PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM

advertisement
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA
DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM MUDA
DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Katolik
Oleh :
Wisnu Himawan
NIM: 121124021
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2017
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PERSEMBAHAN
Karya skripsi ini dipersembahkan untuk
Tuhan Yesus Kristus
Bapak Robertus Sunarto,
Florentina Sri Wahyuni Daryastuti
Stefanus Herwantoro
iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
MOTTO
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu;
carilah, maka kamu akan mendapat;
ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
(Mat 7:7)
v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRAK
Judul skripsi ini adalah “Penghayatan Sakramen Krisma dalam Hidup
Menggereja Kaum Muda di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen”. Penulis
memilih judul ini karena keprihatinan penulis dengan situasi keaktiffan kaum muda
dalam hidup menggereja pasca menerima Sakramen Krisma. Padahal kaum muda
adalah generasi penerus Gereja di masa depan, bila kaum muda tidak aktif dalam
kegiatan menggereja maka siapa yang akan meneruskan genenasi Gereja di masa
depan?. Hal inilah yang menjadi alasan penulis memilih judul skripsi ini karena
dirasa berguna untuk kepentingan pihak Gereja untuk meningkatkan semangat kaum
muda di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen.
Sakramen Krisma adalah Sakramen yang diberikan oleh umat beriman
sebagai Sakramen kedewasaan iman akan Yesus Kristus yang telah siap mewartakan
Kerajaan Allah. Penghayatan Sakramen Krisma adalah suatu cara pandang kita
menyikapi makna dari Sakramen Krisma ke dalam iman dan perbuatan kita baik
untuk Gereja dan Masyarakat. Dengan adanya Sakramen Krisma kita telah dipilih
untuk mewartakan Kerajaan Allah dan Kabar Gembira bagi seluruh makhluk hidup di
bumi.
Sebelum menerima Sakramen Krisma seorang calon penerima harus
menerima Sakramen Inisiasi dalam Gereja Katolik yaitu; Sakramen Baptis, Sakramen
Ekaristi dan Sakramen Krisma. Tiga Sakramen ini bukanlah suatu Sakramen yang
diberikan saja melainkan melalui proses dalam setiap penerimaannya. Maka Gereja
mewajibkan kita sebagai umat katolik untuk wajib menerima ketiga Sakramen
tersebut sebagai suatu ikatan penuh dengan Gereja yang mengimani Yesus Kristus.
Skripsi ini untuk meneliti sejauh mana penghayataan Sakramen Krisma bagi
kaum muda terhadap perkembangan mengikuti kegiatan menggereja. Maka setelah
dilaksanakannya penelitian, peneliti menyimpulkan kaum muda cukup menghayati
Sakramen Krisma namun belum terlalu terlibat dalam kegiatan menggereja.
Penulis mengusulkan susunan acara rekoleksi untuk peserta yang telah
menerima Sakramen Krisma. Dalam rekoleksi ini peserta diberi motivasi dan arahan
pasca menerima Sakramen Krisma yang bertujuan untuk menyemangati dan
menjaring kaum muda untuk aktif dalam kegiatan menggereja dan berorganisasi di
Gereja.
viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRACT
The Title of this undergraduate thesis is "Living out the Sacraments of
Confirmation in the ativities of the youth in the Parish of Santa Maria in Fatima
Sragen". The author chose this title because of the author’s concern with the
situation of youth activities in life after receiving the Sacrament of Confirmation.
Young people are future generations of the Church in the future. If young people are
not active in the activities of the church then who will continue the movement of the
Church in the future ? This is the reason the writer chose the title of this
undergraduate thesis because it felt useful for the benefit of the Church to improve
the spirit of young people in Parish of Santa Maria in Fatima Sragen.
The Sacrament of Confirmation is the Sacrament given by the faithful as the
Sacrament of maturity of faith in Jesus Confirmation who is ready to proclaim the
Kingdom of God. The worship of the Sacrament of Confirmation is a way of looking
at the meaning of the sacrament of Confirmation into our faith and deeds both to the
Church and Society. With the Sacrament of Confirmation we have been chosen to
proclaim the Kingdom of God and the Gospel for all living beings on earth.
Before receiving the Sacrament of Confirmation a prospective recipient must
receive the Sacrament of Initiation in the Catholic Church that is Sacrament Baptism,
the Sacrament of the Eucharist and the Sacrament of Confirmation. These three
sacraments are not given Once but through the process of each acceptance. The
Church therefore obliges us as Catholics to accept the three sacraments as a full
bond with the Church that believes in Jesus.
This undergraduate thesis is to examine the extent to which the expression of
the Sacrament of Confirmation for the youth in their the activities in the Church.
After the research, the author concloded that the youth have lived out enough the
Sacrament of Confirmation but they are not too involved in the activities of Church.
The author propuse recollection for participants who have received the
sacrament of chrism. In this recollection, the participants are motivation and to
encouraged to be active in Church activities and Church organization.
ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan penyusunan Skripsi yang
berjudul “Penghayatan Sakramen Krisma dalam Hidup Menggereja Kaum Muda di
Paroki Santa Maria di Fatima Sragen”. Penyusunan Skripsi ini digunakan untuk
memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, Program Studi
Pendidikan Agama Katolik, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Penulis menyadari banyak hal yang masih kurang dalam penyusunan skripsi
ini, baik dari segi tata bahasa ataupun dalam pembahasan materi karena keterbatasan
penulis. Kritik dan saran yang membangun diharapkan demi kesempurnaan skripsi
ini. Akhir kata dengan tidak mengurangi rasa hormat dan penuh kerendahan hati,
penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Dr. B. Agus Rukiyanto, SJ., selaku dosen pembimbing utama, yang dengan
sabar telah memberikan perhatian, meluangkan waktu dan membimbing
penulis dengan penuh kesabaran, memberikan masukan-masukan dan
kritikan-kritikan sehingga penulis dapat lebih termotivasi dan lebih semangat
dalam menuangkan gagasan dari awal sampai akhir penulisan skripsi.
2. P. Banyu Dewa, HS. S. Ag. Msi., selaku dosen kedua pembimbing penelitian,
yang dengan sabar membimbing dan memberi masukan kepada penulis,
sehingga penulis dapat melaksanakan dan membahas penelitian dengan
lancer.
3. Y. H Bintang Nusantara, SFK, M. Hum., selaku dosen ketiga penguji skripsi,
memberikan semangat dan bersedia memberikan waktunya sebagai dosen
penguji skripsi
4. Segenap Staf Dosen Prodi IPPAK-JIP, Fakultas keguruan dan pendidikan,
Universitas Sanata Dharma, yang telah mendidik dan membimbing penulis
selama belajar di prodi IPPAK.
x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5. Segenap Staf Sekretariat dan perpustakaan Prodi IPPAK, dan seluruh
karyawan PUSKAT yang telah memberikan dukungan dan pelayanan kepada
penulis dalam penulisan skripsi ini.
6. Bapak Robertus Sunarto dan Ibu Florentina Sri Wahyuni Daryastuti selaku
orang tua penulis yang telah memberikan dukungan moral, material dan
spiritual selama penulis menempuh studi di Yogyakarya.
7. Teman-teman seperjuangan angkatan 2012, atas persaudaraan, kekeluargaan,
perhatian dan dukungan selama masa perkuliahan.
8. Romo Robertus Hardiyanto, Pr., Selaku Romo paroki di Paroki Santa Maria di
Fatima Sragen yang telah mengijinkam penulis untuk melakukan penelitian.
9. Umat Paroki Santa Maria di Fatima Sragen, yang mendukung penulisan
skripsi ini sehingga memotivasi penulis untuk menyelesaikan karya penulisan
ini.
10. Untuk semua orang yang belum penulis sebutkan namannya satu persatu,
yang telah mendukung dalam bentuk semangat.
Saran dan kritik membangun, penulis harapkan guna melengkapi segala
kekurangan. penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat dan berkontibusi dalam
upaya meningkatkan penghayatan Sakramen Krisma bagi kaum muda terhadap
hidup menggereja.
Yogyakarta 13 juli 2017
Penulis
Wisnu Himawan
xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………. i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING…………………………………… ii
HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………….. iii
HALAMAN PERSEMBAHAN…………………………………………………… iv
MOTTO……………………………………………………………………………..v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA………………………………………….....vi
LEMBAR PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA
ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS………………………………... vii
ABSTRAK…………………………………………………………………………. viii
ABSTRACT…………………………………………………………………………. ix
KATA PENGANTAR……………………………………………………………… x
DAFTAR ISI………………………………………………………………………. xii
DAFTAR SINGKATAN………………………………………………………….. xvi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang……………………………………………………………. 1
B. Identifikasi Masalah……………………………………………………… 5
C. Pembatasan Masalah……………………………………………………... 5
D. Rumusan Masalah………………………………………………………... 5
E. Tujuan Penulisan…………………………………………………………. 6
F. Manfaat Penulisan………………………………………………………... 6
G. Metodologi Penulisan……………………………………………………. 7
H. Sistematika Penulisan……………………………………………………. 7
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Arti dan Makna Sakramen secara Umum………………………………... 9
B. Sakramen Inisiasi………………………………………………………… 10
1. Pentingnya Katekese Inisiasi………………………………………… 12
2. Tujuan Katekese Inisiasi……………………………………………... 13
xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
a. Sakramen Baptis…………………………………………………. 14
b. Sakramen Ekaristi………………………………………………... 15
c. Sakramen Krisma…………………………………………………16
C. Sakramen Krisma atau Sakramen Penguatan……………………………. 17
1. Istilah Sakramen Krisma atau Penguatan……………………………. 17
2. Persiapan Sakramen Krisma…………………………………………. 19
3. Liturgi Sakramen Krisma……………………………………………. 20
4. Makna dan Simbol Sakramen Krisma……………………………….. 21
5. Buah Sakramen Krisma……………………………………………… 23
D. Kaum Muda……………………………………………………………… 24
1. Kaum Muda Pada Umumnya…………………………………………24
2. Problematika Kaum Muda…………………………………………… 25
a. Masalah dalam Keluarga………………………………………… 25
b. Masalah dalam Masyarakat……………………………………… 26
c. Masalah dalam Gereja…………………………………………… 27
3. Iman………………………………………………………………….. 27
E. Hidup Menggereja……………………………………………………….. 28
1. Pengertian Hidup…………………………………………………….. 28
2. Hidup Menggereja…………………………………………………… 28
3. Pentingnya Hidup Menggereja………………………………………. 29
4. Kaum Muda Dalam Gereja…………………………………………... 30
5. Tujuan Dalam Kehidupan Menggereja………………………………. 31
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Gambaran Umum Paroki Santa Maria di Fatima Sragen……………….. 32
1. Profil Paroki Santa Maria di Fatima Sragen………………………… 32
2. Tujuan Paroki Santa Maria di Fatima Sragen……………………….. 36
3. Keprihatinan Paroki terhadap Kaum Muda…………………………. 39
4. Kegiatan kaum muda dalam Gereja………………………………….41
xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
B. Metodologi Penelitian……………………………………………………42
1. Jenis Penelitian……………………………………………………... 42
2. Desain Penelitian…………………………………………………… 42
3. Tujuan Penelitian…………………………………………………… 43
4. Tempat dan Waktu Penelitian……………………………………… 44
5. Populasi dan Sampel Penelitian……………………………………. 44
a. Populasi Penelitian……………………………………………... 44
b. Sampel Penelitian………………………………………………. 45
c. Tabel Wilayah Penelitian………………………………………. 46
6. Teknik Pengumpulan Data…………………………………………. 47
7. Variabel Penelitian…………………………………………………. 47
8. Instrumen Penelitian………………………………………………... 48
9. Teknik Analisis Data……………………………………………….. 50
C. Laporan Hasil Penelitian Penghayatan Sakramen Krisma Bagi Hidup
Menggereja Bagi Hidup Menggereja di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen
1. Hasil Penelitian dan Pembahasan……………………………………….52
a. Penghayatan Sakramen Krisma……………………………………..52
1) Hasil Wawancara………………………………………………. 52
2) Pembahasan…………………………………………………….. 57
b. Hidup Menggereja………………………………………………….. 58
1) Hasil Wawancara………………………………………………. 58
2) Pembahasan…………………………………………………….. 62
2. Rangkuman Hasil Penelitian dan Permasalahan yang Ditemukan……...63
a. Hasil Penelitian……………………………………………………....63
b. Permasalahan yang ditemukan……………………………………... 65
D. Refleksi Kateketis………………………………………………………….. 65
1. Dasar Refleksi………………………………………………………….. 65
a. Pengertian Katekese………………………………………………... 65
b. Tujuan Katekese……………………………………………………. 66
xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
c. Katekese Dalam Sakramen Krisma………………………………….66
d. Aspek Sakramen Krisma bagi Kaum Muda di Gereja……………... 67
2. Refleksi Hasil Penelitian……………………………………………….. 68
E. Keterbatasan Hasil Penelitian……………………………………………… 70
BAB IV USULAN PROGRAM
A. Latar Belakang Program……………………………………………………..73
B. Tujuan Program…………………………………………………………….. 74
C. Usulan Program…………………………………………………………….. 74
D. Rencana Pelaksanaan Program…………………………………………….. 75
E. Matriks Program…………………………………………………………….76
F. Satuan Persiapan Program (SP Program)…………………………………... 80
1. Perkenalan……………………………………………………………….80
2. Sesi I……………………………………………………………………. 82
3. Sesi II…………………………………………………………………... 86
4. Sesi III…………………………………………………………………. 91
5. Penutup…………………………………………………………………. 94
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………………………………………………..97
B. Saran………………………………………………………………………... 99
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 100
LAMPIRAN……………………………………………………………………….102
xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR SINGKATAN
A. Singkatan Dokumen Resmi Gereja
1. AA
: Apostolicam Actuositatem, Dekrit Konsili Vatikan II tentang
Kerasulan Awam, 18 November 1965.
2. KHK : Kitab Hukum Kanonik (Codex Luris Canonici), diundangkan oleh
Paus Yohanes Paulus II tanggal 25 Januari 1983.
3. LG
: Lumen Gentium, Konstitusi Dogmatis Konsili Vatikan II tentang
Gereja tanggal 21 November 1964.
4. SC
: Sacrosantum Concillium, Konsili Vatikan II tentang Liturgi Suci, 4
Desember 1963.
5. KKGK : Kompendium Katekismus Gereja Katolik, Katekismus Gereja
Katolik, 1992
B. Singkatan Lain
1. Art
: Artikel
2. Bdk
: Bandingkan
3. Dsb
: dan sebagainnya
4. Hal
: Halaman
5. IPPAK
: Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik
6. KAS
: Keuskupan Agung Semarang
7. KLMNTD
: Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel
8. Komkat
: Komisi Kateketik
xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9. KWI
: Konferensi Wali Gereja
10. No
: Nomor
11. OMK
: Orang Muda Katolik
12. Rekat
: Remaja Katolik
13. SD
: Sekolah Dasar
14. SMP
: Sekolah Menengah Pertama
15. SMA
: Sekolah Menengah Atas
16. St
: Santa
xvii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
1
BAB I
PENDAHULUAN
Pada bab ini, penulis akan membahas latar belakang masalah, identifikasi
masalah, pembatasan masalah, rumusan permasalahan, tujuan penulisan, manfaat
penulisan, metodologi dan sistematika penulisan.
A. Latar Belakang Penulisan Skripsi
Dalam penerimaan Sakramen Inisiasi, Sakramen Krisma diberikan secara
khusus sesudah menerima Sakramen Baptis dan Ekaristi. Sakramen Krisma diartikan
sebagai wujud akan kedewasaan iman orang yang telah mengimani Yesus Kristus dan
siap mewartakan Kerajaan Allah sebagai visi dan misi Gereja Katolik. Maka dalam
penerimaan Sakramen Krisma ini harus membutuhkan persiapan dan kematanagan
mulai dari pelajaran Sakramen Krisma dan pendampingan yang diberikan oleh
katekis, sebagai usaha mempersiapkan calon penerima Sakramen Krisma yang dapat
benar menyadari tugas-Nya.
Melihat realita dalam penerimaan Sakramen Krisma, banyak kaum muda yang
hanya menerima Sakramen Krisma sebagai formalitas dalam penerimaan Sakramen
Inisiasi dalam Gereja Katolik dan kurang didasari oleh semangat iman untuk
menerima Sakramen Krisma. Hal ini menjadi keprihatinan Gereja khususnya sebagai
calon generasi penerus Gereja. Dengan melihat kaum muda sebagai generasi Gereja
kini kaum muda menjadi sorotan yang utama dalam karyanya di lingkup Gereja.
Gereja melihat Sakramen Krisma sebagai sebuah moment yang pas untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
memberdayakan semangat iman kaum muda di dalam mewartakan Kerajaan Allah.
Hal ini sebagai wujud usaha Gereja untuk mengajak kaum muda terlibat aktif dalam
kehidupan menggereja.
Di dalam persiapan Sakramen Krisma yang dilakukan setiap paroki tentunya
kita memiliki kemasan dan olahan yang berbeda. Salah satunya yang terjadi di Paroki
Santa Maria di Fatima Sragen, yang mana telah sukses melaksanakan penerimaan
Sakramen Krisma pada tanggal 24 Oktober 2015. Dalam penerimaan Sakramen
Krisma di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen ini, sebagian besar peserta adalah
kaum muda. Hal ini, dapat ditunjukkan dengan jumlah peserta kaum muda sebanyak
179 orang. Jumlah penerima Sakramen Krisma yang banyak ini, diharapkan dapat
terlibat dalam kehidupan menggereja di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen.
Kenyataan yang terjadi dalam penerimaan Sakramen Krisma. Pasca satu tahun
menerima Sakramen Krisma, adanya kekurangan dalam penghayatan yang berkaitan
dengan tugas perutusan sebagai garam dan terang dunia yang terwujud dalam
kehidupan menggereja dan masyarakat. Kenyataan ini, dapat dilihat dari
permasalahan yang sering dihadapi oleh penerima Sakramen krisma, salah satunya
adalah ketidaknyamanan ketika berdinamika dalam kehidupan menggereja.
Ketidaknyamanan ini muncul karena kurangnya kebiasaan mengenal situasi hidup
menggereja yang dianggap masih konvensional dan kurang menarik dibandingkan
dengan situasi dunia luar yang berkembang saat ini. Maka sekarang Paus Fransiskus
ingin mengajak kaum muda untuk masuk dalam Gereja sebagai persekutuan iman
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
mereka akan kaum muda. Kemajuan teknologi tidak hanya sebagai penghalang kaum
muda untuk terjun masuk dan terlibat dalam berbagai kegiatan Gereja.
Melihat keadaan di Paroki Santa Maria di Fatima, seperti dipaparkan di
paragraf sebelumnya, Sakramen Krisma seharusnya membawa dampak yang besar
dalam kehidupan rohani umat beriman terutama kaum muda. Akan tetapi dalam
kenyataannya, masih banyak kaum muda yang sudah menerima Sakramen Krisma,
masih merasa ‘belum dewasa’ di dalam iman atau belum sungguh bertumbuh di
dalam iman. Hal ini tidak dimaksudkan bahwa tidak ada Roh Kudus yang menaungi
dalam diri orang-orang tersebut, karena melalui Pembaptisan dan Krisma, Roh Kudus
sudah hadir dan siap berkarya di dalam hidup mereka. Sikap kesiapan hati pada saat
menerima sakramen juga menjadi bagian yang penting agar seseorang dapat
menerima kelimpahan buah-buahnya. Jadi terdapat kemungkinan, karunia Roh Kudus
yang diterima pada Sakramen Krisma baru dapat dihayati setelah beberapa waktu
sesudah penerimaan sakramen. Misalnya melalui rutinitas dalam doa-doa pribadi,
mengikuti Ekaristi Kudus, dan aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan menggereja.
Berkaitan dengan rahmat karunia Roh Kudus yang mengalir secara khusus
dalam Sakramen Krisma tentunya Gereja mengharapkan akan adanya tanda
kedewasaan iman dalam Kristus, yang terwujud dalam pelayanan secara nyata dalam
hidup sehari-hari. Hal ini dapat semakin mengakar dengan memusatkan diri kepada
Kristus dan bukan kepada diri sendiri. Secara praktis kita melihat contoh yang nyata
pada anak-anak kecil yang sampai umur tertentu menginginkan dirinya terus menjadi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
pusat perhatian. Namun semakin tumbuh dewasa, seharusnya sifat yang dimiliki
harus berubah dan tumbuh berekembang. Dalam ibadat dan doa-doa kita, kita-pun
dapat melihat gejala serupa. Jika kita belum dewasa dalam iman, doa-doa kita
didominasi oleh doa permohonan yang berpusat pada kebutuhan kita. Seperti halnya
minta rejeki, kesehatan, kebutuhan dll. Namun jika kita terus bertumbuh dewasa,
maka doa kita berkembang menjadi ucapan syukur dan pujian penyembahan kepada
Tuhan. Kita mulai dapat mengasihi Sang Pemberi berkat dan bukannya mengasihi
berkat-berkat-Nya. Bukan berarti bahwa kita tidak boleh memohon berkat pada
Tuhan, tetapi seharusnya kita memusatkan perhatian kepada Tuhan terlebih dahulu,
sebab yang lain akan diberikan kepada kita kemudian. Dengan ini kita memenuhi
kehendak Tuhan yang berkata, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,
maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6:33).
Dengan penulisan skripsi ini penulis ingin meninjau lebih dalam lagi akan
penghayatan Sakramen Krisma di Paroki St. Maria di Fatima, dimana banyaknya
kaum muda yang kurang aktif dalam kegiatan menggereja setelah menerima
Sakramen Krisma. Maka dengan adannya peristiwa penerimaan Sakramen Krisma di
Paroki Santa Maria di Fatima Sragen yang telah diadakan pada tanggal 24 Oktober
2015 serta dan dengan melihat latar belakang akan penghayatan Sakramen Krisma
kaum muda di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen. Maka penulis menulis Judul
Skripsi “Penghayatan Sakramen Krisma dalam Hidup Menggereja Kaum Muda di
Paroki Santa Maria di Fatima Sragen”.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian permasalahan tersebut, permasalahan yang dapat
diidentifikasi penulis sebagai berikut:
1. Kaum muda yang setelah menerima Sakramen Krisma cenderung kurang
menghayati makna Sakramen Krisma
2. Kurangnya peran aktif dari Gereja mengarahkan dan membimbing kaum muda
setelah menerima Sakramen Krisma.
3. Kaum muda yang kurang memahami pentingnya Sakramen Krisma.
4. Sakramen Krisma yang dianggap sebagai formalitas
5. Adanya faktor penghambat dalam kehidupan menggereja setelah menerima
Sakramen Krisma
6. Pergaulan dunia luar yang lebih menarik dari pada pergaulan di lingkup Gereja.
C. Pembatasan Masalah
Penulis membatasi masalah pada penghayatan Sakramen Krisma kaum muda di
lingkup Paroki Santa Maria di Fatima Sragen dalam hidup menggereja. Dengan
demikian, pembahasan tidak meluas ataupun menyimpang dari permasalahan yang
ada, yakni permasalahan tentang penghayatan kaum muda tentang Sakramen Krisma
dalam hidup menggerja.
D. Rumusan Permasalahan
Berdasarkan pemaparan di atas, permasalahan yang akan dibahas dirumuskan
sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6
1. Apa saja yang menjadi unsur-unsur dalam Sakramen Krisma dan bagaimana
penghayatannya?
2. Apa yang dimaksud dengan kehidupan menggereja bagi kaum muda?
3. Sejauh mana penghayatan kaum muda atas Sakramen Krisma dalam kehidupan
Menggereja?
E. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan Skripsi ini bertujuann untuk :
a. Memaparkan unsur-unsur dalam Sakramen Krisma dan penghayatannya
b. Memaparkan apa yang dimaksud dengan kehidupan menggereja bagi kaum
muda
c. Memaparkan sejauh mana penghayatan Sakramen Krisma bagi hidup kaum
muda di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen.
F. Manfaat Penulisan
Penulisan ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut:
1. Melalui Sakramen Krisma diharapkan kaum muda mampu melihat perkembangan
iman di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen yang telah menerima Sakramen
Krisma
2. Sebagai masukan bagi paroki akan perlunya perhatian akan pasca penerimaan
Sakramen Krisma untuk kembali diteguhkan dalam pentingnya penghayatan
Sakramen Krisma.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7
G. Metodologi Penulisan
Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif analitis. Dengan metode
ini penulis menggambarkan mengenai permasalahan yang ada berdasarkan fakta yang
diperoleh melalui penelitian kualitatif. Berdasarkan penulisan ini penulis ingin
menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta serta sifat
populasi atau daerah tertentu (Suryabrata, 1983:75).
Melalui metode ini, penulis akan memaparkan, menguraikan dan menganalisis
keadaan peserta dengan menggunakan studi pustaka untuk mendalami penulisan
Skripsi. Untuk melengkapi data di lapangan penulis menggunakan metode penelitian
kualitatif, dengan data yang dikumpulkan menggunakan wawancara dan observasi.
Data yang diperoleh diolah dan dianalisis oleh penulis unntuk mengetahui sejauh
mana keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja.
H. Sistematika Penulisan
1. BAB I merupakan Pendahuluan, dalam pendahuluan berisi gambaran situasi latar
belakang, bagian ke dua ini adalah berisi rumusan masalah. Bagian ke tiga adalah
tujuan penelitian. Pada bagian ke empat adalah manfaat dari judul yang dibahas
secara lebih mendalam dalam penelitian bagian terakhir, bagian ke lima adalah
berisi metode penulisan di mana penelitian digolongkan dalam jenis kualitatif,
dan bagian ke enam yaitu merupakan sistematika penulisan yang berupa
keseluruhan penulisan dari bab I hingga bab V.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8
2. BAB II ini penulis memaparkan mengenai kajian pustaka, bagian kajian pustaka
ini memaparkan tiga bagian dalam karya penulisan ini yaitu : makna Sakramen
Krisma, kaum muda yang meliputi pengertian kaum muda dan hidup menggereja
yang meliputi pengertian dalam kehidupan menggereja dan kegiatan hidup
menggereja.
3. BAB III pada bab ini, Penulis menguraikan tentang metodologi penelitian
berdasarkan tempat penelitian di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen. Dalam bab
ini peneliti membaginya menjadi dua yaitu situasi gambaran umum Paroki Santa
Maria di Fatima Sragen, metodologi penelitian, analisis data, pembahasan, hasil
penelitian dan refleksi kateketis.
4. BAB IV berisi berisi tentang usulan progam untuk Paroki Maria di Fatima
Sragen, usulan program ini sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian dan penulis
memberikan sumbangan usulan program untuk Paroki dan penulis.
5. BAB V Penutup berisi kesimpulan dari penelitian dan Saran atas hasil penelitian
yang dilakukan oleh penulis dan sekaligus menjawab permasalahan dari judul
yang telah dipilih oleh penulis dan menandai berakhirnnya kegiatan penelitian ini.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Variabel dari judul penghayatan Sakramen Krisma terhadap hidup menggereja
kaum muda di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen ini ada tiga aspek yaitu
Sakramen Krisma, hidup menggereja dan kaum muda. Maka dalam bagian ini akan
membahas ketiga aspek ini lebih dalam dan secara keseluruhan.
A. Arti dan Makna Sakramen secara Umum
Kata sakramen berasal dari bahasa latin “Sacramentum”, yang berarti hal
yang berhubungan dengan yang kudus atau ilahi (Banawiratma, 1982:12). Dalam arti
luar Sakramen merupakan tanda atau sarana keselamatan karena Allah yang secara
penuh terlaksana dalam diri Yesus Kristus (Wibowo Ardhi, 1993: 2)
Dengan menerima sakramen, seseorang sungguh mengalami kehadiran
Kristus yang menyelamatkan, maka diharapkan adanya jalinan relasi personal antara
Allah dengan manusia. Sakramen juga sebagai ungkapan akan iman manusia ke Allah
sebagai wujud syukur manusia yang telah menerima rahmat keselamatan yang
diberikan Allah kepada manusia, sehingga dengan menerima sakramen manusia
semakin dikuduskan dan disucikan dalam kata dan perbuatannya. Konsili Vatikan ke
II berbicara tentang Hakikat Sakramen, antara lain :
Sakramen sakramen dimaksudkan untuk mengkuduskan manusia,
membangun Tubuh Kristus dan pada akhirnya mempersembahkan ibadat
kepada Allah. Tetapi sebagai tanda sakramen juga dimaksudkan untuk
mendidik. Sakramen tidak hanya mengadakan iman. Melainkan juga memupuk,
meneguhkan dan mengungkapkan dengan kata-kata dan benda. Maka juga
disebut sakramen iman. Memang sakramen memperolehkan rahmat. Tetapi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
perayaan sakramen itu sendiri juga dengan amat baik menyiapkan kaum
beriman untuk menerima rahmat itu yang membuahkan hasil nyata. Untuk
menyembah Allah secara benar dan untuk mengamalkan cinta kasih (SC Art,
59)
Sakramen merupakan tanda yang menghasilkan rahmat sebagaimana yang
ditegaskan oleh Konsili Vatikan II (SC Art, 59). Sehingga sakramen mengarahkan
manusia kepada relasi Iman dengan Allah untuk menerima rahmat keselamatan dariNya. Maka sebelum mengarahkan seseorang pada rahmat kehadiran Allah, seseroang
tersebut harus melalui tahapan Sakramen Inisiasi dalam Gereja untuk bergabung
menjadi jemaat Allah. Sakramen Inisiasi adalah ritus ketiga Sakramen (Sakramen
Baptis, Ekaristi dan Krisma) yang menjadikan seseorang yang hendak masuk menjadi
umat kristiani menjadi siap dan matang untuk mengimani Yesus Kristus.
Karya Keselamatan Allah beserta dimensi historisnya yang menyangkut janji
akan keselamatan, hadir dalam Gereja sebagai hidup dan inti Gereja. Gereja sebagai
hasil karya Allah perlu terlibat secara penuh sebagai alat keselamatan melalui
penghayatan dan kesaksian hidupnya kepada mereka yang belum beriman kepada
Kristus. Tugas Gereja tersebut secara konkrit terlaksana dalam tiap Sakramen. Atau
dengan kata lain rahasia penyelamatan Allah terlaksana dalam ritus-ritus. Dan ritus itu
merupakan sarana dan simbol untuk menyampaikan rahasia penyelamatan Allah bagi
manusia dan ini dikenal sebagai Sakramen (KWI, 1996:398-399).
B. Sakramen Inisiasi
Menurut kata Inisiasi berasal dari bahasa Latin “inire atau initiare” yang
berarti: memasuki, masuk atau bergabung ke dalam suatu kelompok untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
penerimaan anggota baru dari istilah ini nampak bahwa Inisiasi mencakup dua
gerakan. Pertama, sesorang yang masuk atau bergabung kedalam suatu kelompok dan
kedua kelompok tersebut menerima seseorang menjadi anggotanya jadi dalam proses
Inisiasi berlangsung dua gerakan yaitu saling masuk dan saling menerima baik
anggota baru maupun kelompok yang bersangkutan (Martasudjita, 2003:207).
Gereja Katolik sebagai komunitas beriman memiliki tradisi Inisiasi. Maka
apabila sesorang ingin bergabung atau menjadi seorang Katolik, ia harus menjalani
tahapan Inisiasi yang dituntut oleh Gereja, yakni Sakramen Pembabtisan, Penguatan
atau Krisma dan Ekaristi (Martasudjita, 2003:208). Penerimaan Sakramen-sakramen
ini disebut juga penerimaan Sakramen kebersamaan karena sama-sama menerima
karya keselamatan dari Allah melalui Gereja. Dalam setiap penerimaan tiap
Sakramen bertujuan untuk memaknai tiap peristiwa Yesus, maka ketiga Sakramen ini
memiliki gambaran.
Sakramen Ekaristi bersumber pada perjamuan terakhir sebelum Yesus Kristus
di Salib. Perjamuan terakhir ini memiliki makna akan kebersamaan Kristus dengan
para murid dan sebagai penyerahan diri Yesus dalam bentuk simbolik, yaitu roti dan
anggur yang melambangkan tubuh dan darah Yesus. Sakramen Pembabtisan
merupakan ikatan janji dengan Allah (Banawaratma, 1989:3). Mengenai Pembabtisan
Konsili Vatikan II (SC, 6) mengatakan :
Melalui pembabtisan orang dimasukan ke dalam misteri Kristus mereka mati.
Dikuburkan dan dibangkitkan bersama Dia. Mereka menerima Roh
pengangkatan menjadi anak dan dalam Roh itu berseru Abba, Bapa :
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12
Demikianlah mereka menjadi penyembuh sejati, yang dicari oleh Bapa (SC.
6).
Maka dengan Baptis, kehidupan lama manusia telah dikuburkan dan bersama
Kristus yang bangkit manusia pun ikut bangkit dalam hidup baru. Sebagaimana yang
telah diungkapkan St. Yohanes tentang “Kelahiran baru” (Yoh, 13:3-6). Sakramen
Krisma dalah curahan Roh kudus kepada seseorang untuk siap melaksanakan tugas
perutusan dan pewartaan Gereja. Jadi pada dasarnya pengurapan dengan minyak
menunjukan penugasan terhadap seorang yang baru menerima Sakramen Inisiasi
untuk ikut serta dalam tugas perutusan Gereja.
Sakramen Krisma mengikuti seseorang pada tugas publik Gereja. Dengan
demikian Sakramen Krisma menjadikan seseorang sebagai warga Gereja yang
dewasa dan secara eksplisit menampakan Roh Kudus sebagai kekuatan Gereja dan
semakin menyanggupi orang yang diInisiasi itu untuk terlibat secara aktif dalam
tugas missioner Gereja.
1. Pentingnya Katekese Inisiasi
Katekese menjadi penting bagi para calon penerima Sakramen Inisiasi. Tetapi
sebelum menerima Sakramen Inisiasi para calon penerima terlebih dahulu harus
dipersiapkan melalui Katekese/pelajaran Krisma untuk mempersiapkan para calon
penerima untuk memahami dan menghayati arti pengurapan minyak Krisma.
Katekese diberikan untuk menjamin orang yang siap menerima sakramen adalah
memang orang yang sudah dianggap mengetahui ajaran agama Katolik, menghayati
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
doa dalam kehidupan sehari hari, serta mengungkapkannya dalam kehidupan dan
ibadat (Komkat KAS, 2012:11).
Maka dalam hal ini dibutuhkan sesorang pendamping yang nantinya akan
mendampingi, mengajarkan dan meneguhkan akan pentingnya sakramen Inisiasi ini,
sehingga tujuan yang diharapkan tercapai dan dapat memberikan saksi kristus untuk
kedepannya setelah menerima sakramen Inisiasi. Dalam hal ini katekese untuk para
calon penerima sakramen Inisiasi menjadi pokok akan perkenalan, pendalaman dan
tujuan dalam pendidikan iman untuk menjadi seorang Katolik.
2. Tujuan Katekese Inisiasi
Menurut Directorium Catechisticum Generale (Petunjuk Umum Katekese),
merupakan kegiatan yang membawa umat menuju pada kedewasaan iman, yang
bertujuan untuk membantu umat mendapatkan pengetahuan mengenai Allah dan
Karya keselamatanNya serta mampu mengembangkan diri dalam iman.
Dalam hal pengajaran, Evangelii Nuntiandi yang merupakan nasihat
Apostolik Paus Paulus VI menguraikan bahwa katekese bertujuan untuk membentuk
pola-pola hidup Kristen. Dengan mengolah pikiran dan hati untuk menemukan
kebenaran sejati yang dapat menghidupinya, dan bukan hanya sekedar memberikan
pengetahuan. Sedangkan Catechesi Tradendae mengatakan bahwa katekese Kristen
secara sistematis yang diorganisir penyampaiannya, sehingga benar-benar bisa
mencapaipesertannya menuju akan kedewasaan iman kristiani.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14
Maka dengan lewat katekese Inisiasi ini, pertama Gereja hendak membantu
umat agar semakin memahami, menghayati dan mewujudkan imannya dalam
kehidupan sehari-hari. Dengan proses yang meliputi pengajaran, pendalaman dan
pembinaan menuju kedewasaan baik hidup beriman maupun moral serta
kemasyarakatan. Kedua dengan katekese Inisiasi ini mengantarkan seseorang akan
pertobatan, dalam Inisiasi ini menyadarkan akan manusia yang memiliki dosa dan
dengan mengikuti Kristus harus adanya pertobatan untuk menerima keselamatan dari
Kristus. Oleh karena itu pengenalan melalui Kristus ini mengantarkan pertobatan dan
nantinya untuk menantikan keselamatan-Nya.
Gereja Katolik terdapat tiga sakramen Inisiasi, dikatakan Sakramen Inisiasi
karena memiliki fungsi memasukkan orang secara penuh menjadi anggota Gereja.
Sakramen-sakramen ini disebut juga sebagai Sakramen kebersamaan karena melalui
Pembaptisan, Ekaristi dan Krisma umat beriman menerima anugrah keselamatan.
Dengan bergabung dalam persekutuan Gereja umat dimasukkan dalam kebersamaan
dengan Allah melalui Kristus, kebersamaan ini kita terima dalam wujud nyata cinta
kasih Allah kepada manusia dengan menerima Sakramen-sakramen.
a. Sakramen Baptis
Pembabtisan merupakan langkah pertama ke arah persatuan dengan Kristus.
kesatuan dengan Kristus ini dihayati dalam Gereja, maka sakramen pembaptisan ini
merupakan seseorang yang menjadi anggota Gereja/Kristiani. Tetapi untuk menjadi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15
anggota Gereja sepenuhnya harus mengikuti Tiga Tahap yang disebut Sakramen
Inisiasi yaitu, Baptis, Krisma dan Ekaristi.
Sakramen Pembaptisan sama halnya yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis
yang membaptis orang “Sebagai tanda Pertobatan” (Mat, 3:11). Maka Gereja
mengambil dari cara Yohanes membaptis, cara ini digambarkan sebagai simbol
pembersihan diri dri Dosa. Namun seiring perkembangan waktu ketika umat Kristen
berkembang sulit mencari sungai dan air, maka diganti dengan mencurahkan air ke
kepala pembabpis dengan mengucapkan “Aku membaptis engkau dalam nama Bapa,
Putera dan Roh Kudus…Amin” oleh Imam. (Martasudjita, 2003:218)
Tetapi untuk menerima curahan air Pembaptisan ini calon penerima baptis
mengikuti pelajaran Pembaptisan yang bertujuan untuk memantapkan diri untuk
menghayati panggilan menjadi seorang Kristen yang setia akan Allah dan dapat
mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam hidupnya nanti. Maka dengan
menerima Sakramen Baptis ini kasih Allah sudah terbuka baginya dan siap
mengkaryakan diri kepada Allah. (KomKat KWI, 2012:55)
b. Sakramen Ekaristi
Dalam Konslili Vatikan II Sakramen Ekaristi merupakan sakramen yang utama
karena merupakan puncak kebersamaan seluruh hidup Kristiani. Sakramen Ekaristi
ini merupakan bentuk syukur umat kepada Kasih karunia Allah yang berkarya dalam
hidup manusia, dalam perayaan ini merupakan suatu tanda akan kehadiran Allah
dalam umat. Tidak hanya itu Ekaristi merupakan bentuk pemersatu umat dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
Allah di dalam kesatuan hidup mengGereja dan ikatan dengan umat itu sendiri.
Dalam perayaan Ekaristi ini juga mengutamakan akan pentingnya sebuah “Perjamuan
Terakhir” yang dilakukan Yesus Kristus dalam masa hidupnya (Martasudjita, 2003:
266).
Dalam Perjamuan ini menandakan Yesus mengundang semua umat Allah
untuk bergabung dengan diri-Nya sebagai wujud cinta kasih Allah kepada umat
manusia yang senantiasa setia pada Allah dengan melalui puteranya Yesus Kristus.
Maka dengan makan Hosti dari satu piala yang telah di Konsekrasi oleh Pastur
merupakan simbol dan gambaran akan seluruh umat makan pada tempat yang sama
yaitu dari kasih karunia Allah. (Martasudjita, 2003: 272)
Sakramen Ekaristi juga merupakan pusat liturgi, dalam misteri liturgy
dipandang oleh konsili Vatikan II sebagai pusat selruh liturgi (bdk, SC 6). Sentralitas
Ekaristi dalam liturgi menunjuk pada pemahan Vatikan II yang disatu pihak
memandang perayaan liturgi yang lain dari sudut Ekaristi. Dengan kata lain, segala
macam bidang perayaan liturgi mengalir dan tertuju kepada perayaan Ekaristi sebagai
pusat dan puncaknya. (Martasudjita, 2003: 296)
c. Sakramen Krisma
Sakramen Krima merupakan salah satu Sakramen Inisiasi yang intinya
memantapkan dirinya untuk siap menjadi pelayan Tuhan atau pemerincian perutusan
dari Sakramen Baptis. Seperti halnya Yesus mengutus para rasul untuk mewartakan
Kerajaan Allah. Dalam pembaptisan dan Krisma merupakan kedua Sakramen yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
17
saling berkaitan erat dalam pembentukan diri untuk menghayati imannya. Yakni
dengan Pembaptisan seseorang masuk menjadi anggota jemaat Allah, dan Krisma
Perutusan iman atau membela imannya akan Yesus Kristus serta menjadi saksi Yesus
yang sejati. Dua unsur yang berbeda tapi memiliki arti kelanjutan yang sesuai dalam
sebuah Sakramen Inisiasi. (Binawiatmaja, 1989:98)
Upacara Sakramen Krisma layaknya seperti Sakramen Pembaptisan dengan
menerima pelajaran seputar pemahaman sakramen Krisma, bedanya saat penerimaan
Krisma dilakukan oleh Uskup dan dengan menggunakan minyak suci yang dioleskan
di jidat ataupun pipi sebagai bentuk perutusan untuk mewartakan Kerajaan Allah.
Melalui minyak suci dilambangkan sebagai materai Krisma (tanda rohani) satu untuk
selamanya dalam perutusannya mewujudkan Kerajaan Allah. (Binawiatmaja,
1989:102)
C. Sakramen Krisma atau Sakramen Penguatan
1. Istilah Sakramen Krisma atau Penguatan
Sakramen penguatan atau sakramen Krisma merupakan istilah yang sama-sama
menunjuk pada upacara pengurapan Roh Kudus oleh uskup atau imam yang diberi
wewenang. Disebut sebagai sakramen penguatan karena sakramen ini bertujuan
memperkuat dan memperkokoh rahmat sakramen baptis. Sedangkan disebut
sakramen Krisma karena ritus pokoknya ialah pengurapan dengan minyak suci atau
myron suci yang disebut Krisma (bdk. Kompendium Katekismus Gereja Katolik
[KKGK] 266).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18
Sakramen Krisma merupakan salah satu proses Inisiasi umat Katolik dalam
Gereja. Dalam Sakramen Krisma itu orang menerima Roh Kudus yang pada hari
Pentekosta diutus Tuhan kepada para rasul. Begitu pula sebagai murid Yesus umat
beriman Katolik menerima tugas perutusan tersebut sebagai ungkapan kesiapan diri
mewartakan Kerajaan Allah dan dikuatkan untuk memberikan kesaksian tentang diri
Kristus, demi pembangunan tubuh-Nya dalam iman dan cinta kasih.
Dalam kehidupan rohani, umat beriman yang telah dilahirkan kembali oleh air
dan Roh melalui Pembaptisan, juga bertumbuh dewasa di dalam Kristus. Kedewasaan
di dalam Kristus ini ditandai oleh ketahanan umat beriman untuk menolak dosa dan
kuasa jahat yang menjadi ‘musuh’ iman umat beriman. Untuk itu, Kristus melalui
Gereja-Nya
memberikan
pada
umat
beriman
Sakramen
Penguatan,
yang
memperlengkapi umat beriman untuk menghadapi peperangan rohani antara
keinginan berbuat baik dan pengaruh dunia yang sering kali bertentangan dengan
iman umat beriman. Karena pergumulan ini bersifat rohani, maka Allah memberikan
kepada umat beriman sumber kekuatan, yaitu karunia yang berasal dari Roh KudusNya sendiri. Kepenuhan Roh inilah yang dijanjikan oleh Kristus kepada para muridNya (Yoh, 14:15-26).
Sakramen Penguatan disebut juga sebagai sakramen Krisma. Krisma sendiri
berarti pengurapan. Pengurapan ini menjelaskan nama Kristen yang berarti ‘yang
terurapi’ yang dapat umat beriman lihat kesempurnaannya pada diri Yesus Kristus,
yang diurapi Allah dengan Roh Kudus-Nya (Kis, 10:38). Jadi Krisma bagi umat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
beriman adalah pengurapan yang menjadikan umat beriman seperti Kristus, dengan
menerima pengurapan Roh Kudus yang sama seperti yang diterima oleh Kristus.
2. Persiapan Sakramen Krisma
Kesiapan seseorang menerima Sakramen Krisma bukanlah dari sikap saja
melainkan dari hati nurani untuk mengemban tugas baru dari Gereja untuk siap
menjadi seseorang yang dewasa di dalam iman. Sakramen ketiga dari inisiasi adalah
Sakramen Krisma, dengan seseorang menerima Sakramen Krisma Seseorang tersebut
terikat penuh dengan Gereja yang mengimani Yesus Kristus.
Namun untuk mempersiapkan seseorang menerima Sakramen Krisma
seseorang harus menerima sebuah katekument. Materi yang diberikan bertujuan
untuk memahami makna Sakramen Krisma. Maka pertama-tama seorang calon
penerima Sakramen Krisma diberikan materi rekatekisasi Sakramen Baptis dan
Sakramen Ekaristi. Kemudian barulah diberikan makna dari Sakramen Krisma itu
sendiri (Komkat 2012:38).
Rekatekisasi adalah sebuah pemahaman kembali dari sakramen yang telah ia
terima (Komkat 2012:38).
a) Sakramen Baptis adalah sakramen yang paling dasar dan menjadi
sebuah pintu gerbang untuk Sakramen-sakramen lainnya. Dengan
kembali mengingat nama sebuah baptis calon Krisma kembali
diteguhkan sesuai nama baptis yang mereka emban dan menjadi
sebuah inspirasi untuk memantapkan iman.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
20
b) Sakramen Ekaristi adalah sakramen pengucapan syukur atas
pemberian rahmat sehari-hari dan sakramen ini menjadi sumber dan
puncak dari kehidupan kristiani. Dengan mengucap rasa syukur dalam
Ekaristi calon Sakramen Krisma kembali diingatkan dengan betapa
besar Kasih Allah kepada manusia dan sepatutnya manusia mengucap
syukur dan menyembah kepada-Nya.
c) Pemahaman Sakramen Krisma, pemahaman ini berupa buah dan
makna serta arti yang dapat menjadikan pemahaman bagi calon
penerima Sakramen Krisma mengetahui arti dari Sakramen Krisma itu
sendiri (Komkat 2012:39-40).
3.
Liturgi Sakramen Krisma
Secara liturgis, Sakramen Krisma diberikan dalam bentuk perayaan Ekraristi.
Hal ini menunjukan akan adanya hubungan antara Sakramen Krisma dan Ekaristi
yang menjadi puncak seluruh perayaan iman (Komkat KAS 2012:42).
Paus Inosensius III menyatakan secara resmi bahwa penguatan atau Krisma
termasuk ke dalam daftar Sakramen-sakramen. Seperti halnya Sakramen yang lain,
Sakramen Penguatan atau Krisma harus memiliki materia dan forma-nya atau
hakekat dan rumusan verbalnya. Materia Sakramen Penguatan atau Krisma ialah (1)
penguluran kedua tangan uskup atau imam yang diberi wewenang kepada calon
penerima Krisma, (2) penumpangan tangan kepada penerima Krisma sambil
mengurapi/ mengolesi dahinya dengan Krisma dalam bentuk salib. Sementara itu,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21
forma sakramen penguatan atau Krisma ialah rumusan: “Semoga dimaterai oleh
karunia Allah, Roh Kudus” (bdk. Katekismus Gereja Katolik [KGK] 1300).
Setelah penerimaan Sakramen Krisma dilanjutkan dengan liturgi Ekaristi. Para
penerima Krisma disatukan dalam ikatan komuni sebagai penguatan akan kehadiran
dan persatuan dengan Kristus dalam komuni suci untuk mampu menjalankan tugas
perutusan sebagai saksi kristus dalam kehidupan sehari-hari di tengah Gereja dan di
masyarakat.
4. Makna dan simbol dalam Sakramen Krisma
Dalam penerimaan Sakramen Krisma tentunya terdapat simbol-simbol yang
memiliki makna. Simbol yang dibuat tersebut tentunya bukanlah sembarangan
melainkan harus memiliki arti dan tujuan yang meliputi material dan tata gerak.
(Komkat KWI, 2012:43)
a. Minyak Krisma, Penerimaan Sakramen Krisma menggunakan minyak Krisma
yang diartikan sebagai sebagai materi dari Allah. Minyak itu terbuat dari buah
zaitun dan dicampuri sedikit balsam, lalu minyak tersebut diberkati oleh Uskup
pada saat misa Krisma, sehari sebelum misa kamis putih. Minyak Krisma hadir
sebagai simbol pengudusan oleh Roh Kudus yang hadir dalam bentuk bau harum
dan wangi.
b. Penumpangan tangan uskup, setelah didoakan, para calon maju satu persatu dan
menerima penumpangan tangan uskup pada bahunya. Penumpangan ini
merupakan simbol turunnya Roh Kudus bagi para calon. Roh itu akan menjadi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22
Roh yang akan mendewasakan iman para calon dan menguatkan mereka. Artian
lain merupakan sebuah tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh penerima
Krisma dalam perutusan Gereja.
c. Pengurapan minyak Krisma. Setelah penumpangan tangan Uskup, penerim
Krisma menerima minyak Krisma pada dahinya. Pengurapan ini menjadi simbol
pemberian anugrah Allah yang menguatkan, melantik, menguduskan dan menjadi
seseorang yang memiliki tugas baru dalam hiudpnya. Pengurapan juga
dimaksudkan untuk menumbuhkan sikap semangat dan ketetapan hati
(Komitmen) pada diri orang-orang yang menerimanya dengan bantuan Roh
Kudus.
d. Tepukan pada pipi penerima sakramen penguatan. Setelah mengurapi, uskup
menepuk pipi penerima Krisma sebagai tanda pemberian restu dan semangat.
Uskup memberikan semangat pada penerima Sakramen untuk berjuang menjadi
saksi Kristus mewartakan Kerajaan Allah dengan mantap dan berani. Dan kini
hidupnya dipetaruhkan demi iman dan kasih. Ada pula yang menyebut pipi itu
sebagai peperangan rohani.
e. Pemberian nama penguatan. Bukan hanya pada saat Baptis, tetapi saat menerima
Sakramen Krisma . calon memilih nama penguatan yang diambil dari Santo-Santa
atau Tokoh Suci dalam Kitab Suci. Sedangkan dalam nama yang dipilih dalam
sakramen penguatan ini sebagai simbol semangat baru seperti Santo dan Santa
yang hidupnya dipertaruhkan demi iman dan kasih. Jadi Santo dan Santa menjadi
teladan hidup kerohanian yang telah di jalankan pada masa hidupnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23
Inilah simbol yang ada dalam Sakramen Penguatan simbol ini bukan sekedar
tanda melainkan sungguh menghadirkan makna dari apa yang disimbolkan.
Dengan demikian, simbol mengungkapkan suatu keyakinan iman akan rahmat
Allah yang mengalir pada diri orang-orang yang menerima Sakramen Krisma.
Artinya orang menerima Sakramen, hidupnya sungguh diperbarui oleh rahmat
Allah sebagaimana terungkap dalam simbol-simbol yang ada.
5.
Buah Sakramen Penguatan
Sakramen Krisma akan memberikan buah-buah positif bagi penerimannya,
secara umum buah-buah sakramen itu adalah pencurahan Roh Kudus secara Khusus
baik dalam imannya dan dalam kehidupan sehari-hari. Pencurahan menandakan
sebuah materai yang tidak terhapuskan dari Allah dan menumbuhkankembangkan
iman sebagai buah rahmat kelanjutan dari Sakramen Baptis. Berkat sakramen itu
mereka semua masuk menjadi putra putri Ilahi, mempererat hubungan dengan Allah,
Kristus dan Gereja. Maka dari itu Sakramen Krisma disebut juga Sakramen
kedewasaan iman dan Kasih yang nantinya akan mengemban sebuah tugas perutusan
dari Allah.
Dalam konteks perutusan, berkat Roh Kudus yang diterima entah saat
ditumpangi tangan atau diurapi minyak Krisma orang dikuatkan oleh Roh Kudus
Allah sendiri sehingga siap menjalankan aneka tugas perutusan Gereja, terutama
tugas menjadi saksi Kristus dan menjadi rekan kerja-Nya dalam menjalankan tugas
perutusan mewartakan kabar gembira akan keselamatan (Komkat KWI, 2012:44).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
24
D. Kaum Muda
1. Kaum Muda pada Umumnya
Kaum muda dalam kamus bahasa Indonesia dijelaskan sebagai kaum yang
berarti golongan atau orang sekerja, sepaham, sepangkat dan sebagainya. Kata kaum
muda belum sampai setengah umur. Shelton (1988:9) berpendapat kaum muda suatu
periode kronologis yang dimulai dengan proses psikis dan emosional yang
membawanya kemkematangan seksual dan psikososial, diakhiri dengan terbentuknya
seorang individu yang telah mencapai kebebasan dan produktivitas sosial.
Mangunhardjana
(1989
:11-12)
berpendapat
bahwa
kaum
muda
diperuntungkan untuk menunjuk kaum, golongan atau kelompok orang yang masih
muda usianya, yang berumur 15 sampai usia 21 tahun. Kaum dalam ilmu psikologi
disebut remaja yang mencakup muda-mudi usia SMU dan usia studi di perguruan
tinggi semeseter I sampai VI.
Konsili Vatikan II dalam dekritnya tentang Kerasulan Awam pada artikel 2.
Menegaskan bahwa kaum muda merupakan kekuatan penting dalam masyarakat
sekarang dimana peran dan keterlibatannya sangat dibutuhkan dalam hidup bersama
baik dilingkup Gereja maupun masyarakat.
Baiklah batasan ini menjadi patokan umum, sekurang-kurangnya untuk tetap
menyadari sulitnya membuat “batasan” tentang kaum muda karena menyadari
berbagai segi : Psikologis, sosiologis, biologis dan seterusnya. Bagaimanapun juga
kaum muda harus dilihat sebagai “pribadi yang sedang berada pada taraf tertentu
dalam perkembangan hidup seorang manusia, dengan kualitas dan ciri tertentu yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25
khas, dengan hak dan kewajiban tertentu dengan potensi dan kebutuhan tertentu pula
(Tangdilintin, 1984:5-6).
2. Problematika Kaum Muda
Di era globalisasi ini sering dijumpai tentang bentuk-bentuk ketidakadilan,
penindasan, penderitaan, diskriminasi ras dan konflik agama. Sehingga menjadi
sebuah kasus yang dapat mempengaruhi jiwa kaum muda. Kaum muda yang masih
ingin mencari jati diri, sudah dipertemukan dan permasalahan sosial yang sebegitu
besar yang dapat mempengarui diri mereka untuk bersikap negative (negativisme
kaum muda) karena dihanyutkan dalam suasana tersebut. Maka timbullah
pelampiasan atau sikap protes dari kaum muda dalam bentuk agressi, isolasi diri,
kenakalan serta sikap anti sosial dll (Sidharta, 52-53).
Dalam hal ini kaum muda sebenarnya kaum yang energik. Bersemangat,
penuh dengan kreatifitas dan pemikiran yang tinggi. Namun dengan adanya
keterbukaan wawasan tentunya muncul benturan dari luar ‘Masalah’ yang
menghambat dan bahkan menghalangi jalan kaum muda untuk berkarya (Tangdilintin
1984:24-25).
a. Masalah dalam keluarga
Mengapa kelurga menjadi masalah? Tentunya adanya sebab yang menjadi
faktor yang menjadikan kaum muda kurang berkembang yaitu adanya relasi yang
kurang antara orang tua atau anggota keluarga yang lain dalam komunikasi perbuatan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26
dan paham yang berbeda. Namun faktor yang utama terkadang dengan adanya
kesibukan orang tua anak merasa di sendirikan dalam rumah dan hubungan dengan
orang tua kurang terlalu baik. Dengan ini anak akan mencari kehidupan lainnya yang
pantas dan nyaman dia berada yaitu kehidupan luar dengan teman-temannya
(Tangdilintin, 1984:26).
b. Masalah dalam Masyarakat
Kaum muda di masyarakat memang menjadi satu komunitas di mana umur
yang tidak terpaut jauh menjadikan kaum muda ini kompak dan akur dalam menjalin
relasi perkumpulan. Tetapi terdapat kaum muda yang memiliki karakter dan sikap
yang berbeda dengan kaum muda lainnya, yang memiliki sikap kurang baik misalnya
mabuk-mabukan, narkoba dan arogan. Hal ini dapat menjadi potensi yang
mengakibatkan perkumpulan itu terpengaruhi oleh sikap negativisme.
Di samping itu juga adanya budaya kegensian yang saling memiliki misalnya
dalam bidang teknologi gadget, handphone dan berpakaian. Budaya ini akan
membawa perselisihan dan rasa iri antara kaum muda satu dengan yang lain.
(Tangdilintin, 1984:29).
Perkembangan kesadaran sosial dimasa muda juga dipengaruhi oleh faktor
lingkungan dalam masyarakat. Lingkungan sekitar memang mempengaruhi penalaran
moral. Di samping itu lingkungan juga berperan memberikan pengaruh kuat bagi
perkembangan kaum muda dalam bidang perspektif kesadaran social (Lawrence
Kohlberg). Maka dengan kesadaran sosial ini akan menggerakkan rasa berbelas kasih
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27
sebagai ungkapan iman pada yang maha kuasa untuk berbagi dengan sesama
(Shelton, 1988:138).
c. Masalah dalam Gereja
Kaum muda yang kurang nyaman dalam kegiatan mengereja menjadi faktor
utama dan lebih asyik main dengan teman sebaya di luar Gereja, nongkrong bareng
dll. Namun adanya juga kaum muda yang merasa kurang tertarik untuk pergi ke
Gereja, Maka dalam hal ini Gereja membantu membentuk kaum muda untuk
membentuk suara hatinya. (Shelton, 1988:19)
Hal lain juga kurang menariknya liturgi yang baku dan kurang relevan bagi
kaum muda, sehingga kurang menghantarkan mereka pada penghayatan iman yang
mendalam. Sehingga tak jarang kaum muda yang hidup kerohaniannya gersang dan
akibatnya ia meninggalkan imannya karena dirasa sudah kurang relevan bagi
hidupnya. (Tangdilintin 1984:34)
3. Iman
Dalam Konstitusi Dogmatis “Dei Verbum” (no. 5) tentang Wahyu Ilahi, Konsili
Vatikan merumuskan iman seperti berikut,
Kepada Allah yang memberi wahyu, manusia harus menyatakan ketaatan iman
(Rm 6:26; lih. Rm 1:5 2Kor 10:5-6), yaitu dengan bebas menyerahkan diri
seluruhnya kepada Allah dengan ‘kepatuhan akal budi dan kehendak yang
penuh kepada Allah Pewahyu’ dan dengan pengakuan bebas akan wahyu yang
diberikan oleh-Nya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28
Maka iman adalah suatu bentuk sikap kepercayaan manusia terhadap Allah
yang terjalin dalam relasi batin dengan Allah untuk manusia berfikir religious
terhadap perbuatan dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.
E. Hidup Menggereja
1. Pengertian Hidup
Hidup merupakan suatu karunia dari Allah. Apabila kita hidup, itu karena Allah
memberikannya. Allah memberikan hidup kepada kita bukan tanpa maksud. Allah
menganugrahkan kita hidup karena Allah mengasihi manusia. Karena kasiNya yang
besar kepada manusia maka Allah menganugrahkan kehidupan kepada kita agar ikut
ambil bagian dalam hidup Allah. (Martasudjita, 2003:40)
2. Hidup Menggereja
Hidup menggereja adalah hidup yang menampakkan imannya akan Yesus
Kristus. Dalam Gereja Katolik kehidupan menggereja adalah wujud nyata dari tugastugas Gereja yaitu ;
a. Liturgia (Gereja yang menguduskan) berarti ikut serta dalam perayaan
ibadat resmi yang dilakukan Yesus Kristus dalam Gereja-Nya kepada
Allah Bapa
b. Kerygma (Gereja yang mewartakan) ikut serta membawa Kabar Gembira
bahwa Allah telah menyelamatkan dan menebus manusia dari dosa
melalui Yesus Kristus, Putera-Nya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29
c. Koinonia (Gereja yang mempersatukan) berarti ikut serta dalam
persekutuan
atau
persaudaraan
sebagai
anak-anak
Bapa
dengan
pengantaraan Kristus dalam kuasa Roh KudusNya
d. Diakonia (Gereja yang melayani) berarti ikut serta dalam melaksanakan
karya karitatif / cinta kasih melalui aneka kegiatan amal kasih Kristiani,
khususnya kepada mereka yang miskin, telantar dan tersingkir
e. Martyria (Gereja memberi kesaksian) berarti ikut serta dalam menjadi
saksi Kristus bagi dunia.
Unsur dalam kehidupan menggereja tentulah tidak hanya hidup di dalam Gereja
melainkan harus dapat pergi keluar untuk memberikan kesaksian kebenaran. Kelima
tugas Gereja inilah dasar dari hidup menggereja orang muda Katolik sebagai penerus
dan harapan Gereja di masa depan (Bagiyowinandi, 2003: 133).
3. Pentinngya hidup Menggereja
Gereja merupakan Sakramen Kebersamaan dengan Kristus, Gereja terikat
dengan kegiatan perjamuan dengan Yesus Kristus, Roh Kudus dan karya
penyelamatanNya . Dalam hal ini manusia merindukan akan kehadiran Allah. Dalam
iman kristiani, kerinduan terdalam terjawab dalam diri Yesus Kristus. Yesus Kristus
dianggap sebagai Sakramen Hidup dari Allah sendiri (Martasudjita, 2003:83).
Dewasa ini Gereja berada di tengah proses globalisasi yang tiada hentinya
meresapi segala bidang kehidupan. Dalam berbagai cara Gereja ingin menaungi arus
globalisasi namun di satu sisi bertentangan dengan proses dan nilai. Maka dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30
bertanggungjawab umat kristiani melalui sikap tubuh dan tindakan konkrit
mewujudkan cita-cita Gereja akan Yesus Kristus antara lain dengan peduli terhadap
mereka yang menderita, miskin dan tersingkir. Dengan penuh cinta kasih dan rendah
hati, tindakan yang nyata atu konkritnya antara lain terlibat akan kegiatan pelayanan
Gereja sebagai rasul Awam yang membangun jemaat untuk hidup bersama di lingkup
paroki maupun lingkup lingkungan ia berada.
Sebagai umat kristiani tentunya perlu memperjuangkan nilai-nilai Kerajaan
Allah dalam sikap dan tindakan kehidupan sehari-hari di dalam dunia ini. Nilai-nilai
Kerajaan Allah antara lain Kedamaian, cinta kasih, keadilan, kerendah hari, kesetiaan
dan lain-lain. Nilai ini perlu diperjuangkan dalam suatu tindakan yang nyata.
Sehingga melalui kehadiran-Nya kita sebagai orang kristiani, semua orang yang kita
layani mengalami kasih karunia dari Allah. Maka dengan materai dalam Sakramen
Penguatan kita dikuatkan akan perjuangan mewujudkan Kerajaan Allah sebagai tugas
perutusan yang diberikan oleh Yesus Kepada Murid-Nya (Banawiratna, 2000:39).
4. Kaum Muda dalam Menggereja
Gereja masa sekarang masih terus berada dalam transisi, di mana Gereja
mencari terus identitas baru untuk terus hadir sebagai sakramen keselamatan bagi
manusia. Gambran Gereja sebagai umat Allah merupakan bentuk sebuah komunitas
yang mengatasnamakan umat Allah. Dalam Konsili Vatikan II Gereja terus mencari
identitas Gereja yang bertanggung jawab dan melibatkan peranan awam dalam karya
Gereja (Tangdilintin, 1984:34).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31
Dengan adanya gerakan Gereja yang ingin meningkatkan karyanya, kaum
muda menjadi sasaran peran utama untuk keterlibatannya dalam karya pembaharuan
Gereja. Namun kurangnya minat kaum muda menjadi kendala utama yaitu, kaum
muda yang dalam masa pertumbuhan fisik dan perkembangan mental, emosional,
social, moral dan religius mengalami permasalahan seiring dengan pertumbuhan dan
perkembangan kepribadiaannya (Mangunhardjana, 1986:13-16).
5. Tujuan Dalam Kehidupan Menggereja
Dalam lingkup menggereja, kita dapat melihat dua aspek tujuan dalam
kehidupan menggereja dari segi pembinaan iman. Pertama mengembangkan dan
memperdalam iman/ kehidupan kerohanian. Kedua pengenalan Gereja sebagai
komunitas iman maupun dalam wujud institusionalnya.
Dengan adanya pengembangan dan pengenalan institusiaonal Gereja ini kaum
muda harus dilibatkan dalam perannya di dalam kehidupan menggereja. Sehingga
potensi diri dan karunia yang dimiliki kaum muda dapat berkembang dengan adanya
motivasi yang kokoh dari seluruh anggota Gereja. Dengan adanya tekanan ini,
terdapat tujuan dalam pembinaan kaum muda dalam lingkup kehidupan menggereja
agar kaum muda dapat sebagai berikut;
a. Menyadari diri sebagai anggota Gereja, mengenal akan gambaran Gereja (dengan
segala segi kelemahan dan kelebihannya).
b. Melibatkan diri dan bertanggungjawab untuk berperan dalam Gereja sesuai
dengan Karisma yang mereka miliki, baik dalam Gereja Masa Kini dan untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32
Gereja masa depan.
c. Memiliki penghayatan dan norma moral Kristiani untuk menata nilai dan moral
kepribadian yang mandiri
d. Memperoleh kesempatan dan berpartisipasi dengan aktif serta mandiri dalam
hidup menggereja.
e. Bersikap
terbuka
terhadap
nilai
dalam
agama/kepercayaan
lain
untuk
memperkaya pengalaman imannya sendiri dan demi kerukunan serta toleransi
hidup beragama.
f. Menjadi generasi penerus Gereja yang dapat mewujudkan nilai Kerajaan Allah
g. Bersama mencari arah hidup (Komkat KWI, 1996:445).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini, penulis ingin memaparkan gambaran umum Paroki Santa Maria
di Fatima Sragen, metodologi penelitian, penelitian, pembahasan, hasil penelitian,
refleksi penelitian dan kemudian penulis memaparkan batasan penelitian.
A. Gambaran Umum Paroki Santa Maria di Fatima Sragen
1. Profil Paroki Santa Maria di Fatima Sragen
Paroki Santa Perawan Maria Di Fatima Sragen saat ini terdiri dari 49
lingkungan (bertambah 2 lingkungan pada tahun 2015), mencakup hampir seluruh
wilayah kabupaten Sragen, kecuali kecamatan Gemolong, Kalijambe, Miri, Plupuh
dan Sumberlawang yang masuk wilayah Kuasi Paroki Gemolong. 5 lingkungan di
antaranya termasuk wilayah kabupaten Karanganyar (44 Lingkungan masuk wilayah
Kabupaten Sragen dan 5 Lingkungan masuk wilayah Kabupaten Karanganyar). Ke49 Lingkungan tersebut dikelompokkan menjadi 13 Wilayah (bertambah 2 wilayah
pada tahun 2015).
Paroki Sragen memiliki 18 kapel, 6 di antaranya adalah kapel atau gereja
wilayah.
1 kapel wilayah yang telah puluhan tahun digunakan aktivitas umat,
penggunaannya dibekukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen, yakni kapel
Santa Maria di Kecamatan Masaran. 11 kapel lainnya adalah kapel Lingkungan.
Sementara itu di wilayah kecamatan Gesi, kini sedang dalam proses dibangun tempat
ziarah: Taman Doa Santa Perawan Maria di Fatima, di Dusun Ngrawoh. Taman doa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34
tersebut dibangun di belakang kapel Santo Aloysius Ngrawoh dan menempati tanah
PGPM seluas hampir 1 hektar.
Jumlah umat menurut data statistik pada akhir tahun 2015: 5.133 orang.
Mata pencaharian sebagian besar umat adalah petani dan buruh tani atau buruh kecil,
sebagian kecil bekerja di dunia pendidikan dan sebagian dari mereka termasuk
Pegawai Negeri Sipil (PNS). Beberapa orang yang termasuk PNS di antaranya
mempunyai kedudukan cukup penting di pemerintahan tingkat kabupaten. Sementara
itu hasil pendataan umat yang dilaksanakan pada tahun 2011 telah diadakan update
data dan diharapkan akan selesai pada bulan Mei dan Juni, sesuai program Tim Data
Keuskupan Agung Semarang.
Pada tahun 2016 ini paroki sragen menerima 1 orang karyawan baru yang
berstatus sebagai karyawan dalam masa percobaan selama 3 bulan mulai bulan April
2016. Karyawan baru ini didedikasikan untuk menggantikan koster yang selama ini
diampu oleh karyawan lama dengan status kontrak karena sudah memasuki masa
pensiun 3 tahun.
Sementara itu baik imam maupun karyawan yang lain tidak
mengalami perubahan status.
Lembaga atau unit karya yang ada di paroki Sragen yakni Yayasan Saverius
yang dikelola oleh awam,
Yayasan Mardi Lestari dan Yayasan Santa Katarina
Lestari yang dikelola oleh para Suster Fransiskanes Sukabumi (SFS).
Saverius bergerak dibidang pendidikan dan mengelola 3 sekolah,
Yayasan
yakni SMP
Saverius, SMA Saverius dan SMK Saverius. Yayasan Mardi Lestari bergerak di
bidang pendidikan, mengelola TK Santa Anna dan SD Santo Fransiskus. Yayasan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
35
Santa Katarina Lestari bergerak di bidang kesehatan dan mengelola Rumah Sakit
Umum MARDI LESTARI. Di samping itu ada 1 buah TK Indriyasana yang dikelola
oleh Yayasan Dharma Ibu (YDI) di bawah kewenangan WKRI. Pada awal tahun
2013 berdirilah PAUD Bhakti Bunda di wilayah Jenawi, Kabupaten Karanganyar.
Lahirnya PAUD ini dibidani oleh Jejaring Mitra Perempuan (JMP)
Kevikepan
Surakarta, tetapi pengelolaannya diserahkan kepada umat wilayah Jenawi. PAUD ini
pada tahun 2014 telah memiliki izin resmi dari Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten
Karanganyar.
Kondisi iman umat dari sisi pengetahuan iman masih memerlukan pembinaan
terus-menerus. Oleh karena itu baik melalui homili maupun melalui kegiatan ala
"Wedangan Pattimura'’ yang terbuka untuk semua umat dan juga sekolah iman yang
diselenggarakan khususnya untuk kaum muda dengan mempelajari Katekismus
Gereja Katolik You Cat, para Rama berusaha untuk memberikan katekese. Selain
itu, petugas petugas liturgi, terutama prodiakon, lektor dan misdinar juga diberi
pembinaan intensif baik melalui isian materi pada pertemuan rutin maupun dengan
rekoleksi khusus. Kehausan akan pengetahuan iman dan peneguhan iman makin
dirasakan dengan munculnya kelompok-kelompok bina iman. Misalnya: Kelompok
CFC (Couple For Christ)
LuMud Mar Fati (Keluarga Muda Maria Fatima),
Kelompok Sarasehan lman Bapak-bapak Tebat (Temu Kebatinan), Paguyuban Adi
Sepuh"Sabdo Tomo", dll.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36
Pembinaan iman juga dilakukan dengan diadakannya Rekoleksi untuk tiap
kepanitiaan Ad Hoc, baik Panitia Ad Hoc atal, Paskah maupun Hari Paroki da
kepanitiaan lain, seperti Panitia Pembangunan Taman Doa Santa Perawan Maria Di
Fatima, Ngrawoh.
Selain itu adanya majalah paroki LENTERA yang bisa terbit secara rutin tiap
bulan dapat menjadi sarana bina iman yang efektif, walau minat baca umat masih
tergolong rendah dan masih memerlukan dorongan agar budaya baca umat dapat
meningkat.
Keterlibatan umat dalam gerak langkah keuskupan maupun kevikepan,
misalnya dalam kegiatan Adven, Prapaskah dengan gerakan APP, kegiatan Hari
Pangan Sedunia(HPS) cukup baik. Khusus dalam rangka HPs 2015, paroki Sragen
terlibat dalam perayaan HPs tingkat Rayon di paroki Jumapolo bertepatan dengan
hari ulang tahun paroki.
Untuk partisipasi tingkat keuskupan, paroki Sragen telah memiliki KARINA
PAROKI SRAGEN yang selalu bekerjasama dengan KARINA KAS dan kelompok
pencinta alam serta search And Rescue Tim SAR) "HIMALAWU" terutama dalam
untuk menangani para korban bencana banjir sungai Bengawan Solo dan situasi
tanggap darurat lainnya, baik di wilayah paroki maupun luar paroki.
2. Tujuan Paroki Santa Maria di Fatima Sragen.
Paroki Santa Perawan Maria Di Fatima Sragen mendasarkan diri RIKAS
2016-2035 dan ARDAS KAS 2016-2020.
Selain itu juga mendasarkan pada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37
spiritualitas paroki,
yakni spiritualitas Santa Perawan Maria Di Fatima dan
mengingat potensi serta keprihatinan paroki.
Adapun tujuan paroki yang telah
dirumuskan adalah sbb.
Tujuan Jangka Panjang, tujuan jangka panjang Paroki Santa Perawan Maria
Di Fatima Sragen dalam lima tahun ke depan: 2012-2017 adalah:
a. Umat Allah Paroki Santa Perawan Maria Di Fatima Sragen menjadi Gereja yang
mewujudkan Kerajaan Allah yang membawa perubahan(transformatifl dalam
hidup menggereja maupun memasyarakat dengan semangat dasar pertobatan
yang terus-menerus sehingga beriman mendalam dan tangguh. Untuk itu perlu
diadakan gerakan pembaruan rohani dengan adanya retret pengurus umat dan
Dewan Paroki, rekoleksi para aktivis dan petugas liturgi, sekolah iman dan
novena novena untuk semakin menggali dan menghayati semangat Santa
Perawan Maria Di Fatima.
b. Umat Allah Paroki Santa Perawan Maria Di Fatima Sragen menjadi Gereja vang
hidup yang ditandai dengan keterlibatan semua umat dalam kegiatan-kegiatan
tingkat paroki, terjalinnya relasi dan komunikasi yang balk dengan semua pihak,
baik intern maupun ekstern. Untuk itu perlu diselenggarakan seminar-seminar,
workshop maupun sarasehan sarasehan dengan menghadirkan tokoh agama lain;
menyelenggarakan sekolah ketua-ketua lingkungan dan kursus Dewan Paroki
untuk mengoptimalkan peran mereka sebagai komunikator.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38
c. Umat Allah Santa Perawan Maria Di Fatima Sragen menjadi Gereja yang
mandiri, peduli terhadap lingkungan hidup serta rela berbagi terutama bagi yang
kecil, lemah, miskin, tersingkir serta difabel (KLMTD), untuk itu perlu
diadakan kursus-kursus dan pelatihan-pelatihan bagi kaum KLMTD,
terta
mengadakan gerakan penanaman pohon pada lahan-lahan kritis secara terusmenerus dan berkesinambungan.
Tujuan Jangka Menengah, tujuan jangka menengah yang diharapkan terwujud
dalam kurun waktu 3 tahun ke depan:
a. Umat Allah Santa Perawan Maria Di Fatima sragen menjadi Gereja yang
memiliki mekanisme kerja yang berjalan baik dan tertata. Untuk itu pertemuanpertemuan para fungsionaris umat dan rapat-rapat Dewan Paroki maupun bidangbidang secara rutin perlu dihidupkan; kinerja Tim tim kerja Dewan Paroki dan
pengurus umat ungkungan perlu lebih dioptimalkan dan berorientasi pada
pelayanan yang murah hati.
b. Umat Allah Santa Perawan Maria Di Fatima Sragen memiliki habitus baru dalam
menyusun program kerja, baik di tingkat paroki maupun lingkungan, yakni
menyusun program kerja berdasarkan opsi, bukan tradisi dan menyusun program
kerja serta anggaran yang visioner, melibatkan banyak orang, bermanfaat bagi
sebanyak mungkin orang serta memberdayakan.
c. Umat Allah Santa Perawan Maria Di Fatima Sragen mempunyai pedomanpedoman dan sarana prasarana yang menunjang lancarnya pelayanan dan kinerja
Dewan Paroki. Untuk itu perlu dibuat Pedoman Penggunaan Dana Papa Miskin,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
Pedoman Keuangan Paroki,
Pedoman Kekaryawanan Paroki dan Pedoman
Pelayanan Pastoral Paroki. Selain itu diperlukan adanya perpustakaan paroki dan
pastoran. Dengan adanya PDDP 2013 PPDP yang disahkan oleh Mgr Suharyo
pada tahun 2006 juga segera harus direvisi.
Tujuan Jangka Pendek, tujuan jangka pendek yang diharapkan terlaksana
kurun waktu 1 tahun
a. Umat Allah Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen berniat untuk mulai
mewujudkan Gereja yang inklusif, inovatif dan transformatif sesuai dengan
semangat ARDAS 2016-2020; meng-update data umat dan menyelesaikan revisi
PPDP.
b. Dengan adanya pergantian Ketua-ketua Lingkungan,
Ketua-ketua Wilayah,
Dewan Paroki dan Prodiakon Paroki, perlu diadakan capacity building agar
semua fungsionaris dapat melaksanakan tugas secara optimal.
Tahun 2016
direncanakan"Sekolah Ketua Lingkungan Jilid II"
c. Umat Allah Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen terbiasa untuk
membuat program kerja visioner dan tertib administrasi. Untuk itu apa yang
sudah dimulai sejak tahun 2013,
Lingkungan-lingkungan diharapkan selalu
membuat program kerja visioner dan melaksanakan tertib administrasi dengan
membuat laporan keuangan lingkungan.
3. Keprihatinan Paroki terhadap Kaum Muda
Gereja Santa Maria di Fatima sangat memperhatikan kaum muda dalam
berbagai bidang dalam kegiatan menggereja, hal ini di sampaikan oleh ketua OMK
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40
Sragen Danan yang mengatakan, adapun berbagai keperhatinan dari Paroki berupa
Fasilitas, ijin kegiatan dan dukungan kegiatan. Dari kegiatan yang mengarah pada
kedewasaan iman kaum muda ini mendapat apresiasi oleh Romo Hardiyanto Pr, dan
Suyamto Pr.
Paroki Santa Maria di Fatima ini terdapat organisasi kaum muda yang terdiri
dari umur yaitu ReKat (Remaja Katolik), FKPK (Forum Komunikasi Pelajar Katolik)
dan OMK (Orang Muda Katolik). Dari berbagai organisasi kaum muda ini terbukti
Paroki mengedepankan kaum muda sebagai generasi penerus Gereja.
Di bawah nama Paroki Santa Maria di Fatima kaum muda mendapatkan
berbagai macam hal dari setiap kegiatan hal ini karena paroki memiliki tujuan terkait
dengan kaum muda antara lain;
a. Gereja memberi ruang gerak dan kesempatan luas bagi anak remaja dan OMK
untuk gembira ambil bagian dalam kehidupan menggereja dan masyarakat.
b. Gereja memberi pembinaan iman, moral, dialog dan keterlibatan di masyarakat
kepada anak, remaja dan OMK secara terstruktur, integrasi dan transistematisasi.
Dengan demikian diharapkan kaum muda dapat memberi sumbangan atau
kontribusi terhadap gereja yang tersebar di bumi Sukowati Sragen sebagai berikut;
a. Meningkatkan jumlah berbagai kegiatan dalam komunitas Gereja maupun
masyarakat yang diorganisir OMK setiap tahun di paroki.
b. Meningkatkan jumlah kegiatan pembinaan iman dan moral untuk anak, remaja
dan OMK di seluruh wilayah Paroki.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
41
4. Kegiatan kaum muda dalam Gereja
Tiap tahunnya kegiatan kaum muda yang diprakarsai oleh OMK memiliki
tujuan untuk meningkatkan komunikasi antar wilayah dengan paroki. Hal ini
diharapkan untuk setiap informasi kegiatan yang direncanakan dapat tersosialisai
dengan terarah dan terpercaya. Maka OMK paroki ingin meningkatkan kembali relasi
keakraban antar kaum muda separoki Sragen untuk semakin memajukan kaum muda
dalam kehidupan menggereja.
Dengan tujuan yang telah dipaparkan tersebut, OMK di Paroki Santa Maria di
Fatima melakukan berbagai kegiatan antara lain;
a. Asean Youth Day (AYD)
Paroki Santa Maria di Fatima Sragen telah terpilih menjadi salah satu gereja
yang dikunjungi oleh Salib AYD. Momen yang langka ini menjadi kesempatan
yang emas bagi seluruh OMK sragen untuk menikmati makna dari kunjungan
Salib AYD ini. Maka OMK paroki ingin mengambil tujuan dalam kunjungan ini
sebagai kepemudaan didalam gereja dan dewasa di dalam iman.
b. Keterlibatan kaum muda dalam HUT paroki
Paroki tentunya ingin mengajak kaum muda dalam keterlibatannya dalam
semarak ulang tahun Paroki. Maka diadakannya berbagai lomba olah raga untuk
memeriahkannya. Dan terbukti antusias seluruh OMK separoki terlibat dan
senang dalam kegiatan tersebut.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42
c. Kunjungan Misionaris OMK Sra gen
Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Perawan Maria Fatima Sragen
mengadakan Safari Panggilan ke Gua Maria Pereng dan Biara Betlehem
(Novisiat MSF) Salatiga. Kegiatan kunjungan ini merupakan bentuk tindak lanjut
dari Pekan Raya Olahraga Orang Muda Katolik (PROOMK), dan dengan
kegiatan tersebut OMK Sragen dapat semakin mengimani Kristus dengan
memiliki jiwa yang militan.
B. Metodologi Penelitian
1. Jenis Penelitian
Penelitian yang hendak dilakukan termasuk dalam bidang “Pedagogi Iman”
karena bermuara pada penghayatan Sakramen Inisiasi dan berujung pada
penghayatan Sakramen Krisma. Jika dilihat dari data penelitian ini adalah penelitian
kualitatif di mana data menunjukkan suatu proses dan makna dengan landasan teori
yang bermafaat agar penelitian sesuai dengan fakta. Berdasarkan tujuannya,
penelitian ini termasuk penelitian diskriptif analitis.
2. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain
penelitian ex post-facto. Dalam desain penelitian ex post-facto ini peneliti tidak
perlu lagi memberi perlakuan pada populasi yang diteliti, karena populasi yang
diteliti sudah mendapat pengetahuan tentang hal yang diteliti atau data yang
diperlukan peneliti sudah ada.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
43
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adannya penghayatan Sakramen
Krisma terhadap keterlibatan hidup menggereja kaum muda di Paroki St. Maria di
Fatima Sragen. Di mana peneliti mendiskripsikan atau memberi gambaran melalui
pendekatan kualitatif karena data diwujudkan dalam bentuk diskriptif analitis.
Peneliti mengumpulkan data dengan metode Wawancara, Observasi dan Dokumen.
Dengan metode ini diharapkan akan terungkap data yang objektif dan akurat untuk
mengetahui permasalahan yang akan diteliti. Maka untuk menunjang pendekatan
penelitian ini diperlukan instrumen penelitian yang merupakan alat bantu yang akan
dipilih dan digunakan.
3. Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini penulis memaparkan tujuan dilakukannya penelitian ini
yeng pertama sebagai instrument dan ke dua sebagai evaluator untuk mengetahui
tujuan dari penelitian ini. Sebagai instrumen, penulis terlibat aktif dari
pengumpulan data, analisis data dan diskusi hasil dari pengumpulan data hingga
menemukan hasil akhir dalam penelitian tersebut. Sebagai evaluator, penulis
mengevaluasi jalannya penelitian yang dilakukan agar tetap pada jalur dan
tujuannya, maka sesua dengan makna diatas penulis merumuskan tujuan penelitian
ini sebagai berikut;
a. Mengetahui unsur-unsur dalam Sakramen Krisma dan penghayatannya
b. Mengetahui apa yang dimaksud dengan kehidupan menggereja bagi kaum
muda
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
44
c. Mengetahui sejauh mana penghayatan Sakramen Krisma bagi hidup kaum
muda di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen.
4. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan di Gereja Paroki St. Maria di Fatima
Sukowati, Sragen (Jawa Tengah)
2. Waktu Penelitian
Penelitian telah dilaksanakan bulan Februari tahun 2017
5. Populasi dan Sampel Penelitian
a.
Populasi Penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/ subjek yang
memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2002:55).
Dalam penelitian ini, peneliti menentukan populasi yaitu kaum muda di
Paroki Santa Maria di Fatima, yang telah menerima Sakramen Krisma pada Tahun
2015. Peneliti menggolongkan strata / masa pendidikan yang berbeda yaitu SMP,
SMA dan Perguruan Tinggi kaum muda yang telah menerima Sakramen Krisma
ditahun 2015. Alasan di pilihnya tingkat pendidikan ini di karenakan adanya tingkat
pemahaman berbeda dalam penghayatan Sakramen Krisma. Sehingga strata dalam
penelitian ini ditujukan untuk hasil yang akurat dan representatif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45
b.
Sampel Penelitian
Menurut Sugiyono (2002:56), sampel adalah “sebagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.” Sampel dianggap sebagai sumber
data yang paling penting untuk mendukung penelitian. Pengertian lain sampel adalah
sebagian dari populasi yang memiliki sifat dan karakteristik yang sama sehingga
betul-betul mewakili populasi (Sutisna Hadi, 2004: 77).
Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teknik pengambilan sampel Proportionate stratified random sampling. Teknik
ini digunakan karena dalam sebuah populasi mempunyai unsur yang tidak homogen
dan berstrata secara proposional. Margono (2004:126) menyatakan bahwa stratifitied
random sampling biasa digunakan pada populasi yang mempunyai susunan
bertingkat atau berlapis. Melalui teknik ini penulis menemukan strata/kelompok
dalam populasi dengan pemilihan secara random. Teknik sampling ini dilakukan
secara acak namun tetap menekankan pemilihan suatu strata tertentu yang ada dalam
suatu populasi, sehingga teknik sampling ini tidak memberikan peluang yang sama
bagi setiap anggota populasi (Kasmadi dan Nia, 2013: 66).
Dalam penelitian ini, anggota sample adalah kaum muda yang telah menerima
Sakramen Krisma di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen, yang memiliki perbedaan
umur antara 15 -25 Tahun. Dari keseluruan strata dipilih secara acak oleh peneliti
namun sesuai dengan batasan yang ditentukan, sehingga pada masing-masing sampel
tetap berpeluang menjadi sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan Penelitian
Kualitatif Dalam hal ini penulis dapat mengambil sampel dengan cara observasi,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46
wawancara dan dokumentasi. Sebelumnya penulis akan memaparkan pembagian
berdasarkan tempat di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen, yang bertujuan untuk
mendapatkan sampel yang representative.
c. Tabel Wilayah Penelitian
Paroki Santa Maria di Fatima Sragen
Nama/Wilayah
No
1
Romo Paroki
Sampel
Keterangan
1
(Observasi
Situasi Paroki)
2
Kedawung
3
3
Jenawi
3
4
Sidoarjo
3
5
Gondang
3
6
Gawan
3
7
Sragen
3
8
Tanon
3
9
Mojo
3
Jumlah
25
Maka sampel yang akan di wawancarai berjumlah 25 orang, diharapkan
dengan jumlah ini dapat menggambarkan secara umum penghayatan Sakramen
Krisma di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
47
6. Teknik Pengumpulan Data
Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi dan
wawancara. Sebab dalam penelitian kualitatif merupakan bentuk dari proses dan
makna, maka wawancara ini merupakan pengumpulan data yang efektif untuk
menganalisis data secara aktual.
a. Observasi ini melihat secara langsung berbagai kegiatan. Peneliti yang meneliti
kaum muda dalam Gereja, maka teknik observasi ini untuk meninjau berbagai
aktifitas dan kegiatan kaum muda dalam Gereja.
b. Wawancara ini dimaksudkan untuk menyimpulkan akan makna, perasaan dan
motivasi dari penghayatan Variabel. Dalam penelitian ini teknik wawancara yang
peneliti gunakan adalah wawancara mendalam artinya peneliti mengajukan
beberapa pertanyaan secara mendalam yang berhubungan dengan fokus dengan
variable yang terkait. Sehingga data-data yang dibutuhkan dalam penelitian dapat
terkumpul secara maksimal sedangkan subjek peneliti dengan teknik Purposive
Sampling yaitu pengambilan sampel bertujuan, sehingga memenuhi kepentingan
peneliti
7. Variabel Penelitian
Berdasarkan judul skripsi yang telah diambil, peneliti akan mengelompokkan
variabel yang tercakup di dalam tabel berikut:
a. Tabel Variabel Penelitian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
48
No
1
Variabel
Penghayatan Sakramen Krisma
Indikator
-
Mampu
menjelaskan
unsur-unsur
Krisma
dan
No Item
1,2
Sakramen
(Arti,
buah
Tujuan
Sakramen
Krisma)
-
Mampu
menunjukkan
3
perubahan sikap iman
setelah
menerima
Sakramen Krisma
-
Mampu
menunjukkan
4
sikap-sikap iman yang
terwujud secara konkret
-
Mampu
memaparkan
bentuk-bentuk kesaksian
sebagai
baik
murid
dalam
Yesus
lingkup
internal Gereja maupun
masyarakat
5
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
49
2
Hidup Menggereja Kaum Muda
-
Mampu menjelaskan arti
6
hidup menggereja
-
Mampu
menyebutkan
kendala
hidup
7
menggereja
-
Mampu
menjelaskan
manfaat
hidup
8
menggereja
-
Mampu menjelaskan arti
kaum
muda
9
dalam
Gereja Katolik
-
Mampu
peran
menunjukan
kaum
10
muda
sebagai generasi penerus
Gereja
8. Instrumen Penelitian
Maka berdasarkan indikator untuk menentukan tujuan dari pertannyaan di atas
penulis merumuskan pertannyaan untuk menggali tujuan dari penelitian ini, dengan
panduan pertannyaan ini diharapkan dapat mengetahui sejauh mana penghayatan
Sakramen Krisma bagi kaum muda dalam kegiatan menggereja.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
50
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA
KAUM MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa
(tunjukan dalam perbuatan konkrit)
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di
lingkungan Gereja dan masyarakat?
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan
selama ini?
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda
rasakan?
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
9. Teknik Analisis Data
Penelitian kualitatif' adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan
cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih
ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai
pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan
teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan
sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara
peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
51
penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada
penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam
penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai
bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.
Setelah semua data terkumpul, maka langkah berikutnya adalah pengelolahan
dan analisa data. Yang di maksud dengan analisis data adalah proses mencari dan
menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan
lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori,
menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesis, menyusun ke dalam pola,
memilih mana yang penting dan akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga
mudah dipahami oleh dirinya sendiri atau orang lain.
Analisis data menurut Bogdan & Bilken (Moleong, 2007: 248) adalah upaya
yang dilakukan dengan cara bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilahmilah data menjadi satuan yang dapat dikelola, mencari dan menemukan pola,
menemukan apa yang penting dan yang dipelajari serta memutuskan apa yang dapat
diceritakan kepada orang lain. Maka berdasarkan difinisi tersebut dapat disimpulkan
bahwa awal dari analisis data adalah mengumpulkan data yang ada, menyusun secara
sistematis kemudian mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilaksanakan
kepaa orang lain.
Analisis data yang digunakan ialah dengan melakukan indentitas data yang
sesuai dengan fokus masalah yang diteliti. Setelah melakukan identifikasi maka akan
dilakukan kategorisasi di mana peneliti akan memilah-milah data yang memiliki
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
52
kesamaan dengan variable yang sudah dibuat di dalam penelitian. Setelah itu peneliti
melakukan sintesis data atau mencari kaitan antara variable yang satu dengan yang
lain.
C. Laporan Hasil Penelitian Penghayatan Sakramen Krisma Bagi Hidup
Menggereja Bagi Hidup Menggereja di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen
Penulis melakukan penelitian dengan observasi dan wawancara pada tanggal,
20 Februari- 4 Maret 2017. Keragaman pengetahuan dan jawaban dari responden
membuat penulis mendapatkan keragaman informasi dan data sesuai yang diharapkan
terkait dengan variable yang diteliti.
Wawancara dilakukan di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen waktu
pelaksanaan sangat bervariasi dan fleksibel, tergantung kesediaan dari responden.
Dalam bagian ini penulis akan memaparkan hasil penelitian berdasarkan variabel
yang diteliti.
1. Hasil Penelitian dan Pembahasan
a. Penghayatan Sakramen Krisma
1)
Hasil Wawancara Penelitian
Berdsarkan hasil wawancara, diperoleh data mengenai pemahaman arti dan
tujuan Sakramen Krisma.
Dalam wawancara ini hampir secara keseluruhan responden merupakan
pelajar tingkat SMP dan SMA. Arti Sakramen Krisma yang paling dapat dirasakan
oleh responden merupakan sebagai sikap pendewasaan iman yang mengarahkan diri
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
53
kepada Yesus Kristus sebagai pusat akan iman Kristiani. Hal ini dapat dibuktikan
dari hasil (P1) responden memberikan jawaban hampir sama yaitu Sakramen Krisma
sebagai pendewasaan iman [R1 ,2 ,3 ,5 ,6 ,7 ,13 ,14 ,15 ,16 dan 24]. R2 menyatakan
sebagai pendewasaan iman seseorang telah melengkapi Sakramen Inisiasi dan
setelah menerima sakramen krisma seseorang harus percaya akan Roh Kudus.
Pernyataan tersebut bisa kita baca pada kutipan di bawah ini: “Sakramen krisma bagi
saya suatu sakramen yang diberikan kepada seseorang yang menandakan bahwa
orang tersebut bertambah dewasa dalam imannya, serta dengan krisma seseorang
akan melengkapi sakramen inisisasi. Tujuan Sakramen Krisma, saat seseorang
menerima Sakramen Krisma seseorang akan diikat didalam Gereja yang sempurna,
serta pada saat menerima Sakramen Krisma harus percaya akan Roh Kudus yang
selalu mendampinginya”.
Setelah peneliti memperoleh hasil Arti dan Tujuan Sakramen Krisma, peneliti
ingin lebih menggali pada hasil/buah setelah menerima Sakramen Krisma yang
tercantum pada (P2, P3 ,P4 ,P5). Yang pertama yaitu buah-buah setelah menerima
Sakramen Krisma yang terdapat dalam P2. Dari hasil wawancara secara menyeluruh
responden menjawab buah yang diperoleh yaitu menyangkut dengan religious yang
meliputi perubahan sikap iman dari semula belum mengenal apa itu Gereja Katolik,
apa saja yang dilakukan oleh umat Kristiani dll. R22 menyatakan buah yang ia
peroleh semakin hidup dalam religiusitas. Pernyataan tersebut bisa kita baca pada
kutipan salah satu responden di bawah ini yang menyatakan adanya buah Sakramen
Krisma, “Setelah mendapatkan sakramen Krisma saya semakin rajin berdoa,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
54
beribadat dan melakukan kegiatan social seperti membantu teman yang kesusahan
dll”.
Dalam P3 peneliti melanjutkan pada perubahan sikap yang telah diperoleh
setelah menerima Sakramen Krisma. Adapun hal ini juga menjadi bagian penting
dikarenakan Sakramen Krisma harus menunjukan perubahan sikap yang dewasa.
Maka peneliti mencantumpakn pertanyaan tersebut kedapam P3. Hasil dari
wawancara peneliti menemukan variasi 3 jawaban yang berbeda yaitu menjadi aktif
dalam kegiatan Gereja ( R1 , 2, 10 ,13 ,15 ,17 ,18 ,19 ,20 , 21 dan 24), menjadi lebih
bersikap social (R3, 4, 8, 12) dan lebih percaya pad Yesus (R5, 6, 7, 22, 23).
Meskipun ada keragaman dalam jawaban peneliti menyimpulkan responden telah
mengalami perubahan sikap setelah menrima Sakramen Krisma secara positif.
Namun adapula yang responden yang menyatakan berbeda, jawaban yang berbeda ini
menjadi kunci dalam penelitian ini dimana Responden kurang begitu memahami
perubahan sikap apa yang seharusnya di lakukan setelah menerima Sakramen Krisma
berikut pernyataan R16 yaitu sebagai berikut, “Saya dapat memahami sebagai
Sakramen Penguatan Iman tetapi saya belum terlalu memahami sikap apa yang
seharusnya saya lakukan setelah menerima Sakramen Krisma”.
Responden yang menyatakan demikian adalah (R9, 11, 10, 12, 16) setelah
peneliti menilai dari jawaban responden ini peneliti mencoba memahami bahwa sikap
yang seharusnya berdampak positif ternyata belum terwujud dalam kehidupan
responden ini, maka peneliti ingin lebih menggali pada perbuatan atau tindakan
secara konkrit setelah menerima Sakramen Krisma. Dalam materi pembelajaran atau
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
55
bimbingan sebelum meneriam Sakramen Krisma, penerimaan Sakramen Krisma
harus di Aplikasikan pada perbuatan atau tindakan nyata sebagai keberhasilan dalam
menghayati dan menerima Sakramen Krisma. Maka peneliti mencantumkan
pertanyaan pada P4 yang berisikan (tindakan konkrit apa yang anda peroleh setelah
menerima Sakramen Krisma?).
Dari hasil wawancara peneliti menemukan terdapat dua keragaman yaitu
perbuatan konkrit di dalam Gereja dan di Luar Gereja. Dari pengamatan peneliti
menurut (R1 ,2 ,4 ,5 ,9 ,12 ,13 ,15 ,20 ,21 dan 24) mengalami perbuatan konkrit di
dalam lingkup Gereja dan (R4 , 7, 8,10 ,16 ,17 ,18 dan 19) perbuatan di luar lingkup
Gereja. Tindakan konkrit di Gereja para responden rata-rata mengikuti kegiatan
Gereja misalnya dalam organisasi OMK, lektor, pendalaman iman, doa Rosario dan
rajin berdoa. Sedangkan tindakan di luar Gereja responden menjawab dengan
perbuatan bersosial dengan keluarga, teman dan bertoleransi dengan masyarakat.
Pernyataan peserta yang menyatakan tindakan yang bertoleransi, dinyatakan oleh R23
yang menyatakan perbuatan konkritnya terjadi dalam aspek pribadi yaitu. “Tindakan
iman saya yang dewasa adalah dengan bagaimana saya menyikapi keadaan dan
menyikapi masalah yang ada dalam diri saya, misalnya saya tetap berfikir positif dan
dewasa dalam mengambil keputusan”.
Peneliti mencoba mendalami lagi keanekaragaman jawaban dari P4 ini, setelah
peneliti meninjau jawaban responden ternyata terdapat responden yang memiliki
jawaban yang sebaliknya yaitu terdapat pad (R 3, 6, 10, 14) mendapatkan jawaban
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
56
dari responden ini peneliti memahami tentang belum adanya tindakan untuk
melakukan tindakan konkrit sebagai iman yang dewasa.
Dengan pertanyaan yang mengacu pada perubahan tindakan setelah responden
menerima Sakramen Krisma, peneliti mencoba untuk mengali lebih dalam mengenai
iman responden terhadap Yesus Kristus yang terdapat pada P5. Pertanyaan ini lebih
mengacu pada kepercayaan responden terhadap Yesus Kristus dan perwujudannya
sebegai murid Yesus di dalam lingkungan Gereja dan masyarakat sebagai bentuk
kesaksiannya.
Setelah peneliti memperoleh jawaban dari responden, peneliti mencoba
mengolah dan menyimpulkan bahwa banyaknya responden yang menyatakan dirinya
sebagai saksi Yesus Kristus di dalam Gereja dengan cara mengikuti berbagai kegiatan
Gereja yang meliputi, lektor, bergabung dengan OMK semakin rajin dalam
menggereja. Dan hampir dari keseluruhan jawaban responden yang menyatakan saksi
Yesus Kristus di masyarakat yaitu menyangkut keharmonisan dalam hidup
bermasyarakat dan ikut aktif dalam kegiatan bermasayarakat, serta hidup bertoleransi
sesama umat manusia.
Namun peneliti ingin memaparkan hasil dari jawaban responden yang
kemungkinan belum dapat atau menemukan cara bagaimana menjadi saksi Kristus
yang terdapat (R 3, 4, 10, 14, 20) pada R20. Pernyataan ini sebagai berikut, “Secara
pribadi saya belum melakukan apapun demi Kristus dan belum membalas kasih
Yesus kepada saya, tetapi saya berusaha mempersembahkan apa yang ada dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
57
hidup saya kepada Yesus dengan melakukan dan melaksanakan tugas Gereja dan
hidup harmonis saling toleransi di tengah umat beragama lain”.
Seperti yang telah di paparkan responden mengakui belum sepenuhnya
melakukan apa yang hendaknya dilakukan sebagai umat beriman kepada Yesus
Kristus, tetapi ia berusaha dengan sikap positifnya mempersembahkan apa yang ia
miliki kepadaNya walaupun belum terlihat aktif dalam kegiatan Gereja. Bagi peneliti
R20 kurang percaya diri untuk melakukan sebuah pelayanan namun pada R 10
memaparkan bentuk saksi Kristus hanya bias ia lakukan di luar Gereja karena
kurangnya keaktifan dalam kehidupan menggereja.
2) Pembahasan
Hasil dari penelitian mengenai Penghayatan Sakramen Krisma menunjukan,
pemahaman Sakramen Krisma diartikan sebagai Sakramen pendewasaan iman
seseorang yang telah siap untuk mewartakan kesaksian Yesus. Hal ini ditunjukkan
pada perubahan sikap dan tindakan pasca menerima Sakramen Krisma. Namun
perubahan sikap ini tidak begitu saja menggambarkan Sakramen Krisma mengubah
sikap iman yang dewasa. Terbukti adanya Responden yang kurang begitu memahami
akan sikap iman yang seharusnya dilakukan setelah menerima sakramen Krisma
kedalam tindakan konkret.
Penelitian ini peneliti menggambarkan keseluruhan dapat menggambarkan
penghayatan kaum muda dapat di dipahami berdasarkan teori namun pada teknisnya
kaum muda masih membutuhkan pendampingan untuk pembentukan sikap iman yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
58
dewasa. Dengan kaum muda sebagai responden kita dapat melihat pada kegiatan
realitas sebagai remaja dan pelajar. Dengan melihat latar belakang ini pendewasaan
iman dapat berupa perubahan sikap dan tindakan sebagai pelajar sekolah, anak dalam
keluarga, kaum muda dalam Gereja dan remaja dalam masyarakat.
Sakramen Krisma ini memiliki peran pada mereka yang telah menerima
Sakramen Krisma sebagai pembentukan atau pengetahuan lebih lanjut mengenai
Gereja. Dalam Injil Matius 5: 16 “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di
depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan
Bapamu yang di sorga”. Dengan sakramen ini mengajarkan untuk siap menjadi
cahaya kebaikan untuk memuliakanNya.
b. Hidup Menggereja
1) Hasil Wawancara Penelitian
Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan para responden, maka
ditemukan berbagai jawaban dari responden. Peneliti membagi pertanyaan seputar
kehidupan menggereja kaum muda ini kedalam lima pertanyaan (P6- 10). Pada
pertanyaan no 6 peneliti memberikan pertanyaan arti hidup menggereja, kehidupan
menggereja merupakan kehidupan yang aktif dalam mengikuti kegiatan Gereja dan
ikut andil dalam setiap tugas Gereja.
Dalam P6 hampir keseluruhan dari responden menjawab sama yaitu
“keaktifan seseorang dalam mengikuti berbagai kegiatan Gereja”. Seperti yang di
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
59
utarakan oleh P8 yang mengatakan, “Kehidupan menggereja bagi saya adalah
keaktifan seseorang dalam segala tugas dan utusan Gereja”.
Dalam hal ini rata-rata responden memahami dengan kehidupan menggereja
adalah kehidupan yang aktif dalam memuliakan Kerajaan Allah. Namun dalam
memuliakan nama Allah ini tidak sepenuhnya berjalan dengan lancar ada kalanya
seseorang mempunyai masalah yang berupa hambatan dalam hidup menggereja.
Dengan melihat adanya faktor di dalam realitas, peneliti ingin melihat
hambatan apa saja yang telah dirasakan atau pernah dirasakan oleh responden dalam
hidup menggereja. Maka peneliti memberikan pertanyakan pada P7 yang ingin
menggali hambatan apa saja yang pernah di alami oleh responden dalam hidup
menggereja.
Kenyataannya jelas masih adanya faktor yang menghambat responden untuk
berusaha aktif dalam kegiatan menggereja. Tidak sedikit responden yang menjawab
faktor berasal dari diri sendiri, rasa malas yang mendominan menjadi penghambat
para responden untuk aktif di Gereja. Terdapat pula kurangnya motivasi dari orang
tua, apresiasi dan bahkan diam saja dengan segala keaktifan di Gereja. Namun
peneliti melihat latar belakang responden sebagai pelajar dengan kesibukan
responden sebagai pelajar di sekolah dan sebagai kaum muda Gereja. Tidak sedikit
juga responden menyatakan kesibukannya di Sekolah menghambat kegiatannya di
Gereja (R13 dan 16).
Seperti pada pernyataan yang di jawab oleh R14, responden menjawab beda
dari yang lainnya dan mengutarakan hal seperti berikut, “Rasa malu dan minder untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
60
mulai bergabung dengan teman-teman seusia di Gereja, pandangan saya mengenai
Gereja yang kurang”.
Hambatan ini bagi peneliti menjadi faktor yang sering terjadi pada kaum
muda yang belum pernah menjadi atau mengikuti kegiatan di Gereja. Peneliti
memahami faktor yang seperti di utarakan oleh R 14 menjadi faktor yang harus
diperhatikan untuk kemajuan keaktifan kaum muda di Gereja.
Setelah peneliti melihat berbagai hambatan yang di alami responden tentunya
para responden memiliki pengalaman dalam hidup menggereja. Pengalaman hidup
menggereja diartikan sebagai kegiatan apa saja yang pernah di ikuti dan apakah
kegiatan tersebut menjadikan imannya tumbuh dewasa dll. Maka peneliti
memberikan pertanyaan pada P8. Pertanyaan ini menjadi kunci jawaban dengan
melihat manfaat mengikuti berbagai kegiatan di Gereja.
Dengan melihat hasil wawancara, peneliti hendak melihat adanya manfaat
setelah mengikuti kegiatan menggereja. Manfaat ini dimaksudkan apakah dengan
mengikuti kegiatan menggereja berguna bagi kehidupan sehari-hari. Banyak dari
responden yang menyatakan pengalaman dari mengikuti kegiatan OMK, dengan
mengikuti kegiatan OMK dan bergabung dengan OMK responden menyatakan
semakin memiliki banyak teman seiman dan senang bias berkumpul dengan teman
seiman.
Terdapat responden yang merasakan kekeluargaan di dalam Gereja dengan
mengikuti berbagai kegiatan Gereja dan menjadi di kenal oleh semua orang oleh
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
61
keaktifannya. Hal ini menjadi wujud keberhasilan responden untuk hidup menggereja
dan melaksanakan tugas Gereja.
Kemudian sebagai pemahaman responden tentang arti kaum muda dan peran
kaum muda. Maka peneliti memberikan pertanyaan pada P9 dan P10 yang ingin
menggali wawasan responden seputar kaum muda Katolik. Pada P9 peneliti
memberikan pertanyaan arti kaum muda Gereja Katolik, kaum muda Gereja Katolik
merupakan sebuah kumpulan atau tempat dimana remaja Katolik memberikan
kreatifitas, semangat dan inovasi kepada Gereja Katolik untuk kemajuan kedepannya.
Dari hasil penelitian responden memahami arti kaum muda Gereja Katolik
adalah tempat berkumpulnya kaum muda yang siap dan aktif dalam kegiatan
menggereja. Responden memahami kaum muda Gereja katolik adalah mereka yang
telah bergabung dengan organisasi OMK dan aktif untuk mamajukan Gereja.
Jawaban ini hampir secara keseluruhan menjawab sama atau mirip (R3, 4, 5, 10 ,11
,12 ,13 ,14 ,15 ,16 ,17 ,18 ,19 ,20 ,21 ,22 dan 24).
Terdapat pernyatan dari responden yang menjadi perhatian peneliti,
pernyataan dari R18 sebagai berikut, “Sebuah organisasi yang dibentuk untuk
melayani Gereja dan Masyarakat”.
Hal ini menjadi catatan peneliti bahwa kaum muda Gereja Katolik tidak hanya
kepada Gereja saja melainkan kepada masyarakat juga dan siap menjadi pelayan
Masyarakat sesuai dengan arti Gereja yang Diaspora.
Dengan memahami arti kaum muda Gereja Katolik, tentunya kaum muda
Gereja Katolik memiliki peran penting dalam Gerej. Maka peneliti ingin menggali
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
62
pengetahuan responden berkaitan dengan peran kaum muda Gereja Katolik bagi
Gereja. Menurut R9 kaum muda sangat penting bagi pertumbuhan Gereja dan
membantu menemukan inovasi terbaru untuk kemajuan Gereja.
Berkaitan dengn jawaban R9 peneliti melihat pentingnya kaum muda untuk
membangun sebuah Gereja yang baru untuk masa depan. Maka kaum muda menjadi
pondasi penting di jaman sekarang ini untuk menjunjung Gereja agar tidak roboh
seiring jaman yang kian maju.
R20 mengatakan peranan kaum muda penting dengan ikut ambil bagian dalam
kegiatan perayaan dan menyumbangkan konsep perayaan. Hal ini menjadi suatu
dorongan bagi kaum muda untuk ikut andil dalam setiap konsep perayaan. Dengan
melibatkan kaum muda, kaum muda menjadi bertanggung jawab akan tugas yang
diberikan dalam perayaannya.
Dengan melihat struktur dari keseluruhan jawaban responden hampir secara
keseluruhan menjawab ikut dalam tugas gereja dan membangun Gereja. Dengan
jawaban seperti ini responden memaham arti dan tugas kaum muda di Gereja dan siap
ikut andil dalam kegiatan perayaan.
2) Pembahasan
Dengan melihat hasil wawancara beupa hidup menggereja kaum muda ini,
peneliti melihat dari wawasan responden terhadap pentingnya hidup menggereja.
Sejauh peneliti melihat hasil wawancara responden secara menyeluruh sudah
memahami arti hidup menggereja sebagai kaum muda, namun perlu dilihat dari faktor
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
63
terlebih dahulu. Responden yang rata-rata sebagai pelajar memiliki kesibukan di
sekolah dan ada pula hambatan dari luar yang membuat responden menjadi kurang
aktif dalam kehiduapan menggereja misalnya dunia Gadget.
Dalam faktor ini memicu hambatan bagi responden sendiri yang meliputi
faktor internal dan external. Hambatan ini menjadi perhatian peneliti untuk mencari
jalan keluar dari faktor ini. Peneliti juga melihat adannya rasa minder dan malu bagi
responden yang belum pernah mengikuti kegiatan Gereja. Dengan adanya sikap-sikap
demikian perlulah adannya pembimbingan dan pembentukan rasa penyadaran diri
sebagai remaja katolik. Agar dapat memantapkan dirinya sendiri untuk berani
bergabung dalam kegiatan Gereja dan Tugas Gereja.
Maka kaum muda Gereja Katolik menjadi penting adanya untuk Gereja,
dengan perannya sebagai generasi penerus Gereja dan siap menjalankan tugas Gereja.
Tentunya semua ini perlu dukungan dan motivasi dari orang tua yang lebih
berpengalaman untuk mengarahkan kaum muda untuk siap dalam tugas dan tanggung
jawabnya sebagai Generasi penerus Gereja.
2. Rangkuman Hasil Penelitian dan Permasalahan Penelitian yang Ditemukan
a. Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian tentang “Penghayatan Sakramen Krisma Terhadap
Hidup Menggereja Kaum Muda di Paroki Santa Maria Di Fatima Sragen” sebagai
Berikut;
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
64
1) Kaum muda Paroki Santa Maria Di Fatima Sragen cukup memahami arti
sakramen Krisma. Namun Sakramen Krisma belum begitu mencolok terhadap
perubahan sikap pada responden, yang tercantum pada pertanyaan (P3 : R9,
11, 12, 16), (P4 : R3, 6, 10, 14) dan (P5: R3, 4, 10 ,14, 20). Dengan demikian
perlu adanya program penyadaran diri bagi kaum muda yang telah menerima
Sakramen Krisma untuk mengetahui sikap kedewasaan iman pasca menerima
Sakramen Krisma. (Terlampir)
2) Kaum muda Paroki Santa Maria Di Fatima Sragen cukup aktif dalam kegiatan
Gereja, tetapi terdapat pula kaum muda yang belum dapat aktif dalam
kegiatan Gereja oleh karena faktor internal dan external. (Terlampir)
3) Kaum muda Paroki Santa Maria Di Fatima Sragen mengetahui pentingnya
kaum muda dalam Gereja. Namun hal ini belum maksimal bila pada tindakan
konkrit kaum muda masih kurang mengetahui apa yang dapat dilakukannya
dalam membantu kegiatan Gereja. Pernyataan R16 yaitu sebagai berikut,
“Saya dapat memahami sebagai Sakramen Pengunatan Iman tetapi saya belum
terlalu memahami sikap apa yang seharusnya saya lakukan setelah menerima
Sakramen Krisma”.
4) Responden memahami hidup menggerja sebagai keaktifaan seseorang hidup
aktif dalam kegiatan Gereja saja, hampir secara keseluruhan responden
menjawab serupa. kehidupan menggerja adalah hidup yang menampakkan
iman akan Yesus Kristus. Tentunya dalam Gereja katolik memiliki lima tugas
Gereja inilah dasar dari hidup menggereja orang muda Katolik sebagai
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
65
penerus dan harapan Gereja di masa depan (Bagiyowinandi, 2003: 133). Dari
wasil wawancara responden belum terlalu memahami tentang hidup
menggereja dan unsur yang mendasari kehidupan menggereja. Maka perlulah
pemahaman yang lebih dalam akan tugas dan perutusan Gereja bagi kamu
muda katolik ssetelah pasca menerima Sakramen Krisma.
b. Permasalahan yang ditemukan.
Permasalahan yang ditemukan selama menjalankan penelitian dan setelah
dilaksanakan penelitian.
1) Data peserta Sakramen Krisma di tahun 2015 yang harus disertai alamat,
sehingga data yang ada diparoki akan semakin lengkap.
2) Dalam proses pengambilan data banyak pihak yang mendukung mulai dari
Romo paroki, Dewan paroki, ketua OMK wilayah. Namun adapula hambatan
yang diperoleh dikarenakan pengambilan data dengan wawancara terkadang
responden merasa malu dan sedikit bingung menjawab pertanyaan. Namun
secara menyeluruh peneliti dapat mengambil data.
D. Refleksi Kateketis
1. Dasar Refleksi
a. Pengertian Katekese
Dalam Direktorium Kateketik Umum Tahun 1971 ditegaskan mengenai
pengertian katekese sebagai salah satu upaya pelayanan sabda, yang ditujukan untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
66
iman umat yang hidup, dasar dan aktif lewat cara pengajaran (DKU. Art 17). Dengan
melalui cara inilah terutama dalam lingkup kegiatan pastoral, katekese juga diartikan
sebagai “Karya gerejani yang menghantarkan kelompok maupun perorangan kepada
iman yang dewasa” (DKU. Art 31).
b. Tujuan Katekese
Dalam anjuran apostolic Catechesi Trandendae artikel 25, ditegaskan bahwa
tujuan katekese adalah mendewasakan iman dan pribadi manusia. Ketika seseorang
mengalami kedewasaan iman, maka secara pribadi akan mengusahakan dirinya
menjadi dewasa pula. Artinya seseorang yang dewasa dapat menempatkan diri sesuai
dengan norma, nila dan moral dalam kehidupan baik itu di dalam Gereja maupun di
dalam masyarakat.
Maka katekese bisa dinamakan sebagai sekolah iman yang menggunakan
pendagogi iman yang mengimani Kristus dan Pendagogi Gereja untuk pelayanan
serta sebagai edukasi bagi seseorang tentang Gereja. Dengan diartikannya katekese
sebagai sekolah iman diharapkan dapat mengubah proses-proses akal budi, hati
nurani, kebiasaan dan tindakan seseorang menjadi lebih baik (PUK. Art 147).
c. Katekese dalam Sakramen Krisma
Vatikan ke II berbicara tentang Hakikat Sakramen, antara lain : Sakramen
sakramen dimaksudkan untuk mengkuduskan manusia, membangun Tubuh Kristus
dan pada akhirnya mempersembahkan ibadat kepada Allah. Tetapi sebagai tanda
sakramen juga dimaksudkan untuk mendidik. Sakramen tidak hanya mengadakan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67
iman. Melainkan juga memupuk, meneguhkan dan mengungkapkan dengan katakata dan benda. Maka juga disebut sakramen iman. Memang sakramen
memperolehkan rahmat. Tetapi perayaan sakramen itu sendiri juga dengan amat
baik menyiapkan kaum beriman untuk menerima rahmat itu yang membuahkan
hasil nyata. Untuk menyembah Allah secara benar dan untuk mengamalkan cinta
kasih (SC Art. 59).
Didalam Sakramen Krisma, seseorang dipersiapkan dalam sebuah tugas dan
perutusan dari Allah untuk mewartakan Sabda Allah. Sabda Allah inilah yang terusmenerus direnungkan dan dimengerti secara lebih mendalam, melalui pengalamanpengalaman iman seluruh umat secara bersama-sama. Katekese pada Sakramen
Krisma terlebih berpusat pada Kristosentris dengan berpusat pada karya
keselamatan Yesus Kristus pada manusia. Oleh karenanya, katekese sangat perlu
memperhatikan hal yang memiliki kaitan tentang struktur internal yang harus
bersifat kristosentris, melalui Kristus kepada Bapa dalam Roh Kudus, mengikuti
pedagogi Yesus Kristus yang menunjukkan hidup Allah paling dalam karya
keselamatan dan demi kesejahteraan manusia serta mempunyai implikasi penting
dalam hidup manusia (PUK art. 100).
d. Aspek Sakramen Krisma bagi kaum muda di dalam Gereja
Kaum muda katolik merupakan pondasi untuk Gereja di masa depan.
Untuk mempersiapkan kaum muda untuk dapat memahami tugas Gereja dan
tanggungjawabnya. Dibutuhkan untuk katekese pendampingan, hal ini diupayakan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
68
untuk menggali lebih dalam lagi partisasi kaum muda dan tanggungjawab kaum
muda dalam tugas Gereja.
Sakramen Krisma dianggap sebagai sebuah moment dimana kaum muda
dididik dalam imannya untuk mempersiapkan tugas-tugas Gereja. seperti halnya
tujuan Sakramen Krisma yaitu siap sedia dalam tugas dan perutusanNya dengan
ditandai oleh “Minyak Suci” sebagai materai Allah atau janji dengan Allah. Maka
dalam pendampingan menuju penerimaan, sangat penting melihat aspek apa saja
yang ingin di capai dalam tiap Paroki. Namun yang dipelajari dalam Sakramen
Krisma tidak dapat lepas dari yang namanya pengalaman dan situasi hidup yang
dialami oleh para peserta katekese. Diharapkan dari pengalaman hidup para
peserta ini mereka dapat menarik kesimpulan dan menilai dirinya masing-masing
“apakah sudah sesuai dengan yang dimaksudkan apa belum”.
Dengan adanya Sakramen Krisma Gereja mengharapkan kaum muda
menjadi aktif dalam kegiatan Gereja. Misalnya mulai ikut dalam kegiatan Liturgi,
organisasi kaum muda di Gereja misalnya OMK dan berpartisipasi dalam berbagai
kegiatan Gereja.
2. Refleksi Hasil Penelitian
Penghayatan Sakramen Krisma merupakan apa yang dipahami, diresapi
dan diterima dalam Sakramen Krisma itu sendiri yang meliputi arti, tujuan dan
maknannya bagi sendiri dan orang lain. Dengan diadakannya penerimaan
Sakramen Krisma, Paroki St Maria di Fatima Sragen peduli dengan perkembangan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
69
iman kaum muda yang kian dihimpit oleh kemajuan zaman. Maka dengan melihat
situasi yang kritis ini Gereja mengumpulkan kaum muda dan menjadikan satu
wadah untuk dididik imannya untuk siap menjadi kaum muda katolik yang mau
bergulat dengan kehidupan menggereja.
Penelitian
yang
dilaksanakan
oleh
penulis
dengan
judul
:
PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA
KAUM MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN. Dapat
memberikan manfaat bagi penulis dan pihak Paroki Santa maria di Fatima Sragen.
Penelitian yang berkaitan tentang Penghayaran Sakramen Krisma dalam hidup
Menggereja kaum muda ini mendapatkan dukungan mulai dari Romo Paroki,
Dewan Paroki St Maria di Fatima. Penelitian yang menyangkut tentang Sakramen
Krisma belum pernah di laksanakan oleh pihak Paroki sebelumnya. Dengan
demikian, pihak Paroki dengan penuh keterbukaan mendukung berlangsungnya
penelitian ini, agar nantinya menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi bagi
kelangsungan penerimaan Sakramen Krisma yang efektif dan berkualitas.
Dalam penyusunan penelitian ini, penulis sangat bersyukur karena dapat
belajar menimba berbagai pengalaman baru terutama dalam bidang penelitian
kualitatif, baik persiapan, pelaksanaan, analisis hingga penyususnan skripsi ini.
Pengalaman berkaitan tentang penghayatan Sakramen Krisma dari kaum muda di
Paroki St Maria di Fatima Sragen. Selain itu penulis juga dapat mengambil nilainilai kebaikan yang dapat menjadi bekal bagi perkembangan penulis menjadi
seorang guru. Penulis dapat belajar menjadi pribadi yang sabar, tekun dan selalu
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
70
berusaha dalam proses selama penelitian itu berlangsung, hingga selesainya
penyususnan penelitian ini.
Maka berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa penghayatan
Sakramen Krisma dalam hidup Menggereja kaum muda cukup menunjukan hasil
yang positif dengan melihat perubahan kaum muda yang mulai aktif dalam
kegiatan Gereja. Namun untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal perlu
adanya perhatian kembali dari Gereja pasca penerimaan Sakramen Krisma, yaitu
berupa “Mistagogi”. Dengan diadakan pertemuan setelah penerimaan Sakramen
Krisma diharapkan dapat kembali mematangkan iman kaum muda dalam tugas
dan petutusan Gereja.
Hasil penelitian yang telah diperoleh oleh penulis, diharapkan dapat
memberikan sumbangan dalam proses pendampingan calon Penerima Sakramen
Krisma kedepannya di Paroki St Maria di Fatima Sragen. Selain itu hasil
penelitian ini juga dapat menjadi sebuah bahan pertimbangan bagi paroki, yang
berkaitan dengan keaktifan kaum muda dalam hidup menggereja setelah
mennerima Sakramen Krisma. Hal ini sebagai tolok ukur keberhasilan Paroki
dalam mendamping para calon penerima Sakramen Krisma.
E. Keterbatasan Hasil Penelitian
Selama proses persiapan, pelaksanaan, analisis data dan penyusunan
penelitian ini, penulis menyadari bahwa keseluruhan proses penelitian masih ada
kekurangan dan belum sepenuhnya sempurna. Berikut ini dipaparkan secara singkat
beberapa keterbatasan dalam penelitian ini:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
71
1. Bahan penelitian atau buku-buku refrensi belum secara optimal mendukung
penelitian ini
2. Reponden yang malu saat proses wawancara berlangsung.
3. Peneliti telah mewawancarai responden dan mengharapkan jawaban yang
terbuka dan jujur sehingga kebenaran data dapat diukur dengan baik. Namun
apabila responden dalam menjawab pertannyaan angket tidak sesuai dengan
keadaan dan pengalaman yang dialami, maka kesimpulan yang didapat akan
berbeda dan kebenaran data tidak dapat diukur dengan baik.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
72
BAB IV
USULAN PROGRAM UNTUK MENINGKATKAN PENGHAYATAN
SAKRAMEN KRISMA BAGI KAUM MUDA DALAM HIDUP
MENGGEREJA.
Pada Bab ini, penulis mengusulkan program pasca penerimaan Sakramen
Krisma untuk meningkatkan arti dan makna setelah menerima Sakramen Krisma
sebagai perkembangan iman.
Pada bab IV penulis akan menjabarkan sumbangan pemikiran berupa usulan
program kegiatan pasca menerima Sakramen Krisma (Mistagogi). Mistagogi adalah
masa pendalaman iman bagi Penerima Sakramen Baru (Komkat 2012:18). Mistagogi
ini dapat diberikan dalam berbagai macam kegiatan yang dilakukan untuk membina
para penerima Sakramen baru misalnya dengan Pendalman Iman, retret ataupun
rekoleksi.
Maka dalam penulisan skripsi ini penulis ingin mengusulkan program, usulan
program antara lain yaitu Rekoleksi. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia
Rekoleksi adalah salah satu proses mengetahui atau menggali masa lalu seseorang
yang terjadi. Dengan rekoleksi ini kaum muda di ajak kembali untuk mengingat masa
katekumen dengan melakukan pendalaman imannya sehingga mereka dapat
memperoleh penyegaran atas penerimaan Sakramen Krisma sebagai tugas dan
perutusan sebagai murid Yesus Kristus (Komkat 2012:19).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
73
Dengan usulan program ini penulis ingin menyampaikan hal yang merupakan
tindak lanjut dari hasil penelitian pada bab III dan akan dirinci sebagai berikut : Latar
Belakang, Tujuan Program, Usulan Program, Bentuk Program, Matriks program dan
satuan persiapan program.
A. Latar Belakang Program
Berdasarkan wawancara dan keadaan di lapangan di Paroki kaum muda yang
mengikuti Sakramen Krisma cukup banyak dan antusias atau partisipasi dari kaum
muda dalam mengikuti kegiatan sebelum penerimaan juga cukup partisipatif. Gereja
mendukung kaum muda dalam persiapan menerima Sakramen Krisma, mulai dari
materi yang diberikan dan pendamping yang professional untuk memberikan arahan
dalam menerima Sakramen Krisma, sampai dihantarkan mereka para calon penerima
Sakramen Krisma menerima minyak suci.
Tetapi semua kegiatan seakan hanya berhenti pada hari penerimaan Sakramen
Krisma saja. Untuk kegiatan selanjutnya yang sudah ada dalam langkah penerimaan
Sakramen Krisma yaitu “Mistagogi”, kenyataannya paroki kurang memperhatikan
dalam permasalahan ini. Karena tidak ada tindak lanjut dari paroki untuk
melaksanakan kegiatan pasca menerima Sakramen Krisma. Mistagogi merupakan
kegiatan yang penting sebagai puncak arti menerima Sakramen Krisma, dan sebagai
pemantapan bagi penerima Sakramen Krisma mengemban tugas perutusan dari-Nya.
Melihat permasalahan tersebut misalnya: berkurangnya minat kaum muda
dalam kegiatan menggereja, malu ikut kegiatan dan belum memahami terlalu dalam
arti dan makna Sakramen Krisma. Maka penulis ingin memberikan sumbangan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
74
usulan program yang dapat dilaksanakan di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen
yaitu, Penulis mengusulkan untuk membuat program rekoleksi.
Rekoleksi yang akan dilaksanakan ingin memantapkan iman para penerima
Sakramen Krisma dan memberikan pengertian arti dan makna tugas perutusan dalam
Sakramen krisma. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud untuk menyadarkan
kembali kepada penerima Sakramen Krisma bahwa setelah menerima Minyak Suci,
mereka sungguh di butuhkan dalam pewartaan Kerajaan Allah.
B. Tujuan Program
Untuk lebih memahami isi dan maksud dilaksanakannya program, penulis
akan menjabarkan tujuan dari program ini. Adapun tujuan dari program ini sebagai
berikut:
1. Mengajak kaum muda untuk semakin menyadari akan iman yang
dewasa dalam hidupnya sehari-hari
2. Membantu kaum muda memahami tugas dan perutusan dalam Sakramen
Krisma.
3. Membentuk sebuah paguyuban Sakramen Krima Tahunan sebagai
keluarga misi untuk mewartakan Kerajaan Allah.
C. Usulan dan Bentuk Program
Penulis akan memberikan usulan program sebagai tindak lanjut dari
kegiatan Sakramen Krisma yaitu Mistagogi. Maka program yang diusulkan oleh
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
75
penulis yaitu rekoleksi yang ditujukan pada kaum muda yang telah menerima
Sakramen Krisma di Paroki Santa Maria di Fatima Sragen. Para kaum muda akan di
ajak sharing rasanya setelah menerima sakramen Krisma dan harapan mereka ke
depannya. Dengan diadakannya kegiatan rekoleksi pasca menerima Sakramen Krisma
Kaum muda dapat menjadi satu angkatan perutusan dan dapat menjadi mandiri serta
siap mengemban tugas perutusan untuk mewartakan Kerajaan Allah.
Tema yang diambil dalam rekoleksi ini adalah “Siap menjadi kaum muda
yang dewasa dalam Pelayannannya”. Tema ini diambil agar umat dapat memahami
benar iman yang dewasa dan mengerti akan tugas dan perutusaan-Nya. Secara
keseluruhan program ini akan dilaksanakan dalam waktu sehari dan dicampur dengan
permainan yang bersifat edukatif. Maka penulis menyusun matrik berupa rencana
kegiatan rekoleksi yang akan dilaksanakan.
D. RENCANA PELAKSANAAN PROGRAM
Sebagai bentuk usulan dalam penulisan Skripsi ini telah di pilih rekoleksi sebagai
pendalaman iman para kaum muda yang telah menerima Sakramen Krisma. Maka
penulis merencanakan rekoleksi pada bulan Oktober dengan berbagai persiapan yang
telah penulis rencanakan dalam skripsi ini.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
76
E. Matriks Program
Tema
Penjelasan Tema
: “Siap menjadi kaum muda yang dewasa dalam Pelayannannya”
: Bercermin dari Kisah Para rasul para murid Yesus yang terombang ambing imannya oleh karena
Yesus telah wafat hamper putus asa, namun oleh karena kebangkitannya dan penampakan Yesus
kepada murid-muridNya para rasul percaya akan Yesus yang telah menjadi panutan dalam hidupnya.
Yesus mengutus meridNya untuk mengabarkan kabar Gembira ke seluruh dunia dengan membekali
mereka dengan Roh Kudus. Relevansi dengan kaum muda, mungkin banyak dari kaum muda yang
belum memahami arti pertusan Yesus dan perkembangan iman yang dewasa. Maka setelah menerima
materai dari Allah tugas dan perutusan semakin jelas di mata dan di hati tiap penerima materai Allah.
Tujuan
: Diharapkan dengan adanya rekoleksi ini kaum muda dapat perkembangan iman yang dewasa dan
memahami arti dan tugas perutusan dari Allah baik dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Menjadikan paguyuban misi angkatan penerimaan Sakramen Krisma yang nantinya dapat berguna
untuk kedepannya sebagai wadah sharing bersama.
76
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
77
Sub Tema
:
1. Sakramen Krisma dalam pertumbuhan Imanku
2. Sakramen Krisma sebagai kesiapanku dalam hidup Menggereja
3. Harapan untuk tugas dan perutusan dalam Gereja dan masyarakat
77
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
78
No
Pelaksanaan
Judul
Pertemuan
Pembukan
(perkenalan
dan
pengantar)
1
09.30-09.45
2.
09.45-11.15
Sesi I:
Sakramen
Krisma
dalam
Pertumbuhan
Imanku
3.
11.15-12.45
Sesi II:
Sakramen
Krisma
sebagai
Kesiapanku
dalam hidup
menggereja
Tujuan
Uraian Materi
Metode
Sarana
Sumber
Bahan
Waktu
- Membantu
peserta
untuk
mengenal
pendamping
dan
pendamping mengenal
peserta.
- Mengetahui tujuan dari
pertemuan,
sehingga
proses dapat berjalan
dengan lancar.
- Membantu
peserta
memahami Sakramen
Krisma
dan
mengungkapkan
pengalaman
iman
mereka,
mengenai
pertumbuhan
iman
mereka masing-masing
- Perkenalan
- Informasi
- Penjelasan
- Tanya
latar belakang
jawab
dan
tujuan
rekoleksi
-
Viewer
Laptop
Mic
Wireless
- Pengalaman
- Sharing
iman peserta
- Tanya
- Dasar
iman
Jawab
yang
harus - Informasi
dimiliki oleh
orang kristiani
-
Mic
Viewer
Laptop
Wireless
(Yoh
14:1526)
90
menit
- Membantu peserta agar - Sharing
- Sharing
bercermin pada diri
pribadi untuk - Tanya
sendiri
untuk
kesiapannya
jawab
mengetahui sejauh mana
dalam tugas - Informasi
kesiapan mereka dalam
dan perutusan
mengemban
tugas
pertusanNya
- Semakin
menyadari
imannya
yang
mendalam sehingga bisa
-
Mic
Viewer
Laptop
Wireless
(Wibowo
Ardhi,
1992:7)
(KWI
1996:445)
90
menit
15
menit
78
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
79
dibagikan
kepada
sesama dalam pelayanan
4.
12.45-13.30
Makan Siang
Peserta dan pendamping bersantap siang bersama
5.
13.30-15.00
6.
15.00-15.15
Sesi III:
- Membantu
peserta - Membuat
Harapan
untuk
menemukan
rencana aksi
untuk tugas harapan apa saja yang
dan perutusan kelak ingin di capai
dalam Gereja setelah
menerima
dan
Sakramen Krisma
masyarakat
- Mengarahkan
peserta
untuk mengaplikasikan
imannya di Gereja dan
di Masyarakat
Penutup
- Pengumuman
- Sharing
- Tanya
jawab
- Informasi
-
Mic
Viewer
Laptop
Wireless
- Informasi
-
Mic
Viewer
Laptop
Wireless
45
menit
90
menit
15
menit
79
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
80
F. Satuan Persiapan Program
PERKENALAN
1.
IDENTITAS
a.
Judul Pertemuan
: “Siap menjadi kaum muda yang dewasa dalam
Pelayannannya”
b.
Tujuan Pertemuan :
Diharapkan dengan adanya rekoleksi ini kaum muda
dapat
perkembangan
iman
yang
dewasa
dan
memahami arti dan tugas perutusan dari Allah baik
dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
c.
Peserta
:
Kaum muda penerima Sakramen Krisma di Paroki
Santa Maria di Fatima Sragen
d.
Tempat
:
Aula Gereja Paroki Santa Maria di Fatima Sragen
e.
Hari / Tanggal
:
Minggu, 29 Oktober 2017
f.
Waktu
: 09.30-09.45 WIB
2.
PEMIKIRAN DASAR
Pertemuan rekoleksi ini untuk membuka kembali pemikiran mengenai
Sakramen Krisma yang telah diterima oleh kaum muda yang dirasa kurang begitu
menghayati Sakramen Krisma. Dengan diadakannya pertemuan ini kaum muda di
ajak mengingat kembali apa yang telah mereka peroleh selama persiapan,
penerimaan dan serta untuk mempersiapkan mereka untuk tugas Gereja yang mulia
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
81
kedepannya. Untuk mensyukuri hal tersebut baik halnya kaum muda menyukuri apa
yang telah diberikan Allah sebagai hal yang positif dalam hidupnya.
3. PROSES PENDAMPINGAN
a.
Pembuka
1) Salam Pembuka
Selamat pagi Kaula muda katolik yang terkasih, berkah dalem. Marilah
sebelum kita memulai kegiatan ini, kita bersama-sama berdoa memohon berkat dari
Tuhan supaya kegiatan rekoleksi pada hari ini dapat berjalan dengan baik.
2) Doa Pembukaan
Tuhan yang Mahakasih, kami mengucap syukur dan terimakasih kepada-Mu, atas
segala berkat yang telah kami terima sampai saat ini. Tuhan, pada hari ini kami
berkumpul di tempat ini ingin menimba pengalaman iman kami dan melihat serta
menghayati iman yang kami miliki agar iman yang kami miliki dapat bertumbuh,
mengakar dalam dan memberi kesejukan bagi sesama kami. Kami juga memohon
kepada-Mu semoga kegiatan hari ini dapat berjalan dengan lancar. Semua doa dan
harapan kami ini kami haturkan ke dalam tangan-Mu dengan perantaraan putra-Mu
Tuhan kami Yesus Kristus. Amin
3) Perkenalan
Pendamping memperkenalkan diri kepada peserta dengan suasana yang hangat dan
santai beserta tempat tinggal pendamping berada. Dan pendamping mempersilahkan
peserta memperkenalkan diri.
4) Pengantar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
82
Pada kesempatan hari ini kita bersama berkumpul disini untuk rekoleksi. Rekoleksi
berasal dari kata re dan collected yang artinya mengumpulkan kembali pengalamanpengalaman hidup di masa lalu untuk direnungkan kembali dan dijadikan suatu
pembelajaran untuk pengalaman di masa yang akan dating. Maka di sini kita
menggali pengalaman- pengalaman dalam pertemuan sebelum menerima Sakramen
krisma dan apa yang kita rasakan setelah menerima Sakramen Krisma. Dalam
pertemuan kali ini kita mengambil kisah dari Para rasul. Para rasul yang telah
merasa ditinggal Yesus merasa kebingungan mau dan tidak tau apa yang harus
dilakukannya. Namun Yesus bangkit dan hadir di tengah-tengah mereka dan
memerciki Api Roh Kudus dan mengutus mereka pergi ke punjuru dunia untuk
mewartakan Kerajaan Allah. Nah dengan kisah ini apakah relevansinya bagi kita.
Maka kita akan berproses dalam rekoleksi ini mendalami apa saja Tugas saya
setelah menerima Sakramen Krisma.
SATUAN PENDAMPINGAN SESI I
4.
IDENTITAS
a.
Judul Pertemuan
b.
Tujuan Pertemuan :
: Sakramen Krisma dalam pertumbuhan Imanku
Membantu peserta memahami Sakramen Krisma dan
mengungkapkan pengalaman iman mereka, mengenai
pertumbuhan iman mereka masing-masing
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
83
c.
Peserta
:
Kaum muda penerima Sakramen Krisma di Paroki
Santa Maria di Fatima Sragen
d.
Tempat
:
Aula Gereja Paroki Santa Maria di Fatima Sragen
e.
Hari / Tanggal
:
Minggu, 29 Oktober 2017
f.
Waktu
: 09.30-11.45 WIB
5.
PEMIKIRAN DASAR
Dalam kehidupan menggereja, tentunya Gereja mempunyai harapan
terhadap kemajuan Gereja. Maka Gereja menaruh harapan kepada kaum muda untuk
siap menjadi pondasi dalam tugas dan perutusan Gereja. Sakramen Krisma dianggap
sebagai momen yang tepat untuk mempersiapkan kaum muda untuk memahami
pentingnya hidup menggereja sebagai murid Yesus Kristus.
Dalam Sakramen Krisma yang ditandai oleh minyak suci mengartikan
seseorang harus siap menjadi pelayan Allah dan mewartakan Kerajaan Allah. Namun
untuk memperoleh kesiapan dan kerelaan kaum muda harus didampingi untuk dapat
mengetahui apa saja yang hendak ia lakukan sebagai murid Kristus. Maka mistagogi
merupakan kegiatan pemantapan iman akan Yesus Kristus untuk mempersiapkan
seseorang mengalami pengalaman yang berbeda dari sebelumnya. Seperti halnya
kisah para rasul para murid yesus yang putus asa, karena telah ditinggal Yesus
Kristus kembali bersemangat dengan kembalinya Yesus di tengah-tengah mereka
yang bangkit dari kematianNya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
84
Maka dalam pertemuan rekoleksi ini penerima Sakramen Krisma dihadirkan
oleh Yesus Kristus untuk semangat dalam mewartakan kerajaan Allah dalam
kehidupan menggereja dan bermasyarakat. Agar penerima Sakramen Krisma dapat
memperoleh harapan dari apa yang telah ia peroleh dari Sakramen Krisma dan apa
yang telah diterima dapat berguna juga untuk orang lain dan bagi Allah.
b. Sesi I
Materi
: Sakramen Kisma sebagai pertumbuhan Imanku
1. Pengantar
Teman-teman Kaula muda yang terkasih, setelah kita saling mengenal dan
mengetahui maksud dan tujuan diadakan rekoleksi hari ini, apa sih Sakramen Krisma
itu?...(Jawab Peserta). Bagaimana perasaan kalian setelah menerima Sakramen
Krisma?...(Jawab Peserta). Dalam kehidupan rohani, kita yang telah dilahirkan
kembali oleh air dan Roh melalui Pembaptisan, juga bertumbuh dewasa di dalam
Kristus. Kedewasaan di dalam Kristus ini ditandai oleh ketahanan kita untuk
menolak dosa dan kuasa jahat yang menjadi ‘musuh’ iman kita. Untuk itu, Kristus
melalui
Gereja-Nya
memberikan
pada
kita
Sakramen
Penguatan,
yang
memperlengkapi kita untuk menghadapi peperangan rohani antara keinginan berbuat
baik dan pengaruh dunia yang sering kali bertentangan dengan iman kita. Karena
pergumulan ini bersifat rohani, maka Allah memberikan kepada kita sumber
kekuatan, yaitu karunia yang berasal dari Roh Kudus-Nya sendiri. Kepenuhan
Roh inilah yang dijanjikan oleh Kristus kepada para murid-Nya (Yoh 14:15-26).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
85
Ringkasan dari jawaban peserta “Baik terima kasih Sakramen Krisma
merupakan wujud cinta Allah kepada manusia atau kita sebagai muridNya, cinta ini
harus kita wujudkan dalam perbuatan kita sesame manusia atau sesama makhluk
ciptaan Allah”. sekarang kita akan bersama-saling membagikan pengalaman iman
kita agar kita mampu saling memperkembangkan satu dengan yang lain. Semoga
dengan saling berbagi pengalaman kita bisa saling menguatkan dan mendukung satu
dengan yang lain dalam pelayanan kita kepada Tuhan, Gereja dan masyarakat.
2. Panduan Pertanyaan dan Sharring peserta
(Pendamping mengajak peserta untuk mengungkapkan pengalaman imannya dengan
panduan pertanyaan)
a) Mengapa kamu mengikuti Penerimaan Sakramen Krisma?
b) Bagaimana perkembangan imanmu sebelum dan sesudah menerima Sakramen
krisma?
3. Uraian Materi
(Setelah peserta memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut, pemandu menulis
jawaban peserta dan memberikan pengetahuan mengenai pertumbuhan iman)
Teman-teman yang terkasih kemajuan zaman terkadang mengubah cara
berfikir manusia yang tadinya bersusaha kini memilih cara yang instan contohnya.
Zaman dahulu belum ada Google translate adanya kamus manual dengan membolak
balik halaman dan kini dengan ketikan kata bahasa inggis dengan sendirinya akan
muncul artinya. Kita telah beruntung dimudahkan dalam kemajuan teknologi tetapi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
86
kita tidak boleh manja pada teknologi. Pertanyaannya apakah teknologi dapat
mempengaruhi hidup kita???
Kita sering aktif dalam media social tetapi pasif dalam kegiatan menggereja.
Inilah salah satu contohnya kita lebih mementingkan apa yang kita mau dari pada
apa yang Dia inginkan daari kita. Maka dalam pertanyaan sharing tadi kita ingin
melihat kembali apa yang telah kita lakukan sebelum-sebelumnya.
(Prosesi Sharing dilakukan oleh perwakilan peserta saja kurang lebih 3 peserta dan
pendamping berusaha merangkumnya)
Rangkuman dari Sharing (………………………………………………..)
Dari hasil rangkuman tadi kita memahami bahwa Sakramen Krisma merupakan tanda
bagi kita untuk siap dan matang mewartakan Kerajaan Allah namun terkadang
kendala tetap ada mulai dari kendala diri sendiri dan dari luar. Namun kita percaya
bila apa yang telah kita usahakan dan dengan doa semua tidak akan sia-sia.
Baiklah mari kita bangkit berdiri untuk menyegarkan fikiran kita… kita bermain
tepok ganda ganjil…(Tepuk ganda ganjil dilaksanakan dan di selingi lagu kemudian
persiapan masuk sesi ke II)
SATUAN PENDAMPINGAN SESI II
1. IDENTITAS
a.
Judul Pertemuan
: Sakramen Krisma sebagai kesiapanku Dalam Hidup
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
87
Menggereja
b.
Tujuan Pertemuan : - Membantu peserta agar bercermin pada diri sendiri
untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mereka
dalam mengemban tugas pertusanNya
- Semakin
menyadari
imannya
yang
mendalam
sehingga bisa dibagikan kepada sesama dalam
pelayanan
c.
Peserta
:
Kaum muda penerima Sakramen Krisma di Paroki
Santa Maria di Fatima Sragen
d.
Tempat
:
Aula Gereja Paroki Santa Maria di Fatima Sragen
e.
Hari / Tanggal
:
Minggu, 29 Oktober 2017
f.
Waktu
: 11.45-12.45 WIB
2. PEMIKIRAN DASAR
Hidup menggereja sering kali di dengar dengan istilah melaksanakan segala
tugas yang Gereja berikan dengan keiklasan hati dan penuh tanggung jawab. Oleh
karena Sakramen Krisma seseorang diikat lebih sempurna lagi dengan Gereja dan
dianugrahi kekuatan rohkudus yang khusus (Wibowo Ardhi, 1992:7). Dengan
demikian mereka diwajibkan lebih giat untuk menyebarkan dan membela iman
sebagai saksi Kristus sejati, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan (LG
11).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
88
Namun Gereja akan kian rapuh apabila kaum muda enggan untuk ikut dalam
bagian tugas-tugas dalam Gereja. Maka kaum muda harus dibina mempersiapkan
dirinya untuk siap mengisi kegiatan Gereja.
Dengan pembinaan kaum muda ini sungguh sangat diharapkan bagi Gereja
dapat menjaring kaum muda yang memiliki jiwa bertanggung jawab dan semangat
pelayanan. Dengan diadakannya rekoleksi ini diharapkan kaum muda yang telah
menerima Sakramen Krisma dapat memahami hidup menggereja sebagai tugas dan
perutusan Allah dalam semangat pelayanan sesama.
Semua ini dibutuhkan kesadaran diri dari kaum muda dimana saatnya kaum
muda yang mengisi berbagai kegiatan Gereja yang mungkin telah banyak dilakukan
oleh Orang tua.
3. METODE
a.
Informasi
b.
Tanya Jawab
4. SARANA
b.
Mic
c.
Wireless
d.
Laptop
e.
Viewer
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
89
5. PROSES PENDAMPINGAN
a. Pengantar Sesi II
Baik teman-teman setelah kita melewati sesi pertama kita melangkah kembali
ke sesi II. Dalam sesi II ini kita akan membahas tentang tema “Kesiapanku dalam
hidup
menggereja”.
Hayoo…
teman-teman
sudah
siap
belum
hidup
menggereja?....ok nanti kita akan bahas ini dan kita akan melihat apa saja yang
dimaksud hidup menggereja…
b. Uraian Materi
Pertanyaan Spontan
1. Teman-teman siapa yang sudah ikut organisasi Gereja misalnya FKPK, Rekat
dan OMK?
2. Siapa yang pernah jadi petugas Lektor?
3. Siapa yang pernah jadi misdinar?
Nah itu adalah contoh tugas-tugas Gereja bagi kaum muda. Kenapa sih kok
tugasnya seperti ini…? Tidak untuk mewartakan kerajaan Allah di Pelosokpelosok nusantara? (Emang kalian mau hehe). Bukan itu yang dimaksud, artinya
kita dapat memulai dari hal kecil terlebih dahulu sesuai kemampuan kita. Seperti
tugas-tugas liturgy, kita dilatih untuk siap menggantikan para petugas liturgy yang
sebelumnya yang mungkin sudah sepuh.
Kemudian dalam organisasi FKPK, REKAT dan OMK itu merupakan salah
satu wadah bagi kita untuk memahami apa saja sih yang ada dalam Gereja
meliputi Tugas-tugas Gereja. siapa dari temen-temen yang belum ikut Organisasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
90
tersebut? Nanti tolong bagi mas-mas OMK menjaring teman-teman ini ya untuk
ikut dalam OMK wilayah atau Paroki.
Kita akan melihat apa tujuan kita dalam hidup menggereja?
i. Menyadari diri sebagai anggota Gereja, mengenal akan gambaran Gereja
(dengan segala segi kelemahan dan kelebihannya).
2. Melibatkan diri dan bertanggungjawab untuk berperan dalam Gereja sesuai
dengan Karisma yang mereka miliki, baik dalam Gereja untuk masa kini dan
untuk Gereja masa depan.
3. Memiliki penghayatan dan norma moral Kristiani untuk menata nilai dan
moral kepribadian yang mandiri
4. Memperoleh kesempatan dan berpartisipasi dengan aktif serta mandiri dalam
hidup menggereja
5. Bersikap terbuka terhadap nilai dalam agama/kepercayaan lain untuk
memperkaya pengalaman imannya sendiri dan demi kerukunan serta toleransi
hidup beragama.
6. Menjadi generasi penerus Gereja yang dapat mewujudkan nilai Kerajaan
Allah
7. Bersama mencari arah hidup (KWI 1996:445)
Inilah bagi kaum muda yang harus kita jalankan karena kita semua telah dimaterai
Allah untuk siap mewartakan Kerajaan Allah…hayo siap ndak….(Siaaaaappp) kalo
ud siap mari kita berdiri untuk olah raga lagi….kita berbaris dan kita memijat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
91
punggung yang didepannya sambil bergoyang diringi music dangdut…ihiiiwww
(Persiapan makan Siang)
Lapar ndak?? Mari kita makannn silahkan …. Memimpin doa makan (Pendamping
memanggil peserta untuk memimpin doa makan dan semua langsung dipersilahkan
makan)
SATUAN PENDAMPINGAN SESI III
1. IDENTITAS
a.
Judul Pertemuan
: Harapan untuk tugas dan perutusan dalam Gereja dan
masyarakat
b.
Tujuan Pertemuan : - Membantu peserta untuk menemukan harapan apa saja
yang kelak ingin di capai setelah menerima Sakramen
Krisma
-Mengarahkan
peserta
untuk
mengaplikasikan
imannya di Gereja dan di Masyarakat
c.
Peserta
:
Kaum muda penerima Sakramen Krisma di Paroki
Santa Maria di Fatima Sragen
d.
Tempat
:
Aula Gereja Paroki Santa Maria di Fatima Sragen
e.
Hari / Tanggal
:
Minggu, 29 Oktober 2017
f.
Waktu
: 13.30-15.0 WIB
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
92
2. PEMIKIRAN DASAR
Hidup menggereja sering kali di dengar dengan istilah melaksanakan segala
tugas yang Gereja berikan dengan keiklasan hati dan penuh tanggung jawab. Namun
Gereja akan kian rapuh apabila kaum muda enggan untuk ikut dalam bagian tugastugas dalam Gereja. Maka kaum muda harus dibina mempersiapkan dirinya untuk
siap mengisi kegiatan Gereja.
Dengan pembinaan kaum muda ini sungguh sangat diharapkan bagi Gereja
dapat menjaring kaum muda yang memiliki jiwa bertanggung jawab dan semangat
pelayanan. Dengan diadakannya rekoleksi ini diharapkan kaum muda yang telah
menerima Sakramen Krisma dapat memahami hidup menggereja sebagai tugas dan
perutusan Allah dalam semangat pelayanan sesama.
Semua ini dibutuhkan kesadaran diri dari kaum muda dimana saatnya kaum
muda yang mengisi berbagai kegiatan Gereja yang mungkin telah banyak dilakukan
oleh Orang tua.
3. METODE
a. Informasi
c. Tanya Jawab
4. SARANA
a. Mic
b. Wireless
c. Laptop
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
93
d. Viewer
5. PROSES PENDAMPINGAN
a. Pengantar Sesi III
Selamat siang teman-teman….sudah kenyang..hehe tadi pada sesi pertama kita
telah membahas tema Pertumbuhan Imanku lalu pada sesi kedua Kesiapanku
dalam hidup menggereja kemudian pada sesi ketiga ini kita akan membahas tema
“Harapan untuk kedepannya berhubungan dalam tugas dan perutusan di Gereja
dan di masyarakat” apakah siap untuk dimulai teman-teman…
b. Uraian materi
Pada sesi ini kita akan dibagi perkelompok lima orang untuk menyusun harapan
kita selama 1 tahun kedepan mau melakukan apa untuk Gereja dan Masyarakat.
Pembagian Kelompok dengan panduan pertanyaan
1. Apa yang kamu upayakan dalam kurun waktu 1 tahun kedepan bagi Gereja
dan Masyarakat
2. Bagaimana kamu menyelesaikan masalah bila ada kendala bagi kamu untuk
melayani Gereja dan Masyarakat? Sebut dan jelaskan penyelesaiannya
3. Apa isi pesan renungan dalam Injil Matius 5:13-14
(dikerjakan dalam 1 kelompok pada secarik kertas dan dikasih nama
kelompok dan di sharingkan dalam kelompok kecil dahulu lalu di
sharingkan dalam pleno) waktu diberikan kurang lebih 30 menit
Hasil yang telah di presentasikan kemudian di gantung di pohon harapan yang
telah disedikan terlebih dahulu dan bias dilihat ketika kita pergi ke Gereja.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
94
Baik teman-teman kita telah bersama merencanakan harapan kita untuk
kedepannya sebelumnya ini saya akan sedikit menggarisbawahi kemungkinan apa
saja yang bisa kita lakukan untuk Gereja dan masyarakat.
Seperti yang teman-teman sharingkan tadi kita dapat mulai dari ikut dalam
tugas-tugas liturgi, ikut Organisasi Gereja dan Masyarakat. Hal itu sebagai kaum
muda sudah termasuk kita ikut dalam partisipasi kita dalam hidup mengegereja.
Yang dimaksudkan disini adalah kita hidup dalam satu paguyuban tetapi bukan
untuk kita sendiri melainkan juga untuk orang lain. Maka peran kaum muda
sangatlah penting bagi kemajuan Gereja dan bangsa. Kita dapat menyumbangkan
fikiran kita untuk Gereja dan bangsa sebagai Terang dan Garam dunia. Dan kita
juga berharap kita dapat menjadi satu keluarga dalam angkatan Krisma tahun ini
sehingga kedepannya kita dapat berkumpul lagi bertukar fikiran dan gagasan untuk
meajuan Gereja kita.
PENUTUP
1. IDENTITAS
a.
Judul Pertemuan
: “Siap menjadi kaum muda yang dewasa dalam
Pelayannannya”
b.
Tujuan Pertemuan :
Diharapkan dengan adanya rekoleksi ini kaum muda
dapat
perkembangan
iman
yang
dewasa
dan
memahami arti dan tugas perutusan dari Allah baik
dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
95
c.
Peserta
:
Kaum muda penerima Sakramen Krisma di Paroki
Santa Maria di Fatima Sragen
d.
Tempat
:
Aula Gereja Paroki Santa Maria di Fatima Sragen
e.
Hari / Tanggal
:
Minggu, 29 Oktober 2017
f.
Waktu
:
15.00-15.15 WIB
6.
PEMIKIRAN DASAR
Setelah diadakannya rekoleksi ini diharapkan seluruh penerima Sakramen
Krisma dapat memahami dan melaksanakan tugas dan perutusan dalam Sakramen
Krisma dalam kehiduapn sehari-hari. Serta dapat semakin aktif dalam kegiatan
menggereja sebagai Generasi penerus Gereja.
Dengan mistagogi ini menjadi ucapan syukur bagi peserta yang telah menerima
Sakramen Krisma. Gereja mengharapkan kehadiran mereka dalam kegiatan
menggereja mendatang dan keaktifan para kaum muda dalam berbagai kegiatan
menggereja lainnya.
PROSES PENDAMPINGAN
Penutup
Tidak terasa kita sudah sampai pada penghujung acara, pohon ini akan
menjadi saksi bagi kita semua untuk memulai tugas dan perutusa yang telah diberikan
kepada Kita. Saya selaku pendamping mengucapkan terima kasih kepada teman-
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
96
teman apabila ada tutur kata tidak berkenan saya minta maaf…selanjutnya apakah
ada pengumuman…
Pengumuman…
Doa penutup..
Dalam nama Bapa Putera dan Roh Kudus…amiin
Ya Bapa terima kasih engkau telah mendampingi kami kaum mudamu dalam
pertemuan rekoleksi Sakramen Krisma tahun angkatan 2017 ini. Semoga apa yang
telah kami terima dan kami rencanakan sesuai dengan kehendakMu dan berkatilah
kami selalu yang tumbuh dalam GerejaMu dan memuliakan namaMu…
Bapa Kami…..
Salam Maria
Kemuliaan kepada Allah Bapa Putera dan Roh Kudus….
Dalam nama Bapa Putera dan Roh Kudus…amiin
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
97
BAB V
PENUTUP
Pada bab ini penulis akan menyampaikan kesimpulan dari tulisan ini beserta
saran yang berkaitan dengan Penghatan Sakramen Krisma Dalam Hidup Menggereja
Kaum Muda di Paroki St Maria di Fatima Sragen. Pada bagian Kesimpulan Berisi
mengenai gagasan pokok dari keseluruhan tulisan skripsi ini dan pada bagian saran
berisikan gagasan yang bermaksud untuk meningkatkan kesadaran kaum muda di
Paroki St Maria di Fatima Sragen dalam hidup menggereja sebagai tugas dan
perutusannya.
A. Kesimpulan
Sakramen Krisma merupakan salah satu wujud cinta kasih dari Allah yang
telah memilih kita sebagai manusia yang dipercaya untuk siap menjalankan tugas dan
perutusan Allah untuk memuliakan nama-Nya. Kaum muda katolik yang bersosial
dengan masyarakat yang majemuk harus dapat berfikir dewasa untuk memilih
pergaulan sehat dan tidak. Sehingga terhindar dalam perbuatan yang bersifat negatif.
Untuk Mengantisipasi hal yang tidak di inginkan Gereja mengumpulkan kaum muda
yang siap menjadi pelayan Tuhan didalam penerimaan Sakramen Krisma.
Kesiapan kaum muda bukan berarti langsung menerima Sakramen Krisma,
melainkan melalui proses pendampingan katekese Sakramen Krisma atau sekolah
iman. Hal ini kaum muda yang akan menerima Sakramen Krisma diberi pembekalan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
98
mengenai arti dan tujuan Sakramen Krisma yang tentunya bercermin pada dirinya
sendiri atau kontekstual. Paroki St Maria di Fatima Sragen mengharapkan dari sekian
banyak kaum muda dapat menjadi pondasi masa depan Gereja dan aktif dalam
kegiatan Menggereja.
Dengan adanya harapan dari Paroki St Maria di Fatima Sragen. Penelitian ini
dirasa bermanfaat untuk melihat sejauh mana keaktifan kaum muda pasca menerima
Sakramen Krisma. Melihat hasil penelitian dari penghayatan penerima Sakramen
Krisma Tahun 2015 cukup dapat memberikan sumbangan keaktifan atau perubahan
dalam hidup untuk aktif dalam kegiatan menggereja. Namun dengan melihat secara
detail untuk mencapai hasil yang maksimal perlu di adakannya lagi pendampingan
pasca Sakramen Krisma untuk mematangkan kembali para penerima Sakramen
Krisma.
Pematangan ini bertujuan untuk kembali mengumpulkan mereka dengan
berbagai pengalaman yang telah mereka peroleh setelah menerima Sakramen Krisma.
Untuk mengagendakan pertemuan, maka penulis mengusulkan diadakannya
Rekoleksi yang bertema ““Siap menjadi kaum muda yang dewasa dalam PelayannanNya”. Proses yang akan di laksanakan berupa sharing dari peserta dengan berbagai
pengalaman pasca menerima Sakramen Krisma dan membuka pengetahuan kembali
tentang Tugas dan Perutusan yang menjadi kewajiban pasca menerima Sakramen
Krisma.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
99
B. Saran
Saran berikut ditujukan kepada Pastor Paroki, Dewan Paroki, Pendamping
Krisma, Sekertariat Paroki dan Seluruh Calon Penerima Sakramen Krisma serta
Penerima Sakramen Krisma. Secara keseluruhan kaum muda memiliki kesadaran
namun terkadang kaum muda memiliki rasa untuk malu atau tidak tahu mulai dari
mana dalam memulai pelayanan-Nya. Maka untuk semakin tergerak hatinya untuk
memulai semangat Kasih Allah dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat
yang melayani, penulis menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :
1. Pastor dan dewan paroki, memperhatikan kembali kemajuan hidup
menggereja di tiap wilayah di Paroki St Maria di Fatima Sragen apakah sesuai
dengan harapan yang telah diinginkan Gereja.
2. Pendamping Krisma, diharapkan memberikan pelajaran yang sesuai yang
dibutuhkan oleh calon penerima Sakramen Krisma (Kontekstual).
3. Sekertariat Paroki, diharapkan menambahkan data calon peserta Sakramen
Krisma yang meliputi alamat penerima Sakramen Krisma. Agar bila ada
penelitian mendatang akan lebih mudah untuk di jangkau.
4. Kaum muda, diharapkan untuk bertanggungjawab dalam tugas dan
perutusannya dan siap menjadi pribadi yang dewasa yang melayani Gereja
dan masyarakat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
100
DAFTAR PUSTAKA
Banawiratma, J. B (1989). Baptis, Krisma, Ekaristi. Yogyakarta : Kanisius
___________(2000). Hidup MengGereja Kontekstual, Yogyakarta: Kanisius
Shelton Charles M. (1988). Menuju kedewasaan
Kanisius
Kristen. Yogyakarta:
___________ (1989). Moralitas Kaum Muda, Yogyakarta: Kanisius
Didik
Bagiyowinandi, F.X. (2003). Menghidupi
Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusantara.
Tradisi
Katolik.
Sutrisno Hadi, (2004). Metodologi Research Jilid 3. Yogyakarta : Andi
Kasmadi dan Nia Siti Kusnariah, (2013). Panduan Modern Penelitian
Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Konsili Vatikan II (1990). Sacrosanctum Concillium, Jakarta Departemen
Dokumentasi dan penerangan KWI
Konferensi Waligereja Indonesia (1996). Iman Katolik: Buku informasi dan
Refrensi. Yogyakarta: Kanisius.
KOMKAT KAS, (2012). Katekese Inisisasi. Yogyakarta: Kanisius
Lembaga Bilbika Indonesia, (1994). Alkitab. Jakarta : Lembaga Alkitab
Indonesia
Mangunhardjana (1986). Hidup MengGereja. Yogyakarta : Kanisius
Martasudjita, (2003). Sakramen-sakramen Gereja. Yogyakarta: Kanisius
Margono, Drs, S. Margono (2004). Metodologi Pendidikan Kualitatif.
Jakarta: Rineka Cipta
Moleong, M.A. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:PT
Purwatma, M (2002), Sakramentologi. Diktat kuliah bagi mahasiswa
semester VI, Program Studi IPPAK, Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
101
Tangdlitin, Philips, Drs., MM. (2008). Pembinaan Generasi Muda.
Yogyakarta: Kanisius
Wibowo Ardhi, FX (1993). Arti Sakramen. Yogyakarta: Kanisius
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
102
Lampiran
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran I
(Data Peserta Sakramen Krisma)
(1)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
(2)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
(3)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
(4)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
(5)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
(6)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
(7)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
(8)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
(9)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
(10)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
(11)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran II
(Hasil Wawancara Peserta)
(12)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Teodora Arinda Virgin
No
:1
Lingkungan
: Kedawung
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen Krisma Bagi saya merupakan tanda kedewasaan iman dan Krisma bagi
saya merupakan rahmat setelah pembabtisan dan penyempurnaan sakramen inisiasi dan
tujuannya untuk menyebarluaskan kesaksian akan Yesus Kristus
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : saya mendapatkan pemikiran yang lebih dewasa dan lebih tekun dalam iman akan
Yesus Kristus
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : semakin rajin mengikuti kegiatan kegereja dan terlebih pada sikap doa saya yang
lebih khidmat berelasi dengan Allah
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : saya semakin rajin pergi kegereja, semakin rajin membaca kitab suci dan kegiatan
lingkungan seperti Koor, pendalaman iman dll.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : didalam Gereja ; mengikuti berbagai kegiatan di dalam gereja misalnya lektor, solis
dan bergabung dengan OMK. Di masyarakat ikut guyup kerjabakti dan pertemuan
kepemudaan di desa.
(13)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : bagi saya hidup menggereja merupakan hidup aktif di dalam gereja dan bersedia
mengikuti berbagai kegiatan di gereja.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : menurut saya kurangnya dukungan dari orang tua dalam keperhatinan iman anaknya
untuk mengikuti berbagai kegiatan kaum muda di Gereja
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : hidup serasa lebih tenang, dan lebih banyak teman selama mengikuti organisasi
Gereja
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : bagi saya orang muda katolik adalah mereka laki-laki dan perempuan yang belum
menikah dan bergabung dalam organisasi Gereja untuk membantu kaum muda untuk
lebih beriman
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : bagi saya sangat perlu untuk menghidupkan kembali gereja dengan aktif yang
mengajak kaum muda untuk mengikuti kegiatan menggereja guna sebagai membangun
gereja yang nyaman dengan kaum muda
(14)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Bonifasius Bakdo Lasito Aji
No
:2
Lingkungan
: Kedawung
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen krisma bagi saya suatu sakramen yang diberikan kepada seseorang yang
menandakan bahwa orang tersebut bertambah dewasa dalam imannya, serta dengan
krisma seseorang akan melengkapi sakramen inisisasi. Tujuan Sakramen Krisma, saat
seseorang menerima Sakramen Krisma seseorang akan diikat didalam Gereja yang
sempurna, serta pada saat menerima Sakramen Krisma harus percaya akan Roh Kudus
yang selalu mendampinginya.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : saya lebih tekun dalam iman katolik, saya lebih memiliki pandangan yang lebih luas,
saya merasa Tuhan selalu disamping saya dan membimbing langkah saya.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : saya lebih bertekun dalam menggereja, lebih dewasa dan lebih aktif dalam kehidupan
menggereja baik lingkungan maupun organisasi OMK
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : saya mengikuti kegiatan OMK dan saya mengikuti kegiatan misalnya mempersiapkan
natal, pendalaman kitab suci saya siap memimpinnya dan semakin berpandangan luas.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
(15)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Q : di dalam Gereja saat mengikuti pelajaran agama saya memberanikan diri memimpin
renungan, memberanikan diri mengikuti lomba kita suci se Kab. Sragen. Di masyarakat
saya mengikuti organisasi kepemudaan seperti arisan pemuda, keamanan desa.
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : kita hidup aktif dalam kehidupan menggereja, serta aktif di lingkungan kita masingmasing karena keaktifan ini bermula dari kemauan diri kita untuk ikut andil dalam
bagian.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : Tidak ada hambatan dalam kehidupan menggereja, namun hambatan itu terkadang
adalah masalah jadwal kegiatan pribadi saya. Namun saya berusaha mengganti hari untuk
pergi kegereja.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : pengalaman saya masih sangat sedikit sekali, namun saya merasakan hidup
menggereja itu adalah kebagiaan tersendiri bagi saya untuk menguatkan iman saya
terlebih ketika kita menjalin relasi denga teman seiman.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : suatu orang muda sebagai generasi Gereja katolik yang bersama membangun
kehidupan Gereja dengan lebih baik.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Kaum muda senantiasa berdampingan dengan organisasi kaum muda di dalam gereja
sebagai tempat pergaulan iman untuk pertumbuhan pribadi yang lebih baik.
(16)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Stefani Dwi Wahyuningsih
No
:3
Lingkungan
: kedawung
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : bagi saya Sakramen Krisma sebagai wujud cinta Allah yang terangkum dalam
Sakramen Inisiasi. Tujuan Sakramen Krisma adalah sebagai pendewasaan iman saya
untuk siap menatap masa depan
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : Karena saya dulunya non katolik, saya semakin memahami struktur Agama Katolik
ini dan semakin siap menjadi pelayan Tuhan.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : karena saya sudah berkeluarga, saya semakin siap menjadi ibu rumah tangga serta
siap mewartakan sabda Allah kepada anak saya yang masih balita dengan
memperkenalkan Yesus Kristus.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : sejauh ini belum terlalu Nampak karena saya masih belum terlalu terlibat aktif namun
saya juga mengikuti kor lingkungan dan doa lingkungan.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : di dalam Gereja saya hampir belum pernah memberikan kesaksian yang begitu
mencolok, namun saya berusaha belajar terus untuk semakin mengenal Yesus di dalam
hidup saya. Di masyarakat saya mengikuti kerjabakti dan arisan ibu-ibu
(17)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : artinya kehidupan yang aktif dalam Gereja yang meliputi tugas-tugas dalam misa,
organisasi dll.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : hambatan yang paling utama itu anak, karena anak saya masih kecil dan sering rewel
dalam Gereja sehingga harus diajak keluar dulu sehingga saya tidak terlalu mengikuti
Misa dengan nyaman.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : umat yang ramah, perhatian dan peduli antar satu dengan yang lain. Sehingga
membuat rasa nyaman berada di Gereja.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : mereka yang memiliki semangat untuk bersama membangun kebersamaan dalam
kegiatan Gereja entah itu belum nikah dan sudah menikah.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Kaum muda harus siap menjadi tanduk Gereja untuk menemukan inovasi dan solusi
permasalahan kaum muda sendiri untuk membangun Gereja yang lebih maju.
(18)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Theresia Calista Anggie Kristianti
No
:4
Lingkungan
: Tanon
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : sebagai pemenuhan Sakramen Inisiasi, serta menjadi saksi Kristus. Tujuannya
melayani Allah dengan mewartakan Kerajaan Allah di keluarga, sekolah dan masyarakat.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : saya semakin memahami arti dan makna Sakramen Krisma dalam kehidupan saya
sehari-hari.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : saya semakin menghormati orang tua saya, rajin membaca kitab suci dan pergi
kegereja.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : saya semakin lebih tenang di pergaulan dengan teman-teman tidak sering marah dan
dapat mengambil keputusan denga bertanggung jawab.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : didalam lingkungan Gereja, saya sama sekali belum mengikuti karena saya masih
malu dan minder dengan teman-teman yang lebih dulu bergabung misalnya di OMK. Di
masyarakat saya mengikuti perkumpulan arisan pemuda dan kegiatan seperti nyinom dan
kerjabakti.
(19)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : bagi saya kehidupan menggereja merupakan kehidupan yang rajin kegereja dan
mengikuti segala kegiatan yang ada di Gereja.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : bagi saya hambatan terletak pada diri saya sendiri karena minder dan malu untuk
bergabung dalam keorganisasian, mengikkuti kegiatan Gereja dan kumpul dengan OMK.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : pengalaman bagi saya dalam hidup menggereja, lega karena sudah mengucap syukur
kepada Tuhan, senang karena berkumpul dengan keluarga di rumah Tuhan.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : mereka yang terjalin dalam OMK dan melaksanakan tugas-tugas gereja dengan Aktif
dan bertanggung jawab
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : sebagai generasi penerus Gereja yang harus siap hidup bersama denga Tugas-tugas
dari Gereja.
(20)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Yofita Angger Anluis
No
:5
Lingkungan
: Tanon
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen krisma bagi saya merupakan pendawasaan iman, yang sebelumnya telah di
Baptis dalam runtutan Sakramen Inisiasi dalam Gereja Katolik. Tujuannya agar kita
semakin didewasakan dalam iman serta mendalami tentang Gereja.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : lebih mengerti arti cinta kasih, rasa sosial yang tinggi terhadap sesama dan semakin
mengamalkan ajaran Yesus Kristus
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : saya lebih dapat mendalami makna iman akan Yesus Kristus serta meneladani sosok
Yesus Kristus kedalam kehidupan sehari-hari
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : lebih aktif dalam kegiatan Gereja, ikut serta dalam organisasi kaum muda di gereja
katolik.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : saya ikut serta dalam pendalaman iman di lingkungan dan bahkan saya juga
memberanikan diri untuk memimpin doa Rosario di pertemuan OMK.
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
(21)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Q : keterlibatan seseorang dalam kegiatan menggereja serta peduli terhadapat kemajuan
gereja katolik.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : kurang adanya dukungan dari orangtua, tuntutan study yang semakin menyita waktu
dan sering munculnya rasa malas untuk mengikuti kegiatan menggereja
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : manfaat setelah hidup menggereja bagi saya yaitu iman semakin tumbuh,
memperoleh pengetahuan Gereja yang terkadang kurang diperoleh didalam kehidupan
bermasyarakat.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : kaum muda Katolik adalah tempat berkumpulnya mendewasakan iman bersamasama didalam sebuah perkumpulan organisasi Gereja.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : membantu memperkembangkan Gereja itu sendiri, serta ikut berperan didalam
memperkembangkan iman kaum muda yang mungkin masih kurang mendapat perhatian.
(22)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Stefani cindy audria
No
:6
Lingkungan
: Tanon
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : suatu tanda rahmat dari Allah yang diterimakan kepada umat yang telah mengikuti
Yesus Kristus. Tujuannya sebagai sarana untuk pendewasaan iman sehingga dapat
mewartakan kerajaan Allah.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : Semakin giat pergi kegereja, rajin berdoa dan menghormati orangtua
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : lebih sabar dalam menghadapi masalah, lebih dapat mengimani Yesus Kristus dan
mempunyai teman seiman yang bertambah.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : saya cenderung memahami sikap iman yang dewasa, namun saya belum berani untuk
melakukan perbuatan konkrit sebagai wujud iman yang dewasa
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : saya sudah tidak minder lagi menjadi murid Yesus, berdoa dengan tekun dan semakin
rajin membaca kitab suci.
(23)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : kehidupan yang mengikuti kegiatan Gereja dengan aktif dan dijalankan dengan iklas
hati.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : kegiatan sekolah yang padat, rasa malas dalam diri saya untuk mengikuti kegiatan
OMK dan kurangnya dukungan dari orangtua.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : Saya mempunyai teman banyak di Gereja, saat pergi kegereja rasa nyaman saya
bertambah dengan mengikuti berbagai kegiatan Gereja.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : bagi saya kaum muda Katolik adalah mereka yang mempunyai semangat untuk
berkumpul dan bergaul bersama di dalam organisasi Gereja.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Semangat baru untuk Gereja dan sebagai penerus Generasi Gereja dan meramaikan
suasana Gereja agar tidak sepi.
(24)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Lusia Evi Indriani
No
:7
Lingkungan
: Mojo
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : persiapan untuk mewartaakan kesaksian Yesus Kristus dan mewartakan Kerajaan
Allah. Tujuan menjadikan diri kita semakin dewasa di dalam iman.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : setelah menerima Sakramen Krisma saya semakin rajin ke Gereja, dan di dalam
keluarga saya semakin menghargai pemberian dari orangtua
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : Awalnya saya kurang rajin membaca Kitab Suci, sekarang saya suka mencari kalimat
Kitab Suci sebagai motivasi semangat harian saya.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : pandangan atau pemikiran saya dalam perbuatan semakin dewasa dan bertanggung
jawab misalnya dalam segi memilih suatu hal, memutuskan dll.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : Di dalam Gereja bentuk kesaksian yang saya lakukan masih pada taraf yang
sederhana yaitu menjadi misdinar. Di masyarakat saya mulai mengikuti kerja bakti dan
organisasi kepemudaan di desa.
(25)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : Bagi saya hidup menggereja ialah kehidupan yang aktif dalam Gereja dan mengikuti
segala kegiatan di dalamnya
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : hambatan terlebih pada diri saya sendiri yaitu malas, capek dan kesibukan lain.
Selebihnya orang tua mendukung kegiatan-kegiatan saya di Gereja.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : lebih banyak teman seiman, merasa betah digereja
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : orang muda yang belum menikah yang aktif dalam kegiatan menggereja untuk tujuan
menghidupkan semangat kaum muda.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : semangat baru bagi Gereja dan mempersiapkan generasi penerus Gereja
(26)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Maria rosa maharani
No
:8
Lingkungan
: Mojo
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen Krisma merupakan pemberian minyak suci yang menandakan ia menjadi
dewasa dalam imannya. Tujuannya untuk mewartakan kerajaan Allah dan siap menjadi
saksi Yesus di dunia.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : semakin mengenal Yesus kristus, memahami makna Sakramen Krisma dalam hidup
sehari-hari dan rajin berdoa.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : menjadi pribadi yang baik, tekun dalam iman dan di dalam keluarga semakin
bersyukur akan pemberian Allah kepada keluargga saya.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : menolong teman yang kesulitan, memberanikan diri memimpin doa Rosario di dalam
keluarga dan selalu bersyukur.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : di dalam Gereja mengikuti berbagai kegiatan di Gereja misalnya OMK, sekarang saya
mengikuti OMK dan teman-teman OMK saya sangat solid sehingga saya nyaman di
dalam Organisasi OMK. Di masyarakat saya kurang terlalu terlibat karena organisasi
kepemudaan di desa saya kurang terjaga dengan baik.
(27)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : kehidupan menggereja bagi saya adalah keaktifan seseorang dalam segala tugas dan
utusan di dalam Gereja.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : hambatan sering pada rasa kecapean sepulang sekolah da nada kegiatan Gereja
misalnya pertemuan OMK, FKPK dll. Sehingga muncul rasa malas untuk menghadirinya.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : mamfaat hidup menggereja bagi saya adalah, semakin mengenal banyak umat dari
yang muda hingga tua. Saya semakin dikenal banyak umat karena keaktiffan saya di
Gereja.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : kaum muda katolik adalah mereka bergabung dalam suatu organisasi dan mempunyai
tujuan yang sama.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : membantu tugas Gereja, membantu perayaan misa misalnya kebagian solis, lektor
dan misdinar.
(28)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Cicilia eka yunita
No
:9
Lingkungan
: Mojo
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Bagi saya sendiri Sakramen Krisma merupakan Sakramen Perutusan untuk menjadi
dewasa di dalam iman akan Yesus Kristus untuk siap mewartakan Kerajaan Allah dan
bersaksi atas iman Yesus Kristus. Tujuannya mempersiapkan seseorang untuk menjadi
umat katolik secara utuh yang terdiri dalam Sakramen Inisiasi.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : semakin rajin berdoa, bertambahnya teman yang seiman dan kehidupan sosial saya
bertambah.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : Perubahan tidak terlalu mempengaruhi sikap saya, tetapi secara iman saya dapat lebih
memahami apa itu Sakramen krisma
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : Tidak malu mengikuti Yesus Kristus, tidak malu menunda acara dengan teman
dengan alasan pergi ke Gereja pintar mengatur waktu untuk berdoa.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : kesaksian saya di dalam gereja hanyalah sebatas menerima tugas untuk menjadi
petugas misa namun saya sudah senang untuk ikut andil dalam bagian perayaan Ekaristi.
Di dalam masyarakat saya kurang aktif hanya sebatas mengikuti arisan kepemudaan.
(29)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : artinya kehidupan menggereja bagi saya adalah keikut sertaan seseorang untuk
mengikuti segala aktifitas di Gereja.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : Hambatan hanyalah kegiatan sekolah yang padat sehingga saya harus dapat membagi
waktu dengan baik. Namun secara keseluruhan hambatan tersebut tidak terlalu
berpengaruh bagi saya.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : mamfaatnya bagi saya sangat besar, saya semakin kenal dengan kaum muda di Gereja
yang selalu melaksanakan kegiatan kumpul bersama setelah misa.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : Kaum muda katolik adalah kaum yang memiliki jiwa muda serta memiliki semangat
untuk mengimani Yesus Kristus.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : peran kaum muda untuk Gereja Katolik meliputi, membantu Gereja untuk terus
tumbuh di dalam zaman yang kian maju ini.
(30)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Helena joan novian
No
: 10
Lingkungan
: Siduarjo
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Menurut saya Sakramen Krisma merupakan suatu rahmat keselamatan dari Allah
yang diberikan kepada manusia yang tujuannya untuk membukakan hati dan pikiran
manusia untuk siap melayani dengan iklas.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : saya lebih dapat berfikir dewasa, mulai dengan pergaulan yang sehat dengan temanteman saya
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : perubahan yang saya rasakan tidaklah semata-mata berubah dalam sikap yang
sepenuhnya positif, namun sikap saya masih biasa saja seperti pada sebelumnya
perubahannya tidak terlalu mencolok..
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : Dalam keseharian saya memuliakan nama Tuhan, saya hanya sebatas pergi Kegereja
untuk berbagai kegiatan di lingkungan saya kurang aktif
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : di dalam Gereja saya kurang begitu aktif kecuali hanya mengikuti OMK saja, namun
dalam masyarakat saya akti dalam kepengurusan kepemudaan
(31)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : bagi saya hidup menggereja adalah hidup yang aktif di Gereja dan tau akan segala
keperluan Gereja.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : hambatan bagi saya adalah kurangnya dukungan orang tua misalnya dalam motivasi,
perhatian dan semangat untuk mengikuti kebersamaan di Gereja misalnya di dalam
OMK.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : mamfaat yang paling menonjol bagi saya adalah banyaknya kenalan dengan umat di
Gereja sehingga sudah seperti keluarga
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : Kaum muda katolik bagi saya adalah mereka yang mau berkumpul memunculkan ideide kreatifitasnya untuk kemajuan Gereja.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Peran kaum muda yang paling penting bagi saya adlah sebagai generasi penerus
Gereja, maka kaum muda harus berlatih dalam tugas-tugas di Gereja minimal petugas
misa untuk melatih tanggung jawab dalam dirinya.
(32)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Natalia desti kurniastuti
No
: 11
Lingkungan
: Siduarjo
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : sakramen Krisma adalah tanda atau materai yang diberikan oleh Allah sendiri melalui
minyak suci yang diartikan sebagai kesiapan seseorang untuk menjadi pribadi yang
bersatu dengan Allah dan Yesus Kristus
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : Saya dapat memahami arti dan tujuan dari Sakramen Krisma khususnya dalam diri
saya sendiri.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : perubahan sikap tidak terlalu mencolok bagi saya, namun saya memahami Sakramen
Krisma menjadikan saya lebih dewasa dalam setiap perbuatan dan pilihan.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : di dalam keseharian saya, saya selalu berdoa mengucapsyukur misalnya sebelum
makan, sebelum pelajaran dan bepergian jauh.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : di dalam Gereja saya mengikuti kegiatan yang diadakan oleh OMK walaupun saya
jarang ngumpul dengan OMK. Dalam masyarakat rasa toleransi dengan umat beragama
lain.
(33)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : seseorang yang aktif mengikuti melaksanakan berbagai kegiatan di Gereja dengan
tulus iklas.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : saya merasa malu dengan teman-teman yang banyak mendapat teman seiman di
Gereja dan mengikuti berbagai organisasi dalam Gereja, kurangya rangkulan dari setiap
organisasi kepada mereka yang ingin bergabung.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : Karena saya tidak terlalu akti dalam Gereja bagi saya Gereja sebagai tempat saya
bersyukur atas karunia Allah yang berlimpah kepada saya.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : Kaum muda katolik adalah orang muda yang aktif dalam kegiatan menggereja dan
bersatu untuk merangkul kaum muda.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : peran orang tua membantu orang tua untuk melaksanakan tugas Gereja, misalnya
perayaan hari besar dll.
(34)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Marcelino Dwi Putra Cahyo
No
: 12
Lingkungan
: Siduarjo
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen Krisma adalah tanda kedewasaan iman seseorang untuk siap menjadi saksi
Kristus. Tujuannya untuk menjadikan seseorang untuk siap menjadi saksi kristus
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : dengan setelah menerima Sakramen Krisma, saya semakin rajin berdoa, pergi
kegereja dan menghormati orangtua saya
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : Dengan setelah menerima Sakramen Krisma perubahan sikap saya cenderung masih
biasa saja. Tidak terlalu berpengaruh pada sikap saya namun saya dapat mengerti kenapa
saya harus menerima sakramen Krisma
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : mulai bergabung dengan teman-teman OMK, mengasihi sesama teman dan keluarga
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : di dalam Gereja bentuk kesaksian saya mengikuti berbagai kegiatan di Gereja di
lingkungan masyarakat saya mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan di desa baik itu
bersifat gotong royong dll.
(35)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q :bagi saya kehidupan mengereja ialah kehidupan yang aktif di dalam kegiatan Gereja
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : hambatan bagi saya sendiri adalah rasa malas, dan rasa malu untuk bergabung dengan
teman-teman OMK yang baru saya kenal.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : karena semulanya saya belum mempunyai pengalaman di dalam hidup menggereja,
namun setelah saya mengikuti OMK banyak rasa nyaman untuk membaur bersama teman
seiman.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : kaum muda katolik bagi saya adalah sekelompok orang yang ingin membangun
kekompakan dalam kehidupan menggereja
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : peran kaum muda sebagai generasi penerus Gereja dan membantu tugas-tugas Gereja.
(36)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Alexander Dana Pamungkas
No
: 13
Lingkungan
: Gondang
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen Krisma adalah Sakramen yang diberikan oleh seseorang yang sbelumnya
menerima Sakramen Baptis, dan Ekaristi. Tujuannya untuk mempersiapkan seseorang
dewasa akan imannya.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : Buah yang saya peroleh setelah menerima sakramen Krisma ialah, menyadarkan diri
saya bahwa iman saya kepada Yesus Kristus, menjadi anggota Gereja secara penuh.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : perubahan sikap saya yang paling mencolok sekarang ini adalah lebih percaya diri
sebagai remaja Katolik karena saya sudah aktif ikut berbagai kegiatan di Gereja.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : saya mulai berani bergabung dengan OMK, di luar Gereja rasa percaya diri saya
menjadi umat katolik lebih kuat dan tidak minder berada di tengah umat yang non
Katolik.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : Bentuk kesaksian yang sudah saya lakukan di lingkup Gereja yaitu menerima tugastugas seperti Lektor, memimpin doa Rosario dan melakukan kegiatan OMK. Di luar
(37)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Gereja saya bersama masyarakat sekitar hidup rukun dan damai tidak saling membedabedakan agama satu sam yang lain.
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : hidup menggereja bagi saya adalah hidup yang melibatkan diri dan imannya untuk
Gereja.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : hambatan hamper tidak ada mulai dari pribadi saya, terkadang hambatan itu muncul
karena situasi misalnya kesibukan, cuaca dan anggota-anggota yang lain.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : Manfaat bagi saya yaitu hubungan semakin erat antara kaum muda dan orang tua.
Bagi saya sendiri saya semakin nyaman untuk berkecimpung didalam Gereja.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : Kaum muda Gereja Katolik adalah, kumpulan remaja yang hidup di dalam Gereja dan
saling membangun relasi untuk menjadikan Gereja yang lebih maju.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Peran kaum muda dalam Gereja yaitu, sebagai semangat baru untuk Gereja agar
mempunyai penerus untuk senantiasa merawat dan menjaga keutuhan Gereja.
(38)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Anggelina Ica Pramesti
No
:14
Lingkungan
: Gondang
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen Krisma merupakan Sakramen Pendewasaan iman seseorang di dalam
mengimani Yesus Kristus. Tujuannya untuk mempersiaokan seseorang untuk tugas dan
perutusan sebagai murid Yesus.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : Saya semakin mengimani Yesus Kristus dalam hidup saya serta saya semakin hidup
damai dalam agama Katolik.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : saya semakin rajin berdoa, menghargai pemberian orang tua dan dapat berfikir
positif.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : Tindakan sebagai wujud iman yang dewasa bagi saya adalah yang paling sederhana
mengasihi sesama, namun semua itu terkadang terbentur untuk kepentingan sendiri dan
saya masih bersikap demikian
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : Di dalam Gereja belum terlalu menonjol dari segi pribadi saya, saya hanya sebatas
mengikuti dan menjalani belum sampai ikut serta merencanakan dan melaksanakan
(39)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
karena saya belum ikut dalam keorganisasian Gereja. Untuk di Masyarakat saya sedikitsedikit mulai bergabung dengan kepemudaan.
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : hidup menggereja bagi saya adalah hidup melayani untuk Allah dengan tulus iklas.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : rasa malu dan minder untuk mulai bergabung dengan teman-teman seusia di Gereja,
pandangan saya mengenai Gereja yang kurang.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : saya belum dapat merasakan manfaat dalam hiudp menggereja selain mengucakan
rasa syukur kepada Allah.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : kaum muda Gereja Katolik adalah mereka yang terdiri dari remaja yang bersama
berkumpul untuk Gereja.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Peran kaum muda bagi Gereja adalah mewujudkan nilai kerajaan Allah
(40)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Sisilia Sisca Novita Bunga Nurmaningsih
No
: 15
Lingkungan
: Gondang
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen Krisma menurut saya adalah bentuk perubahan iman yang menjadi dewasa
untuk siap menjadi murid Kristus. Tujuannya untuk menjadikan seseorang menjadi
anggota Gereja secara utuh dan siap menjadi pelayan Kristus.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : buah dari sakramen Krisma yang saya peroleh adalah memupuk iman saya menjadi
anggota Gereja dengan cara rajin pergi kegereja dan berdoa.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : Setelah menerima Sakramen Krisma saya lebih berani bergabung dengan OMK, dari
awalnya saya malu untuk bergabung saya mulai berani bergabung dengan OMK dan
sampai sekarang saya aktif dalam kegiatan OMK.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : saya rajin berdoa Rosario, mengucap syukur atas pemberian Allah kepada saya dan
saya bersuaha memberikan dan membantu teman yang sedang mendapat kesulitan
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
(41)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Q : bentuk kesaksian saya di dalam lingkup Gereja kurang lebih melakukan tugas-tugas
di Gereja misalnya menjadi petugas dalam misa misdinar. Dalam lungkup masyarakat
saya bersikap sopan terhadap orang yang lebih tua dan menghargai teman.
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : kehidupan menggereja bagi saya adalah kehidupan yang aktif di dalam gereja dengan
melakukan segala aktifitas di Gereje dan melayani.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : Hambatan bagi saya sendiri adalah kurangnya dukungan dari orang tua saya sendiri
untuk menyemangati saya dalam kegiatan-kegiatan di Gereja.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : Manfaat bagi saya pribadi adalah sebagai tumbuhnya iman saya untuk mengimani
Yesus Kristus dan melayani sesame manusia.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : Kaum muda Gereja Katolik adalah mereka yang mempunyai jiwa muda dan semangat
untuk Gereja.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Peran kaum muda membantu Gereja untuk ikut dalam berbagai kegiatan yang ada di
dalamnya agar Gereja tidak dipadndang sebagai Gereja orang tua saja.
(42)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Yohanes Baptista Dicky Hantoro
No
: 16
Lingkungan
: Tanon
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen Krisma artinya berkat dari Allah kepada umatNya yang siap diutus untuk
mewartakan Kerajaannya. Tujuannya menjadikan sesorang dewasa dalam imannya dan
mampu mewujudkan imannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : setelah menerima Sakramen Krisma saya semakin tahu untuk apa Sakramen Krisma
tersebut, misalnya mengenai perutusan sebagai murid Yesus, menjadi Pribadi yang lebih
baik dan menjadi anggota Gereja secara untuh.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : Saya dapat memahami sebagai Sakramen Pengunatan Iman tetapi saya belum terlalu
memahami sikap apa yang seharusnya saya lakukan setelah menerima Sakramen Krisma.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : wujud iman saya adalah perbuatan mengasihi sesama manusia dengan cara menolong
mereka yang kesusahan, menghargai keputusan orang lain dan tidak fanatic pada Agama
atau kelompok yang lain.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
(43)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Q : kesaksian saya di lingkungan Gereja yang sering saya lakukan adalah dengan
melaksanakan tugas sebagai lektor di Gereja. Dan di dalam masyarakat adalah sikap
rendah hati saya kepada tetangga dan mencerminkan pribadi yang baik kepada
masyarakat.
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : Kehidupan menggereja bagi saya adalah kehidupan seseorang yang aktif dalam
kegiatan, tugas dan pelayanan terhadap Gereja.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : Hambatan bagi saya hanyalah rasa malas yang terkadang timbul karena kecapekan
oleh aktifitas di sekolah.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : kehidupan menggereja memberikan saya pengalaman berhargga yaitu saling menyapa
di Gereja untuk keakraban dan relasi antar umat. Dan pada akhirnya saya menjadi kenal
ddengan seluruh anggota Gereja.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : Kaum muda Gereja Katolik adalah kaum yang memberikan semangat baru untuk
segala aktifitas Gereja, sehingga Gereja tetap hidup dan menyapa anak muda
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Peran kaum muda membantu Para orang tua untuk melaksanakan tugas di gereja,
misalnya ikut andil dalam bagian Perayaan.
(44)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Maria Wahyu EPS
No
: 17
Lingkungan
: Santa Monica lompong, Jenawi
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen yang menguatkan iman kita terhadap Yesus Kristus, tujuannya menjadi
umat katolik secara utuh dan untuk perkembangan iman saya yang dahulu goyah menjadi
lebih aktif dalam menggereja.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : Buah Sakramen Krisma yang saya terima yaitu rasa cinta kasih, damai sejahtera,
kesetiaan dan Kejujuran.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : Lebih aktif dalam kegiatan mengerejani apapun itu dan lehih rajin berdoa, misalnya
malaikat tuhan, sebelum belajar, sebelum dan sesudah makan dll.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : menyemangati teman seiman yang goyah imannya, membantu teman yang sedang
mengalami kesulitan dan mengakui dosa-dosa saya dalam pengakuan dosa.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : Di lingkungan Gereja saya menjadi aktif dalam mengikuti Ekaristi, menjadi misdinar,
mengikuti pertemuan lingkungan. Di lingkungan masyarakat saya sering mengikuti
kegiatan membersikan lingkungan dan akrab dengan warga di desa.
(45)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : hidup menggereja adalah hidup yang penuh dikasihi oleh Allah yang menyertainya
sebagai umat yang beriman kepada Yesus Kristus. Sehingga hidupnya untuk mewartakan
kabar suka cita Allah.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : Hambatanya terkadang rasa malas dalam diri saya yang lebih asyik dirumah
menonton TV dan main hp.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : Manfaatnya saya merasa lebih dekat dengan Tuhan dan lebih berpartisipasi dalam
kegiatan Gereja.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : remaja katolik yang ikut serta mewartakan kasih Allah dengan cara mengikuti
berbagai kegiatan di Gereja.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Membantu Tugas tugas Gereja misalnya dalam perayaan Ekaristi dan merangkul
sesama kaum muda untuk tetap hidup dalam lingkup Kristiani.
(46)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Maria Meisya Puan Maharani
No
: 18
Lingkungan
: Santa Monica lompong, Jenawi
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q :
Pemberian Sakramen penguatan yang di tujukan kepada kaum muda yang
sebelumnya telah menerima Sakramen Baptis dan Ekaristi. Tujuannya untuk melayani
sesama manusia dan menjadi warga Katolik secara utuh.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : Buah sakramen Krisma yang saya peroleh adalah cinta kasihm sukacita dan rahmat
keselamatan.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : Perubahan sikap yang paling menonjol adalah lebih aktif dalam kegiatan
bermasyarakat, lingkungan dan OMK.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : mencerminkan sikap yang baik untuk orang lain, menolong teman yang mengalami
kesusahan dan tidak mengusik ketenangan agama lain.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : kesaksian saya sebagai murid Yesus ialah mengikuti berbagai kegiatan di Gereja
mulai dari Misdinar, pertemuan OMK, rekoleksi dan mengikyti Organisasi di
masyarakat.
(47)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : Kehiduapan yang mendekatkan diri pada Allah dan berserah diri pada Allah untuk
segala urusan di dunia ini.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : Sering tergoda akan hidburan-hiburan di luar Gereja misalnya main dengan teman,
rasa malas. Dll
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : Merasayakan kedamaian bersama umat beriman di Gereja, dengan umat yang begitu
ramah saya merasa nyaman dan betah di Gereja.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : Sebuah organisasi yang dibentuk untuk melayani baik di Gereja dan di masyarakat.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Peran kaum muda di dalam Greeja ialah menjadi pelopor semangat kaum muda di
dalam kegiatan Gereja.
(48)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Maria Adella Hadiningsih
No
: 19
Lingkungan
: Santo Agustinus kondo, Jenawi
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen krisma adalah Sakramen penguatan bagi mereka yang telah siap
mewartakan kerajaan Allah. Tujuannya menjadikan warga katolik secara utuh yang
dewasa dan siap melayani sesama umat Allah.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : buah yang paling saya dapatkan adlaah saya semakin dewasa dalam imannya saya tau
perbuatan yang salah dan benar.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : Perubahan sikap iman yang saya rasakan semakin tumbuh dan berkembang misalnya
saya mulai bergabung dengan OMK.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : selalu jujur dengan apa yang diperbuat, menjadi siswa yang teladan di sekolah dan
selalu bersyukur atas karunia Tuhan.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : Saya semakin rajin pergi kegereja, mengikuti kegiatan doa Rosario lingkungan,
mengikuti ibadat lingkungan dan sopan dan bersikap rendah hati dalam kehidupan
bermasarakat.
(49)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : hidup menggereja adalah kehidupan yang aktif di dalam Gereja dan melayani Allah
dan Umat Allah dengan iklas.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : hambatannya bagi saya sendiri adalah asyiknya dunia luar misalnya Hp, dunia maya
dan media social yang menjadikan saya malas untuk mengikuti kegiatan Gereja.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : Saya semakin mengenal Yesus Kristus, dan dapat menjadikan inspirasi untuk selalu
hidup dalam kerendahan hati dan saling melayani.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : artinya mereka remaja yang mempunyai tujuan sama yaitu menjadikan kesatuan
remaja yang aktif dalam kegiatan Gereja.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Membantu Gereja untuk siap melaksanakan tugas Gereja, untuk meneruskan dan
mengembangkan Gereja.
(50)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Reynandus Christifano Ardana
No
: 20
Lingkungan
: Tanon
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen Krisma bagi saya Salah satu Sakramen dimana orang katolik mendapatkan
penguatan imannya di dalam paguyuban Gereja. Tujuannya untuk penguatan iman saya
di tengah arus zaman yang berkembang.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : saya mendapatkan buah penguatan iman untuk lebih mengenal Yesus Kristus, buah
anugrah dari roh kudus yang membuka hati saya bahwa hidup menggereja lebih
menyenangkan dan tenang saat hidup menggereja.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : Sedikit demi sedikit saya dapat berfikir lebih dewasa, hidup saya lebih bermakna
dengan mengikuti berbagai organisasi Gereja.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : saya bergabung dengan OMK, menjadi Lektor dan ikut bergabung dengan kegiatan
lingkungan.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : secara pribadi saya belum melakukan apapun demi Kristus dan belum membalas
kasih Yesus kepada saya, tetapi saya berusaha mempersembahkan apa yang ada dalam
(51)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
hidup saya kepada Yesus dengan melakukan dan melaksanakan tugas Gereja dan hidup
harmonis saling toleransi di tengah umat beragama lain.
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : Hidup menggereja bagi saya adalah kegiatan yang melakukan segala hal yang
berkaitan dan berguna oleh Gereja. Misalnya, membantu melancarkan dan melaksanakan
kegiatan Gereja.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : Hambatan terbesar adalah waktu, pembagiaan waktu untuk Gereja dan Pribadi.
Karena kegiatan saya banyak dan harus bias membagi waktu.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : Mamfaatnya banyak sekali, namun yang dapat mengesankan bagi saya adalah saya
dapat memahami arti hidup menggereja dan saya lebih dapat bersatu dengan keluarga
saya dirumah dan teman-teman di gereja.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : Kaum muda katoilik adalah seorang yang memiliki kepentingan tersendiri sebagai
generasi peneruus Gereja.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Perannya membantu memikirkan sebuah konsep dalam perayaan, menjadi pelopor
atau semangat baru bagi sebuah kegiatan dan membantu untuk mempersiapkan generasi
penerus Gereja.
(52)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Vincensia Ratih Paramita Jati
No
: 21
Lingkungan
: Tanon
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen Krisma adalah sakramen penguatan iman bagi seseorang, tujuannya untuk
siap mewartakan sabda Allah.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q: Saya mendapatkan buah rahmat keselamatan dari Allah, yang senantiasa melindungi
saya.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q: Saya semakin dewasa menjadi seorang katolik, saya semakin sabar menghadapi
masalah dan dapat berfikiran positif,
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : Saya semakin giat dalam kegiatan menggereja, mengikuti kegiatan OMK dan ikut
dalam kepanitiaan perayaan hari raya Gereja.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : Bentuk kesaksian saya di dalam Gereja tidak terlalu besar bagi saya, namun saya
ingin selalu memberikan yang terbaik bagi Yesus dengan cara siap menerima tugas dari
Gereja misalnya menjadi Lektor, petugas pasio dll. Dan dimasyarakat saya hidup dengan
saling menjaga toleransi dengan umat beragama lain dan bersikap sopan dengan
masyarakat sekitar.
(53)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : Hidup menggereja bagi saya adalah hidup yang melibatkan jasmani dan rohaninya
bagi Gereja.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : Hambatan pokok hamper tidak ada, tetapi hambatan hanya sebatas rasa malas dalam
diri saya untuk kegiatan menggereja dengan. Namun dengan demikian saya tetap
berusaha ikut dan aktif dalam kegiatan menggereja.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : Sejauh pengalaman saya dalam hidup menggereja, saya semakin memiliki teman
seiman yang banyak dan dapat berkomunikasi serta bersosial dengan orang lain lebih
baik.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : Bagi saya kaum muda Katolik adalah mereka yang memiliki kreatifitas yang siap
mewarnai Gereja.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Peran Kum muda adalah bersama dengan orang tua ikut mengambil bagian dalam
kegiatan menggereja.
(54)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Maria Wahyu Eka Puspita Siwi
No
: 22
Lingkungan
: Gawan
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Bagi saya Sakramen Krisma adalah Sakramen yang diberikan untuk pendewasaan
iman kita, tujuannya diberikannya Sakramen Krisma adalah sebagai bentuk untuk siap
menjadi warga katolik yang utuh dan siap mengambil tugas dalam Gereja.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : Setelah mendapatkan sakramen Krisma saya semakin rajin berdoa, beribadat dan
melakukan kegiatan social seperti membantu teman yang kesusahan dll.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : Sikap saya setelah menerima Sakramen Krisma adalah semakin bertanggungjawab
atas iman saya sebagai murid Yesus.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : Saya semakin dewasa dalam berbuat, berfikir dahulu sebelum mengambil keputusan
dan melakukan berbagai kegiatan dengan berdoa terlebih dahulu.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : Kesaksian saya di dalam lingkungan Gereja adalah keaktifan saya mengikuti berbagai
kegiatan misalnya pertemuan lingkungan, pendalaman iman dan kegiatan OMK. Di luar
lingkup Gereja saya bergabung dengan organisasi kepemudaan masyarakat dan hidup
damai dengan masyarakat.
(55)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : Hidup menggereja bagi saya adalah terlibat dalam kegiatan Gereja yang meliputi
berbagai kegiatan dalam Gereja.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : Hambatan yang saya alami saat ini adalah kurangnya motivasi dari orang tua dalam
kegiatan menggereja misalnya :apresiasi dan semangat.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : Manfaat yang paling saya rasakan adalah semakin banyak teman dan dikenal oleh
banyak orang setelah saya mengikuti berbagai kegiatan di Gereja.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : Kaum muda bagi saya adalah kumpulan orang muda yang aktif dan bersama dalam
kegiatan menggereja.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Peran Kaum muda alaha sebagai Generasi penerus kegiatan Gereja, dan ikut
berpartisipasi dalam pengembangan Gereja.
(56)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Michela Sherly Noven
No
: 23
Lingkungan
: Gawan
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen Krisma adalah rahmat Roh kudus yang diberikan kepada seseorang untuk
menguatkan imannya. Tujuannya diberikannya Sakramen Krisma adalah sebagai
pemenuhan Sakramen Inisiasi bagi umat Katolik.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : Buah yang saya dapatkan adalah terutama pada buah rohani, saya semakin rajin pergi
kegereja dan berdoa.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : Perubahan sikap saya adalah saya semakin patuh pada orang tua dan saya semakin
mengimani Yesus Kristus.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : Tindakan iman saya yang dewasa adalah dengan bagaimana saya menyikapi keadaan
dan menyikapi masalah yang ada dalam diri saya, misalnya saya tetap berfikir positif dan
dewasa dalam mengambil keputusan.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : Bentuk kesaksian dalam lingkup Gereja adalah dengan hidup menggereja dan
mengikuti berbagai kegiatan di Gereja. Di luar Gereja saya hidup berpegang teguh pada
Yesus Kristus dan tidak terbujuk oleh rayuan duniawi yang negatif.
(57)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : Hidup menggereja bagi saya adalah kehidupan yang aktif dalam kegiatan menggereja
sebagai murid Yesus Kristus.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q : Hambatan yang utama adalah rasa malas, kecapean dengan adanya kegiatan sekolah
dan kurangnya komunikasi antar teman di Gereja.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : Manfaat yang saya dapatkan adalah saya menjadi aktif dalam kegiatan menggereja,
semakin memahami arti Gereja dalam kehidupan saya.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : Kaum muda Gereja Katolik adalah tempat berkumpulnya orang muda yang
mempunyai ide untuk perkembangan iman kaum muda.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Sebagai Generasi penerus Gereja, sehingga di kemudian hari kaum muda siap
mengisi struktur keorganisasian untuk Tugas dan Utusan Gereja.
(58)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Nama
: Pricila Jane Griselda
No
: 24
Lingkungan
: Gawan
“PENGHAYATAN SAKRAMEN KRISMA DALAM HIDUP MENGGEREJA KAUM
MUDA DI PAROKI SANTA MARIA DI FATIMA SRAGEN”
1. Apa yang Anda ketahui tentang arti dan tujuan Sakramen Krisma?
Q : Sakramen Krisma adala Sakramen yang diberikan untuk pendewasaan iman serta
menjadikan seseorang menjadi umat katolik yang penuh dalam Sakramen Inisiasi.
Tujuannya untuk menjadikan seseorang untuk siap mengemban utusan dari Allah.
2. Buah-buah apa yang Anda dapatkan setelah menerima Sakramen Krisma?
Q : Buah Sakramen Krisma yang saya peroleh adalah buah tanggung jawab sebagai
murid Yesus yang siap mewartkan kabar Gembira.
3. Perubahan sikap apa yang Anda rasakan pasca menerima Sakramen Krisma?
Q : Perubahan sikap saya, saya semakin bersikap bertanggung jawab atas iman saya
sehari-hari dan rajin mengikuti kegiatan Gereja.
4. Tindakan-tindakan apa Anda lakukan sebagai wujud iman yang dewasa (tunjukan dalam
perbuatan konkrit)
Q : Dengan bertanggung jawab saya dapat membagi waktu saya antara Gereja dengan
kegiatan saya, mengikuti OMK dll.
5. Apa saja bentuk kesaksian yang sudah Anda lakukan sebagai murid Yesus di lingkungan
Gereja dan masyarakat?
Q : Bentuk kesaksian di lingkup Gereja yang pernah saya lakukan adalah dengan
berpartisipasi dalam kegiatan AYD, Visualisasi Jalan Salib dll. Di Masyarakat,
melakukan Bakti social misalnya kerjabakti, gotong royong dll.
(59)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6. Apa arti hidup menggereja bagi Anda?
Q : Hidup menggereja bagi saya adalah kehidupan yang menyatu dengan kegiatan
Gereja, artinya kehidupan yang tidak jauh dari kegiatan Gereja. Misalnya aktif dalam
kegiatan Gereja.
7. Dalam hidup menggereja, hambatan-hambatan apa saja yang Anda rasakan selama ini?
Q :
hambatan bagi saya adalah terkadang saya sering menggempangkan mengenai
penting tidaknya kegiatan atau acara Gereja.
8. Sejauh pengalaman dalam hidup menggereja, apa saja manfaat yang Anda rasakan?
Q : Manfaat bagi saya yang paling utama adalah saya merasa lega sudah aktif dalam
kegiatan menggereja bias memuliakan nama Tuhan dan hidup bersama umat beriman.
9. Apa arti kaum muda Gereja Katolik bagi Anda?
Q : Kaum muda Gereja Katolik adalah kumpulan orang muda yang aktif dalam kegiatan
menggereja.
10. Apa saja peran kaum muda dalam Gereja Katolik?
Q : Membantu tugas-tugas dalam perayaan, menjadi Generasi Penerus Gereja.
(60)
Download