Universitas Gadjah Mada 1 BAB II. SIRKULASI A

advertisement
BAB II. SIRKULASI
A. PENDAHULUAN
Topik kuliah sirkulasi ini membahas tentang mekanisme fisiologik pengaturan kerja
jantung, pembuluh darah (arteri, vena), dan darah. Pokok bahasan kuliah ini secara umum
dapat digunakan untuk membantu mahasiswa dalam memahami tentang fungsi normal
sistema sirkulasi.
Topik kuliah ini secara keseluruhan dapat diselsesaikan dalam waktu 8 kali tatap muka
(8 jam). Setelah mengikuti pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan fungsi
jantung sebagai pompa darah, pembuluh darah sebagai jalan yang dilalui darah dan darah
sebagai benda yang diedarkan ke seluruh tubuh
B. PENYAJIAN
Jantung
Jantung merupakan suatu pompa yang mempunyai valvula sehingga menciptakan aliran
darah yang hanya satu arah. Jantung berfungsi sebagai alat transportasi, yaitu mengangkut
oksigen (dari pulmo ke jaringan), karbondioksida (dari jaringan ke pulmo), zat makanan dari
(traktus digestivus ke sel-sel seluruh tubuh), metabolit (ari sel-sel tubuh ke ren), hormon (dari
kelenjar endokrin ke berbagai organ tubuh), dan panas. Setiap kali jantung berdenyut, masingmasing ventrikel memompa sejumlah volume. Sejumlah volume darah tersebut dinamakan
stroke volume. Sejumlah volume darah yang dipompakan dari masing-masing ventrikel selama
satu menit disebut output jantung. Jumlah denyutan jantung selaina satu menit disebut
frekuensi denyut jantung (Heart raet). Kontraksi dinding ruangan jantung disebut sistole, dan
relaksasi disebut diastole. Siklus jantung adalah rangkaian peristiwa yang terjadi selama satu
pukulan jantung (denyutan) yang terdiri dari satu sistolc dan satu diastole. Antara satu siklus
dengan siklus berikutnya dipisahkan oleh fase istirahat yang sangat pendek. Mula-mula darah
masuk ke atrium kanan dari seluruh tubuh, dan ke atrium kiri dari paru-paru. Setelah penuh
dengan darah, maka atria berkontraksi. Tekanan di dalam atria naik, mengakibatkan
membukanya valvula A-V dan selanjutnya darah mengalir ke ventrikel yang masih dalam
keadaan relaksasi. Ventrikel berkontraksi kalau telah penuh terisi darah. Sementara ini atria
mulai berelaksasi. Kontraksi ventrikel mengakibatkan naiknya tekanan intraventrikuler, dan
kenaikan tekanan intraventrikuler ini mengakibatkan valvula A-V kiri dan kanan menutup,
dengan demikian hubungan antara atrium dan ventrikel terputus. Pada saat itu pula kedua
valvula semilunaris membuka, dan darah terpancarkan dari ventrikel kiri ke aorta, dan ventrikel
kanan ke arteri pulmonalis.
Universitas Gadjah Mada
1
Pada jantung terdengar dua buah suara yang terpisah. Suara pertama dapat disamakan
dengan suara "lub" dan suara kedua dengan "dup". Kedua suara tersebut jaraknya sangat
pendek dan kemudian diikuti oleh suara istirahat yang lebih lama. Makin rendah frekuensi
denyut jantung, makin panjang masa istirahatnya. Suara pertama "lub", ditimbulkan oleh
kontraksi otot-otot ventrikel dan vibrasi valvula atrioventrikularis beserta korda tendineanya.
Suara ini adalah lebih merasa nada lebih rendah dan lebih lama daripada suara kedua. Suara
kedua "dup", ditimbulkan oleh vibrasi kedua valvula semilunaris (valvula aorta dan pulmonaris)
ketika mereka menutup pada awal diastole ventrikel.
Valvula yang menutupnya kurang sempuma mengakibatkan darah yang mengalir
melalui tempat tersebut, arah dan saatnya tidak normal. Keadaan ini disebut valvular
insuffisiensi atau inkompetens, dan menimbulkan suara jantung yang abnormal (murmur).
Sebaliknya, valvula yang membukanya tidak sempurna, misalnya karena adanya penebalan
atau parut jaringan pada valvula tersebut, dinamakan stenosis. Dalam hal ini suara abnormal
yang terdengar disebabkan oleh mengalirnya darah melalui lubang yang seraph.
Pada jantung niamalia mempunyai sistem konduktorium yang terdiri dari nodus
sinoatrialis (NSA), nodus atrioventrikularis (NAV), bundel His, dan sistem Purkinje. Asal mula
terbentuknya impuls jantung adalah dari NSA, yang disebut juga pacemaker dari jantung. NSA
tersebut merupakan kumpulan dari sel-sel otot jantung yang telah mengalami spesilisasi dan
terletak di muara vcna kava pada atrium kanan. Impuls dari NSA merambat ke seluruh dinding
atria mengakibatkan atria bersistole. Jumlah impuls yang terbentuk di dalam NSA menentukan
besamya heart rate. Gelombang (impuls) kontraksi dari NSA menyebar ke seluruh otot atrium
yang setelah mengalami hambatan sebentar di NAV mengakibatkan kedua atrium berkontraksi
dan mengakibatkan darah terdorong dari atrium mengalir ke ventrikel melalui valvula
atrioventrikularis. NAV menerima impuls dari NSA dan meneruskan impuls tersebut ke otot-otot
ventrikel melalui berkas A-V (berkas His) dan anyaman Purkinye. Setclah impuls-impuls
mencapai otototot ventrikel, maka ventrikel berkontraksi. Jalur (pathway) dari NSA, NAV,
berkas A-V dan anyaman Purkinye tersusun oleh serabut otot yang telah mengalami modifikasi
dan merupakan satu-satunya komunikasi untuk transmisi impuls dari atria ke ventrikel. Heart.
block adalah hambatan (rintangan) transmisi impuls dalam jalur. Rintangan yang sering terjadi
adalah di berkas A-V, dengan demikian hubungan antara atria dan ventrikel terputus.
Akibatnya atria berdenyut dengan frekuensi normal, sedangkan ventrikel berdenyut lebih
lambat dan tidak seirama dengan denyut atria.
Apabila otot jantung berkontraksi akan memperlihatkan aktivitas listrk yang menyebar ke
seluruh jantung. Aliran in dapat dicatat elektrokardiograf sebagai elektrokardiogram (EKG). Di
dalam EKG impuls yang menyebabkan kontraksi ventrikel jantung menimbulkan 6 macam
gelombang yang ditandai dengan huruf P, Q,R,S,T,dan U. Gelombang P adalah akibat dari
aktivitas listrik di atria, menunjukkan depolarisasi atrium (akibat depolarisasi dari rangsang ini
Universitas Gadjah Mada
2
menyebar secara radial dari NSA ke NAV). Jadi waktu dari gelombang P mina dengan
lamanya dengan waktu untuk impuls itu bergerak dari NSA ke NAV. Repolarisasi atrium
ditunjukkan dengan Ta yang arahnya berlawanan dengan gelombang P. Ta ini jarang terlihat
olch karcna tertutup oleh QRS-kompleks. P-R interval adalah waktu antara depolarisasi atrium
sampai kepada permulaan depolarisasi ventrikel. Ini diukur dari pennulaan gelombang P
sampai permulaan QRS-kompleks. QRS-kompleks ini dapat dimulai dengan Q (P-Q interval),
atau langsung dengan R (P-R interval). P-R segmen menunjukkan kelambatan transmisi
impuls di NAV. P-R segmen diukur dari akhir P sampai ke permulaan QRS-kompleks. S-T
segmen adalah interval antara akhir QRS-kompleks dan permulaan gelombang T. Ia
menunjukkan waktu kedua ventrikel dalam keadaan aktip sebehun memulai repolarisasi. Titik
penghubung QRSkompleks dengan S-T segmen biasanya ditandai dengan hurufJ. S-T
Segmen itu biasanya iso-elektris, tetapi 1 mm di atas atau di bawah garis dasar masih
dianggap normal. Bentuknya lebih berarti daripada letaknya. S-T interval itu diukur dari QRS
sampai ke akhir T dan menunjukkan batas waktu antara akhir depolarisasi sampai kepada
akhir repolarisasi. Q-T interval menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk depolarisasi dan
repolarisasi ventrikel, diukur mulai dari permulaan QRS-kompleks sampai ke akhir gelombang
T. Q-T interval tergantung kepada frekuensi jantung. Gelombang T ditimbulkan oleh proses
repolarisasi ventrikel. Gelombang U adalah defleksi positip yang kecil sesuah gelombang T.
Arti gelombang ini masih belum jelas, disebut juga aftet potensial. Gelombang U yang negatip
selalu berarti abnormal.
Pengaturan denyut jantung dengan 2 eara yaitu secara intrinsik dan ekstrinsik...
Pengaturan intrinsik pada jantung oleh NSA, NAV, berkas His, dan anyaman Purkinye telah
mampu (cukup) untuk mempertahankan jantung berdenyut secara teratur tanpa dipengaruhi
oleh syaraf dari luar. Tetapi frekuensi denyut jantung dan kekuatan kontraksi diatur oleh impuls
yang datang dari sistem syaraf otonom. Serabut parasimpatis untuk jantung adalah cabang
dari nervus vagi kiri dan kanan. Stimulasi pada serabut ini akan menghambat kerja jantung,
yaitu menurunkan kekuatan kontraksi otot jantung, kecepatan kontraksi, kecepatan konduksi
impuls, dan pengaliran darah dalam arteri koronaria. Stimulasi syaraf simpatis akan
meningkatkan aktivitas jantung dengan menaikkan kekuatan kontraksi, kecepatan kontraksi,
kecepatan konduksi impuls, aliran darah koroner. Pada waktu jantung bersistole, jantung
tersebut memendek dan memutar searah dengan jarum jam, memukul dinding thoraks
menimbulkan apa yang dinamakan apeks beat (denyut apeks). Apeks beat berupa pulsasi
yang dapat kita rasakan pada pennukaan dinding dada dekat apeks kordis.
Dengan melalui refleks Bainbridge frekuensi denyut jantung naik jika tekanan di dalam
atrium kanan naik. Karenanya selama aktivitas otot frekuensi denyut jantung naik; aktivitas otot
mengakibatkan peningkatan pengembalian darah venosa ke dalam atrium kanan. Dengan
melalui refleks Bainbridge pemompaan jantung menjadi lebih efisien. Sebagai serabut afferen
Universitas Gadjah Mada
3
refleks Bainbridge adalah nervus vagus yang membawa impuls dari atrium kanan ke centrum
kardio inhibitor. Centrum tersebut didepres (ditekan), akibatnya frekuensi denyut jantung naik.
Refleks perlambatan jantung (refleks depressor) dan vasodilatasi pembuluh darah perifer
terjadi apabila ada rangsangan pada arkus aorta dan sinus-karotikus, oleh kenaikan tekanan
darah dalam arteri. Salah satu cabang dari N. vagus yang pergi ke arkus aortae adalah syaraf
aortik atau syaraf depresor kardikus, sedangkan yang pergi ke sinus karotikus adalah cabang
dari N. glossofaringeus ialah syaraf sinus. Sinus karotikus adalah suatu pembesaran (dilatasi)
dari ujung arteri karotis komunis.
Pembuluh darah, aliran darah, pulsus, pengembalian darah venosa dan limfe
Pembuluh darah berfungsi sebagai jalan yang dilalui darah. Pengaturan distribusi darah
dilakukan oleh arteriola yang dindingnya sebagian besar tersusun jaringan otot polos sehingga
dapat bervasokonstriksi dan vasodilatasi, sehingga dapat berfungsi mengatur distribusi darah
(distributing artery), selain juga berfungsi untuk memelihra tekanan diastole dan menurunkan
tekanan darah yang masuk ke dalam kapiler. Turunnya tekanan darah di dalam kapiler secara
drastis adalah esensiil, karena dinding kapiler yang sangat tipis itu tidak tahan terhadap
tekanan darah sebesar tekanan di dalam arteri. Turunnya tekanan darah diikuti dengan
melebarnya lumen kapiler dan lambatnya aliran darah; aliran yang lambat dapat memberikan
lasililas proses petukaran melalui dinding kapiler. Tekanan darah menurun terus ketika
melintasi kapiler, venula, vena dan akhirnya vena kava. Tekanan negatif (kurang dan nol)
terjadi di dalam vena kava ketika inspirasi berlangsung. Kontraksi diafragma membantu
pengaliran darah venosa ke jantung dengan dua cara tekanan negatif di dalam kavum thoraks
akan menghisap darah masuk ke dalam vena kava kranialis dan kaudalis, yang kemudian
ditahan oleh valvula dalam vena pada pintu masuk ke thoraks; sementara itu tekanan
abdominal yang naik karena kontraksi diafragma menekan darah dalam vena abdominal,
menyebabkan darah mengalir menuju vena kava kaudalis.
Darah dapat mengalir disebabkan karena adanya perbedaan tekanan antara dua
tempat di pembuluh ,darah. Ada hubungan erat antara aliran, tekanan dan tahanan.
Banyaknya aliran adalah berbanding langsung dengan tekanan tetapi berbanding terbalik
dengan tahanan. Tahanan terutama disebabkan oleh adanya gesekan antara cairan dan
dinding pembuluh. Tahanan meningkat selaras dengan panjang pembuluh dan viskositet
cairan. Tetapi gesekan dan tahanan menurun selaras dengan bertambah besamya diameter
pembuluh. Sebagai kesimpulan tahanan adalah berbanding langsung dengan panjang
pembuluh dan viskositas cairan, tetapi berbanding terbalik dengan pangkat empat diameter.
Universitas Gadjah Mada
4
Gelombang, sebagai akibat naiknya tekanan sistole mulai dari jantung menjalar
sepanjang arteri dan kapiler, disebut pulsus/ gelombang pulsus. Pulsus tersebut dapat diraba
pada arteri yang letaknya superfisialis dan menempel pada benda yang keras seperti tulang.
Pada hewan besar pulsus dapat diraba pada arteri facialis dan pada arteri koksigea
(permukaan ventral pertengahan ekor). Pada anjing, kucing, kambing dan domba pada arteri
femoralis.
Adanya valvula yang tersebar di sepanjang pembuluh vena dan pembuluh limfe,.
menyebabkan aliran darah yang searah, yaitu menuju jantung. Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi pengembalian darah venosa dan limfe ke dalam jantung ialah: kontraksi otot,
pulsasi arteri, kontraksi diafragma selama respirasi, nienaikkan tekanan intraabdominal,
peristaltik atau gerakan GIT, dan gaya tarik bumi
Shock
Apabila sistem peredaran darah tidak mampu mensuplai nutrisi kepada jaringanjaringan
tubuh dan tak mampu mengeliminasi metabolit, maka terjadilah suatu keadaan yang disebut
schock. Kekurangan darah ini kemungkinan disebabkan karena: perdarahan (hemorrhagi),
misalnya pada peristiwa operasi, kecelakaan, dilatasi pembuluh-pembuluh visceral, terlalu
banyak cairan yang masuk ke jaringan, kegagalan pengembalian darah venosa ke dalam
jantung, dan kegagalan jantung dalam hal memompa darah. Hewan yang menderita shock
menunjukkan gejala-gejala seperti berikut hewan tidak sadar, kadangkadang ada perubahan
respirasi, kulit menjadi dingin karena darah mengumpul dalam kapiler-kapiler viscera.
Menjelang terjadinya shock semua arteriola, kecuali pembuluh koroner dan serebral,
mengadakan vasokonstriksi dengan maksud untuk memelihara tekanan darah dan volume
cairan darah. Ini merupakan usaha tubuh untuk mencegah supaya tidak terjadi shock. Pada
shock yang berat, dengan tidak memperhatikan penyebabnya, keadaannya biasanya menjadi
makin parah. Jantung tak dapat lagi memompa darah untuk suplai sirkulasi koroner.
Selanjutnya tercapailah suatu keadaan yang discbut siklus vicious. Apabila otak kekurangan
darah maka centrum vasomotor dan centum respirasi rusak. Perlakuan yang segera dikerjakan
apabila shock ialah istirahat, mengganti cairan yang hilang, memberikan stimulan jantung,
obat-obatan vasokonstriktor, Kadang-kadang keadaan tersebut bersifat reversibel maka pasien
dapat sembuh. Akan tetapi apabila siklus vicious berlangsung lama maka pengobatan tidak
ada gunanya, karena keadaan melanjut ke shock irreversibel dan pada saat ini kematian
sudah diambang pintu.
Da rah
Universitas Gadjah Mada
5
Komponen seluler darah (komponen non fluid), terdiri atas sel darah merah (SDM), sel
darah putih (SDP) dan thrombosit (platelet). Fungsi darah adalah sebagai berikut mengangkut
zat-zat makanan dari usus ke jaringan jaringan, mengangkut oksigen dari paru-paru ke
jaringan, mengangkut karbon dioksida dari jaringan ke pant-pant, mengangkut metabolit dari
berbagai macam jaringan ke ginjal untuk diekskresikan, mengangkut hormon dari kelenjar
endokrin ke organ-ogan lain, merupakan salah satu faktor pengaturan temperatur tubuh
dengan cara mengangkut panas dari struktur yang letaknya lebih dalam ke permukaan tubuh,
memelihara keseimbangan air sebagai buffer. Seperti natrium bikarbonat yang terdapat di
dalam darah membantu memelihara pH yang konstan pada jaringan dan cairan tubuh,
mencegah pengeluaran darah yang lebih banyak, karena adanya sistem pembekuan/
penggumpalan darali, dan mengandung faktor-faktor penting untuk mempertahankan tubuh
terhadap penyakit
Sel darah merah, hemoglobin,
Sel darah merah (Eritrosit) berasal dari kata eritro (merah) dan sit (sel). Eritrosit
mempunyai garis tengah dengan variasi antara 5,0 - 7,34 µ dan berfungsi khusus untuk
mengangkut oksigen; bentuknya seperti cakram bikonkaf, tepinya sirkuler dan tebal, dan
bagian sentralnya tipis; mempunyai permukaan relatif luas sehingga mempunyai arti penting
dalam proses pertukaran gas/ oksigen melalui membran sel. Pada hewan dewasa, dalam
keadaan normal, SDM dibentuk di dalam sumsum tulang merah (red bone marrow). Tetapi
pada fetus, juga dibentuk di dalam hepar, lien dan nodus limpatikus. SDM dewasa pada
mamalia tidak mempunyai inti, tetapi SDM yang masih muda (eritroblas) berinti. Pada burung,
baik yang muda maupun yang tua, SDM mempunyai inti. Setelah kira-kira tiga atau empat
bulan berada di dalam sirkulasi, SDM mengalami destruksi yang kemudian difagositos oleh
sel-sel retikulo-endothelial system yang terdapat di dalam hepar, lien, sumsum tulang dan
nodus limpatikus. Hasil destruksi SDM diantaranya adalah pigmen empedu bilirubin dan
biliverdin yang sccara normal diekskresikan oleh hepar ke dalam/ bersama-sama empedu.
Apabila pigmen tersebut di dalam darah jumlahnya sangat banyak, nienyebabkan membrana
mukosa mata dan mulut tampak kuning; keadaan ini disebut ikterus atau jaundice.
Di dalam SDM terdapat hemoglobin (Hb) yang bertanggung jawab atas pengangkutan
oksigen dan inenyebabkan SDM berwarna merah. Hemoglobin merupakan senyawa organik
yang tersusun oleh porphyrin, globin dan zat besi. Di paru-paru hemoglobin mengabsorbsi
oksigen untuk membentuk oksihemoglobin (Hb02), dan selanjutnya oksigen tadi diberikan
kepada jaringan.
Hemolisa, hemaglutinasi, anemia, nilai hematokrit, hemokonsentrasi
Hemolisa adalah peristiwa rusaknya SDM, mengakibatkan Hb keluar dan berada bebas di
dalam plasma darah. Peristiwa ini dapat diakibatkan oleh toksin-toksin bakteri, racun ular,
parasit-parasit darah, larutan hipotonik, dan substansi-substasi kimia lain. Adanya Hb di dalam
Universitas Gadjah Mada
6
plasma menyebabkan plasma berwarna merah, suatu keadaan yang disebut hemoglobinemia.
Apabila Hb diekskresikan ke dalam urine maka keadaan disebut hemoglobinuria (red water).
Hemagglutinasi adalah suatu peristiwa dimana sel SDM saling melekat satu sama lain
(clumping). Apabila darah dari seekor hewan disuntikkan ke dalam aliran darah pada seekor
hewan lain yang spcsiesnya berbeda, maka akan terjadi agglutinasi.
Anemia adalah turunnya jumlah SDM atau kadar Hb sampai di bawah nilai normal.
Anemia dapat disebabkan oleh: gangguan pembentukkan darah karena kekurangan makanan,
temasuk ini adalah kekurangan Fe, kekurangan Cu, kekurangan vitamin, dan kekurangan
asam-asam amino; kehilangan darah akibat adanya hemorrhagi atau destruksi darah oleh
parasit-parasit darah seperti anaplasma.
Nilai hematokrit (packed cell volume, PCV) adalah panjangnya endapan SDM
(dinyatakan dalam % terhadap volume darah dalam tabung hematokrit). Nilai hematokrit
adalah berbanding lurus dengan jumlah SDM.
Hemokonsentrasi yaitu naiknya nilai perbandingan antara SDM dengan plasmanya..
Sebetulnya jumlah total SDM di dalam tubuh tidak naik, tetapi disebabkan karena menurunnya/
berkurangnya cairan plasma darah. Vomitus, diare, sakit disertai dengan kenaikkan temperatur
tubuh dalam waktu cukup lama dapat mengakibatkan dehidrasi, dan selanjutnya terjadi
hemokonsentrasi. Memperbaiki dehidrasi dapat dilakukan dengan menambah air, misalnya
dengan memberikan larutan garam fisiologis atau glukosa secara parenteral: suntikkan
hipodermik, intravenous, intraperitoneal.
Trombosit
Trombosit (Blood Platelet) berasal megakaryosit, yaitu sel raksasa yang terdapat di
dalam sumsum tulang. Dalam alirari darah berbentuk diskus oval, sedang pada preparat
pewarnaan darah adalah diskus sirkuler, seperti bintang atau merupakan tumpukan yang tidak
teratur. Fungsi utama trombosit adalah untuk mencegah kehilangan darah manakala ada
pembuluh darah yang rusak. Jendalan darah yang terbentuk akan menghalangi hilangnya
darah lebih lanjut. Material yang terbentuk atau dibebaskan oleh trombosit yang pecah akan
merangsang pembentukkan jendalan darah; jendalan darah ini kemudian berkontraksi
menyebabkan ia menjadi lebih keras/ padat. Sementara itu serotonin (substansia yang
terdapat di dalam trombosit) mengakibatkan vasokonstriksi lokal pada pembuluh darah yang
rusak tadi.
Universitas Gadjah Mada
7
Sel darah putih
Sel darah putih mempunyai inti dan dapat bergerak secara bebas. SDP dapat
diklasifikasikan menjadi: granulosit (neutral, eosinofil, dan basofi), dan agranulosit (monosit,
dan limfosit). Granulosit adalah SDP yang mempunyai granula yang terkandung di dalam
sitoplasmanya. Inti granulosit mempunyai bentuk yang bermacammacam, sehingga karenanya
dinamakan polimorfonuklear. Pada hewan dewasa, dalam keadaan normal, granulosit dibentuk
di dalam tulang merah.
Fungsi utama neutrofil ialah sebagai pertahanan terhadap infeksi dengan mengadakan
migrasi ke suatu jaringan dimana ada invasi bakteri. Neutrofil ini menembus pembuluh darah
dan kemudian memfagositose bakteri-bakteri yang ada. Dalam keadaan normal eosinofil atau
asidofil jumlahnya hanya sedikit, dan jumlahnya meningkat pada penyakit kronis. Eosinofil
mengandung histamin, yang dapat dibebaskan masuk ke dalam darah. Histamin dapat
menimbulkan gejala-gejala alergi. Pada keadaan normal basofil jumlahnya hanya sedikit dan
fungsinya belum diketahui.
Agranulosit terdiri atas monosit, yang dibentuk di dalam nodus limfatikus dan lien; dan
limfosit yang dibentuk di dalam semua jaringan limfoid, termasuk nodus limfatikus, lien, tonsil,
dan mungkin timus. Monosit, scperti halnya neutrofil, dapat melakukan fagositose terhadap
benda-benda asing seperti bakteri. Apabila monosit meninggalkan aliran darah masuk ke
jaringan, ia kemudian tumbuh menjadi fagosit besar yang dinamakan makrofag. Limfosit,
mempunyai peranan dalam pembentukan barrier untuk melawan bibit penyakit, dan ikut ambil
bagian dalam hal pembentukan antibodi selama ada perkembangan imunitet terhadap suatu
penyak it.
Perhitungan diferensial, menunjukkan persentase masing-masing jenis SDP dari suatu
sampel darah. Kenaikkan jumlah SDP biasanya menunjukkan adanya suatu infeksi.
Plasma, serum, pH darah
Apabila suatu sampel darah yang telah diberi antikoagulan, dibiarkan untuk sementara
waktu, mzka sel-sel darahnya akan mengendap, sedang bagian yang cair ada di bagian atas.
Bagian yang cair ini disebut plasma dianggapnya sebagai "Internal environment". Plasma
terdiri dari kira-kira 90% air dan 10% benda padat. Bagian padat terdiri atas 7% protein, 0,9%
bahan anorganik dan sisanya bahan organik nonprotein. Serum adalah caftan yang diperoleh
apabila darah dibiarkan untuk menjendal, atau plasma didefibriasi, atau darah yang diambil
fibrin dan komponen selulemya (sel-sel darahnya). Serum mengandung antibodi (dibuat oleh
tubuh) yang berfungsi sebagai pencegahan terhadap penyakit.
PH darah selalu mendekati konstan, hal ini disebabkan karena adanya buffer, terutama
natrium bikarbonat. Adanya kemampuan untuk menetralisir asam (berasal dari proses
metabolisme) menyebabkan adanya istilah "reserve alkali", yang tidak lain adalah natrium
Universitas Gadjah Mada
8
bikarbonat dalam darah. Karbon dioksida yang terbentuk ini dibuang oleh darah pada waktu
darah melalui paru-paru. Pada penyakt tertentu, reserve alkali dapat berkurang, menyebabkan
darah bersifat asam, suatu keadaan yang disebut asidosis.
Penjendalan darah, waktu jendal
Darah yang keluar dari tubuh dibiarkan untuk sementara waktu, maka akan menjendal
(koagulasi). Terbentuklah suatu massa yang menyerupai gelombang, dan kemudian
mengkerut, menghasilkan suatu jendalan yang lebih keras dan cairan jernih yang disebut
serum darah. Jendalan tadi terdiri atas filamen-filamen (jala) fibrin yang menyangkut sel SDM,
SDP, trombosit. Presipitasi fibrinogen (terdapat dalam darah) diinisiasikan oleh tromboplastin,
yaitu suatu fosfolipid yang dibebaskan oleh jaringan rusak atau oleh trombosit rusak.
Fibrinogen, kalsium dan protrombin beredar di dalam darah sampai tromboplastin yang
dibebaskan cukup banyak untuk berekasi dengan protrombin inaktif dan. kalsium untuk
membentuk trombin yang aktif Trombin yang terbentuk bereaksi dengan fibrinogen (larut)
membentuk massa dari benang-benang fibrin. Reaksi antara tromboplastin, protrombin, dan
kalsium untuk membentuk trombin dikatalsir oleh serum triptase. la mungkin pula berfungsi
dalam proses retraksi pada penjendalan dan kemudian melarutkan jendalan tersebut. Apabila
darah keluar dari pembuluh darah serum triptase menjadi aktif dan menyebabkan inisiasi
penjendalan. Semacam globulin yang terdapat di dalam plasma yang disebut Ac-globulin,
dapat menggiatkan perubahan dari protrombin menjadi trombin. Tidak adanya proses
penjendalan di dalam pembuluh darah, disebabkan oleh adanya dua macam substansi yang
dalam keadaan normal terdapat di dalam darah, yang disebut antitroboplastin dan antitrombin.
Defisiensi vitamin K dapat menyebabkan menurunnya kadar protrombin. Tidak adanya vitamin
K di dalam makanan pada unggas dapat menimbulkan kematian akibat adanya hemorhagi.
Tetapi pada mamalia, di dalam intestinum vitamin K disintesa olah bakteri, sehingga karenanya
tidak adanya vitamin K di dalam makanan tidak menimbulkan suatu masalah. Waktu
penjendalan darah yaitu waktu antara darah keluar dari tubuh sampai menjendal. Ini Waktu
penjendalan darah setiap spesies berbeda-beda yaitu pada anjing dan kucing = 2,5 merit, babi
= 3,5 merit, manusia = 5,0 menit, sapi = 6,5 menit, kuda = 11,5 merit.
Berat jenis darah, volume darah, limfe
Berat jenis darah sedikit lebih tinggi daripada air. Berat jenis darah sedikit berbedabeda tergantung spesies. Contoh: Pala kambing 1,042, manusia dan anjing — 1,059, sapi =
1,043, kuda dan babi = 1,060. Yang dimaksud dengan volume darah adalah jumlah total darah
yang
terkandung
di
dalam
tubuh
hewan.
darah
seluruhnya
di
dalam tubuh kira-kira 7% berat badan. (Anjing = 7,2%, sapi 7,7%, kambing = 8,0%, dan kuda =
9,7%) Itu merupakan jumlah darah yang beredar di seluruh tubuh. Cairan yang menembus
Universitas Gadjah Mada
9
dinding kapiler darah dan masuk ke ruang interstiil (celah-celah jaringan), sebagian direabsoisi
masuk ke venula (kapiler vena) dan sebagian tertinggal di celah jaringan sebagai cairan
jaringan. Cairan tersebut, yang tidak masuk ke kapiler vena, masuk ke suatu sistem kapiler
buntu yang disebut limfatik. Cairan yang masuk ke kapiler limfe disebut limfe. Limfe adalah
cairan jernih, tidak berwama dan hampir menyerupai plasma, karena limfe memang berasal
dari plasma. Kadang-kadang pada keadaan tertentu limfe mengandwig SDM dalam jumlah
kecil dan limfosit dalam jumlah besar, garamgaram anorganik, glukose, substansi non-protein
nitrogen dan sedikit protein. Neutrofil dalam jumlah sedikt juga dijumpai di dalam limfe. Limfe
yang mengalir dad intestinum, selama proses digesti, mengandung sejumlah besar lemak
sehingga wrnanya menyerupai air susu, dan ini dinamakan chyle. Pembuluh ini dimulai dengan
pembuluh limfe (limfatik) kecil pada dinding intestinwn, yang disebut lakteal, suatu tempat
dimana terjadi proses absorpsi lemak..Semua limfe akhimya dicurahkan (mengalir) karena
adanya vena kava kranialis sebelum masuk (kembali) ke jantung.
Universitas Gadjah Mada
10
C. PENUTUP
Topik pokok bahasan ini secara keseluruhan dapat dipahami intisarinya dengan cara
mahasiswa mengerjaka soal-soal berikut ini:
1. Sebutkan apa tujuan mempelajari fungsi sistema sirkulasi
2. Jelaskan secara singkat jantung berfungai sebagai pompa darah
3. Jelaskan secara singkat NSA sebagai pacemaker
4. Jelaskan secara singkat jalannya impuls didalain jantung sehingga menimbulkan
gelombang PQRST(u)
5. Jelaskan secara singkat pengaturan denyut jantung secara intrinsik dan ekstrinsik
6. Jelaskan secar singkat refleks Bainbrigde
7. Jelaskan secara singkat mengapa darah dapat mengalir sepanjang pembuluh darah
8. Jelaskan secara singkat fungsi komponen seluler darah
Agar mahasiswa dapat menilai kemampuan diri dalam memahami setiap materi yang
dierikan dalam setiap topik pokok bahasan (BAB), maka mahasiswa harus dapat
menyelesaikan soal-soal latihan tersebut. Seandainya ada kesulitan dapat didiskusikan di
dalam kuliah dan dapat melihat kunci cara mmenyelsesaikan soal latihan, yatu dengan
mengikuti petunjuk halaman yang digunakan utuk inenyelesaikan soal.
Kunci penyelesaian soal latihan (lihat halaman)
1. (2), 2. (3), 3. (4), 4. (6), 5. (7), 6. (9), 7. (10-13), 8. (10-).
Universitas Gadjah Mada
11
Download