A. Organ Reproduksi pada laki laki

advertisement
Setiap makhluk hidup memiliki kemampuan untuk melestarikan hidupnya. Salah
satunya adalah dengan berkembangbiak. Pada manusia, proses perkembangbiakan terjadi
melalui proses reproduksi secara sexual. Proses ini terjadi melalui system reproduksi. System
reproduksi antara laki laki dan perempuan berbeda. Apakah perbedaannya dan bagaimana
proses reproduksi pada manusia ? Kelainan dan gangguan pada organ organ tersebut dapat
menyebabkan terjadinya kemandulan, bahkan ada penyakit menular melalui hubungan
sexual yang mengakibatkan kematian. Daripada penasaran, untuk lebih jelasnya, marilah kita
bahas selengkapnya lebih lanjut.
Laki laki dan perempuan memiliki system reproduksi yang berbeda beda sesuai dengan
struktur dan fungsinya. Berikut ini adalah penjelasannya :
A.
Organ Reproduksi pada laki laki
Sistem reproduksi pada laki laki terdiri dari dua organ atau alat reproduksi yang
berdasarkan letaknya dibedakan menjadi 2, yakni organ reproduksi yang tampak dari luar dan
organ reproduksi yang tidak tampak dari luar. Organ reproduksi yang tampak dari luar adalah
penis. Sedangkan organ reproduksi yang tidak tampak dari luar adalah testis, uretra, dan
vesikula seminalis karena letaknya di dalam tubuh. Organ organ reproduksi pria akan mulai
berkembang pada saat usia menginjak 9-15 tahun dan akan berhenti perkembangannya pada
usia 20 tahun. Sebelum kita bahas lebih lanjut, simaklah video organ reproduksi laki laki
berikut ini :
Gambar 1.1 Organ reproduksi laki-laki
Sumber: Encarta, 2008
Organ reproduksi bagian luar :
1. Penis
Penis merupakan alat kelamin luar pada laki-laki. Penis tersusun dari jaringan
otot, jaringan spons, pembuluh darah, dan jaringan saraf. Pada bagian tengahnya
terdapat saluran air kemih dan juga sebagai cairan sperma yang di sebut uretra. Penis
berfungsi untuk memasukkan sperma pada saluran kelamin wanita. Penis juga
merupakan muara dari saluran kencing.
2. Skrotum
Skrotum, yaitu organ yang tampak dari luar berbentuk bulat, terdapat 2 buah
kiri dan kanan, berupa kulit yang mengkerut dan ditumbuhi rambut pubis.
Organ reproduksi bagian dalam :
1. Testis
2.
3.
4.
5.
Testis merupakan isi skrotum, berjumlah 2 buah, terdiri dari saluran kecil-kecil
membentuk anyaman. Testis merupakan tempat pembentukan sperma dan beberapa
jenis hormon kelamin jantan (androgen). Peristiwa pembentukan sperma di dalam
testis disebut spermatogenesis. Testis terletak di dalam skrotum atau kantung pelir
yang berfungsi mengatur temperatur testis agar sesuai untuk pembentukan sperma.
Di dalam testis terdapatbanyak saluran halus disebut tubulus seminiferus.
Dinding tubulus seminiferus terdiri dari jaringan epithelium dan jaringan ikat. Pada
jaringan epithelium terdapat sel induk spermatozoa yang disebut spermatogonium.
Diantara sel spermatogonium terdapat sel sertoli dan sel leydig. Sel sertoli berfungsi
memberi makan spermatozoa, sedangkan sel leydig berfungsi menghasilkan hormon
testosteron. Proses pembentukan sperma pada manusia sangat dipengaruhi oleh
hormon. Sperma yang terbentuk di dalam testis akan mengalir melalui saluran vasa
deferensia dan masuk ke dalam epididimis (kantong sperma). Epididimis merupakan
tempat penyimpanan dan pematangan sperma.
Vas deferens
yaitu merupakan saluran yang membawa sel spermatozoa, berjumlah 2 buah.
Kelenjar prostat
yaitu merupakan sebuah kelenjar yang menghasilkan cairan kental yang memberi
makan sel-sel spermatozoa serta memproduksi enzim-enzim.
Kelenjar vesikula seminalis
yaitu kelenjar yang menghasilkan cairan untuk kehidupan sel spermatozoa, secara
bersama-sama cairan tersebut menyatu dengan spermatozoa menjadi produk yang
disebut semen, yang dikeluarkan setiap kali pria ejakulasi.
Uretra
Dari epididimis, sperma yang hendak dikeluarkan dari tubuh mengalir melalui vasa
deferensia dan masuk ke uretra. Uretra merupakan saluran kanting kemih yang
berhubungan dengan vasa deferensia. Sperma keluar dari penis melalui uretra. Dalam
setiap mililiter cairan sperma manusia terkandung ± 120 juta sperma.
Sperma
Struktur sperma terdiri dari kepala, bagian tengah (badan), dan ekor (flagela). Pada
bagian kepala terdapat inti sel dan akrosom yang dibentuk dari kompleks golgi. Akrosom
menghasilkan enzim yang berfungsi membantu sperma menembus sel telur. Pada bagian
tengah terdapat mitokondria tempat berlangsungnya oksidasi sel untuk membentuk energi
yang digunakan oleh sperma sehingga sperma dapat bergerak aktif. Bagian ekor berupa flagela
yang merupakan alat gerak sperma.
Proses pembentukan sperma
Proses pembentukan sperma mulai terjadi ketika seorang pria menginjak usia belasan
tahun. Mula mula sel sel induk sperma (spermatogonium) membelah secara mitosis beberapa
kali sehingga dihasilkan lebih banyak spermatogonium. Sebagian dari sel sel spermatogonium
tersebut terus membelah secara mitosis, sedngkan sebagian yang lain membesar menjadi
spermatosit primer. Karena pembelahan terjadi secara mitosis maka spermatogonium dan
spermatosit primer mempunyai 2n kromosom (dipoloid). Kemudian, spermatosit primer
membelah secara meiosis (tahap 1) menghasilkan spermatosit sekunder. Karena pembelahan
secara meiosis, maka spermatosit sekunder mempunyai n kromososm (haploid). Spermatosist
sekunder membelah lagi secara meiosis (tahap II) menghasilkan 2 sel yang haploid (n). Hasil
pembelahan tersebut disebut spermatid, dan diperoleh 4spermatid.sel sel spermatid akan
mengalami diferensiasi (perubahan bentuk) menjadi sel spermatozoa atau sperma, peristiwa
ini disebut spermatogenesis. Diferensiasi tersebut meliputi adanya kepala, badan (bagian
tengah) dan ekor (flagela). Perhatikan gambar berikut :
Gambar 1.2spermatogenesis
Sumber: Biology, 2008
Untuk lebih jelasnya, perhatikan video proses spermatogenesis berikut ini :
B. Sistem Reproduksi pada wanita
Organ reproduksi wanita terbagi menjadi organ reproduksi bagian luar dan organ
reproduksi bagian dalam.
Organ reproduksi bagian luar:
1) Vulva
Yaitu daerah organ kelamin luar pada wanita yang meliputi labia majora, labia
minora, mons pubis, bulbus vestibuli, vestibulum vaginae, glandula vestibularis major
dan minor, serta orificium vaginae.
2) Labia majora, yaitu berupa dua buah lipatan bulat jaringan lemak yang ditutupi kulit
dan memanjang ke bawah dan ke belakang dari mons pubis.
3) Mons pubis
Yaitu bantalan berisi lemak yang terletak di permukaan anterior simfisis pubis.
Setelah pubertas, kulit mons pubis akan ditutupi oleh rambut ikal yang membentuk
pola tertentu.
4) Payudara / kelenjar mamae yaitu organ yang berguna untuk menyusui.
Organ reproduksi bagian dalam:
1) Labia minora
Merupakan labia sebelah dalam dari labia majora, dan berakhir dengan klitoris,
ini identik dengan penis sewaktu masa perkembangan janin yang kemudian
mengalami atrofi. Di bagian tengah klitoris terdapat lubang uretra untuk keluarnya air
kemih saja.
2) Hymen
Merupakan selaput tipis yang bervariasi elastisitasnya berlubang teratur di
tengah, sebagai pemisah dunia luar dengan organ dalam. Hymen akan sobek dan
hilang setelah wanita berhubungan seksual (coitus) atau setelah melahirkan.
3) Vagina
Berupa tabung bulat memanjang terdiri dari otot-otot melingkar yang di
kanan kirinya terdapat kelenjar (Bartolini) menghasilkan cairan sebagai pelumas waktu
melakukan aktifitas seksual. Vagina merupakan lubang tempat keluarnya janin pada
proses kelahiran, tempat keluarnya darah menstruasi, dan tempat masuknya sperma.
4) Uterus (rahim)
Yaitu organ yang berbentuk seperti buah peer, bagian bawahnya mengecil dan
berakhir sebagai leher rahim/cerviks uteri. Uterus terdiri dari lapisan otot tebal sebagai
tempat pembuahan, berkembangnya janin. Pada dinding sebelah dalam uterus selalu
mengelupas setelah menstruasi. Rahim merupakan rongga tempat tumbuh dan
berkembangnya janin.
5) Tuba uterina (fallopi)
Yaitu saluran di sebelah kiri dan kanan uterus, sebagai tempat melintasnya sel
telur/ovum. Tuba Fallopi (saluran telur atau oviduk) berbentuk seperti pipa dan
ujungnya berbentuk corong dengan rumbai-rumbai. Rumbai ini berfungsi untuk
menangkap ovum yang dilepaskan ovarium.
6) Ovarium
Ovarium terletak di bawah perut, dan merupakan organ penghasil sel telur dan
menghasilkan hormon esterogen dan progesteron. Organ ini berjumlah 2 buah yang
terletak di sisi kanan dan kiri rahim. Ovarium pada kedua sisi rahim masing masing besarnya
kurang lebih seperti ukuran buah anggur.
Agar lebih jelas, Simaklah video organ reproduksi pada wanita berikut ini:
Proses pembentukan ovum
Proses pembentukan ovum di dalam ovarium disebut oogenesis.
Gambar 1.3 Oogenesis, Sumber: Biology, 2008
Pada ovarium di dalam tubuh embrio (fetus) telah terdapat sekitar 600.000 buah sel
induk telur (oogonium). Pada umur embrio 5 bulan, oogonium memperbanyak diri secara
mitosis, membentuk ±7 juta oosit primer. Setelah itu terjadi pengurangan jumlah oosist
primer sampai lahir. Pada saat embrio berumur 6 bulan, oosit primer sedang dalam tahap
meiosis I, khususnya berada pada tahap profase I. Ketika seorang bayi perempuan lahir,
ovarium telah berisi 1-2 juta sel telur (oosit primer). Selanjutnya, oosit primer tersebut
istirahat (tidak melakukan pembelahan) sampai masa pubertas. Pada waktu anak berusia 7
tahun, jumlah oosit primer berkurang lagi menjadi sekitar 300-400 ribu oosit primer.
Setelah masuk masa pubertas, dan seseorang telah mengalami menstruasi, saat itu kelenjar
hipofisis perempuan menghasilkan FSH (Follicle stimulating hormone) yang merangsang
oosit primer melanjutkan pembelahan yang dihasilkan 2 sel yang ukurannya berbeda. Sel
yang ukurannya kecil disebut badan polar pertama. Sel tersebut akan melanjutan pembelahan
meiosis (II) dan menghasilkan 2 badan polar. Sel yang berukuran besar disebut oosit
sekunder, yang terus membelah mnghasilkan satu sel yang besar disebut ootid dan satu badan
polar. Sel ootid berkembang menjadi sel telur yang siap diovulasikan. Proses oogenesis
dipengaruhi oleh hormon yang dihasilkan oleh hipofisis atau oleh ovarium sendiri.
Agar tidak semakin pusing, lihatlah video oogenesis berikut ini :
Proses dan siklus Menstruasi
Saat ovum tidak dibuahi, ovum akan mati dan terjadi menstruasi. Siklus menstruasi
pada perempuan umumnya memiliki jarak 28 hari. Pembentukan ovum pada wanita terjadi
pada umur antara sekitar 13 sampai 45 tahun. Secara berkala, sel telur yang sudah matang
akan dikeluarkan dari indung telur. Sel telur ini akan bergerak melalui saluran telur menuju
rahim. Sementara itu, dinding secara berkala akan menebal sehingga rahim siap untuk
menerima zigot hasil fertilisasi. Jika fertilisasi tidak terjadi, sel telur dan jaringan yang
terbentuk pada dinding rahim akan luruh dan dikeluarkan dari rahim sebagai menstruasi.
Siklus menstruasi setiap orang tidak sama, ada yang masanya 21 hari ada pula yang 30 hari.
Rata rata, siklus menstruasi adalah 28 hari. Siklus menstruasi dikendalikan oleh hormon
hormon reproduksi yang dihasilkan oleh hipotalamus, hipofisis, dan ovarium.
Simaklah video proses terjadinya menstruasi berikut ini :
Remaja perempuan yang telah mengalami menstruasi dikatakan telah memasuki usia
subur karena telah mengalami ovulasi (menghasilkan ovum).
Wanita mulai mengalami menstruasi pada usia sekitar 9-15 tahun dan terus berlanjut
sampai menopause pada usia sekitar 45-49 tahun. setelah mengalami menopause, seorang
wanita tidak dapat menghasilkan ovum karena semua oosit primer yang tersisa mengalami
degradasi.
C. Fertilisasi dan perkembangan embrio
Proses kehamilan akan terjadi jika ovum dibuahi oleh sperma. Peristiwa pembuahan
ovum oleh sperma disebut fertilisasi. Fertilisasi terjadi pada tuba Fallopi. Sel telur yang telah
dibuahi disebut zigot. Zigot bergerak menuju rahim. Dalam perjalanannya menuju rahim,
zigot membelah berulang kali membentuk embrio. Selanjutnya, embrio akan menempel
pada dinding rahim. Embrio akan tumbuh dan berkembang di dalam rahim membentuk
janin. Janin akan keluar sebagai bayi setelah sekitar 9 bulan berada di dalam rahim .
Pembuahan terjadi di saluran telur (tuba fallopi/oviduk). Zigot yang terbentuk
menuju ke rahim (uterus), kemudian membelah diri menjadi 2,4,8,16, dan seterusnya.
Sementara itu, lapisan dalam dinding rahim menebal untuk memberi makanan bagi embrio.
Embrio memperoleh makanan dari tubuh induknya melalui plasenta (ari ari). Selanjutnya,
makanan masuk melalui tali pusar. Melalui tali pusar tersebut, sisa sisa metabolisme dan zat
yang tidak berguna dialirkan kembali ke plasenta dan akhirnya ke tubuh ibunya.
Di dalam uterus, embrio dikeilingi oleh suatu cairan yang disebut cairan amnion atau
ketuban. Cairan ini berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
Tahap perkembangan embrio dari usia 5 minggu hingga usia 5 bulan dapat dilihat pada
gambar berikut :
1. Embrio manusia usia 25 hari
2. Embrio usia 5 minggu
Pada usia 5 minggu, embrio telah mempunyai kepala, mata, tubuh, ekor yang
pendek, dan calon tangan serta kaki. Panjang embrio hampir mencapai 7 milimeter.
3. Embrio usia 9 minggu
Pada usia 9 minggu, embrio telah berubah menjadi bayi kecil yang sudah terbentuk. Ia
mempunyai wajah dengan mata, telinga, hidung, dan lidah. Jari jari kaki dan
tangannya juga sudah tampak. Kepalanya jauh lebih besar dari badannya. Embrio pada
usia ini dapat menggerakkan tangan dan kakinya. Panjangnya kira kira 5,5 cm.
4. Embrio usia 14 minggu
Panjang bayi sudah semakin berkembang, panjangnya sekitar 6 cm.
5. Pada usia 20 minggu, bayi memiliki panjang tubuh sekitar 19 cm dan beratnya sekitar
setengah kilogram. Organ tubuhnya sudah lebih berkembang. Tangan dan kakinya
sudah dilengkapi dengan kuku. Pada usia ini, detak jantung bayi dapat terdeteksi dan
bayi sangat aktif.
6. Pada usia 24 minggu, pertumbuhan badannya sangat pesat.
7. Pada usia 40 minggu, bayi siap untuk dilahirkan. Berat normalnya sekitar 3 kg,
panjangnya sekitar 45 cm, lingkar kepala bayi sama dengan lingkar bahu atau pangkal
pahanya. Setelah lahir, plasenta akan ikut keluar. Plasenta memiliki fungsi untuk
menyalurkan zat makanan dari induk ke embrio, mengalirkan zat zat sampah dari embrio ke
dalam darah induknya, serta melindungi janin dari berbagai zat racun atau kuman penyakit.
Simaklah video proses fertilisasi sampai perkembangan embrio di dalam rahim berikut ini :
D. Hormon hormon reproduksi
Hormon yang mempengaruhi sistem reproduksi pria antara lain gonadotrofin, FSH,
LH, dan testosteron. Sedangkan pada waniata dipengaruhi oleh hormon gonadotrofin,
FSH, LH, estrogen, dan progesteron.
1. Hormon gonadotrofin, dihasilkan oleh hipotalamus (di bagian dasar otak) yang
merangsang kelenjar hipofisis bagian anterior agar mengeluarka hormon FSH dan
LH.
2. FSH (follicle stimulating hormone), berfungsi mempengaruhi dan merangsang
perkembangan tubulus seminiferus dan sertoli untuk menghasilkan ABP
(androgen binding protein) yang berfungsi memacu pembentukan sperma. Pada
wanita, FSH merangsang folikel primer dalam ovarium untuk membelah.
3. LH (luitenizing hormone), berfungsi merangsang sel leydig agar mensekresikan
hormon testosteron. Pada wanita, LH merangsang aktivitas korpus luteum di
ovarium. Korpus luteum kemudian menghasilkan hormon progesteron dan
estrogen
4. Hormone testosteron, dihasilkan oleh testis, berfungsi merangsang perkembangan
organ seks primer pada saat embrio belum lahir, mempengaruhi perkembangan
alat reproduksi dan ciri kelamin sekunder (misal cambang, jakun, suara),
memelihara ciri ciri kelamin sekunder dan mempengaruhi proses spermatogenesis.
5. Estrogen, berfungsi dalam perkembangan ciri seks sekunder wanita serta berperan
penting dalam siklus menstruasi
6. Progesteron, berperan dalam siklus menstruasi, kehamilan serta dalam
embriogenesis.
E. Penyakit pada sistem reproduksi
Penyakit pada sistem reproduksi biasa disebabkan oleh jamur, bakteri atau
virus. Namun pada umumnya penyakit kelamin yang mematikan disebabkan oleh
sikap hidup manusia seperti seks bebas dan penggunaan narkoba dengan jarum suntik.
Penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual
disebut penyakit menular seksual (PMS)Ada banyak penyakit yang di golongkan
sebagai PMS yaitu sebagai berikut :
1. Gonorea
Gonorhoe merupakan penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri
Neisseria gonorhoeae. 2-10 hari setelah kuman masuk ke dalam tubuh melalui
hubungan seksual. Masa inkubasinya Gejala penyakit ini antara lain alat kelamin
terasa nyeri, merah, bengkak, dan bernanah. Gejala pada pria adalah rasa sakit pada
saat kencing, keluarnya nanah, ujung penis merah dan bengkak. Pada wanita 60%
kasus tidak menunjukkan gejala. Namun ada juga rasa sakit pada saat kencing dan
keputihan.penyakit ini seringkali menyebbkan kemandulan pada pria dan wanita.
Pada wanita bisa juag terjadi radang panggul. Jika penderita hamil, penyakit ini
dapat diturunkan pada bayi yang baru lahir, yaitu infeksi pada mata yang dapat
menyebabkan kebutaan. Pengobatan penyakit gonorhoe dapat dilakukan dengan
pemberian antibiotik seperti penisilin, tetrasiklin atau kanamisin.
2. Sifilis (Raja singa)
Disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Sifilis merupakan penyakit
kelamin yang sangat ganas. Sifilis biasanya menyebar melalui hubungan intim,
melalui luka atau selaput lendir.masa inkubasinya 3-4 minggu, kadang kadang
sampai 13 minggu. Kemudian timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Ada bercak
merah pada tubuhsetelah 6-12 minggu. Penyakit ini ditunjukkan dengan
penurunan berat badan, sakit kepala, demam, kelainan pada kulit yang menular,
kelainan pada mata, hati, tulang, saraf, dan getah bening. Pada waniat hamil, sifilis
dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bayi tersebutdapat lahir
dengan kerusakan kulit, hati, limpa, dan keterbelakangan mental. Jadi, penyakit ini
menyerang ke berbagai organ tubuh.
3. Herpes genital
Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simplex dengan masa inkubasi 4-7 hari
sesudah virus masuk ke dalam tubuh. Gejalanya adalah :
a) Bintil bintil berair (berkelompok seperti anggur) yang sangat nyeri pada
sekitar alat kelamin.
b) Bintil pecah dan meninggalkan luka yang sering mengerak, lalu hilang
sendiri.
c) Gejal akan kambuh lagi namun tidak senyeri tahap awal
Pada wanita, penyakit ini sering berkembang menjadi kanker mulut rahim
beberapa tahun kemudian. Penyakit ini belumada obatnya, tetapi pengobatan
antivirus dapat mengurangi rasa sakit dan lamanya penyakit yang di derita.
4. Klamidia
Penyakit ini disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. Masa inkubasi berlangsung
7-21 hari. Gejalanya adalah timbul peradangan pada alatreproduksi pria dan
wanita.pada wanita, gejalanya :
a) Keluarnya cairan dari alat kelamin atau keputihan encer berwarna putih
kekuningan.
b) Rasa nyyeri di rongga panggul
Pada pria, gejalanya adalah :
a) Rasa nyeri saat kencing
b) Keluar cairan bening dari saluran kencing
c) Apabila ada infeksi lebih lanjut, cairan semakin seing keluar dan bercampur
darah
Pada wanita, dapat menyebabkan cacatnya saluran telur dan kemandulan, radang
saluaran kencing, robeknya saluran ketuban sehingga terjadi kelahiran bayi
sebelum waktunya (prematur). Sedangkan pada pria mengakibatkan rusaknya
saluran air mani, kemandulan, serta radang saluran kencing.
5. Trikomoniasis
Disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Gejalanya adalah :
a) Cairan vagina encer, berwarna kuning kehijauan, berbusa, dan berbau busuk
b) Vulva bengkak, kemerahan dan gatal
c) Nyeri saat kencing
6. Kandidiasis vagina
Merupakan keputihan yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Pada
keadaan normal, jamur ini terdapat dikulit maupun di dalam vagina. Akan tetapi
pada keberadaan tertentu, jamur ini menimbulkan keputihan. Gejalanya berupa
keputihan berwarna putih susu, bergumpal, disertai rasa gatal, panas dan
kemerahan pada alat kelamin dan bagian di sekitarnya.
7. Kutil kelamin
Penyebabnya adalah human papillomavirus (HPV). Pada wanita, kutil dapat
timbul di daerah kelamin sampai dubur, selaput lendir bagian dalam vagina, sampai
leher rahim. Kutil kelamin dapat pula menyebabkan kanker leher rahim atau
kanker kulit di sekitar kelamin. Pada pria, kutil dapat tumbuh di alat kelamin dan
saluran kencing bagian dalam. Kadang kadang, kutil tidak terlihat sehingga tidak
disadari. Biasanya, pria baru menyadari setelah ia menulari pasangannya. Sampai
sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan kutil kelamin. Pengobatan
hanya dilakukan untuk menghilangkan kutil saja. Satu satunya cara untuk
mengobati berbagai PMS adalah berobat ke dokter, atau tenaga kesehatan. Jika
terkena PMS, sebaiknya tidak hanya mengobati diri sendiri, pasangan juga harus
diperiksa dan diobati.
8. HIV /AIDS
AIDS adalah singkatan dari acquired immune deficiency syndrome. Penyakit
ini adalah kumpulan gejala menurunnyasistem kekebalan tubuh yang terjadi
karena seseorang terinfeksi HIV. HIV (human immunodeficiency virus). Orang
yang ternfeksi virus ini tidak dapat mengatasi serangan infeksi penyakit lain karena
sistem kekebalan tubuh menurun terus secara drastis. AIDS termasuk PMS karena
salah satu penularannyaadalah melaui hubungan seksual dengan orang yang telah
terinfeksi HIV.
Cara penularan HIV :
a) Berganti ganti pasangan seksual atau berhubungan seksual dengan orang
yang positif terinfeksi HIV
b) Memakai jarum suntik bekas orang yang terinfeksi HIV
c) Menerima transfusi darah yang tercemar HIV
d) Ibu hamil yang terinfeksi HIV akan menularkannya ke bayi dalam
kandungannya.
Tanda gejala HIV/AIDS
Awalnya, tidak memperlihatkan gejala gejala khusus. Beberapa minggu setelah
infeksi, penderita akan sering menderita penyakit ringan seperti flu dan diare.
Secara fisik, penderita tampak sehat, selam 3-4 tahun penderita tidak
memperlihatkan gejala yang khas. Pada tahun ke 5 atau ke 6, mulai timbul diare
berulang, penurunan berat badan secara mendadak, sering sariawan di mulut, dan
terjadi pembengkakan di daerah kelenjar getah bening. Penderita akhirnya
meninggal karena kekebalan tubuhnya sangat rendah sehingga mudah terserang
oleh berbagai kuman penyakit.
Cara menghindari HIV/AIDS
a) Absen, maksudnya tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah
b) Be faithfull, yaitu setia pada pasangan, maksudnya tidak berganti ganti
pasangan
c) No Drugs, maksudnya tidak memakai obat obat terlarang seperti NAPZA
dan sejenisnya.
d) Memakai alat alat medis dan non medis yang steril
Sampai sekarang, belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS. Oleh
karena itu, bagi kalian para remaja berusahalah untuk menjaga diri kalian agar
tidak tertular penyakit tersebut. Salah satu cara yang tepat adalah dengan tidak
melakukan hubungan seksual di luar nikah. Syukurilah apa yang kalian miliki,
rawatlah dengan baik nikmat yang di berikan oleh Tuhan berupa kesehatan.
Karena sehat itu mahal harganya. Ingat lebih baik mencegah dari pada
mengobati.
F. Dampak negatif seks bebas
a) Menciptakan kenangan buruk
Kenangan buruk ini pastinya menimbulkan rasa malu, tidak hanya diri sendiri
tetapi juga pada keluarga.
b) Kehamilan
Kehamilan dan persalinan membawa risiko morbiditas dan mortalitas
yang lebih besar pada remaja dibandingkan pada wanita yang berusia lebih dari
20 tahun. Remaja putri yang berusia kurang dari 18 tahun mempunyai 2
sampai 5 kali risiko kematian dibandingkan dengan wanita yang berusia 18-25
tahun akibat persalinan yang lama dan macet, perdarahan, dan faktor lain.
Kegawat daruratan yang berhubungan dengan kehamilan juga sering terjadi
pada remaja yang sedang hamil misalnya, hipertensi dan anemia yang
berdampak buruk pada kesehatan tubuhnya secara umum. Kehamilan yang
tidak diinginkan ini akan menjadi beban mental yang sangat berat bagi.
Biasanya menimbulkan frustasi dan depresi bagi wanita yang hamil di luar
nikah.hal ini tentunya akan menimbulkan kesusahan dan malapetaka bagi
keturunannya nanti.
c) Aborsi
Aborsi yang disengaja seringkali berisiko lebih besar pada remaja putri
dibandingkan pada mereka yang lebih tua. Banyak studi yang telah dilakukan
juga menunjukkan bahwa kematian dan kesakitan sering terjadi akibat
komplikasi aborsi yang tidak aman. Komplikasi dari aborsi yang tidak aman itu
antara lain seperti yang dijelaskan dalam buku Facts of Life yaitu:
1. Kematian mendadak karena pendarahan hebat
2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
4. Rahim yang sobek (Uterine Perforation)
5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat
pada anak berikutnya
6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
9. Kanker hati (Liver Cancer)
10. Kelainan pada placenta/ ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan
cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan
berikutnya
11. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic
Pregnancy)
12. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
Selain itu aborsi juga dapat menyebabkan gangguan mental pada remaja yaitu
adanya rasa bersalah, merasa kehilangan harga diri, gangguan kepribadian seperti
berteriak-teriak histeris, mimpi buruk berkali-kali, bahkan dapat menyebabkan
perilaku pencobaan bunuh diri.
d) Penyebaran penyakit
Melalui hubungan seks bebas, penyakit menular seperti yang telah disebutkan
di atas dapat dengan mudah ditularkan dari pasangannya kepada pelaku.
G. Menghindari seks bebas
a. Pencegahan menurut agama
1. Memisahkan tempat tidur anak; Setiap orangtua berusaha untuk mulai
memisahkan tempat tidur anak-anaknya ketika mereka memasuki
minimal usia tujuh tahun.
2. Meminta izin ketika memasuki kamar orang tua; Sejak dini anak-anak
sudah diajarkan untuk selalu meminta izin ketika akan masuk ke
kamar orangtuanya pada saat-saat tertentu.
3.Mengajarkan adab memandang lawan jenis; Berilah pengertian
mengenai adab dalam memandang lawan jenis sehingga anak dapat
mengetahui hal-hal yang baik dan buruk.
4. Larangan menyebarkan rahasia suami-istri; Hubungan seksual
merupakan hubungan yang sangat khusus di antara suami-intri.
Karena itu, kerahasiaannya pantas dijaga. Mereka tidak boleh
menceritakan kekurangan pasangannya kepada orang lain, apalagi
terhadap anggota keluarga terutama anak-anaknya.
b. Pencegahan Seks Bebas dalam Keluarga.
1. Keluarga harus mengerti tentang permasalahan seks, sebelum
menjelaskannya kepada anak-anak mereka.
2. Seorang ayah mengarahkan anak laki-laki, dan seorang ibu
mengarahkan anak perempuan dalam menjelaskan masalah seks.
3. Jangan menjelaskan masalah seks pada anak-anak laki-laki dan
perempuan pada waktu dan ruang yang sama.
4. Hindari hal-hal yang berbau porno saat menjelaskan masalah seks,
pilihlah kata-kata yang sopan.
5. Penting bagi kedua orang tua untuk meyakinkan bahwa temanteman putra-putri mereka adalah anak-anak yang balk.
6. Memberikan perhatian terhadap kemampuan anak di bidang olahraga
dan menyibukkan mereka dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat.
7. Tanamkanlah etika memelihara diri dari perbuatan-perbuatan maksiat
karena itu merupakan sesuatu yang paling berharga.
8. Membangun sikap Baling percaya antara orang tua dan anak.
Daftar Pustaka
:
Fauziah, Nenden, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Siswa SMP/MTs kelas IX.
Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Syamcuri, Istamar, dkk. 2006. IPA Biologi untuk SMP kelas IX. Jakarta : Erlangga.
Download