“Alat Pengukur Berat Badan, Panjang Badan dan Lingkar Kepala

advertisement
“Alat Pengukur Berat Badan, Panjang Badan dan Lingkar Kepala Bayi
dengan Tampilan Grafik (Panjang Badan dan Lingkar Kepala Bayi)”
Retno Dyah Kinanthi, Priyambada Cahya Nugraha ST.MT, Hj.Her Gumiwang Ariswati,ST.MT.
Jurusan Teknik Elektromedik
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SURABAYA
ABSTRAK
Alat pengukur berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala pada bayi dengan tampilan
grafik merupakan suatu alat ukur yang digunakan memantau pertumbuhan bayi meliputi
berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala bayi. Tujuanannya untuk menentukan
apakah anak tumbuh secara normal, atau mempunyai masalah pertumbuhan yang perlu
ditangani. Pemantauan pertumbuhan dilakukan dengan menggunakan kurva pertumbuhan,
salah satu alat atau kurva pertumbuhan adalah Kartu Menuju Sehat (KMS).
Dalam perancangannya, modul ini menggunakan ATMEGA 32 sebagai pengontrol
utama. Sensor yang digunakan adalah variabel resistor (potensiometer) yang berfungsi untuk
mendeteksi panjang badan dan lingkar kepala bayi lalu dikirim oleh bluetooth HC-05 ke PC
untuk dilakukan pembacaan. Hasilnya ditampilkan dalam bentuk grafik KMS untuk
memantau pertumbuhan pada bayi baru lahir sampai 2 tahun.
Proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengukuran sebanyak 5 kali.
pengujian hasil modul dengan diperoleh nilai rata-rata error sebesar 0,69% untuk panjang
badan dan 0,42% untuk lingkar kepala. Sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ini dapat
digunakan sesuai fungsinya.
Kata Kunci : Panjang Badan, Lingkar Kepala, Variabel Resistor
PENDAHULUAN
Timbangan bayi merupakan suatu
alat ukur yang digunakan untuk menimbang
berat badan bayi dari 0 bulan sampai dengan
kurang lebih umur 2 tahun atau yang baru
bisa berbaring atau duduk tenang. Pada
umumnya bayi ditimbang dalam posisi
berbaring terlentang atau duduk tanpa baju,
setelah itu berat badan bayi akan dapat
diketahui dengan cara membaca angka yang
ditunjukkan oleh jarum timbangan.
Bayi adalah anak dengan rentang
usia 0 - 12 bulan. Masa bayi merupakan
bulan pertama kehidupan kritis karena bayi
akan
mengalami
adaptasi
terhadap
lingkungan, perubahan sirkulasi darah, serta
organ-organ tubuh mulai berfungsi, dan
pada usia 29 hari sampai 12 bulan, bayi akan
mengalami pertumbuhan yang sangat cepat
(Perry & Potter, 2005).
Prinsip dasar penilaian pertumbuhan
anak mencakup mengukur berat dan panjang
atau tinggi anak dan membandingkan
dengan standar pertumbuhan. Sedangkan
tujuan penilaian pertumbuhan adalah
menentukan apakah anak tumbuh secara
normal,
atau
mempunyai
masalah
pertumbuhan, atau ada kecenderungan
mempunyai masalah pertumbuhan yang
perlu ditangani (WHO & Depkes, 2008:1).
Menurut Nursalam dalam skripsi
Wulan Ambarwati, 2014, pada umumnya
bayi dilahirkan harus dilakukan pengamatan
perkembangan berat badan, selain itu tinggi
atau panjang bayi dan lingkar kepala harus
diperhatikan. Pengukuran Lingkar kepala
merupakan kegiatan untuk mengetahui
ukuran tengkorak dan juga otak bayi dalam
pertumbuhan yang normal.
Sebelumnya “Alat Ukur Berat
Badan, Panjang Badan dan Lingkar
Kepala pada Bayi” juga pernah dibuat oleh
Mazendha dan Alif, 2015, namun masih
menggunakan tampilan seven segment dan
belum adanya Personal Computer (PC)
1
yang dapat digunakan untuk menganalisis
pertumbuhan bayi.
BATASAN MASALAH
1. Menggunakan mikrokontroller Atmega32
sebagai pengolah data dan pengontrol
seluruh kinerja system.
2. Sensor jarak yang digunakan untuk
mengukur panjang adalah variabel
resistor
(potensiometer)
dengan
pengukuran manual karena tubuh bayi
masih sensitif.
3. Sensor yang digunakan untuk mengukur
lingkar kepala adalah variabel resistor
(potensiometer) dengan pengukuran
manual.
4. Range panjang badan yang digunakan
yaitu 30 cm – 80 cm.
5. Range lingkar kepala yang digunakan
yaitu 20 cm – 50 cm.
6. Hasil akan ditampilkan pada Personal
Computer (PC).
7. Hasil pengukuran dapat disimpan dalam
PC dan dapat dicetak.
RUMUSAN MASALAH
“Dapatkah dikembangkan Alat Pengukur
Berat Badan, Panjang Badan dan Lingkar
Kepala Bayi dengan Tampilan Grafik?
TUJUAN PENELITIAN
1) TujuanUmum
Dikembangkannya Alat Pengukur Berat
Badan, Panjang Badan dan Lingkar Kepala
Bayi dengan Tampilan Grafik
2) Tujuan Khusus
1. Membuat rangkaian dan program
mikrokontroller Atmega32.
2. Menggunakan potensiometer sebagai
sensor pendeteksi panjang badan bayi.
3. Menggunakan modul bluetooth HC05.
4. Menggunakan potensiometer sebagai
sensor pendeteksi lingkar kepala bayi.
5. Membuat program pada PC (Personal
Computer) untuk menampilkan dan
mencetak data panjang badan dan lingkar
kepala bayi.
MANFAAT PENELITIAN
1) Manfaat Teoritis
Untuk menambah pengetahuan
mahasiswa Teknik Elektromedik di bidang
peralatan Life Support khususnya Alat
Pengukur Berat Badan, Panjang Badan dan
Lingkar Kepala Bayi dengan Tampilan
Grafik.
2) Manfaat Praktis
1. Memudahkan pemantauan hasil
pengukuran yang ditampilkan pada PC.
2. Hasil pengukuran dapat disimpan dalam
PC yang sekaligus dapat dicetak.
TINJAUAN PUSTAKA
1) Panjang Badan Bayi
Pengukuran panjang badan digunakan
untuk menilai status perbaikan gizi. Selain
itu, panjang badan merupakan indikator
yang baik untuk pertumbuhan fisik yang
sudah lewat (stunting) dan untuk
perbandingan terhadap perubahan relatif,
seperti nilai berat badan dan lingkar lengan
atas (Nursalam dkk, 2005).
Pengukuran panjang badan untuk
menilai gangguan pertumbuhan dan
perkembangan anak. Panjang badan bayi
baru lahir normal adalah 45-50 cm dan
berdasarkan kurva pertumbuhan yang
diterbitkan oleh National Center for Health
Statistics (NCHS), bayi akan mengalami
penambahan panjang badan sekitar 2,5 cm
setiap bulannya (Wong dkk, 2008). Kategori
untuk panjang badan, dapat dibedakan
menjadi kategori sangat pendek, pendek,
normal dan tinggi (Depkes RI, 2004).
2) Lingkar Kepala
Lingkar kepala digunakan sebagai
pengganti
pengukuran
ukuran
dan
pertumbuhan otak tetapi tidak sepenuhnya
berkorelasi
dengan
volume
otak.
Pengukuran lingkar kepala merupakan
prediktor
terbaik
dalam
melihat
perkembangan syaraf anak dan dalam
menyediakan tampilan dinamis dari
pertumbuhan global otak dan struktur
2
internal, sehingga harus dipantau dalam
pranatal awal dan tahap postnatal.
Pada bayi baru lahir ukuran lingkar
kepala normal adalah 34 – 35 cm, akan
bertambah 2 cm setiap bulan pada usia 0-3
bulan. Pada usia 4-6 bulan akan bertambah 1
cm per bulan, dan pada usia 6-12 bulan
pertambahan 0,5 cm per bulan.
3) Pemantauan Panjang Badan Dan
Lingkar Kepala Bayi
Pemantauan pertumbuhan dilakukan
dengan menggunakan kurva pertumbuhan,
salah satu alat atau kurva pertumbuhan
adalah Kartu Menuju Sehat (KMS). Kartu
menuju sehat atau sering disingkat dengan
KMS adalah suatu kartu/alat yang
digunakan untuk memantau pertumbuhan
dan perkembangan anak (Soetjiningsih,
1996 dalam Nursalam 2008).
KMS yang ada untuk saat ini adalah
KMS balita, yaitu kartu yang memuat
grafik
pertumbuhan
serta
indikator
perkembangan yang bermanfaat untuk
mencatat dan memantau tumbuh kembang
balita setiap bulannya, dari sejak lahir
sampai berusia 5 tahun (Depkes RI, 1996).
Gambar Grafik Berat Badan
Grafik Kartu Menuju Sehat (KMS)
untuk pengukuran panjang badan dan
lingkar kepala bayi dibuat seperti grafik
KMS berat badan diatas.
4) Rangkaian
Mega32
Minimum
Sistem
AT
Gambar Konfigurasi IC
Mikrokontroller ATMega32
VCC : Tegangan Supply (5 volt)
GND : Ground
RESET : Input reset level rendah pada pin
ini selama lebih dari panjang
pulsa
minimum
akan
menghasilkan reset, walaupun
clock sedang berjalan.
XTAL1 : Input penguat osilator inverting
dan input pada rangkaian operasi
clock internal.
XTAL2 : Output dari penguat osilator
inverting.
AVCC
: Pin tegangan suplay untuk
port A dan ADC. Pin ini harus
dihubungkan ke VCC walaupun
ADC tidak digunakan, maka pin ini
harus dihubungkan ke VCC melalui
low pass filter.
AREF : Pin referensi tegangan analaog
untuk ADC.
5) Sensor Jarak
Dalam pengukuran panjang badan dan
lingkar
kepala
bayi
menggunkan
potensiometer. Pembacaan potensiometer
ditunjukkan dengan adanya perubahan pada
resistansinya, sehingga dapat menentukan
panjang dan lingkar kepala bayi.
Potensiometer adalah sebuah jenis
resistor yang nilai tahanannya atau
hambatannya (resistansi) dapat dirubah atau
3
diatur (adjustable). Potensiometer memiliki
3 terminal, 2 terminal terhubung ke kedua
ujung elemen resistif, dan terminal ketiga
terhubung ke kontak geser yang disebut
wiper. Posisi wiper menentukan tegangan
keluaran dari potensiometer. Berikut ini
gambar
dari
potensiometer,
simbol
potensiometer dengan standar IEC dan
standar ANSI.
Gambar Bluetooth HC 05
METODOLOGI PENELITIAN
Diagram Mekanis Sistem
Gambar Variabel Resistor
6) Personal Computer (PC)
Personal Computer merupakan suatu
piranti elektronika yang menggunakan
sistem
processor
digital.
Komputer
memberikan saran input atau output yang
dapat digunakan untuk sarana komunikasi
dengan perangkat eksternal, dimana
komputer
dapat
digunakan
untuk
mengeluarkan outputan jika ada suatu input
berupa data-data.
Semua informasi komputer dijelaskan
dengan
menggunakan
kode
angka.
Komputer mengubah dan memproses semua
data dalam bentuk angka, tanda baca,
simbol-simbol tertentu dan lain-lain. Semua
ini dimasukkan dalam sistem angka
sehingga data dapat dirposes (Sumber :
Putra Wira, 2015)
7) Bluettooth HC-05
Bluetooth merupakan salah satu
bentuk komunikasi data yang berfungsi
menghubungkan berbagai macam perangkat
secara terpisah dengan jangkauan yang
relatif pendek untuk menyambungkan
sebuah perangkat dengan perangkat lain.
Diperlukan adanya proses pairing atau
pengenalan dengan menyamakan kode yang
tersedia antar dua perangkat tersebut. Secara
teori, Bluetooth terdiri dari dua jenis
perangkat, yaitu Master (pengirim data) dan
Slave (penerima). (Wikipedia, 2014).
Diagram Blok Diagram
SENSOR
BERAT
PSA
PROGRAM
SENSOR
JARAK
HC 05
PC
PROGRAM
CETAK
MIKROKONTROLER
ATMEGA 32
SENSOR
JARAK
TOMBOL
RESET
Penjelasan Blok Diagram
Sensor berat akan mendeteksi berat
dan akan dikonversi menjadi tegangan.
Tegangan yang dikeluarkan oleh load cell
masih kecil sehingga akan dirubah oleh PSA
untuk mendapatkan tegangan yang tepat.
Kemudian sensor jarak yang
digunakan adalah potensiometer yang akan
mendeteksi panjang dan lingkar kepala bayi.
Kemudian dari pembacaan potensiometer
dengan perubahan resistansi akan diolah
oleh mikrokontroler dan hasilnya dikirim
oleh HC 05 untuk ditampilkan pada PC dan
hasilnya dapat dicetak.
4
Diagram Alir Transmitter
Saat alat dinyalakan, sensor akan
mulai bekerja, kemudian hasil outputan
sensor
akan
diolah
menggunakan
mikrokontroler Atmega 32. Hasil dari
pengolahan data tersebut dikirim ke PC
melalui bluetooth.
Diagram Alir Receiver
Begin
Terima Data di rx
Tampil
PC
Cetak
End
Saat data diterima oleh PC, hasilnya
diproses dan ditampilkan. Kemudian
hasilnya dapat dicetak dan proses selesai.
Urutan Kegiatan
Dalam penelitian dan pembuatan
modul ini, penulis terlebih dahulu
mengadakan urutan kegiatan persiapan
untuk kelancaran jalannya proses pembuatan
dan pengamatan yang meliputi di bawah ini:
A. Mempelajari teori – teori yang
berhubungan dengan permasalahan yang
dibahas melalui studi kepustakaan.
B. Mempelajari dan merancang teknis
pembuatan modul tersebut.
C. Membuat diagram blok sistem
D. Membuat diagram alir sebagai urutan
cara kerja alat
E. Merencanakan
anggaran
biaya
pembuatan modul
F. Menyusun proposal
G. Menyiapkan bahan berupa komponen,
box dan peralatan yang dibutuhkan dalam
pembuatan modul
H. Membuat
layout
rangkaian
mikrokontroller, sensor panjang, dan
sensor lingkar kepala.
I. Memasang komponen pada PCB
J. Menyatukan semua rangkaian
K. Mengintegrasikan semua rangkaian
L. Menyusun program untuk menyalakan
system
M. Melakukan uji coba modul
N. Melakukan kalibrasi modul
O. Menyusun laporan KTI
Pengujian dan Pembahasan
Teknik Pengujian dan Pengukuran
Dalam penelitian ini menggunakan
metode pre eksperimental dengan jenis
peneltian after only design karena hasil
akhir pengukuran alat dibandingkan dengan
kelompok kontrol.
X
O
Non Random -------------------------(-)
O
X = treatmen/perlakuan yang diberikan
perlakuan panjang dan lingkar kepala
(variabel Independen)
0 = Observasi dalam hal ini berupa
potensiometer untuk mengukur
panjang dan lingkar kepala (variabel
dependen)
( - ) = Kelompok kontrol disini
menggunakan timbangan.
5
Hasil Pengukuran
Data Lingkar Kepala Bayi
No
Lingkar
(cm)
Data Perhitungan
Panjang Badan
Alat
Ukur
(cm)
X1
X2
X3
X4
X5
Statistik
pada
No
Panjang
(cm)
Ratarata
SD
UA
Error
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80
29,64
34,54
39,66
44,60
49,64
54,82
59,82
65,12
70,18
75,40
80,90
0,05
0,09
0,09
0
0,09
0,04
0,04
0,04
0,04
0
0
0,02
0,04
0,04
0
0,04
0,02
0,02
0,02
0,02
0
0
1,2 %
1,31 %
0,85 %
0,88 %
0,72 %
0,32 %
0,3 %
0,18 %
0,25 %
0,53 %
1,12 %
Hasil Pengukuran (cm)
1
20
20
19,8
20
19,8
19,8
19,8
2
25
25
24,9
24,9
24,9
24,9
24,9
3
30
30
29,9
29,9
29.9
29,9
29,9
4
35
35
34,9
35,1
34,9
35,1
35,1
5
40
40
40,1
40,1
40
40,1
40
6
45
45
45,1
45,1
45
45,1
45
7
50
50
50,6
50,4
50,6
50,6
50,6
0,69 %
Rata-rata
Kinerja Sistem Keseluruhan
Data Perhitungan
Lingkar
20
25
30
35
40
45
50
19,84
24,90
29,90
35,02
40,06
45,06
50,56
Rata-rata
0,008
0
0
0,012
0,003
0,003
0,008
UA
Error %
+ 9V
3
+
3
R8 100k
6
2
-
+
6
TL081
AD620
4
5
- 9V
1
- 9V
2
1
load cell
4
1
5
1
2
U4
7
1
U2
1
7
8
4
3
2
1
0,8 %
0,4 %
0,33 %
0,05 %
0,15 %
0,13 %
1,12 %
0,42 %
TP5
Output J10
Out gain
TL081
J13
+9V
J9
TP4
R4
1k
2
1
1
2
1
TP1
- 9V
+ 9V
R3 470K
J2
D3 2,4 V
R7
R5
10K
VCC
TP1
100k
-9V
1
2
1
0,37
0
0
0,46
0,23
0,23
0,37
1
J2
1
2
3
4
5
6
7
+ 9V
TP3
AD620
Output +
+ 9V
R5
U1
J12
ref 3
100K
4
5
SD
1
Ratarata
R9 100k
TP2
1
R2
10 K
R1 100K
2
VCC
3
1
Berat
R2 100K
7
1
2
1
-9V
J15
TL081
6
+
Lingkar
(cm)
pada
-
No
Statistik
Data Panjang Badan Bayi
+
ground
1
2
3
R3
470K
J1
VCC
CON3
Panjang
(cm)
Alat
Ukur
(cm)
Hasil Pengukuran (cm)
X1
X2
X3
X4
X5
30
29,7
29,6
29,7
29,6
29,6
+5 V
1
No
R3
1k
J8
R6
1
35
35
34,5
34,5
34,7
34,5
34,5
3
40
40
39,6
39,6
39,8
39,7
39,6
1k
1
2
Downloader
5
4
3
2
1
2
1
30
2
1
SW1
C3
CAP
+5 V
2
2
RESET
C1
4
5
45
50
45
50
44,6
49,6
44,6
49,6
44,6
49,6
44,6
49,8
44,6
49,6
22PF
Y1
11.9Mhz
C2
6
55
55
54,8
54,8
54,8
54,9
54,8
+5 V
J2
22PF
Downloader
4
3
2
1
60
60
59,9
59,8
59,8
59,8
59,8
8
65
65
65,1
65,2
65,1
65,1
65,1
9
70
70
70,2
70,2
70,2
70,1
70,2
10
75
75
75,4
75,4
75,4
75,4
75,4
11
80
80
80,9
80,9
80,9
80,9
80,9
PB0(XCK/T0)
PA0(ADC0)
PB1(T1)
PA1(ADC1)
PB2(INT2/AIN0) PA2(ADC2)
PB3(OC0/AIN1) PA3(ADC3)
PB4(SS)
PA4(ADC4)
PB5(MOSI)
PA5(ADC5)
PB6[MISO)
PA6(ADC6)
PB7[SCK)
PA7(ADC7)
RESET
AREF
VCC
AGND
GND
AVCC
XTAL2
PC7(TOSC2)
XTAL1
PC6(TOSC1)
PD0(RXD)
PC5
PD1(TXD)
PC4
PD2(INT0)
PC3
PD3(INT1)
PC2
PD4(OC1B)
PC1(SDA)
PD5(OC1A)
PC0(SCL)
PD6(ICP)
PD7(OC2)
ATMEGA32
SW2
1
7
+5 V
IC1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Self Test
2
40
39
38
37
36
35
34
33
32
31
30
29
28
27
26
25
24
23
22
21
+5 V
+5 V
Berat
J3
+5 V
10 K
1
2
10 K
R2
1K
Panjang
+5 V
power out
J11
POWER SUPPLY
J12
2
1
1
2
D1
LED
R4
220
6
Lingkar
Cara kerja modul ini, yaitu pada saat
alat dinyalakan (tombol power dalam
keadaan
ON)
maka
mikrokontroler
melakukan inisialisasi kemudian mendeteksi
nilai ADC2 dan mengkonversikannya ke
dalam satuan berat, dimana berat yang
terdeteksi adalah berat matras bayi.
Selanjutnya user melakukan penempatan
pasien
dan
mikrokontroler
kembali
melakukan
pembacaan
ADC2
dan
dikonversikan ke satuan berat. Untuk hasil
rata-rata nilai error yang diperoleh dari
pengukuran berat badan bayi adalah 1,47 %,
dengan nilai error terendah sebesar 0,6 %
pada pengukuran berat 10 dan 12 Kg, dan
nilai error tertinggi sebesar 3 % pada
pengukuran berat 2 Kg.
Pada modul lingkar kepala bayi, cara
kerjanya yaitu pada saat dinyalakan (tombol
power dalam keadaan ON) maka
mikrokontroler
melakukan
inisialisasi
kemudian mendeteksi nilai ADC0 (lingkar
kepala) setelah itu mengkonversikannya ke
dalam satuan panjang yaitu centimeter.
Selanjutnya user melakukan pengukuran
lingkar kepala bayi pasien kemudian
mikrokontroler
kembali
melakukan
pembacaan ADC0 dan dikonversikan ke
satuan panjang dan ditampilkan pada PC.
Untuk hasil keseluruhan parameter lingkar
kepala bayi didapatkan nilai rata-rata error
sebesar 0,42 %, dengan rincian nilai error
terendah pada pengukuran 35 cm sebesar
0,05 %, sementara nilai error tertinggi pada
pengukuran 50 cm sebesar 1,12 %.
Sementara pada modul panjang badan
bayi, cara kerjanya yaitu pada saat
dinyalakan (tombol power dalam keadaan
ON) maka mikrokontroler melakukan
inisialisasi kemudian mendeteksi nilai
ADC1 (panjang badan bayi) setelah itu
mengkonversikannya ke dalam satuan
panjang yaitu centimeter. Selanjutnya user
melakukan pengukuran panjang badan bayi
pasien kemudian mikrokontroler kembali
melakukan
pembacaan
ADC
dan
dikonversikan ke satuan panjang dan
ditampilkan pada display PC. Untuk hasil
keseluruhan parameter panjang badan bayi
didapatkan nilai rata-rata error sebesar 0,69
%, dengan rincian nilai error terendah pada
pengukuran
65 cm sebesar 0,18 %,
sementara nilai error tertinggi pada
pengukuran 35 cm sebesar 1,31 %.
Dalam pembuatan modul, penulis
menyadari
terdapat
beberapa
kelemahan/kekurangan modul, dan berharap
dapat diperbaiki dan dikembangkan agar
menjadi lebih baik. Kekurangan modul ini
antara lain:
1) Perbedaan pembacaan hasil alat dengan
pembanding
kurang
akurat
yang
disebabkan oleh kurang liniernya sensor
potensiometer dan desain mekaniknya
yang kurang bagus.
2) Desain alat yang kurang efisien karena
terlalu besar.
PENUTUP
Kesimpulan
Setelah dilakukan pengukuran
analisa data dapat disimpulkan bahwa
dan
1. Rangkaian minimum sistem Atmega32
dapat bekerja apabila mendapat tegangan
input 4.5 – 5 VDC dan dapat
mengkonversi data adc yaitu 0 – 1023
dan dikirim
menggunakan bluettoth
HC05 kemudian ditampilkan pada PC.
2. Rangkaian pembagian tegangan dengan
potensiometer yang dapat mengukur
panjang badan bayi dari 30 cm – 80 cm
dengan rata-rata % error hasil
pengukuran panjang sebesar 0,69 % hal
ini dikarenakan pembuatan mekanik
sensor yang kurang baik.
3. Rangkaian pembagian tegangan dengan
potensiometer yang dapat mengukur
lingkar kepala bayi dari 20 cm – 50 cm
dengan rata-rata % error hasil
pengukuran lingkar sebesar 0,42 % hal
ini dikarenakan pembuatan mekanik
sensor yang kurang baik.
4. Modul bluetooth HC05 sebagai Serial
Komunikasi antara Minimum System
sengan PC mampu mengirim data
7
konversi ADC ke PC kemudian diolah
menjadi data Float.
5. Program Delphi pada PC untuk
mengkonversi data adc yang telah
diterima yaitu 0 – 1023 menjadi data
lingkar 0 – 50 cm dan panjang 0 – 80 cm
kemudian hasilnya berupa tampilan
grafik dengan penyimpanan database dan
hasilnya dapat dicetak.
Secara umum dapat disimpulkan
bahwa ‘ALAT PENGUKUR BERAT
BADAN, PANJANG BADAN DAN
LINGKAR KEPALA BAYI DENGAN
TAMPILAN GRAFIK’ dapat digunakan.
[4]
[5]
Saran
Dalam perancangan modul ini masih
jauh dari sempurna karena berbagai faktor,
baik dari segi perencanaan bentuk fisik
ataupun kinerjanya. Adapun analisa
kekurangan dari alat yang penulis buat ini
adalah:
1. Mengurangi nilai error pada sensor
lingkar dan panjang bayi menggunakan
sensor yang lebih bagus atau perancangan
mekanik yang lebih bagus.
2. Membuat desain alat seefisien mungkin
yang tidak terlalu besar maupun tidak
terlalu kecil.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Atmel Corporation, (2016). Microchip
Atmel.
http://www.atmel.com/images/doc250
3.pdf
Diakses pada Kamis, 10 Nopember
2016 pukul 10.36 WIB
[2] Aulia
Riza
Afdillah,
(2014).
Hubungan Indeks Massa Tubuh
Dengan Lingkar Kepala Pada Anak
Usia Dini (6-8 Tahun) Pada Deutro
Melayu. Skripsi Fakultas Kedokteran
Gigi Universitas Sumatra Utara.
[3] I Dewa Made Oka Dwi Sutisna, 2015.
Monitoring BPM dan Suhu Tubuh
Interface Android Dilengkapi dengan
Telemedicine
(Parameter
BPM).
[6]
[8]
[9]
[10]
[11]
[12]
Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik
Elektromedik Politeknik Kesehatan
Kemenkes Surabaya
Indonesian Pediatric Society (IDAI),
(2015).
Kurva Pertumbuhan WHO.
http://www.idai.or.id/professionalresources/growth-chart/kurvapertumbuhan-who Diakses pada
Jumat, 14 Otober 2016 pukul 14.17
WIB
Iranto Aritonang, (2011). Model
Multilevel Pertumbuhan Anak Usia 024 Bulan Dan Variabel yang
Mempengaruhinya. Jurnal Penelitian
dan Evaluasi Pendidikan. Politeknik
Kesehatan Kemenkes Yogyakarta
Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia Direktorat Jendral Bina
Kesehatan Masyarakat , (2010).
Peraturan
Menteri
Kesehatan
Republik
Indonesia
Tentang
Penggunaan Kartu Menuju Sehat
(KMS) Bagi Balita. Jakarta
Mei Rianita E.Sinaga, (2011).
Perbandingan Berat Dan Panjang
Badan Bayi Usia 0-6 Bulan Yang
Diberi Air Asi Eksklusif Dan Diberi
MP-Asi di Puskesmas Medan Deli
Kecamatan Medan Deli. Skripsi
Fakultas Keperawatan Universitas
Sumatra Utara.
Muazar Habibi, (2015). Analisis
Kebutuhan Anak Usia Dini (Buku Ajar
S1 PAUD) Edisi 1 April 2015.
Yogyakarta
Nursalam,
(2005).
Asuhan
Keperawatan Bayi dan Anak untuk
Perawat dan Bidan.
Salemba Medika. Jakarta
Perry & Potter. (2005). Buku Ajar
Fundamental Keperawatan: konsep,
proses, dan praktik ed.4 vol.1, EGC.
Jakarta
Putra Wira Merdeka, (2015). Deteksi
Cairan
Infus
Habis
dengan
Monitoring ke Komputer. Laporan
Tugas
Akhir
Jurusan
Teknik
8
[13]
[14]
[15]
[16]
Elektromedik Politeknik Kesehatan
Kemenkes Surabaya
Splash Tronic. (2013). HC-05
Bluetooth To Serial Module +Level
Converter.
http://splashtronic.wordpress.com/tag/
hc-05/ Diakses pada Minggu, 2
Oktober 2016, pukul 12.01 WIB
Sumadi
Suryabrata.
(2011).
Metodologi Penelitian. Ed. 22,
Rajawali Pers. Jakarta
Trikueni Dermanto, (2014). Desain
Sistem Kontrol. http://trikueni-desainsistem.blogspot.co.id/2014/06/pengerti
an-fungsi potensiometer.html Diakses
pada Minggu 02 Oktober 2016 17:56
WIB
Wulan
Ambarwati,
(2014).
Perbandingan Pertumbuhan Bayi
yang Diberi Air Susu Ibu (ASI)
Ekslusif dengan Pengganti Air Susu
Ibu (PASI) di Kelurahan Kebon Jeruk
Jakarta. Skripsi Program Studi Ilmu
Keperawatan Universitas Islam Negeri
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
BIODATA PENULIS
Nama
: Retno Dyah Kinanthi
NIM
: P27838014005
TTL
: Ponorogo, 05 Juli 1995
Alamat
: Ds. Ngendut, Balong,
Ponorogo
Pendidikan
: SMAN 1 Ponorogo
9
Download