Penyusunan Sistem Manajemen Database (DBMS) - Digilib

advertisement
PENYUSUNAN SISTEM MANAJEMEN DATABASE (DBMS) KOMPONEN
PERPIPAAN MENGGUNAKAN METODE REKURSIF UNTUK
MENUNJANG SISTEM PAKAR CAPD
Ari Satmoko'
ABSTRAK
PENYUSUNAN SISTEM
MANAJEMEN
DATABASE
(DBMS) KOMPONEN
PERPIPAAN MENGGUNAKAN METODE REKURSIF UNTUK MENUNJANG SISTEM
PAKAR CAPD. Salahsatukegiatanpenelitiandi P2TKN-BATANadalahmengembangkan
sistimpakar
untuk perancanganotomatis sistim perpipaan yang disebut dengan computer aided piping design
(CAPD). Untuk menunjang kinerja CAPD tersebut,dikembangkanlahsistem manajemendatabase
(DBMS) komponenperpipaan.DBMS meliputi dua tugas pokok yaitu menciptakanorganisasihirarkis
struktur data daD mengolah data. Komponenperpipaanyang dikelola oleh DBMS sangatberagam.
Masing-masingkomponenmempunyaistrukturdatayangberbeda.DBMS dirancangsefleksibelmungkin
agar dapat mengakomodasi
perbedaanini. Permasalahanini dipecahkandenganmenggunakanmetode
rekursif. Dari hasil evaluasi diperoleh kesimpulanbahwa DBMS telah berfungsi secaramemuaskan
sepertiyangdiharapkan.DBMS ini juga mengizinkanpada operatoruntukmenambahataumemperkaya
databasedengan komponen perpipaan yang baru. Pemrogramandibuat dengan bahasa AutoLISP
sehinggadatanyadapatdiakseslangsungolehCAPD.
ABSTRACT
DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS) OF PIPING COMPONENTS USING
RECURSIVE METHOD FOR SUPPORTING CAPD EXPERT SYSTEM. One of the research
activities in P2TKN-BATAN is developingexpertsystemfor automaticpiping designcalled asComputer
Aided Piping Design (CAPD). To supportthe CAPD, it is necessaryto developDatabaseManagement
System(DBMS) on Piping Components.The DBMS has two main functions. Both are to createthe
hierarchyof the data structureand to manipulatedata. Piping componentsto be evaluatedare various.
Each componenthas different data structure.The DBMS is designedas flexible as possible in order to
accommodatethesedifferences.These problemsare resolved by using a recursivemethod. From the
evaluation,it is concludedthatthe DBMS has successfullyfunctioned.The DBMS allows operatorto add
new piping componentsinto the database.Since the programis written in AutoLISP, the data can be
directlyaccessedby the CAPD.
Pusat Pengembangan Teknologi Keselamatan Nuklir -BAT AN
107
RisalahLokakaryaKornputasidalamSainsclanTeknologiNuklir XIV, Juli 2003 (107-121)
PENDAHULUAN
Salah satu kegiatan penelitian di P2TKN-BATAN adalah mengembangkan
sistim pakar untuk perancanganotomatis sistem perpipaan yang disebut dengan
computeraidedpiping design(CAPD)[I]. Prinsip kerja sistempakar tersebutadalah
mencari solusi berupa lintasan pipa dengan menerapkanberbagai aturan seperti
misalnya tidak boleh menabrakbenda lain, fleksibilitas pipa, panjang lintasan dan
jumlah belokanminimum, sertaaspek-aspek
engineeringlainnya.
Sebagaisuatu sistim pakar, CAPD harus ditunjang oleh databasekomponen
perpipaan yang lengkap. Dalam rangka inilah penelitian dikembangkan untuk
menyusunsistem manajemendatabaseatau databasemanagementsystem(DBMS)
komponenperpipaan.Untuk menjamin tidak ada konflik dalam pemindahandata,
DBMS akanditulis denganbahasapemrogramanAutoLISPsepertihalnyaCAPD[I].
Semua komponen perpipaan mempunyai struktur klasifikasi yang telah
dibakukanberdasarkanstandar-standartertentu dengantujuan untuk menyamakan
persepsibagi semuapihak yang terkait denganprosesdesain,pengadaan,maupun
konstruksi. Tiap-tiap komponen juga memiliki parameter karakteristik yang
menggambarkan
dimensidan bentukkomponentersebut.Strukturdatadanparameterparameterkarakteristikuntuk beberapakomponendapat dilihat dalam Gambar1[2].
Terlihatdenganjelasbahwastrukturdatakomponen-komponen
perpipaanmempunyai
format yang tidak sarna.Untuk pipa misalnya, klasifikasinya menggunakanistilah
nominalpipe size (nps) dan schedule.Parameterkarakteristikpipa sangatsederhana
hanya terdiri dari diameter luar dan diameter dalam karena memangbentuknya
silinder. Komponenlain sepertimisalnyaflange mempunyaiklasifikasi yang berbeda
yakni dengan menggunakan klasifikasi class dan nps. Jumlah parameter
karakteristiknyajuga berbedadan relatif lebih banyaksepertidiameterluar, diameter
hub,panjangtotal dantebal sisi silinder.
Karena mengikuti perkembanganteknologi, komponenperpipaanbaru terus
berkembang menyesuaikanpermintaan teknis tertentu di lapangan. Misalnya
komponenmono-flangeyang berfungsisepertiflange namuntelah dilengkapi dengan
peralataninstrumentasiuntuk kendali. Begitu pula dengan valve-o-let yang mirip
denganvalve namun mempunyai salah satu sisi yang lebih panjang dibandingkan
denganvalvebiasa.Komponen-komponen
perpipaanterusberkembangseiringdengan
waktu.
Dan uraiantersebutdi atas,DBMS yang sedangdikembangkanini hams dibuat
sefleksibelmungkin. DBMS harns dapat mengevaluasistruktur data dan masingmasing komponen yang berbeda. DBMS juga harns dapat mengakomodasi
kemungkinan munculnya komponen-komponen barn sebagai akibat dan
perkembangan
teknologi.
108
I.
~
I:Q
Penyusunan
SisternManajemenDatabase(DBMS) KomponenPerpipaanMenggunakanMetode
(Ari Satmoko)
M
£:
:a
.a
IS
~
~
':S
§
v
m
~
"Q
109
RisalahLokakaryaKomputasidalamSainsdan TeknologiNuklir XIV. Juli 2003
TEORI
DatabasedaD komponen perpipaan
Untuk membentuk suatu database, data mempunyai tingkatan-tingkatan yang
terdiri daTikarakter,field, record, file clandatabase[3].Karakter merupakan bagian data
yang terkecil, dapat berupa angka, huruf ataupun karakter khusus. Field
menggambarkan suatu atribut yang menunjukkan identitas daTi data. Dalam DBMS
komponen perpipaan, field menunjukkan parameter karakteristik seperti dimensi,
bentuk ataupun berat. Kumpulan daTi field membentuk suatu record yang
menggambarkan suatu unit data individu tertentu. Untuk sebuahkomponen perpipaan
tertentu, tiap-tiap klasifikasi mempunyai record yang berbeda dengan yang lain. File
adalah kumpulan daTi record yang menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis.
Dengan demikian masing-masing komponen akan mempunyai file tersendiri.
Kumpulan dari file-file membentuk suatudatabase.
Seperti terlihat dalam skema pada Gambar 1, struktur data komponen-komponen
pipa, flange, valve, reducer clan elbow mempunyai format yang tidak sarna. Namun
demikian mereka mempunyai kesamaan yaitu struktur datanya bersifat hirarkis. Untuk
alasan itulah, database yang disusun ini menggunakan struktur data yang berjenjang
(hirarkis). Struktur data dibentuk berdasarkan urutan level yang terdiri daTi beberapa
elemen grup data yang disebut dengannode. Tiap-tiap node dapatbercabang ke bawah
(mempunyai anakan) menghasilkan nodes lainnya. Aturan lain dalam struktur data
hirarkis adalah sebuah node hanya dapat mempunyai sebuah orang tua atau node
atasansaja.
Struktur data komponen harus mentaati format-format tertentu. Sebagai contoh
dengan mengacu pada Bautista[2], struktur data (dalam bahasa AutoLISP) yang
diinginkan oleh CAPD dapat digambarkan sebagaiberikut untuk komponenflange:
110
Penyusunan
SistemManajemenDatabase(DBMS) KomponenPerpipaanMenggunakanMetode
(Ari Satmoko)
(
( (class 150) (
«nps 2") (odflange 6.0) (odhub
3.0625)(thicknes0.75) (length 2.5»
«nps 3") (odflange 7.5) (odhub 4.25) (thicknes
0.9375)(length 2.75»
«nps 4") (odflange 9.0) (odhub 5.3125) (thicknes
0.9375)(length 3.0»
)
( (class300) (
«nps 2") (odflange 6.5) (odhub 3.9375)
(thicknes0.875)(length 2.75»
«nps 3") (odflange 8.25) (odhub 4.625) (thicknes
1.125)(length 3.125»
«nps 4") (odflange 10.0) (odhub 5.75) (thicknes
1.25)(length 3.375»
)
)
Gambar2. ContohstrukturdatadalamAutoLISPuntuk komponenflange
Struktur data seperti di atas dapat dibaca sebagai berikut. Flange digolongkan
berdasarkan class, dalam hal ini class 150 dan class 300. Masing masing class
digolongkan lagi sesuai dengan dimensi standar pipa yang disebut dengan nps
(nominal pipe size). Dalam contoh ini terdapat tiga ukuran yakni 2", 3" dan 4". Data
yang mengikuti klasifikasi nps merupakan data karakteristik yang mencirikan
komponen flange seperti misalnya odflange, odhub, odpipe, dan seterusnya sesuai
dengan class dan nps yang bersangkutan. Data seperti inilah yang harus dimiliki oleh
DBMS.
Teknik pemrograman
Pemrograman diawali dengan pembuatanflow-chart yang menerangkan alur clan
logika pemrograman. Karena berbagai alasan yang akan didiskusikan di bagian
pembahasan, pemrograman akan menggunakan metode rekursif. Proses rekursif
merupakan suatu proses di mana sebuah subprogram memanggil dirinya sendiri[4].
Metode ini mensyaratkan adanya sebuahanchor untuk menghentikan proses rekursif
dalam kondisi tertentu. Tanpa anchor bersyarat, program rekursif tidak akan pernah
berhenti mengeksekusi.
Pada umumnya proses rekursif mempunyai kelemahan yaitu penggunaan
memory stack, pemahaman algoritma relatif susah, clan pemeriksaan kesalahan yang
11
RisalahLokakaryaKomputasidalamgainsdan TeknologiNuklir XIV, Juli 2003
relatif sulit. Kelemahan pertama berdasarkan kenyataan bahwa pemanggilan sebuah
subprogram alan membutuhkan memory stack. Dalam proses rekursif, sebuah
subprogram belum selesai dieksekusi namun telah memanggil subprogram dirinya
lagi. Dengan demikian memory stack yang dibutuhkan alan semakin banyak clan
berisiko memberikan error "out of stack memory". Sedangkan kelemahan berupa
pemahamanalgoritma yang relatif susah dan pemeriksaankesalahan yang relatif sulit
lebih berorientasi kepada kemampuan pemrogram dalam memecahkan permasalahan
yang timbul. Pemrogram dituntut untuk menggunakan trik-trik ataupun taktik-taktik
tertentu.
Dengan menggunakan bahasa tertentu, dalam hal ini AutoLISP, kegiatan
dilanjutkan denganpenulisan program. Selanjutnya program diuji coba. Mungkin saja
selama penyusunan program terdapat berbagai kesalahan. Secara garis besar terdapat
tiga jenis kesalahan yaitu kesalahan sintaksis, kesalahan sewaktu proses run-time, clan
kesalahan logika[3]. Kesalahan sintaksis merupakan kesalahan gramatikal terhadap
aturan-aturan yang berlaku sesuai dengan bahasa pemrograman yang digunakan.
Kesalahan ketik merupakan jenis kesalahan sintaksis. Meski secara sintaksis sudah
tidak ada kesalahan, mungkin saja masih muncul kesalahan sewaktu run-time.
Misalnya, pembagian dengan nol akan memberikan error. Dalam hal ini kesalahan
harus diperbaiki dengan menambah blok instruksi tertentu. Kesalahan logika relatif
sulit untuk dicari. Secara keseluruhan, program dapat dieksekusi clan menghasilkan
suatu hasil. Output-output inilah yang harus diperiksa apakah program sudah bekerja
sebagaimana mestinya. Ini bisa dilakukan dengan pengecekan di mana program
dieksekusi dengan menggunakan input-input yang telah diketahui hasilnya. Keluaran
program dibandingkan dengan prediksi manual.
BahasaAutoLISP
Bahasa ini merupakan turunan daTibahasa LISP yang banyak digunakan dalam
pemrograman berbasiskan kecerdasan buatan. AutoLISP dijalankan di dalam piranti
lunak AutoCAD[5&6]. Sebagian besar data yang diolah adalah dalam bentuk list. Datadata lain juga dapat dikelola seperti integer, real, logika clanstring.
AutoLISP mengenal dua ripe variabel yakni variabellokal dan global. Variabel
lokal merupakan parameter formal yang ditransfer secara by value melalui
pemanggilan sebuahsubprogram. Variabel ini bersifat lokal karena hanya berlaku clan
dikenal pada saat subprogram tersebut aktif dalam keadaan dipanggil. Begitu
subprogram ini selesai dieksekusi clan kemudian ditutup, variabel tersebut akan hilang
secaraotomatis.
Selain parameter by value yang bersifat lokal, semua variabel dalam AutoLISP
bersifat global. Variabel tersebut tidak memerlukan deklarasi terlebih dahulu, tetapi
langsung bisa digunakan. Meski variabel tersebut hanya dioperasikan pada sebuah
112
Penyusunan
SistemManajemenDatabase(DBMS) KornponenPerpipaanMenggunakanMetode
(Ari Satmoko)
subprogramkecil, variabel tersebut dapat diakses oleh semua subprogramatau
program yang ada. Dan meskipun subprogramyang mengolahnyaditutup, variabel
tersebutmasihdapatdigunakanclantidak akanhilang.
Penjelasanvariabel lokal clan global dapat dilihat pada contoh program
sederhana
berikut:
(defun contob (Z)
(setq Z (+ 2.0 5.0»
(setq P (+ 2.05.0»
{Blok instruksi}
Pada contoh tersebut, Z adalah variabel lokal clan hanya ada pada waktu
subprogram contoh masih aktif dipanggil. Varibel Z clan P mengalami operasi
matematika yang sarna, sehingga nilainya adalah sarna yakni 7,0. Namun bedanya
adalah ketika subprogram contoh selesai dipanggil, variabel Z akan hilang clan tidak
lagi dikenal oleh program atau subprogram lainnya. Hal ini berbeda dengan variabel P
yang tetap bernilai 7,0 clan dapat dikenal serta dapat digunakan oleh subprogram
lainnya.
PEMBAHASAN DAN PEMROGRAMAN
Secaragang besar, DBMS yang sedang disusun ini mempunyai dua tugas yakni
menciptakan hirarki organisasi struktur data dan mengolah data. Ini dilakukan untuk
tiap-tiap komponen. Tugas pertama menghasilkan suatu struktur data sebagai referensi
untuk pengolahan data lebih lanjut. Bagian pengolah data berfungsi untuk
memanipulasi data-datayang tersimpan dalam sebuahfile.
Menyusun hirarki struktur data
Menyusun hirarki struktur data tentu saja harus identik dengan struktur data
yang diinginkan (lihat Gambar 2). Untuk tiap-tiap komponen perpipaan, penyusunan
hirarki ini hanya perlu dilakukan sekali saja dan hasilnya disimpan dalam sebuah file.
Untuk mengaksesnya cukup dengan melakukan loading file tersebut. Jadi pekerjaan
menyusun hirarki struktur data tak lain adalah menciptakan sebuahfile AutoLISP.
Inti daTi penyusunan hirarki adalah memberikan inpu-input untuk semua field
data lengkap dengan urutan levelnya. Gambar 3 menampilkan flowchart subprogram
"inpuchild" yang berfungsi untuk menciptakan hirarki struktur data. Subprogram
tersebut menggunakan metode rekursif. Sebenamya penggunaan metode rekursif di
113
Risalah Lokakarya Kornputasi dalam Sains clan Teknologi Nuklir XIV, Juli 2003
sini bukan merupakan hal mutlak. Metode iterasi biasa juga bisa digunakan tanpa
kendala.
Logika pernrograman adalah sebagaiberikut. Dimulai daTilevel data paling atas,
input tentang field data dimasukkan. Kemudian diperiksa apakahfield data tersebut
merupakan level terbawah. Bila masih mempunyai anakan, maka program akan segera
mencarifield data di level yang lebih bawah, dan seterusnya.Karena rekursif, program
memanggil dirinya sendiri. Bila ternyata field data sudah merupakan level terbawah,
maka berikutnya adalah mencari field-field data karakteristik untuk masing-masing
komponen perpipaan. Di sini metode rekursif juga digunakan untuk perulangan.
Eksekusi program akan selesai setelah tidak ada lagi data karakteristik yang akan
dimasukkan.
Gambar3 Subprograminpuchild denganmetoderekursif untuk menyusunstruktur
data
Pengolahdata
Bagian ini merupakan pengolah data yang berfungsi untuk memasukkan,
menambah, menghapus ataupun mengambil data daTi database. Pemrograman dibuat
dengan sistem modular, artinya program akan dipecah-pecah ke dalam beberapa
modul atau subprogram. Dan masing-masing subprogram mempunyai tugas-tugas
114
Penyusunan
SistemManajemenDatabase(DBMS) KomponenPerpipaanMenggunakanMetode
(Ari Satmoko)
tertentu. Dalam makalah ini, pembahasanhanya mencakup subprogram untuk
memasukkandata yang diberi nama "subprogram writedata". Subprogramini clan
juga modul-modul yang lain menggunakanmetoderekursif denganflowchart yang
mmp.
Misalnya untuk flange, anggapbahwaDBMS akanmemasukkansebuahrecord
tunggalsebagaiberikut:
(
( (class 150) «
(nps 2") (odflange 6.0) (odhub 3.0625)
(thiclrnes 0.75) (length 2.5))))).
Yang menjadi masalah adalah bahwa struktur record tersebut hanya dapat
disusun dengan memulai daTi level terbawah. Ini adalah karakteristik daTi data
berbentuk list. Data (odflange 6.0) dan (odhub 3.0625) disusun terlebih dahulu.
Berikutnya, (thicknes 0.75) dan (length 2.5) menyusul secara urut ke arab belakang.
Karena (nps 2") mempunyai tingkatan data yang lebih tinggi, field ini hams
ditambahkan di depan data-data yang telah tersusun. Begitu pula, (class 150) sebagai
field dengan level teratas hams digabungkan di muka. Nilai-nilai daTi field tersebut
dimasukkan melalui keyboard.
Namun, prinsip kerja yang harns dilakukan oleh komputer tersebut di atas
berlawanan arab dengan prinsip ergonomi. Manusia, dalam hal ini operator, cenderung
mengisi terlebih dahulu data-data berupa class dan nps, barn disusul kemudian oleh
data-datakarakteristilrnya.
Kalau pemrograman disusun secara independen khusus untuk flange, dengan
mudah pekerjaan tersebut disusun karena sudah tabu berapa jumlah level yang akan
dikerjakan. Begitu pula dengan nama fieldnya yang praktis sudah diketahui. Namun,
membuat program independen akan bermasalah karena masing-masing komponen
perpipaan menuntut juga sebuah program. Dapat dibayangkan, pekerjaan menjadi
tidak efisien karena terlalu banyalrnya program yang harns disusun. Masalah ini akan
menjadi lebih pelik jika ada penambahan komponen-komponen barn untuk
dimasukkan dalam DBMS. Oleh karena itulah perlu dibuat sebuah program yang
bersifat umum dan fleksibel di mana jumlah level data dan jumlah data karakteristik
yang menyertainya belum dapat diketahui.
Permasalahan terletak pada bagaimana program dapat menyimpan field level
atas, masuk ke level yang lebih rendah, menyimpan field tambahan barn, dan masuk
ke level yang lebih rendah lagi. Begitu seternsnya hingga berada dalam level
terbawah. Di level bawah, boleh dikatakan relatif tidak ada masalah karena field yang
diinputkan langsung dimanipulasi untuk membentuk struktur list yang diinginkan.
Penyimpananfield level atas dengan nilainya menimbulkan masalah karena jumlah
levelnya belum diketahui dan nama field-nya pun tidak sarna tergantung daTimasingmasing komponen perpipaan.
Dengan uraian tersebut, field-field untuk level atas harns dapat disembunyikan
untuk sementara dan akan dipanggil pada waktu dibutuhkan. Trik ini dapat dilakukan
115
~
RisalahLokakaryaKomputasidalamSainsdan TeknologiNuklir XIV, Juli 2003
dengan memanfaatkan variabellokal. Variabel yang mengandung nilai level-level atas
dideklarasikan sebagai parameter formal yang ditransfer secara by value melalui
sebuahsubprogram. Karena struktur data terdiri dari beberapalevel, maka subprogram
akan dipanggil secara berulang-ulang. Di sini dapat ditarik sebuah catatan bahwa
metode yang cocok dan efisien untuk pengolahan database yang tleksibel adalah
metode rekursif. Flowchart subprogram untuk memasukkan data dapat dilihat pada
Gambar4.
Secara teoritis, metode rekursif memiliki beberapa kelemahan. Dalam kasus
databasekomponen perpipaan, kekhawatiran terhadap kurangnya memory stack dapat
dihilangkan karena jumlah perulangan rekursifnya bergantung pada jumlah level data
yang relatif tidak banyak. Mengenai kesulitan dalam pemahaman maupun pencarian
kesalahan, memang diakui bahwa selama penyusunan program pengolah databaseini,
metode rekursif membutuhkan perhatian yang ekstra hati-hati. Demikian pula,
pencarian kesalahan relatif lebih rumit dibandingkan dengan prosedur iterasi biasa.
Mulai:
Subprogram Writedata
~
lnisialisasikosong:
databasil & dataterbawah
y
y
.:(~~~~;~~~:::>
T
.c::::::::::::~~~~~~~~~~~~~~~::::::::>
field pertcfnastruktur
data dihilangkan
T
(~~~~)
Gambar4 Subprogram writedata dengan metode rekursif untuk mamasukkan data
16
Penyusunan
SistemManajemenDatabase(DBMS) KornponenPerpipaanMenggunakanMetode
(Ari Satrnoko)
v ALmASI PROGRAMDAN BASIL
Pemrograman sesuai dengan flowchart pada Gambar 3 dan 4 telah selesai
disusun dengan menggunakan bahasa AutoLISP. Selain kedua subprogram tersebut,
berbagai subprogram lain juga telah disusun untuk mendukung DBMS. Tahap
berikutnya adalah membersihkan kesalahan-kesalahanyang mungkin ada. Suksesnya
AutoCAD dalam me-loading program yang telah dibuat menunjukkan bahwa
kesalahan sintaksis sudah tidak ada lagi. Kesalahan sewaktu run-time juga dipastikan
telah berhasil diatasi. Untuk meyakinkan tidak adanya kesalahan logika, program
diarahkan untuk mendesain sebuah sistim perpipaan seperti ditunjukkan dalam
Gambar 5.
Berangkat daTi titik A yang berkoordinat (0;0;0), sistim perpipaan dimulai
dengan sebuah pipa 2" dengan panjang 5" dengan arab sejajar dengan sumbu X.
Sistem diikuti oleh sebuah valve yang diapit oleh sepasangflange. Reducer 2x3
mengubah diameter menjadi 3". Hingga titik di sini semua komponen termasuk dalam
class 150. Sistem dilanjutkan dengan class 300 yang diawali dengan valve bertipe
globe yang diapit oleh sepasangflange. Sebuah elbow digunakan untuk mengubah
arab menjadi sejajar dalam sumbu Y. Begitu keluar daTi elbow, sistim langsung
dihubungkan dengan reducer 3x6 dan dilanjutkan dengan valve bertipe globe yang
diapit oleh sepasangflange. Sistem berakhir denganpipa 6" denganpanjang 10".
~
titlk
reducer 2x3
titik nwnl(A) \
~[XJH:}i
class 150-)I~
M
z
:2
Qkhir
~reducer
~
<C)
3x6
titik belok (B)
class 300
Gambar5. Sistemperpipaanuntuk mengujikeandalanDBMS
Komponen-komponen perpipaan yang digunakan da1am sistem tersebut dapat
diringkas da1amTabe1 1. Berdasarkan data tersebut, secara manual panjang AB dapat
dihitung sebesar 43,750. Sedangkan panjang BC sarna dengan 45,250. DBMS juga
te1ah di1engkapi dengan berbagai subprogram yang dapat membantu visua1isasi
117
-~
5,°.
Valve
Valve,
1
"\
RisalahLDkakaryaKornputasidalamSainsdaDTeknologiNuklir XN, Juli 2003
komponen perpipaan. DBMS diuji untuk mendesain sistem perpipaan seperti
ditunjukkan dalam Gambar 5 tersebutdan kemudiantitik akhir daTigambarsistem
perpipaantersebutakandiperiksa.
Tabe11. RingkasanKomponenPerpipaan
Komponen
1. Pipa 2"
2. Flange2"
3. Reducer2x3
4. Flange3", class300
5.
3", class 300,'
globe
6. Elbow 3"
Jumlah
Panjang
(inchi)
~
2 ==::~~
2.5
1
7;0
2
I
12,5
1
~~~
7. Reducer
3x6
1
8. Flange6", class300
2
1
17,5
1
10
9.
6", class 300,
gate
10. PiDa 6"
DBMS mengevaluasikomponen secara urut. Berdasarkaninput-input yang
sesuai,DBMS mengakseske database,melakukanmanipulasi,mengambildata yang
diperlukan, clan kemudian menampilkangambarkomponentersebut. Seperti yang
diharapkan,DBMS clan subprogrampendukunglainnya berhasil menampilkanbasil
yang memuaskan(lihat Gambar 6). Terlihat denganjelas, komponen-komponen
berupapipa,jlange, valve,reducerclanelbow sesuaidenganukuranmasing-masing
Gambar6. VisualisasidaTiuji coba sistemDBMS
118
2.
Penyusunan
SistemManajemenDatabase(DBMS) KomponenPerpipaanMenggunakanMetode
(Ari Satmoko)
Gambar tersebutjuga memberikan koordinat akhir sistem perpipaan yang
terletakpadaposisi (43,75 ,45,25 ,0,00). Koordinat ini persissarnadenganprediksi
manual. Dengan basil ini, dapat diambil kesimpulan bahwa DBMS komponen
perpipaantelahberfungsidenganmemuaskansepertiyangdiharapkan.
KESIMPULAN
Sistem manajemen database (DBMS) komponen perpipaan telah dikembangkan
dalam rangka menunjang kinerja sistim pakar CAPD (computer aided piping design)
untuk perancanganotomatis sistim perpipaan. DBMS meliputi dua tugas pokok yaitu
menciptakan organisasi hirarkis struktur data daD mengolah data. Berbagai
subprogram juga diciptakan untuk menunjang kinerja DBMS seperti misalnya
subprogram untuk menampilkan visualisasi gambar komponen perpipaan. Tugas
sebagai pengolah data mengizinkan pada operator untuk memasukkan, menambah,
menghapus ataupun mengambil data daTi database. Dalam melakukan pengolahan
data, DBMS menggunakan metode rekursif di mana sebuah subprogram memanggil
dirinya sendiri. Metode ini dipertimbangkan sebagaimetode yang cocok karena dapat
melakukan perulangan clan mampu menyembunyikan sementarafield besertanilainya
dengan jumlah yang belum diketahui. Data tersembunyi tersebut diambil lagi pada
saat subprogram selesai dieksekusi. Dengan metode rekursif ini, DBMS dapat
diterapkan untuk semua jenis komponen perpipaan. Dari basil evaluasi diperoleh
kesimpulan bahwa DBMS telah berfungsi secara memuaskan seperti yang diharapkan.
DBMS ini juga mengizinkan pada operator untuk menambah atau memperkaya
databasedengan komponen perpipaan yang barn.
DAFTARPUSTAKA
1
CARMELITA E. BAUTISTA, The Piping Guide for the Design and Drafting of
IndustrialPiping Sytems,Partll, SyentekInc., SanFrancisco
JOGIYANTO H. M., PengenalanKomputer, Penerbit Andi Offset, Cetakan
ketiga,Yogyakarta,1992
3,
BUDI SUTEDJO,MICHAEL AN, A1goritmaclanTeknik Pemrograman,Penerbit
Andi Offset,Edisi Pertama,Yogyakarta,1997
119
Risalah Lokakarya Komputasi dalam Sains clan Teknologi Nuklir XIV, Juli 2003
4.
, AutoCAD Development SystemTM:Programmer's Reference
Manual,AutodeskInc., Publication100192-01,1992
5,
MUFID DJOKO PURW ANTO, Pedoman Pemakaian AutoLISP, Penerbit Andi
Offset, Yogyakarta, 1993
DISKUSI
UTAJA
2.
Apakah bahasaAUTOLISP berubah denganversi AUTOCAD ? Bagaimana
pengaruhnyahila berubah?
Apa datayang dibuatmerupakanfilebarnataumengubahdatalama?
ARI SATMOKO
1
2.
AUTOLISP sudah terintegrasi dengan AUTOCAD. Dengan perubahan versi
AUTOCAD, maka AUTOLISP juga ikut berubah. Semakin baru versinya,
fasilitas yang disediakan oleh AUTOLISP/AUTOCAD
semakin banyak.
Contohnya adalah DBMS yang sedang dikembangkan ini hanya dapat
dieksekusi dengan versi AUTOCAD 2000 atau 2002 clan tidak dapat dijalankan
dengan AUTOCAD R14.
Pada awalnya, database adalah kosong. Melalui subprogram write data, data
dapat dimasukkan clan kemudian disimpan dalam sebuahfile. File tidak dapat
digunakan lagi denganpenambahan,penghapusanataupunperubahan.
ADE JAMAL
Apakah interface/linkantarakomponendiperhatikanmisalnyarating 150 tidak
bisa di link ke 300.
Masukan: metode rekursif cocok untuk DBMS yang tidak dapat ditentukan
jumlah data,sedangkan
metodeiterasijumlah datapasti.
120
.
2.
121
Penyusunan
SistemManajemenDatabase(DBMS) KomponenPerpipaanMenggunakanMetode
(Ari Satrnoko)
ARI SATMOKO
Antara rating 150 dan 300 tidak bisa di link. KarenaDBMS ini menggunakan
sistemdataberjenjang/hierarkis,sehinggamasing-masingkomponentidak bisa
dihubungkan.
Terima kasih atas informasinya daD memang sesuai dengan pengalaman
pemrograman
selamaini.
DAFT AR RIW AY A T HIDUP
1. Nama
: Ari Satmoko
2. Tempat/fangga1Lahir
: Purwokerto,28 Februari1968
3. Instansi
: P2TKN-BATAN
4. Pekerjaan/ Jabatan
: Ka Ba1aiKeteknikan
5. RiwayatPendidikan
: (sete1ah
SMU sampaisekarang)
Sl Mechanical Engineer, Universitas de Technology de Compiegne,
France
.S2
Modelisasi Nurnerik, Universitas de Technology de Compiegne,
France,1994
6. Pengalaman
Kerja
:
.Peneliti di P2TKN-BATAN, 1994-sekarang
.Piping
StressEngineerpadaAP600, 1995-1997
.Peneliti di bidangmaterialbehaviordalamprogramSTA Japan,1998
.Piping
Stress Engineer pada PT McDERMOTTE INDONESIA, Juni-
November2002
7. OrganisasiProfesional
Home
:
Download