tinjauan dosis radiasi eksternal terhadap pekerja

advertisement
SEMINAR NASIONAL IX
SDM TEKNOLOGI NUKLIR
YOGYAKARTA, 31 OKTOBER 2013
ISSN 1978-0176
TINJAUAN DOSIS RADIASI EKSTERNAL TERHADAP PEKERJA
DALAM PERBAIKAN DETEKTOR NEUTRON
JKT03 CX 821 DI RSG-GAS
Mashudi, Unggul Hartoyo, Suhartono, Sunarningsih
Kawasan Puspiptek, Gd 31, Serpong, Tangerang-Selatan
Email untuk korespondensi: masdi@ batan.go.id
ABSTRAK
TINJAUAN DOSIS RADIASI EKSTERNAL TERHADAP PEKERJA DALAM PERBAIKAN
DETEKTOR NEUTRON JKT03 CX 821 DI RSG-GAS. Telah dilakukan tinjauan dosis radiasi eksternal
terhadap pekerja dalam perbaikan detektor Neutron JKT03 CX821 . Pengendalian dosis yang dilakukan
berpedoman pada peraturan perundangan rekomendasi ICRP publikasi 60 dan safety series No. 115, IAEA
yaitu 20 mSv/tahun. Metode tinjauan dosis radiasi dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : Melakukan
pengukuran paparan radiasi pada detektor, menentukan lama waktu bekerja, mengendalikan paparan
radiasi dengan memperhitungkan faktor jarak, waktu dan penahan radiasi , menggunakan peralatan
pengendalian, alat pengukur dosis perorangan, pakaian kerja serta mematuhi instruksi petugas proteksi
radiasi dengan prinsip ALARA selama melakukan perbaikan. Diperoleh hasil penerimaan dosis pekerja
radiasi yang tertinggi sebesar 0,2011 mSv dalam batas aman di bawah batas yang di ijinkan yaitu sebesar
20 mSv/tahun (sesuai dengan peraturn perundang undangan) .
Kata kunci: Tinjauan, dosis radiasi
ABSTRACT
REVIEWING OF EXTERNAL RADIATION DOSE ON WORKERS OF IMPROVEMENT OF
NEUTRON DETECTOR JKT03 CX821 at RSG-GAS. Reviewing of external radiation dose on workers of
improvement of neutron detector JKT03 CX821 at RSG-GAS has been done. Controlling of dose has been
done due to regulation recomended by ICRP publication 60 and safety series NO.115, IAEA which is 20
mSv/ year. Reviuwing of radiation dose has been done through same steps as : measuring of radiation
exposure on detector, determining duration of work, Controlling radiation exposure by calculating distance
factor, duration and radiation shielding , using controlling devices, individual dose meter, uniforms and
following regulations to instructions radiation protection officers based on ALARA principles during
improvement is carried out. The highest dose received by radiation worker is 0,2011 mSv, it is far from the
allowed dose which is 20 mSv/year ( means that is fulfiells the regulation).
Keyword: Reviewing, dose of radiasi.
Salah satu peralatan yang terpasang di kolam
raktor adalah detektor JKT03 CX821 digunakan
untuk mengukur fluk neutron yang dibutuhkan
dalam pengoperasian reaktor, sehingga detektor
JKT mengalami aktivasi dengan neutron yang
mengakibatkan timbulnya radiasi permanen pada
detektor tersebut. Pengoperasian detektor secara
terus menerus mengakibatkan beberapa detektor
mengalami kerusakan. Untuk memenuhi kebutuhan
di dalam pengoperasian reaktor, detektor JKT
sangat dibutuhkan sehingga untuk memenuhi hal
tersebut, detektor yang rusak perlu dilakukan
perbaikan.
PENDAHULUAN
Pada suatu instalasi nuklir seperti reaktor G.A
Siwabessy pengendalian daerah kerja terhadap
paparan radiasi adalah suatu hal yang mutlak
dilakukan untuk menjamin keselamatan dan
kesehatan pekerja radiasi agar tidak menerima
dosis radiasi yang berlebih.
Radiasi yang ditimbulkan akibat adanya reaksi
pembelahan inti uranium (reaksi berantai yang
berkesinambungan) di dalam reaktor dan aktivasi
neutron dengan peralatan dan bahan yang berada di
dalam kolam reaktor maupun di fasilitas iradiasi.
Mashudi, dkk
272
STTN-BATAN
SEMINAR NASIONAL IX
SDM TEKNOLOGI NUKLIR
YOGYAKARTA, 31 OKTOBER 2013
ISSN 1978-0176
Karena detektor JKT03 CX821 yang rusak
telah menjadi sumber radiasi permanen selama
proses perbaikan diperlukan pengendalian radiasi
bagi pekerja yang akan melakukan perbaikan, agar
penerimaan dosis radiasi bagi pekerja radiasi
terkendali.
lampiran 4, Dengan mengikuti alur pengendalian
radiasi seperti di atas, maka pekerja radiasi yang
melakukan perbaikan akan menerima dosis lebih
kecil dari hasil perhitungan pada tabel 3.[1]
Untuk tercapainya pengendalian
terhadap
pekerja
dilakukan
tiga
pengendalian yaitu:
Metode yang dilakukan dengan cara sebagai
berikut
-



Mengukur paparan radiasi pada detektor
JKT03 CX821
Menentukan lama waktu bekerja
Memberikan shielding Pb
Menggunakan Apron
Menggunaan Peralatan Pengendalian dan
pakaian kerja
Mematuhi nstruksi dengan prinsip ALARA (
As Low As Reasonably Archievable)
Faktor jarak
Faktor waktu
Faktor penahan radiasi
Faktor Jarak
Di dalam perhitungan faktor jarak ada
beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara
lain
paparan
radiasi
berkurang
dengan
bertambahnya jarak dari sumber radiasi, maka laju
paparan radiasi pada jarak r dari sumber ini
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.
Untuk mengatasi penerimaan dosis radiasi
dalam pekerjaan, maka harus diusahakan berada
pada jarak yang sejauh mungkin. Apabila tidak
diperlukan maka janganlah berada dekat sumber
radiasi.
Dalam tulisan ini akan diuraikan teknis
tinjauan dosis radiasi eksternal terhadap pekerja
dalam kegiatan melakukan perbaikan detektor
JKT03 CX821 sehingga selama melakukan
perbaikan pekerja radiasi tidak menerima dosis
radiasi yang berlebih.
Faktor Waktu
Deskripsi
Didalam perhitungan faktor waktu ada
beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara
paparan radiasi berkurang dengan bertambah
cepatnya waktu yang dipergunakan untuk berada
dekat dengan sumber radiasi. Untuk mengatasi
penerimaan dosis radiasi dalam pekerjaan, maka
harus diusahakan berada pada waktu yang
sesingkat-singkatnya. Apabila tidak diperlukan
maka janganlah berada dekat sumber radiasi. Dosis
radiasi yang diterima pada waktu t dapat dihitung
dengan rumus
D = d x t, dalam satuan Sv [2]
dimana:
D = Dosis total, dalam satuan Sv
Pekerja radiasi di dalam gedung reaktor RSGGAS dimungkinkan terkena paparan radiasi akibat
dari pengoperasian reaktor, perbaikan (perawatan)
peralatan yang telah menjadi sumber radiasi.
Sumber radiasi dapat berupa radiasi gamma, beta
dan alpa serta neutron. Pemantauan paparan radiasi
diperlukan untuk mengendalikan penerimaan dosis
pekerja radiasi, kontaminasi dan masuknya bahan
radioaktif ke dalam tubuh (interna) agar pekerja
radiasi yang melakukan kegiatan di dalam gedung
reaktor tidak menerima dosis radiasi yang berlebih.
Metode yang dilakukan dalam perbaikan
detektor JKT03 CX 821, mengukur untuk
mengetahui besar paparan dengan menggunakan
alat monitor radiasi gamma RADIAGEM dengan
posisi seperti pada gambar lampiran 1.a, sehingga
dari data paparan dapat dihitung waktu lama
bekerja, peralatan yang digunakan untuk
mengukur paparan radiasi detektor JKT03 CX 821
dan alat mengukur dosis, TLD cincin dapat dilihat
pada lampiran 2, Dalam melakukan perbaikan
detektor sebelum membuka tutup bagian atas
detektor , detektor JKT03 CX821 ditempatkan
dalam shielding dengan posisi detektor vertikal,
seperti pada gambar lampiran 1.c. dan ditempatkan
dalam shielding seperti pada gambar lampiran 3,
Perbaikan di lakukan dengan mendistribusikan
pekerjaan perbaikan kepada sejumlah pekerja
radiasi, sehingga dapat meminimalisir waktu
melakukan kegitan perbaika, Dalam melakukan
perbaikan detektor memakai pakaian kerja seperti
apron, sarung tangan dll, seperti terlihat dalam
STTN-BATAN
radiasi
faktor
d
= Laju dosis, dalam satuan Sv/h
t
= Waktu penyinaran, dalam satuan jam
Faktor Penahan Radiasi
Laju dosis dapat dikurangi dengan memasang
penahan radiasi diantara sumber radiasi dengan
pekerja radiasi. Dengan cara ini maka pekerja
radiasi dapat bekerja pada jarak yang tidak terlalu
jauh dari sumber radiasi dengan dosis yang tidak
melebihi batas yang ditetapkan. Tebal dan jenis
bahan penahan yang diperlukan bergantung pada
jenis dan energi radiasi, aktivitas sumber, dan laju
dosis yang diinginkan setelah radiasi menembus
penahan.
Tabel 1. Adalah NBD menurut rekomendasi
IAEA yaitu NBD 20 mSv/tahun di gunakan
disebagian oleh anggota IAEA. BATAN sampai
saat ini masih menggunakan NBD 50 mSv/tahun
273
Mashudi, dkk
SEMINAR NASIONAL IX
SDM TEKNOLOGI NUKLIR
YOGYAKARTA, 31 OKTOBER 2013
ISSN 1978-0176
karena BATAN masih mengacu pada
.BAPETEN No. 01/SK/BAPETEN/V-99[3]
SK
1.
2.
Tabel 1. Nilai Batas Dosis Pekerja Radiasi
berdasar IAEA
No
NBD
(mSv/tahun)
Batas dosis
3.
4.
Keterang
an
Pengukuran paparan radiasi pada detektor
JKT03 CX821
Mempersiapkan shielding, menghitung lama
waktu bekerja dan jarak
Peralatan pengendalian dan pakaian kerja
Mematuhi Instruksi dengan prinsip ALARA (
As low As Reasonably Archievable)
Pengukuran Paparan Radiasi
JKT03 CX821
Dewasa
1
Seluruh tubuh
20
2.
Lensa mata
150
3.
Tangan,
lengan, kaki
dan tungkai
500
4.
Kulit
500
5.
Setiap organ
atau jaringan
500
pada detektor
Pengukuran paparan radiasi pada perbaikan
detektor neutron JKT03 CX821 menggunakan alat
ukur RADIAGEM dan untuk mengetahui dosis
yang diterima secara langsung untuk pekerja
menggunakan pendosimeter TERRA.
Mempersiapkan shielding, menghitung lama
waktu bekerja dan jarak
Dalam melakukan perbaikan, detektor JKT03
CX821 diletakkan dalam shielding Pb yang telah
disiapkan setelah itu dilakukan perhitungan untuk
menentukan lama waktu bekerja dan juga
memperlebar jarak dari sumber.
Batasan khusus
Peralatan dan pakaian kerja
1.
Wanita hamil
2.
Magang dan
Siswa diatas
18 tahun
(siswa antara
16-18 tahun)
3.
Masyarakat
umum
13
Pada
abdomen
selama 3
bulan
sama
dengan
pekerja
radiasi
Peralatan dan pakaian kerja pekerja radiasi
dalam melakukan perbaikan adalah sebagai
berikut:
-
Instruksi dengan prinsip ALARA ( As low As
Reasonably Archievable)
6
Pengendalian radiasi yang dilakukan selama
perbaikan detektor
1
JKT03 CX821 dengan prinsip ALARA adalah
sebagai berikut :
Detektor JKT03 CX821
-
Detektor JKT03 CX821 adalah detektor untuk
mengukur fluk neutron kepentingan pengoperasian
RSG-GAS, yang terinstal tetap di dalam kolam
reaktor. Selama pengopersaian reaktor detektor
tersebut akan mengalami aktivasi dengan neutron
yang mengakibatkan detektor tersebut
akan
teraktivasi dan menjadi sumber radiasi permanen.
-
METODOLOGI
Tata Kerja tinjauan dosis radiasi eksternal
terhadap pekerja dalam
kegiatan perbaikan
detektor JKT03 CX821 dilakukan dengan tahapan
sebagai berikut :
Mashudi, dkk
Menggunakan shielding
Menggunakan TLD cincin
Pakaian keselamatan antara lain sarung
tangan, masker, apron, kacamata
Alat ukur radiasi, pendosimeter digital
Dekontaminasi peralatan yang digunakan
Petugas Proteksi Radiasi (PPR) melakukan
pemantauan selama kegiatan perbaikan
berlangsung.
Pengendali radiasi mengintruksikan dengan
prinsip ALARA yaitu seluruh kegiatan
perbaikan, pekerja radiasi yang melakukan
perbaikan dengan mempersingkat waktu
dalam melakukan perbaikan, memperlebar
jarak dari sumber dan menggunakan shilding
agar dosis radiasi yang diterima serendah
mungkin.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Pengukuran paparan radiasi pada detektor JKT
03 CX 821.
274
STTN-BATAN
SEMINAR NASIONAL IX
SDM TEKNOLOGI NUKLIR
YOGYAKARTA, 31 OKTOBER 2013
ISSN 1978-0176
Pengukuran dilakukan pada bagian ujung
depan, tengah dan ujung
belakang detektor,
pengukuran dilakukan tanpa shielding.
paparan (mR/h)
Grafik paparan dan waktu
bekerja
1 2 3 4 5 6
paparan 862 212 94 32 11 7
A
B
waktu
C
Data hasil pengukuran dapat dilihat pada tabel 2.
1,4 5,6612,837,5109 171
Grafik 1. Paparan radiasi dan lama waktu
bekeja
3. Perhitungan dosis pekerja.
Tabel 2. Data pengukuran paparan radiasi
detektor JKT 03 CX821
Jarak
A
B
C
Hasil perhitungan dosis pekerja berdasarkan
data pada tabel 2, hasil perhitungan dosis disajikan
pada tabel 4.
(cm)
(mSv/h)
(mSv/h)
(mSv/h)
Tabel 4. Dosis yang diterima pekerja
10
8,62
2,46
1,84
20
2,12
0,58
0,42
30
0,94
0,25
0,18
50
0,32
0,08
0,07
80
0,11
0,03
0,02
100
0,07
0,02
0,01
No
Jarak
Doserate
(cm)
(mSv/h)
Waktu
bekerja
Dosis
Dosis
(mRem
)
mSv
(menit)
1
10
8,62
1,40
20,11
0,2011
2
20
2,12
5,66
19.99,
0,1999
3
30
0,94
12,8
20,05
0,2005
2. Perhitungn waktu bekerja (waktu melakukan
perbaikan)
4
50
0,32
37,5
20,00
0,2000
Dari data pada tabel 2 dihitung lamanya
waktu bekerja yang disajikan dalam tabel 3 dan
grafik 1.
5
80
0,11
109,09
19,99
0,1999
Tabel 3 Waktu bekerja (waktu melakukan
perbaikan)
6
100
0,07
171,42
19,99
0,1999
No
Jarak
(cm)
Paparan
radiasi
Paparan
radiasi
Waktu
bekerja
(mSv/h)
(mR/h)
(menit)
1
10
8,62
862
1.40
2
20
2,12
212
5.66
3
30
0,94
94
12.80
4
50
0,32
32
37.50
5
80
0,11
11
109.09
6
100
0,07
7
171.42
STTN-BATAN
Dari hasil perhitungan diperoleh besarnya
dosis tertinggi sebesar 0,2011 mSv sedangkan dari
hasil pembacaan TLD cincin dosis tertinggi adalah
sebesar 0,62 mSv.
Terdapat perbedaan hasil perhitungan dan
hasil bacaan TLD cincin, karena pada perhitungan
ada unsur waktu dalam melakukan perbaikan,
sedangkan pembacaan TLD cincim dilaksanakan
tiap 3 ( tiga ) bulan yang kemungkinan sebelum
dilakukan pembacaan TLD cincin pekerja radiasi
menerima dosis radiasi dari pekerjaan lain .
275
Mashudi, dkk
SEMINAR NASIONAL IX
SDM TEKNOLOGI NUKLIR
YOGYAKARTA, 31 OKTOBER 2013
ISSN 1978-0176
Terhadap pengukuran flux neutron, alat sudah
terkalibrasi oleh pembuat dan juga dilakukan
kalibrasi pengukuran CT dan CF (Control
temperature, Control Flow).
KESIMPULAN
Dari hasil kegiatan perbaikan detektor JKT03
CX821 dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.
Besarnya dosis yang diterima oleh pekerja
dalam satu hari adalah 0,2011 mSv.
2.
Perbaikan selesai dilakukan selama 5 hari
kerja sehingga dosis radiasi yang diterima oleh
pekerja radiasi dalam melakukan perbaikan
detektor JKT03 CX821 adalah 1,005 mSv.
DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.
4.
PP No. 33 Tahun 2007 tentang Keselamatan
Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber
Radioaktif , (2007).
SK. BAPETEN No: 01/SK/BAPETEN/V-99
Tentang Ketentuan Keselamatan Kerja
Terhadap Radiasi, Jakarta, (1999).
IAEA, 1996, Safety Series No. 115,
International Basic Safety Standards for
Protection against Ionizing Radiation and for
the Safety of Radiation Sources, Vienna.
Recommendation
of
the
International
Comission on Radiological Protection, 1991,
Publication 60, Annal of the ICRP vol. 21 No.
1 – 3, Peryamon Press, Oxford.
TANYA JAWAB
Pertanyaan
1.
2.
3.
Mengapa detector ini tidak diganti dengan
yang baru saja? (Yadi Yunus)
Berapa usia detector saat dilakukan
perbaikan?
Apakah ada pengaruh terhadap performansi
detector neutron (kehandalan)? (Sukarman)
Detektor JKT03 CX821 yang digunakan
untuk mengukur flux neutron teraktivasi.
Berapa besar pengaruhnya terhadap hasil
pengukuran neutron?
Apakah alat itu dikalibrasi?
Berapa tahun dikalibrasi? (Husnil Sofyan)
Jawaban
1.
2.
3.
Harganya mahal, diupayakan untuk diperbaiki
dengan tujuan efisiensi.
Usia saat dilakukan perbaikan adalah 2 tahun.
Jika diperbaiki berhasil maka tidak ada
pengaruh performan (kehandalannya).
Detektor JKT03 CX821 adalah detector untuk
mengukur daya reactor pada daya tinggi > 1
MWatt, detector tersebut bekerja 50 % dari
daya optimum. Jika daya optimal 30 MWatt
menjadi 15 MWatt. Jadi tidak ada
pengaruhnya.
Mashudi, dkk
276
STTN-BATAN
SEMINAR NASIONAL IX
SDM TEKNOLOGI NUKLIR
YOGYAKARTA, 31 OKTOBER 2013
ISSN 1978-0176
Lampiran 1. Gambar detektor JKT03 CX821
Gambar 1a
Gambar 1b
Gambar 1c
Gambar1d
STTN-BATAN
277
Mashudi, dkk
SEMINAR NASIONAL IX
SDM TEKNOLOGI NUKLIR
YOGYAKARTA, 31 OKTOBER 2013
ISSN 1978-0176
Lampiran 2. Gambar peralatan monitor radiasi.
Mashudi, dkk
278
STTN-BATAN
SEMINAR NASIONAL IX
SDM TEKNOLOGI NUKLIR
YOGYAKARTA, 31 OKTOBER 2013
ISSN 1978-0176
Lampiran 3. Shielding perbaikan detektor JKT03 CX821
Tampak Atas
Kaca Pb tebal 1 cm
Pb tebal 0,9 cm
Tampak Samping
Kaca Pb tebal 1 cm
Detektor
Dudukan detektor
Pb breck lead tebal 5 cm
STTN-BATAN
279
Mashudi, dkk
SEMINAR NASIONAL IX
SDM TEKNOLOGI NUKLIR
YOGYAKARTA, 31 OKTOBER 2013
ISSN 1978-0176
Lampiran 4. Gambar pakaian perlengkapan kerja
Mashudi, dkk
280
STTN-BATAN
Download