Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah sebuah gereja yang

advertisement
28 DOKTRIN ALKITAB
1:51 AM GMAHKTANJUNGPINANG NO COMMENTS
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah sebuah
gereja yang memegang teguh iman kepada Allah
Bapa, Anak dan Roh Kudus sepenuhnya
berdasarkan apa yang tertulis dalam Alkitab.
Keseluruhan firman-Nya tersebut disimpulkan ke
dalam 28 (dua puluh delapan) dasar-dasar
kepercayaan yang 100% berasal dari Alkitab,
dimana ke-28 dasar-dasar ini dapat berkembang
setiap saat sejalan dengan berkembangnya topiktopik yang baru ditemukan dalam Alkitab
(progressive revelation).
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh berkeyakinan
bahwa Tuhan kita Yesus Kristus akan datang
kembali untuk keduakalinya, menjemput umat-Nya
untuk dibawa ke tempat di mana Ia berada (Yoh
14:2-3).
Ringkasan Dua Puluh Delapan Dasar-dasar
Kepercayaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
1. Allah yang benar dan hidup, yang adalah
Oknum pertama Keallahan, adalah Bapa kita yang
di surga, dan Ia, melalui Anak-Nya, Yesus Kristus,
menciptakan segala sesuatu. (Mat. 28:18, 19; 1
Kor. 8:5, 6; Ef. 3:9; Yer. 10:10-12; Ibr. 1:1-3;
Kis. 17:22-29; Kol. 1:16-18.)
2. Yesus Kristus, Oknum kedua Keallahan, dan
Anak Allah yang kekal, adalah satu-satunya
Juruselamat dari dosa; dan keselamatan manusia
adalah oleh kasihkarunia melalui iman di dalam
Dia. (Mat. 28:18, 19; Yoh. 3:16; Mikha 5:2; Mat.
1:21; 2:5, 6; Kis 4:12; 1 Yoh. 5:11, 12; Ef. 1:915; 2:4-8; Rm. 3:23-26.)
3. Roh Kudus, Oknum ketiga Keallahan, adalah
wakil Kristus di bumi, dan menuntun orang
berdosa kepada pertobatan dan penurutan akan
semua tuntutan Al(Mat.28:18, 19; Yoh. 14:26;
15:26; 16:7-15; Rm. 8:1-10; Ef. 4:30.)
4. Melalui Kristus, orang-orang percaya menerima
pengampunan atas dosa yang diakui dan
ditinggalkan, yang untuk mana, sejauh dalam
kuasa mereka, pengdibuat.(Ef. 1:7; Kol. 1:14, 15;
1 Yoh. 1:7-9; Yes. 55:6, 7; Yeh. 33:15; Mat. 5:23,
24; 6:14, 15.)
5. Alkitab adalah firman Allah yang diinspirasikan,
dan merupakan satu-satunya dasar peraturan
iman dan perbuatan yang lengkap dan cukup. (2
Tim. 3:15-17; 2 Ptr. 1:19-21; Mzm. 119:9, 11,
105, 130; 1 Tes. 2:13; Yes. 8:20; Yer. 15:16; Ibr.
4:12.)
6. Semua orang yang memasuki kerajaan surga
harus memiliki pengalaman perubahan, atau
kelahiran baru, melalui mana manusia menerima
suatu hati yang baru dan menjadi suatu ciptaan
baru. Dengan demikian apa pun latar belakang
suku atau sosial, ia menjadi seorang anggota dari
“seluruh keluarga di surga dan di bumi.” (Mat.
18:3; Yoh. 3:3; 2 Kor. 5:17; Yeh. 36:26, 27; Ibr.
8:10-12; 1 Ptr. 1:23; 2:2; Kis. 17:26; Ef. 3:15.)
7. Kristus tinggal di dalam hati yang diperbarui,
menuliskan di dalamnya prinsip-prinsip hukum
Allah, menuntun orang percaya kepada sukacita
dalam menurut peraturannya, dan memberikan
kuasa untuk penurutan itu. (2 Kor. 6:16; Mzm.
40:8; Ibr. 8:10-12; Yoh. 14:15; Kol. 1:27; 3:16;
Gal. 2:20; Ef. 3:14-21.)
8. Setelah kenaikan-Nya, Kristus memulai
pelayanan-Nya sebagai imam besar di bilik suci
dari bait suci surga, yaitu merupakan model asli
dari bait suci dunia dahulu. Di bait suci surga itu,
suatu pekerjaan penghakiman penyelidikan dimulai
ketika Kristus memasuki bagian kedua dari
pelayanan-Nya, di Bilik yang Mahasuci yang
dilambangkan dalam pelayanan Hari Pendamaian
pada pelayanan bait suci dunia. Pekerjaan
penyelidikan penghakiman di bait suci surgawi ini
mulai pada tahun 1844, pada akhir masa 2300
tahun, dan akan berakhir bersamaan dengan
pepintu kasihan. (Ibr. 4:14; 8:1, 2; Im. 16:2, 29;
Ibr. 9:23, 24; Dan. 8:14; 9:24-27; Why. 14:6, 7;
22:11.)
9. Kedatangan Kristus kedua kali adalah
pengharapan gereja, klimaks Injil, dan tujuan dari
rencana penebusan, apabila Yesus akan datang
secara nyata, secara pribadi, dan nampak, dengan
semua malaikat kudus-Nya. Banyak tanda-tanda
zaman menyatakan bahwa kedatangan-Nya sudah
dekat. Dan penggenapan dari berbagai garis
nubuatan yang hampir selesai menyatakan bahwa
“Ia sudah dekat, sudah di ambang pintu.” (Yoh.
14:1-3; Tit. 2:11-14; Ibr. 9:28; Kis. 1:9-11; Why.
1:7; Mat. 25:31; Luk. 9:26; 21:25-33; Mat. 24:14,
36-39, 33.)
10. Pada kedatangan Kristus yang kedua kali,
orang-orang benar yang sudah mati akan
dibangkitkan kepada kehidupan. Bersama dengan
orang benar yang mahidup, mereka akan diangkat
untuk bertemu dengan Tuhan di angkasa, dan
akan pergi ke surga bersama Dia, untuk tinggal di
sana selama seribu tahun atau yang dikenal
sebagai milenium. (Why. 1:7; Yoh. 5:25, 28, 29;
Hosea 13:14; 1 Kor. 15:51-55; 1 Tes. 4:13-18;
Yoh. 11:24, 25; 14:1-3; Why. 20:6, 4, 5; Yes.
25:8, 9.)
11. Orang-orang jahat yang masih hidup pada
kedatangan Kristus kedua kali akan dibunuh oleh
kemuliaan kedatangan-Nya. Mereka bersama
dengan orang-orang jahat yang telah mati
sepanjang zaman, akan menantikan kebangkitan
kedua, pada akhir seribu tahun. (2 Tes. 1:7-10;
2:8; Yud. 14, 15; Why. 20:5, 12, 15; Yoh. 5:28,
29; Kis 24:15; Yes. 24:21, 22.)
12. Pada akhir seribu tahun, peristiwa-peristiwa
berikut ini akan terjadi: (a)Kristus dan orangorang benar akan turun dari surga, bersama Kota
Suci, YeruBaru (Why. 21:2, 10); (b) Orang jahat
yang mati akan dibangkitkan untuk penghukuman
akhir (Why. 20:11, 12); (c) Orang-orang jahat
akan menerima upah dosa yang terakhir bilamana
api turun dari Allah di langit untuk menghanguskan
mereka (Why. 20:7-10, 14, 15); dan (d) api ini,
yang menghancurkan pekerjaan dosa, akan
menyucikan dunia. (2 Ptr. 3:10-14; Mal. 4:1, 3;
Why. 20:8, 4.)
13. Dunia, yang disucikan oleh api dan dibarui oleh
kuasa Allah, akan menjadi tempat tinggal yang
kekal dari umat tebusan. (2 Ptr. 3:9-13; Yes.
65:17-25; 35:1-10; 45:18; Mat. 5:5; Mal. 4:1-3;
Ams. 11:31.)
14. Hari ketujuh dalam pekan adalah tanda kekal
dari kuasa Kristus sebagai Pencipta dan Penebus,
dan merupakan hari Tuhan, atau Sabat orang
Kristen, yang merupakan meterai Allah yang
hidup. Hari itu harus dikuduskan dari matahari
terbehari Jumat hingga matahari terbenam hari
Sabtu. (Kej. 2:1-3; Kel. 16:23-31; 20:8-11; Yoh.
1:1-3, 14; Yeh. 20:12, 20; Mrk. 1:21-32; 2:27,
28; Yes. 58:13; Luk. 4:16; 23:54-56; 24:1; Kis.
17:2; Ibr. 4:9-11; Yes. 66:22, 23; Im. 23:32.)
15. Pernikahan adalah lembaga pemberian Allah
sejak dari Taman Eden, sebelum dosa masuk ke
dunia. Yesus menghargai lembaga pernikahan dan
mekesucian dan keutuhannya. Perjanjian Baru
berulangkali menegaskan kesucian hubungan
pernikahan, dan mengajarkan bahwa hal ini harus
dimasuki dengan janji setia dan kemurnian moral
seumur hidup. Keintiman seksual antara pria dan
wanita di luar pernikahan atau antara sesama jenis
kelamin bertentangan derencana Ilahi dan
dipersalahkan oleh Alkitab sebagai dosa. Para
pengikut Yesus melalui karunia-Nya akan
mempertahankan kesucian moral dalam pedoman
Alkitabiah ini mengenai hubungan seksual. “Karena
inilah kehendak Allah: penguyaitu supaya kamu
menjauhi percabulan” (1 Tes. 4:3).
Suami istri Kristen harus mengasihi dan
menghargai satu sama lain sebagaiAllah mengasihi
dan menghormati mereka. Mereka diperintahkan
untuk medan menghargai anak-anak mereka,
memperlakukan mereka dengan lem-but,
mengajarkan mereka untuk mengasihi dan
melayani Allah. Untuk hal ini mereka harus
melaksanakan kebaktian keluarga, menghadiri
Sekolah Sabat dan acara kejemaat lainnya, dan
sedapat mungkin bersekolah di sekolah yang
dijalankan oleh gereja. Demikian juga anak-anak
harus memenuhi tanggung jawab mereka untuk
menghormati dan menuruti orangtua mereka.
(Kej. 2:21-24; Ul. 4:6, 7; Mat. 19:3-9; 1 Kor. 6:911; Ef. 5:24, 25, 28; Kol. 3:18-21; 1 Tes. 4:3-8;
Ibr. 10:23-35; 13:4; 1 Ptr. 3:7).
16. Persepuluhan itu suci bagi Tuhan dan
merupakan cara Allah untuk menyokong
pelayanan-Nya. Persembahan yang tulus adalah
juga bagian dari rencana Allah untuk menyokong
pekerjaan-Nya di seluruh dunia. (Im. 27:30-32;
Mal.3:8-12; Bil. 18:20-28; Mat. 23:23; Ams. 3:9,
10; 1 Kor. 9:13, 14; 2 Kor. 9:6, 7; Mzm. 96:8.
17. Kekekalan hanya bersumber dari Injil, dan
diberikan sebagai karunia dari Allah pada
kedatangan Kristus yang kedua kali. (1 Kor. 15:21,
22, 51-55; Mzm. 146:3, 4; Pkh. 9:5, 6, 10; 1 Tim.
6:15, 16; 2 Tim. 1:10; 1 Yoh. 5:11, 12).
18. Keadaan manusia dalam kematian adalah tidak
sadar. Semua orang yang baik maupun yang jahat
adalah sama, tinggal dalam kubur sejak kematian
hingga kebangkitan. (Pkh. 9:5, 6; Mzm. 115:17;
146:3, 4; Ayub 14:10-12, 21, 22; 17:13; Yoh.
11:11-14; 1 Tes. 4:13; Yoh. 5:28, 29).
19. Orang Kristen dipanggil kepada pengorbanan,
dan kehidupannya harus ditandai oleh kehatihatian dalam perilaku dan kesopanan dan
kesederhanaan dalam berpakaian. (1 Tes. 3:13;
4:3, 7; 5:23; 1 Ptr. 2:21; 3:15, 3-5; Yes. 3:16-24;
1 Kor. 10:31; 1 Tim. 2:9, 10. Lihat hlm. 17, 176183).
20. Orang Kristen harus mengakui tubuhnya
sebagai bait Roh Kudus. Karena itu ia akan
menghormati Allah dengan menjaga tubuhnya
secara bijaksana, mengdengan cukup hal-hal yang
baik dan menghindari penggunaan hal-hal yang
berbahaya, tidak memakan yang haram, tidak
menggunakan, menghasilkan, atau menjual
minuman beralkohol, tidak menggunakan,
menghasilkan, atau menjutembakau dalam segala
bentuk yang dikonsumsi manusia, dan tidak
menyalahdan berjual beli narkotik atau obat bius
lainnya. (1 Kor. 3:16, 17; 6:19, 20; 9:25; 10:31;
2 Kor. 7:1; Gal. 5:17-21; 6:7, 8; 1 Ptr. 2:9-12; 1
Kor. 10:1-11; Im. 11:1-8
21. Gereja tidak akan kekurangan satu karunia
pun, dan adanya karunia nubuat merupakan satu
tanda pengenal gereja yang sisa. (1 Kor. 1:5-7;
12:1-28; Amos 3:7; Hosea 12:10, 13; Why.
12:17; 19:10. Lihat hlm. 15, 33, 35). Gereja
Masehi Advent Hari Ketujuh mengakui bahwa
karunia ini telah diwujudkan dalam kehidupan dan
pelayanan Ellen G. White.
22. Alkitab mengajarkan satu organisasi gereja
yang pasti. Anggota organisasi ini memiliki
tanggung jawab yang suci untuk tunduk,
menyokong dengan setia, dan bersama-sama
memeliharanya. Mereka dinasihati untuk tidak
meninggalkan persekutuan. (Mat.16:16-18; Ef.
1:10-23; 2:19-22; 1 Kor. 14:33, 40; Titus 1:5-9;
Mat. 18:15-18; 1 Kor. 12:12-28; 16:1-3; Ibr.
10:25; Kis. 4:32-35; 6:1-7).
23. Baptisan dengan diselamkan melambangkan
kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus,
dan secara terbuka menyatakan iman dalam
karunia-Nya yang menyelamatkan serta penolakan
atas dosa dan dunia, dan diakui sebagai syarat
masuk ke dalam keanggotaan jemaat. (Mat. 3:1317; 28:19; Kis. 2:38, 41-47; 8:35-39; 16:32, 33;
22:16; Rm. 6:1-11; Gal. 3:27; Kol. 3:1-3. Lihat
hlm. 30, 33, 35).
24. Upacara perjamuan kudus memperingati
kematian Juruselamat; dan partisipasi anggota
tubuh adalah penting untuk pertumbuhan dan
persekutuan Kristen. Ini harus didahului oleh
upacara pembasuhan kaki sebagai persiapan untuk
upacara yang kudus ini. (Mat. 26:26-29; 1 Kor.
11:23-26; Yoh. 6:48-56; 13:1-17; 1 Kor. 11:2730).
25. Dalam kehidupan Kristen terdapat perpisahan
sepenuhnya dari perbuat-an dunia, seperti
bermain kartu, menonton bioskop, berdansa, dan
lainnya, yang cenderung untuk menumpulkan dan
merusak kehidupan rohani. (2 Kor. 6:15-18; 1
Yoh. 2:15-17; Yak. 4:4; 2 Tim. 2:19-22; Ef. 5:811; Kol. 3:5-10. Lihat hlm. 178-183).
26. Melalui penyelidikan firman, Allah berbicara
kepada kita, memberikan terang dan kekuatan;
dan melalui doa jiwa dipersatukan dengan Allah.
Ini adalah cara surga untuk memperoleh
kemenangan dalam pertentangan melawan dosa
dan untuk perkembangan karakter Kristen. (Mzm.
19:7, 8; 119:130; Yoh. 6:63; 17:17; 1 Ptr. 2:2; 1
Tes. 5:17; Luk. 18:1; Mzm. 55:17; Yes. 50:4).
27. Setiap anggota jemaat berada di bawah
perintah kudus dari Yesus untuk menggunakan
talentanya dalam pekerjaan memenangkan jiwa
secara perorangan dalam membantu
menyampaikan Injil kepada seluruh dunia. Bila
tugas ini sudah seYesus akan datang. (Mat. 25:1429; 28:18-20; Why. 22:17; Yes. 43:10-12; 2 Kor.
5:17-20; Rm. 10:13-15; Mat. 24:14).
28. Sesuai dengan keseragaman cara Allah
menghadapi umat manusia, mengamarkan mereka
akan peristiwa masa depan yang akan menentukan
nasib meIa telah mengirimkan kabar kedatangan
Kristus yang sudah dekat. Kabar perini
dilambangkan dengan pekabaran tiga malaikat
dalam Wahyu 14, dan didalam Pergerakan
Kedatangan Kristus Kedua Kali dewasa ini. Hal ini
telah menggerakkan umat yang sisa, Gereja
Masehi Advent Hari Ketujuh, yang memelihukum
Allah dan iman kepada Yesus. (Amos 3:7; Mat.
24:29-34; Why. 14:6-10; Zef. 3:13; Mi 4:7, 8;
Why. 14:12; Yes. 26:2; Why. 22:14.)
Download