24_Analisis Dan Perancangan Integrated Circuit AND OR INVERTER

advertisement
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
Analisis Dan Perancangan Integrated Circuit AND OR INVERTER (AOI)
Berteknologi HCMOS (High Speed Complementary Metal Oxide Semiconductor)
Agung Darmawansyah
Teknik Elektro Universitas Brawijaya - Mayjen Haryono 167 Malang
[email protected]
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan merancang IC AOI HCMOS
menggunakan teknologi High Speed Complementary Metal Oxide Semiconductor (HCMOS)
dan membandingkannya dengan spesifikasi IC berteknologi CMOS yang ada. Teknologi
HIGH SPEED CMOS (HCMOS) sangat penting untuk mengurangi desipasi daya rangkaian
dan meningkatkan kecepatan operasi tanpa mengubah karakteristik yang lain. Digunakan
progam PSPICE untuk menguji spesifikasi rangkaian dan ukuran dimensi komponen.
Sedangkan penggambaran tataletak IC AOI HCMOS menggunakan program Mikrowin.
Langkah pertama adalah menentukan spesifikasi dan tipe rangkaian sesuai dengan
parameter proses yang ada di dalam AOI HCMOS. Langkah berikutnya mengevaluasi secara
manual hubungan bentuk dimensi antar komponen di dalam rangkaian. Hasil yang optimal
didapatkan dari perhitungan dan simulasi berdasarkan spesifikasi Karakteristik Transfer
Tegangan (VTC) yang terdiri atas VOH,VOL,VIH dan VIL, waktu tunda (tpLH dan tpHL), dan
desipasi daya serta penggambaran berupa layout suatu IC AOI HCMOS.
Simulasi dari IC AOI HCMOS menunjukkan hasil yang sesuai dengan spesifikasi
yang direncanakan. Perancangan IC AOI HCMOS dapat digunakan tegangan catu 5V dengan
kapasitor kopling sebesar 50pF. Spesifikasi karakteristik transfer tegangan menghasilkan
tegangan output keadaan tinggi (VOH) 4,95V, tegangan input keadaan tinggi (VIH) 2,8V,
tegangan input keadaan rendah (VIL) 0V, tegangan output keadaan rendah (VOL) 0V. Waktu
tunda kondisi tinggi ke rendah (tpHL) sebesar 6 ns sedangkan waktu tunda kondisi rendah ke
tinggi (tpLH) sebesar 5,8 ns. Desipasi daya yang dihasilkan sebesar 1,25mW. Dari hasil
simulasi dan perancangan menunjukkan bahwa spesifikasi IC AOI HCMOS mempunyai
kecepatan yang baik dibandingkan dengan IC CMOS biasa.
Kata kunci: Rangkaian terpadu, Teknologi HCMOS, Simulasi, Spesifikasi
1. PENDAHULUAN
Penggabungan rangkaian elektronik dan
keluarga
rangkaian
terpadu,
memungkinkan
terbentuknya rancangan chips yang kecil dengan
unjukkerja yang tinggi. Penggunaan chips digital
memiliki peranan yang sangat penting dalam
perangkat elektronik. Kehandalan dan kemudahan
dalam pengembangan menjadi pilihan perangkat
elektronik banyak dirancang untuk bekerja secara
digital. Sistem digital bekerja pada logika “1” dan
logika “0” dengan batas tegangan (VIL, VOL, VOH, VIH)
yang terkadang berbeda antara satu jenis IC dengan
yang lain.
Implementasi dari suatu logika digital dalam
bentuk rangkaian elektronik terpadu menggunakan
gerbang digital. Ada berbagai jenis famili gerbang
digital diantaranya adalah DTL, RTL,TTL, ECL, IIL
dan CMOS. Pada saat awal perkembangan sistem
digital, logika TTL sangat populer. Sifat dari
transistor bipolar sebagai penyusun utama logika
TTL yang berdisipasi daya tinggi membuat logika
TTL mulai ditinggalkan dalam teknologi rangkaian
terpadu. Sebagai gantinya dipilih logika CMOS.
Keunggulan CMOS terletak pada desipasi daya tiap
gerbang yang sangat rendah (dalam orde µW), fan
out yang tinggi serta noise margin yang baik (sekitar
0,45VDD).
Kelemahan CMOS adalah bila dipergunakan untuk
menggerakkan beban kapasitif. Propagation delay
CMOS menjadi lambat bila menggerakkan beban
dengan kapasitansi besar sedangkan TTL jauh lebih
cepat. Untuk mengatasi hal ini telah dikembangkan
teknologi lain, seperti HCMOS. Teknologi HCMOS
adalah teknologi CMOS yang didesain secara
khusus sehingga memiliki propagation delay yang
sama
dengan
LS-TTL,
terutama
untuk
menggerakkan beban dengan kapasitansi besar.
Dasar permasalahan proses analisis dan
perancangan IC AOI HCMOS ini adalah, dalam
setiap
perancangan
piranti
pemroses
sinyal,dikehendaki suatu output yang ideal. Kondisi
ideal mencakup beberapa aspek diantaranya ; VTC
(Voltage Transfer Characteristic), propagation delay
yang kecil, dan disipasi daya yang kecil. Untuk
mendapatkan suatu kondisi yang ideal, maka dalam
A2-124
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
analisis digunakan parameter – parameter yang
berpengaruh dalam proses perancangan. Semua
parameter akan dieliminasi pada suatu parameter
paling utama yaitu nilai rasio L/W dari CMOS
sebagai driver. Perbandingan nilai L (Length) dan W
(Width) inilah yang akan menentukan suatu kondisi
ideal pada VTC AOI HCMOS.
2. LANDASAN TEORI
2.1. MOSFET
MOSFET (Metal Oxide Semiconductor Field
Effect Transistor) adalah suatu transistor dari bahan
semikonduktor (silikon) dengan tingkat konsentrasi
ketidakmurnian tertentu. Ketidakmurnian ini akan
menentukan jenis transistor tersebut, yaitu transistor
MOSFET tipe-N (NMOS) atau transistor MOSFET
tipe-P (PMOS). Bahan silikon ini pula yang akan
digunakan sebagai landasan dari penguras (drain),
sumber (source), dan gerbang (gate). Selanjutnya
dibuat sedemikian rupa sehingga antara substrat
dan gerbangnya dibatasi oleh bahan oksida silikon
yang sangat tipis. Oksida ini diendapkan di atas sisi
kiri dari kanal, dengan demikian transistor MOSFET
akan mempunyai kelebihan jika dibandingkan
dengan transistor BJT (Bipolar Junction Transistor),
yaitu menghasilkan disipasi daya yang lebih kecil
(Norbert, 1995:307).
2.2. Jenis – Jenis MOSFET
Bila dilihat dari cara kerjanya, Transistor MOS
dapat dibagi dua, yaitu:
(1). Transistor Mode Pengosongan (Depletion
Mode Transistor)
Pada Transistor Mode Pengosongan, antara
drain
dan
source
terdapat
saluran yang
menghubungkan dua terminal tersebut, yang
mempunyai fungsi sebagai saluran tempat
mengalirnya elektron bebas. Lebar saluran dapat
dikendalikan oleh tegangan gerbang.
(2). Transistor Mode Peningkatan (Enhancement
Mode Transistor)
Transistor mode ini pada fisiknya tidak
memiliki saluran antara drain dan source-nya karena
lapisan body meluas dengan lapisan SiO2 pada
terminal gate.
Dilihat dari jenis saluran yang digunakan, MOSFET
dapat dikelompokkan menjadi tiga, antara lain:
1). NMOS (Negative MOS)
Negatif MOS adalah MOSFET yang mengalirkan
arus penguras sumber menggunakan saluran dari
bahan elektron, sehingga arus akan mengalir jika
tegangan gerbang lebih positif dari substrat dan nilai
mutlaknya lebih besar dari VT (Voltage Threshold).
2). PMOS (Positive MOS)
Positif MOS adalah MOSFET yang mengalirkan arus
penguras sumber melalui saluran positif yang
berupa hole, dimana arus akan mengalir jika
A2-125
tegangan gerbang lebih negatif terhadap tegangan
substrat dan nilai mutlaknya lebih besar dari VT .
3). CMOS (Complementary MOS)
MOSFET tipe complementary ini mengalirkan arus
penguras sumber melalui saluran tipe-n dan tipe-p
secara bergantian, sesuai dengan tegangan yang
dimasukkan pada gerbangnya (gate).
2.3. Karakteristik MOSFET
Grafik karakteristik MOSFET arus ID sebagai
fungsi VDS dengan parameter VGS dalam Gambar 1
dan grafik karakteristik alih dapat dilihat dalam
Gambar 2.
Gambar 1. Grafik karakteristik MOSFET arus ID
sebagai fungsi VDS dengan parameter VGS
Di sebelah kiri garis putus-terjepit (pinch off)
transistor berlaku sebagai tahanan (resistor) yang
dikendalikan tegangan tak linier. Ini disebut sebagai
daerah kerja linier atau tak jenuh (non-saturation)
atau disebut juga daerah ohmic. Untuk daerah
disebelah kanan putus-terjepit (pinch off) grafik
mendekati sumber arus yang dikendalikan tegangan.
Gambar 2. Grafik karakteristik alih tipe-n dan
tipe-p
Untuk transistor NMOS tipe pengosongan, VT
adalah negatif dan arus penguras (drain) dapat
mengalir bahkan untuk VGS = 0. Untuk transistor
PMOS semua polaritas tegangan dan arus dibalik
sehingga akan didapat grafik karakteristik arustegangan i-v.
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
2.4. Tegangan Ambang (Threshold Voltage)
Tegangan ambang dapat didefinisikan sebagai
tegangan minimal yang diperlukan suatu sistem
(dalam hal ini transistor MOS) untuk mulai mengalir
atau dalam sebuah MOS adalah tegangan antara
gate dan ground yang menyebabkan arus antara
drain dan source maksimal (saturasi). Tegangan
Ambang ini diatur dengan menggunakan pengubah
konsentrasi doping.
Tegangan ambang untuk MOSFET dapat
dinyatakan dengan persamaan untuk Tegangan
ambang (VT).
VT = VTo + γ
dengan :
( 2φ + V
B
− 2φ
)
(2.1)
VT = tegangan threshold
tegangan body (bulk)
Dengan body (bulk) dihubungkan ground (VB =
0V). Dalam analisis teknologi CMOS effect bias body
tidak perlu dimasukkan dalam perhitungan
(Haznedar,1990), logika dasar CMOS dapat dibias
dengan VT = VTo, sehingga untuk memudahkan
penulisan, VT akan digunakan untuk menyatakan
Tegangan ambang jika VT = VTo.
γ =
2 qε s N a
C OX
p)
(Semikonduktor tipe-
(2.3)
kT  n 
φF =
ln 
q  ni 
− Q0
(2.5)
C ox
dengan C ox adalah kapasitansi per satuan luas
φox =
dielektris gerbang seperti yang didefinisikan oleh:
C ox =
silikon, COX adalah kapasitansi dalam farad.
φ F potensial fermi atau potensial keseimbangan
elektrostatik (equilibrium electrostatic). Besarnya
dapat ditentukan dengan persamaan:
kT  ni 
ln 
q  p 
potensial gerbang terhadap substrat melalui SiO2
besarnya potensial ini adalah:
(2.2)
q adalah besar muatan, Na adalah jumlah pembawa
muatan mayoritas akseptor, ε s adalah permitivitas
φF =
terintegrasi NMOS, substrat selalu dihubungkan
dengan tegangan paling negatif dalam sistem,
sehingga analisis karakteristik fungsi alih akan
mendekati keakuratannya.
Pada
kebanyakan
chip
MOS,
untuk
mengubah tegangan ambang dilakukan dengan
mengubah konsentrasi doping saluran yang diatur
oleh banyaknya ion yang ditanamkan (implant) ke
saluran. Penambahan implant tipe P menyebabkan
tegangan ambang lebih positif dan sebaliknya
penambahan implant tipe N menyebabkan tegangan
ambang
lebih
negatif.
Tegangan
ambang
disimbolkan dengan VTN untuk implant tipe N dan
VTP untuk implant tipe P.
2.5. Persambungan MOSFET
Dalam persambungan MOSFET, untuk
membedakan dengan terminal sumber S, terminal
gerbang diberi simbol G dan terminal substrat diberi
simbol B (bulk).
Potensial di atas silikon dioksida φ ox adalah
VTo = tegangan ambang
γ = efek bias badan ( V1/2)
VB =
A2-126
tipe-
n)
(2.4)
k adalah konstanta Boltzman, T adalah temperatur
dalam Kelvin, q besaran muatan dalam Coulomb,
dan p atau n adalah konsentrasi pembawa muatan
mayoritas (dianggap sama dengan konsentrasi
doping Na pada persamaan 2.2), ni adalah
konsentrasi pembawa muatan dalam semikonduktor
intrinsik.
Jika VSB MOSFET adalah positif, maka akan
meningkatkan tegangan ambang efektif untuk
MOSFET kanal-n. Ini disebut efek bias body VT
terdapat dalam Persamaan 2.1. Dalam rangkaian
(2.6)
dengan:
Cox = kapasitansi per satuan luas
tox = ketebalan silikon dioksida
ε ox = permitivitas ruang hampa = 8.86E-12 F/m
Untuk muatan maupun kapasitasnya dinyatakan
dalam
Qo
C
dan ox . A adalah luas melintang dioksida
A
A
silikon. Potensial oksida silikon
φ ox =
(Semikonduktor
ε ox
t ox
− Q0
C ox
φ ox
dapat dinyatakan:
(2.7)
2.6. Karakteristik Arus Tegangan
Bila VGS lebih besar dari VT, terdapat sebuah
saluran penghantar dan VDS menyebabkan arus
hanyut ID mengalir dari drain ke source. Tegangan
VDS menyebabkan prategangan balik (reverse bias)
yang besar dari drain ke body daripada yang ada
dari source ke body, jadi terdapat lapisan
pengosongan yang lebih lebar pada drain.
ID = k'
W
L
VGS =VT
2

VDS 
(
V
−
V
)
V
−
 GS

T
DS
2 

SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
VDS=(VGS-VT)
(2.8)
Dimana parameter transkonduktansi adalah k
= k’(W/L). Substitusi di atas menghasilkan
persamaan:
ID =
[
k
2
2(VGS − VT )VDS − VDS
2
VGS =VT
VDS = (VGS-VT)
]
(2.9)
k
2
I D = (VGS − VT )
2
VGS=VT
VDS = (VGS-VT)
(2.10)
3. PERANCANGAN
3.1. Materi Penelitian
Lingkup materi penelitian ini merancang
rangkaian terintegrasi
AOI HCMOS melalui
spesifikasi yang ditentukan melalui kajian atas
beberapa data book yang ada, selanjutnya
dioptimasikan dengan program simulasi. Studi
perancangan ini dibatasi sampai pada gambar tata
letak komponen rangkaian
sesuai dengan
spesifikasi yang diharapkan. Adapun materi kajian
terdiri atas empat hal berikut.
1. Perancangan
rangkaian
serta
pemilihan spesifikasi .
2. Penentuan parameter proses dan aturan
penggambaran
tata-letak,
selanjutnya
digunakan sebagai perhitungan untuk
mendapatkan
dimensi
komponenkomponen dari rancangan rangkaian
terintegrasi AOI HCMOS.
3. Optimasi hasil perhitungan melalui program
simulator PSPICE 8 dengan memberi
perintah elemen dan kontrol.
4. Penggambaran sesuai dengan aturan
gambar yang dipilih tata-letak rancangan
rangkaian terintegrasi AOI HCMOS yang
sesuai dengan hasil pengoptimasian.
3.2. Spesifikasi Rangkaian
A2-127
Gambar 3 menunjukkan konfigurasi gerbang
AOI HCMOS. Inisial W U menunjukkan pull up
transistor MOSFET tipe-p dan W D menunjukkan pull
down transistor MOSFET tipe-n keduanya tersusun
dalam konfigurasi CMOS pada tiap gerbang. CL
adalah semua kapasitansi baik internal maupun
eksternal yang digerakkan oleh gerbang. CL meliputi
kapasitansi jalur interkoneksi, bonding pad, jalur
konduktor internal, pin IC, jalur konduktor eksternal
serta termasuk kapasitansi masukan IC lain yang
digerakkan oleh gerbang. Selain kapasitansi
terdapat pula komponen pembebanan lain yaitu
resistansi keluaran, namun disini dipilih CL karena
hanya komponen kapasitansi yang mempengaruhi
propagation delay rangkaian.
Dilihat dari konfigurasi
(2-37)
gerbang perbedaan yang mendasar antara AOI
HCMOS dan CMOS adalah terdapatnya konfigurasi
pasangan dalam rangkaian HCMOS. Gerbang AOI
CMOS memanfaatkan keuntungan dari konfigurasi
pasangan ini yang dikenal dengan teknik driver
kaskada. Dengan pengaturan nilai W dan L dari
sistem yang tepat maka akan diperoleh peningkatan
propagation delay yang lebih cepat dibanding sistem
CMOS konvensional (Gambar 4).
Gambar 4. Susunan nilai L/W AOI HCMOS
Aturan perancangan gerbang mula-mula
dilakukan dengan nilai k adalah 3 (tiga) (gerbang
dasar dan 2 buah ), nilai optimum untuk α adalah 3
(tiga), sehingga untuk gerbang dasar,
WU 1 = WP
LU 1 = LP
WD1 = W N
(4-1)
LD1 = L N
untuk pertama
WU 2 = WD 2 = 3W N
LU 2 = LD 2 = L N
WD 2 = 3WD1 = 3W N
Gambar 3. Konfigurasi AOI HCMOS
LD 2 = LD1 = LN
untuk kedua,
(4-2)
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
WU 3 = WD 3 = 9W N
t PHL = t dir =
LU 3 = LD 3 = L N
Selanjutnya dapat dicari nilai W N, LN atau
nilai W dan L untuk MOSFET tipe-n serta W P, LP
atau nilai W dan L untuk MOSFET tipe-p pada
gerbang dasar. Nilai W dan L ini dapat dicari apabila
diketahui hubungan antara propagation delay sistem
dengan driver kaskada atau propagation delay
sistem tanpa driver kaskada. Hubungan ini
ditunjukkan melalui rumusan,
nαt apd
t cas
nα C G
=
=
t dir t apd C L CG
CL
selanjutnya berdasar persamaan ,
1/ n
C 
α =  L 
 CG 
CL
=αn
CG
(2-74)
(4-4)
mensubstitusi
bentuk
t cas nα
=
t dir α n
t cas
n
= n −1
t dir α
t dir =
ini
(4-5)
α n−1t cas
n
dimana tcas adalah propagation delay dari sistem
kaskada dan tdir adalah propagation delay gerbang
dasar tanpa struktur kaskada. Parameter tdir dalam
fungsi tcas, tcas adalah propagation delay yang
diinginkan dari struktur kaskada ini.
Selanjutnya setelah tdir atau propagation
delay gerbang dasar tanpa struktur kaskada
diketahui maka langkah selanjutnya mencari nilai K'N
dan K'P atau parameter transkonduktansi MOSFET
tipe-n
dan
tipe-p,
t dir =
t PLH + t PHL 1 
CLVDD
CLVDD
=
+
2
2  K ' P (VDD − VTP )2 K ' N (VDD − VTN

)
2




Untuk mendesain gerbang yang memiliki keluaran
simetris harus dibuat nilai tPLH = tPHL sehingga,
t PLH = t dir =
α n−1t cas
n
=
n
=
C LVDD
K ' N (VDD − VTN
)
2
(4-9)
dengan mengetahui nilai K'N dan K'P selanjutnya
nilai parameter W dan L dapat dicari dengan
menggunakan persamaan,
LD 3 = LD1 = L N
dengan
α n−1t cas
(4-3)
WD 3 = 9WD1 = 9W N
selanjutnya
diperoleh,
A2-128
C LVDD
K ' P (VDD − VTP
)
2
(4-8)
K 'N =
W
1
µ e C ox N
2
LN
untuk K'P parameter µe (mobilitas elektron)
digantikan dengan µh (mobilitas hole). Berikut adalah
parameter proses dan konstanta yang dipergunakan
dalam perhitungan,
2
Cox = 28.8 fF/µm
CL = 50 pF
VTP = -1 V
α=3
(2-79)
2
2
µe = 1350 cm /V.s
µh = 480 cm /V.s
VTN = 1 V
n=3
VDD = 5 V
Khusus PMOS :
Keqp = 0.375
CJSW = 0.135 fF/µm
2
AD = 16.2 µm CGDO = 0.43 fF/µm
2
CJ = 0.5 fF/µm
PD = 11.4 µm
Khusus NMOS :
Keqn = 0.611
CJSW = 0.8 fF/µm
2
AD = 6.14 µm CGDO = 0.43 fF/µm
2
PD = 9 µm
CJ = 0.3 fF/µm
3.3. Disain Nilai W Dan L Transistor - Analisis
Propagation Delay
Proses disain dimulai dengan menentukan
(4-6) parameter yang
nilai propagation delay sebagai
dirancang. Nilai propagation delay yang dirancang
adalah 8 ns untuk nilai CL sebesar 50 pF. Gerbang
akan dirancang dengan nilai(4-7)
tPLH dan tPHL yang sama
agar memiliki keluaran yang simetris. Untuk niali
tPLH,
α n−1t cas
n
K 'P =
=
C LVDD
K ' P (VDD − VTP )
2
nC LVDD
α t cas (VDD − VTP
n −1
(4-10)
)
2
dan untuk tPHL,
α n−1t cas
n
K 'N =
=
C LVDD
K ' N (VDD − VTN
nC LVDD
α t cas (VDD − VTN
n −1
)
2
)
2
(4-9)
(4-11)
Dengan mensubstitusikan nilai tcas = 8 ns, α = 3, n =
3, CL = 50 pF, VDD = 5 V, VTN = 1 V VTP = -1 V, maka
diperoleh nilai K'P dan K'N sebagai berikut,
K 'P =
3.50.10 −12.5
= 0.65 mA V 2
33−1.8.10 −9 (5 − 1) 2
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
K 'N =
A2-129
3.50.10 −12.5
= 0.65 mA V 2
3−1
−9
2
3 .8.10 (5 − 1)
2
sehingga diperoleh hasil K'P = K'N = 0.65 mA/V .
Setelah nilai K'P dan K'N diketahui maka praktis nilai
W dan L transistor pada gerbang dasar akan segera
diketahui. Untuk K'N menggunakan persamaan;
W
1
µ e C ox N
2
LN
WN 2 K ' N
=
LN µ e Cox
K 'N =
(2-26)
(4-12)
dengan mensubstitusi nilai K'N = 0.65 mA/V , µe =
2
2
1350 cm /V.s dan Cox = 28.8 fF/µm , maka diperoleh
rasio W dan L untuk MOSFET tipe-n,
2
WN 2K'N
2.0,65.10−3
1
=
=
= 0.334≈
−4
−15
2
LN µeCox 1350.10 .28,8.10 µ
3
Untuk MOSFET tipe-p maka parameter µe pada
harus diganti dengan parameter µh ,
W
1
µ h Cox P
2
LP
WP 2 K ' P
=
LP µ h Cox
K 'P =
(2-26)
(4-13)
dengan mensubstitusi nilai K'N = 0.65 mA/V , µh =
2
2
480 cm /V.s dan Cox = 28.8 fF/µm , maka diperoleh
rasio W dan L untuk MOSFET tipe-p,
2
WP 2K'P
2.0,65.10−3
=
=
= 0.944 ≈ 1
LP µ h Cox 480.10−4.28,8.10−15 µ 2
Microwind menggunakan 0.12 µm CMOS
process (λ = 0.06 µm), sehingga untuk nilai W dan L
transistor NMOS (MODN) didefinisikan pada nomor
ganjil;
M1 W N = 0.12 µm LN = 0.36 µm
M3 W N = 0.12 µm LN = 0.36 µm s/d
M23 W N = 0.12 µm LN = 0.36 µm
Sedangkan W dan L transistor PMOS (MODP)
didefiniskan pada nomor genap;
M2 W P = 0.36 µm LP = 0.36 µm
M4 W P = 0.36 µm LP = 0.36 µm s/d
M24 W P = 0.36 µm LP = 0.36 µm
Kaskade pertama
M25 W P = 0.36 µm LP = 0.36 µm
M26 W N = 0.36 µm LN = 0.36 µm
Sedangkan kaskade ke dua;
M27 W P = 1.08 µm LP = 0.36 µm
M28 W N = 1.08 µm LN = 0.36 µm
Gambar 4 menunjukkan rangkaian transistor
lengkap dengan nilai W dan L pada masing-masing
transistor beserta node persambungan yang
digunakan dalam simulasi SPICE.
Gambar 4. Gerbang AOI HCMOS Dengan Nilai W
Dan L Transistor
4. HASIL PENELITIAN
Simulator
rangkaian
menggunakan
komputer, dalam hal ini digunakan program
komputer SPICE; merupakan mekanisme penting
dalam analisis dan perancangan rangkaian AOI
HCMOS. MOSFET dideskripsikan pada SPICE
dengan menggunakan dua pernyataan; satu
pernyataan mendeskripsikan sifat alamiah FET serta
hubungannya terhadap letaknya pada rangkaian,
dan pernyataan lain menentukan nilai parameterparameter FET.
4.1. Parameter Model dalam Simulator SPICE
SPICE menyediakan tiga model komponen
MOSFET
yang
berbeda
dalam
formulasi
karakteristik i-v. Variabel LEVEL menentukan model
yang akan digunakan untuk merepresentasikan
MOSFET secara khusus. Model LEVEL=1
merupakan model paling sederhana yang akan
ditinjau dalam proses perancangan ini. Ketepatan
simulasi menggunakan LEVEL=1 mencukupi untuk
sebagian besar desain dan analisis rangkaian digital
AOI HCMOS.
4.2. Proses Simulasi
Hasil analisis dan perhitungan matematis
perlu disimulasikan untuk mengetahui kebenaran
perancangan yang telah dilakukan. Simulasi
dilakukan untuk mengetahui VTC, rise time, dan fall
time, serta propagation delay. Nilai–nilai yang
didapatkan dari tampilan grafik simulasi kemudian
akan dibandingkan dengan karakteristik dari CMOS,
kemudian dari keduanya akan dapat diketahui
teknologi mana yang lebih baik dalam perancangan
chips berdasarkan pada kondisi–kondisi ideal.
4.3. Simulasi VTC
Untuk
mengetahui
kebenaran
hasil
perancangan perlu diketahui terlebih dulu bagaimana
tampilan grafik VTC (Voltage Transfer Characteristic)
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
pada hasil simulasi seperti dalam Gambar 13 . Dari
tampilan grafik VTC dapat diketahui nilai VOH , VIL, VOL
, VIH, dan untuk kemudian dibandingkan kondisi yang
lebih baik antara AOI HCMOS dan CMOS. Kondisi
ideal untuk tampilan VTC adalah nilai VOH yang
semakin mendekati nilai tegangan masukan dan nilai
VOL yang mendekati nilai tegangan ground (0V), serta
selisih antara nilai VIL dan VIH yang semakin kecil.
Pada simulasi VTC, rangkaian diberi masukan DC
dengan tegangan catu sebesar 5V. Pada simulasi
ini, rangkaian diuji tanpa dan dengan menggunakan
beban (CL) Dengan listing program yang benar,
dapat menampilan grafik VTC yang benar sehingga
aspek–aspek mempengaruhi kondisi ideal
AOI
HCMOS dapat terpenuhi. Hasil simulasi VTC
ditunjukkan dalam Gambar 5.
A2-130
5.0V
2.5V
0V
V(3)
5.0V
2.5V
SEL>>
0V
0s
0.2us
0.4us
0.6us
0.8us
1.0us
1.2us
V(16)
Time
Gambar 6. Hasil simulasi unit step
4.5. Data Simulasi
Dari simulasi yang dilakukan, memberikan
gambaran tentang kondisi dari rangkaian
AOI
HCMOS yang telah dirancang dan tercatat nilai–nilai
nominal yang akan dipakai sebagai dasar
perbandingan serta kesimpulan tentang kondisi
rangkaian yang telah dirancang.
4.6. Penggambaran Layout dengan Program
Microwind
Proses terakhir yang dilakukan adalah melakukan
penggambaran
layout
rangkaian
dengan
menggunakan program Microwind. Penggambaran
dilakukan dengan menggunakan default process
Microwind (0.12 µm CMOS Process) dengan
λ = 0.12 µm 2 = 0.06µm .
Layout
akan
digambarkan dalam bentuk gerbang AOI tunggal
dan empat gerbang dengan pad dalam satu IC.
Gerbang AOI tunggal digambar dengan skala 1 :
0.6µm (1 grid senilai dengan 0.6 µm), sedangkan
empat gerbang dengan pad digambar dengan skala
1 : 3µm (1 grid senilai dengan 3 µm).
Gambar 5. Simulasi VTC
4.4. Simulasi Unit Step
Proses simulasi selanjutnya adalah simulasi
Unit Step yaitu rangkaian diberi masukan satu
gelombang (step) sinyal pulsa. Pada sinyal keluaran
akan diamati nilai rise time (tr), fall time (tf),
propagation delay (tPLH dan tPHL) untuk kemudian
diambil perbandingan antara AOI HCMOS dan
CMOS. Tegangan catu dan beban kapasitif (CL)
sebesar 50pF.
Pada simulasi unit step seperti ditunjukkan
dalam Gambar 10, kondisi ideal untuk output sinyal
pulsa adalah propagation delay (tPHL dan tPLH) yang
lebih cepat dan VOL (steady state) yang mendekati
tegangan ground (0V), serta VOH (steady state) yang
mendekati tegangan catu (VDD). Deskripsi simulasi
unit step sebagai berikut;
Gambar 7. Layout AOI HCMOS
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasar pada hasil perancangan dan pengujian
terhadap rangkaian gerbang AOI HCMOS yang
dirancang, diperoleh kesimpulan sebagai berikut,
1. Gerbang AOI HCMOS hasil disain menghasilkan
nilai propagation delay 8.1 ns untuk nilai CL 50
pF.
2. Disipasi daya dinamik rangkaian adalah 1.25
mW untuk frekuensi kerja 1 MHz.
3. Noise margin rangkaian adalah 2,2 V
4. Rangkaian menempati layout dengan luasan
105 µm x 14 µm.
5. Rangkaian menempati layout dengan luasan
110 µm x 120 µm beserta pad.
5.2
Saran
1. Nilai W dan L transistor yang dikemukakan
dalam penelitian ini akan menghasilkan gerbang
AOI HCMOS dengan propagation delay sekitar 3
ns untuk nilai VDD 5 V dan CL 50 pF, bila nilai VDD
dan CL berbeda dengan yang ditetapkan maka
hasil propagation delay juga akan berbeda.
Untuk menghasilkan nilai yang sama maka
harus dilakukan disain ulang nilai W dan L
transistor.
2. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai
salah satu bahan referensi bagi perancangan
fungsi logika yang lebih kompleks misalnya flipflop dan counter menggunakan teknologi high
speed CMOS (HCMOS).
A2-131
DAFTAR PUSTAKA
Darmawansyah, Agung. 2000. Jurnal Ilmu-Ilmu
Teknik: Analisis dan Perancangan Integrated
Circuit (IC) NAND Berteknologi HCMOS (High
Speed Complementary Metal Oxide Silicon).
Malang: FT. UNIBRAW
Faulkenberry L. M., 1982, An Introduction to
Operational Amplifiers with Linier IC
Applications, John Wiley & Sons Inc., N.Y.
Geiger R. L., Allen P. E., Noel R. S., 1990, VLSI
Design Techniques for Analog and Digital
Circuits, McGraw-Hill, Inc., N.Y.
Gregorian R., Temes G. C., 1986, Analog MOS
Integrated Circuits for Signal Processing, John
Willey and Sons, Inc., New York.
Hodges D. A. and Jackson H. G., 1987, Analysis
and Design of Digital Intregrated Circuits,
Depart. of
Electrical Engineering and
Computer Sciences, University of California,
Berkeley.
Karki J., 1999, Effect of Parasitic Capacitance in Op
Amp Circuits, Texas Instruments, Inc., DallasTexas.
Loveday G., 1986, Essential Electronics an A to Z
Guide, Pitman Publishing Company, New
Jersey.
Mancini R., 1999, Feedback Amplifier Analysis
Tools, Texas Instruments, Inc., Dallas-Texas.
Rashid, Muh. 2004. Introduction to PSPice Using
rd
OrCAD for Circuits and Electronics, 3
edition. London: Prentice Hall.
Download