naskah publikasi - Universitas Muhammadiyah Surakarta

advertisement
0
NASKAH PUBLIKASI
RELASI KOMPETENSI GURU PRODUKTIF
PROGRAM KEAHLIAN MEKANIK OTOMOTIF TERHADAP
RELEVANSI PRAKTEK KERJA INDUSTRI SISWA
KELAS III TMO SMK MUHAMMADIYAH 1 BLORA
TAHUN 2010/2011
Oleh
PUDJI SUHARDJO
Q 100070304
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAGEMEN PENDIDIKAN
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2012
1
2
0
RELASI KOMPETENSI GURU PRODUKTIF
PROGRAM KEAHLIAN MEKANIK OTOMOTIF TERHADAP
RELEVANSI PRAKTEK KERJA INDUSTRI SISWA
KELAS III TMO SMK MUHAMMADIYAH 1 BLORA
TAHUN 2010/2011
PUDJI SUHARDJO
Q 100070304
.
ABSTRACT
The study aimed: (1) describes the relationship between teacher competences of
automotive mechanical technique skill program against industry working practices
competence of students 3th grade TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora year
2010/2011. (2) Analyze the relationship between teacher competences of
automotive mechanical technique skill program against industry working practices
of students 3th grade TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora year 2010/2011.
This study uses quantitative methods with statistical analysis t test. Taking a
random sample of students in 3th grade TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora in
2011 totaled 79 students (25% of the population).
Simple multiple regression analyze results show the value of regression
coefficients in a row for pedagogic competence, personal competence, social
competence, and professional competence of teachers are: 0.168, 0.196, 0.453,
0,265. Indicate a positive and significant relationship between teacher'
competences (pedagogical competence, personal competence, social competence,
and professional competence) against industry working practices competence of
students 3th grade TMO. With a determinate coefficient of R square = 0.724 and
value of F = 48,499, proved: (1) evidently there is a significant relationship
between teacher competences of automotive mechanical technique skill program
against industry working practices (apprentice) of students 3th grade TMO SMK
Muhammadiyah 1 Blora year 2010/201. 72,4% industry working practices
competence of students 3th grade TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora influenced
by teacher’s competences, while 27.6% is determined by other factors not
discussed in this study. (2) evidently there is a direct influence between teacher’s
pedagogical competence against the relevance of industry working practices
competence of students 3th grade III TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora. (3).
evidently there is a direct influence between the teacher's personality competence
on the relevance of industry working practices competence of students 3th grade
TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora. (4). evidently direct influence between the
teacher’s social competence to the relevance of industry working practices
competence of students 3th grade TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora. (5)
evidently there is a direct influence between the teacher’s professional
competence to the relevance of industry working practices competence of students
3th grade TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora.
Keywords: teacher competencies , industry work practices, relation
1
PENDAHULUAN
Reposisi Pendidikan Kejuruan telah dilakukan sejak tahun 2001. Reposisi
pendidikan kejuruan dimaksud sebagai penataan konsep, perencanaan, dan
implementasi pendidikan kejuruan dalam rangka peningkatan kualitas sumber
daya manusia (SDM), yang mengacu pada kecenderungan (trend) kebutuhan
pasar baik lokal, nasional, regional maupun internasional. Pengembangan Sistem
Pendidikan dan sekolah kejuruan sebagai pranata utama dalam pengembangan
SDM berkualitas menjadi sangat penting.
Depdikbud melalui penerapan kurikulum 1994 telah menetapkan
kebijakan pendidikan sistem ganda untuk sekolah menengah kejuruan yang
dikenal dengan istilah link and match. Pendidikan Sistem Ganda (PSG) adalah
bentuk penyelenggaraan pendidikan yang memadukan pendidikan sekolah dengan
penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia
kerja. Realisasi dari PSG tersebut adalah dilasanakannya praktek kerja industri
/Prakerin.
Praktek Kerja Industri (prakerin) adalah bagian dari pendidikan sistem
ganda (PSG) sebagai program bersama antara SMK dan Industri yang
dilaksanakan di dunia usaha, industri. Dalam Kurikulum SMK 2006 disebutkan:
”Prakerin adalah pola penyelenggaraan diklat yang dikelola bersama-sama antara
SMK dengan industri/asosiasi profesi sebagai institusi pasangan (IP), mulai dari
tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi dan sertifikasi yang merupakan
satu kesatuan program dengan menggunakan berbagai bentuk alternatif
pelaksanaan , separatly day release, block release, dan sebagainya
Pelaksanaan Prakerin dimaksudkan agar program pendidikan di sekolah
mengacu pada pencapaian kemampuan profesional sesuai dengan tuntutan dunia
usaha dan atau dunia industri (DU/DI). DU/DI memerlukan tenaga kerja yang
berkualitas dan mumpuni di bidangnya, untuk mengoperasikan peralatan dan
teknologi maju. Hal ini sejalan dengan Undang Undang Nomor 20 tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional yang memberikan difinisi,
”Pendidikan
2
Menengah Kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik
untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu”. Menurut PP nomor 19 tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), ”Pendidikan Menengah Kejuruan
adalah pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan
kemampuan siswa untuk jenis pekerjaan tertentu”. Jadi SMK dimaksudkan untuk
menghasilkan tamatan yang meiliki kompetensi jenis pekerjaan tertentu, yang
nantinya terjun sebagai tenaga kerja DU/DI pada kewenangan pekerjaan tertentu.
Permasalahan SDM Indonesia yang muncul adalah masih jauh tertinggal
bila dengan negara maju. Penyiapan tenaga kerja terdidik yang memiliki
kompetensi tingkat menengahisementara ini hanya dilakukan oleh sekolah
menengah kejuruan (SMK). Dua permasalahan ketenaga-kerjaan, terutama lulusan
SMK, karena, adanya kesenjangan jumlah lulusan dengan jumlah lapangan kerja
(stuctural unimployment). dan kompetensi lulusan tidak sesuai dengan yang di
harapkan atau dibutuhkan oleh lapangan kerja (frictional unimployment). Banyak
lulusan SMK yang kompetensinya tidak dibutuhkan atau tidak sesuai dengan
kebutuhan lapangan kerja yang ada. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu
dan relevansi pendidikan kejuruan adalah peningkatan keterkaitan dan
keterpaduan (link and match) sistem pendidikan dengan dunia kerja. Peran guru
yang kompeten dalam hal ini adalah penting
Murphy (1992) menyatakan bahwa keberhasilan pembaharuan pendidikan
ditentukan oleh gurunya. Karena guru adalah pemimpin, pembelajaran, fasilitator,
dan sekaligus merupakan pusat inisiatif pembelajaran. Brand (1993) menyatakan
“hampir semua usaha reformasi pendidikan seperti pembaharuan kurikulum dan
penerapan metode iipembelajaran, semua tergantung guru”. Pernyataan Supriyadi
(1998) “Mutu pendidikan yang dinilai dari prestasi belajar peserta didik sangat
ditentukan oleh guru”. Ringkasnya, untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu
memenuhi kebutuhan DU/DI, maka guru harus bermutu dan profesional.
UU Guru dan Dosen memberikan difinisi,
“guru adalah pendidik
profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini
jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”. Untuk
3
menjalankan tugas profesionalnya, guru dituntut memiliki kompetensi, seperti
disebutkan dalam Pasal 10 ayat 1 :
kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh
melalui pendidikan profesi.
Berdasar penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Tatang Permana
(2005), adanya relasi positif antara pemahaman konsep PSG oleh guru atau
instruktur terhadap kemampuan membimbing siswa PSG, dan dari analisa didapat
tingkat kemampuan guru membimbing siswa PSG pada taraf cukup. Muliati
A.M. (2008) menyimpulkan; peningkatan keterserapan tamatan kerja siswa SMKN
4 Makasar banyak dipengaruhi dengan adanya program Pendidikan Sistem Ganda
(PSG), dimana sebelumnya program ini ada, industri tidak mengenal sekolah
secara dekat dengan segala kompetensi yang dimiliki siswa. Ertl & Sloane
(2004): membuat kesimpulan dari hasil penelitiannya, 1). ada sejumlah masalah
dalam konseptualisasi dan implementasi jenis baru dari kurikulum. Secara khusus,
para guru mengeluh tentang kurangnya titik awal bisa diterapkan untuk
menghubungkan daerah kurikuler pembelajaran dengan dunia kerja. Dalam
beberapa kasus, bidang pembelajaran yang dirumuskan dalam cara yang membuat
sulit bagi guru untuk mengidentifikasi relevansi mereka untuk dunia kerja. 2).
masalah-masalah konseptual tampaknya telah sangat parah pada generasi awal
kurikuler baru. Dapat dikatakan bahwa kerjasama dengan para ahli dari dunia
kerja tetap penting bagi pengembangan pedoman kurikuler - sebuah gagasan yang
tidak kehilangan nilainya dengan pengenalan Lernfeldkonzept. Masalah-masalah
ini diintensifkan oleh kurangnya informasi bagi guru tentang ide-ide dari konsep
tersebut. Singkatnya, sebuah array dari potensi Lernfeldkonzept untuk memulai
cara-cara baru dan memperkuat cara-cara yang ada untuk mengembangkan proses
transfer antara dunia kerja dan perguruan tinggi berbasis pelatihan dalam sistem
ganda dapat diidentifikasi. Namun, potensi ini tergantung pada seberapa
perubahan, organisasi kurikuler dan profesional set-up dari perguruan tinggi
berbasis pelatihan, perubahan yang belum terjadi untuk tingkat yang memadai di
perguruan tinggi kejuruan. Kiymet Selvi (2010) Dalam hal ini, kompetensi guru
perlu dibahas dalam banyak dimensi seperti kompetensi bidang keahlian,
4
kompetensi penelitian, kompetensi kurikulum, kompetensi pembelajaran seumur
hidup, sosial-budaya kompetensi, kompetensi emosional, kompetensi komunikasi,
informasi dan teknologi komunikasi kompetensi dan kompetensi lingkungan
dalam rangka untuk mengembangkan guru.
Sebagaimana uraian dan pendapat para ahli diatas, dan maksud reposisi
pendidikan kejuruan sebagai upaya pemenuhan trend pasar kerja maka dapat
dikemukakan asumsi pentingnya diskribsi yang jelas relasi antara kompetensi
guru dengan relevansi siswa dalam belajar, terutama belajar di industri atau
Prakerin.
Dalam kesempatan ini peneliti berkhidmat pada relasi antara kompetensi
guru produktif teknik mekanik otomotif (TMO) dan relevansinya dengan praktek
kerja industri siswa kelas III TMO di SMK Muhamadiyah 1 Blora tahun 2010.
Guru produktif adalah guru yang mengajar mata pelajaranan atau kompetensi
kejuruan/produktif. Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, ketrampilan, dan
nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak, sesuai
dengan standar kinerja yang dibutuhkan di lapangan. Standar kompetensi guru
merupakan pernyataan tentang kriteria yang dipersyaratkan, ditetapkan, dan
dispakati bersama dalam bentuk penguasaan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap
bagi seorang pendidik sehingga layak disebut kompeten. kompetensi guru
meliputi: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional. Prakerin adalah program pembelajaran dan penilaian di
industri.
Dari uraian diatas dapat dirumuskan permasalahan penelitian adalah
sebagai berikut : 1) Apakah ada relasi yang signifikan antara kompetensi guru
produktif Teknik Mekanik Otomotif terhadap kompetensi praktek kerja industri
siswa kelas III TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora. 2) Seberapa kuat pengaruh
kompetensi guru produkrtif Teknik Mekanik Otomotif terhadap kompetensi
praktek kerja industri siswa kelas III TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora.
Dalam penelitian ini bertujuan; 1) Mendiskripsikan hubungan antara
kompetensi guru produktif Teknik Mekanik Otomotif terhadap kompetensi
praktek kerja industri siswa kelas III TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora tahun
5
2010/2011. 2) Mengalaisis relasi
antara kompetensi guru produktif Teknik
Mekanik Otomotif terhadap kompetensi praktek kerja industri siswa kelas III
TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora tahun 2010/2011.
Manfaat penelitian ini diharapkan: 1) Bagi peneliti,Penelitian ini dapat
membuktikan hipotesis adanya hubungan yang signifikan antara kompetensi guru
produktif Teknik Mekanik Otomotif terhadap kompetensi praktek kerja industri
siswa kelas III TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora tahun 2010/2011. 2) Bagi
sekolah dari hasil analisis dapat disusun rekomendasi yang selanjutnya dapat
digunakan oleh SMK Muhammadiyah 1 Blora dalam membuat pertimbangan
perencanaan kebijakan dalam pelaksanaan program prakerin di tahun mendatang.
3) Bagi guru produktif Teknik Mekanik Otomotif SMK Muhammadiyah 1 Blora
dapat melihat dengan perspektif yang lebih jelas, sehingga pendalaman atau
pengayaan kompetensi apa yang harus di siapkan dan diberikan kepada siswanya
dalam mempersiapkan prakerin.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis statistik uji t
dan statistic korelasi product moment untuk mengukur derajat hubungan yang
positif dan signifikan. Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Blora. Jumlah
Populasi 319, diambil sampel 31% yaitu 100 siswa yang dipilih secara acak.
Variabel terikat Y = relevansinya praktek kerja industri, atau kompetensi
siswa dalam melaksanakan prakerin. Sedang variabel bebas dimaksud adalah : X
= kompetensi guru produktif, yang terdiri dari 4 sub variabel, yaitu (kompetensi
pedagogik),
(kompetensi kepribadian), X3 (kompetensi sosial), dan X4
(kompetensi profesional)
Teknik
pengumpulan
data
menggunakan
kuesioner
dengan
skala
pengukuran yang digunakan adalah skala Likert. Gradasi pengukuran ditentukan
empat tingkatan dengan kontinuum dan penskoran: sangat tidak setuju (STS)
skor 1, tidak setuju (TS) skor 2, Setuju (S) skor 3, dan sangat setuju (SS) skor 4.
Responden diharapkan memberikan tanggapan atau pendapatnya dari setiap butir
6
pertanyaan dengan memberikan tanda silang (x) atau menyontreng (√) pada
kolom dibawah kontinuum yang sesuai pilihanya. Instrumen berupa kuesioner
dengan 4 opsi pilihan jawaban, yang dikembangkan dari variabel bebas
(independence variable) yang diberikan difinisi operasionalnya kemudian
ditentukan indikator yang hendak diukur.
Hasil data dikumpulkan dalam bentuk tabulasi. Tabulasi data mencakup
nomor responden, skor jawaban responden untuk setiap item, dan jumlah skor
jawaban responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah statistik inferensial parametrik. Digunakan teknik statistik inferensial
dengan alasan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya deberlakukan untuk
populasi. Sedang statistik parametris dipilih dengan asumsi data berdistribusi
normal. Untuk menganalisis relasi kompetensi guru (kompetensi pedagogik,
kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional)
terhadap kompetensi siswa prakerin digunakan analisis regresi berganda. Guna
mendapatkan hasil anailisis model yang qualified, maka dilakukan uji klasik
meliputi uji normalitas, multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas. Analisis data
dilakukan dengan software SPSS 17.0.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dari hasil analisis regresi berganda dengan SPSS 17.0 didapat, koefisien
regresi berturut-turut ; konstanta bo = - 0,810, b1 = 0,168, b2 = 0,196, b3 =
0,453, dan b4 = 0,265. Kesimpulannya kompetensi prakerin siswa kelas II TMO
SMK Muhammadiyah 1 Blora sangat dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik,
kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional guru
produktif TMO. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut;
-
Apabila
kompetensi
pedagogik
(X1),
kompetensi
kepribadian
(X2),
kompetensi sosial (X3), dan kompetensi profesional (X4) guru produktif tidak
ada atau sama dengan nol (yang disebabkan b1, b2, b3, dan b4 = 0), maka
kompetensi prakerin siswa bernilai rata - rata -0,810, atau boleh dibilang
sama dengan nol (0). Dan sebaliknya, apabila kompetensi pedagogik,
7
kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional guru
produktif tidak sama dengan nol (b1, b2, b3, dan b4 ≠ 0), maka kompetensi
prakerin siswa tidak sama dengan nol. Hal ini dapat disimpulkan secara
bersama sama kompetensi guru produktif TMO (pedagogik, kepribadian,
sosial, dan profesional) berpengaruh signifikan terhadap kompetensi prakerin
siswa kelas II TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora. Ada relasi yang
signifikan antara kompetensi guru produktif Teknik Mekanik Otomotif
terhadap relevansi praktek kerja industri siswa
kelas III TMO SMK
Muhammadiyah 1 Blora.
-
Jika kompetensi pedagogik guru produktif TMO meningkat 1 skor, maka
kompetensi prakerin siswa kelas II TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora akan
naik 0,168 skor. Ada pengaruh langsung antara kompetensi pedagogik guru
terhadap relevansi praktek kerja industri siswa kelas III TMO SMK
Muhammadiyah 1 Blora.
-
Jika kompetensi kepribadian guru produktif meningkat 1 skor, maka
kompetensi prakerin siswa kelas II TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora
meningkat 0,196 skor. Ada pengaruh langsung antara kompetensi kepribadian
guru terhadap relevansi praktek kerja industri siswa kelas III TMO SMK
Muhammadiyah 1 Blora.
-
Jika kompetensi sosial guru produktif naik 1 skor, maka kompetensi prakerin
siswa kelas II TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora meningkat 0,453 skor.
Ada pengaruh langsung antara kompetensi sosial guru terhadap relevansi
praktek kerja industri siswa kelas III TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora.
-
Jika kompetensi profesional guru produktif naik 1 skor, maka kompetensi
prakerin siswa kelas II TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora naik 0,265 skor.
Ada pengaruh langsung antara kompetensi profesional guru terhadap
relevansi praktek kerja industri siswa kelas III TMO SMK Muhammadiyah 1
Blora.
Jadi secara parsial ada pengaruh signifikan antara kompetensi pedagogik,
kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional guru
8
produktif terhadap kompetensi prakerin siswa TMO SMK Muhammadiyah 1
Blora.
Hasil regresi t didapat hasil untuk kompetensi pedagogik guru = 3,465,
kompetensi kepribadian guru = 4,112, kompetensi sosial guru = 10,133, dan
kompetensi profesional guru = 5,814. Dengan derajat signifikansi 95% ttabel =
1,980, dengan demikian :
1.
Kompetensi pedagogik guru = 3,465 ≥ 1,980 maka Ho ditolak
2.
Kompetensi kepribadian guru = 4,112 ≥ 1,980 maka Ho ditolak
3.
Kompetensi sosial guru = 10,133 ≥ 1,980 maka Ho ditolak
4.
Kompetensi profesional guru = 5,814 ≥ 1,980 maka Ho ditolak
Jadi kesimpulanya “Secara parsial ada pengaruh signifikan antara
kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional guru produktif terhadap kompetensi prakerin siswa TMO
SMK Muhammadiyah 1 Blora. Untuk tingkat signifikansi dapat disimpulkan;
1.
Kompetensi pedagogik guru = 0,001 ≤ 0,05
→ Ho ditolak
2.
Kompetensi kepribadian guru = 0,000 ≤ 0,05 → Ho ditolak
3.
Kompetensi sosial guru = 0,000 ≤ 0,05 → Ho ditolak
4.
Kompetensi profesional guru = 0,000 ≤ 0,05 → Ho ditolak
Kesimpulanya dari tahapan uji t adalah “ Secara parsial maupun secara bersama,
kompetensi guru produktif (kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
kompetensi sosial, kompetensi profesional) program keahlian mekanik otomotif
berpengaruh signifikan terhadap relevansi praktek kerja industri siswa kelas III
TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora tahun 2010/2011.”
Hasil Uji F didapat R square (R2) = 0,724. Artinya 72,4% Kompetensi
Prakerin Siswa kelas III TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora pada tahun pelajaran
2009 – 2010 dipengaruhi oleh kompetensi professional guru produktifnya
(bersama-sama kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi
sosial, dan kompetensi professional guru produktif ). Sedang 27,6 % nya
ditentukan oleh faktor lain yang tidak di bahas dalam penelitian ini. Fhitung terbaca
= 48,499. Dengan mengambil derajat signifikansi 95% pada tabel terbaca nilai F =
5,68. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model yang dipakai eksis (
9
48,499 > 5,68). Sedang koefisien derajat signifikansi model = 0,000.
Kesimpulannya, Ho ditolak, dengan demikian model yang dipakai eksis.
Pada Uji Normaslitas JB = 7,564, atau JB < 9,21 dapat disimpulkan, data
kelas berdistribusi normal. Harga Ri2 untuk masing masing variabel independen
dapat ditentukan sebagai berikut: Ri2 untuk X1 = 0,098, Ri2 untuk X2= 0.079, Ri2
untuk X3 = 0,012, Ri2 untuk X4 = 0,142. Hasil perhitungan diatas menunjukan
untuk masing-masing variabel independen nilainya lebih kecil dari R2.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil perhitungan diatas adalah, tidak terjadi
masalah multikolinieritas diantara variabel independen
Nilai Variance inflation factor (VIF) masing-masing untuk kompetensi
pedagogik guru = 1,109, kompetensi kepribadian guru = 1,085, kompetensi sosial
guru = 1.012, dan kompetensi professional guru = 1,166. Nilai VIF kurang dari
10, maka tidak terjadi masalah multikolinieritas diantara variabel independen
(model regresi). Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil analisis menunjukkan
bahwa tidak terjadi masalah multikolinieritas antar variable independen dalam
penelitian.
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasannya dimuka dengan derajat
kesahihan (validitas) dan keterpercayaan yang kuat dari model bila
menggunakan sampel 25% dari populasi. Kesimpulan yang dapat ditarik
dalam penelitian ini seperti dibawah :
1. Terbukti ada relasi yang signifikan antara kompetensi guru produktif
teknik mekanik otomotif terhadap kompetensi praktek kerja industri
(prakerin) siswa kelas III TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora pada tahun
pelajaran 2010/2011. Relevansi prakerin siswa kelas III TMO SMK
Muhammadiyah 1 Blora pada tahun pelajaran 2010 – 2011, 72,4 %
dipengaruhi oleh kompetensi guru (kompetensi pedagogik, kompetensi
10
kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional), dan 27,6 %
nya ditentukan oleh faktor lain yang tidak di bahas dalam penelitian ini.
2. Terbukti ada pengaruh langsung antara kompetensi pedagogik guru
terhadap relevansi praktek kerja industri siswa kelas III TMO SMK
Muhammadiyah 1 Blora.
3. Terbukti ada pengaruh langsung antara kompetensi kepribadian guru
terhadap relevansi praktek kerja industri siswa
kelas III TMO SMK
Muhammadiyah 1 Blora.
4. Terbuktia ada pengaruh langsung antara kompetensi sosial guru terhadap
relevansi
praktek
kerja
industri
siswa
kelas
III
TMO
SMK
Muhammadiyah 1 Blora
5. Terbukti ada pengaruh langsung antara kompetensi profesional guru
terhadap relevansi praktek kerja industri siswa
kelas III TMO SMK
Muhammadiyah 1 Blora
B. Implikasi Teori.
1. Jika Kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial,
dan kompetensi profesional guru dimiliki guru mata pelajaran produktif,
maka akan berpengaruh signifikan (berelasi) terhadap kompetensi prakerin
siswa.
2. Jika pengaruh kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi
sosial, dan kompetensi profesional guru dimiliki guru mata pelajaran
produktif tidak mencapai 100%, maka ada faktor lain yang berpengaruh
terhadap kompetensi prakerin siswa. Atau boleh dikatakan “Ada faktor
selain kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial,
dan kompetensi profesional guru mata pelajaran produktif yang
berpengaruh signifikan terhadap kompetensi prakerin siswa”.
11
C. Saran
1. Untuk Sekolah :
Dari hasil pengamatan (observasi) ditemukan adanya permasalah rasio alat
/ bahan praktik siswa di bengkel TMO bila dibandingkan dengan jumlah
siswa. Demikian juga luas bengkel yang kurang memadai. Hal ini bisa
menjadi bahan pertimbangan didalam pengembangan sekolah, terutama
sarana prasarana bengkel.
2. Untuk Guru
Sesuai dengan SKKNI, kriteria pemelajaran dan penilaian meliputi
Pengetahuan, Sikap, dan Ketrampilan. Oleh karena itu memperdalam dan
mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan adalah prasyarat yang harus
dimiliki oleh seorang guru. Pemahaman terhadap konsep PSG oleh guru
menjadi penting agar didalam pembimbingan siswa melaksanakan prakerin
menjadi lebih baik. Terlebih lagi yang tak kalah pentingnya adalah
pengembangan diri kompetensi kepribadian dan sosial guru. Walau prestasi
yang dicapai siswa dalam melaksanakan prakerin berada pada predikat
baik, namun ada yang patut mendapatkan perhatian yaitu masih rendahnya
inisiatif siswa di lapangan kerja. Disamping itu untuk kompetensi body &
painting juga perlu mendapat perhatian yang serius.
3. Bagi peneliti
Bisa jadi ada kekurang akuratan didalam membuat instrumen penelitian
(angket), yang berimplikasi terhadap hasil perolehan data. Hal ini menjadi
catatan dan kehati-hatian dalam melakukan penelitian diwaktu yang akan
datang. Pembuktian hipotesis mestinya dilakukan dengan berbagai uji
untuk mendapatkan kesahihan data, model regresi, maupun penarikan
kesimpulan. Untuk penelitian pada waktu mendatang hal ini dapat dijadikan
pengingat ataupun pengendalian didalam melakukan perbaikan yang
berkelanjutan.
12
UCAPAN TERIMA KASIH
Alhamdulillah berkat ridlo Allah swt. penyusunan tesis ini dapat
diselesaikan. Tesis dengan judul Relasi Kompetensi Guru Produktif Program
Keahlian Mekanik Otomotif Terhadap Relevansi Praktek Kerja Industri Siswa
Kelas III TMO SMK Muhammadiyah 1 Blora Tahun 2010/2011, disusun guna
memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister Pendidikan pada Program
Studi Megister
Pada kesempatan yang berbahagia ini ucapan terima kasih disampaikan
kepada yang terhormat:
Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.S, Rektor Universitas
Muhammadiyah Surakarta dan bertindak selaku pembimbing utama dalam
penelitian ini, Prof. Dr. Khudzaifah Dimyati, SH, M.Hum Direktur Program
Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Prof. Dr. Harsono, MS
Ketua Program Studi Megister Manajemen Pendidikan Pasca Sarjana Universitas
Muhammadiyah Surakarta dan bertindak selaku pembimbing pendamping.
Ucapan terima kasih dengan rasa penuh hormat juga disampaikan kepada
Bapak Bupati Blora c.q Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Blora yang telah memberi ijin belajar sekalian penelitian ini, dan
teman-teman yang telah banyak membantu yang tidak dapat disebutkan namanya
disini satu persatu, diucapkan banyak terimakasih. Yang tak kalah penting, salam
dan ucapan terima kasih ku kepada istri tercinta.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian suatu pendekatan Praktek. Edisi
revisi V, cetakan ke 12. Jakarta: PT. Rinekacipta.
Arikunto, Suharsimi dan Jabar, Cepi Safruddin Abdul. 2009. Evaluasi Program
Pendidikan, Pedoman Teoritis Praktis bagi Mahasiswa dan Praktisi
Pendidikan. Edisi kedua, cetakan kedua. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
13
Caroica, Vito et. All. 2009. Model for Evaluating Teacher and Trainer
Compentences. European Journal of Vocational Training- No.47 ISSN
1977-0219 (diakses 9 April 2011)
Depdiknas. 2001. Reposisi Pendidikan Kejuruan Menjelang 2020. Dirjen
Dikdasmen Direktorak Dikmenjur. Jakarta
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka.
Depdiknas 2007. Naskah Akademik Kajian Kebijakan Kurikulum SMK. Pusat
Kurikulum, Badan Penelitian dan Pengermbangan
Depdiknas. 2003. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta
-------Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru
dan Dosen
-------Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan
Nasional.
-------Kurikulum SMK Edisi 2006. www.pusdiknakes.or.id/data/kurikulum/smk1
(diakses 1 April 2011).
Echols, John M dan Shadily, Hassan. 2005. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta:
PT. Gramedia
Ertl, Hubert and Sloane, Peter F.E .2004. The German Training System and the
World of Work : The transfer Potential of the Lernfeldkonzep. ISSN 16188543 www.bwpat.de/7eu (diakses 9 April 2011).
Furchan, Arief. 2007. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan, Karya : Donal
Ary, Luchy Chaser Jacobs, Asaghar razavieh. Cetakan III. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Haryono. 2011. Pengembangan Kompetensi Profesional. Makalah disampaikan
fasilitasi Pelaksanaan Model Teaching Clinic pasca Sertifikasi Guru dalam
Jabatan (SMA/SMK) Provinsi Jawa Tengah. Semarang. BPPTK (tidak
dipublikasikan).
KBR68H, Jakarta. http://www.kbr68h.com/berita/nasional/. Thursday, 14 April
2011 18:25 (diakses 16 April 2011)
Maestro
Media
blogspot.
dari
sumber
“Investor
(http://www.maestromuda-indonesia.org/) (diakses 16 April 2011)
Daily“.
Maksum, Ali dan Rohendi ,Luluk Yunan. 2004. Paradigma Pendidikan Universal
di era modern dan post modern. Yogyakarta: SircisoD
Menakertrans. 2004. Lampiran Keputusan Menteri Tenaga dan Transmigrasi
Republik Indonesia Nomor : KEP. 116 MEN/VII/2004 Tanggal : 8 Juli
2004 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
Sektor Otomotif Sub Sektor Kendaraan Ringan.
14
Muliati A.M, A. 2008. Evaluasi Program Pendidikan Sistem Ganda: Suatu
Penelitian Evaluatif Berdasarkan Stake’s Countenance Model Mengenai
Program Pendidikan Sistem Ganda pada Sebuah SMK di Sulawesi Selatan
(2005/2007). Desertasi. Jakarta Program Pascasarjana Universitas Negeri
Jakarta.
Mulyasa. 2007. Standar Kompetensi dan Srtifikasi Guru. Bandung: PT. Rosda
Karya.
Nugroho. 2011. Pengembangan Kompetensi Kepribadian. Makalah disampaikan
fasilitasi Pelaksanaan Model Teaching Clinic pasca Sertifikasi Guru dalam
Jabatan (SMA/SMK) Provinsi Jawa Tengah. Semarang. BPPTK (tidak
dipublikasikan).
Nurharjadmo, Wahyu. 2008. Evaluasi Implementasi Kebijakan Pendidikan Sistem
Ganda di Sekolah Kejuruan. Spirit Publik, Volume 4. Nomor 2, ISSN 1907
– 0489 Oktober 2008. Halaman. 215 – 228.(diakses 18 Desember 2010).
Ornstein, Allan.c and Daniel U. Levine,2004, foundations of Education, fourth
edition . Boston: Houghton Mifflin Company.
Othman, Ahmad. 2011. The Emerging Roles of Coaches in the Malaysian Dual
Training System. International Education Studies, Vol. 4, No.1; Februari
2011. www.ccsenet.org/ies (diakses 10 April 2011).
Permana, Tatang. 2005. Pemahaman Konsep PSG dan Intensitas Bimbingan
Terhadap Kemampuan Membimbing Siswa PSG. Invotec, Volume III, No.
7, Agustus 2005 (diakses 18 Desember 2010)
Setiaji, Bambang. 2006. Panduan Riset Dengan Menggunakan pendekatan
kuantitatif. Cetakan ke 2. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
Selvi, Kiymet. 2010. Teaches’ Competencies. International Journal of Philosophy
and Axiology, Vol. VII, No. 1/2010 (diakses 9 April 2011).
Simamora, Irma Gusti. 2009. Relevansi Kompetensi Siswa SMK Negeri Program
Keahlian Teknik Mekanik Otomotif Dengan Kebutuhan Dunia Usaha/Dunia
Industri Otomotif di Kota Medan. Tesis. Medan: Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatra Utara.
Slameto. 2011. Pengembangan Kompetensi Pedagogik. Makalah disampaikan
fasilitasi Pelaksanaan Model Teaching Clinic pasca Sertifikasi Guru dalam
Jabatan (SMA/SMK) Provinsi Jawa Tengah. Semarang. BPPTK (tidak
dipublikasikan).
Sugiharto, DYP. 2011. Konsep Dasar Teaching Clinic dan Pengembangan
Kompetensi Sosial. Makalah disampaikan fasilitasi Pelaksanaan Model
Teaching Clinic pasca Sertifikasi Guru dalam Jabatan (SMA/SMK) Provinsi
Jawa Tengah. Semarang. BPPTK (tidak dipublikasikan).
Sugiono. 2009. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan
R&D). cetakan ke 14. Bandung: CV. Alfabeta.
15
Sutama.2010. Metode Penelitian Pendidikan. Kuantitatif, Kualitatif, PTK, R&D.
Surakarta: Fairus Media.
Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2010. Buku Pedoman Penulisan Tesis.
Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Utomo, Yuni Prihadi. 2009. Eksplorasi Data dan Analisis Regresi dengan SPSS.
Cetakan ketiga. Surakarta: Muhammadiyah University Press
Voelker, Davi H. 2004. Cliffs Quick Review Statistics. Bandung: Pakar Raya.
Download