this PDF file - JIM Unsyiah

advertisement
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK)-Vol 1. No. 3 (27-34)
PENGEMBANGAN MEDIA ELEKSIDO MENGGUNAKAN CAMTASIA
STUDIO 8 PADA LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT
UNTUK SISWA KELAS X MIA SMA N 1 KRUENG BARONA JAYA
Ilyana Simehatte, Zulfadli, Muhammad Nazar
Prodi Kimia FKIP Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh 23111
*Corresponding author: [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini yang berjudul “Pengembangan Media Eleksido Menggunakan Camtasia Studio
8 Pada Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Untuk Siswa Kelas X MIA SMA N 1 Krueng
Barona Jaya” bertujuan untuk mengetahui kelayakan media Eleksido menggunakan
Camtasia Studio 8 sebagai media belajar yang layak digunakan, dan tanggapan siswa dan
guru terhadap media belajar hasil dari pengembangan tersebut. Jenis penelitian yang
digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Model ini
terdiri dari lima fase atau tahap utama yaitu Analysis, Design, Development,
Implementation dan Evaluation. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tahap
Analisis berupa kebutuhan siswa dilakukan pada SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya
menunjukkan bahwa media belajar dibutuhkan untuk membantu proses belajar mengajar.
Tahap Perancangan dihasilkan rancangan awal media sekaligus dengan tujuan dan butirbutir materi yang dijelaskan melalui media. Hasil produk akhir media belajar diuji kelayakan
oleh validator ahli. Penilaian yang dilakukan meliputi beberapa aspek, yaitu: aspek
penyajian materi pada media 93,75%, aspek format media 100%, aspek audio visual media
90%, dan aspek fungsi media 87,5%. Persentase rata-rata dari hasil penilaian kelayakan
media diperoleh persentase 92,81%, dengan katagori sangat layak dan dapat diujicobakan
kepada siswa. Tanggapan guru dan siswa terhadap produk akhir media belajar larutan
elektrolit dan nonelektolit yang dikembangkan menggunakan Camtasia Studio 8 berturutturut adalah 88,64% dan 83,2% dengan katagori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa
guru dan siswa memberikan respon positif terhadap media belajar Eleksido menggunakan
Camtasia Studio 8 yang dihasilkan.
Kata Kunci: Pengembangan, Media, Camtasia Studio 8, Elektrolit dan Nonelektrolit
PENDAHULUAN
Proses pembelajaran kimia, siswa dituntut menguasai konsep kimia yang sifatnya
mikroskopis dan makroskopis hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa agar
terjadi kesinambungan antara konsep materi kimia semester pertama dan konsep materi
semester kedua. Selain itu topik pelajaran yang dipelajari sehari-hari bisa dipahami dengan
mudah dan pembelajaranpun bisa berlangsung dengan baik.
Materi elektrolit dianggap materi yang mudah oleh kebanyakan guru dan sebagian
besar siswa karena KD (Kompetensi Dasar)
pada sebagian buku kimia SMA untuk
mempelajari larutan elektrolit hanya sekedar memahami sifat-sifat larutan elektrolit yang
dilihat dari pengamatan timbul atau tidaknya arus listrik dari percobaan tanpa memahami
proses kenapa suatu larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. Mengamati proses
timbulnya arus listrik dari praktikum sederhana yang dilakukan di laboratorium hanya
sekedar konsep makroskopis yang diamati, misalnya gelembung gas dielektroda banyak,
nyala lampu terang berarti elektrolit kuat. Gelembung gas sedikit, nyala lampu redup
berarti elektrolit lemah. Gelembung gas tidak ada berarti nonelektrolit. Namun seharusnya
siswa memahami bagaimana proses terurainya molekul dalam pelarut serta apa yang
terjadi saat kisi-kisi senyawa dilarutkan dalam air sehingga suatu larutan itu dikatakan
elektolit kuat, elektrolit lemah dan nonelektrolit.
27
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK)-Vol 1. No. 3 (27-34)
Penggunaan media yang tepat merupakan suatu cara untuk meningkatkan
pemahaman siswa mengenai konsep larutan elektrolit pada taraf mikroskopis. Agar siswa
cepat memahami konsep larutan elektrolit dan nonelektrolit diperlukan kreatifitas seseorang
guru dalam memilih dan membuat suatu media pembelajaran. Media merupakan segala
sesuatu alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar
(Sadiman dkk, 2006).
Media video merupakan salah satu media yang cocok untuk menyampaikan materimateri yang bersifat abstrak atau yang bersifat mikroskopis seperti pada materi larutan
elektrolit dan nonelektrolit. Siswa bukan hanya sekedar memahami lampu menyala terang
elektrolit kuat, lampu redup elektrolit lemah, lampu tidak menyala nonelektrolit tetapi,
siswa juga harus memahami bagaimana proses suatu larutan elektrolit dapat
menghantarkan arus listrik.
Salah satu Software yang dapat digunakan dalam pembuatan media video ini adalah
Camtasia studio 8. Camtasia studio 8 adalah salah satu program yang dapat digunakan
untuk membuat media pembelajaran yang menarik. Dalam software ini banyak terdapat
track untuk memudahkan kita dalam menggabungkan beberapa media seperti gambar,
animasi, dan video bahkan untuk membuat video agar lebih bagus, kita bisa langsung
merekam suara didalam aplikasi ini jadi akan memudahkan dalam menyampaikan materi.
Software
ini
bisa
kita
manfaatkan
untuk
membuat
media
pembelajaran
berbasis multimedia dan e-learning yaitu dengan membuat video tutorial dan presentasi
menggunakan powerpoint di dalam camtasia studio ini. Oleh karena itu, dengan
pemanfaatan software camtasia studio 8 dan microsoft powerpoint, diharapkan mampu
memberi pemahaman terhadap konsep materi larutan elektrolit.
Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa siswa kelas X MIA SMA N 1
Krueng Barona Jaya, proses pembelajaran mata pelajaran kimia di SMA tersebut sering
menggunakan model pembelajaran tanpa menggunakan media sehingga kebanyakan siswa
merasa bosan. Kemudian pada materi pembelajaran elektrolit, siswa hanya paham materi
berdasarkan konsep makroskopis tanpa bisa mengamati langsung konsep mikroskopis.
Guru tidak memanfatakan media video animasi dalam penekanan konsep mikroskopis yang
harus diingat dan dipahami oleh siswa. Pemahaman konsep pada larutan elektrolit sebagian
siswa kelas X di SMA
N 1 Krueng Barona Jaya masih ada yang sukar memahaminya,
dikarenakan yang pertama sekali konsep materinya yang bersifat abstrak dan yang kedua
adalah siswa kurang memahami bagaimana hubungan senyawa ion dan senyawa kovalen
polar dalam berikatan. Selain itu, siswa juga kurang mengetahui kemana pergerakan
elektron-elektron ketika berada dalam suatu pelarut atau larutan.
Pemilihan media Eleksido (Elektrolit Camtasia Studio) menggunakan Camtasia Studio
8 ini sebagai media pembelajaran pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit
didasarkan pada beberapa penelitian sebelumnya tentang pengembangan dan penerapan
media menggunakan Camtasia Studio pada materi kimia yang mampu menjadikan
pembelajaran lebih menarik dan memotivasi siswa sehingga hasil belajar yang diperoleh
meningkat. Beberapa penelitian mengenai media menggunakan Camtasia studio pada
materi kimia, diantaranya Angga, (2014) yang menjelaskan bahwa penggunaan multimedia
Crocodile chemistry menggunakan Camtasia studio 7 berpengarauh terhadap hasil belajar
siswa dimana nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata kelas
kontrol. Mustagfiroh, (2012) juga menjelaskan media rekaman audio menggunakan
Camtasia studio pada materi elektrolit dan nonelektrolit serta minyak bumi menurut 3 guru
kimia inklusif difabel netra di Yogyakarta dan Sleman memiliki kualitas sangat baik (SB)
dengan persentase keidealan 89,76% sedangkan persentase hasil respon peserta didik
yaitu sebesar 98,75% terhadap rekaman audio kimia.
Pengembangan multimedia pembelajaran Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
menggunakan Camtasia studio 8 sebelumnya juga sudah pernah diteliti oleh Situmorang
(2014), pada penelitian ini media yang dikembangkan berupa media animasi simulasi.
Berdasarkan penelitian inilah peneliti ingin mengembangkan media pembelajaran yang
berbeda dari penelitian sebelumnya yaitu media Powerpoint yang selanjutnya
dikolaborasikan dengan video simulasi dan rekaman suara peneliti.
28
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK)-Vol 1. No. 3 (27-34)
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
mengenai “Pengembangan Media Elektrolit Camtasia Studio (Eleksido) Menggunakan
Camtasia Studio 8 Pada Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Untuk Siswa Kelas X MIA SMA
N 1 Krueng Barona Jaya”.
METODE PENELITIAN
Jenis dan pengembangan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan
menggunakan model ADDIE. Model ini terdiri dari lima fase atau tahap utama yaitu
Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah penelitian yang bermaksud memahami
fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian, yang mana pendekatan penelitian ini
mencoba mengungkapkan, menganalisa, dan menginterpretasikan data atau informasi di
lapangan dengan cara mendiskripsikannya dalam bentuk narasi atau uraian kalimat yang
disusun secara sistematis oleh peneliti sesuai dengan fakta yang ditemukan selama
penelitian
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya yang beralamat di Jln. T.
Iskandar Km. 5 Ulee Kareng 23117, Aceh Besar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
Februari-April 2016.
Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah 2 guru mata pelajaran kimia dan siswa-siswi kelas
X MIA 1 SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya dengan jumlah siswa 6 orang dan jumlah siswi
14 orang. Adapun teknik pengambilan sampel (guru) pada penelitian ini berdasarkan
purpose sampling yaitu berdasarkan tujuan dan untuk sampel (siswa) menggunakan teknik
random sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara acak. Populasi pada
penelitian ini yaitu seluruh guru kimia SMA N 1 Krueng Barona Jaya dan siswa-siswi kelas X
MIA SMA N 1 Krueng Barona Jaya.
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru kimia SMA N 1 Krueng Barona Jaya
dan siswa-siswi kelas X MIA SMA N 1 Krueng Barona Jaya. Subjek dalam penelitian ini
adalah 2 guru mata pelajaran kimia dan siswa-siswi kelas X MIA 1 SMA Negeri 1 Krueng
Barona Jaya dengan jumlah siswa 6 orang dan jumlah siswi 14 orang. Adapun teknik
pengambilan sampel (guru) pada penelitian ini berdasarkan purpose sampling yaitu
berdasarkan tujuan dan untuk sampel (siswa) menggunakan teknik random sampling yaitu
pengambilan sampel yang dilakukan secara acak.
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara teknik kuesioner. Teknik ini
dilakukan agar mendapatkan data respon siswa, respon guru dan data kevalidan suatu
media yang telah dirancang sehingga media tersebut didapat kesimpulan layak atau
tidaknya digunakan oleh guru/pengajar.
Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket dan lembar
penilaian kelayakan media.
1)
Lembar Angket
Instrumen yang disebarkan berisikan pertanyaan yang disusun sesuai kriteria guna
untuk mendapatkan informasi respon siswa (Lampiran 6) pada saat melihat produk dan
respon guru (Lampiran 9) terhadap media pembelajaran Eleksido yang telah dikembangkan
oleh peneliti. Adapun fungsi dari pemberian angket adalah untuk mengetahui tanggapan
siswa. Angket yang digunakan merupakan angket motivasi belajar ARCS, dimana angket
29
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK)-Vol 1. No. 3 (27-34)
yang dikembangkan dijadikan jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran
yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar (Yennita, 2010).
Tanggapan guru melalui angket dilakukan untuk melihat bagaimana respon guru
terhadap media Eleksido yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran
dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Guru yang mengisi angket tanggapan adalah
guru kimia yang ada pada sekolah yang telah dipilih sebanyak 2 orang dan melihat
langsung tampilan media Eleksido ketika diperlihatkan.
2)
Lembar Penilaian Kelayakan
Lembar penilaian kelayakan ini (Lampiran 12) ditelaah oleh dosen kimia, selanjutnya
akan dianalisis secara kualitatif sehingga dapat disimpulkan kevaliditas media pembelajaran
Eleksido.
Uji Validitas Instrumen
Uji validasi instrumen dilakukan untuk melihat kevalidan suatu instrumen yang akan
diukur. Uji validasi instrumen dilakukan terhadap lembar angket respon siswa (Lampiran 6),
lembar angket respon guru (Lampiran 9), dan lembar validasi media (Lampiran 12), salah
satu syarat instrumen dapat digunakan apabila telah divalidasi atau dinyatakan valid. Agar
didapatkan data yang valid, instrumen atau alat untuk mengevaluasinya harus valid.
Validasi ditetapkan berdasarkan penilaian dari dua orang validator ahli yaitu dosen
pembimbing I dan dosen pembimbing II. Setiap validator memberikan penilaian terhadap
butir-butir pertanyaan yang diberikan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengembangan media Eleksido ini menggunakan model ADDIE yang memiliki 5
tahapan kerja, yakni (1) Analisis (Analysis), (2) Perancangan (Design), (3) Pengembangan
(Development), (4) Implementasi (Implementation), dan (5) Evaluasi (Evaluation).
Analisis (Analysis)
Tahap analisis, yaitu menganalisis kebutuhan dan permasalahan dalam belajar siswa
pada materi elektrolit dan nonelektrolit yang menuntut siswa harus memahami secara
mikroskopis sehingga diputuskan untuk mengembangkan suatu media pembelajaran yaitu
media Eleksido menggunakan Camtasia studio 8 sebagai keragaman referensi belajar siswa.
Sadiman, dkk., (2006) menyatakan bahwa apabila membuat suatu program media,
program ini harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa, karena program media yang telah
dibuat hendaknya dapat digunakan atau dimanfaatkan oleh siswa.
Berdasarkan angket kebutuhan siswa rata-rata siswa menjawab materi larutan
elektrolit itu mudah dipahami dan mereka tidak mendapatkan kesulitan dalam
mempelajarinya hanya sebagian kecil yang menjawab bermasalah. Pertanyaan nomor 6
yang berbunyi “Selama saya mempelajari materi larutan elektrolit dan nonelektrolit, saya
tidak pernah merasa kesulitan memahami materi” persentase dari pertanyaan ini yaitu
sebesar 66,7% siswa menjawab materi larutan elektrolit tidak bermasalah. Untuk
pertanyaan nomor 8 yang berbunyi “Media belajar yang digunakan guru berupa media
video” persentase yang didapat dari pertanyaan ini yaitu sebesar 37,5%. Rata-rata siswa
menjawab tidak setuju (TS) dengan kriteria skor 2 dan sangat tidak setuju (STS) dengan
skor 1. Guru belum pernah menggunakan video sebagai media dalam proses pembelajaran
kimia. Oleh karena itu peneliti juga tertarik membuat media pembelajaran berupa video
untuk memperjelas materi-materi yang bersifat abstrak. Adapun rekap isian angket analisis
kebutuhan siswa dapat dilihat pada Tabel 4.1
Perancangan (Design)
Sadiman, (2006) menyatakan bahwa membuat sebuah program media pembelajaran
harus dilakukan dengan persiapan dan perencanaan yang teliti. Beberapa hal yang harus
dilakukan dalam mengembangkan suatu program media diantaranya: (1) Menganalisis
kebutuhan siswa, (2) Merumuskan tujuan, (3) Merumuskan butir-butir materi, (4)
30
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK)-Vol 1. No. 3 (27-34)
Mengembangkan alat pengukur keberhasilan, (5) Menulis naskah media, (6) Mengadakan
revisi.
Pengembangan (Development)
Pada tahap ini, dilakukan pengembangan media berdasarkan hasil rancangan yang
telah dibuat. Sebelum proses pengembangan terlebih dahulu software Camtasia studio 8
sudah terinstal di dalam komputer. Camtasia studio 8 dapat dioperasikan dengan mudah,
jika animasi, gambar, audio, video, ppt yang dibutuhkan sudah tersedia. Tahap awal dapat
membuka Camtasia studi 8 yang sudah terinstal dengan tampilan awal sebagai berikut:
Gambar 1. Tampilan Awal Camtasia Studio 8
Setelah muncul kotak seperti gambar 4.7 di atas maka selanjutnya pilih format media
yang akan disimpan yaitu MP4 dikarenakan MP4 memiliki banyak kelebihan diantaranya: a)
Memungkinkan untuk dilakukannya proses streaming di internet, sehingga pengguna dapat
langsung menonton tayangan yang disimpan dalam format ini, dan tidak perlu mengunduh
filenya. b) Mendukung Digital Rights Manajement (DRM) dan bit rate encoding rendah.
c) Menggunakan codec video yang disebut H.264. Selanjutnya klik bagian next dan buat
nama file yang akan disimpan serta pilih bagian folder mana media ini akan disimpan,
selanjutnya klik finish dan tunggu beberapa menit sampai proses produce 100% setelah
proses produce selesai maka media siap untuk diputar dan diuji coba.
Implementasi (Implementation)
Tahap implementasi dilakukan di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya Aceh Besar pada
hari rabu tanggal 13 April 2016 di kelas X MIA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 18 orang.
Pada penelitian ini, media Eleksido diuji coba dengan memutar di depan kelas menggunakan
infocus, durasi pemutaran video selama 16 menit.
Evaluasi (Evaluation)
Tahap evaluasi dilakukan terhadap hasil penilaian kelayakan media Eleksido serta
tanggapan guru dan siswa terhadap media Eleksido sehingga dapat disimpulkan media yang
dikembangkan layak digunakan sebagai media belajar siswa dengan tingkat kelayakan
sangat baik. Persentase kelayakan media adalah 92,81%.
Tanggapan Responden Terhadap Media Eleksido
Responden terhadap media ini adalah 2 orang guru kimia dan siswa kelas X MIA 1
yang berjumlah 18 orang di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya Aceh Besar. Angket yang
digunakan terdiri dari 11 pertanyaan dengan penilaian menggunakan skala Likert yang
31
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK)-Vol 1. No. 3 (27-34)
terdiri dari 4 pilihan jawaban Sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS) dan sangat
tidak setuju (STS)
1) Tanggapan Guru
Pemilihan guru kimia sebagai responden adalah sebagai pengenalan adanya media
baru yang dapat mempermudah guru-guru dalam proses pembelajaran kimia. Peneliti
memperlihatkan video pembelajaran kepada 2 orang guru dengan durasi selama 16 menit,
guru-guru diminta mengisi angket yang telah disediakan peneliti untuk mengetahui
tanggapan guru tersebut terhadap media Eleksido. Rekap isian angket media Eleksido
tanggapan guru dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Rekap Isian Angket Media Eleksido Tanggapan Guru
Jumlah Angket Yang Diisi
Pernyataan
NH
MD
Suara yang digunakan pada media
3
4
Eleksido dapat didengar dengan jelas
Animasi yang digunakan pada media
3
4
Eleksido bagus
Musik pengiring pada pembukaan
4
3
video menarik dan sesuai
Warna teks dan latar belakang pada
4
4
media Eleksido terang dan jelas
Desain media Eleksido menarik
3
4
Bahasa yang digunakan pada media
4
3
Eleksido mudah saya pahami
Penggunaan jenis dan ukuran huruf
4
3
pada media Eleksido mudah dibaca
Media Eleksido dapat meningkatkan
3
4
motivasi siswa dalam belajar
Media Eleksido dapat memudahkan
siswa
dalam
memahami
materi
3
4
elektrolit dan nonelektrolit
Topik yang lain juga perlu diajarkan
4
3
menggunakan media video
Penyajian materi pada media Eleksido
sesuai dengan KD dan SK dan tujuan
3
4
yang ingin dicapai
Rerata
Total
%
7
87,5
7
87,5
7
87,5
8
100
7
87,5
7
87,5
7
87,5
7
87,5
7
87,5
7
87,5
7
87,5
7,09
88,64
2) Tanggapan Siswa
Pemilihan siswa kelas X MIA 1 sebagai responden adalah sebagai subjek uji coba
media Eleksido berdasarkan Random sampling, jumlah siswa pada kelas tersebut sebanyak
18 orang. Tanggapan yang diminta pada siswa berkenaan dengan tampilan media, bahasa
yang digunakan, desain media eleksido, suara yang digunakan pada media, warna teks dan
latar belakang, jenis huruf dan materi mudah dipahami atau tidak. Jadi dapat disimpulkan
bahwa persentase total rerata dari 18 siswa yang diuji mengenai tanggapan terhadap media
Eleksido adalah 83,2% dengan katagori sangat baik. Sebagaimana halnya yang dijelaskan
oleh (Arikunto, 2010) kriteria skor untuk pengisian angket diantaranya baik sekali (80-100),
baik (66-79), cukup (56-65), kurang (46-55) dan gagal (0-45).
Jadi, secara keseluruhan siswa memberikan tanggapan positif, bahwa media Eleksido
yang telah dikembangkan ini dari aspek tampilan media, bahasa yang digunakan, desain
media eleksido, suara yang digunakan pada media, warna teks dan latar belakang, jenis
huruf, materi mudah dipahami atau tidak, musik pengiring dan bahasa yang digunakan
hampir keseluruhannya mendapat kriteria sangat baik. Secara umum media Eleksido
menggunakan Camtasia studio 8 ini dapat mempermudah siswa dalam proses pembelajaran
kimia khususnya pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penggunaan media
pembelajaran tersebut tidak hanya menjadikan pembelajaran lebih menarik, akan tetapi
32
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK)-Vol 1. No. 3 (27-34)
pembelajaran yang disampaikan menjadi mudah dipahami, mampu memperjelas konsep
kimia yang abstrak dan tujuan pembelajaran lebih cepat tercapai (Octavianti, dkk., 2014).
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai
berikut:
1) Pengembangan media Eleksido menggunakan Camtasia studio 8 di SMA negeri 1 Krueng
Barona Jaya Aceh Besar dikategorikan sangat baik dan layak digunakan sebagai salah
satu alat bantu dalam proses belajar mengajar.
2) Tanggapan guru terhadap media Eleksido yang dikembangkan dari Camtasia studio 8
dikategorikan sangat baik dengan persentase rerata adalah 88,64% dan dapat
mempermudah guru dalam proses mengajar.
3) Tanggapan siswa terhadap media Eleksido secara keseluruhan dikategorikan sangat baik
dengan persentase rerata yaitu 83,2% dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
SARAN
Pertanyaan yang digunakan diangket sebaiknya disesuaikan dengan kondisi siswa hindari
menggunakan pertanyaan negatif yang menyebabkan siswa bingung untuk mengisi lembar
angket, kemudian pada proses pengembangan media Eleksido menggunakan Camtasia
Studio 8 sebaiknya terlebih dahulu mempersiapkan materi-materi dan animasi yang akan
dimasukkan untuk mempercepat proses pembuatannya serta suara yang akan dimasukkan
sebaiknya direkam pada keadaan yang benar-benar jauh dari kebisingan agar suara
terdengar jelas oleh audiens dan hasil video akan jauh lebih bagus.
UCAPAN TERIMAKASIH
Terima kasih kepada Ibu dan Ayah yang selalu memberikan motivasi sepanjang
penyusunan proposal hingga penelitian selesai, Bapak Muhammad Daud, S.Pd., M.Pd dan
Ibu Nursidah S.T beserta guru SMA N 1 Krueng Barona Jaya yang telah membantu
kelancaran penelitian, kepada siswa-siswi SMA N 1 Krueng Barona Jaya yang telah
membantu melaksanakan tes sehingga penelitian dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Terimakasih kepada Bapak Drs. Zulfadli, M.Si dan Bapak Muhammad Nazar, S.Pd., MSCST
yang telah memberi masukan dan saran terhadap penelitian ini dan juga kepada temanteman yang ikut membantu pelaksanaan penelitian hingga selesai.
DAFTAR PUSTAKA
Angga,
N.
2014.
“Pengaruh
Multimedia
Pembelajaran
Crocodille
Chemistry
Menggunakan Camtasia Studio 7 Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sifat
Koligatif Larutan Untuk Kelas XII SMA N 11 Kota Jambi”. Jambi: Universitas Jambi.
Angga, A.D,. Saputro, S,. Nugroho, A.C.S. 2014. Pengembangan Multimedia Interaktif
Elektrolit Untuk Pembelajaran Kimia Siswa Smk Kelas Xi Jurusan Pertanian Tahun
Pelajaran 2013/2014. Jurnal Pendidikan Kimia. Universitas Sebelas Maret, Vol.3 (2).
Sadiman, A.S., Rahardjo, R., Haryono, A., dan Rahardjito. 2006. Media Pendidikan
Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Mustagfiroh, A. 2012. “Pengembangan Media Rekaman Audio Kimia Pada Materi Pokok
Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Serta Minyak Bumi Sebagai Sumber Belajar
Mandiri Untuk Peserta Didik Difabel Netra SMA/MA Kelas X”. Yogyakarta: Universitas
Islam Negeri Sunan Kalijaga.
33
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK)-Vol 1. No. 3 (27-34)
Situmorang, R.L. 2014. “Pengembangan Multimedia Pembelajaran Larutan Elektrolit dan
Nonelektrolit Menggunakan Camtasia Studio 8 Untuk Siswa Kelas X IPA SMA negeri 11
Kota Jambi”. Jambi: Universitas Jambi.
Yennita. 2010. Motivasi Belajar Fisika Siswa di Sekolah Madrasah Tsanawiyah Melalui
Penerapan Model Talking Stick. UNRI: Jurnal Geliga Sains. ISSN: 1978-502X.
Vol.4(1),8-11,2010 (Diakses 01 Juli 2014 pukul 13: 30.
Arikunto, S. 2010. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Oktaviani, U. 2014. “Pengembangan Multimedia Crocodille Chemistry Menggunakan
Camtasia Studio 7 Pada Materi Sifat Koligatif Larutan Kelas XII SMA N 2 Jambi”.
Jambi: Universitas Jambi.
34
Download