PENDAHULUAN

advertisement
TUGAS
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA
PSAK NO.15
DISUSUN OLEH :
LULU LUTHFIAH
023080836
FRANSISCA HERAWATY
023080803
VIMALA SUKHAYANTI
023080823
OCTORA WIDYAWARDHANI
023080830
SIGIT SUMARTONO
023080841
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2009
PENDAHULUAN
Dalam praktek sehari-hari, tidak jarang ditemukan keragu-raguan dari
praktisi
akuntansi
perusahaan
dalam
membukukan
penyertaan
saham
perusahaan. Misalnya PT A memiliki penyertaan saham di PT B sebesar 45 %,
apakah pencatatannya harus menggunakan metode biaya perolehan, metode
ekuitas ataukah metode konsolidasi ?
PSAK No. 15 mengatur mengenai pencatatan akuntansi atas penyertaan
saham tersebut. Terdapat syarat-syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan
terlebih dahulu agar tidak keliru dalam menerapkan metode akuntansi yang
paling tepat atas penyertaan saham perusahaan seperti contoh di atas.
Jika sebuah perusahaan memiliki penyertaan saham dalam perusahaan
lain, maka menurut PSAK No. 15 mengenai Akuntansi untuk Investasi dalam
Perusahaan Asosiasi diatur bahwa :
Penyertaan
saham
Perusahaan
dan
Anak
Perusahaan
dengan
persentase kepemilikan paling sedikit 20 % tetapi tidak lebih dari 50 %, baik
langsung maupun tidak langsung, dicatat dengan metode Ekuitas sebesar biaya
perolehan, ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi bersih serta
dikurangi dividen yang diterima setelah tanggal perolehan anak perusahaan
sesuai dengan persentase kepemilikannya. Sedangkan penyertaan saham
dengan kepemilikan kurang dari 20 % dicatat dengan metode Biaya Perolehan.
PENGERTIAN
perusahaan asosiasi sebagai suatu perusahaan yang investornya
mempunyai
pengaruh
yang
signifikan
(memiliki
wewenang
untuk
berpartisipasi dalam keputusan yang menyangkut kebijakan keuangan serta
operasi investee, tetapi bukan merupakan pengendalian terhadap kebijakan
tersebut) dan bukan merupakan anak perusahaan maupun joint venture dari
investornya.
Sedangkan
anak
perusahaan
(subsidiary)
didefinisikan
sebagai
perusahaan yang dikendalikan oleh perusahaan lain (yang disebut induk
perusahaan).
Jika investor memiliki, baik langsung maupun tidak langsung melalui anak
perusahaan, 20 % atau lebih dari hak suara pada perusahaan investee, maka
dipandang mempunyai pengaruh signifikan. Sebaliknya, jika investor memiliki,
baik langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan, kurang dari 20
% hak suara, maka dianggap tidak memiliki pengaruh signifikan. Kepemilikan
substansial atau mayoritas oleh investor lain tidak perlu menghalangi investor
memiliki pengaruh signifikan. Apabila investor mempunyai pengaruh yang
signifikan, maka investasi pada investee dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas. Sebaliknya, apabila investor tidak mempunyai pengaruh yang signifikan,
maka investasi dicatat dengan menggunakan metode biaya.”
Jadi, jika penyertaan saham perusahaan pada perusahaan asosiasi
kurang dari 20 %, maka penyertaan saham perusahaan dibukukan dengan
metode biaya
PENJELASAN
Menurut metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat sebesar biaya
perolehan dan nilai tercatat ditambahkan atau dikurangi untuk mengakui bagian
investor atas laba atau rugi investee setelah tanggal perolehan
Menurut metode biaya, investor mencatat investasinya pada perusahaan
investee sebesar biaya perolehan. Investor menyakui penghasilan hanya
sebatas distribusi laba (kecuali dividen saham) yang diterima yang berasal dari
laba bersih yang diakumulasikan oleh investee setelah tanggal perolehan.
Laporan keuangan perusahaan asosiasl yang paling akhir digunakan oleh
investor dalam penerapan metode ekuitas; laporan tersebut biasanya disajikan
pada tanggal yang sama dengan laporan keuangan investor.
Ilustrasi sederhana penerapan metode Ekuitas sebagai berikut :
PT A memiliki penyertaan saham di PT B sebesar 40 % atau Rp 500 juta.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2007, saldo laba di pembukuan PT B
sebesar Rp 750 Juta. Maka PT A membukukan dalam Neracanya saldo
Investasi (Penyertaan Saham) pada kelompok Aset sebesar Rp 800 Juta yaitu
Biaya Perolehan penyertaan Rp 500 Juta + Bagian Laba Bersih PT B yang
menjadi kepemilikan PT A sebesar Rp 300 Juta (Rp 750 Juta x 40%). Selain itu,
pada laporan laba rugi PT A juga dicatat Laba Penyertaan Saham sebesar Rp
300 Juta.
Jurnal lengkap dalam pembukuan PT A sebagai berikut :

Investasi (Penyertaan Saham) (Dr) Rp 800 Juta

Kas (Cr) Rp 500 Juta

Laba Penyertaan Saham (Cr) Rp 300 Juta
Investasi dalam perusahaan asosiasi harus dipertanggungjawabkan
dalam laporan keuangan konsolidasi menurut metode ekuitas, apabila investor
mempunyai pengaruh signifikan dan menurut metode biaya, apabila investor
tidak mempunyai pengaruh signifikan.
Investor harus menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal pada
saat:
(a) investor tidak lagi memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan
asosiasi; atau
(b) penggunaan metode ekuitas tidak lagi sesuai karena perusahaan asosiasi
beroperasi di bawah pembatasan ketat dalam jangka panjang yang
secara signifikan mempengaruhi kemampuannya untuk memindahkan
dana kepada investor.
Nilai tercatat dari investasi dalam perusahaan asosiasi harus dikurangi untuk
mengakui penurunan permanen, dalam nilai investasi. Selisih (baik positif
maupun negatif) antara biaya perolehan (aquisition cost) dengan bagian investor
atas nilai wajar aktiva neto yang dapat diidentifikasi (net identificable asset) pada
tanggal akuisisi harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan No. 22 tentang Akuntansi Penggabungan Usaha.
Investasi dalam perusahaan asosiasi yang dipertanggungjawabkan dalam
metode ekuitas, harus diklasifikasikan sebagai aktiva jangka panjang dan
diungkapkan sebagai pos terpisah dari neraca. Bagian investor atas pos luar
biassa atau pos masa lalu (prior period items) yang berasal dari investee harus
diungkapkan secara terpisah.
Download