Slave Redemption in Sudan

advertisement
Sudan adalah negara yang terletak di
timur laut benua Afrika. Sebelum referendum
yang memisahkan Sudan menjadi dua
bagian, Sudan merupakan negara terluas
di Afrika dan di daerah Arab, serta terluas
kesepuluh di dunia. Negara ini berbatasan
dengan Mesir di utara, Laut Merah di timur
laut, Kongo dan Afrika Tengah di barat daya,
Chad di barat, dan Libya di barat laut.
Saat ini negara Sudan terpecah
menjadi negara Sudan Utara dan Sudan
Selatan yang diakibatkan oleh perang
saudara akibat perbedaan diskriminatif
oleh
pemerintah
pusat
terhadap
masyarakat Sudan utara dan selatan.
Perbedaan diskriminatif tersebut meliputi
ras ataupun agama yang menjadikan
Sudan terpecah menjadi beberapa kasta.
Oleh karena itu masyarakat Sudan
utara yang mayoritas beragama islam dan
berasal dari ras Arab terkesan memonopoli
jabatan pemerintahan serta bertindak
semena-mena terhadap kaum Sudan
selatan yang kebanyakan beragama
nasrani dan animisme.
Salah satu hal yang sering terjadi di
Sudan adalah konflik antar masyarakat
dan juga perbudakan atau perdagangan
manusia. Perbudakan ini telah ada sejak
era Sudan dalam penjajahan Inggris
hingga saat ini. Para budak ini dimiliki oleh
sekelompok orang kasta atas yang
memperkerjakan mereka dengan tidak
manusiawi dan bahkan memperlakukan
mereka seperti binatang.
Akibat adanya praktik perbudakan ini
antara lain adalah :
a) Pelanggaran Hak Asasi Manusia
b) Kualitas SDM Sudan menjadi sangat
rendah
c) Kemiskinan sulit untuk segera diatasi
CSI (Christian Solidarity International)
mengklaim bahwa mereka telah menebus
sekitar 8000 budak sejak tahun 1995
dengan harga rata-rata sebesar $50 per
kepala. Beberapa kelompok lain juga ikut
menebus dengan harga mencapai $100
untuk membebaskan para budak tersebut.
“Perdagangan
budak
lebih
menghasilkan untung daripada berbisnis
narkotika”. Kalimat tersebut diucapkan
oleh salah satu pelaku perdagangan
budak di Sudan.

Dalam sisi permintaan, harga budak
yang lebih tinggi akan lebih berharga
bagi pemilik sehingga mereka akan
menawarkan budaknya kepada mereka
yang ingin menebus budak tersebut
untuk dimerdekakan ataupun untuk
dijadikan budak bagi penebus itu sendiri.

Dalam sisi penawaran, ketika nilai pasar
dari budak meningkat akibat tingginya
permintaan,
maka
hal
ini
akan
menjadikan kuantitas untuk budak juga
bertambah banyak dan hal inilah yang
akhirnya
menjadikan
praktik
perbudakan di Sudan tetap ada sampai
sekarang dengan menjadikan orang
miskin sebagai budak.
Download