identifikasi karakteristik informasi pada sistem informasi manajemen

advertisement
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 2 Tahun 2014
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK INFORMASI PADA SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN DAN PENGELOAAN ADMINISTRASI TERINTEGRASI
(SIMPATI) DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA MANAJERIAL
Rohmadi 1, Sri Mulyono 2
APIKES Mitra Husada Karanganyar
[email protected], [email protected]
ABSTRAK
SIM yang memiliki karakteristik broadscope, aggregation, integration, timeliness,
accuracy, dan clarity berperan untuk membantu memprediksi konsekuensi yang mungkin
terjadi atas berbagai tindakan yang dapat dilakukan pada aktifitas peningkatan kinerja
manajem dalam proses pemencanaan, pengeridalian dan pengambilan keputusan
secama efektif dan efisien. Hal ini berarti semakin terpenuhi karakteristik SIM maka
akan memudahkan manajem dalam meningkatkan kinerjanya. Hasil survei menunjukkan
bahwa 47% orang menyampaikan bahwa SIMPATI RSUD Sragen dalam
penggunaannya tidak optimal kamena informasi yang dihasilkan tidak sesuai dengan
kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik
informasi pada SIMPATI dan pengaruhnya terhadap kinerja manajerial.
Janis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh manajer di Rumah Sakit Umum Daerah Sragen
sejumlan 45 manajer yang terdiri dari 19 manajer struktural dan 26 manajer
fungsional. Penentuan besar sampel dengan rumus Slovin dan teknik pengambilan sampel
dengan sampling simple random sampling. Variabel betas adalah karakteristik informasi
dan sebagai variabel terikat adalah kinerja manajerial. Instrumen penelitian adalah
kuesioner tertutup dan skala likert. Analisis penelitian dengan menggunakan corelation
person product moment.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa brodscoype, agregation, accuracy,
mempuyai nilai p<0,05, nilai r > 4, sehingga Ho ditolak yang berarti ada hubungan
yang signifikan dan positif dengan kinerja manajerial SIMPATI. Sedangkan pada
Clarity, nilai p>0,05 (0,323) sehingga Ho diterima yang berarti tidak ada hubungan
yang signifikan Clarity dengan kinerja manajerial SIMPATI. Dan ada hubungan yang
kuat dan signifikan antara karakteristik informasi dengan kinerja manajerial pada nilai
r = 0,849, p=0,000.
Key words: Karakteristik, SIM, Kinerja, Manajerial, SIMPATI
untuk melayani kebutuhan-kebutuhan
informasi dalam memberikan dukungan
pada proses perencanaan, pengendalian
dan pengambilan keputusan (Sabarguna,
2010).
Informasi yang tersedia untuk
penyelenggaraan pelayanan kesehatan
memiliki karakteristik, yaitu cakupan
yang luas dan lengkap (broadscope),
disampaikan dalam bentuk yang lebih
ringkas (aggregation), mencerminkan
kompleksitas dan saling keterkaitan
PENDAHULUAN
SIM bertujuan untuk memberikan
dukungan berupa pengolahan transaksi
pada tingkat operasional dan sedikit
dukungan pada tingkat perencanaan
taktis serta pengendalian manajemen
dimana kesemuanya itu berfungsi untuk
meningkatkan kinerja manajer pada
rumah sakit. Salah satu kinerja manajer
pada rumah sakit dapat dilihat dari
kemampuan
manajer
dalam
memanfaatkan informasi yang ada
1
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 2 Tahun 2014
antara bagian satu dan bagian lain
(integration),
dan
tepat
waktu
(timeliness) (Evelyne, 2003). Gordon B.
Dafis menambahkan
karakteristik
informasi ditentukan berdasarkan
ketelitian (accuracy) dan kejelasan
(clarity). Sistem informasi yang
memiliki
karakteristik
tersebut
berperan
untuk
membantu
memprediksi
konsekuensi
yang
mungkin terjadi atas berbagai tindakan
yang dapat dilakukan pada aktifitas
peningkatan kinerja manajer dalam
proses perencanaan, pengendalian dan
pengambilan keputusan secara efektif
dan efisien (Sutanta, 2003).
Hasil survey yang pernah
dilakukan
oleh
the
American
Institute
of
Certified
Public
Accountants (AICPA) & Lawrence S.
Maisel mengenai pengukuran kinerja
menyatakan bahwa sebanyak 77%
responden
menyetujui
bahwa
karakteristik
informasi
yang
berkualitas
penting
dalam
meningkatkan kinerja manajerial. Hasil
penelitian Dewi (2011) bahwa sebanyak
65% SIMPATI (Sistem Informasi
Manajemen
dan
Pengelolaan
Administrasi)
tidak
mampu
menghasilkan informasi yang sesuai
dengan kebutuhan pengguna. Hal ini
tentunya akan berdampak pada
kinerja
manajerial.
Semakin
terpenuhi
karakteristik
sistem
informasi manajemen (SIM) maka
akan memudahkan manajer dalam
meningkatkan kinerjanya.
Keterangan
n: Besar sampel
Zα2 : Nilai pada table Z dengan α:
5%
P: Proporsi di populasi (53%)
d: Kesalahan yang masih ditolelir 5%
N : Besar populasi
Pada penelitian ini penentuan
sampel berdasarkan teknik sampling
simple random sampling dengan
menggunakan tehnik undian (lottery
technique) yaitu memberi nomor urut
dan diundi/ lotre. Variabel bebas
(independent
variable)
adalah
karakteristik informasi, sedangkan
variabel terikatnya adalah kinerja
manajerial.
a. Karakteristik informasi adalah
total skor jawaban responden
terhadap
pertanyaan tentang
karakter informasi pada SIMPATI
yang dikur dengan
menggunakan
indikator; Broadscope, Aggregation,
Integration,
Timelines,
Accuracy,
Clarity. Skala: interval
b. Kinerja Manajerial adalah total skor
jawaban responden terhadap pertanyaan
tentang hasil kerja dari suatu
proses
per encanaan,
pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan
sumber daya untuk mencapai sasaran
secara efektif dan efesien. Skala:
interval
Teknik
pengumpulan
data
karakteristik informasi dan kinerja
manajerial
dikumpulkan
dengan
menggunakan
kuesioner
tertutup,
dimana pertanyaan sudah menggiring ke
jawaban yang alternatifnya sudah
ditetapkan. Respon jawaban dengan
menggunakan skala likert. Uji validitas
pada kuesioner dengan menggunakan uji
person product moment dan uji reliabiltas
dengan menggunakan rumus Alpha
Cronbac.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian adalah kuantitatif
dengan menggunakan rancangan cross
sectional.
Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh manajer di Rumah Sakit
Umum Daerah Sragen sejumlah 45
manajer yang terdiri dari 19 manajer
struktural dan 26 manajer fungsional.
Besarnya sampel dihitung dengan rumus:
2
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 2 Tahun 2014
Teknik analisis data dianalisis
dengan menggunkan analisis univariat
dan bivariat.
Analisis univariat
mendiskripsikan
karakteristik
informasi dan kinerja manajerial
Analisis correlation person product
moment digunakan
membuktikan
kebenaran hipotesis. (Sugiyono, 2008).
cukup dan hanya 1 orang (3,1%); baik.
Kinerja manajerial, sebanyak 8 orang
(25%)
berpendapat
kurang,
24
orang(75%) ; cukup, tidak ada
responden yang mentakan baik terhadap
kinerja manajerial.
Hasil Uji Hipotesis
a. Hasil
Uji
Hipotesi
(Person
Corelation)
HASIL
Distribusi Frekuensi Karakteristik
informasi SIMPATI
Karakteristik
informasi
SIMPATI broadskope, responden yang
berpendapat pada katagori kurang
sebanyak 8 orang (25%), sedangka
katagori cukup sebanyak 22 orang
(68,8%), katagori baik hanya 2 orang
(6,3%). Begitu pula pada agregation,
yang menyatakan katagori kurang
sebanyak 10 orang (31,3%), cukup ; 19
orang (59,4%), Baik; 3 orang (6,3%).
Pada Accuracy, sebanyak 8 orang (25%)
pada katagori kurang, cukup ;18 orang
(56,3%), baik;6 orang (18,8%). Dan
pada clarity sebanyak 3 orang (9,4%)
menyatakan kurang; 21 orang (65,6)
menyatakan cukup dan 8 orang (25%)
menyatakan baik.
Distribusi Frekuensi Sub Variabel
Kinerja Manajerial SIMPATI
Menunjukkan bahwa sebanyak 2
orang (6,3%) menyatakan SIMPATI
untuk perencanaan pada katagori
kurang, cukup; 28 orang (87,5%), baik;
2 orang (6,3%). Dan SIMPATI untuk
pengendalian, sebanyak 8 orang(25%)
pada katagori kurang, 24 orang(75%)
;cukup dan tidak ada responden yang
menyatakan baik. Sedangkan SIMPATI
untuk pengambilan keputusan, sebanyak
8 orang(25%) menyatakan kurang, 7
orang(21,9%), baik; 17 orang (53,1%).
Distribusi Informasi dan Kinerja
Manajerial
Distribusi Informasi dan Kinerja
Manajerial
menunjukkan
bahwa
karakteristik informasi SIMPATI secara
umum sebanyak 6 orang (18,8%)
berpendapat kurang, 25 orang (78,1);
Tabel 1. Hasil Uji Hipotesi (Person
Corelation)
Tabel
1
menunjukkan
brodscoype,
agregation, accuracy,
mempuyai nilai p<0,05, nilai r > 4,
sehingga Ho ditolak yang berarti ada
hubungan yang signifikan dan positif
dengan kinerja manajerial SIMPATI.
Sedangkan pada Clarity, nilai p>0,05
(0,323) sehingga Ho diterima yang
berarti tidak ada hubungan yang
signifikan Clarity dengan kinerja
manajerial
SIMPATI.
Dan
ada
hubungan yang kuat dan signifikan
antara karakteristik informasi dengan
kinerja manajerial pada nilai r = 0,849,
p=0,000.
PEMBAHASAN
Hasil uji statistik menunjukkan
bahwa ada hubungan yang positif
(cukup kuat) dan signifikan antara
brodscope dengan kinerja manajerial
SIMPATI pada nilai r=0,452 dan
p=0,047. Dalam penelitian brodscope
adalah informasi memiliki cakupan yang
luas dan lengkap. Aspek yang dinilai:
informasi memiliki cakupan yang luas
dan lengkap pada tiap bagian baik dari
proses internal maupun eksternal di
rumah sakit. Menurut Evelyne (2003)
Manajer dalam melaksanakan tugasnya
3
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 2 Tahun 2014
manajer membutuhkan informasi dari
berbagai sumber yang mengacu kepada
dimensi fokus, kuantifikasi, dan horison
waktu. Manajer membutuhkan informasi
yang memiliki karakteristik broadscope
yaitu informasi yang memiliki cakupan
yang luas dan lengkap (completeness)
yang biasanya meliputi kemajuan
teknologi,
perubahan
sosiologis,
demografi.
Lingkup informasi yang luas akan
memberikan
estimasi
tentang
kemungkinan terjadinya peristiwa di
masa yang akan datang di dalam ukuran
probabilitas. Dalam hal ini direktur
RSUD Sragen membutuhkan informasi
dari berbagai unit pelayanan di rumah
sakit; unit rekam medis, keperawatan,
farmasi, gizi, logistik, pemeriksaan
penunjang dan lain – lainnya yang akan
digunakan sebagai dasar pengeambilan
keputusan maupun perencanaan yang
bersifat strategis. Sebanyak 8 orang
(25%), yang menyatakan bahwa sub
variabel
karakterstik
informasi
broadskope SIMPATI pada katagori
kurang, dan sebagai besar 22 orang
(68,8%) pada katagori cukup.
Hasil penelitian ini sejalan
dengan penelitian Laksmana dan
Muslichah (2002), bahwa semakin
tinggi saling ketergantungan terhadap
kinerja manajerial, maka semakin
dibutuhkan informasi dalam lingkup
yang luas. Evelyne (2003) dalam
penelitiannya
menyatakan
bahwa
karakteristik informasi broadscope
memiliki pengaruh terhadap kinerja
manajerial yang diukur dengan kiprah
manajer di luar perusahaan. Robbins dan
Hellriegel (dalam Evelyne, 2003)
menyatakan bahwa manajer dalam
mewakili perusahaan perlu melengkapi
diri dengan informasi dan pengetahuan
yang luas mengenai situasi perusahaan.
Kebutuhan informasi ini dimaksud
untuk melengkapi manajer dalam
menghadapi kopleksnya tugas dan
tanggung jawab.
Terdapat hubungan yang positif
dan signifikan antara agregation dengan
kinerja manajerial di RSUD Sragen pada
nilai r=794 da p=0,000. Hal ini
menunjukkan bahwa jika informasi
disampaikan dalam bentuk yang lebih
ringkas maka kinerja manajerial akan
semakin baik. Hasil penelitian ini tidak
sejalan dengan penelitian Evelyne
(2003), bahwa karakteristik informasi
aggregation tidak memiliki pengaruh
secara
parsial
terhadap
kinerja
manajerial. Lebih lanjut dinyatakan
Manajer dalam meningkatkan kinerja
tidak dipengaruhi oleh karakteristik
informasi aggregation (informasi yang
disampaikan dalam bentuk lebih
ringkas, tetapi tetap mencakup hal-hal
penting). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa
karakteristik
aggregation
SIMPATI sebagian besar pengguna
menyatakan cukup baik sebanyak ; 19
orang (59,4%). Dan akan berpengaruh
pada kinerja manajerian dalam hal ini
untuk pengambilan keputusan yang baik
sebanyak 17 (53,1%). Informasi
disampaikan dalam bentuk yang lebih
ringkas, tetapi tetap mencakup hal-hal
penting sehingga tidak mengurangi nilai
informasi itu sendiri. Informasi yang
teragregasi akan berfungsi sebagai
masukan yang berguna dalam proses
pengambilan keputusan, karena lebih
sedikit waktu yang diperlukan untuk
mengevaluasinya,
sehingga
meningkatkan efisiensi kerja manajemen
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tidak ada hubungan yang
signifikan yang positif dan signifikan
antara accuracy pada SIMPATI dengan
kinerja manajerial dengan nilai r =
0,942, p=0,000. Aspek yang dinilai
dalam penelitian ini adalah informasi
memuat data yang valid, baik tipe,
bentuk, maupun format datanya pada
tiap bagian baik dari proses internal
maupun eksternal di rumah sakit. Hasil
penelitian ini sejalan dengan penelitian
McLeod (1994) dan Wilkinson (1999)
dalam Widarsono (2007), bahwa
4
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 2 Tahun 2014
manajer membutuhkan informasi yang
accuracy(akurat) dalam meningkatkan
kinerja manajerial. Pada Accuracy,
sebanyak 8 orang (25%) pada katagori
kurang, cukup ;18 orang (56,3%), baik;6
orang (18,8%).
Clarity adalah informasi harus
dibentuk dan diformat secara mudah
agar dapat bebas dari istilah yang
membingungkan pada tiap bagian baik
dari proses internal maupun eksternal di
rumah
sakit.
Hasil
penelitian
menunjukkan bahwa tidak ada hubungan
yang signifikan antara clarity dengan
kinerja manajerial pada nilai p =0,323.
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan
penelitian Warren dan Fees (1992)
dalam Widarsono (2007), bahwa salah
satu karakteristik informasi yang baik
adalah clarity. Informasi yang baik dan
berkualitas akan meningkatkan kinerja
manajerial, karena dapat mendukung
fungsi-fungsi organisasi. Dan pada
clarity
sebanyak 3 orang (9,4%)
menyatakan kurang; 21 orang (65,6)
menyatakan cukup dan 8 orang (25%)
menyatakan baik. Kejelasan informasi
dipengaruhi oleh bentuk dan format
informasi, jadi informasi harus dibentuk
dan diformat secara mudah agar dapat
bebas dari istilah yang membingungkan.
Secara umum karakteristik
informasi SIMPATI berhubungan secara
kuat dan signifikan dengan kinerja
manajerial (r=0,849, p=0,000). Hal ini
dapat diartikan bahwa jika karakeristik
informasi berkualitas / baik maka akan
meningkatkan
kinerja
manajerial.
Kinerja manajerial, sebanyak 8 orang
(25%)
berpendapat
kurang,
24
orang(75%) ; cukup, tidak ada
responden yang mentakan baik terhadap
kinerja manajerial. McLeod dan Schell
(2008) menyebutkan bahwa manajer
ditingkat
perencanaan
strategis
menempatkan penekanan yang lebih
besar pada informasi lingkungan dari
pada manajer pada tingkat yang lebih
rendah, dan manajer pada tingkat
kendali
operasional
menganggap
informasi internal adalah hal yang
paling vital.
SIMPULAN
1. Ada hubungan yang cukup kuat dan
signifikan karakteristik informasi
(broadskope) SIMPATI dengan
kinerja
manajerial
(r=
0,452,p=0,047).
2. Ada hubungan yang kuat dan
signifikan karakteristik informasi
(aggregation) SIMPATI dengan
kinerja
manajerial
(r=
0,794,p=0,000).
3. Ada hubungan yang kuat dan
signifikan karakteristik informasi
(accuracy) SIMPATI dengan kinerja
manajerial (r= 0,942,p=0,000).
4. Tidak ada hubungan yang signifikan
karakteristik informasi (clarity)
SIMPATI dengan kinerja manajerial
(p=0,323).
5. Ada hubungan yang kuat dan
signifikan
antara
karakteristik
informasi SIMPATI dengan kinerja
manajerial (r=0,849, p=0,000)
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur
Penelitian: Suatu Pendekatan
Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Evelyne. 2003. Pengaruh Kualitas
Informasi Akuntansi Manajemen
Terhadap Kinerja Manajerial Pada
Perusahaan-Perusahaan
Manufaktur Di Jawa Timur.
Jurnal
Ekonomi.
Surabaya:
Universitas Kristen Petra
Fatta, Al, Hanif. 2007. Analisis dan
Perancangan Sistem Informasi.
Yogyakarta: Andi
Handoko, T, Hani. 2001. Manajemen
Personalia dan Sumber Daya
Manusia.
Edisi
Kedua.
Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta
Idrus, A, Salim. 2008. Kinerja
Manajer dan Bisnis Koperasi.
Malang: UIN Malang Press
Laksmana dan Muslichah. 2002.
Pengaruh Teknologi Informasi,
Saling
Ketergantungan,
5
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 2 Tahun 2014
Karakteristik Sistem Akuntansi
Manajemen Terhadap Kinerja
Manajerial.
Jurnal
Ekonomi.
Surabaya: Universitas Airlangga
Surabaya
Laudon, C, Kenneth dan Laudon, P,
Jane. 2007. Sistem Informasi
Manajemen
Mengelola
Perusahaan Digital. Edisi 10.
Jakarta: Salemba Empat
McLeod, Jr, Raymond dan Schell, P,
George.
2008.
Management
Information Systems, Sistem
Informasi Manajemen. Edisi 10.
Jakarta: Salemba Empat
Mukhtar, Milizar. 2007. Penggunaan
Aktual
Sistem
Informasi
Manajemen Rumah Sakit di
RSUD Dr. Adnaan WD Payah
Kumbuh.
Tesis
Kesehatan.
Yogyakarta: Universitas Gadjah
Mada
Nawawi, Hadari. 2005. Manajemen
Sumber Daya Manusia untuk
Bisnis
yang
Kompetitif.
Yogyakarta:
Gadjah
Mada
University Press.
Notoatmodjo,
Soekidjo.
2002.
Metodologi Penelitian Kesehatan.
Jakarta: Rineka Cipta.
Sabarguna, S, Boy. 2004. Sistem
Informasi Manajemen Rumah
Sakit. Yogyakarta: Konsorsium
Rumah Sakit Islam Jateng
. 2008. Sistem Informasi
Rumah Sa kit. Yogyakar ta:
Konsorsium Rumah Sakit Islam
Jateng
. 2008. Organisasi dan Manajemen
Rumah Sakit. Edisi
2,
Revisi.
Yogyakarta:
Konsorsium Rumah Sakit Islam
Jateng
. 2009. Keterampilan Manajemen
(Management Skill)
Berbasis Sistem Informasi. Jakarta:
Penerbit Universitas Indonesia (UI
Press)
Siagian, P, Sondang. 2007. FungsiFungsi Manajerial. Edisi Revisi.
Jakarta : Bumi Aksara
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian
Kuantitatif Kualitatif Dan R&D.
Bandung: Alfabeta
Sutanta, Edhy. 2003. Sistem Informasi
Manajemen. Yogyakarta: Graha
Ilmu
Sutono, Djoko. 2007. Sistem Informasi
Manajemen. Edisi Keempat.
Jakarta. Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Pengawasan BPKP
Wirjana,
R,
Bernardine.
2007.
Mencapai
Manajemen
Berkualitas: Organisasi, Kinerja,
Program.
Yogyakarta: Andi
Offset
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur
Penelitian: Suatu Pendekatan
Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Evelyne. 2003. Pengaruh Kualitas
Informasi Akuntansi Manajemen
Terhadap Kinerja Manajerial Pada
Perusahaan-Perusahaan
Manufaktur Di Jawa Timur.
Jurnal
Ekonomi.
Surabaya:
Universitas Kristen Petra
Fatta, Al, Hanif. 2007. Analisis dan
Perancangan Sistem Informasi.
Yogyakarta: Andi
Handoko, T, Hani. 2001. Manajemen
Personalia dan Sumber Daya
Manusia.
Edisi
Kedua.
Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta
Idrus, A, Salim. 2008. Kinerja
Manajer dan Bisnis Koperasi.
Malang: UIN Malang Press
Laksmana dan Muslichah. 2002.
Pengaruh Teknologi Informasi,
Saling
Ketergantungan,
Karakteristik Sistem Akuntansi
Manajemen Terhadap Kinerja
Manajerial.
Jurnal
Ekonomi.
Surabaya: Universitas Airlangga
Surabaya
Laudon, C, Kenneth dan Laudon, P,
Jane. 2007. Sistem Informasi
Manajemen
Mengelola
6
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 2 Tahun 2014
Perusahaan Digital. Edisi 10.
Jakarta: Salemba Empat
McLeod, Jr, Raymond dan Schell, P,
George.
2008.
Management
Information Systems, Sistem
Informasi Manajemen. Edisi 10.
Jakarta: Salemba Empat
Mukhtar, Milizar. 2007. Penggunaan
Aktual
Sistem
Informasi
Manajemen Rumah Sakit di
RSUD Dr. Adnaan WD Payah
Kumbuh.
Tesis
Kesehatan.
Yogyakarta: Universitas Gadjah
Mada
Nawawi, Hadari. 2005. Manajemen
Sumber Daya Manusia untuk
Bisnis
yang
Kompetitif.
Yogyakarta:
Gadjah
Mada
University Press.
Notoatmodjo,
Soekidjo.
2002.
Metodologi Penelitian Kesehatan.
Jakarta: Rineka Cipta.
Sabarguna, S, Boy. 2004. Sistem
Informasi Manajemen Rumah
Sakit. Yogyakarta: Konsorsium
Rumah Sakit Islam Jateng
. 2008. Sistem Informasi
Rumah Sa kit. Yogyakar ta:
Konsorsium Rumah Sakit Islam
Jateng
. 2008. Organisasi dan Manajemen
Rumah Sakit. Edisi 2, Revisi.
Yogyakarta: Konsorsium Rumah
Sakit Islam Jateng
. 2009. Keterampilan Manajemen
(Management _ Skill)
Berbasis Sistem Informasi. Jakarta:
Penerbit Universitas Indonesia (UI
Press)
Siagian, P, Sondang. 2007. FungsiFungsi Manajerial. Edisi Revisi.
Jakarta : Bumi Aksara
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian
Kuantitatif Kualitatif Dan R&D.
Bandung: Alfabeta
Sutanta, Edhy. 2003. Sistem Informasi
Manajemen. Yogyakarta: Graha
Ilmu
Sutono, Djoko. 2007. Sistem Informasi
Manajemen. Edisi Keempat.
Jakarta. Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Pengawasan BPKP
Wirjana, R, Bernardine. 2007. Mencapai
Manajemen
Berkualitas:
Organisasi,
Kinerja,Program.
Yogyakarta: Andi Offset
7
Download