(manajemen pembiayaan rumah sakit) adelina romaito (2013-31-173)

advertisement
TUGAS ONLINE 3
MANAJEMEN PEMBIAYAAN RUMAH SAKIT
‘’ KEBIJAKAN DIVIDEN RUMAH SAKIT ‘’
Disusun Oleh :
Adelina Romaito
(2013-31-173)
UNIVERSITAS ESA UNGGUL
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
KESEHATAN MASYARAKAT
JAKARTA
2014
KEBIJAKAN DIVIDEN PADA RUMAH SAKIT
PENGERTIAN
Kebijakan dividen merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan oleh
manajemen dalam mengelola sebuah rumah sakit ataupun perusahaan. Hal ini karena
kebijakan dividen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap banyak pihak, dan rumah sakit
yang dikelola itu sendiri, maupun pihak lain seperti pemegang saham dan kreditur. Bagi RS,
pembagian dividen akan mengurangi kas sehingga dana yang tersedia untuk membiayai
kegiatan operasi maupun investasi akan berkurang. Bagi pemegang saham, dividen
merupakan satu bentuk pengembalian atas investasi mereka. Sedangkan bagi kreditur,
pembagian dividen merupakan salah satu signal positif bahwa rumah sakit mempunyai
kemampuan untuk membayar bunga dan pokok pinjaman. Masyarakat umum juga
memandang bahwa rumah sakit yang mampu membayar dividen sebagai rumah sakit yang
memiliki kredibilitas.
Mengingat dampak yang signifikan tersebut maka rencana pembagian dividen oleh
manajemen harus didasari dengan pertimbangan yang seksama, yaitu dengan memperhatikan
sekurang-kurangnya aspek keuangan dan aspek hukum. Aspek keuangan wajib diperhatikan
karena pembagian dividen tidak dapat dilepaskan dari faktor-faktor keuangan yang antara
lain mencakup kemampuan keuangan rumah sakit, proyeksi usaha rumah sakit dan harapan
pemegang saham secara ekonomi untuk mendapatkan tingkat pengembalian dari investasi
mereka. Aspek hukum wajib diperhatikan karena pembagian dividen harus dilaksanakan
sesuai dengan peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku. Meskipun tujuannya
adalah meningkatkan kesejahteraan pemegang saham, namun apabila pembagian dividen
dilaksanakan tanpa memperhatikan ketentuan yang berlaku maka dapat berdampak negative
baik bagi manajemen dan perusahaan, maupun bagi pemegang saham.
1.1 Aspek keuangan
Berikut ini adalah beberapa hal terkait dengan aspek keuangan yang harus diperhatikan dalam
melakukan kebijakan dividen :
a. Likuiditas perusahaan
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajiban jangka
pendek ataupun mendanai kegiatan operasional perusahaan.
b. Tingkat pertumbuhan perusahaan
Tahapan perkembangan suatu perusahaan dapat dikelompokkan menjadi beberapa
kelompok, antara lain growth, mature, dan decline.
c. Preferensi pemegang saham dividen vs capital gain
Preferensi pemegang saham yang memiliki dividen atau capital gain merupakan hal
penting yang harus dipertimbangkan oleh manajemen dalam memutuskan untuk
membagi dividen. Karena keuntungan yang diperoleh pemodal atas investasi pada
saham selalu berasal dari salah satu atau kedua hal tersebut.
d. Harga pasar saham
Harga pasar saham juga merupakan hal yang relevan untuk diperhatikan oleh
manajemen dalam menentukan kebijakan dividen.
1.2
Aspek Hukum
Disamping memperhatikan aspek keuangan, pembagian dividen juga harus
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Di Indonesia, peraturan
perundang-undangan yang perlu diperhatikan dalam pembagian dividen adalah
Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dan bagi perusahaan
yang tercatat di Bursa Efek Indonesia juga wajib memperhatikan Peraturan Bursa
Efek Indonesia No. II-A tentang Perdagangan Efek. Pada intinya peraturan-peraturan
tersebut dimaksudkan sebagai bagian dari perlindungan modal perusahaan,
keterbukaan informasi bagi pemegang saham dan kesempatan bagi pemodal untuk
memperdagangkan saham-saham yang mengandung dividen (setelah RUPS
memutuskan untuk membagi dividen sampai dengan tanggal daftar pemegang saham
yang berhak menerima dividen).
Berikut ini adalah beberapa hal terkait dengan aspek hukum yang perlu diperhatikan
oleh
manajemen
dalam
melakukan
pembagian
dividen.
a) Kondisi yang harus dipenuhi untuk membagi dividen
b) Persetujuan Organ Perseroan
c) Jadwal pembagian dividen
Saham Bonus adalah Penerbitan saham yang dibagikan kepada para pemegang saham
lama, pembagian saham tersebut akan menyebabkan terjadinya penurunan harga
saham yang bersangkutan (Sunariyah;1997). Pada umumnya, emiten melakukan
kebijakan membagi saham bonus jika harga saham emiten di pasar dinilai terlalu
tinggi dan disisi lain perusahaan masih menyimpan agio saham yang cukup besar.
Harga saham yang tinggi menyebabkan saham tersebut kurang terjangkau investor
sehingga likuiditas rendah. Dengan membagikan saham bonus diharapkan harga akan
turun karena mangalami penyesuaian dan likuiditas di pasar naik kembali. Saham
bonus itu bersumber dari kapitalisasi agio. Tujuan Membagikan Saham Bonus :
1. Meningkatkan likuiditas saham di pasar
2. Menambah jumlah saham yang beredar
3. Harga saham dapat turun
4. Dapat terjangkaunya harga saham oleh investor
Right issue adalah cara di mana sebuah perusahaan dapat menjual saham baru dalam rangka
untuk meningkatkan modal. Saham yang ditawarkan kepada pemegang saham yang ada
sebanding dengan tindakan pencegahan mereka saat ini kepemilikan saham, untuk
menghormati hak-hak mereka. Harga di mana saham yang ditawarkan biasanya di diskon
untuk harga saham saat ini, yang memberikan insentif investor untuk membeli saham baru jika mereka tidak, nilai memegang mereka diencerkan. Isu hak asasi oleh perusahaan yang
sangat dimaksudkan diarahkan untuk memperkuat neraca sering merupakan pertanda buruk.
Keuntungan rendah (atau negatif) dan keuntungan masa depan yang diencerkan. Kecuali
bisnis yang mendasari perbaikan, mengubah struktur modal untuk mencapai sedikit.
Rights issue untuk ekspansi dana biasanya bisa agak lebih optimis, meskipun, seperti akuisisi,
pemegang saham harus curiga karena manajemen mungkin pembangunan imperium di beban
mereka (lembaga masalah umum dengan ekspansi).
Stock split adalah Peningkatan jumlah saham yang beredar dari perusahaan saham, sehingga
ekuitas proporsional setiap pemegang saham tetap sama. Ini membutuhkan persetujuan dari
dewan direksi dan pemegang saham.
Pengertian Merger
Menurut Beams dan Yusuf (2000)
Menyatakan bahwa merger terjadi ketika sebuah perusahaan mengambil alih semua
operasi dari entitas usaha lain dan entitas yang diambil alih tersebut dibubarkan. Jadi,
setelah merger perusahaan yang diambil alih dibubarkan, sedangkan perusahaan yang
mengambil alih tetap beroperasi secara hukum sebagai satu badan usaha dan melanjutkan
kegiatan perusahaan yang diambil alih.
Kelebihan Merger
Pengambilalihan melalui merger lebih sederhana dan lebih murah dibanding
pengambilalihan yang lain
Kekurangan Merger
Dibandingkan akuisisi merger memiliki beberapa kekurangan, yaitu harus ada persetujuan
dari para pemegang saham masing-masing perusahaan,sedangkan untuk mendapatkan
persetujuan tersebut diperlukan waktu yang lama.
Pengertian Akuisisi
Secara umum Akuisisi adalah suatu transaksi di mana sebuah perusahaan membeli
perusahaan lain atau oleh kelompok investor dengan maksud penggunaan kompetensi inti
yang lebih efektif dengan menjadikan perusahaan yang diakuisisi sebagai cabang dalam
portofolio bisnis .
PENGKLASIFIKASIAN MERGER DAN AKUISISI
Berdasarkan hubungan usaha, serta ada atau tidaknya kesamaan sifat dari dua entitas
usaha yang melakukan merger dan akuisisi, bentuk merger dan akuisisi dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Horizontal Merger, adalah penggabungan dari dua unit usaha atau lebih yang
memiliki produk sejenis baik barang atau jasa. Hal ini dilakukan untuk mengurangi
persaingan industri, memperkuat pangsa pasar, dan memperoleh efisiensi biaya
operasional.
b. Vertikal Merger, adalah penggabungan antara dua unit usaha atau lebih yang
mempunyai keterkaitan supplier atau pelanggan. Ini dilakukan untuk lebih menjaga
kontinuitas produksi dan operasi perusahaan.
c. Congeneric Merger, adalah merger antara dua unit usaha atau lebih dalam industri
sejenis yang tidak memiliki keterkaitan supplier atau pelanggan.
d. Conglomerate Merger, merupakan merger antara dua unit usaha atau lebih dalam
industri yang berbeda dan tidak ada keterkaitan satu sama lain, sehingga model ini
merupakan
diversifikasi
usaha
untuk
mengurangi
resiko.
Merger dan akuisisi merupakan alat ekspansi dan pertumbuhan bagi perusahaan. Ini
juga salah satu cara untuk menguasai pasar.
Divestasi adalah pengurangan beberapa jenis aset baik dalam bentuk finansial atau
barang, divestasi dapat pula disebut penjualan dari bisnis yang dimiliki oleh
perusahaan.Divestasi merupakan kebalikan dari investasi pada aset yang baru.
Dalam proses divestasi, beberapa perusahaan telah menggunakan media teknologi pada
beberapa divisi. Hal ini digunakan oleh suatu perusahaan agar perusahaan lain bisa
mendapatkan informasi tentang divisi yang akan dijual oleh perusahaan tersebut dengan
mudah.
Melalui
media
ini,
perusahaan
dapat
menghemat
biaya.
Alasan mengapa menempuh langkah divestasi:
1. Aset yang dijual lebih tinggi nilainya bagi pembeli, dalam arti pembeli bisa
menggunakan secara lebih efisien.
2. Divestasi bukan didorong oleh nilai aset, tetapi lebih ditekankan pada kemunculan
kebutuhan mendesak atas dana tunai oleh perusahaan yang melakukan divestasi.
Hasil divestasi itu biasanya digunakan untuk melunasi kewajibannya.
3. Alasan bahwa aset-aset yang dijual tidak ada hubungannya dengan bisnis utama
perusahaan yang bersangkutan.
PANGERTIAN INVESTASI
Menurut Sunariyah Pengertian investasi adalah penanaman modal untuk satu atau
lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan
mendapatkan
keuntungan
di
masa-masa
yang
akan
datang
Investasi pada dasarnya adalah bentuk aktif dari ekonomi syariah. Dalam Islam setiap
harta ada zakatnya. Jika harta tersebut didiamkan, maka lambat laun akan termakan
oleh zakatnya. Salah satu hikmah dari zakat ini adalah mendorong setiap muslim
untuk menginvestasikan hartanya agar bertambah. Investasi mengenal harga. Harga
adalah nilai jual atau beli dari sesuatu yang diperdagangkan. Selisih harga beli
terhadap harga jual disebut profit margin. Harga terbentuk setelah terjadinya
mekanisme pasar. Investasi Pemerintah adalah penempatan sejumlah dana dan/atau
barang oleh pemerintah pusat dalam jangka panjang untuk investasi pembelian surat
berharga dan investasi langsung,yang mampu mengembalikan nilai pokok ditambah
dengan manfaat ekonomi, sosial, dan/atau manfaat lainnya dalam jangka waktu
tertentu.
Download