RPP Bio XI IPA

advertisement
RPP Bio XI IPA
Author :
Risty Wiludjeng Mulyasari
Abstract :
<p><strong>RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN</strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sekolah          &n
bsp;            &nbs
p; : SMA WACHID HASYIM 2 TAMAN</strong></p>
<p><strong>Kelas / Semester          :
X</strong><strong>I </strong><strong> /  </strong><strong>1</strong></p>
<p><strong>Mata
Pelajaran           
            :
</strong><strong>BIOLOGI</strong></p>
<p><strong>Alokasi
Waktu           
</strong><strong> </strong><strong>: </strong><strong>2</strong><strong> x 45
menit</strong></p>
<p><strong>Pokok
Bahasan           
</strong><strong> </strong><strong>: Struktur Sel</strong></p>
<p><strong>Sub Pokok Bahasan   
</strong><strong> </strong><strong>: Struktur dan Fungsi Bagian-Bagian
Sel</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>Standar
Kompetensi</strong></li>
</ol>
<p>1.<strong> </strong>Memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil
kehidupan<strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>Kompetensi
Dasar</strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p>1.1    Mendeskripsikan komponen kimiawi sel, struktur, dan fungsi sel
sebagai unit terkecil kehidupan.</p>
<ol>
<li><strong>Indikator
Pembelajaran</strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p><strong>1)     
</strong><strong>K</strong><strong>ognitif</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>a.  </strong><strong>Pro</strong><strong>ses :</strong></p>
<p>        1.    Mendiskusikan
tentang komponen kimia sel.</p>
<p>2.    Menggunakan mikroskop    untuk pengamatan
struktur sel segar dan awetan sel hewan dan tumbuhan</p>
<p><strong>b. Produk :</strong></p>
<p>1.    Menggambarkan struktur sel hewan dan sel tumbuhan hasil 
pengamatan.</p>
<p>        2.    Menunjukkan
bagian-bagian sel berdasarkan gambar.</p>
<p> </p>
<p>        3.    Menjelaskan
struktur bagian-bagian sel beserta fungsinya</p>
<p> </p>
<p><strong>2)     
</strong><strong>A</strong><strong>fektif</strong><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>a.    </strong><strong>Karakter<em> </em>:<em>
</em></strong>Berpikir kreatif, kritis, dan logis, peduli, berperilaku santun dan
 menghormati perbedaan pendapat.<strong><em></em></strong></li>
<li><strong>b.   </strong><strong>Ketrampilan Sosial</strong> : Bekerja sama,
aktif menyampaikan pendapat, menjadi pendengar yang baik dan menanggapi pendapat orang
lain.</li>
<li><strong>1.   
</strong><strong>K</strong><strong>ognitif</strong><strong></strong><ol>
<li><strong>a.     
</strong><strong>P</strong><strong>roses</strong></li>
</ol></li>
</ol> <ol>
<li><strong>Tujuan
Pembelajaran</strong><strong></strong></li>
</ol>
<p>1.  Siswa dapat mendiskusikan tentang komponen kimia sel</p>
<p>2. Siswa dapat mendiskusikan tentang cara penggunaan mikroskop untuk pengamatan
struktur sel segar dan awetan sel hewan dan tumbuhan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>b.      </strong><strong>Produk </strong><ol>
<li>Siswa dapat menggambarkan struktur sel hewan dan sel tumbuhan hasil  
pengamatan.</li>
</ol></li>
</ol>
<p>            
2.    Siswa dapat menunjukkan bagian-bagian sel berdasarkan gambar.</p>
<p> </p>
<p>            
3.    Siswa dapat menjelaskan struktur bagian-bagian sel beserta
fungsinya.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><strong> </strong><strong>2.
</strong><strong>A</strong><strong>fektif</strong><strong></strong></p>
<ol>
<li>Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dan menunjukkan karakter berpikir kreatif ,kritis,
dan logis,  peduli dan berperilaku santun.</li>
<li>Siswa dapat bekerja sama dalam kegiatan diskusi dan aktif menyampaikan pendapat,
menjadi pendengar yang baik dan menanggapi pendapat orang lain </li>
</ol> <ol>
<li><strong>Materi Pembelajaran</strong><strong></strong></li>
</ol>
<p><strong>           &nb
sp;   </strong>Berdasarkan penemuan sel oleh Robert Hooke, berkembangnya
teori-teori mengenai sel. Jacob Schleiden dan Theodor Schwan mengemukakan bahwa sel
merupakan unit struktural terkecil pada makhluk hidup. Menurut Max Schultze, sel merupakan
kesatuan fungsional kehidupan. Rudolph Virchow berpendapat bahwa omnis cellula ex cellulae
(semua sel berasal dari sel sebelumnya). Adapun teori mengenai sel sebagai unit hereditas
makhluk hidup dikemukakan oleh Robert Brown, Felix Durjadin, dan Johanes Purkinye.</p>
<p><strong>Struktur dan Fungsi Bagian-Bagian Sel</strong></p>
<p><strong>           &nb
sp; </strong> Berdasarkan jenisnya, sel dibedakan menjadi dua jenis yaitu sel prokariotik
dan sel eukariotik.</p>
<p><strong>1. Struktur Sel Prokariotik</strong></p>
<p>            &nbs
p; Sel prokariotik yaitu sel yang tidak memiliki membrane inti. Makhluk hidup uniseluler
termasuk golongan sel prokariotik, contoh bakteri (Bacteria) dan alga biru (Cyanobacteria).
Struktur sel prokariotik sebagai berikut:</p>
<p><strong>a. Dinding sel</strong>, tersusun dari peptidoglikan, lipid, dan protein. Dinding sel
berfungsi </p>
<p>    sebagai pelindung dan pemberi bentuk tubuh.</p>
<p><strong>b. Membran plasma</strong>, tersusun dari molekul lipid atau protein. Membran
plasma     </p>
<p>    berfungsi sebagai pelindung molekul sel terhadap lingkungan di
sekitarnya.</p>
<p><strong>c. Sitoplasma</strong>, tersusun dari air, protein, lipid, mineral, dan enzim-enzim.
Enzim-enzim untuk mencerna makanan secara intraselluler dan untuk melakukan proses
metabolism sel.</p>
<p><strong>d. Mesosom</strong>, berfungsi sebagai penghasil energi. Pada membrane
mesosom terdapat enzim-enzim pernapasan yang berperan dalam reaksi-reaksi oksidasi untuk
menghasilkan energi.</p>
<p><strong>e. Ribosom</strong>, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesis
protein.</p>
<p><strong>f. DNA</strong>, tersusun dari gula deoksiribosa, fosfat dan basa nitrogen. DNA
berfungsi sebagai pembawa informasi genetic, yaitu sifat-sifat yang harus diwariskan kepada
keturunannya.</p>
<p><strong>g. RNA</strong>, merupakan persenyawaan hasil transkripsi DNA. RNA berfungsi
membuat kode-kode genetic sesuai pesanan DNA, kemudian akan diterjemahkan dalam bentuk
urutan asam amino dalam proses sintesis protein.</p>
<p> </p>
<p><strong> 2. Struktur Sel Eukariotik</strong></p>
<p><strong>          </strong>Sel
eukariotik yaitu sel yang memiliki membrane inti dan system endomembran. Sistem
endomembran yaitu organel-organel bermembran seperti reticulum endoplasma, kompleks
golgi, mitokondria dan lisosom. Sel hewan dan sel tumbuhan tergolong sel eukariotik.</p>
<p>          Struktur sel eukariotik
terdiri atas tiga komponen utama yaitu membrane plasma, sitoplasma dan organel-organel
sel.</p>
<p><strong>a. Membran plasma</strong>, merupakan bagian terluar sel yang melindungi
protoplasma. Membran plasma bersifat selektif permeable, artinya hanya dapat dilalui molekulmolekul tertentu seperti glukosa, asam amino, gliserol dan berbagai ion. Membran plasma
berfungsi melindungi isi sel, mengatur keluar masuknya berbagai zat dan sebagai tempat reaksi
respirasi dan oksidasi.</p>
<p>Membran plasma terdiri atas lapisan protein dan lapisan lipid (lipoprotein). Lapisan lipid
disusun oleh fosfolipid, glikolipid dan sterol. Lapisan protein membrane sel terdiri atas
glikoprotein,. Lapisan protein membentuk dua macam lapisan yaitu lapisan protein perifer dan
integral.</p>
<p><strong>b. Sitoplasma</strong>, adalah cairan sel yang berada di luar membrane inti.
Komponen utama penyusun sitoplasma sebagai berikut:</p>
<p>1) Cairan seperti gel yang disebut sitosol.</p>
<p>2) Substansi genetic simpanan dalam sitoplasma.</p>
<p>3) Sitoskeleton yang berfungsi sebagai kerangka sel.</p>
<p>4) Organel-organel sel.</p>
<p>    Sifat-sifat fisik dan kimia matriks sitoplasma meliputi Efek tyndal,
Gerak brown, dan Gerak siklosis memiliki tegangan permukaan dan bersifat elektrolit. Sifat
biologis matriks sitoplsma meliputi mampu mengenali rangsang (iritabilita) dan mengantar
rangsang (konduktivitas). Adapun fungsi sitoplasma yaitu sebagai sumber bahan kimia penting
bagi sel dan tempat terjadinya reaksi metabolism.</p>
<p><strong>c. Organel-Organel Sel.</strong></p>
<p>    Organel-organel sel terdapat dalam sitoplasma. Macam-macam
organel penyusun sel sebagai berikut:</p>
<p>1)      <strong>Inti Sel (Nukleus),</strong> merupakan
organel terbesar yang berada dalam sel dengan diameter 10 milli micron. Nukleus berfungsi
sebagai pengatur pembelahan sel, pengendali seluruh kegiatan sel dan pembawa informasi
genetic.</p>
<p>2)      <strong>Retikulum Endoplasma (RE</strong>),
merupakan jaringan yang tersusun oleh membrane yang berbentuk seperti jala. Terdapat dua
tipe reticulum endoplasma yaitu RE kasar dan RE halus. RE kasar adalah RE yang ditempeli
ribosom dan tampak berbintil-bintil. RE halus adalah RE yang tidak ditempeli ribosom. RE
memiliki fungsi sebagai berikut:</p>
<p>a)      Mensintesis lemak dan kolesterol (RE kasar dan RE
halus).</p>
<p>b)      Menampung protein yang disintesis oleh ribosom (RE
kasar).</p>
<p>c)      Transportasi molekul-molekul (RE kasar dan RE
halus).</p>
<p>d)     Menetralkan racun (detoksifikasi).</p>
<p>3)      <strong>Ribosom,</strong> merupakan struktur unit
gabungan protein dengan RNA-ribosom (disingkat RNA-r). Ribosom terdiri atas dua subunit,
yaitu subunit subunit kecil dan subunit besar. Ribosom berperan dalam sintesis protein.</p>
<p>4)      <strong>Kompleks Golgi</strong>, tersebar dalam
sitoplasma dan merupakan salah satu komponen terbesar dalam sel. Kompleks Golgi
mempunyai hubungan yang erat dengan RE dalam sintesis protein. Selain itu kompleks golgi
juga mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:</p>
<p>a)      Tempat sintesis polisakarida seperti mucus, selulosa,
hemiselulosa dan pectin</p>
<p>b)      Membentuk membrane plasma.</p>
<p>c)      Membentuk kantong sekresi untuk membungkus zat
yang akan dikeluarkan sel.</p>
<p>d)     Membentuk akrosom pada sperma, kuning telur pada sel
telur dan lisosom.</p>
<p><strong>5)      </strong><strong>Lisosom,
</strong>merupakan kantong membrane yang berisi enzim-enzim hidrolitik (lisozim) seperti
enzim protease, lipase, nuclease, fosfatase dan enzim pencernaan yang lain. Enzim lisozim
merupakan protein yang dihasilkan di ribosom dan disimpan di dalam ruangan reticulum
endoplasma. Lisosom terdapat hampir pada semua sel eukariotik. Bebedapa fungsi lisosom
sebagai berikut:<strong></strong></p>
<p>a)      Melakukan pencernaan intrasel.</p>
<p>b)      Autofagi yaitu menghancurkan struktur yang tidak
dikehendaki, missal organel lain yang sudah tidak berfungsi lagi.</p>
<p>c)      Eksositosis yaitu pembebasab enzim ke luar sel.</p>
<p>d)     Autolisis yaitu penghancuran diri sel dengan membebaskan
isi lisosom ke dalam sel.</p>
<p><strong>6)      </strong><strong>Badan Mikro,</strong>
terdiri atas dua tipe yaitu peroksisom dan glioksisom. Peroksisom terdapat pada sel hewan,
fungi dan daun tumbuhan tingkat tinggi. Peroksisom berperan dalam oksidasi substrat
menghasilkan H2O2 yang selanjutnya dipecah menjadi H2O dan O2. Selain itu peroksisom juga
berperan dalam mengubah lemak menjadi karbohidrat dan menguraikan purin dalam sel.
Adapun glioksisom berperan dalam metabolism asam lemak dan sebagai tempat terjadinya
siklus glioksilat.<strong></strong></p>
<p><strong>7)      </strong><strong>Mitokondria,
</strong>memiliki dua jenis membrane, yaitu membrane luar dan membrane dalam. Kedua
membrane ini bersifat kuat, fleksibel, stabil dan tersusun dari lipoprotein. Membran dalam
membentuk tonjolan-tonjolan yang disebut Krista. Tonjolan-tonjolan tersebut berfungsi untuk
memperluas permukaan agar penyerapan oksigen lebih
efektif.           
<strong></strong></p>
<p> </p>
<p><strong>Perbandingan struktur sel Prokariotik dengan sel Eukariotik</strong></p>
<div>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p><strong>No</strong></p>
</td>
<td width="149" valign="top">
<p><strong>Organel</strong></p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p><strong>Prokariotik</strong></p>
</td>
<td width="93" valign="top">
<p><strong>Eukariotik</strong></p>
</td>
<td width="37" valign="top">
<p><strong> </strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p>1.</p>
</td>
<td width="149" valign="top">
<p>Membran plasma</p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p>v<strong></strong></p>
</td>
<td width="93" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="37" valign="top">
<p> </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p>2.</p>
</td>
<td width="149" valign="top">
<p>Sitoplasma</p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="93" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="37" valign="top">
<p> </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p>3.</p>
</td>
<td width="149" valign="top">
<p>Ribosom</p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="93" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="37" valign="top">
<p> </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p>4.</p>
</td>
<td width="149" valign="top">
<p>Dinding sel</p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="93" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="37" valign="top">
<p> </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p>5.</p>
</td>
<td width="149" valign="top">
<p>Mesosom</p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="93" valign="top">
<p>_</p>
</td>
<td width="37" valign="top">
<p> </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p>6.</p>
</td>
<td width="149" valign="top">
<p>Nukleus</p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="93" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="37" valign="top">
<p> </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p>7.</p>
</td>
<td width="149" valign="top">
<p>RE</p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p>_</p>
</td>
<td width="93" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="37" valign="top">
<p> </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p>8.</p>
</td>
<td width="149" valign="top">
<p>lisosom</p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p>_</p>
</td>
<td width="93" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="37" valign="top">
<p> </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p>9.</p>
</td>
<td width="149" valign="top">
<p>Kompleks Golgi</p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p>_</p>
</td>
<td width="93" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="37" valign="top">
<p> </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p>10.</p>
</td>
<td width="149" valign="top">
<p>Mitokondria</p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p>_</p>
</td>
<td width="93" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="37" valign="top">
<p> </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p>11.</p>
</td>
<td width="149" valign="top">
<p>Badan mikro</p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p>_</p>
</td>
<td width="93" valign="top">
<p>v</p>
</td>
<td width="37" valign="top">
<p> </p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>F. </strong><strong>  Model
Pembelajaran</strong><strong></strong></p>
<p>v  Model    :   Pengajaran langsung /Direct Instruction
(DI)</p>
<p>v   Metode :  Diskusi kelompok    </p>
<ol>
<li><strong>G.   
</strong><strong>P</strong><strong>erangkat</strong><strong>
P</strong><strong>embelajaran</strong><strong></strong></li>
</ol>
<p>v  Silabus</p>
<p>v  Rpp</p>
<p>v  Buku siswa</p>
<p>v  Lembar evaluasi siswa (LES)</p>
<p>v  Instrumen</p>
<ol>
<li><strong>H.    </strong><strong>Langkah – Langkah
</strong><strong>K</strong><strong>egiatan</strong><strong></strong></li>
</ol>
<ul>
<li><strong>Pendahuluan (5 menit)</strong></li>
</ul>
<p><strong><em>Tahap 1</em></strong><strong> : </strong><em>Menyampaikan tujuan dan
mempersiapkan siswa</em></p>
<ol>
<li>Guru melakukan tanya jawab tentang pengetahuan siswa pada pengertian sel pada
kehidupan sehari-hari.</li>
<li>Guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai.</li>
</ol>
<ul>
<li><strong>Kegiatan Inti (75 menit)</strong></li>
</ul>
<p><strong><em>Tahap 2</em></strong><strong> : </strong><em>Mendemonstrasikan
ketrampilan (pengetahuan prosedural) atau mempresentasikan pengetahuan (pengetahuan
deklaratif).</em></p>
<ol>
<li>Guru meminta siswa membaca lembar kerja siswa untuk persiapan diskusi.</li>
<li>Guru membimbing siswa dalam pembentukan kelompok.</li>
</ol>
<p><strong><em>Tahap 3</em></strong> : <em>Membimbing pelatihan</em></p>
<ol>
<li>Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian sel</li>
<li>Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan sel prokariotik
dengan sel eukariotik.</li>
<li>Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan organel sel
prokariotik dengan sel eukariotik.<ol>
<li>Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai pentingnya fungsi organelorganel sel.</li>
</ol></li>
</ol>
<p><strong><em>Tahap 4</em></strong> : <em>Mengecek pemahaman dan memberikan
umpan balik.</em></p>
<ol>
<li>Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh sel prokariotik dan sel
eukariotik.</li>
<li>Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.</li>
<li>Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang
sebenarnya.</li>
</ol>
<ul>
<li><strong>Kegiatan Penutup (10 menit)</strong></li>
</ul>
<p><strong><em>Tahap 5 : </em></strong><em>Memberikan kesempatan untuk pelatihan
lanjutan dan penerapan.</em><strong><em></em></strong></p>
<ol>
<li>Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat kesimpulan dari sel
prokariotik dengan sel eukariotik.</li>
<li>Guru memberikan soal evaluasi untuk dikerjakan secara individu.  </li>
<li><strong>I.       </strong><strong>Penilaian Hasil
Belajar</strong></li>
</ol>
<p>v  Lembar kerja siswa (terlampir)</p>
<p>v  Lembar evaluasi siswa (terlampir)</p>
<p>v  LP –1 /penilaian afektif (terlampir)</p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p
Download