1 BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL Siaran Pers

advertisement
BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
Siaran Pers
Survei PwC Kokohkan Posisi RI
Sebagai Negara Tujuan Investasi Utama
Jakarta, 17 November 2015 – Survei yang dilakukan oleh Price Waterhouse Coopers
(PwC) terhadap 800 CEO perusahaan yang berlokasi di Asia Pasifik positif terhadap
upaya perbaikan iklim investasi Indonesia. Dari hasil survei yang dirilis kemarin
(16/11) tersebut, semakin meneguhkan posisi Indonesia sebagai negara tujuan
investasi utama bersama dengan RRT dan Amerika Serikat.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyampaikan
bahwa pihaknya merespons positif hasil survei yang dirilis oleh PwC tersebut. “Survei
tersebut melengkapi survei-survei yang dilakukan oleh lembaga independen lainnya
yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara tujuan investasi utama,“
ujarnya dalam keterangan resminya kepada pers, Selasa (17/11).
Franky menilai bahwa persepsi positif yang tercermin dalam hasil survei tersebut
dapat membantu BKPM untuk meningkatkan arus investasi masuk ke Indonesia dan
mencapai target-target investasi yang dicanangkan oleh pemerintah. “Perbaikanperbaikan layanan investasi akan terus dilakukan dan diharapkan dapat berdampak
positif terhadap meningkatnya realisasi investasi asing maupun domestik di
Indonesia,” paparnya.
Nilai positif dari survei tersebut cukup signifikan karena kondisi perekonomian global
yang tengah dalam kondisi tidak menentu. Setidaknya survei yang dilakukan dalam
periode 23 Juni dan 21 Agustus 2015 tersebut memperhitungkan dua kondisi global
yang memengaruhi jawaban responden.
Pertama adalah terkait kondisi Amerika Serikat yang meningkatkan suku bunga bank
sentralnya pada bulan Juli 2015 dan RRT yang mendevaluasi Yuan ditengah
intervensi untuk mempertahankan harga sama yang dilakukan pada bulan Agustus
2015. “Posisi Indonesia yang masih positif dapat mempermudah upaya untuk
menarik minat investasi dari investor global,” ungkapnya.
Sebelumnya, Indonesia juga dinilai positif dalam survei Ease of Doing Business
(kemudahan berusaha) 2016 yang dirilis World Bank Group. Posisi Indonesia naik 11
posisi dari sebelumnya peringkat 120 menjadi peringkat 109 dari total 189 negara
yang disurvei. Indonesia tercatat sebagai negara yang konsisten melakukan
reformasi EODB sejak 2007 sehingga termasuk 24 negara teratas yang melakukan
reformasi di 3 indikator atau lebih.
1
52% CEO Siap Tingkatkan Investasi di RI
Beberapa hal yang menjadi catatan BKPM bahwa dalam survei yang dilakukan oleh
PwC tersebut, muncul bahwa meskipun jumlah respondennya meningkat dari tahun
lalu sebanyak 635 dan tahun ini mencapai 800 responden, namun mayoritas
responden atau 52% CEO menyatakan akan meningkatkan investasinya ke Indonesia.
“Jadi 52% menyatakan akan meningkatkan investasinya dan 38% lainnya bertahan
pada nilai investasi yang sama. Ini merupakan prosentase tertinggi setelah RRT.
Posisi Indonesia di level yang sama dengan Amerika Serikat dan Vietnam,” jelas
Franky.
Secara keseluruhan 68% persen investasi baru akan dikucurkan di wilayah APEC dan
32% lainnya ke wilayah lain di dunia. Responden Survei PwC tersebut juga memiliki
keyakinan lebih tinggi terhadap perekonomian Indonesia dalam periode menengah
3-5 tahun mendatang. Keyakinan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan periode
jangka pendek di jangka waktu 12 bulan mendatang.
“Survei tersebut juga memproyeksikan masa depan ekonomi Indonesia yang ditandai
dengan perubahan wajah industri manufaktur ke arah basis teknologi. Hal ini
menyebabkan adanya kebutuhan modernisasi peralatan dan adanya pergerakan
pekerja lintas negara,” pungkasnya.
--Selesai-Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
Ariesta Riendrias Puspasari
Kepala Biro Peraturan Perundang-Undangan, Hubungan Masyarakat
dan Tata Usaha Pimpinan
Jl. Jend. Gatot Subroto No.44 Jakarta 12190
Telepon : 021-5269874
HP : 08161946825
E-mail : [email protected]
2
Download