aplikasi sistem informasi geografis untuk memantau distribusi surat

advertisement
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK
MEMANTAU DISTRIBUSI SURAT KABAR DI SURABAYA
Rewinnita Maretnoningtyas1, Achmad Subhan2, Aries Prastiarso2
Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan Teknik Telekomunikasi
2
Dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Kampus ITS, Surabaya 60111
e-mail : [email protected] e-mail : [email protected] , [email protected]
1
Abstrak
Pelayanan distribusi surat kabar hingga tiba
di pelanggan merupakan kewajiban yang harus
selalu diutamakan. Kenyataannya, hal itu belum
dilakukan secara maksimal. Ini karena sistem
pengawasan yang dilakukan masih secara
manual. Selama ini laporan agent mengenai
jumlah koran yang terjual, pengembalian koran,
hingga complain terhadap pendistribusian koran
masih berupa laporan tertulis.
Pada proyek akhir ini dibuat suatu aplikasi
yang dapat mem-visualisasikan arsitektur lokasi
agen surat kabar dan distribusi pen-jualannya ke
dalam bentuk informasi geografis dengan media
website. Untuk mengimplementasikan ini,
digunakan tools perangkat lunak seperti Google
Map, Javascript, dan postgreeSQL dengan akses
client-server.
Server mengatur sistem database dan
menampilkan data dalam bentuk peta, sesuai
dengan hak akses masing-masing user. Client
bisa memantau sistem distribusi koran melalui
website dalam bentuk tampilan geografis sesuai
dengan hak akses masing-masing.
Aplikasi ini menampilkan informasi dalam
bentuk peta untuk melaporkan hasil penjualan
Koran dari pabrik cetak hingga sampai ke
pelanggan. Diharapkan dengan adanya aplikasi
ini, dapat memudahkan distributor surat kabar
dalam mengawasi penjualan surat kabar di
Surabaya.
Berdasarkan hasil pengujian, untuk waktu
akses client-server halaman peta, bandwith
minimal yang dianjurkan adalah 128 KBps. Jika
kurang dari itu, proses loading website index
akan memakan waktu lama. Akses 100 user
secara bersamaan paling baik dilakukan dengan
ukuran bandiwth minimal 256 Kb. Semakin
besar bandwith maka jumlah client yang bisa
mengakses web server secara bersamaan akan
semakin banyak.
1.
Pendahuluan
Berdasarkan survey yang diadakan di salah
satu perusahaan surat kabar di Surabaya, faktor
penting dalam mempertahankan kredi-bilitas
adalah dengan selalu berusaha menjaga mutu
pelayanannya pada konsumen. Salah satu mutu
pelayanan yang berpengaruh adalah pada bidang
pendistribusian koran.
Kenyataannya, hal itu belum dilakukan
secara maksimal. Ini karena sistem pengawasan
yang dilakukan masih secara manual. Selama ini
laporan agent mengenai jumlah koran yang
terjual, pengembalian koran, hingga complain
terhadap pendis-tribusian koran masih berupa
laporan tertulis.
Oleh karena itu, perlu dibuat suatu sistem
dimana masing-masing agent bisa melaporkan
penjualan koran kepada bagian pemasaran dan
pimpinan perusa-haan secara otomatis yang bisa
diakses dimana saja. Dalam Proyek Akhir ini
ditawarkan sistem informasi yang bisa
membantu pengawasan penjualan Peru-sahaan
dengan aplikasi sistem informasi geografis
melalui media website. Dengan harapan laporan
distribusi pen-jualan koran bisa dipantau setiap
saat dan lebih cepat karena diakses via on-line.
2. Perencanaan Sistem
Pada dasarnya cara kerja pada aplikasi sistem
informasi geografis ini adalah menggabungkan
antara peta dan data untuk ditampilkan ke dalam
sebuah website. Blok diagram fungsi di atas
mencitrakan fungsi-fungsi dari aplikasi sistem
informasi geografis di proyek akhir ini.
Sistem informasi itu akan digunakan oleh
empat macam client, agen lokal, agen regional,
bagian pemasaran, dan pimpinan. Ditambah satu
user admin, yang berfungsi untuk mengontrol
kinerja dari seluruh aplikasi yang ada.
Sistem informasi tersebut ditampilkan dalam
bentuk website dengan menggunakan peta.
Aplikasinya sendiri yaitu berupa laporan dan
statistik dari distribusi koran. Pada konsepnya
client dan sistem, akan saling mengakses untuk
mentransfer dan menerima data.
Kata kunci : Sistem informasi geografis ,
distribusi, agen surat kabar, Google Map
1
Masing-masing client tersebut juga akan
terhubung dengan database. Database disini
sendiri menggunakan postgreSQL. Database
berfungsi untuk menampung seluruh data yang
dimasukkan oleh client. Sehingga client dapat
memanggil dan menyimpan data pada database
tersebut.
Tiap client memiliki hak akses informasi
yang berbeda. Untuk menjaga keamanan hak
akses masing-masing client, maka dibuat suatu
fungsi authentikasi. Dimana untuk mengakses
data, maka client diminta untuk memasukkan
username dan password. Jika username dan
password tersebut sesuai, baru client bisa
mengakses data.
Untuk lebih jelasnya, rancangan sistem yang
dibuat dalam tugas akhir ini dapat dilihat pada
gambar di bawah ini.
Fungsi
Perhitungan
Penjualan
Koran
Fungsi
authentik
asi
Fungsi
entry
data
Fungsi
show
data lokal
Fungsi
create
Report
Fungsi View
Lokal
Report
Fungsi
authentik
asi
Setor report
Fungsi
entry
data
AGEN LOKAL
Fungsi
authentik
asi
Fungsi
select
report
SISTEM INFORMASI
GEOGRAFIS
(WEBSITE)
Setor report
Fungsi
Perhitung
an Oplah
koran
AGEN REGIONAL
Fungsi
view
all report
PIMPINAN
Fungsi
show data
agen
adalah data stok koran lokal, data koran
terjual, data koran rusak, dan sisa koran.
2.Fungsi Show Data Lokal
Fungsi ini digunakan agen lokal untuk
melihat hasil data yang telah
dimasukkan. Data akan tampil di dalam
infowindow pada peta. Agen lokal
hanya bisa melihat datanya sendiri yang
telah dimasukkan.
3.Fungsi Create Report
Fungsi ini digunakan agen lokal untuk
membuat laporan ter-tulis yang akan
dilaporkan ke agen regional.
4.Fungsi View Local Report
Fungsi ini digunakan agen lokal untuk
melihat laporan yang telah dibuat dan
akan dilaporkan ke agen regional.
b. Agen Regional
Pada agen lokal terdapat fungsi perhitungan penjualan koran, fungsi entry
data, fungsi show data lokal, fungsi create
report, dan fungsi view local report.
Penjelasan dari fungsi tersebut ada-lah
sebagai berikut.
1.Fungsi Entry Data
Fungsi ini digunakan agen regional
untuk memasukkan data ke database.
Fungsi ini berupa form input data yang
dicantumkan pada halaman agen
regional.
Data
yang
diinputkan
merupakan akumulasi dari data agen
lokal di wilayahnya, diantaranya adalah
data stok koran lokal, data koran terjual,
data koran rusak, dan sisa koran.
2.Fungsi Perhitungan Oplah Koran
Fungsi ini digunakan agen regional
untuk melihat hasil data yang telah
dimasukkan. Data akan tampil di dalam
infowindow pada peta. Agen regional
ini hanya bisa melihat data agen lokal di
wilayah regionalnya.
3.Fungsi Show Data Agen Lokal
Fungsi ini digunakan agen regional
untuk melihat data pada agen lokal.
4.Fungsi Create Report
Fungsi ini digunakan agen regional
untuk membuat laporan tertulis yang
akan dilaporkan ke bagian pemasaran.
c. Pemasaran
Pada bagian pemasaran terdapat fungsi
view all report dan fungsi show data agen.
Penjelasan dari fungsi tersebut adalah
sebagai berikut.
Fungsi
show data
agen lokal
Fungsi
create
Report
PEMASARAN
Setor report
Fungsi
authentikasi
Fungsi
show data
agen
Fungsi
authentik
asi
ADMIN
Fungsi
view
all report
Fungsi
control
Database
Fungsi
Control
User
Fungsi
control data
agen
Fungsi
control
all report
Gambar 1. Blok Diagram Fungsi Sistem
Karena tiap client memiliki hak akses yang
berbeda, maka fungsi-fungsi yang disediakan di
dalamnya pun juga berbeda. Berikut adalah
penjelasannya.
a. Agen Lokal
Pada agen lokal terdapat fungsi perhitungan penjualan koran, fungsi entry
data, fungsi show data lokal, fungsi create
report, dan fungsi view local report.
Penjelasan dari fungsi tersebut adalah
sebagai berikut.
1.Fungsi Entry Data
Fungsi ini digunakan agen lokal untuk
memasukkan data ke database. Fungsi
ini berupa form input data yang
dicantumkan pada halaman agen lokal.
Data yang diinputkan diantaranya
2
1.Fungsi View All Report.
Fungsi ini digunakan untuk melihat
seluruh laporan dari agen, termasuk
agen regional dan agen lokal.
2.Fungsi Show Data Agen
Fungsi ini digunakan untuk melihat
data-data yang telah dimasukkan agen
regional dan agen lokal.
d. Pimpinan
Pada pimpinan terdapat fungsi show data
agen, fungsi view all report, dan fungsi
select report. Penjelasan dari fungsi
tersebut, adalah sebagai berikut.
1.Fungsi view all report.
Fungsi ini digunakan untuk melihat
seluruh laporan dari agen, termasuk
agen regional dan agen lokal.
2.Fungsi Show data agen.
Fungsi ini digunakan untuk melihat
data-data yang telah dimasukkan agen
regional dan agen lokal.
3.Fungsi select report.
Fungsi ini digunakan untuk memilih
laporan yang ingin diakses. Apakah itu
laporan statistik, laporan tabel, atau
laporan daerah wilayah.
e. Admin
Pada admin terdapat fungsi control
database, fungsi control user, fungsi
control data agen, dan fungsi control all
report. Penjelasn dari fungsi tersebut
adalah sebagai berikut.
1.Fungsi control database.
Fungsi ini digunakan untuk mengatur
database sebagai media penyimpanan
data.
2.Fungsi control user.
Fungsi ini digunakan untuk menga-tur
seluruh user yang ada. Baik user baru
atau user lama.
3.Fungsi control data agen.
Fungsi ini digunakan untuk menga-tur
seluruh data yang ada.
4.Fungsi control all report.
Fungsi ini digunakan untuk menga-tur
laporan yang ada.
transaksi_lokal
transaksi_regional
PK id_transaksi_lokal
tanggal_lokal
w aktu_ambil_lokal
stok_lokal_aw al
w aktu_setor_lokal
koran_laku_lokal
koran_rusak_lokal
sisa_koran_lokal
ket_lokal
PF id_transaksi_regional
PF id_koran
PF id_user
PK id_transaksi_regional
tanggal_regional
w aktu_ambil
stok_regional_aw al
stok_regional_akhir
w aktu_setor
koran_laku_regional
koran_rusak_regional
sisa_koran_regional
ket-reg
PF id_koran
PF id_user
pengguna
PK id_user
nama
username
passw ord
alamat
kecamatan
w ilayah
telepon
email
latitude
longitude
hak_akses
tanda
koran
PK id_koran
tanggal_cetak
stok_aw al
stok
w aktu
PF id_user
Gambar 2. Relasi Antar Tabel Database
Seluruh biodata agen, pemasaran, dan pimpinan disimpan di tabel user termasuk latitude
dan longitude lokasi keberadaannya. Pada tabel
koran digunakan untuk menyim-pan data koran
yang sudah dicetak oleh pabrik. Tabel ini
berfungsi untuk melihat perkembangan jumlah
koran cetak setiap harinya. Isi field pada tabel ini
diantaranya adalah tanggal cetak, koran cetak,
dan sisa koran. Pada tabel transaksi_regional,
terdapat stok koran di wilayah masing-masing
regional. Seluruh transaksi yang dilakukan oleh
agen regional akan tersimpan dalam tabel ini.
Termasuk akumulasi penjualan agen lokal. Pada
tabel transaksi_agen_lokal, terdapat stok koran
di wilayah agen lokal. Seluruh tran-saksi yang
dilakukan oleh agen lokal akan ter-simpan dalam
tabel ini. akumulasi dari penjualan agen lokal
akan diupdate ke tabel transak-si_agen_regional
2.2 Implementasi
Kali ini dicoba untuk menggabungkan
antara tampilan peta disertai informasi data di
dalam infowindow. Untuk koneksi antara
database, peta, dan website digunakan bahasa pemrograman PHP (PHP script).
Pada PHP script, sintaksnya adalah sebagai
berikut :
2.1 Pembuatan Database pada Server
Software database yang digunakan dalam
proyek akhir ini adalah database PostgreSQL
yang telah terinstal bersama apache. Pada
database ini, terdapat 4 tabel yang terdiri dari
tabel transaksi_lokal, transaksi_regional, koran,
dan pengguna. Untuk lebih jelas, bisa dilihat
pada relasi tabel di bawah ini.
3
<?
3.5 Pengujian Waktu Loading Akses Server
Oleh Client
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui
kemampuan web server melayanai beberapa
client yang mengakses secara bersama-sama.
$conn_string = "host=localhos
port=5432 dbname=db user=user
password=123";
$connection =
pg_pconnect($conn_string);
if (!$connection) {
print("Connection Failed.");
exit;}
?>
INTERNET
Pada saat menjalankan seluruh program,
apache harus selalu diaktifkan untuk dapat
terhubung dengan database.
3. Pengujian dan Analisa
3.1 Pengujian Antar Muka Website.
Pada pengujian ini dilakukan untuk
menampilkan peta Google Map di dalam website
index. Sebelumnya, terlebih dahulu sistem ini di
uji dengan melakukan 10 kali percobaan. Yaitu
dengan cara mengakses data yang disediakan
oleh server.
Proxy
Web Server dan
Database Server
10.252.2.212
Client
10.252.2.155
Gambar 4. Konfigurasi jaringan saat pengujian server
Pengujian dilakukan dua macam yaitu
pengaksesan halaman databse, dan gabungan
halaman index yang sudah diberi peta. Pengaksesan dilakukan dengan menggu-nakan browser
Mozilla Firefox dengan mengu-bah nilai bandwidth antara 32 Kbps – 1024 Kbps. Data hasil
pengujian seperti tabel di bawah ini.
Tabel 2. Tabel Waktu Akses Rata-Rata
Client-server
Gambar 3. Tampilan Peta GMAP di Website Index
3.2 Pengujian Fungsi
Dalam melakukan rencana pengujian
perancangan website ini menggunakan metode
black box. Pengujian black box berfokus pada
persyaratan fungsional perangkat lunak yang
dibuat. Hasil pengujian dibuat untuk mengetahui
apakah Sistem dapat berjalan dengan baik atau
tidak.
Berdasarkan hasil pengujian diatas, besarnya bandwidth yang digunakan berpengaruh
terhadap waktu loading peng-aksesan halaman
index. Semakin besar band-width maka waktu
loading semakin cepat. Dengan kata lain besarnya bandwidth berbanding terbalik dengan waktu
loading pengaksesan.
Namun terhadap pengaksesan halaman
peta, besarnya bandwidth tidak berpengaruh
terhadap waktu loading. Hal ini karena peta
merupakan aplikasi Google Map yang diakses
melalui jaringan Internet. Dan pada pengujian ini
menggunakan jaringan proxy sehingga setiap
client memiliki bandwidth internet yang sama
meskipun pada sisi server dilakukan pengaturan
bandwidth yang berbeda-beda.
Tabel 1. Tabel Pengujian Fungsi
Menu yang di uji
Login
Daftar
Pembagian Oplah
Koran dari Pabrik
Pembagian Koran
dari Pemasaran
Pembagian Koran
dari Agen Regional
Laporan Penjualan
Agen Lokal
Detail pengujian
Verifikasi data login
pelanggan
Verifikasi data
pendaftaran pelanggan
Verifikasi pengiriman
koran
Verifikasi pengiriman
koran
Verifikasi pengiriman
koran
Verifikasi laporan
penjualan koran
4
Tabel 3 Pengukuran Performance dengan Bandwidth
64 KB
Sedangkan pada halaman peta yang sudah
digabungkan dengan frame website, masih
dipengaruhi oleh besar bandwith dari server. Jika
dibandingkan dengan waktu loading halaman
index dan halaman peta, waktu loading halaman
gabungan ini lebih lama. Ini terjadi karena
terdapat akses kolaborasi antara akses proxy dari
server dan akses proxy peta. Akses proxy server
berusaha untuk menampilkan frame web, dan
akses proxy jaringan internet berusaha untuk
menampilkan peta. Namun yang membuat waktu
loading lama atau lambat adalah pengaksesan
frame website berasal dari server, karena masih
dipengaruhi oleh besarnya bandwith. Jika bandwidthnya besar, maka loadingnya pun cepat.
Begitu juga sebaliknya, jika bandwithnya kecil
maka loading pun menjadi lambat.
Sedangkan saat menampilkan peta, waktu
akses nya tidak terlalu lama. Namun bandwith
server tetap berpengaruh pada tampilan gabungan frame website dan peta ini. Karena, peta tidak
akan muncul jika frame website dan data-data di
server belum tampil secara sempurna.
Berdasarkan hasil pengujian dapat ditampilkan seperti grafik di bawah ini.
Client
(agen)
Waktu
Akses
(detik)
1
20
40
60
80
100
1,5
31,6
61,65
98,4
130,8
173,5
Pada tabel 3 bisa diamati bahwa dengan
bandwith 64 KB, user bisa mengakses secara
bersama-sama hingga 100 agen sekaligus. Tapi,
waktu yang dibutuhkan juga lama. Waktu terbaik
dengan jumlah agen terbanyak didapat ketika
web server diakses oleh 20 agen sekaligus dengan waktu akses 31,6 detik. Jumlah agen lebih
dari itu, akan membutuhkan waktu lebih dari 60
detik untuk mengakses web server.Ini berarti,
dengan bandwith 64 KB, web server hanya bisa
menerima akses bersamaan de-ngan baik dari 20
agen saja.
Tabel 4 Pengukuran Performance dengan Bandwidth
128 KB
Client(agen)
Waktu Akses
(detik)
1
20
40
60
80
100
0,8
16
32
47,5
63,2
85
Pada tabel 4 bisa diamati bahwa dengan
bandwith 128 KB, user bisa mengakses secara
bersama-sama hingga 100 agen sekaligus. Tapi,
waktu yang dibutuhkan juga lama. Waktu terbaik
dengan jumlah agen terbanyak didapat ketika
web server diakses oleh 60 agen sekaligus
dengan waktu akses 47,5 detik. Jumlah agen
lebih dari itu, akan membutuhkan waktu lebih
dari 60 detik untuk mengakses web server.Ini
berarti, dengan bandwith 128 KB, web server
hanya bisa menerima akses bersamaan dengan
baik dari 60 agen saja.
Gambar 5. Grafik Perbandingan Waktu Akses Server
3.6 Pengujian Performance
Pengujian kali ini bertujuan untuk menguji
kehandalan Web Server ketika diakses oleh user
yang sangat banyak.
Pada pengukuran kali ini menggunakan
iperf dan htb. Iperf adalah salah satu tool untuk
mengukur troughput bandwidth dalam sebuah
link network Sedangkan htb digunakan untuk
mengatur besar kecilnya bandwith. Bandwith
dirubah dimulai dari ukuran 64Kb, 128Kb,
256Kb, 512 Kb, dan 1024Kb.
Sedangkan percobaan akses user dilakukan
secara bersamaan, dengan rincian oleh 1 agen, 20
agen, 40 agen, 60 agen, 80 agen, dan 100 agen.
Agen diatur untuk mengakses web server secara
bersamaan, dengan level bandwith yang berbedabeda. Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan iperf dan htb didapatkan hasil seperti pada
tabel berikut.
Tabel 5 Pengukuran Performance dengan Bandwidth
256 KB
Client (agen)
Waktu Akses
(detik)
1
20
40
60
80
100
0,4
7,9
16,6
24,5
32
42,5
Pada tabel 5 bisa diamati bahwa dengan
bandwith 256 KB, user bisa mengakses secara
bersama-sama hingga 100 agen sekaligus. Kisaran waktu yang digunakan web server untuk
merespon juga kurang dari 60 detik. Dengan
bandwith 256 KB, web server sudah bisa menerima akses bersamaan dengan baik dari 100 agen.
5
Tabel 6 Pengukuran Performance dengan Bandwidth
512 KB
Client (agen)
Waktu Akses
(detik)
1
20
40
60
80
100
0,2
3,9
7,7
12,3
16,1
21,2
Baik dalam kondisi data benar ataupun dalam
kondisi data salah.
4. Untuk waktu akses client-server halaman
peta, bandwith minimal yang dianjurkan
adalah 128 KBps. Jika kurang dari itu, proses
loading website index akan memakan waktu
lebih dari satu menit.
5. Akses 100 user secara bersamaan paling baik
dilakukan dengan ukuran bandiwth minimal
256 Kb. Semakin besar bandwith maka
jumlah client yang bisa mengakses web
server secara bersamaan akan semakin
banyak.
Pada tabel 6 bisa diamati bahwa dengan
bandwith 512 KB, user bisa mengakses secara
bersama-sama hingga 100 agen sekaligus. Kisaran waktu yang digunakan web server untuk
merespon juga kurang dari 30 detik. Ini berarti,
dengan bandwith 512 KB, web server sudah bisa
menerima akses bersamaan dari 100 agen dengan
waktu yang relative lebih singkat.
4.2 Saran
Dari hasil pengujian dan analisa pada
bab sebelumnya, maka ada saran-saran sebagai
berikut :
1. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan
lebih mengembangkan sistem distribusi lebih
rinci lagi.
2. Ketika mengakses system informasi ini dari
client ke server disarankan menggunakan
range bandwith di atas 128 KBps.
3. Untuk pengguna system informasi ini
diharapkan memahami lebih dulu cara
mengakses website via online.
Tabel 7 Pengukuran Performance dengan Bandwidth
1024 KB
Client (agen)
Waktu Akses
(detik)
1
20
40
60
80
100
0,1
2,2
4,3
6,7
8,8
11,9
Pada tabel 7 bisa diamati bahwa dengan
bandwith 512 KB, user bisa mengakses secara
bersama-sama hingga 100 agen sekaligus.
Kisaran waktu yang digunakan web server untuk
merespon juga kurang dari 15 detik. Ini berarti,
dengan bandwith 1024 KB, web server bisa
menerima akses bersamaan dari 100 agen dengan
waktu yang relative lebih singkat.
Dari pengukuran tersebut dapat diamati
bahwa akses 100 user secara bersamaan paling
baik dilakukan dengan ukuran bandiwth minimal
256 Kb. Semakin besar bandwith maka jumlah
client yang bisa mengakses web server secara
bersamaan akan semakin banyak.
Rata-rata akses tiap client mengakses
website adalah 16,56 Kbps. Ketika dicoba mengirimkan sejumlah paket menggunakan iperf,
diketahui bahwa maksimal paket yang bisa
diterima dihandle oleh web server dengan bandwith 256 KB adalah 500Mbps. Itu berarti,
webserver bisa menampung akses paket secara
bersamaan maksimal sebanyak 31000 client.
5. Daftar Pustaka :
[1] Irawan, “Java Mobile Untuk Orang Awam”,
Maxikom, Palembang, 2008
[2] Bunafit Nugroho, “Latihan Membuat
Aplikasi Web PHP dan MySQL dengan
Dreamweaver MX (6,7,2004) dan 8”, Gava
Media, Yogyakarta, 2008
[3] Bunafit Nugroho, “Membuat Sistem
Informasi Penjualan Berbasis WEB dengan
PHP dan MySQL”, Gava Media, Yogyakarta,
2008
[4] Amalia Furiyani, “Aplikasi Layanan Berbasis
Lokal Menggunakan Metode Djikstra Untuk
Pencarian Jarak Terdekat ” , Surabaya, 2010.
[5] Bunafit Nugroho, “Trik dan Rahasia
Membuat Aplikasi Web dengan PHP”, Gava
Media, Yoyakarta, 2007
[6] Edhen Dejutha John Henri,” Akses Informasi
Fasilitas Umum di Surabaya via WAP”,
PENS-ITS, Surabaya, 2006
[7] M. Zen Samsono Hadi, ST, “Konektivitas
PHP dengan MySQL”, http://lecturer.eepisits.edu /~zenhadi/kuliah/internet.
4. Kesimpulan dan Saran
4.1 Kesimpulan
Dari hasil pengujian dan analisa pada
bab sebelumnya, maka dapat diambil beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
1. Dari sistem, peta dapat ditampilkan sesuai
dengan kebutuhan sistem distribusi.
2. Koneksi database postgreSQL dan peta sudah
berjalan dengan baik.
3. Fungsi-fungsi yang tersedia pada website
sistem distribusi bisa diakses dengan baik.
6
Download