Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI

advertisement
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada
ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan ORI 005)
Kuncoro Hadi ST, M.Si
Deby Saraswati
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dunia ekonomi di Indonesia kini semakin marak saja. Era ekonomi modern
telah memunculkan berbagai perkembangan yang pesat. Keberadaan pasar modal
di Indonesia merupakan salah satu factor terpenting dalam ikut membangun
perekonomian nasional, terbukti telah banyak industri dan perusahaan yang
menggunakan institusi pasar modal ini sebagai media untuk menyerap investasi
dan media untuk memperkuat posisi keuangannya. Secara faktual, pasar modal
telah menjadi saraf finansial dunia. Pada dunia ekonomi modern dewasa ini,
bahkan perekonomian modern tidak akan mungkin bisa eksis tanpa adanya pasar
modal yang tangguh dan berdaya saing global serta terorganisir dengan baik.
Namun melihat situasi dunia finansial pada saat ini yang kurang mendukung
produk investasi, disebabkan karena melemahnya ekonomi Amerika Serikat dan
meningkatnya harga minyak. Produk reksadana saham sedang anjlok. Produk
investasi emas harganya sudah terlalu tinggi. Sementara produk deposito yang
aman, tingkat suku bunganya tidak begitu menarik. Salah satu produk dari pasar
modal yang menjadi investasi itu sendiri adalah obligasi atau surat hutang yang
diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan tujuan penambahan modal
untuk mereka.
Perkembangan obligasi sendiri mulai menunjukan peningkatan yang berarti
sebagai alat investasi dan istrumen keuangan pada periode tahun 2000. Adanya
pengetatan prosedur pinjaman di lembaga perbankan menyebabkan pihak
perusahaan yang sedanga membutuhkan dana untuk ekspansi bisnis atau
melakukan pelunasan utangnya mulai melirik instrument obligasi sebagai salah
satu alternative penggalangan dana. Beberapa alas an diantaranya adalah
penerbitan obligasi lebih mudah dan fleksibel dibandingkan melakukan prosedur
pinjaman di bank, selain itu, tingkat suku bunga obligasi bias dibuat lebih
menguntungkan bagi perusahaan dibandingkan tingkat suku bunga pinjaman dari
bank yang cenderung meningkat.
Dalam melakukan pembelian obligasi, investor di pasar modal itu sendiri bias
mendapatkan keuntungan, yakni mendapatkan tingkat suku bunga (kupon), selain
itu bias menghasilkan pendapatan atas kenaikan nilai nominal obligasi ke harga
premium tersebut di pasar sekunder.
Ditengah-tengah terpuruknya dunia investasi sekarang ini, ternyata pemerintah
meluncurkan salah satu produk investasi yang cukup andal bernama ORI, yang
merupakan instrument pasar modal seperti halnya obligasi. ORI singkatan dari
Obligasi Ritel Indonesia, merupakan surat hutang yang dijual secara retil kepada
investor kecil. Uang yang didapat dari ORI, akan digunakan oleh negara untuk
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
mendanai pembangunan, membeli ORI berarti berinvestasi sambil membangun
negeri.
Obligasi Negara Ritel atau yang biasa disebut dengan ORI (Obligasi Ritel
Indonesia). Yaitu obligasi atau surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah
dengan pembagian kupon fixed rate atau bunga tetap. Fixed rate mengandung
maksud bahwa janji bunga tetap sampai obligasi tersebut jatuh tempo, sedangkan
variable rate dengan bunga bergerak mengambang sesuai dengan perubahan
tingkat suku bunga pasar yang sedang berlaku. Keuntungan yang dapat diraih jika
membeli obligasi negara termasuk ORI adalah mendapatkan capital gain dan
bunga, serta terhindar dari kemungkinan gagal bayar (default).
Capital gain akan diperoleh jika tingkat bunga pasar lebih rendah dari tingkat
bunga (kupon) obligasi negara. Capital gain akan muncul apabila investor
menjual obligasinya sebelum jatuh tempo. Sementara itu, yang dimaksud default
adalah jika pemeritah mengalami gagal bayar baik atas bunga maupun
kupon/bunganya.
Keuntungan khusus ORI adalah dapat dibeli dengan skala kecil dengan
minimum Rp 5 juta, mudah diperjualbelikan melalui agen penjualan yang
ditunjuk. Hal ini menunjukkan likuiditas ORI sangat tinggi. Terakhir, bunga/imbal
yang hasilnya dibayarkan setiap bulan. ORI sangat diminati oleh masyarakat
karena kupon yang tinggi dan dijamin oleh pemerintah serta dapat dibeli secara
ritel, dengan skala kecil dan menengah.
Banyak faktor yang mempengaruhi harga ORI tersebut, yaitu suku bunga,
kupon dan jangka waktu. Ketiga faktor ini dapat dihitung dan menghasilkan harga
teori (book value). Dan perdagangan ORI per hari pun dapat di hitung sesuai
dengan teori yang ada. Dari hasil perhitungan tersebut kemudian dapat dilihat
perbandingan antara book value dan market value yang akan mengetahui
seberapa jauhkan kesenjangan harga – harga ORI tersebut.
Harga market ORI pun seringkali berfluktuasi tinggi. Berdasarkan data
empiris yang ada, seperti pada ORI 001, perdagangan ORI pada 28 Januari 2009,
harga ORI tersebut sebesar 101,7 dengan suku bunga saat itu 8,75% dan pada
perdangangan hari Rabu, 4 Maret 2009, dengan suku bunga 7,75%, harga ORI
tersebut adalah 101,5. Acuan pada grafik 1.1.1 berikut ini
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
Grafik 1.1.1
Hal inilah yang ingin diteliti, perbandingan antara book value (harga
teori) dengan market value (harga pasar) pada ORI (Obligasi Ritel
Indonesia). Sejauh mana penyimpangan atau perbedaan antara harga teori
dengan harga pasar pada ORI. Penelitian ini akan melihat apakah
perbedaan antara book value dan market value pada harga ORI tersebut
signifikan?
Dari latar belakang ini lah, penulis ingin meneliti tentang perbandingan
book value dan market value pada ORI , yang merupakan bahan penulisan
skripsi ini dengan judul “Analisa Perbandingan Book Value dengan
Market Value pada ORI (studi kasus ORI 001 sampai dengan ORI
005)”.
1.2 Perumusan Masalah
Obligasi merupakan salah satu instrument perdagangan dan investasi,
harga obligasi selalu berfluktuasi sesuai kondisi dan dipengaruhi oleh
pergerakan tingkat suku bunga, dan begitu pula dengan ORI. Pembentukan
harga ORI ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu kupon, tingkat suku
bunga dan jangka waktu. Ketiga faktor tersebut dapat dihitung untuk
mengetahui harga (book value) dari ORI dan menjadi dasar dari
pergerakan harga ORI.
Perumusan masalahnya adalah harga obligasi secara teori dapat
dihitung dengan melihat dari nilai suku bunga yang berlaku, namun pada
kenyataannya harga obligasi sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi
keuangan secara global. Adapun pertanyaan penelitian yang penulis ajukan
adalah
1. Berapa perbedaan volatilitas yang dimiliki book value dengan
market value pada ORI 001 sampai dengan ORI 005?
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
2. Berapa perbedaan rata-rata nilai teoritis (book value) dengan ratarata nilai empiris (market value) pada ORI 001 sampai dengan ORI
005?
3. Apakah perbedaan book value dengan market value signifikan?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui book value pada ORI
b. Untuk mengetahui selisih antara book value dan market value pada
ORI
c. Untuk mengetahui perbedaan volatilitas book value dengan market
value
d. Mengetahui signifikansi perbedaan book value dan market value
1.4 Manfaat Penelitian
Bagi Peneliti
a. Untuk dapat mengaplikasikan teori – teori yang selama ini didapat
selama perkuliahan.
Bagi Pembaca dan pengembangan penelitian selanjutnya
a. Sebagai sumber referensi dan tambahan pengetahuan
pengembangan penelitian selanjutnya yang sejenis.
b. Sebagai sumber referensi bagi ilmu manajemen
untuk
Bagi Praktisi dan Investor Pasar Modal
a. Dengan mengetahui book value pada ORI dapat melihat seberapa jauh
kesenjangan antara book value dan market value
1.5 Kerangka Pemikiran
Pengumpulan Data ORI
Data perdagangan harian ORI dibuat menjadi data
periodik mingguan
Perhitungan book value ORI
Membandingakan book value dengan market value ORI
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
Uji T
(Uji beda populasi)
Tidak berbeda secara
signifikan (book value
sama atau mendekati
market value)
Berbeda secara
signifikan (book value
berbeda atau tidak
mendekati market value)
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Obligasi Retail Indonesia
c.
Tujuan Penerbitan ORI
Berdasarkan Undang-Undang No. 24 tahun 2002 dan DPSUN (2006), adapun
tujuan dari penerbitan ORI adalah sebagai berikut:
1. Membiayai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
2. Menutup kekurangan kas jangka pendek akibat ketidaksesuaian antara arus
kas penerimaan dan pengeluaran dari Rekening Kas Negara dalam satu
tahun anggaran.
3. Mengelola portofolio utang negara.
4. Diversifikasi sumber pembiayaan.
5. Memperluas dan memperkuat basis investor obligasi negara di pasar
domestik sehingga mengurangi ketergantungan pada investor institusi,
termasuk asing.
6. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berperan aktif secara
langsung dalam pembangunan nasional.
c.
Keuntungan Investasi pada ORI
Menurut Direktorat Pengelolaan Surat Utang Negara (2006), ORI memiliki
beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh jenis obligasi lainnya, yaitu:
1. Aman dan terjamin karena pembayaran kupon dan pokoknya dijamin oleh
Undang-Undang.
2. Memberikan keuntungan yang menarik karena kupon yang lebih tinggi
dari suku bunga bank (di pasar perdana) dan adanya potensi capital gain di
pasar sekunder.
3. Prosedur pembelian dan penjualan yang mudah dan transparan.
4. Dapat diperdagangkan di pasar sekunder sesuai dengan harga pasar.
5. Pembayaran kupon dan pokok dilakukan tepat waktu dan secara online ke
dalam rekening tabungan investor.
Menurut Direktorat Surat Berharga Negara, Direktorat Jenderal
Pengelolaan Utang (2008), keuntungan dalam berinvestasi pada ORI adalah :
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Kupon dan pokok dijamin Undang – Undang
Kupon lebih tinggi dari pada rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN
Kupon dibayar setiap bulan: tingkat bunga tetap
Berpotensi memperoleh keuntungan (capital gain)
Dapat dipinjamkan/dijaminkan kepada pihak lain
Dapat diperdagangkan di pasar sekunder
Tersedianya kuotasi harga beli dari Agen Penjual
d.
Risiko Investasi pada ORI
Seperti layaknya investasi lainnya, ORI tidak terbebas dari risiko. Namun, risiko
berinvestasi pada ORI jauh lebih kecil dari pada berinvestasi pada produk-produk
lainnya. Adapun risiko yang mungkin timbul pada investasi ORI menurut DPSUN
(2006) adalah:
1. Risiko pasar (market risk) berupa potensi kerugian akibat penurunan harga
pasar (capital loss) apabila terjadi kecenderungan kenaikan bunga (misal
SBI).
2. Risiko gagal bayar (default risk) adalah risiko dimana investor tidak dapat
memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat
produk investasi jatuh tempo. Investasi pada ORI terbebas dari risiko
gagal bayar sebab Pemerintah berdasarkan Undang-Undang SUN dan
Undang-Undang APBN setiap tahunnya menjamin pembayaran kupon
dan pokok SUN, termasuk ORI sampai dengan jatuh temponya.
Menurut Direktorat Surat Berharga Negara, Direktorat Jenderal
Pengelolaan Utang (2008), dalam berinvestasi pada ORI selain mempunyai resiko
pasar dan resiko gagal bayar, ORI juga memiliki resiko lain sebagai berikut :
1. Risiko likuiditas (liquidity risk) adalah potensi kerugian apabila sebelum
jatuh tempo Pemilik ORI yg memerlukan dana tunai mengalami kesulitan
dalam menjual ORI di pasar sekunder pada tingkat harga (pasar) yg wajar.
Apabila pemilik ORI membutuh-kan dana, ORI dapat dijadikan sebagai
jaminan dalam pengajuan pinjaman ke bank umum atau sebagai jaminan
dalam transaksi efek di pasar modal.
a.
Manfaat Investasi pada ORI
Selain mempunyai beberapa keuntungan dalam berinvestasi, ORI juga mempunyai
berbagai manfaat sebagaimana yang dijelaskan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan
Utang, Departemen Keuangan (2008), yaitu :
a. Memperluas dan memperkuat basis investor obligasi negara di pasar
domestik sehingga mengurangi ketergantungan pada investor institusi,
termasuk asing.
b. Memberikan kesempatan masyarakat untuk berperan aktif secara langsung
dalam pembangunan nasional.
c. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi langsung
dalam Pembangunan Nasional.
d. Pembayaran kupon dan pokok dilakukan tepat waktu dan secara online ke
dalam rekening tabungan investasi
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Data
3.1.1 Data ORI
Penelitian ini menggunakan populasi data perdagangan ORI yang tercatat
di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Departemen Keuangan dengan
penetapan sampel sebagai berikut :
• Data perdagangan ORI yang diteliti adalah data harga perdagangan
yang terdaftar dan aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia
dari bulan Agustus 2006 sampai dengan bulan Maret 2009
• Data harga ORI tersebut berupa data transaksi mingguan dari bulan
Agustus 2006 sampai dengan bulan Maret 2009
Adapun beberapa data transaksi yang kurang atau tidak aktif sama
sekali diperdagangkan selama periode pengamatan, penulis hilangkan dari
data. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya data yang outliers.
3.2 Metode Analisa
Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian “Analisa
Perbandingan book value dan market value pada ORI” ini diproses sebagai
berikut :
1. Mengambil data harga ORI (ORI 001 - 0RI 005). Lihat lampiran
2. Mengklasifikasikan data ORI, yaitu coupon, face value, maturity. Lihat
lampiran
3. Merubah data harga ORI harian ke data periodik mingguan
4. Mengambil data r (suku bunga). Lihat lampiran
5. Menghitung book value ORI dengan menggunakan persamaan 6. Lihat
lampiran
6. Pengelompokan hasil perhitungan book value ORI. Lihat lampiran
7. Pengelompokan data market value ORI. Lihat lampiran
8. Membandingkan book value dan market value ORI. Lihat lampiran
9. Membuat grafik perbandingan book value dan market value ORI. Lihat
lampiran
10. Hitung t-statistik perbandingan book value dan market value pada ORI
menggunakan metode uji beda populasi (t-test, two tail equal variances)
dengan mengacu pada persamaan 7. Lihat lampiran
11. Jika nilai t-test perbandingan book value dengan market value
menghasilkan P(T<=t) < 0,025, maka tolak H0 yaitu adanya perbedaan
antara book value dengan market value pada ORI
12. Jika nilai t-test perbandingan book value dengan market value
menghasilkan P(T<=t) > 0,025, maka terima H0 yaitu tidak ada perbedaan
antara book value dengan market value pada ORI
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
Gambar 3.2.1. FLOW CHART Metode Analisis
(MULAI)
Kumpulkan data harga
ORI
Klasifikasi data ORI
Merubah data harga
ORI harian ke data
periodik mingguan
Mengumpulkan
data r
(suku bunga)
Menghitung book
value ORI
market value
ORI
Pengelompokan hasil
perhitungan book value
ORI
Pengelompokan hasil
perhitungan market
value ORI
Perbandingan book
value dengan market
value pada ORI
Perhitungan t statistik
(t-test two tail equal
variance)
Nilai P(T<=t) < 0,025
Nilai P(T<=t) > 0,025
Terdapat perbedaan antara
book value dengan market
value pada ORI
Terdapat perbedaan antara
book value dengan market
value pada ORI
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
BAB IV
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.3
Hasil Pengklasifikasian Data
Data perdagangan ORI yang diteliti adalah data perdagangan harian ORI seri 001
sampai ORI 005. Data perdagangan harian ini kemudian dirubah ke data periodik
mingguan dan data yang kurang atau tidak aktif sama sekali diperdagangkan
selama periode pengamatan dihilangkan. Data yang dihilangkan tersebut adalah
data yang tidak diperdagankan pada periode pengamatan dan hari libur. Data
periodik perdagangan ORI yang telah dirubah ke data mingguan menghasilkan
ORI seri 001 sebanyak 135, ORI seri 002 sebanyak 102, ORI seri 003 sebanyak
78, ORI seri 004 sebanyak 52 dan ORI seri 005 sebanyak 27. Jumlah data
periodik mingguan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini dapat dilihat pada
lampiran. Harga perdagangan ORI ini juga diklasifikasikan seperti pada tabel 4.3
dibawah ini :
Tabel 4.3
Klasifikasi data ORI seri 001 sampai ORI seri 005
Variabel
Coupon
Face Value
Maturity
ORI 001
12,05% p.a
100
3 years
ORI 002
9,28 % p.a
100
3 years
ORI 003
9,4% p.a
100
4 years
ORI 004
9,5% p.a
100
4 years
ORI 005
11,45% p.a
100
5 years
ORI seri 001 adalah investasi Obligasi Ritel Indonesia yang pertama
dikeluarkan oleh pemerintah, di launching ke masyarakat pada 9 Agustus 2006
dengan kupon rate sebesar 12,05% per tahun dengan jatuh tempo 3 tahun
setelahnya yaitu 9 Agustus 2009, nilai per unit ORI 001 sebesar Rp. 1.000.000,.
dengan satuan perdagangan 5 unit yaitu Rp. 5.000.000, dan face value sebesar
100.
28 Maret 2007 adalah tanggal perluncuran ORI seri 002 kepada
masyarakat. ORI seri 002 ini mempunyai kupon rate sebesar 9,28% per tahun,
yang akan jatuh tempo pada 28 Maret 2010 (3 tahun). Sama seperti dengan ORI
seri 001, ORI 002 mempunyai nilai per unit sebesar Rp. 1.000.000,. dengann
satuan perdagangan yaitu Rp. 5.000.000,. atau 5 unit dan face value-nya sebesar
100.
ORI seri 003 diluncurkan 6 bulan setelah peluncuran ORI 002, yaitu 12
September 2007 dengan kupon rate sebesar 9,4% per tahun. Berbeda dengan ORI
001 dan ORI 002, tenor pada ORI 003 ini adalah 4 tahun yang akan jatuh tempo
pada 12 September 2011. Face value ORI 003 ini sebesar 100 dengan nilai per
unit Rp. 1.000.000,. dan satuan perdagangan sebesar 5 unit yaitu Rp. 5.000.000,.
Peluncuran ORI seri 004 adalah tanggal 12 Maret 2008 yang akan jatuh
tempo pada tanggal 12 Maret 2012, yang berarti tenor dari ORI 004 adalah 4
tahun. Kupon rate ORI seri 004 ini tidak berbeda jauh dibanding dengan ORI 003
yaitu sebesar 9,5%, face value sebesar 100 dan nilai per unit sebesar Rp.
1.000.000,. dengan satuan pedagangan sebesar Rp. 5.000.000 atau 5 unit.
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
ORI seri 005 diterbitkan pada 3 September 2008, dengan kupon rate
sebesar 11,45%. Jangka waktu ORI seri 005 ini berbeda dengan ORI – ORI
sebelumnya karena lebih panjang yaitu berjangka waktu 5 tahun dan akan jatuh
tempo pada tanggal 15 September 2013. Nilai per unit dari ORI ini adalah Rp.
1.000.000 dengan satuan perdagangan sebesar 5 unit atau Rp. 5.000.000,. dan face
value sebesar 100.
4.4
Hasil Pengklasifikasian Suku Bunga (BI rate)
Data suku bunga (BI rate) dalam penelitian ini adalah data suku bunga yang
tercatat dalam Bank Indonesia yang diambil selama periode pengamatan Agustus
2006 sampai Maret 2009, yaitu suku bunga BI rate dan bukan suku bunga acuan
untuk deposito yang diambil untuk penelitian ini.
Jumlah data suku bunga (BI rate) yang digunakan dalam penelitian ini
berjumlah 32 data dan dapat dilihat pada dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.4
BI Rate Agustus 2006 sampai dengan Maret 2009
Tanggal
BI Rate
Tanggal
BI Rate
4 March 2009
7.75%
6 Nov 2007
8.25%
4 Feb 2009
8.25%
8 Oct 2007
8.25%
7 Jan 2009
8.75%
6 Sept 2007
8.25%
4 Dec 2008
9.25%
7 Aug 2007
8.25%
6 Nov 2008
9.50%
5 July 2007
8.25%
7 Oct 2008
9.50%
7 June 2007
8.50%
4 Sept 2008
9.25%
8 May 2007
8.75%
5 Aug 2008
9.00%
5 April 2007
9.00%
3 July 2008
8.75%
6 March 2007
9.00%
5 June 2008
8.50%
6 Feb 2007
9.25%
6 May 2008
8.25%
4 Jan 2007
9.50%
3 April 2008
8.00%
7 Dec 2006
9.75%
6 March 2008
8.00%
7 Nov 2006
10.25%
6 Feb 2008
8.00%
5 Oct 2006
10.75%
8 Jan 2008
8.00%
5 Sept 2006
11.25%
6 Dec 2007
8.00%
8 Aug 2006
11.75%
Sumber : Bank Indonesia
4.6
Analisa Hasil Perbandingan Book Value dengan Market Value ORI
4.6.1 Perbandingan Book Value dengan Market Value pada ORI 001
Hasil perhitungan dari book value ORI kemudian akan dibandingkan dengan
market value ORI yaitu data yang diperoleh dari Departemen Keuangan pada
kurun waktu 9 Agustus 2006 sampai 4 Maret 2009. Perbandingan book value
dengan market value ini dilakukan untuk melihat seberapa jauh perbedaan
diantara keduanya dan apakah perbedaan tersebut signifikan atau tidak.
Grafik 4.6.1
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
Grafik Perbandingan Book Value dengan Market Value ORI 001
Dilihat dari hasil perbandingan book value dengan market value ORI 001
yang terdapat pada lampiran dan grafik 4.6.1 memperlihatkan bahwa book value
ORI 001 dari minggu pertama hingga minggu terakhir selalu diatas par-nya.
Sedangkan market value-nya harganya lebih bervariasi. Book value ORI 001 dari
awal minggu mengalami kenaikan hingga titik tertingginya di minggu ke-49 dan
kemudian turun secara perlahan hingga minggu terakhir, dan pergerakan tersebut
diatas par-nya. Pergerakan market value ORI 001 mempunya tren yang hampir
sama dengan book value-nya yaitu mengalami kenaikan dari minggu awal
perdangangan hinga minggu ke-65, di minggu ke-66 hingga akhir perdagangan
nilai market value perlahan mulai mengalami penurunan, bahkan beberapa
minggu menunjukan nilai di bawah par-nya pada minggu ke-111 sampai minggu
ke-120 yaitu pada bulan Oktober 2008 hingga awal Desember 2008.
Tingkat fluktuasi book value ORI jauh lebih kecil dibandingkan dengan
market value, dimana pada market value banyak terdapat titik-titik ekstrim dan
range antara titik tertinggi dengan titik terendahnya cukup lebar yaitu sebesar 10,9
sedangkan book value tidak terdapat titik-titk ekstrim dan lebar range antara titik
tertinggi dan titik terendahnya sebesar 7,11. Harga market value pun jauh lebih
bervariasi yang menunjukan fluktuatifnya pergerakan market value tersebut.
Setelah melihat perbandingan book value dengan market value ORI 001
diatas, terdapat banyaknya perbedaan diantara keduanya, namun belum tentu
perbedaan tersebut cukup signifikan antara satu sama lain, untuk membuktikan
apakah book value ORI 001 tersebut mempunyai perbedaan yang signifikan
dengan market value nya, kemudian dilakukan uji t-test two sample assuming
equal variances seperti pada tabel 4.6.1.2 di bawah ini
Tabel 4.6.1.2
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances
Variable 1 Variable 2
105.0114734 104.61127
Mean
4.596571539 10.061691
Variance
133
133
Observations
7.329131398
Pooled Variance
0
Hypothesized Mean Difference
264
Df
1.20548378
t Stat
0.114547982
P(T<=t) one-tail
1.650645911
t Critical one-tail
0.229095964
P(T<=t) two-tail
1.968990438
t Critical two-tail
Hasil tabel 4.6.1.2 diatas menunjukan apakah book value ORI 001 berbeda
secara signifikan terhadap market value nya. Patokan dalam penentuan tingkat
signifikansi perbedaan diantara keduanya dalam uji t-test two sample assuming
equal variances ini adalah dengan melihat P(T<=t) two tail-nya, jika P(T<=t)
two tail menunjukan hasil dibawah 0,05 berarti terjadi perbedaan yang signifikan
antara book value dengan market value ORI 001 ini namun jika P(T<=t) two tail
menghasilkan nilai sama atau lebih dari 0,05, dapat diartikan bahwa book value
dengan market value ORI 001 tidak berbeda secara signifikan.
Hasil uji t-test two tail equal variances diatas, menunjukan P(T<=t) two
tail perbedaan book value dengan market value ORI 001 adalah sebesar 0,229
yang berarti lebih dari 0,05. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa book value
dengan market value ORI 001 tidak berbeda secara signifikan.
Perbedaan book value dengan market value ORI 001 yang tidak signifikan
ini disebabkan oleh, Obligasi Negara Ritel Indonesia seri 001 ini adalah ORI yang
pertama diperkenalkan kepada masyarakat, dengan tingkat kupon yang cukup
tinggi ditengah tren suku bunga yang menurun dan jangka waktu investasi yang
tidak terlalu lama, membuat masyarakat cukup antusias akan variasi investasi ini,
walaupun beberapa kali terjadi perbedaan pada titik-titik ekstrim dalam
pergerakan market value yang berbeda dengan book value akibat faktor internal
seperti naik turunnya BI rate, inflasi dan nilai tukar rupiah akibat faktor eksternal
seperti naiknya harga minyak dunia yang disebabkan oleh krisis keuangan
Amerika serikat, namun perbedaan tersebut tidak signifikan dimana ekspektasi
masyarakat oleh investasinya yaitu ORI 001 masih baik yang membuat
pergerakan antara book value dengan market value nya tidak jauh berbeda.
4.6.2. Perbandingan Book Value dengan Market Value pada ORI 002
Hasil perbandingan book value dengan market value ORI 001 menunjukan bahwa
book value ORI 001 tidak berbeda secara signifikan dengan market value-nya dan
hasil perbandingan book value dengan market value ORI 002 dapat dilihat pada
lampiran dan grafik 4.6.2 dibawah ini.
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
Grafik 4.6.2
Grafik Perbandingan Book Value dengan Market Value ORI 002
Melihat dari hasil perbandingan book value dengan market value ORI 002
yang terdapat pada lampiran dan pergerakan harga keduanya pada grafik 4.6.2
diatas terlihat bahwa market value ORI 002 jauh lebih berfluktuasi dengan banyak
nya titik-titik ekstrim dalam pergerakan market value tersebut. Range harga
market value ORI 002 yaitu dari 88,31 hingga 103,71 atau mempunyai selisih
sebesar 15,4 dan range book value nya adalah sebesar 3,25 yaitu dari 99,67 hingga
102,92. Perbedaan range antara book value dengan market value ORI 002 ini
sangat jauh yaitu selisih 12,15 cukup signifikan dalam pergerakan harga ORI.
Rata-rata book value ORI 002 adalah sebesar 101,58 harga ini diatas parnya, sedangkan rata-rata harga market value-nya adalah sebesar 99,52 yaitu
dibawah nilai par ORI itu sendiri. Seperti yang terlihat pada lampiran dan grafik
titik tertinggi market value ORI terdapat pada minggu ke 32 yaitu pada 31
Oktober 2007 sebesar 103,72 dan titik tertinggi book value adalah sebesar 102,92
pada minggu ke 38 atau pada tanggal 12 Desember 2007. Pada posisi titik
terendahnya book value mempunyai nilai lebih tinggi, dimana titik terendah book
value ORI 002 adalah sebesar 99,67 dan titik terendah market valuenya adalah
sebesar 88,31.
Banyak nya perbedaan antara pergerakan book value dengan market value
ORI 002 ini dapat dipastikan signifikan atau tidak dengan melakukan uji t test
two tail equal variances, yang dapat dilihat pada tabel 4.6.2.2 di bawah ini,
apakah book value dengan market value ORI 002 mempunyai perbedaan secara
signifikan atau tidak.
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
Tabel 4.6.2.2
t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances
Variable 1
Variable 2
101.5764838 99.524233
Mean
1.149843871 10.915059
Variance
102
102
Observations
6.032451353
Pooled Variance
0
Hypothesized Mean Difference
202
Df
5.967171686
t Stat
0.00000000534
P(T<=t) one-tail
1.652431964
t Critical one-tail
0.00000001067
P(T<=t) two-tail
1.971777338
t Critical two-tail
Tabel 4.6.2.2 diatas menunjukan apakah book value dengan market value
mempunyai perbedaan yang signifikan atau tidak. Hal tersebut dapat dilihat pada
hasil t test two tail equal variances, yang tercermin pada hasil P(T<=t) two-tailnya. Dimana jika hasil P(T<=t) two-tail lebih atau sama dengan 0,05 mengartikan
bahwa book value dengan market value ORI 002 tersebut tidak berbeda secara
signifikan dan juka hasil P(T<=t) two-tail kurang dari 0,05 berarti book value
dengan market value mempunya perbedaan secara signifikan.
Menurut tabel 4.6.2.2 diatas menunjukkan hasil P(T<=t) two-tail ORI 002
adalah sebesar 0,0000001067 atau jauh lebih kecil dari 0,05. Hal tersebut dapat
diartikan bahwa book value dengan market value ORI 002 tersebut berbeda secara
signifikan.
4.6.3 Perbandingan Book Value dengan Market Value pada ORI 003
Hasil perbandingan book value dengan market value ORI 001 menunjukan
bahwa book value dengan market value ORI 001 tidak berbeda secara signifikan,
sedangkan hasil perbadingan ORI 002 menunjukan bahwa book value dengan
market value-nya berbeda secara signifikan. Untuk melihat hasil perbandingan
book value dengan market value ORI 003, dapat dilihat pada lampiran dan tabel
4.6.3 di bawah ini.
Grafik 4.6.3
Perbandingan Book Value dengan Market Value ORI 003
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
Hasil perbandingan book value dengan market value ORI 003 yang terlihat
pada lampiran dan grafik 4.6.3 diatas menunjukan bahwa keduanya mempunyai
tren pergerakan yang sama namun dengan angka yang berbeda dan pergerakan
market value ORI 003 ini jauh lebih fluktuatif dibandingkan dengan book valuenya. Dapat dilihat dengan adanya titik-titik ekstrim yang dimiliki oleh market
value, serta pergerakan kenaikan atau penurunan nilai yang cukup tajam, hal ini
tidak dimiliki oleh book value ORI 003, dimana pergerakan book value ORI 003
cenderung stabil dengan kenaikan atau penurunannya secara bertahap dan tidak
terdapat titik-titik ekstrim dan pergerakan yang curam. Market value ORI 003 pun
mempunyai range yang cukup tinggi dibandingkan dengan book value-nya yaitu
dari 80,77 sampai dengan 102,81 atau berselisih sebesar 22,04 antara titik
terendah dengan titik tertingginya, sedangkan book value ORI seri ini mempunyai
selisih range antara titik terendah dengan titik tertinggi nya adalah sebesar 5,17
yaitu dari 99,72 hingga 104,89, jauh lebih rendah dibandingkan range market
value. Hal ini juga dapat memperlihatkan bahwa pergerakan market value ORI
003 cenderung lebih fluktuatif dibandingkan dengan book value-nya.
Book value ORI 003 mempunyai rata-rata sebesar 102,79 diatas nilai par
nya dan market value mempunyai rata-rata jauh dibawah nilai par-nya yaitu
sebesar 95,97. Selisih antara rata-rata book value dengan market value ORI adalah
sebesar 6,82. Lebih besar rata-rata book value ORI 003 dibandingkan dengan
market value-nya. Titik tertinggi book value ORI 003 terdapat pada minggu ke-14
yaitu pada 12 Desember 2007 yaitu sebesar 104,89 dan titik tertinggi pada market
value-nya adalah sebesesar 102,81 yang terdapat pada minggu ke-8. Book value
ORI 003 mempunyai nilai titik terendah sebesar 99,72 yang terdapat pada minggu
ke-57 yaitu pada 8 Oktober 2008 dan titik terendah market value-nya terdapat
pada minggu ke-60 pada 29 Oktober 2008 yaitu sebesar 80,77.
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
Setelah melihat perbandingan book value dengan market value ORI 003,
terlihat banyaknya perbedaan antara book value dengan market value ORI, namun
perbedaan ini belum bisa dikatakan signifikan jika belum dilakukan uji, pengujian
untuk menentukan apakah book value dengan market value ORI 003 berbeda
secara signifikan adalah dengan menggunakan uji t-test two tail equal variances
yang hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.6.3.2 dibawah ini.
Tabel 4.6.3.2
t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances
Mean
Variance
Observations
Pooled Variance
Hypothesized Mean
Difference
Df
t Stat
P(T<=t) one-tail
t Critical one-tail
P(T<=t) two-tail
t Critical two-tail
Variable 1
Variable 2
102.7890487 95.96542051
3.307640617 27.53764267
78
78
15.42264164
0
154
10.85096284
0.0000000000000000000049
1.654808386
0.0000000000000000000099
1.975488024
Pada tabel t-test two sample assuming equal variances 4.6.3.2 diatas dapat
memperlihatkan apakah book value dengan market value ORI 003 berbeda secara
signifikan atau tidak. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil P(T<=t) two-tail-nya.
Jika hasil P(T<=t) two-tail perbandingan tersebut lebih besar atau sama dengan
0,05, menunjukan bahwa book value dengan market value ORI 003 tidak berbeda
secara signifikan, sedangkan jika hasil P(T<=t) two-tail lebih kecil dari 0,05,
berarti book value dengan market value ORI 003 tersebut berbeda secara
signifikan.
Hasil dari tabel 4.6.3.2 diatas memperlihatkan bahwa P(T<=t) two-tail
perbandingan book value dengan market value ORI 003 sebesar
0.0000000000000000000099 jauh dibawah nilai 0,05 yang berarti book value
dengan market value ORI 003 mempunyai perbedaan yang signifikan.
4.6.4
Perbandingan Book Value dengan Market Value pada ORI 004
Pada hasil perbandingan ORI sebelumnya, menunjukan ORI 001 tidak
berbeda secara signifikan, sedangkan ORI 002 dan ORI 003 menunjukan
perbedaan yang signifikan. Hasil perbandingan antara book value dengan market
value ORI 004 dapat dilihat pada lampiran dan grafik 4.6.4 dibawah ini
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
Grafik 4.6.4
Grafik Perbandingan Book Value dengan Market Value ORI 004
Pada lampiran dan grafik 4.6.4 dapat terlihat bahwa book value dengan
market value ORI 004 mempunyai tren pergerakan yang sama, namun dengan
nilai yang jauh berbeda. Market value ORI 004 mempunyai pergerakan yang lebih
flutuatif dibandingkan dengan book value-nya. Market value mempunyai
pergerakan yang lebih curam, dimana dapat dilihat pada grafik 4.6.4 penurunan
harganya mempunyai beberapa titik-titik ekstrim. Pergerakan book value
cenderung lebih stabil jika terjadi kenaikan atau penurunan nilai ORI. Range book
value ORI yaitu dari nilai 100 hingga 105,53 atau sebesar 5,53 dan range market
value ORI 004 jauh lebih besar yaitu sebesar 20,12, dari nilai 80,06 sampai
dengan nilai 100,18. Selisih range antara book value dengan market value adalah
sebesar 14,59, dan merupakan selisih harga yang cukup besar dalam nilai ORI.
Rata-rata nilai book value ORI 004 diatas nilai par-nya yaitu sebesar
102,55 dan rata-rata nilai market value ORI 004 jauh dibawah nilai par-nya yaitu
sebesar 92,22. Seperti yang terlihat pada lampiran dan grafik 4.6.4 diatas, book
value ORI 004 mempunyai titik tertinggi pada minggu pertama, yaitu sebesar
105,53 pada 12 Maret 2008 sama halnya dengan book value titik tertinggi market
value-nya terdapat pada minggu pertama peluncuran ORI 001 yaitu pada 12 Maret
2008, yaitu sebesar 100,18. Titik terendah book value ORI 004 terjadi selama 9
minggu yaitu dari 8 Oktober 2008 hingga 3 Desember 2008 sebesar 100 atau
sama dengan nilai par-nya. Titik terendah market valuenya adalah sebesar 80,06
yang terdapat di minggu ke-34 pada 29 Oktober 2008.
Melihat hasil perbandingan book value dengan market value ORI 004,
dapat terlihat bahwa banyak perbedaan yang dihasil kan dari perbandingan
tersebut. Untuk melihat apakah hasil dari perbandingan tersebut menunjukan
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
adanya perbedaan yang signifikan antara book value dengan market value ORI
004, dapat dilakukan dengan menggunakan uji statistik, yaitu uji t-test two tail
equal variances yang hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.6.4.2 berikut ini.
Tabel 4.6.4.2
t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances
Variable 1
Mean
Variance
Observations
Pooled Variance
Hypothesized Mean
Difference
Df
t Stat
P(T<=t) one-tail
t Critical one-tail
P(T<=t) two-tail
t Critical two-tail
Variable 2
102.5510763 92.21721731
3.680956087 20.49136607
52
52
12.08616108
0
102
15.15671264
0.00000000000000000000000000036
1.659929976
0.00000000000000000000000000071
1.983495205
Hasil uji t-test two tail equal variances diatas bertujuan untuk melihat
apakah book value dengan market value ORI 004 mempunyai perbedaan yang
cukup signifikan atau tidak. Tingkat kesignifikasian perbedaan tersebut dapat
dilihat dari hasil P(T<=t) two-tail-nya. Apabila hasil P(T<=t) two-tail dari
perbandingan book value dengan market value ORI 004 ini lebih besar atau sama
dengan 0,05, berarti book value dengan market value ORI 004 tidak mempunyai
perbedaan secara signifikan, namun jika hasil P(T<=t) two-tail perbandingan
tersebut lebih kecil dari 0,05, mengartikan bahwa book value dengan market value
ORI 004 mempunyai perbedaan secara signifikan.
Grafik 4.6.4.2 diatas memperlihatkan bahwa hasil perbandingan book
value dengan market value ORI 004 adalah P(T<=t) two-tail sebesar
0.00000000000000000000000000071 atau lebih kecil dari 0,05. Hasil tersebut
dapat diartikan bahwa book value dengan market value ORI 004 mempunyai
perbedaan yang signifikan.
4.6.5 Perbandingan Book Value dengan Market Value ORI 005
Hasil perbandingan book value dengan market value ORI 001
memperlihatkan bahwa ORI 001 tidak mempunyai perbedaan yang signifikan
antara book value dengan market value nya, sedangkan ORI 002, ORI 003 dan
ORI 004 menunjukan hasil bahwa book value dengan market value-nya
mempunyai perbedaan yang signifikan. Seperti halnya ORI 001-ORI 004, pada
ORI 005 ini akan melihat hasil perbandingan book value dengan market value
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
ORI tersebut signifikan atau tidak. Hasil perbandingan book value dengan market
value ORI 005 ini dapat dilihat pada lampiran dan grafik 4.6.5 dibawah ini.
Grafik 4.6.5
Grafik Perbandingan Book Value dengan Market Value ORI 005
Menurut hasil perbandingan book value dengan market value ORI 005
yang terlampir pada grafik 4.6.5 dan pada lampiran , memperlihatkan bahwa nilai
book value ORI 005 jauh berbeda dengan harga market value-nya, dimana dari
awal minggu nilai book value jauh diatas nilai par-nya hinga diakhri periode
pengamatan, sedangkan market value-nya dari minggu ke-2 dibawah nilai parnya. Range nilai book value ORI 005 adalah sebesesar 7,19 yaitu dari 108,03
sampai 115,22. Market value mempunyai range dari 79,80 sampai dengan 100,50
atau sebesar 20,70. Range book value dengan market value sangat berbeda jauh,
curamnya pergerakan market value dan banyaknya titik ekstrim, memperlihatkan
bahwa market value ORI 005 pergerakannya lebih berfluktuasi dibandingkan book
value yang pergerakan kenaikan atau penurunan nilainya cukup stabil.
Book value ORI 005 mempunyai rata-rata sebesar 109,99 jauh diatas nilai
par-nya, dikarenakan semua nilai book value dari awal minggu hingga akhir
periode jauh diatas par-nya. Rata-rata dari market value-nya adalah sebesar 93,45.
Berbeda dengan rata-rata book value yang nilainya diatas nilai par, rata-rata
market value jauh dibawah nilai par-nya, dikarenakan selama periode
pengamatan, harga ORI 005, hanya terdapat 2 minggu diatas nilai par-nya dan
pergerakan harganya banyak dibawah nilai par. Titik tertinggi pada book value
terdapat pada minggu terakhir yaitu pada 4 Maret 2009 sebesar 115,22 dan market
value mempunyai titik tertinggi sebesar 100,50 pada minggu ke-23. Book value
ORI 005 mempunyai titik terendah sebesar 108,03 yang terdapat pada minggu ke-
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
14 pada 3 Desember 2008, sedangkan market value titik terendahnya adalah
sebesar 79,80 di minggu ke-9 pada 29 Oktober.
Perbedaan yang banyak terlihat pada pergerakan nilai book value dengan
market value ORI 005 ini dapat dipastikan kesignifikansiannya dengan melakukan
uji statistik, yaitu uji t-test two tail equal variances. Hasil dari uji t-test two tail
equal variances tersebut dapat memperlihatkan apakah book value dengan market
value pada ORI 005 berbeda secara signifikan atau tidak dan hasil dari uji statistik
tersebut dapat dilihat pada tabel 4.6.5.2 dibawah ini.
Tabel 4.6.5.2
t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances
Mean
Variance
Observations
Pooled Variance
Hypothesized Mean
Difference
Df
t Stat
P(T<=t) one-tail
t Critical one-tail
P(T<=t) two-tail
t Critical two-tail
Variable 1
Variable 2
109.9871409 93.45215556
4.156519173 48.2360203
27
27
26.19626974
0
52
11.87000688
0.00000000000000010
1.674689154
0.00000000000000020
2.006646761
Hasil uji statistik t-test two tail equal variances pada tabel 4.6.5.2 diatas
dapat menunjukan apakah book value dengan market value ORI 005 apakah
mempunyai perbedaan yang signifikan atau tidak. Untuk menentukan signifikansi
perbedaan book value dengan market value tersebut dengan melihat hasil P(T<=t)
two-tail-nya, jika P(T<=t) two-tail lebih atau sama dengan 0,05 dapat dipastikan
bahwa book value dengan market value-nya tidak berbeda secara signifikan,
sedangkan jika hasil P(T<=t) two-tail kurang dari 0,05 dapat diartikan bahwa
book value dengan market value-nya mempunyai perbedaan yang signifikan. Pada
hasil pengujian tabel 4.6.5.2 diatas, P(T<=t) two-tail menunjukan hasil sebesar
0.00000000000000020 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti bahwa book value
dengan market value ORI 005 mempunyai perbedaan yang signifikan.
R.C2_ Analisa Perbandingan Book Value Dengan Market Value Pada ORI, (Studi Kasus ORI 001 sampai dengan
ORI 005)
BAB V
SIMPULAN
5.1 Simpulan
Untuk menjawab pertanyaan penelitian, maka simpulan pada penilitian ini
adalah sebagai berikut:
1. Rata-rata nilai teoritis (book value) ORI terhadap nilai empiris (market
value) ORI 001 sampai dengan ORI 005 menunjukan bahwa rata-rata book
value lebih besar terhadap market value-nya. Pada ORI 001 rata-rata book
value 0,38% lebih besar dibandingkan dengan market value-nya. ORI 002
rata-rata book value 2,03% lebih besar terhadap market value-nya. ORI
003 rata-rata book value 6,63% lebih besar dibandingkan dengan market
value-nya. Rata-rata book value ORI 004 10,07% lebih besar dibandingkan
market value-nya. ORI 005 rata-rata book value-nya lebih besar 15,04%
terhadap market value.
2. Tingkat volatilitas book value ORI jauh lebih rendah dibandingkan dengan
market value-nya. Pada ORI 001 tingkat volatilitas market value 54,27%
lebih besar dibandingkan dengan book value-nya. Market value ORI 002
lebih bervolatilitas sebesar 89,47% dibandingkan book value-nya. ORI 003
pun tingkat volatilitas market value-nya lebih besar 87,98% dibandingkan
book value. Pada ORI 004 market value lebih bervolatilitas 82,04%
dibandingkan dengan book value dan ORI 005 tingkat volatilitas market
value 91,38% lebih besar dibandingkan dengan book value-nya.
3. Empat dari lima ORI menunjukan bahwa book value ORI mempunyai
perbedaan yang signifikan dengan market value-nya. Pada ORI 001, book
value tidak mempunyai perbedaan yang signifikan dengan market value.
Sedangkan book value ORI 002, ORI 003, ORI 004 dan ORI 005 berbeda
secara signifikan dengan market value-nya.
Download