Cermin - Orchard Road Presbyterian Church

advertisement
Edisi Tahun Baru 2003
Natal
Pemuda
GPO
Rangkaian Natal
dan Tahun Baru
GPO
Jurnal
Mission Trip 4
Simak kesan-kesan
mereka!
Malam Natal dan
Tahun Baru di
Bukit Batok
Cermin
Diterbitkan oleh Gereja Presbyterian Orchard
3 Orchard Road Singapore
1
S
atu tahun berlalu sudah, tahun yang kaya
dengan warna kehidupan. Begitu banyak
dari kita yang memeteraikan tahun lalu
adalah tahun yang penuh sukacita dan
berkat. Namun tidak semua dari kita
melakukan hal yang sama. Masalah dan ujian
hidup juga menjadi bagian dari kita.
Kejatuhan, kekecewaan, ketakutan, dan
keputusasaan…. Semuanya itu sudah
menjadi lembaran masa lalu. Namun apakah
kita mau tetap tinggal di masa lalu? Cukup
sesekali kita menoleh ke belakang untuk
melihat hikmah dari setiap masalah, namun
langkah kita harus tetap maju ke depan.
Tahun yang baru… satu pengharapan yang
baru di setiap hati kita masing-masing.
Hanya ada satu yang pasti, kita tidak tahu
apa yang akan terjadi di esok hari. Setiap
orang tidak akan menyangkal bahwa hidup
penuh dengan ketidakpastian. Namun tetap
kita harus mengambil keputusan-keputusan
kecil dan besar untuk hari ini, esok dan
seterusnya. Bila pandangan kita tertinggal
dalam kegagalan di tahun yang lalu, mungkin
kita tidak akan pernah berani mengambil
keputusan untuk hari ini.
Mungkin kita lupa… kita memiliki Bapa, yang
di tanganNyalah kehidupan kita terletak.
redaksi GEMA GPO:
Dia sanggup melakukan hal-hal yang
mustahil bagi kita. Dari Dialah kekuatan
kita berasal. Seorang Bapa tidak akan
pernah mengabaikan anak-anak yang
dikasihiNya. Ada jaminan kemenangan di
dalam Dia.
Apakah kita sudah melibatkan Dia dalam
setiap rencana dan pelayanan di tahun yang
baru ini?
Apakah kita akan membiarkan pengharapan
kita padam? Ataukah kita berhati optimis
dalam mengambil keputusan karena percaya
Dialah sumber kekuatan kita.
“…aku meminta keberanian,… Tuhan
memberikan ku masalah dan rintangan ”
“…aku meminta kemakmuran,… Tuhan
memberikan ku tubuh dan pekerjaan”
“…aku meminta kekuatan,… Tuhan
mengijinkan ujian hidup dan penderitaan
singgah di hidupku”.
“… aku meminta kebahagiaan,… Tuhan
menyediakan orang-orang yang memerlukan
uluran tangan.”
Mari, sebagai jemaat Allah, kita bersamasama melangkah maju untuk lebih mengenal
dan mengerti siapakah Allah yang adalah
Bapa kita. Sehingga kita lebih mengasihi dan
mau melayani Dia seturut dengan kehendakNya.
Amin.................
penasihat:
team redaksi:
Pdt. Roy Tamaweol
Andreas, Julianto, Nonie, Yuyun
Dkn. Lina Sugianto
email:
Dkn. Salmon Wattimena
[email protected]
2
Mission Trip 4 - Love Lingka
Ministry 10 - 12 Januari
2003
Jumat, 10 Jan 2002
Jam 9 pagi, semua peserta Mission Trip 4 sudah
berkumpul di World Trade Centre, wahhh di-hitunghitung, kok Cuma 4 orang yahhh??? Kok sedikit
sekali, hanya terlihat Bu Cheong (veteran kita dalam
Mission Trip), Katherine, Alex dan Dwi. Ooh ternyata
banyak juga yang tidak bisa ikut, karena sakit dan
urusan penting lainnya. Ber-4 akhirnya kami
berangkat dengan Ferry ke Sekupang, Batam.
Tim dalam perjalanan
Di Sekupang,
kami mampir di
Pasar Sagulung,
untuk membeli
nasi bungkus
untuk makan
siang kami di
Pulau Lingka
n a n t i .
Sesampainya kami di Pelabuhan Sagulung,
perjalanan dilanjutkan dengan “Pong Pong” ke Pulau
Lingka, perjalan sekitar 45 menit. Wahhh senang juga
naik Pong Pong…. Apalagi buat kami yang sudah
lama tidak ikut mission trip, rasanya rindu, di ayunayun di tengah lautan. Walaupun sesekali ombak
besar melanda.
Selamat kami sampai di Lingka, di tempat Pak Amin,
telah ditunggu oleh beberapa penduduk Pulau Lingka,
dan anak-anak. Wahhh senang sekali kami disambut
begitu banyak orang, banyak yang juga yang
Para ibu mendengarkan ceramah
kesehatan
menanyakan, mengapa hanya kami ber-4 saja, mereka
sepertinya mengharapkan para peserta mission trip
terdahulu, dapat hadir juga. Sayang juga banyak dari
jemaat GPO yang tidak bisa ikut dalam mission trip
kali ini.
Pak Apan, Bu Farida dan Marthin,
Keluarga Lingka
S e t e l a h
menyantap
makan siang di
rumah Pak Elias,
ditemani Ibu
Lolita (istri Pak
Elias) dan Kak
Leny, Bu Cheong
s e g e r a
beristirahat, karena tidak enak badan. Alex, Dwi dan
saya sendiri dengan tidak sabar, segera berangkat
berkenalan dengan penduduk setempat. Pertama,
kami mendatangi sekolah, melihat Kak Leny sedang
mengajar anak-anak kelas 3 & 4. Saat itu mereka
sedang diajarkan syair lagu, “Satu satu aku sayang
Ibu” dan selanjutnya. Kami pun ikut membantu
beberapa anak menuliskan syair tersebut di buku
mereka masing-masing.
Setelah melihat sekolah, kami melanjutkan perjalanan
ke rumah penduduk, rumah pertama yang kami
kunjungi adalah rumah Pak Rusli, ditemani oleh Ruth
dan Lukas (anak keluarga Rusli), wahh rumah mereka
ini rumah yang berada di atas bukit, perjalanan kesana
memakan waktu
sekitar 20 menit.
Setelah naik turun
bukit, akhirnya
kami sampai juga,
disana kami diajak
melihat 2 rumah,
rumah Pak Rusli
dan rumah Nenek.
DAFTAR ISI
02
03
08
10
12
18
20
Dari Redaksi
Jurnal Misi
Liputan GPBB
Liputan GPO
Kilas Peristiwa
Cermin
Pengumunan
3
Taruna
Lingka
Kami tidak berlama-lama di sana, karena adik
Ruth sedang sakit dan butuh istirahat.
Kak Leny sedang mengajar
Rumah yang
kami kunjungi
selanjutnya ialah
rumah
Ibu
Farida, ternyata
anak mereka,
Martin
juga
sedang sakit,
wahhh
kami
berpikir, acara besok akan diadakan klinik kesehatan
sepertinya akan berguna bagi penduduk setempat.
Karena hari juga sudah sore, kami berkeliling sekali
lagi, dan bertemu dengan Pak Sakti, kami hanya
menyampaikan tentang adanya klinik dan ceramah
besok hari, karena kami juga sudah harus bersiapsiap mandi dan makan malam.
Setelah menikmati makan malam yang disediakan
Kak Ati, kami melanjutkan acara dengan renungan
malam di rumah penduduk. Renungan malam ini,
dibagi 2 kelompok yang dipimpin oleh Katherine di
rumah Bu Leha dan Alex di rumah Pak Sakti. Di
renungan ini, kami membahas tentang perihal 10
talenta yang diambil dari Matius 25: 14-30. Kami
berusaha menekankan kepada keluarga di sana bahwa
apa yang telah diberikan oleh Tuhan harus selalu
diusahakan, tidak dibiarkan begitu saja, demikian juga
dengan segala kemampuan yang telah diberikan
Tuhan untuk para penduduk di Lingka. Setelah
renungan malam disampaikan, ditutup dengan doa
syafaat dan santapan ringan. Setelah itu kami
berbincangbincang sejenak,
dan pergi tidur.
Sabtu, 11 Jan 2002
Acara di pagi hari ini
dikhususkan untuk para
taruna. Tidak tahu
karena hujan yang turun
dari kemaren malam,
banyak taruna yang
terlambat berkumpul di
gereja, sehingga acara
diundur hingga jam 9.30. Acara untuk taruna ini,
dikhususkan seperti Kelompok Tumbuh Bersama,
dimana kami bersama-sama dengan para taruna
belajar mengerti Firman Tuhan, dengan bantuan dari
buku-buku pembantu. Buku yang kami pakai untuk
kali ini ialah Petunjuk Tentang Jaminan. Dalam KTB
taruna ini pun, saya dan Dwi membagi 2 kelompok,
dengan kelompok Dwi dipimpin oleh Kak Leny. Kami
membahas bab pertama yaitu Jaminan tentang
keselamatan.
Jam 11 siang, 2 dokter yang bertugas untuk klinik
kesehatan sudah tiba, maka kami pun mengakhiri
KTB kami jam 11.30. setelah makan siang di rumah
penduduk, segera kami kembali ke gereja untuk
mempersiapkan klinik kesehatan, sementara Dokter
Louis dan Alex keliling mengunjungi penduduk yang
terlalu sakit untuk bisa datang ke klinik.
Klinik dimulai jam 1.30 tepat, dengan Dokter Hotma
di ruang periksa
1, dan Dokter
Louis di ruang
periksa
2.
Ternyata ada 25
keluarga yang
datang ke klinik
ini. Sebelum
memasuki ruang
periksa, Dwi
b e r t u g a s
mengambil foto
keluarga dari
masing-masing
keluarga.
Setelah pasien
terakhir, Klinik
kami tutup jam
4.30
sore,
ternyata tidak
Dr. Hotma dan Dr. Louis sedang
memeriksa penduduk
Keluarga Pak Rusli, Pak Sakti, Bu
Tono, Tono, Lia, dan Yasmin
4
berhenti di gereja saja. Sampai di rumah Pak Elias,
saat kami sedang ngobrol-ngobrol ringan sambil
beristirahat, ada 3 keluarga lagi dari Pulau Bertam
datang ingin diperiksa. Dokter Louis dengan senang
hati pun melayani mereka.
Jam 7.30 acara kami lanjutkan dengan Ceramah
Kesehatan. Sekali lagi gara-gara hujan yang belum
berhenti dari tadi pagi, tidak banyak keluarga yang
bisa hadir, sehingga acara kami adakan di rumah Pak
Elias. Dokter Louis membahas tentang pentingnya
perawatan gigi, bahaya merokok dan minuman keras.
Ceramah ditutup dengan renungan singkat oleh Kak
Leny, yang diambil dari 2 Kor 6:19-20 bahwa kita
harus selalu menjaga tubuh kita karena tubuh kita
ialah Bait Roh Kudus.
Raja anak-anak....
Setelah ceramah dan renungan singkat, anak-anak
kami ajak bermain kembang api di depan rumah Pak
Elias, tujuan semula ialah mengajak anak-anak
bermain kembang api di dermaga, tapi karena hujan,
terpaksa kami alokasikan mereka di depan rumah Pak
Elias. Karena hujan juga, tidak banyak anak-anak
yang datang pada malam itu, sehingga sisa kembang
api pun kami titipkan pada Kak Leny untuk dipakai
di acara-acara berikut.
Minggu, 12 Jan 2002
Setalah makan siang di rumah penduduk, kami mulai
berberes dan mengucapkan selamat tinggal kepada
penduduk setempat. Waktu terasa cepat sekali, sudah
3 hari 2 malam kami disana. Ingin rasanya lebih lama
lagi di Lingka, menikmati alam yang indah,
keramahan penduduk.
Kami diantar oleh Pak Amin sampai di Sekupang,
dan setelah itu kami lanjutan dengan Ferry ke World
Trade Centre. Singapore, kami telah tiba dengan
selamat.
Terimakasih kepada semua pihak yang telah
mendukung Mission Trip 4 ini, sehingga dapat
berjalan dengan baik sekali, baik melalui doa, tenaga
dan juga dana. Semoga Tuhan memberkati, dan
kerinduan kami, makin banyak jemaat GPO yang mau
ikut serta dalam Mission Trip berikutnya.
Jika Anda rindu untuk mengalami pengalaman rohani
yang tidak terlupakan.. daftarkan diri Anda segera
untuk mengikuti Mission Trip berikutnya di bulan
Mei 2003. Anda harus mengikuti Program Pembinaan
Misi dan Penginjilan sebelumnya. Silakan
menghubungi
Komisi
Misi
GPO:
[email protected], Andreas (93859785)
Sampai
Jumpa
lagi
Lingka....!
Jam 7.30 sekolah minggu dimulai, kami sempatkan
menghadiri sekolah minggu yang dipimpin oleh Kak
Leny, Kak Ati, Bu Leha dan Bu Farida. Anak-anak
senang sekali mendengar cerita Kak Leny mengenai
Kejadian 1, ciptaan Allah.
Jam 10.00 kami semua mengikuti Kebaktian hari
Minggu, yang dipimpin oleh Ibu Lolita yang
berkotbah dari Efesus 2: 1-10.
Kebaktian ditutup dengan persembahan pujian dari
para taruna. Indah sekali lagu mereka, “Ku ingin
selalu memuji Tuhan selagi aku ada”
Peserta
Mission Trip
5
Kenangan kami...
Gereja
Pemeriksaan Kesehatan oleh Dr. Hotma
dan Dr Louis
Pendaftaran Klinik
Generator Listrik
“”Bu Cheong, sudah laper nih!
Keluarga Bu
Yohana Ida
(samping) dan
Pak Mesran
(bawah)
Kak Ati
mengajar
sekolah
minggu
...akan selalu
tetap di hati.
Lingka bagi
KemuliaanNya.
6
Persembahan
Lagu dari
Taruna
Lingka
Kesan-kesan para peserta Mission Trip 4:
Aku senang sekali boleh datang ke Lingka
dan experience kehidupan laut. Mungkin belom
melaut atau masih banyak hal yang aku belom
mengerti disana, tapi aku merasa sangat berkesan
pada waktu disana. Aku tinggal di rumah pak Sakti
dan semapt berbincang2 tentang kehidupan melaut
dan beberapa hal lainnya. Dari sana aku belajar
kalau mereka tidak pernah khawatir tentang esok
hari. Seperti halnya di matius 6:25. kehidupan di
kota sama sekali sangat berbeda. Aku belajar untuk
lebih menyrahkan segala sesuatu untuk GOD rather
believing yourselves. Aku juga belajar tentang
kehidupan mereka yang tidak berpolitik. Serasa
begitu refreshing daripada kehidupan di kantor.
Masih banyak lagi tapi tidak ada waktu untuk
mengetik semuanya. Sekian dan terima kasih.
berdoa dan menyanyi satu lagu lagi, Dwi,
Chandra dan saya membacakan Firman Tuhan
secara bergantian. Setelah renungan, kami
berdiskusi apa yang dimaksud dengan
perumpamaan talenta.
Dwi
Kita berbincang bincang di rumah
keluarga pak Amin. Bu Amin yg banyak
bercerita tentang bagaimana dia menjadi
Kristen. Pada mulanya dia berbakti di
gereja Katolik, tapi dia tertarik dgn
nyanyian nyanyian dan sekolah minggu
di gereja Kristen. Kita belajar disini bahwa
Tuhan memanggil orang melalui cara yg
berbeda beda.
K e t i k a
saya sadar bahwa
sebenernya
renungan malam
itu seperti apa,
saya jadi agak
panik, takut orang
yang
datang
terlalu banyak,
takut gak bisa
mimpin nyanyi, dan takut gak bisa bawa
renungan yang bisa menyentuh hati saudara/i
di Pulau Lingka.
Tapi, yah taat pada Tuhan lebih penting dari
pada segalanya. Yang penting saya sendiri buat
persiapan yang cukup, dengan iman bahwa
Tuhan sendiri akan turun tangan, semuanya
akan OK, jadi saya jalanin aja.
Saya membawakan renungan di rumah Pak
Sakti. Tiba di sana kira kira jam 8:15pm Dia
sendiri tidak hadir malem itu karena ada urusan
di P Batam. Istrinya Pak Sakti, anaknya,
papanya Pak Sakti, Pak Afan dan istrinya,
beserta saudaranya Pak Sakti, akhirnya datang
ke renungan malam.
Harus diakui konsep talenta tidak begitu mudah
untuk dibawakan kepada mereka. Tetapi saya
sangat dikuatkan oleh iman mereka kepada
Tuhan. Lewat doa bersama dimana kami
mendoakan mereka dan mereka mendoakan
kami, kami merasakan persekutuan hangat di
malam itu.
Alex
Dokter Louis
Jangan lewatkan
Mission Trip 5 yang
akan datang,
Terlibatlah dalam
MisiNya, hingga nyata
kasihNya di antara
semua suku bangsa.
Renungan dimulai dengan nyanyian pujian kira
kira jam 8:45. Saya dibantu oleh Dwi dan
Chandra untuk menyanyi bersama. Setelah
7
Malam Natal dan
TahunBaru di Bukit Batok:
To Give and To Encourage
Natal tahun 2002 hadir ditengah2 suasana yang
suram. Banyaknya aksi dan korban teroris yang
terjadi sejak peristiwa 11 September membawa
ancaman bagi umat Kristiani yang ingin beribadah;
bahkan berada dalam di tempat2 yang ramai menjadi
sesuatu yang harus diwaspadai. Di sebagian tempat
di Indonesia, adanya pemeriksaan tas2 sebelum
jemaat memasuki ke gedung gereja dalam upaya
mencegah aksi teror. Di GPBB sendiri, dua police
officer datang menanyakan jadwal aktivitias gereja
untuk berjaga2 akan hal2 yang tidak diinginkan.
Hiasan dan dekorasi Natal masih
dengan semaraknya mewarnai
mall2 dan jalan2 untuk
menyambut datangnya liburan
akhir tahun, yang tidak lain dari
tahun2 sebelumnya bersifat
sekuler dan komersil. Tetapi
ditengah2 hiruk pikuknya suasana
menjelang tahun baru dengan
adanya Christmas Sales, NYE
Countdown Party dsb, banyak
dari kalangan masyarakat yang
tengah mengalami masa2 sukar. Aksi kekerasan
teroris telah mendukung hancurnya ekonomi yang
sebelumnya sudah dalam keadaaan buruk. Akibatnya
banyak yang membuka usaha mengalami penurunan
omset secara drastis; yang bekerja, hilang
pekerjaannya; yang mencari pekerjaan mengalami
kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Di tengah2 kegelisahan, GPBB menjadikan ‘To give
and to Encourage’ sebagai tema bagi Natal 2002. ‘To
encourage’ yaitu untuk membangkitkan semangat
jemaat dalam saat2 yang penuh ketidakpastian, dan
mengingatkan kembali bahwa Tuhan Yesus datang
untuk memberikan pengharapan bagi umat manusia.
Berkaitan dengan ini, diadakannya Kotak Pos Natal
dimana antar jemaat atau komisi bisa memberikan
dan menerima kado dan kartu Natal sebagai sarana
untuk membangun dan mengapresiasi satu sama lain.
Respon jemaat sangat baik dengan jumlah kartu
sekitar 125 dan kado lebih dari 40 yang dibagikan.
Tema ‘to Give’ mengajak jemaat untuk memahami
arti memberi yang terbaik untuk Tuhan. Memberikan
yang tidak kita sukai atau perlukan bukanlah hal yang
8
sulit, tetapi sejauh mana kita bersedia untuk
memberikan yang terbaik bila diperhadapkan dengan
kehendak Tuhan? Drama malam Natal mengisahkan
pergumulan Maria lebih dalam dari apa yang Lukas
1 singkapkan, dimana dia harus menanggung
pelecehan dan rasa malu yang sangat dalam untuk
mengandung diluar pernikahan ditengah2 kebudayaan
Yahudi kuno yang sangat kolot. Namun dari sana kita
bisa melihat teladan Maria menyerahkankan diri
sepenuhnya kepada rencana Allah and berkata:”
Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah
padaku munurut perkataanMu itu.” Pdt.Joseph Theo
mendukung tema ini dalam khotbah serinya yang
menguraikan arti kata dan ciri2 seorang hamba/budak
(dulos dalam bahasa Ibrani). Khotbah seri dimulai
pada malam Natal, lalu kebaktian Natal, kebaktian
minggu terakhir 2002, dan ditutup pada kebaktian
akhir tahun. menguraikan ciri2 seorang budak/hamba
pada jaman Alkitab.
Rangkaian acara antara lain
adalah Kebaktian Advent setiap
minggu yang dimulai dari awal
Desember hingga Natal. Pada
tanggal 7 Desember, Pemuda
membawakan Christmas Carol
ke Balestier Special School dan
juga pada tanggal 21 dan 22
Desember mengadakan caroling
ke rumah 8 keluarga jemaat
GPBB. Tanggal 24 Desember
malam adalah perayaan Natal yang dimulai dengan
makan malem Spaghetti, dan diisi dengan pujian2an,
nyanyian paduan suara, khotbah singkat, serta drama
yang menunjukan pergumulan Maria dan ketaatannya
akan kehendak Tuhan untuk melahirkan Sang
Juruselamat di luar pernikahannya. Keesokan
harinya, pada tanggal 25 adalah kebaktian Natal yang
disambung dengan makan siang. GPBB menutup
tahun 2002 dengan Kebaktian dan renungan akhir
tahun yang disambung dengan acara ‘potluck’ dan
makan bersama.
Puji Tuhan untuk penyertaanNya dari perencanaan,
pelaksanaan hingga pada akhir acara, hingga semua
boleh berlangsung dengan baik , dan GPBB boleh
diberkati dengan jumlah kehadiran jemaat yang
melebihi target. Semoga panitia berserta semua yang
sudah terlibat dalam berbagai aktivitas Natal dan
akhir tahun sudah menjadi saluran berkat bagi jemaat
sekalian.
Malam Natal dan Tahun Baru GPBB dalam photo
Anak-anak SM GPBB
9
Natal Komisi Pemuda, 7 Desember 2002
“Christmas in My Heart”
Tidak terasa kita telah berada di
penghujung tahun 2002! Demikian pula
dengan perayaan Natal Komisi Pemuda
(KP) yang barusan lewat tanggal 7
Desember kemarin. Tentu masih berkesan
di dalam ingatan kita tentang makna
Natal, tentang Kristus yang datang 2500
tahun yang lalu, Kristus yang sama pula
akan datang kembali untuk yang kedua
kalinya. Pesan Natal yang disampaikan
oleh Ev. Melinda Loe (yang lebih akrab
dengan panggilan “Ci Mel”) mendorong
masing-masing kita untuk merenungkan
arti Natal yang sesungguhnya secara
pribadi.
Gerejawi
dan
Komisi
Remaja,
melangsungkan ibadah Natal dalam
suasana kekeluargaan dan kasih, hangat
dan damai. Alangkah indahnya! Pujian
demi pujian dilantunkan untuk Sang
Pencipta. Kita menikmati setiap lagu yang
kita nyanyikan, lagu-lagu yang sudah
cukup familiar di telinga kita - yang biasa
kita nyanyikan setiap tahun - namun
terasa segar dan baru di lidah kita. Vocal
group Pemuda dan Paduan Suara Eklesia
pun turut memeriahkan acara Natal ini
dengan menyumbangkan nyanyian
tentang Natal.
Di sela-sela acara, beberapa dari kita
cukup “beruntung” mendapatkan hadiah
dari sang MC yang murah hati. Natal
serasa kurang pas hanya dengan
menyanyikan lagu demi lagu tanpa
mengetahui latar belakang lagu tersebut
serta penciptanya. Pertanyaan seperti
“Lagu Malam Kudus siapa yang ngarang?”
dan beberapa pertanyaan lain yang
berhubungan dengan Natal, musik dan
pujian, cukup membuat beberapa dari kita
garuk-garuk kepala. (Tentu saja ini tidak
berlaku untuk Pak Linardi [choir leader -
Ev. Melinda Loe
Perayaan Natal KP berlangsung cukup
meriah. Dengan kurang lebih 70 pemudapemudi menghadiri perayaan tersebut,
ruang Chapel kita pun menjadi terasa
lebih padat dibanding biasanya. Dengan
dekorasi ruangan yang dirancang special
oleh designer2 top KP, Chapel diubah
wajahnya dengan tema “Home
Christmas”. Kita pun seakan berada di
ruang keluarga dengan penataan tempat
duduk jemaat yang lebih dekat satu sama
lain sehingga menciptakan nuansa santai,
hangat, dan juga interaktif. Dimulai pukul
4.30 sore, Komisi Pemuda, bersama
dengan anggota2 dari Komisi Musik
10
red], karena beliau sudah bertahun-tahun
menghafalnya di luar kepala :) Pertanyaan
demi pertanyaan pun dijawab dengan
penuh antusias dan partisipasi dari kita.
Pesan Natal yang disampaikan oleh Ev.
Melinda Loe cukup unik dan mendorong
kita untuk lebih meluangkan waktu untuk
mengkaji-ulang,
berpikir,
dan
merenungkan makna Natal seperti apa
yang selama ini berada dalam benak kita;
apakah kita memiliki pengertian Natal
yang sesungguhnya.
Seperti yang diingatkan Ev. Melinda,
kedatangan Tuhan Yesus adalah janji yang
ditepati, janji yang digenapkan Allah.
Sedangkan sekarang ini adalah waktu di
mana kita sedang menunggu janji Allah
yang akan digenapi, janji akan
kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali,
dimana kita akan dipersatukan kembali
dengan Allah di surga. Kita ditantang
untuk merefleksikan diri kita masingmasing, gaya hidup kita, dan sikap kita
dalam menantikan kedatanganNya. Kita
Vocal Group
harus *merubah* cara hidup kita yang
lama karena kita telah lahir baru di dalam
Kristus yang olehNya kita mampu
bertahan dan dikuatkan. Walaupun katakata Ci Mel boleh berlalu, namun marilah
kita doakan dengan sungguh-sungguh
pesan Natal yang “singkat-tapi-padat” ini
supaya dapat membawa perubahan yang
berarti dalam hidup kita menuju tahun
yang baru.
Ada rasa sukacita di mana kita bisa belajar
memberikan sesuatu yang terbaik untuk
orang lain seperti untuk diri kita sendiri
di hari Natal ini. Maka setelah persekutuan
selesai, acara Tukar Kado pun digelar!
Keceriaan terpampang di wajah-wajah
para pemberi dan penerima kado. Masih
ingat siapa dan kado apa yang kamu kasih
dan terima? “Kadoku mana?” “ Thank you,
ya!” bertebaran di sana sini. Heboh deh!
Tapi fun! :) Marilah kita semua terus
memelihara rasa persaudaraan ini supaya
tidak hilang dan terbatas pada acara Tukar
Kado di hari Natal saja.
Makan-makan! Heemmmm… Acara yang
satu ini tidak bisa dilewatkan begitu saja.
Apalagi makanan Indo! Walaupun acara
makan-makan ini bukan menjadi acara
puncak yang ditunggu-tunggu (mudahmudahan :) , acara ini menutup perayaan
Natal KP yang berakhir sekitar jam 7
malam. Masih ingat menunya? Masih
berasa
kan
kalau
makanannya
uueeennnaakkk sekali? :) Thanks buat Pak
Wir yang membantu menyediakannya
(bisa buka catering service nih Pak! - red).
Ada satu lagi. Kartu Natal pemuda yang
unik! Masing-masing kita diminta menulis
nama kita sendiri pada saat memasuki
ruang Chapel, dan setelah perayaan Natal
berakhir, kartu-kartunya diacak dan
diberikan lagi kepada kita. Lalu kita
mengisi kartunya dengan ucapan Natal
(dan pesan-pesan pribadi yang lain kalau
perlu :), kemudian kita harus
memberikannya kepada orang yang
namanya tercantum pada kartu yang kita
tulis. Tujuannya adalah supaya kita yang
udah saling mengenal, semakin akrab…
dan yang belum kenal bisa kenalan…
(jarang-jarang kan bisa kayak gini? :) So,
masih ingat kamu kasih siapa? :)
Natal yang kita rayakan setiap tahun,
ditutup dengan tema Natal kita tahun ini,
“Christmas in My Heart”. Biarlah sukacita
“Christmas” dapat terus kita rasakan “in
Our Heart ” di dalam menantikan
kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
Amin.
Tuhan memberkati!
11
Rangkaian pera
yaan
peray
Na
tal - T
ahun Baru GPO
Nat
Tahun
dalam photo
NATAL
KOMISI
PELAUT
12
NATAL
KOMISI
MARIA
MARTA
13
NATAL
KOMISI
MARIA MARTA
14
4 PROFIL TOKOH
MINGGU-MINGGU ADVENT
MAJELIS
JEMAAT
GPO
X’MAS
EVE
15
NATAL
JEMAAT
G P O
16
KEBAKTIAN MALAM
TAHUN BARU
17
KUASA YESUS YANG MEMBEBASKAN
suatu renungan
Pagi itu seperti hari-hari yang biasa
dilalui oleh Menik setelah bangun dari tidur
dan sebelum melakukan segala kesibukan
sepanjang hari, ia duduk membuka
Alkitab dan membaca renungan.
Ketika ia membaca ayat-ayat yang
menuntun perenungannya pagi itu, tibatiba terlintas secercah sinar terang dalam
pikirannya. Sinar terang itu membiaskan
cahaya yang menerangi seluruh
pikirannya yang memang sedang
terselimuti suatu masalah. Lalu pikirannya
seperti terputar ulang mengingat segala
masalah yang tengah membebani
pikirannya beberapa waktu belakangan
ini.
Kemudian ia mengambil ballpennya dan
sambil membaca ulang ayat-ayat
penuntun
tersebut
ia
menggarisbawahinya dan menandai judul
perikopnya dengan stabilo agar mudah
mencarinya lagi. Kasih karunia Allah
menyelamatkan semua manusia :
“Karena kasih karunia Allah yang
menyelamatkan semua manusia
sudah nyata. Ia mendidik kita supaya
kita meninggalkan kefasikan dan
keinginan-keinginan duniawi dan
supaya kita hidup bijaksana, adil dan
beribadah di dalam dunia sekarang
ini dengan menantikan penggenapan
pengharapan kita yang penuh
bahagia dan penyataan kemuliaan
Allah
yang
Mahabesar
dan
Juruselamat kita Yesus Kristus, yang
telah menyerahkan diri-Nya bagi kita
untuk membebaskan kita dari segala
kejahatan dan untuk menguduskan
bagi
diri-Nya
suatu
umat,
kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin
berbuat baik.” (Titus 2 : 11 – 14)
Renungan yang dibacanya pagi itu
mengisahkan perjuangan seorang yang
ingin melepaskan diri dari keterikatannya
dengan suatu kebiasaan buruk yang telah
dijalaninya selama bertahun-tahun dan
telah menghancurkan kehidupannya.
18
Penulis renungan menanyakan; apakah
saat ini engkau sedang berjuang untuk
melepaskan diri dari sebuah keterikatan
pada kebiasaan buruk yang merusak
hidupmu? Mintalah pertolongan Yesus
yang sanggup membebaskanmu.
Menik kemudian merenung sejenak
dan pikirannya terus melayang jauh
kebelakang. Ia teringat bagaimana dulu
ia juga mempunyai tabiat yang buruk,
namun dengan menyerahkan diri
sepenuhnya pada Yesus sang penjunan
agar dibentuk seturut dengan kehendakNya maka ia merasakan suatu perubahan
yang besar telah terjadi dalam hidupnya.
Terlintas pula dalam pikirannya
bagaimana dengan dengan orang-orang
terkasih disekelilingnya, teman-teman,
saudara-saudaranya dalam Yesus. Ada
banyak diantara mereka yang rajin
mendengarkan firman yang diberitakan
baik dalam ibadah di gereja maupun
dalam persekutuan-persekutuan, juga
yang terlibat aktif dalam pelayanan,
sepertinya masih terikat kuat dan tidak
ingin melepaskan kebiasaan-kebiasaan
buruknya. Padahal kebiasaan-kebiasaan
buruk itu mengganggu dan bahkan bisa
saja merusak kehidupannya.
Ada diantara
mereka yang tidak
menyadarinya, ada
juga yang sadar
akan
kebiasaan
buruknya itu, tapi
dengan alasan dan
menunjuk
pada
salah satu ayat
dalam Alkitab yang
mengatakan bahwa
daging
adalah
lemah, sepertinya
kebiasaan buruk itu
menjadi benar. Dan
ketika diingatkan untuk berdoa mohon
agar diubahkan dan dimampukan
membuang dan meninggalkan kebiasaankebiasaan buruknya, dianggapnya seperti
angin lalu saja. Ada pula yang
berpendapat belum bertemu dengan
seorang hamba Tuhan yang sanggup
menyentuh hati dan pikirannya sehingga
dapat mengubahkan apa yang selama ini
diyakininya. Hal-hal semacam ini
membuat sedih hati Menik. Apakah
seorang hamba Tuhan lebih besar dari
kuasa Yesus yang mampu melakukan
segala macam perubahan dalam diri
seseorang? Tidak sadarkah dia dengan
menanamkan pendapat seperti itu dia
telah mendukakan hati Yesus? Karena dia
tidak menaruh harapan dan menyerahkan
diri sepenuhnya kepada Yesus.
Menikpun lalu berdoa; “Tuhan
Yesus, tolonglah kiranya Kau berikan
hikmat dan penerangan kepada temanteman, saudara-saudaraku yang masih
mempertahankan
hal-hal buruk yang
ada dalam dirinya.
Baik mereka yang
tidak sadar akan hal
itu, terlebih lagi
mereka
yang
dengan
sadar
mempertahankannya.
Ubahlah hati dan
pikiran
mereka
yang tidak benar
pendapatnya.
Berikan mereka
pengertian dalam
hati mereka bahwa Engkaulah yang
berkuasa membentuk dan mengubah
setiap manusia seturut dengan
kehendakMu. Dan Engkau pun sanggup
membebaskan kami dari segala dosa dan
hal-hal buruk yang mengikat kami.
Karena Engkaulah sang Penjunan dan
kami manusia hanyalah tanah liat. Berikan
kekuatan pada kami semua untuk mampu
menyerahkan diri sepenuhnya hanya
kepada Mu saja. Terima kasih Yesus.
Amin”.
Hati Menik menjadi lega dan
sungguh rindu untuk boleh menjadi berkat
bagi sekitarnya. Kiranya Tuhan terus
memimpin perjalanan hidup dan setiap
pelayanan yang dilakukan setiap
hambaNya untuk kemuliaan nama Tuhan.
- yuarde -
19
Visi 5 : 9
“Engkau layak menerima
gulungan kitab itu dan
membuka meteraimeterainya; karena Engkau
telah disembelih dan dengan
darah-Mu Engkau telah
membeli mereka bagi Allah
dari tiap-tiap suku dan bahasa
dan kaum dan bangsa”.
(Wahyu 5 : 9)
SEGENAP
REDAKSI
GEMAGPO
MENGUCAPKAN
SELAMAT TAHUN
BARU 2003 KEPADA
SELURUH JEMAAT
GPO & GPBB
TUHAN SENANTIASA
MENYERTAI KITA
SEMUA
20
Download