(Anredera cordifolia) Tanaman binahong

advertisement
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tanaman Binahong (Anredera cordifolia)
Tanaman binahong (Anredera cordifolia) merupakan tanaman tradisional
yang hidup merambat baik pada daerah tropis maupun sub-tropis, taksonomi
lengkap tanaman ini dapat dilihat pada gambar 1.12
Kingdom
: Plantae
Order
: Caryophyllales
Family
: Basellaceae
Genus
: Anredera
Species
: Anredera cordifolia
Gambar 1 Tanaman Binahong (Anredera cordifolia) dan taksonominya.
(Foto oleh : Amertha P. Manuaba). 9
B. Penggunaan Binahong (Anredera cordifolia) Sebagai Obat
Penggunaan binahong sebagai obat awalnya berkembang di negara Cina.
Seperti kebanyakan obat tradisional Cina lainnya, binahong (Anredera cordifolia)
memiliki sejarah panjang. Ramuan ini mulai populer sejak abad ke-16 pada masa
Kaisar Shi Zong dari dinasti Ming. Dikalangan pemakai obat tradisional Cina,
merek Pien Tze Huang (Anredera cordifolia) menjadi maskot, dan paling laris di
kalangan pasien bedah, termasuk para ibu yang baru menjalani operasi cesar
6
kehamilan. Kemampuannya bertahan dari generasi ke generasi setidaknya
menunjukkan bukti empiris keampuhannya. Memperhatikan keampuhannya, obat
ini menjadi semacam nama generik seperti minyak telon atau galian singset. Tak
mengherankan, di toko-toko obat cina, Pien Tze Huang (Anredera cordifolia) bisa
didapati dalam aneka ragam produk.13-15 Bahkan keampuhan daun binahong sudah
dikenal sejak perang Vietnam. Menurut beberapa sumber, tentara Amerika pada
saat itu keheranan sewaktu berperang dengan tentara Vietnam karena saat
bertempur keesokannya harinya luka para tentara Vietnam sudah sembuh, ternyata
setelah diselidiki, luka tentara Vietnam tersebut diobati dengan daun binahong
(Anredera cordifolia).13-15
Para dokter di Chinese University of Hongkong melaporkan Pien Tze
Huang (Anredera cordifolia) terbukti memiliki aktivitas hepatoprotektor.
Penelitian serupa juga dilakukan oleh Himpunan Farmakologi Kesehatan
Tradisional Cina. Atas dasar penelitian itu, Zhang Zhou Pharmaceutical
mengklaim obat ini bisa mengatasi problem liver, hepatitis, perlemakan hati, juga
kerusakan liver akibat obat atau alkohol.13,14 Kobayashi dkk, juga melaporkan
khasiat dari binahong (Anredera cordifolia) sebagai obat untuk menyembuhkan
penyakit hepatitis kronik.13,14 Binahong (Anredera cordifolia) dapat berperan
untuk memproteksi pengaruh karbon tetraklorida pada hati mencit coba.14 Bahkan
tanaman obat ini juga dipercaya bisa menghambat perkembangan kanker hati dan
diyakini bisa memperpanjang harapan hidup penderita. Khasiat lainnya,
mempercepat penyembuhan luka akibat benda tajam dan benda tumpul. Khasiat
inilah yang paling sering dicari para ibu yang tak ingin berlama-lama tidur di
ranjang rumah sakit sesudah operasi cesar.
7
Di Bali, masyarakat telah banyak memanfaatkan daun binahong (Anredera
cordifolia) untuk pengobatan berbagai jenis penyakit seperti bisulan, batuk, pilek,
panas, dan luka. Sebagai contoh penggunaan kunyahan daun binahong sebagai
obat luka terkena knalpot sepeda motor, dalam 2 hari luka tersebut sudah
menampakkan kesembuhan seperti ditunjukan gambar 2.
Gambar 2 Hasil Pengobatan Kunyahan Binahong pada Luka
Akibat Terkena Knalpot (Foto Amertha P. M.) 9
Dilaporkan bahwa ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) efektif
untuk menyembuhkan luka bakar pada anak ayam (Gambar 3). Bahkan dengan
efektivitas yang lebih baik dibandingkan dengan salah satu obat luka bakar yang
sudah digunakan secara klinis.9
Gambar 3 Pengobatan Luka Bakar pada Anak Ayam.9
a. Dengan Ekstrak Daun Binahong
b. Dengan Obat Luka Bakar Klinis
(Setelah 48 jam Pasca Pengobatan)
8
Memperhatikan kandungan bahan aktif dalam obat luka bakar klinis
disamping berperan dalam mempercepat stimulasi proses regenerasi sel yang luka
juga sebagai anti bakterial. Memperhatikan hal ini, walaupun efektivitas ekstrak
daun binahong (Anredera cordifolia) lebih baik dibandingkan dengan salah satu
obat luka bakar klinis, mekanisme kerja ekstrak tersebut belum diketahui dengan
pasti. Kemungkinan ekstrak daun binahong dapat berperan ganda sebagai
stimulan dalam regenerasi sel yang luka dan sekaligus juga berperan sebagai anti
bakteri.
Suatu senyawa anti bakteri dapat berperan sebagai anti bakteri melalui
mekanisme penghambatan sintesis asam folat, dan penghambatan sintesis protein
pada bakteri.16,17 Asam folat sangat penting bagi organisme baik bakteri maupun
mamalia yang berfungsi sebagai prekursor pembentukkan DNA ataupun RNA.
Peran anti bakteri sebagai penghambat sintesis asam folat adalah erat kaitannya
dengan bagaimana sel bakteri tersebut membentuk makromolekul sel bakterinya.
Terdapat tiga jenis kelas reaksi yang berperan dalam pembentukan makromolekul
yaitu;
1. Reaksi kelas 1 yang melibatkan penggunaan glukosa dan beberapa sumber
karbon untuk menghasilkan energi (ATP) dan beberapa senyawa sederhana
seperti asam sitrat.
2. Reaksi kelas 2 memanfaatkan energi dan prekursor untuk membentuk
molekul-molekul asam amino, nukleotida, fosfolipida, karbohidrat dan growth
factor.
9
3. Reaksi kelas 3 menggabungkan molekul-molekul sederhana yang dihasilkan
pada reaksi kelas 2 untuk dihasilkan molekul makro seperti protein, RNA,
DNA, polisakarida dan peptidoglikan.16
Mekanisme kerja obat-obatan tradisional seperti daun binahong belum
diketahui secara pasti walaupun pada kenyataannya telah dapat menyembuhkan
suatu penyakit. Tidak demikian halnya dengan obat-obat yang telah digunakan
secara klinis seperti bioplaceton, sebagai obat luka bakar mekanisme kerja obat
adalah menstimulasi proses metabolisme sel termasuk meningkatkan konsumsi
oksigen, regenerasi sel, dan penyembuhan jaringan. Demikian juga pada obat luka
bakar selalu ditambahkan agen yang berperan sebagai obat anti bakteri, seperti
pada bioplacenton ditambahkan Neomycin sulphate. Pada umumnya kerja suatu
agen anti bakteri adalah mempengaruhi sintesis folat, sintesis protein, dan juga
mempengaruhi topoisomerase II.18-23
C. Bakteri
Bakteri adalah suatu organisme prokariot yang pada umumnya memiliki
ukuran sel 0,5-1,0 µm kali 2,0-5,0 µm dan terdiri dari tiga bentuk dasar yaitu bulat
(coccus), batang (basilus), dan spiral (spirilum).15,16 Berdasarkan komposisi
dinding sel serta sifat pewarnaannya bakteri dibedakan menjadi dua kelompok
yaitu bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif (Gambar 4). Selain perbedaan
dalam sifat pewarnaan, bakteri gram positif dan negatif juga berbeda dalam
sensitifitas terhadap kerusakan mekanis terhadap enzim, desinfektan, dan
antibiotik.4,21
10
Gambar 4
a. Bakteri Gram Positif
b. Bakteri Gram Negatif.21
Beberapa perbedaan sifat-sifat bakteri gram positif dan negatif dapat
dilihat pada tabel 1.21
Tabel 1 Perbedaan sifat-sifat bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif
PERBEDAAN RELATIF
SIFAT
Bakteri Gram Positif
Bakteri Gram Negatif
Komposisi dinding sel
Kandungan lipid rendah Kandungan lipid tinggi
Ketahanan terhadap penisilin
Lebih sensitif
Lebih tahan
Kebutuhan nutrien
Relatif komplek
Relatif Sederhana
Ketahanan terhadap perlakuan Lebih tahan
Kurang Tahan
fisik
1. Bakteri gram positif
Salah satu contoh bakteri gram positif adalah Staphylococcus aureus.
Bakteri ini berbentuk bola dengan diameter 1,0 µm dan tersusun dalam kelompokkelompok yang tidak teratur, cepat tumbuh pada suhu 30o C, tetapi pada suhu
kamar akan berbentuk pigmen.17
11
a. Staphylococcus aureus
Staphylococcus aureus mengandung antigen polisakarida dan protein yang
memungkinkan penggolongan strain dalam batas-batas tertentu. Staphylococcus
aureus dapat menimbulkan penyakit dengan membentuk zat ekstra seluler dalam
jumlah yang cukup banyak, antara lain eksotoksin, lekosidin, endotoksin, dan
koagulase. Efek ekstra seluler yang bergabung dengan toksin bersifat infasif pada
skala besar, merupakan jenis patogen yang cenderung menghasilkan koagulasi
dan pigmen kuning yang bersifat hemofilik dan meragi manitol (Gambar 5).
Staphylococcus aureus juga dikenal sebagai bakteri komensal di kulit
manusia dan hewan, hampir 50% populasi manusia sehat dapat ditemukan adanya
Staphylococcus aureus di kulit, lubang hidung, dan tenggorokan.17 Dalam
keadaan seperti ini Staphylococcus aureus tidak dianggap sebagai suatu infeksi,
namun apabila terjadi luka dan tidak ditangani dengan cepat, Staphylococcus
aureus dengan cepat menginfeksi daerah luka tersebut dan memproduksi
hyalurodinase yang dapat merusak jaringan, semakin dalam penetrasi bakteri
Staphylococcus aureus maka semakin parah infeksi yang terjadi, bahkan bila
infeksi
terjadi
cukup
dalam,
dapat
menyebabkan
komplikasi
seperti
staphylococcal scalded skin syndrome (SSSS), septic arthritis, staphylococcal
endocarditis (infeksi katup jantung), dan pneumonia.21-23
Gambar 5 Staphylococcus aureus. 17
12
b. Enterococcus faecalis
Enterococcus faecalis merupakan flora normal komensal yang habitatnya
pada
gastrointestinal
dan
rongga
mulut.
Akan
tetapi,
dapat
menjadi
mikroorganisme patogen penyebab infeksi pada luka, bakteremia, endokarditis,
meningitis. Enterococcus faecalis dapat diisolasi dari berbagai infeksi rongga
mulut serta berhubungan erat dengan respon inflamasi periradikular. Gambaran
klinis nyata sebagai akibat infeksi bakteri ini adalah periodontitis apikal akut,
periodontitis kronis, periodontitis apikal eksaserbasi, termasuk pada kasus
periodontitis marginal, dan abses periradikular. 21-23
Enterococcus faecalis berada pada peringkat ketiga bakteri patogen
nosokomial, serta resisten pada beberapa antibiotik seperti aminoglikosida, penisilin,
tetrasiklin, klorampenikol, dan vankomisin. 80-90% kasus infeksi enterococcal pada
manusia disebabkan oleh Enterococcus faecalis. Sekitar 23-70% dari hasil kultur
positif, dapat diisolasi Enterococcus faecalis pada obturasi saluran akar dengan
tanda-tanda periodontitis apikal kronis. Selain itu, bakteri tersebut dapat beradaptasi
pada kondisi yang kurang baik serta memiliki pertahanan yang kuat pada infeksi
saluran akar ketika nutrien sangat terbatas. Kemampuannya untuk bertoleransi dan
beradaptasi pada lingkungan yang keras dapat menjadi keuntungan lebih dari spesies
lainnya. Pada penelitian in vitro, Enterococcus faecalis terlihat memasuki tubulus
dentin, dimana tidak semua bakteri memiliki kemampuan seperti ini. Pada penelitian
lainnya, dilakukan kultur dari berbagai variasi bakteri yang diinokulasi ke dalam
saluran akar. Terlihat adanya kolonisasi yang baik dan dapat bertahan dalam saluran
akar tanpa dukungan dari bakteri lainnya. Keberadaan bakteri ini dalam saluran akar
dapat diketahui dari hasil kultur dan metode PCR.21-23
13
Istilah ”Enterocoque”, pertama sekali dikemukakan oleh Thiercelin pada
tahun 1899, kemudian oleh Lancefield, tahun 1930, mengklasifikasikan enterococi
sebagai
grup
D-Streptococci.
Pada
tahun
1937,
Sherman
secara
khusus
menggolongkan Enterococcus faecalis sebagai streptococci yang tumbuh pada suhu
100 C - 450 C, pada pH 9.6, dan 6.5% NaCl, bertahan pada temperatur 600 C selama
30 menit. Tahun 1980-an, enterococci memiliki genus tersendiri yaitu enterococcus.
Secara taksonomi, bakteri ini termasuk ke dalam phylum Firmicutes, kelas Bacilli,
ordo Lactobacilles, family Enterococcaceae, dan genus Enterococcus. Enterococcus
faecalis bersifat fermentatif, bentuk tidak berspora, fakultatif anareob, kokus gram
positif. Bentuk selnya ovoid dengan diameter 0.5 – 1 µm. Bakteri ini dapat tumbuh
tunggal, berpasangan, atau membentuk rantai pendek. Kebanyakan rantai bersifat
non-hemolytic dan non-motile. Pada media Blood Agar, permukaan koloninya halus
dan sirkular dapat dilihat pada gambar 6.4
Gambar 6 Enterococcus facealis. 17
2. Bakteri gram negatif
a. Escherichia coli
Salah satu contoh bakteri gram negatif adalah Escherichia coli (Gambar
7). Bakteri ini bersifat apatogen yang tidak menimbulkan penyakit pada hospes.
Meskipun Escherichia coli merupakan bagian flora normal dalam usus halus,
14
bakteri ini telah lama dicurigai sebagai penyebab diare pada manusia dan
hewan.17,20,21
Gambar 7 Escherichia coli. 17
b. Pseudomonas aeruginosa
Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri yang dapat menyebabkan
penyakit pada hewan dan manusia (Gambar 8). Pseudomonas aeruginosa
ditemukan dalam tanah, air, flora di kulit dan di sebagian besar lingkungan
manusia di seluruh dunia. Tidak hanya berkembang di atmosfir biasa, tetapi juga
dengan sedikit oksigen. Selain itu, Pseudomonas aeruginosa dapat menggunakan
berbagai bahan organik pada makanan kita sehari-hari sebagai tempat hidupnya.
Pseudomonas aeruginosa juga dapat hidup pada hewan, yang memungkinkan
fleksibilitas organisme ini untuk menulari sel-sel rusak atau orang dengan
kekebalan tubuh yang rendah. Gejala-gejala infeksinya berupa peradangan dan
keracunan darah. Jika kolonisasi terjadi di organ tubuh penting seperti paru-paru,
saluran kencing, dan ginjal, akibatnya bisa fatal. Bakteri ini berkembang di
permukaan yang lembab, termasuk di dalam dan pada permukaan peralatan medis
seperti kateter. Hal ini menyebabkan sering terjadinya infeksi di rumah sakit dan
klinik.4
15
Bakteri ini merupakan jenis spesies dari genus Pseudomonas, gramnegatif, aerobik, bakteri berbentuk batang dengan unipolar motility. Pseudomonas
aeruginosa juga merupakan patogen oportunistik pada tanaman. Identifikasi klinis
definitif Pseudomonas aeruginosa sering memasukkan identifikasi produk
pyocyanin dan fluorescein. Pseudomonas aeruginosa juga memiliki resistesi
terhadap banyak obat anti mikroba sehingga akan berkembang biak bila flora
normal yang peka ditekan.21-23
Gambar 8 Pseudomonas aeruginosa. 17
D. Mekanisme Kerja Anti Bakteri Pada Umumnya
Pada umumnya anti bakteri berperan sebagai penghambat sintesis asam
folat (Gambar 9). Seperti telah diketahui asam folat sangat penting bagi organisme
baik bakteri maupun mamalia yang berfungsi sebagai prekursor pembentukkan
DNA ataupun RNA. Pada mamalia kebutuhan asam folatnya dipenuhi melalui
suplai makanan, sedangkan pada bakteri, mereka harus mensintesis kebutuhan
asam folat tersebut.
H2N
N
N
N
N
O
C N
H2 H
C
C O O H(α)
N
H
CH
C H2
CH2
C O O H(γ)
Gambar 9 Rumus Kimia Asam Folat. 16
16
Peran anti bakteri sebagai penghambat sintesis asam folat adalah erat
kaitannya
dengan
bagaimana
sel
bakteri
tersebut
membentuk
makromolekulnya seperti yang ditunjukkan dengan gambar 10.
Gambar 10 Diagram Struktur dan Metabolisme Bakteri. 16
A. Skematik sebuah sel bakteri.
B. Diagram alir sintesis makromolekul pada bakteri.
Memperhatikan Gambar 10 B terlihat ada 3 jenis kelas reaksi yang
berperan dalam pembentukan makromolekul sel bakteri seperti yang sudah
dijelaskan di atas.
Anti bakteri yang mempengaruhi sintesis folat adalah bekerja pada reaksi
kelas 2, contoh-contoh obat anti bakteri golongan ini adalah: sulfonamida,
trimetoprim, penisilin, sepalosporin, sepamisin, karbapenem, dan monobaktam.
Seperti telah diuraikan di atas peran anti bakteri yang dapat mempengaruhi
sintesis protein adalah terjadi pada reaksi kelas 3. Sebenarnya anti bakteri tipe ini
sangat efektif karena setiap sel harus membentuk makromolekulnya tidak dapat
diambil dari lingkungannya, di samping juga reaksi kelas 3 ini sangat berbeda
antara sel mamalia maupun sel parasit (bakteri) sehingga agak mudah dalam
17
menentukan selektivitas toksisitas anti bakteri tersebut.15 Contoh-contoh obat anti
bakteri tipe ini adalah: tetrasiklin, klorampenikol, aminoglikosida, makrolida,
linkosamida, dan asam fusidat.
E. Nilai Farmakologis Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia)
Bioaktifitas tanaman sangat dipengaruhi oleh kandungan senyawa kimia
yang terdapat di dalamnya. Perbedaan kandungan senyawa kimia yang ada
menunjukkan perbedaan aktivitas farmakologisnya. Telah diketahui bahwa
kandungan fitokimia dan bioaktivitas daun binahong sebagai antihyperlipidemic,
anti inflamasi, analgesik, antipyretic, anticonvulsant, dan cytotoxic activities.
Kandungan kimia daun binahong yang didapatkan adalah phytol, alpha-pinene
dan 6,10,14-trimethyl pentadecanone. Senyawa lain yang didapatkan adalah
neophytadiene, methyl hexadecanoate, methyl-9,12,15-octadecatrienoate, dan
methyl-9,12-octadeca dienoate, dan C-flavone-glucosides.10
Saponin (fitonutrien) sering disebut “deterjen alam”, merupakan larutan
berbuih dan diklasifikasikan oleh struktur aglykon kompleks ke dalam
triterpenoid dan steroid saponin. Kedua senyawa ini mempunyai efek
antiinflamasi, analgesik, dan sitotoksik. Saponin juga bersifat antibakteri dan
antivirus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan daya tahan,
mengurangi kadar gula darah, dan mengurangi penggumpalan darah. Saponin
dapat menghambat kerja enzim proteolitik pada sistem pencernaan manusia, serta
memiliki molekul ampifatik (mengandung bagian hidrofilik dan hidrofobik) yang
dapat melarutkan protein membran. Ujung hidrofobik saponin berikatan pada
regio hidrofobik protein membran sel dengan menggeser sebagian besar unsur
18
lipid yang terikat, ujung hidrofilik saponin merupakan ujung yang bebas akan
membawa protein ke dalam larutan sebagai kompleks saponin-protein,
mengganggu perkembangan protozoa dengan ikatan tersebut pada permukaan
membran sel protozoa menyebabkan membran pecah, sel lisis, dan mati.7,13,24
Kandungan polifenol merupakan kelompok yang sangat luas dari
metabolit sekunder tanaman seperti komponen fenolik sederhana, tanin, quinines.
Kandungan tanin akan semakin tinggi pada daun yang masih hijau, dan semakin
tua, kandungan tanin pada daun semakin sedikit. Tanin sebagai polifenol dan
bagian dari senyawa fenolik kompleks tanaman berfungsi mengikat dan
mengendapkan protein, sehingga diduga senyawa aktif tanin juga bekerja sebagai
anti bakteri. 7,24,25
19
Download