Penyakit Tuberkulosis ( TBC )

advertisement
Disusun oleh Kelompok 1 Kelas 1C
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Alfita Desiani P
Alimah Purnama S
Anggie Ayuningtyas
Ani Amanatun
Arlita Khoirruramadhani
Ayu Kristin
7. Bary Neil N H
8. Bayu Tri W
9. Candra Ariani
10. Danik Badra K
11. Desi Fitria S
12. Desi Wulandari
Apa itu TBC
TBC
atau
Tuberkulosis
merupakan
infeksi
bekterikronik yang disebabkan oleh Micobacterium
tubercolosis dan ditandai dengan pembentukan granuloma
pada jaringan yang terinfeksi dan oleh pembentukan
granuloma pada jaringan yang terinfeksi dan oleh
hipersensitivitas yang perantarai sel (cell-mediated
hypersensitivity).
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang
disebabkan oleh “Mycobacterium tuberculosis”. Kuman
ini dapat menyerang semua bagian tubuh manusia, dan
yang paling sering terkena adalah organ paru (90%).
Penyebab Penyakit TBC
 TBC ditularkan melalui udara yang terkontaminasi oleh
bakteri mico bacterium tubercolocis karena penderita TBC aktif
melepaskan bakteri tersebut melalui batuk dan bakteri bisa
bertahan dalam udara selama beberapa jam.
 Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan
oleh basil mikrobakterium tuberkulosis tipe humanus, sejenis
kuman yang berbentuk batang dengan ukuran panjang 1-4/mm
dan tebal 0,3-0,6/mm. Sebagian besar kuman terdiri atas asam
lemak (lipid). Lipid inilah yang membuat kuman lebih tahan
terhadap asam dan lebih tahan terhadap gangguan kimia dan fisik
.
 Kuman ini tahan hidup pada udara kering dan dingin (dapat tahan
bertahun-tahun dalam lemari es). Hal ini terjadi karena kuman
berada dalam sifat dormant. Dari siat dormant ini kuman dapat
bangkit kembali dan menjadikan tuberkulosis aktif kembali. Sifat
lain kuman adalah aerob. Siat ini menunjukkan bahwa kuman
lebih menyenangi jaringan yang tinggi kandungan oksigennya.
Dalam hal ini tekanan bagian apikal paru-paru lebih tinggi
daripada bagian lainnya, sehingga bagian apikal ini merupakan
tempat predileksi penyakit tuberkulosis.
Tanda dan Gejala penyakit TBC pada usia
Dewasa
 Batuk dan sputum
Batuk dan sputum berhubungan dengan infeksi saluran napas akut
yang dapat sembuh dalam satu atau dua minggu. Batuk yang terjadi
selama lebih dari 3 minggu untuk memastikan individu menderita
Tuberkulosis harus dilakukan pengujian sputum untuk mencari kuman
tuberkulosis. Sputum mungkin nampak mukoid, purulen atau
mengandung darah.
 Nyeri Dada
Nyeri dada merupakan keluhan yang dijumpai pada penderita
tuberkulosis. Rasa nyeri juga berkaitan dengan tegangnya otot pada saat
penderita batuk.Sistem respirasi akan mengalami gangguan jika terjadi
infeksi atau gangguan yang ditandai dengan : Batuk, Terdapat sputum,
batuk darah, nyeri dinding dada, sesak nafas, wheezing lokal, sering
Influenza.
Lanjutan...
 Sesak Nafas
Pada tuberkulosis berkaitan dengan penyakit yang
luas didalam paru, atau telah terjadi komplikasi berupa
efusi pleura. Penderita yang mengalami sesak nafas akan
tampak sakit serta mengalami penurunan berat badan.
 Wheezing setempat
Wheezing setempat yang disebabkan bronkitis
tuberkulosis lokal atau tekanan kelenjar getah bening pada
salah satu bronkus.
 Pneumonia
Pneumonia pada tuberkulosis tidak dapat membaik
dengan terapi antibiotik rutin.
Perbedaan Tanda dan Gejala
penyakit TBC pada usia Anak-anak
dengan usia Dewasa
Gejala dan tanda pada anak, pada pemeriksaan fisik :
1. Perut
2. Tungkai
nyeri, bengkak, pembesaran limfa atau hati.
adanya konsolidasi atau cairan.
pembengkakan sendi, nyeri pada saat berjalan, kaku.
3. Tulang belakang
4. Kulit
5. Dada
kaku atau bongkok.
ulkus atau luka ; pembengkakan kelenjar getah
bening, leher, selangkangan,atau ketiak.
Pada anak-anak, kelenjar getah bening menjadi besar
dan menekan tabung bronkial dan menyebabkan
batuk atau bahkan mungkin menyebabkan penciutan
paru-paru. Kadang-kadang bakteri naik ke saluran
getah bening dan membentuk sekelompok kelenjar
getah bening di leher. Infeksi pada kelenjar getah
bening ini bisa menembus kulit dan menghasilkan
nanah.
batuk, mengi atau nyeri. Perkusi pekak yang
menandakan
Perbedaan TB Anak dan Dewasa:
1)
2)
3)
4)
5)
TB anak lokasinya pada setiap bagian paru, sedangkan
pada dewasa didaerah apeks dan infra klavikuler.
Pada Anak terjadi pembesaran kelenjar limfe regional
sedangkan pada dewasa tanpa pembesaran kelenjar
limfe regional.
Pada Anak penyembuhan dengan perkapuran
sedangkan pada dewasa dengan fibrosis.
Pada anak lebih banyak terjadi penyebaran rculosis
tidak menjadi sakit selama masa anak-anak, satusatunya bukti infeksi hanyalah tes hematogen, pada
dewasa jarang.
Pada anak jarang terjadi penularan terutama pada bayi.
Lanjutan..
6)
7)
8)
9)
Anak dapat terinfeksi mycobacterium bovis dari susu yang tidak
dipasteurisasi infeksi M.bovis ini umumnya bermanifestasi
sebagai kelenjar getah bening atau TB usus.
Pengobatan tb anak terdiri dari 2 fase yaitu, fase intensif dengan
paduan 3-5OAT (INH, Rifampizin dan Pirazinamid) selama 2
bulan awal, dan fase lanjutan dengan paduan 2 OAT (INHRifamipizin).
Diagnosa penyakit TB anak sulit karena gejala umumnya yang
tidak khas dan sulit untuk mendapatkan spesimen diagnostik.
Sebagian besar anak yang terinfeksi M. Tubetuberkulin kulit yang
positif. Kemudian paling besar anak menjadi sakit da infeksi M.
Tuberculosis adalah segera setelah infeksi dan menurun seiring
waktu. Jika anak yang terinfeksi menjadi sakit, sebagian besar
akan menunjukan gejala dalam jangka waktu satu tahun setelah
infeksi. Namun untuk bayi, jangka waktu tersebut mungkin
hanya 6-8 minggu.
Pemeriksaan TB pada anak dilakukan dengan dua
cara, yaitu uji tuberkulin dan rontgen dada.
Uji tuberkulin merupakan pemeriksaan utama
yaitu dengan menyuntikkan protein bakteri TB di bawah
kulit untuk menilai adanya respon tubuh terhadap
bakteri. Apabila positif, artinya tubuh pernah terpapar
bakteri TB sebelumnya sehingga menimbulkan reaksi.
Sedangkan rontgen dada dilakukan untuk menilai
adanya kelainan pada paru.
Pemeriksaan rontgen dada dapat membantu
diagnosa tetapi tidak dapat digunakan sebagai satusatunya alat diagnosa. Bila hasil pemeriksaan dianggap
kurang lengkap, pemeriksaan dahak juga dapat
dilakukan.
Patofisiologi terjadinya penyakit
TBC pada usia Dewasa
 Organisme Mycobacterium tuberculosis masuk melalui saluran
pernafasan, saluran pencernaan dan luka terbuka pada kulit
disebabkan karena inhalasi basil tuberkel, dimana partikel yang
menimbulkan infeksi berasal dari penderita TB yang disebarkan
ke individu lain.
 Tempat implantasi basil tuberkel yang paling sering adalah pada
permukaan alveolar dari parenkim paru-paru pada bagian lobus
atas atau bagian atas lobus bawah menimbulkan peradangan.
 Setelah beberapa hari, Leukosit diganti Makrofag. Alveoli yang
terserang akan mengalami konsolidasi dan timbul gejala
pneumonia akut. Pneumonia tersebut dapat sembuh sendiri
hingga tidak terdapat sisanya, atau prosesnya dapat berkelanjut
hingga bakteri terus difagosit atau berkembang biak di dalam sel
Lanjutan..
 Basil dapat menyebar melalui getah bening menuju ke getah bening
regional kemudian terjadi reaksi eksudasi. Kelenjar getah bening
tersebut akan membesar membentuk kompleks primer. Kompleks
primer terjadi enam sampai delapan minggu setelah infeksi.
Bersamaan dengan terbentuknya kompleks primer terjadi
hipersensivitas terhadap tuberkuloprotein yang dapat diketahui
dengan uji tuberkulin. Waktu terjadinya infeksi sampai terbentuknya
kompleks primer disebut masa inkubasi.
 Selain itu basil Basil tuberkel dapat masuk langsung melalui aliran
darah. Dalam aliran darah basil dapat mati ataupun dapat tetap
berkembang terus, hal ini dapat terjadi tergantung pada keadaan
pasien serta virulensi kuman.
 Basil yang terdapat pada aliran darah dapat mencapai alat tubuh lain
seperti paru-paru, selaput otak, tulang, hati ginjal dan sebagainya. Saat
di dalam alat tubuh tersebut basil dapat langsung menimbulkan
penyakit, tetapi juga dapat tenang terlebih dahulu kemudian setelah
beberapa waktu akan menimbulkan penyakit atau juga tidak pernah
menimbulkan penyakit apapun.
DAFTAR PUSTAKA
 Crafton, John, dkk. 2002. Tuberkulosis Klinis. Jakarta :





Widya Medika
Manurung, Santa.dkk. 2009. Gangguan Sistem Pernafasan
Akibat Infeksi. Jakarta : CV. Trans Info Media
Ngastiyah. 2005 .Perawatan Anak Sakit. Jakarta: EGC
Pudiastuti, Ratna Dewi. 2011.Waspadai Penyakit Pada
Anak. Jakarta : PT Indeks
S.Trastotenojo, Moeljono. 1998. Tuberkulosis Klinik. Jakarta
: Widya Medika
Wahid, Abd. Ns. dkk. 2013. Asuhan Keperawatan Pada
Gangguan Sistem Respirasi. Jakarta: CV. Trans Info Media
Download