PDF - Jurnal UNESA

advertisement
Analisis Energi Potensial Pegas Menjadi Energi Listrik Dengan Metode Electromagnetic
ANALISIS KONVERSI ENERGI POTENSIAL PEGAS MENJADI ENERGI LISTRIK DENGAN
METODE ELECTROMAGNETIC
Fery Irawan
S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
Email: [email protected]
Diah Wulandari, S.T., M.T.
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
Email : [email protected]
Abstrak
Penelitian ini membahas rancang bangun simulator vibration energy harvesting (VEH) dengan metode
electromagnetic, dimana sumber energi berasal dari gerak osilasi dari pegas. Pada simulator VEH tersebut, magnet
sebagai beban pada pegas bergerak naik turun secara periodik didalam kumparan solenoida yang terbuat dari lilitan
kawat tembaga. Pergerakan massa magnetik didalam kumparan solenoida tersebut dibantu oleh motor DC dengan
kecepatan yang bervariasi. Berdasar pada massa magnetik yang bergerak osilatif dengan frekuensi tertentu, energi
yang dapat di-harvest kemudian diukur dan dianalisa. Pada penelitian ini, diameter dan material kawat, jumlah
lilitan, panjang kumparan, jenis dan ukuran magnet dibuat konstan, sedangkan kecepatan motor penggerak
divariasikan yaitu: 300rpm, 350rpm dan 400rpm dan jumlah magnet divariaskan juga yaitu: 2 magnet, 4 magnet dan
6 magnet. Hasil dari penelitian yang dilakukan, tegangan dan kuat arus yang dihasilkan oleh simulator VEH untuk
variasi 2 magnet berturut-turut sesuai kecepatan putaran motor adalah: 6,62v, 1,27mA; 7,36v, 1,67mA; dan 8,58v,
2,18mA. Sedangkan tegangan dan kuat arus yang dihasilkan oleh simulator VEH untuk variasi 4 magnet berturutturut sesuai kecepatan putaran motor adalah: 9,16v, 1,91mA; 10,84v, 2,42mA dan 12,82v, 2,83mA. Dan yang
terakhir tegangan dan kuat arus yang dihasilkan oleh simulator VEH untuk variasi 6 magnet berturut-turut sesuai
kecepatan putaran motor adalah: 13,50v, 3,13mA; 14,66v, 3,87mA dan 16,62v, 4,77mA.
Kata kunci : pemanen energi getaran,, metode ekektromagnetik, gerak osilasi pegas
Abstract
This study discusses the design of the simulator vibration energy harvesting (VEH) with electromagnetic method,
where the energy source is derived from the oscillatory motion of the spring. In the VEH simulator, magnet as the
load on the spring moves up and down periodically within the solenoid coil made of copper wire windings.
Magnetic mass movement within the solenoid coil is assisted by a DC motor with variable speed.Based on the
magnetic mass moving osilatif with a certain frequency, the energy-harvest can then be measured and analyzed. In
this study, the diameter and material of wire, number of turns, the length of the coil, the type and size of the magnet
is made constant, while the speed of the motor to vary, namely: 300rpm, 350rpm and 400rpm and the number of
magnet divariaskan also namely: two magnets, 4 magnet and 6 magnets.The results of the research conducted, the
voltage and strong currents generated by the simulator VEH for variation 2 consecutive magnet corresponding
motor rotation speed is: 6,62v, 1,27mA; 7,36v, 1,67mA; and 8,58v, 2,18mA. While the voltage and strong currents
generated by the simulator VEH to variations fourth consecutive magnet corresponding motor rotation speed is:
9,16v, 1,91mA; 10,84v, 2,42mA and 12,82v, 2,83mA. And the last voltage and strong currents generated by the
simulator VEH for 6 magnetic variation row with the speed of motor rotation is: 13,50v, 3,13mA; 14,66v, 3,87mA
and 16,62v, 4,77mA.
Keywords: vibration energy harvesting, electromagnetic method, oscillatory motion spring
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi yang semakin maju,
manusia akan menggunakan dan memanfaatkan
teknologi untuk memudahkan kehidupannya.
Pemanfaatan
teknologi
ini
mengakibatkan
meningkatnya penggunaan sumber energi, baik itu
energi listrik maupun bahan bakar. Apalagi sumber
energi saat ini, hampir seluruhnya berasal dari
penggunaan bahan bakar fosil yang dapat
menyebabkan menipisnya bahan bakar fosil tersebut.
Untuk itulah diperlukan sumber energi alternatif yang
ramah lingkungan untuk menggantikan penggunaan
bahan bakar fosil sebagai pembangkit tenaga listrik.
509
JTM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016, Hal 509-515
Salah satunya adalah dengan memanen energi
(harvesting energy).
Harvesting energy adalah proses menyerap
energi yang berasal dari sumber eksternal (energi
surya, energi panas, energi angin, energi potensial,
energi kinetik, dan getaran), lalu mengonversi energi
tersebut menjadi energi listrik. Getaran merupakan
sumber eksternal yang sering dijumpai karena pada
umumnya benda yang bergerak atau peralatan yang
beroperasi akan menimbulkan getaran. Sementara itu,
selama ini ditengarai bahwa getaran atau gerak
merupakan salah satu sumber energi yang sebagian
besar tidak termanfaatkan dan hilang begitu saja di
sekitar kita sehingga muncul ide untuk me-harvest
energi dari getaran yang terjadi. Dalam memanen
energi getaran terdapat 3 metode, diantaranya metode
piezoelektrik, metode elektrostatik dan metode
elektromagnetik. Pemanen energi getaran dengan
menggunakan metode elektromagnetik merupakan
pemanen energi getaran dengan memanfaatkan
induksi elektromagnetik.
Dengan latar belakang sebagaimana dipaparkan,
maka dilakukan penelitian tentang rancang bangun
alat pemanen energi getaran menggunakan metode
elektromagnetik dengan memanfaatkan energi
potensial pegas. Penelitian ini akan dititik beratkan
pada variasi putaran motor penggerak dan variasi
jumlah magnet dengan tujuan untuk mengetahui
pengaruh putaran motor penggerak dan jumlah
magnet terhadap voltase yang akan panen.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan
diatas, maka diperoleh rumusan masalah sebagai
berikut :
 Bagaimana merencanakan dan membuat
simulator pemanen energi getaran dari gerak
osilasi
pegas
menggunakan
metode
elektromagnetik?
 Bagaimana hasil pengukuran tegangan dan kuat
arus yang dihasilkan dari simulator pemanen
energi getaran menggunakan avometer?
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan, antara
lain:
 Merencanakan
dan
membuat
simulator
pemanen energi getaran dari gerak osilasi pegas
menggunakan metode elektromagnetik.

TINJAUAN PUSTAKA
ENERGI GETARAN
Dalam memanen energi getaran ini ada beberapa
metode yang telah dilakukan oleh beberapa ahli
dalam melakukan penelitian, diantaranya:
 Metode Piezoelektrik adalah metode yang
memanfaatkan perubahan regangan yang terjadi
pada material piezoelektrik untuk dirubah
menjadi energi listrik.
 Metode elektrostatik adalah gerakan bagian dari
transducer yang bergerak melawan arah medan
listrik, sehingga menimbulkan energi.
 Metode elektromagnetik adalah pemanen energi
getaran
dengan
memanfaatkan
induksi
elektromagnetik
GAYA PEGAS
Jika suatu partikel dalam gerak periodik bergerak
bolak-balik melalui lintasan yang sama disebut gerak
osilasi. Dan jika sebuah sistem fisis berisolasi
dibawah pengaruh gaya dirumuskan:
F = -kx
Dimana: F = gaya-pemulih (N)
k = konstanta-gaya (Nm-1)
x = simpangan (m)
ENERGI POTENSIAL PEGAS
Energi potensial pegas diartikan sebagai energi yang
tersimpan di dalam pegas karena sifat elastis pegas.
Energi potensial pegas dirumuskan :
Ep = ½ k Δx2
Dimana :Ep = energi potensial pegas (J)
k = konstanta pegas (Nm-1)
Δx = pertambahan panjang pegas (m)
INDUKSI ELEKTROMAGNETIK
Hukum Faraday

Jika sebuah penghantar memotong garis-garis
gaya dari suatu medan magnetik (fluks) yang
konstan, maka pada penghantar tersebut akan
timbul tegangan induksi.

Perubahan fluks medan magnetik didalam suatu
rangkaian bahan penghantar, akan menimbulkan
tegangan induksi pada rangkaian tersebut.
Persamaan Ggl induksi (Eind) yang memenuhi hukum
Faraday adalah sebagai berikut:
∆∅
εind = -N .
∆𝑡
Dimana: N = Jumlah lilitan
Menganalisa hasil pengukuran tegangan dan
kuat arus yang dihasilkan dari simulator
pemanen
energi
getaran
menggunakan
avometer.
510
Analisis Energi Potensial Pegas Menjadi Energi Listrik Dengan Metode Electromagnetic
∆∅
Laboratorium Teknik Mesin Unesa untuk pembuatan
dan perakitan alat.
= Laju perubahan fluks magnetik (wb/s)
∆𝑡
Fluks Magnetik adalah kerapatan garis-garis gaya
dalam medan magnet. Persamaan fluks magnetik ( ∅)
adalah:
VARIABEL PENELITIAN
Variabel bebas adalah variasi kecepatan putaran
dinamo penggerak 300 rpm, 350 rpm, dan 400 rpm
dan variasi jumlah magnet yaitu 2, 4 dan 6 magnet.
Variabel terikat adalah kuat medan magnet (B) dan
frekensi (f) yang ditimbulkan oleh gerak osilasi
beban magnetik terhadap kumparan. Variabel kontrol
adalah :
 Magnet dengan ukuran d20x15 mm.
 Kuat medan magnet +- 11.500 gauss.
 Diameter kawat 0,1 mm.
 Kumparan selenoida dengan 2000 lilitan kawat.
 Kumparan selenoida dengan panjang 15 mm
dan diameter 23 mm
∅ = B.A Cos 𝜃
Dimana: B = Medan Magnet (Tesla)
A = Luas penampang (m)
𝜃 = Sudut antara medan magnet dengan
arah bidang normal
∅ = Fluks magnetik (Wb)
KUAT ARUS
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang
disebabkan dari pergerakan elektron-elektron yang
mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap
satuan waktu sehingga dirumuskan:
𝑄
I=
SKEMA DAN SPESIFIKASI
𝑡
Dimana: I = arus listrik (A)
Q = muatan listrik (C)
t = waktu (s)
ENERGI DAN DAYA LISTRIK
Besar energi yang diperlukan untuk memindahkan
muatan dinyatakan dengan persamaan :
W = V I∆t
Keterangan :
W = energi (Joule)
I = arus listrik dari sumber (Ampere)
∆t = waktu (Sekon)
V = beda potensial listrik (Volt)
Daya listrik didefinisikan sebagai energi listrik yang
digunakan oleh suatu alat setiap satuan waktu dan
dirumuskan:
P = W/∆t
Dimana : P = Daya listrik (watt)
W = Energi (joule)
∆t = waktu (sekon)
Gambar 1. Skema Rancangan
Perancangan simulator VEH yang akan dibuat
memiliki 2 buah kumparan solenoida yang digulung
secara manual pada pipa dimana masing-masing
kumparan berdiameter dalam 23mm dan panjang
30mm. Kumparan solenoida dibuat dari lilitan kawat
tembaga supreme dengan diameter kawat 0,1mm
dengan jumlah lilitan 2000lilitan. Magnet sebagai
beban akan digantungkan didalam pipa. Pegas
sebagai konektor antara magnet dan tuas penggerak
yang nantinya akan menggerakkan pegas dan magnet
naik turun secara harmonik dan periodik didalam
masing-masing kumparan. Amplitudo gerak magnet
didalam masing-masing kumparan adalah 20mm.
Magnet yang digunakan sebagai beban adalah
magnet silinder dengan diameter 20mm dan panjang
15mm. Sedangkan pegas yang digunakan berasal dari
neraca pegas berskala 10N dengan panjang 20mm.
Diameter kumparan solenoida dibuat 23mm
bertujuan agar beban magnet berdiameter 20mm
dapat dimasukkan kedalam kumparan saat pengujian
dan mengurangi gesekan antara beban magnetik dan
pipa kumparan.
METODE
Proses pembuatan dan perakitan rancang bangun
simulator VEH ini dimulai pada tahun ajaran
2016/2017 sedangkan tempat pembuatan dan
perakitan
dilaksanakan pada dua tempat yaitu
dirumah penulis untuk pembuatan rangkaian
elektronika dan pembuatan desain dan di
511
JTM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016, Hal 509-515
Untuk menggerakkan simolator VEH digunakan
dinamo DC servo dari mesin fotocopy. Dinamo ini
memiliki torsi 20Kg.cm dan rpm 500-700rpm.
Alasan menggunakan dinamo ini karena torsinya
yang besar sehingga mampu menggerakan seluruh
beban magnet yang jumlahnya 6 buah dan
kecepatannya cukup untuk melakukan pengujian
pada rpm 300, 350 dan 400. Sedangkan untuk
mengontol kecepatan dinamo pada masing-masing
rpm digunakan dimmer DC.
Bahan

Dinamo DC
Dinamo penggerak yang digunakan untuk
menggerakkan tuas adalah dinamo Servo 500700rpm, torsi 20Kg.cm.

Pegas
Pegas yang digunakan pada simulator VEH
adalah pegas yang diambil dari Neraca Pegas
berskala 10N dengan panjang pegas 20mm.

Magnet
Magnet yang digunakan sebagai beban pada
pegas adalah jenis magnet Neodymium Cylinder
d20x15 mm, grade N35 +-11.500 gauss, coating
NiCuNi, max suhu 800C.

Kawat tembaga
Jenis kawat yang digunakan untuk pembuatan
kumparan solenoida adalah jenis kawat tembaga
supreme dengan diameter kawat 0,1mm.

Kumparan solenoida
Kumparan solenida dibuat dari 2000 lilitan
kawat tembaga dan memiliki diameter dalam
adalah 23 mm serta panjang 30mm.

Dimmer DC
Dimmer DC 12-24V.8A digunakan untuk
mengontrol variasi kecepatan yang akan diuji
dan dianalisa.

Lampu LED
Lampu LED 12V digunakan sebagai beban saat
pengambilan data Kuat Arus.

Charger Accu
Charger Accu digunakan sebagai sumber energi
untuk
menggerakkan
simulator
VEH.
Spesifikasi dari Charger Accu merk EHCT
memiliki tegangan maksimal 13,8 Volt dan
Kuat Arus maksimal 5 Ampere.
MEKANISME MESIN
Dinamo DC (4) yang dihubungkan pada tuas
pendorong (5) akan menggerakkan tuas utama (6)
yang selanjutnya akan membuat pegas (1) bergerak
harmonis naik turun sehingga beban yang berupa
magnet (2) akan keluar masuk didalam kumparan
solenoida. Akibat massa magnetik yang bergerak
keluar masuk di dalam kumparan solenoida,
kumparan akan mengalirkan arus listrik. Gerak
osilasi dari pegas tersebut merupakan simulasi
getaran yang akan di-harvest energinya yang
selanjutnya arus listrik yang dihasilkan akan
disimpan didalam battery. Dalam hal ini, energi
listrik yang dihasilkan merupakan perwujudan dari
konversi energi potensial pegas.
Gambar 2. Desain Rancang Bangun
Keteangan :
1. Pegas
2. Beban magnetik
3. Kumparan selenoida
4. Dinamo DC
5. Tuas pendorong
6. Tuas utama
Instrumen

Avometer Digital UX 837 TR Heles digunakan
untuk mengukur tegangan dan kuat arus listrik.
Avometer tersebut memiliki features: DC
Voltage 200mV, 2,20,200,600V, AC Voltage
200-600V, DC Current 200µA, 2,20,200mA,
10A, 0,7% best accuracy.

Tachometer Digital Digilife DT2234 digunakan
untuk mengukur besarnya putaran poros motor.
Tachometer tersebut memiliki spesifikasi: Test
Range 2,5 to 99,999RPM, Resolution:
0,1RPM(2,5 to 999,9RPM), 1RPM (over
1,000RPM),
Accuracy:
+(0,05%=1Digit),
ALAT, BAHAN DAN INSTRUMEN
Alat
Adapun beberapa alat yang digunakan dalam
pembuatan rancang bangun antara lain :

Toolbox

Mesin Gerinda

Mesin Bor

Gergaji besi
512
Analisis Energi Potensial Pegas Menjadi Energi Listrik Dengan Metode Electromagnetic
 Melakukan pengukuran tegangan dan kuat arus
yang dihasilkan pada setiap variasi kecepatan
kemudian mencatat hasil data yang diperoleh.
 Pengukuran tegangan dan kuat arus dilakukan
sebanyak 5 kali.
 Pengukuran ulang pegas apabila terjadi
pertambahan panjang pegas dari panjang semula
maka pegas akan diganti dengan yang baru.
Detecting Distance: 50 to 200MM=210Inch(LED), 50-500MM=2-20Inch(Laser)
HASIL DAN PEMBAHASAN
PENGUJIAN
Proses pengujian ini dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut:
 Menyiapkan
simulator
vibration
energy
harvesting.
PENGAMBILAN DATA
Tegangan yang dihasilkan (Volt)
19
17









15
Gambar 3. Simulator vibration energy
harvesting
Menyiapkan alat ukur avometer dan tachometer,
charger accu sebagai sumber tegangan DC dan
magnet sebanyak 6 buah.
Melakukan percobaan pertama dengan 2 magnet,
dengan cara memasang 1 buah magnet didalam
masing-masing kumparan solenida pada simulator
vibration energy harvesting.
Menyalakan
simulator
vibration
energy
harvesting dan menyeting putaran motor DC pada
putaran 300rpm, 350rpm, 400rpm.
Melakukan pengukuran tegangan dan kuat arus
yang dihasilkan pada setiap variasi kecepatan
kemudian mencatat hasil data yang diperoleh.
Melakukan percobaan kedua dengan 4 magnet,
dengan cara memasang 2 buah magnet didalam
masing-masing kumparan solenida pada simulator
vibration energy harvesting.
Menyalakan
simulator
vibration
energy
harvesting dan menyeting putaran motor DC pada
putaran 300rpm, 350rpm, 400rpm.
Melakukan pengukuran tegangan dan kuat arus
yang dihasilkan pada setiap variasi kecepatan
kemudian mencatat hasil data yang diperoleh.
Melakukan percobaan ketiga dengan 6 magnet,
dengan cara memasang 3 buah magnet didalam
masing-masing kumparan solenida pada simulator
vibration energy harvesting.
Menyalakan
simulator
vibration
energy
harvesting dan menyeting putaran motor DC pada
putaran 300rpm, 350rpm, 400rpm.
13
11
9
7
5
2
300rpm
4
350rpm
6
400rpm
Gambar 4. Hubungan antara jumlah magnet dengan
tegangan yang dihasilkan
Kuat Arus yang dihasilkan (mA)
5
4
3
2
1
0
2
300rpm
4
350rpm
6
400rpm
Gambar 5. Hubungan antara jumlah magnet dengan
kuat arus yang dihasilkan
PEMBAHASAN
Dari data pengukuran pada gambar 4 dan gambar 5,
grafik menunjukkan adanya hubungan antara jumlah
magnet yang bergerak didalam kumparan solenoida
dengan kecepatan putaran simulator VEH terhadap
tegangan dan kuat arus yang dihasilkan. Semakin
banyak jumlah magnet yang digunakan maka kuat
medan magnetnya akan semakin besar sehingga
513
JTM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016, Hal 509-515
 Pembuatan simolator pemanen energi getaran dari
gerak osilasi pegas menggunakan metode
elektromagnetik memerlukan perhitungan yang
tepat pada frekuensi gerak magnet, kuat medan
magnet, jumlah lilitan, panjang solenoida dan
diameter kawat agar menghasilkan tegangan dan
kuat arus yang maksimal.
 Semakin besar putaran motor penggerak maka
tegangan dan kuat arus yang dihasikan akan
semakin besar pula. Hal ini dikarenakan frekuensi
gerak magnet didalam kumparan solenoida akan
semakin banyak sehingga mempengaruhi
besarnya tegangan dan kuat arus yang dhasilkan ,
begitu juga jika jumlah magnet diperbanyak maka
kuat medan magnetnya akan semakin bertambah
sehingga mempengaruhi besarnya tegangan dan
kuat arus yang dihasilkan. Tegangan dan kuat
arus terbesar yang diperoleh dalam penelitian ini
adalah pada kecepatan maksimal 400rpm dengan
jumlah magnet yang maksimal pula sebanyak 6
buah, yaitu 16,62volt dan 4,77mA.
tegangan dan kuat arus yang dihasilkan semakin
besar pula, begitu juga jika kecepatan putaran
semakin besar maka frekuensi gerak magnet didalam
kumparan solenoida akan semakin banyak sehingga
tegangan dan kuat arus yang dihasilkannya semakin
besar pula.
Gambar 4 menunjukkan hubungan jumlah magnet
terhadap tegangan yang dihasilkan pada kecepatan
300pm, 350rpm dan 400 rpm. Pada kecepatan
300rpm, data menunjukkan tegangan yang dihasilkan
oleh 2 magnet, 4 magnet dan 6 magnet berturut-turut
adalah 6,62v, 9,16v dan 13,50v. Pada kecepatan
350rpm, data menunjukkan tegangan yang dihasilkan
oleh 2 magnet, 4 magnet dan 6 magnet berturut-turut
adalah 7,36v, 10,84v dan 14,66v. Dan pada
kecepatan 400rpm, data menunjukkan tegangan yang
dihasilkan oleh 2 magnet, 4 magnet dan 6 magnet
berturut-turut adalah 8,58v, 12,83v dan 16,62v.
Gambar 5 menunjukkan hubungan jumlah magnet
terhadap kuat arus yang dihasilkan pada kecepatan
300pm, 350rpm dan 400 rpm. Pada kecepatan
300rpm, data menunjukkan kuat arus
yang
dihasilkan oleh 2 magnet, 4 magnet dan 6 magnet
berturut-turut adalah 1,27mA, 1,91mA dan 3,13mA.
Pada kecepatan 350rpm, data menunjukkan kuat arus
yang dihasilkan oleh 2 magnet, 4 magnet dan 6
magnet berturut-turut adalah 1,67mA, 2,42mA dan
3,87mA. Dan pada kecepatan 400rpm, data
menunjukkan kuat arus yang dihasilkan oleh 2
magnet, 4 magnet dan 6 magnet berturut-turut adalah
2,18mA, 2,83mAv dan 4,77mA.
Disini kuat arus yang dihasilkan relatif kecil
dikarenakan kumparan solenoida yang panjang
(30mm) mengakibatkan medan magnet tidak
maksimal dalam memotong fluks magnetik, dan juga
luas penampang kawat tembaga yang kecil (7,85.10 3
mm2) mengakibatkan hambatan menjadi besar
sehingga kuat arus yang dihasilkan kecil.
Untuk memperkecil hambatan maka, maka dapat
dilakukan penggantian pada jenis dan diameter kawat
tembaga yang digunakan pada solenoida. Semakin
besar diameter kawat tembaga maka hambatannya
akan semakin kecil karena luas penampang kawat
nilainya berbanding terbalik dengan hambatan yang
ditimbulkan sehingga kuat arus menjadi lebih besar.
SARAN
Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan
diatas, dapat dikemukakan beberapa saran sebagai
berikut :
 Perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai
vibration energy harvesting dengan variabel lain,
antara lain frekuensi gerak magnet, kuat medan
magnet, jumlah lilitan, panjang solenoida dan
diameter kawat agar dapat mencapai tegangan
dan kuat arus yang maksimal.
 Perlu dilakukan pemanfaatan vibration energy
harvesting
pada
kondisi
nyata
seperti
pemanfaatan vibration energy harvesting pada
shockbeker kendaraan.
 Untuk memperbesar nilai kuat arus maka perlu
dilakukan penelitian lebih lanjut pada jenis dan
ukuran diameter kawat tembaga pada solenoida.
Apabila diameter kawat tembaga diperbesar maka
kuat arus yang dihasilkan akan bertambah besar.
DAFTAR PUSTAKA
BK, Tungga. 2011. Dasar-Dasar Getaran Mekanis.
Yogyakarta: ANDI
Foster, Bob. 1999. Terpadu Fisika SMU Jilid 2A.
Jakarta: Elangga.
KESIMPULAN
Dari tahap perancangan dan percobaan, maka
diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut :
514
Analisis Energi Potensial Pegas Menjadi Energi Listrik Dengan Metode Electromagnetic
Hayt
H,
William & Buck, A.John. 2006.
Elektromagnetika Edisi Ketujuh. Jakarta:
Erlangga
Kanginan, Marthen. 1999. Fisika 2000 Jilid 1B.
Jakarta: Erlangga.
Kanginan, Marthen. 1999. Fisika 2000 Jilid 2B.
Jakarta: Erlangga.
Marsudi, Djiteng. 2006. Operasi Sistem Tenaga
Listrik. Yogyakarta: Graha Ilmu
Mismail, Budiono. 1995. Rangkaian Listrik.
Bandung: ITB.
Pudjasarna, Ir. Astu & Nursuhud, Ir. Djati. 2006.
Mesin Konvrsi Energi. Yogyakarta: ANDI
Rao Narayana, Nannapeni. 2001. Elemen-Elemen
Elektromagnetika
Teknik.
Jakarta:
Erlangga.
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kualitatif,
Kuantitatif dan R&D. Bandung : Penerbit
Kanisius
Sulasno. 2009. Teknik Konversi Energi Listrik dan
Sistem Pengaturan. Yogyakarta: Graha
Ilmu.
Tipler. 1991. Fisika untuk Sains dan Tekhnik jilid 2
edisi ke-3. Jakarta : Erlangga
Wiyanto. 2008. Elektromagnetika. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
515
Download