Gastroenteritis virus

advertisement
Gastroenteritis virus
Dan
Viral Central Nervous System
Gastroenteritis virus (2)
• Gastroenteritis: Salah satu penyakit yang banyak
menyerang manusia dari berbagai usia
• Gastroenteritis: Inflamasi lambung dan usus
• Penyebabnya: virus, bakteri, parasit
• Simtom Klinik: mulai muntah  diare akut
(diarrhea) kematian
• Episode simtom: abdominal cramping, malaise,
headache, myalgia, nausea, vomiting, diare.
• Simtom bisa muncul sendiri-sendiri atau sekaligus
Gastroenteritis virus (3)
• Sejarah penemuan ini dimulai ketika pasen diare,
ternyata tidak ditemukan penyebabnya yang
umum, baru 1970 ditemukan penyebab nya virus.
• 1972 awal ditemukan banyak virus yang menye
babkan diare tsb.
• Diantaranya rotavirus, adenovirus, astrovirus,
Sapporo-like virus (masuk caliciviridae)
• Di USA penyebab umum diare pd anak-anak
adalah virus
Gastroenteritis virus (4)
1950-1970: Echovirus, adenovirus, Coxsackie A dan B virus (diisolasi dari
tinja pasen, tapi apakah virus tsb penyebab diare blm jelas)
1972: Norwalkvirus (virus pertama yang diyakini berkaitan dengan diare);
Rotavirus Grup A (ditemukan Bishop pada mukosa duodenal, dan kini
dikenal sbg virus penyebab diare berat pada anak-anak)
1975: Enteric adenovirus serotype 40 dan 41 (berkaitan dengan diare);
Astrovirus (dikenal sebagai penyebab umum diare; jarang ditemukan
pada tinja)
1979: Calicivirus (berkaitan dg norwalkvirus)
1980-1990s: Rotavirus B dan C; Norwalk-likeviruses (ini calicivirus juga);
Torovirus; picobirnavirus, enterovirus 22 (ditemukan pada tinja, tapi apa
penyebab diare atau bukan belum jelas)
Gastroenteritis virus (5)
•
•
•
•
Jika dikelompokan virus penyebab gastroente
ritis terdiri dari 4 suku:
Rotavirus (Reoviridae) (dsRNA)
Human calicivirus (Caliviridae) (ss RNA)
Enteric adenovirus (Adenoviridae) (dsDNA)
Astrovirus (Astroviridae) (ssRNA)
Gastroenteritis virus (6)
Epidemiologi gastroenteritis virus
Virus
Rotavirus A, adeno
Rotavirus B&C
astro, calicivirus
Umur
< 5 tahun
semua umur
Transmisi droplet, kontak
mamin, kontak
Pencegahan vaksin (dev)
Public health
Gastroenteritis virus (7)
Group high risk
• Anak-anak dan lansia
• Pegawai rumah sakit, keluarga perawat
• Wisatawan di negara berkembang
• Immunodeficient
• Khemoterapi (misal orang yg sedang transplan
tasi sumsum)
Gastroenteritis (8)
• Torovirus (Coronaviridae; RNA positif) ini
menyebabkan infeksi dan diare pada binatang,
tapi pada manusia perannya belum jelas
benar.
• Ada laporan, pasen yg terinfeksi torovirus,
lebih sering mengalami diare berdarah dan
lebih jarang muntah dibanding yg terinfeksi
rotavirus dan astrovirus
Gastroenteritis (9)
Coronavirus (Coronaviridae)
• Penyebab diare pada binatang, terakhir dike
nal juga mrpk penyebab diare pd manusia,
dan ini sudah clear.
Gastroenteritis (10)
Treatment and prevention
• Terapi yang direkomendasikan untuk acute viral gastroente
ritis sejak 1985 tidak berubah
• Terapi cairan elektrolit plus gula (glukosa atau sukrosa), dan
mungkin cukup rawat jalan.
• Tidak perlu antibiotik untuk yg tdk ada komplikasi infeksi.
Sampai saat ini tdk ada antiviral spesifik.
• Perhatian yg besar jika sudah ngalami dehidrasi berat,
untuk ini perlu parenteral fluid yang tidak hanya elektrolit
tapi juga nutrisi.
• Belum ada chemoprophylaxis untuk viral gastroenteritis.
Untuk bayi prematur ada oral human serum globulin yang
mengandung rotavirus antibodi.
Viral CNS Infection (1)
• Penyakit utama: meningitis dan ensefalitis
Virus Penyebab:
a. DNA Virus
•
•
•
•
•
•
•
•
•
HSV 1: meningitis; ensefalitis
HSV 2: meningitis, ensefalitis
CMV : ensepalitis
EBV : ensepalitis, meningitis, myelitis
VZV : serebelitis, ensefalitis, meningitis, myelitis
Human herpes virus 6: ensefalitis
B virus: ensefalitis
Adenovirus : meningitis, ensefalitis
Vaccinia virus: ensephalomyelitis
Viral CNS infection (2)
b. RNA virus (ini lebih banyak dari DNA virus)
• Arbovirus (alphavirus; flavivirus; bunyaviridae; reoviridae) (misal
Western/Eastern equine encephalitis virus): meningitis, ensefalitis
• Enterovirus (Polio, Coxsackie, Echo): Polio  meningitis, myelitis
• Paramyxoviridae (measles, mumps): measles  ensefalitis; mumps
 meningitis, ensefali tis, myelitis
• Orthomyxoviridae (Influenza virus): ensefalitis
• Rhabdiviridae (Rabies virus): Ensefalitis, encephalomye litis
• Retroviridae (HIV): encephalitis, Encephalopathy
• Arenaviridae (Lymphocytic choriomeningitis virus): meningitis;
encephalitis.
Viral CNS Infection (3)
• Acute viral meningitis dan meningoencephalitis (penyakit
utama kelompok virus ini)
Viral meningitis:
Kelompok virus penyebab:
• Enterovirus (penyebab utama/90% kasus di negara yang
melaksanakan imunisasi mumps viral meningitis disebab
kan oleh virus ini)
• Arbovirus (di USA lebih dari 74.000 kasus/tahun terutama
akhir musim panas dan musim gugur; penyebab utama
arbovirus)
• Mumps virus (terutama dinegara yg tidak melaku kan
imunitas untuk mumps virus)
Manifestasi klinik meningitis
• Meningitis oleh enterovirus boleh dikatakan tidak
menunjukan simtom spesifik, juga demam (3840) selama 3-5 hari; malaise; sakit kepala.
• Simtom kekakuan tengkuk, sakit kepala, photo
phobia terjadi pada sekitar 11% laki, 36 % wanita
pada infeksi pertama HSV 2
• 5 % pasen dengan infeksi pertama HSV 2 mempe
roleh meningitis yang parah sehingga perlu rawat
inap
Treatment meningitis
• Tidak ada terapi khusus untuk viral meningi
tis
• Usaha utama lewat preventive
• Antiviral terapi yang berkembang untuk ente
rovirus meningitis
• Pada pasen normal umumnya viral meningitis
bisa dianggap jinak
Manifestasi klinik viral ensefalitis
• Ensefalitis berbeda dengan meningitis, ini memiliki
angka mortalitas dan komplikasi yang tinggi
• Fatality rates bervariasi tergantung virus penyebab
nya dan faktor pasennya.
• Misal arbovirus ensefalitis oleh St Louis Encephalitis,
virus mortality rate hanya 2 % pada anak-anak, tapi
meningkat jadi 20 % pada manula
• Western dan Eastern equine encephalitis menghasil
kan mortalitas yang tinggi pada anak-anak dibanding
dewasa.
Viral encephalitis prevention n treatment
• Prevention masih merupakan cara terbaik
• Mumps telah banyak dikurangi dengan ada vaksinnya,
juga untuk measles dan rubella.
• Saat ini tersedia obat sebagai antiviral untuk HSV1 dan 2,
VZV, CMV seta HIV.
• Acyclovir dan vidarabin dapat menurunkan angka
kesakitan (morbidity) 90 50 %
• Varicella Imunoglobulin dan acyclovir dpt mengurangi
komplikasi infeksi pertama VZV
• Ganciclovir dan forcarnet digunakan untuk treatmen CMV
encephalitis
• Psychosocial effect?
non virus penyebab meningitis dan
ensefalitis
Bakteri:
• Mycoplasma, Ureaplasma, Chlamydia, Mycobacterium, Spirochetes,
Ricketsia, Nocardia, Brucella etc.
Fungi:
• Blastomyces, Candida, Aspergillus, Sporothrix, Zygomyces
Protozoa n parasit lain:
• Toxoplasma, Acanthamoeba, Naegleria, Enta moeba, Trypanosoma,
Plasmodium.
Noninfectious causes:
• Obat: sulfa, antibiotik, isoniazid, ara-C dll.
• Brain tumor
• Racun: logam berat (Pb, Hg, As)
Kecelakaan:
• Cerebral vascular accident
Download