pedoman penyaluran dan pemanfaatan dana bantuan langsung

advertisement
PETUNJUK TEKNIS
PENYALURAN DANA BANTUAN
REHAB/PEMBANGUNAN/PENGEMBANGAN
GEDUNG DHAMMA SEKHA
DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN
MASYARAKAT BUDDHA
KEMENTERIAN AGAMA RI.
TAHUN 2013
SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN
MASYARAKAT BUDDHA
KEMENTERIAN AGAMA R.I.
Sesuai dengan PP 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan
agama dan Pendidikan Keagamaan, disebutkan bahwa pendidikan
agama
pengetahuan
dan
ketrampilan
agamanya
adalah
membentuk
peserta
yang
pendidikan
didik
sikap
dalam
dilaksanakan
yang
memberikan
kepribadian
mengamalkan
dan
ajaran
sekurang-kurangnya
melalui
mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang dan jenis
pendidikan,
sedangkan
pendidikan
keagamaan
adalah
pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat
menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan
tentang
ajaran
agama
dan/atau
menjadi
ahli
agama
dan
mengamalkan ajaran agamanya.
Sejalan
dengan
PP
55
tahun
2007
tersebut
maka
pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat
Buddha
memberikan
pendidikan
Dhamma
non
perhatian
formal,
Sekha
dalam
dengan
yang
hal
sangat
ini
memberikan
serius
pada
pendidikan
pada
stimulasi
pada
penyelenggaraan Dhamma Sekha dalam bentuk dana bantuan
baik
Rehab/Pembangunan/Pengembangan
gedung
Dhamma
Sekha. Namun mengingat besarnya tantangan yang dihadapi,
maka hanya dengan mengandalkan bantuan dari pemerintah
saja tidaklah cukup. Untuk itu demi mewujudkan gerakan
nasional
pendidikan
pada
Dhamma
Sekha
dapat
segera
berjalan maka diperlukan keterlibatan dari semua komponen
bangsa,
dan
sumber-sumber
pendanaan
yang
ada
yang
meliputi, orang tua, masyarakat, donatur atau sumber-sumber
lain yang tidak mengikat.
Selain upaya pembinaan program Dhamma Sekha juga
memperhatikan aspek pemerataan. Dhamma Sekha sebagai
salah
satu
ujung
pembentengan
diharapkan
dapat
menjangkau
daerah-daerah
Pemerintah
pada
tahun
mencanangkan
ini
generasi
muda
yang
terpencil.
bantuan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha
sebanyak 28 lokasi masing-masing Rp. 500.000.000,- (lima
ratus juta rupiah)
Kami menyambut baik atas diterbitkankannya Juknis ini
untuk
dijadikan
pedoman
dalam
pelaksanaan
kegiatan
di
lapangan. Semoga pelaksanaan Dhamma Sekha dapat berjalan
lebih baik. Kami sangat mengharapkan saran dan kritik dari
para pemangku kepentingan untuk perbaikan Petunjuk Teknis
ini di masa yang akan datang.
Direktur Jenderal,
Drs. A. Joko Wuryanto, S.Sos.S.Ag.M.Si.M.Pd.
NIP. 19590307197911 1 003
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dhamma Sekha adalah pendidikan non formal yang merupakan penataan pengembangan Sekolah Minggu Buddha (SMB) yang diselenggarakan dan dikelola secara profesional dengan manajemen penyelenggaraannya dilaksanakan pada hari efektif (hari Senin
s.d Jumat). Dhamma Sekha juga memiliki peran strategis dalam proses pendidikan secara
keseluruhan karena pendidikan merupakan landasan dan wahana penyiapan anak untuk
mengetahui dan memahami Dharma. Oleh karena itu, Pendidikan Agama dan Keagamaan
Buddha harus memperoleh perhatian yang memadai.
Dalam rangka mendukung kebijakan layanan pembinaan Dhamma Sekha yang
terarah, terpadu, dan terkoordinasi Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal
Masyarakat Buddha membuat terobosan sebagai upaya untuk melakukan pembinaan yang
dimulai dari tingkat bawah. Kementerian Agama RI menegaskan bahwa pembinaan
Dhamma Sekha yang bergerak dalam bidang Pendidikan nonformal, berada di bawah
binaan Ditjen Bimas Buddha yang secara teknis dilaksanakan oleh Yayasan Keagamaan
Buddha yang bergerak dalam bidang pendidikan.
Dhamma Sekha adalah Pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh yayasan
Keagamaan Buddha yang bertujuan membentuk manusia yang memiliki kecakapan hidup,
sikap dan kepribadian luhur, mengembangkan jiwa wirausaha yang mandiri, serta memiliki kompetensi untuk bekerja dalam bidang tertentu, untuk meningkatkan Saddha kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya Pendidikan Agama dan
Keagamaan Buddha dalam hal ini adalah pendidikaan non formal dalam bentuk Dhamma
Sekha mendorong munculnya berbagai layanan Pendidikan di lapangan. Namun akibat
keterbatasan prasarana dan tempat yang memadai, menimbulkan indikasi rendahnya angka partisipasi terhadap nilai-nilai sosial yang diakibatkan pengaruh globalisasi dan modernisasi serta arus informasi. Penyelenggaraan Dhamma Sekha pada dasarnya merupakan
strategi untuk mendongkrak nilai-nilai sosial dan etika kemasyarakatan serta meningkatkan jiwa nasionalisme Bangsa Indonesia khususnya umat Buddha.
Atas dasar kenyataan tersebut Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal
Bimbingan Masyarakat Buddha merasa turut mendukung pengembangkan penyelenggaraan Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma Sekha dengan standar kebijakan
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha. Untuk memberikan acuan pengalokasian dana bagi Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma Sekha yang diselenggarakan oleh Yayasan Keagamaan Buddha maka disusunlah pedoman penyaluran dan
pemanfaatan dana bantuan.
B. Dasar Pelaksanaan
1. Undang-Undang nomor 17 tahun 2003 tentang Pengelolaan Keuangan Negara Berbasis
Kinerja;
2. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan
Keagamaan.
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 tahun 2007 tanggal 25 Juli 2007
tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan
Informal;
6. Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Nomor 485 tahun
2011 tentang Dhamma Sekha
7. Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Nomor 486 tahun
2011 tentang Ijin Operasional Dhamma Sekha;
8. Sesuai
dengan
Kertas
Kerja
RKA-KL
Tahun
2013
tentang
bantuan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan Gedung Dhamma Sekha Tahun 2013.
C. Tujuan
1. Tujuan Petunjuk Teknis
a. Memberikan
Agama
dukungan
dan
kepada
Keagamaan
penyelenggara program layanan Pendidikan
Buddha
dalam
bentuk
dana
bantuan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha guna meningkatkan
kualitas dan akses layanan Pendidikan Agama dan Keagamaan Buddha.
b. Sebagai acuan bagi penyelenggara Dhamma Sekha untuk mengajukan bantuan.
c. Sebagai pedoman pelaksanaan Rehab/Pembangunan/Pengembangan Gedung
Dhamma Sekha.
d. Sebagai pedoman pelaksanaan dalam penggunaan bantuan.
e. Sebagai pedoman dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban bantuan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha.
2. Tujuan Pemberian Bantuan
a. Meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat secara aktif khususnya dalam
pengelolaan pendidikan.
b. Menanggulangi resiko sosial, menurunnya etika, moralitas bangsa yang diakibatkan
adanya dampak globalisasi, modernisasi dan arus informasi.
c. Meningkatkan saddha dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tri Ratna.
D. SASARAN PEMBERIAN BANTUAN
Sasaran pemberian bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha
tahap I dan Tahap II (bagi yang telah mendapat bantuan tahun sebelumnya) tahun 2013
adalah Dhamma Sekha yang telah memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang berlaku
sebanyak 28 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk Dhamma Sekha yang telah
mendapat bantuan Pembangunan Dhamma Sekha tahun 2012 sebagai.
E. SUMBER DANA DAN BESARNYA BANTUAN
1.
Sumber Dana Bantuan
Sumber dana bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan dan Dhamma Sekha
berasal dari DIPA Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha tahun 2013.
2.
Besarnya Bantuan.
Besarnya bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha
adalah sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) per-lokasi.
F. INDIKATOR KEBERHASILAN
1.
Tersalurkannya bantuan dengan tepat guna, tepat jumlah, tepat waktu dan sasaran;
2.
Terbangunnya gedung Dhamma Sekha;
3.
Terselenggaranya Dhamma Sekha di seluruh Indonesia;
4.
Terlayaninya pendidikan agama dan keagamaan Buddha bagi masyarakat Buddha di
seluruh Indonesia.
5.
Meningkatnya Saddha dan Bhakti umat Buddha kepada Yang Maha Esa dan Triratna.
BAB II
ORGANISASI PELAKSANA
Organisasi Pelaksana bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha
tahun 2013 meliputi : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Pembimbing
Masyarakat Buddha, Yayasan Keagamaan Buddha dan Dhamma Sekha penyelenggara.
A. Tingkat Pusat
Di tingkat Pusat, dalam hal ini Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha
bertugas :
1. Menyusun
Petunjuk
Teknis
(JUKNIS)
penyaluran
Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma Sekha tahun 2013.
bantuan
2. Menginformasikan bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma Sekha ke
Pembimbing Masyarakat Buddha
3. Menerima proposal pengajuan bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma
Sekha dari Dhamma Sekha penyelenggara.
4. Menilai proposal, memverifikasi, dan menentukan calon penerima bantuan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma Sekha tahun 2013.
5. Menyalurkan dana bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma Sekha
tahun 2013.
6. Melaksanakan
kegiatan
monitoring
dan
evaluasi
program
Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma Sekha tahun 2013.
bantuan
7. Menerima laporan pertanggungjawaban bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan
Dhamma Sekha dari penerima bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma
Sekha tahun 2013.
B. TINGKAT DAERAH
Dalam hal ini Pembimbing Masyarakat Buddha
1. Pembimas Buddha setempat memberikan rekomendasi tentang kelayakan proposal
pengajuan
bantuan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan
Dhamma
Sekha
di
wilayahnya.
2. Membantu Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha dalam melakukan
pengawasan dan monitoring jalannya Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma
Sekha.
3. Menerima
tembusan
laporan
pertanggungjawaban
penerimaan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma Sekha tahun 2013.
bantuan
C. PENYELENGGARA DHAMMA SEKHA
Penyelenggara
Dhamma
Sekha
bertugas
membentuk
Tim
Pelaksana
bantuan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha tahun 2013 dengan susunan
sekurang kurangnya sebagai berikut:
Ketua
: Unsur
tokoh
Penyelenggara Dhamma Sekha dan atau
masyarakat
yang
memiliki
kualifikasi
dibidangnya
Sekretaris
Bendahara
Anggota
(boleh lebih dari 1 orang)
: Unsur Penyelenggara Dhamma Sekha dan atau
tokoh masyarakat yang memiliki kualifikasi
dibidangnya
: Unsur Penyelenggara Dhamma Sekha dan atau
tokoh masyarakat yang memiliki kualifikasi
dibidangnya
: Unsur Penyelenggara Dhamma Sekha dan atau
tokoh masyarakat yang memiliki kualifikasi
dibidangnya
BAB III
RUANG LINGKUP DANA BANTUAN
A. SIFAT PELAKSANAAN
1. Bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan Gedung Dhamma Sekha
Program bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha telah
dicanangkan oleh pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat
Buddha sejak tahun 2012 sebagai salah satu dari bantuan sosial dan dilaksanakan
secara “swakelola“ dimana program Rehab/Pembangunan/Pengembangan bertumpu
pada masyarakat yang berarti bahwa Rehab/Pembangunan/Pengembangan dilakukan
sepenuhnya oleh masyarakat, dari masyakat dan untuk masyarakat. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan menggerakkan perekonomian
di daerah tersebut. Kegiatan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma
Sekha tidak dikontrakkan kepada rekanan/fihak ketiga penyedia barang dan jasa Akan
tetapi apabila pekerjaan dalam program tersebut tidak dapat dilakukan dan diperlukan
keahlian khusus, maka sebaiknya berkonsultasi kepada pihak yang ahli baik di bidang
konstruksi, kelistrikan dan sebagainya.
Bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha yang diberikan
oleh Ditjen Bimas Buddha melalui DIPA tahun anggaran 2013 hanya bersifat stimulus/suntikan. Untuk proses kelanjutan pengembangan bangunan gedung Dhamma Sekha diserahkan kepada pihak Yayasan/Dhamma Sekha/masyarakat/pemerintah daerah.
B. ALOKASI PENGGUNAAN DANA BANTUAN
Besarnya dana bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha
dialokasikan sebagai berikut :
NO
1
NILAI BANTUAN
ALOKASI
(RP)
BANTUAN
500.000.000,-
PENGGUNAAN DANA
500.000.000,- Rehab/Pembangunan/Pengembangan :
a. 4 ruang kelas
b. 1 Ruang Kantor (R. TU, Kepala/Guru,
dan Perpustakaan
c. KM/WC Guru dan siswa
d. Teras dan Serambi dengan ornamen
stupa
e. Listrik
f. Instalasi air
Catatan :
Apabila terdapat sisa dana bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung
Dhamma Sekha tahun 2013, maka dapat digunakan untuk menambah kegiatan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan atau dapat disetor kembali ke Kas Negara
melalui Bank Pemerintah.
C. KOMPONEN REHAB/PEMBANGUNAN/PENGEMBANGAN
Bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha tahun 2013
meliputi beberapa komponen sebagai berikut :
Sub Kegiatan
Komponen / Kegiatan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan :
 Pekerjaan pondasi
a. 4 ruang kelas
b. 1
Ruang
 Pekerjaan persiapan
Kantor
(R.
TU,  Pekerjaan struktur
Kepala/Guru dan perpustakaan
 Pekerjaan dinding
c. KM/WC Guru dan Anak
 Pekerjaan lantai
d. Teras dan Serambi
 Pekerjaan atap dan penutup atap
 Pekerjaan
kusen
dan
penggan-
tung/plafon
 Pintu gerbang dengan ornament stupa
 Pekerjaan finishing
 Pekerjaan sanitasi dan sanitair
 Instalasi listrik dan air
 Pengawasan
D. RINCIAN PENGGUNAAN DANA
Rincian penggunaan dana secara keseluruhan terdiri dari :
1. Bahan bangunan material
2. Upah kerja
3. Konsultan Perencana dan Pengawas
4. Bahan/alat penunjang Rehab/Pembangunan/Pengembangan
5. Administrasi pelaporan
6. Pembayaran pajak PPN Pasal 21 (sesuai dengan ketentuan yang berlaku)
E. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha adalah
120 (seratus dua puluh) hari sejak dana masuk ke rekening Dhamma Sekha penerima
bantuan.
F. PENCAIRAN DANA BANTUAN
Pencairan dana bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha
dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut :
1. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha selaku pemberi dana bantuan
menyalurkan dana bantuan kepada Dhamma Sekha penerima bantuan yang lulus
seleksi penilaian.
2. Dhamma Sekha calon penerima yang telah lulus seleksi penilaian ditetapkan dengan
SK Dirjen Bimas Buddha.
3. Setelah penetapan SK, maka calon penerima bantuan melakukan penandatanganan
akad kerja sama dengan pihak pemberi bantuan.
4. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha mengajukan SPP untuk diajukan
pencairannya ke KPPN Jakarta IV.
5. Atas penerbitan SPP yang telah diajukan, selanjutnya KPPN Jakarta IV memproses
pencairan bantuan sesuai dengan persyaratan yang telah dipenuhi, dan selanjutnya
mentransfer sejumlah dana bantuan ke rekening bank yang telah ditunjuk oleh calon
penerima bantuan dalam 1 (satu) tahap sekaligus.
6. Setelah dana bantuan masuk rekening Dhamma Sekha, maka dana bantuan tersebut
dapat langsung digunakan sesuai panduan pengelolaan dana bantuan.
7. Kepada Dhamma Sekha yang telah
BAB IV
PERSYARATAN PEMBERIAN BANTUAN
Pemberian dana bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha tahun
2013 harus memenuhi :a) Persyaratan lokasi, b). Persyaratan administrasi dan c). Persyaratan
teknis.
A. Persyaratan Lokasi Rehab/Pembangunan/Pengembangan
Pemilihan lokasi bangunan sebaiknya mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1.
Peruntukan
Bangunan Dhamma Sekha harus sesuai dengan peruntukan lokasi yang telah
direncanakan.
2.
Luas lahan kosong berdasarkan kebutuhan bangunan untuk sarana dan prasarana serta
ruang gerak peserta didik adalah kurang lebih 500 m2 di atas tanah kepemilikan
yayasan Keagamaan Buddha/hibah.
3.
Bentuk bangunan mengikuti model/gambar yang telah diajukan dalam proposal.
4.
Kondisi Lingkungan :
a. Lingkungan tidak berdekatan dengan tempat pembuangan sampah/limbah
pabrik/industri,
dibawah
saluran
tegangan
tinggi
(sutet)
karena
dapat
membahayakan keselamatan dan kesehatan.
b. Dekat pemukiman penduduk dengan jumlah peserta didik sesuai dengan kapasitas
yang direncanakan.
c. Bangunan tidak di pinggir rel kereta api, tidak terlalu dekat atau berada di tepi
jalan bebas hambatan (jalan tol), dan jauh dari polusi.
5.
Struktur Tanah
a. Lahan datar dan siap bangun, tidak memerlukan pekerjaan pemindahan atau
penimbunan tanah dengan biaya cukup tinggi.
b. Lahan bukan daerah banjir
c. Kondisi tanah yang stabil dan memiliki daya dukung yang baik untuk menerima
bangunan.
6.
Lokasi dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan umum, kendaraan pribadi,
bus , motor atau sepeda.
7.
Lokasi harus terdapat sumber air bersih, jaringan listrik, jaringan telepon (jika
memungkinkan).
8.
Proses Rehab/Pembangunan/Pengembangan mengikuti aturan dan ketentuan yang
berlaku.
B. PERSYARATAN ADMINISTRASI
1. Persyaratan Ijin Operasional Dhamma Sekha
a) Yayasan Mengajukan Ijin Operasional Dhamma Sekha Kepada Direktur Jenderal
Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI;
b) Melampirkan Akta Notaris yayasan dan telah terdaftar di Kementerian Hukum dan
HAM;
c) Melampirkan rekomendasi dari Pembimas/Penyelenggara Bimas setempat;
d) Melampirkan Tanda Daftar Yayasan dari Direktorat Jenderal Bimbingan
Masyarakat Buddha;
e) Melampirkan surat kepemilikan tanah;
f) Melampirkan siswa didik yang cukup;
g) Melampirkan tenaga edukatif;
2. Rehab/Pembangunan/Pengembangan Gedung Dhamma Sekha :
a) Dhamma
Sekha
pengusul
mengajukan
permohonan
Bantuan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan Gedung Dhamma Sekha kepada Direktur
Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI
yang
memberikan gambaran secara konkrit sesuai dengan formulir pengajuan dana
bantuan dan di lengkapi dengan lampiran yang di minta;
b) Melampirkan Surat Keputusan Ijin Operasional Dhamma Sekha dari Direktorat
Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha;
c) Melampirkan verifikasi kelayakan penerima bantuan dari Pembimas Buddha/ Tim
Verifikasi dari Pembimbing Masyarakat Buddha.
d) Melampirkan surat rekomendasi dari Pembimbing Masyarakat Buddha;
e) Melampirkan Rencana Anggaran Biaya;
f)
Melampirkan gambar/denah gedung yang akan dibangun;
g) Dhamma Sekha pengusul telah memiliki rekening atas nama Dhamma Sekha di
Bank yang legal/sah dan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
h) Melampirkan surat keterangan dari Bank yang menyatakan bahwa rekening benar
atas nama Dhamma Sekha daan berstatus aktif
i)
Sanggup menyelesaikan pekerjaan yang diperkuat dengan surat pernyataan yang
ditandatangani oleh Dhamma Sekha calon penerima bantuan.
C. PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN
1. Konsep Perencanaan
Tata Bangunan Dhamma Sekha meliputi :
1) Tata bangunan ruang kelas terdiri dari 4 ruang kelas dengan ukuran normal ruang
untuk kelas dan disesuaikan dengan luas tanah dan jumlah siswa dan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
2) Tata bangunan ruang Kepala/Guru/TU dan perpustakaan 1 ruang
3) Dilengkapi dengan toilet untuk Kepala/Guru/TU, dan toilet untuk anak pria dan
toilet wanita
4) Untuk perhitungan tata ruang dan bangunan hendaknya berkonsultasi dengan
pihak yang berkompeten di bidangnya.
2. Tata Ruang Belajar
1). Ruang belajar yang nyaman dan menyenangkan
2). Suasana ruang yang dapat mendukung suasana belajar mengajar
3). Penataan ruang sesuai dengan fungsi utama
4). Pewarnaan yang nyaman dan menyenangkan
5). Sumber penerangan utama menggunakan penerangan alami
6). Penerangan buatan (lampu) digunakan apabila penerangan alami
mengalami
gangguan
7). Penerangan alami maupun buatan harus mampu memberikan penerangan yang
cukup dan tidak menyilaukan
8). Sirkulasi udara harus baik agar tercipta suasana yang sehat.
BAB V
JADWAL, PENYUSUNAN, MEKANISME PENGAJUAN, PENILAIAN PROPOSAL
A. JADWAL PENYAMPAIAN PROPOSAL
Jadwal penyampaian proposal terhitung dari tahun 2012 dan awal tahun 2013.
B. PENYUSUNAN PROPOSAL
1. Setiap
Dhamma
Sekha
yang
akan
mengajukan
proposal
bantuan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma Sekha baik tahap I maupun II, wajib
mengajukan proposal bantuan dana Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma
Sekha.
2. Proposal yang mau diajukan ke Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha
wajib diketahui oleh Pembimas Buddha setempat.
3. Proposal yang dibuat/disusun sekurang-kurangnya memuat hal-hal sebagai berikut :
a. Cover Proposal
b. Surat rekomendasi dari Pembimas setempat
c. Daftar Isi
d. Surat permohonan dana bantuan
e. Alasan, Tujuan, dan hasil yang diharapkan
f. SK Penetapan Tim Pelaksana
g. Surat Tugas Perencana/pengawas apabila memakai jasa konsultan
h. Surat kesanggupan menyelesaikan pekerjaan
i. Rekapitulasi rencana anggaran biaya
Lampiran :
1.
2.
3.
4.
5.
Salinan Ijin Operasional Dhamma Sekha dari Ditjen Bimas Buddha;
Gambar/Denah Gedung yang akan dibangun;
Foto Copy rekening tabungan;
Surat keterangan aktif dari Bank.
Surat Verifikasi kelayakan pemberian bantuan dari Pembimas Buddha.
C. MEKANISME PENGAJUAN PROPOSAL
1. Proposal dana bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha
yang diajukan rangkap 2 (dua).
2.
Penilaian proposal dilakukan oleh Tim Penilai Bantuan yang ditetapkan dengan SK
Dirjen Bimas Buddha.
3.
Tim Penilai melakukan seleksi berkas proposal dan menyusun daftar calon penerima
bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha, selanjutnya
menyerahkan kepada Dirjen Bimas Buddha untuk penetapan calon penerima bantuan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha tahun 2013.
BAB VI
MONITORING DAN EVALUASI
A. MONITORING DAN EVALUASI
1.
Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui keterlaksanaan program
bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha tahun 2013.
2.
Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan oleh Tim dari Direktorat Jenderal Bimbingan
Masyarakat Buddha
B. PELAPORAN DANA BANTUAN
1. Jenis Pelaporan
Dhamma Sekha yang menerima bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung
Dhamma Sekha tahun 2013 diwajibkan menyampaikan laporan yang terdiri dari :
a.
Laporan Awal
Yaitu laporan yang disampaikan secara tertulis kepada Direktorat Jenderal
Bimbingan Masyarakat Buddha tentang pemberitahuan telah diterimanya dana
bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Seka tahun 2013.
b.
Laporan Periodik
Yaitu laporan yang disampaikan secara tertulis kepada Direktorat Jenderal
Bimbingan Masyarakat Buddha tentang pertanggungjawaban pelaksanaan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha dan penggunaan
bantuan setelah pelaksanaanya mencapai 50 % atau setelah pelaksanaan berjalan
setengah dari jadwal akhir pelaksanaan.
c.
Laporan Akhir
Yaitu laporan pertanggungjawaban keuangan dan laporan pelaksanaan pembangunan yang disampaikan secara tertulis ke Direktorat Jenderal Bimbingan
Masyarakat
Buddha
tentang
pertanggungjawaban
pelaksanaan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha dan penggunaan
dana bantuan setelah pelaksanaannya mencapai 100 % atau setelah pekerjaan
selesai dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. Cover
b. Surat Pertanggungjawaban
c. Jurnal Penerimaan bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma
Sekha.
d. Jurnal Pengeluaran
e. Rekapitulasi Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma Sekha.
f. Jurnal laporan pajak (jika ada)
g. Buku khas umum
h. Tanda bukti pengeluaran uang/kuitansi
i. Daftar pembayaran Upah Tenaga Kerja
j. Foto copy Proposal pengajuan awal
k. Foto proses pelaksanaan Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma Sekha
sampai tahap akhir.
2. Jadwal Penyampaian Laporan
Masing-masing laporan (laporan awal, laporan periodik, laporan akhir) jadwal
penyampaian sebagai berikut :
a. Laporan awal disampaikan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender terhitung
mulai dari masuknya dana bantuan tersebut ke rekening penerima bantuan.
b. Laporan periodik dan laporan akhir disampaikan selambat-lambatnya 15 (lima
belas) hari kalender terhitung setelah pekerjaan mencapai 50 % dan setelah
pekerjaan mencapai 100 % atau terhitung sejak berakhirnya jadwal pelaksanaan
Rehab/Pembangunan/Pengembangan gedung Dhamma Sekha.
BAB VI
PENUTUP
Panduan penyaluran dan pemanfaatan bantuan Rehab/Pembangunan/Pengembangan
Gedung Dhamma Sekha ini merupakan panduan dan ketentuan yang harus ditaati oleh semua
pihak yang terlibat dalam pengelolaan dana didasarkan pada penilaian kinerja dan penilaian
proposal dari masing-masing Dhamma Sekha pengusul.
Penilaian yang obyektif dan komprehensif diharapkan dapat menghasilkan pengelolaan
yang efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan mutu program Dhamma Sekha.
Bantuan dalam bentuk Rehab/Pembangunan/Pengembangan Gedung Dhamma Sekha
hanya berupa stimulan. Sedangkan untuk kesinambungan program, diharapkan peran
pemerintah daerah Propinsi/Kabupaten/Kota dan para dermawan dapat mengakomodir
kelangsungan pelaksanaan program pendidikan Dhamma Sekha.
Jakarta,
Februari 2013
Direktur Jenderal
Drs.A..Joko Wuryanto, S.Sos.,S.Ag., M.Si., M.Pd
NIP. 19590307 197911 1 003
Lampiran 1 Contoh Format Jurnal penerimaan bantuan
Tanggal
Kode Rekening
Uraian
Ref
1
2
3
Terima dana
4
30 Juli 2013
dari
Jumlah
Akumulasi
5
6
500.000.000 500.000.000
Ditjen
Bimas Buddha
Kota,……………………..2013
Kepala Dhamma Sekha
Bendahara
…………………………
………………………..
Lampiran 2. Contoh format Jurnal Pengeluaran
Tanggal
Uraian
Volume
Harga
Jumlah
Akumulasi
satuan
1
1/8/2013
2
3
Belanja besi 16 500 btg
4
180.000
5
90.000.000
6
90.000.000
100.000
15.000.000
105.000.000
mm
15/8/2013
Belanja
upah 15 hr
tenaga
Kota,……………………..2013
Kepala Dhamma Sekha
Bendahara
…………………………
………………………..
Lampiran 3. Contoh rekapitulasi
No
Pekerjaan
Jumlah (Rp)
1
Pembelian Besi, Bendrat, dan paku
100.000.000
2
Pembelian Pasir
45.000.000
3
Pembayaran Upah Tenaga kerja
25.000.000
4
Pembayaran sewa molen
10.000.000
5
Dst……
JUMLAH
Terbilang :…………………
Kota,……………………..2013
Kepala Dhamma Sekha
Bendahara
…………………………
………………………..
Lampiran 4. Contoh buku laporan pajak
No. Tanggal
Uraian Jenis Pajak
Pajak yang disetor
1
10/8/2013
PPh. Psl. 22. Pembelian batu bata
235.200
2
20/8/2013
PPh. Psl. 22. Pembelian semen
1.620.000
20
…………..
Dst
Jumlah Pajak yang disetor
Kota,……………………..2013
Kepala Dhamma Sekha
Bendahara
…………………………
………………………..
Lampiran 5. Buku Kas Umum
Dhamma Sekha:………….
Alamat
:……………..
PEMASUKAN
Tanggal
Uraian
PENGELUARAN
No. Bukti
Jumlah (Rp)
Tanggal
Uraian
No. Bukti
Jenis Biaya
Jumlah (Rp.)
Kota,……………………..2013
Kepala Dhamma Sekha
Bendahara
………………………….
…………………………….
Lampiran 6. Contoh tanda bukti pengeluaran uang
TANDA BUKTI PENGELUARAN UANG
NO. ……
Tahun Anggaran
: 2013
Kode Rekening
:
Uraian Kode Rekening : Kegiatan Rehab/Pembangunan/Pengembangan Dhamma Sekha......
Terima dari
: Bendahara Pembangunan
Uang Sebesar
:
Terbilang
:
Untuk Keperluan
: Pembelian Besi 16 mm sejumlah 500 batang
Setuju dibayar
Kepala Dhamma Sekha
Rp. 85.000.000
Tanggal,………… Tanggal…………….. Tanggal……………..
Dibayar oleh ben- Penerima/pemegang
Yang menerima uang
dahara
barang
Nama :
Alamat:
Meterai
stempel
stempel
……………………..
…………………
…………………..
Kuitansi/Nota
…………………..
Lampiran 7. Contoh daftar pembayaran upah tenaga kerja
DAFTAR PEMBAYARAN UPAH TENAGA KERJA
PEMBANGUNAN GEDUNG DHAMMA SEKHA………….
No.
Nama
1
Upah/hari
Jumlah
hari Kerja
Jumlah
Upah
Tanda Tangan
1
2
3
2
3
4
5
4
5
6
7
6
7
8
9
8
9
10
10
Kota,……………………..2013
Kepala Dhamma Sekha
Bendahara
…………………………
………………………..
Download