157 pemanfaatan probiotik bakteri asam laktat dari

advertisement
PEMANFAATAN PROBIOTIK BAKTERI ASAM LAKTAT
DARI SALURAN PENCERNAAN IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN
DAN KADAR KOLESTEROL DAGING AYAM BROILER
(LACTIC ACID BACTERIA PROBIOTIC OF FISH’S GASTROINTESTINAL TRACT
AS WEIGHT AND CHOLESTEROL BOOSTER IN BROILER MEAT)
Astuti
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta
email:[email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik isolat Bakteri
Asam Laktat (BAL) Streptococcus thermophillus dari limbah ikan terhadap pertumbuhan
ayam broiler yaitu pertambahan berat badan dan kadar kolesterol daging ayam broiler. Subjek
penelitian ini adalah ayam broiler jantan produksi PT Multi Breeder Adirama sebanyak
40 ekor umur 1 hari. Probiotik perlakuan isolat BAL yang digunakan dalam penelitian ini
adalah bakteri Streptococcus thermophillus dalam bentuk freeze drying yang berasal dari
Laboratorium Biokimia Nutrisi Fakultas Peternakan UGM. Perlakuan I sebagai kontrol
(tanpa BAL) perlakuan II jumlah BAL adalah 106CFU/ml, perlakuan III jumlah BAL adalah
107CFU/ml, perlakuan IV jumlah sel BAL adalah 108 CFU/ml. Pencatatan data dilakukan
setiap minggu meliputi pertambahan berat badan. Pengambilan data untuk kadar kolesterol
daging dilakukan pada akhir penelitian. Data yang diambil yaitu pertambahan berat badan
dan kadar kolesterol daging ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan
pemberian BAL Streptococcus thermophillus menyebabkan penurunannya kadar kolesterol
daging ayam broiler secara signifikan. Pemberian probiotik BAL berpengaruh terhadap
pertambahan berat badan. Level BAL yang terbaik adalah level 108 CFU/ml (R-3).
Kata kunci: ayam broiler, Bakteri Asam Laktat, kolesterol daging
Abstract
This research was aimed at finding the influence of giving isolate probiotic Lactic Acid Bacteria
(BAL) Streptococcus thermophillus from the fish’s gastro-intestinal tract toward the broilers’
appearance including the enhancement of the weight, and the broilers’ cholesterol level. The
subjects of the research are 40 roosters of broiler chicken, PT Multi Breeder Adirama at the
age of 1 week. The probiotic of isolate treatment of BAL used in this research is Streptococcus
thermophillus bacteria in the form of freeze dying from Nutrition Biochemical Laboratory,
Veterinary Faculty of UGM. Treatment I was as the control (without BAL); the number of
BAL in treatment II is 106 CFU/ml; the number of BAL in treatment III is 107 CFU/ml; and
the number of BAL in treatment IV is 108 CFU/ml. The data recording for the performance
was done every week including the weight enhancement. The data collection for cholesterol
level enhancement was done at the end of the research. The data which were collected: the
weight enhancement, and the broilers’ cholesterol level. The finding shows that the treatment
of giving lactic acid bacteria of Streptococcus thermophillus caused the broilers’ cholesterol
decreased significantly; giving probiotic BAL is not influenced toward the performance of
growth while the best level of BAL is 108 CFU/ml.
Keywords: broiler, Lactate Acid Bacteria, meat of cholesterol
157
Jurnal Penelitian Saintek, Vol. 20, Nomor 2, Oktober 2015
PENDAHULUAN
konsumen cenderung membatasi konsumsi
Dewasa ini kesadaran masyarakat ter-
kolesterol antara lain dengan mengkonsumsi
hadap kesehatan semakin meningkat. Seiring
produk hewani yang berkolesterol rendah.
dengan bertambahnya Ilmu Pengetahuan dan
Jika kandungan kolesterol dalam bahan
Tehnologi menyebabkan kesadaran untuk
pangan hewani dapat dikurangi, maka
menjaga kesehatan semakin meningkat.
formulasi dan penggunaan produk hewani
Biaya berobat yang mahal menyebabkan
yang bergizi tinggi dalam diet dapat diatasi.
masyarakat lebih mengutamakan upaya
Kolesterol merupakan sterol utama
preventif untuk mencegah sakit. Salah satu
dalam tubuh manusia (Montgomery, et al.,
penyakit yang ditakuti adalah penyakit
1993). Kolesterol merupakan senyawa hasil
jantung koroner. Penyakit ini merupakan
metabolisme hewan dan banyak tersimpan
penyakit nomor satu di negara maju maupun
pada daging, hati, otak dan telur. Walaupun
di sekelompok masyarakat menengah ke
kolesterol memberikan efek negatif jika
atas di negara berkembang.
dikonsumsi secara berlebihan, kolesterol
Menurut para ahli kesehatan terdapat
juga memiliki peran yang penting bagi
korelasi positif antara kadar kolesterol
tubuh. Kolesterol memiliki peran fungsional
dalam darah dengan resiko terkena penyakit
bagi tubuh yaitu sebagai prekusor senyawa
jantung koroner. Akumulasi kolesterol pada
steroid (kortikosteroid, hormon seks, asam
dinding pembuluh darah dapat menyebabkan
empedu, dan vitamin D), dan komponen
penyempitan arteri dan beresiko menyebab-
struktural pembentuk membran sel serta
kan aterosklerosis. Aterosklerosis inilah yang
lapisan eksternal lipoprotein plasma (Mayes,
menyebabkan penyakit jantung koroner.
1999).
Pencegahan timbulnya penyakit jantung
Pengaruh bakteri probiotik terhadap
koroner dapat dilakukan dengan mengurangi
penurunan kadar kolesterol diduga karena
konsumsi bahan pangan yang berkolesterol
kemampuannya dalam mengassimilasi ko-
tinggi atau mengkonsumsi bahan pangan
lesterol dan mendekonjugasi garam empedu
dengan kolesterol rendah. Bahan pangan
(Gilliland & Speck, 1977; Gilliland, Nelson,
hewani seperti susu, telur, daging dan hasil
& Maxwell, 1985). BAL yang mempunyai
olahannya umumnya mempunyai kadar
kemampuan spesifik akan efektif apabila
kolesterol tinggi.
dapat bertahan dengan kondisi yang ada
Kandungan kolesterol tinggi di dalam
dalam saluran pencernaan. Oleh karena itu
bahan makanan telah dikaitkan oleh konsu-
strain dari BAL tersebut harus tahan terhadap
men sebagai salah satu penyebab penyakit
garam empedu dan kondisi pH lambung (pH
jantung koroner, oleh karena itu sebagian
1-2) apabila dikonsumsi.
158
Pemanfaatan Probiotik Bakteri (Astuti)
Strain BAL yang potensial yang akan
terlalu tinggi. Penelitian dilakukan untuk
dikomersialkan sebagai produk probiotik
mengetahui pengaruh pemberian probiotik
harus memiliki viabilitas yang tinggi dan
pada ayam broiler terhadap penampilan
stabil selama processing. Beberapa proses
ayam broiler yang meliputi pertambahan
produksi menggunakan freeze drying maupun
berat badan dan kadar kolesterol daging
spray drying seringkali menyebabkan terjadi-
ayam broiler. Manfaat yang dapat diambil
nya penurunan viabilitas sel sehingga dapat
dari penelitian ini adalah diperolehnya strain
mempengaruhi produk yang dihasilkan (bio
bakteri asam laktat terpilih yang mampu
massa sel BAL).
berperan sebagai probiotik dan dapat me-
Pemberian probiotik pada ayam akan
nurunkan kolesterol daging ayam broiler.
memberikan dampak positif, yaitu dapat
memperbaiki kesehatan atau produktivitas
METODE PENELITIAN
ayam, mengubah komponen dan keseim-
Penelitian ini dilaksanakan selama 35
bangan mikroflora dalam saluran pencernaan
hari di kandang ternak unggas Laboratorium
ayam. Panda, et al. (2003) melaporkan pem-
Biokimia Nutrisi, Jurusan Nutrisi dan
berian probiotik (probiolac pada taraf 100 mg/
Makanan
kg ransum) dapat memperbaiki produksi telur,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta mulai
berat kerabang dan tebal kerabang telur serta
1 Oktober sampai 15 Oktober 2005. Analisis
menurunkan kadar kolesterol pada kuning
kadar kolesterol daging dilaksanakan di Labo-
telur. Grunewald (1982) meneliti bahwa pem-
ratorium Biokimia Nutrisi, Jurusan Nutrisi
berian susu skim yang difermentasi dengan
dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan,
Lactobacillus acidophilus dapat menurunkan
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
level serum kolesterol.
Penelitian ini untuk mengetahui penga-
Ternak,
Fakultas
Peternakan
Kandang dan peralatannya sebelum digunakan untuk penelitian terlebih dahulu
ruh pemberian isolat BAL dari limbah ikan
disucihamakan
dengan
menggunakan
sebagai probiotik yang diberikan pada ayam
brochid. Vaksinasi dilakukan 2 kali yaitu
broiler melalui air minum dengan cara
vaksinasi ND-1 pada umur 3 hari dan
diminumkan menggunakan spet dengan
ND-2 pada umur 20 hari. Pakan disusun
jumlah 1,5 ml per oral terhadap penurunan
berdasarkan hasil pertimbangan dari tabel
kadar kolesterol daging ayam broiler. Di-
komposisi bahan menurut NRC (1994)
samping itu dengan adanya penelitian ini
sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 1.
diharapkan nantinya akan terwujud suatu
Pakan dan air minum diberikan 2 kali sehari
usaha peternakan ayam broiler yang lebih
yaitu pada pukul 07.00 dan pukul 15.30
sehat karena kandungan kolesterolnya tidak
WIB. Probiotik diberikan setiap sore hari
159
Jurnal Penelitian Saintek, Vol. 20, Nomor 2, Oktober 2015
Tabel 1. Pengaruh Pemberian BAL terhadap Pertambahan Berat Badan
Perlakuan*
Signifikansi
R-0
R-1
R-2
R-3
Pertambahan berat badan
44,07ab
47,14a 45,03ab 43,28b
**
(g/ekor/hari)
Keterangan:
* Perlakuan
R-0 : Kelompok tanpa pemberian bakteri asam laktat (sebagai kontrol)
R-1 : Kelompok yang diberi dosis bakteri asam laktat sebesar 10 6 CFU/ml
R-2 : Kelompok yang diberi dosis bakteri asam laktat sebesar 10 7 CFU/ml
R-3 : Kelompok yang diberi dosis bakteri asam laktat sebesar 10 8 CFU/ml
** ab superskrip yang berbeda menunjukkan perbedaan yang nyata (p< 0,05)
melalui air minum dengan cara diminumkan
Daging tubuh inilah terdapat sebagian
menggunakan spet dengan jumlah 1,5 ml per
besar daging ayam broiler, terutama daging
oral.
di bagian dadanya yang terbaik (Rasyaf,
Model
rancangan yang digunakan
2001: 35). Data yang diperoleh dianalisis
dalam penelitian ini adalah rancangan acak
varian yaitu Completely Randomized Design
lengkap pola searah. Ayam broiler sebanyak
(CRD). Apabila ada perbedaan diuji dengan
40 ekor dibagi menjadi 4 kelompok
Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).
perlakukan setiap perlakukan diulang 10 kali
setiap ulangan menggunakan 1 ekor ayam.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pencatatan data untuk performan dilakukan
Pertambahan Berat Badan
setiap
minggu
meliputi
pertambahan.
Pertambahan berat badan pada ayam
Pengambilan data untuk kadar kolesterol
broiler yang diberi probiotik BAL berbeda
daging dilakukan pada akhir penelitian.
nyata (P < 0,05) dengan pakan kontrol (tidak
Penimbangan berat ayam setiap 1 minggu
diberi probiotik BAL) seperti tertera pada
sekali dari umur 0 minggu sampai umur 5
Tabel 1.
minggu. Penimbangan dilakukan pada pagi
hari sebelum pakan diberikan.
perbedaan nyata (P < 0,05) terhadap
Persentase kolesterol daging diperoleh
dengan
Lieberman
pertambahan berat badan. Pertambahan berat
Bunchad.
badan secara kumulatif yang menunjukkan
Pengambilan daging ayam broiler strain
angka tertinggi adalah perlakuan R-1 (106
lohman perlakukan dilakukan setelah ayam
CFU/ml) yaitu sebesar 47,14. Yang paling
disembelih. Daging ayam yang diambil pada
rendah adalah perlakuan R-0 (kontrol) dan
bagian dada, tepatnya di daerah sternum.
perlakuan R-3 (108 CFU/ml) sebesar 43,28.
160
metode
Tabel 1 menunjukkan bahwa terdapat
Pemanfaatan Probiotik Bakteri (Astuti)
Berdasarkan data pertumbuhan berat
dapat dikatakan bahwa probiotik dapat
badan terdapat perbedaan secara nyata (P <
meningkatkan berat badan ayam. Saluran
0,05) dan ayam broiler yang diberi probiotik
pencernaan baik pada manusia maupun pada
pertambahan berat badannya meningkat. Hal
hewan terdiri dari bermacam-macam jenis
ini sesuai dengan pendapat Havenaar & Huis
bakteri. Keberadaan bakteri ini disebabkan
(1992). Terdapat beberapa keuntungan dari
karena adanya interaksi bakteri dari ling-
penggunaan probiotik pada hewan/ternak
kungan sekitarnya yang mengkontaminasi
adalah dapat memacu pertumbuhan dan
tubuh ayam melalui pakan.
memperbaiki konversi ransum dan sesuai
Di lingkungan yang normal, saluran
dengan pendapat Barrow (1992) dan Yeo
usus pada anak ayam terkolonisasi dengan
& Kim (1997). Pemberian probiotik pada
mikroorganisme.
ayam broiler dilaporkan dapat memperbaiki
mikroflora usus adalah dari permukaan
pertumbuhan dan konversi pakan dan
telur yang tidak steril sebagi hasil kontak
pemberian probiotik pada ayam broiler
induk dengan sangkarnya (Inggrid, 2004).
sebaiknya dilakukan selama 3 minggu
BAL yang ada pada saluran pencernaan
pemeliharaan (Yeo & Kim, 1997).
merupakan mikrobia yang paling dominan.
Umumnya
sumber
Semua jenis hewan akan mengalami
Keseimbangan ini akan bergeser apabila
proses pertumbuhan yang sama, yakni
hewan tersebut mengalami kondisi tertekan
pada awal pertumbuhan mereka begitu
seperti temperatur dan kelembaban yang
sangat cepat. Namun proses pertumbuhan
tinggi, perubahan pakan, karena transportasi
berikutnya semakin lama kian menurun;
dan lain-lain.
bahkan pada umur tertentu terhenti sama
Pemberian probiotik secara teratur dan
sekali. Kesemuanya tadi terjadi akibat
terus menerus terbukti dapat mempertahankan
tingkat pertumbuhan jaringan yang akhirnya
keseimbangan mikroflora alami yang ada
membentuk tubuh (AKK, 2003). Kecepatan
pada saluran pencernaan melalui dua cara
pertumbuhan (growth rate) pada unggas
yaitu dengan cara kompetisi dan dengan cara
biasanya diukur melalui pertambahan berat
aktivitas antagonis terhadap bakteri patogen.
badan, dengan menimbang ayam yang telah
Mikroflora alami pada saluran pencernaan
diteiti berdasarkan satuan waktu tertentu.
memiliki peranan yang penting dalam
Setelah diberi perlakuan, tampak bahwa
proses pencernaan dan penyerapan pakan.
ayam yang diberikan perlakuan memiliki
Mikroflora ini berperan dalam metabolisme
berat badan yang lebih besar daripada ayam
nutrient seperti karbohidrat, protein, lipida,
yang tidak diberikan perlakuan. Hal ini
dan mineral, juga dalam sintesa vitamin.
161
Jurnal Penelitian Saintek, Vol. 20, Nomor 2, Oktober 2015
Kadar Kolesterol Daging
Dapat dilihat bahwa kadar kolesterol
Setelah 35 hari seluruh ayam dipotong
daging ayam broiler hasilnya berbeda nyata
untuk diambil dagingnya. Daging ayam
(P < 0,05). Kadar kolesterol pada R-1, R-2,
yang diambil adalah pada bagian dada.
R-3 turun secara signifikan (P < 0,05) jika
Hasil analisis statistik diketahui pengaruh
dibandingkan dengan kontrol.
pemberian
probiotik
BAL
terhadap
Gambar 1 menunjukkan bahwa penu-
kandungan kolesterol dagin dapat dilihat
runan kadar kolesterol daging tertinggi
pada Tabel 2.
yaitu perlakuan R-3, yaitu pemberian BAL
Tabel 2. Kadar Kolesterol
R-0
Kadar kolesterol daging
(mg/100 g)
173,8b
Perlakuan*
R-1
R-2
153,5ab
143.02 ab
R-3
127,9a
Significanly
**
Keterangan:
* Perlakuan
R-0 : Kelompok tanpa pemberian bakteri asam laktat (sebagai kontrol)
R-1 : Kelompok yang diberi dosis bakteri asam laktat sebesar 10 6 CFU/ml
R-2 : Kelompok yang diberi dosis bakteri asam laktat sebesar 10 7 CFU/ml
R-3 : Kelompok yang diberi dosis bakteri asam laktat sebesar 10 8 CFU/ml
** ab superskrip yang berbeda pada baris yang sama menunjukkan perbedaan yang nyata
(p< 0,05)
Gambar 1. Grafik Kadar Kolesterol Daging
162
Pemanfaatan Probiotik Bakteri (Astuti)
108 CFU/ml yaitu sebesar 127,9 diikuti
kolesterol oleh biomassa sel Streptococcus
perlakuan R-2 pemberian BAL 107 CFU/
thermopillus pada penelitian ini diduga
ml sebesar 143,02 kemudian baru perlakuan
secara tidak langsung karena terjadinya
R-1 pemberian BAL 10
6
CFU sebesar
dekonjugasi garam empedu. Pada mekanisme
153,5. Hal ini sesuai dengan penelitian dari
secara tidak langsung, empedu yang sampai
Lestari (2004), yaitu penelitian mengenai
ke ileum dan cecum akan didekonjugasi oleh
efek hipokolesterolemik yogurt yang di-
Streptococcus thermopillus dan membentuk
suplemenisasi probiotik Indigenous pada
asam empedu primer.
tikus hasilnya bisa menurunkan kadar kolesterol darah sampai 36,14%.
Dekonjugasi terjadi karena adanya
enzim bile salt hidrolase yang dihasilkan
Beberapa peneliti mengusulkan meka-
bakteri ini. Asam empedu primer akan
nisme penurunan kolesterol oleh bakteri
mengalami dehidroksilasi menjadi asam
probiotik, di antaranya asimilasi kolesterol
empedu sekunder dan dikeluarkan bersama
dan dekonjugasi asam empedu. Penurunan
feses. Semakin tinggi akivitas enzim bile
kolesterol oleh biomassa sel S thermopillus
salt hidrolase dalam mendekonjugasi asam
pada penelitian ini diduga secara tidak lang-
empedu, semakin banyak asam empedu yang
sung karena terjadinya dekonjugasi garam
akan dikeluarkan. Tubuh akan membentuk
empedu.
asam empedu baru untuk menggantikan asam
Tabel 2 menunjukkan bahwa kadar
empedu yang dikeluarkan. Pembentukan
kolesterol daging ayam broiler hasilnya
asam empedu baru ini membutuhkan ko-
berbeda nyata (P < 0,05). Kadar kolesterol
lesterol sebagai prekursor sehingga level
pada R-1, R-2, R-3 turun secara signifikan
kolesterol serum akan menurun.
(P < 0,05) jika dibandingkan dengan kontrol.
Hasil ini didukung oleh penelitian
Penurunan kadar kolesterol daging tertinggi
yang dilakukan Rodas, Gilliland, &
yaitu perlakuan R-3, yaitu pemberian asam
Maxwell (1996) pada babi hiperkolesterol.
laktat 108 CFU/ml yaitu sebesar 127,9
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa
diikuti perlakuan R-2 pemberian asam laktat
pemberian Lactobacillus acidophillus dapat
7
10 CFU/ml sebesar 143,02 kemudian baru
menurunkan kolesterol serum lebih besar
perlakuan R-1 pemberian asam laktat 106
dibanding tanpa pemberian bakteri ini.
CFU sebesar 153,5.
Taranto, et al. (1998) mengemukakan bahwa
Beberapa peneliti mengusulkan meka-
pemberian Lactobacillus reuteri CRL 1098
nisme penurunan kolesterol oleh bakteri
pada tikus hiperkolesterol dapat menurunkan
probiotik, di antaranya asimilasi kolesterol
kolesterol serum sebesar 38%. Penemuan ini
dan dekonjugasi asam empedu. Penurunan
kemungkinan disebabkan dekonjugasi asam
163
Jurnal Penelitian Saintek, Vol. 20, Nomor 2, Oktober 2015
empedu. Usman & Hasono (1999) juga
probiotik, maka semakin banyak pula yang
melaporkan adanya penurunan kolesterol
dapat bertahan melewati saluran pencernaan
serum pada tikus yang diberi susu yang
dan sampai di usus besar karena di usus
disuplementasikan dengan Lactobacillus
besar inilah terjadi proses dekonjugasi
gasseri SBT 0270 (nonfermentasi) karena
garam empedu.
terjadinya dekonjugasi garam empedu.
Hasil penelitian terhadap ayam
KESIMPULAN
yang diberi probiotik S. thermopillus sebesar
Berdasarkan hasil penelitian dapat
108 CFU/ml menunjukkan kadar kolesterol
disimpulkan bahwa pemberian probiotik
daging dan kadar kolesterol darah paling
bakteri asam laktat dari limbah ikan
rendah dibandingkan dengan R-0 dan R-1,
pada ayam broiler dapat meningkatkan
R-2. Hal ini diduga karena adanya jumlah
pertambahan
sel yang lebih banyak pada kelompok ini
perlakukan R-1 yaitu pemberian BAL
(108 cfu/ml). Semakin banyak asupan sel
106 CFU/ml dan dapat menurunkan kadar
probiotik, semakin banyak pula sel yang
kolesterol daging yaitu pada perlakukan R-3
dapat bertahan melewati saluran pencernaan
dengan dosis Bal 108 CFU/ml.
berat
badan
yaitu
pada
sampai ke usus besar sehingga level
kolesterol daging.
DAFTAR PUSTAKA
Pada penelitian ini terlihat bahwa
perlakuan pemberian bakteri asam laktat 107
cfu/ml (R-2) dan pemberian bakteri asam
laktat 108 cfu/ml (R-3) mampu menurunkan
kolesterol secara nyata. Hal ini mungkin
disebabkan karena jumlah sel yang diberikan
[AKK] Aksi Agraris Kanisius. 2003.
Beternak Ayam Pedaging. Jakarta:
Kanisius.
Barrow, P.A. 1992. Probiotic for Chicken. In
Fuller, R. (Ed.) Probiotic: The Scientific
Basis, pp. 225-257. London: Chapman
& Hall.
pada perlakuan R-2 dan R-3 lebih banyak
yaitu 107 cfu/ml dan 108 cfu/ml dibanding
perlakuan R-1 yang hanya 106 cfu/ml. Jumlah
sel yang lebih banyak sangat menentukan
terjadinya penurunan kolesterol.
Dapat dikatakan bahwa pada penelitian
ini yang paling efektif untuk menurunkan
kolesterol daging adalah pada perlakuan R-3
yaitu dengan jumlah sel yang paling banyak
108 cfu/ml. Semakin banyak intake sel
164
Gilliland, S.E., & Speck, M.L. 1977.
Deconjugation of Bile Acids by
Intestinal Lactobacilli. Applied and
Environmental Microbiology, 33(1),
15-18.
Gilliland, S.E., Nelson, C.R., & Maxwell,
C. 1985. Assimilation of cholesterol by
Lactobacillus acidophilus. Applied and
Environmental Microbiology, 49(2),
377-381.
Grunewald, K.K. 1982. Serum Cholesterol
Levels in Rats Fed Skim Milk Fermented
Pemanfaatan Probiotik Bakteri (Astuti)
Byobacillus Acidopilus. Journal of
Food Science, 47(6), 2078-2079.
Havenaar, R., & Huis, I. 1992. Probiotic: A
General View, In Wood, B.J.B. (Ed.).
The Lactic Acid Bacteria in Health
and Disesase, pp. 151-170. London:
Alsevier Applied Science.
Inggrid, S. 2004. Agar Probiotik Menyehatkan Saluran Cerna, dari https://www.
kompas.com/kompas-cetak/0411/06/
Jendela/1367480.htm. Diunduh 5 April
2006.
Lestari, L.A. 2003. Efek Hipokolesterolemik
Yoghurt yang Disuplementasi Probiotik
Indigenous pada Tikus Sprague Dowley.
Tesis. Fakultas Kedokteran UGM.
Mayes, P.A. 1999. Biokimia Harper. (Edisi
Ke-24). Jakarta: EGC.
Performance, Serum/Yolk Cholesterol
and Immune Competence of White
Leghorn Layers as Influence by Dietary
Supplementation with Probiotic. Trop.
Anim. Health. Prod., 35, 85-94.
Rasyaf, M. 2001. Beternak Ayam Pedaging.
Jakarta: Penebar Swadaya.
Rodas, B.Z., Gilliland, S.E., & Maxwell,
C.V. 1996. Hypocholesterolemic
Lactobacillus Acidophilus
ATCC
43121 and Calcium in Swine with
Hypercholesterolemia Induced by
Diets. Journal of Dairy Science, 79,
2121-2128.
Taranto, M.P., Medici, M., Perdigon, G.,
Holdago, A.P.R., & Valdez, G.F. 1998.
Evidence for Hypocholesterolemic
Effect of Lactobacillus Reuteri in
Hypercholesterolemic Mice. Journal of
Dairy Science, 81, 2336-2340.
Montgomery, R., Dryer, R.L., Conway,
T.W., & Spector, A.A. 1993. Biokimia
Suatu Pendekatan Berorientasi Kasus
Jilid 2. (Edisi Ke-4). (Terj.: M. Ismadi).
Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press.
Usman, & A. Harsono. 1999. Bile Tolerance,
Taurocholate Deconjugation, and Binding of Colesterol by Lactobacillus
Gasseri Strains. Journal of Dairy
Science, 82, 243-248.
NRC. 1994. Nutrient Requirements of
Poultry. (9th rev. ed.). Washington. DC:
National Academy Press.
Yeo, J., & Kim, K. 1997. Effect of Feeding
Diets Containing an Antibiotik, A
Probiotik, or Yucca Extract on Growth
and Intestinal Urease Activity in Broiler
Chicks. Poultry Science, 76, 381-385.
Panda, A.K., Reddy, M.R., Rao, S.V.R.,
& Praharaj, N.K. 2003. Production
165
Download