Konsep Golongan Darah ABO da Rhesus

advertisement
KONSEP GOLONGAN
DARAH ABO DAN
RHESUS
Ns. Haryati
2015
Lingkup Pembelajaran
1. Sejarah Golongan Darah
2. Definisi Golongan Darah
3. Jenis Golongan Darah: ABO
4. Rhesus
5. Pewarisan Golongan Darah
6. Golongan Darah dan Transfusi Darah
Sejarah Golongan Darah
Tahun 1900 Landsteiner menemukan tiga dari
Empat golongan darah yaitu A, B, O dengan
Cara memeriksa gol. Darah teman sekerjanya.
Tahun 1901 Von Decastelio dan Sturli
menemukan gol.darah ke empat yaiu AB
Selain itu pada tahun 1900 itu juga mrpkan tahun
Tahun 1939 – 1940 ditemukan faktor Rhesus
Pengakuan “ Hukum Heriditas “.
terhadap penyakit HDN dan setelah itu
Yang sebanarnya dikemukan oleh Gregor
Mendel pada thn 1865 artinya apa yang diusulka ditemukan gol.darah lainnya
oleh Mendel dpt diaplikasikan secara penuh oleh Seperti ; MN, Lewis, Duffi, Kidd, Lutheran dll.
Sistem gol. Darah
Tetapi secara klinis golongan darah dihubungkan dengan transfusi hanya 3
gol.darah;
1. Golongan darah ABO
2. Golongan darah Rhesus
3. Golongan darah MN
Definisi
• Golongan Darah adalah pengklasifikasian
darah dari suatu individu berdasarkan ada
atau tidaknya zat antigen warisan pada
permukaan membran Sel Darah Merah
(Eritrosit)  adanya perbedaan jenis KH
dan protein pada permukaan membran
eritrosit
Dasar Penemuan Golongan Darah
1. Adanya antigen atau
aglutinogen (glikoprotein) yang
terdapat pada permukaan
eritrosit
2. Adanya zat anti atau aglutinin
(antibodi) yang terdapat dalam
plasma/serum 
menggumpalkan aglutinogen
Antigen dan Antibodi
Antigen
Ada 400 antigen diturunkan, menurut Hukum Mendel
Antigen yang terpenting pada transfusi darah
Contoh : Antigen A dan B pada
sistem golongan darah ABO
Antibodi/
Zat Anti
Antigen Rhesus pada Faktor
Rhesus disebut sebagai
aglutinogen
Merupakan protein yang dihasilkan oleh tubuh, baik secara
alamiah ataupun sebagai reaksi terhadap masuknya antigen
merupakan protein yang mempunyai struktur
molekul imunoglobulin
Contoh : anti A (aglutinin α), anti B (aglutinin β) dan anti AB
pada sistem ABO
Antibodi: Menurut Cara Pembentukannya
1.
Zat anti alamiah (natural antibody)
.Terdapat dalam tubuh secara alamiah tanpa adanya stimulus dari antigen asing
yang masuk kedalam tubuh
.Terbentuk bukan karena reaksi imunologik
.Biasanya merupakan Ig M (antibodi lengkap)
.Sudah ada sejak lahir
.contoh : anti A , anti B dan merupakan zat anti terpenting pada transfusi darah.
2.
Zat anti didapat = antibodi imun (Acquired antibody)
.terbentuk akibat masuknya antigen asing ke dalam tubuh (setelah transfusi,
kehamilan)
.biasanya merupakan Ig G (antibodi tak lengkap)
.contoh : anti Rhesus (anti D)
Antibodi: Menurut Keadaan Reaksi
1.Antibodi lengkap
• Merupakan antibodi yang dapat mengaglutinasikan sel
dalam lingkungan salin
2.Antibodi tak lengkap
• Merupakan antibodi yang hanya dapat
mengaglutinasikan sel dalam lingkungan tinggi protein
(high protein), misalnya dengan uji Combs
• Antibodi ini ditemukan pertama kali dalam sistem
Rhesus misal bayi yang baru lahir mengalami
“Jaundice”.
Golongan Darah ABO
Penemuan Karl Landsteiner tentang golongan
darah ABO
Faktor yang terdapat di permukaan eritrosit
(antigen); zat yang menentukan golongan darah
manusia.
Faktor yang terdapat dalam plasma / serum
(antibodi); zat anti yang dapat menghancurkan
antigen yang menjadi lawannya.
Golongan Darah ABO
• Melibatkan pemeriksaan adanya Antigen A dan B pada
eritrosit
• Dianggap sebagai sistem yang paling penting untuk
mengklasifikasikan darah
Golongan Darah A
: mempunyai Ag A pada permukaan eritrosit;
menghasilkan Ab terhadap Ag B dalam serumnya
Golongan darah B : mempunyai Ag B; menghasilkan Ab terhadap Ag
A
Golongan darah AB : mempunyai antigen A dan B; tidak
menghasilkan Ab
Golongan darah O
: tidak mempunyai antigen; menghasilkan Ab
terhadap Ag A dan B
Segi Genetik: Pewarisan Golongan Darah
SISTEM GOLONGAN DARAH ABO
No
Golongan Darah
Alel
Genotip
1
A
IA , I
IA IA , IAi
2
B
IB , I
I B IB , IBi
3
AB
I A , IB
I A IB
4
O
I
ii
 Menurut Mandel pembentukan antigen diawasi oleh gen  maka segala
sifatnya akan diwariskan.
 Gen A, B, O merupakan pasangan kromosom yang dapat mewariskan kepada
keturunannya.
 Misalnya ;
Ayah gol. darah A , genotifnya AO dan Ibu gol. darah B, genotifnya BO
Kemungkinan anaknya;
Ayah
A
O
B
AB
BO
O
AO
OO
Ibu
Ayah gol. darah AB , genotifnya AB dan Ibu gol. darah O, genotifnya OO
Kemungkinan anaknya;
Ayah
A
B
O
AO
BO
O
AO
BO
Ibu
Ayah gol. darah A , genotifnya, AO dan Ibu gol. darah AB,
genotifnya AB
Maka kemungkinan anaknya;
AYAH A
O
iBU
A
AA
AO
B
AB
BO
Golongan Darah dan Transfusi
• Ternyata eritrosit + serum orang lain
Ada yang menggumpal (aglutinasi)  golongan
darahnya tidak sama
Tidak menggumpal  golongan darahnya
sama
Pengetahuan golongan darah ini penting
1. Tranfusi darah
2. Genetika (keturunan)
Transfusi Darah
• Golongan Darah AB  mempunyai antigen A dan
B pada eritrositnya ; tidak menghasilkan Ab
dalam serumnya  Resipien universal
• Golongan Darah O  tidak mempunyai antigen
pada eritrositnya; menghasilkan Ab terhadap Ag
A dan B dalam serumnya  Donor Universal
ANY QUESTION???
Golongan Darah Rhesus
 Ditemukan
oleh ; Lansdsteiner dan Weiner
 Antigen rhesus ini berasal dari kera dinamakan Macaca rhesus,
caranya jika seekor kelinci disuntikan dari darah kera, maka kelinci akan membentuk
antibodi, kemudian antibodi yang terbentuk digunakan untuk melakukan tes Rhesus
pada manusia.
 Kira-kira 85% ditemukan orang kulit putih di Amerika Serikat
bersifat Rh – (neg) dan kulit hitam dinegara yang sama lebih 91%.
 Frekuensi terdapatnya faktor rhesus tidak sama untuk berbagai
bangsa / suku, namun nampaknya dimana-mana Rh + (pos),
menunjukan persentase lebih tinggi daripada Rh negatif.
 Pada transfusi darah penting dikenali faktor rhesus pada pasien
dan donor.
Rhesus
• Merupakan sistem penggolongan darah
berdasarkan ada tidaknya antigen D
dipermukaan eritrositnya (Faktor Rhesus atau
faktor Rh)
1. Golongan darah Rh (-)  tidak mempunyai
faktor Rh dipermukaan eritrositnya
2. Golongan darah Rh (+)  memiliki faktor Rh di
permukaan eritrositnya
Golongan Darah Rhesus
• Antibodi anti-Rh hanya dapat muncul pada orang
yang telah tersensitisasi oleh antigen Rh
Antibodi Anti-Rh dapat muncul dalam darah orang
dengan Rh (-) setelah pemasukan eritrosit Rh (+) dalam
aliran darah (transfusi darah dari Rh positif)
Perempuan dengan Rh (-) yang mengandung janin
dengan Rh (+) dapat pula memperoleh antibodi anti-Rh
Antigen Rhesus
Antigen Rh
D
C
c
E
e
Zat Anti Rh
Anti D
Anti C
Anti c
Anti E
Anti e
Pembentukan Antibodi Rhesus
Dalam keadaan normal , serum atau plasma orang tidak
mengandung anti Rh akan tetapi orang dapat distimuler
(dipacu) untuk membentuk antibodi rhesus , yaitu dengan
jalan ;
1. Transfusi
 misal ; jika seorang perempuan Rh (-) karena sesuatu hal
harus ditolong dengan transfusi dan kebetulan darah yang
diterimanya berasal dari donor Rh (+) sehingga perempuan
tersebut distimuler untuk membentuk anti Rh  Akibatnya
serum darah perempuan yang semula bersih dari anti Rh,
sekarang mengandung anti Rh.
2. Perkawinan
Pewarisan golongan darah Rhesus menurut Hukum Mendel:
Ayah
DD
Ibu
dd
Dd Dd
Dd
Semua Rh +
Ayah
Dd
Dd dd
Rh + Rh -
Dd
Ibu
dd
dd
Rh -
dd
Rh -
Peranan Faktor Rhesus Dalam Klinik:
 Seperti halnya dengan sistem ABO maka faktor rhesus juga mempunyai
arti penting dalam klinik.
Pembentukan AntiRhesus pada Perkawinan
Ayah Rhesus (+)
Ibu Rhesus (-)
Bayi Pertama
Rhesus (+)
plasenta
Bayi ke dua dst
Rhesus (+)
Ikterus / Eritroblastosis fetalis / HDN
Kematian Janin dalam kandungan
Eritrosit bayi masuk kedalam
Sirkulasi darah ibu terbantuk
Zat anti rhesus
Ibu Rh – kawin dengan ayah Rh + (homozigot)
r r X Rh Rh
semua anaknya Rh + heterozigot (Rh r )
Dalam kehamilan ibu dan janin dihubungkan oleh tali pusat
melalui plasenta ~~~> difusi zat makanan dan O2 &CO2 dari
ibu ~~~janin
tapi sirkulasi darah ibu dan janin terpisah
1954 Chown ~~ setelah bayi Rh + l lahir, terdapat
erit janin dalam darah ibu karena plasenta dan jaringan
sekitarnya pecah sewaktu bayi lahir
~~~ bayi pertama bisa selamat
Kehamilan berikutnya ~~~ akan terjadi ketidak
serasian Rh ( incompatability Rh)
antigen Rh janin + antibody ibu ~~~ dalam tubuh
janin
Akibatnya
sel erit janin > rusak
> ditemukan sel eritroblast
hepar&lien, membesar, kadar bilirubin
meningkat , menyebabkan bayi kuning dan
otaknya
rusak
Kelainan ini disebut Eritroblastosis Foetalis
Mengatasinya sesaat setelah bayi lahir ibu
disuntik dengan antibody gama globulin
pembentukan antibody Rh dapat ditekan
ANY QUESTION???
Tes Coombs
Tes ini juga dikenal tes anti globulin/ AHG (anti-human
globulin)
Pada tahun 1945 Coombs, Mourant dan Race menemukan
tes antiglobuin
Tes ini gunanya untuk untuk mendapatkan tes yang sensitive
dalam mendeteksi Rh antibodi/ mendeteksi antibodi tak
lengkap atau komplemen pada permukaan sel darah merah
 Hasil Positif di indikasikan :
1.Hemolytic Disease of the Newborn (HDN)
2.Anemia hemolitik auto-imun
3.Anema hemolitik imun karena obat
4.Reaksi hemolitik pada transfusi darah.
Tes Coombs
Caranya ada 2 macam ;
1.Tes Coombs direk (langsung) : untuk mendetaksi antibodi tak lengkap pada
permukaan sel eritrosit
Sel yang telah diliputi
Zat anti tak lengkap
Serum Coombs
(serum antiglobulin)
Aglutinasi
2.Tes Coombs indirek (tak langsung) : untuk mencari antibodi tidak lengkap yang
terdapat dalam serum/plasma.
Sel darah merah golongan O Rhesus (+)
+
Zat anti tidak lengkap dalam serum/plasma
Sel diliputi zat anti tidak lengkap
+
Serum Coombs (serum antiglobulin)
Aglutinasi
SELESAI
Download