti, kangelanmu mesthi ora muspra.”
Kados pundi punapa kita minangka para putrane Allah ingkang setya lan tekun?
Panjenengan ingkang saged paring wangsulan , Amin !!!
 Rancangan Waosan Kitab Suci:
Pawartos Sih Rahmat
Pitedah Gesang Anyar
Nats Pisungsung
: Yokanan 15 : 15 – 16
: Galatia 6 : 7 – 10
: II Korinta 9 : 7 – 8
 Rancangan Kidung Pamuji:
Kidung Pambuka
Kidung Panelangsa
Kidung Kesanggeman
Kidung Pisungsung
Kidung Panutup
: KPK-BMGJ no.
: KPK-BMGJ no.
: KPK-BMGJ no.
: KPK-BMGJ no.
: KPK-BMGJ no.
14 : 1 – 2
31 : 1 + 3
54 : 1 + 3
188 : 1 – 4
132 : 1, 3
Khotbah Jangkep Juli 2011
Khotbah Jangkep Minggu, 24 Juli 2011
Pekan Biasa Ke Tujuh Belas (Hijau)
BERIKANLAH KAMI HATI YANG
BIJAKSANA
Bacaan I : I Raja-raja 3 : 5 – 12 ; Tanggapan : Mazmur 119 : 129 – 136
Bacaan II: Roma 8 : 26 – 39 ; Bacaan III: Injil Matius 13 : 31 – 33; 44 – 52
 Dasar Pemikiran
Kasih Tuhan itu besar dan luar biasa, demikian juga janji Tuhan kepada umat
pilihan-Nya pasti digenapi, karena janji Tuhan itu ya dan amin. Tuhan tidak pernah
ingkar janji, senantiasa memberikan apa yang sudah diucapkan-Nya. Karena itu siapapun
kita yang dipilih oleh Tuhan tentu Tuhan pasti menepati janji-Nya dan memperlengkapi
seseorang itu sehingga seseorang itu dapat melakukan panggilan-Nya. Hal yang
demikian itu juga berlaku bagi kita sebagai umat pilihan Tuhan. Sebagai umat pilihan
Tuhan, tentu bukan sesuatu yang kebetulan, namun Tuhan memilih pasti dengan tugas
dan rencana tertentu yang harus dijalani moleh setiap umat pilihan-Nya itu. Tuhan juga
mempersilakan kita untuk meminta sesuatu kepada-Nya, oleh karena marilah kita
sebagai jemaat dan umat pilihan Tuhan yang dipersilakan untuk meminta sesuatu
kepada Tuhan meminta kepada-Nya sesuatu yang kita butuhkan untuk melakukan
panggilan Tuhan itu. Kita juga yakin bahwa Tuhan pasti memberikan berkat yang kita
butuhkan, sekalipun itu tidak kita minta. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Sikap,
tindakan dan keyakinan seperti itu adalah wujud dari hati yang bijaksana. Karena itu
marilah kita berdoa memohon kepada Tuhan, Tuhan berikanlah kami hati yang
bijaksana !.
 Keterangan Tiap Bacaan
I Raja-raja 3: 5-12 (Berikanlah Hati Yang Bijaksana)
I Raja-raja 3:5-12 mengisahkan perjumpaan Salomo dengan Tuhan. Dalam suatu
mimpi disuatu malam. Salomo ketika menjadi raja masih sangat muda, belum
mempunyai banyak pengalaman, bahkan mungkin Salomo tidak mengira kalau ia harus
Khotbah Jangkep Juli 2011
menjadi raja Israel menggantikan Daud, ayahnya. Karena masih ada anak laki-laki yang
dari isteri pertama Daud. Tetapi oleh kehendak Tuhan Salomolah yang dipilih untuk
menggantikan Daud. Setiap kali Tuhan memilih seseorang untuk suatu tugas, tentu
Tuhan memperlengkapi dengan bekal ketrampilan atau yang lain yang menunjang
pelaksanaan tugas itu, hal yang demikian juga terjadi dalam diri Salomo.dalam mimpi itu
Tuhan bertanya kepada Salomo, ”mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.”
Melalui percakapan dalam mimpi itu, kita dapat mengerti bahwa :
Salomo yakin benar bahwa kasih setia Tuhan kepada Daud akan terus terwujud dan
sekarang kasih setia Tuhan yang besar itu telah dinyatakan dalam dirinya sebagai
pengganti Daud untuk menjadi raja di Israel.
Salomo yakin benar bahwa Tuhanlah yang mengangkat dirinya menjadi raja Israel.
Salomo dengan rendah hati mengakui akan keberadaan dirinya yang masih muda
yang harus memikul tanggungjawab yang besar dengan menjadi raja bagi bangsa yang
besar, yakni Israel.
Salomo meminta hal yang terpenting dalam tugasnya selaku raja, yakni dapat
menimbang hal yang baik dan buruk dan dapat bertindak secara arif dan bijaksana.
”Berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara......”.
Ketika Tuhan mendengar permintaan Salomo yang seperti tersebut diatas, maka
Tuhan melihat bahwa apa yang diminta itu sangat baik dan mendasar, maka Tuhanpun
mengabulkan bahkan menambah dengan berkat-berkat yang lain dan yang besar.
Mazmur 119:129-136 (Teguhkanlah Langkahku)
Adalah sebuah iman yang besar dari Pemazmur bahwa Pemazmur mengakui dan
meyakini bahwa hukum, ketetapan, dan peraturan Tuhan itu ajaib. Setiap orang yang
setia terhadap itu semua akan menerima berkat tersendiri, bahkan melakukan
kehendak itu menjadikan pemazmur hidup dan berpengharapan. Melalui bagian ini
pemazmur mengajak kita semua sebagai umat Allah untuk setia pada Firman,
ketetapan, hukum dan peraturan Tuhan, sebab dengan hal yang demikian akan
dijauhkan dari kita segala tindakan yang jahat. Adalah suatu kesedihan jika orang tidak
mau melakukan kehendak Tuhan itu.
Roma 8:26-39 Allah Turut bekerja Dalam Segala sesuatu
Surat Roma ditulis Rasul Paulus kira-kira tahun 56-57 di Korintus. Ketika menulis
Surat ini Paulus belum pernah sampai ke Roma. Adapun tujuan Paulus menulis Surat
Roma adalah:
 Berkenalan dengan Jemaat Roma, jemaat yang tidak didirikan oleh Paulus
Khotbah Jangkep Juli 2011
 Paulus meminta dukungan doa dan dana untuk rencana Pekabaran Injil ke Eropa
khususnya ke Spanyol (Ps. 15;24).
 Meminta dukungan doa syafaat sehubungan dengan konfrontasi Paulus denganh
orang-orang Yahudi di Yerusalem (Ps. 15: 30-31)
 Meminta dukungan doa syafaat dari jemaat Roma sehubungan dengan
ketidakpastian sikap jemaat Kristen Yerusalem terhadap bantuan yang dibawa Rasul
Paulus dari jemaat-jemaat di Makedonia dan Akhaya (Ps. 15: 30-31).
 Meredakan perselisihan yang sedang terjadi di tengah jemaat Roma (Ps. 14: 1-15:
13).
Paulus menyadari sepenuhnya bahwa ia dipanggil menjadi rasul untuk
memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, juga kepada bangsa Spanyol.
Namun usaha Paulus ini berhadapan dengan tiga ancaman, yakni:
1. Orang-orang Yahudi: mereka semua menolak Paulus yang dianggap murtad. Oleh
karena Paulus banyak orang bukan Yahudi yang masuk agama Yahudi akhirnya
keluar dan menganut agama Kristen.
2. Orang-orang Kristen asal Yahudi: golongan ini menolak Paulus karena Paulus
menentang sikap dan pandangan yang menempatkan orang Kristen Yahudi lebih
unggul dan baik. Golongan ini ditentang Paulus karena masih memelihara tradisi
Yudaisme dan Hukum Taurat.
3. Orang-orang Kristen bukan Yahudi: bagi golongan ini Israel sudah tidak lagi masuk
hitungan. Melalui ajaran Paulus hendak ditunjukkan bagaimana hubungan PL dan
PB. Ajaran Paulus yang seperti ini ditolak oleh golongan ini.
Khusus Roma 8:26-39 hendak menunjukkan kepada kita bahwa kondisi dan
keberadaan kita sebagai manusia itu lemah. Roh itu berkehendak, namun daging itu
lemah. Inilah ungkapan dari salah Firman Tuhan yang begitu indah bagaimana
menunnjukkan kepada kita akan kelemahan yang dihadapi manusia. Disisi lain Firman ini
hendak menunjukkan kepada manusia bagaimana kasih dan penyertaan Tuhan Allah
dalam hidup kita. Dalam segala hal Allah tidak pernah jauh dan meninggalkan kita,
namun sebaliknya Allah hadir dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan dan
keselamatan kita. Melalui bacaan ini kita dapat mengerti bahwa :
 Roh Kudus senantiasa memberikan pertolongan kepada manusia sehingga bisa
berdoa menurut kehendak Tuhan dan bisa memohon yang sesuai dengan kehendak
Tuhan.
 Tuhan senantiasa menyertai manusia dalam segala keadaan untuk kebaikan bagi
kita yang mangasihi-Nya.
Khotbah Jangkep Juli 2011
 Manusia didalam Tuhan Yesus sudah diangkat menjadi anak-anak Allah yang
menjadi ahli waris Kerajaan Sorga.
 Tidak akan ada kekuatan apapun yang dapat memisahkan manusia dari Tuhan Yesus
selama manusia itu berada dalam kasih dan penyertaan Tuhan.
Injil Matius 13:31-33+44-52 (Biji Sesawi, harta terpendam dan Mutiara yang
berharga).
Injil Matius ditulis di Siria antara th 72-85, untuk Jemaat di Siria yang berlatarbelakang Yahudi dan yang mengerti bahasa Siria serta Yunani. Injil ini tidak secara jelas
menyebut siapa penulisnya, namun tradisi yang sangat tua menyebut penulisnya adalah
Matius, si pemungut cukai. Tetapi bila direnungkan, nampaknya penulis Injil Matius
bukanlah Matius Rasul Tuhan Yesus, hanya saja Injil ini bersumber pada pengajaran dan
catatan-catatan yang dibuat oleh Matius Rasul Yesus. Injil Matius memberikan
keterangan kepada orang-orang Yahudi atau mereka yang percaya kepada Taurat bahwa
nubuatan tentang Mesias yang dijanjikan itu telah digenapi dalam diri Tuhan Yesus
Kristus. Tuhan Yesus hadir dengan memberikan pengajaran akan Kerajaan Sorga dengan
berbagai macam aspek dan keberadaannya. Tuhan Yesus menggambarkan dan
mengajarkan tentang Kerajaan Sorga adalah seumpama:
Biji Sesawi yang kecil, namun setelah bertumbuh menghasilkan sayur yang lebih
besar dari jenis sayuran yang lain, bahkan bisa berpohon dimana burung dapat
membuat sarang.
 Ragi adalah hal yang kecil namun bisa mengubah hal yang besar. Ragi itu bisa
membuat perubahan yang luar biasa.
 Harta yang terpendam adalah yang nampak tidak kelihatan dan biasa-biasa saja
bahkan cenderung tidak berharga, namun setelah digali ternyata menghasilkan
berkat yang luar biasa.
 Pedagang yang mencari mutiara adalah hal yang sangat berharga dan sulit dicari
serta keindahannya untuk selamanya sampai selamanya.
 Pukat yang dilabuhkan adalah alat yang indah yang dipakai untuk menjaring ikan
dan memberikan pengharapan yang terus menerus.
Dari perumpamaan yang dipakai Tuhan Yesus untuk mejelaskan tentang Kerajaan
Sorga, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Kerajaan Sorga adalah:
1. Hal yang nampaknya tidak kelihatan berharga, namun setelah digali dan dirawat
mempunyai kekuatan dan harga yang besar dan luar biasa.
2. Hal yang mempunyai kekuatan untuk mengadakan perubahan menuju ke hal yang
lebih baik.
3. Hal yang hanya dapat dilihat oleh hati yang bijaksana dan jernih.
Khotbah Jangkep Juli 2011
4. Hal yang keindahannya baka atau kekal sepanjang masa yang tidak lekang oleh
waktu dan cuaca.
5. Dari pengajaran Tuhan Yesus itu Matius mengajak umat Allah untuk bertindak
bijaksana dan hidup memilih Tuhan Yesus Kristus.
Harmonisasi Bacaan
Kerajaan Sorga adalah hal yang sederhana, mempunyai kekuatan yang besar, dan
menjadikan orang berpengharapan. Hal yang demikian itu dapat kita pahami bila kita
dengan rendah hati mengakui bahwa hanya Allah saja yang bisa menjelaskan secara
benar dan gamblang. Kita yang menjadi umat pilihan-Nya dapat memlihat dan
menerima Kerajaan Sorga bila kita dengan rendah hati melakukan dan percaya bahwa
ketetapan, peraturan, dan Hukum Tuhan itu ya dan amin. Salomo yang dipanggil dan
dipilih oleh Tuhan untuk menjadi raja Israel menggantikan Daud ayahnya juga
menyadari bahwa sebenarnya yang utama adalah mengemban amanat Kerajaan Sorga.
Salomo meyakini bahwa Israel dipilih supaya bangsa-bangsa lain mendapat berkat,
sebagai wujud kehadiran yang nyata dari Kerajaan Sorga. Oleh karena itu ketika
panggilan untuk menjadi raja bagi Israel datang dipahami oleh Salomo bahwa pekerjaan
dan pelayanannya, bahkan kehadiran Israel harus dengan sungguh menjadi kehadiran
Kerajaan Sorga. Keyakinan ini nyata ketika Salomo hanya meminta roh dan hati yang
bijaksana untuk menimbang segala perkara. Hal yang demikian juga nampak dalam
keyakinan Rasul Paulus bahwa Tuhan yang telah memilih Israel tidak akan pernah ingkar
janji dan meninggalkan, namun sebaliknya akan terus menyertai dan mewujudkan janji
itu. Paulus memahami segala perkara yang dialami, termasuk juga yang dialami oleh
umat Israel, didalamnya Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan, bahkan juga
Tuhan Allah akan senantiasa menjadi pembela bagi umat pilihan-Nya. Jika kita
menyadari hal yang demikian ini, maka kita akan memilih yang terbaik dan yang utama
dalam menjalani hidup ini, yakni memilih Kerajaan Sorga dan untuk sekarang ini
Kerajaan Sorga nyata hadir dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Keputusan akan pilihan yang
demikian inilah keputusan dari Hati yang bijakasana.
Pokok dan Arah Pewartaan
Melalui bacaan kita ini jemaat diajak mempercayai dan melihat hal-hal sebagai
berikut:
 Bahwa Kerajaan Allah adalah hal yang sederhana, hanya dapat diterima dengan
bimbingan Roh Kudus, dan dapat melakukan perubahan yang besar.
Khotbah Jangkep Juli 2011
 Bahwa jemaat harus yakin bahwa Allah senantiasa merancang indah kehidupan kita
dan terus bekerja melalui segala hal yang terjadi dalam hidup kita untuk
mendatangkan kebaikan bagi kita umat pilihan-Nya.
 Bahwa jemaat harus dengan rendah hati berserah kepada Tuhan dan dengan
sungguh-sungguh melakukan ketetapan, peraturan, dan hukum Tuhan.
 Bahwa jemaat dengan senantiasa mau dan mempersilakan Roh Kudus memimpin
hidupnya, sehingga senantiasa merasakan kehadiran berkat Tuhan.
 Bahwa jemaat dalam segala pergumulan yang dihadapi haruslah dapat memilih dan
menempatkan Tuhan Yesus sebagai yang utama, sehingga kehidupan jemaat Tuhan
senantiasa menampakkan kehadiran Kerajaan Sorga.
 Khotbah Jangkep
Saudara yang dikasihi Tuhan,
etiap umat kepunyaan Allah senantiasa meyakini bahwa kasih dan
penyertaan Allah terhadap umat-Nya sungguh luar biasa. Pemazmur dengan
rendah hati menerima panggilannya dan memohon kepada Tuhan kiranya
diberi kemampuan untuk melakukan semua kehendak Tuhan, baik itu hukum,
peraturan, maupun ketetapan-Nya. Kita juga yakin bahwa Allah merancang indah hidup
kita ini, karena itulah dalam segala hal Allah pasti turut bekerja untuk mendatangkan
kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya. Bagi kita hari ini akan bijaksana kalau kita mau
berjalan bersama dengan Tuhan Yesus. Pengakuan dan tindakan kita yang mau terus
berjalan bersama Tuhan Yesus, serta dengan rendah hati mau dipimpin oleh kuasa Roh
Kudus adalah perwujudan dari hati yang bijaksana, sebagai sebuah wujud nyata
kehadiran Kerajaan Sorga didunia ini. Kita sebagai jemaat harus meyakini bahwa Tuhan
berkenan memakai kita untuk kehadiran Kerajaan Sorga. Mengapa demikian? Kita yakin
bahwa kehadiran dan kedatangan Tuhan Yesus adalah kehadiran Kerajaan Sorga, maka
jika kita hari ini dipanggil dan dipilih untuk menjadi anggota Kerajaan Sorga didalam
Kristus Yesus, itu berarti melalui segala pergumulan dan kenyataan hidup kita berusaha
menampakkan tanda-tanda kehadiran Kerajaan Sorga.
S
Khotbah Jangkep Juli 2011
Saudara yang dikasihi Tuhan,
Jika pada hari ini kita mengambil judul dan tema ”Berikanlah Kami Hati yang
Bijaksana”, itu berarti:
1. Kita Mengakui dan Percaya, bahwa Allah adalah Pembela kita.
Dimana Roh Allah bekerja disitu roh setan juga bekerja. Artinya bila Roh Allah
bekerja untuk melindungi dan memampukan umat melakukan yang terbaik, maka roh
setan akan bekerja sebaliknya bahkan jika mungkin setan akan menjauhkan kita dari
Allah, sehingga kita malah berpihak dan lebih percaya kepada setan. Di sisi lain kita
sebagai umat Allah akan juga berhadapan dengan ancaman dan pencobaan baik yang
datang dari dalam diri kita sendiri karena kelemahan-kelemahan kita maupun yang
datang dari luar. Pemazmur dengan jelas memberikan contoh bahwa semua itu akan
bisa dihadapi dan pemazmur akan keluar sebagai pemenang bila pemazmur senantiasa
berserah kepada Allah. Bahkan pemazmur menghayati Allah adalah pembelanya. Hal
yang sama juga diyakini oleh Rasul Paulus, bahwa dalam segala pergumulan yang
dihadapi Paulus senantiasa meyakini akan kehadiran Tuhan. Disini berarti Allah akan
senantiasa menjadi pembela dan sumber kekuatan serta berkat dalam segala pelayanan
yang dilakukan. Demikian juga kita sebagai umat pilihan Allah juga meyakini bahwa Allah
adalah pembela kita. Ingat akan apa yang dikatakan Tuhan: Jika Allah di pihak kita,
siapakah yang akan melawan kita? (Roma 8:31b). Ketika kita sedang berhadapan dengan
pencobaan hidup ataupun berbagai macam pergumulan yang berat, ingatlah bahwa
Allah ada dipihak kita. Tuhan Allah tidak akan membiarkan kita jatuh dan hancur.
Marilah kita sebagai umat yang setia, kita senantiasa berserah kepada Tuhan karena
Tuhan adalah pembela yang agung bagi kita, keyakinan dan kepercayaan akan Allah
yang bertindak sebagai pembela dan Penebus akan terus terwujud dalam segala
pelayanan dan pekerjaan kita. Itu berarti dalam segala hal kita:
Tidak akan takut dan kawatir menjalani hidup ini dengan segala pergumulannya,
karena kita yakin Tuhan Allah menjadi pembela kita. Jika Allah itu pembela berarti masa
depan kita juga dijamin kepastiannya.
Kita akan terus berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan yang mengedepankan
kebenaran dan keadilan.
Akan senantiasa berjuang dengan mengedepankan kejujuran, kesetiaan, dan
integritas yang kokoh.
Tetap bertahan pada iman percaya kita kepada Allah didalam Tuhan Yesus Kristus.
Dengan melihat kenyataan di atas, maka kita yang sudah menjadi milik Tuhan Yesus
dan menjadi anggota Kerajaan Sorga, kita percaya bahwa Tuhan Allah senantiasa
berkenan memakai kita untuk menjadi garam dan ragi yang bentuk dan wujudnya kecil
Khotbah Jangkep Juli 2011
serta sederhana, tetapi dapat membuat semua menjadi enak sehingga bisa
menumbuhkan perubahan yang besar menuju kesempurnaan tubuh Kristus. Dalam
segala perkara kita tidak akan kehilangan kasih Tuhan Yesus Kristus.
2. Dalam kerendahan hati kita menjawab panggilan Tuhan.
Seperti halnya Salomo yang masih sangat muda ketika diteguhkan menjadi raja,
ternyata ia tidak bertindak yang adigang-adigung, juga tidak bertindak aji-mumpung,
dan salomo juga tidak bertindak merasa bisa, tetapi dengan rendah hati mengakui
segala kelemahannya, bahkan mengakui kemudaannya itu sebagai hal yang bisa
menyebabkan tindakan yang salah. Karena itulah ketika Tuhan menyapa Salomo dalam
mimpi dan mempersilakan Salomo untuk meminta apa saja yang diinginkan, Salomo
tidak menggunakan kesempatan itu untuk kepentingan pribadinya dengan minta yang
ini dan yang itu, atau minta kekayaan, ataupun meminta yang lain, tetapi justru
meminta yang paling mendasar dan pokok untuk bisa menjalankan tugas sebagai raja.
Sikap dan tindakan Salomo seperti itu merupakan sikap dan tindakan Salomo yang
dengan rendah hati menjawab ya atas panggilan Tuhan itu. Hal yang demikian kiranya
juga terjadi dalam kehidupan kita saat ini. Kita umat Allah dipanggil untuk menjadi saksi
Tuhan dimana pun kita ditempatkan, baik itu di tengah masyarakat maupun di tengah
pekerjaan kita. Jika kita ditempatkan Tuhan di suatu tempat ataupun kita menerima
pekerjaan haruslah itu kita pahami bahwa itu semua adalah berkat Tuhan yang besar,
karena itu marilah dengan rendah hati kita menerima dan menjalaninya, sehingga kita
terhindar dari perbuatan-perbuatan yang melawan Tuhan. Bahkan juga kalau kita
dengan rendah hati menerima panggilan Tuhan itu, maka aka nada banyak orang yang
bersukacita karena merasa mendapat berkat karena kita. Di sisi lain kita juga yakin
bahwa Tuhan pasti memberikan berkat yang khusus dan khas. Kerendahan hati yang
kita lakukan akan menghindarkan kita dari perbuatan aji mumpung, sehingga kita
terhindar dari perbuatan yang mencuri. Kerendahan hati juga akan menghindarkan kita
dari sikap dan perbuatan yang sok kuasa, sehingga kita tidak akan merampas hak orang
lain. Kerendahan hati juga menghindarkan kita dari perbuatan sok berada/kaya,
sehingga menghindarkan dari tindakan yang menyingkirkan orang lain karena suap.
Kerendahan hati juga merupakan tindakan yang berserah kepada Tuhan, sehingga setia
dalam pekerjaan dan perbuatan yang kita lakukan, kita mempersilakan Tuhan untuk
memimpin dan memerintah. Kerendahan hati adalah sikap yang mau bersyukur
terhadap segala sesuatu yang kita terima, sehingga kita melakukan karya dan pelayanan
dengan sukacita dan memuliakan Tuhan.
Khotbah Jangkep Juli 2011
3. Hati yang bijaksana adalah hati yang mau dipimpin oleh Roh Kudus
Perjumpaan Salomo dengan Tuhan dalam sebuah mimpi, tentu harus dipahami
sebagai sebuah perjumpaan dalam Roh. Perjumpaan itu juga menunjukkan kepada kita
bahwa Allah senantiasa menyertai, melindungi, dan menjamin keberhasilan umat yang
menjadi pilihan-Nya Bahkan Rasul Paulus dengan sangat indah memahami penyertaan
Allah itu sebagai hal yang menjadi sebuah kemestian, bahkan dalam segala situasi yang
sedang terjadi dalam hidup manusia pun Allah turut hadir untuk menunjukkan kuasa
dan kebaikan-Nya serta umat merasakan sukacita Allah. “Kita tahu sekarang, bahwa
Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka
yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
(Roma 8: 28 ). Untuk bisa memahami dan mengerti maksud kehadiran Allah seperti
pada Roma 8:28 diperlukan hati yang bijaksana dan hati yang bijaksana adalah hati yang
dipimpin oleh Roh Kudus. Jadi penyertaan dan pimpinan Roh Kudus akan memampukan
seseorang untuk memahami dan mengerti maksud dan tujuan Allah dalam kehidupan
seseorang. Di sisi lain hati yang dipimpin oleh Roh Kudus adalah hati yang memilih
Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Keputusan ini merupakan keputusan
hati yang bijaksana, yang memilih Tuhan Yesus. Itu berarti memilih Kerajaan Sorga.
Saudara yang dikasihi Tuhan.
Tuhan Yesus memberikan sebuah penggambaran/perumpamaan tentang Kerajaan
Sorga dengan hal-hal sebagai berikut :
Bagai biji sesawi-Kerajaan Sorga sering nampak kecil dan tidak berarti, bahkan
nampak lemah dan tak berdaya, namun mempunyai daya hidup yang luar biasa dan
bahkan bisa menjadi pohon yang luar biasa pula.
Bagai ragi-yang nampak kecil dan sederhana ternyata mempunyai kekuatan untuk
mengubah sesuatu hal yang sangat luar biasa.
Bagai harta yang terpendam-sering juga harta yang terpendam itu tidak nampak
keindahan dan keelokannya, sehingga tidak banyak orang yang mengetahui bahwa itu
sangat berharga, padahal sebenarnya harta itu mempunyai nilai dan harga yang tak
terhingga.
Bagai mutiara yang indah-itu berarti Kerajaan Sorga adalah harta yang sulit dicari
dan mempunyai nilai serta keindahan yang tiada tara.
Bagai pukat/jala-yang dapat untuk mencari ikan di laut yang dapat menjaring yang
banyak.
Hal yang sama juga terjadi dalam hidup kita, bila kita menjadi anggota Kerajaan
Sorga, maka hidup kita akan berdaya hidup yang besar, sehingga bisa berfungsi bagi
banyak orang
Khotbah Jangkep Juli 2011
Mempunyai kekuatan untuk mengubah dari hal yang negative menjadi hal positif.
Sangat berharga dan berdaya guna yang besar. Mempunyai keindahan yang tidak
ternilai. Menjadi alat yang dapat menghasilkan hal yang besar. Semua hal itu akan bisa
terjadi apabila kita mau dipimpin oleh Roh Kudus. Marilah kita sebagai umat tebusan
Tuhan Yesus senantiasa mau dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga kita dimampukan untuk
melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar. Amin!
 Rancangan Bacaan Alkitab:
Berita Anugerah
Petunjuk Hidup Baru
Nats Persembahan
: Amos 5 : 4 – 6a
: Amsal 30 : 5 – 9
: Mazmur 116 : 12 – 14
 Rancangan Nyanyian Pujian :
Nyanyian Pembuka
Nyanyian Penyesalan
Nyanyian Kesanggupan
Nyanyian Persembahan
Nyanyian Penutup
: KJ. 397 : 1 – 2
: KJ. 397 : 3 – 4
: KJ. 33 : 1 + 3 – 4
: KJ. 393 : 1 –
: KJ. 396 : 1 + 3
Khotbah Jangkep Juli 2011
khotbah Jangkep Minggu, 24 Juli 2011
Pekan Biasa Kaping Pitulas (Ijo)
KAWULA MUGI KAPARINGANA MANAH
INGKANG WICAKSANA
Waosan I : I Para Raja 3:5-12 ; Tanggapan: Jabur 119:129–136;
Waosan II: Rum 8:26–39 ; Waosan III: Injil Mateus 13:31–33; 44–52
 Khotbah Jangkep
Para sedherek ingkang kinasih,
aben tiyang para kagunganipun Gusti Allah sami ngakeni tuwin pitados bilih
pangreksanipun Gusti Allah dhateng para kagunganipun punika ageng saha
ngedab-edhabi. Juru Mazmur kanthi manah ingkang andhap asor nyenyuwun
wonten ngarsanipun Gusti supados dipun paringi manah saha kekiyatan kangge
nindakaken sedaya angger-anggeripun, pranatanipun Gusti. Makaten ugi kita, kita ugi
tansah pitados bilih kita kabereg lan kaparingan kekiyatan kangge nindakaken sadaya
karsanipun Gusti. Kita ugi pitados bilih Gusti Allah angrancang endah dhateng sadaya
gesang kita, awit saking punika wonten ing sadaya prakawis Gusti Allah tansah nunggil
kaliyan kita murih sae lan endahing gesang kita. Krana punika ugi langkung endah bilih
menawi kita purun sami tansah mlampah miturut sihipun Gusti Yesus, sarta kanthi
andhap asor kita sami purun kapimpin dening Sang Roh Suci. Lah punika minangka
wujuding manah ingkang wicaksana lan wujuding rawuhipun Kratoning Swarga wonten
ing jagad. Kita minangka pasamuwanipun Gusti ugi kedah pitados bilih Gusti Allah
sampun kepareng ngagem kita kangge wujuding Kratoning Swarga wonten jagad punika.
Kenging punapa makaten? kita pitados bilih rawuhipun Gusti Yesus wonten ing jagad
punika minangka rawuhing Kratoning Swarga wonten jagad, mila menawi ing dinten
punika kita tinimbalan lan pinilih dados putraning Allah wonten Gusti Yesus Kristus,
ateges wonten ing sadaya kawon tenan gesang kita kedah ngatingalaken tanda-tanda
rawuhing Kratoning Swarga.
Para sedherek ingkang kinasih, Menawi ing dinten punika kita sami mendhet
jejer/tema: KAWULA MUGI KAPARINGANA MANAH INGKANG WICAKSANA, punika
ateges:
S
Khotbah Jangkep Juli 2011
Kita sami tansah pitados bilih Gusti Allah punika ingkang mbelani kita.
Kita sami mangertos bilih ing pundi Roh Suci makarya paring panuntun dhateng
manungsa ing ngriku kita sami mangertos bilih roh pepeteng ugi makarya kangge
nasaraken manungsa. Tegesipun menawi Roh Suci makarya saperlu paring kekiyatan
dhateng manungsa kangge tumindak ingkang sae saha leres, mila roh pepeteng ugi
makarya kangge ndhatengaken prakawis ingkang awon malah ugi saged nebihaken kita
saking Gusti Allah, satemah kita sami tumindak ingkang berpihak dhateng roh
pepeteng/setan punika. Ing sisih sanes kita minangka para kagunganipun Gusti Allah ugi
badhe aben ajeng kaliyan pacoben sae ingkang saking nglebet diri kita piyambah
minangka karingkihan lan kasekengan kita lan ugi ingkang dhatengipun saking pihak
luar. Pemazmur/Juru Mazmur kanthi cetha paring katerangan lan paseksen bilih punika
badhe saged dipun adhepi lan pemazmur badhe tansah mimpang. Kawontenan ingkang
makaten punika ugi tansah dipun pitadosi dening Rasul Paulus bilih wonten ing sadaya
prakawis Rasul Paulus tansah kinanthenan dening Gusti Allah. Ing ngriki ateges Gusti
Allah tumindak minangka pangayom saking sadaya peladosanipun. Punika kacetha
wonten ing II Korinta 4:8 - 9 - ”Mungguhing samubarang aku iki padha katindhes,
nanging ora kejepit; aku padha kentekan akal, nanging ora kelangan pengarep-arep; aku
padha dikuya-kuya, nanging ora ditinggal mijen; aku padha kabanting, nanging ora nemu
bilai.” Makaten ugi kangge kita ing dinten punika. Kita asring ngalami lan aben ajeng
kados dene Rasul Paulus, nanging kita pitados bilih Gusti Allah boten badhe negakaken
kita, malah Gusti Allah sampun karsa dados pembela kita. Ruma 8:31 ”...... menawa
Gusti Allah ana ing pihak kita, sapa kang bakal nglawan kita?” Menawi kita nembe aben
ajeng kaliyan mawerni-werni pacoben saha awrating gesang, sumangga kita sami
kemutan lan pitados bilih Gusti Allah tansah dados pembela kita, lan Gusti Allah tansah
wonten ing pihak kita. Gusti boten badhe negakaken kita piyambakan temah dados
pejah, mila sumangga kita minangka umat kagunganipun Gusti ingkang setya punika,
kita tansah pasrah sumarah wonten ngarsanipun Gusti ingkang Maha agung saha maha
asih. Sikap pasrah punika katingal wonten ing satengahing peladosan saha pedamel kita,
kadas ta:
Boten badhe ajrih lan kuwatos nglampahi gesang padintenan punika awit kita
pitados bilih Gusti Allah wonten ing Sang Kristus tansah tumindak minangka pihak
ingkang mbelani kita. ”... Menawa Gusti Allah ana ing pihak kita, sapa kang bakal
nglawan kita?”
Kita badhe tansah lumampah kanthi sikep ingkang nengenaken kejujuran, kaadilan,
lan kasetyan. Kita tetep kukuh ing kapitadosan kita bilih Gusti Yesus punika Juruwilujeng
kita lan kita boten badhe selak/nilar Gusti Yesus Kristus.
Khotbah Jangkep Juli 2011
Kanthi kawontenan ing ngajeng punika kita ingkang sampun dados brayatipun
Gusti Allah inggih ugi brayat Kratoning Swarga pitados bilih:
 Gusti Allah karsa ngagem kita saperlu dados sarem lan ragi ingkang wujudipun alit
ananging ingkang saged ndadosaken sadaya sami eca temah nuwuhaken ewahewahan ingkang ageng tumuju dhateng kasampurnaning sariranipun Sang Kristus.
 Wonten sadaya prakawis kita boten badhe kapedhotan katresnan saking Gusti kita
Yesus Kristus.
 Kanthi manah ingkang andhap-asor, kita ngaturaken wangsulan dhateng
timbalanipun Gusti.
Kados dene Sang Prabu Soleman ingkang taksih nem sanget nalika katetepaken
minangka raja ing Israel, kasunyatanipun Sang Prabu Soleman boten tumindak adigang
lan adigung, sapa sira. lan sapa ingsung. Soleman boten ngginakaken aji mumpung,
ananging kanthi manah ingkang kebak andhap asor ngakeni sadaya karingkihan lan
kasekenganipun, malah ngakeni bilih krana taksih nem punika ingkang asring njalari
Soleman tumindak lepat. Krana punika nalika Gusti Allah ndangu dhateng Soleman
wonten ing pangimpen, Soleman boten ngginakan wewengan punika kangge nguja
hawa nepsunipun kanthi nyuwun ingkang aneh-aneh, malah kosok wangsulipun
Soleman nyuwun ingkang prasaja, inggih punika manah ingkang wicaksana, ingkang
saged nimbang sadaya prakawis, temah Soleman saged nindakaken timbalan minangka
raja ing Israel. Sikap lan tindakan Soleman ingkang makaten punika minangka wujuding
manah ingkang andhap asor nampi timbalan minangka raja. Prakawis ingkang makaten
punika wau ugi saged kedadosan wonten ing gesang kita. Kita minangka umat ingkang
katimbalan dados seksinipun Gusti Allah, wonten ing pundi kemawon kita kapapanaken.
Menawi kita kapapanaken Gusti wonten satengahing masyarakat utawi sampun
kepareng nampi pedamelan, punika minangka wujuding berkah ingkang ageng. Kita
sami nampeni kanthi manah ingkang andhap asor.
Para sedherek,
Menawi kita kanthi andhap asor nampi timbalanipun Gusti, mila lajeng kathah
tiyang ingkang saged ngraosaken berkahipun Gusti awit saking peladosan kita punika.
Kathah tiyang ingkang sami ngraosaken kabingahan awit saking peladosan kita. Sikap
lan tindakan andhap asor badhe ndadosaken kita langkung setya lan jujur, temah kita
kalis saking tumindak ingkang aji mumpung, kumawasa, lan gumunggung.
Para kinasih, punapa ta wujuding kita kanthi andhap asor kangge nampi
timbalanipun Gusti Allah? Prasaja kemawon, inggih punika kita boten badhe tumindak
ingkang aneh-aneh, temah ndadosaken kucem asmanipun Gusti. Kanthi manah ingkang
tinarbuka nampi panuntuning Sang Roh Suci lan kanthi makaten ugi kita purun nampi
sedaya pepenget, pameleh, lan pitedah saking sok sintena kemawon.Badhe tansah setya
Khotbah Jangkep Juli 2011
nindakaken sadaya pakaryan kanthi jujur lan pasrah wonten ing ngarsanipun Gusti.
Kanthi manah ingkang kebak raos sokur lan suka bingah nglampahi sadaya pedamelan
lan peladosan minangka wujuding berkahing Gusti. Kita sami sumadya kapimpin dening
Roh Suci.
Para kinasih, pepanggihanipun Sang Prabu Soleman kaliyan Gusti Allah wonten ing
salebeting pangimpen temtu kedah kita tampeni bilih pepanggihan punika minangka
pepanggihan wonten ing Roh. Pepanggihan punika ugi nedahaken dhateng kita bilih
Gusti Allah tansah paring pitulungan, paring pangayoman, lan paring panuntun dhateng
kita temah sadaya ingkang kita tindakaken punika badhe kasil. Malah Rasul Paulus
kanthi andhap asor ngraosaken lan nampeni sadaya punika minangka satunggaling bab
ingkang boten saged dipun selaki, temah Rasul Paulus pitados bilih wonten ing sadaya
prakawis Gusti Allah tansah nunggil kaliyan gesangipun manungsa. Punika kacetha
saking: ”saiki kita padha sumurup yen Gusti Allah uga makarya ana ing samubarang
kabeh, njalari becike wong kang padha tresna marang Panjenengane, yaiku para kang
tinimbalan miturut ing pepesthening Allah.” ( Rum 8:28). Kangge mangertosi kanthi
yektos tujuwan nunggilipun Gusti Allah wonten ing sadaya prakawis gesang kita, kita
kedah anggadhahi manah ingkang wicaksana. Lan manah ingkang wicaksana punika
saged kita tampeni menawi kita purun kanthi andhap asor katuntun dening Sang Roh
Suci. Dados panunggiling Sang Roh Suci wonten ing gesangipun manungsa punika
ingkang nyagedaken kita para manungsa kangge mangertosi punapa ta karsanipun Gusti
Allah wonten ing salebeting gesangipun manungsa. Ing sisih sanes kita katuntun murih
tansah miji lan milih Gusti Yesus minangka Juruwilujeng kita ingkang sejatos. Keputusan
ndherek Gusti Yesus minangka keputusan ingkang wicaksana, minangka keputusan
ingkang katuntun lan kapimpin dening Sang Roh Suci. Ateges ugi kita sampun
kadadosaken brayating Kratoning Swarga.
Para sedherek ingkang kinasih,
Menawi kita punika minangka brayat Kratoning Swarga, kados pundi patrapipun
wonten gesang kita padintenan punika? Prasaja kemawon, menawi kita kadosdene wiji
sawi, katingal alit lan boten wonten aosipun, malah katingal ringkih lan boten
anggadhahi daya, ananging saged ngedalaken wong ingkang ageng saha ngedab-edabi.
Ragi, alit lan prasaja nanging anggadhahi kekiyatan ingkang ageng kangge
ngawontenaken ewah-ewahan. Raja brana ingkang kapendhem, ingkang katingal awon
lan boten wonten ajinipun ananging estunipun anggadhahi aji ingkang inggil sanget.
Mutyara ingkang endah, ateges kita kedah ngatingalaken kaendahan lan peladosan
ingkang beda kaliyan sanesipun lan ugi tansah langgeng,
Krakad (jaring ingkang ageng), ateges kita minangka piranti ingkang saged kangge
njaring lan ngedalaken woh ingkang kathah. Ing samangke sumangga kita sami
Khotbah Jangkep Juli 2011
nilingaken sadaya punika. Punapa kita ugi sampun wujudaken brayat Kratoning Swarga
ingkang tansah katuntun dening Sang Roh Suci? Menawi inggih mila kita badhe
anggadhahi daya lan semangat ingkang ageng, temah kita migunani kangge tiyang
kathah. Anggadhahi kekiyatan lan semangat kangge ngwontenaken ewah-ewahan
tumrap prakawis-prakawis ingkang awon dados ingkang prayogi lan sae. Anggadhahi
makna, pangaji, lan kaendahan ingkang tansah sumorot temah saged ngedalaken woh
ingkang langgeng.
Para kinasih, Sadaya punika badhe saged kalampahan menawi kita purun katuntun
dening sang Roh Suci. Sumangga kita sami sumadya tansah katuntun dening Sang Roh
Suci, Amin!
 Rancangan Waosan Kitab Suci:
Pawartos Sih Rahmat
Pitedah Gesang Anyar
Nats Pisungsung
: Amos 5 : 4 – 6a
: Wulang bebasan 30 : 5 – 9
: Jabur 116 : 12 – 14
 Rancangan Kidung Pamuji :
Kidung Pambuka
Kidung Panelangsa
Kidung Kesanggeman
Kidung Pisungsung
Kidung Penutup
: KJ. no.
: KJ. no.
: KJ. no.
: KJ. no.
: KJ. no.
Khotbah Jangkep Juli 2011
29 : 1 + 4
38 : 1 – 3
43 : 1 – 3
132 : 1 – 3
61 : 1 – 2
Khotbah Jangkep Minggu, 31 Juli 2011
Pekan Biasa Ke Dua Puluh Delapan
KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN
Bacaan I: Yesaya 55:1-5; Tanggapan: Mazmur 145:8-9, 14 -21;
Bacaan II: Roma 9:1-5; Bacaan III: Injil Matius 14 : 13 – 21
 Dasar Pemikiran
Suka atau tidak, sekarang ini banyak orang yang berpendapat bahwa hidup ini dari
hari kehari semakin terasa sulit. Pernyataan banyak orang itu seakan menjadi
pembenaran akan sikap dan perbuatan kita yang terkadang sangat perhitungan untuk
melakukan sikap dan tindakan yang mau berbagi kepada mereka yang membutuhkan,
bahkan kepada mereka yang tersingkir dan terbuang. Bukan sekedar perhitungan, tetapi
tindakan yang tidak mau bahkan menutup mata untuk tidak mau berbagi dengan
sesama yang membutuhkan. Melalui Firman Tuhan ini kembali kita diingatkan akan
tanggungjawab kita sebagai umat yang sudah ditebus untuk mau berbagi kasih kepada
mereka yang membutuhkan.
 Keterangan Tiap Bacaan
Yesaya 55 : 1 – 5
Kitab Yesaya masuk dalam golongan Kitab Nabi-nabi Besar. Disebut besar bukan
karena Yesaya adalah seorang yang tinggi besar atau mempunyai jabatan yang tinggi
atau salah satu pembesar Kerajaan. Bukan itu tetapi karena Kitab Yesaya termasuk Kitab
Nabi-nabi yang Kitabnya besar (jumlah pasalnya cukup banyak , ada 66 pasal). Kitab ini
dibagi menjadi tiga bagian besar, yakni:
 Proto Yesaya ( Yesaya Pertama ) ps.1 – 39 –
bagian ini memuat nubuat-nubuat Nabi Yesaya ( Yesaya bin Amos ) dan sikap Nabi
Yesaya yang menentang politik luar negeri Yehuda yang lebih mengandalkan bantuan
asing dari pada berharap kepada Tuhan. Penderitaan umat Allah disebabkan karena
umat tidak setia kepada Allah. Nabi Yesaya I ini hidup dan melayani Tuhan di Yerusalem
pada tahun 740 – 700 SM.
 Deutero Yesaya (Yesaya Kedua) ps. 40 – 55 –
ini dialamatkan kepada orang-orang buangan di Babel. Nabi Yesaya II ini hidup dan
melayani Tuhan pada sekitar tahun 586 SM. Jadi Nabi Yesaya II (Nabi Deutero Yesaya) ini
Khotbah Jangkep Juli 2011
bukanlah Nabi Yesaya I (Yesaya bin Amos). Siapa namanya ? tidak diketahui! Israel
(Umat Allah) dibuang ke Babel karena Israel adalah negara teocentris (negara yang
berpusat dan bergantung kepada Allah), namun dalam perjalanannya Israel lebih
mengandalkan bantuan asing. Israel dibawah Babel berusaha melepaskan diri dengan
jalan memberontak yang dibantu oleh kekuatan asing, namun dua kali usaha itu gagal
yang berakibat Raja Babel marah, Israel dihancurkan dan diangkut ke Babel sebagai
tawanan. Sendi- sendi kehidupan beragama dan budaya dihancurkan termasuk
didalamnya Bait Allah buatan Salomo. Inilah yang disebut pembuangan.
 Trito Yesaya (Yesaya Ketiga) ps. 56 – 66 –
umumnya membawa Firman Allah kepada umat yang telah pulang dari
pembuangan Babel, namun masih harus hidup dibawah kekuasaan Persia (Koresy - 538
SM). Berbagai macam tradisi kenabian dihidupkan kembali secara baru, yang tentu
untuk zamannya waktu itu.
Khusus Deutero Yesaya (Yesaya Kedua) yang dialamatkan kepada umat Allah yang
dibuang di Babel menekankan bahwa hanya ada satu Allah sebagai yang awal dan yang
kemudian, yang kekuasaannya mengatasi langit di atas dan bumi di bawah. Mengapa ini
ditekankan? Umat Allah yang dibuang di Babel ini tidak ditempatkan didalam penjara,
melainkan disuatu tempat yang dekat dengan Babel. Mereka boleh mendirikan rumah,
berdagang, bercocok tanam, memelihara adat-istiadatnya sendiri, dan juga tetap boleh
memeluk agamanya. Namun mereka harus tetap patuh kepada perintah raja dan
melakukan kerja paksa (rodi), serta patuh pada penguasa-penguasa Babel. Kondisi yang
demikian ini menjadikan umat Allah (Israel) di Babel dapat berinteraksi secara bebas dan
leluasa dengan penduduk asli Babel yang tentu juga dengan agama serta adatistiadanya. Nah,.... ada kemungkinan mereka bisa ikut terseret untuk percaya kepada
ilah-ilah orang Babel. Yesaya II, khususnya Yesaya 55:1-5
mengingatkan dengan
sungguh bahwa Israel adalah umat Allah yang sangat dikasihi Tuhan dan umat yang
menjadi tebusan-Nya karena itulah masa depan umat Allah (Israel) itu bergantung
kepada hubungannya dengan Tuhan. Israel setia kepada Tuhan dengan hidup tak
bercela dihadapan-Nya, maka kehidupan Israel akan menjadi harmonis dan penuh
sukcita, namun jika hubungan dengan Tuhan itu renggang dimana Israel berlaku tidak
setia, maka Israel juga akan mengalami hari-hari yang sulit, bahkan harus mengalami
penghukuman dari Tuhan. Sekecil apapun kesalahan umat Allah akan tetap mendapat
penghukuman dari Tuhan. Allah yang penuh kasih yang memanggil Israel itu kembali
menegaskan bahwa Allah tidak bosan-bosannya mengingatkan cara hidup Israel yang
sia-sia. ”Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti dan upah
jerihmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan ? Disini jelas bagi kita bahwa Israel
sering berbuat sesuatu yang sia-sia. Karena itulah Allah dengan tegas memanggil Israel
Khotbah Jangkep Juli 2011
supaya mau kembali mendengarkan suara Tuhan. Kembali kepada suara Tuhan berarti
kembali pada jalur kehidupan yang betul-betul hidup.
Mazmur 145:8-9, 14-21
Pemazmur meyakini dan mengakui bahwa Allah adalah Allah yang sangat
penyayang dan mengasihi semua orang terlebih juga kepada umat kepunyaan-Nya.
Semua yang diciptakan senantiasa dipelihara dan diberi berkat. Bukan hanya itu saja,
mereka yang terjatuh pun tetap disayang Tuhan, bahkan mereka yang tersingkir dan
lesu oleh ketidakadilan. Bagi mereka yang baik dan disayang Tuhan juga terus diberkati
dengan Tuhan tetap mendengar dan mengabulkan doa mereka yang memohon.
Pemazmur juga mengajak semua umat kepunyaan Tuhan untuk senantiasa memuji dan
memuliakan nama-Nya.
Roma 9:1-5
Surat Roma ditulis Rasul Paulus kira-kira tahun 56-57 di Korontus. Ketika menulis
Surat ini Paulus belum pernah sampai ke Roma. Adapun tujuan Paulus menulis Surat
Roma adalah:
 Berkenalan dengan Jemaat Roma, jemaat yang tidak didirikan oleh Paulus
 Paulus meminta dukungan doa dan dana untuk rencana Pekabaran Injil ke Eropa,
khususnya ke Spanyol (Ps. 15 ; 24).
 Meminta dukungan doa syafaat sehubungan dengan konfrontasi Paulus denganh
orang-orang Yahudi di Yerusalem (Ps. 15:30-31)
 Meminta dukungan doa syafaat dari jemaat Roma sehubungan dengan
ketidakpastian sikap jemaat Kristen Yerusalem terhadap bantuan yang dibawa Rasul
Paulus dari jemaat-jemaat di Makedonia dan Akhaya (Ps.15: 30-31).
 Meredakan perselisihan yang sedang terjadi di tengah jemaat Roma (Ps. 14 :115:13).
Paulus menyadari sepenuhnya bahwa ia dipanggil menjadi rasul untuk
memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, juga kepada bangsa Spanyol.
Namun usaha Paulus ini berhadapan dengan tiga ancaman, yakni:
 Orang-orang Yahudi: mereka semua menolak Paulus yang dianggap murtad. Oleh
karena Paulus banyak orang bukan Yahudi yang masuk agama Yahudi akhirnya
keluar dan menganut agama Kristen.
 Orang-orang Kristen asal Yahudi: golongan ini menolak Paulus karena Paulus
menentang sikap dan pandangan yang menempatkan orang Kristen Yahudi lebih
unggul dan baik. Golongan ini ditentang Paulus karena masih memelihara tradisi
Yudaisme dan Hukum Taurat.
Khotbah Jangkep Juli 2011
 Orang-orang Kristen bukan Yahudi : bagi golongan ini Israel sudah tidak lagi masuk
hitungan. Melalui ajaran Paulus hendak ditunjukkan bagaimana hubungan PL dan
PB. Ajaran Paulus yang seperti ini ditolak oleh golongan ini.
Khusus Roma 9:1– 5
adalah ungkapan Rasul Paulus akan keprihatinannya
terhadap umat Israel yang menolak Tuhan Yesus sekaligus juga rasa kasih yang sangat
dalam dari Paulus kepada umat sebangsanya. Bahkan ia mengungkapkannya rasa sayang
dan kasih yang sangat dalam itu dengan ungkapan yang luar biasa. “Bahkan, aku mau
terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara
jasmani.” Inilah ungkapan Paulus itu luar biasa, karena Paulus sadar Israel adalah umat
pilihan.
Matius 14 : 13 – 21 Injil Matius ditulis di Siria antara tahun 72-85, untuk Jemaat di
Siria yang berlatarbelakang Yahudi dan yang mengerti bahasa Siria serta Yunani. Injil ini
tidak secara jelas menyebut siapa penulisnya, namun tradisi yang sangat tua menyebut
penulisnya adalah Matius, si pemungut cukai. Tetapi bila direnungkan, nampaknya
penulis Injil Matius bukanlah Matius Rasul Tuhan Yesus, hanya saja Injil ini bersumber
pada pengajaran dan catatan-catatan yang dibuat oleh Matius Rasul Yesus. Melihat
secara keseluruhan Injil Matius, maka Injil Matius ditulis dengan tiga tujuan, yakni:
a. Sebagai sebuah Apologetis ( pembelaan diri ) terhadap orang-orang Yahudi yang
tidak menerima Tuhan Yesus dengan mengatakan bahwa semua nubuatan dalam
Kitab Perjanjian Lama tentang Mesias telah digenapi dalam diri Tuhan Yesus.
b. Sebagai sebuak Kateketis (pengajaran) yakni untuk memberikan pengjaran tentrang
pokok-pokok iman Kristen secara sistematis dan teratur
c. Sebagai sebuah Paranetis (teguran dan nasihat), melalui Injil Matius penulis hendak
menegur dan menasihati Jemaat bahwa untuk selamat tidaklah cukup dengan masuk
agama Kristen saja, tetapi harus dengan sungguh percaya kepada Kristus, bila tidak
maka jemaat bisa ditolak oleh Tuhan Yesus. Disini Injil ini menegur jemaat yang
hidupnya suam-suam dan dingin saja, karena itu jemaat perlu bersemangat dan
terus percaya kepada Kristus.
Khusus Injil Matius 14: 13-21 hendak menunjukkan kepada kita bahwa para murid
tidak boleh lepas dari tanggungjawabnya sebagai saksi Kristus, sebagai pewarta damai,
dan sebagai penyalur berkat Tuhan. Tuhan Yesus dan para murid tahu betul bahwa
sebenarnya orang banyak tidak menuntut disediakan makanan, karena mereka semua
boleh bertemu dan menerima pengajaran dari Tuhan Yesus itu sudah cukup. Namun
demikian Tuhan Yesus tidak ingin para murid terjatuh dalam kesombongan iman yang
akhirnya membawa para murid jauh dari Tuhan bahkan akhirnya tidak punya iman.
Tuhan Yesus menginginkan sebaliknya para murid harus lebih beriman dan berserah
serta percaya penuh kepada Allah dan Kristus sebagai Tuhan dan gurunya. Mujijat
Khotbah Jangkep Juli 2011
Tuhan Yesus memberi makan kepada lima ribu orang adalah mengajar para murid
bahwa yang mempunyai berkat itu Tuhan karena itu mintalah kepada yang punya berkat
maka semua kesulitan akan bisa diatasi.
Harmonisasi Bacaan
Tuhan Allah yang memanggil Israel sebagai umat pilihan-Nya adalah setia dan
penuh berkat. Tuhan Allah juga Allah yang penuh kasih dan pengampunan karena itulah
Tuhan Allah yang setia senantiasa memanggil umat-Nya untuk tetap setia mendengar
suara Tuhan supaya mempunyai hidup dengan segala kelimpahan. Tuhan Allah yang
setia itu adalah Tuhan Allah yang adil dan tegas, sehingga kepada setiap umat yang
berbuat salah kepadanya tetap mendapat penghukuman dari Tuhan. Kepada kita
sebagai umat kepunyaan Allah senantiasa dipanggil untuk mengasihi sesama dan
membawa sesama kepada Kristus, sehingga yang menikmati keselamatan bukan hanya
kita tetapi juga sesama kita. Tuhan Allah juga meminta kita supaya dalam mengasihi
bukan hanya dalam wujud atau hal-hal yang rohani saja tetapi juga hal-hal yang bersifat
jasmani. Dengan kata lain kasih kita kepada sesama itu secara menyeluruh ( holistik ),
supaya semua itu bisa kita lakukan, maka kita harus lebih percaya dan berserah kepada
Tuhan. Mintalah kepada yang punya berkat.
Pokok dan Arah Pewartaan
Melalui Firman yang kita baca dan renungkan ini jemaat diajak untuk memahami
bahwa:
 Tuhan Allah adalah pencipta dan sumber segala berkat.
 Tuhan senantiasa bertindak adil dan penuh rahmat pengampunan
 Umat diajak untuk senantiasa mengasihi sesama dengan sungguh dan tulus
 Setiap kali berhadapan dengan kesulitan hidup hendaklah senantiasa berserah
kepada Tuhan dan mintalah kepada yang punya berkat ( Tuhan Yesus ) , maka
semua kesulitan akan dapat di atasi.
Khotbah Jangkep Juli 2011
 Khotbah Jangkep
Saudara yang dikasihi Tuhan,
ujijat Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang lebih mengingatkan
kita akan pengenmbaraan bangsa Israel di Padang Gurun yang mana
Israel tidak bisa bekerja, namun toh Tuhan memeliharanya dengan roti (
mana ) dan lauk Pauk ( burung puyuh ) dari sorga, sehingga Israel tidak
lagi kelaparan namun tercukupkan. Hal yang sama juga mengingatkan kita pada Yesaya
55: 1-5, dimana akan ada masa orang akan mendapatkan kelimpahan oleh karena kuasa
Tuhan. Umat harus lebih percaya kepada karya dan kuasa Tuhan
M
Saudara yang dikasihi Tuhan,
Melalui bacaan kita di atas, kita dapat mengambil pelajaran sebagai berikut :
a. Dalam Melayani, Jemaat Tuhan harus secara menyeluruh dan
mendasar.
Melihat waktu sudah menjelang malam, bahkan boleh dikatakan sudah malam,
saat dimana orang waktunya makan malam, para murid mengajukan usul kepada Tuhan
Yesus, Gurunya, ”Suruhlah orang banyak untuk pergi ke desa-desa sekitar untuk bisa
mendapatkan makanan”. Sepintas usul itu sangatlah bagus dan masuk akal. Mengapa ?
Karena:
 Yang ada pada murid hanyalah lima roti dan dua ikan
 Para murid terlepas dari segala persoalan karena jelas 12 orang tidak mungkin
melayani lima ribu orang lebih
 Rombongan Tuhan Yesus, termasuk didalamnya para murid sudah sangat lelah.
Namun ketika Tuhan Yesus mendengar usul itu, dengan cepat Tuhan Yesus
menolak usul itu dengan mengatakan: ”Kamu harus memberi mereka makan”. Mengapa
Tuhan Yesus memberi perintah yang demikian ? apakah Tuhan Yesus tidak tahu apa
yang ada pada para murid? tentu Tuhan Yesus tahu betul mengenai situasi yang ada
pada para murid. Kalau Tuhan Yesus memberi perintah demikian karena Tuhan Yesus
mempunyai tujuan supaya para murid dalam melayani harus secara menyeluruh dan
mendasar. Artinya setelah orang banyak mendapat pengajaran secara rohani maupun
kelepasan dari segala beban penyakit, orang banyak harus juga mendapat kelepasan
dari rasa lapar. Disini baik kebutuhan rohani maupun jasmani harus terpenuhi juga
hubungan antara hal yang rohani dan jasmani dapat diketahui oleh orang banyak. Jika
Tuhan Yesus menerima usul para murid, maka orang banyak hanya tahu bahwa Tuhanh
Yesus hanya bisa melakukan urusan yang rohani saja, tetapi kalau para murid memberi
mereka makan, maka kita teringat sabda Tuhan Yesus: Manusia hidup bukan hanya
Khotbah Jangkep Juli 2011
dengan roti saja, tetapi juga dari setiap Firman yang keluar dari ulut Allah. Ayat ini pasti
terpenuhi, artinya dengan Sabda Tuhan Yesus melayani secara rohani dan dengan
Sabda pula Tuhan Yesus melayani kebutuhan jasmani, dengan demikian pelayanan itu
secara menyeluruh dan mendasar dari kebutuhan manusia. Apa yang dilakuakn oleh
Tuhan Yesus ini juga menjadi model dan teladan bagi Jemaat Tuhan, bahwa jika Jemaat
Tuhan melayani, maka harus secara mendasar dan menyeluruh, tidak secara seporadis
maupun sepenggal-sepenggal saja. Iman seseorang tidak akan bisa bertumbuh secara
baik dan dewasa jika kebutuhan jasmaninya tidak terpenuhi, demikian juga kehidupan
seseorang tidak akan sehat bila hanya mementingkan kebutuhan jasmani saja
sementara kebutuhan rohani terabaikan.
b. Jemaat Tuhan harus siap melayani
Pelayanan Gereja (Jemaat Tuhan) yang mendasar dan menyeluruh itu harus
sekaligus pelayanan bersama dengan seluruh anggota jemaat Tuhan, artinya bukan
hanya pelayanan secara kelembagaan saja, tetapi seluruh anggota jemaat Tuhan harus
terlbat secara aktif. Disinilah tempatnya jemaat Tuhan harus terus siap untuk melayani.
Itu berarti juga melalui Gereja orang harus mendapat makanan, orang harus
dikenyangkan. Disinilah pentingnya bahwa jemaat Tuhan harus kembali pada kuasa
Firman Tuhan. Sering yang kita lakukan adalah mengambil enaknya sendiri saja dengan
mengalihkan permasalahan yang kita hadapi kepada orang lain. Sebenarnya para murid
sadar bahwa orang banyak itu membutuhkan makan juga, tetapi para murid tidak siap
untuk melayani orang banyak itu dengan makanan karena itulah para murid usul kepada
Gurunya supaya menyuruh orang banyak pergi ke desa-desa terdekat guna
mendapatkan makanan. Melalui cara yang demikian, maka persoalan yang dihadapi
para murid akan selesai karena dipikul oleh orang banyak itu. Namun Guru mereka
melarang sikap yang demikian. Bagi kita hari ini perintah Tuhan Yesus ”kamu harus
memberi mereka makan” berarti setiap kita sebagai jemaat Tuhan harus siap melayani
setiap saat, bahkan harus lebih setia melayani.
c.
Dalam Pelayanan, Jemaat Tuhan harus menyertakan Tuhan Yesus.
Mengapa para murid tidak yakin dengan apa yang dipunyai ? sehingga ketika Tuhan
Yesus meminta supaya orang banyak ini disediakan makanan para murid malah
meminta Tuhan Yesus untuk menyuruh orang banyak itu pergi kampung-kampung
disekitar supaya orang banyak itu dapat mencari makanan. Tetapi Tuhan Yesus tetap
meminta supaya para murid tetap memberi makan kepada orang banyak itu. Hal yang
demikian bisa terjadi karena para murid tidak menyertakan Tuhan Yesus dalam
mengambil keputusan, sehingga ketika para murid melayani orang banyak itu sekalipun
disitu ada Tuhan Yesus, tetapi hati, tindakan, dan jiwa para murid tidak menyertakan
Khotbah Jangkep Juli 2011
Tuhan Yesus dalam pelayanannya, bahkan para murid kurang sadar bahwa Yesus itu
yang punya kuasa dan berkat dan makanan. Hal yang sama juga sering kita hadapi dan
kita rasakan. Ketika dalam pelayanan kita merasakan kesulitan dan kebingungan yang
lebih dulu berbicara adalah kemampuan kita, sehingga kita tidak berjalan bersama
Tuhan Yesus. Akibatnya kegagalan, ketakutan, dan kekuwatiran yang kita rasakan.
Karena itulah supaya kita bisa berhasil dalam pelayanan, marilah kita menyertakan
Tuhan Yesus, bahkan Tuhan Yesus harus menjadi pandu kita yang utama. Pada
hakekatnya yang kita layani adalah Tuhan Yesus karena itu dalam pelayanan kita
haruslah bersama dengan Tuhan Yesus, maka keberhasil an akan kita dapatkan. Perintah
Tuhan Yesus kamu harus memberi mereka makan adalah juga sebuah perintah kepada
bahwa kita harus lebih percaya kepada Tuhan Yesus. Perintah untuk memberi makan itu
adalah juga perintah kepada kita untuk lebih mengandalkan Tuhan Yesus. Perintah
kamu harus memberi mereka makan adalah juga merupakan perintah yang tertuang
dalam Kitab Yesaya dengarkanlah Aku, sendengkalah telingamu dan datanglah kepadaKu, maka kamu akan hidup. Marilah kita lebih mengandalkan dan berserah dan percaya
kepada Tuhan Yesus yang empunya kita ini, sehingga kita akan hidup dan
berpengharapan.
d. Bahwa Tuhan berkenan memakai kita dalam Pekerjaan-Nya.
Apakah Tuhan Yesus dengan kuasa-Nya itu tidak bisa memberi makan kepada
orang banyak itu ? jawabnya tentu dapat, tetapi mengapa Tuhan Yesus menyuruh
kepada murid untuk memberi mereka makan? Perintah-Nya jelas dan tegas: ”Tidak
perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” mengapa demikian? Disini
menjadi jelas bagi kita bahwa bukan persoalan Tuhan Yesus tidak mampu melakukan,
tetapi Tuhan Yesus berkenan memakai kita untuk pekerjaan dan pelayanan-Nya. Hal
yang sama juga menjadi panggilan kita semua bahwa kita harus menyadari sepenuhnya
bahwa kita ini dipakai dan difungsikan oleh Tuhan Yesus untuk pekerjaan dan
pelayanan-Nya. Ketika kita dengan sadar dan rendah hati bahwa kita ini dipakai dan
difungsikan Tuhan dalam pekerjaan dan pelyanan-Nya, maka kita akan menyaksikan
dengan terheran-heran, betapa berkat Tuhan dicurahkan kepada kita maupun kepada
yang kita layani. Juga kepada diuperlukan sebuah pengakuan yang jujur dan rendah hati
akan keberadaan kita yang sesungguhnya. Ketika perintah kamu harus memberi mereka
makan diberikan kepada para murid, maka diperlukan jawab yang jujur dan rendah hati
dan para murid mau melakukan itu. Para murid menjawab : ”yang ada pada kami hanya
lima roti dan dua ikan”. Jawaban inilah yang diperlukan Tuhan Yesus. Rendah hati dan
jujur perlu ada pada kita seperti yang dilakukan oleh para murid itu. Siapapun kita jika
ingin dan bersedia difungsikan oleh Allah dalam pekerjaan dan pelayanan-Nya, maka
Khotbah Jangkep Juli 2011
sikap dan tindakan yang rendah hati dan jujur ini sangat diperlukan. Akhirnya kita
diingatkan akan adanya syair sebuah pujian (dalam penggalan):
 Maukah kau jadi anggur yang tercurah bagiKu?
 Maukah kau jadi roti yang yang terpecah bagiKu?
 Maukah kau jadi saksi yang melayani bagiKu?
 Melayani mengasihi lebih sungguh!
Apakah kita sudah dengan sungguh menyadari bahwa Allah memanggil kita untuk
ikut ambil bagian dalam pekerjkaan dan pelayanan-Nya ? apapun jawaban kita marilah
kita lebih mengasihi dan melayani karena Tuhan telah berkenan memakai kita dalam
pekerjaan dan pelayanan-Nya, Amin !!!
 Rancangan Bacaan Alkitab:
Berita Anugerah
Petunjuk Hidup Baru
Nats Persembahan
: Yohanes 3:16-18
: II Timotius 4:1-5
: Kejadian 28:20-22
 Rancangan Nyanyian Pujian:
Nyanyian Pembuka
Nyanyian Penyesalan
Nyanyian Kesanggupan
Nyanyian Persembahan
Nyanyian Penutup
: PKJ. 13 : 1 + 3
: PKJ. 14
: PKJ. 46 : 1 – 3
: PKJ. 182 : 1 – 5
: PKJ. 146 : 1 – 3
Khotbah Jangkep Juli 2011
Khotbah Jangkep Minggu, 31 Juli 2011
Pekan Biasa Kaping Wolu Likur
KOWE BAE WENEHANA MANGAN
Waosan I: Yesaya 55:1-5; Tanggapan: Jabur 145:8-9, 14 -21;
Waosan II: Rum 9:1-5; Waosan III: Injil Mateus 14 : 13 – 21
 Khotbah Jangkep
Pasamuwan ingkang kinasih,
ukjijatipun Gusti Yesus paring tedha dhateng 5000 tiyang, ngemutaken
dhateng kita bilih nalika bangsa Israel taksih wonten ing ara-ara samun
40 taun dangunipun, bangsa Israel boten nyambut damel, ananging dene
tetep saged nedha, awit Gusti Allah tansah paring pangrimat lumantar/awujud roti
saking suwarga inggih punika Manna. Ugi kaparingan lawuh inggih punika peksi puyuh.
Satemah bangsa Israel boten nate keluwen nanging tansah kacekapan. Punika ugi
ngemutaken kita kaliyan Yesaya 55:1-5 ing pundi Gusti paring dhawuh bilih manungsa
saged gesang kanthi kacekapan krana panguwaosipun Gusti Allah malah Gusti Yesus ugi
paring pangandika, bilih manungsa gesang boten namung saking roti kemawon,
ananging saking pangandika ingkang medal saking lesanipun Gusti Allah. Ing ngriki para
kagunganipun kedah langkung pitados dhateng panguwaosipun Gusti Allah ingkang
kacetha lumantar pakaryanipun ingkang ngedab-edabi.
M
Pasamuwan kagunganipun Gusti,
Lumantar waosan punika, kita saged mendhet piwulang ingkang makaten:
a. Pasamuwanipun Gusti kedah purun lelados kanthi jangkep lan wetah.
Nalika wekdal sampun sonten malah saged kawastanan sampun dalu, ing pundi
minangka wekdalipun sami dhahar sonten (dalu), para murid lajeng munjuk atur
dhateng Gusti Yesus, Gurunipun, ”Tiyang kathah punika prayogi kadhawuhan kesah
tumbas tedha dhateng ing dhusun-dhusun.” Satleraman atur punika sae lan pinanggih
nalar. Kenging punapa makaten? awit :
Khotbah Jangkep Juli 2011
a.
b.
c.
Ingkang wonten ing para murid namung wonten gangsal roti lan ulam kalih
Para murid luwar saking prakawis-prakawis ingkang ruwet, awit 12 murid temtu
boten badhe saged ngladosi tiyang langkung saking 5000
Rombonganipun Gusti Yesus, kalebet ugi para murid sampun sayah.
Ananging nalika Gusti Yesus midhanget lan nampi usul ingkang makaten punika,
Gusti Yesus boten kersa nampi lan nolak kanthi ngendika: ”Kowe bae menehana
mangan.” kenging punapa Gusti Yesus paring dhawuh ingkang makaten? Punapa Gusti
Yesus boten pirsa punapa lan pinten ingkang dipun gadhahi para murid? Temtu Gusti
Yesus pirsa kanthi cetha kawontenan para murid. Menawi Gusti paring dhawuh
dhateng para murid ingkang makaten punika karana Gusti Yesus kagungan karsa, murih
para murid anggenipun sami lelados
kanthi jangkep lan wetah. Tegesipun
sasampunipun para murid lelados bab karohanen, para murid ugi kedah lelados dhateng
tiyang kathah ing bab kabetahan sanesipun. Inggih punika kabetahan tedha. Awit sonten
punika tiyang kathah sampun sami sayah krana sampun sadinten nampi piwulang saking
Gusti Yesus. Menawi Gusti Yesus nampi aturipun para murid, tiyang kathah namung
badhe sumerep, bilih Gusti Yesus punika namung saged lelados bab-bab ingkang
magepokan kaliyan bab-bab karohanen kemawon. Lan menawi para murid lajeng paring
tedha, temtu kita dipun-emutaken dhateng pangandika bilih manungsa gesang boten
namung saking roti, nanging ugi saking pangandika ingkang medal saking lesanipun
Gusti Allah. Mila ing ngriki Gusti Yesus kuwaos paring roti saking suwarga kados dene
nalika paring roti (mana) ing ara-ara samun dhateng bangsa Israel. Ing ngriku ingkang
dipun-betahaken inggih punika para murid pasrah lan nyuwun berkah dhateng Gusti
Yesus Kristus, awit inggih namung Gusti Yesus ingkang kagungan berkah lan roti. Kanthi
makaten menawi para murid purun nyuwun dhateng Gusti Yesus sadaya prakawis saged
karampungaken. Kangge memulang bab punika Gusti Yesus lajeng paring dhawuh
dhateng para murid supados para murid mbekta roti lan ulam lan kaaturaken Gusti
Yesus saperlu dipun berkahi. Lan estu nyata krana berkahipun Gusti Yesus roti lan ulam
punika nyrambahi dhateng 5000 tiyang.
Para kinasih, lumantar piwulangipun Gusti Yesus punika kita kaparingan tuladha
bilih menawi kita lelados kedah kanthi jangkep lan wetah. Boten namung kabetahan
karohanen, nanging ugi kangge kabetahan kajasmanen, punapa dene kabetahan
sanesipun.
Khotbah Jangkep Juli 2011
b. Pasamuwanipun Gusti kedah siap lelados
Peladosan ingkang kawontenaken dening pasamuwan, inggih peladosan ingkang
jangkep saha nggepok ing babagan ingkang dhasariah, minangka peladosan saking
sadaya warganing pasamuwan. Tegesipun peladosan punika boten namung secara
bebadan ananging ugi kedah kaliyan sadaya warganing pasamuwan pribadi piyambak.
Sadaya warganing pasamuwan kedah tumandang lan cecawis kangge ndherek sengkut
wonten ing peladosan. Ing ngriki lumantar pasamuwan/gereja, tiyang saged sami nampi
tetedhan lan saged katuwukan. Supados prakawis punika saged kelampahan, mila
pasamuwan kedah wangsul malih dhateng panguwaosipun Gusti Allah.
Pangandikanipun Gusti punika ”Inggih” lan ”Amin!” Ing sisih sanes asring kita tumindak
namung miturut pikajeng kita kemawon, supados kita saged mindhah prakawis ingkang
nembe kita adhepi dhateng tiyang sanes. Injil Matius 14 : 13 – 21 ngemu kawontenan
bilih estunipun para murid sumerep tiyang kathah punika mbetahaken tetadhan,
ananging para murid boten siap kangge ngladosi tiyang kathah punika kanthi paring
tedha. Krana punika para murid lajeng ngajengaken usulan dhateng gurunipun supados
kengken dhateng tiyang kathah punika kesah pados tedha. Mawi cara ingkang makaten
prakawis ingkang dipun-adhepi para murid lajeng saged rampung karana pindhah
dhateng tiyang kathah. Ananging Gurunipun para murid, inggih ugi Gustipun boten
marengaken cara ingkang makaten punika. Para murid kedah cumawis lan purun lelados
sacara wetah. Makaten ugi kangge kita ing dinten punika, minangka pasamuwanipun
Gusti, kita kedah sumadya lelados. Rasul Paulus lumantar II Timotius 4 : 2 paring
pambereg: ”Kowe nggelarna pangandika, sumanggema ing wektu kang becik, utawa ing
wektu kang ora becik....”. Sumangga kita sami lelados kanthi setya lan tekun.
c. Anggenipun sami lelados, pasamuwan kedah pasrah kaliyan Gusti
Yesus
Para kinasih, kenging punapa para murid boten yakin kaliyan ingkang dipun
gadhahi? Ingkang dipun gadhahi para murid inggih punika roti, ulam, lan temtu pitados
dhateng Gusti Yesus Kristus. Punika kacetha nalika Gusti Yesus paring dhawuh supados
tiyang kathah punika kaparingan tedha, malah nyuwun dhateng Gusti murih Gusti Yesus
dhawuh dhateng tiyang kathah supados sami kesah dhateng kampung-kampung ing
kiwa tengenipun saprelu pados tetedhan. Nanging Gusti Yesus tetep paring dhawuh
dhateng para murid, ”kowe bae menehana mangan!” Kados pundi patrapipun, kok
sadaya punika saged kedadosan? Prakawis punika saged kalampahan awit nalika para
murid lelados sami kesupen bilih para murid sami anggadhahi Gusti Yesus. Para murid
boten sesarengan kaliyan Gusti Yesus Kristus, para murid mlampah piyambak, lan para
murid boten pasrah dhateng Gustinipun, inggih punika Gusti Yesus Kristus. Prakawis
Khotbah Jangkep Juli 2011
ingkang sami asring kedadosan dhateng kita para kagunganipun Gusti Yesus. Sinaosa
kita anggadhahi Gusti Yesus nanging asring kesupen bilih kita gadhah Gusti, mila menawi
kita lelados lajeng sami kathah ingkang gagal lan boten mlampah cundhuk kaliyan
pangandikanipun Gusti Yesus. Sumangga sami lelados kanthi tansah pasrah dhateng
Gusti. Menawi Gusti Yesus paring dhawuh supados kita paring tedha, ateges ugi Gusti
Yesus paring dhawuh dhateng kita supados kita tansah pasrah lan sumarah dhateng
Gusti Yesus Kristus. Dhawuhipun Gusti Yesus punika ngemutaken kita dhateng
pangandikanipun Gusti saking Yesaya 55: 2b – ”... padha ngrungokna marang Ingsun,
temah sira bakal padha mangan pangan kang becik.” Sumangga para kinasih kita sami
lelados kanthi tansah pitados lan pasrah dhateng Gusti Yesus !
d. Wonten ing pakaryanipun, Gusti Yesus kepareng ngagem kita
Para kinasih, punapa Gusti Yesus kanthi panguwaosipun punika boten saged paring
tedha dhateng tiyang kathah? Wangsulanipun temtu saged. Ananging kenging punapa
Gusti Yesus paring dhawuh dhateng para murid supados para murid paring tedha
dhateng tiyang kathah punika. Dhawuhipun Gusti Yesus sampun cetha: ”... ora usah
padha lunga, kowe bae padha menehana mangan.” Kenging punapa makaten ? ing
ngriki kita sami mangertos bilih boten prakawis Gusti Yesus saged punapa boten, awit
temtunipun Gusti Yesus saged paring tedha dhateng tiyang kathah punika, ananging ing
ngriki wonten prakawis ingkang baken saha wigati sanget inggih punika Gusti Yesus
kepareng ngagem kita wonten ing salebeting peladosan saha pakaryanipun. Pramila
sumangga kita sami sumanggem lan jujur tuwin andhap asor sumadya dipun-gem
dening Gusti Yesus. Kados dene para murid nalika kanthi jujur matur wonten
ngarsanipun Gusti Yesus: ”Ingkang wonten ing kula namung gangsal roti lan ulam kalih.”
Wangsulan punika ingkang dipun-betahaken dening Gusti Yesus. Mila kita kanthi jujur
lan andhap asor inggih sumadya sumanggem ndherek lelados Gusti Yesus Kristus. Malah
sinten kemawon kita ingkang dipun-agem dening Gusti, temtu badhe tansah jujur lan
andhap asor lan sikap punika ingkang dipun betahaken. Pungkasanipun kita dipunemutaken wontenipun lelagon: (saperangan) :
 Maukah kau jadi anggur yang tercurah bagiKu?
 Maukah kau jadi roti yang yang terpecah bagiKu?
 Maukah kau jadi saksi yang melayani bagiKu?
 Melayani mengasihi lebih sungguh!
Khotbah Jangkep Juli 2011
Para kinasih, punapa kita estu sampun kanthi sadhar bilih kita inggih dipun-agem
dening Gusti Allah wonten salebeting pakaryan lan peladosanipun Gusti? Kados pundi
wangsulan kita, punapa kita langkung tresna lan lelados, awit Gusti Allah wonten ing
Sang Kristus sampun kepareng langkung rumiyin lelados lan nresnani kita? Amin!
 Rancangan Waosan Kitab Suci:
Pawartos Sih Rahmat
Pitedah Gesang Enggal
Pangatag Pisungsung
: Yokanan 3 : 16 – 18
: II Timotius 4 : 1 – 5
: Purwaning Dumadi 28 : 20 – 22
 Rancangan Kidung Pamuji:
Kidung Pambuka
Kidung Panelangsa
Kidung Kesanggeman
Kidung Pisungsung
Kidung Penutup
: KPK 16 : 1 + 2
: KPK 13 : 1 – 2
: KPK 52 : 1 – 3
: KPK 185 : 1 –
: KPK 194 : 1 – 2
Khotbah Jangkep Juli 2011
Download