“ Untuk Sekolah... Tidak Ada Kata Terlambat ”

advertisement
ISSN 2085-4269
Vol 1/ed 03/September 2009
“ Untuk Sekolah...
Tidak Ada Kata Terlambat ”
Kesaksian Wilson Ticoalu,
Mahasiswa Sekolah Theologia Extension Jakarta, Angkatan 2008
S
dengan 37 mata kuliah dan hadir
setiap hari Selasa pukul 6 sore.
Dengan jumlah mata kuliah yang
begitu banyak membuat sering
merasa kuatir akan kesanggupan saya untuk mengikutinya
sampai tuntas.
ejak saya menerima
Kristus sebagai juruselamat saya, keadaan kehidupan saya banyak berubah.
Saya merasa Tuhan begitu
baik dengan saya sehingga
membuat saya berpikir untuk
membalas kebaikan Tuhan.
Untuk itu saya harus
terjun melayani Tuhan.
Untuk melayani Tuhan
tentunya ada persiapan pengetahuan Alkitab.
Dalam Yohanes 1: 1 dikatakan: Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah
dan Firman itu adalah Allah.
Saya mengambil kesimpulan dari ayat itu bahwa untuk mengenal Tuhan maka kita juga harus belajar
tentang Firman Tuhan karena disebutkan dalam ayat
itu Firman itu adalah Tuhan sendiri.
Untuk itu saya harus megikuti salah satu program
pendidikan sekolah Alkitab. Nah sekarang saya sedang mengikuti program Sekolah Theologia Extension yang diselenggarakan oleh Gereja Bethel Indonesia Jalan Wahid Hasyim. Awalnya saya berpikir
apakah dengan usia saya yang sekarang ini saya
akan sanggup menyelesaikan perkuliahan ini? Dalam
program ini saya harus menyelesaikan masa belajar
Tetapi saya mendapat
kekuatan setelah membaca ayat Firman Tuhan
yang terdapat dalam 1 Samuel 16:7b, Bukan yang
dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat
hati.” Berdasarkan ayat inilah saya yakin bahwa apa
yang saya tekadkan dalam hati untuk melayani Tuhan, maka Tuhan pun akan memperhatikannya dan
memberikan kemampuan kepada kita untuk melayaniNya.
Saya menghimbau kepada Saudara-saudara yang
lain yang mungkin saja berpikir hal yang sama dengan keadaan saya ini, jangan kuatir untuk mengikuti program Sekolah Theologia Extension. Sekolah
ini benar-benar baik untuk kita mempersiapkan diri
sebelum terjun ke pelayanan dan berhadapan dengan jemaat. Asal ada kesungguhan Tuhan pasti memampukan kita. Bagi saya... untuk sekolah tidak ada
kata terlambat! (ab)
Semua informasi pelayanan Yayasan Bethel dapat diakses
melalui internet dalam: www.yayasanbethel.org
news
BETHEL
edisi 03/2009
1
Pendidikan Umum
Gempita
Editorial
TIM REDAKSI
Penasehat
Pdt. DR. Jacob Nahuway, MA
Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
Pdt. dr. Olly E. Mesach
Pdt. Jorry N.H. Tasik
Pdt. Soehandoko Wirhaspati, MA
Pdt. M. Ferry Haurissa Kakiay, S.Th
Hadi Satyagraha, Ph.D
Staf Ahli
Pdt. DR. (HC) A. Ridwan Halim, SH, S.Th
Drg. A. Indra Gunawan
Pemimpin Umum
Ir. Steve Hosea Senduk
Pemimpin Redaksi
Pdt. Amos Hosea, MA
Redaktur Pelaksana
Marthen Tandiallo
Abraham P.S
Editor
Pdt. Budi Prayitno
Sekretaris Redaksi
Elis Rante
Fotografer
Lifran Widjaya
Elis Rante
Desain Grafis
Abraham P.S
Sirkulasi/iklan
Ir. David M.Gerungan, MM
Dra. Erna Karundeng, MA
D
erap langkah disentak gagah serentak. Menapak maju
gancang menuju sang saka putih perwira. Seiring
lagu Indonesia Raya bergema, perlahan merah putih
berkibar seraya menyapa...merdeka. Hari itu 17 agustus
2009...upacara pengibaran bendera digelar di lapangan
sekolah Kristen Bethel, petamburan Jakarta. Pasukan muda
pengibar bendera sang saka dipilih selektif di antara generasi
muda Kristus berpotensi. Usai itu, berbagai permainan
dilombakan...menyambut gempita kemerdekaan NKRI.
edisi 03/2009
Kindergarten
Pada minggu ke-3 Bulan Agustus, Kindergarten and Playgroup mengadakan lomba antara orang tua dan murid yang diadakan di aula pertemuan Bethel untuk merayakan 17 Agustus. Perlombaan ini sangat menarik karena pesertanya tidak
hanya siswa/i dari Kindergarten & Playgroup tetapi orang tua murid juga bekerja sama dengan anaknya untuk dapat memenangkan perlombaan ini. Perlombaan yang diadakan antara lain: memindahkan bendera, membuat menara dari gelas
plastic, memecahkan balon, dll.
Pada rubrik yang lain berita penginjilan Pelayanan Pekabaran
Injil Oikoumene (PPIO) yang melepaskan benih Cinta Tuhan
di dataran Sumba, NTT. Berita yang menggembirakan karena
Injil sekali lagi disiarkan, serta Tuhan dipermuliakan.
Sementara...rubrik konsultasi, kami muat pertanyaan
pembaca yang masih men-sangsikan isu seputar pelayanan
wanita, bolehkah menggembalakan jemaat?
Pada rubrik lainnya, kami masih menyisipkan beberapa
informasi terkait dengan unit-unit pelayanan kami di
Yayasan Bethel.
Demikian edisi kali yang ke tiga ini kami kemas agar dapat
memberkati kita sekalian.
Primary School
Pada minggu ke-4 bulan July, siswa/i Primary 2 – 6 mengadakan kegiatan pembelajaran di luar sekolah, antara lain mengunjungi Kantor Pos Jakarta Barat, Kantor Kelurahan Petamburan, Museum Tekstil, Badan Riset dan Penelitian Pusat
Perikanan, serta observasi ke Pabrik Tahu yang ada di Palmerah. Kegiatan ini dilakukan agar siswa/i Primary School
dapat mengenal, mengamati, belajar secara langsung, serta membuat laporan mengenai hal-hal penting yang ada di
tempat tersebut. Tempat-tempat tersebut berhubungan dengan pelajaran IPA, IPS dan PLBJ yang dipelajari di sekolah.
Tanggal 12 Agustus, Bethel Primary School di akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN). Dan hasil dari akreditasi baru akan diketahui pada awal
Bulan November 2009. Sampai pada saat ini Bethel Primary School mendapatkan status disamakan dan mendapat nilai A. Semoga untuk periode 4 tahun kedepan, Bethel Primary School dapat mempertahankan nilai A bahkan
lebih.
Redaksi
Pada tanggal 14 Agustus, Primary mengadakan berbagai perlombaan Agustus ceria, mulai dari perlombaan merias wajah, menggambar, memecahkan balon, sampai futsal antar siswa dan guru. Acaranya sangat seru, meriah dan menarik
karena siswa/i mengikutinya dengan sangat antusias. Bagi para pemenang lomba, kami mengucapkan selamat, maju
terus dalam segala hal. Chaiyo !
Keuangan
The Fenny Gerungan, SE
Lifran Widjaya, SE
Selfia Senduk
Surtinah
2
di Sekolah Kristen Bethel Jakarta
Itulah yang kami sajikan dalam edisi ini, sebuah galleri aksi
siswa-siswi Sekolah Kristen Bethel dalam perayaan dirgahayu
RI ke 64. Di sana terbesit harapan agar kita ”kaum tua” dapat
menebar harap pada “si kaum muda” yang adalah ahli waris
negeri nan kaya ini.
Konsultan Hukum
Pdt. DR. (HC) A. Ridwan Halim, SH, S.Th
Alamat Redaksi
Jl. Petamburan IV No. 5 Jakarta Pusat 10260
Telp. 021. 5484424 - Fax. 021. 548442
Website: www.yayasanbethel.org
Email: [email protected]
Rekening No. 0100302777887 Bank INA
cab. Petamburan (Bethel)
a/n. Yayasan Bethel bid. Penerbitan Bethel News
17 Agustus-an
Daftar Isi:
•
•
•
•
Gempita 17 Agustus-an di Sekolah Kristen Bethel [3]
Ayo ke STE [5]
PPIO: Membawa Cinta ke Tanah Sumba [7]
Wanita, bolehkah menggembalakan Jemaat? [10]
BETHELnews
BETHELnews
edisi 03/2009
3
Pendidikan Umum
Sekolah Theologia Extension
Junior High School, SENIOR High School
& VOCATIONAL School
Kegiatan Masa Orientasi Sekolah (MOS) yang diadakan pada tangal 13-16 Juli 2009 disambut dengan
rasa antusias oleh murid-murid Junior, Senior & Vocational School yang baru. Dari mulai acara pengenalan lingkungan sekolah, perkenalan guru-guru &
kakak kelas sampai dengan acara upacara bendera
bersama yang dilakukan oleh ketiga unit ini berjalan
dengan tertib dan lancar.
Unit Junior High, Senior High & Vocational School
bekerja sama dalam menentukan kegiatan-kegiatan positif yang dapat membangun rasa solidaritas/
kebersamaan yang tinggi antara siswa/i dari Bethel
School. Kegiatan yang diadakan antara lain: Setiap 1
bulan sekali diadakan kegiatan pendalaman rohani/
ibadah bersama yang diadakan di GBI PETAMBURAN. Pertandingan olah raga pun diadakan setiap tiga bulan sekali untuk menambah rasa kebersamaan dan sportifitas di antara murid-murid yang ada,
antara lain: pertandingan futsal, basket, badminton
dan tennis meja.
H
anya oleh anugerah Tuhan, H.L. Senduk telah menyediakan sarana ini, karena ia
sangat terbeban untuk memperbanyak pelayan Tuhan, karena banyak orang sibuk
dalam pekerjaan, pelayanan, dan tidak bisa meninggalkan keluarga.
STE adalah Sekolah Theologia di luar kampus, terbuka sampai ke daerah bagi setiap orang Kristen
yang lapar dan haus akan kebenaran Firman Tuhan.
Dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan yang ke 64, Tanggal 20 Agustus 2009, untuk pertama kalinya diadakan
gerak jalan bersama dari Unit Primary, Junior High, Senior High & Vocational School dari Bethel School sampai Gedung
Gramedia Kompas yang berada di Palmerah, Jakarta Pusat. Siswa/i sangat antusias dan bersemangat ketika mengikuti
acara ini. Tujuan acara ini diadakan dengan maksud menumbuhkan rasa kebersaman yang tinggi antara siswa/i Bethel
School.
STE
dibangun untuk Anda yang mendapat panggilan Tuhan dalam melayani, dan mau melengkapi
diri untuk melayani pekerjaan Tuhan yang mulia, demi kemajuan dan perluasan gereja Tuhan di
seluruh Indonesia dan di luar negeri.
STE adalah sarana pendidikan untuk Anda yang mau belajar sendiri di rumah, dengan hasil yang
tidak kurang dari pada pendidikan formal (dalam kampus).
Jayalah bangsaku
Jayalah negeriku
Semoga pesta kemerdekaan bukan
sekedar gempita suasana belaka,
melainkan gempita nyalanya cinta
bangsa ... cinta tanah air...
di hati.
Jayalah bangsaku
Jayalah negeriku
STE adalah pendidikan akademik yang praktis untuk Anda, sebagai persiapan untuk membangun
dan memimpin jemaat Tuhan serta menggembalakannya.
STE adalah tempat untuk mempersiapkan hamba-hamba Tuhan yang sejati (siap pakai dan siap
melayani), dan menangkan jiwa sebanyak mungkin buat Kristus, karena Roh Kudus akan bekerja
dengan ajaib, untuk menjangkau yang belum terjangkau.
Banyak mahasiswa yang telah berhasil dalam ladang Tuhan, baik di Indonesia maupun di luar negeri,
mereka telah dipakai Tuhan dengan heran. Belajar di STE cepat atau lambatnya selesai pendidikan,
ditentukan oleh mahasiswa itu sendiri.
Info lebih lanjut hubungi: Bp. Marten Tandiallo / Ibu Ellis / Ibu Surtinah di no Telp. (021) 548 3080
4
edisi 03/2009
BETHELnews
email: [email protected]
BETHELnews
edisi 03/2009
5
Pelayanan Pekabaran Injil Oikoumene
Sekolah Theologia Extension
STE dalam
“payung”
Sinode GBI
Dalam
pelaksanaannya STE juga
mendapat mandat
dari Badan Pekerja
Harian GBI yang
tertera dalam Surat
Keterangan nomor:
351/S
XTWKet./
BPH
GBI/VII/09.
Dalam SK tersebut
diterangkanbahwa:
SEKOLAH THEOLOGIA EXTENSION
Wisuda STE ke-2
JAKARTA adalah
suatu institusi yang
Wisma Kilang, Bogor 18 Juli 1997
ikut serta melengkapi calon Pejabat atau Pejabat Gereja Bethel Indonesia dalam bidang pengetahuan teologi. Surat Keterangan ini diberikan sesuai dengan Tata Tertib Gereja Bethel Indonesia Pasal 33 Ayat 1 dan berdasarkan surat
Pengurus Sekolah Theologia Extension Jakarta No. 10/SK-P/STE/VII/2009 tertanggal l9 Mei 2009. Dalam
melakukan kegiatannya di daerah, Sekolah Theologia Extension Jakarta akan berkoordinasi dengan Badan
Pekerja Daerah Gereja Bethel Indonesia.
PPIO:
Membawa
ke Tanah
Cinta
Sumba
malam harinya diadakan KKR, firman Tuhan disampaikan
oleh Pdt. Manuel Rusadi. Selesai Ibadah KKR Pukul
23:00 tim PPIO kembali ke Waingapu, + pukul 2:00 tim
PPIO tiba di Waingapu. Sedangkan Pdt. Yohanes Sarjono,
S.PAK tetap tinggal di Waikabubak sampai hari Minggunya.
Selama di Waikabubak semua kegiatan seminar dan KKR
di pusatkan di GBI Waikabubak yang di gembalakan Pdt.
Otniel Kasim.
P
erjalanan pemberitaan Injil tim PPIO
kali ini ke Pulau Sumba-NTT: Waingapu,
Waikabubak, Mangili dan Lain Janji. Tim PPIO
yang beranggotakan, Pdt. J. Bambang Soebowo, Pdt.
Agus Irawan, S.PAK, Pdp. Herman Tjahjadi, Bp. Suryanto
YS, S.PAK, Pdt. Manuel Rusadi, Pdt. Yohanes Sarjono,
S.PAK, & Sdr. Samuel, berangkat Tgl. 25 Agustus 2009 dari
Bandara Soekarno Hata pukul 8:45Tiba di Pulau SumbaWaingapu pukul 14.10 di jemput oleh Pdt. Andreas Hani &
rombongan
Tgl. 25 mengadakan KKR di GBI Matawai-Waingapu yang di
gembalakan oleh Pdt. Andreas Hani dan sebagai ketua BPD.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. J. Bambang Soebowo.
Keesokan harinya Tgl. 26 mengadakan kegiatan seminar.
Pertama, mempresentasikan BEC (Bethel Empowering
Center) yang adalah program BPH-GBI disampikan oleh
Pdt. Yohanes Sarjono, S.PAK. Kedua, seminar “Pentingya
melakukan penginjilan pribadi dengan metode EE”
disampaikan oleh Pdp. Herman Tjahjadi. Ketiga, “Keluarga
yang diberkati Tuhan” disampaikan oleh Pdt. Manuel Rusadi.
Pada Malam harinya dilanjutkan dengan KKR , firman Tuhan
disampaikan oleh Pdt. Manuel Rusadi.
Wisuda STE ke-3
Istora Senayan, Jakarta 3 Oktober 2000
6
edisi 03/2009
BETHELnews
Tgl. 27 tim PPIO melanjutkan pelayanan ke wilayah Sumba
Barat yaitu tepatnya di Waikabubak, perjalanan darat dari
Waingapu ditempuh selama + 4 jam. Dalam menempuh
perjalanan menuju ke Waikabubak tim PPIO menyempatkan
mengunjungi GBI Jl. Pameti-Lewa yang. Setibanya di
waikabubak pada malam harinya diadakan kegiatan KKR,
firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. J.Bambang Soebowo.
Keesokan harinya Tgl. 28 diadakan seminar. Pertama,
presentasi tentang BEC yang disampaikan oleh Pdt.
Yohanes Sarjono, S.PAK. Kedua “Pentingnya melakukan
penginjilan pribadi dengan metode EE” disampaikan oleh
Pdp. Herman Tjahjadi. Ketiga, “Pelatihan Guru Sekolah
Minggu” yang disampaikan oleh Bp. Suryanto YS., SPAK.
Pada sore harinya dilanjutkan dengan KKR-Anak, dan pada
Tgl. 29 diadakan seminar “Menjadi Guru Sekolah Minggu
yang kreatif” dari pukul 9:00-13:00 bertempat di GBI
Matawai-Waingapu, pada sore harinya dilanjutkan dengan
KKR Anak yaitu
pukul 16:00-18:00.
Tgl. 30 adalah hari
minggu tim PPIO
melayani ibadah
raya di gerejagereja GBI sekitar
Waingapu.
Tgl. 31 tim PPIO
menuju desa Mangili
Pukul 11:00-13:00 mengadakan seminar “ Pelatihan Guru
Sekolah Minggu” yang disampaikan oleh Bp. Suryanto Y.
S., SPAK Kemudian melanjutkan perjalanan ke desa Lain
Janji, pukul 15:00 KKR Anak, pada malam harinya diadakan
Ibadah KKR yang dilanyani oleh Pdt. Agus Irawan, dan
dilanjutkan dengan pemutaran film rohani. Selesai acara
tim PPIO langsung kembali ke Waingapu dan keesokan
harinya tim PPIO kembali ke Jakarta. Haleluya!
Pada kesempatan
ini juga kami sangat
berterima kasih kepada
seluruh hamba Tuhan
yang tergabung dalam
panitia lokal untuk
kegiatan pelayanan
PPIO di Pulau Sumba.
Dalam hal ini yaitu
Bapak Pdt. Andreas
Hani, Hotel Merlin (yang telah meminjamkan mobilnya
untuk pelayanan tim PPIO selama di P. Sumba) dan seluruh
panitia yang tergabung. Seluruh Gembala Jemaat serta para
pelayan Tuhan yang telah menyambut bahkan meresponi
pelayanan tim PPIO dengan Baik. Puji Tuhan kiranya setiap
pelayanan dan pengorbanan kita semua diperhitungkan oleh
Bapa di sorga yang empunya hormat dan kemulia-an kekal
selama-lamanya.Amin. (sur)
BETHELnews
edisi 03/2009
7
Pelayanan Pekabaran Injil Oikoumene
Pelayanan Sosial
Doa, Doa dan Firman Allah, Doa dan Nyanyian, Doa
dan Puasa, Bukti Doa yang Dikabulkan, Rahasia Doa, Doa Semalam Suntuk dan Contoh Doa.
Sederetan topik-topik tersebut laksana kurikulum
yang lengkap bagi berjalannya sebuah aktivitas
yang bernama “Sekolah Doa.”
Resensi Buku
Judul Buku :
Penulis :
Penerbit :
Ukuran buku :
Tebal buku :
Kuasa Doa
Dr. H.L. Senduk
Yayasan Bethel
14 x 21 cm
234 halaman
Contoh-contoh kasus yang ditulis di dalam buku
ini pun sesuai dengan fakta yang terjadi seharihari, baik doa secara pribadi maupun doa bersama yang biasa dilakukan dalam kebaktian atau
kegiatan ibadah lainnya. Ada beberapa hal yang
menarik untuk disimak ketika penulis membeberkan beberapa kesalahan yang sering dilakukan
oleh pemimpin kebaktian dalam kegiatan doa
bersama. Di sana pula penulis memberikan jalan
keluarnya. Sehingga akan sangat membantu
bagi pelayan-pelayan Tuhan untuk mejadi seorang motivator agar jemaat menjadi lebih giat
lagi berdoa.
Kunci keberhasilan pelayanan Yesus terletak pada kehidupan doaNya. Tak seorangpun dapat menyangkali kekuatan kuasa dari
satu pekerjaan yang teramat penting yang disebut “DOA”.
Buku ini sangat aplikatif dan alkitabiah, sehingga
setiap teori serta metode yang dipaparkan selalu
berdasarkan Alkitab. Bahasa yang digunakan
juga lugas dan tidak berbelit-belit. Penyampaian
isi begitu sistematis sehingga membantu pembacanya dalam menyerap pelajaran dan pesan
yang terkandung di dalamnya. Maka tidaklah
berlebihan jika buku ini juga bisa disebut sebagai
“buku wajib” bagi mereka yang rindu agar doanya berkuasa.(ab)
Berisikan hal-hal praktis seputar doa. Memuat banyak penguatanpenguatan dan penjelasan-penjelasan rohani yang mengikutsertakan kuasa doa yang nyata dalam kehidupan seorang anak -anak
Tuhan.
Terbagi dalam 21 bab yang membahas mengenai : Sekolah Doa,
Hubungan Doa, Isi Doa, Doa Pribadi, Doa bersama, Doa Syafaat,
Kepada Siapa Kita Berdoa, Kepentingan Doa, Sikap Doa, Waktu
Doa, Doa Rantai, Berkat Doa, Rintangan Doa, Perjanjian Pengabulan
Pojok Om Ho
“Lebih baik lupa membawa Alkitab”
Kami mengucapkan banyak terima kasih
kepada semua donatur yang selalu setia
membantu Yayasan Bethel. Dana yang
kami terima telah kami
alokasikan kepada
kegiatan setiap unit Yayasan Bethel: Bethel
News, Gerakan Orang Tua Asuh,
Pelayanan Penginjilan ke daerah.
Doa kami kiranya Tuhan Yesus akan
mengembalikan pemberian Bapak/Ibu/
Saudara sekalian
dengan berlipat kali ganda.
8
edisi 03/2009
Profil Balkesamas Bethel
Balkesmas Bethel “Maranatha Kerk” berdiri di
jalan Petamburan IV no.5 Telp. 53650678 adalah klinik umum yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan masyarakat.
Visi:
Menjadi tempat layanan kesehatan masyarakat
yang menyalurkan kasih dan memandirikan
masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.
Sedikit kekurangan buku ini ialah, adanya beberapa ungkapan yang biasa digunakan dalam
istilah-istilah Alkitab terjemahan lama.
Apakah Anda rindu mengalami kehidupan doa yang penuh kuasa?
Anda perlu membaca buku ini. Ditulis oleh hamba Tuhan yang telah
50 tahun lebih terjun di ladang Tuhan. Di buku inilah penulis menuangkan seluruh pengalamannya tentang doa yang penuh kuasa.
Ucapan Terima Kasih
BALKESMAS BETHEL
BETHEL
BALKESMAS
Susunan Pengurus:
Misi:
1. Menyelenggarakan layanan kesehatan primer
yang bermutu
2. Melaksanakan dan mengembangkan program
pokok kesehatan masyarakat.
3. Mengembangkan standar layanan kesehatan
masyarakat,
4. Memonitor mutu dan layanan secara rutin dan
periodic.
5. Melakukan koordinasi dan kerjasama lintas
sectoran dengan institusi pemerintah dan
swasta lainnya.
Koordinator: Drg. David H.Elwanda
Apoteker : Ibu. Yusuf & Bp. Sutiyoso
Kasir: Bp. Simamora
Admt: Elis Rante (Sementara)
Info Pelayanan
Buka hari Senin -Sabtu.
Pagi Jam 09.00 s/d 12.00
Sore Jam 16.00 s/d 19.00
Dilengkapai dengan dokter Umum dan dokter Gigi dengan
berbagai pengobatan antara lain:
Banyak anggota gereja hanya membawa Alkitab
dan buku nyanyian saja ke kebaktian, tetapi
mereka tidak membawa jiwa baru. Lebih baik
lupa membawa Alkitab dan buku nyanyian dari
pada lupa membawa jiwa baru.
Sumber: H.L. senduk, Penginjil Sukses (hal 103, bab 11).
BETHELnews
Dokter umum:
1. Dr. Andy Hidayat
2. Dr. Tommy
3. Dr. Stevanus A.Passat
4. Dr. Emilliana Listiyawati
Melayani pengobatan :
Pemeriksaan umum, Test buta warna, suntik KB, Bedah
Minor, Sunat, Pemeriksaan Tes glukosa, kolesterol, trigliserida dan asam urat.
Pelayanan khusus :
Ceramah, presentasi kesehatan umum, narkoba oleh dr.
Stevanus A.Passat. Konsultasi perawatan kecantikan oleh
Dr. Emilliana Listiyawati.
Dokter Gigi:
1. Drg.David Handalan Elwanda (Koordinator)
2. Drg. Indra Gunawan
3. Drg. Erni
4. Drg. Irma
Melayani pengobatan :
Konsultasi, penambalan gigi dengan memakai bahan
Amalgam, Glassionomer, composite (sinar) elastik, pencabutan gigi, pembuatan gigi palsu (lepas, cekat, perawatan Orthodontie sederhana).dhe
BETHELnews
edisi 03/2009
9
Konsultasi
Bersama : DR. (HC) A. Ridwan Halim, SH, S.Th
as
l
i
t
k
napa
Wanita Tak Boleh
Menggembalakan Jemaat ?
Tanya :
Saya wisudawan S T E BETHEL tahun 2004 ingin bertanya sehubungan dengan Doktrin Kristen yang saya dengar dari sebuah
Seminar di salah satu denominasi di Jakarta.
Oleh karena itu mohon dapat dijelaskan oleh Pengasuh BETHEL NEWS tentang hal ini sebagai berikut :
Benarkah seorang wanita tidak dinerkenankan untuk menggembalakan sebuah Jemaat ? Dan tidak boleh berkhotbah di Kebaktian Umum di mana; ada suaminya dan suami-suami orang lain ?
Argumentasi mereka adalah berdasarkan ayat-ayat Alkitab 1
Timotius 2:11-12 dan Efesus 5:22-25. Ini adalah salah satu dari
sekian banyak fenomena yang mereka ajarkan. Doktrin ini membingungkan para wanita di kalangan GBI yang masih memberlakukan wanita menjadi Gembala atau berkhotbah pada Kebaktian Umum. Bagaimana dengan pendapat para ahli Teologi dari
Sekolah Teologi Extension Bethel ? Semoga Argumentasi STE
BETHEL dapat dimengerti secara komprehensif. Terima Kasih.
- Peter Wimandjaja, Dip.Th.- Jakarta
Jawab :
Kepada yang TerKasih: Bapak Peter Wimandjaja, Dip.Th. Banyak
terima kasih atas pertanyaan Bapak yang demikian menarik dan fundamental serta penting untuk diperhatikan semua orang. Berikut ini adalah
jawaban kami :
Maksud perkataan bahwa wanita harus berdiam diri dan menerima
ajaran dengan patuh (l Timotius 2:11) dan “tidak diizinkan untuk mengajar serta tidak diizinkan memerintah laki-laki (l Timotius 2:12) oleh Rasul
Paulus, sama sekali bukan berarti bahwa wanita tidak boleh menjadi
Gembala atau tidak boleh berkhotbah di ibadah Umum. Dalam hal ini
sungguh tepat bila Anda menyertakan Efesus 5:22-25, karena paralel
dengan 2 Timotius 2:11-12 ini. Kristus adalah paralel dengan suami, atau
suami dalam keluarga mempunyai peran yang paralel dengan gambaran Kristus. Sedangkan Jemaat adalah paralel dengan istri/wanita, atau
istri dalam keluarga mempunyai peran yang paralel dengan gambaran
jemaat (Efesus 5:2-3-25).
Karena itu, sebagaimana diperintahkan dengan tegas dalam Efesus
5:22 yakni: “Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan” (bandingkan dengan Kolose 3:18: “Hai istri-istri, tunduklah kepada
suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan”), maka paralelisme di atas menimbulkan konsekuensi otomatis bahwa wanita seharusnya tunduk kepada pria. Karena itulah maka dikatakan wanita itu harus
berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh, karena perannya dan
tugas-nya sama dengan gambaran jemaat, yang dalam posisi sebagai
murid (l Timotius 2:11), sehingga otomatis pula bila rasul Paulus tidak
mengizinkan wanita untuk memerintah laki-laki, selain hendaklah ia berdiam diri (1 Timotius 2:12), Jadi pihak prialah yang musti tampil di muka
(berjalan di depan istri dan memimpin arah langkah bersama mereka,
seperti Kristus yang berjalan di depan jemaat sebagai imam. Akibatnya,
jelaslah paralelisme antara hubungan suami dan istri dengan hubungan
Kristus dan jemaatNya, di mana jemaat (yang digambarkan dengan istri/wanita) musti taat kepada Kristus (yang digambarkan dengan suami/
laki-laki) sebagai imam yang telah ditetapkan Allah sendiri untuk selamalama-nya (Ibrani 5:9,3-0; 6:20). Berdasarkan gambaran di atas, maka
jelaslah bahwa menurut Alkitab :
• Hak dan kewajiban Hamba Tuhan itu sama, baik pria maupun wanita,
yakni melaksanakan Amanat Agung Tuhan lesus (Matius 28:19-20 ;
Markus 16:19), tidak ada pengecualiannya di situ. Namun demikian,
selaras dengan ketetapan Allah seperti yang telah diuraikan di atas,
maka Hamba Tuhan yang pria memang didahulukan perannya daripada wanita, sehingga apabila ma-sih ada Pendeta pria yang mampu
melaksanakan tugasnya, sang prialah yang sebaiknya bertugas.
Tetapi apabila tidak ada Pendeta pria yang siap, maka saat itu Pendeta wanita memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk melayani
segala aktivitas kependetaan, seperti berkhotbah, memberikan pelayanan sakramen dan bahkan menjadi Gembala jemaat (Galatia
3:26-29).
• Larangan bagi wanita untuk melayani sebagai Pendeta aslinya berasal dari Hukum Taurat, yang mengharuskan wanita hanya berdiam
dan menundukkan diri dalam pertemuan jemaat (1 Korin-tus 14:34).
Tetapi bukankah Yesus telah menggenapi Hukum Taurat itu (Matius
5:12). Akibatnya, dengan iman kepada Kristus bukankah kita sudah
lepas dari kekuasaan Hukum Taurat tersebut (Galatia 3:23-25).
4. Khusus Di Gereja Bethel Indonesia :
• Tidak ada larangan bagi wanita untuk menjadi Pendeta maupun Gembala. Jadi tidak ada larangan bagi wanita untuk berkhotbah di Ibadah
Umum / Raya sekalipun. Hal ini dapat dibuktikan dari Pasal 14 Tata
Tertib Gereja Bethel Indonesia yang berbunyi sebagai berikut: Pejabat Gereja Bethel Indonesia terdiri dari: “Pendeta yang disingkat Pdt,
Pendeta Muda yang disingkat Pdm, dan Pendeta Pembantu yang
diaingkat Pdp, pria atau wanita yang diberi karunia rohani (jawatan)
kerasulan, kenabian, penginjilan, penggembalaan dan keguruan
yang membangun jemaat.”
• Bahkan untuk bisa diangkat menjadi Pendeta, Hamba Tuhan wanita
haruslah seorang Gembala, seperti yang dapat dibuktikan dari Pasal
24- ayat (6) Tata Tertib Gereja Bethel Indonesia yang berbunyi sebagai berikut : “Calon pendeta wanita selain memenuhi persyaratan
di atas dapat diangkat menjadi pendeta apabila yang bersangkutan
adalah sebagai ftambala nernaat atau menduduki jabatan geregawi
di tingkat nasional.”
• Dengan demikian maka otomatis dalam keadaan tidak adanya Hamba Tuhan pria siap/layak melayani pada suatu saat yang diperlukan,
maka seorang Pendeta wanita bisa saja melaksanakan semua bentuk pelayanan kependetaan yang dalam Gereja Bethel Indonesia
menurut pasal 21 ayat (l) Tata Tertib Gereja Bethel Indonesia meliputi
antara Iain:
1).
2).
3).
4).
5).
6).
Penggembalaan.
Pemberitaan Injil.
Pengajaran Firman Tuhan.
Perintisan Jemaat baru.
Pengembangan Jemaat.
Pelayanan doa.
7). Pelayanan sakramen (bapti
san air dan perjamuan kudus)
8). Pelayanan pernikahan.
9). Pelayanan penyerahan anak.
10). Pelayanan pemakaman.
11). Penyampaian berkat rasuli.
12). Pentahbisan-pentahbisan.
Demikianlah jawaban kami. Tuhan memberkati.
Rubrik ini berisikan konsultasi (ruang tanya jawab) yang disediakan bagi para pembaca. Topik bahasan mencakup, masalah-masalah di bidang teologi, sosial, hukum,
etika dsb, yang berhubungan dengan permasalahan jemaat Tuhan pada umumnya.Kirim pertanyaan ke email: [email protected].
10 edisi 03/2009
BETHELnews
YAYASAN BETHEL
1952 -2009
Genap 57 tahun mengusung panji Kristus di nusantara, yayasan yang
didirikan oleh H.L. Senduk ini masih berdiri tegak menantang zaman.
Siapakah yang tahu sebelumnya, kalau akhirnya kelak yayasan ini
menjadi cikal bakal berdirinya Gereja Bethel Indonesia yang jumlah
jemaat lokalnya mencapai ribuan tersebar sampai ke mancanegara.
A
walnya di latar belakangi oleh kebutuhan gigi dan keluarga berencana. Pelayanan sosial, secara
masyarakat secara umum dan kebutuhan umat langsung memberikan bantuan kepada masyarakat
Kristiani secara khusus. Dalam berbagai bidang ekonomi lemah secara bertahap, mengadakan berbagai
kehidupan inilah Pdt. Dr. Ho Lukas
pelatihan dan ketrampilan bagi
Senduk yang mencoba mencari
masyarakat, mengadakan bakti
solusi sehingga lahirlah sebuah
sosial dalam berbagai kegiatan,
STRUKTUR PENGURUS YAYASAN BETHEL
Yayasan Bethel yang diprakarsai
dll. Sekolah Theologia Extension
oleh beliau yang diberi nama
(S.T.E.) menyediakan fasilitas
Yayasan Bethel.
pendidikan bagi mereka yang
Pembina : Hadi Satyagraha, Ph.D
Dengan melewati berbagai
rindu mendalami Firman Tuhan
Pdt. Jorry N.H. Tasik
pergumulan sehingga didirikanlah
namun tak memiliki banyak
Pengawas : Ir. Steve Hosea Senduk
Yayasan Bethel dengan
Akte
waktu. Oleh karenanya kami
Pdt. dr. Olly E. Mesach
Notaris pada No. 8 tanggal 8
menyediakan fasilitas pendidikan
Selfia Senduk
Mei 1952 dengan sebuah visi:
ini secara jarak jauh dan terbuka
Ketua Pengurus : Drg. A. Indra Gunawan
“Mewujudkan Amanat Agung
kepada semua denomiasi. Kami
Tuhan Yesus, memberitakan
juga menyediakan kelas Tatap
Sekretaris : Ir. David M. Gerungan, MM
kabar baik bagi masyarakat.”
Muka untuk pendidikan S.T.E.
Bendahara : The Fenny Gerungan, SE
Sedangkan misinya:“Membangun
Penerbitan buku-buku rohani,
Direktur PU Bethel : Dra. Erna Karundeng, MA
kehidupan dan kesejahteraan
dimaksudkan
untuk
melayani
Direktur STE : Pdt. Amos Hosea, MA
lewat karya yang baik bagi
para hamba-hamba Tuhan dan
Koord. Pelaksana Kesehatan : Drg. David H. Elwanda
sesama”.
mahasiswa S.T.E. khususnya
Ketua PPIO : Pdt. Budi Prayitno
Yayasan Bethel inilah yang
untuk menunjang proses belajar
merupakan cikal bakal berdirinya
mengajar.
Koord. Pelayanan Sosial : Elis Rante , S.PAK
Gereja Bethel Indonesia (GBI).
Inilah sejarah dan perkembangan
Melalui pelayanan Yayasan Bethel,
secara singkat yang dapat kami
implementasi visi dan misi telah
sampaikan
mengenai Yayasan
memiliki 5 jalur pelayanan khusus yang disebut dengan unit Bethel. Yayasan Bethel juga mempunyai kepemimpinan
kerja yakni: Pendidikan Umum yang terdiri dari PG,TK, SD, secara struktural yang berubah sesuai dengan masa dan
SLTP, SMA, SMK. Pelayanan Pekabaran Injil Oikoumene waktu kepemimpinan tersebut. Hari ini dan kedepannya
(PPIO) bergerak di bidang kerohanian, Pelayanan jika Tuhan berkehendak maka kami akan mengembangkan
Kesehatan yang dilaksanakan melalui Balkesmas Bethel, pelayanan Yayasan Bethel dengan berbagai kegiatan
yang melayani masyarakat dengan perawatan umum, yang tentunya akan memberkati banyak orang.ybd
BETHELnews
edisi 03/2009
11
Pelayanan Sosial
12 edisi 03/2009
BETHELnews
Download