SAMBUTAN MENTERI AGAMA RI Puji dan syukur kita

advertisement
SAMBUTAN MENTERI AGAMA RI
Puji dan syukur kita persembahkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah dan
karunia-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW
dan keluarganya.
Saya menyambut baik prakarsa Menteri Komunikasi dan Informatika yang menerbitkan
buku serial khutbah Jum'at "Menuju Masyarakat Antikorupsi". Buku ini diharapakan menjadi
salah satu pegangan para khatib dan muballigh untuk dijadikan rujukan dalam menyampaikan
pesan-pesan moral agama serta dijadikan referensi nilai keberagamaan bagi aparatur negara
serta masyarakat luas.
Buku serial khutbah "Menuju Masyarakat Antikorupsi" ini penting kehadirannya. di
tengah kondisi kehidupan sosial bangsa kita yang dicengkeram oleh korupsi, kolusi, dan
nepotisme (KKN). Praktek KKN tidak cukup diatasi dengan retorika politik, namun
diperlukan upaya menyeluruh, konkrit dan menyentuh kesadaran keberagamaan yang hanif.
Salah satu upaya konkrit untuk meminimalisir praktik KKN adalah dengan membuat
semacam panduan etika bagi para khatib, muballigh dan masyarakat umum lainnya dengan
mendasarkan pada pentingnya peran agama sebagai sumber nilai dan kearifan bersikap,
bertindak dan bertingkah laku. Karena agama mempunyai kedudukan dan peranan yang
penting dan mendasar sebagai landasan spiritual, moral, dan etika dalam pembangunan
kepribadian umat manusia. Agama sebagai sistem nilai tidak cukup hanya menjadi kajian dan
objek studi semata, tetapi harus dipahami dan diamalkan oleh setiap individu, keluarga,
masyarakat, serta menjiwai segenap sisi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang memegang teguh nilainilai
religiusitas ternyata belum secara penuh menempatkan agama sebagai referensi etika. Ini
terbukti masih maraknya praktek KKN. Untuk itu, mutlak dibutuhkan rumusan dan teologi
yang membumi dengan berparadigma pada kehidupan sosial yang terbebas dari KKN, menuju
tatanan sosial yang berkeadilan, egaliter, humanis, bermoral dan bermartabat. Keberadaan
para khatib dan muballigh yang mampu menangkap, mengartikulasikan pesan-pesan Islam
dan sekaligus kritis dan jeli dalam melihat realitas sosial sangat diperlukan. Dengan demikian,
pesan, makna, dan cita-cita kehadiran Islam di muka bumi ini dapat diwujudkan secara
paripurna. Sebagai referensi moral yang memiliki cita-cita sosial terbentuknya masyarakat
madani, Islam sesungguhnya menyediakan rumusan etika yang dapat dijadikan landasan
bagi kita dalam berkepribadian, bersikap dan bertindak. Rumusan ini, tentu, harus digali dari
Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sumber dari segala sumber nilai keberagamaan kita. Maka,
menjadi tugas serta tanggung jawab setiap orang yang beriman untuk memahami dan
mempraktekkannya dalam realitas sosial. Tujuannya adalah untuk mengkondisikan
lingkungan sosial di sekitar kita agar selaras dengan nilai-nilai universalisme Islam.
Semoga buku serial khutbah Jum’at “Menuju Masyarakat Antikorupsi” ini dapat
dijadikan sebagai salah satu tawaran solusi bagi upaya pemberantasan KKN di negeri ini.
Amin.
Jakarta, Mei 2006
Menteri Agama RI
ttd
Muhammad M. Basyuni
Download