Konsentrasi Belajar anak

advertisement
Konsentrasi Belajar anak
Written by Br. Tarcisius, BM
Saturday, 03 March 2012 03:44 -
TINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK
Konsentrasi adalah bagaimana anak fokus dalam mengerjakan atau melakukan sesuatu
sehingga pekerjaan itu mampu dikerjakan dalam waktu tertentu. Kemampuan anak
berkonsentrasi berbeda-beda sesuai dengan usianya. Rentang perhatian anak dalam
menerima informasi melalui aktivitas apapun juga berbeda.
Rentang perhatian pada anak pra-sekolah sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya
kurang menariknya materi, faktor lingkungan yang ramai, kesulitan anak untuk mengerjakan,
dll. Untuk anak-anak memang sangat dibutuhkan kemampuan yang aktif untuk menyampaikan
materi dan disesuaikan dengan perkembangan motoriknya.
Sedangkan yang dimaksud dengan kesulitan konsentrasi adalah bila tidak fokus dalam
memperhatikan suatu hal atau perhatiannya terpecah dan mudah beralih. Jadi, untuk suatu
pekerjaan, dia tidak bias menuntaskannya. Sedikit-sedikit, perhatiannya sudah berubah dan itu
terjadi pada semua hal. Akan tetapi kesimpulan bahwa seorang anak sulit konsentrasi, baru
bisa didapat setelah dibandingkan dengan anak normal umumnya.
Kondisi Wajar
Dengan keadaan anak yang sulit berkonsentrasi, orang tua hendaknya tidak bisa secara
langsung menyimpulkan anaknya mengalami gangguan konsentrasi. Jika anak usia batita
tampak tidak bisa diam, seolah-olah hiperaktif, mungkin sebenarnya normal. Karena memang
kondisi anak-anak usia batita yang biasanya tidak bisa diam. Masalahnya, ia memang sedang
berada dalam fase eksplorasi, ingin mencoba semuan benda untuk dipegang, diremas, digigit,
1/7
Konsentrasi Belajar anak
Written by Br. Tarcisius, BM
Saturday, 03 March 2012 03:44 -
dilempar dan diambil kembali, dan berlari ke sana kemari untuk menjelajah. Di usia ini
kemampuan batita untuk mempertahankan atensi memang relatif pendek.
Kalau memang si anak tidak mengalami kelainan misalnya hiperaktif, kalau disuruh diam
anak, anak juga bisa diam. Anak yang hiperaktif malah sama sekali tidak bisa konsentrasi pada
semua hal. Berbda dengan anak normal yang mungkin hanya pada hal-hal tertentu saja ia tidak
bisa diam atau dalam keadaan bosan.
Baru di usia sekitar 4-5 tahun anak mulai mampu berkonsentrasi dan menyelesaikan suatu
tugas sampai selesai. Jika anak bisa konsentrasi 5 menit saja, secara umum dapat dikatakan
konsentrasinya cukup baik, bila lebih dari 5 menit, berarti si anak memang lebih dibanding
rata-rata anak umumnya. Perlu diwaspadai jika si kecil berumur 5 tahun memegang sesuatu
lalu sesaat kemudian sudah dilempar (benda apa saja), berarti ada sesuatu dengan diri si anak.
Faktor Penyebab
Sulit berkonsentrasi, terlebih dahulu harus dilihat apa penyebab anak sulit berkonsentrasi?
Banyak para orang tua yang bingung dan khawatir mengenai anaknya yang sulit berkonsentrasi
atau anaknya termasuk hiperaktif. Ada tiga hal yang menyebabkan terjadinya kesulitan
berkonsentrasi, yaitu:
1.Faktor eksternal, ada dua hal yang bisa mempengaruhi, antara lain:
a.Lingkungan
Untuk faktor lingkungan, misalnya, anak diberi tugas menggambar. Pada saat yang
bersamaan, ia mendengar suara ramai dan itu lebih menarik perhatiannya sehingga tugasnya
pun diabaikan. Berarti lingkungan mempengaruhi konsentrasinya.
b.Pola pengasuhan yang permissive yaitu pengasuhan yang sifatnya menerima atau
2/7
Konsentrasi Belajar anak
Written by Br. Tarcisius, BM
Saturday, 03 March 2012 03:44 -
membolehkan apa saja yang anak lakukan. Sehingga anak kurang dilatih untuk menyelesaikan
suatu tugas sampai selesai dan jika ia mengalami kesulitan orang tua bisa membantunya
sehingga ia mampu menyelesaikannya tidak dibiarkan saja anak beralih melakukan sesuatu
yang lain.
c.Faktor psikologis
Faktor psikologia anak juga bisa mempengaruhi konsentrasi anak. Anak yang mengalami
tekanan, ketika mengerjakan sesuatu ia bisa menjadi tidak konsentrasi sehingga tidak fokus
dalam menyelesaikan pekerjaannya. Contoh yang berbeda, misalnya “suasana di sekolah yang
berbeda dengan suasana di rumah. Anak kaget, karena mempunyai teman yang lebih berani,
sehingga ketakutan dan kekhawatiran si anak membuatnya sulit untuk konsentrasi. Akibatnya,
konsentrasi di kelas untuk menerima pelajaran menjadi berkurang. Jadi, karena faktor
psikologis anak yang disebabkan karena kurangnya kemampuan bersosialisasi bisa membuat
anak menjadi kurang berkonsentrasi di sekolah.
2.Faktor internal
Berkenaan dengan faktor internal adalah faktor dari dalam dirinya sendiri antara lain karena
adanya gangguan perkembangan otak dan hormon yang dihasilkan lebih banyak sehingga
anak cenderung menjadi hiperaktif. Jika anak lamban/lambat disebabkan karena hormone yang
dihasilkan oleh neurotransmitter-nya kurang. Sehingga bisa mengakibatkan lambannya
konsentrasi.
Konsentrasi atau perhatian biasanya berada di otak daerah frontal (depan) dan parientalis
(samping). Gangguan di daerah ini bisa menyebabkan kurang atensi atau perhatian. Jadi,
karena sistem di otak dalam memformulasikan fungsi-fungsi aktivitas, seperti penglihatan,
pendengaran, motorik, dan lainnya, di seluruh jaringan otak itu terganggu, maka anak tidak
dapat berkonsentrasi karena input yang masuk ke otak terganggu. Akibatnya, stimulasinya pun
tidak bagus, Gangguan ini bukan merupakan bawaan melainkan bisa didapat misalnya karena
terkena infeksi otak.
Karena itulah penyebab sulitnya berkonsentrasi harus dicari terlebih dahulu apakah karena
faktor eksternal atau internal. Apabila penyebabnya karena faktor lingkungan, orang tua dapat
membantu anak untuk meminimalkan lingkungan sedemikian rupa agar anak bisa fokus atau
memusatkan perhatiannya. Biasanya kalau sudah memasuki usia sekolah, di mana rentang
3/7
Konsentrasi Belajar anak
Written by Br. Tarcisius, BM
Saturday, 03 March 2012 03:44 -
konsentrasi-nya sudah lebih panjang, anak tidak terlalu bermasalah kecuali jika anak memang
mempunyai kelainan. Sedangkan untuk anak yang mengalami gangguan konsentrasi yang
lebih disebabkan karena faktor dari dalam dirinya seperti hiperaktif, terapi yang diberikan
adalah secara medik/obat dan terapi perilaku. Umumnya kalau sudah diberi obat, hiperaktifnya
berkurang. Sedangkan untuk konsentrasi lambat diterapi untuk meningkatkan konsentrasinya.
Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi anak sulit
berkonsentrasi :
1.Mencari tahu penyebab kesulitan anak berkonsentrasi.
Dari beberapa faktor penyebab kesulitan konsentrasi yang telah dibahas diatas, langkah
selanjutnya adalah menganalisa penyebab kesulitan anak. Misalnya: ketika mengikuti lomba
mewarnai, anak sibuk melihat pekerjaan teman sehingga ia tidak mengerjakan gambarnya. Hal
ini bisa disebabkan karena kesempatan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya kurang,
sehingga ketika ia berada di luar rumah ia begitu senangnya sehingga ia lupa dengan
tugasnya. Bisa juga anak kurang tertarik dengan mewarnai karena merasa bosan dengan
aktivitas yang menuntutnya untuk duduk diam. Setelah itu, barulah mencari solusi dan strategi
yang tepat agar anak bersedia bekerja sama menyelesaikan tugasnya.
2.Mencari strategi yang sesuai dengan anak.
Dalam mencari strategi yang tepat untuk mengatasi perilaku anak yang sulit, bisa
didiskusikan bersama dengan anak, untuk membuat aturan bersama-sama. Dalam membuat
peraturan dan batasan waktu pengerjaan sesuaikan dengan kemampuan anak. Memasuki usia
4-5 tahun anak sudah mulai paham dan bisa diajak kerja sama. Misalnya: ketika ia mengikuti
lomba mewarnai anak harus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu. Jika ia cepat
menyelesaikan tugasnya ia akan diajak berjalan-jalan dan bermain di mall. Jika anak terlalu
lama maka ia tidak jadi diajak-jalan. Dengan begitu, harapannya anak lebih berkonsentrasi
untuk menyelesaikan tugasnya.
Orang tua bisa menentukan target dan waktu pencapaian sesuai dengan kemampuan anak.
Begitu juga dalam penerapannya orang tua bisa dengan menggunakan pemberian hadiah,
pujian atau pemberian yang ia suka sehingga anak termemotivasi untuk menyelesaikan apa
yang sedang ia lakukan. Anak-anak memang senang denga hadiah namun hati-hati dalam
4/7
Konsentrasi Belajar anak
Written by Br. Tarcisius, BM
Saturday, 03 March 2012 03:44 -
pemberiannya agar tidak terlalu berlebihan. Dalam pemberian hadiah, selalu ada usaha yang
dilakukan. Misalnya dengan system stiker, ketika anak bisa menyelesaikan suatu pekerjaan
yang kita tugaskan ia kita beri stiker, kemudiasetelah stiker terkumpul 5 barulah diberi hadiah.
Namun sebelumnya hadiah yang diberikanpun rundingkanlah terlebih dahulu dan sesuaikan
dengan kemampuan.
3.Melakukan aktivitas yang dapat melatih konsentrasi anak
· Sebelum bersekolah, sebaiknya orang tua mulai melatih anak berkonsentrasi mulai
dengan memberikan tugas yang sederhana sampai tugas yang tingkat kesulitannya lebih tinggi.
Latihlah anak untuk mampu konsentrasi dalam situasi yang berbeda-beda, mulai dari belajar
sambil ditemani, belajar sendiri sampai belajar konsentrasi bersama teman-temannya.
Sehingga ketika anak bersekolah mampu mengikuti penjelasan dari gurunya.
· Manfaatkan tingginya rasa ingin tahu anak, dengan memperkenalkan beragam aktivitas
meski rentang konsentrasinya masih pendek. Gunanya, selain memperkaya pengetahuan, juga
mempertahankan daya konsentrasi anak. Sebisa mungkin orang tua kreatif memberikan variasi
kegiatan agar anak tidak bosan. Terus evaluasi rentang waktu konsentrasi anak. Pendeknya
rentan waktu konsentrasi anak bisa juga disebabkan karena kurangnya latihan atau stimulasi
melakukan suatu tugas.
· Melalui aktivitas bermain, berolah raga dan seni juga bisa melatih konsentrasi anak.
Aktivitas bermain
Dalam permainan biasanya ada instruksi yang diberikan. Dengan demikian secara tidak
langsung melatih anak untuk mengikuti instruksi dan mampu melakukannya dengan tepat dan
cepat.
1.
Menjumput (menggunakan jempol dan telunjuk) butiran kacang merah, jagung kedelai
sambil menghitung jumlahnya, selain melatih konsentrasi juga melatih motorik halus anak. Atau
jika bosan bisa dengan menempelkannya di sebuah tempat (tempayan) dengan digambar pola
5/7
Konsentrasi Belajar anak
Written by Br. Tarcisius, BM
Saturday, 03 March 2012 03:44 -
terlebih dahulu.
2.
Memindahkan air dari mangkuk/baskom kedalam botol dengan menggunakan tutup
botol tersebut. Dilakukan dengan tangan kanan dan kiri secara bergantian.
3.
3. Bermain Puzzle juga diyakini dapat meningkatkan konsentrasi dan memori anak.
Kotak susu bekas dapat dibuat menjadi puzzle sederhana.
4.
Menyusun balok bisa juga dilakukan. Menyusun balok secara horisontal keatas
maupun vertikal dalam bentuk barisan.
Aktivitas olah raga
Dari penelitian menunjukkan bahwa dengan aktif bergerak dan berolah-raga dapat
meningkatkan kecerdasan karena dengan berolah-raga aliran darah dan oksigen ke otak akan
lebih baik. Penelitian lain juga menunjukkan, aktif bergerak akan membantu proses disintesa
protein-protein sebagai penumbuh saraf otak yang baru, yang dapat membantu menyimpan
memori jangka panjang. Dengan demikian, jelaslah bahwa aktivitas olah raga bisa membantu
regenerasi kerja otak, selain manfaat kesehatan yang akan kita peroleh.
Jadi secara fisik dan mental akan lebih sehat lagi. Misalnya olah raga :
1.
Berenang, terutama dengan gaya bebas juga merupakan olahraga yg baik untuk anak,
karena berenang bisa menstimulasi indera-in sensoris, melatih konsentrasi, juga menstimulasi
otak kanan dan kiri (pada gerakan gaya bebas).
2.
Sepak bola juga bisa melatih anak untuk menendang bola dengan lurus dan fokus
mengarah ke gawang.
Aktivitas seni
Di era yang serba modern seperti saat ini, banyak sekali cara-cara yang diterapkan sebagai
bentuk usaha dalam peningkatan kecerdasan otak dan daya konsentrasi anak. Salah satunya
melalui terapi musik. Dikalangan masyarakat cara seperti ini mungkin sudah tidak asing lagi,
banyak orangtua yang menerapkan terapi ini pada buah hatinya.
6/7
Konsentrasi Belajar anak
Written by Br. Tarcisius, BM
Saturday, 03 March 2012 03:44 -
Peran musik memang sangat besar untuk merangsang perkembangan otak anak. Efeknya
dapat mempengaruhi kemampuan kognitif anak, yaitu kemampuan untuk mengenali atau
menafsirkan lingkungannnya dalam bentuk bahasa, memori dan visual.
Musik mampu meningkatkan pertumbuhan otak anak, karena musik merangsang
pertumbuhan sel otak. Musik bisa membuat kita menjadi rileks dan riang, yang merupakan
emosi positif. Emosi positif inilah yang membuat fungsi berfikir seseorang menjadi maksimal.
Oleh karena itu kalau orang tua mau memanfaatkan fungsi musik sebagai terapi dirumah,
selain hasilnya akan sangat bagus bagi perkembangan anak, termasuk dalam hal konsentrasi,
bisa juga membuat atmosfer rumah lebih bersemangat tapi semuanya tergantung dari musik
yang didengarkan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan dengan mendengarkan musik di
pagi hari akan meningkatkan daya konsentrasi siapapun yang mendengarkan.
Semua aktivitas yang dilakukan membutuhkan usaha maksimal, konsistensi, dan kesabaran
dalam melatih, mengarahkan dan memotivasi anak. Semua aktivitas yang dilakukan tidak ada
yang sifatnya instan, cepat mendapatkan hasil. Semuanya ada pengorbanan, terutama untuk
orang tua, agar meluangkan waktu bersama dengan anak dan melatihnya dengan penuh
kesabaran.
Selamat mencoba dan semoga bisa bermanfaat untuk tumbuh kembang buah hati tercinta.
7/7
Download