MANAJEMEN FUNDRAISING MASJID JAMI Al

advertisement
MANAJEMEN FUNDRAISING MASJID JAMI Al- HIDAYAH
TANGERANG
Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Komunikasi Islam (S. Kom. I)
Oleh :
Asep Muhdiyar
108053000043
JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1434 H/2013 M
ABSTRAK
Asep Muhdiyar
Manajemen Fundraising Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang
Masjid Jami Al- Hidayah adalah suatu lembaga non formal dan non profit
yang bergerak dibidang syiar islam untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah
SWT. Untuk mempertahankan dan mengembangkan kegiatan- kegiatan masjid
Al- Hidayah perlu dana besar, oleh karena itu dewan kemakmuran Masjid Jami
Al- Hidayah Berupaya untuk mengumpulkan dana demi syiar islam.
Peneliti memperhatikan sangat pentingnya manajemen fundraising masjid,
maka sebagai rumusan dari latar belakang diatas adalah: Bagaimana manajemen
fundraising masjid Jami Al- Hidayah Tangerang dan bagaimana Fungsi-fungsi
Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang.
Adapun teori yang dipakai adalah teori pendapatnya George R Terry
(Fungsi-fungsi manajemen) yaitu planning, organizing, actuating, controlling dan
teori pendapatnya April Purwanto yaitu Fundraising diartikan sebagai kegiatan
dalam rangka menghimpun dana dari masyarakat dan sumber daya lainnya dari
masyarakat (baik individu, kelompok, organisasi, perusahaan, ataupun
pemerintah) yang akan digunakan untuk membiayai program dan kegiatan
operasional organisasi/lembaga sehingga mencapai tujuannya.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Metode
yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Yaitu penulis menggambarkan
permasalahan dengan didasari data-data yang ada kemudian dianalisis lebih lanjut
untuk kemudian ditarik kesimpulan. Dengan tipe pendekatan studi kasus, penulis
mengadakan penelitian dengan melihat, menggambarkan tentang manajemen
fundraising Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang. Sedangkan tekhnik pengambilan
data menggunakan observasi, wawancara dengan Ketua Dewan Kemakmuran
Masjid, bendahara, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat serta dokumentasi
Masjid Jami Al- Hidayah.
Hasil dari penelitian manajemen fundraising Masjid Jami Al- Hidayah dalam
rangka menggalang dana yaitu dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen
yaitu planning, organizing, actuating, controlling serta tidak melupakan unsurunsur terpenting dari sebuah manajemen dan yang saling berkaitan antara yang
satu dengan yang lainnya yaitu Man, Money, Material, Machine, Method, dan
Market. Adapun metode Fundraising yang dilakukan oleh dewan kemakmuran
masjid jami Al- Hidayah adalah suatu bentuk kegiatan yang khas dalam rangka
menghimpun dana dari masyarakat. Metode ini, yaitu langsung (direct
fundraising). Adapun dana pemasukan masjid jami Al- Hidayah berasal dari
tromol masjid, Shadaqoh, Infaq, Menjual Kalender Hijriah
i
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbil’alamin, hanya kata itu yang pantas diucapkan, dengan
memanjatkan puja serta syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
kenikmatan dan anugerah-Nya. Shalawat serta salam tetap atas Rasullah Muhammad
SAW, semoga keselamatan juga atas keluarganya, para sahabat, para tabi’in, dan
mudah-mudahan kepada kita semua selaku umatnya. Amin
Dengan ridho Allah SWT, sehingga penulis mendapatkan kemampuan untuk
menyelesaikan skripsi ini, yang menjadi impian orang-orang terdekat, dan khususnya
impian penulis. Tidak ada satu pun karya manusia yang tidak ada ikut campur tangan
manusia lainnya, dalam menyelesaikan skripsi ini penulis banyak mendapatkan
bantuan, bimbingan dan motivasi.
Untuk itu penulis ingin mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada:
1. Dr. H. Arief Subhan, MA, selaku dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi,
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Drs. Cecep Castrawidjaya, M.A, selaku Kepala Jurusan Manajemen Dakwah
dan H. Mulkanasir, BA, S.Pd, M.M selaku Sekertaris Jurusan Manajemen
Dakwah yang selalu memberikan motivasi penuh kepada penulis, sehingga
penulis mampu menyelesaikan skripsi.
ii
3. Dr. A. Wahib Mu’thi, MA selaku dosen pembimbing dalam penyusunan
skripsi ini, yang telah memberikan banyak masukan dan arahan kepada
penulis serta ikhlas meluangkan waktunya untuk membimbing serta
memberikan arahan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini.
4. Ustad Abdul Mukti S. Ag selaku ketua Dewan Kemakmuran Masjid yang
telah mengizinkan penulis melakukan penelitian dan memberi kemudahan
bagi penulis untuk mendapatkan informasi mengenai data dalam penulisan
skripsi ini.
5. Kepada orang tua penulis, ayahanda H. Kuro dan ibunda Hj. Siti Khodijah
yang telah melahirkan ananda dan juga bapak H. Anta Wijaya dan Umi
Hj. Siti Nurlela yang telah mengasuh dan membesarkan ananda . Tiada kata
yang dapat kuucapkan selain terima kasih yang tak terbatas untuk semua
pengorbanan yang telah diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan kuliah
dan skripsi ini. Ku yakin kasih sayang, cinta suci dan pengorbanan kalian
takkan tertandingi adanya, oleh karena itu aku akan selalu berusaha membuat
kalian tersenyum bangga. Ucapan ribuan terima kasih atas do’anya tak hentihentinya penulis lantunkan di setiap doa.
6. Kakak-kakakku tercinta Lilis Solihah S. Pd. I, M. Abdul Muhyi S. T, Saepul
Anwar S. E, Ahmad Humaedi S. Hum yang selalu memberikan dukungan dan
motivasinya juga adik-adikku yang ku sayang Sahrul Fadhillah, Rahmat
Nasrullah, si kembar (endan dan endin) dan sibungsu Nurkholifah. serta
semua keluarga besarku, terima kasih atas semua dukungannya.
iii
7. Secara Khusus kepada Syifa Nurafiyah S. Sos. I, yang selalu memberikan
semangat dan motivasi kepada penulis dan merelakan waktunya untuk
menemani penulis kemana pun dalam penulisan skripsi ini.
8. Suhendra, Sujatniko, Anam, medi, Fathul dan zaenuri teman seperjuangku
“teman seatap” dari mulai awal menjadi santri ponpes Daarussaadah sampai
dengan selesai penulisan karya ilmiah ini yang selalu mebuat penulis menjadi
termotivasi dan tak mau kalah dengan mimpi-mimpi indahnya yang setinggi
langit. Semoga Allah mengizinkan semua mimpi-mimpi kita menjadi nyata
sahabat.
9. My best Friends, Abdurahman, Adisyam, Farhan, Jefri yang selalu ada disaat
penulis membutuhkan bantuannya serta selalu memberi masukan kepada
penulis dalam membuat skripsi ini.
10. Semua teman-teman Manajemen Dakwah angkatan 2008 atas kebersamaan
dan dukungannya selama penulis menyelesaikan karya ilmiah ini.
iv
Semoga Allah SWT membalas kebaikan dan ketulusan semua pihak yang telah
membantu menyelesaikan skripsi ini dengan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.
Semoga karya penelitian tugas akhir ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan
bagi banyak pihak demi kemaslahatan bersama serta bernilai ibadah di hadapan Allah
SWT. Amin.
Jakarta, Juli 2013
Penulis
v
DAFTAR ISI
ABSTRAK ..................................................................................................................
i
KATA PENGANTAR ................................................................................................
ii
DAFTAR ISI ..............................................................................................................
vi
BAB I
BAB II
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .......................................................................
1
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah....................................................
5
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................................
6
D. Tinjauan Pustaka .................................................................................
7
E. Metodologi Penelitian .........................................................................
8
F. Sistematika Penulisan...........................................................................
12
LANDASAN TEORI TENTANG MANAJEMEN FUNDRAISING
DAN FUNGSI MASJID
A. Manajemen Fundraising
1. Pengertian .......................................................................................
14
2. Prinsip- Prinsip ...............................................................................
19
3. Langkah- Langkah ..........................................................................
25
B. Fungsi Masjid
1. Pengertian Masjid ...........................................................................
29
2. Fungsi- Fungsi Masjid ....................................................................
31
3. Keuangan Masjid ............................................................................
35
vi
BAB III
GAMBARAN UMUM MASJID JAMI AL- HIDAYAH
TANGERANG
A. Latar Belakang dan Sejarah Berdirinya Masjid Jami Al- Hidayah
BAB IV
Tangerang ............................................................................................
36
B. Visi, Misi dan Tujuan Masjid Jami Al- Hidayah ..................................
39
C. Program Kegiatan Masjid Jami Al- Hidayah ........................................
41
D. Struktur kepengurusan Masjid Jami Al- Hidayah .................................
43
E. Sarana dan Prasarana Masjid Jami Al- Hidayah ...................................
44
ANALISIS HASIL PENELITIAN MANAJEMEN FUNDRAISING
MASJID JAMI AL- HIDAYAH TANGERANG
BAB V
A. Manajemen Fundraising Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang ............
47
B. Fungsi- Fungsi Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang ..........................
61
PENUTUP
A. Kesimpulan .........................................................................................
67
B. Saran- Saran ........................................................................................
69
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................
70
LAMPIRAN
vii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Secara teoritis konseptual, masjid adalah pusat kebudayaan umat Islam.
Di tempat suci inilah, syiar keislaman yang meliputi aspek duniawi dan
ukhrowi, material maupun spiritual dimulai, karena setelah nabi Muhammad
SAW hijrah ke Madinah, beliau berusaha bersama kaum Muhajirin dengan
masyarakat setempat (kaum Anshor) membangun masjid supaya orang islam
dapat berkumpul untuk melaksanakan shalat lima waktu.1
Berbicara tentang masjid, hampir sama tuanya dengan membicarakan
titik start penguatan kelembagaan dan motivasi perjuangan Islam di
permukaan bumi ini. Masjid adalah tempat melakukan ibadah dalam makna
luas. Dengan demikian, masjid merupakan bangunan yang sengaja didirikan
umat muslim untuk melaksanakan shalat berjamaah dan berbagai keperluan
lain yang terkait dengan kemaslahatan umat Muslim.
Rasulullah dan para sahabat sudah mulai memfungsikan masjid
mencakup semua aspek masyarakat Islam waktu itu, karena itu masjid
menempati posisi sentral yaitu sebagai kegiatan ibadah, pusat pembinaan
umat
Islam,
sekretariat
pemerintahan
Islam,
pusat
dakwah,
pusat
pengembangan kebudayaan Islam, mahkamah Islam, baaitul maal (lembaga
pemberdayaan ekonomi umat Islam) sebagai pusat kesejahteraan ekonomi
1
Didin Hafidhuddin, Dakwah Aktual ( Jakarta: gema Insani Press, 1998), h. 29.
1
2
kerakyatan yang dikembangkan oleh kelompok jama’ah masjid dalam
mengatasi terapi kemiskinan.
Masjid adalah tempat ibadah umat Islam yang pertama dibangun oleh
Rasullah SAW pada saat hijrah ke Madinah sebagaimana firman Allah SWT
dalam Surah At-Taubah/9: 18
   
        
   

             
 
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orangorang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan
shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada
Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan
orang-orang yang mendapat petunjuk”
Berkaitan dengan hal tersebut, Gazalba menjelaskan, bahwa di zaman
Rasulullah, masjid selain berfungsi sebagai tempat ibadah (untuk melakukan
kegiatan shalat, berdzikir, dan beri’tikaf), juga sebagai pusat pembelajaran
(untuk melakukan berbagai kegiatan pembinaan dan peningkatan kualitas
umat).2
Untuk dapat mengoptimalkan fungsi dan peran masjid pada masa kini,
kita harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana masjid difungsikan pada
masa Rasulullah SAW, sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT.
2
h. 6
Sidi Gazalba, Masjid Pusat Ibadah dan Kebudayaan Islam ( Jakarta: Bulan Bintang, 1986),
3
Menurut Miftah Faridl: Masjid adalah peradaban Islam, bukan sekedar
sebuah tempat kegiatan keagamaan dan kebudayaan, tetapi merupakan suatu
tata kelembagaan yang menjadi sarana pembinaan masyarakat dan keluarga
muslim serta insan-insan peradaban Islam. 3
Akan tetapi, bila mencermati perkembangan dewasa ini, fungsi yang
kedua ini cenderung mulai berkurang. Hal ini lantaran masjid sering hanya
dipahami semata-mata untuk sujud, sebagaimana dilakukan dalam shalat.
Apabila jumlah masjid yang ada di Indonesia benar-benar difungsikan
sebagai masjid dengan baik, maka dalam waktu yang tidak lama salah satu
upaya
mengeluarkan
bangsa
ini
dari
keterpurukan
akibat
krisis
multidimensional yang sudah diderita beberapa tahun ini karena salah satu
fungsi masjid adalah memberikan pembinaan dalam berbagai bidang
kehidupan termasuk sosial dan ekonomi.
Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan
bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan
organisasional atau maksud-maksud yang nyata.4Manajemen mempunyai
tujuan tertentu dan tidak dapat diraba. Manajemen berusaha untuk mencapai
hasil-hasil tertentu, yang biasanya diungkapkan dengan istilah-istilah
“objectives” atau hal-hal yang nyata.
3
h. 10
4
Ahmad Yani dan Satori Ismail, Menuju Masjid Ideal. (Jakarta: LP2SI Haramain, 2001),
George R. Terry dan Leslie W. Rue, Dasar-Dasar Manajemen. (Jakarta: PT Bumi Aksara,
2005), h. 2
4
Fundraising tidak hanya diartikan pengumpulan dana semata, tetapi juga
segala bentuk partisipasi dan kepedulian yang diberikan masyarakat kepada
suatu organisasi atau lembaga yang berbentuk dana dan segala macam benda
yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan lembaga.5
Manajemen fundraising merupakan titik tolak dalam menentukan
kebutuhan organisasi, semua itu dapat dilakukan untuk meningkatkan
kegiatan dalam memenuhi kebutuhan yang terus berkembang. Dari aktifitas
fundraising dalam masyarakat muslim sangat menentukan keberhasilan
organisasi/lembaga yang akan dikelolanya. Fundraising berperan penting bagi
lembaga atau organisasi social dalam upaya mendukung jalannya program
dalam kegiatan roda operasional yang telah digariskan. 6 Dalam hal ini,
manajemen fundraising juga diperlukan oleh masjid. Memiliki potensi yang
strategis untuk dikembangkan menjadi salah satu instrumen dalam
pengelolaan aktifitas ekonomi nasional.
Salah satu masjid yang sangat berpotensi dan dinilai melakukan
manajemen fundraising dan menerapkan fungsi masjid secara baik adalah
masjid Jami Al- Hidayah. Masjid yang terletak dikawasan Tangerang ini
adalah salah satu contoh masjid yang telah melakukan manajemen
fundraising dengan baik.
5
April Purwanto, Manajemen Fundraising Bagi Organisasi Zakat. (Yogyakarta: Teras,
2009), cet ke- 1, h.4
6
Iqbal Setyarso, Manajemen Zakat Berbasis Korporat, Kiprah Lembaga Pengelola Zakat
Pulau Sumatera, (Jakarta: Khairul Bayan, 2008), h.72
5
Oleh sebab itu, penulis memandang perlu adanya kajian sesuai dengan
pernyataan diatas mengenai manajemen fundraising masjid, akhirnya penulis
tertarik untuk menyusun skripsi dengan judul “Manajemen Fundraising
Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang”.
B. Pembatasan Dan Perumusan Masalah
1.
Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah merupakan usaha untuk menetapkan batasanbatasan dari masalah penelitian yang akan diteliti, batasan masalah ini
berguna untuk identifikasi faktor mana saja yang tidak termasuk dalam ruang
lingkup penelitian.7Penelitian ini dibatasi pada manajemen fundraising masjid
Jami Al- Hidayah Tangerang. Pembatasan ini sengaja dilakukan untuk
menghindari perluasan pembahasan yang tidak ada sangkut pautnya dengan
masalah yang akan diteliti.
2.
Perumusan Masalah
Perumusan masalah yang akan di cari jawabannya dalam penelitian ini
adalah:
a.
Bagaimana Manajemen Fundraising Masjid Jami Al- Hidayah
Tangerang?
b.
7
Bagaimana Fungsi Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang?
Husaini Akbar Dan Purnomo Setiadi Akbar, Metode Penelitian Sosial Jakarta: Bumi Aksara,
2006 h.26
6
C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
1.
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
a. Untuk
mengetahui
sistem
manajemen
fundraising
Masjid
Jami
Al- Hidayah Tangerang.
b. Sebagai pedoman dan bahan pertimbangan dewan kemakmuran masjid
lain dalam menerapkan manajemen fundraising dan fungsi-fungsi masjid.
2.
Manfaat Penelitian
a. Manfaat akademis :
1) Dapat menambah khazanah penelitian dan objek penelitian mahasiswa
jurusan Manajemen Dakwah dan memperkaya pengalaman sekaligus
pengembangan ilmu yang didapat selama berada dibangku kuliah.
2) Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan keilmuan dan
pengetahuan, baik bagi penulis dan pembaca khususnya mengenai
manajemen fundraising masjid.
b. Manfaat Praktis
1) Dalam penelitian ini penulis berharap dapat memberikan bahan
masukan dan evaluasi bagi pengurus Masjid Jami Al- Hidayah
Tangerang.
2) Dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang baru dalam
masalah ini, disamping sebagai perbandingan antara teori yang
didapatkan dari bangku kuliah dengan praktek yang terjadi
dilapangan.
7
D. Tinjauan Pustaka
Dalam penyusunan skripsi ini sebelum penelitian lebih lanjut kemudian
menyusunnya menjadi suatu karya ilmiah, maka langkah awal yang penulis
tempuh adalah mengkaji terlebih dahulu skripsi-skripsi yang mempunyai
judul hampir sama dengan yang penulis akan teliti.
Oleh sebab itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti
mempertegas perbedaan antara masing-masing judul dengan masalah yang
sedang dibahas yaitu sebagai berikut:
1.
Manajemen Masjid Astra dalam Meningkatkan Aktivitas Keagamaan
Karyawan PT Astra Sunter Jakarta Utara, Ditulis oleh Rudiawan
(105053001833) jurusan Manajemen Dakwah. Judul skripsi tersebut
membahas tentang aplikasi manajemen Masjid Astra Sunter dalam
meningkatkan aktivitas keagamaan karyawan astra.
2.
Manajemen Masjid Baiturrahman MPR/DPR RI dalam Upaya
Pengembangan Kegiatan Dakwah,Ditulis oleh Wildaniyah Sauwad
(105053001806) jurusan Manajemen Dakwah. Dalam skripsi ini
membahas tentang Manajemen Masjid Baiturrahman MPR/DPR RI
dalam Upaya mengembangkan kegiatan dakwah.
3.
Masjid Sebagai Pusat Dakwah ( Analisis Tentang Strategi Dakwah
di Masjid Atta’awun), Ditulis oleh Hani Ma’rifati, Fakultas Ilmu
Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Jurusan Manajemen Dakwah,
menjelaskan tentang strategi dakwah Masjid Atta’awun.
8
Demikianlah tinjauan pustaka ini penulis lakukan dimana perbedaan
bahasan atau materi antara apa yang akan penulis teliti dengan skripsi
terdahulu, terlihat pada objek dan subjek penelitiannya bahwa pada penelitian
terdahulu menjelaskan tentang cara meningkatkan aktifitas keagamaan
karyawan PT. Astra Sunter, pengembangan kegiatan dakwah Masjid
Baiturrahman MPR/DPR RI, dan menjelaskan tentang strategi dakwah di
Masjid Atta’awun, sedangkan yang penulis bahas tentang Manajemen
Fundraising Pada Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang.
E. Metedologi Penelitian
1.
Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Metode
yang
digunakan
adalah
metode
deskriptif
analisis8
yaitu
penulis
menggambarkan permasalahan dengan didasari data-data yang ada kemudian
dianalisis lebih lanjut untuk kemudian ditarik kesimpulan. Dengan tipe
pendekatan studi kasus, penulis mengadakan penelitian dengan melihat,
menggambarkan tentang manajemen fundraising Masjid Jami Al- Hidayah
Tangerang.
2.
Sumber dan Tehnik Pengambilan Data
Yang menjadi bahan acuan (sumber) dalam penelitian ini, penulis
membaginya dalam 2 kategori yaitu data primer dan data sekunder.
8
Soerjono Soekanto. Pengantar Penelitian Hukum, cet ke 3 (Jakarta, Vi Press 1984), h. 262
9
Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari pihak pengurus
Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang berupa hasil interview secara langsung
yang dipersiapkan sebelumnya dengan pengurus, tokoh masyarakat dan
masyarakat setempat Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang yang berkaitan
dengan skripsi ini.
Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari laporan-laporan atau datadata yang dikeluarkan dan literatur-literatur kepustakaan seperti buku-buku,
serta sumber lainnya yang berkaitan dengan pembahasan skripsi ini.
Untuk memperoleh data yang akurat maka penulis mengumpulkan data
melalui:
1.
Penelitian kepustakaan (Library Research)
Penulis melakukan penelitian dengan mengkaji data-data yang diperoleh
dari buku-buku yang memiliki kaitannya dengan penulisan skripsi ini.
2.
Penelitian Lapangan (Field Research)
Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan cara
mengumpulkan data dengan cara melakukan wawancara dengan
ketua DKM, bendahara, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.
3.
Subjek dan Objek Penelitian
a.
Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah orang atau sekelompok orang yang
dapat memberikan informasi refresentatif, mereka terdiri dari
pegawai atau pengurus, tokoh masyarakat dan masyarakat
10
setempat yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam
penelitian ini.
b.
Objek Penelitian
Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah manajemen
fundraising Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang.
4.
Tehnik Pengumpulan Data
Dalam
pengumpulan
data,
penulis
menggunakan
penelitian
lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan dilapangan, tempat dimana
objek penelitian itu berada. Untuk pengambilan data di dalam
penelitian lapangan, penulis menggunakan tehnik sebagai berikut:
a. Observasi
Observasi bisa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan
dengan sistematika fenomena-fenomena yang diselidiki di masjid
Jami Al- Hidayah pada bulan Februari – Mei 2013.
b. Interview
Interview yaitu merupakan tehnik pengumpulan data dengan cara
Tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematis dan
berdasarkan pada tujuan penelitian. Adapun interview pemimpin
yang penulis gunakan adalah interview bebas terpimpin.
Interview bebas terpimpin artinya dalam penyampaian interview
dengan maksud meminta jawaban dengan bebas dan terbuka,
maka jawaban tersebut tidak lepas dari kerangka tersebut.
Sedangkan alasan menggunakan jenis interview ini karena sangat
11
mudah dipahami oleh individu secara langsung, sehingga dapat
menghasilkan data dan informan yang memuaskan.
c. Dokumentasi
Menurut Winarno Surahmad, pengertian dokumentasi adalah
laporan tertulis dari suatu peristiwa yang isinya terdiri atas
penjelasan dari pemikiran terhadap peristiwa, dan oleh penulis
dengan sengaja disimpan atau meneruskan keterangan mengenai
peristiwa tersebut. Adapun dokumentasi yang penulis dapatkan
berupa hasil wawancara, pemasukan dan pengeluaran masjid, dan
foto masjid.
5.
Tehnik Analisis Data
Analisis data yang dilakukan peneliti adalah setelah semua data yang
diperlukan sudah terkumpul. Lalu mendeskripsikan data dari hasil
observasi dan wawancara dengan pihak pengurus Masjid Jami
Al- Hidayah. Data-data tersebut peneliti deskripsikan secara apa
adanya serta didukung oleh data yang didapatkan dari dokumen arsip
maupun sumber lainnya yang berkaitan dengan bahasan peneliti ini.
6.
Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Masjid Jami Al- Hidayah Jl. Raya
Siliwangi Kp. Gembor Kel. Pasir Jaya Kec. Jatiuwung Kota
Tangerang, Banten.
12
7.
Pedoman Penulisan Skripsi
Tehnik penulisan skripsi ini berpedoman pada buku pedoman
penulisan karya ilmiah (Skripsi, Tesis dan Disertasi), diterbitkan
oleh CEQDA (Center Of Quality Development And Assurance)
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2007.
F. Sitematika Penulisan
Laporan hasil penelitian ini dituangkan dalam bentuk karya tulis skripsi
dengan sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Membahas tentang latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan
masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, tinjauan pustaka
dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Membahas tentang Pengertian Manajemen Fundraising, Prinsip- Prinsip
Manajemen Fundraising, Langkah- Langkah Manajemen Fundraising, Pengertian
Masjid, Fungsi- Fungsi Masjid dan Pengertian Keuangan Masjid.
BAB
III
GAMBARAN
UMUM
MASJID
JAMI
AL-HIDAYAH
TANGERANG
Membahas tentang Latar belakang berdirinya Masjid Jami Al- Hidayah
Tangerang , Visi, Misi dan Tujuan di dirikannya Masjid Jami Al- Hidayah
13
Tangerang, Program kerja, Struktur Organisasi, serta Sarana dan Prasarana Masjid
Jami Al- Hidayah Tangerang.
BAB IV ANALISA HASIL PENELITIAN
Membahas tentang hasil penelitian manajemen fundraising dan fungsi Masjid
Jami Al- Hidayah Tangerang.
BAB V PENUTUP
Berisi tentang Kesimpulan dan Saran-Saran
BAB II
TINJAUAN TEORITIS TENTANG MANAJEMEN FUNDRAISING DAN
FUNGSI MASJID
A. Manajemen Fundraising
1.
Pengertian
Secara etimologis, kata manajemen berasal dari bahasa Inggris,
management, yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan dan pengelolaan.
Artinya, manajemen adalah suatu proses yang diterapkan oleh individu atau
kelompok dalam upaya kordinasi untuk mencapai suatu tujuan. 1
Manajemen sering diartikan sebagai ilmu, kiat, dan profesi. Dikatakan
sebagai ilmu oleh Luther Gulick karena manajemen dipandang sebagai suatu
bidang ilmu pengetahuan yang secara sistematis berusaha memahami
mengapa dan bagaimana orang bekerjasama. Dikatakan sebagai kiat menurut
Follet karena manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan
mengatur orang lain menjalankan tugas. Dipandang sebagai profesi karena
manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai suatu profesi
manajer dan para profesional yang dituntut oleh suatu kode etik. 2
Sedangkan
secara
terminologi
terdapat
banyak
definisi
yang
dikemukakan oleh para ahli, diantaranya:
1
M. Munir dan Wahyu Ilahi, Manajemen Dakwah, (Jakarta: Prenada Media Group, 2009),
Cet ke-2 h. 9
2
Fattah, Nanang, Landasan Manajemen Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1996),
Cet ke-VII, h. 1.
14
15
James A. F. Stoner
Manajemen
adalah
proses
merencanakan,
mengorganisasikan,
memimpin dan mengendalikan berbagai upaya dari anggota organisasi dan
proses penggunaan semua sumber daya organisasi demi tercapainya tujuan
organisasi yang telah ditetapkan.3
Orday Tead
Dalam bukunya The Art Of Administration yang dikutip oleh Sarwoto
mengatakan bahwa ” Management is the process agency which direct and
guide operation of organization in the realizing of established aims”
(Manajemen adalah proses dan perangkat yang mengarahkan dan
membimbing kegiatan-kegiatan suatu organisasi dalam mencapai tujuan
yang telah ditetapkan).4
Robert Krietner
Dalam bukunya Manajemen yang dikutip oleh Zaini Muchtarom
mengatakan bahwa “Management is process of working with and the trough
other to achieve organizational objectives in a changing environment central
to this process is effective and efficient use of limited resources”
(Manajemen adalah proses kerja dengan dan melalui orang lain untuk
3
A. M. Kadarman dan Jusuf Udaya, Pengantar Ilmu Manajemen, (Jakarta: PT. Pren Alindo,
2001), h. 9
4
Sarwoto, Dasar-Dasar Organisasi dan Manajemen,(Jakarta: Ghalia Indonesia, 1998), Cet keVII, h. 45
16
mencapai suatu tujuan organisasi dalam lingkup yang berubah, proses ini
berpusat pada penggunaan secara efektif dan efisien terhadap sumber daya
yang terbatas).5
Malayu S. P Hasibuan
Manajemen adalah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan
sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien
untuk mencapai suatu tujuan tertentu.6
M. Manulang
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian,
penyusunan, penggerakan dan pengawasan sumber daya alam untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 7
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah
serangkaian proses yang sistematis dan terorganisir yang terdiri dari
kegiatan-kegiatan
perencanaan,
pengorganisasian,
penggerakan
dan
pengawasan yang memanfaatkan sumber daya manusia dan lainnya untuk
mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien.
5
Zaini Muchtarom, Dasar-Dasar Manajemen Dakwah, (Yogyakarta: Alami Press, 1996), Cet
ke-I, h. 36
6
Malayu S. P Hasibuan, Manajemen, Dasar Pengertian dan Masalah, (Jakarta: Bumi Aksara,
2005), h. 2
7
M. Manulang, Dasar-Dasar Manajemen, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1996), Cet ke-1, h. 15
17
Sedangkan pengertian Fundraising dalam kamus Indonesia-Inggris
adalah pengumpulan dana, sedangkan orang yang mengumpulkan dana
disebut fundraiser. Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia, yang
dimaksud dengan penggalangan lebih dekat maknanya kepada pengumpulan
adalah proses, cara perbuatan; mengumpulkan; perhimpunan; pengarahan. 8
Sedangkan yang dimaksud dengan dana adalah uang yang disediakan untuk
keperluan : biaya; pemberian; hadiah; derma. 9 Pengertian pengumpulan dana
(Fundraising) ialah suatu proses pengumpulan uang yang dilakukan oleh
sekumpulan orang atau lembaga yang dikumpulkan dari masyarakat dan
untuk kepentingan masyarakat pula.
Fundraising dapat diartikan sebagai kegiatan dalam rangka menghimpun
dana dari masyarakat dan sumber daya lainnya dari masyarakat (baik
individu, kelompok, organisasi, perusahaan, ataupun pemerintah) yang akan
digunakan
untuk
membiayai
program
dan
kegiatan
operasional
organisasi/lembaga sehingga mencapai tujuannya.10
Menurut Ekaterina Kim yang dikutip oleh Michael Norton dalam buku
Mengggalang Dana: “Menggalang dana adalah sebuah ilmu, tetapi aturannya
lebih seperti pelangi daripada sebuah rumus. Anda harus melukis dengan
8
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, h. 612
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI, h. 234
10
April Purwanto, Manajemen Fundraising Bagi Organisasi Pengelola Zakat,
(Yogyakarta:Teras,2009), Cet ke -1, h. 3
9
18
paduan warna dan perasaan yang halus. Dan anda pasti sukses bila anda
melukis dengan rasa kasih sayang dan persahabatan. 11
Menggalang dana adalah sebuah proses menggalang dana bukan
mengenai meminta uang tetapi lebihi mengenai menjual ide bahwa donor
dapat mewujudkan perubahan masyarakat. Bila orang telah menerima ide
itu, maka mereka mau menyumbang.12
Beberapa penggalangan dana tidak memanfaatkan peluang yang ada
untuk memperoleh dana. Beberapa lagi melakukannya, tetapi tidak efektif.
Tujuan menggalang dana adalah memperoleh, tetapi sering dilupakan bahwa
imbauan agar orang berbuat sesuatu, permintaan agar orang menyumbang
adalah bagian yang sangat penting dari imbauan yang disajikan.
Dari berbagai pengertian diatas dapat penulis simpulkan bahwa
Manajemen Fundraising adalah serangkaian proses penghimpunan dana dan
menjual ide yang memiliki daya kreatifitas dan imajinasi yang tinggi secara
sistematis dan terorganisir yang terdiri dari kegiatan-kegiatan perencanaan
penghimpunan dana, pengorganisasian penghimpunan dana, penggerakan
penghimpunan
dana
dan
pengawasan
penghimpunan
dana
yang
memanfaatkan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan dengan efektif
dan efisien.
11
12
Michael Norton, Menggalang Dana, (Jakarta:Yayasan Obor Indonesia, 2002), h. 11
Michael Norton, h. 15
19
2.
Prinsip- Prinsip Manajemen Fundraising
Ada beberapa prinsip manajemen fundraising yang harus dijalankan oleh
pengurus masjid diantaranya:
a. Efisiensi
Efisien adalah bagaimana mencapai akhir dengan hanya menggunakan
sarana yang perlu, atau dengan menggunakan sarana sesedikit mungkin.
Efisiensi adalah ukuran mengenai hubungan antara hasil yang dicapai
dengan usaha yang telah dikeluarkan.
b. Efektivitas
Efektifitas adalah seberapa besar suatu tujuan sedang, atau telah tercapai.
Efektifitas merupakan suatu yang hendak di gunakan oleh manajemen
fundraising.
c. Harus meminta
Cara meminta yang paling baik adalah melalui Pendekatan Pribadi.
Biasanya semakin anda melakukan pendekatan pribadi maka semakin efektif
upaya anda.
Meminta waktu untuk bertemu muka lebih baik daripada memberi
paparan dalam sebuah pertemuan pada sekelompok orang, tetapi ini lebih
baik dari pada menulis sepucuk surat pribadi kepada seseorang, tetapi ini
lebih baik daripada mengirim surat edaran kepada banyak orang.
20
d. Pembagian kerja (Division of work)
Pembagian kerja harus disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian
sehingga pelaksanaan kerja berjalan efektif. Oleh karena itu, dalam
penempatan pengurus harus menggunakan prinsip the right man in the right
place. Pembagian kerja harus rasional/objektif, bukan emosional subyektif
yang didasarkan atas dasar like and dislike.
e. Disiplin (Discipline)
Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang
menjadi tanggung jawab. Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang.
Apabila wewenang tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan
hilang. Oleh karena ini, pemegang wewenang harus dapat menanamkan
disiplin terhadap dirinya sendiri sehingga mempunyai tanggung jawab
terhadap pekerjaan sesuai dengan wewenang yang ada padanya.
f. Kesatuan perintah (Unity of command)
Dalam melakasanakan pekerjaan, pengurus harus memperhatikan
prinsip kesatuan perintah sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan
dengan baik. Pengurus harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab
sesuai dengan wewenang yang diperolehnya. Perintah yang datang dari
ketua lain kepada seorang pengurus akan merusak jalannya wewenang dan
tanggung jawab serta pembagian kerja.
21
g. Kesatuan pengarahan (Unity of direction)
Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, pengurus
perlu diarahkan menuju sasarannya. Kesatuan pengarahan bertalian erat
dengan pembagian kerja. Kesatuan pengarahan tergantung pula terhadap
kesatuan perintah. Dalam pelaksanaan kerja bisa saja terjadi adanya dua
perintah sehingga menimbulkan arah yang berlawanan. Oleh karena itu,
perlu alur yang jelas dari mana pengurus mendapat wewenang untuk
melaksanakan pekerjaan dan kepada siapa ia harus mengetahui batas
wewenang dan tanggung jawabnya agar tidak terjadi kesalahan. Pelaksanaan
kesatuan pengarahan (unity of directiion) tidak dapat terlepas dari
pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, serta kesatuan
perintah.
h. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
Setiap pengurus harus mengabdikan kepentingan sendiri kepada
kepentingan organisasi. Hal semacam itu merupakan suatu syarat yang
sangat penting agar setiap kegiatan berjalan dengan lancar sehingga tujuan
dapat tercapai dengan baik.
i.
Penggajian pengurus
Gaji atau upah bagi pengurus merupakan kompensasi yang menentukan
terwujudnya kelancaran dalam bekerja. Pengurus yang diliputi perasaan
cemas dan kekurangan akan sulit berkonsentrasi terhadap tugas dan
kewajibannya sehingga dapat mengakibatkan ketidaksempurnaan dalam
22
bekerja. Oleh karena itu, dalam prinsip penggajian harus dipikirkan
bagaimana agar pengurus dapat bekerja dengan tenang. Sistem penggajian
harus diperhitungkan agar menimbulkan kedisiplinan dan kegairahan kerja
sehingga pengurus berkompetisi untuk membuat prestasi yang lebih besar.
Prinsip more pay for more prestige (upah lebih untuk prestasi lebih), dan
prinsip upah sama untuk prestasi yang sama perlu diterapkan sebab apabila
ada perbedaan akan menimbulkan kelesuan dalam bekerja dan mungkin akan
menimbulkan tindakan tidak disiplin.
j.
Pemusatan (Centralization)
Pemusatan wewenang akan menimbulkan pemusatan tanggung jawab
dalam suatu kegiatan. Tanggung jawab terakhir terletak ada orang yang
memegang wewenang tertinggi atau manajer puncak. Pemusatan bukan
berarti adanya kekuasaan untuk menggunakan wewenang, melainkan untuk
menghindari kesimpangsiuran wewenang dan tanggung jawab. Pemusatan
wewenang ini juga tidak menghilangkan asas pelimpahan wewenang
(delegation of authority)
k. Keadilan dan kejujuran
Keadilan dan kejujuran merupakan salah satu syarat untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan. Keadilan dan kejujuran terkait dengan moral
pengurus dan tidak dapat dipisahkan. Keadilan dan kejujuran harus
ditegakkan mulai dari atasan karena atasan memiliki wewenang yang paling
besar. Ketua DKM yang adil dan jujur akan menggunakan wewenangnya
23
dengan sebaik-baiknya untuk melakukan keadilan dan kejujuran pada
bawahannya.
l.
Prakarsa (Inisiative)
Prakarsa timbul dari dalam diri seseorang yang menggunakan daya
pikir. Prakarsa menimbulkan kehendak untuk mewujudkan suatu yang
berguna bagi penyelesaian pekerjaan dengan sebaik-beiknya. Jadi dalam
prakarsa terhimpun kehendak, perasaan, pikiran, keahlian dan pengalaman
seseorang. Oleh karena itu, setiap prakarsa yang datang dari pengurus harus
dihargai. Prakarsa (inisiatif) mengandung arti menghargai orang lain, karena
itu hakikatnya manusia butuh penghargaan. Setiap penolakan terhadap
prakarsa pengurus merupakan salah satu langkah untuk menolak gairah
kerja. Oleh karena itu, seorang ketua yang bijak akan menerima dengan
senang hari prakarsa-prakarsa yang dilahirkan pengurusnya.
m. Memahami sudut pandang Pendonor
Dalam diri pendonor mungkin timbul beberapa perasaan dan pikiran
ketika ia memutuskan akan memberikan sumbangan. Seorang penggalang
dana harus memahami proses ini.
Kemurahan hati sebagai rasa solidaritas sosial, sebuah pemberian tanpa
pamrih, tanpa keinginan mendapatkan imbalan. Penggalang dana juga perlu
memahami bahwa donor mungkin punya alasan pribadi sehingga ia mampu
memberi sumbangan dan membagi keberuntungannya diatas kepentingan
pendonor itu. Bila ia memberi itu berarti ia juga mendukung bidang yang
24
menjadi fokus, ia berbuat sesuatu karena menurut hematnya harus dilakukan
sesuatu dan ia betul-betul ingin sekali agar dilakukan sesuatu.
n. Menggalang Dana Berarti Berhubungan dengan Orang
Orang memberi sumbangan untuk menolong orang lain atau melakukan
sesuatu guna mewujudkan dunia yang lebih baik. Donor tidah tahu berapa
harus memberi. Satu masalah adalah donor tidak tahu harus memberi berapa
besar. Tetapi dilain pihak mereka juga mungkin tidak inginmemberi terlalu
sedikit, agar tidak dikira kikir.
o. Mengucapakan terima kasih atau do’a kan
Mengucapkan terima kasih sangatlah penting. Mengucapkan terima
kasih berarti menghargai dan mengakui kedermawanan donor.
Mengucapkan terima kasih juga sebuah tindakan untuk kepentingan diri
dalam arti yang baik, yaitu donor menjadi lebih hangat mengenai organisasi
anda dan barangkali member sumbangan lagi.
p. Keterlibatan dan kesungguhan berbuat untuk jangka panjang
Untuk mencapai ini berarti anda harus mengajak donor agar mau terlibat
dalam kegiatan organisasi dan sungguh-sungguh membantu organisasi
mencapai tujuan.
25
q.
Bertanggungjawab dan melaporkan
Bertanggungjawab dan melapor bila anda mendapat dana dari seseorang
atau anda punya tanggungjawab untuk:
1) Memastikan bahwa uang itu dibelanjakan untuk tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya.
2) Memastikan bahwa uang itu dibelanjakan dengan sebaik-baiknya
dan benar-benar mencapai hasil nyata
3.
Langkah- Langkah Manajemen Fundraising
Langkah-langkah manajemen fundraising secara lebih kreatif dapat
dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
1) Zakat
Kata zakat merupakan masdar dari fiil madhi (kata kerja lampau) zaka
Dan fiil mudhori (kata kerja sedang atau yang akan datang) yaitu yuzakki.
Secara etimologis kata zakat berarti berkah, tumbuh, bertambah, bersih
dan baik.Sesuatu yang dikatakan zaka berarti tumbuh dan berkembang,
dan seorang itu zaka berarti orang itu baik. 13
Makna dari kata zaka (sebagaimana digunakan dalam Al- Quran)
adalah suci dari dosa. Jika pengertian itu dihubungkan dengan harta,
13
A. W. Munawwir, Kamus Al- Munawwir, (Yogyakarta: PP. Al-Munawwir, 1984).
26
maka menurut islam harta yang dizakati menjadi suci dan menjadi berkah
(menurut kebaikan bagi hidup dan kehidupan muzakki). 14
Dalam undang-undang Republik Indonesia No 38 tahun 1999 tentang
pengelolaan zakat, disebutkan bahwa : “zakat adalah harta yang wajib
disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh orang
muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan kepada yang
berhak menerimanya. 15
2) Shadaqoh
Pengertian shadaqoh atau sedakah secara bahasa berasal dari kata
"shadaqa" yang artinya "benar" tersurat dari kata ini bahwa yang
bersedekah
adalah
orang
yang
benar
imannya.
Shadaqah atau sedekah adalah pemberian sukarela yang dilakukan oleh
seseorang kepada orang lain atau lembaga, terutama kepada orang-orang
miskin, setiap kesempatan terbuka yang tidak ditentukan baik jenis,
jumlah maupun waktunya.
3) Infaq
Infaq adalah pengeluaran sukalrela yang di lakukan seseorang, setiap
kali ia memperoleh rizki, sebanyak yang ia kehendakinya. Menurut
bahasa infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan harta
14
Ibnu Qudamah, Al Mughri, (Beirut: Dar Al Kutub Al Limiyah, t.th) juz II, h. 433
Deparatemen Agama RI, Undang-Undang RI, No 38 tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat,
pasal 1 ayat 2
15
27
untuk kepentingan sesuatu. Sedangangkan menurut islilah syari'at, infaq
adalah mengeluarkan sebagian harta yang diperintahkan dalam islam.
Infaq berbeda dengan zakat, iinfaq tidak mengenal nisab atau jumlah
harta yang ditentukan secara hukum.Infaq tidak harus diberikan kepada
mustahik tertentu, melainkan kepada siapapun misalnya orang tua,
kerabat, anak yatim, orang miskin, atau orong-orang yang sedang dalam
perjalanan.
4) Mengadakan Bazaar Amal
Mengadakan bazaar amal sudah merupakan tradisi didalam
masyarakat. Kegiatan bazaar ini pun dapat dipergunakan sebagai salah
satu cara memasukan dana.Kesempatan bazaar ini dimanfaatkan untuk
menarik dan mengajak sponsor berperan serta. Misalnya, melalui
pembayaran atau sewa tempat dalam bazaar itu.Atau, memungut
persentase keuntungan dari kegiatan jual beli barang murah dalam bazaar
tersebut.
5) Mengadakan Pertunjukan
Selain bazaar dapat juga diadakan kegiatan pertunjukan, seperti
pemutaran film, pergelaran musik/kesenian. Kegiatan ini dapat dilakukan
bekerja sama dengan para artis atau pelawak muslim. Melalui acara
pertunjukan ini diharapkan khalayak luas menonton sambil beramal
melalui hasil penjualan karcis sebanyak mungkin.Keuntungannya masuk
ke kas masjid.
28
6) Menjual Kalender Hijriah
Apabila berkenaan dengan datangnya tahun baru Islam, pengumpulan
dana dapat dilakukan dari hasil penjualan kalender hijriah. Kalender itu
dibuat sedemikian rupa sehingga orang mau membelinya. Atau, kalender
itu dijual melalui pengajian-pengajian, majlis taklim, sekolah Islam.
Keuntungan dari jual beli kalender tersebut dipergunakan untuk
kepentingan masjid.
7) Lelang Bahan Bangunan Masjid
Kegiatan pelelangan bahan-bahan bangunan masjid merupakan
peluang pula. Lelang diadakan secara terbuka dalam suatu pertemuan atau
pengajian yang diadakan oleh pengurus atau panitia pembangunan
masjid. Melelang bahan bangunan masjid artinya mengajak siapa saja
yang mau beramal menyumbang atau membelikan batu, pasir, bata,
keramik, semen, genteng, kayu dan kubah. Kepada mereka, pengurus
masjid memberikan kenang-kenangan berupa tanda penghargaan.
8) Menjual Piagam
Dapat pula kegiatan pengumpulan dana dilakukan dengan cara
menjual piagam. Pada piagam ini dicantumkan harganya, cara ini
dimaksudkan agar setiap jamaah yang beramal mendapatkan tanda
penghargaan langsung dari pengurus/panitia pembangunan masjid.
29
B. Fungsi Masjid
1.
Pengertian Masjid
Masjid berasal dari kata sajada, yasjudu, sujuudan, masjidan, yang berarti
“tempat
merendahkan diri”,
tempat
menyembah
Allah SWT,
tempat
sujud.Masjid secara bahasa berarti tempat sujud, setiap tempat yang digunakan
untuk sujud dan setiap tempat yang dipakai untuk beribadah kepada Allah
SWT.16
Sebenarnya kata masjid itu tidak hanya terbatas kepada suatu bangunan yang
megah dan indah seperti dalam pengertian sekarang ini, namun mencakup semua
tempat dimana terjadi peristiwa sujud. Karena itu Al- Qur’an menegaskan dalam
surat Al- Jin ayat 18:
       
“Dan Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka
janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping
(menyembah) Allah”. 17
Sedangkan pengertian masjid secara istilah tempat sujud, yaitu tempat umat
islam mengerjakan shalat, zikir kepada Allah SWT, dan untuk hal-hal yang
berhubungan dengan dakwah Islamiyah. 18
16
Karam Al- Bustany, Et Al. Al-Munjid Al-Lughah Wa Al-A’lam.(Beirut: Dar Al Masyiq,1986),
Cet. Ke-28, h. 321
17
Departemen Agama RI, Al- Qur’an Tajwid dan Terjemah Transiliterasi Latin, (Jakarta: PT
Pena Pundi Aksara, 2008), Cet Ke-III, h. 1343
30
M. HR Songge menyatakan, masjid secara etimologis bermakna sebagai
tempat para hamba yang beriman bersujud melakukan ibadah mahdhah berupa
shalat wajib dan berbagai shalat sunnah lainnya kepada Allah SWT. Sedangkan
dalam makna terminologisnya ialah tempat dimana para hamba melakukan
segala aktivitas baik yang bersifat vertikal maupun horizontal dalam kerangka
beribadah kepada Allah SWT.19
Prof. TM Hasbi Ash-Shidieqi berpendapat bahwa pengertian masjid tidaklah
khusus dengan tempat mendirikan Jum’at saja, bahkan perkataan masjid,
mengenai segala tempat yang dijadikan tempat umum untuk menegakkan shalat
dan jama’ah.20
Menurut Yusuf Qardhawi yang dimaksud dengan masjid adalah rumah
sebagaimana yang telah Allah firmankan didalam surat An-Nur (36-37):
       
       
              
        
“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk
dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu
petang. Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh
jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari)
18
M. Abdul Mujid, Kamus Istilah Fiqih, (Jakarta: PT Pustaka Firdaus,1994), h. 201
M. HR. Songge, Pesan Risalah Masyarakat Madani,(Jakarta: PT Media Cita, 2001), h. 12-13
20
Hasbi Ash Shidieqi TM, Koleksi Hadits Hukum,(Bandung: PT Al Ma’arif, 1979), Jilid ii, Cet
ke-3, h. 10
19
31
membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan
penglihatan menjadi goncang”
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa masjid adalah rumah Allah SWT,yang
dibangun agar
umat
bertasbih kepada
Allah,
mendirikan shalat
dan
menyembahNya dengan baik. 21
Menurut Aidh Bin Abdullah Al-Qorni, “Masjid adalah tempat untuk saling
mengenal dan mengakrabkan diri diantara kaum Muslimin. Karena saat didalam
masjid mereka dapat mengetahui informasi tentang saudaranya yang tidak hadir,
apakah mereka dalam kesusahan atau lainnya, dengan demikian maka akan
timbul rasa At-ta’awun (tolong-menolong) sehingga dapat mempererat tali
ukhuwah dan memperkokoh rasa kasih sayang antar jama’ah masjid dari kaum
mu’minin. 22
Dari beberapa pengertian diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa
masjid adalah suatu tempat dimana seseorang dapat melakukan sujud,
merendahkan diri, dan menyembah Allah, serta tempat untuk memecahkan
segala permasalahan yang berkaitan dengan persoalan manusia.
2.
Fungsi- Fungsi Masjid
Masjid berfungsi sebagai tempat untuk memberikan motivasi dalam semua
kegiatan masyarakat baik menyangkut kegiatan formal atau informal maupun
21
Yusuf Al-Qardhawi, Tuntunan Membangun Masjid, (Jakarta: Gema Insani Press,) Cet. Ke-1,
h. 7
22
Aidh Bin Abdullah Al-Qarni, Memakmurkan Masjid; Masjid dan Masyarakat Madani,
(Jakarta: PT. Media Cita, 2001), h.12-13
32
kepentingan kesejahteraan masyarakat atau umat dalam mencapai tujuan
pembangunan Indonesia, yaitu masyarakat adil, makmur dan sejahtera lahir
batin.23
Ketika masjid hendak kita maksimalkan peran dan fungsinya sebagai pusat
ibadah dan pembinaan umat, maka ada banyak sisi aktifitas yang harus
dikembangkan, tegasnya semua anggota masyarakat yang menjadi jamaah masjid
harus mendapatkan pembinaan dari masjid sehingga meningkatkan ketaqwaan
kepada Allah Swt.24 Apalagi aktivitas masjid itu semestinya tidak hanya
menyentuh atau melibatkan sekelompok orang saja dan aktifitasnya pun tidak
hanya berupa ibadah tertentu yang bersifat ritual. Oleh karena itu, semestinya
aktifitas masjid menyentuh dan melibatkan semua kelompok jamaah, juga tidak
memandang dari segi wanita ataupun pria, kaya dan miskin, dan berpendidikan
tinggi atau rendah.
Saat ini masjid memiliki fungsi yang semakin terasa penting dalam
kehidupan umat islam, diantaranya sebagai berikut:
a. Tempat Ibadah
Sesuai dengan namanya, masjid adalah tempat sujud maka diketahui
bahwa makna ibadah didalam islam adalah luas. Fungsi utamanya adalah
tempat shalat, sebagaimana menyangkut segala aktifitas kehidupan yang
ditunjukan untuk memperoleh ridho Allah Swt, maka fungsi masjid
23
Supardi dan Teuku Amiruddin, Manajemen Masjid Dalam Pembangunan Masyarakat,
Yogyakarta: UII Press, 2001, Cet. 1, h. 138
24
Supardi dan Teuku Amiruddin, Manajemen Masjid Dalam Pembangunan Masyarakat, h. 19
33
disamping sebagai tempat shalat juga sebagai tempat beribadah secara
luas dengan ajaran Islam.
b. Tempat Menuntut Ilmu
Masjid berfungsi sebagai tempat belajar mengajar khususnya ilmu agama
yang merupakan Fardu’ain bagi umat Islam, disamping itu juga ilmuilmu umum lainnya.
c. Tempat Pembinaan Jamaah
Dengan adanya umat islam disekitarnya, masjid perlu mengaktualkan
peranya dalam mengkordinir jamaahnya, baik untuk beribadah maupun
beraktifitasnya, dalam rangka menyatukan potensi dan kepemimpinan
umat.
d. Pusat Dakwah dan Kebudayaan
Masjid merupakan jantung kehidupan umat islam, yang selalu berdenyut
untuk menyebarkan dakwah islamiyah dan budaya islam. Dimasjid pula
seharusnya
direncanakan,
diorganisir,
dikaji,
dilaksanakan
dan
dikembangkan dakwah islamiyyahnya dan kebudayaan islam yang
menyahuti kebutuhan masyarakat 25
e. Pusat Kaderisasi
Sebagai tempat pembinaan jamaah dan kepemimpinan umat, masjid
memerlukan aktifitas yang berjuang untuk menegakan islam secara
berkesinambungan, patah tumbuh, hilang berganti. Karena itu pembinaan
25
Quraish Syihab, Wawasan Al- Qur’an, (Bandung: Mizan, 2005) h. 27
34
kader perlu disiapkan dan dipusatkan dimasjid sejak mereka masih kecil
sampai dewasa, diantaranya melalui wadah TPA, remaja masjid maupun
ta’mir masjid dengan berbagai kegiatan.
f. Sarana Pembinaan Iman
Bagi seorang muslim, iman memiliki kedudukan yang sangat penting,
tapi iman itu ada pasang surutnya. Kadang-kadang iman kita naik dan
kokoh yang membuat seorang mukmin begitu tinggi semangat
pengabdiannya kepada Allah Swt, namun terkadang iman malah turun
yang membuat kecenderungannya kepada kemaksiatan dan kemungkaran
malah naik. Karena itu memiliki iman yang stabil menjadi sesuatu yang
sangat mendasar. Dengan iman yang mantap, seseorang akan selalu
komitmen kepada nilai-nilai yang datang dari Allah Swt dan RasulNya
serta membuatnya tidak berani menyimpang dari jalan hidup yang benar.
Dengan kata lain, iman yang mantap akan menghasilkan akhlak yang
mulia. Kearah tujuannya iman yang mantap itulah diperlukan pembinaan
iman yang sungguh-sungguh dan berkesinambungan. Dan masjid
merupakan salah satu sarana utama yang bisa digunakan untuk membina
keimanan kaum muslimin 26.
26
Supardi dan Teuku Amiruddin, h. 3
35
3.
Keuangan Masjid
Masjid memerlukan biaya yang tidak sedikit setiap bulannya.Biaya itu
dikeluarkan untuk mendanai kegiatan rutin. Mengurus masjid, memelihara/
merawatnya, dan melaksanakan kegiatan masjid hanya mungkin terlaksana jika
tersedia dana dalam jumlah yang mencukupi. Tanpa ketersediaan dana hampir
semua gagasan memakmurkan masjid tidak dapat dilaksanakan. Merupakan
tugas dan tanggung jawab pengurus masjidlah memikirkan, mencari, dan
mengadakan dana ini sebatas kemampuan yang mereka miliki.
Secara tradisional, aliaran dana kemasjid didapatkan dari hasil tromol jumat
atau dari sedekah jamaah. Namun, mengandalkan income hanya dari kedua pos
itu
niscaya
jauh
dari
memadai.
Jumlah
yang
dihasilkannya
relatif
sedikit,sedangkan anggaran pengeluaran masjid cukup besar. Mau tidak mau,
pengurus masjid perlu menggiatkan usaha-usaha lain yang menjamin adanya
sumber pendapatan masjid. Pengelola masjid dituntut berpikir keras mencarikan
jalan keluar untuk menghadirkan dana, baik berupa uang tunai maupun yang
berbentuk material bangunan, dan pihak-pihak independen yang memiliki
kepedulian. 27
27
h. 57.
Moh. E. Ayyub, Muhsin, Ramlan Mardjoned. Manajemen Masjid (Jakarta: Gema Insani, 1996),
BAB III
GAMBARAN UMUM MASJID JAMI AL - HIDAYAH
A. Latar Belakang Dan Sejarah Berdirinya Masjid Jami Al– Hidayah
Tangerang
Masjid Jami Al- Hidayah berawal dari sebuah Mushola kecil bernama
Mushola Al- Hidayah didirikan dengan ditandai penancapan tiang pertama pada
tanggal 05 Januari 1975 oleh bapak H. Syamsudin (Alm) yang menjabat sebagai
kepala desa pada waktu itu. Pembangunan Mushola ini diilhami oleh KH.
Abdullah salah satu tokoh masyarakat di Kp. Gembor. Beliau berkeinginan
membangun mushola sebagai fasilitas untuk beribadah kepada Allah SWT. 1
Kemudian terjadilah pemekaran wilayah desa pada 8 tahun kemudian yaitu
tahun 1983 menjadi desa Pasir Jaya dan desa Periuk. Karena tuntutan dari kepala
desa baru yang ingin memiliki masjid didesa Pasir Jaya serta tidak
tertampungnya masyarakat yang ingin menjalani ibadah di mushola Al- Hidayah
akhirnya meski banyak ditentang oleh para kyai lain penancapan tiang pertama
masjid Al- Hidayah dilakukan pada tanggal 07 Agustus 1983 oleh KH. Abdullah
dengan modal 20.500.000 ribu rupiah, modal yang sangat kecil untuk
pembangunan masjid. Namun dengan niat yang tulus ikhlas demi kepentingan
umat dan syiarnya agama Islam alhamdulillah pembangunan Masjid Jami
1
Wawancara pribadi dengan KH. Abdullah tokoh masyarakat pada tanggal 21 April 2013
36
37
Al- Hidayah dapat dikerjakan dengan lancar meski memiliki banyak hambatan
yang meliputi dana, pembebasan lahan dan ditentangnya pembangunan oleh
banyak kyai.
Kemudian setelah pembangunan masjid telah selesai terjadilah perluasan
masjid yang tidak sedikit memakan dana, pada tahun 2000 perluasan masjid
tahap pertama dilakukan yang hampir merubah semua bentuk dan bangunan
masjid namun akhirnya pada tahun 2007 perluasan masjid pun selesai
dilakukan. 2
1.
Letak geografis
Masjid Jami Al- Hidayah berkapasitas 700 orang jamaah, yang dibangun
diatas lahan seluas kurang lebih 500 meter persegi dijalan Raya Siliwangi,
Kp. Gembor, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang.
a.
Sebelah Timur berbatasan dengan jalan Raya Siliwangi arah Pasar
Kemis
b.
Sebelah Barat berbatasan dengan rumah penduduk
c.
Sebelah Utara berbatasan dengan rumah warga
d.
Sebelah Selatan berbatasan dengan rumah warga
Lokasi masjid Jami Al- Hidayah sangat strategis, karena dapat dijangkau
dengan mudah oleh para jama’ah atau para pejalan kaki yang lewat, karena
letaknya sangat strategis dan berada ditengah-tengah masyarakat.
2
Wawancara pribadi dengan KH. Abdullah selaku tokoh masyarakat pada tanggal 21 April 2013
38
2.
Perpaduan Keindahan Seni dan Kemegahan
Bila kita melintas di Jl. Raya Siliwangi Kp. Gembor,Tangerang menuju
Pasar Kemis, kita akan mendapati masjid megah ini berada di sisi kiri.
Dengan kombinasi warna putih dan hijau yang mencolok di beberapa sisi
dinding dan menaranya, masjid yang dibangun di atas lahan seluas 500 meter
persegi ini sungguh benar-benar menampilkan arsitektur yang unik dan
menawan.
3.
Pencahayaan dan Sirkulasi Udara
Sementara di langit-langit masjid tampak lampu yang didesain unik
menggantung dengan indah. Hampir semua aspek di masjid ini didesain
dalam bentuk yang selaras. Mulai dari lampu gantung, daun pintu, pembatas
shof hingga teralis yang menjadi pagar pada bagian teras didesain dalam
bentuk dan corak yang senada.
Kondisi pencahayaan dan sirkulasi udara pun tak lepas dari perhatian.
Tak hanya dari segi estetika, secara fungsional pun masjid ini dirancang
dengan tepat. Hampir di semua sisi dinding Masjid Jami Al- Hidayah
terdapat ventilasi udara yang dirancang selaras dengan ornamen-ornamen
pendukung lainnya. Dengan banyaknya sumber sinar matahari, pada siang
hari kondisi cahaya di dalam ruangan masjid cukup terang meski tanpa
39
menghidup lampu.Belum lagi banyaknya ventilasi udara yang membuat
ruangan di masjid selalu sejuk.
B. Visi, Misi, Dan Tujuan Masjid Jami Al- Hidayah
VISI
“Menjadikan Masjid Jami Al- Hidayah sebagai pusat pembinaan Aqidah
Islam dan Sosial kemasyarakatan dalam rangka mencerdaskan umat dan
meningkatkan keimanan”
MISI
1. Menyelenggarakan kegiatan keagamaan untuk meningkatkan keimanan
dan ketaqwaan,
2. Menyelenggarakan
kegiatan
pendidikan
dan
pelatihan
untuk
meningkatkan sumber daya manusia,
3. Memberikan bantuan kepada fakir miskin, janda-janda tua dan santunan
kepada anak yatim.
40
TUJUAN
1. Berperan dibidang keagamaan, sosial dan kemanusian.
2. Terciptanya kemaslahatan umat sesuai dengan permasalahan dan
perkembangan masyarakat yang berpedoman pada agama Islam.
3. Terbangunya solidaritas yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
Sejalan dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, di samping kegiatan
utamanya menyelenggarakan kegiatan peribadatan dan dakwah, Masjid Jami
Al- Hidayah diharapkan juga dapat memberikan kontribusi dalam upaya
pengentasan kemiskinan yang saat ini tentu saja menjadi perhatian pemerintah.
Kegiatan ini secara khusus akan ditangani oleh bidang usaha dan sosial
kemasyarakatan yang akan menyelenggarakan berbagai kegiatan antara lain :
a) Pemberdayaan ekonomi umat,
b) Pelayanan pernikahan,
c) Pengurusan jenazah, 3
Seluruh aspek kehidupan dan aktivitas sosial kemasyarakatan diharapkan
dapat dipancarkan dari masjid ini mulai dari persiapan kehidupan rumah tangga
dengan membuka konsultasi keluarga, unit pelayanan jenazah sampai mengurus
dan mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir oleh unit pelayanan
jenazah. Di Masjid Jami Al- Hidayah ini dapat diselenggarakan upacara akad
nikah dan resepsi pernikahan. Masjid JamiAl- Hidayah ini diharapkan akan dapat
3
Wawancara Pribadi dengan Ust. Abdul Mukti S. Ag pada tanggal 20 April 2013
41
diperoleh nasehat dan wejangan tentang kiat-kiat membina kehidupan rumah
tangga yang sakinah, mawaddah warahmah. Dari Masjid ini pula umat Islam
akan dapat memperoleh pencerahan, seputar kehidupan bermasyarakat yang
Islami, baik terkait aspek ekonomi, sosial maupun budaya.
C. Program Kegiatan Masjid Jami Al- Hidayah
Masjid adalah tempat beribadah, khususnya untuk mendirikan shalat wajib
lima waktu ataupun yang sunnah setidak-tidaknya lima kali sehari semalam dari
situ dikumandangkan suara adzan. Program-program kerja masjid atau kegiatankegiatan lain juga melembaga didalam masjid Jami Al- Hidayah.
1.
Pengajian Bulanan
Dilaksanakan
umum
setiap
hari
minggu
pertama
malam
senin.
Penceramahnya KH. Abdullah penceramah membawakan tema yang telah
ditentukan oleh pengurus masjid Al- Hidayah.
2.
Pengajian Mingguan
Diadakan setiap malam minggu, materi yang diajarkan adalah membahas
kitab Fathul Muin dengan nara sumber KH. Ahmad Syueb
3.
Pengajian ibu-ibu
a.
Diadakan setiap hari kamis jam 09.00, minggu pertama dengan
penceramah HJ. Siti Suhaemah dengan membahas materi surat yang ada
didalam Al-Quran beserta tajwidnya.
42
b.
Diadakan setiap hari kamis jam 09.00, minggu kedua dengan
penceramah HJ. Fadlia Rahman dengan membahas materi fiqih Fathul
Qorib.
c.
Diadakan setiap hari kamis jam 09.00, minggu ketiga dengan
penceramah HJ. Fatimah dengan membahas tentang problematika
kehidupan sehari-hari.
d.
Diadakan setiap hari kamis jam 09.00, minggu keempat latihan
shalawatan dan yasinan.
4.
Pengajian remaja
Diadakan setiap malam jumat setelah acara yasinan dengan materi belajar
Al-Quran menggunakan nadhom secara benar dengan Ustad Ilham Salam.
5.
Membentuk Panitia Hari Besar Islam (PHBI)
a.
Ramadhan dan Idul Fitri
1) Mengadakan shalat tarawih dan tadarus Al-Quran
2) Menyiapkan penceramah untuk ceramah setiap ba’da isya selama
bulan ramadhan.
3) Memperingati malam nuzulul Quran dengan menyelenggarakan
lomba-lomba yang Islami.
4) Menerima zakat
fitrah, zakat
membagikannya kepada mustahik.
5) Menyelenggarakan shalat idul fitri.
maal, shodaqoh, infaq dan
43
b. Idul Adha
1) Bekerja sama dengan Rt dan Rw untuk memberikan surat ederan
mengenai hewan Qurban.
2) Bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengadaan hewan Qurban
3) Menerima dan mendistribusikan kepada mustahik.
4) Menyelenggarakan shalat idul adha
5) Memperingati maulid nabi Muhammad SAW dan Isro Mi’raj. 4
D. Struktur Kepengurusan Masjid Jami Al- Hidayah
Dalam pengorganisasian atau pendelegasian kerjanya, ketua pengurus Masjid
Jami Al- Hidayah Tangerang
melakukan pembentukan pengurus dengan
membentuk divisi-divisi yang didalamnya sudah ditemukan orang-orang yang
sesuai dengan kapabilitas masing-masing. Menentukan pembagian kerja,
penugasan tanggung jawab dan pemberian wewenang kepada tiap-tiap divisi
untuk melaksanakan pekerjaanya masing-masing sesuai dengan tugas yang
diembannya.Pendelegasian ini tinggal dengan divisi yang sudah dibentuk
sebelumnya.
Menurut penulis ada kesesuaian antara temuan di lapangan dengan teori
pengorganisasian, karena penulis melihat bahwa ketua pengurus Masjid Jami AlHidayah Tangerang telah melakukan pengorganisasian dengan baik, seperti
melakukan pembentukan pengurus, pembagian kerja, dan pemberian wewenang
4
Wawancara Pribadi dengan Ust. Abdul Mukti S. Ag pada tanggal 20 April 2013
44
kepada divisi untuk melaksanakan pekerjaannya masing-masing sesuai dengan
jabatannya, semua itu relevan dengan apa yang diungkapkann oleh Malayu
Hasibuan
bahwa”
Pengorganisasian
adalah
suatu
proses
penentuan,
pengelompokan, dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan
guna mencapai tujuan, menetapkan orang pada aktivitas, menyediakan alat-alat
yang diperlukan, menetapkan wewenang yang secara relative, didelegasikan
pada setiap individu yang akan melakukan aktivitas-aktivitas tersebut”.
E. Sarana Dan Prasarana
1.
Ruang Ibadah
Ruang peribadatan adalah ruang yang disediakan khusus untuk
melaksanakan peribadatan seperti shalat fardhu, Jumat, Idul Fitri, Dan Idul
Adha dengan karpet yang bersih, diberi shaf (barisan) shalat dengan garis
podium atau mimbar yang baik bagi khotib. Disamping itu ruangan masjid
Jami Al- Hidayah dilengkapi dengan kipas angin, sound system yang baik
sehingga ketika Adzan berkumandang jelas terdengar, tempat penyimpanan
Al-Quran serta kotak amal yang baik dan dalam jumlah banyak.
2.
Ruang wudhu dan toilet
Jamaah masjid wanita yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama
dengan jamaah laki-laki perlu mendapatkan pelayanan khusus dari pihak
pengurus masjid. Pelayanan khusus ini antara lain berupa tempat wudhu
45
yang bersih untuk pria dan wanita yang tertutup karena menyangkut aurat
jamaah yang harus tertutup.5
3.
Ruang secretariat
Kegiatan administrasi dan segala hal yang terkait dengan pengelolaan
masjid tentu saja amat memerlukan ruangan khusus. Di masjid biasanya
ruangan ini disebut dengan secretariat atau kantor masjid.
4.
Gudang
Masjid jami Al- Hidayah memiliki barang-barang inventaris. Ada
banyak barang-barang atau inventaris masjid yang penggunaannya hanya
pada waktu tertentu saja seperti karpet, Proyektor, kotak amal dan lain-lain.
Selama tidak digunakan, maka barang-barang tersebut disimpan digudang.
5.
Tempat penitipan sepatu dan sandal
Jamaah yang datang kemasjid untuk beribadah perlu mendapatkan
pelayanan dari pengurus masjid.Sering kali terjadi jamaah yang tertukar atau
bahkan sampai hilang sepatu dan sandalnya sehingga hal ini menjadi salah
satu faktor jamaah enggan pergi ke masjid, oleh karena itu dibuatlah tempat
penitipan sandal dan sepatu untuk para jamaah. Dimasjid jami Al- Hidayah
tempat penitipan dan penyimpanan sandal dan sepatu terletak disamping
tempat wudhu dan toilet.
5
Cecep Castrawijaya, Manajemen Masjid Antara Teori dan Praktek. h. 199.
46
F. Fasilitas pendukung
Beragam fasilitas pendukung melengkapi masjid Jami Al- Hidayah, mulai
dari untuk keperluan ibadah hingga sosial kemasyarakatan lainnya.Seperti ruang
pertemuan, ruang rapat/training, ruang belajar. Masjid Jami Al-Hidayah memang
tergolong memiliki banyak kegiatan.setiap minggu selalu ada kegiatan yang
dilangsungkan, seperti pengajian ibu-ibu yang digelar setiap hari selasa dan
pengajian bersama yang dilangsungkan setiap hari minggu. Dengan beragam
fasilitas yang dimiliki, Masjid JamiAl-Hidayah menjadi salah satu sentra
kegiatan keagamaan di kecamatan Jatiuwung - Tangerang.
BAB IV
HASIL PENELITIAN TENTANG MANAJEMEN FUNDRAISING
MASJID JAMI AL- HIDAYAH TANGERANG
A. Manajemen Fundraising Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang
Masjid merupakan sebuah organisasi. Sebagaimana dipahami, organisasi
adalah satuan wadah terkoordinasi yang sedikitnya terdiri atas dua orang serta
berfungsi untuk mencapai sasaran tertentu yang sebelumnya tidak dapat dicapai
oleh individu secara sendirian. Sebagai sebuah organisasi, pengorganisasian
masjid harus mempunyai struktur, perilaku, serta rancangan pengembangan
strategi, dan profil organisasi1 guna mengikuti tuntunan zaman agar tujuan
kelembagaan masjid tercapai. Dalam sebuah masjid, penyelenggaraan organisasi
ini lazim disebut pengurus. Tugas pokok pengurus adalah untuk memakmurkan
masjid, maka pengurus masjid sering juga disebut takmir masjid atau kemudian
lebih dikenal dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Pengurus atau DKM
inilah yang memegang amanat untuk menjalankanan administrasi dan
manajemen masjid sebagai sebuah organisasi.
Dalam menunjang keberhasilan manajemen fundraising masjid jami
Al- Hidayah Tangerang, masjid ini memerlukan beberapa faktor, diantaranya:
1
Rivai V, Kepemimpinan dan perilaku Organisasi, Edisi Ke-2, (Jakarta: rajawali Press, 2002),
h. 188-189
47
48
1. Fungsi- Fungsi Manajemen
Sebuah organisasi jika ingin tercapai tujuan yang telah ditetapkan, maka
penerapan fungsi-fungsi manajemen mutlak harus diterapkan di organisasi
tersebut. Fungsi-fungsi itu antara lain perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan, pengawasan. Fungsi-fungsi harus dilaksanakan dengan baik.
Hal seperti ini tentu saja disadari oleh organisasi seperti pengurus Masjid
Jami Al- Hidayah Tangerang dalam melaksanakan kinerjanya.
Terbukti setelah penulis mengadakan penelitian di masjid tersebut sudah
banyak fungsi manajemen terlaksana dengan baik, walaupun masih banyak
kekurangan yang perlu diperbaiki. Berikut penulis uraikan hasil penelitian di
Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang.
a.
Membuat perencanaan
Perencanaan sangat diperlukan untuk mencapai suatu tujuan
tertentu. Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang dalam mencapai tujuan
yang telah ditentukan sebelumnya tidak terlepas dari suatu perencanaan,
yang mana perencanaan tersebut dibagi menjadi tiga bagian diantaranya
adalah perencanaan jangka pendek, perencanaan jangka menengah dan
perencanaan jangka panjang. Yang termasuk perencanaan jangka
pendek adalah program pengumpulan dana harian dan mingguan seperti
amal dari jamaah shalat lima waktu dan shalat jumat. Perencanaan
jangka menengah adalah program pengumpulan dana bulanan misalnya
dari pengajian bulanan. Sedangkan program jangka panjang adalah
49
program kegiatan tahunan seperti program pengumpulan dana zakat
maal dan zakat fitrah.
Menurut
manullang
“planning
atau
disebut
juga
dengan
perencanaan adalah gambaran dari suatu program yang akan dating
dalam jangka waktu tertentu dan metode yang akan dipakai dalam
tindakakan-tindakan yang akan diambil.Perencanaan itu berisikan
imajinasi dan pandangan kedepan terarah berdasarkan penilaian yang
benar”. 2
Menurut penulis antara temuan dan teori ada kesesuaian. Yang
mana dalam perencanaannya pimpinan masjid Jami Al- Hidayah
Tangerang membuat tiga jangka waktu yang berisikan programprogram pengumpulan dana yang akan dilaksanakan pada waktunya
nanti. Ini sesuai dengan teori perencanaan menurut Manullang seperti
yang telah disebutkan di atas.
b. Pengorganisasian
Dalam pengorganisasiannya ketua masjid Jami Al- Hidayah
Tangerang melakukan pembentukan pengurus, pembagian kerja (job
description), dan pemberian wewenang kepada koordinator atau kepala
bidang-bidangnya untuk melaksanakan pekerjaannya masing-masing
sesuai dengan divisi (bidang) masing-masing. Itu semua dilakukan agar
2
M. Manullang ,Dasar-Dasar Manajemen, h.17.
50
tidak ada tumpang tindih didalam melaksanakan suatu pekerjaan yang
telah ditetapkan.3
Menurut penulis pengorganisasian yang dilakukan oleh ketua
masjid Jami Al- Hidayah Tangerang relevan dengan apa yang
diungkapkan oleh Malayu Hasibuan bahwa ”pengorganisasian adalah
suatu proses penentuan, pengelompokan, dan pengaturan bermacammacam aktifitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan
orang
pada
aktivitas,
menyediakan
alat-alat
yang
diperlukan,
menetapkan wewenang yang secara relative didelegasikan pada setiap
individu yang akan melakukan aktivitas-aktivitas tersebut.4
Langkah-langkah pengorganisasian yang dilakukan oleh masjid
Jami Al- Hidayah Tangerang dalam menjalankan roda aktifitas
dakwahnya antara lain:
1) Membagi dan mengelompokan aktifitas dakwah dalam satu
kesatuan. Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang dalam
menjalankan kegiatan pengumpulan dana mengorganisasikan
kepengurusannya dalam beberapa divisi.
2) Merumuskan dan menetukan tugas serta tanggung jawab
struktur kepengurusan masjid Jami Al- Hidayah Tangerang dan
3
4
Wawancara Pribadi dengan Ust. Abdul Mukti S. Ag pada tanggal 20 April 2013
Malayau S. P. Hasibuan, Manajemen Dasar, h.119
51
menempatkan
personil
pengurusnya
sesuai
dengan
kemampuan, kemauan, dan pengalamannya.
3) Memberi wewenang dan tanggung jawab yang penuh dari
pimpinan pengurus kepada staf-staf divisi dan pelaksananya.
4) Menciptakan jalinan kerja yang baik sehingga memiliki alur
kerja yang solid. 5
c.
Mengadakan Penggerakan
Penggerakan yang dilakukan oleh pimpinan masjid Jami
Al- Hidayah Tangerang, yaitu menempatkan karyawannya pada
masing-masing bidang seperti yang telah disebutkan diatas dan
mereka bekerja sesuai dengan bidang mereka masing-masing
dengan tidak terlepas dari pengarahan-pengarahan yang diberikan
kepada coordinator masing-masing. Dalam pelaksanaannya, ketua
pengurus masjid Jami Al- Hidayah Tangerang melakukan beberapa
upaya, yaitu:
1) Mengarahkan
Pengarahan dapat berlaku secara efektif apabila
memperhatiakan
cara-cara
yang
baik.
pengarahan dapat dilakukan dengan:
5
Wawancara Pribadi dengan Ust. Abdul Mukti S. Ag pada tanggal 20 April 2013
Cara-cara
52
a). Orientasi
Orientasi merupakan cara pengarahan dengan
memberikan informasi yang diperlukan agar kegiatan
dapat berjalan dengan baik.
b). Perintah
Perintah merupakan perintah dari ketua umum
masjid Jami Al- Hidayah Tangerang atau pimpinan
divisi kepada bawahannya untuk melakukan atau
mengulang suatu kegiatan tertentu pada keadaan
tertentu.
c). Pendelegasian wewenang
Pendelegasian wewenang bersifat lebih umum bila
dibandingkan penyampaian perintah. Dimana ketua
memberikan wewenang kepada masing-masing kepala
divisi untuk menjalankan aktivitasnya sesuai dengan
pembagian kerja yang telah diatur.
2) Membimbing
Setelah
pimpinan
melakukan
arahan
kepada
bawahannya dalam melakukan aktivitas pengumpulan
dananya,
pimpinan
juga
perlu
membimbing
dan
menjuruskan kea rah pencapaian tujuan dakwah yang telah
direncanakan. Jelas bahwa membimbing adalah merupakan
53
tindakan pimpinan yang dapat menjamin terlaksananya
tugas-tugas pengumpulan dana sesuai dengan rencana,
kebijaksanaan dan ketentuan-ketentuan lain yang dapat
digariskan sehingga apa yang menjadi tujuan dan sasaran
dapat tercapai secara efektif dan efisien.
3) Komunikasi
Komunikasi sebagai tukar pikiran dan informasi agar
tejalin adanya saling pengertian.Untuk mencapai tujuan
yang diharapkan perlu adanya komunikasi yang efektif
sehingga dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan dapat
berjalan
secara
efektif,
sehingga
pengurus
dapat
beraktivitas sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
4) Motivasi
Motivasi
dipisahkan
merupakan
dalam
suatu
bagian
yang
tidak
organisasi.Perencanaan
dapat
dan
struktur organisasi yang baik belum menjamin bahwa
tugas-tugas yang ditetapkan pasti berjalan dengan lancar.
Semua
itu
tergantung
pada
tanggung
jawab
dari
pengawasan manajemen serta para anggotanya. Bagi para
anggota, untuk melaksanakan tugas-tugas dengan baik
dipengaruhi oleh cara pimpinan dalam memberikan
perintah. Keberhasilan yang maksimal akan dapat tercapai
54
apabila pimpinan mampu memberikan dorongan atau
motivasi kepada para pengurus.
Menurut Kadarman dan Jusuf Udaya “fungsi-fungsi actuating
(penggerakan) meliputi kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk
jabatan-jabatan yang ada dalam struktur organisasi. Setelah
diadakan pembagian pekerjaan atau pengorganisasian, ditunjuk
orang-orang yang akan melaksanakan dan bertanggung jawab
dalam pekerjaan. Bila rencana telah tersusun, struktur organisasi
telah ditetapkan dan posisi-posisi atau jabatan sudah diisi, maka
tugas pimpinan untuk menggerakan atau mengarahkan bawahannya
agar apa yang menjadi tujuan perusahaan tersebut dapat
direalisasikan”. 6
5) Melakukan pengawasan
Dari segi pelaksanaan pengawasan ketua turun langsung untuk
melakukan pengawasan terhadap kinerja para pengurus masjid
dengan
tujuan
untuk
mengetahui
apakah
pekerjaan
yang
dilaksanakan oleh karyawan itu sudah sesuai dengan apa yang telah
direncanakan atau belum, dan mengoreksinya apabila ada
kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh bawahannya. Selanjutnya
diserahkan kepada coordinator masing-masing bidang yang
diberikan
6
wewenang
untuk
mengawasi
kinerja
A.M. Kadarman Sj Dan JUsuf Udaya, Pengantar Ilmu Manajemen, h. 132
bawahan.
55
Pengawasan merupakan proses mengukur dan menilai tingkat
efektifitas kerja personil dan tingkat efisiensi penggunaan sarana
kerja dalam memberikan kontribusi dalam pencapaian organisasi.
Ada empat tahapan yang dilakukan masjid Jami Al-
Hidayah
Tangerang dalam pengawasannya:
a. Menetapkan standar prestasi
Bentuk standar dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian,
yaitu:
1) Standar kualitas
Standar ukur kualitas meliputi kemampuan para
pengurus masjid Jami Al- Hidayah Tangerang dalam
memahami dan melaksanakan tugas-tugasnya dengan
baik.
2) Standar kuantitas
Standar ukur kuantitas meliputi sejauhmana para
pengurus masjid Jami Al- Hidayah Tangerang bisa
memberdayakan masyarakat sekitar untuk menjadikan
masjid sebagai pusat kajian Islam sehingga kegiatan
yang direncakan dapat berjalan dengan baik.
56
3) Kedisiplinan
Standar ukur kedisiplinan meliputi bagaimana
para pengurus masjid Jami Al- Hidayah Tangerang
bisa mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku.
b. Melakukan pengukuran prestasi kerja
Langkah kedua dalam pengawasan adalah mengukur atau
mengevaluasi prestasi kerja terhadap standar yang telah
ditentukan.
c.
Menetapkan apakah prestasi kerja sesuai dengan standar
Setelah tiga proses sebelumnya dilalui, yang perlu
dilakukan dalam langkah ini adalah membandingkan hasil
pengukuran dengan target atau standar yang telah ditetapkan
sehingga pimpinan dapat menilai apakah kinerja yang
dilakukan sudah berjalan dengan baik dan terkendali atau
belum.
d.
Mengambil tindakan korektif
Proses pengawasan tidak sempurna jika tidak ada tindakan
untuk membetulkan atas kesalahan yang terjadi.
2. Unsur- Unsur Manajemen Masjid Jami Al- Hidayah
Unsur adalah satu kesatuan yang saling terkait dan tidak dapat
dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Sebagai sebuah proses
57
pelaksanaan rancangan kegiatan maka manajemen memiliki beberapa unsur
yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya yaitu yang
sering kita dengar dengan istilah Enam M yang meliputi :Man, Money,
Material, Machine, Method, dan Market.7 Berikut penulis paparkan tentang
unsur- unsur manajemen masjid Al- Hidayah yang penulis amati:
1) Man (Manusia)
Manusia merupakan unsur yang paling terpenting dan utama
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Berkenaan dengan itu
ketua dewan kemakmuran masjid jami Al- Hidayah memilih sumber
daya manusia yang sesuai dengan kapasitasnya dibidangnya masingmasing Berbagai aktivitas dalam manajemen seperti perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan membutuhkan
tenaga manusia yang ahli dalam bidangnya.
2) Money (uang)
Untuk melakukan berbagai aktivitas pelaksanaan kegiatan masjid
dan untuk memenuhi kebutuhan masjid diperlukan uang seperti untuk
menggaji khotib, marbot, membayar listrik, menyantuni anak yatim
oleh karena itu ketua dewan kemakmuran masjid melalui bendahara
selalu berusaha mencari dana untuk keperluan masjid dengan
7
M. Manulang, Dasar-Dasar Manajemen, h. 5
58
membuat tromol masjid, tromol yang ditempatkan di Indomaret,
mencari donatur tetap, mencari sumbangan-sumbangan baik dari
pemerintah maupun non pemerintah namun yang tidak terikat, dan
membuat kalendar untuk dijual kembali kepada masyarakat.
3) Material (materi atau bahan-bahan)
Dalam
proses
kegiatan,
dewan
kemakmuran
masjid
membutuhkan bahan-bahan. Karena itu, material merupakan unsur
pendukung manajemen dalam rangka pencapaian tujuan. Misalnya
bahan untuk materi dakwah dan lain sebagainya.
4) Machine (alat)
Peranan alat (mesin) sangat dibutuhkan agar kegiatan dewan
kemakmuran masjid bisa berjalan dengan baik dan pekerjaan bisa
berjalan dengan cepat dan tepat serta efektif dan efisien. Seperti
halnya alat yang efektif untuk melakukan dakwah, misalnya mik,
amplie, salon, keranda mayat, bedug masjid.
5) Method (cara)
Untuk pelaksanaan kegiatan program dakwah maka perlu adanya
metode atau cara. Ini dibuat untuk mencari alternatif-alternatif yang
sesuai untuk mencapai tujuan dan juga agar kegiatan bisa berdaya
guna dan berhasil guna. Oleh karena itu dewan kemakmuran masjid
59
jami Al- Hidayah selalu melakukan musyawarah agar menemukan
cara-cara untuk memajukan masjid dan terutama memajukan umat.
6) Market (pasar)
Bagi lembaga atau organisasi dakwah sangat penting, tetapi
bukan diartikan sebagai pasar tempat adanya penjual dan pembeli,
tetapi diartikan sebagai sasaran bagi kegiatan dakwah. Oleh karena
itu dewan kemakmuran masjid selalu berupaya untuk melaksanakan
kegiatan- kegiatan yang positif agar masyarakat dapat lebih pintar
dan maju baik dibidang ilmu agama maupun umum. 8
3. Strategi Fundraising Masjid Jami Al- Hidayah
Dalam suatu prinsip manajemen istilah strategi pun digunakan sebagai
penekanan pada perencanaan yang efektif bagi kelancaran proses manajemen
yang menyangkut keuangan, operasional dan aspek-aspek sosial perusahaan
(perencanaan strategis).
Dalam ilmu manajemen atau suatu organisasi, strategi diartikan sebagai
kiat, cara dan taktik utama yang dirancang secara sistimatik dalam
melaksankan fungsi manajemen yang terarah ada tujuan strategi organisasi.
Strategi merupakan suatu kesatuan rencana terpadu yang dihubungkan
dengan lingkungan organisasi dengan cara membuat pilihan alternatifalternatif untuk dipertimbangkan dan dipilih, sehingga strategi yang dipilih
8
Wawancara Pribadi dengan Ust. Abdul Mukti S. Ag pada tanggal 20 April 2013
60
akan diimplemetasikan oleh organisasi dan akhirnya memerlukan evaluasi
terhadap strategi tersebut dengan tujuan tercapainya cita-cita organisasi.
Dalam hal memakmurkan masjid jami Al- Hidayah dewan kemakmuran
masjid jami Al- Hidayah merumuskan strategi-strategi jangka pendek dan
jangka panjang, semua ini dilakukan agar tujuan-tujuan jangka pendek dan
jangka panjang bisa tercapai dengan baik, misalnya untuk tujuan jangka
panjang masjid jami Al- Hidayah berkeinginan untuk memperluas area
dengan tujuan untuk memperbanyak menampung jamaah yang lebih banyak
lagi namun terkendala oleh sempitnya lahan kosong, oleh karena itu dewan
keamakmuran masjid beserta para pengurus dan masyarakat akan
merenovasi ruangan atas agar dapat menampung jamaah yang lebih banyak
lagi.
Dalam hal pengumpulan dana dewan kemakmuran masjid selalu
memberikan nasihat kepada para jamaah msjid untuk selalu beramal di
masjid agar apa yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik. 9
4. Metode Fundraising Masjid Jami Al- Hidayah
Dalam melaksanakan kegiatan fundraising, banyak metode dan teknik
yang dapat dilakukan. Adapun metode yang dilakukan oleh dewan
kemakmuran masjid jami Al- Hidayah adalah suatu bentuk kegiatan yang
khas dalam rangka menghimpun dana dari masyarakat. Metode ini, yaitu
langsung (direct fundraising)
9
Wawancara Pribadi dengan Ust. Abdul Mukti S. Ag pada tanggal 20 April 2013
61
1. Metode fundraising langsung ( direct fundraising)
Yang dimaksud metode fundraising langsung adalah metode yang
menggunakan teknik-teknik atau cara-cara yang melibatkan partisipasi
muzakki secara langsung. Yaitu bentuk-bentuk fundraising dimana proses
interaksi dan daya akomodasi terhadap respon muzakki bisa seketika
(langsung) dilakukan. Dengan metode ini apabila dalam diri muzakki
muncul keinginan untuk melakukan donasi maka segera dapat melakukan
dengan mudah dan semua kelengkapan informasi yang diperlukan untuk
melakukan donasi sudah tersedia. Sebagai contoh dari metode ini adalah :
para jamaah masjid jami Al- Hidayah dapat menifaqkan, menyedekahkan
hartanya
secara
langsung
kepada
dewan
kemakmuran
masjid
Al- Hidayah. 10
B. FUNGSI-FUNGSI MASJID JAMI AL- HIDAYAH TANGERANG
Masjid berfungsi sebagai tempat untuk memberikan motivasi dalam semua
kegiatan masyarakat baik menyangkut kegiatan formal atau informal maupun
kepentingan kesejahteraan masyarakat atau umat dalam mencapai tujuan
pembangunan Indonesia, yaitu masyarakat adil, makmur dan sejahtera lahir
batin.
Ketika masjid hendak kita maksimalkan peran dan fungsinya sebagai pusat
ibadah dan pembinaan umat, maka ada banyak sisi aktifitas yang harus
dikembangkan, tegasnya semua anggota masyarakat yang menjadi jamaah masjid
10
Wawancara Pribadi dengan Ustdh. Siti Halimah pada tanggal 26 April 2013
62
harus mendapatkan pembinaan dari masjid sehingga meningkatkan ketaqwaan
kepada Allah Swt. Apalagi aktivitas masjid itu semestinya tidak hanya
menyentuh atau melibatkan sekelompok orang saja dan aktifitasnya pun tidak
hanya berupa ibadah tertentu yang bersifat ritual. Oleh karena itu, semestinya
aktifitas masjid menyentuh dan melibatkan semua kelompok jamaah, juga tidak
memandang dari segi wanita ataupun pria, kaya dan miskin, dan berpendidikan
tinggi atau rendah.
Masjid jami Al- Hidayah Tangerang memiliki fungsi yang semakin terasa
penting dalam kehidupan umat islam, diantaranya sebagai berikut:
a. Tempat Ibadah
Sesuai dengan namanya, masjid adalah tempat sujud maka diketahui
bahwa makna ibadah didalam islam adalah luas. Fungsi utamanya adalah
tempat shalat, sebagaimana menyangkut segala aktifitas kehidupan yang
ditunjukan untuk memperoleh ridho Allah Swt, maka fungsi masjid
disamping sebagai tempat shalat juga sebagai tempat beribadah secara
luas dengan ajaran Islam. 11
b. Tempat Menuntut Ilmu
Masjid berfungsi sebagai tempat belajar mengajar khususnya ilmu agama
yang merupakan Fardu’ain bagi umat Islam, disamping itu juga ilmuilmu umum lainnya.
11
Wawancara Pribadi dengan Ibu nina Harlina (Jamaah) pada tanggal 18 April 2013
63
c. Tempat Pembinaan Jamaah
Dengan adanya umat islam disekitarnya, masjid perlu mengaktualkan
peranya dalam mengkordinir jamaahnya, baik untuk beribadah maupun
beraktifitasnya, dalam rangka menyatukan potensi dan kepemimpinan
umat.
d. Pusat Dakwah dan Kebudayaan
Masjid merupakan jantung kehidupan umat islam, yang selalu berdenyut
untuk menyebarkan dakwah islamiyah dan budaya islam. Dimasjid pula
seharusnya
direncanakan,
diorganisir,
dikaji,
dilaksanakan
dan
dikembangkan dakwah islamiyyahnya dan kebudayaan islam yang
menyahuti kebutuhan masyarakat
e. Pusat Kaderisasi
Sebagai tempat pembinaan jamaah dan kepemimpinan umat, masjid
memerlukan aktifitas yang berjuang untuk menegakan islam secara
berkesinambungan, patah tumbuh, hilang berganti. Karena itu pembinaan
kader perlu disiapkan dan dipusatkan dimasjid sejak mereka masih kecil
sampai dewasa, diantaranya melalui wadah TPA, remaja masjid maupun
ta’mir masjid dengan berbagai kegiatan.
f. Sarana Pembinaan Iman
Bagi seorang muslim, iman memiliki kedudukan yang sangat penting,
tapi iman itu ada pasang surutnya. Kadang-kadang iman kita naik dan
kokoh yang membuat seorang mukmin begitu tinggi semangat
64
pengabdiannya kepada Allah Swt, namun terkadang iman malah turun
yang membuat kecenderungannya kepada kemaksiatan dan kemungkaran
malah naik. Karena itu memiliki iman yang stabil menjadi sesuatu yang
sangat mendasar. Dengan iman yang mantap, seseorang akan selalu
komitmen kepada nilai-nilai yang datang dari Allah Swt dan RasulNya
serta membuatnya tidak berani menyimpang dari jalan hidup yang benar.
Dengan kata lain, iman yang mantap akan menghasilkan akhlak yang
mulia. Kearah tujuannya iman yang mantap itulah diperlukan pembinaan
iman yang sungguh-sungguh dan berkesinambungan. Dan masjid
merupakan salah satu sarana utama yang bisa digunakan untuk membina
keimanan kaum muslimin.12
1. Keuangan Masjid Jami Al- Hidayah
Masjid memerlukan biaya yang tidak sedikit setiap bulannya. Biaya itu
dikeluarkan
untuk
mendanai
kegiatan
rutin.
Mengurus
masjid,
memelihara/merawatnya, dan melaksanakan kegiatan masjid hanya mungkin
terlaksana jika tersedia dana dalam jumlah yang mencukupi. Tanpa
ketersediaan dana hampir semua gagasan memakmurkan masjid tidak dapat
dilaksanakan. Merupakan tugas dan tanggung jawab pengurus masjidlah
memikirkan, mencari, dan mengadakan dana ini sebatas kemampuan yang
mereka miliki.
12
Wawancara Pribadi dengan Ust. Abdul Mukti S. Ag pada tanggal 20 April 2013
65
Secara tradisional, aliaran dana kemasjid didapatkan dari hasil tromol
jumat atau dari sedekah jamaah. Namun, mengandalkan income hanya dari
kedua pos itu niscaya jauh dari memadai. Jumlah yang dihasilkannya relatif
sedikit, sedangkan anggaran pengeluaran masjid cukup besar. Mau tidak
mau, pengurus masjid perlu menggiatkan usaha-usaha lain yang menjamin
adanya sumber pendapatan masjid. Pengelola masjid dituntut berpikir keras
mencarikan jalan keluar untuk menghadirkan dana, baik berupa uang tunai
maupun yang berbentuk material bangunan, dan pihak-pihak independen
yang memiliki kepedulian. 13 Adapun dana pemasukan masjid jami
Al- Hidayah sebagai berikut:
a.
Shadaqoh
Pengertian shadaqoh atau sedakah secara bahasa berasal dari kata
"shadaqa" yang artinya "benar" tersurat dari kata ini bahwa yang
bersedekah
adalah
orang
yang
benar
imannya.
Shadaqah atau sedekah adalah pemberian sukarela yang dilakukan oleh
jamaah masjid jami Al- Hidayah setiap kesempatan terbuka yang tidak
ditentukan baik jenis, jumlah maupun waktunya.
b.
Infaq
Infaq adalah pengeluaran sukalrela yang di lakukan jamaah masjid
Jami Al- Hidayah, setiap kali ia memperoleh rizki, sebanyak yang ia
13
h. 57.
Moh. E. Ayyub, Muhsin, Ramlan Mardjoned. Manajemen Masjid (Jakarta: Gema Insani, 1996),
66
kehendakinya. Menurut bahasa infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti
mengeluarkan harta untuk kepentingan sesuatu. Sedangangkan menurut
islilah syari'at, infaq adalah mengeluarkan sebagian harta yang
diperintahkan dalam islam. Infaq berbeda dengan zakat, infaq tidak
mengenal nisab atau jumlah harta yang ditentukan secara hukum. Infaq
tidak harus diberikan kepada mustahik tertentu, melainkan kepada
siapapun misalnya orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, atau
orong-orang yang sedang dalam perjalanan.
c.
Menjual Kalender Hijriah
Apabila berkenaan dengan datangnya tahun baru Islam, pengumpulan
dana masjid jami Al- Hidayah dapat dilakukan dari hasil penjualan
kalender hijriah. Kalender itu dibuat sedemikian rupa sehingga orang mau
membelinya. Atau, kalender itu dijual melalui pengajian-pengajian, majlis
taklim, sekolah Islam. Keuntungan dari jual beli kalender tersebut
dipergunakan untuk kepentingan masjid jami Al- Hidayah. 14
Adapun dana yang sudah terhimpun di masjid jami Al- Hidayah dikelola
oleh pengurus untuk keberlangsungan kegiatan-kegiatan yang ada dimasjid jami
Al- Hidayah baik kegiatan yang sifatnya bulanan maupun kegiatan tahunan. 15
14
15
Wawancara Pribadi dengan Ustdh. Siti Halimah pada tanggal 26 April 2013
Wawancara Pribadi dengan Ibu Enok(Jamaah Masjid) pada tanggal 29 April 2013
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan tentang Mananjemen
Fundraising Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang dan dari uraian beberapa bab yang
telah dipaparkan sebelumnya, maka penulis mendapatkan beberapa kesimpulan:
1. Masjid Jami Al– Hidayah Tangerang telah melaksanakan semua
ketentuan tentang manajemen fundraising, yakni dengan menerapkan
prinsip- prinsip manajemen, dan langkah- langkah manajemen walau pun
masih adanya beberapa hambatan dalam pelaksanaannya yaitu berupa
tumpang tindihnya jabatan dan kurang semangatnya pengurus dalam
melaksanakan tugasnya.
2. Pengurus Masjid Jami Al- Hidayah hanya menitik beratkan pada
penggalangan dana semata namun tidak menitik beratkan pada menjual
ide.
3. Semua fungsi manajemen terlaksana walau pun masih adanya beberapa
hambatan dalam pelaksanaannya yaitu berupa tumpang tindihnya jabatan
dan kurang semangatnya pengurus dalam melaksanakan tugasnya.
4. Bahwasanya manajemen fundraising yang diterapkan oleh Masjid Jami
Al– Hidayah Tangerang berjalan dengan baik, yakni dengan menerapkan
67
68
unsur-unsur manajemen yang meliputi Man (Manusia), Money (uang),
Material (materi atau bahan-bahan), Machine (alat), Method (cara),
Market (pasar).
5. Semua unsur-unsur tersebut sudah digunakan dengan baik dalam
kegiatan sehari-hari di Masjid Jami Al– Hidayah Tangerang yang
berlokasi di Kp. Gembor, Kel. Pasir Jaya, Kec. Jatiuwung, Kotamadya
Tangerang.
6. Pengurus Masjid Jami Al- Hidayah hanya menitik beratkan pada
penggalangan dana semata namun tidak menitik beratkan pada menjual
ide.
Keistimewaan pada Masjid Jami Al- Hidayah adalah menggunakan sistem
manajemen kekeluargaan, yaitu sistem manajemen yang didalamnya tidak ada unsur
senioritas, dengan menggunakan sistem manajemen kekeluargaan dapat menjadikan
para pengurus bekerja dengan sungguh-sungguh karena merasa nyaman dimasjid
sehingga menghasilkan output secara optimal.
Namun pada parakteknya dilapangan, hambatan-hambatan yang terjadi pasti ada
dimanapun dan kapanpun, akan tetapi hal itu bisa diatasi dengan cara
mengkomunikasikannya terlebih dahulu, jika masalah yang dihadapi tidak bisa
diselesaikan dengan cara komunikasi kemudian di selesaikan dengan cara rapat
bersama pimpinan DKM dan tokoh masyarakat.
69
B. Saran-saran
Tanpa mengurangi rasa hormat serta ta’dzim penulis kepada Dewan
Kemakmuran Masjid Jami Al- Hidayah Tangerang, dalam hal ini ada yang ingin
penulis sampaikan melalui saran yang sekiranya bisa membangun Masjid Jami
Al- Hidayah kearah yang lebih baik antara lain:
1.
Dewan Kemakmuran Masjid diharapkan menambah jumlah Sumber Daya
Manusia untuk menghindari tumpang tindih tugas atau wewenang, dan untuk
peningkatan kualitas SDM agar diadakannya pelatihan-pelatihan bagi para
pengurus masjid.
2.
Dewan
Kemakmuran
Masjid
kedisiplinan para pengurusnya.
diharapkan
lebih
meningkatkan
lagi
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah al-Qarni, Aidh bin. Memakmurkan Masjid; Masjid dan Masyarakat
Madani, (Jakarta: PT. Media Cita, 2001).
Akbar, Husaini dan Akbar Setiadi Purnomo. Metode Penelitian Sosial, (Jakarta:
Bumi Aksara, 2006).
Al-Bustany, Karam, et al. Al-Munjid Al-Lughah Wa Al-A’lam, (Beirut:
Dar Al Masyiq, 1986), Cet ke XXVIII.
Al-Qardhawi, Yusuf. Tuntunan Membangun Masjid, (Jakarta: Gema Insani Press,)
Cet ke I.
Amirullah dan Sri Budi Cantika. Manajemen Strategik, (Yogyakarta: Graha Ilmu,
2002).
Ash Shidieqi TM, Hasbi. Koleksi Hadits Hukum, (Bandung: PT Al Ma’arif,
1979), Jilid II, Cet ke III.
Ayyub, Moh. E, Muhsin, dan Ramlan Mardjoned. Manajemen Masjid, (Jakarta:
Gema Insani, 1996).
Departemen Agama RI, Al- Qur’an Tajwid dan Terjemah Transiliterasi Latin,
(Jakarta: PT Pena Pundi Aksara, 2008), Cet ke III.
Effendi, Onong Uchayana. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, (Bandung : PT.
Rosda Karya, 1992).
Gazalba, Sidi. Masjid Pusat Ibadah dan Kebudayaan Islam, (Jakarta: Bulan
Bintang, 1986).
Hafidhuddin, Didin. Dakwah Aktual, (Jakarta: Gema Insani Press, 1998), Cet
ke I.
Hasibuan, S. P, Malayu. Manajemen Dasar Pengertian dan Masalah, (Jakarta:
Bumi Aksara, 2005).
Herujito,Yayat M. Dasar-Dasar Manajemen, (Jakarta: PT. Grasindo, 2001).
Kadarman, A. M. dan Jusuf Udaya. Pengantar Ilmu Manajemen, (Jakarta: PT.
Pren Alindo, 2001).
Kuncoro, Mudrajad. Strategi “Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif ?”,
(Jakarta: Erlangga, 2005).
Manulang, M. Dasar-Dasar Manajemen, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1996), Cet
ke I.
70
71
Muchtarom, Zaini. Dasar-Dasar Manajemen Dakwah, (Yogyakarta: Alami Press,
1996), Cet ke I.
Mujid, M. Abdul. Kamus Istilah Fiqih, (Jakarta: PT Pustaka Firdaus, 1994).
Munawwir, A. W. Kamus Al- Munawwir, (Yogyakarta: PP. Al-Munawwir, 1984).
Munir, M dan Wahyu Ilahi. Manajemen Dakwah. (Jakarta: Prenada Media Group,
2009), Cet ke II.
Nanang, Fattah. Landasan Manajemen Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosda
karya, 1996), Cet ke VII.
Nawawi, Hadari. Manajemen Strategi Organisasi Non Profit Bidang Pemerintah
Dengan Ilustrasi Dibidang Pendidikan, (Yogyakarta: Gajah Mada
Universitas Press, 2000).
Norton, Michael. Menggalang Dana, (Jakarta:Yayasan Obor Indonesia, 2002).
Purnomo, Setiawan Hari dan Zulkieflimansyah, Manajemen Strategi Sebuah
Konsep Pengantar, (Jakarta: Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi UI,
1999).
Purwanto, April. Manajemen Fundraising Bagi Organisasi Zakat, (Yogyakarta:
Teras, 2009), Cet ke I.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI, Kamus Besar Bahasa
Indonesia.
Reksohadiprojo, Sukanto. Dasar-Dasar Manajemen, (Yogyakarta: BPEEYogyakarta, 2007).
Rivai V. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, (Jakarta: Rajawali Press, 2002),
edisi ke II.
Sarwoto. Dasar-Dasar Organisasi dan Manajemen, (Jakarta: Ghalia Indonesia,
1998), Cet ke VII.
Setyarso, Iqbal. Manajemen Zakat Berbasis Korporat, Kiprah Lembaga
Pengelola Zakat Pulau Sumatera, (Jakarta: Khairul Bayan, 2008).
Shaleh, Abdul Rasyad. Manajemen Dakwah Islam. (Jakarta: Bulan Bintang,
1993), Cet ke III.
Siagian, Sondang P. Fungsi-Fungsi Manajerial, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007),
Cet ke II.
72
Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta : Vi Press,1984),
Cet ke III.
Songge, M. HR.. Pesan Risalah Masyarakat Madani, (Jakarta: PT Media Cita,
2001).
Syamsudin, Din. Etika Agama Dalam Membangun Masyarakat Madani, (Jakarta:
Logos, 2000), Cet ke I.
Terry, George R dan Leslie W Rue. Dasar-Dasar Manajemen, (Jakarta: PT Bumi
Aksara, 2005).
Usman, Syarif. Strategi Pembangunan Indonesia dan Pengembangan dalam
Islam, (Jakarta: Firma Jakarta, 1998).
Wertadjaja, Ramlieret. Al. Strategi Pengendalian Administrasi Perusahaan,
(Bandung: Angkasa, 1991).
Yani, Ahmad dan Satori Ismail. Menuju Masjid Ideal, (Jakarata: LP2SI, 2001).
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA (INTERVIEW) KETUA DKM
MASJID JAMI AL- HIDAYAH
Nama
: Ust. Abdul Mukti S.Ag
Pekerjaan
: Ketua Dewan Kemakmuran Masjid
Waktu Interview
: 20 April 2013
Lokasi
: Kp. Gembor Kec Jatiuwung Kota Tangerang
Tanya
: Apakah fungsi manajemen di terapkan dalam
fundraising dimasjid Jami Al- Hidayah Tangerang?
Jawab
: Alhamdulillah semua fungsi manajemen tersebut sudah di
terapkan pada masjid jami Al- Hidayah dari mulai
perencanaan,
pengorganisasian,
penggerakan
hingga
pengawasan. Dan hampir semua kegiatan yang ada pada
masjid ini tidak terlepas dari pada fungsi manajemen yang
tadi saya sebutkan dee..
Tanya
: Adakah fundraising yang tidak sesuai dengan fungsi
manajemen?
Jawab
: Tidak ada.
Tanya
: Apakah masjid jami Al- Hidayah menerapkan unsurunsur manajemen?
Jawab
: tentu dee unsur-unsur manajemen itu sangatlah penting
dalam upaya untuk memakmurkan masjid, masjid tidak bisa
berkembang tanpa adanya manusia bahkan mungkin tidak
bakal ada masjid tanpa adanya manusia,,betul kan? Gimana
sih ente (tersenyum), masjid tidak bakal ada kegiatan
bahkan mungkin tidak bakal ada yang mengurus masjid
kalo ga ada uang, masjid ga bakal ada kalo ga ada bahan,
mau bikin masjid dari apa coba, kan harus ada batu, pasir,
semen, besi dan lain sebagainya, masjid tidak bakal
berkembang kalo tidak didukung oleh alat-alat pendukung
coba aja adee masuk ke masjid-masjid dipedalaman yang
masih anti sama speker, masjid cuma dipake buat solat aja,
cara itu penting banget dalam masjid, kita selalu berupaya,
bermusyawarah gimana caranya agar masjid ini selalu
ramai, oleh karena itu kita selalu melakukan musyawarah
untuk mencari cara- cara yang baik dan market masjid
adalah masyarakat sekitar,,ini yang terpenting, buat apa kita
bikin masjid kalo ga ada orang yang ngisi, makanya kita
bikin acara-acara, bagusin masjid supaya masyarakat betah
dimasjid.
Tanya
: Berapa besaran dana yang diperoleh dalam 2 tahun
terakhir dan darimana saja sumbernya?
Jawab
: untuk jumlahnya nanti bisa ditanyakan kepada sekretaris
DKM. Namun untuk darimana asalnya yang berasal dari
tromol jumat, kotak amal indomaret, sumbangan tetap,
sumbangan tidak tetap dan dari hasil penjualan kalender
masjid dee..
Tanya
: Apakah masjid hanya difungsikan sebagai tempat
ibadah?
Jawab
: tidak dee..kami punya program Pemberdayaan ekonomi
umat, Pelayanan pernikahan, Pengurusan jenazah,
Tanya
: Apa saja program pengajian di masjid jami
Al –Hidayah?
Jawab
: Program pengajian disini yaitu: Pengajian Bulanan,
Pengajian Mingguan, Pengajian ibu-ibu, Pengajian remaja,
panitia zakat, Membentuk Panitia Hari Besar Islam (PHBI)
Tanya
: Bagaimana strategi masjid jami Al- Hidayah dalam
menggalang dana?
Jawab
: Dalam hal strategi kami tidak terlalu merumuskan itu
hanya saja kami selalu mengingatkan kepada para jamaah
ketika shalat jumat agar mau menyisihkan hartanya untuk
pembangunan masjid.
Mengetahui
Ketua DKM Masjid Al- Hidayah
Ust. Abdul Mukti S. Ag
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA (INTERVIEW) BENDAHARA
DKM MASJID JAMI AL- HIDAYAH
Nama
:Ust. Zaenuri
Jabatan
:Bendahara
Waktu Interview
: 26 April 2013
Lokasi
: Kp. Gembor Kec Jatiuwung Kota Tangerang
Tanya
:
Bagaimana
proses
Fundraising
dimasjid
Jami
Al- Hidayah Tangerang,?
Jawab
:Untuk sistem pengumpulan dana yang ada di masjid jami
Al- Hidayah itu sama seperti dengan pengumpulan dana
pada umumnya di masjid-masjid lain,. Yaitu dengan cara
melalui tromol jumat, trromol indomaret dan sumbangansumbangan
dari
para
jama’ah,
adapun
kegiatan
pengumpulan dana tambahannya yaitu pembuatan kalender
masjid yang kemudian di jual lalu keuntungannya di
masukan ke kas masjid jami Al- Hidayah.
Tanya
:
Bagaimana
Metode
Fundraising
Masjid
Jami
Al- Hidayah?
Jawab
: Metode yang kami gunakan dalam menggalang dana
adalah metode langsung yaitu jamaah dapat meninfaqkan,
menyedekahkan sebagian hartanya secara langsung kepada
kami..
Jawab
:Yang pertama pasti merencanakan matang-matang terlebih
dahulu melalui kegiatan apa kita akan menghimpun dana,
baru
kemudian
kita
buat
tim
untuk
melakukan
penghuimpunan dana, yaa biasanya terdiri dari beberapa
pengurus masjid & masyaraka tdisini. Setelah terbentuk tim
dengan segala perencanaan yang matang baru kita
melakukan kegiatan penghimpunan dana, Yang kemudian
diawasi atau di evaluasi dari mulai proses pengumpulan
dana hingga dana tersebut terhimpun dan tersalurkan.
Tanya
: Bagaimana pendayagunaan dana Masjid Jami
Al- Hidayah Tangerang?
Jawab
: Dana yang terhimpun di masjid jami Al Hidayah selain
digunakan
untuk
keperluan
perawatan
masjid
dan
digunakan untuk keberlangsungan acara atau kegiatankegiatan rutin yang diadakan oleh masjid jami Al- Hidayah
seperti membayar khotib tiap jum’at, membayar marbot,
membayar listrik dan member santunan kepada anak yatim
tiap bulannya.
Tanya
: Kepada siapa saja dana tersebut disalurkan?
Jawab
: Kepada anak yatim, fakir miskin, janda tua, Untuk bayar
Khotib Jum’at dan hari raya baik hari raya idul Fitri
maupun idul adha, bayar marbot dan bayar listrik, dan untuk
keperluan masjid.
Tanya
: Berapa besaran dana yang diperoleh dalam 2 tahun
terakhir dan darimana saja sumbernya?
Jawab
: untuk jumlahnya nanti saya akan berikan. Namun untuk
darimana asalnya yaitu berasal dari tromol jumat, kotak
amal indomaret, sumbangan tetap, sumbangan tidak tetap
dan dari hasil penjualan kalender masjid dee..
Mengetahui,
Bendahara masjid Al- Hidayah
Ust. Zaenuri
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA (INTERVIEW) TOKOH
MASYARAKAT MASJID JAMI AL- HIDAYAH
Nama
: KH. Abdullah
Jabatan
: Tokoh Masyarakat
Waktu Interview
: 21 April 2013
Lokasi
: Kp. Gembor Kec Jatiuwung Kota Tangerang
Tanya
:
Bagaimana
sejarah
berdirinya
masjid
jami
Al- Hidayah
Jawab
: jadi kieu caritana ceng..masjid al- hidayah awalna mah
mushola leutik tapi ngarana tetep mushola al- hidayah.
Terus karena jelema makin pinuh anu shalat abah jadi boga
kahayang nyieu masjid anu gede..alhamdulillah ku lurah
syamsudin hari eta kahayang abah nyieun masjid eta
didukung ku lurah.
Tanya
: Berapa modal yang dikeluarkan untuk pembangunan
masjid pada saat itu?
Jawab
: hari eta lamun henteu salah mah modalna saenggeus
dikumpul-kumpul ti sumbangan masyarakat kurang leuwih
20.500.00 ribuan lah..saeutik modal jeung nyieun masjid
sakitu mah vie anu ngarana masjid mah pasti kajieun bae
modal leutik geh soalna pasti dibantuan ku Allah.
Tanya
:
Tanggal
berapa
penancapan
tiang
masjid
untuk
pembangunan masjid?
Jawab
: engke ku abah di inget2 heula..( dia mengambil kertas)
tanggal 5 Januari 1975
Mengetahui,
Tokoh masyarakat masjid Al- Hidayah
KH. Abdullah
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA (INTERVIEW) JAMAAH
Nama
: Bapak Atot Tarmidzi
Pekerjaan
: Karyawan Swasta
Waktu Interview
: 27 April 2013
Lokasi
: Kp. Gembor, Kec Jatiuwung-Tangerang
Tanya
: Apa tanggapan bapak tentang kegiatan pengumpulan
dana di masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
: Ummmm…saya rasa pengumpulan dana yang dilakukan
oleh dewan kemakmuran masjid baik.
Tanya
: Apakah bapak mengetahui disalurkan kemana saja
dana yang telah terhimpun di masjid jami Al -Hidayah?
Jawab
: Ya tau.
Tanya
: Digunakan untuk apa saja dana yang sudah
terhimpun di masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
: dana yang udah terkumpul biasanya dipake buat bayar
kebutuhan mesjid dan buat dana penyelenggaraan acaraacara tahunan kaya, isra’ mi’raj, maulid. Terus juga dipake
buat acara pengajian.
Tanya
: Bagaimana pendapat bapak tentang kegiatan-kegiatan
yang diadakan oleh masjid jami Al -Hidayah?
Jawab
: Kalo selama ini sih, acara yang udah-udah baguslah. Dan
selalu rame atau meriah.
Tanya
: Bagaimana fasilitas yang ada di masjid jami
Al - Hidayah?
Jawab
:Kalo masalah fasilitas sih, udah cukup bagus. Cuma
kurang perawatannya aja. Misalnya kamar mandi kadangkadang kotor dan bau. Terus juga qur’an juga kurang rapih.
Kadang
ada
yang
naro
di
jendela.
Ya
pokonya
perawatannya aja yang kudu dibagusin.
Mengetahui,
Jamaah masjid Al- Hidayah
Atot Tarmidzi
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA (INTERVIEW) JAMAAH
Nama
: Bapak Anas Faturahman
Pekerjaan
: Karyawan Swasta
Waktu Interview
: 27 April 2013
Lokasi
: Kp. Gembor, Kec Jatiuwung-Tangerang
Tanya
: Apa tanggapan bapak tentang kegiatan pengumpulan
dana di masjid jami Al -Hidayah?
Jawab
: pengumpulan dananya biasa aja setau saya
Tanya
: Apakah bapak mengetahui disalurkan kemana saja
dana yang telah terhimpun di masjid jami Al -Hidayah?
Jawab
: Ya saya tau.
Tanya
: Digunakan untuk apa saja dana yang sudah
terhimpun di masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
: ,dipake buat kebutuhan masjid.
Tanya
: Bagaimana pendapat bapak tentang kegiatan-kegiatan
yang diadakan oleh masjid jami Al -Hidayah?
Jawab
: kurang lengkap menurut sayamas..yang ngaji cuma orangorang deket masjid aja yang jauh-jauh mah jarang pada
ngaji dimasjid.
Tanya
: Bagaimana fasilitas yang ada di masjid jami
Al -Hidayah?
Jawab
: Kurang perawatannya. Kamar mandi, tempat wudhu
kadang-kadang bau trus suka ga ada airnya.
Mengetahui,
Jamaah masjid Al- Hidayah
Anas Faturahman
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA (INTERVIEW) JAMAAH
Nama
: Ibu Nina Harlina
Pekerjaan
: Ibu rumah tangga
Waktu Interview
: 23 April 2013
Lokasi
: Kp. Gembor, Kec Jatiuwung-Tangerang
Tanya
: Apa tanggapan ibu tentang kegiatan pengumpulan
dana di masjid jami Al -Hidayah?
Jawab
:Yaa..baiklah, ga kalah sma masjid sebelah.
Tanya
: Apakah ibu mengetahui disalurkan kemana saja dana
yang telah terhimpun di masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
: tau..tau
Tanya
: Digunakan untuk apa saja bu dana yang sudah
terhimpun di masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
:Banyaak,.Buat bayar listrik, bayar marbot, terus sama
santunan anak yatim tiap bulan sma bayar keperluan
masjid..
Tanya
: Bagaimana pendapat ibu tentang kegiatan-kegiatan
yang diadakan oleh masjid jami Al -Hidayah?
Jawab
: Bagus, karena selalu ada kegiatan,.Baik itu pengajian ibuibu, bapak-bapak, dan remaja.
Tanya
: Bagaimana fasilitas yang ada di masjid jami
Al -Hidayah?
Jawab
: lumayanlah,
Mengetahui,
Jamaah masjid Al- Hidayah
Nina Harlina
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA (INTERVIEW) JAMAAH
Nama
: Siti Enur Mala Sari
Pekerjaan
: Ibu rumah tangga
Waktu Interview
: 23 April 2013
Lokasi
: Kp. Gembor, Kec Jatiuwung-Tangerang
Tanya
: Apa tanggapan ibu tentang kegiatan pengumpulan
dana di masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
: Yaa..saya rasa sih sudah cukup baik dee, karena dari
setiap laporan tiap bulan yang diumumkannya selalu
meningkat.
Tanya
: Apakah ibu mengetahui disalurkan kemana saja dana
yang telah terhimpun di masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
: Ya tau lah dee..
Tanya
: Digunakan untuk apa saja bu dana yang sudah
terhimpun di masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
: Banyaak dee,.Buat bayar listrik, bayar marbot, terus sama
santunan anak yatim tiap bulan pasti ada..
Tanya
: Bagaimana pendapat ibu tentang kegiatan-kegiatan
yang diadakan oleh masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
: Bagus dee, karena setiap hari masjid ini selalu ada
kegiatan,.Baik itu pengajian ibu-ibu, bapak-bapak, remaja
dan anak-anak.
Tanya
: Bagaimana fasilitas yang ada di masjid jami
Al- Hidayah?
Jawab
: Hmmm…. Fasilitasnya cukup lengkap dan terawat,
Mengetahui,
Jamaah masjid Al- Hidayah
Enur Mala Sari
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA (INTERVIEW) JAMAAH
Nama
:Ibu Enok Susila Ningsih
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Waktu Interview
: 29 April 2013
Lokasi
:Kp. Gembor, Kec Jatiuwung-Tangerang
Tanya
: Apa tanggapan ibu tentang kegiatan pengumpulan
dana di masjid jami Al-Hidayah?
Jawab
:Yaa.. saya rasa sih kurang cukup baik yah, karena dari
setiap laporan tiap bulan saya kurang tau,
Tanya
: Apakah ibu mengetahui disalurkan kemana saja dana
yang telah terhimpun di masjid jami Al Hidayah?
Jawab
: Ya sedikit saya tau..
Tanya
: Digunakan untuk apa saja bu dana yang sudah
terhimpun di masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
:Setau saya sih buat bayar listrik, bayar marbot, terus sama
santunan anak yatim.
Tanya
: Bagaimana pendapat ibu tentang kegiatan-kegiatan
yang diadakan oleh masjid jami Al Hidayah?
Jawab
: klo kegiatan-kegiatan mah lumayanlah di banding masjid
diseberang..masih ada pengajian ibu-ibu, bapak-bapak, dan
remaja.
Tanya
: Bagaimana fasilitas yang ada di masjid jami
Al- Hidayah?
Jawab
:Fasilitasnya udah bagus dan terawat, Cuma yang kurang
tempat parkirnya doank ga ada.
Mengetahui,
Jamaah masjid Al- Hidayah
Enok Susila Ningsih
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA (INTERVIEW) JAMAAH
Nama
:Bapak Irwansyah
Pekerjaan
: Karyawan Swasta
Waktu Interview
: 30 April 2013
Lokasi
: Kp. Gembor, Kec Jatiuwung-Tangerang
Tanya
: Apa tanggapan bapak tentang kegiatan pengumpulan
dana di masjid jami Al -Hidayah?
Jawab
: bagus tuh dee pengumpulan dananya, buktinya walaupun
dikit-dikit juga bisa bikin masjid segede gini.
Tanya
: Apakah bapak mengetahui disalurkan kemana saja
dana yang telah terhimpun di masjid jami Al -Hidayah?
Jawab
: saya tau..
Tanya
: Digunakan untuk apa saja bu dana yang sudah
terhimpun di masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
: yang saya tau buat memperbaiki masjid, buat melengkapi
fasilitas masjid, buat bayar marbot, bayar listrik, santunan
anak yatim..pokonya masih banyak yang lainnya.
Tanya
: Bagaimana pendapat bapak tentang kegiatan-kegiatan
yang diadakan oleh masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
: kegiatan-kegiatannya bagus..ada pengajian bapak-bapak,
ibu-ibu, remaja trus ada kegitan PHBI juga.
Tanya
: Bagaimana fasilitas yang ada di masjid jami
Al- Hidayah?
Jawab
: Fasilitasnya bagus, Cuma yang halaman luarnya aja
kurang gede.
Mengetahui,
Jamaah masjid Al- Hidayah
Irwansyah
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA (INTERVIEW) JAMAAH
Nama
:Ibu Siti Sapriah
Pekerjaan
: Ibu rumah tangga
Waktu Interview
: 29 April 2013
Lokasi
:Kp. Gembor, Kec Jatiuwung-Tangerang
Tanya
: Apa tanggapan ibu tentang kegiatan pengumpulan
dana di masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
: waahh saya kurang tau mas soalnya saya kerja sih
Tanya
: Apakah ibu mengetahui disalurkan kemana saja dana
yang telah terhimpun di masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
: saya kurang tau..
Tanya
: Digunakan untuk apa saja bu dana yang sudah
terhimpun di masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
: Mungkin Buat bayar listrik, bayar marbot,
Tanya
: Bagaimana pendapat ibu tentang kegiatan-kegiatan
yang diadakan oleh masjid jami Al -Hidayah?
Jawab
: klo kegiatan-kegiatan mah ada kayanya Cuma saya jarang
ikut.
Tanya
: Bagaimana fasilitas yang ada di masjid jami
Al- Hidayah?
Jawab
: bagus, kurang tempat parkirnya doank ga ada.
Mengetahui,
Jamaah masjid Al- Hidayah
Siti Sapriah
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA (INTERVIEW) JAMAAH
Nama
:Bapak Agung Setiawan
Pekerjaan
: Karyawan Swasta
Waktu Interview
: 30 April 2013
Lokasi
:Kp. Gembor, Kec Jatiuwung-Tangerang
Tanya
: Apa tanggapan bapak tentang kegiatan pengumpulan
dana di masjid jami Al -Hidayah?
Jawab
: Pengumpulan dananya sebenernya biasa aja Cuma
Alhamdulillah masyarakatdisini lumayan keer,
Tanya
: Apakah bapak mengetahui disalurkan kemana saja
dana yang telah terhimpun di masjid jami Al -Hidayah?
Jawab
: saya tau..
Tanya
: Digunakan untuk apa saja dana yang sudah
terhimpun di masjid jami Al-Hidayah?
Jawab
: Bikin
masjid, buat melengkapi fasilitas masjid, buat
bayar marbot, bayar listrik, bayar khotib, sama santunan
anak yatim..
Tanya
: Bagaimana pendapat bapak tentang kegiatan-kegiatan
yang diadakan oleh masjid jami Al- Hidayah?
Jawab
: kegiatan-kegiatannya bagus..
Tanya
: Bagaimana fasilitas yang ada di masjid jami
Al- Hidayah?
Jawab
:Bagus, Cuma halaman luarnya kecil
Mengetahui,
Jamaah masjid Al- Hidayah
Agung Setiawan
Daftar Pemasukan dan Pengeluaran Keuangan Kas Masjid Al– Hidayah
Tahun 2011
Bulan Januari
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
Tgl
07
14
21
28
Jenis Kegiatan
Debet
(Rp)
Saldo akhir tahun 2010
kalender
Tromol jumat
Membeli mic& echo
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Membeli warles
Renovasi keramik rusak
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo
akhir
bulan
januari
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
40.600.000
1.000.000
600.000
350.000
710.000
700.000
500.000
1.500.000
850.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
5.010.000
4.400.000
41.210.000
Bulan Februari
No
Tgl
Jenis Kegiatan
1
01
2
3
4
5
04
11
Saldo
akhir
januari
Tromol jumat
Tromol jumat
Membeli saklar
Tromol jumat
18
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
bulan
730.000
740.000
23.000
550.000
Saldo Akhir
(Rp)
41.210.000
6
7
8
9
10
11
12
13
14
25
Tromol jumat
680.000
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
1.500.000
Jumlah pemasukan
4.200.000
Jumlah pengeluaran
Saldo
akhir
bulan
januari
800.000
200.000
400.000
300.000
1.723.000
43.687.000
Bulan Maret
No
Tgl
Jenis Kegiatan
1
01
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
04
11
18
25
Saldo
akhir
bulan
februari
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo akhir bulan maret
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
43.687.000
940.000
700.000
670.000
490.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
4.300.000
1.700.000
46.287.000
Bulan April
No
Tgl
Jenis Kegiatan
1
2
3
01
01
08
Saldo akhir bulan maret
Tromol jumat
Tromol jumat
Debet
(Rp)
580.000
550.000
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
46.287.000
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
22
29
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol Jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo akhir bulan april
490.000
640.000
540.000
Jenis Kegiatan
Debet
(Rp)
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
4.300.000
1.700.000
48.887.000
Bulan Mei
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Tgl
06
13
20
27
Saldo akhir bulan April
Tromol jumat
Membeli amplie
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo akhir bulan mei
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
48.887.000
610.000
1.501.000
540.000
500.000
600.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
3.750.000
3.201.000
49.436.000
Bulan Juni
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Tgl
03
10
17
24
Jenis Kegiatan
Saldo akhir bulan mei
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Membeli lampu
Membeli tiang mic
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo akhir bulan juni
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
49.436.000
500.000
600.000
340.000
390.000
50.000
100.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
3.330.000
1.850.000
50.916.000
Bulan Juli
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Tgl
01
08
15
22
29
Jenis Kegiatan
Saldo akhir bulan juni
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo akhir bulan juli
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
50.916.000
455.000
340.000
375.000
420.000
620.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
3.710.000
1.700.000
52.926.000
Bulan Agustus
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
Tgl
05
12
19
26
Jenis Kegiatan
Saldo akhir bulan juli
Sumbangan bpk. Atim
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol Indomaret
Tromol jumat
Tromol jumat
Pengecetan dinding
Biaya tukang
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo
akhir
bulan
agustus
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
52.926.000
150.000
640.000
530.000
2.030.000
600.000
510.000
14.154.938
6.500.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
5.960.000
22.354.938
36.531.062
Bulan September
No
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
02
09
16
23
30
Jenis Kegiatan
Saldo
akhir
bulan
agustus
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol shalat ied
Tromol shalat taraweh 1
bulan
Pengeluaran shalat ied
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
160.000
310.000
400.000
380.000
360.000
830.000
1.108.000
500.000
Saldo Akhir
(Rp)
36.531.062
10
11
12
13
14
15
16
17
18
Membeli lampu
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
3.500.000
Jumlah pemasukan
7.048.000
Jumlah pengeluaran
Saldo
akhir
bulan
september
900.000
800.000
200.000
600.000
600.000
3.600.000
39.979.062
Bulan Oktober
No
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
07
14
21
28
Jenis Kegiatan
Saldo
akhir
bulan
september
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Renovasi plapon
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo
akhir
bulan
oktober
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
39.979.062
280.000
330.000
250.000
130.000
200.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
2.490.000
1.900.000
40.569.062
Bulan November
No
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
04
11
18
25
Jenis Kegiatan
Saldo
akhir
bulan
oktober
Sumbangan Bpk. Bardan
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol idul adha
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo
Akhir
Bulan
November
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
40.569.062
200.000
550.000
320.000
355.000
300.000
550.000
800.000
200.000
600.000
600.000
2.500.000
4.775.000
2.200.000
43.144.062
Bulan Desember
No
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
02
09
16
23
30
Jenis Kegiatan
Saldo
akhir
bulan
November
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
335.000
350.000
400.000
450.000
330.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
Saldo Akhir
(Rp)
43.144.062
12
13
14
Jumlah pemasukan
3.365.000
Jumlah pengeluaran
Saldo
akhir
bulan
desember
1.700.000
44.809.062
Daftar Pemasukan dan Pengeluaran Keuangan Kas Masjid Al – Hidayah
Tahun 2012
Bulan Januari
No
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
06
13
20
27
Jenis Kegiatan
Saldo
akhir
bulan
desember 2011
Sumbangan bpk. Kandi
Kalender
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Membeli kipas angin 2
buah
Service amplie
Membeli kabel speaker
Papan mading
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo
akhir
bulan
januari
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
44.809.062
500.000
1.005.000
420.000
340.000
400.000
470.000
410.000
925.000
175.000
300.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
4.635.000
3.510.000
45.934.062
Bulan Februari
No
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
03
10
17
24
24
Jenis Kegiatan
Saldo
akhir
bulan
januari
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol Indomaret
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo
akhir
bulan
februari
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
45.934.062
770.000
320.000
360.000
330.000
2.118.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
5.398.000
1.700.000
49.632.062
Bulan Maret
No
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
02
09
16
23
30
Jenis Kegiatan
Saldo
akhir
bulan
februari
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
430.000
440.000
480.000
270.000
400.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
3.520.000
Saldo Akhir
(Rp)
49.632.062
13
14
Jumlah pengeluaran
Saldo akhir bulan maret
1.700.000
51.452.062
Bulan April
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
Tgl
06
13
20
27
Jenis Kegiatan
Saldo akhir bulan maret
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo akhir bulan april
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
51.452.062
430.000
480.000
450.000
480.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
3.340.000
1.700.000
53.092.062
Bulan Mei
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Tgl
04
11
18
25
Jenis Kegiatan
Saldo akhir bulan april
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
530.000
390.000
730.000
390.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
3.540.000
Saldo Akhir
(Rp)
53.092.062
12
13
Jumlah pengeluaran
Saldo akhir bulan mei
1.700.000
54.932.062
Bulan Juni
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Tgl
01
08
15
22
29
Jenis Kegiatan
Saldo akhir bulan mei
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo akhir bulan juni
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
54.932.062
600.000
640.000
540.000
370.000
200.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
3.850.000
1.700.000
57.082.062
Bulan Juli
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Tgl
06
13
20
27
Jenis Kegiatan
Saldo akhir bulan juni
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
540.000
550.000
650.000
640.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
Saldo Akhir
(Rp)
57.082.062
11
12
13
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo akhir bulan juli
3.880.000
1.700.000
59.262.062
Bulan Agustus
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Tgl
03
10
17
24
31
10
11
12
13
14
15
16
17
Jenis Kegiatan
Debet
(Rp)
Saldo akhir bulan juli
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol shalat tarawih
Tromol shalat idul fitri
Service speaker
Keperluan shalat idul
fitri
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo
akhir
bulan
agustus
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
59.262.062
850.000
1.000.000
310.000
310.000
2.580.000
1.200.000
600.000
800.000
800.000
200.000
600.000
600.000
1.500.000
7.750.000
3.600.000
63.412.062
Bulan September
No
Tgl
Jenis Kegiatan
07
14
21
Saldo
akhir
agustus
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
1
2
3
4
Debet
(Rp)
bulan
580.000
540.000
470.000
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
63.412.062
5
6
7
8
9
10
11
12
13
28
Tromol jumat
600.000
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
1.500.000
Jumlah pemasukan
3.690.000
Jumlah pengeluaran
Saldo
akhir
bulan
september
800.000
200.000
400.000
300.000
1.700.000
65.402.062
Bulan Oktober
No
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
05
12
19
26
Jenis Kegiatan
Saldo
akhir
bulan
september
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol idul adha
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo
akhir
bulan
oktober
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
65.402.062
760.000
835.000
750.000
420.000
880.000
800.000
200.000
600.000
600.000
2.500.000
6.145.000
2.200.000
69.347.062
Bulan November
No
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
02
09
16
23
30
Jenis Kegiatan
Saldo
akhir
bulan
oktober
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo
akhir
bulan
november
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
69.347.062
890.000
560.000
320.000
330.000
530.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
4.130.000
1.700.000
71.777.062
Bulan Desember
No
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
07
14
21
28
Jenis Kegiatan
Saldo
akhir
bulan
november
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
675.000
570.000
590.000
410.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
3.745.000
1.700.000
Saldo Akhir
(Rp)
71.777.062
13
Saldo
akhir
desember
bulan
73.822.062
Daftar Pemasukan dan Pengeluaran Keuangan Kas Masjid Al – Hidayah
Tahun 2013
Bulan Januari
No
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
04
11
18
25
Jenis Kegiatan
Saldo
akhir
bulan
desember 2012
kalender
Tromol jumat
Tromol jumat
Membeli saklar
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo
akhir
bulan
januari
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
73.822.062
1.500.000
750.000
800.000
23.000
550.000
680.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
5.780.000
1.723.000
77.879.062
Bulan Februari
No
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
01
08
15
22
Jenis Kegiatan
Saldo
akhir
bulan
januari
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo
akhir
bulan
februari
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
77.879.062
750.000
650.000
550.000
500.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
3.950.000
1.700.000
80.129.062
Bulan Maret
No
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
01
08
15
22
29
Jenis Kegiatan
Saldo
akhir
bulan
februari
Tromol jumat
Tromol jumat
Membeli 2 buah lampu
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
650.000
800.000
65.000
500.000
780.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
4.230.000
1.765.000
Saldo Akhir
(Rp)
80.129.062
14
Saldo akhir bulan maret
82.684.062
Bulan April
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Tgl
05
12
19
26
Jenis Kegiatan
Saldo akhir bulan maret
Sumbangan bpk. Husein
Tromol jumat
Tromol jumat
Membeli saklar
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo akhir bulan april
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Saldo Akhir
(Rp)
82.684.062
200.000
710.000
820.000
23.000
580.000
630.000
800.000
200.000
400.000
300.000
1.500.000
4.440.000
1.723.000
85.401.062
Bulan Mei
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Tgl
03
10
17
24
31
Jenis Kegiatan
Saldo akhir bulan april
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Tromol jumat
Bayar 2 marbot
Bayar listrik
khotib
Santunan anak yatim
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
650.000
500.000
570.000
690.000
430.000
800.000
200.000
400.000
300.000
Saldo Akhir
(Rp)
85.401.062
11
12
13
14
Sumbangan tetap
Jumlah pemasukan
Jumlah pengeluaran
Saldo akhir bulan mei
1.500.000
4.340.000
1.700.000
88.041.062
Mengetahui,
Bendahara DKM Al- Hidayah
Ust. Zaenuri
Download