Tukang Gembok dan Muridnya

advertisement
Tukang Gembok dan Muridnya
Author :
erwin_y
Abstract :
<p>Ingin berbagi artikel ini dengan sahabat sekalian. Semoga bermanfaat.</p>
<p>http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/3969/Tukang_Gembok_Dan_Muridnya/
Tukang Gembok dan Muridnya <br /> <br />Penulis : Andrie Wongso <br />Senin, 25April-2011<br />Audio/Video : <br /> Alkisah, seorang ahli kunci yang sangat termasyhur
bermaksud mewariskan satu ilmu tertinggi dalam dunia perkuncian. Ahli kunci ini memiliki dua
orang murid yang sama-sama pandai. Setelah beberapa tahun dididik, kedua orang murid itu
sudah mahir dan menguasai semua teknik membuka segala jenis gembok. Hanya saja, ilmu
tertinggi itu harus diwariskan hanya kepada satu orang yang benar-benar memenuhi kriteria.
Oleh karena itu, untuk menentukan pewaris ilmunya, si ahli kunci tadi kemudian menggelar
sebuah ujian yang diadakan pada waktu bersamaan. <br /><br /><br /> Maka disiapkanlah dua
buah peti yang tergembok rapat dan di dalamnya diisi dengan satu bungkusan berisi barang
berharga. Kedua peti yang tergembok rapat itu lalu ditempatkan di dalam dua kamar yang
bersebelahan. Berikutnya, murid pertama dan murid kedua disuruh masuk ke dalam kamarkamar tadi secara bersamaan. "Tugas kalian adalah membuka gembok peti-peti di dalam kamar
itu. Ayo, laksanakan...!" perintah si ahli kunci. <br /><br /><br /> Tidak lama kemudian, murid
pertama keluar dari kamar lebih dulu dan tampak berhasil menyelesasikan tugasnya. Sang ahli
kunci langsung bertanya, "Bagus... tampaknya kau berhasil mengerjakan tugasmu. Apa isi peti
itu?" <br /><br /><br /> Murid pertama menjawab dengan percaya diri dan perasaan penuh
kemenangan, "Di dalam peti itu terdapat sebuah bungkusan. Dan di dalam bungkusan itu ada
sebuah permata yang berkilauan.. Indah sekali! Andaikan saya bisa memiliki permata itu..." <br
/><br /><br /> Mendengar jawaban itu yang penuh dengan rasa percaya diri itu, si ahli kunci
tersenyum bijak. Ia segera menoleh ke arah murid kedua yang baru saja keluar dari kamar. Ia
langsung menanyakan hal yang sama, "Bagus... tampaknya kau juga berhasil mengerjakan
tugasmu. Apa isi peti itu?" <br /><br /><br /> Mengetahui dirinya kalah cepat dalam membuka
peti, murid kedua hanya menjawab dengan pelan. "Saya hanya membuka gembok peti itu, lalu
keluar. Saya tidak membuka petinya, apalagi melihat isinya." <br /><br /><br /> Mendengar
jawaban itu, sang ahli kunci tersenyum puas. "Baiklah. Berdasarkan hasil ujian tadi, maka kau
murid kedua... kaulah pemenangnya. Engkaulah yang akan mewarisi ilmu tertinggi dalam dunia
perkuncian yang aku miliki," demikian si ahli kunci memutuskan. <br /><br /><br /> Keputusan
ahli kunci itu kontan membuat murid pertama kaget setengah mati. "Guru...!" teriak murid
pertama yang kecewa. <br /><br /><br /> "Bukankah saya yang berhasil membuka gembok
lebih cepat? Mengapa bukan saya yang dipilih sebagai pewaris ilmu itu?" tanya si murid
pertama dengan gusar. <br /><br /><br /> Mendengar kegusaran murid pertamanya itu, si ahli
kunci kembali tersenyum bijak. "Murid-muridku, dengar! Profesi kita adalah tukang kunci dan
membuka gembok adalah tugas kita. Kita harus membantu orang membuka gembok yang
kuncinya hilang atau rusak. Jika gembok sudah dibuka, tugas kita selesai. Kalau kita juga ingin
melihat isinya, itu berarti melanggar kode etik profesi kita sebagai ahli kunci." <br /><br /><br
/> Selanjutnya, si ahli kunci meneruskan nasihatnya. "Tidak perduli apa pun pekerjaan kita,
moral dan etika profesional harus dijunjung tinggi. Tanpa moraldan etika, maka seorang ahli
kunci bisa dengan mudah beralih profesi menjadi seorang pencuri. Kalian mengerti?" <br /><br
/><br /> Mendengar hal itu, murid pertama mengangguk-anggukkan kepala. Dia menyadari di
mana letak kesalahannya. Dia juga bersyukur telah mendapat satu lagi pelajaran moral yang
sangat berharga sebelum terjun ke tengah-tengah masyarakat. Walaupun kecewa karena
dirinya tidak bisa menjadi pewaris ilmu tertinggi yang dimiliki gurunya, murid pertama merasa
tetap mendapatkan sebuah ilmu yang berharga sekali. Itulah ilmu mengenai moral dan etika
profesional. Sejak saat itu, murid pertama berjanji pada diri sendiri, kelak dalam menjalankan
profesinya, ia akan menjadi seorang ahli kunci professional yang menjunjung tinggi moralitas
dan etika profesinya. <br /><br /> <br /><br /> <br /><br /><br />Netter yang Luar Biasa! <br
/><br /> <br /><br /> Memang tepat apa yang diilustrasikan dalam cerita tadi. Kita sebagai
seorang profesional di bidang apa pun harus mampu melakukan tugas dan pekerjaan sesuai
dengan lingkup profesionalisme kita. Jika tidak mengerti fungsi dan tanggung jawab sebagai
profesional dengan benar, apalagi tidak memiliki etika dan moral, kita akan mudah terperosok
kepada kesalahan-kesalahan profesi. Jika tidak tegas dalam mengontrol atau mengendalikan
godaan pikiran negatif, kita pun akan mudah terjurumus dalam pelanggaran-pelanggaran yang
dapat mendatangkan akibat fatal bagi karir dan masa depan kita. <br /><br /><br /> Dalam
perjalanan hidup saya sebagai motivator dan pengusaha, saya sering mendapati betapa banyak
orang-orang pandai, cerdas, berbakat, bersemangat, dan berprestasi, tetapi akhirnya jatuh
gara-gara mereka tidak memperhatikan masalah etika dan moral. Ini sungguh menyedihkan.
Betapa karir dan keberhasilan yang dirintis sekian lama, akhirnya rontok oleh
ketidakwaspadaan dan kurangnya pengendalian diri. <br /><br /><br /> Sebaliknya, saya juga
sering menemukan betapa orang-orang yang kemampuannya biasa saja, tetapi karena mampu
menjalankan profesionalisme secara etis dan bermoral secara bersamaan, prestasi mereka
akhirnya melejit dan meraih kesuksesan. Kalau kita dapat menjalankan etika dan moralitas
secara sinergis dalam profesi, maka akan terbangun kepercayaan terhadap kinerja. Saya berani
mengatakan, "kepercayaan" (trust) adalah mata uang yang berlaku di mana-mana, juga "daya
ungkit" yang bisa menjadi pemacu karir maupun kesuksesan kita sebagai seorang profesional.
Mari, miliki TRUST dengan cara menjalankan profesi masing-masing secara etis dan
bermoral.</p>
<p> </p>
<p>Semoga bermanfaat. Terima kasih</p>
Download