Fungsi Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)

advertisement
Fungsi Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
(Studi Kasus Terhadap Korban Pelecehan Seksual Anak Di Kota Tanjungpinang)
Dewi Afrianti
Mahasiswa Administrasi Negara, FISIP, UMRAH
[email protected]
ABSTRAK
Pemenuhan hak-hak anak perlu ditingkatkan agar pembangunan nasional dapat berjalan
dengan lancar, untuk itu Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
melaksanakan fungsi nya dalam mengawasi permasalahan anak terutama permasalahan pelecehan
seksual. Hal ini Jelas bahwa pengawasan sangat menentukan fungsi Komisi Pengawasan dan
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) dalam usaha pencapaian tujuan dan rencana yang harus
direalisasikan serta pembuatan kebijaksanaan yang harus disosialisasikan kepada publik.
Peneitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis data yaitu data primer dan
data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui fungsi dan faktor-faktor penghambat
pelaksanaan fungsi Komisi Pengawasan Dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Terhadap
Korban Pelecehan Seksual Anak Di Kota Tanjungpinang.
Hasil akhir penelitian menyatakan bahwa fungsi Komisi Pengawasan dan Perlindungan
Anak Daerah (KPPAD) masih belum maksimal, yaitu masih kurang sosialisasi sehingga masih
banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa saat terjadi kasus harus terlebih dahulu melapor
ke Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD), masih kurangnya komisioner
dalam mendampingi korban pelecehan seksual dan belum maksimal dalam melakukan
pengawasan penyelesaian kasus karena terlalu banyak mengulur waktu atau terlalu banyak proses
yang harus dilalui oleh perwakilan korban sehingga permasalahan untuk menyelesaikan kasus
lamban terselesaikan. Adapun saran yaitu Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah
(KPPAD) harus sering melakukan sosialisasi kemasyarakat, harus menambahkan komisioner dan
lebih meningkatkan kerjasamanya terutama dalam melakukan pengawasan terhadap penyelesaian
kasus pelecehan seksual.
Kata kunci: Fungsi , Pengawasan, dan Pelecehan Seksual
1
ABSTRACT
Fulfillment of children's rights need to be improved so that national development can
proceed smoothly, to the Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Riau
Islands Province carry out the functions in supervising children's problems, especially problems of
sexual harassment. It is clear that monitoring will determine the functions of Komisi Pengawasan
dan Perlindungan Anak Daerah in the achievement of business goals and plans that must be
realized as well as policy-making that should be disseminated to the public, which for all of them
require the functions that are effective in harmonious relationship with all parties.
This study used a qualitative descriptive method. Data used in conducting this research is
primary data and secondary data. Data collection techniques used were observation, interviews,
and documentation. The purpose of this study was to determine the functions and inhibiting factors
functions of the Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah Against Child Sexual Abuse
Victims In Tanjungpinang.
Based on research that has been done, the end result of research stated that the functions
Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah to victims of sexual abuse Child in
Tanjungpinang still not maximal, which is still less socialization and Komisi Pengawasan dan
Perlindungan Anak Daerah so there are many people do not know that when there is a case must
first report to the Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah, still lack the commissioner
in assisting victim’s of sexual abuse and is not maximized in overseeing the completion of
harassment sexual because to much gain time or too many processes that must be passed by the
complainant or victim’s representative so that the problem to solve the case of the complainant or
victim’s representative to be slow resolved, as for the suggestion that the author made, namely
Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah must often to socialize the society oversight
Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah must add the commissioner so that the
problem will be more easily and quickly resolved, and the Komisi Pengawasan dan Perlindungan
Anak Daerah together with the police and Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) related to
improve work together especially the completion of cases of sexual harassment.
Keywords: Functions, supervision, sexual harassment
2
mengenai manusia. Sebagai sesama manusia
PENDAHULUAN
kita yang ada dalam suatu masyarakat dapat
Masalah perlindungan anak adalah
pula mengembangkan rasa tanggung jawab
sesuatu yang kompleks dan menimbulkan
terhadap sesama anggota masyarakat yang
berbagai permasalahan lebih lanjut yang
sangat
tidak
kegiatan perlindungan anak.
selalu
dapat
diatasi
secara
perseorangan, tetapi harus secara bersama-
diperlukan
dalam
pelaksanaan
Disini masalah perlindungan anak
sama dan menjadi tanggungjawab bersama.
adalah
Menurut Gosita bahwa “Perlindungan anak
merupakan
suatu
adalah suatu hasil interaksi karena adanya
Pemenuhan
hak-hak anak sudah dijamin
interrelasi antara fenomena yang ada dan
dalam Undang-Undang No 23 Tahun 2002
saling mempengaruhi”. Oleh sebab itu,
tentang perlindungan anak dan perundang-
apabila mau mengetahui adanya, terjadinya
undangan lain yang terkait dengan anak. Di
perlindungan anak yang baik atau buruk,
Provinsi Kepulauan Riau, pemenuhan hak-
tepat
atau
tidak
memperhatikan
suatu
masalah
manusia
kenyataan
yang
sosial.
tepat,
maka
harus
hak anak diperkuat dengan adanya Peraturan
fenomena
mana
yang
Daerah
No
7
Tahun
2010
tentang
Perlindungan
Anak
relevan, yang mempunyai peran penting
Penyelenggaraan
dalam terjadinya kegiatan
Provinsi Kepulauan Riau dan Peraturan
perlindungan
anak.
Daerah lainnya.
Perlu
diketahui
bahwa
yang
Dengan adanya Undang-undang dan
sebenarnya pengertian tentang manusia dan
Peraturan Daerah tentang anak ternyata
kemanusiaan
faktor
yang
dapat dilihat bahwa pada kenyataannya anak
menghadapi
dan
masih belum terlindungi sehingga banyak
menyelesaikan permasalahan perlindungan
terjadi kasus-kasus anAak, salah satunya
anak
permasalahan
kasus pelecehan seksual atau pencabulan
Disini
yang
terhadap anak. Sejumlah kasus kekerasan
menjadi objek dan subjek pelayanan dalam
seksual terhadap anak merupakan fenomena
kegiatan
dominan
merupakan
dalam
yang
kehidupan
merupakan
manusia
juga.
perlindungan
anak
sama-sama
yang
dan
kewajiban,
kesadaran sosial akan pentingnya penciptaan
motivasi seseorang untuk mau ikut serta
kesehatan jiwa dilingkungan masyarakat.
secara tekun dan gigih dalam kegiatan
Dari sudut pandang anak, anak yang menjadi
perlindungan anak, pandangan bahwa setiap
korban tindak pidana atau disebut anak
anak itu wajar dan berhak mendapat
korban adalah manusia yang belum genap
perlindungan mental, fisik, sosial dari orang
berusia
tuanya, anggota masyarakat dan Negara,
penderitaan fisik, mental dan atau kerugian
pandangan pernyataan-pernyataan tersebut
ekonomi
jelas berdasarkan pengertian yang tepat
pidana. Korban tidak saja dipahami sebagai
mempunyai
hak-hak
3
memilukan
18
tahun
yang
yang
yang disebabkan
menghentak
mengalami
oleh tindak
obyek dari suatu kejahatan tetapi juga harus
dengan
dipahami
perlu
Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah
mendapat perlindungan secara sosial dan
(KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau berperan
hukum.
penting dalam mengawasi permasalahan
sebagai
subyek
yang
lancar,
untuk
itu
Komisi
Berdasarkan data yang didapat bahwa
anak. (Laporan tahunan Komisi Pengawasan
kasus pelecehan seksual terhadap anak terus
dan Perlindungan Anak Daerah Provinsi
mengalami peningkatan yaitu terdapat 33
Kepulauan Riau tahun 2012)
kasus
pencabulan
anak
Kota
Pengawasan sebagai salah satu fungsi
Tanjungpinang selama bulan Agustus 2013.
manajemen mempunyai peranan yang sangat
Sementara pada 2012 lalu di bulan yang
penting dalam suatu proses manajemen.
sama hanya terjadi 25 kasus. Artinya ada
Karena dengan adanya pengawasan dapat
peningkatan kasus dibandingkan tahun lalu.
diamati
Secara keseluruhan, untuk semua jenis
sesuai dengan yang telah direncanakan atau
pengaduan yang masuk dari Januari -
tidak.
Agustus 2012 ada 99 pengaduan. Namun,
Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah
pada
meningkat
(KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau adalah
pengaduan.
mengawasi, mengawal pemenuhan hak-hak
Januari-Agustus
menjadi
2013
103
di
apakah
Pada
pelaksanaan
prinsipnya,
Kepulauan
Riau
pekerjaan
tugas
dan
Komisi
(http://sindikasi.inilah.com/read/detail/2026
di
memberikan
686/kasus-pencabulan-anak-di-
perlindungan sesuai dengan Undang-Undang
tanjungpinang-meningkat)
perlindungan anak dan Peraturan Daerah
Masalah pelecehan seksual anak perlu
penyelenggaraan perlindungan anak. Tidak
mendapat perhatian intensif dan serius lagi,
terpenuhinya hak-hak anak, terutama hak
hal ini mengingat bahwa akibat yang
dasar seperti hak sipil, hak pendidikan, hak
ditimbulkan sangat merugikan bagi korban
kesehatan, hak kesejahteraan dasar, dan hak
baik fisik maupun mental yang mungkin saja
anak
berujung pada trauma. Tingginya kasus
khusus
pencabulan yang terjadi di Tanjungpinang
persoalan yang harus diselesaikan Komisi
selain faktor lain, juga dipicu oleh faktor
Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah
bebasnya
(KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau.
anak
dan
kalangan
pelajar
memboking kamar hotel tanpa ada larangan,
yang
membutuhkan
maka
menjadi
perlindungan
perhatian
dan
Kehadiran Komisi Pengawasan dan
pacaran ditempat gelap, kurangnya razia
Perlindungan
oleh Satpol PP maupun kepolisian dan
Kepulauan Riau merupakan salah satu
masih kurangnya sosialisasi kemasyarakat.
wujud kepedulian agar penyelenggaraan
Agar tidak terjadinya pencabulan terhadap
hak-hak anak yang dilakukan di jajaran
anak harus ditekan dengan pengawasan.
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
Pemenuhan hak-hak anak perlu ditingkatkan
terkait bisa berjalan maksimal. Jika Satuan
agar pembangunan nasional dapat berjalan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) fokus pada
4
Anak
Daerah
(KPPAD)
pemenuhan
hak
anak,
maka
Komisi
Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu:
Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah
1) Bagaimana Fungsi Komisi Pengawasan
(KPPAD) fokus pada pengawasan dan
Dan
perlindungan anak yang merupakan salah
(KPPAD) Terhadap Korban Pelecehan
satu fungsi dari KPPAD.
Seksual Anak Di Kota Tanjungpinang?
Fungsi
dan
keberadaan
Komisi
Perlindungan
Anak
Daerah
2) Faktor-faktor Penghambat Pelaksanaan
Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah
Fungsi
(KPPAD) adalah melakukan pengawasan
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
dan pemantauan bagaimana masing-masing
Terhadap Korban Pelecehan Seksual
SKPD
Anak Di Kota Tanjungpinang?
dan
lembaga
teknis
tersebut
Komisi
Pengawasan
dan
melakukan tugas penyelenggaraan hak-hak
anak. Jelaslah bahwa pengawasan sangat
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu:
menentukan fungsi Komisi Pengawasan dan
1) Untuk
mengetahui
Fungsi
Komisi
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) dalam
Pengawasan Dan Perlindungan Anak
usaha pencapaian tujuan dan rencana yang
Daerah (KPPAD) Terhadap Korban
harus
Pelecehan Seksual Anak
direalisasikan
serta
pembuatan
kebijaksanaan yang harus disosialisasikan
Di Kota
Tanjungpinang.
kepada publik, yang untuk kesemuanya itu
2) Untuk
mengetahui
Faktor-faktor
memerlukan peranan yang efektif dalam
Penghambat
menjalin
Komisi Pengawasan Dan Perlindungan
hubungan
kerjasama
yang
harmonis dengan semua pihak.
Anak
Dari permasalahan di atas, dengan
terhadap
anak,
peneliti
Daerah
Fungsi
(KPPAD)
Terhadap
Korban Pelecehan Seksual Anak Di
adanya fenomena mengenai kasus pelecehan
seksual
Pelaksanaan
Kota Tanjungpinang.
ingin
mengetahui apakah fungsi yang dilakukan
Sedangkan kegunaan dari penelitian ini
Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak
yaitu:
Daerah (KPPAD) sudah berjalan sesuai
1) Untuk menambah ilmu pengetahuan
tugas pokok dan fungsi dalam Peraturan
terutama dalam melakukan pengawasan
Daerah atau belum, sehingga peneliti tertarik
terhadap perlindungan anak.
meneliti lebih lanjut dan dibuat dalam
2) Manfaat Praktis
sebuah penelitian dengan judul: “Fungsi
Memberikan sumbangan pemikiran dan
Komisi Pengawasan dan Perlindungan
masukan kepada pihak yang terkait dalam
Anak
penyelenggaraan
Daerah
(KPPAD)
Terhadap
perlindungan
anak
Korban Pelecehan Seksual Anak Di Kota
diperlukan pengawasan yang maksimal oleh
Tanjungpinang”.
Komisi
Pengawasan
Anak
Daerah
Tanjungpinang.
5
Dan
(KPPAD)
Perlindungan
Di
Kota
berarti
cepat
atau
lambatnya
KONSEP TEORITIS
kegagalan perencanaan-perencanaan
A.
dan suksesnya perencanaan berarti
Fungsi
Fungsi adalah kegiatan pokok
yang
dilakukan
dalam
suksesnya pengawasan.
suatu
D.
Perlindungan anak
organisasi atau lembaga. Adapun
dalam
Kamus
Indonesia,
adalah
Umum
Bahasa
mengemukakan
jabatan
atau
Undang-undang No. 3 Tahun
2002 tentang Perlindungan Anak
fungsi
menyebutkan
kedudukan.
Perlindungan
pengertian
Anak,
dari
sebagaimana
Fungsi menandakan suatu jabatan
tercantum dalam Pasal 1 ayat (2)
dalam
yaitu:
sebuah
menggambarkan
fungsinya.
organisasi
akan
Menurut
yang
segala
kegiatan
untuk
tugas
dan
menjamin dan melindungi anak dan
Sule
dan
hak-haknya
agar
dapat
hidup,
berkembang,
dan
Saefullah
mendefinisikan
fungsi-
tumbuh,
fungsi
manajemen
sebagai
berpartisipasi, secara optimal sesuai
serangkaian kegiatan yang dijalankan
dengan
dalam
kemanusiaan,
manajemen
berdasarkan
fungsinya
masing-masing
mengikuti
satu
harkat
dan
perlindungan
tahapan-tahapan
diskriminasi.
dan
serta
dari
martabat
mendapat
kekerasan
dan
tertentu dalam pelaksanaannya (Sule,
2006:8).
B.
KONSEP OPERASIONAL
Pelecehan
C.
Maksud konsep operasional adalah
Korban pelecehan seksual
adalah
penjabaran lebih lanjut tentang gejala yang
segala macam bentuk prilaku yang
diteliti dan dikelompokkan dalam variable
berkonotasi atau mengarah kepada
penelitian
hal-hal
dilakukan
mempermudah menjelaskan gejala-gejala
sepihak atau tidak diharapkan oleh
yang diteliti. Dalam melaksanakan tugas-
orang yang menjadi sasaran sehingga
tugas
menimbulkan reaksi negatif seperti
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) harus
malu, marah, benci, tersinggung dan
menjalankan tanggung jawab yang sudah
sebagainya pada diri individu yang
ditetapkan didalam Peraturan Gubernur
menjadi korban pelecehan tersebut.
Kepulauan Riau Nomor 39 Tahun 2011
Pengawasan
Pasal 3 mengenai tugas pokok dan fungsi
seksual
seksual
yang
Terry (2006:396) pengawasan
dan
nya
Komisi
digunakan
untuk
Pengawasan
dan
Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak
dilaksanakan untuk mengusahakan
Daerah
agar
sebagai konsep operasional yang terdiri dari:
komitmen-komitmen
tersebut
dilaksanakan. Kegagalan pengawasan
6
(KPPAD)
sehingga
dijadikan
seperti sosialisasi kepada anak, orang
1)
Menerima Pengaduan masyarakat
Pengaduan
Komisi
yang
tua, guru, dan masyarakat. Indikator
diterima
Pengawasan
dari melakukan sosialisasi yaitu:
dan
a)
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
Sosialisasi mengenai kasus
b) Upaya sosialisasi
terkait kasus dan permasalahan anak,
4)
baik sebagai korban maupun anak
Melakukan penelaahan, pemantauan,
evaluasi
sebagai pelaku. Pengaduan tersebut
Merupakan langkah strategis
diselesaikan sesuai mekanisme yang
Komisi
ada
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
sesuai
dengan
jenis
kasus.
untuk
masyarakat yaitu:
terhadap
a)
memantau kasus-kasus anak yang
Pengaduan secara langsung
ditanggapi
dan
dari
Pengawasan
a)
Pengawasan dan Perlindungan Anak
anak
dengan
melakukan
penelaahan,
Penyelesaian
b) Pemantauan Sesuai Perundang-
dimaksud dengan pengawasan yaitu
undangan
setiap kasus atau permasalahan anak
5)
yang ditangani Komisi Pengawasan
Anak
Kemampuan
Masalah
Daerah (KPPAD) tahun 2013 yang
3)
hak-hak
pemantauan dan evaluasi yaitu:
Berdasarkan laporan Komisi
Perlindungan
perlindungan
diberitakan dimedia massa. Indikator
didampingi
dan
melakukan
dan
Indikator dari menerima pengaduan
b) Pengaduan
2)
Pengawasan
Melakukan pengumpulan data dan
informasi
Daerah
Merupakan suatu langkah yang
(KPPAD) disertai dengan mekanisme
lakukan oleh Komisi Pengawsasan
pengawasan sehingga kasus tersebut
dan
selesai. Indikator dari pengawasan
(KPPAD)
yaitu:
penyelenggaraan perlindungan anak
a)
dengan mencari data dan informasi
Pengawasan setelah pengaduan
Perlindungan
Anak
dengan
Daerah
pelaksanaan
b) Pengawasan efektif
tentang anak yang merupakan suatu
Melakukan sosialisasi
bentuk kepedulian terhadap hak anak.
Melakukan
dari
melakukan
merupakan upaya perlindungan yang
pengumpulan data
dan informasi
dilakukan Komisi Pengawasan dan
yaitu:
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
a)
tentang
perlakuan
b) Hambatan
salah dan dampaknya bagi anak,
informasi
bentuk-bentuk
sosialisasi
Indikator
sehingga dilakukan upaya preventif
7
Mencari informasi
pengumpulan
6)
Memberikan laporan dan masukan
yang dibahas, penulis mengambil data
kepada Gubernur Kepulauan Riau
sebagai berikut :
Merupakan langkah terakhir
yang dilakukan Komisi Pengawasan
dan
Perlindungan
Anak
a)
Daerah
Data primer adalah data yang peneliti
(KPPAD) dengan dibuat dalam suatu
dapat secara langsung dari komisioner
bentuk laporan yang berisi tentang
Komisi
kinerja
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
berbagai
pihak
Indikator dari memberikan laporan
masyarakat
dan
memberikan pengaduan kasus anak.
masukan
kepada
Gubernur
Melaporkan
kepada
masukan
atau
Study) dengan mempelajari sejumlah
kepada
buku.
4.
Informan atau Responden
Jumlah
METODE PENELITIAN
penelitian
ini
sampel
yang
diambil
sebanyak 6 orang responden yaitu:
adalah sebagai berikut:
1) Ketua
Jenis Penelitian
Komisi Pengawasan Dan
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
penelitian
merupakan
Provinsi Kepulauan Riau yaitu dalam
penelitian deskriptif kualitatif, dimana
kapasitas tugasnya pernah menjadi
penulis
penanggungjawab
hanya
ini
menguraikan
dan
menjelaskan penelitian sesuai dengan
optimalisasi
kondisi
pengawasan
sebenarnya
tanpa
terhadap
pemenuhan
dalam
klaster
dan
hak
menghubungkan atau mengkaitkan
kesehatan dasar dan kesejahteraan
terhadap unsur-unsur yang lain dalam
anak.
penelitian.
2) Perwakilan korban pelecehan seksual
Lokasi Penelitian
Kantor
Komisi
yang
Pengawasan
dan
5.
Provinsi Kepulauan Riau.
mendapatkan
pelaporan
Teknik Alat Pengumpulan Data
a.
Jenis Data
Untuk
memberikan
berjumlah 5 (lima) orang.
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
3.
melapor
bersumber dari kepustakaan (Library
Gubernur Kepulauan Riau
Jenis
dan
Data sekunder adalah data yang
Gubernur Kepulauan Riau
Langkah-langkah
yang
Riau
b) Data Sekunder
kasus
b) Memberikan
Kepulauan
Dan
Provinsi
a)
2.
Pengawasan
penyelenggaraan perlindungan anak.
Kepulauan Riau yaitu:
1.
Data Primer
Observasi
Sugiyono (2011:166) mengemukakan
data
yang
bahwa teknik observasi merupakan
berhubungan dengan permasalahan
suatu proses yang kompleks dan sulit,
yang tersusun dari perbagai proses
8
biologis
b.
dan
proses
psikologis
b.
diantaranya yang terpenting adalah
Sebagai
pengamatan dan ingatan
tersusun
Wawancara
kemungkinan
Wawancara terstruktur dilakukan oleh
kesimpulan
peneliti bila dia mengetahui secara
tindakan.
jelas dan terperinci apa informasi
c.
Penyajian data
c.
yang
informasi
memberikan
adanya
dan
penarikan
pengambilan
Menarik kesimpulan
yang dibutuhkan dan memiliki satu
Ketika pengambilan data dilakukan,
daftar
sudah
seorang penganalisis kualitatif mulai
ditentukan atau disusun yang akan
mencari arti benda-benda, mencatat
disampaikan kepada responden yaitu
keteraturan,
pihak-pihak
konfigurasi-konfigurasi
pertanyaan
yang
yang
terlibat
dalam
pola-pola,
penjelasan,
yang
penyelengaraan perlindungan anak di
mungkin, alur sebab akibat, dan
Kota Tanjungpinang.
proposisi.
Dokumentasi
Dokumentasi yaitu pengumpulan data
LANDASAN TEORI
melalui buku-buku ataupun literatur-
1.
literatur
Pengertian Fungsi
yang berkaitan dengan
Pengertian
fungsi
menurut
penelitian yang dilakukan, misalnya
Kamus Lengkap Bahasa Indonesia
literatur
Fungsi,
merupakan kegunaan suatu hal, daya
perlindungan anak, dan faktor-faktor
guna serta pekerjaan yang dilakukan.
penghambat.
Adapun menurut Gie (Zainal, 2008),
tentang
fungsi
Dalam hal ini data dianalisis menurut
dan
Huberman
(dalam
merupakan
sekelompok
aktivitas yang tergolong pada jenis
TEKNIK ANALISA DATA
Miles
sekumpulan
yang
sama
berdasarkan
sifatnya,
Ulber
pelaksanaan ataupun pertimbangan
2009:339-341) kegiatan analisis terdiri dari
lainnya. Definisi tersebut memiliki
tiga alur kegiatan, yaitu sebagai berikut :
persepsi yang sama dengan definisi
a.
Reduksi data
fungsi
Reduksi data diartikan sebagai proses
2008:22) adalah rincian tugas yang
pemilihan, pemusatan perhatian pada
sejenis atau erat hubungannya satu
penyederhanaan,
sama lain untuk dilakukan oleh
pengabstraksian,
menurut
pegawai
Sutarto
tertentu
(Zainal,
dan tranformasi data kasar yang
seorang
muncul dari catatan-catatan tertulis
masing-masing
dilapangan.
sekelompok aktivitas sejenis menurut
sifat atau pelaksanaannya.
9
yang
berdasarkan
2.
Pengertian
Korban
mana
Pelecehan
penyimpangan,
penyalahgunaan,
Seksual
Pelecehan
seksual
kebocoran,
kekurangan,
pemborosan,
sesungguhnya bukan sekedar bentuk
kemubaziran,
pelanggaran hukum terhadap hak
lain-lain kendala dimasa yang akan
orang lain yang tergolong tindak
datang.
kriminal. Adapun yang dimaksud
pelecehan
seksual
2010:248)
adalah
4.
dan
Pengertian Perlindungan Anak
(Bagong,
sebuah
penyelewengan
Undang-undang No. 7 Tahun
bentuk
2010
tentang
Peraturan
Daerah
pemberian perhatian seksual, baik
Tentang
secara lisan, tulisan, maupun fisik
Perlindungan
terhadap diri perempuan. Pelecehan
tercantum dalam Pasal 3 ayat (2)
seksual adalah tindakan baik secara
yaitu: Perlindungan anak bertujuan
terang-terangan
atau
untuk menjamin terpenuhinya hak-
sembunyi
dipaksakan
yang
sembunyi-
Penyelenggaraan
Anak
sebagaimana
atas
hak anak agar dapat hidup, tumbuh,
seorang anak dibawah umur 18 tahun.
berkembang, dan berpartisipasi secara
Dari penjelasan di atas maka
optimal sesuai dengan harkat dan
pelecehan seksual dapat dirumuskan
martabat
kemanusiaan,
serta
sebagai perbuatan yang melanggar
mendapat
perlindungan
dari
atau bertentangan dengan Undang-
kekerasan,
diskriminasi,
dan
undang. Arti
dari pelecehan itu
keterlantaran demi terwujudnya anak
sendiri merupakan bentuk pembedaan
Kepulauan Riau yang beriman dan
dari kata kerja melecehkan yang
bertaqwa,
berarti
berakhlak mulia dan sejahtera.
menghinakan,
memandang
cerdas,
berkualitas,
rendah dan mengabaikan.
3.
Pengertian Pengawasan
PEMBAHASAN
Pengawasan (Syafiie, 2006:8182)
adalah
salah
satu
A.
fungsi
Fungsi
Komisi
Perlindungan
manajemen untuk menjamin agar
Pengawasan
Anak
dan
Daerah
(KPPAD)
pelaksanaan kerja berjalan sesuai
Setiap laporan atan pengaduan
dengan standar yang telah ditetapkan
yang masuk ke Komisi Pengawasan
dalam
Apabila
dan
dengan
(KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau
perencanaan.
pelaksanaan
tidak
sesuai
Perlindungan
Anak
standar perencanaan, walaupun secara
selalu
tidak sengaja tetap ke arah yang lebih
didampingi bila kasus tersebut perlu
baik.
pendampingan hingga kasus tersebut
Dengan
demikian
melalui
pengawasan dapat diawasi sejauh
selesai.
10
ditindaklanjuti,
Daerah
Demi
tercapainya
bahkan
tujuan
organisasi secara efektif dan efisien,
tetapi masih banyak kasus yang
maka
belum
tugas-tugas
tersebut
harus
(wawancara
dirancang dengan benar dan juga
dilakukan pada tanggal 5 November
dapat
2014).
dijabarkan
Pelaksanaan
secara
jelas.
tugas-tugas
atau
Dari jawaban key informan
pada
dapat dianalisis bahwa pengaduan
pekerjaan tersebut
berdasar
tugas pokok dan fungsi organisasi.
Tugas
Pokok
dan
secara langsung oleh pelapor atau
Fungsi
perwakilan korban dapat diproses
dan
dikantor atau melapor secara media
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
yaitu melalui telepon. Contoh kasus
sudah ditetapkan didalam Peraturan
yang dapat dilaporkan secara yaitu
Gubernur Kepulauan Riau Nomor 39
kekerasan
Tahun 2011 Pasal 3, jadi untuk
seksual, anak yang terkena pidana
mengetahui Fungsi tersebut dapat
serta hak asuh anak. (wawancara
dilihat dari Tugas Pokok dan Fungsi
dilakukan pada tanggal 6 November
Komisi
2014).
Komisi
Pengawasan
Pengawasan
dan
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
2.
dan
indikator-indikator.
fisik,
fsikologis,
dan
Pengawasan
itu sendiri dengan beberapa dimensi
1.
terselesaikan.
Berdasarkan jawaban-jawaban
Adapun
informan dari perwakilan korban
penjelasan tersebut adalah sebagai
pelecehan seksual, dapat dianalisis
berikut:
bahwa
Menerima Pengaduan Masyarakat
Perlindungan Anak Daerah sudah
Berdasarkan jawaban informan
Komisi
melakukan
Pengawasan
pengawasan
dan
tetapi
dari perwakilan korban pelecehan
pengawasan masih belum berjalan
seksual,
bahwa
dengan baik karena terlalu banyak
pengaduan kasus pelecehan seksual
mengulur waktu atau terlalu banyak
lebih banyak melakukan pengaduan
proses yang harus dilalui oleh pelapor
secara
atau perwakilan korban.
dapat
langsung
dianalisis
kepada
pihak
kepolisian karena masyarakat tidak
Berdasarkan jawaban-jawaban
mengetahui bahwa saat terjadinya
informan dari perwakilan korban
kasus harus melapor ke Komisi
pelecehan seksual, dapat dianalisis
Pengawasan dan Perlindungan Anak
bahwa
Daerah.
Perlindungan Anak Daerah belum
Berdasarkan jawaban dari R4,
Komisi
berjalan
dengan
Pengawasan
efektif
dan
karena
R5, R6, R7, R8 tersebut penulis
kurangnya kerjasama dengan pihak
dapat
kepolisian
Pengaduan
menyimpulkan
masyarakat
bahwa
ditanggapi
sehingga
permasalahan
untuk menyelesaikan kasus tersebut
11
dari pelapor atau perwakilan korban
sosialisasi
menjadi
terjadi
lamban
terselesaikan.
kasus
mengetahui
harus
saat
secepatnya
(wawancara dilakukan pada tanggal 5
melapor dan merupakan kewajiban
November 2014).
masyarakat dalam melindungi anak.
Berdasarkan
hasil
dari
(wawancara dilakukan pada tanggal 5
wawancara yang dilakukan kepada
November 2014).
key informan dapat dianalisis bahwa
Berdasarkan
hasil
dari
pengawasan telah dilakukan secara
wawancara yang dilakukan oleh key
berjalan
informan
baik itu
proses
hukum
dapat
dianalisis
bahwa
maupun pemenuhan hak-hak anak
sosialisasi dilakukan setiap bulan oleh
yang menjadi pelapor atau perwakilan
Komisi
korban.
Perlindungan Anak Daerah dengan
Komisi
Perlindungan
bekerja
Pengawasan dan
Anak
sama
Daerah
dengan
juga
berbagai
Pengawasan
kegiatan
salah
dan
satunya
lembaga-
kegiatan seminar yang membutuhkan
lembaga penyelenggara perlindungan
anggaran dan perlu adanya kerjasama
anak yang ada di Kota Tanjungpinang
dengan
serta secara umum yang ada di
(wawancara dilakukan pada tanggal 6
Provinsi
November 2014).
Kepulauan
Riau.
(wawancara dilakukan pada tanggal 6
4.
November 2014).
3.
bisa
pihak
terkait
Melakukan
lainnya.
Penelaahan,
Pemantauan, Evaluasi
Berdasarkan jawaban-jawaban
Melakukan Sosialisasi
Berdasarkan jawaban-jawaban
informan dari perwakilan korban
informan dari perwakilan korban
pelecehan seksual tersebut, maka
pelecehan seksual tersebut, dapat
dapat dianalisis bahwa pemantauan
dianalisis
yang dilakukan Komisi Pengawasan
informan
bahwa
yang
ada
tidak
sebagian
mengetahui
dan
Perlindungan
Anak
mampu
sosialisasi yang dilakukan Komisi
menyelesaikan permasalahan
Pengawasan dan Perlindungan Anak
dihadapi korban pelecehan seksual
Daerah, dan ada yang menjawab
tetapi masih belum maksimal dalam
Komisi
penyelesaian kasus tersebut karena
Pengawasan
dan
Perlindungan Anak Daerah belum
yang
terlalu banyak mengulur waktu.
pernah melakukan sosialisasi.
Berdasarkan jawaban-jawaban
Berdasarkan jawaban-jawaban
informan dari perwakilan korban
informan dari perwakilan korban
pelecehan seksual, dapat dianalisis
pelecehan seksual tersebut, dapat
bahwa pemantauan yang dilakukan
dianalisis bahwa sosialisasi sangat
Komisi
penting
Perlindungan
karena
dengan
adanya
12
Pengawasan
Anak
sudah
dan
cukup
sesuai
dengan
perlindungan
anak
keseimbangan
perwakilan
perwakilan dalam mencari informasi
karena
ada
mengenai Komisi Pengawasan dan
antara
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
jawaban
korban.
(wawancara
karena
sibuk
dengan
pekerjaan.
dilakukan pada tanggal 5 November
(wawancara dilakukan pada tanggal 5
2014).
November 2014).
Berdasarkan
hasil
dari
Berdasarkan
hasil
dari
wawancara yang dilakukan kepada
wawancara yang dilakukan kepada
key informan dapat dianalisis bahwa
key informan dapat dianalisis bahwa
pemantauan sudah dilakukan Komisi
dalam
Pengawasan dan Perlindungan Anak
informasi tidak ada batu sandungan
Daerah Provinsi Kepulauan Riau
karena semua yang berada distruktur
sesuai
perundangan
dapat dilibatkan dalam pembagian
dengan
tugas, hanya saja untuk mendapatkan
terbentuknya laporan dapat dilihat
pengumpulan data per Kota atau per
bahwa masih belum maksimalnya
Kabupaten itu yang agak lambat
pihak-pihak terkait dalam melindungi
karena Pergerakan Mahasiswa Peduli
hak-hak anak. (wawancara dilakukan
Anak Daerah (RMPAD) hanya ada di
pada tanggal 6 November 2014).
Batam sedangkan daerah Kepulauan
dengan
perlindungan
5.
perundangan
Melakukan
anak
Pengumpulan
Riau
Data
lainnya
pergerakan
Dan Informasi
Berdasarkan jawaban-jawaban
hampir
6.
semua
informasi
Komisi
Pengawasan
belum
memiliki
mahasiswa
tersebut.
Memberikan
Masukan
perwakilan korban belum pernah
mengetahui
dan
November 2014).
pelecehan seksual tersebut, dapat
bahwa
data
(wawancara dilakukan pada tanggal 6
informan dari perwakilan korban
dianalisis
pengumpulan
Laporan
Kepada
dan
Gubernur
Kepulauan Riau
mengenai
Berdasarkan jawaban-jawaban
dan
informan dari perwakilan korban
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
pelecehan seksual tersebut, dapat
karena
dianalisis bahwa semua perwakilan
kurangnya
masyarakat
sosialisasi dan
yang
kurang
korban
tidak
pernah
pelecehan
melaporkan
kepeduliannya terhadap permasalahan
kasus
seksual
anak.
Gubernur Kepulauan Riau.
kepada
Berdasarkan jawaban-jawaban
Berdasarkan jawaban-jawaban
informan dari perwakilan korban
informan dari perwakilan korban
pelecehan seksual, dapat dianalisis
pelecehan seksual, dapat dianalisis
bahwa
bahwa semua
yang
menjadi
hambatan
13
perwakilan
korban
tidak pernah memberikan masukan
anak
kepada Gubernur Kepulauan Riau.
Kepulauan Riau masih butuh
(wawancara dilakukan pada tanggal 5
banyak
November 2014).
perlindungan anak seperti Panti
Berdasarkan
hasil
dari
belum
Di
infrastruktur
Rehabilitasi,
Panti
Sosial,
wawancara yang dilakukan kepada
Rumah Perlindungan Sosial
key informan dapat dianalisis bahwa
Anak (RPSA), dan lainnya.
telah dilakukan koordinasi untuk
3.
Penyalahgunaan
kekerasan
memberikan masukan serta saran
oleh aparat penegak hukum
yang
dan egosentural Satuan Kerja
terkait
mengenai
penyelenggaraan perlindungan anak
oleh
Komisi
Pengawasan
Perangkat Daerah (SKPD).
dan
4.
Peran media massa dan dunia
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
usaha
terhadap instansi terkait contohnya
perhatiannya
SKPD yang menangani kasus anak
perlindungan
serta pelaporan kepada Gubernur
kebijakan dalam pro anak.
Kepulauan
Riau.
masih
kurang
dalam
anak
serta
(wawancara
dilakukan pada tanggal 6 November
KESIMPULAN DAN SARAN
2014).
A.
Kesimpulan
Adapun
B.
maksimal.
kesimpulan
Faktor Penghambat Pelaksanaan
Komisi
Fungsi Komisi Pengawasan dan
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
Perlindungan
(Studi
Anak
Daerah
Kasus
Dan
Terhadap
Korban
Pelecehan Seksual Anak Di Kota
(KPPAD)
Faktor
Pelaksanaan
Pengawasan
Fungsi
Penghambat
Fungsi
Tanjungpinang)
Komisi
secara
yakni:
Pengaduan
oleh
perwakilan
langsung
Pengawasan dan Perlindungan Anak
korban dapat diproses dikantor secara
Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan
langsung atau melalui media yaitu
Riau antara lain:
melalui telepon. Contoh pengaduan
1.
Belum
adanya
data
dan
langsung
pihak
Komisi
informasi yang valid mengenai
Pengawasan dan Perlindungan Anak
anak di Satuan Kerja Perangkat
Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan
Daerah
Riau yaitu kekerasan fisik, pelecehan
(SKPD)
terkait
penyelenggaraan perlindungan
seksual, serta hak asuh anak.
anak.
2.
kepada
Infrastruktur
Komisi
untuk
Pengawasan
dan
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
penyelenggaraan perlindungan
Provinsi
14
Kepulauan
Riau
dalam
pengawasan telah dilakukan secara
diinformasikan. Untuk pengumpulan
baik belum berjalan dengan efektif
data per Kota dan Kabupaten ini yang
karena kurangnya kerjasama dengan
agak
lembaga-lembaga
mempunyai data yang valid.
penyelenggara
perlindungan anak yang lainnya yang
lambat
karena
Memberikan
belum
laporan
dan
ada di Kota Tanjungpinang serta
masukan dari Komisi Pengawasan
secara umum yang ada di Provinsi
dan
Kepulauan Riau.
(KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau
Untuk
sosialisasi
Perlindungan
Anak
Daerah
yang
ke Gubernur belum dilakukan secara
dilakukan Komisi Pengawasan dan
langsung tetapi KPPAD memberikan
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
masukan kepada penyelenggara atau
Provinsi
instansi terkait yang menangani kasus
Kepulauan
Riau
telah
dilakukan setiap bulan dalam bentuk
anak
kegiatan seminar tetapi ada juga
kepada Gubernur Kepulauan Riau.
sebagian
masyarakat
yang
tidak
untuk
jawaban
KPPAD karena sosialisasi sangat
pelecehan
penting
Komisi
melaporkan
masyarakat
kejadian
untuk
tentang
dari
perwakilan
seksual
maka
Pengawasan
korban
fungsi
dan
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
perlindungan anak.
masih belum maksimal melaksanakan
Pemantauan yang dilakukan
Komisi
laporan
Berdasarkan hasil dari analisis
mengetahui adanya sosialisasi oleh
bagi
melaporkan
Pengawasan
tugasnya. Hal-hal yang menyebabkan
dan
masih belum maksimalnya fungsi
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
Komisi
Provinsi Kepulauan Riau telah sesuai
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
dengan
yaitu masih kurang sosialisasi yang
perundang-undangan
perlindungan
dan
dengan
dilakukan Komisi Pengawasan dan
terbentuknya laporan-laporan yang
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
terkait dalam perlindungan hak-hak
sehingga masih banyak masyarakat
anak, serta mampu menyelesaikan
yang tidak mengetahui bahwa saat
masalah
terjadi kasus harus terlebih dahulu
yang
anak
Pengawasan
dihadapi
korban
pelecehan seksual.
melapor ke Komisi Pengawasan dan
Dalam pengumpulan data dan
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD),
informasi tidak begitu ada hambatan
masih kurangnya pegawai atau yang
karena semua berada di struktur dan
disebut komisioner KPPAD dalam
dapat dilibatkan hanya saja untuk
mendampingi
informasi
ke
seksual dan belum maksimal dalam
masyarakat belum sepenuhnya bisa
melakukan pengawasan penyelesaian
yang
lebih
luas
15
korban
pelecehan
kasus
pelecehan
seksual
karena
B.
Saran
terlalu banyak mengulur waktu atau
Adapun saran-saran yang dapat
terlalu banyak proses yang harus
peneliti ungkapkan yaitu:
dilalui oleh pelapor atau perwakilan
1.
Saat terjadinya kasus anak
korban sehingga permasalahan untuk
masyarakat
menyelesaikan kasus tersebut dari
melapor kepada lembaga yang
pelapor
menangani permasalahan anak
atau
perwakilan
korban
menjadi lamban terselesaikan.
Adapun
penghambat
Komisi
faktor
hak anak.
Fungsi
Pengawasan
segera
dan lebih peduli mengenai hakyang
Pelaksanaan
harus
2.
Dan
Komisi
Pengawasan
Perlindungan
Anak
dan
Daerah
Perlindungan Anak Daerah (KPPAD)
(KPPAD)
Provinsi Kepulauan Riau yaitu Belum
melakukan sosialisasi bukan
adanya data dan informasi yang valid
hanya sosialisasi formal saja
mengenai anak di Satuan Kerja
tetapi
Perangkat Daerah (SKPD) terkait
langsung ke masyarakat.
penyelenggaraan perlindungan anak,
3.
harus
harus
sering
mampu
Dalam
turun
melaksanakan
infrastruktur untuk penyelenggaraan
fungsinya yaitu mendampingi
perlindungan anak belum maksimal.
korban
Di
pengadilan,
Kepulauan
Riau
masih
hingga
keproses
Komisi
membutuhkan sumber daya manusia
Pengawasan dan Perlindungan
dan
Anak Daerah (KPPAD) harus
infrastruktur
yang
memadai
sebagaimana yang diamanatkan oleh
lebih
peraturan daerah
komisioner
penyelenggaraan
menambahkan
sehingga
perlindungan anak yang sampai saat
permasalahan
ini belum dibangun seperti Panti
mudah dan cepat terselesaikan.
Rehabilitasi, Panti Sosial, Rumah
4.
Komisi
Perlindungan
dan
(KPPAD)
Masih
penyalahgunaan
aparat
penegak
terjadinya
lebih
Pengawasan
Perlindungan Sosial Anak (RPSA),
lainnya.
akan
dan
Anak
Daerah
bersama
pihak
kekerasan
oleh
kepolisian dan Satuan Kerja
hukum
dan
Perangkat
Daerah
egosentural Satuan Kerja Perangkat
terkait
Daerah (SKPD), kemudian peran
kerjasamanya terutama dalam
media massa dan dunia usaha masih
melakukan
kurang
terhadap penyelesaian kasus
perhatiannya
dalam
perlindungan anak serta kebijakan
lebih
(SKPD)
meningkatkan
pelecehan seksual.
dalam pro anak.
16
pengawasan
Polda DIY). Skripsi. Ilmu hukum.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,
Suharsimi,
2010.
Prosedur
Universitas
Penelitian Suatu Pendekatan Praktik
(cetakan
ke-14).
Jakarta:
Renika
Sunan
Sunandar, Arie. 2013, Fungsi Partai Golkar
Makmur. 2009, Teori Manajemen Stratejik
Pemerintahan
Negeri
Kalijaga. Yogyakarta.
Cipta.
Dalam
Islam
Dalam
Melaksanakan
Politik
Di
Kota
Pendidikan
Tanjungpinang,
dan
Skripsi: Fakultas Ilmu Sosial Dan
Pembangunan. Bandung : PT Refika
Politik Universitas Maritim Raja Ali
Aditama.
Haji Tanjungpinang.
Moleong,
Lexy.
2007,
PenelitianKualitatif.
Metode
Bandung:
Laporan Tahunan Komisi Pengawasan Dan
PT
Perlindungan
Remaja Rosdakarya.
Siagian,
Sondang.
Anak
Daerah
ProvinsiKepulauan Riau Tahun 2012.
2007,
Fungsi-fungsi
Laporan Tahunan Komisi Pengawasan Dan
Manajerial. Jakarta: Bumi Aksara.
Perlindungan Anak Daerah Provinsi
Silalahi, Ulber. 2009, Metode Penelitian
Kepulauan Riau Tahun 2013.
Sosial, Bandung: Refika Aditama.
http://www.google.com/gwt/x?hl=en&u=htt
Soekanto, Soejono. 2007. Sosiologi Suatu
p://pengertian+Pelecehan+seksual,
Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo
(diakses tanggal 5 Februari 2013, jam
Persada.
01.36 WIB)
Sugiyono.
2007,
Metode
Penelitian
httpdigilib.uinsuka.ac.id93411BAB%20I,%2
Administrasi, Bandung: Alfabeta.
------------
2011,
Metode
0V,%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
Penelitian
, (diakses tanggal 3 Juli 2014, jam
Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Edisi
12.19 WIB)
ke-14). Bandung: Alfabeta.
http://sindikasi.inilah.com/read/detail/20266
Suyanto, Bagong. 2010, Masalah Sosial
86/kasus-pencabulan-anak-di
Anak. Jakarta: Kencana
Syafiie,
Inu
Kencana.
Administrasi
tanjungpinang-meningkat
2006.
Publik.
Ilmu
Jakarta:
tanggal 12 Desember 2014, jam
PT
17.50WIB)
Rineka Cipta
Terry,
George
http.google.comgws_rd=ssl#q=jbptunikomp
R.
2006,
Asas-Asas
p-gdl-s1-2006-ekawisnurh-3405-bab-
Manajemen, Bandung: PT Alumni.
ii-2, (diakses tanggal 30 Desember
Wexley dan Yuki. 2005, Perilaku Organisasi
2014, jam 10.41 WIB)
dan Psikologi personalia. Jakarta: PT
http://jbptunikompp-gdl-teliajinim-22691-8-
Rineka Cipta.
Arifah,
2013.
Terhadap
(diakses
13.bab-i (diakses tanggan 10 Maret
Perlindungan
Anak
Sebagai
Hukum
2015,
jam 11.06 WIB)
Korban
Zainal, Nining Haslinda, 2008. Analisis
Pelecehaan Seksual (Studi Kasus
Kesesuaian Tugas Pokok dan Fungsi
17
dengan Kompetensi 10 Pegawai Pada
Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Riau
Sekretariat
Pemerintah
Makassar.
Skripsi sarjana pada
Penyelenggaraan Perlindungan Anak.
Hasanudin,
Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor
Universitas
Kota
Nomor
7 Tahun 2010 Tentang
(http://repository.unhas.ac.id/bitstrea
39 Tahun 2011 Tentang Komisi
m/handle/123456789/1733/BAB%20I
Pengawasan dan Perlindungan Anak
I%20Skripi%20(Fixed).pdf?sequence
Daerah Provinsi Kepulauan Riau.
=2) diakses tanggal 5 Maret 2015,
jam 04.36 WIB.
18
Download