peraturan menteri kelautan dan perikanan republik indonesia

advertisement
PERATURAN
MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR PER. 27 /MEN/2009
TENTANG
PENDAFTARAN DAN PENANDAAN KAPAL PERIKANAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang:
Mengingat:
a.
bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan pendaftaran dan penandaan
kapal perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dan Pasal
37 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun
2009, perlu mengatur mengenai pendaftaran dan penandaan kapal
perikanan;
b.
bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Peraturan Menteri;
1.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1983 tentang Zona Ekonomi
Eksklusif Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1983 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3260);
2.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan United
Nations Convention on The Law of The Sea (Konvensi Perserikatan
Bangsa-Bangsa Tentang Hukum Laut) (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1985 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3319);
3.
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 118,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4433)
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun
2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 154,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5073);
4.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
1
sebagaimana telah diubah, terakhir dengan UU Nomor 12 Tahun
2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
5.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 64,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4849);
6.
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2009 tentang Pengesahan
Agreement For The Implementation of The Provisions of The United
Nation Convention on The Law of The Sea of 10 December 1982
Relating To The Conservation and Management of Straddling Fish
Stock and Highly Migratory Fish Stocks (Persetujuan Pelaksanaan
Ketentuan-Ketentuan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang
Hukum Laut Tanggal 10 Desember 1982 yang berkaitan dengan
Konservasi dan Pengelolaan Sediaan Ikan yang Beruaya Terbatas
dan Sediaan Ikan yang Beruaya Jauh) (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 95, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5024);
7.
Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas,
Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara
Republik Indonesia sebagaimana telah diubah, terakhir dengan
Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008;
8.
Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi
dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia,
sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan
Presiden Nomor 50 Tahun 2008;
9.
Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2007 tentang Pengesahan
Agreement for the Establishment of the Indian Ocean Tuna
Commission (Persetujuan tentang Pembentukan Komisi Tuna
Samudera Hindia);
10. Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2007 tentang Pengesahan
Convention for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (Konvensi
tentang Konservasi Tuna Sirip Biru Selatan);
11. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009;
12. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.07/MEN/2005
tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kelautan dan
Perikanan sebagaimana telah diubah, terakhir dengan Peraturan
Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.04/MEN/2009;
13. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.05/MEN/2008
tentang Usaha Perikanan Tangkap sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan
Menteri
Kelautan
dan
Perikanan
Nomor
PER.12/MEN/2009;
14. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.01/MEN/2009
tentang Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia;
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
2
15. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.03/MEN/2009
tentang Penangkapan Ikan dan/atau Pengangkutan Ikan di Laut
Lepas;
Memperhatikan:1. Food and Agriculture Organization Agreement to Promote Compliance
with International Conservation and Management Measures by
Fishing Vessels on the High Seas, 1993;
2.
Code of Conduct for Responsible Fisheries, Food and Agriculture
Organization of the United Nations, 1995;
3.
Convention for the Conservation and Management of Highly Migratory
Fish Stock for Western and Central Pacific Ocean;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan:
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN TENTANG
PENDAFTARAN DAN PENANDAAN KAPAL PERIKANAN.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1.
Pendaftaran kapal perikanan adalah kegiatan pencatatan kapal perikanan yang
dimuat dalam buku kapal perikanan.
2.
Penandaan kapal perikanan adalah kegiatan untuk memberi tanda atau notasi kapal
perikanan.
3.
Usaha perikanan tangkap adalah usaha perikanan yang berbasis pada kegiatan
penangkapan ikan.
4.
Orang atau badan hukum adalah orang atau badan hukum yang melakukan usaha
perikanan tangkap.
5.
Kapal perikanan adalah kapal, perahu, atau alat apung lain yang dipergunakan untuk
melakukan penangkapan ikan, mendukung operasi penangkapan ikan,
pembudidayaan ikan, pengangkutan ikan, pengolahan ikan, pelatihan perikanan, dan
penelitian/eksplorasi perikanan.
6.
Kapal penangkap ikan adalah kapal yang secara khusus dipergunakan untuk
menangkap ikan termasuk menampung, menyimpan, mendinginkan dan/atau
mengawetkan.
7.
Kapal pengangkut ikan adalah kapal yang secara khusus dipergunakan untuk
mengangkut ikan termasuk memuat, menampung, menyimpan, mendinginkan,
dan/atau mengawetkan.
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
3
8.
Buku kapal perikanan adalah buku yang memuat informasi hasil pendaftaran kapal
perikanan yang berisi data kapal perikanan dan identitas pemilik serta perubahan–
perubahan yang terjadi terhadap fisik dan dokumen kapal perikanan.
9.
Buku induk kapal perikanan adalah buku yang memuat informasi kapal perikanan
yang telah didaftarkan.
10. Surat izin usaha perikanan, yang selanjutnya disebut SIUP adalah izin tertulis yang
harus dimiliki perusahaan perikanan untuk melakukan usaha perikanan dengan
menggunakan sarana produksi yang tercantum dalam izin tersebut.
11. Surat izin penangkapan ikan, yang selanjutnya disebut SIPI adalah izin tertulis yang
harus dimiliki setiap kapal perikanan untuk melakukan penangkapan ikan yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SIUP.
12. Surat izin kapal pengangkut ikan, yang selanjutnya disebut SIKPI adalah izin tertulis
yang harus dimiliki setiap kapal perikanan untuk melakukan pengangkutan ikan.
13. Wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia adalah wilayah perairan
yang meliputi perairan Indonesia, sungai, danau, waduk, rawa dan genangan air
lainnya di dalam wilayah negara Republik Indonesia, dan Zona Ekonomi Eksklusif
Indonesia (ZEEI).
14. Laut lepas adalah bagian dari laut yang tidak termasuk dalam Zona Ekonomi Ekslkusif
Indonesia, laut teritorial Indonesia, perairan kepulauan Indonesia, dan perairan
pedalaman Indonesia.
15. Menteri adalah Menteri Kelautan dan Perikanan.
16. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Perikanan Tangkap.
BAB II
KEWAJIBAN PENDAFTARAN KAPAL PERIKANAN
Pasal 2
(1)
Kapal perikanan milik orang atau badan hukum Indonesia yang dioperasikan untuk
kegiatan usaha perikanan tangkap di wilayah pengelolaan perikanan Negara
Republik Indonesia dan/atau laut lepas wajib didaftarkan sebagai kapal perikanan
Indonesia.
(2)
Pendaftaran kapal perikanan selain yang berfungsi untuk kegiatan usaha perikanan
tangkap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan perundangundangan tersendiri.
BAB III
KEWENANGAN PENDAFTARAN KAPAL PERIKANAN
Pasal 3
Dalam rangka kegiatan pendaftaran kapal perikanan, Menteri memberikan kewenangan
kepada:
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
4
a. Direktur Jenderal untuk melakukan pendaftaran kapal perikanan berbendera Indonesia
milik orang atau badan hukum Indonesia yang digunakan di wilayah pengelolaan
perikanan Negara Republik Indonesia dan/atau laut lepas, dengan ukuran di atas 30
(tiga puluh) GT.
b. Gubernur atau pejabat yang ditunjuk untuk melakukan pendaftaran kapal perikanan
berbendera Indonesia milik orang atau badan hukum Indonesia yang digunakan di
wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia dengan ukuran di atas 10
(sepuluh) GT sampai dengan 30 (tiga puluh) GT yang berdomisili di wilayah
administrasinya dan beroperasi di wilayah pengelolaan perikanan yang menjadi
kewenangannya.
c. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk untuk melakukan pendaftaran kapal
perikanan berbendera Indonesia milik orang atau badan hukum Indonesia yang
digunakan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia dengan
ukuran sampai dengan 10 (sepuluh) GT yang berdomisili di wilayah administrasinya
dan beroperasi di wilayah pengelolaan perikanan yang menjadi kewenangannya.
Pasal 4
Pendaftaran kapal perikanan oleh Gubernur dan Bupati/Walikota sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3 huruf b dan huruf c berpedoman pada ketentuan sebagaimana diatur
dalam Peraturan Menteri ini.
BAB IV
PERSYARATAN PENDAFTARAN KAPAL PERIKANAN
Pasal 5
(1)
Setiap orang atau badan hukum Indonesia yang akan mengoperasikan kapal
perikanan berbendera Indonesia di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik
Indonesia dan/atau laut lepas wajib melakukan pendaftaran kapal perikanan dengan
mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal, dengan melampirkan:
a. fotokopi SIUP;
b. fotokopi bukti kepemilikan kapal (grosse akte) dan/atau perubahannya yang telah
disahkan oleh pejabat yang berwenang, dengan menunjukkan aslinya;
c. fotokopi KTP pemilik kapal/penanggung jawab perusahaan yang telah disahkan
oleh pejabat yang berwenang, sesuai dengan grosse akte, dengan menunjukkan
aslinya;
d. fotokopi surat ukur kapal;
e. fotokopi surat laut atau pas tahunan yang telah disahkan oleh pejabat yang
berwenang;
f. fotokopi sertifikat kelaikan dan pengawakan kapal untuk kapal penangkap ikan
atau fotokopi sertifikat keselamatan untuk kapal pengangkut ikan;
g. permohonan pemeriksaan fisik kapal penangkap ikan, alat penangkapan ikan,
dan/atau kapal pengangkut ikan;
h. surat pernyataan tertulis dari pemohon yang menyatakan bertanggung jawab atas
kebenaran data dan informasi yang disampaikan.
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
5
(2)
(1)
(2)
Setiap orang atau badan hukum Indonesia yang mengoperasikan kapal perikanan
berbendera Indonesia di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia
dan/atau laut lepas yang telah memiliki SIPI dan/atau SIKPI wajib mengajukan
permohonan pendaftaran kapal perikanan kepada Direktur Jenderal, dengan
melampirkan:
a. fotokopi SIUP, SIPI, dan/atau SIKPI;
b. fotokopi bukti kepemilikan kapal (grosse akte) dan/atau perubahannya yang telah
disahkan oleh pejabat yang berwenang, dengan menunjukkan aslinya;
c. fotokopi KTP pemilik kapal/penanggung jawab perusahaan yang telah disahkan
oleh pejabat yang berwenang, sesuai dengan grosse akte, dengan menunjukkan
aslinya;
d. fotokopi hasil pemeriksaan fisik kapal, alat penangkapan ikan dan/atau kapal
pengangkut ikan terakhir dalam hal tidak terdapat perubahan terhadap fungsi,
spesifikasi teknis kapal dan/atau alat penangkapan ikan;
e. fotokopi sertifikat kelaikan dan pengawakan kapal untuk kapal penangkap ikan
atau fotokopi sertifikat keselamatan untuk kapal pengangkut ikan;
f. Surat pernyataan tertulis dari pemohon yang menyatakan bertanggung jawab
atas kebenaran data dan informasi yang disampaikan.
Pasal 6
Khusus kapal perikanan yang dibeli atau diperoleh dari luar negeri dan sudah
terdaftar di negara asal, selain dilengkapi persyaratan dokumen sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5, harus pula dilengkapi dengan surat keterangan
penghapusan dari daftar kapal yang diterbitkan oleh negara asal.
Ketentuan lebih lanjut mengenai perolehan surat keterangan penghapusan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan perundang-undangan.
BAB V
PENERBITAN BUKU KAPAL PERIKANAN
Pasal 7
Direktur Jenderal selambat-lambatnya 60 (enampuluh) hari kerja terhitung sejak menerima
permohonan pendaftaran kapal secara lengkap, telah menerbitkan buku kapal perikanan.
Pasal 8
(1)
Direktur Jenderal selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak menerima
permohonan pendaftaran kapal perikanan secara lengkap sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 5, menerbitkan surat pemberitahuan kepada pemohon apabila
permohonannya ditolak.
(2)
Dalam hal permohonan pendaftaran kapal perikanan ditolak sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), pemohon dapat mengajukan keberatan kepada Menteri selambatlambatnya 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya surat penolakan
yang dibuktikan dengan tanda terima.
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
6
(3)
Selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak menerima permohonan
keberatan, Menteri memberi jawaban secara tertulis mengenai dikabulkan atau
ditolaknya permohonan keberatan dimaksud dengan disertai alasan.
(4)
Dalam hal permohonan keberatan dikabulkan sebagaimana dimaksud pada ayat (3),
Direktur Jenderal menerbitkan buku kapal perikanan selambat-lambatnya 60 (enam
puluh) hari kerja terhitung sejak permohonan dikabulkan.
Pasal 9
(1)
Buku kapal perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 sekurang-kurangnya
memuat informasi:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
nama kapal;
nomor register;
tempat pembangunan kapal;
tipe kapal;
jenis alat tangkap;
tonnage;
panjang kapal;
lebar kapal;
kekuatan mesin;
foto kapal;
nama dan alamat pemilik;
nama pemilik sebelumnya; dan
perubahan – perubahan yang terjadi dalam buku kapal perikanan.
(2)
Buku kapal perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat dalam rangkap 2
(dua), asli diberikan kepada pemilik kapal dan salinannya disimpan oleh Direktur
Jenderal.
(3)
Buku kapal perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku selama kapal
dipergunakan sebagai kapal perikanan.
(4)
Bentuk dan format buku kapal perikanan sebagaimana tersebut dalam Lampiran
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 10
(1)
(2)
Buku kapal perikanan diterbitkan dengan sampul warna:
a.
merah, untuk buku kapal perikanan yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal;
b.
kuning, untuk buku kapal perikanan yang diterbitkan oleh Gubernur;
c.
hijau, untuk buku kapal perikanan yang diterbitkan oleh Bupati/Walikota.
Pemberian warna sampul buku kapal perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dimaksudkan untuk kepentingan pengadministrasian kapal perikanan.
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
7
Pasal 11
(1)
Dalam rangka pendaftaran kapal perikanan dilakukan pemeriksaan fisik kapal
penangkap ikan, alat penangkapan ikan dan/atau kapal pengangkut ikan.
(2)
Pemeriksaan fisik kapal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan terhadap
kapal perikanan yang belum mempunyai SIPI dan/atau SIKPI.
(3)
Ketentuan lebih lanjut tentang petunjuk teknis pemeriksaan fisik kapal penangkap
ikan, alat penangkapan ikan dan/atau kapal pengangkut ikan ditetapkan oleh
Direktur Jenderal.
(1)
(2)
Pasal 12
Kapal perikanan yang telah terdaftar diberi nomor urut pendaftaran dan dicatat dalam
Buku Induk Pusat yang diselenggarakan oleh Direktur Jenderal.
Direktur Jenderal mengadministrasikan/membukukan pendaftaran kapal perikanan
yang dicatat dalam Buku Induk Pusat, Buku Induk Propinsi dan Buku Induk
Kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh Gubernur dan Bupati/Walikota sesuai
kewenangannya di dalam Buku Induk Kapal Perikanan.
BAB VI
PERUBAHAN, PENGGANTIAN, DAN/ATAU PENGHAPUSAN
BUKU KAPAL PERIKANAN
Pasal 13
Setiap orang atau badan hukum Indonesia yang telah memiliki buku kapal perikanan
dapat mengajukan permohonan perubahan, penggantian, dan/atau penghapusan buku
kapal perikanan.
Pasal 14
(1)
(2)
Permohonan perubahan buku kapal perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
13 dilakukan apabila terdapat perubahan, yang meliputi:
a.
perubahan identitas pemilik kapal;
b.
perubahan identitas kapal perikanan;
c.
perubahan tanda pengenal kapal perikanan.
Perubahan buku kapal perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
dengan mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal dengan memuat alasan
perubahan serta melampirkan buku kapal perikanan yang akan diubah.
Pasal 15
(1)
Dalam hal kapal perikanan yang telah terdaftar dalam buku kapal perikanan yang
dikeluarkan oleh provinsi dan/atau kabupaten/kota dan akan melakukan perpindahan
ke provinsi dan/atau kabupaten/kota lain wajib melakukan pendaftaran ke provinsi
dan/atau kabupaten/kota yang dituju dengan melampirkan surat keterangan dari
tempat pendaftaran/registrasi kapal perikanan yang lama.
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
8
(2)
Pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan tanpa penggantian
buku kapal perikanan dan diberi tanda berupa keterangan dengan stempel.
Pasal 16
(1)
Penggantian buku kapal perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dapat
dilakukan apabila buku kapal perikanan hilang atau rusak.
(2)
Penggantian buku kapal perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
dengan mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal, dengan melampirkan:
a.
surat keterangan hilang dari kepolisian dalam hal buku kapal perikanan hilang;
atau
b.
buku kapal perikanan yang rusak.
Pasal 17
Apabila kapal perikanan berganti bendera, tenggelam, hilang, rusak, dan/atau tidak
dioperasikan lagi sebagai kapal perikanan, maka pemilik kapal/penanggung jawab
perusahaan wajib melaporkan dan mengembalikan Buku Kapal Perikanan kepada
Direktur Jenderal guna dihapuskan dari Buku Induk Kapal Perikanan.
BAB VII
KEWAJIBAN PEMEGANG BUKU KAPAL PERIKANAN
Pasal 18
Pemegang buku kapal perikanan berkewajiban:
a.
melaksanakan ketentuan yang tercantum dalam buku kapal perikanan;
b.
mengajukan permohonan perubahan buku kapal perikanan kepada pemberi izin
dalam hal akan melakukan perubahan identitas pemilik kapal perikanan dan kapal
perikanan;
c.
mengajukan permohonan penggantian buku kapal perikanan dalam hal buku kapal
perikanan hilang atau rusak; dan
d.
mengajukan permohonan penghapusan buku kapal perikanan dalam hal kapal
perikanan berganti bendera, tenggelam, hilang, rusak, dan/atau tidak dioperasikan
lagi sebagai kapal perikanan.
BAB VIII
PENANDAAN KAPAL PERIKANAN
Pasal 19
(1)
Kapal perikanan yang telah dilengkapi dengan buku kapal perikanan dan SIPI/SIKPI
diberi tanda pengenal kapal perikanan.
(2)
Tanda pengenal kapal perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi:
a.
tanda selar;
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
9
b.
c.
d.
tanda daerah penangkapan ikan;
tanda jalur penangkapan ikan; dan/atau
tanda alat penangkapan ikan.
(3)
Pemberian tanda selar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a ditetapkan
berdasarkan GT, angka yang menunjukkan besarnya tonnage kotor, nomor surat
ukur, dan kode pengukuran dari pelabuhan yang menerbitkan surat ukur.
(4)
Pemberian tanda daerah penangkapan ikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
huruf b ditetapkan berdasarkan wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik
Indonesia.
(5)
Pemberian tanda jalur penangkapan ikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf
c ditetapkan berdasarkan kewenangan pengelolaan perikanan tingkat Pusat, Provinsi
dan Kabupaten/Kota.
(6)
Pemberian tanda alat penangkapan ikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf
d ditetapkan berdasarkan kodefikasi jenis alat penangkapan ikan.
Pasal 20
(1)
(2)
Tanda pengenal kapal perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1):
a.
dibuat dan dipasang pada bagian atas sisi kiri dan kanan lambung haluan kapal
di bawah nama kapal;
b.
dicat warna dasar hitam dengan ukuran panjang sekurang-kurangnya 150
(seratus lima puluh) centimeter dan lebar 40 (empat puluh) centimeter;
c.
penulisan notasi huruf kapital/angka dengan warna putih dengan sekurangkurangnya ukuran tinggi huruf/angka 25 (dua puluh lima) centimeter jika kurang
dari dua puluh karakter, dan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) centimeter jika
lebih dari dua puluh karakter.
Pembuatan dan pemasangan tanda pengenal kapal perikanan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pemilik kapal sesuai ketentuan yang berlaku
selambat-lambatnya sebelum kapal melakukan kegiatan penangkapan ikan dan/atau
pengangkutan ikan.
Pasal 21
Spesifikasi, kodefikasi, dan tata cara penulisan tanda pengenal kapal perikanan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dan Pasal 20 ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur
Jenderal.
Pasal 22
Kapal perikanan Indonesia yang beroperasi di wilayah Organisasi Pengelolaan Perikanan
Regional selain diberi tanda pengenal kapal perikanan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 19 dapat diberikan tanda khusus sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh
Organisasi Pengelolaan Perikanan Regional.
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
10
BAB IX
SANKSI
Bagian Pertama
Sanksi Administratif
Pasal 23
(1)
Setiap orang atau badan hukum Indonesia yang melakukan pelanggaran terhadap
ketentuan pendaftaran dan penandaan kapal perikanan sebagaimana dimaksud
dalam Peraturan Menteri ini dikenakan sanksi administratif.
(2)
Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa peringatan
tertulis, pembekuan, atau pencabutan Buku Kapal Perikanan.
(3)
Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan
tahapan:
a. diberikan sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut, masing-masing dalam tenggang
waktu 1 (satu) bulan oleh Direktur Jenderal kepada yang melakukan
pelanggaran;
b. dalam hal peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada huruf a tidak dipatuhi,
selanjutnya dilakukan pembekuan buku kapal perikanan tersebut selama 1 (satu)
bulan;
c. apabila pembekuan sebagaimana dimaksud pada huruf b tidak diindahkan,
selanjutnya dilakukan pencabutan buku kapal perikanan.
(4)
Pencabutan buku kapal perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c
dilakukan apabila:
a. kapal perikanan berganti bendera, tenggelam, hilang, rusak, dan/atau tidak
dioperasikan lagi sebagai kapal perikanan;
b. kapal perikanan terbukti digunakan dalam tindakan kriminal/pelanggaran;
c. orang atau badan hukum yang bersangkutan menggunakan dokumen palsu;
d. orang atau badan hukum yang bersangkutan melakukan perubahan data tanpa
persetujuan tertulis Direktur Jenderal;
e. orang atau badan hukum yang bersangkutan menyampaikan data yang berbeda
dengan fakta di lapangan;
f. orang atau badan hukum yang bersangkutan tidak melaksanakan penandaan
kapal perikanan dan ketentuan lain yang tercantum dalam buku kapal perikanan;
dan/atau
g. orang atau badan hukum yang bersangkutan terbukti memindahtangankan buku
kapal perikanan tanpa seizin Direktur Jenderal.
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
11
Bagian Kedua
Sanksi Pidana
Pasal 24
(1)
Setiap orang atau badan hukum Indonesia yang mengoperasikan kapal perikanan di
wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia yang tidak mendaftarkan
kapal perikanannya dikenakan sanksi pidana.
(2)
Sanksi pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
BAB X
PEMBINAAN
Pasal 25
(1)
Pembinaan terhadap kegiatan pendaftaran dan penandaan kapal perikanan
dilakukan oleh Direktur Jenderal.
(2)
Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain pelaksanaan kegiatan
pendaftaran dan penandaan kapal perikanan di provinsi dan kabupaten/kota.
BAB XI
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
Pasal 26
(1)
Pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan pendaftaran dan penandaan kapal
perikanan dilakukan terhadap dipenuhinya ketentuan peraturan perundangundangan di bidang pendaftaran dan penandaan kapal perikanan.
(2)
Pengawasan dan pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
dengan sistem pemantauan, pengendalian, dan pemeriksaan lapangan terhadap
operasional dan dokumen kapal perikanan oleh pengawas perikanan.
BAB XII
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 27
(1)
Pendaftaran dan penandaan kapal perikanan terhadap kapal perikanan yang telah
memiliki SIPI/SIKPI dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 3 (tiga)
tahun sejak Peraturan Menteri ini ditetapkan.
(2)
Pendaftaran dan penandaan kapal perikanan terhadap kapal perikanan yang belum
memiliki SIPI/SIKPI dilaksanakan selambat-lambatnya 9 (sembilan) bulan sejak
Peraturan Menteri ini ditetapkan.
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
12
BAB XIII
KETENTUAN LAIN-LAIN
Pasal 28
Pendaftaran kapal perikanan digunakan untuk memenuhi persyaratan penerbitan
SIPI/SIKPI, kecuali kapal perikanan yang berukuran di bawah 5 (lima) GT.
Pasal 29
Pelaksanaan pendaftaran kapal tanpa dikenai biaya.
Pasal 30
(1)
Pencetakan buku kapal perikanan dilaksanakan oleh Direktur Jenderal, Gubernur,
Bupati/Walikota sesuai kewenangannya dengan mengacu pada ketentuan Peraturan
Menteri ini.
(2)
Direktur Jenderal, Gubernur, Bupati/Walikota, atau pejabat yang ditunjuk sesuai
kewenangannya wajib melaporkan realisasi pendaftaran kapal perikanan kepada
Menteri setiap 1 (satu) tahun.
BAB XIV
PENUTUP
Pasal 31
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, Peraturan Menteri ini diundangkan dengan
penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 17 November 2009
MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN R.I,
ttd.
FADEL MUHAMMAD
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
13
Lampiran I:
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI
Nomor PER. 27/MEN/2009
Tentang Pendaftaran dan Penandaan Kapal
Perikanan
KETERANGAN
1.
Landasan hukum penerbitan BKP adalah Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004
tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45
Tahun 2009.
2.
BKP adalah buku yang memuat informasi hasil pendaftaran kapal perikanan yang
berisi data kapal perikanan dan identitas pemilik serta perubahan – perubahan yang
terjadi terhadap fisik dan dokumen kapal perikanan.
3.
Setiap perubahan dokumen dan/atau fisik kapal harus dilaporkan kepada Direktur
Jenderal sesuai kewenangannya untuk dilaksanakan pemeriksaan fisik kapal
perikanan dan perubahan dalam BKP.
4.
Dilarang merubah data yang ada di dalam Buku Kapal Perikanan ini. Perubahan atas
data di dalam BKP ini hanya dapat dilakukan oleh Direktur Jenderal sesuai
kewenangannya berdasarkan prosedur yang ditetapkan.
5.
Jika BKP hilang atau rusak, agar segera melapor kepada Direktur Jenderal sesuai
kewenangannya.
6.
BKP berisi 18 halaman.
REPUBLIK INDONESIA
BUKU KAPAL PERIKANAN
(BKP)
DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Nomor Seri : ………………..
Departemen Kelautan dan Perikanan
Kulit Luar
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
Kulit Dalam
14
11. Tempat Pendaftaran
IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
No. Reg
1. Nama Kapal
:
............................................................................................................
2. Nama Kapal
Sebelumnya
:
............................................................................................................
3. Tempat/ Tahun
Pembangunan
:
............................................................................................................
4. Bahan Utama
Kapal
:
............................................................................................................
5. Type/Jenis Kapal
………., …….., …….., …..
An. Direktur Jenderal
…………………………………
NIP. :……………………..
: Penangkap Ikan / Pengangkut Ikan/ Pendukung Operasi
Penangkapan Ikan dan/atau Pembudidayaan Ikan
6. Jenis Alat
Penangkap Ikan
:
............................................................................................................
7. Merk danType
Mesin Utama
:
.................................................; ...............................
8. Daya Mesin Utama
: ................................................. (PK/DK/HP)
9. No. Seri Mesin
Utama
:
10. Jumlah dan Kapasitas,
Palka
:
.................................................
.......................... unit ;
.......................... (m3)
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
: ............................................................................................................
12. Tanda Pengenal Kapal
Perikanan
: ............................................................................................................
1
Departemen Kelautan dan Perikanan
2
15
FOTO KAPAL PERIKANAN TAMPAK SAMPING
IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
1. Nama (Perusahaan/
Perorangan)
:
............................................................................................................
2. Alamat (Perusahaan/
Perorangan)
:
............................................................................................................
:
............................................................................................................
(Telp./Fax)
3. Nama Penanggung
Jawab Perusahaan/
Perorangan :
:
............................................................................................................
4. Tempat/Tgl Lahir
:
............................................................................................................
5. No. KTP
:
............................................................................................................
6. Nama Pemilik Kapal
Perikanan Sebelumnya :
............................................................................................................
*) Tempat, Nomor, Tanggal Grosse Akte Kapal
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
3
Departemen Kelautan dan Perikanan
4
16
PERUBAHAN IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
PERUBAHAN IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
Tanda Tangan
An. Direktur Jenderal
(Cap)
5
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Direktur Jenderal
(Cap)
6
17
PERUBAHAN IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
PERUBAHAN IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
Tanda Tangan
An. Direktur Jenderal
(Cap)
7
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Direktur Jenderal
(Cap)
8
18
PERUBAHAN FISIK/ IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
PERUBAHAN FISIK/ IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
Tanda Tangan
An. Direktur Jenderal
(Cap)
9
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Direktur Jenderal
(Cap)
10
19
PERUBAHAN FISIK/ IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
PERUBAHAN FISIK/ IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
Tanda Tangan
An. Direktur Jenderal
(Cap)
11
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Direktur Jenderal
(Cap)
12
20
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
No
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
Tanda Tangan
An. Direktur Jenderal
(Cap)
13
No
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Direktur Jenderal
(Cap)
14
21
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
No
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
Tanda Tangan
An. Direktur Jenderal
No
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
(Cap)
15
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Direktur Jenderal
(Cap)
16
22
Lampiran II:
PENCABUTAN BUKU KAPAL PERIKANAN
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
No
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI
Nomor PER. 27/MEN/2009
Tentang Pendaftaran dan Penandaan Kapal
Perikanan
Tanda Tangan
An. Direktur Jenderal
(Cap)
17
Buku Kapal Perikanan dapat dicabut oleh Direktur Jenderal sesuai dengan kewenangannya
apabila :
a.
Kapal perikanan berganti bendera, tenggelam, hilang, rusak, dan/atau
dioperasikan lagi sebagai kapal perikanan.
b.
Kapal perikanan terbukti digunakan oleh pemilik kapal atau pihak lain dalam
tindakan kriminal/pelanggaran.
c.
Orang atau badan hukum yang bersangkutan menggunakan dokumen palsu.
d.
Orang atau badan hukum yang bersangkutan melakukan perubahan data tanpa
persetujuan tertulis.
e.
Orang atau badan hukum yang bersangkutan menyampaikan data yang berbeda
dengan fakta di lapangan
f.
Orang atau badan hukum yang bersangkutan tidak melaksanakan penandaan kapal
perikanan dan ketentuan lain yang tercantum dalam dalam Buku Kapal Perikanan.
g.
Orang atau badan hukum yang bersangkutan terbukti memindahtangankan Buku
Kapal Perikanan tanpa seizin Direktur Jenderal sesuai kewenangannya.
Departemen Kelautan dan Perikanan
tidak
18
23
Lampiran II:
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI
Nomor PER. 27/MEN/2009
Tentang Pendaftaran dan Penandaan Kapal
Perikanan
KETERANGAN
7.
Landasan hukum penerbitan BKP adalah Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004
tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45
Tahun 2009.
8.
BKP adalah buku yang memuat informasi hasil pendaftaran kapal perikanan yang
berisi data kapal perikanan dan identitas pemilik serta perubahan – perubahan yang
terjadi terhadap fisik dan dokumen kapal perikanan.
9.
Setiap perubahan dokumen dan/atau fisik kapal harus dilaporkan kepada Gubernur
sesuai kewenangannya untuk dilaksanakan pemeriksaan fisik kapal perikanan dan
perubahan dalam BKP.
REPUBLIK INDONESIA
BUKU KAPAL PERIKANAN
(BKP)
10. Dilarang merubah data yang ada di dalam Buku Kapal Perikanan ini. Perubahan atas
data di dalam BKP ini hanya dapat dilakukan oleh Gubernur sesuai kewenangannya
berdasarkan prosedur yang ditetapkan.
11. Jika BKP hilang atau rusak, agar segera melapor kepada Gubernur sesuai
kewenangannya.
12. BKP berisi 18 halaman.
PROVINSI..................................................................
Nomor Seri : ………………..
Departemen Kelautan dan Perikanan
Kulit Luar
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
Kulit Dalam
24
12. Tempat Pendaftaran
IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
13..Tanda Pengenal Kapal
No. Reg
Perikanan
1. Nama Kapal
:
............................................................................................................
2. Nama Kapal
Sebelumnya
:
............................................................................................................
3. Tempat/ Tahun
Pembangunan
:
............................................................................................................
5. Type/Jenis Kapal
6. Tanda Panggilan/
Call sign
7. Jenis Alat
Penangkap Ikan
: ............................................................................................................
………., …….., …….., …..
4. Bahan Utama
Kapal
: ............................................................................................................
:
An. Gubernur/
............................................................................................................
: Penangkap Ikan / Pengangkut Ikan/ Pendukung Operasi
Penangkapan Ikan dan/atau Pembudidayaan Ikan
:
............................................................................................................
:
............................................................................................................
8. Merk dan Model
Mesin Utama
:
.................................................; ...............................
9. Daya Mesin Utama
: ................................................. (PK/DK/HP)
10. No. Seri Mesin
Utama
:
11. Jumlah dan Kapasitas,
Palka
:
.................................................
.......................... unit ;
........................... (m3)
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
…………………………………
NIP. :……………………..
1
Departemen Kelautan dan Perikanan
2
25
FOTO KAPAL PERIKANAN TAMPAK SAMPING
IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
1. Nama (Perusahaan/
Perorangan)
: ............................................................................................................
2. Alamat (Perusahaan/
Perorangan)
: ............................................................................................................
: ............................................................................................................
(Telp./Fax)
3. Nama Penanggung
Jawab Perusahaan/
Perorangan :
: ............................................................................................................
4. Tempat/Tgl Lahir
: ............................................................................................................
5. No. KTP
: ............................................................................................................
6. Nama Pemilik Kapal
Perikanan Sebelumnya : ............................................................................................................
*) Tempat, Nomor, Tanggal Grosse Akte Kapal
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
3
Departemen Kelautan dan Perikanan
4
26
PERUBAHAN IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
PERUBAHAN IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
Tanda Tangan
No
An. Gubernur
(Cap)
5
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Gubernur
(Cap)
46
27
PERUBAHAN IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
PERUBAHAN IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
Tanda Tangan
No
An. Gubernur
(Cap)
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Tanda Tangan
An. Gubernur
(Cap)
3
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
7
Departemen Kelautan dan Perikanan
48
28
PERUBAHAN FISIK/ IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
PERUBAHAN FISIK/ IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
Tanda Tangan
No
An. Gubernur
(Cap)
9
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Gubernur
(Cap)
10
29
PERUBAHAN FISIK/ IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
PERUBAHAN FISIK/ IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
Tanda Tangan
No
An. Gubernur
(Cap)
11
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Gubernur
(Cap)
12
30
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
No
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
Tanda Tangan
No
An. Gubernur
(Cap)
13
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Gubernur
(Cap)
14
31
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
No
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
Tanda Tangan
No
An. Gubernur
(Cap)
15
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Gubernur
(Cap)
16
32
PENCABUTAN BUKU KAPAL PERIKANAN
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
No
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
Buku Kapal Perikanan dapat dicabut oleh Gubernur sesuai dengan kewenangannya apabila
:
Tanda Tangan
An. Gubernur
(Cap)
h.
Kapal perikanan berganti bendera, tenggelam, hilang, rusak, dan/atau
dioperasikan lagi sebagai kapal perikanan.
tidak
i.
Kapal perikanan terbukti digunakan oleh pemilik kapal atau pihak lain dalam
tindakan kriminal/pelanggaran.
j.
Orang atau badan hukum yang bersangkutan menggunakan dokumen palsu.
k.
Orang atau badan hukum yang bersangkutan melakukan perubahan data tanpa
persetujuan tertulis.
l.
Orang atau badan hukum yang bersangkutan menyampaikan data yang berbeda
dengan fakta di lapangan
m. Orang atau badan hukum yang bersangkutan tidak melaksanakan penandaan kapal
perikanan dan ketentuan lain yang tercantum dalam dalam Buku Kapal Perikanan.
n.
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
17
Orang atau badan hukum yang bersangkutan terbukti memindahtangankan Buku
Kapal Perikanan tanpa seizin Gubernur sesuai kewenangannya.
Departemen Kelautan dan Perikanan
18
33
Lampiran III:
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI
Nomor PER. 27/MEN/2009
Tentang Pendaftaran dan Penandaan Kapal
Perikanan
KETERANGAN
REPUBLIK INDONESIA
BUKU KAPAL PERIKANAN
(BKP)
13. Landasan hukum penerbitan BKP adalah Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004
tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45
Tahun 2009.
14. BKP adalah buku yang memuat informasi hasil pendaftaran kapal perikanan yang
berisi data kapal perikanan dan identitas pemilik serta perubahan – perubahan yang
terjadi terhadap fisik dan dokumen kapal perikanan.
15. Setiap perubahan dokumen dan/atau fisik kapal harus dilaporkan kepada Bupati/
Walikota sesuai kewenangannya untuk dilaksanakan pemeriksaan fisik kapal
perikanan dan perubahan dalam BKP.
16. Dilarang merubah data yang ada di dalam Buku Kapal Perikanan ini. Perubahan atas
data di dalam BKP ini hanya dapat dilakukan oleh Bupati/ Walikota sesuai
kewenangannya berdasarkan prosedur yang ditetapkan.
17. Jika BKP hilang atau rusak, agar segera melapor kepada Bupati/ Walikota sesuai
kewenangannya.
18. BKP berisi 18 halaman.
KABUPATEN/ KOTA ..............................................
Nomor Seri : ………………..
Departemen Kelautan dan Perikanan
Kulit Luar
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
Kulit Dalam
34
12. Tempat Pendaftaran
IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
13 Tanda Pengenal Kapal
No. Reg
Perikanan
1. Nama Kapal
:
............................................................................................................
2. Nama Kapal
Sebelumnya
:
............................................................................................................
3. Tempat/ Tahun
Pembangunan
:
............................................................................................................
Kapal
: ............................................................................................................
………., …….., …….., …..
4. Bahan Utama
5. Type/Jenis Kapal
: ............................................................................................................
:
............................................................................................................
An. Bupati/ Walikota
: Penangkap Ikan / Pengangkut Ikan/ Pendukung Operasi
Penangkapan Ikan dan/atau Pembudidayaan Ikan
6. Tanda Panggilan/
Call sign
:
............................................................................................................
7. Jenis Alat
Penangkap Ikan
:
............................................................................................................
8. Merk dan Model
Mesin Utama
:
.................................................; ...............................
9. Daya Mesin Utama
: ................................................. (PK/DK/HP)
10. No. Seri Mesin
Utama
:
11. Jumlah dan Kapasitas,
Palka
:
.................................................
.......................... unit ;
........................... (m3)
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
…………………………………
NIP. :……………………..
1
Departemen Kelautan dan Perikanan
2
35
FOTO KAPAL PERIKANAN TAMPAK SAMPING
IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
1. Nama (Perusahaan/
Perorangan)
: ............................................................................................................
2. Alamat (Perusahaan/
Perorangan)
: ............................................................................................................
: ............................................................................................................
(Telp./Fax)
3. Nama Penanggung
Jawab Perusahaan/
Perorangan :
: ............................................................................................................
4. Tempat/Tgl Lahir
: ............................................................................................................
5. No. KTP
: ............................................................................................................
6. Nama Pemilik Kapal
Perikanan Sebelumnya : ............................................................................................................
*) Tempat, Nomor, Tanggal Grosse Akte Kapal
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
3
Departemen Kelautan dan Perikanan
4
36
PERUBAHAN IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
PERUBAHAN IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
Tanda Tangan
No
An. Bupati/ Walikota
(Cap)
5
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Bupati/ Walikota
(Cap)
46
37
PERUBAHAN IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
PERUBAHAN IDENTITAS PEMILIK KAPAL PERIKANAN
Tanda Tangan
No
An. Bupati/ Walikota
(Cap)
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Tanda Tangan
An. Bupati/ Walikota
(Cap)
3
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
7
Departemen Kelautan dan Perikanan
48
38
PERUBAHAN FISIK/ IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
PERUBAHAN FISIK/ IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
Tanda Tangan
No
An. Bupati/ Walikota
(Cap)
9
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Bupati/ Walikota
(Cap)
10
39
PERUBAHAN FISIK/ IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
PERUBAHAN FISIK/ IDENTITAS KAPAL PERIKANAN
No
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
Tanda Tangan
No
An. Bupati/ Walikota
(Cap)
11
Jenis Perubahan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Bupati/ Walikota
(Cap)
12
40
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
No
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
Tanda Tangan
No
An. Bupati/ Walikota
(Cap)
13
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Bupati/ Walikota
(Cap)
14
41
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
No
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
Tanda Tangan
No
An. Bupati/ Walikota
(Cap)
15
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
Tanda Tangan
An. Bupati/ Walikota
(Cap)
16
42
PENCABUTAN BUKU KAPAL PERIKANAN
PERUBAHAN TANDA PENGENAL KAPAL PERIKANAN
No
Perubahan Kodefikasi
Tanda Pengenal Kapal Perikanan
Tanggal
Pengesahan
Departemen Kelautan dan Perikanan
SJDI/Biro Hukum dan Organisasi-DKP
Buku Kapal Perikanan dapat dicabut oleh Bupati/ Walikota sesuai dengan kewenangannya
apabila :
Tanda Tangan
An. Bupati/ Walikota
(Cap)
17
o.
Kapal perikanan berganti bendera, tenggelam, hilang, rusak, dan/atau
dioperasikan lagi sebagai kapal perikanan.
p.
Kapal perikanan terbukti digunakan oleh pemilik kapal atau pihak lain dalam
tindakan kriminal/pelanggaran.
q.
Orang atau badan hukum yang bersangkutan menggunakan dokumen palsu.
r.
Orang atau badan hukum yang bersangkutan melakukan perubahan data tanpa
persetujuan tertulis.
s.
Orang atau badan hukum yang bersangkutan menyampaikan data yang berbeda
dengan fakta di lapangan
t.
Orang atau badan hukum yang bersangkutan tidak melaksanakan penandaan kapal
perikanan dan ketentuan lain yang tercantum dalam dalam Buku Kapal Perikanan.
u.
Orang atau badan hukum yang bersangkutan terbukti memindahtangankan Buku
Kapal Perikanan tanpa seizin Bupati/ Walikota sesuai kewenangannya.
Departemen Kelautan dan Perikanan
tidak
18
43
Download