analisis penggunaan bahasa indonesia dalam pembelajaran di

advertisement
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper ke-2 2016
“Pengintegrasian Nilai Karakter dalam Pembelajaran Kreatif
di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM
PEMBELAJARAN DI SEKOLAH SEBAGAI BAHASA PENGANTAR
DALAM DUNIA PENDIDIKAN PADA GURU SMP/MTs DAN
SMA/MA/SMK DI KABUTEN NGANJUK
ACHMAD TANTOWI AZIS
e-mail: [email protected]
STKIP PGRI Nganjuk
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa
Indonesia pada pembelajaran di sekolah sebagai bahasa pengantar dalam dunia
pendidikan pada guru SMP/MTs dan SMA/MA/SMK di Kabupaten Nganjuk. (2) Untuk
mengetahui efektivitas penggunaan bahasa Indonesia pada pembelajaran di sekolah
sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan pada guru SMP/MTs dan
SMA/MA/SMK di Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
kualitatif. Subjek dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan purpossive
sampling. Subjek penelitian dipilih dari guru di masing-masing jenjang mulai dari
SMP/MTs sampai dengan SMA/MA/SMK. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti
sendiri sebagai instrumen utama dan instrumen bantu berupa pedoman wawancara. Hasil
penelitian : (1) Penggunaan bahasa Indonesia pada pembelajaran di sekolah sehubungan
dengan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan pada
guru SMP/MTs dan SMA/MA/SMK di Kabupaten Nganjuk: (a) pada jenjang SMP/MTs
guru menggunakan bahasa Indonesia hanya sebagai pembuka dan penutup pembelajaran;
(b) pada jenjang SMA/MA/SMK yang terletak di daerah perkotaan guru menggunakan
bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan dengan baik; (c) pada
sekolah yang terletak di pegunungan guru menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa
pengantar dalam dunia pendidikan secara kondisional. (2) efektivitas penggunaan bahasa
Indonesia pada pembelajaran di sekolah sehubungan dengan fungsi bahasa Indonesia
sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan pada guru SMP/MTs dan
SMA/MA/SMK di Kabupaten Nganjuk dipengaruhi oleh letak geografis sekolah.
Kata kunci: Penggunaan bahasa Indonesia di sekolah,bahasa pengantar pendidikan ,
guru.
PENDAHULUAN
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi di Negara Kesatuan Republik Indonesia,
sebagaimana telah disebutkan dalam Undang-undang Dasar tahun 1945 pasal 36. Bahasa
Indonesia adalah bahasa persatuan yang tersirat dalam sumpah pemuda 28 Oktober 1928
pada salah satu isinya menyatakan bahwa akan menjunjung tinggi bahasa peratuan bahasa
Indonesia. Meski pada kenyataannya sekarang masih sebagian kecil dari penduduk di
tanah air yang benar-benar menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dan
bahasa persatuan.
Eksistensi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari belum terealisasi dengan
baik. Bentuk komunikasi dalam forum resmi yang seharusnya menggunakan bahasa
Indonesia belum terlaksana di seluruh Indonesia. Dalam dunia pendidikan khususnya,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper ke-2 2016
“Pengintegrasian Nilai Karakter dalam Pembelajaran Kreatif
di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”
penggunaan bahasa Indonesia pun kian menurun, akibat dari penekananan atau
penguatan terhadap penguasaan bahasa asing tanpa menguatkan kemampuan berbahasa
Indonesia secara baik dan benar, sehingga bahasa Indonesia tidak digunakan secara
efektif.
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang santun dan bermartabat. Bahasa yang
mengedepankan rasa cinta tanah air karena dia memersatukan bangsa yang penuh
perbedaan. Bahasa Indonesia dapat memersatukan seluruh masyarakat Indonesia yang
beragam latar belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya, bersatu dalam satu
kebangsaan dan mempunyai cita-cita serta rasa senasib sepenanggungan yang sama.
Selain itu bahasa Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga sekarang menjadi
bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kosakata baru, baik melalui penciptaan
maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Dunia pendidikan sebagai tolak ukur dari perkembangan ilmu pengetahuan dan
tempat di mana terjadinya proses belajar mengajar antara siswa dengan guru adalah
sumber utama dari penanaman nilai-nilai karakter, sertata nasionalisme bagi peserta didik
dalam upaya mendewasakan dirinya dengan ilmu pengetahuan agar menjadi manusia
yang berbudi pekerti luhur dan cinta pada ibu pertiwi. Penggunaan bahasa Indonesia
secara baik dan benar dalam dunia pendidikan merupakan bentuk dari nasionalisme
seseorang. Bahasa Indonesia sebagai pengantar dalam dunia pendidikan pada semua mata
pelajaran harus diimplementasikan dengan baik.
Pentingnya penerapan bahasa Indonesia sebagai pengantar dalam pendidikan pada
khusunya, baik pendidikan formal maupun informal guna mengembangkan ilmu
pengetahuan pada umunya, merupakan hal yang menjadi urgensi dalam pelaksanaan
pendidikan. Apabila hal ini masih dianggap biasa oleh para pelaku pendidikan, maka
akan berdampak pada identitas bangsa Indonesia sendiri. Karena pendidikan merupakan
salah satu aspek penting dalam memajukan bangsa Indonesia, sehingga penulis tertarik
untuk melakukan pengkajian tentang “Analisis Penggunaan Bahasa Indonesia dalam
Pembelajaran di sekolah sebagai Bahasa Pengantar dalam Dunia Pendidikan pada
Guru SMP/MTS dan SMA/MA/SMK Di Kabuten Nganjuk”.
MATERI
A. Fungsi Bahasa Secara Umum
Bahasa Indonesia merupakan bahasa kenegaraan seluruh rakyat Indonesia yang
digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan
sehari-hari. Bahasa Indonesia ini memiliki aturan yang cukup detail dalam penggunaan
tatabahasanya. Bahasa Indonesia merupakan bahasa formal yang memiliki kaidah dan
tatabahasa yang harus dipahami dan diterapkan baik dalam situasi formal, maupun dalam
situasi nonformal sesuai dengan konteks masing-masing.
Dalam literatur bahasa, para ahli merumuskan fungsi bahasa secara umum ada empat,
yaitu:
1. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri.
2. Sebagai sarana komunikasi.
3. Sebagai adaptasi dan integrasi pada suatu lingkungan masyarakat.
4. Sebagai alat kontrol sosial.
Secara rinci fungsi-fungsi tersebut dijelaskan sebagai berikut:
1)Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri.
Bahasa mampu mengungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan. Melalui
bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati
dan pikiran kita, dengan kata lain bahasa merupakan sarana ekspresi diri dalam arti media
yang dapat kita gunakan untuk mencurahkan isi pikiran kita kepada orang lain, sebagai
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper ke-2 2016
“Pengintegrasian Nilai Karakter dalam Pembelajaran Kreatif
di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”
contoh berupa karya ilmiah, kreatifitas, ataupun curahan isi hati, gagasan, atau pendapat
yang dapat dipublikasikan atau disampaikan kepada orang lain.
Ada dua unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yang pertama agar
menarik perhatian orang lain dan yang kedua keinginan untuk membebaskan diri dari
semua tekanan emosi.
2)Sebagai sarana komunikasi.
Sebagai sarana komunikasi dalam arti media yang digunakan sebagai penghubung
antara seseorang dengan orang lain. Dalam berkomunikasi seseorang pasti mengharapkan
timbal balik dari lawan bicaranya. Jika tidak memiliki bahasa (dalam kasus ini Bahasa
Indonesia) yang baik maka lawan bicara tidak akan mengerti apa yang dimaksudkan.
Sehingga lawan bicara tidak bisa memberikan timbal balik. Bila hal ini terjadi maka
komunikasi tidak dapat berjalan. Dengan kata lain Bahasa merupakan saluran maksud
seseorang, yang melahirkan perasaan dan memungkinkan masyarakat untuk bekerja
sama.
Komunikasi merupakan akibat lebih jauh dari ekspresi diri. Pada saat menggunakan
bahasa sebagai komunikasi, berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau pendengar
menjadi sasaran utama perhatian seseorang. Selaku makhluk sosial yang memerlukan
orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia memakai dua cara berkomunikasi, yaitu
verbal dan non verbal. Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat/media
bahsa (lisan dan tulis), sedangkan berkomunikasi cesara non verbal dilakukan
menggunakan media berupa simbol, isyarat, kode, dan bunyi seperti tanda lalu lintas
kemudian diterjemahkan kedalam bahasa manusia. Contoh dari penerapan fungsi ini yang
paling sederhana adalah saat anda mengobrol dengan teman,orang tua, guru, dan lain-lain.
3)Sebagai adaptasi dan integrasi pada suatu lingkungan masyarakat.
Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang
digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan
bahasa yang non standar pada saat berbicara dengan teman- teman dan menggunakan
bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. Dengan
menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan
diri dengan bangsa.
Sebagai adaptasi dan integrasi pada suatu lingkungan masyarakat, yang memiliki
makna bila kita ingin mempelajari suatu kebudayaan, lingkungan sosial, ataupun tinggal
pada suatu negara tertentu kita harus mempelajari bahasa yang digunakan di negara
tersebut. Agar kita dapat mengetahui kapan kita menggunakan suatu kata dalam bentuk
formal ataupun bahasa sehari-hari. Karena bahasa merupakan media yang kita gunakan
untuk berhubungan dengan orang lain jadi kita harus menguasai bahasa tersebut agar bisa
beradaptasi pada suatu lingkungan.
4)Sebagai alat kontrol sosial.
Sebagai alat kontrol sosial bahasa memiliki arti sebagai suatu media yang dapat
mempengaruhi sikap, tingkah laku, maupun kepribadian seseorang. Dengan Bahasa
Indonesia kita dapat mengubah sifat ataupun kepribadian seseorang hanya dengan katakata. Bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai alat kontrol sosial yang dapat mengubah
sifat, tingkah laku, maupun kepribadian suatu individu ataupun kelompok.
B. Fungsi bahasa secara khusus
Bagi bangsa Indonesia ada dua fungsi bahasa Indonesia secara khusus dan sangat
penting bagi kita pahami, yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa Negara.
Tercetusnya dan disepakatinya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional merupakan
sebuah perjalanan sejarah yang panjang. Kala itu perjalanan yang harus ditempuh tidak
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper ke-2 2016
“Pengintegrasian Nilai Karakter dalam Pembelajaran Kreatif
di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”
sesederhana yang kita pikirkan ibarat kita menemukan buah mangga disebuah pekarangan
atau kebun mangga (Pamungkas, 2012:5)
1)Fungsi dan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
Bahasa Indonesia digunakan sebagai pemersatu Bangsa Indonesia. Hal ini merupakan
suatu terobosan yang sangat besar yang dilakukan oleh persatuan pemuda-pemuda
Indonesia.mereka menjadikan Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Nasional Bangsa
Indonesia. Masyarakat Indonesia menyadari bahwa bahasa daerah tidak dapat dipakai
sebagai alat perhubungan antar suku. Namun bahasa daerah juga tetap dipakai dalam
situasi kedaerahan dan tetap berkembang. Kesadaran masyarakat yang semacam itulah,
khususnya pemuda-pemudanya yang mendukung lancarnya inspirasi tersebut. "Hasil
Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional" yang diselenggarakan di Jakarta pada
tanggal 25-28 Febuari 1975 antara lain menegaskan bahwa dalam kedudukannya bahasa
nasional, Bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
a) Lambang Kebanggaan Nasional
Sebagai lambang kebanggan nasional, Bahasa Indonesia memancarkan nilai-nilai
sosial budaya luhur Bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan
Bangsa Indonesia, kita harus bangga dengannya, kita harus menjunjungnya, kita harus
mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan kita terhadap Bahasa Indonesia,
kita harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri melainkan kita harus berbangga hati
menggunakan dan memelihara Bahasa indonesia.
b) Lambang Identitas Nasional
Sebagai lambang identitas nasional, Bahasa Indonesia merupakan lambang
Bangsa Indonesia. Ini berarti, dengan Bahasa indonesia akan dapat diketahui siapa
kita, yaitu sifat, peringai, dan watak kita sebagai Bangsa Indonesia. Karena fungsinya
yang demikian itu, maka kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita
tidak tercemin di dalamnya. Jangan sampai Bahasa Indonesia tidak menunjukan
gambaran Bangsa Indonesia yang sebenarnya.
c) Sebagai Alat Pemersatu Berbagai Masyarakat yang Berbeda Latar belakang Sosial,
Budaya dan Bahasanya.
Dengan adanya fungsi ini maka seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai suku
bisa bersatu padu. Dengan Bahasa Indonesia akan merasa serasi dan aman hidupnya
karena mereka tidak merasa dijajah oleh suku bangsa lain. Ditambah lagi adanya fakta
bahwa identitas dan nilai-nilai budaya dari suku lain masih tercemin pada bahasa
daerah masing-masing, bahkan diharapkan dapat memperkaya khazanah Bahasa
Indonesia.
d) Sebagai Penghubung Antar Budaya Antar Daerah.
Warga Indonesia terkenal dengan keragaman penduduknya yang berasal dari
berbagai suku bangsa yang memiliki adat berbeda. Dengan adanya fungsi ini maka
seluruh masyarakat Indonesia dapat bersatu walupun berasal dari suku bangsa yang
berbeda. Kita dapat mempelajari ataupun mengetahui kebudayaan dari daerah lain
karena sudah ada media komunikasi formal yang menjebatani kita sehingga kita bisa
berkomunikasi dengan baik.
2)Fungsi dan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara.
Pamungkas (2012:7) menyatakan bahwa bahsa Indonesia mempunyai fungsi sebagai
bahasa resmi kenegaraan mengandung makna bahwa bahasa Indonesia dipergunakan
untuk penyelenggaraan negara. Pada awal zaman penjajahan Belanda, bahasa yang
digunakan untuk bahasa negara adalah bahasa melayu. Selain itu, bahasa melayu
merupakan bahasa negara (resmi) kedua yang dipakai untuk golongan-golongan rendah.
Bahasa Indonesia belum bisa tersebar bebas pada saat itu. Hanya segelintir orang yang
berjiwa nasionalis yang menggunakan Bahasa Indonesia.
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper ke-2 2016
“Pengintegrasian Nilai Karakter dalam Pembelajaran Kreatif
di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”
Bersamaan dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia diangkat pula Bahasa
indonesia menjadi bahasa negara. Hal ini tercantum dalam UUD 1945, Bab XV, pasal 36.
Pengangkatan Bahasa Indonesia menjadi bahasa negara bukanlah hal mudah, banyak hal
yang harus dipertimbangkan. Karena bila terjadi kesalahan dapat berakbat ketidak
stabilan suatu negara. Dalam "Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional" yang
diselenggarakan di Jakarta tanggal 25 sampai dengan 28 Febuari 1975 dikemukakan
bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia sebagai berikut :
a. Bahasa Resmi Kenegaraan.
Pembuktian bahwa Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan ialah
digunakannya Bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945.
Mulai saat itu dipakailah Bahasa indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan
kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.
b. Bahasa Pengantar Resmi di Dunia Pendidikan.
Bahasa Indonesia digunakan dalam pendidikan di Indonesia mulai dari taman
kanak-kanak hingga perguruan tinggi, walaupun ada beberapa lembaga pendidikan
dengan dasar kepraktisan menggunakan bahasa daerah untuk penyampaiannya.
Senada dengan pendapat Pamungkas (2012:10) bahwa bahasa Indonesia digunakan
dalam interaksi belajar mengajar, dalam dunia pendidikan bahasa Indonesia adalah
bahasa resmi yang harus digunakan.
c. Bahasa Resmi dalam Perhubungan pada Tingkat Nasional untuk Kepentingan
Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan serta Pemerintah.
Bahasa Indonesia dipakai dalam hubungan antar badan pemerintah dan
penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya
diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa.
Dengan tujuan agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat
diterima oleh masyarakat.
d. Bahasa Resmi dalam Pengembangan Kebudayaan dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan
Serta Teknologi Modern.
Sebagai fungsi pengembangan kebudayaan, ilmu, dan teknologi, Bahasa
Indonesia berperan penting. Bahasa Indonesia digunakan dalam penyebarannya di
informasi di Indonesia. Misalkan seorang pengajar tari Bali tidak mungkin
mengajarkan tari Bali kepada orang Jawa, Aceh, ataupun orang suku lain
menggunakan bahasa Bali, karena mereka belum tentu mengerti bahasa Bali. Oleh
karena itu digunakan Bahasa Indonesia untuk menjebatani hal tersebut. Sehingga
informasi yang berisi ilmu, kebudayaan, ataupun teknologi bisa dimengerti oleh orang
lain. Hal ini juga berlaku dalam penyebaran ilmu modern.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor
(dalam Lexy J. Moleong, 2011: 4), metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan
perilaku yang dapat diamati.
Subjek dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan purpossive sampling.
Subjek penelitian dipilih dari guru di masing-masing jenjang mulai dari SMP/MTs
sampai dengan SMA/MA/SMK di Kabupaten Nganjuk pada mata pelajaran selain bahasa
Indonesia. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri sebagai instrumen utama dan
instrumen bantu berupa pedoman wawancara dengan guru di sekolah yang terpilih
sebagai tempat penelitian.
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper ke-2 2016
“Pengintegrasian Nilai Karakter dalam Pembelajaran Kreatif
di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1.Penggunaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pengantar dalam Dunia Pendidikan
Fungsi bahasa Indonesia dalam kaitannya dengan lembaga pendidikan adalah sebagai
bahasa pengantar. Dalam pembelajaran bahasa pengantar adalah bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai
dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, kecuali di
daerah-daerah, seperti daerah aceh, batak, sunda, jawa, madura, bali, dan makasar yang
menggunakaan bahasa daerahnya sebagai bahasa pengantar sampai dengan tahun ketiga
pendidikan dasar.(Mujid:2009)
Berdasarkan paparan di atas, jelas bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa
yang digunakan sebagai pengantar dalam dunia pendidikan. Nasionalisme para peserta
didik akan terbentuk apabila para pendidik memberikan contoh yang baik dan
memberikan arahan untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bukti
yang menunjukkan bahwa bahasa Indonesia mulai menurun adalah banyak siswa yang
merasa kesulitan mengerjakan soal ujian nasional mata pelajaran bahasa Indonesia, dan
sedikitnya minat baca siswa terhadap buku-buku, dan karya sastra, serta potensi diri siswa
dalam berbahasa dengan komunikatif dan aktif baik dalam forum resmi maupun tidak
resmi sulit ditemukan. Seperti adanya siswa yang gemar membaca, mahir berpidato,
berpuisi, mendongeng dan keterampilan berbahasa lainnya.
(a) Pada jenjang SMP/MTs guru menggunakan bahasa Indonesia hanya sebagai pembuka
dan penutup pembelajaran. Penggunaan bahasa Indonesia oleh guru pada jenjang
SMP/MTs cenderung pada pembuka dan penutup pembelajaran saja. Pada saat proses
belajar lebih sering menggunakan bahasa Jawa. Baik dari kelas VII, VIII, dan kelas IX
. Pada saat memasuki isi atau inti dari kegiatan belajar mengajar dalam memberikan
penjelasan, dan membimbing siswa-siswi, guru lebih sering menggunakan bahasa
Jawa. Daripada bahasa Indonesia. Percakapan di luar jam pelajaran juga belum
menunjukkan bahwa pada jenjang SMP/MTs penggunaan bahasa indonsia yang baik.
(b)Pada jenjang SMA/MA/SMK yang terletak di daerah perkotaan guru menggunakan
bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan dengan baik.hal
ini dibuktikan dengan beberapa guru sebagai sampel, di SMA Negeri 2 Nganjuk yang
merupakan sekolah besar di kabupaten Nganjuk dan terletak di daerah perkotaan, guru
menggunakan bahasa Indonesia dengan baik meskipun bukan pada mata pelajaran
bahasa Indonesia dengan baik dalam pembelajaran, bapak Edi Wicaksono, S.Pd
sebagai guru kesenian sebagai nara sumber wawancara peneliti.
(c) Pada sekolah yang terletak di pegunungan guru menggunakan bahasa Indonesia
sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan secara kondisional. Karena
banyaknya peserta didik yang tinggal di daerah pegunungan atau pelosok di kabupaten
Nganjuk, bahasa Indonesia tetap digunakan dengan baik dan benar, namun tetap
kondisional sesuai dengan situasi dan kondisi, dalam hal ini guru harus berperan lebih
aktif guna mencapai tujuan pembelajaran dengan menggunakan bahasa Indonesia
dalam pembelajaran dengan baik, benar, dan lancar.
2.Efektivitas Penggunaan Bahasa Indonesia pada Pembelajaran di Sekolah
Sehubungan dengan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam dunia
pendidikan pada guru SMP/MTs dan SMA/MA/SMK di Kabupaten Nganjuk dipengaruhi
oleh letak geografis sekolah. Intensitas berbicara menggunakan bahasa Indonesia, baik
dari segi lafal, EYD maupun kosakatanya sangat berpengaruh bagi pelestarian bahasa
Indonesia sebagai bahasa nasional. Apabila penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa
pengantar dalam proses belajar mengajar menjadi berkurang, hal itu dapat disiasati
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper ke-2 2016
“Pengintegrasian Nilai Karakter dalam Pembelajaran Kreatif
di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”
dengan lebih mengefektifkan proses pembelajaran bahasa Indonesia dalam mata
pelajaran Bahasa Indonesia.
Pembelajaran harusnya lebih banyak diarahkan kepada hal-hal yang bersifat terapan
praktis bukan hal-hal yang bersifat teoretis. Sehingga siswa lebih banyak dikondisikan
pada pemakaian bahasa yang aplikatif tetapi sesuai dengan aturan bahasa Indonesia
secara baik dan benar. Hal-hal teoretis tetap disampaikan tetapi porsinya tidak begitu
besar. Dengan pengondisian seperti itu, siswa menjadi terbiasa mempergunakan bahasa
Indonesia secara baik dan benar sesuai kaidah-kaidah kebahasaan.
Eefektivitas penggunaan bahasa Indonesia pada pembelajaran di sekolah dipengarhi
oleh letak geografis atau perbedaan wilayah. Pada sekolah baik jenjang SMP/MTs
maupun SMA/MA/SMK. Sekolah yang letaknya di daerah perkotaan cenderung
menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan sering dalam kelas saat proses
pembelajaran atau pun pada jam istirahat dan jam-jam santai lainnya.
Baik pendidikan formal maupun informal diusahakan menggunakan bahasa
Indonesia sebagai pengantar di setiap materi maupun proses belajar mengajar. Karena
siswa akan belajar dari seorang guru yang mengajarnya. Guru “digugu dan ditiru”, jadi
tidak salah jika siswa meniru atau mengikuti apa yang disampaikan dan dilakukan
gurunya. Bahasa Indonesia sebagai alat pengembangan ilmu pengetahuan melalui
pendidikan yang berperan sebagai bahasa pengantar. Misalnya dalam penulisan dan
penerjemahan buku-buku teks serta penyajian pelajaran dengan menggunakan bahasa
Indonesia. Dengan demikian, masyarakat Indonesia tidak lagi bergantung sepenuhnya
kepada bahasa-bahasa asing dalam usaha mengikuti perkembangan dan penerapan
IPTEK. Dan bahasa Indonesia siap mendunia seiring berkembangnya zaman karena
bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa yang mudah dipelajari oleh semua orang
dari berbagai negara.
Bahasa Indonesia dapat menumbuhkan karakter cinta tanah air dan kebanggan
terhadap budaya tanah air. Efektivitas penggunaan bahasa dalam dunia pendidikan terus
dikembangkan bukan hanya pada batasan pengantar, namun lebih dari itu, bahasa
Indonesia sebagai kebanggaan bangsa.
KESIMPULAN
Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi negara Indonesia dan juga merupakan bahasa
persatuan yang memersatukan bangsa Indonesia yang berbeda-beda bahasanya, budaya,
serta daerahnya. Sedangkan pendidikan berarti usaha sadar untuk menyiapkan peserta
didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa
mendatang. Bahasa Indonesia dan pendidikan mempunyai hubungan yang erat untuk
memajukan bangsa Indonesia di masa mendatang serta untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan.
Bahasa Indonesia berperan sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan.
, meskipun belum semua seklah menerapkan fungsi dari bahasa Indonesia sebagai bahasa
pengantar dalam dunia pendidikan, namun itu hanya pengaruh letak gegrafis, lingkungan,
dan aktifitas keseharian siswa. Efektivitas penggunaan bahasa Indonesia terus
ditingkatkan. Dengan cara lebih mengefektifkan proses pembelajaran bahasa Indonesia
dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang lebih banyak diarahkan kepada hal-hal yang
bersifat terapan praktis bukan hal-hal yang bersifat teoretis. Dengan pengkondisian
seperti itu, siswa menjadi terbiasa mempergunakan bahasa Indonesia secara baik dan
benar sesuai kaidah-kaidah kebahasaan. Serta mennginvasikan pla pikir guru sebagai
pengajar agar siswa-siswinya ditanamkan mtivasi diri untuk cinta tanah air dengan
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper ke-2 2016
“Pengintegrasian Nilai Karakter dalam Pembelajaran Kreatif
di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”
DAFTAR PUSTAKA
Amin, Mujid Fahrihul. 2009.: http://staff.undip.ac.id/sastra/mujid/2009/02/26/bahasaindonesia-bahasa-pengantar-dunia-pendidikan/ diakses pada 30 April 2016.
Nuha, Ihda Afifatun. 2015. http://ihdanuha.blogspot.co.id/2015/08/bahasa-indonesiadalam-dunia-pendidikan.html. diakses pada 30 April 2016.
Lexy J. Meolong.2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosda
Karya.
Pamungkas,Sri.2012.Bahasa Indonesia dalam Berbagai Prespektif.Yogyakarta: CV.
ANDI OFFSET.
Raisa, Muhammad. 2013.http://muhammadroisalfaqih.blogspot.co.id/2013/03/makalahfungsi-bahasa-indonesia-dalam_29.html diakses pada 30 April 2016.
Download