penggunaan multimedia dalam meningkatkan motivasi belajar

advertisement
PENGGUNAAN MULTIMEDIA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AQIDAH KELAS X TKJ
SMK MUHAMMADIYAH 3 SURAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
NASKAH ARTIKEL PUBLIKASI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat-Syarat guna Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.) pada Fakultas Agama Islam Program
Studi Pendidikn Agama Islam (Tarbiyah)
Oleh:
JURIAH
NIM : G 000 100 119
NIRM: 10/X/02.2.1./T/4433
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014
Surat Pernyataan Artikel Publikasi Ilmiah
Yang bertanda tangan di bawah ini Pembimbing Skripsi/Tugas Akhir:
Nama
: Drs. Zaenal Abidin, M.Pd.
Sebagai
: Pembimbing I
Nama
: Drs. Abdullah Mahmud, M.Ag.
Sebagai
: Pembimbing II
Telah membaca dan mencermati Naskah Artikel Publikasi Ilmiah yang
merupakan ringkasan Skripsi (Tugas Akhir) dari mahasiswa:
Nama
: Juriah
NIM
: G000100119
Program Studi
: Tarbiyah
Judul Skripsi
: Penggunaan Multimedia Dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Aqidah Kelas X TKJ
SMK Muhammadiyah 3 Surakarta
Naskah artikel tersebut, layak dan dapat disetujui untuk dipublikasikan.
Demikian persetujuan ini dibuat, semoga dapat dipergunakan seperlunya.
Surakarta, 7 Juli 2014
Pembimbing I,
Drs. Zaenal Abidin, M.Pd.
Pembimbing II,
Drs. Abdullah Mahmud, M.Ag.
SURAT PERNYATAAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH
Yang bertanda tangan dibawah ini, saya
Nama
: Juriah
NIM/NIRM
: G.000100119/ 10/X/02.2.1/T/4433
Fakultas
: Agama Islam
Program Studi
: Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah)
Jenis
: Skripsi
Judul
:
PENGGUNAN MULTIMEDIA DALAM MENINGKATKAN
MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN
AQIDAH KELAS X TKJ SMK MUHAMMADIYAH 3
SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Dengan ini menyatakan bahwa saya menyetujui untuk
1. Memberikan hak bebas royalti kepada Perpustakaan UMS atas
penulisan karya ilmiah saya, demi pengembangan ilmu pengetahuan.
2. Memberikan hak menyimpan, mengalih mediakan/mengalih formatkan,
mengelola
dalam
bentuk
pangkalan
data
(database),
mendistribusikannya, serta menampilkan dalam bentuk softcopy untuk
kepentingan akademis kepada Perpustakaan UMS, tanpa perlu meminta
ijin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai
penulis/pencipta.
3. Bersedia dan menjamin untuk menanggung secara pribadi tanpa
melibatkan pihak Perpustakaan UMS, dari semua bentuk tuntutan
hukum yang timbul atas pelanggaran hak cipta dalam karya ilmiah ini.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan semoga dapat
digunakan sebagaimana mestinya.
Surakarta, 7 Juli 2014
Yang menyatakan
(Juriah)
G.000100119
ABSTRAK
PENGGUNAAN MULTIMEDIA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AQIDAH KELAS X TKJ
SMK MUHAMMADIYAH 3 SURAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Kemajuan teknologi yang begitu pesat telah memberikan pengaruh yang
sangat besar terhadap perkembangan sistem pendidikan pada saat ini. Hal ini
dapat terlihat bahwa dengan mulai banyak digunakan media pembelajaran
berbasis teknologi di dalam proses pembelajaran, salah satunya berupa
multimedia berbasis komputer. Dengan menggunakan media pembelajaran seperti
ini, memungkinkan guru dapat menyampaikan materi pelajaran dalam bentuk
yang lebih interaktif dan variatif kepada para siswa.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah bagaimana
penggunaan multimedia dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata
pelajaran aqidah kelas X Teknik Komputer Jaringan di SMK Muhammadiyah 3
Surkarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan menggunakan metode observasi, metode wawancara, dan metode
dokumentasi. Sedangkan dalam menganalisis hasil penelitian ini, digunakan
analisis deskriptif kualitatif yang terdiri dari tiga bagian yaitu pengumpulan data
sekaligus reduksi data, penyajian data, kesimpulan atau verifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa
penggunaan multimedia di SMK Muhammadiyah 3 Surakarta telah membantu
guru dalam usaha untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar.
Untuk mencapai hal tersebut guru mengadakan variasi pada metode pembelajaran,
yaitu dengan menggunakan metode active learning, dan menggunakan
multimedia dalam proses pembelajaran. Cara pengajaran seperti ini dapat melatih
peserta didik untuk lebih aktif lagi dalam belajar, serta mampu membangkitkan
hasrat mereka dalam belajar. Sehingga dengan upaya tersebut peserta didik dapat
mencapai hasil belajar secara lebih maksimal.
Dengan menggunakan multimedia peserta didik dapat menerima
pembelajaran dalam bentuk yang lebih nyata dan lebih konkrit, yaitu melalui
materi pembelajaran dengan menggunakan LCD berupa tampilan power point.
Penggunaan multimedia secara tepat yang didukung dengan peran aktif guru
dalam proses pembelajaran mampu menjadikan peserta didik lebih aktif di dalam
kelas. Selain itu materi yang telah divisualisasikan dengan menggunakan
multimedia mampu menarik perhatian peserta didik dalam belajar, sehingga
mereka menjadi lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran, serta dapat
meningkatkan motivasi mereka dalam belajar.
Kata Kunci: Multimedia, Motivasi Belajar dan PAI
menyampaikan materi pelajaran di
PENDAHULUAN
Perkembangan
ilmu
dalam KBM (Kegiatan Belajar
pengetahuan yang begitu pesat
Mengajar).
seperti saat ini telah memicu
Media pembelajaran adalah
tumbuhnya revolusi yang besar
adalah alat atau bentuk stimulus yang
pada
berfungsi
kemajuan
dunia.
Salah
untuk
pembelajara1.
satunya ditandai dengan begitu
pesan
banyaknya
pembelajaran
penemuan
yang
menyampaikan
dalam
hal
merupakan
bentuk teknologi. Berbagai media
pembelajaran, karena berhubungan
pembelajaran
mulai
langsung dengan pemberian materi
diterapkan di dalam sekolah, salah
pelajaran dalam rangka efektifitas
satunya ialah multimedia berbasis
dan
komputer. Teknologi pendidikan
pembelajaran yang digunakan harus
berupa multimedia ini merupakan
memenuhi persyaratan tertentu, baik
salah satu media pembelajaran,
itu
yang dapat dimanfaatkan oleh guru
persyaratan
untuk
jalannya
dalam standar ini perlu ditetapkan
proses pendidikan. Dengan segala
karena alat peraga atau media. Media
kemudahan
pembelajaran yang dapat digunakan
mempermudah
membuat
yang
media
dimiliki,
pembelajaran
efisiensi
proses
pengajaran.
edukatif,
dalam
dari
ini
diciptakan oleh manusia dalam
sudah
bagian
Media
teknis,
lainnya.
proses
belajar
Media
maupun
Persyaratan
mengajar
tersebut menjadi salah satu media
1
Ruswan, Belajar dan Pembelajaran
Berbasis Komputer (Bandung: Alfa Beta,
2012), hlm.143.
yang dipilih oleh guru untuk
1
banyak sekali, begitu juga dalam
dengan
pembelajaran
pembelajaran.
Aqidah
juga
bisa
orientasi
dan
tujuan
menggunakan media pembelajaran.
Ada
Media yang dimanfaatkan dalam
berkenaan
pembelajaran Aqidah, antara lain:
teknologi
komputer,
media pembelajaran. Diantaranya
LCD
proyokter,
dan
beberapa
dengan
alasan
pemilihan
pendidikan
sebagainya. Media-media tersebut
pelajaran
mempunyai karakteristik tersendiri,
perhatian siswa, bahan pelajaran
sehingga dapat memudahkan dalam
akan lebih mudah dipahami oleh
mempelajari mata pelajaran Aqidah.
siswa, metode pebelajaran akan
Salah satu alternatife yang bisa
lebih bervariasi, dan siswa akan
dilakukan
menumbuhkan
lebih banyak melakukan kegiatan
minat atau motivasi belajar siswa
belajar. Bahkan penggunaan media
pada materi Aqidah yaitu dengan
akan mempertinggi kualitas proses
penggunaan multimedia.
dan
dalam
Pembelajaran
lebih
hasil
menarik
pembelajaran.
sekolah
Multimedia merupakan salah satu
banyak yang dibuat, baik atas insiatif
teknologi pendidikan yang dapat
guru atau juga hasil karya siswa. alat
menghadirkan
penghubung dalam proses interaksi
materi pelajaran2.
belajar
meningkatkan
di
akan
sebagai
mengajar
efektifitas
untuk
Dengan
visualisasi
demikian,
dari
maka
hasil
pembelajaran yang menggunakan
belajar, maka harus di sesuaikan
multimedia akan sangat membantu,
2
Sudjana Nana dkk, Media
Pengajaran (Bandung: Sinar Baru Algen
Sindo, 2001), hlm. 2.
2
tidak
hanya
dalam
datang dari luar diri seseorang yang
menyampaikan materi tetapi juga
tidak berkaitan dengan tugas yang
siswa sebagai subjek pembelajaran,
dilakukannya.3.
sehingga
guru
tujuan
pembelajaran
Penggunaan
Multimedia
dapat tercapai secara maksimal.
dalam
Penggunaan
motivasi belajar siswa, mendorong
multimedia
memberikan peranan yang penting
penulis
dalam
penelitian
hal
menimbulkan
rasa
upaya
meningkatkan
untuk
mengadakan
yang
berbasis
senang kepada siswa selama proses
multimedia,
pembelajaran berlangsung. Hal ini
pembelajaran yang menggunakan
berarti bahwa media pembelajaran
teknologi perpaduan antara visual,
tersebut
audio dan audio visual. Sebab
mampu
menumbuhkan
yaitu
motivasi pada diri siswa, sehingga
teknologi
tujuan pembelajaran dapat tercapai
sebagai sesuatu yang harus dimiliki
dengan maksimal.
di era globalisasi pada saat ini.
Motivasi
gejala
merupakan
psikologi
yang
Penulis
terbagi
ini
sudah
bentuk
memilih
Muhammadiyah
dianggap
lokasi
3
SMK
Surakarta,
menjadi dua bentuk yaitu: motivasi
karena fasilitas yang ada memadai
intrinsik adalah dorongan yang
untuk
berasal dari dalam diri sendiri atau
pembelajaran berbasis multimedia.
menyatu
Alat penunjang yang terdapat di
dengan
dilakukannya
dan
tugas
ang
mengembangkan
motivasi
3
Rintyastini, Bimbingan Konseling SMP
(Surabaya: Erlangga, 2008), hlm. 85.
ekstrinsik adalah dorongan yang
3
SMK Muhammadiyah 3 surakarta
pengembangan
di
media
antaranya:
seperangkat
dan
pemanfaatan
pembelajaran.
Sedangkan
computer, LCD atau proyektor, dan
Secara praktis; menjadi alternatif
sound sistem.
referensi bagi peneliti berikutnya
Adapun
dalam
rumusan
penelitian
ini
tentang kemungkinan dilakukannya
masalah
penelitian yang serupa serta dapat
adalah
memberikan masukan dan saran
Bagaimana penggunaan multimedia
untuk mengembangkan pembelajaran
dalam meningkatkan motivasi belajar
yang menarik bagi guru.
siswa mata pelajaran Akidah kelas X
TKJ
di SMK
Surakarta?
penelitian
Sedangkan
ini
adalah
mendeskripsikan
multimedia
Beberapa
Muhammadiyah 3
penulis angkat antara lain:
untuk
1. Arifin, dalam skripsinya yang
berjudul Penerapan Multimedia
meningkatkan
VCD pada pembelajaran Shalat
motivasi belajar siswa mata pelajaran
di Kelas II B SD Muhammadiyah
Akidah kelas X Teknik Jaringan
Ambarbinangun Bantul. Penulis
Komputer di SMK Muhammadiyah
skripsi
3 Surakarta.
Manfaat
Penelitian
berikut:
Secara
keilmuan
multimedia
pembelajaran
meningkatkan
teoritik;
bahwa
pada
mampu
kualitas
proses
pembelajaran dan hasil belajar
dapat menambah khasanah keilmuan,
khususnya
menyimpulkan
penerapan
yang
diharapkan dari penelitian ini adalah
sebagai
yang
berhubungan dengan masalah yang
tujuan
penggunaan
dalam
penelitian
peserta didik. Multimedia VCD
dalam
4
terbukti
guru
mampu
memudahkan
alat bantu yang baik untuk
dalam
menyampaikan
mengajarkan Sirah Nabawiyah.
dan
meningkatkan
Di samping itu, multimedia juga
materi
perhatian peserta didik.4
terbukti
2. Jundan, dalam skripsinya yang
Madrasah
Multimedia dalam pembelajaran3.
Nabawiyah
Aliyah
bagi
Program
Takhassus Ma’had Isy Karima.5
berjudul Efektfitas Penggunaan
Sirah
bermanfaat
3. Amrullah Muhammad, dalam
(Studi
Skripsinya
yang
Eksperimen di Madrasah Aliyah
Efektifitas
Multimedia
Proogram Takhasus Ma’had Isy
Pembelajaran Bahasa Arab di
Karima Gerdu Karangpandan
SDIT Taruna Robbani Kelas III
Kabupaten Karanganyar Tahun
dan
Pelajaran
Karanganyar Tahun 2009/2010,
2007/2008),
menyimpulkan
bahwa
IV,
menyimpulkan
berjudul
Dalam
Tawangmangu,
bahwa
tingkat
penggunaan Multimedia dalam
efektifitas metode pembelajaran
Pembelajaran Sirah Nabawiyah
dengan
ini sangat membantu tercapainya
multimedia
proses
Sirah
dibandingkan
Nabawiyah secara lebih efektif,
pembelajaran
dalam
pembelajaran
pembuktian
menggunakan
lebih
dengan
tinggi
metode
tanpa
bahwa
5
Jundan,
Efektfitas
Penggunaan
Multimedia dalam Pembelajaran Sirah
Nabawiyah Studi Eksperimen di Madrasah
Aliyah Proogram Takhasus Ma’had Isy
Karima Gerdu Karangpandan Kabupaten
Karanganyar Tahun Pelajaran 2007/2008
(Surakarta: UMS,2008), unpublished.
multimedia merupakan salah satu
4
Arifin, Penerapan Multimedia VCD
pada pembelajaran Shalat di Kelas II B SD
Muhammadiyah Ambarbinangun Bantul
(Surakarta: UMS, 2010), unpublished
5
menggunakan multimedia yang
mengembangkan
ditunjukan oleh nilai rata-rata
pengertian8.
hasil pembelajaran menggunakan
multimedia
lebih
tinggi
ide
dan
penggunaan
multimedia
dalam
pembelajaran
menjadi
sangat
dibandingkan dengan nilai rata-
penting
rata hasil pembelajaran tanpa
keuntungan, yang secara ringkas
menggunakan multimedia.6
adalah:
Media berasal dari bahasa
mengingat
a. Pembelajaran
berbagai
menjadi
lebih
latin dan merupakan bentuk jamak
menarik sehingga meningkatkan
dari kata medium secara harfiah
motivasi
berarti perantara atau pengantar”.
peserta didik.
Media
adalah
perantara
atau
belajar dan perhatian
b. Meningkatkan
daya
ingat
pengantar pesan dari pengirim ke
sehingga
penerima pesan7. Pada hakekatnya
pemahamn peserta didik terhadap
proses
materi yang di sampaikan.
belajar
komunikasi
guru
adalah
proses
dan
peserta
c. Meningkatkan
didiknya untuk bertukar pikiran
memudahkan
mutu
pembelajaran karena multimedia
pembelajaran dapat memperjelas
penyajian materi dan mengatasi
keterbatasan indera, ruang, dan
6
Amrullah Muhammad, Efektifitas
Multimedia Dalam Pembelajaran Bahasa
Arab di SDIT Taruna Robbani Kelas III dan
IV, Tawangmangu, Karanganyar Tahun
2009/2010, (Surakarta: UMS, 2010),
unpublished.
7
Arsyad Azhar , Media Pembelajaran
(Jakarta: PT Grafindo Persada.2003), hlm. 3.
waktu.
8
Arif S. Sadiman, Media Pendidikan
Pengertian,
Pengembangan
dan
Pemanfaatan (Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada, 2002), hlm. 6.
6
Motivasi
adalah
perubahan
tersebuat seseorang melakukan
dalam diri atau pribadi seseorang
sesuatu usaha yang sungguh-
yang ditandai dengan timbulnya
sungguh karena adanya motivasi
perasaan
yang baik. Jika ciri-ciri tersebut
dan
reaksi
untuk
mencapai tujuan. Motivasi dapat
terdapat
ditinjau dari dua sifat, yaitu
berarti siswa tersebut memiliki
motivasi instrinsik dan motivasi
motivasi belajar yang cukup kuat
ekstrinsik.
yang dibutuhkan dalam aktivitas
Motivasi
instrinsik
pada
adalah keinginan bertindak yang
belajarnya.
disebabkan pendorong dari dalam
tersebut
individu,
bahwa
sedangkan
motivasi
seorang
Dari
dapat
siswa
pendapat
disimpulkan
yang
memiliki
ekstrinsik adalah motivasi yang
motivasi
keberadaannya karena pengaruh
proses belajar akan menunjukan
dari luar individu. Tingkah laku
hal-hal berikut:
yang terjadi dipengaruhi oleh
lingkungan9.
fungsi
a. Keinginan
motivasi
untuk
dalam
mendalami
b. Ketekunan dalam mengerjakan
untuk mendorong, menggerakan,
mengarahkan
tinggi
materi
dalam belajar antara lain adalah
dan
yang
siswa
tugas
aktivitas-
c. Keinginan berprestasi
aktivitas peserta didik dalam
d. Keinginan untuk maju.
belajar sehingga dapat mencapai
Pendidikan Agama Islam adalah
hasil yang maksimal. Dengan hal
“usaha sadar dan terencana untuk
9
menyiapkan siswa dalam meyakini,
Arif.S Sardiman, Interaksi dan
Motivasi Belajar Mengajar. (Jakarta: PT.
Grafindo Persada. 2009), hlm, 15.
7
mengetahui,
menghayati
dan
1.
PAI merupakan mata pelajaran
mengamalkan ajaran Islam melalui
yang dikembangkan dari ajaran
kegiatan
pokok agama Islam. Di samping
bimbingan,
pengajaran
dan/atau latihan”10.
PAI
mampu
dengan hasil-hasil Istinbath dan
memberikan keseimbangan dalam
ijtihad para ulama sehingga
kehidupan peserta didik kelak, yaitu
ajaran-ajaran
manusia yang memiliki kemampuan
bersifat umum menjadi lebih
akademik tertentu yang tidak terlepas
rinci dan mendetail. Dilihat dari
dari nilai-nilai agama yang terwujud
isinya,
dalam budi pekerti yang baik.
dipisahkan
PAI
diharapkan
itu, materi PAI juga diperkaya
diharapkan
mampu
pokok
PAI
pelajaran
tidak
dapat
dengan
mata
yang
memberikan keseimbangan dalam
mengembangkan
kehidupan peserta didik kelak, yaitu
kepribadian.
manusia yang memiliki kemampuan
2.
PAI
yang
bertujuan
bertujuan
moral
dan
membentuk
akademik tertentu yang tidak terlepas
peserta didik yang beriman dan
dari nilai-nilai agama yang terwujud
bertakwa,
berakhlak
mulia,
dalam budi pekerti yang baik.
memiliki
pengetahuan
ajaran
Sebagai mata pelajaran, PAI
islam
dan
mengamalkannya
memiliki karakteristik tertentu antara
dalam kehidupan sehari-hari dan
lain:
bermasyarakat
melanjutkan
10
serta
pendidikan
jenjang yang lebih tinggi.
Depag, Pedoman Pendidikan Agama
Islam di Sekolah Umum (Jakarta: Depag,
2004), hlm. 2
8
untuk
ke
3.
4.
PAI menjadi landasan untuk
ajaran islam sehingga peserta didik
mempelajari
untuk mempelajari penetahuan ajaran
ilmu-ilmu
yang
lain.
islam sehingga peserta didik mampu
Pembelajaran PAI tidak hanya
berprilaku
menekankan
islam.
penguasaan
kompetensi kognitif saja, tetapi
sesuai
PAI
juga afektif dan psikomotorik11.
dengan
diharapkan
ajaran
mampu
memberikan keseimbangan dalam
Pendidikan akhlak adalah
kehidupan peserta didik kelak, yaitu
jiwa pendidikan islm, namun bukan
manusia yang memiliki kemampuan
berarti
pendidikan
akademik tertentu yang tidak terlepas
pendidikanakal.
dari nilai-nilai agama yang terwujud
menafikan
jasmani
dan
Pendcapaian
akhlak
muli
dalam budi pekerti yang baik.
justrumengalami kesulitan jika hanya
dianggap menjadi
Sebagai mata pelajaran, PAI
tanggung jawab
memiliki karakteristik tertentu antara
mata pelajaran PAI. Ini berarti
lain:
meskipun
1. PAI merupakan mata pelajaran
hanya
akhlak
itu
tampaknya
menjadi
muatan
mata
yang dikembangkan dari ajaran
PAI,
seharusnya
mata
pokok agama Islam. Di samping
juga
perlu
itu, materi PAI juga diperkaya
mengandung muatan akhlak. Jadi,
dengan hasil-hasil Istinbath dan
esensi PAI adalah mendidik peserta
ijtihad
didik unuk mempelajari pengetahuan
ajaran-ajaran pokok yang bersifat
pelajaran
pelajaran
lain
para
ulama
sehingga
umum menjadi lebih rinci dan
11
Depag, Pedoman, hlm. 3.
9
mendetail. Dilihat dari isinya, PAI
Pendidikan akhlak adalah
tidak dapat dipisahkan dengan
jiwa pendidikan islm, namun bukan
mata pelajaran yang bertujuan
berarti
mengembangkan
jasmani
moral
dan
kepribadian.
2.
PAI
3.
4.
menafikan
dan
Pendcapaian
bertujuan
membentuk
pendidikan
pendidikanakal.
akhlak
muli
justrumengalami kesulitan jika hanya
peserta didik yang beriman dan
dianggap menjadi
bertakwa,
mata pelajaran PAI. Ini berarti
berakhlak
mulia,
memiliki pengetahuan ajaran
meskipun
islam
hanya
dan
mengamalkannya
akhlak
tanggung jawab
itu
tampaknya
menjadi
muatan
mata
PAI,
seharusnya
mata
juga
perlu
dalam kehidupan sehari-hari
pelajaran
dan bermasyarakat serta untuk
pelajaran
melanjutkan
mengandung muatan akhlak. Jadi,
pendidikan
ke
lain
jenjang yang lebih tinggi.
esensi PAI adalah mendidik peserta
PAI menjadi landasan untuk
didik unuk mempelajari pengetahuan
mempelajari ilmu-ilmu yang
ajaran islam sehingga peserta didik
lain.
untuk mempelajari penetahuan ajaran
Pembelajaran PAI tidak hanya
islam sehingga peserta didik mampu
menekankan
berprilaku
penguasan
kompetensi kognitif saja, tetapi
juga
afektif
sesuai
dengan
ajaran
islam.
dan
Materi Pendidikan Agama Islam
psikomotorik12.
adalah Al-Qur’an, Akhlak, Aqidah,
12
Depag, Pedoman, hlm. 3.
10
Ibadah,
Fiqih,
Tarik13.
dan
Muhammadiyah 3 Surakarta dan
Sedangkan di lembaga pendidikan
Guru PAI.
Muhammadiyah ditambah dengan
materi
bahasa
arab
kemuhammadiyahan
dalam
Metode pengumpulan data
dan
yang
sebagaimana
kurikulum
digunakan
wawancara
pendidikan
antara
mendalam
lain,
yang
digunakan untuk memperoleh data
14
Muhammadiyah .
tentang sejauh mana penggunaan
multimedia
METODE PENELITIAN
Penelitian
ini
merupakan
dalam
memberikan
motivasi belajar siswa
pada saat
penelitian lapangan (field research).
mengikuti
proses
Adapun
dikelas.
Dokumentasi
yang
digunakan
untuk
data
jenis
pendekatan
digunakan bersifat
yang
kualitatif yang
pembelajaran
mencari
menghasilkan “data deskriptif berupa
tentang Sumber dokumentasi dari
kata-kata tertulis maupun lisan dari
SMK Muhammadiyah 3 Surakarta,
orang-orang
yang
mengenai letak geografi, visi dan
diamati”.15 Penelitian ini dilakukan
misi sekolah, struktur organisasi
di SMK Muhammadyah 3 Surakarta
sekolah, dan penggunaan multimedia
dan yang menjadi subjek penelitian
di sekolah tersebut; serta observasi
adalah
Siswa kelas X TKJ SMK
yang digunakan untuk mendapatkan
Andayani dan Majid, Pendidikan, hlm.
data kegiatan yang dilakukan, serta
dan
perilaku
13
13.
14
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
DIY, Al-Islam 2 (Yogyakarta: PWM DIY,
2010), hlm. 7).
15
Lexy J. Moleong, Metode Penelitian
Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosda
Karya, 2010), hlm. 3.
sarana
dan
digunakan.
11
prasarana
yang
Metode
digunakan
analisis
data
yang
Hasil penggunaan multimedia
yaitu
pendekatan
secara fokus dapat dirasakan guru
deskriptif yang sifatnya kualitatif,
dan peserta
yaitu
multimedia
perolehan
data
yang
didik. Bagi guru,
dalam
pembelajaran
memudahkan
penyampaian
digambarkan dengan kata-kata atau
dapat
kalimat
menurut
masing-masing
materi pelajaran sehingga menunjang
kategori
untuk
memperoleh
dalam ketercapaian kompetensi yang
kesimpulan16.
HASIL
PENELITIAN
DAN
Bagi
multimedia
dalam
dapat
PEMBAHASAN
Keberhasilan
diharapkan.
pembelajaran
perhatian
memudahkan
Semakna dengan itu, manfaat
antusias mengikuti pembelajaran saat
multimedia
pembelajaran,
multimedia
Mengurangi
verbalisme
Bahkan
sebagian
dioperasikan.
yaitu:
sehingga
didik
mampu meletakkan dasar-dasar yang
pembelajaran
konkret untuk berfikir, memperbesar
menggunakan multimedia mampu
perhatian peserta didik, membuat
menumbuhkan motivasi belajar dan
pelajaran
perhatian
menumbuhkan
menunjukan
bahwa
mereka
peserta
dalam
memahami materi pelajaran.
tampak senang, tertarik dan sangat
mulai
didik,
pembelajaran
meningkatkan
sehingga
dapat terlihat pada peserta didik yang
peserta
dapat
lebih
difokuskan.
teratur,
lebih
Suharsimi Arikunto, Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Praktek
(Jakarta: Renika Cipta, 2006), hlm. 149.
12
pemikiran
memberikan
pengalaman.
16
mantap,
yang
kesempatan
Dengan
penggunaan
demikian,
multimedia
minat sswa juga membuat mereka
dalam
lebih
memahami
materi
pembelajaran menjadi sangat penting
disampaikan.
mengingat
menumbuhkan motivasi siswa tidak
berbagai
keuntungan
Usaha
yang
tersebut diatas, teori diatas sudah
hanya
sesuai dengan yang dihadapi siswa
multimedia
SMK Muhammadiyah 3 Surakarta
akan tetapi motivasi yang diberikan
pada saat pembelajaran yang secara
oleh guru berperan penting dalam
ringkas adalah pembelajaran menjadi
meningkatkan
lebih
Pembelajaran sebagai suatu sistem
menarik
sehingga
dengan
untuk
berbasis
meningkatkan motivasi belajar dan
terdiri
dari
perhatian
yang
saling
peserta
didik.
penggunaan
multimedia,
motivasi
belajar.
komponen-komponen
terkait.
Multimedia
Meningkatkan daya ingat sehingga
berbasis komputer digunakan untuk
memudahkan pemahaman peserta
meningkatkan
didik
ekstrinsik
terhadap
materi
yang
dan
motivasi
secara
motivasi
yang
disampaikan dan juga meningkatkan
dilakukan guru untuk mmbangkitkan
mutu
motivasi
pembelajaran
multimedia
karena
pembelajaran
siswa
secara
ekstrinsik
dapat
harus dilakukan secara seimbang,
memperjelas penyajian materi dan
sehingga hasil yang diperoleh sesuai
mengatasi
dengan harapan.
keterbatasan
indera,
ruang, dan waktu.
Penggunaan
multimedia
berbasis komputer selain menarik
13
a. Siswa lebih semangat dan
KESIMPULAN
Berdasarkan data dan analisis
lebih
antusias
dalam
yang telah penulis paparkan, dapat
mengikuti
ditarik kesimpulan sebagai berikut:
mengajar, yakni ketika guru
1. Penggunaan
meminta
multimedia
merupakan
alat
kegiatan
siswa
belajar
untuk
bantu
mengerjakan tugas mengenai
pembelajaran yang baik untuk
pelajaran siswa bersemangat
mengadakan
mengerjakan.
revolusi
belajar
yang efektif. Di samping itu,
manfaat
multimedia
b. Siswa menjadi lebih mudah
dapat
dalam
memahami
membantu peserta didik dalam
dikarenakan
meningkatkan
mendapatkan
memudahkan
mengajar,
motivasi,
guru
materi
selain
penjelasan
dalam
secara verbal, siswa juga dapat
meningkatkan
menyimak menjelaskan secara
perhatian, kualitas proses belajar
visual
dan hasil yang dapat meningkat.
memahami
maupun
materi
dapat
yang
2. Penggunaan multimedia berbasis
diajarkan melalui video yang
komputer dalam pembelajaran
ditampilkan oleh guru Aqidah.
mampu meningkatkan motivasi
SARAN
siswa, terbukti saat pelaksanaan
Setelah melihat data-data yang
kegiataan belajar mengajar ada
penulis peroleh selama penelitian,
pengaruh positif yang di alami
maka ada beberapa saran yang perlu
peserta didik di antaranya:
14
penulis sampaikan. Di antaranya
Arsyad,
Azhar.
2003.
Pembelajaran.
yaitu:
Media
Jakarta:
Raja Gravindo Persada
1. Guru
diharapkan
dapat
Depag. 2004. Pedoman Pendidikan
Agama Islam di Sekolah
Umum. Jakarta: Depaq RI
memanfaatkan alat atau bahan
yang
ada
disekolah
demi
Moleong J, Lexy. 2004. Metodologi
Penelitian Kualitatif (edisi
revisi).
Bandung:
PT
Remaja Rosdakarya.
tercapainya tujuan pembelajaran.
2. Hendaknya menggunakan media
dan metode
Majid dan Andayani. 2005.
Pendidikan Agama Islam
Berbasis Kompetensi.
Bandung: Rosdakarya
yang bervariasi,
karena membuat peserta didik
lebih antusias dalam mengikuti
proses
pembelajaran
Majid dan Andayani. 2005.
Pendidikan Agama Islam
Berbasis Kompetensi.
Bandung: Rosdakarya
sehingga
kegiatan semakin aktif dan tidak
Mardalis. 2006. Metode Penelitian
Suatu Pendekatan Proposal.
Jakarta: Bumi Aksara
membosankan.
DAFTAR PUSTAKA
Mardalis. 2006. Metode Penelitian
Suatu Pendekatan Proposal.
Jakarta: Bumi Aksara
Arikunto, Suharsimi. 2003. Prosedur
Penelitian
Suatu
Pendekatan
Praktek.
Jakarta: Rineka Cipta
Edisi Revisi IV
Ruswan. 2012. Belajar dan
Pembelajaran Berbasis
Komputer Bandung: Alfa
Beta
Arif S. Sardiman. 2002. Media
Pembelajaran Pengertian,
Pengembangan,
dan
Pemanfaatan. Jakarta: PT
Gravindo Persada
Usman dan Asnawir. 2002. Media
Pembelajaran. Jakarta: Delia
Utama
Arif. S. Sardiman. 2009. Interaksi
dan Motivasi Belajar
Mengajar. Jakarta: PT.
Gravindo Persada
15
Download