Addendum Addendum adalah ketentuan tambahan

advertisement
Addendum
Addendum adalah ketentuan tambahan dari suatu kontrak atau perjanjian.
Menurut Black’s law Dictionary, addendum merupakan “A thing that is added
or to be added; a list or section consisting of added material”. Dalam perjanjian,
selain addendum sering juga dipakai istilah amandemen. Addendum pada
umumnya berisi ketentuan yang merubah, memperbaiki, atau merinci lebih
lanjut
isi
dari
suatu perjanjian (sebagai
klausul
suplemen
dari
sebuah perjanjian induknya).
Biasanya addendum muncul karena adanya perubahan dari isi perjanjian,
atau karena adanya hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam
perjanjian pokoknya. Misalnya, kebutuhan untuk merinci lebih lanjut nilai
belanja proyek pada sebuah perjanjian pembangunan jalan tol. Terhadap halhal tersebut, para pihak dapat merundingkannya lebih lanjut dalam suatu
musyawarah, dan hasil kesepakatannya itulah yang dituangkan kedalam
addendum. Pembuatan addendum semacam ini lebih praktis ketimbang
membuat perjanjian baru yang dapat memakan waktu dan biaya tambahan.
Meskipun ketika membuat surat perjanjian tidak dimasukan klausul
mengenai addendum, hal tersebut tidak menyebabkan para pihak tidak dapat
membuat addendum di kemudian hari saat perjanjian tersebut dilaksanakan.
Para pihak, setiap waktu, masih dapat melakukan perubahan atau penambahan
isi perjanjian melalui addendum sepanjang para pihak menyepakatinya.
Secara fisik addendum terpisah dari perjanjian pokok, namun secara hukum
suatu addendum melekat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari
perjanjian utama. Berikut adalah contoh klausul mengenai addendum dalam
suatu perjanjian pokok:
Pasal 16
Addendum
Segala perubahan dan hal-hal lain yang belum diatur dan/atau belum cukup
diatur dalam perjanjian ini akan dimusyawarahkan lebih lanjut oleh PARA
PIHAK dan hasilnya akan dituangkan ke dalam suatu addendum yang
ditandatangani oleh PARA PIHAK yang merupakan satu kesatuan dan bagian
yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.
Download