biaya entertainment sebagai pengurang penghasilan bruto

advertisement
Edisi No. 17, Oktober 2016
BIAYA ENTERTAINMENT SEBAGAI PENGURANG PENGHASILAN BRUTO
Oleh:
Tim Konsultan Pajak Russell Bedford SBR
Bagi pelaku usaha tentu sudah tidak asing dengan istilah biaya entertainment. Biaya ini seringkali dikeluarkan
dalam rangka menopang kegiatan usaha, yaitu untuk memudahkan atau melancarkan hubungan usaha dengan
pihak lain yang merupakan rekan bisnis. Biaya untuk memudahkan atau melancarkan usaha ini bukan merupakan
uang suap, under-table money, atau uang kategori “ haram” lainnya, tetapi ini merupakan biaya yang dikeluarkan
dalam kondisi normal aktivitas usaha perusahaan. Oleh karena itu, tidak seperti pembayaran uang “haram” yang
seringkali dilakukan secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari jeratan penegakan hukum,
biaya
entertainment ini lebih lazim bersifat terbuka, dan tidak ditutup-tutupi. Biaya entertainment ini dalam sudut
padang peraturan perpajakan merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memberikan jamuan maupun
representasi, hiburan dan fasilitas lainnya yang berdasarkan Pasal 6 ayat (1) hurup a UU Pajak Penghasilan bisa
menjadi pengurang penghasilan bruto, jika dipergunakan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara
penghasilan yang merupakan objek pajak serta dapat dibuktikan kebenarannya.
Dari ketentuan Pasal 6 ayat (1) hurup a UU Pajak Penghasilan di atas, dapat dimengerti bahwa setiap biaya
entertainment yang memenuhi syarat, yaitu dipergunakan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara
penghasilan yang merupakan objek pajak adalah dapat dikurangkan dari penghasilan bruto, sehingga mengurangi
pajak penghasilan perusahaan. Namun demikian, biaya entertainment tersebut harus dapat dibuktikan
kebenarannya. Proses pembuktian ini menjadi penting karena menjadi pembeda yang menjadikan biaya
entertainment tersebut dapat menjadi pengurang penghasilan bruto atau tidak. Adanya proses pembuktian ini
disamping itu untuk menghindari biaya fiktif yang diakui seolah-olah biaya entertainment dan mengurangi
penghasilan bruto (PPh Badan), sekaligus untuk mendorong transparansi pelaporan biaya entertainment. Adanya
mekanisme pembuktian menjadikan setiap biaya entertainment dapat diketahui jumlah masing-masing
pengeluarannya, kepada siapa diberikan dan dalam hubungan apa biaya entertainment tersebut diberikan.
Ketentuan lebih lanjut mengenai biaya entertainment ini diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor
SE-27/PJ.22/1986 tentang biaya entertainment dan sejenisnya yang hingga saat ini masih berlaku. Menurut Surat
Edaran tersebut Biaya " entertainment ", representasi, jamuan dan sejenisnya untuk mendapatkan, menagih dan
memelihara penghasilan pada dasarnya dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. Wajib Pajak diharuskan untuk
membuktikan, bahwa biaya-biaya tersebut telah benar-benar dikeluarkan (formal) dan benar ada hubungannya
dengan kegiatan perusahaan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan perusahaan (materiil).
Newsletter Russell Bedford SBR. Edisi No.17, Oktober 2016
Sehubungan dengan itu, SE No. 27 di atas memberikan panduan mengenai bentuk laporan biaya entertainment
(disebut daftar nominatif) yang harus dilampirkan bersama dengan SPT Tahunan PPh Badan.
Daftar nominatif sebagaimana diatur SE di atas harus berisi informasi sebagai berikut:
1) Nomor Urut
2) Tanggal " entertainment " dan sejenisnya yang telah diberikan.
3) Nama tempat " entertainment " dan sejenisnya yang telah diberikan.
a) Alamat " entertainment " dan sejenisnya yang telah diberikan.
b) Jenis " entertainment " dan sejenisnya yang telah diberikan.
c) Jumlah (Rp) " entertainment " dan sejenisnya yang telah diberikan.
4) Relasi usaha yang diberikan " entertainment " dan sejenisnya sesuai dengan nomor urut tersebut di atas berisi
a) Nama
b) Posisi
c) Nama perusahaan
d) Jenis usaha.
Karena daftar nominatif merupakan laporan pembuktian yang menjadi pembeda, suatu biaya entertainment dapat
dikurangkan pada penghasilan bruto atau bukan, maka fiskus yang melakukan penelitian atau pemeriksaan
terhadap SPT Tahunan dan menemukan pos biaya " entertainment " dan sejenisnya dalam SPT atau laporan
keuangan wajib pajak, maka kepada Wajib Pajak akan dimintakan daftar nominatifnya. Oleh karena itu, wajib pajak
harus cermat dan lengkap membuat dan melampirkan daftar nominatif***
Di bawah ini contoh daftar nomitatif sesuai sesuai dengan SE-27/PJ.22/1986 yang hingga saat ini masih berlaku.
DAFTAR NOMINATIF BIAYA ENTERTAINMENT DAN SEJENISNYA
TAHUN PAJAK :
No.
Pemberian entertaiment dan sejenisnya
Tgl
Tempat
Alamat
Jenis
Newsletter Russell Bedford SBR. Edisi No.17, Oktober 2016
Jumlah
(Rp)
Relasi usaha yang diberikan entertainment dan
sejenisnya
Nama
Posisi
Nama
Perusahaan
Jenis Usaha
Keterangan
Download