BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Internet

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Teori Umum
2.1.1 Pengertian Internet
Menurut Turban (2005, p50), internet adalah sistem jaringan komputer
dari banyak jaringan yang meliputi seluruh dunia. Internet bersifat publik,
kooperatif, dan mandiri yang menfasilitasi akses ke ratusan atau jutaan manusia
seluruh dunia.
2.1.1.1 Sejarah Internet
Sejarah internet dimulai pada tahun 1969 ketika Departemen
Pertahanan Amerika, U.S. DARPA ( Defense Advanced Research Project
Agency ) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana
caranya menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk
jaringan. Riset ini dikenal dengan nama ARPANET pada tahun 1970.
Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program
email yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET.
Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin,
menciptakan newsgroup pertama yang diberi nama USENET. Tahun
1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan
telepon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelepon sambil
berhubungan dengan video link.
8
9
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari
semakin banyak, maka pada tahun 1982 dibentuk TCP ( Transmission
Control Protocol ) dan IP ( Internet Protocol ) yang kita kenal semua.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka
pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal
dengan DNS ( Domain Name Sistem ).
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan
sekaligus memperkenalkan IRC ( Internet Relay Chat ).
Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim
Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa
menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainya.
Pada tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000
alamat halaman, dan untuk pertama kalinya Virtual-Shopping atau email
muncul di internet.
2.1.2 World Wide Web ( WWW )
Menurut Turban (2005, p50), World Wide Web adalah aplikasi yang
digunakan dalam internet yang berfungsi sebagai transportasi data yang diterima
sebagai standar untuk menyimpan, menerima, merubah, dan menampilkan
informasi melalui client-server architecture. Informasi yang dikirimkan dapat
berupa teks, suara, animasi, dan gambar yang dapat diakses melalui sebuah
software yang disebut browser ; seperti mozilla firefox, internet explorer, opera.
10
2.1.3 Analisis dan Perancangan Sistem
2.1.3.1 Pengertian Analisis
Menurut Laudon (2007, p128), analisis sistem adalah memeriksa
masalah yang ada yang akan diselesaikan oleh perusahaan dengan
menggunakan sistem informasi. Analisis sistem mencakup beberapa
langkah yang harus dilakukan, yaitu :
1. Menentukan masalah.
2. Mengidentifikasi penyebab dari masalah tersebut.
3. Menentukan pemecahan masalahnya.
4. Mengidentifikasi kebutuhan informasi yang dibutuhkan untuk
memecahkan masalah tersebut.
2.1.3.2 Pengertian Perancangan
Menurut Lonnie D.Bentley dan Jeffrey L. Whitten (2007, p160),
perancangan sistem adalah suatu teknik menggabungkan kembali bagianbagian informasi yang telah dipisahkan oleh analisis sistem.
11
2.1.4 Interaksi Manusia dan Komputer ( IMK )
Menurut Shneiderman (2011, p88), IMK adalah ilmu yang mempelajari
bagaimana berinteraksi antara manusia dengan seperangkat komputer dan
pengaruh komputer dalam pengembanganya untuk berinteraksi dengan manusia.
Interaksi manusia dengan komputer memiliki 8 aturan emas diantaranya :
1. Berusaha konsisten.
Konsistensi dilakukan pada urutan tindakan, perintah.
2. Menyediakan kebutuhan Universal.
Penyesuaian perbedaan kebutuhan dari berbagai user.
3. Memberikan umpan balik informatif.
Setiap tindakan user, sebaiknya sistem umpan balik yang sederhana.
4. Merancang dialog yang memberikan penutupan.
Urutan tindakan sebaiknya diorganisir dalam suatu kelompok dari
bagian awal, tengah, sampai akhir.
5. Memberikan pencengahan dan penanganan kesalahan yang sederhana.
Sistem yang dirancang agar pengguna tidak melakukan fatal. Jika
kesalahan terjadi, sistem memberikan mekanisme yang sederahana.
6. Mudah untuk kembali ke tindakan sebelumnya.
Hal ini dapat mengurangi kekhawatiran pengguna karena mengetahui
kesalahan yang dilakukan dapat dibatalkan.
7. Mendukung pusat kendali internal
User adalah pengontrol sistem dan sistem akan merespon tindakan.
8. Mengurangi beban ingatan jangka pendek
Interface sebaiknya dibuat dengan tampilan yang sederhana.
12
2.1.5 Website
Menurut Mooduto dan Hidayat (2009, p2) website adalah keseluruhan
halaman-halaman web yang terdapat dalam sebuah domain yang mengandung
informasi. Hubungan antara satu halaman web dengan halaman web lainnya
disebut hyperlink. Sedangkan teks yang dijadikan media penghubung disebut
hypertext.
Menurut Mooduto dan Hidayat (2009, p3) jenis-jenis web berdasarkan
sifatnya yaitu :
Website dinamis, sebuah website yang menyediakan konten atau isi
yang selalu berubah-ubah setiap saat.
Website statis, website yang kontennya sangat jarang diubah.
Jenis website berdasarkan bahasa pemrograman yang digunakan :
Server side, merupakan sebuah website yang menggunakan bahasa
pemrograman yang tergantung kepada server yang tersedia. Contoh,
PHP, ASP dan lain sebagainya.
Client side, website yang tidak membutuhkan server dalam
menjalankannya. Cukup diakses melalui browser saja. Contohnya
seperti HTML.
13
2.1.6 Basis Data
Menurut Connolly (2010, p15) basis data adalah sekumpulan data yang
terhubung satu sama lain secara logika dan suatu deskripsi data yang dirancang
untuk memenuhi kebutuhan informasi suatu organisasi. Keuntungan basis data
yaitu:
• Kemampuan menggunakan data yang sama dibanyak aplikasi.
• Penyimpanan data dalam format yang fleksibel.
• Teknologi basis data yang menggunakannya dapat ditingkatkan.
• Mengurangi redudansi data.
2.1.7 Unfied Modeling Languange ( UML )
The Unified Modeling language (UML) adalah sebuah bahasa visual
yang menyediakan sebuah cara untuk orang yang menganalisa dan mendesain
Object-oriented sistem untuk divisualisasikan dan dibangun untuk memodelkan
organisasi bisnis yang menggunakan sistem (Bennett, 2005, p28). UML terdiri
dari berbagai tipe diagram, antara lain:
A. Use Case Diagram
Menurut Bennett (2005, p20), Use Case Diagram menunjukan use
cases dan actors serta asosiasi diantara mereka.
Ada dua alat utama yang digunakan saat menyajikan use case.
Pertama adalah use case diagram menggambarkan sistem sebagai
sebuah kumpulan use case, pelaku, dan hubungan keduanya.
14
Kedua adalah menjelaskan lingkup kejadian bisnis dan bagaimana
pengguna dapat berinteraksi dengan sistem digambarkan, ini dinamakan
use case narrative.
Gambar 2.1 Use Case Diagram
B. Class Diagram
Menurut Bennett (2005, p44) Class Diagram digunakan sepanjang
proses development. Class Diagram menunjukkan struktur statik yang
menyusun sebuah sistem. Struktur statik kelas termasuk kelas
kepentingan mereka sendiri dan fitur dari kelas tersebut yaitu attribute
dan operations serta relasi diantara mereka.
Notasi hubungan antar kelas terbagi atas:
1. Exactly 1 (1 atau biarkan kosong)
2. Zero atau 1 (0..1)
3. Zero or more (0..* atau *)
4. 1 or more (1..*)
5. Specific range (?..?)
15
Gambar 2.2 Class Diagram
Dua komponen penting lainnya adalah dalam membuat dan menamai
suatu class diagram sebelah kiri object dan sebelah kanan nama class.
C. Activity Diagram
(Bennett, 2005, p234), Sebagai sebuah alat analisis acticity diagram
dapat mendeskripsikan proses bisnis dalam detail level yang bervariasi.
State dari acticity diagram digambarkan dengan kotak berakhiran
bundar yang berisi deskripsi dari aktivitas yang ada. Transisi lengkap
digambarkan dengan anak panah. Belah ketupat (diamond) yang
mempunyai banyak anak panah sebagai petunjuk akhir.
Gambar 2.3 Activity Diagram
16
Notasi Activity Diagram:
1) Activities
Sebuah alur proses.
2) Actions
Sebuah unit kerja yang harus diselesaikan.
3) Activity Initial, Activity Final Node
Point masuk pada aliran didalam sebuah activity.
4) Activity Edges
Mengindikasikan pergerakan diantara actions dan objects.
5) Decision Nodes
Sebuah point dalam sebuah alur proses dimana sebuah action
dapat pergi ke arah alternatif, tergantung dari sebuah kondisi.
6) Activity Partitions
Mengindikasikan dimana sebuah action berjalan.
D. Sequence Diagram
(Bennett, 2005, p246) Sequence diagram digambarkan sebagai
interaksi dari 2 grafik dimensional. Dimensi vertikal merupakan sumbu
waktu, yang berjalan main kebawah. Dimensi horizontal menggambarkan
peranan classifier yang menampilkan objek individual didalam
kolaborasi. Tiap peranan classifier digambarkan dengan kolom vertikal
sebagai lifeline.
17
Gambar 2.4 Sequence Diagram
Notasi actor yang digunakan dalam sequence diagram:
1.
Actor berupa aktor yang memulai pada usecase.
2.
Sistem berupa kotak yang menunjukkan sistem sedang berjalan.
3.
Lifelines berupa garis putus-putus menurun dari simbol aktor dan
sistem.
4.
Activation bars berupa balok yang terletak diatas lifeline,
menunjukan periode waktu ketika terdapat interaksi secara aktif.
5.
Input message berupa anak panah mendatar dari aktor ke sistem
yang menunjukan pesan masuk.
6.
Output message berupa anak panah mendatar dengan garis putusputus dari sistem ke aktor yang menunjukan pesan keluar.
7.
Receive aktor berupa aktor lain yang menerima pesan dari sistem.
8.
Frame berupa kotak yang menambahkan pesan terpisah untuk
menunjukan perulangan, alternatif atau pilihan.
18
2.1.8 Model Process Software
Menurut Pressmann (2010, p78), Model sekuensial Linear yang terkenal
dengan nama “Waterfall Model”.
Gambar 2.5 Waterfall Model
Model ini melingkupi aktivitas-aktivitas sebagai berikut:
1. Komunikasi
Tahapan apa saja yang dibutuhkan dalam membut aplikasi ini.
2. Planning
Tahapan memperkirakan berapa lama waktu pengerjaan suatu project
dan memberi batasan waktu untuk setiap langkah-langkah.
3. Modelling
Tahapan mendesain prototype yang akan di buat serta apa saja yang
akan dibutuhkan.
4. Construction
Tahapan membuat aplikasi yang akan dibuat.
5. Deployment
Perangkat lunak
harus disesuaikan
untuk mengakomodasikan
perubahan-perubahan didalam lingkungan eksternalnya.
19
2.1.9 Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Connolly (2010, p354) ERD adalah penggambaran dari sebuah
kebutuhan penyimpan data dengan cara kerja dari suatu perusahaan. ERD
digunakan untuk mengidentifikasi data yang disimpan, diolah dan diubah untuk
mendukung aktifitas bisnis suatu organisasi.
Gambar 2.6 Entity Relationship Diagram (ERD)
20
2.2 Teori Khusus
2.2.1 PHP
Menurut Agus Saputra (2011, p1) kepanjangan PHP Hypertext
Preprocessor merupakan suatu bahasa pemorgraman yang difungsikan untuk
membangun suatu web dinamis. PHP menyatu dengan kode HTML. HTML
difungsikan sebagai pembangun kerangka layout web, sedangkan PHP
difungsikan sebagai prosesnya sehingga, web jadi sangat mudah di Maintance.
PHP berjalan pada sisi server sehingga PHP disebut juga sebagai bahasa
Server Side Scripting, artinya bahwa dalam setiap/untuk menjalankan PHP,
wajib adanya web server.
2.2.1.1 Keunggulan PHP
Ada beberapa alasan yang menjadi dasar pertimbangan mengapa
menggunakan PHP.
1. Mudah di pelajari.
2. Mampu lintas Platform.
3. Free, Bersifat open source.
4. PHP memiliki tingkat akses yang cepat.
5. PHP mendukung beberapa database, baik yang gratis
maupun yang berbayar, seperti MySQL.
21
2.2.2 E-learning
Pembelajaran elektronik atau E-Learning telah dimulai pada tahun 1970an. E-Learning adalah tipe pembelajaran dimana pembelajaran tersebut
menggunakan media elektronik (Husna dan Wahyuni, 2008).
Sebenarnya E-Learning tidak harus didistribusikan secara online baik
melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara offline menggunakan
media CD/DVD pun termasuk pola E-Learning.
Adapun beberapa keuntungan menggunakan E-Learning :
1. Hemat Biaya dan Waktu
Biaya disini bisa hitung mulai dari tranportasi serta ditambah biaya belajar.
Begitu juga waktu, mulai dari perjalanan untuk menempuh lokasi belajar.
2. Tidak terbatas Ruang dan Waktu
E-learning menghapus ruang dan waktu, biasanya siswa untuk belajar harus
harus ada bangunan fisik tempat meraka belajar dan diatur pada waktu tertentu.
3. Standardisasi Materi
Dengan E-Learning standaridisasi materi sudah jelas, bahkan murid bisa
mendapatkan materi secara update.
4. Otomastisasi administrasi
E-Learning yang bagus, semua serba teratur dan terarah.
22
2.2.3 Proses Belajar Mengajar
Belajar pada hakikatnya merupakan kegiatan yang dilakukan secara
sadar untuk menghasilkan suatu perubahan, menyangkut pengetahuan,
sikap, dan nilai – nilai. Menurut Hamzah (2009, p 54).
Menurut Hamzah (2009, p 54) sesuai dengan 4 pilar UNESCO bahwa
dalam proses pembelajaran diperlukan :
a. Learning to know : Peserta didik dapat memahami bagaimana
suatu pengetahuan dapat diperoleh dalam lingkungannya.
b. Learning to do : Peserta didik menghayati proses dengan
melakukan sesuatu yang bermakna.
c. Learning to be : Proses pembelajaran yang memungkinan lahirnya
manusia terdidik yang mandiri.
d. Learning to life together : Pendekatan menemukan dan pendekatan
menyelidik akan peserta menemukan kebahagiaan dalam belajar.
2.2.4 MySQL
Menurut Welling dan Thompson (2008, p3-4) MySQL berarti sebuah
sistem manajemen hubungan antar basis data yang sangat cepat dan sempurna.
MySQL merupakan alat bantu untuk manipulasi basis data, sehingga basis data
dapat dengan mudah diisi, diambil, disusun, dan diubah datanya.
23
Beberapa kelebihan MySQL, dibandingkan dengan sistem basis data
sejenis seperti Microsoft SQL Server, Oracle.
•
Kemampuan tinggi.
•
Tidak membutuhkan biaya untuk mendapatkan MySQL.
•
Mudah untuk konfigurasi dan dipelajari.
•
Dapat dijalankan pada beberapa sistem operasi seperti sistem Unix
dan Microsoft Windows.
2.2.5 Code Igniter
Menurut supono (2010), CodeIgniter adalah aplikasi open source yang
berupa framework dengan model MVC untuk membangun website dinamis
dengan menggunakan PHP.
Framework adalah kumpulan dari fungsi dan class untuk tujuan tertentu
yang mempermudah dan mempercepat pekerjaan seorang programmer.
Ada beberapa alasan mengapa menggunakan framework :
1. Mempercepat dan mempermudah pembangunan sebuah aplikasi web.
2. Relatif memudahkan dalam proses maintenance.
3. framework menyediakan fasilitas-fasilitas yang umum dipakai.
4. Lebih bebas dalam pengembangan dibanding CMS
24
Ada beberapa kelebihan CodeIgniter :
1.
Performa sangat cepat. karena eksekusinya yang lebih
lambat daripada CodeIgniter.
2.
Konfigurasi sangat minim. melakukan konfigurasi dengan
mengubah beberapa file konfigurasi seperti database.php, namun anda
hanya perlu merubah sedikit saja file pada folder config.
3.
Banyak
komunitas.
Dengan
banyaknya
komunitas
CodeIgniter ini, memudahkan kita untuk beriteraksi dengan yang lain.
4.
Dokumentasi yang sangat lengkap. Setiap paket instalasi
CodeIgniter sudah disertai user guide yang sangat bagus dan lengkap.
2.2.6 Model View Controller (MVC)
MVC merupakan sebuah design partner yang saat ini banyak
diimplementasikan pada pembuatan aplikasi berbasis web.
Gambar 2.7 Model View Controller
25
Pada MVC terdapat 3 komponen utama, yaitu:
1) Model
Menurut Freeman dan Sanderson (2011, p64), Model merupakan
representasi dari data-data yang digunakan didalam aplikasi.
2) View
Menurut Freeman dan Sanderson (2011, p64), View yang berguna
untuk menampilkan sebagian dari model ke pengguna website.
3) Controller
Menurut Freeman dan Sanderson (2011, p64), Controller untuk
memproses request dari pengguna web, melakukan operasi pada
model, dan memilih view mana yang akan ditampilkan ke pengguna
website.
Download