JULHAIRMAN AGUNG NUGRAHA-FPS

advertisement
PENGARUH KEPUASAAN CITRA TUBUH
TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI ORANG
YANG MENGIKUTI FITNES CENTER
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi
Oleh :
JULHAIRMAN AGUNG NUGRAHA
105070002287
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1431 H / 2010 M
Motto
“Kepercayaan diri sejati tidak ada kaitannya
dengan kehidupan lahiriah. Ia terbentuk
bukan dari yang di perbuat, namun dari
keyakinan diri, bahwa yang di hasilkan
memang berada dalam batas-batas
kemampuan dan keinginan pribadi”
(Barbara De Angelis, Tahun 2003).
Persembahan
iv
Illahi Rabbi Dibawah kemurahan-Mu
kupersembahakan karya ini untuk
menggapai anugerah-Mu dan Kekasih-Mu
Muhammad saw, yang kucinta
Orangtuaku, Keluargaku, Calon Istriku,
Calon anak-anakku dan Sahabat setiaku
ABSTRAK
v
(A)
Fakultas Psikologi
(B)
Juni 2010
(C)
Julhairman Agung Nugraha
(D)
Pengaruh Kepuasaan Citra Tubuh Terhadap Kepercayaan Diri Orang
Yang Mengikuti Fitness Center
(E)
xvii + 85 halaman
(F)
Bentuk tubuh manusia merupakan representasi diri yang pertama dan
paling mudah terlihat. Hal ini menyebabkan orang kemudian terdorong
untuk memiliki tubuh yang ideal. Tolak ukur yang paling sering
digunakan oleh para pria untuk menilai bentuk tubuh yang ideal yaitu
dapat terlihat dari ketika mereka menampilkan fisik yang sehat, atletis,
besarnya otot tubuh dan bentuk perut yang six pack.
Jika membicarakan bentuk tubuh maka, hal ini sejalan dengan kepada
kepuasan terhadap citra tubuh. Citra tubuh adalah gambaran mental
yang dimiliki seseorang tentang tubuhnya yang meliputi pikiran-pikiran,
perasaan-perasaan, penilaan-penilaan, sensasi-sensasi, kesadaran,
dan perilaku yang terkait dengan tubuhnya citra tubuh yang sehat
ditandai oleh adanya gambaran mental yang akurat tentang tubuh dan
perasaan-perasaan, penaksiran, serta relasi dengan tubuh yang positif
dan percaya diri.
Seseorang yang percaya diri akan lebih mampu mengembangkan
potensi dan aktualisasi diri daripada individu yang kurang percaya diri.
Setiap orang pasti pernah merasa tidak puas dengan penampilannya,
sehingga berusaha untuk bisa tampil jauh lebih baik. Penampilan
bentuk tubuh yang bagus dan ideal merupakan impian banyak pria
yang mengikuti fitnes.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepuasaan Citra
Tubuh Terhadap Kepercayaan Diri Orang Yang Mengikuti Fitness
Center. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif
dengan metode teknik pengolahan dan analisa data dilakukan dengan
analisa statistik Product Moment Pearson.
Penelitian dilaksanakan di Tempat Olah Raga Fitnes dan Aerobic “Ram
Boe Born to Sport” dengan teknik purposive sample. Instrumen
pengumpul data yang digunakan adalah skala model Likert. Uji coba
vi
terhadap instrumen kepercayaan diri menghasilkan nilai α(alpha)0.8516
dengan nilai r tabel 0.361 taraf signifikansi 5 %. Seluruh item valid
digunakan sebagai alat ukur penelitian. Sedangkan instrumen kepuasan
citra tubuh menghasilkan nilai α(alpha)0.8203 dengan nilai r tabel 0.361
taraf signifikansi 5 %. Seluruh item valid digunakan sebagai alat ukur
penelitian.
Hasil penghitungan uji hipotesis menghasilkan nilai r hitung0.369.
Sementara nilai r table dengan n 70 taraf signifikansi 5% adalah 0.235.
Dengan nilai r hitung (0.369) > r table (0.235), maka hipotesis nihil (H0)
yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara
Kepuasan Citra Tubuh dan Kepercayaan Diri ditolak. Dengan demikian
hipotesis alternatif (H1) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh
yang signifikan antara Kepuasan Citra Tubuh dan Kepercayaan Diri
diterima. Arah pengaruh yang didapat adalah positif yang bermakna
bahwa semakin baik kepuasan citra tubuh seseorang akan
meningkatkan kepercayaan dirinya.
Disarankan kepada peneliti yang akan melakukan penelitian yang sama
sebaiknya melakukan penelitian ditempat fitnes yang lebih banyak lagi
dan semple yang bervariasi jenis kelaminnya dan menambah lebih
banyak sampel yang digunakan dalam penelitian.
(G) Bahan Bacaan : 17buku, 4 jurnal, 3 majalah, 6 situs internet (dari tahun
1996- 2010).
KATA PENGANTAR
vii
Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalammu`alaikum Wr. Wb
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya setiap saat, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Kepuasaan Citra Tubuh
Terhadap Kepercayaan Diri Orang Yang Mengikuti Fitnes Center”.
Salawat serta salam semoga tetap Allah limpahkan kepada Nabi Muhammad
SAW, atas segala perjuangannya sehingga kita dapat merasakan indahnya
hidup di bawah naungan Islam.
Penulis menyadari bahwa terselesaikannya skripsi ini tidak dapat terlepas
dari bantuan berbagai pihak. Alhamdulillah dengan keikhlasan dan bantuan
dari berbagai pihak, sudah sepantasnya penulis haturkan setiap butir terima
kasih kepada :
1.
Jahja Umar, Ph.D Dekan Fakultas Psikologi, beserta jajarannya di
Fakultas Psikologi yang telah memberikan banyak hal untuk penulis
jadikan sebagai bekal kehidupan.
2.
Prof. Hamdan Yasun, M.Si. dan Liany Luzvinda, S.Psi, M.Si dosen
pembimbing I dan dosen pembimbing II yang telah banyak
membimbing dan membagi ilmunya kepada penulis selama
menyelesaikan skripsi ini.
3.
Seluruh Dosen khususnya kepada Bapak Abdul Rahman Shaleh,
M.Si. dosen pembimbing seminar proposal skripsi atas segala arahan
dan motivasinya kepada penulis. Staff Administrasi dan Tata Usaha
viii
4.
Seluruh keluarga besar khusunya kepada Bapak Omat Zaenal dan Ibu
Nyai Maesaroh, orang tuaku yang baik atas kasih sayang, kesabaran,
dan pelajaran tentang kehidupan yang kalian berikan. Kesederhanaan
dan perjuangan kalian membuat aku mengerti arti hidup ini. Semoga
aku bisa menjadi bekal agar kalian bisa bertemu-Nya. Tidak ada yang
bisa aku balas atas segala yang Ayah dan Ibu berikan, selain bakti dan
doa setulus hati semoga Allah meridhai segala yang telah kalian
lakukan. Adiku-adiku Fazrul faisal aziz, Muhammad Daffa Al-Ghifary
dan Yuli. Aku berharap karya ini bisa menjadi salah satu sumber
inspirasi bagi kehidupanmu nanti.
5.
Sahabat-sahabat SDN II Pondok Ranji, MTS Jami Yatulkhoir, SMA
Kartika Bintaro, Psikologi UIN Reguler 2005, Raya Al-Aulia, Fitnes Ram
Boe Born to Sport teman ku yang lain Imam, Habibi, Dimas,Taufik,Bayu,
Iqbal,Krisna, Rizal, Latif, Lutfi, Haryanto, Panji,Teguh. Terima kasih
kalian benar-benar menjadi warna dalam hidupku. May our friendship
last forever. Dan Pihak-pikah lain yang tidak disebutkan satu persatu,
yang telah memberikan bantuan baik berupa moral maupun materil.
6.
Nama terakhir yang kusebut Fitria Kusuma Wardhani menjadi
sebuah doa semoga ia menjadi pendamping dalam hidup dunia-akhirat
ku.
7.
Semoga Allah memberikan pahala yang tak henti-hentinya, sebagai
balasan atas segala kebaikan dan bantuan yang telah di berikan.
Harapan penulis, semoga skripsi ini memberi manfaat, khususnya bagi
penulis dan umumnya bagi seluruh pihak yang terkait.
Ciputat, 22 April 2010
Penulis
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN.............................................................................ii
MOTTO .......................................................................................................................iv
ABSTRAKSI ..............................................................................................................vi
KATA PENGANTAR ..............................................................................................vii
DAFTAR ISI ..............................................................................................................xi
DAFTAR TABEL ....................................................................................................xv
DAFTAR GAMBAR ..............................................................................................xvi
DAFTAR LAMPIRAN...................................................................................xvii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah .................................................1
1.2
Identifikasi Masalah .......................................................10
1.3
Pembatasan Masalah....................................................10
1.4
Rumusan Masalah.........................................................10
1.5
Tujuan Penelitian ..........................................................11
1.6
Manfaat Penelitian ............................................. ..........11
1.7
Sistematika Penulisan ...................................................12
x
BAB 2
KAJIAN TEORI
2.1
Kepercayaan Diri...........................................................13
2.1.1 Pengertian Kepercayaan Diri..............................15
2.1.2 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kepercayaan
Diri.................................................................................19
2.1.3 Jenis-jenis Kepercayaan Diri..............................19
2.1.4 Ciri-ciri Kepercayaan Diri ....................................21
2.1.5 Prinsip-prinsip Kepercayaan Diri ........................24
2.1.6 Memupuk kepercayaan Diri.................................27
2.2
Kepuasaan Citra Tubuh.................................................31
2.2.1 Pengertian Kepuasaan Citra Tubuh....................31
2.2.2 Komponen Citra Tubuh.......................................33
2.2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasaan
Citra Tubuh........... .........................................................34
2.3
Olah Raga Fitnes ..........................................................39
2.3.1 Pengertian Fitnes................................................39
BAB 3
2.4
Kerangka Berpikir...........................................................40
2.5
Hipotesis........................................................................42
METODE PENELITIAN
3.1
Jenis dan Pendekatan Penelitian...................................43
xi
3.1.1 Jenis Penelitian...................................................45
3.1.2 Pendekatan Penelitian........................................46
3.2 Definisi Variabel
Penelitian..........................................................................48
3.2.1
Devinisi Konseptual.............................................48
3.2.2
Devinisi Operasional...........................................49
3.3 Pengambilan Sampel dan Karakteristik Responden........50
3.3.1 Populasi .............................................................50
3.3.2 Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel .........50
3.3.3 Karakteristik Responden.....................................51
3.4
Metode dan Instrumen Penelitian..................................53
3.4.1 Teknik Pengumpulan Data .................................53
3.4.2 Instrumen Penelitian ...........................................54
3.5
Uji Coba Istrumen Penelitian..........................................58
3.6
Teknik Pengolahan dan Analisis Data...........................59
3.7
Analisis Regresi ............................................................60
3.7.1 Pengertian Regresi dan Tujuan Regresi..........60
3.7.2 Hakikat Regresi...................................................63
3.8
Prosedur Penelitian.......................................................65
xii
3.8.1 Tahap Persiapan.................................................65
3.8.2 Tahap Pelaksanaan.............................................65
BAB 4
HASIL PENELITIAN
4.1
Gambaran Umum Responden ......................................66
4.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan
Taraf Usia Di Setiap Wilayah..............................68
4.1.2 Kepuasaan Citra Tubuh Pada Seluruh
Responden..........................................................69
4.1.3 Karakteristik Responden
Berdasarkan Kepercayaan Diri..........................70
4.2
Uji Persyaratan ..............................................................71
4.2.1 Uji Normalitas .....................................................72
BAB 5
4.3
Uji Hipotesis ...................................................................74
4.4
Uji Regresi......................................................................76
KESIMPULAN, DISKUSI, SARAN
5.1
Kesimpulan ....................................................................77
5.2
Diskusi ...........................................................................78
5.3
Saran .............................................................................82
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1
Bobot masing-masing jawaban pada setiap item.....................54
Tabel 3.2
Blue Print Kepercayaan Diri......................................................56
Tabel 3.3
Blue Print Komponen Citra Tubuh............................................57
Tabel 3.4
Revisi Blue Print Kepercayaan Diri...........................................61
Tabel 3.5
Revisi Blue Print Kepuasaan Citra Tubuh ...............................62
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Taraf Usia....................68
Tabel 4.2
Hasil Perhitungan Kepuasaan Citra Tubuh..............................69
Tabel 4.3
Hasil Kategori Kepercayaan Diri...............................................71
Tabel 4.4
Hasil Tests Of Normality...........................................................73
Tabel 4.5
Hasil Kolerasi Teknik Pearson’s product..................................75
Tabel 4.6
Uji Korelasi Descriptive Statistic................................................76
Tabel 4.7
Hasil Regresi Model Summary.................................................77
Tabel 4.8
Hasil Uji Linearitas (Anova).......................................................77
Tabel 4.9
Hasil Coefficients (a).................................................................78
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1
Kategori Kepuasaan Citra Tubuh..............................................70
Gambar 2
Kategori Kepercayaan Diri........................................................71
Gambar 3
Gambar Q.Q Plot Kepuasaan Citra Tubuh...............................74
Gambar 3
Gambar Q.Q Plot Kepercayaan Diri..........................................74
xv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Hasil Uji Reliability dan Validitas Kepuasan Citra Tubuh..........86
Lampiran 2 Hasil Uji Reliability dan Validitas Kepercayaan Diri..................87
Lampiran 3 Angket Penelitian......................................................................88
Lampiran 4 Hasil Uji Normalitas...................................................................90
Lampiran 5 Uji Korelasi................................................................................92
Lampiran 6 Hasil Uji Regresi.......................................................................93
xvi
HUBUNGAN ORIENTASI RELIGIUS DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PERKAWINAN PADA PRIA YANG BELUM BEKERJA DI TANGERANG SELATAN SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi
Di Susun Oleh Fitria Kusuma Wardhani NIM :205070000494 FAKULTAS PSIKOLOGI NON REGULER UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2010 PENGARUH KEPUASAAN CITRA TUBUH TERHADAP
KEPERCAYAAN DIRI ORANG YANG MENGIKUTI FITNESS
CENTER
SKRIPSI
Skripsi diajukan kepada Fakultas Psikologi untuk memenuhi syarat-syarat
memperoleh gelar sarjana Psikologi
Oleh:
Julhairman Agung Nugraha
NIM:105070002287
Di Bawah Bimbingan
Pembimbing I
Pembimbing II
Prof. Hamdan Yasun, M.Si
Liany Luzvinda, S.Psi, M.Si
NIP. 130351146
NIP. 150 411 152
Fakultas Psikologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta
1431 H/2010 M
i
PENGESAHAN PANITIA UJIAN
Skripsi yang berjudul PENGARUH KEPUASAAN CITRA TUBUH TERHADAP
KEPERCAYAAN DIRI ORANG YANG MENGIKUTI FITNESS CENTER telah
diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Psikologi Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 4 Juni 2010. Skripsi ini telah
diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Program
Strata 1 (S1) pada Fakultas Psikologi.
Jakarta,4 Juni 2010
SIDANG MUNAQASYAH
Dekan/Ketua
Merangkap Anggota
Pembantu Dekan/Sekretaris
Merangkap Anggota
Jahja Umar, Ph.D
NIP. 130 885 522
Dra. Fadhilah Suralaga, M.Si
NIP. 19561223 198303 2001
Anggota :
Penguji I
Penguji II
Neneng Tati Sumiati, M.Si, P.Si
NIP. 150 300 679
Prof. Hamdan Yasun, M.Si
NIP. 130 351 146
Pembimbing I
Pembimbing II
Prof. Hamdan Yasun, M.Si
NIP. 130 351 146
Liany Luzvinda, S.Psi, M.Si
NIP. 150 411 152
ii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Gaya hidup di daerah perkotaan yang penuh dengan junk food dan kurang
olahraga menyebabkan banyaknya keluhan tentang kesehatan dan berat
badan. Dimulai dari kegiatan yang hanya banyak duduk, kurang gerak
dan gemar makan makanan cepat saji ataupun yang gurih dan berminyak
belum lagi aktivitas sehari-hari yang mengharuskan pergi pagi pulang
malam kadang kala menyebabkan kita tidak dapat menyisihkan waktu
luang untuk berolahraga misalnya jogging dipagi hari atau sore hari
(Barry Sears 2009).
Dengan keadaan yang seperti itu, maka tidaklah heran bila kemudian
fitness center mulai berkembang di tengah-tengah gaya hidup perkotaan.
Bermacam-macam tujuan untuk datang ke fitness center. ada yang ingin
bugar, ingin sedikit lebih gemuk, ingin kurus, dan ingin mendapatkan
bentuk tubuh yang ideal (Barry Sears 2009).
Bila kita telisik lebih jauh, banyak sekali manfaat fitness. Semakin
bertambahnya usia, ketahanan tubuh akan semakin berkurang. Fitnes
adalah gaya hidup yang melibatkan unsur latihan (beban dan aerobic),
1
2
pengaturan pola makan (diet), dan istirahat dalam kadar yang
proporsional. Jika kita lihat lebih jauh manfaat yang bisa didapatkan dari
menjalankan fitness adalah rasa percaya diri yang lebih baik lagi. Kulit
terasa lebih kencang, halus dan sehat karena keringat yang membawa
racun-racun didalam tubuh keluar melalui pori-pori (Barry Sears 2009).
Kadar lemak tubuh yang telah berkurang membantu untuk membakar
kalori lebih tinggi sepanjang hari. Selain manfaat visual tubuh yang lebih
kencang dan postur yang terjaga baik, gaya hidup fitnes juga bisa
membantu kita menghemat budget pakaian.Tidak perlu lagi kita harus
membeli pakaian baru setiap kali perut dan pinggul membesar. Karena
dengan badan yang lebih bagus, pakaian yang sederhana pun terlihat
jauh lebih pas untuk penampilan yang baik (Barry Sears 2009).
Menurut Norman K (dalam Reps, 2005) fitnes ternyata punya dampak
bagi kesehatan mental. Banyak penelitian menunjukkan, jika seseorang
yang mengikuti fitness justru mengalami peningkatan mood, meskipun
hanya olahraga dalam waktu singkat saja. Masih menurut Norman K
(dalam Reps, 2005) fitness juga bisa meningkatkan intelegensi.
Penelitian menemukan, fitness bisa meningkatkan fungsi intelektual,
ingatan, dan imajinasi. Selain itu fitness juga terbukti dapat menurunkan
banyak simptom fisik akibat stres, beberapa diantaranya lebih efektif
3
ketimbangan obat medis. Kemampuan fitness menurunkan tekanan darah
lebih baik dari obat penenang. Fitness bisa menurunkan detak jantung
serta tekanan darah dengan begitu semua efek negatif stress fisik akibat
kedua hal tersebut bisa diatasi (Norman K dalam Reps, 2005).
Seiring berjalannya waktu, fitness juga mampu menaikkan mood,
sehingga mampu mengurangi stres pada individu. Karena fitness bisa
mengendalikan emosi. Psikoterapi, jika digabungkan dengan fitness, bisa
menjadi kombinasi yang efektif. Psikoterapi dalam fitness berguna untuk
melawan depresi. Depresi bisa terjadi karena beberapa hal: kimiawi,
situasi, rasa percaya diri yang rendah dan merasa tidak berharga
(PattiBritton 2007).
Bahkan, penelitian juga mencatat kalau anti-depresi terefektif adalah
kombinasi fitness dan psikoterapi. Selain itu fitness juga tidak mengenal
rentan usia artinya fitnes dapat dilakukan oleh remaja maupun usia
dewasa. Jurnal American Journal of Sports & Medicine (Febe Ida S 2009)
suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui aman tidaknya latihan beban
bagi 18 anak lelaki berusia 8 thn. Kedelapan belas anak ini menjalani
suatu program latihan selama 14 minggu sebanyak 3 kali sesi latihan per
minggu dan selama 45 menit tiap sesinya.
4
Dan hasilnya adalah program latihan tersebut tidak menimbulkan efek
cedera apapun dan tidak mempengaruhi kesehatan tulang, otot atau
organ-organ tubuh yang penting lainnya (Febe Ida S 2009). Selain
penelitian tersebut, banyak penelitian dari para ilmuwan yang
menyimpulklan hal yang sama, yaitu dalam program latihan jangka
panjang atau pendek, fitness di usia belia sama sekali tidak menghambat
pertumbuhan, asal dilakukan dengan pengawasan dari orang tua,
menggunakan beban yang sesuai dengan kekuatan sang anak, dan
frekuensi latihan yang tidak terlalu membuat lelah, olahraga beban justru
ikut menjaga kesehatan, daya tahan, stamina dan bentuk tubuh
(Febe Ida S 2009).
Jika membicarakan mengenai fitness tak dapat dipungkiri bahwa hal itu
terkait dengan yang namanya bentuk tubuh( Body Image). Bentuk tubuh
manusia merupakan representasi diri yang pertama dan paling mudah
terlihat. Hal ini menyebabkan orang kemudian terdorong untuk memiliki
tubuh yang ideal (Breakey ,1997). Bentuk tubuh yang ideal pada diri
seseorang bukan dilihat dari gemuk atau kurusnya tubuh orang tersebut.
Pernyataan ini didukung oleh sebuah penelitian yaitu National Institute on
Aging ( dalam Men’s Health, 2004) dengan sampel penelitian para pria.
Hasil dalam penenlitian tersebut menyimpulkan bahwa pria yang bertubuh
kurus tetapi tidak bugar justru memiliki resiko kematian akibat penyakit
5
jantung yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pria gemuk yang rutin
berolah raga. Tubuh kurus bukan jaminan kesehatan dan yang lebih
utamanya adalah tubuh yang bugar itu lebih menentukan panjang usianya
seseorang (Men’s Health, 2004).
Statistik akibat kegemukan menjelaskan bahwa di Amerika Serikat (dalam
Adiraga, 2006)menunjukan bahwa angka kematian akibat kegemukan
mencapai 300.000 jiwa per tahunnya atau 822 jiwa meninggal setiap hari,
34 kematian setiap jam, 1 nyawa setiap 2 menit yang meninggal akibat
dari kegemukan (Adiraga, 2006).
Data tersebut juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Anderson
dan Domenico (dalam Polivy & McFarlane, 1998) yang dikutip oleh
Sukamto (2006) menemukan bahwa majalah-majalah remaja dan dewasa
memuat 10,5 kali lebih banyak iklan dan artikel yang mempromosikan
penurunan berat badan daripada majalah-majalah yang seluruhnya berisi
saran-saran tentang diet dan pembentukan tubuh.
Berdasarkan fenomena yang ada sekarang, Penelitian Esther (dalam
Sukamto, 2006) pada mahasiswa menemukan bahwa 62% subjek
penelitian ingin menurunkan berat badan setelah menonton acara
peragaan busana dan penampilan para artis di televisi. Para remaja dan
orang dewasa melaporkan bahwa mereka merasa lebih depresi, stres,
6
bersalah, malu, tidak aman, dan tidak puas terhadap tubuh mereka (Polivy
& Mcfarlane,1998). Tolak ukur yang paling sering digunakan oleh para pria
untuk menilai bentuk tubuh yang ideal yaitu dapat terlihat dari ketika
mereka menampilkan fisik yang sehat, atletis, besarnya otot tubuh dan
bentuk perut yang six pack.
Dalam sebuah studi penelitian di Amerika Serikat yang melibatkan seribu
pria menghasilkan data, lebih dari 50 % pria mengakui ketidak bahagiaan
dengan tubuh mereka, dan 40 % pria mengakui ingin melakukan ‘chest
implants’ atau operasi penambahan otot di bagian dada, sehingga mereka
bisa mendapatkan otot-otot dada (pectoral)yangsempurna (Senda Casillas
2008).
Berdasarkan data-data yang telah dijelaskan diatas terungkap bahwa
bentuk tubuh seseorang bukan diukur dari gemuk atau kurusnya tubuh,
melainkan dilihat dari sehat atau tidaknya tubuh tersebut. Jika
membicarakan bentuk tubuh maka, hal ini sejalan dengan kepada
kepuasan terhadap citra tubuh. Menurut Melliana (2006) citra tubuh
merupakan fondasi dasar dari keseluruhan kepribadian manusia.
Memiliki Citra tubuh yang positif itu sangat penting bagi kesehatan dan
rasa percaya diri. Citra tubuh yang positif adalah komponen rasa percaya
diri, yang sangat berpengaruh pada kehidupan pribadi seseorang.
7
(PattiBritton 2007). Citra tubuh atau body image atau body concenpt
(konsep tubuh atau gambaran tubuh) adalah ide seseorang mengenai
penampilan badannya di hadapan orang lain. Kadang dimasukkan pula
konsep mengenai fungsi tubuhnya (Chaplin, 2000). Menurut Rice (dalam
Sukamto 2006), citra tubuh adalah gambaran mental yang dimiliki
seseorang tentang tubuhnya yang meliputi pikiran-pikiran, perasaanperasaan, penilaan-penilaan, sensasi-sensasi, kesadaran, dan perilaku
yang terkait dengan tubuhnya.
Citra tubuh merupakan suatu pengalaman yang individual seseorang
tentang tubuhnya. Menurut Rosen (dalam Sukamto, 2006), citra tubuh
dapat berubah walaupun penampilan fisik tidak berubah. Citra tubuh
merupakan sebuah konsep psikologis yang bersifat subjektif, sehingga
konsep ini sebenarnya tidak tergantung pada penampilan fisik. Jadi
seseorang yang telah berhasil menurunkan berat badanya atau menjadi
lebih cantik mungkin masih memiliki citra tubuh yang negatif.
Rice (dalam Sukamto, 2006) menjelaskan bahwa citra tubuh yang sehat
atau positif ditandai oleh adanya gambaran mental yang akurat tentang
tubuh dan perasaan-perasaan, penaksiran, serta relasi dengan tubuh
yang positif dan percaya diri. Olah raga fitness juga mampu membuat
seseorang menjadi lebih menghargai diri sendiri, membuat seseorang
menjadi lebih sehat dan lebih aktif.
8
Mempunyai mobilitas fisik tinggi (mampu menggerakkan tubuhnya sesuai
kemauan tanpa hambatan lelah) bisa melahirkan rasa percaya diri dan
kenikmatan yang tak pernah dirasakan kebanyakan orang yang jarang,
malas, atau tidak pernah olahraga. Jika dikaji lebih mendalam tentang
citra tubuh dan kepercayaan diri hal ini sejalan searah dengan hasil
laporan penelitian The U.S. Surgeon General (dalam Reps, Juni 2005)
yang menyebutkan berbagai alasan seseorang untuk mengikuti fitness
diantaranya fitness mampu meningkatkan optimisme,daya tahan
psikologis, dan kepositifan kreatifitas dan kemampuan memecahkan
masalah spirit emosional kemampuan rileks di situasi stres citra diri dan
kepercayaan diri. Dengan kata lain, bentuk tubuh seseorang itu berkaitan
dengan kepercayaan diri-nya.
Kepercayaan diri sangat dibutuhkan didalam kehidupan manusia. Pada
era globalisasi saat ini banyak sekali hal yang mempengaruhi kehidupan
manusia, baik yang positif maupun yang negatif. Manusia dituntut untuk
bisa mengambil keputusan sendiri, mampu mengatasi setiap rintangan
yang terjadi. Manusia dituntut untuk bertindak dan berfikir secara kritis,
tidak mudah putus asa, dan bertanggung jawab yang didasari oleh
kepercayaan diri yang tinggi (Apollo, 2005).
Lauster (dalam Apollo, 2005), mengemukakan bahwa kepercayaan diri
adalah suatu sikap atau perasan yakin atas kemampuan sendiri, sehingga
9
individu dapat memilih hal-hal yang disukainya, tidak terlalu cemas dalam
melakukan tindakan-tindakannya dan bertanggung jawab atas
perbuatannya.
Seseorang yang kurang percaya diri seringkali merasa takut dan khawatir
didalam menyampaikan gagasannya, ragu-ragu dalam menentukan
pilihannya, dan seringkali membandingkan dirinya dengan orang lain serta
pesimis dalam mengahadapi tantangan (Lauster, dalam Apollo, 2006).
Burns (1993) yang dikutip oleh Apollo (2006) menambahkan bahwa
seseorang yang percaya diri akan lebih mampu mengembangkan potensi
dan aktualisasi diri daripada individu yang kurang percaya diri. Setiap
orang pasti pernah merasa tidak puas dengan penampilannya, sehingga
berusaha untuk bisa tampil jauh lebih baik.
Penampilan bentuk tubuh yang bagus dan ideal merupakan impian
banyak pria yang mengikuti fitness. Oleh sebab itulah penulis merasa
tertarik untuk mengkaji lebih jauh dan mendalam mengenai mengenai
”PENGARUH KEPUASAN CITRA TUBUH TERHADAP
KEPERCAYAAN DIRI ORANG YANG MENGIKUTI FITNESS CENTER”.
10
1.2
Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah pokok yang akan diketahui dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut.
a.
Kepercayaan Diri merupakan suatu sikap atau perasan yakin atas
kemampuan sendiri, sehingga individu dapat memilih hal-hal yang
disukainya, tidak terlalu cemas dalam melakukan tindakantindakannya dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
b.
Citra Tubuh adalah gambaran mental yang dimiliki seseorang
tentang tubuhnya yang meliputi pikiran-pikiran, perasaan-perasaan,
penilaan-penilaan, sensasi-sensasi, kesadaran, dan perilaku yang
terkait dengan tubuhnya.
c.
Fitness merupakan olah raga angkat beban untuk menurunkan
lemak dan membesarkan otot serta bertujuan untuk sehat secara
fisik dan psikis. Dengan seringnya kita melakukan olahraga fitness
kesehatan tubuh kita akan terjaga dengan baik, di mana ia
melibatkan asupan gizi yang cukup untuk tubuhnya.
1.3
Perumusan Masalah
Dengan mengetahui batasan masalah di atas, maka perumusan dalam
penelitian ini adalah Apakah Terdapat Pengaruh antara Kepuasan
Citra Tubuh Terhadap Kepercayaan Diri Orang Yang Mengikuti Fitnes
Center ?
11
1.5
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan mengetahui
“Pengaruh Kepuasan Citra Tubuh Terhadap Kepercayaan Diri Orang
yang Mengikuti Fitness Center”
1.6
Manfaat penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat baik dari segi praktis maupun teoritis.
•
Manfaat praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang
manfaat dari olah raga fitness kepada masyarakat. Selain untuk
menjaga kesehatan badan dan membuat ketahan fisik lebih terjaga
olah raga ini juga dapat meningkatakan rasa percaya diri.
•
Manfaat teoritis
Hasil penelitian diharapkan dapat menyumbangkan pikiran untuk
menambah wawasan keilmuan bagi masyarakat umum. Khusunya
wacana keilmuan psikologi,mengenai Kepuasan Citra Tubuh
Terhadap Kepercayaan Diri Orang yang Mengikuti Fitness Center
12
1.7
Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
BAB 1
PENDAHULUAN
Pendahuluan meliputi latar belakang masalah, identifikasi
masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan
penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB 2
KAJIAN TEORI
Kajian teori meliputi Pengertian Kepercayaan diri, faktor-faktor
yang mempengaruhi Kepercayaan diri, jenis-jenis Kepercayaan
diri, prinsip-prinsip kepercayaan diri, memupuk kepercayaan diri,
pengertian Kepuasaan Citra tubuh, komponen Citra tubuh,
faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasaan Citra tubuh,
pengertian fitness, kerangka berpikir, Hipotesis.
BAB 3
METODE PENELITIAN
Metodologi penelitian meliputi jenis dan metode penelitian,
jenis-jenis penelitian, pendekatan deduktif, variabel penelitian,
definisi operasional, teknik pengambilan sampel , instrumen
pengumpulan data, analisis regresi, pengertian dan tujuan
regresi, hakikat regresi.
BAB 4
HASIL PENELITIAN
BAB 5
KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN
BAB 2
KAJIAN TEORI
2.1
Kepercayaan Diri
2.1.1 Pengertian Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan yang dimiliki seseorang bahwa
dirinya mampu berprilaku seperti yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil
seperti yang diharapkan (Bandura, dalam Siska et,,al 2003). Sementara itu
Tylor dkk, (dalam Siska et,,al 2003) mengatakan bahwa seseorang yang
percaya diri memiliki sikap yang positif terhadap diri sendiri.
Lauster (dalam Apollo, 2005), mengemukakan bahwa kepercayaan diri
adalah suatu sikap atau perasan yakin atas kemampuan sendiri, sehingga
individu dapat memilih hal-hal yang disukainya, tidak terlalu cemas dalam
melakukan tindakan-tindakannya dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
Burns(dalam Apollo, 2005) menambahkan bahwa seseorang yang percaya
diri akan lebih mampu mengembangkan potensi dan aktualisasi diri dari pada
individu yang kurang percaya diri.
13
14
Lebih lanjut Rubin ( dalam Apollo, 2005) mengemukakan bahwa kepercayaan
diri adalah kekuatan dalam diri individu yang dapat menentukan langkah
dalam mengatasi masalah. Sedangkan Butcher (dalam Indiyah, 1998)
mengemukakan bahwa dalam kepercayaan diri terkandung kemandirian,
ketenangan dalam menghadapi berbagai situasi, keberanian mengemukakan
apa yang menjadi kehendaknya atau ide-idenya secara bertanggung jawab.
Menurut Willis (dalam Ghufron, M Nur et al.2010:34)kepercayaan diri adalah
keyakinan bahwa seseorang mampu menanggulangi suatu masalah dengan
situasi terbaik dan dapat memberikan sesuatu yang menyenangkan bagi
orang lain. Lauster (1992) menambahkan bahwa kepercayaan diri diperoleh
dari pengalaman hidup. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek
kepribadian yang berupa keyakinan akan kemampuan diri seseorang
sehingga tidak terpengaruh oleh orang lain dan dapat bertindak sesuai
kehendak, gembira, optimis, cukup toleran, dan bertanggung jawab.
Anthony (1992) berpendapat bahwa kepercayaan diri merupakan sikap pada
diri seseorang yang dapat menerima kenyataan, dapat mengembankan
kesadaran diri, berpikir positif, memiliki kemandirian, dan mempunyai
kemampuan untuk memiliki serta mencapai segala seseuatu yang diinginkan.
15
Kepercayaan diri adalah keyakinan diri yang dimiliki individu dalam
menghadapi suatu situasi(Hambly, dalam Apollo, 2005).
Selanjutnya Angelish ( dalam Apollo, 2005) menambahkan bahwa
kepercayaan diri adalah suatu keyakinan didalam hati, bahwa segala
tantangan hidup harus dihadapi dengan berbuat sesuatu.
Angelish (2003) mengatakan kepercayaan diri adalah sesuatu yang harus
mampu menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.
Dan kepercayaan diri berawal dari diri sendiri, untuk melakukan segala yang
kita inginkan dan butuhkan dalam hidup.
Luxori (2005) menyatakan bahwa percaya diri adalah pangkal kesuksesan.
Sebaliknya, orang yang tidak memiliki rasa percaya diri maka ia akan sulit
meraih kesuksesan yang gemilang. Dalam memahami berbagai kekurangan
diri bukanlah satu-satunya kunci untuk meraih kesuksesan. Tetapi, cara yang
paling ideal untuk mengembalikan rasa percaya diri untuk meraih kesuksesan
adalah dengan mengatasi dan menutupi kekurangan-kekurangan itu
(Uqshari, 2005).
Menurut Sangkala (2010) menerangkan bahwa kepercayaan diri adalah sikap
positif yang memampukan seseorang untuk mengembangkan penilaian
positif, baik terhadap diri sendiri, lingkungan, maupun situasi yang dihadapi.
16
Hal ini bukan berarti individu tersebut mampu dan berkompeten melakukan
segala sesuatu seorang diri alias ”sakti”.
Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya
beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut di mana ia merasa memiliki
kompetensi, yakin, mampu, dan percaya bahwa dia bisa. Tentunya karena
didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi, serta harapan yang
realistis terhadapa diri sendiri.
Dari berbagai penjelasan diatas mengenai kepercayaan diri maka dapat
disimpulkan bahwa dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Lautser
sebagai rujukan dalam penelitian. Lauster (1992) (dalam Ghufron,M Nur et
al.2010:34) mendefinisikan kepercayaan diri diperoleh dari pengalaman
hidup. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang
berupa keyakinan akan kemampuan diri seseorang sehingga tidak
terpengaruh oleh orang laindan dapat bertindak sesuai kehendak, gembira,
optimis, cukup toleran, dan bertanggung jawab.
Lauster (dalam Apollo, 2005), menambahkan bahwa kepercayaan diri adalah
suatu sikap atau perasan yakin atas kemampuan sendiri, sehingga individu
dapat memilih hal-hal yang disukainya, tidak terlalu cemas dalam melakukan
tindakan-tindakannya dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
17
2.1.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri pada seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Menurut Mussen (dalam Apollo, 2005) beberapa faktor yang mempengaruhi
kepercayaan diri yaitu :
1. Faktor indogen, yakni faktor yang berasal dari dalam diri yang meliputi
kelengkapan anggota tubuh, kecakapan dan kemampuan yang tinggi.
2. faktor eksogen, yakni faktor yang berasal dari luar diri seperti: 1)
faktor keluarga meliputi perhatian orang tua serta komunikasi yang
baik antara anak dan orang tua ;2) faktor lingkungan, meliputi
pergaulan antar teman, dan kerjasama dalam kelompok.
2.1.3 Jenis-jenis Kepercayaan Diri
Jika membicarakan mengenai jenis-jenis kepercayaan diri Barbara Angelish
(2003) menjelaskan ada tiga jenis kepercayaan diri, yaitu :
1. Tingkah Laku
Adalah kepercayaan diri untuk mampu bertindak dan menyelesaikan
tugas-tugas, baik tugas-tugas yang paling sederhana, seperti
membayar semua tagihan tepat waktu, hingga yang bernuansa citacita untuk meraih sesuatu. Umumnya, jika orang berbicara tentang
kepercayaan diri, maksudnya mereka adalah yang berkenaan dengan
tingkah laku.
18
2. Emosi
Adalah kepercayaan diri untuk yakin dan mampu menguasai segenap
sisi emosi. Untuk memahami segala yang dirasakan, menggunakan
emosi untuk melakukan pilihan yang tepat, melindungi diri dari sakit
hati, atau mengetahui cara bergaul yang sehat dan langgeng.
Sebagian orang punya kadar kepercayaan diri yang besar berkenaan
dengan tingkah laku, sehingga sukses dalam banyak hal. Namun jika
kadar kepercayaan diri yang berkenaan dengan emosi mereka rendah,
sulit ditemui tercapainya kebahagiaan dalam kehidupan pribadi
mereka.
3. Kerohanian (spiritualitas)
Merupakan kepercayaan diri yang terpenting dari ketiganya, seperti:
keyakinan pada takdir dan semesta alam, keyakinan bahwa hidup ini
memiliki tujuan yang positif, tanpa kepercayaan diri secara spiritual,
tidak mungkin kita dapat mengembangkan kedua jenis kepercayaan
diri lainnya yang bersifat tingkah laku maupun yang bersifat emosional.
Untuk menjadi orang yang percaya diri, perlu mengembangkan diri dalam
ketiga hal tersebut, seperti tingkah laku, emosi, dan kerohanian sehingga
benar-benar memiliki hidup yang seimbang dan tegar.
19
2.1.4 Ciri-ciri kepercayaan diri
Pengertian rasa percaya diri sebagaimana diuraikan sebelumnya akan
merupakan suatu landasan dalam menggambarkan apakah seseorang
mempunyai rasa percaya diri ataukah kurang mempunyai rasa percaya diri.
Menurut Lauster . (dalam Ghufron,M Nur et al,2010:36), orang yang memiliki
kepercayaan diri yang positif adalah yang disebutkan dibawah ini.
1. Keyakinan kemampuan diri
Keyakinan kemampuan diri adalah sikap positif seseorang tentang
dirinya. Ia mampu akan sungguh-sungguh akan apa yang
dilakukannya.
2. Optimis
Optimis adalah sikap positif yang dimiliki seseorang yang selalu
berpandangan baik dalam menghadapi segala hal tentang diri dan
kemampunya.
3. Objektif
Orang yang memandang permasalahan atau sesuatu sesuai dengan
kebenaran yang semestinya, bukan menurut kebenaran pribadi atau
menurut dirinya sendiri.
20
4. Bertanggung jawab
Bertanggung jawab adalah kesedian orang untuk menanggung segala
sesuatu yang telah menjadi konsekuensinya.
5. Rasional dan realistis
Rasional dan realistis adalah analisis terhadap suatu masalah,
sesuatu hal, dan suatu kejadian dengan mengunakan pemikiran yang
dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan kenyataan.
Berdasarkan pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepercayaan
diri adalah sifat yang dimiliki seseorang yang memiliki ciri-ciri keyakinan diri,
optimis, objektif, bertanggung jawab, rasional, dan realistis.
Menurut Guilford (dalam Appollo, 2005:47) ciri-ciri orang yang percaya diri
dapat dinilai melalui 3 aspek yaitu:
1. Individu merasa adekuat (yakin terhadap apa yang dilakukan)
hal ini didasari oleh adanya keyakinan terhadap kekuatan, kemampuan
dan keterampilan yang dimiliki. Individu merasa optimis, cukup berambisi
dan tidak berlebihan. Manifestasi dari keadaan ini antara lain individu
mempercayai kemampuan sendiri sehingga tidak perlu bantuan orang
lain, sanggup berkerja keras, mampu menghadapi tugas dengan baik dan
21
bekerja secara efektif, serta bertanggung jawap atas keputusan dan
pekerjaannya.
2. Individu merasa dapat diterima oleh kelompok
hal ini didasari oleh keyakinan terhadap kemampuannya, khususnya
dalam hubungan social. Individu merasa bahwa kelompoknya atau orang
lain menyukainya.
Manifestasi dari keadaan ini antara lain individu aktif menghadapi
keadaan lingkungan, berani mengemukakan apa yang menjadi ide-ide
secara bertanggung jawa dan tidak mementingkan diri sendiri.
3. Memiliki ketenangan sikap
Hal ini didasari oleh adanya keyakinan terhadap kekuatan dan
kemampuannya. Individu merasa tenang menghadapi berbagai macam
situasi. Manifestasi dari keadaan ini antara lain individu merasa tenang,
tidak mudah gugup, cukup toleran terhadap berbagai macam situasi dan
tidak membandingkan diri dengan orang lain.
22
Berdasarkan beberapa teori di atas, teori dari Lauster (1992) dan Guilford
(1959) tentang ciri-ciri orang yang mempunyai kepercayaan diri lebih komplek
dan jelas. Pada dasarnya kedua ahli tersebut mengungkapkan hal yang
sama dan setara tentang ciri-ciri orang yang mempunyai kepercayaan diri,
artinya Guilford (1959) menjabarkan dalam tinjauan teoritis, sementara
Lauster (1992) menjabarkan dalam bentuk aitem-aitem yang mengungkap
rasa percaya diri.
2.1.5 Prinsip-prinsip Kepercayaan Diri
Menurut Luxori Yusuf (2005) para pakar psikologi sepakat bahwa ada lima
prinsip yang harus dipegang untyuk memperoleh rasa percaya diri. Kelima
prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
1. Menumbuhkan sifat-sifat positif dalam diri.
Artinya dalam waktu yang sama, di haruskan mengikis habis sifatsifat negatif yang dimiliki. Karena sifat-sifat itulah yang akan
menjerumuskan pada kegagalan.
Tanamkanlah dalam jiwa bahwa sekaranglah waktu yang tepat untuk
memperoleh rasa percaya diri. Sejak saat ini, hendaknya berusaha
keras untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dalam dirinya.
23
Jika berhasil, maka dengan sendirinya kadar rasa percaya diri
menjadi bertambah.
2. Bersikaplah bijaksanan dalam merancangkan target-target dalam
kehidupan.
Artinya, untuk mencapai kesuksesan, harus memulai pekerjaan dari
hal-hal yang mungkin bisa dikerjakan. Karena setiap saat melakukan
pekerjaan tersebut, pada saat itulah kesuksesan dan kadar rasa
percaya diri akan bertambah.Selain itu, juga dikarenakan kegagalan
selamanya akan menghancurkan kepercayaan seseorang pada dirinya
sendiri.
Sebuah penelitian ilmiah menyimpulkan bahwa faktor utama yang
menyebabkan orang kehilangan rasa percaya dirinya sehingga
hidupnya gagal adalah karena mereka menganggap diri mereka tidak
mampu melakukan hal yang terbaik sama sekali dalam hidupnya.
Pada dasarnya, anggapan seperti itu sangat keliru. Apabila mereka
mau mengubah dan menanggalkan pola pikir seperti ini, maka
kesuksesan akan menyongsong mereka.
24
3. Memiliki kemampuan berinteraksi dengan orang lain.
Karena orang lain biasanya senang menjalin tali persahabataan hanya
dengan seorang individu yang mau memberikan perhatian dan
kehormatannya pada mereka.
Disamping itu, orang lain akan senang menjalin persahabataan
dengan individu yang siap memberikan mereka rasa kasih dan
kehangatan. Lalu, orang lain akan senang menjalin persahabatan
dengan individu yang punya perhatian terhadap penampilan fisik dan
psikisnya.
Selain daripada itu, orang lain akan senang menjalin persahabatan
dengan individu-individu yang tampak bahagia, optimistis, dan murah
senyum.
4. Menjaga penampilan psikis dan fisik.
Usahakan agar nada suara, tutur kata, dan etika keseharian terlihat
indah dan menarik simpat orang yang melihatnya. Jika mampu
mempraktikkan hal itu, maka kepercayaan pada diri akan bertambah.
Tanamkanlah dalam diri bahwa manusia yang percaya pada dirinya
sendiri akan selalu menjaga penampilannnya agar senantiasa terlihat
baik dan serasi.
25
Dalam sebuah riset dikatakan bahwa penampilan luar (outer
performance) yang baik akan menimbulkan rasa percaya diri. Lebih
jauh lagi, riset tersebut juga menyimpulkan bahwa percaya diri yang
dihasilkan oleh orang yang berpenampilan sekadarnya, itu tidak
berpengaruh apa-apa jika dibandingkan dengan percaya diri yang
dihasilkan oleh seseorang yang perfect, bersih, dan berpenampilan
menarik.
5. Pilihlah teman yang siap memberikan kepercayaannya.
Dalam hal ini, ada dua tipe teman yang sebaiknya dipilih salah satu
dari keduanya, yaitu teman dengan individu yang punya rasa percaya
diri atau seseorang individu yang siap memberi kepercayaannya.
Apabila dua tipe ini ada dalam satu orang, maka jadikanlah sebagai
teman sejati. Carilah teman tipe ini sebanyak mungkin agar bisa lebih
percaya diri.
2.1.6 Memupuk Kepercaya Diri
Menurut Sangkala (2010) untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang
proporsional, maka individu harus memulainya dari diri sendiri. Hal ini sangat
penting mengingat bahwa hanya individu yang bersangkutan yang dapat
mengatasi rasa kurang percaya diri yang sedang dialaminya. Berikut adalah
cara bagaimana memupuk kepercayaan diri :
26
1. Evaluasi diri secara objektif
Belajar menilai diri secara objektif dan jujur. Susunlah daftar kekayaan
pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat positif, potensi atau
keahlian yang dimiliki, baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang
belum.
Daftar juga setiap kesempatan ataupun sarana yang mendukung
kemajuan diri. Sadari semua aset berharga dan temukan aset yang
belum dikembangkan.
2. Beri penghargaan yang jujur terhadap diri sendiri
Sadari dan hargailah sekecil apa pun keberhasilan dan potensi yang
dimiliki. Ingatlah bahwa semua itu didapat melalui proses belajar,
berevolusi, dan transformasi diri sejak dahulu hingga kini.
Mengabaikan atau meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih
berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu
menemukan jalan yang tepat menuju masa depan.
3. Positive thinking
Cobalah memerangi setiap asumsi, prasangka, atau persepsi negatif
yang muncul di dalam diri. Katakan kepada diri sendiri, Nobody’s
perfect dan it’s okay if I made a mastike.jangan biarkan pikiran negatif
27
berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar,
bercabang, dan berdaun.
Semakin besar dan menyebar, semakin sulit dikenalikan dan dipotong.
Jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan. Hatihatilah agar masa depan tidak rusak karena keputusan keliru yang
dihasilkan oleh pikiran yang keliru.
4. Gunakan self-affirmation
Untuk memerangi negatif thinking, gunakan self-affirmation berupa
kata-kata yang membangkitkan rasa percaya diri. Contoh: saya pasti
bisa. Atau saya adalah penentu hidup saya sendiri. Tidak ada orang
yang boleh menentukan hidup saya.
5. Berani mengambil risiko
Berdasarkan pemahaman diri yang objektif, bisa memprediksi risiko
setiap tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, tidak perlu
menghindari resiko, melainkan lebih menggunakan strategi tertentu
untuk menghindari, mencegah, ataupun mengatasi resikonya.
28
6. Belajar mensyukuri dan menikmati rahmat Tuhan
Ada pepatah mengatakan bahwa orang yang paling menderita
hidupnya adalah orang yang tidak bisa bersyukur kepada Tuhan atas
apa yang telah diterimanya dalam hidup. Artinya, individu tersebut
tidak pernah berusaha melihat segala sesuatu dari kaca mata positif.
7. Menetapkan tujuan yang realistis
Perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang ditetapkan selama ini. Dalam
arti apakah tujuan tersebut realistis atau tidak. Dengan menerapkan
tujuan yang realistis, maka akan memudahkan mencapai tujuan
tersebut.
Dengan demikian akan lebih percaya diri dalam mengambil langkah,
tindakan, dan keputusan untuk mencapai tujuan masa depan, sambil
mencegah terjadinya risiko yang yang tidak diinginkan.
Mungkin masih ada cara yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri.
Jika dapat melakukan beberapa hal seperti yang diatas , niscaya akan
terbebas dari krisis kepercayaan diri.
29
2.2
Kepuasan Citra tubuh
2.2.1 Pengertian Kepuasan Citra Tubuh
Dalam menjelaskan mengenai kepusan citra tubuh, maka ada baiknya jika
diuraikan terlebih dahulu. Kepuasan citra tubuh terdiri dari dua kata yaitu
kepuasan dan citra tubuh. Chaplin(2002) menjelasakan bahwa kepuasan
(satisfaction) adalah keadaan kesenangan dan kesenjangan, disebabkan
karena orang telah mencapai satu tujuan atau sasaran.
Sedangkan menurut Howell dan Dipboye (dalam AS Munandar, 2001)
kepuasan adalah hasil keseluruhan dan derajat suka atau tidak suka
terhadap sesuatu. Menurut Locke(dalam AS Munandar, 2001) perasaanperasaan yang berhubungan dengan kepuasan atau ketidakpuasan
cenderung mencerminkan pengalaman-pengalaman pada waktu sekarang
dan lampau daripada harapan-harapan untuk masa yang akan datang.
Sedangkan jika menguraikan mengenai citra tubuh (Chaplin,2000).
menyatakan bahwa citra tubuh atau body image atau body concenpt (konsep
tubuh atau gambaran tubuh) adalah ide seseorang mengenai penampilan
badannya di hadapan orang lain.
30
Menurut Rice (dalam Sukamto, 2006 ), citra tubuh adalah gambaran mental
yang dimiliki seseorang tentang tubuhnya yang meliputi pikiran-pikiran,
perasaan-perasaan, penilaan-penilaan, sensasi-sensasi, kesadaran, dan
perilaku yang terkait dengan tubuhnya. Citra tubuh merupakan suatu
pengalaman yang individual seseorang tentang tubuhnya.
Menurut Rosen (dalam Sukamto ,2006), citra tubuh dapat berubah walaupun
penampilan fisik tidak berubah. Citra tubuh merupakan sebuah konsep
psikologis yang bersifat subjektif, sehingga konsep ini sebenarnya tidak
tergantung pada penampilan fisik. Jadi seseorang yang telah berhasil
menurunkan berat badanya atau menjadi lebih cantik mungkin saja masih
memiliki citra tubuh yang negatif.
Menurut Rice (dalam Sukamto,2006), citra tubuh yang sehat atau positif
ditandai oleh adanya gambaran mental yang akurat tentang tubuh dan
perasaan-perasaan, penaksiran, serta relasi dengan tubuh yang positif dan
percaya diri. Citra tubuh yang sehat merupakan salah satu perwujudan dari
harga diri yang positif, khususnya pada remaja dan orang dewasa.
Menurut Melliana (2006) Cara berpikir yang positif atau negatif merupakan
hal terpenting dalam meningkatkan atau menurunkan citra tubuh. Citra tubuh
merupakan fondasi dasar dari keseluruhan kepribadian manusia. Jika
memiliki cara berpikir positif, akan dapat menerima perubahan penampilan
31
fisik yang alami, tetapi jika berpikir secara negatif, akan bersikap kurang
menerima atau menolak. Misalnya, akan selalu merasa tidak puas terhadap
tubuhnya, yang mungkin menurut orang lain sudah cukup baik.
2.2.2 Komponen Citra Tubuh
Menurut Thomson (1998) Citra tubuh berkaitan dengan 3 komponen, yaitu:
1. Komponen persepsi
adalah tentang apa yang dipikirkan seseorang mengenai keadaan
tubuhnya. Komponen persepsi merupakan ketepatan individu dalam
mempersepsi atau memperkirakan ukuran tubuhnya.
Menurut Shaleh (2004) menyebutkan bahwa persepsi adalah kemampuan
membeda-bedakan, mengelompokan, memfokuskan perhatian terhadap
satu objek rangsangan.
2. Komponen sikap (subjektif)
adalah tentang bagaimana individu menyikapi keadaan tubuhnya.
Komponen sikap berkaitan erat dengan kepuasan atau ketidakpuasan
individu terhadap tubuhnya. Perhatian individu terhadap tubuhnya,
kognisi, evaluasi dan kecemasan individu terhadap penampilan tubuhnya.
32
3. Komponen behavioral (tingkah laku)
menitik beratkan pada penginderaan terhadap situasi yang menyebabkan
individu mengalami ketidaknyamanan yang berhubungan dengan
penampilan fisik. Komponen behavioral lebih menekankan bagaimana
individu bertingkah laku dalam menghadapi keadaan tubuhnya.
Keterkaitan antara tingkah laku dan konflik ini juga dijelaskan oleh Weld
(dalam Mappiare, 2002) menurutnya frustasi merupakan hambatan yang
akan mengakibatkan kegagaln penyesuain psikologis. Dengan demikian,
individu yang mengalami frustasi bisa sampai menangis, murung, atau
bahkan agresi ke tingkah laku yang primitif.
2.2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Citra Tubuh
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan dan
ketidakpuasan (satisfaction dan dissatifaction) citra tubuh pada diri seseorang
(dalam Thompson, 1996) yaitu:
1. Gender
Chernin(dalam Thompson, 1996) menyatakan, bahwa pria
cenderung memandang tubuhnya secara fungsional dan aktif
agar dapat menunjang aktifitas. Sedangkan wanita lebih
memandang tubuhnya dari segiestetika dan evaluatif. Akibatnya,
33
wanita memiliki kepuasan citra tubuh yang lebih rendah dibanding
kaum pria.
2. Berat badan dan derajat kekurusan atau kegemukan
Penner (dalam Thompson, 1996) menyatakan, konsep citra tubuh
berkaitan dengan derajat kekurusan atau kegemukan tubuh
individu. Penner ,et al (dalam Thompson, 1996)mengemukakan,
suatu penelitian bahwa wanita yang mempersepsikan berat
badannya sebagai rata-rata akan lebih puas dibandingkan wanita
yang mempersepsikan ukuran tubuhnya sebagai kurus atau
gemuk, tanpa memandang ukuran tubuh yang sebenarnya.
Berat badan dan ukuran tubuh disebutkan memiliki peranan
penting dalam kepuasan citra tubuh pada wanita, terutama dalam
budaya yang menekankan pentingnya penampilan.
3. Masyarakat dan budaya
Menurut Fallon (dalam Thompson, 1998) citra tubuh seseorang
berkembang dalam konteks budaya. Budaya yang berkembang di
barat berbeda dengan budaya yang berkembang di timur,
sehingga menciptakan citra tubuh yang berbeda antara dua
budaya yang berbeda.
34
Masyarakat menentukan standar sosial mengenai apa yang cantik
dan menarik. Selain itu, peranan budaya juga ikut mempengaruhi
perkembangan tingkah laku dan sikap yang berhubungan dengan
citra tubuh.
4. Tahap perkembangan
Menurut Thompson, (1996) Biasanya ketika seseorang telah
mencapai tahapan perkembangan pada usia pubertas sebagai
individu remaja mulai memperhatikan penampilannya. Remaja
mulai peduli dengan keadaan fisiknya, citra tubuh telah terbentuk
dalam pikirannya. Remaja pun mulai merasakan kepuasan atau
ketidakpuasan terhadap citra tubuhnya.
5. Media massa
Menurut Lakoff and Scherr (dalam Thompson, 1996) Media
massa memiliki andil yang cukup besar dalam pembentukan
persepsi seseorang akan citra tubuhnya. Media selalu
menampilkan seseorang yang dianggap cantik adalah yang
mempunyai bentuk tubuh yang bagus, kulit putih mulus, ramput
hitam lurus dan seseorang yang dianggap tampan adalah laki-laki
yang macho, berotot, klinis.
35
Hal itu pun disetujui oleh penikmat media, sehingga media
semakin memainkan perannya dalam membentukan persepsi
seseorang tentang gambaran tubuh dan penampilan yang ideal.
6. Trend masyarakat dan Sosialisasi
Festinger (dalam Thomson, 1996) menyebutkan, tren yang
sedang berlaku di masyarakat sangat besar pengaruhnya
terhadap citra tubuh seseorang. Sedangkan jika membicarakan
mengenai sosialiasai Major, Testa,& Bylsma (dalam Thompson,
1996) menyatakan sejak kecil anak disosialisasikan dengan nilai
dan penampilan, baik oleh orang tua maupun orang dewasa yang
berpengaruh yang meliputi modeling interpersonal dan
pendelegasian nilai serta sikap tentang penampilan.
7. Konsep diri
Menurut Thompson (1996) Konsep diri seseorang turut
mempengaruhi besarnya citra tubuh yang dirasakan individu.
Aspek lain dari konsep yang tak kalah penting adalah
kepercayaan diri dan harga diri.
36
Anak-anak, remaja atau dewasa yang memiliki harga diri positif
tidak rentan terhadap penghinaan-penghinaan dari lingkungan
terhadap penampilan fisiknya. Selain itu kesadaran diri dihadapan
masyarakat (public self consciouness) menimbulkan preokupasi
pada penampilan dan ketidakpuasan akan tubuh.
Sedangkan Menurut Melliana (2006) citra tubuh yang merupakan bagian dari
konsep diri yang berkaitan dengan sifat fisik dibentuk oleh banyak faktor,
antara lain:
a. Penilaian, yaitu reaksi atau pandangan dari orang lain yang memiliki
arti bagi individu justru akan mempengaruhi citra tubuh yang dimiliki
oleh individu tersebut.
b. Pembandingan. Citra tubuh terbentuk sangat tergantung pada
bagaimana cara individu membandingkan dirinya dengan orang lain,
biasanya pada orang-orang yang hampir serupa dengan dirinya.
c. Peran seseorang. Setiap orang memainkan peran yang berbedabeda. Didalam setiap peran tersebut, individu diharapkan akan
bertindak sesuai dengan tuntutan dari perannya masing-masing.
Akibatnya, jika terjadi gangguan pada kondisi fisik, akan timbul efek
yang berbeda terhadap citra tubuh yang dimiliki individu.
37
2.3
Olah Raga Fitness
2.3.1 Pengertian Fitness
Olahraga fitness di Indonesia semakin hari semakin memperlihatkan
kemajuannya. Olahraga ini pertama kali booming, setelah seorang atlit yang
dipunyai Indonesia yaitu Ade Rai, berkiprah dan menunjukan prestasinya di
dunia Internasional. Boomingnya olahraga ini di tanah air sejak tahun 1997.
Perkembangan olahraga ini di tandai dengan banyaknya event- event dan
kejuaran olahraga fitness dan binaraga yang diselenggarakan oleh berbagai
klub fitness center yang ada di seantero nusantara.
Ade Rai adalah pemrakarasa dan pencetus ide dari event- event tersebut.
Ade Rai pantas untuk menyandang gelar sebagai bapaknya dunia fitness dan
binaraga di Indonesia. Banyak sekali pertandingan- pertandingan olahraga
fitness dan binaraga yang telah diselenggarakan sejak tahun 1997.
Banyak sekali bermunculan klub- klub kebugaran di Indonesia, baik itu skala
kecil atau gym biasa maupun skala besar dan biasa disebut dengan Mega
Gym. Kebutuhan akan hidup sehat adalah yang sangat utama. Memiliki
badan sehat adalah yang utama. Fitness center dulunya merupakan sesuatu
yang lux dan hanya menjadi rekreasi semata, namun sekarang tidak lagi.
Fitness Center adalah sarana untuk menuju sehat dan kebutuhan akan
38
badan sehat akan terus meningkat dengan seiringnya waktu. Olahraga
fitness sangat baik untuk menjaga kesehatan badan kita dan keuntungan
yang didapat dari olahraga ini cukup banyak.
Menurut Slamet Wiharto (2008). Mulailah untuk hidup sehat dengan olahraga
fitness, tidak ada kata terlambat untuk hidup sehat, hanya kemauan dan niat
yang dapat memulainya. Hidup sehat dengan Fitness. Menurut Ade Rai,
fitness adalah suatu bentuk olahraga yang melibatkan perpaduan antara
latihan beban, latihan aerobic, pola nutrisi yang seimbang, sistematis dan
ilmiah dengan tujuan utama kesehatan fisik dan imunisasi yang tinggi.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa olahraga fitness
merupakan olahraga untuk membakar lemak, membentuk dan membesarkan
massa otot dengan melibatkan latihan beban didukung juga dengan nutrisi
dan suplemen yang seimbang sebagai media tambahan.
2.4
Kerangka Berpikir
Bentuk tubuh manusia merupakan representasi diri yang pertama dan paling
mudah terlihat. Hal ini menyebabkan orang kemudian terdorong untuk
memiliki tubuh yang ideal (Breakey,1997). Bentuk tubuh yang ideal pada diri
seseorang bukan dilihat dari gemuk atau kurusnya tubuh orang tersebut.
39
Pernyataan ini didukung oleh sebuah penelitian yaitu National Institute on
Aging ( dalam Men’s Health, 2004) dengan sampel penelitian para pria.
Hasil dalam penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pria yang bertubuh
kurus tetapi tidak bugar justru memiliki resiko kematian akibat penyakit
jantung yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pria gemuk yang rutin
berolah raga. Tubuh kurus bukan jaminan kesehatan dan yang lebih
utamanya adalah tubuh yang bugar itu lebih menentukan panjang usianya
seseorang ( Men’s Health, 2004).
Seseorang yang memiliki kelebihan berat badan juga bukan termasuk ukuran
tubuh yang ideal. Statistik akibat kegemukan menjelaskan bahwa di. Amerika
Serikat (dalam Adiraga vol.8, 2006) menunjukan bahwa angka kematian
akibat kegemukan mencapai 300.000 jiwa per tahunnya. Atau 822 jiwa
meninggal setiap hari, 34 kematian setiap jam, 1 nyawa setiap 2 menit yang
meninggal akibat dari kegemukan.
Tolak ukur yang paling sering digunakan oleh para pria untuk menilai bentuk
tubuh yang ideal yaitu dapat terlihat dari ketika mereka menampilkan fisik
yang sehat, atletis, besarnya otot tubuh dan bentuk perut yang six pack
(Senda Casillas. 2008).
40
Dalam sebuah studi penelitian di. Amerika Serikat yang melibatkan seribu
pria menghasilkan data, lebih dari 50 % pria mengakui ketidakbahagiaan
dengan tubuh mereka, dan 40 % pria mengakui ingin melakukan ‘chest
implants’ atau operasi penambahan otot di bagian dada, sehingga mereka
bisa mendapatkan otot-otot dada (pectoral) yang sempurna.
(Senda Casillas. 2008).
Jika membicarakan bentuk tubuh maka, hal ini sejalan dengan kepada
kepuasan citra tubuh. Citra tubuh atau body image atau body concenpt
(konsep tubuh atau gambaran tubuh) adalah ide seseorang mengenai
penampilan badannya di hadapan orang lain. Kadang dimasukkan pula
konsep mengenai fungsi tubuhnya (Chaplin,2000).
Menurut Rice (1995) yang dikutip oleh Sukamto (2006), citra tubuh adalah
gambaran mental yang dimiliki seseorang tentang tubuhnya yang meliputi
pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, penilaan-penilaan, sensasi-sensasi,
kesadaran, dan perilaku yang terkait dengan tubuhnya.
Jika dikaji lebih mendalam tentang citra tubuh dan kepercayaan diri hal ini
sejalan searah dengan hasil laporan penelitian The U.S. Surgeon General
(dalam Reps, Juni 2005) yang menyebutkan berbagai alasan seseorang
untuk mengikuti fitness diantaranya fitness mampu meingkatkan
41
optimisme,daya tahan psikologis, dan kepositifan;kreatifitas dan kemampuan
memecahkan masalah;spirit emosional;kemampuan rileks di situasi stress;
dan kepercayaan diri.
Dengan kata lain, bentuk tubuh seseorang itu berkaitan dengan kepercayaan
diri-nya. Kepercayaan diri sangat dibutuhkan didalam kehidupan manusia.
Pada era globalisasi saat ini banyak sekali hal yang mempengaruhi
kehidupan manusia, baik yang positif maupun yang negatif. Manusia dituntut
untuk bisa mengambil keputusan sendiri, mampu mengatasi setiap rintangan
yang terjadi. Setiap orang pasti pernah merasa tidak puas dengan
penampilannya, sehingga berusaha untuk bisa tampil jauh lebih baik.
Penampilan bentuk tubuh yang bagus dan ideal merupakan impian banyak
pria yang mengikuti fitness.
Dari berbagai penjelasan diatas ternyata bentuk tubuh seseorang juga
berjalan sejalan dengan kepercayaan dirinya. Jika seseorang tidak
merasakan adanya kepuasan terhadap citra tubuh yang dimilikinya maka
orang tersebut juga tidak merasakan adanya kepercayaan didalam dirinya.
Namun sebaliknya jika seseorang merasakan kepuasan terhadapa citra
tubuhnya maka kepercayaan didalam dirinya pun semakin meningkat.
42
Gambar 2.1
Kerangka berfikir penelitian
Kepuasan
terhadap
bentuk tubuh
Lebih
percaya diri
Individu yang
mengikuti
fitness
Tidak puasan
terhadap
bentuk tubuh
2.5
Kurang
percaya diri
Hipotesis penelitian
Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah
Hipotesis
: Ada pengaruh yang signifikan antara kepuasan citra
tubuh dengan kepercayaan diri orang yang mengikuti
fitness center.
BAB 3
METODE PENELITIAN
Seperti yang telah dikemukakan pada pendahuluan, yang hendak diteliti
dalam penelitian ini ialah apakah terdapat pengaruh antara kepuasan citra
tubuh terhadap kepercayaan diri orang yang mengikuti fitnes center.
Selanjutnya adalah untuk menjawab pertanyan pada penelitian ini, ada
beberapa hal yang akan dilakukan oleh peneliti.
3.1
Jenis-jenis dan Metode Penelitian
3.1.1 Jenis-jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menekankan
analisisnya pada data-data numerikal atau angka yang diolah dengan metode
statistika. Pada dasarnya, pendekatan kuantitatif dilakukan pada penelitian
inferensial (dalam rangka pengujian hipotesis) dan menyandarkan
kesimpulan hasilnya pada suatu probabilitas kesalahan penolakan hipotesis
nihil.
43
44
Dengan pendekatan kuantitatif akan diperoleh signifikansi perbedaan
kelompok atau signifikansi hubungan antara variabel yang diteliti ( Azwar,
2005:5 ).
Menurut Arikunto (2002) penelitian kuantitatif, sesuai dengan namanya,
banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data,
penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya.
3.1.2 Pendekatan Deduktif
Adapun pendekatan pelitilian yang digunakan adalah pendekatan deduktif .
Pendekatan deduktif adalah proses pendekatan yang berangkat dari
kebenaran umum mengenai suatu fenomena (teori) dan
menggeneralisasikan kebenaran tersebut pada suatu peristiwa atau data
tertentu yang berciri sama dengan femomena yang bersangkutan (prediksi).
Dengan kata lain, deduksi berarti menyimpulkan hubungan yang tadinya tidak
tampak, berdasarkan generalisasi yang sudah ada.
Dan adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode dengan jenis
penelitian korelasional. Seperti yang dijelaskan oleh Azwar (2005:6) yaitu
penelitian yang bertujuan menyelidiki sejauh mana variasi pada satu variabel
45
berkaitan dengan variasi pada satu atau variabel lain berdasarkan koefisien
korelasi.
Menurut Gay (dalam Sevilla, 1993), metode deskriptif adalah kegiatan yang
meliputi pengumpulan data dalam rangka menguji hipotesis atau menjawab
pertanyaan yang menyangkut keadaan pada waktu yang sedang berjalan
dari pokok suatu penelitian. Arikunto (2002) menjelaskan penelitian
kuantitatif ini dalam mengambil kesimpulannya akan lebih baik apabila
hasilnya juga disertai dengan tabel, grafik, bagan, atau tampilan lainnya.
Dengan penelitian korelasional, pengukuran terhadap beberapa variabel
serta saling hubungan diantara variabel-variabel tersebut dapat dilakukan
serentak dalam kondisi yang realistik. Studi korelasional memungkinkan
peneliti untuk memperoleh informasi mengenai taraf hubungan yang terjadi,
bukan hanya mengenai ada tidaknya efek variabel satu terhadap variabel
yang lain.
46
3.2
Definisi Variabel Penelitian
Variabel adalah suatu karakterisktik yang memiliki dua atau lebih nilai atau
sifat yang berdiri sendiri. Menurut Kerlinger dalam Sevilla, et al., 1993:21),
variabel adalah konstruk atau sifat yang diteliti.
Variabel terbagi kedalam dua macam, yaitu variabel bebas (Independent
Variabel ), dalam penelitian ini yang merupakan variabel bebasnya adalah
Kepuasan Citra Tubuh. Sedangkan yang merupakan variabel terikat
(Dependent Variabel), dalam penelitian ini yang merupakan variabel
terikatnya adalah Kepercayaan Diri.
3.2.1 Definisi Konseptual
Definisi konseptual tentang kepercayaan diri yang dijelaskan oleh Lauster
(dalam Apollo, 2005), mengemukakan bahwa kepercayaan diri adalah suatu
sikap atau perasan yakin atas kemampuan sendiri, sehingga individu dapat
memilih hal-hal yang disukainya, tidak terlalu cemas dalam melakukan
tindakan-tindakannyadan bertanggung jawab atas perbuatannya.
Sedangkan definisi konseptual mengenai Citra tubuh dikemukakan oleh Rice
47
(dalam Sukamto, 2006) menjelaskan bahwa citra tubuh yang sehat atau
positif ditandai oleh adanya gambaran mental yang akurat tentang tubuh dan
perasaan-perasaan, penaksiran, serta relasi dengan tubuh yang positif dan
percaya diri.
3.2.2 Definisi Operasional
1. Definisi operasional variabel Kepercayaan Diri adalah skor yang diperoleh
dari skala kepercayaan diri. Variabel kepercayaan diri terdiri atas tiga subvariabel, yaitu :
a. Individu merasa adekuat (yakin terhadap apa yang dilakukan). Hal ini
didasari oleh adanya keyakinan terhadap kekuatan, kemampuan dan
keterampilan yang dimiliki. Individu merasa optimis, cukup berambisi dan
tidak berlebihan.
b. Individu merasa dapat diteriama oleh kelompok. Hal ini didasari oleh
keyakinan terhadap kemampuannya, khususnya dalam hubungan social.
Individu merasa bahwa kelompoknya atau orang lain menyukainya.
c. Memiliki ketenangan sikap. Hal ini didasari oleh adanya keyakinan
terhadap kekuatan dan kemampuannya. Individu merasa tenang
menghadapi berbagai macam situasi.
48
2. Definisi operasional variabel Kepuasan Citra Tubuh adalah skor yang
diperoleh dari skala kepuasan citra tubuh yang terdiri dari tiga sub-variabel,
yaitu :
a. Komponen persepsi, adalah tentang apa yang dipikirkan seseorang
mengenai keadaan tubuhnya. Komponen persepsi merupakan ketepatan
individu dalam mempersepsi atau memperkirakan ukuran tubuhnya.
b. Komponen sikap (subjektif), adalah tentang bagaimana individu menyikapi
keadaan tubuhnya. Komponen sikap berkaitan erat dengan kepuasan
atau ketidakpuasan individu terhadap tubuhnya.
c. Komponen behavioral (tingkah laku) menitik beratkan pada penginderaan
terhadap situasi yang menyebabkan individu mengalami
ketidaknyamanan yang berhubungan dengan penampilan fisik.
3.3
Pengambilan Sampel dan Karakteristik Responden
3.3.1 Populasi
Menurut Gay (dalam Sevilla, et al., 1993:160 ) populasi adalah kelopmpok
yang dijadikan sasaran generalisasi oleh peneliti. Menurut Arikunto (2002)
populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian.
49
Populasi didefinisikan sebagai kelompok subyek yang hendak dikenai
generalisasi hasil penelitian. Sebagai suatu populasi, kelompok subyek ini
harus memiliki ciri-ciri atau karakteristik-karakteristik bersama yang
membedakannya dari kelompok subyek lain (Azwar, 2005:77).
Dan dalam penelitian ini populasi tersebut adalah Tempat Olah Raga Fitnes
dan Aerobic “Ram Boe Born to Sport” yang berlokasi di Ruko Duta Mas
Fatmawati Blok B1 no.35 Jakarta Selatan. Jumlah Populasi di tempat
tersebut berjumlah kurang lebih 250 orang (yang terdaftar sebagai pelanggan
member).
3.3.2 Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi. Karena ia merupakan bagian dari
populasi, tentulah ia harus memiliki ciri-ciri yang dimiliki oleh populasinya
(Azwar, 2005:79). Arikunto (2002) juga menyatakan bahwa sampel adalah
sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.
Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel menggunakan simple
random sampling. Adapun yang dimaksud dengan simple random sampling
adalah
proses
pemilihan
sampel
dimana
seluruh
anggota
populasi
50
mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih. Masing-masing anggota
pada populasi tersebut memiliki kemungkinan (probabilitas) yang sama untuk
dipilih (Kountur, 2005).
Oleh karena semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama
sebagai sampel maka strategi ini sering disebut sebagai prosedur yang
terbaik (Sevilla, dkk, 1993). Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel
sebanyak 70 orang pelanggan fitnes dan aeriboc”Ram Boe Born to Sport”.
Syarat pengambilan sampel secara random meliputi tahap-tahap sebagai
berikut :
1. Menetapkan populasi, populasi disini adalah seluruh pelanggan yang
terdaftar sebagai member di Tempat Olah Raga Fitnes dan Aerobic
“Ram Boe Born to Sport” .
2. Daftar semua anggota populasi, anggota populasi yang terdaftar
sebagai member di Tempat Olah Raga Fitnes dan Aerobic “Ram Boe
Born to Sport” 250 orang akan tetapi pada waktu yang sudah
ditentukan oleh peniliti populasi yang terkumpul hanya berjumlah 100
orang dan diberikan nomor pada setiap elemen populasi yang ada.
3. Lembar-lembar kertas yang kecil digulung dan dimasukan kedalam
wadah kemudian di kocok sesuai dengan jumlah sampel yang
ditentukan sebanyak 70 orang.
51
3.3.3 Karakteristik Responden
Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah :
1.
Pelanggan yang terdaftar sebagi member di tempat olahraga fitnes
dan aeriboc”Ram Boe Born to Sport” Jakarta.
2.
Berjenis kelamin Laki-laki
3.
Usia 18 – 40Tahun
3.4
Metode dan Instrumen Penelitian
3.4.1 Teknik Pengumpulan Data
Menurut Arikunto (2002) metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh
peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Sedangkan yang
dinamakan instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan
oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan
hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap , dan sistematis
sehingga lebih mudah diolah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
adalah self-report dalam bentuk angket.
52
Angket (Arikunto, 2002) adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan
untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang
pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Menurut Feldman (dalam
Sevilla,1993) metode self-report merupakan metode mananyakan seseorang
mengenai tingkah lakunya. Metode self-report dengan kuisioner ini digunakan
karena dinilai mampu menampilkan contoh tingkah laku yang akan diteliti.
Selain itu, subyek terbantu untuk sejujur mungkin menampilkannya.
3.4.2 Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrumen yang berupa model
skala likert Menurut Ryff (1989, dalam Sevilla, et al., 1993:226) instrumen
yang disusun oleh Ryff ini memiliki 6 kategori jawaban yang bersifat
kontinum, mulai dari sangat tidak setuju, tidak setuju, agak tidak setuju, agak
setuju, setuju, dan sangat setuju. Bobot masing-masing jawaban dalam
penelitian ini sebagai berikut :
Tabel 3.1
Bobot masing-masing jawaban di setiap item
JASetuju
WABAN
FAVOURABLE
(+)
3
Sangat
Setuju
Tidak Setuju
4
2
UNFAVOURAB
2 LE ( - )
1
3
53
Sangat Tidak Setuju
1
4
Skala yang digunakan adalah skala model Likert. Item-item pada skala model
Likert disusun berdasarkan keharusan bahwa semua item di dalamnya
mengukur hal yang sama. Dalam skala ini subjek diharuskan memilih
jawaban yang paling menggambarkan dirinya sendiri, bukan pendapat orang
lain.
Skala ini mengukur derajat persetujuan dan ketidaksetujuan (strongly agreestrongly disagree) yang menggambarkan kadar sikap positif dan negatif
subjek terhadap objek sikap. Dalam skala model Likert ini, skor akhir subjek
merupakan skor total dari jawaban pada setiap pertanyaan. Instrumen
pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari :
1. Skala Kepercayaan Diri
Skala ini disusun berdasarkan ciri-ciri orang yang percaya diri menurut
Guilford(dalam Appolo,2005). Penyusunan skala bermula dari adaptasi ciriciri orang yang percaya diri menurut Guilford penelitian yang dilakukan
untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi sampel yang dijadikan
penelitian dalam skripsi ini. Adapun rincian butir item terdapat dalam blue
print berikut ini:
54
Tabel 3.2
Blue Print Kepercayaan Diri
Indikator
Item
Favorebel
Unfaforebel
Jumlah
44,46
45,47
4
sesuatunya sendiri
48,50,52
49,51,53
6
3. mampu berkomunikasi dengan
baik
54,56,58
55,57,59
60,62,64,66,68
61,63,65,67,69
70,72
71,73
74,76
75,77
78,80
79,81
1. Berani mengambil resiko
Ciri-ciri Kepercayaan Diri
2. Berusaha mengerjakan segala
6
4. Mempunyai pemikiran yang logis,
kritis dan gagasan yang baik
10
5. Mendahulukan kepentingan
bersama
4
6. Mampu menerima pendapat
orang lain dengan baik
7. Menampilakan diri yang apa
adanya
8. Tidak mudah dipengaruhi orang
4
4
55
2. Skala Citra Tubuh
Skala ini disusun berdasarkan komponen Citra tubuh Menurut Thomson
(1998). Penyusunan skala bermula dari adaptasi komponen Citra tubuh
Menurut Thomson penelitian yang dilakukan untuk kemudian disesuaikan
dengan kondisi sampel yang dijadikan penelitian dalam skripsi ini. Adapun
rincian butir item terdapat dalam blue print berikut ini :
Tabel 3.3
Blue Print Komponen Citra Tubuh
Item
Komponen Citra Tubuh
Indikator
Jumla
Faforebel
Unfaforebel
h
1,3
2,4
4
5,7
6,8
4
1. Ketepatan memperkirakan ukuran tubuh
2. Bentuk tubuh kesesuaian terhadap
penampilan
56
3. Kepuasan terhadap tubuh
9,11,13
10,12,14
6
15,17
16,18
4
19,21,23
20,22,24
6
25,26,27
35,36,37
6
28,29,30,31
38,39,40
7
32,33,34
41,42,43
6
4.Kecemasan terhadap penampilan tubuh
5. Usaha meningkatkan kebugaran
6. Usaha untuk menjaga kesehatan
7. Usaha mengatur pola makan dan hidup
sehat
8. Memperhatikan pada berat badan
3.5
Uji Coba Instrumen Penelitian
Sebelum dilakukan penelitian sebenarnya, peneliti melakukan pengujian
validitas dan reliabilitas alat (try out) terhadap instrumen penelitian, dengan
menggunakan sampel yang tidak sesungguhnya yang berjumlah 30 orang,
tetapi memiliki karakteristik yang sama dengan sampel penelitian. Sampel try
57
out diambil dari daerah wilayah ciputat yang berjenis kelamin laki-laki dan
mengikuti fitness center dengan taraf tingkatan usia sesuai dengan sampel
aslinya.
3.6
Teknik Pengolahan dan Analisa Data
Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisa statistik, yaitu :
1. Statistik Deskriptif
Digunakan untuk mengolah gambaran umum responden. Analisa deskriptif
memberikan informasi mengenai sekumpulan data dan mendapatkan
gagasan untuk keperluan analisi selanjutnyadengan mencari Mean, Modus,
dan Mediannya.
2. Uji Validasi
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan
atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih
mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti
memiliki validitas rendah (Arikunto, 2002). Validitas skala dilakukan dengan
mengkorelasikan antar skor masing-masing item dengan skor total. Rumus
yang digunakan adalah teknik analisis korelasi product moment dari Pearson.
Untuk perhitungannya peneliti menggunakan rumus Korelasi Product Moment
sebagai berikut :
58
Keterangan :
rxy
= Angka indeks korelasi product moment
N
= Jumlah responden
∑xy
= Jumlah hasil perkalian antara skor x dan y
∑y
= Jumlah seluruh skor total
∑x
= Jumlah skor item
Uji coba terhadap 44 item dari instrumen Kepercayaan diri menghasilkan 25 item
yang valid. Sedangkan 19 item lainnya tidak valid. Instrumen kepercayaan diri
menghasilkan nilai α (alpha)0.8516 sedangkan r.tabel memiliki nilai 0.361dengan
taraf signifikansi 5 %. Seluruh item valid digunakan sebagai alat ukur penelitian.
Adapun nomor-nomor item valid yang digunakan terdapat dalam tabel dibawah ini
59
Tabel 3.4
Revisi Blue Print Kepercayaan Diri
Ciri-ciri Kepercayaan Diri
Indikator
7. Menampilakan diri yang
apa adanya
Item
Favorebel
Unfaforebel
Jumlah
*78,*80
79,81
2
8. Tidak mudah dipengaruhi
1. Berani
resiko
orang
lainmengambil
dan memiliki
kecerdasan emosi yang baik
*44,*46
82,*84,*86
*45,47
83,*85,87
3
3
2. Berusaha mengerjakan
segala sesuatunya sendiri
48,*50,*52
49,*51,*53
4
3. mampu berkomunikasi
dengan baik
54,*56,*58
55,57,59
2
*60,*62,*64,*66,68
*61,63,*65,67,*69
7
*70,72
71,*73
2
74,*76
75,*77
2
4. Mempunyai pemikiran
yang logis, kritis dan
gagasan yang baik
5. Mendahulukan
kepentingan bersama
6. Mampu menerima
pendapat orang lain dengan
baik
60
*item valid
Uji coba terhadap 43 item dari instrumen kepuasan citra tubuh menghasilkan 20 item
yang valid. Sedangkan 23 item lainnya tidak valid. Instrumen kepuasan citra tubuh
menghasilkan nilai α.8203 (alpha) sedangkan r.tabel memiliki nilai 0.361dengan
taraf signifikansi 5 %. Seluruh item valid digunakan sebagai alat ukur penelitian.
Adapun nomor-nomor item valid yang digunakan terdapat dalam tabel dibawah ini.
Tabel 3.5
Revisi Blue Print Kepuasan Citra Tubuh
Item
Indikator
Faforebel
Unfaforebel
Jumlah
1,*3
*2,4
2
5,*7
6,8
1
9,*11,13
10,*12,14
2
15,17
*16,18
1
19,21,23
*20,*22,24
2
1. Ketepatan memperkirakan ukuran tubuh
Komponen Citra Tubuh
2. Bentuk tubuh kesesuaian terhadap
penampilan
3. Kepuasan terhadap tubuh
4.Kecemasan terhadap penampilan tubuh
5. Usaha meningkatkan kebugaran
61
6. Usaha untuk menjaga kesehatan
*25,26,27
35,*36,*37
3
*28,29,*30,*31
*38,*39,*40
6
*32,*33,34
*41,42,43
3
7. Usaha mengatur pola makan dan hidup
sehat
8. Memperhatikan pada berat badan
*item valid
3. Uji Reliabilitas
Saifuddin Azwar (2005) mengatakan bahwa reliabilitas adalah konsistensi
atau kepercayaan hasil ukur, yang mengandung makna kecermatan
pengukuran, atau dengan kata lain menunjukkan sejauh mana suatu alat
ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Reliabilitas menunjuk pada satu
pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan
sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik.
Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan
data yang dapat dipercaya juga (Arikunto, 2002). Uji reliabilitas pada skala
kepuasan citra tubuh dan Kepercayaan diri dilakukan dengan menggunakan
Alpha Cronbach dengan rumus sebagai berikut:
62
Keterangan :
α
= Koefisisen reliabilitas
Sx2 = Varians skor tes
S22 = Varians skor belahan dua
S12 = Varians skor belahan satu
Dari uji reliabilitas skala kepuasan citra tubuh, diperoleh koefisien sebesar
0.8203, sedangkan dari uji reliabilitas skala kepercayaan diri, diperoleh
koefisien sebesar 0.8516 Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa
instrumen penelitian ini reliabel untuk digunakan, sesuai dengan kaidah
Guilford dan pendapat Azwar (2005) bahwa koefisien reliabilitas dikatakan
reliabel adalah yang mendekati 1,00.
63
3.7
Analisis Regresi
3.7.1 Pengertian Regresi dan Tujuan Regresi
Menurut Reksoatmodjo (2007)Analisi regresi dan analisis korelasi
dikembangkan untuk mengkaji dan mengukur hubungan antara dua variabel
atau lebih. Dalam abalisis regresi dikembangkan persamaan estimasi untuk
mendeskripsikan pola atau fungsi hubungan antara variabel-variabel.
Sesuai dengan namanya, persamaan estimasi atau persamaan regresi itu
digunakan untuk mengestimasi nilai dari suatu variabel berdasarkan nilai
variabel lainnya. Variabel yang diestimasi itu disebut variabel dependen (atau
variabel terikat )sedangkan variabel yang diperkirakan memengaruhi variabel
dependen itu disebut variabel independen (atau variabel bebas).
(Reksoatmodjo, 2007)
Di samping untuk mengestimasi, analisis regresi juga digunakan untuk
mengukur tingkat ketergantungan (dependability) dari estimasi itu. Upaya
mengestimasi atau mempredikisi lazimnya diawali dengan mengatakan
eksperimen. Analisis regresi dan analisis korelasi memiliki implikasi yang luas
dalam berbagai situasi. Analisis regresi mendeskripsikan hubungan
antarvariabel sehingga dapat digunakan untuk mengestimasi kecenderungan
di masa mendatang berdasarkan data masa lalu dan masa kini
(Reksoatmodjo ,2007)
64
Sedangkan menurut Nurgiyantoro (2002) Untuk mengetahui apakah suatu
gejala atau variabel dapat dipergunakan untuk memprediksikan gejala-gejala
atau variabel-variabel yang lain, dilakukan uji statistik dengan
mempergunakan teknik analisis regresi.
Masih menurut Nurgiyantoro (2002) Tujuan pembuatan garis regresi adalam
untuk memprediksikan harga variabel kriterium berdasarkan harga variabel
prediktor dengan kesalahan yang sekecil mungkin. Tujuan itu dapat
dinyatakan terwujud jika kesalahan prediksi itu sama dengan nol. Kesalahan
prediksi inilah yang disebut sebagai residu. Selain itu, suatu prediksi
dikatakan efisien jika jumlah kuadrat residu adalah minimal atau paling kecil.
3.7.2 Hakikat Regresi
Analisis regresi sebenarnya kependekan dari variabel varians garis regresi,
yaitu analisis terhadap garis regresi. Ia dimaksudkan untuk menguji
signifikansi garis regresi yang diperoleh. Dengan demikian, sebagaimana
analisis varians, hasil analisis regresi juga akan menghasilkan rasio F.
Menurut Nurgiyantoro (2002).
65
3.8
Prosedur Penelitian
3.8.1 Tahap Persiapan
Pada tahap ini dilakukan penentuan variabel penelitian, perumusan masalah,
dan pelaksanaan studi pustaka untuk mendapatkan gambaran dan landasan
teori yang tepat mengenai variabel penelitian. Selanjutnya dilakukan
penyusunan instrumen penelitian dan dilakukan uji coba instrumen (try out)
dengan uji coba 30 orang responden untuk menghasilkan instrumen yang
valid dan reliabel.
3.8.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian
Pada tahap ini peneliti mulai melakukan penelitian dengan menyebarkan
instrumen kepada sampel yang telah ditentukan yaitu menyebarkan 70
angket kepada 70 reponden yang sudah di tetapkan yaitu yang terdaftar
sebagai pelanggan di tempat olahraga fitnes dan aeriboc”Ram Boe Born to
Sport” Jakarta. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dan diolah sehingga
menghasilkan sebuah kesimpulan yang disusun dalam laporan penelitian.
BAB 4
HASIL PENELITIAN
4.1
Gambaran Umum Responden
4.1.1 Karakteristik responden usia di setiap wilayah
Penelitian ini seluruh responden berjenis kelamin sejenis yaitu laki-laki.
Penelitian ini dilakukan di tempat Olah Raga Fitnes dan Aerobic “Ram Boe
Born to Sport” yang berlokasi di. Ruko Duta Mas Fatmawati Blok B1 no.35
Jakarta Selatan. Berdasarkan taraf usia peneliti membaginya kedalam tiga
kategori kemudian diperoleh hasil bahwa usia 18- 20 tahun terdiri 19 orang
reponden (27.14%) , usia 21-25 tahun terdiri 20 orang reponden (28.57%),
usia 26-30 tahun terdiri 16 orang reponden (22.86%), dan usia 31- 40 tahun
terdiri 15 orang responden (21.43%). Pada Tabel 4.1 berikut disajikan data
karakteristik responden berdasarkan kategori usia.
Tabel 4.1
Taraf Usia
Karakteristik responden berdasarkan taraf usia
Karakterisitik
Frekuensi
Presentase
18-20 tahun
19 reponden
27.14 %
21-25 tahun
20 responden
28.57 %
26-30 tahun
16 responden
22.86 %
31-40 tahun
15 responden
21.43 %
Jumlah
70 responden
100 %
66
67
Dari tabel diatas menunjukan bahwa dari masing – masing kategori taraf usia
jumlahnya tidak sama besar. Sehingga total keseluruhan menjadi 70 orang
reponden (100.00%) yang tersebarakan di tempat Olah Raga Fitnes dan
Aerobic “Ram Boe Born to Sport” Fatmawati, Jakarta Selatan.
4.1.2 Kepuasan citra tubuh pada seluruh responden
Dalam penelitian ini terdapat tiga kategori untuk menggambarkan kepuasan
citra tubuh yaitu, tinggi, sedang, dan rendah. Untuk menyatakan responden
berada dalam satu kategori kepuasan citra tubuh, dilakukan penghitungan
dengan formula berikut:
X > M + 1SD
Tinggi
M + 1SD < X < M - 1SD
Sedang
X < M - 1SD
Rendah
Berikut ini penjelasan hasil perhitungan karakterisitik reponden atas skala
kepuasan citra tubuh.
Tabel 4.2
Hasil Kategori Kepuasan Citra Tubuh
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
Tinggi
15
21.4
21.4
21.4
Sedang
44
62.9
62.9
84.3
Rendah
11
15.7
15.7
100.0
Total
70
100.0
100.0
68
Dari data diatas dijelaskan bahwa 15 responden (21.4%) memiliki kategori
tinggi, 44 responden (62.9%) memiliki kategori sedang, sedangkan sisanya
11 (15.7%) responden memiliki kategori rendah.
Gambar 1
Kategori Kepuasan Citra Tubuh
Rendah
Tinggi
Sedang
4.1.3 Karakteristik responden berdasarkan kepercayaan diri
Terdapat tiga kategori kepercayaan diri yang menjadi acuan untuk
mengelompokkan responden dalam penelitian ini, yaitu tinggi, sedang, dan
rendah. Untuk menyatakan responden berada dalam satu kategori
kepercayaan diri, dilakukan penghitungan dengan formula berikut:
69
X > M + 1SD
Tinggi
M + 1SD < X < M - 1SD
Sedang
X < M - 1SD
Rendah
Tabel 4.3
Hasil kategori Kepercayaan Diri
Cumulative
Frequency
Valid
Tinggi
Percent
Valid Percent
Percent
9
12.9
12.9
12.9
Sedang
47
67.1
67.1
80.0
Rendah
14
20.0
20.0
100.0
Total
70
100.0
100.0
Dari tabel tersebut diketahui bahwa sebesar 12.9% atau 9 orang responden
terkategorikan kepercayaan diri tinggi, 67.1% atau 47 orang memiliki
kepercayaan diri yang sedang, dan 20.0% atau 14 orang memiliki
kepercayaan diri rendah.
Gambar 2
Kategori Kepercayaan Diri
Rendah
Tinggi
Sedang
70
4.2
Uji Persyaratan
Uji persyaratan adalah penghitungan yang dilakukan sebelum melakukan
analisa data yang lebih mendalam. Uji persyaratan yang dilakukan terdiri dari
uji normalitas dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 14.00.
4.2.1 Uji normalitas
Jika data yang dianalisis berskala interval pada umumnya mengikuti asumsi
distribusi normal. Namun tidak mustahil suatu data tidak mengikuti asumsi
normalitas. Uji normalitas dilakukan untuk membuktikan bahwa sebaran data
sudah bisa dikatakan normal atau mendekati normal. Uji normalitas sampel
atau menguji normal tidaknya sampel adalah dengan mengadakan pengujian
terhadap normal tidaknya sebaran data yang akan dianalisis (Arikunto, 2006).
Dengan demikian, uji normalitas data dan uji varians adalah hal yang lazim
dilakukan sebelum sebuah metode statistik diterapkan.
Adapun uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji ShapiroWilk. Uji Shapiro-Wilk adalah salah satu cara untuk menguji goodness of fit
(keselarasan). Dalam hal ini digunakan untuk menentukan apakah distribusi
frekuensi pengamatan dari suatu variabel secara signifikan berbeda dari yang
diharapkan atau distribusi frekuensi teoritis. Sehingga hipotesis statistiknya
71
adalah distribusi frekuensi hasil pengamatan bersesuaian dengan distribusi
frekuensi harapan (teoritis) (Sevilla et.al., 1993).
Table 3.4
Hasil tests of normality
Shapiro-Wilk
Statistic
df
Sig.
Kepuasan Citra Tubuh
.971
70
.109
Kepercayaan Diri
.990
70
.871
* This is a lower bound of the true significance.
a Lilliefors Significance Correction
Hasil penghitungan uji normalitas, variable kepuasan citra tubuh dan
kepercayaan diri, dihitung dengan menggunakan teknik Shapiro-Wilk,
dihasilkan nilai signifikansi probabilitas sebesar 0.109 pada vaiabel kepuasan
citra tubuh dan 0. 871 pada variabel Kepercayaan diri. Karena nilai
signifikansi probabilitas yang dihasilkan kedua variabel, di atas 0,05 maka
sebaran data pada kedua variabel berdistribusi normal. Hasil uji normalitas
juga dapat dilihat pada gambar grafik Q.Q. Plot di bawah ini;
72
Gambar . 3
Gambar Q.Q Plot kepuasan citra tubuh
3
2
1
0
-1
-2
-3
100
110
120
130
140
150
160
Gambar 4
Gambar Q.Q Plot kepercayaan diri
3
2
1
0
-1
-2
-3
110
120
130
140
150
160
170
Kedua gambar di atas memperlihatkan bahwa sebaran data variabel
73
kepuasan citra tubuh dan kepercayaan diri dengan taraf nilai signifikansi
probabilitas sebesar 0.109 kepuasan citra tubuh dan 0. 871 pada variabel
Kepercayaan diri berada di sekitar garis uji yang mengarah ke kanan atas.
Dengan demikian, data tersebut dapat dikatakan normal.
4.3 Uji Hipotesis
Hasil penghitungan uji hipotesis dengan menggunakan teknik Pearson’s
menghasilkan nilai r hitung sebesar 0.369. Sementara nilai r table dengan n
70 pada taraf signifikansi 5% adalah sebesar 0.235. berikut ini table yang
menjelaskan hasil korelasinya
Table 4.5
Hasil korelasi teknik Pearson’s product moment
Kepuasan Citra Tubuh
Kepuasan Citra
Kepercayaan
Tubuh
Diri
Pearson Correlation
1
.369(**)
Sig. (2-tailed)
.
.002
70
70
.369(**)
1
.002
.
70
70
N
Kepercayaan Diri
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Keputusan : H0 diterima jika r hitung < r tabel
74
Dari table diatas dapat dijelaskan bahwa nilai r hitung (0.369) > r table
(0.235), maka hipotesis nihil (H0) yang menyatakan bahwa tidak terdapat
pengaruh yang signifikan antara Kepuasan Citra Tubuh dan Kepercayaan Diri
ditolak.
Dengan demikian hipotesis alternatif (H1) yang menyatakan bahwa terdapat
pengaruh yang signifikan antara Kepuasan Citra Tubuh dan Kepercayaan Diri
diterima. Arah pengaruh yang didapat adalah positif yang bermakna bahwa
semakin baik kepuasan citra tubuh seseorang akan meningkatkan
kepercayaan dirinya.
Tabel 4.6
Uji korelasi descriptive Statistics
Mean
Std. Deviation
N
Kepuasan Citra Tubuh
130.6143
10.29041
70
Kepercayaan Diri
138.4429
10.98172
70
Dari table diatas maka dapat dijelaskan bahwa hasil mean kepuasan citra
tubuh adalah 130.6143 dengan std deviation 10.29041. Sedangkan nilai
mean kepercayaan diri adalah 138.4429 dengan std deviation 10.98172.
4.4 Uji Regresi
Setelah diketahui nilai korelasi antara variable kepuasan citra tubuh dan
kepercayaan diri, kemudian dilakukan penghitungan analisis regresi.
75
Tahapan pertama penghitungan analisis regresi adalah melakukan
penghitungan nilai R Square untuk mengetahui seberapa besar sumbangsih
variable kepuasan citra tubuh terhadap variable kepercayaan diri. Hasilnya
disajikan pada tabel berikut;
Table 4.7
Hasil regresi model Summary
Model
1
R
R Square
.369(a)
.137
Adjusted R
Std. Error of
Square
the Estimate
.124
10.27942
a Predictors: (Constant), Kepuasan Citra Tubuh
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai R Square yang didapat
adalah sebesar 0.137. Hal ini berarti bahwa variabel kepuasan citra tubuh
memberikan sumbangsih sebesar 13.7% bagi perubahan variabel
Kepercayaan Diri. Dengan demikian terdapat 86.3% variabel lain selain
Kepuasan Citra Tubuh yang tidak terukur dalam penelitian ini, yang dapat
memberikan perubahan variabel Kepercayaan Diri.
Setelah diketahui nilai r square signifikansi sumbangsih Kepuasan Citra
Tubuh terhadap Kepercayaan Diri, kemudian dilakukan penghitungan Anova
(uji linearitas) untuk mengetahui apakah model persamaan garis regresi yang
dipergunakan tepat diterapkan dalam perhitungan regresi ini.
76
Table 3.8
Hasil uji linearitas (Anova)
Model
1
Regression
Sum of
Squares
1135.950
Residual
7185.322
df
Total
8321.271
a Predictors: (Constant), Kepuasan Citra Tubuh
b Dependent Variable: Kepercayaan Diri
1
Mean Square
1135.950
68
105.666
F
10.750
Sig.
.002(a)
69
Hasil penghitungan menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar (10.750),
sementara nilai F tabel sebesar (3.99 dengan df 1 dan 68). Karena nilai F
hitung > F tabel maka dapat disimpulkan bahwa model persamaan garis
regresi yang dipergunakan dalam penelitian ini dapat diterapkan.
Setelah diketahui nilai f hitung untuk menguji persamaan regresi, kemudian
dilakukan penghitungan uji signifikansi konstanta variabel Kepuasan Citra
Tubuh. Hasilnya disajikan pada tabel Coefficients(a) berikut;
Table 4.9
Hasil Coefficients(a)
Unstandardized
Coefficients
Model
1
(Constant)
Kepuasan Citra Tubuh
Standardized
Coefficients
B
86.942
Std. Error
15.755
.394
.120
t
Sig.
Beta
.369
5.518
.000
3.279
.002
a Dependent Variable: Kepercayaan Diri
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa nilai t hitung sebesar(3.279 )
yang didapat pada variabel Kepuasan Citra Tubuh. Sedangkan nilai t tabel
sebesar (2.000) pada taraf signifikansi 5% dengan df 68 (n – 2 = 70 - 2).
77
Nilai t hitung yang didapat > t tabel, maka dapat disimpulkan bahwa
Kepuasan Citra Tubuh memberikan dampak perubahan yang signifikan
terhadap Kepercayaan Diri seseorang.
BAB 5
KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN
5.1.
Kesimpulan
Dari berbagai penjelasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka
kesimpulan yang dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah r hitung (0.369)
> r table (0.235). Maka hipotesis nihil (H0) yang menyatakan bahwa tidak
terdapat pengaruh yang signifikan antara Kepuasan Citra Tubuh dan
Kepercayaan Diri ditolak.
Dengan demikian hipotesis alternatif (H1) yang menyatakan bahwa terdapat
pengaruh yang signifikan antara Kepuasan Citra Tubuh dan Kepercayaan Diri
diterima.
Artinya dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat arah pengaruh
yang didapat adalah positif yang bermakna bahwa semakin baik kepuasan
citra tubuh seseorang akan meningkatkan kepercayaan dirinya.
77
78
5.2
Diskusi
Penelitian ini memiliki nilai hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat
pengaruh positif yang signifikan antara kepuasan citra tubuh dengan
kepercayaan diri seseorang yang mengikuti fitness center. Itu artinya semakin
baik kepuasan citra tubuh seseorang maka akan meningkatkan kepercayaan
dirinya pula.
Penelitian ini seluruh responden berjenis kelamin sejenis yaitu laki-laki.
Penelitian ini dilakukan di tempat Olah Raga Fitnes dan Aerobic “Ram Boe
Born to Sport” yang berlokasi di. Ruko Duta Mas Fatmawati Blok B1 no.35
Jakarta Selatan. Berdasarkan taraf usia peneliti membaginya kedalam tiga
kategori kemudian diperoleh hasil bahwa usia 18- 20 tahun terdiri 19 orang
reponden (27.14%) , usia 21-25 tahun terdiri 20 orang reponden (28.57%),
usia 26-30 tahun terdiri 16 orang reponden (22.86%), dan usia 31- 40 tahun
terdiri 15 orang responden (21.43%).
Dan untuk menggambarkan mengenai kepuasan citra tubuh dalam penelitian
ini menghasilkan bahwa 15 responden (21.4%) memiliki kategori tinggi,
44 responden (62.9%) memiliki kategori sedang, sedangkan sisanya 11
(15.7%) responden memiliki kategori rendah. Sedangkan pada kepercayaan
diri menghasilkan 12.9% atau 9 orang responden terkategorikan kepercayaan
79
diri tinggi, 67.1% atau 47 orang memiliki kepercayaan diri yang sedang, dan
20.0% atau 14 orang memiliki kepercayaan diri rendah. Dari data di atas
menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Kepuasan Citra
Tubuh dan Kepercayaan Diri. Terdapat arah yang positif yang bermakna
bahwa semakin baik kepuasan citra tubuh seseorang akan meningkatkan
kepercayaan dirinya.
Menurut Rice (dalam Sukamto,2006), citra tubuh yang sehat atau positif
ditandai oleh adanya gambaran mental yang akurat tentang tubuh dan
perasaan-perasaan, penaksiran, serta relasi dengan tubuh yang positif dan
percaya diri. Citra tubuh yang sehat merupakan salah satu perwujudan dari
harga diri yang positif.
Jika dikaji lebih mendalam tentang citra tubuh dan kepercayaan diri hipotesis
dalam penelitian ini dapat dikatakan sejalan searah dengan hasil laporan
penelitian yang dilakukan oleh The U.S. Surgeon General (dalam Reps, Juni
2005) yang menyebutkan berbagai alasan seseorang untuk mengikuti fitness
diantaranya fitness mampu meningkatkan optimisme,daya tahan psikologis,
dan kepositifan;kreatifitas dan kemampuan memecahkan masalah;spirit
emosional;kemampuan rileks di situasi stress;citra diri dan kepercayaan diri.
Lebih lanjut, fitnes terbukti bisa menurunkan banyak simptom fisik akibat
stress, beberapa diantaranya lebih efektif ketimbang obat medis.
80
Kemampuan fitnes menurunkan tekanan darah lebih baik dari obat
penenang. Fitnes bisa menurunkan tedak jantung serta tekanan darah.
Fitness juga mampu membuat seseorang menjadi lebih sehat dan aktif. Serta
mempunyai mobilitas fisik yang tinggi. Secara psikologis dapat meningkatkan
harga diri dan kepercayaan diri, dibandingkan dengan orang yang jarang,
malas, atau tidak pernah olahraga.
Menurut Melliana (2006) citra tubuh merupakan fondasi dasar dari
keseluruhan kepribadian manusia. Citra tubuh mempunyai dua komponen
cara berfikir, yaitu cara berfikir positif dan cara berfikir negatif.
Dan tidak jarang setiap orang pasti pernah merasa tidak puas dengan
penampilannya, sehingga berusaha untuk bisa tampil jauh lebih baik.
Penampilan bentuk tubuh yang bagus dan ideal merupakan impian banyak
pria yang mengikuti fitness.
Dengan keadaan yang seperti itu, maka tidaklah heran bila kemudian fitness
center mulai berkembang di tengah-tengah gaya hidup perkotaan.
Bermacam-macam tujuan untuk datang ke fitness center. ada yang ingin
81
bugar, ingin sedikit lebih gemuk, ingin kurus, dan ingin mendapatkan bentuk
tubuh yang ideal.
Dari berbagai penjelasan diatas, bentuk tubuh seseorang juga berjalan
sejalan dengan kepercayaan dirinya. Jika seseorang tidak merasakan
adanya kepuasan terhadap citra tubuh yang dimilikinya maka orang tersebut
juga tidak merasakan adanya kepercayaan didalam dirinya. Namun
sebaliknya jika seseorang merasakan kepuasan terhadapa citra tubuhnya
maka kepercayaan didalam dirinya pun semakin meningkat.
5.3
Saran
Berdasarkan metodologi serta hasil penelitian yang telah diperoleh, peneliti
memberikan saran untuk penelitian berikutnya. Berikut ini saran yang
diajukan oleh peneliti untuk penelitian berikutnya :
1) Dalam penelitian ini sampel yang digunakan hanya di satu tempat
fitness center diwilayah Fatmawati, Jakarta Selatan untuk penelitian
yang akan datang penulis menyarankan agar melakukan penelitian
dengan tempat fitnes center yang lebih banyak di berbagai wilayah
sehingga sampel yang digunakan juga semakin banyak.
82
2) Dalam penelitian ini sample yang digunakan hanya pria yang
mengikuti fitnes center untuk penelitian selanjutnya peneliti
menyarankan agar sample yang digunakan berjenis kelamin
perempuan agar bisa lebih manambah keilmuan psikologi yang
berkaitan dengan kepuasan citra tubuh dengan kepercayaan diri.
3) Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sample dengan usia
dewasa awal ada baiknya dalam penelitian selanjutnya menggunakan
sample dengan usia remaja awal sampai remaja akhir yang mengikuti
fitness agar dapat dijadikan perbandingan dengan penelitian ini dalam
kaiatannya dengan kepuasan citra tubuh dan kepercayaan diri.
83
Daftar Pustaka
Adiraga. 2006. Body Building Fitness Life Styles Magazine (Vol.08)
.Jakarta : Adi Raga Majalah.
Angelish Barbara De, Ph.D. 2003.
Confidence Percaya Diri Sumber Sukses dan Kemandirian.
Jakarta:PT.Gramedia Pustaka Utama.
Apollo (Jurnal Psikologi Tabularasa. Vol. 3). 2005.
Hubungan antara Kepercayaan Diri dengan Prestasi Belajar Siswa.
Jakarta : LIPI.
Arikunto Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktek
edisi revisi V. Jakarta : PT.Rineka Cipta.
Azwar Saifuddin, MA.2005. Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka
Pelajar.
Barry Sears.2009. Jaga Kebugaran di Gym.http://gayanyasaja
Chaplin. J.P.2000. Kamus Lengkap Psikologi. Penerjemah : Dr. Kartini
Kartono. Jakarta :PT. Raja Grafindo Persada.
Febe Ida S.2009. fitness-tak-kenal-usia.
http://spiritfitnesscenter.blogspot.com.
Ghufron, M.Nur et al.2010. Teori-teori Psikologi. Jogjakarta:Ar-Ruzz
Media.
Indiyah (Psikonomi. No.1 Tahun I, Juli). 1998.Hubungan Antara
kepercayaan diri dengan kecemasan pada narapidana menjelang
masa bebas. Fakultas Psikologi Universitas Wangsa Manggala.
Luxori Yusuf. 2005. Percaya Diri. Jakarta : Khalifa.
Mappiare Andi AT. 2002. Pengantar Konselinng dan Psikoterapi.
Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Men’s Health Indonesia. 2004. Pria Aktif Modern (no.6).
Jakarta : PT. Media Favorit Internasional.
84
Melliana Annastasia.2006.Menjelajah Tubuh Perempuan dan Mitos
Kecantikan. Yogyakarta : LKIS.
Munandar, Ashar Sunyoto. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi.
Jakarta : Universitas Indonesia (UI-Press).
Norman K. 2005. Fitness & Healty Lifestyle(Fitness demi otak dan mental).
Jakarta : majalah reps Sportisi Indonesia.
Nurgiyantoro Burhan, et al. 2002. Statistik Terapan Untuk Penelitian Ilmuilmu Sosial . Yogyakarta : Gajah Mada University Press
Ariesta Dolphina.2005. Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Intensitas
Berolahraga Pada Pria Dewasa Muda http://digilib.gunadarma.ac.id/
Reksoatmodjo N Tedjo. 2007. Statistika Untuk Psikologi dan Pendidikan.
Bandung : PT. Refika Aditama.
Sangkala, SDW Candra.2010. Berdamai dengan Diri Sendiri. Jogjakarta:
DIVA Press.
Senda Casillas.2008. Mengenal Gangguan Citra Tubuh pada Kaum Pria.
http://www.healthplace.com/tipe_bigorexia.asp.html.
Sevilla, et al.,.1993. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta : UI-Press.
Shaleh Abdul Rahman & Muhbib Abdul Wahab.2004.
Psikologi Suatu Pengantar : Dalam Persfektif Islam. Jakarta :
Prenada Media.
Siska, Sudarjo dan Purnamaningsih (Jurnal Psikologi. No.2 67-61).
2003. Kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi interpersonal
pada mahasiswa.Yogyakarta : Universitas Gajah mada.
Slamet Wiharto.2008. kemajuan-olahraga-fitness-di-indonesia.
http://slamet-wiharto.blogspot.com
85
Sukamto Monique Elizabeth (Anima Indonesian Psychological
Journal. Vol.21). 2006. Citra Tubuh Perempuan di Media Massa.
Surabaya : Fakultas Psikologi Universitas Surabaya.
Thompson J. Kevin. 1998. Exacting Beauty Theory, Assessment, and
Treatment of Body Image Disturbance. Washington DC :American
Psychological Association.
Thompson J Kevin. Body Image, Eating Disorder, and obesity an
Integrative Guide for Assessment and Treatment. Washington DC
:American Psychological Association.
Patti Britton.2007. BodyImageAdalahGambaran Mental Seseorang.
http://www.forumbinaraga.com
Uqshari Yusuf.2005. Percaya Diri Pasti!. Jakarta : Gema Insani.
86
Website Website
Barry Sears.2009. Jaga Kebugaran di Gym.
http://gayanyasaja.com
Patti Britton.2007. BodyImageAdalahGambaran Mental Seseorang.
http://www.forumbinaraga.com
Febe Ida S.2009. fitness-tak-kenal-usia.
http://spiritfitnesscenter.blogspot.com.
Senda Casillas.2008. Mengenal Gangguan Citra Tubuh pada Kaum Pria.
http://www.healthplace.com/tipe_bigorexia.asp.html.
Slamet Wiharto.2008. kemajuan-olahraga-fitness-di-indonesia.
http://slamet-wiharto.blogspot.com.
Ariesta Dolphina.2005. Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan
Intensitas Berolahraga Pada Pria Dewasa Muda
http://digilib.gunadarma.ac.id/
87
1. http://gayanyasaja.com.2009. Jaga Kebugaran di Gym. Barry Sears.
2. http://www.forumbinaraga.com.2007.BodyImageAdalahGambaran
Mental Seseorang.Patti Britton.
3. http://spiritfitnesscenter.blogspot.com/2009/05/fitness-tak-kenalusia.html. Febe Ida S
4. http://www.healthplace.com/tipe_bigorexia.asp.html.2008.Mengenal
Gangguan Citra Tubuh pada Kaum Pria. Senda Casillas.
5. http://slamet-wiharto.blogspot.com.2008.kemajuan-olahraga-fitness-diindonesia.html .Slamet Wiharto
6. http://digilib.gunadarma.ac.id/ Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan
Intensitas Berolahraga Pada Pria Dewasa Muda. Ariesta Dolphina.2005.
Lampiran .3 Angket ( Try Out)
Salam Hormat,
Saya Julhairman Agung Nugraha mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta ingin meminta kesediaan Saudara
untuk mengisi angket ini. Angket berjudul “Pengaruh Kepuasan Citra Tubuh Terhadap Kepercayaan Diri Orang
Yang Mengikuti Fitness Center ” ini tidak menilai benar dan salah, Saya mengharapkan Saudara menjawab
dengan sejujur-jujurnya dan tidak ada jawaban yang terlewatkan. Karena jawaban Saudara sangat mempengaruhi
hasil penelitian ini.
Sebelum Saudara mengisi pernyataan-pernyataan dalam angket ini, isilah identitas diri Saudara dibawah ini :
Nama/ Inisial
Usia (tandai X pada kolom)
:
: 18-20 Thn ( )
21-25 Thn ( )
25-30 Thn ( )
30-40 Thn ( )
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih atas kesediaan Saudara telah mengisi angket ini.
Petunjuk pengisian:
SS: Sangat Setuju S: Setuju TS: Tidak Setuju
STS: Sangat Tidak Setuju
Berilah tanda ( √ ) pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan diri Anda.
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
Pernyataan
Kepuasan Citra Tubuh
Saya memeriksa penampilan saya di cermin kapan pun ada
kesempatan
Dari hari ke hari saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada
kesehatan fisik saya
Saya memperhatikan dengan seksama tubuh saya terhadap segala
tanda-tanda adanya penyakit
Saya tidak menyukai penampilan fisik saya
Sebelum saya berada di depan umum, saya selalu memperhatikan
bagaimana penampilan saya
saya merasa risih karena memiliki bentuk dada yang besar
Penting bagi saya untuk selalu tampil menarik
saya merasa kurang percaya diri memiliki dada dan otot yang besar
Saya memiliki daya tarik fisik
Saya menyukai penampilan tubuh saya ketika tanpa busana
Saya menyukai pasnya baju saya pada tubuh saya
Saya tidak menyukai penampilan fisik saya
Penting bagi saya untuk memiliki kekuatan fisik yang baik
Kesehatan saya tidak dapat diperkirakan kondisinya, kadangkadang baik dan kadang buruk
.saya mulai merasa was-was jika tubuh saya mulai merasa tidak
enak
saya termasuk orang yang cuek terhadap penampilan tubuh saya
saya merasa takut jika orang lain mengkritik penampilan saya
saya termasuk orang yang malas memperhatikan penampilan tubuh
Setelah saya merasakan gejala penyakit, saya langsung
mengkonsultasikan kesehatan saya
Dari hari ke hari saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada
kesehatan fisik saya
Saya sangat menyadari jika kondisi fisik saya mengalami
perubahan
Saya tidak terlibat dalam program latihan oleh raga secara teratur
Saya menjalani program diet untuk menurunkan berat badan
SS
S
TS
STS
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
Mengikuti kegiatan olah raga tidak penting bagi saya
Saya melakukan berbagai hal untuk meningkatkan kekuatan fisik
saya
Saya senang membaca buku dan majalah yang berhubungan
dengan kesehatan
Saya berusaha meningkatkan stamina fisik saya
Setiap hari saya selalu berusaha untuk olah raga agar tubuh saya fit
Untuk menjaga tubuh saya tidak merokok dan berusaha
menghindar dari lingkungan perokok
Kesehatan yang baik adalah salah satu hal terpenting dalam hidup
saya
Saya secara sengaja membentuk gaya hidup sehat
Saya terus-menerus khawatir gemuk atau menjadi gemuk
saya selalu memperhatikan berat tubuh saya masih ideal atau tidak
saya merasa berat tubuh saya termasuk ideal
Kebugaran fisik yang baik bukan merupakan prioritas utama dalam
kehidupan saya
Saya kurang mampu melakukan olah raga dan permainan yang
melibatkan fisik
saya paling malas jika membicarakan tentang olah raga fisik
saya paling malas untuk menjaga pola makan sehat
menurut saya merokok tidak ada pengaruhnya terhadap kesehatan
tubuh saya
saya malas melakukan hidup pola sehat karena membuat saya
terbatas untuk makan-makanan yang enak
Dari hari ke hari saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada
kesehatan fisik saya
saya tidak pernah peduli akan berat tubuh saya
saya merasa berat tubuh saya tidak berpengaruh terhadap
kepercayaan diri saya
Kepercayaan Diri
Saya tidak pernah takut untuk menghadapi masalah
saya adalah orang yang takut dalam menghadapi masalah
Saya adalah orang yang selalu bertanggung jawab terhadap
masalah yang saya hadapi
Saya orang yang paling tidak mau mengambil resioko tehadap
masalah yang saya hadapi
Selagi saya mampu mengerjakan sendiri saya tidak pernah
merepotkan orang lain
saya adalah orang sangat bergantung kepada teman dekat
saya adalah pria yang mandiri
saya bukanlah pria yang mandiri
kehidupan saya ditentukan oleh saya sendiri
orang tua sayalah yang menentukan kehidupan saya
saya bukan orang yang memilih-milih teman
Saya orang yang sulit bergaul dengan banyak orang
Saya orang yang mampu menyesuaikan diri dilingkunga yang baru
saya bukan orang yang pandai dalam menyesuaikan diri terhadap
lingkungan baru
saya adalah orang yang selalu aktif dalam organisasi
saya lebih senang memiliki teman yang sedikit
Saya adalah orang yang selalu kritis terhadap masalah
Saya paling malas untuk berfikir kritis terhadap masalah
Dalam memecahkan masalah saya harus mampu berfikir secara
logis
Menyelesaikan masalah tidak perlu berfikir logis
saya berusaha untuk terlibat dalam pemecahan masalah yang
terjadi disekitar saya
saya paling tidak suka terlibat dalam menyelesaikan masalah
dilingkungan saya
Saya berusaha menyampaikan saran untuk membantu
menyelesaikan masalaha disekitar saya
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
Jika tidak diminta saya tidak akan memberikan saran terhadap
penyelesaian masalah
Berfikir kritis membuat saya lebih mengetahui hal yang benar dan
yang salah
saya selalu berfikir negatif terhadap segala masalah
Saya tidak suka mencampur adukan urusan pribadi dengan
kepentingan banyak orang
saya lebih mementingkan kebahagiaan sendiri dibandingkan
dengan kebahgaiaan banyak orang
Saya senang jika keberadaan saya bisa bermanfaat untuk
lingkungan
saya tidak senang jika banyak orang yang meminta bantuan kepada
saya
saya adalah orang yang paling senang mendengarkan pendapat
orang lain
saya tidak suka menerima pendapat orang lainndapat orang lain
selagi pendapat orang lain itu baik untuk kepentingan bersama saya
tidak ada masalah
Menurut saya pendapat orang lain itu tidak ada yang baik
saya paling tidak suka berpura-pura dihadapan banyak orang
saya hanya mau menampilkan diri dengan baik terhadap orang
yang berpengaruh banyak dikehidupan saya
saya hanya ingin orang lain menerima apa adanya saya
saya takut orang lain tidak menerima keadaan saya
saya adalah orang tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain
saya sangat mudah dipengaruhi oleh orang lain
saya bukan orang yang gampang marah
saya adalah orang yang mudah marah
saya beusaha bersabar dalam menghadapi masalah
Dalam menghadapi masalah saya suka ceroboh dan tidak berfikir
panjang.
Terima Kasih Atas Bantuan Saudara..
Lampiran 1
Reliability dan Validitas Kepuasan Citra Tubuh
****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******
R E L I A B I L I T Y
Statistics for
SCALE
Mean
130.2000
A N A L Y S I S
-
Variance
75.9586
S C A L E
N of
Std Dev Variables
8.7154
43
Scale
Variance
if Item
Deleted
75.7483
68.2989
69.9954
76.0333
75.0678
74.1885
69.0161
72.9989
74.3092
77.6368
75.0586
74.7828
76.5989
72.7828
76.9713
72.2126
73.7471
73.3609
72.9437
67.9368
76.4782
71.7023
71.3517
77.4989
69.8172
73.8862
74.1379
71.0586
72.3402
72.3172
70.0241
70.5161
72.9713
74.7000
73.4437
71.6506
68.9989
71.3345
69.5816
70.3264
71.4126
74.9471
75.5126
Corrected
ItemTotal
Correlation
-.0198
.4866
.5189
-.0357
.0460
.1671
.5447
.2069
.1272
-.1556
.3803
.3667
-.0927
.1878
-.1289
.3903
.1207
.2146
.1860
.5527
-.1316
.3023
.2551
-.1516
.4096
.1147
.1599
.3432
.1697
.4004
.5594
.3390
.3281
.0717
.1921
.3053
.4817
.3818
.3710
.3810
.3018
.0445
.0033
(A L P H A)
Item-total Statistics
Scale
Mean
if Item
Deleted
VAR00001
127.1000
VAR00002
127.6667
VAR00003
127.2667
VAR00004
127.0333
VAR00005
126.9667
VAR00006
127.1333
VAR00007
126.8667
VAR00008
127.0333
VAR00009
127.0333
VAR00010
127.5333
VAR00011
127.1000
VAR00012
126.9000
VAR00013
126.7667
VAR00014
127.9000
VAR00015
127.1667
VAR00016
127.1667
VAR00017
127.6667
VAR00018
126.8667
VAR00019
127.2333
VAR00020
127.8333
VAR00021
127.2667
VAR00022
127.4333
VAR00023
127.4000
VAR00024
126.8667
VAR00025
127.1000
VAR00026
127.1000
VAR00027
127.0000
VAR00028
126.9000
VAR00029
127.2667
VAR00030
126.6000
VAR00031
126.9000
VAR00032
127.3667
VAR00033
127.1667
VAR00034
127.3000
VAR00035
127.2667
VAR00036
127.0667
VAR00037
127.0333
VAR00038
126.9000
VAR00039
127.0667
VAR00040
127.1333
VAR00041
127.6333
VAR00042
127.1333
VAR00043
127.2667
Reliability Coefficients
N of Cases =
30.0
Alpha
=
.8203
N of Items = 43
86
Alpha
if Item
Deleted
.7410
.7146
.7173
.7390
.7378
.7327
.7144
.7310
.7343
.7533
.7356
.7372
.7445
.7322
.7447
.7273
.7356
.7308
.7322
.7117
.7387
.7263
.7285
.7510
.7200
.7358
.7330
.7241
.7341
.7249
.7166
.7237
.7274
.7370
.7317
.7262
.7161
.7233
.7214
.7217
.7261
.7385
.7397
Lampiran 2
Reliability dan Validitas Kepercayaan Diri
****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******
R E L I A B I L I T Y
Statistics for
SCALE
Mean
136.9333
A N A L Y S I S
-
Variance
79.8575
S C A L E
N of
Std Dev Variables
8.9363
44
Scale
Variance
if Item
Deleted
75.8954
72.0276
73.1448
77.7057
79.2057
81.6782
77.9126
73.5816
72.9759
76.9609
82.5333
78.7920
75.4954
75.4437
72.8333
82.2299
74.0057
72.7920
78.7540
79.4299
71.6782
77.2690
75.2000
79.8575
77.4816
75.5402
74.6023
78.6023
78.3954
73.0161
77.9644
79.4264
77.7989
75.1448
73.9816
81.4989
78.4931
78.3402
77.2690
78.2126
73.3161
75.4816
75.2368
77.3517
Corrected
ItemTotal
Correlation
.3345
.5886
.5552
.1172
.0524
-.2222
.3959
.3491
.4450
.3133
-.1958
.0736
.3189
.2772
.5664
-.2398
.3945
.5343
.3888
.0110
.5145
.3938
.4371
-.0329
.2111
.3713
.3685
.0939
.1341
.5054
.2036
.0123
.3820
.3732
.4366
-.1668
.3647
.0445
.1429
.2082
.4590
.3928
.4518
.2004
(A L P H A)
Item-total Statistics
Scale
Mean
if Item
Deleted
VAR00001
133.9667
VAR00002
133.8000
VAR00003
133.6000
VAR00004
134.1333
VAR00005
133.6333
VAR00006
133.6667
VAR00007
133.8667
VAR00008
133.9333
VAR00009
133.7000
VAR00010
133.7333
VAR00011
133.8667
VAR00012
133.3667
VAR00013
133.7667
VAR00014
133.9333
VAR00015
134.1667
VAR00016
133.6667
VAR00017
134.1667
VAR00018
133.9667
VAR00019
133.9333
VAR00020
133.5333
VAR00021
134.3333
VAR00022
134.2000
VAR00023
133.8000
VAR00024
133.9333
VAR00025
133.9667
VAR00026
133.6667
VAR00027
133.8667
VAR00028
133.5333
VAR00029
133.4667
VAR00030
133.4667
VAR00031
133.6333
VAR00032
133.5667
VAR00033
133.8333
VAR00034
133.6000
VAR00035
134.1333
VAR00036
134.1333
VAR00037
133.7000
VAR00038
134.0667
VAR00039
134.2000
VAR00040
133.8333
VAR00041
133.8333
VAR00042
133.6333
VAR00043
133.7333
VAR00044
133.6000
Reliability Coefficients
N of Cases =
30.0
Alpha
=
.8516
N of Items = 44
87
Alpha
if Item
Deleted
.7518
.7394
.7424
.7608
.7611
.7697
.7620
.7495
.7450
.7537
.7835
.7611
.7519
.7535
.7415
.7731
.7479
.7421
.7603
.7631
.7408
.7570
.7486
.7649
.7565
.7537
.7494
.7604
.7589
.7432
.7569
.7630
.7574
.7499
.7466
.7722
.7628
.7659
.7598
.7570
.7450
.7528
.7484
.7568
Lampiran. 3 Angket (Penelitian)
Salam Hormat,
Saya Julhairman Agung Nugraha mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta ingin
meminta kesediaan Saudara untuk mengisi angket ini. Angket berjudul “Pengaruh
Kepuasan Citra Tubuh Terhadap Kepercayaan Diri Orang Yang Mengikuti
Fitness Center ” ini tidak menilai benar dan salah, Saya mengharapkan Saudara
menjawab dengan sejujur-jujurnya dan tidak ada jawaban yang terlewatkan. Karena
jawaban Saudara sangat mempengaruhi hasil penelitian ini.
Sebelum Saudara mengisi pernyataan-pernyataan dalam angket ini, isilah identitas
diri Saudara dibawah ini :
Nama/ Inisial
:
Usia (tandai X pada kolom)
: 18-20 Thn ( )
21-25 Thn ( )
26-30 Thn ( )
31-40 Thn ( )
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih atas kesediaan Saudara telah
mengisi angket ini.
Petunjuk pengisian:
SS: Sangat Setuju
S: Setuju
TS: Tidak Setuju
STS: Sangat Tidak Setuju
Berilah tanda ( √ ) pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan diri Anda.
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Pernyataan
Kepuasan Citra Tubuh
Saya memperhatikan dengan seksama tubuh saya
terhadap segala tanda-tanda adanya penyakit
Dari hari ke hari saya tidak pernah tahu apa yang akan
terjadi pada kesehatan fisik saya
Penting bagi saya untuk selalu tampil menarik
Saya menyukai pasnya baju saya pada tubuh saya
Saya tidak menyukai penampilan fisik saya
saya termasuk orang yang cuek terhadap penampilan
tubuh saya
Dari hari ke hari saya tidak pernah tahu apa yang akan
terjadi pada kesehatan fisik saya
Saya tidak terlibat dalam program latihan oleh raga
secara teratur
Saya melakukan berbagai hal untuk meningkatkan
kekuatan fisik saya
Saya kurang mampu melakukan olah raga dan
permainan yang melibatkan fisik
saya paling malas jika membicarakan tentang olah raga
fisik
Setiap hari saya selalu berusaha untuk olah raga agar
tubuh saya fit
saya paling malas untuk menjaga pola makan sehat.
menurut saya merokok tidak ada pengaruhnya terhadap
kesehatan tubuh saya
88
SS
S
TS
STS
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
Kesehatan yang baik adalah salah satu hal terpenting
dalam hidup saya
saya malas melakukan hidup pola sehat karena
membuat saya terbatas untuk makan-makanan yang
enak
Saya secara sengaja membentuk gaya hidup sehat
Dari hari ke hari saya tidak pernah tahu apa yang akan
terjadi pada kesehatan fisik saya
Saya terus-menerus khawatir gemuk atau menjadi
gemuk
saya selalu memperhatikan berat tubuh saya masih
ideal atau tidak
Kepercayaan Diri
Saya tidak pernah takut untuk menghadapi masalah
saya adalah orang yang takut dalam menghadapi
masalah
Saya adalah orang yang selalu bertanggung jawab
terhadap masalah yang saya hadapi
kehidupan saya ditentukan oleh saya sendiri
saya bukanlah pria yang mandiri
orang tua sayalah yang menentukan kehidupan saya
Saya orang yang mampu menyesuaikan diri
dilingkungan yang baru
saya adalah orang yang selalu aktif dalam organisasi
Saya paling malas untyuk berfikir kritis terhadap
masalah
Saya adalah orang yang selalu kritis terhadap masalah
Saya berusaha untuk terlibat dalam pemecahan
masalah yang terjadi disekitar saya
Saya berusaha menyampaikan saran untuk membantu
menyelesaikan masalaha disekitar saya
saya tidak senang jika banyak orang yang meminta
bantuan kepada saya
Saya tidak suka mencampur adukan urusan pribadi
dengan kepentingan banyak orang
menurut saya pendapat orang lain itu tidak ada yang
baik
saya paling tidak suka berpura-pura dihadapan banyak
orang
saya bukan orang yang gampang marah
saya berusaha bersabar dalam menghadapi masalah
saya adalah orang yang mudah marah
saya hanya ingin orang lain menerima apa adanya saya
selagi pendapat orang lain itu baik untuk kepentingan
bersama saya tidak ada masalah
saya selalu berfikir negatif terhadap segala masalah
Dalam memecahkan masalah saya harus mampu
berfikir secara logis
saya paling tidak suka terlibat dalam menyelesaikan
masalah dilingkungan saya
saya adalah pria yang mandiri
Terima Kasih Atas Bantuan Saudara..
89
Lampiran. 4 Uji Normalitas
Explore
Descriptives
Kepuasan Citra
Tubuh
Statistic
130.6143
Mean
95% Confidence
Interval for Mean
Lower Bound
Upper Bound
128.1606
133.0679
5% Trimmed Mean
130.5397
Median
129.5000
Variance
105.893
Std. Deviation
10.29041
Minimum
112.00
Maximum
151.00
Range
39.00
Interquartile Range
16.2500
Skewness
.172
Kurtosis
Kepercayaan Diri
Std. Error
1.22994
Mean
95% Confidence
Interval for Mean
Lower Bound
Upper Bound
-.872
.566
138.4429
1.31257
135.8244
141.0614
5% Trimmed Mean
138.3095
Median
138.5000
Variance
.287
120.598
Std. Deviation
10.98172
Minimum
113.00
Maximum
169.00
Range
56.00
Interquartile Range
16.2500
Skewness
Kurtosis
.134
.287
-.178
.566
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnov(a)
Kepuasan Citra Tubuh
Kepercayaan Diri
Statistic
.073
df
.069
Shapiro-Wilk
70
Sig.
.200(*)
Statistic
.971
70
.200(*)
.990
* This is a lower bound of the true significance.
a Lilliefors Significance Correction
90
df
70
Sig.
.109
70
.871
Kepuasan Citra Tubuh
Gambar Q.Q Plot kepuasan citra tubuh
3
2
1
0
-1
-2
-3
100
110
120
130
140
150
160
Kepercayaan Diri
Gambar Q.Q Plot kepercayaan diri
3
2
1
0
-1
-2
-3
110
120
130
140
150
91
160
170
Lampiran. 5 Uji Korelasi
Descriptive Statistics
Mean
Std. Deviation
N
Kepuasan Citra Tubuh
130.6143
10.29041
70
Kepercayaan Diri
138.4429
10.98172
70
Correlations
Kepuasan Citra Tubuh
Kepercayaan
Citra Tubuh
Diri
Pearson Correlation
1
.369(**)
Sig. (2-tailed)
.
.002
70
70
.369(**)
1
.002
.
70
70
N
Kepercayaan Diri
Kepuasan
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
92
Lampiran. 6 Uji Regresi
Model Summary
Penghitungan nilai R Square
Adjusted R
Square
R
R Square
.137
.369(a)
.124
a Predictors: (Constant), Kepuasan Citra Tubuh
Std. Error of
the Estimate
10.27942
Model
1
ANOVA(b)
Penghitungan Anova (uji linearitas)
Model
1
Sum of
Squares
Regressio
n
Residual
Total
df
Mean Square
1135.950
1
1135.950
7185.322
68
105.666
8321.271
69
F
Sig.
10.750
.002(a)
a Predictors: (Constant), Kepuasan Citra Tubuh
b Dependent Variable: Kepercayaan Diri
Coefficients(a)
Penghitungan Coefficients
Unstandardized
Coefficients
Model
1
(Constant)
Kepuasan Citra
Tubuh
a Dependent Variable: Kepercayaan Diri
Standardized
Coefficients
B
86.942
Std. Error
15.755
.394
.120
93
t
Beta
.369
Sig.
5.518
.000
3.279
.002
Download