PowerPoint - Just be Good

advertisement
Seperti apa penampilan Buddha?
Seperti apa penampilan Buddha?
Tidak terdapat representasi dari Buddha
sekitar empat atau lima abad setelah
kemangkatan Buddha.
The first Buddha statues were produced
in about the 1st or 2nd century AD in
Bactria (Afghanistan and northern
Pakistan) perhaps as a result of Greek
influence.
Seperti apa penampilan Buddha?
Tidak terdapat representasi dari Buddha
sekitar empat atau lima abad setelah
kemangkatan Buddha.
Patung pertama Buddha dihasilkan di
sekitar abad 1 atau 2 AD di Bactria
(Afghanistan dan Pakistan Utara) mungkin
sebagai hasil dari pengaruh Yunani.
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Feet with level soles (flat feet)
Hands and feet are webbed
Arms reaching down to the knees
Male organs enclosed in a sheath
Proportioned like a Pohon Banyan
Forty teeth
Tongue can touch the forehead
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Telapak kaki rataHands and feet are webbed
Arms reaching down to the knees
Male organs enclosed in a sheath
Proportioned like a Pohon Banyan
Forty teeth
Tongue can touch the forehead
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Telapak kaki rata
Tangan dan kaki bagaikan jala
Arms reaching down to the knees
Male organs enclosed in a sheath
Proportioned like a Pohon Banyan
Forty teeth
Tongue can touch the forehead
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Telapak kaki rata
Tangan dan kaki bagaikan jala
Kedua lengan menyentuh kedua lututMale organs
enclosed in a sheath
Proportioned like a Pohon Banyan
Forty teeth
Tongue can touch the forehead
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Telapak kaki rata
Tangan dan kaki bagaikan jala
Kedua lengan menyentuh kedua lutut
Kemaluan terbungkus selaputProportioned like a
Pohon Banyan
Forty teeth
Tongue can touch the forehead
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Telapak kaki rata
Tangan dan kaki bagaikan jala
Kedua lengan menyentuh kedua lutut
Kemaluan terbungkus selaput
Potongan badan bagaikan pohon banyanForty teeth
Tongue can touch the forehead
Head like a turban
Pohon Banyan
Ensiklopedi ringkas Britannica: banyan
• Pohon dengan bentuk yang tidak biasa dari
gen ara kelompok bebesaran (mulberry),
asli dari Asi a tropis. Akar-akar udara yang
berkembang dari cabangnya menurun ke
bawah dan berakar di tanah untuk
membentuk batang pohon yang baru. Pohon
banyan mencapai ketinggian sekitar 100
kaki (30 m) dan menyebar secara
menyamping dengan tak terbatas.
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Telapak kaki rata
Tangan dan kaki bagaikan jala
Kedua lengan menyentuh kedua lutut
Kemaluan terbungkus selaput
Potongan badan bagaikan pohon banyanForty teeth
Tongue can touch the forehead
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Telapak kaki rata
Tangan dan kaki bagaikan jala
Kedua lengan menyentuh kedua lutut
Kemaluan terbungkus selaput
Potongan badan bagaikan pohon banyan
Empat puluh buah gigiTongue can touch the
forehead
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Telapak kaki rata
Tangan dan kaki bagaikan jala
Kedua lengan menyentuh kedua lutut
Kemaluan terbungkus selaput
Potongan badan bagaikan pohon banyan
Empat puluh buah gigi
Lidah dapat menyentuh dahiHead like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Telapak kaki rata
Tangan dan kaki bagaikan jala
Kedua lengan menyentuh kedua lutut
Kemaluan terbungkus selaput
Potongan badan bagaikan pohon banyan
Empat puluh buah gigi
Lidah dapat menyentuh dahi
Kepala bagaikan berserban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Ke 32 Tanda-tanda ini adalah ide sebelum ajaran
Buddha dan kemungkinan diimpor belakangan ke
dalam ajaran Buddha sebagai cara meyakinkan
Brahmin/Hindu bahwa Buddha patut dihormati dan
dipuja.
It is unlikely for the Buddha to claim to have
these outward physical characteristics when he
clearly had the appearance of a normal human
being.
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Ke 32 Tanda-tanda ini adalah ide sebelum ajaran
Buddha dan kemungkinan diimpor belakangan ke
dalam ajaran Buddha sebagai cara meyakinkan
Brahmin/Hindu bahwa Buddha patut dihormati dan
dipuja.
Sepertinya tidak mungkin bagi Buddha untuk
menyatakan bahwa dirinya memiliki karakteristik fisik
luar ini ketika Beliau dengan jelas memiliki
penampilan dari seorang manusia yang normal.
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Terdapat banyak indikasi bahwa penampilan Buddha
adalah normal dalam berbagai cara:
• Upaka was impressed by the Buddha’s clear
faculties and radiant complexion.
• King Ajatasattu unable to tell the Buddha
from other monks.
• Maha Kassapa said to have a strong
resemblance to the Buddha.
• Nanda often mistaken for the Buddha from
a distance.
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Terdapat banyak indikasi bahwa penampilan Buddha
adalah normal dalam berbagai cara:
• Upaka terkesan dengan indera yang jernih dan
wajah yang bersinar dari Buddha.
• King Ajatasattu unable to tell the Buddha
from other monks.
• Maha Kassapa said to have a strong
resemblance to the Buddha.
• Nanda often mistaken for the Buddha from
a distance.
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Terdapat banyak indikasi bahwa penampilan Buddha
adalah normal dalam berbagai cara:
• Upaka terkesan dengan indera yang jernih dan
wajah yang bersinar dari Buddha.
• Raja Ajatasattu tidak dapat membedakan Buddha
dari bhikkhu-bhikkhu yang lainnya.
• Maha Kassapa said to have a strong
resemblance to the Buddha.
• Nanda often mistaken for the Buddha from
a distance.
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Terdapat banyak indikasi bahwa penampilan Buddha
adalah normal dalam berbagai cara:
• Upaka terkesan dengan indera yang jernih dan
wajah yang bersinar dari Buddha.
• Raja Ajatasattu tidak dapat membedakan Buddha
dari bhikkhu-bhikkhu yang lainnya.
• Maha Kassapa dikatakan sangat mirip dengan
Buddha.
• Nanda often mistaken for the Buddha from
a distance.
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Terdapat banyak indikasi bahwa penampilan Buddha
adalah normal dalam berbagai cara:
• Upaka terkesan dengan indera yang jernih dan
wajah yang bersinar dari Buddha.
• Raja Ajatasattu tidak dapat membedakan Buddha
dari bhikkhu-bhikkhu yang lainnya.
• Maha Kassapa dikatakan sangat mirip dengan
Buddha.
• Nanda selalu dikira sebagai Buddha dari suatu jarak.
Dhatu-vibhanga Sutta MN 140
Ven. Pukkusati : “I have gone forth out of
dedication to that Blessed One. That Blessed
One is my teacher. It is of that Blessed One's
Dhamma that I approve."
The Buddha : "But where, monk, is that Blessed
One staying now? Have you ever seen that
Blessed One before? On seeing him, would you
recognize him?“
Ven. Pukkusati : "No, my friend, I have never
seen the Blessed One before, nor on seeing him
would I recognize him."
Dhatu-vibhanga Sutta MN 140
Yang Mulia Pukkusati: “Saya telah melepaskan
keduniawian karena pengabdian pada Sang Bhagava.
Sang Bhagava tersebut adalah guru saya. Saya
menerima Dhammanya Sang Bhagava tersebut.”
The Buddha : "But where, monk, is that Blessed
One staying now? Have you ever seen that
Blessed One before? On seeing him, would you
recognize him?“
Ven. Pukkusati : "No, my friend, I have never
seen the Blessed One before, nor on seeing him
would I recognize him."
Dhatu-vibhanga Sutta MN 140
Yang Mulia Pukkusati: “Saya telah melepaskan
keduniawian karena pengabdian pada Sang Bhagava.
Sang Bhagava tersebut adalah guru saya. Saya
menerima Dhammanya Sang Bhagava tersebut.”
Buddha : “ Tetapi dimanakah, bhikkhu, Sang
Bhagava tersebut sekarang tinggal? Apakah anda
pernah melihat Sang Bhagava sebelumnya? Dengan
melihatnya, dapatkah anda mengenali Beliau?”
Ven. Pukkusati : "No, my friend, I have never
seen the Blessed One before, nor on seeing him
would I recognize him."
Dhatu-vibhanga Sutta MN 140
Yang Mulia Pukkusati: “Saya telah melepaskan
keduniawian karena pengabdian pada Sang Bhagava.
Sang Bhagava tersebut adalah guru saya. Saya
menerima Dhammanya Sang Bhagava tersebut.”
Buddha : “ Tetapi dimanakah, bhikkhu, Sang
Bhagava tersebut sekarang tinggal? Apakah anda
pernah melihat Sang Bhagava sebelumnya? Dengan
melihatnya, dapatkah anda mengenali Beliau?”
Yang Mulia Pukkusati : “Tidak, sahabat, saya tidak
pernah melihat Sang Bhagava sebelumnya, dan
apabila saya melihatnya, saya tidak dapat mengenali
Beliau.”
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Feet with level soles (flat feet)
Hands and feet are webbed
Arms reaching down to the knees
Male organs enclosed in a sheath
Tall as a Pohon Banyan
Forty teeth
Tongue can touch the forehead
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Tindakan jasmani, ucapan dan pikiran yang baik
Hands and feet are webbed
Arms reaching down to the knees
Male organs enclosed in a sheath
Tall as a Pohon Banyan
Forty teeth
Tongue can touch the forehead
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Tindakan jasmani, ucapan dan pikiran yang baik
Kedermawanan, tindakan yang bermanfaat,
kejujuranArms reaching down to the knees
Male organs enclosed in a sheath
Tall as a Pohon Banyan
Forty teeth
Tongue can touch the forehead
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Tindakan jasmani, ucapan dan pikiran yang baik
Kedermawanan, tindakan yang bermanfaat, kejujuran
Mengenali sifat alami dari makhluk-makhluk
Male organs enclosed in a sheath
Tall as a Pohon Banyan
Forty teeth
Tongue can touch the forehead
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Tindakan jasmani, ucapan dan pikiran yang baik
Kedermawanan, tindakan yang bermanfaat, kejujuran
Mengenali sifat alami dari makhluk-makhluk
Menyatukan keluarga, sanak keluarga dan temanteman
Tall as a Pohon Banyan
Forty teeth
Tongue can touch the forehead
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Tindakan jasmani, ucapan dan pikiran yang baik
Kedermawanan, tindakan yang bermanfaat, kejujuran
Mengenali sifat alami dari makhluk-makhluk
Menyatukan keluarga, sanak keluarga dan temanteman
Memperhatikan kesejahteraan makhluk
Forty teeth
Tongue can touch the forehead
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Tindakan jasmani, ucapan dan pikiran yang baik
Kedermawanan, tindakan yang bermanfaat, kejujuran
Mengenali sifat alami dari makhluk-makhluk
Menyatukan keluarga, sanak keluarga dan temanteman
Memperhatikan kesejahteraan makhluk
Meninggalkan ucapan salah & bergembira dalam
kedamaian
Tongue can touch the forehead
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Tindakan jasmani, ucapan dan pikiran yang baik
Kedermawanan, tindakan yang bermanfaat, kejujuran
Mengenali sifat alami dari makhluk-makhluk
Menyatukan keluarga, sanak keluarga dan temanteman
Memperhatikan kesejahteraan makhluk
Meninggalkan ucapan salah & bergembira dalam
kedamaian
Mempraktekkan ucapan tanpa cela & yang sesuai
Head like a turban
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Tindakan jasmani, ucapan dan pikiran yang baik
Kedermawanan, tindakan yang bermanfaat, kejujuran
Mengenali sifat alami dari makhluk-makhluk
Menyatukan keluarga, sanak keluarga dan temanteman
Memperhatikan kesejahteraan makhluk
Meninggalkan ucapan salah & bergembira dalam
kedamaian
Mempraktekkan ucapan tanpa cela & yang sesuai
Unggul dalam keahlian dan tindak-tanduk
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Umat Buddha golongan awal menyadari bahwa
konsep brahmin tentang ‘Manusia Luar Biasa’ dapat
dikenali dari karakteristik fisiknya.
This concept was rejected by teachings such as
the Lakkhana Sutta.
The Sutta’s message is that our conduct of body,
speech and mind are far more important than our
physical characteristics.
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Umat Buddha golongan awal menyadari bahwa
konsep brahmin tentang ‘Manusia Luar Biasa’ dapat
dikenali dari karakteristik fisiknya.
Konsep ini ditolak oleh ajaran seperti Lakkhana Sutta.
The Sutta’s message is that our conduct of body,
speech and mind are far more important than our
physical characteristics.
32 Tanda-tanda dari Manusia Luar Biasa
Lakkhana Sutta DN.30
Umat Buddha golongan awal menyadari bahwa
konsep brahmin tentang ‘Manusia Luar Biasa’ dapat
dikenali dari karakteristik fisiknya.
Konsep ini ditolak oleh ajaran seperti Lakkhana Sutta.
Pesan dari Sutta adalah bahwa tindakan dari jasmani,
ucapan dan pikiran kita adalah jauh lebih penting dari
karakteristik fisik kita.
Seperti apa penampilan Buddha?
Sekarang, Sang Bhagava berkata kepada Yang
Mulia Ananda : Beberapa dari kalian mungkin
berpikir : ‘Berakhirlah sudah ajaran Guru; kita tidak
lagi memiliki seorang Guru.’
But it should not be so considered. For that
which I have made known as the Dhamma and
the Discipline, that shall be your Master when I
am gone.
Maha-Parinibbana Sutta DN. 16
Seperti apa penampilan Buddha?
Sekarang, Sang Bhagava berkata kepada Yang
Mulia Ananda : Beberapa dari kalian mungkin
berpikir : ‘Berakhirlah sudah ajaran Guru; kita tidak
lagi memiliki seorang Guru.’
Tetapi, jangan berpikir demikian. Karena apa yang
telah ajarkan sebagai Dhamma dan Disiplin, itulah
yang akan menjadi Guru kalian ketika saya pergi.
Maha-Parinibbana Sutta DN. 16
Seperti apa penampilan Buddha?
Sekarang, Sang Bhagava berkata kepada Yang
Mulia Ananda : Beberapa dari kalian mungkin
berpikir : ‘Berakhirlah sudah ajaran Guru; kita tidak
lagi memiliki seorang Guru.’
Tetapi, jangan berpikir demikian. Karena apa yang
telah ajarkan sebagai Dhamma dan Disiplin, itulah
yang akan menjadi Guru kalian ketika saya pergi.
Maha-Parinibbana Sutta DN. 16
Seperti apa penampilan Buddha?
“Telah lama, Sang Bhagava, saya ingin datang dan
melihat Sang Bhagava, tetapi tubuh saya tidak kuat
untuk datang dan melihat Sang Bhagava.”
"What is there to see in this vile body?
He who sees the Dhamma, sees me;
he who sees me, sees the Dhamma.
Truly seeing the Dhamma, one sees me;
seeing me, one sees the Dhamma.“
Vakkali Sutta Sn 22.87
Seperti apa penampilan Buddha?
“Telah lama, Sang Bhagava, saya ingin datang dan
melihat Sang Bhagava, tetapi tubuh saya tidak kuat
untuk datang dan melihat Sang Bhagava.”
“Apa yang perlu dilihati dari tubuh yang kotor ini?
He who sees the Dhamma, sees me;
he who sees me, sees the Dhamma.
Truly seeing the Dhamma, one sees me;
seeing me, one sees the Dhamma.“
Vakkali Sutta Sn 22.87
Seperti apa penampilan Buddha?
“Telah lama, Sang Bhagava, saya ingin datang dan
melihat Sang Bhagava, tetapi tubuh saya tidak kuat
untuk datang dan melihat Sang Bhagava.”
“Apa yang perlu dilihati dari tubuh yang kotor ini?
Bagi dirinya yang melihat Dhamma, melihat saya;
bagi dirinya yang melihat saya, melihat Dhamma.
Truly seeing the Dhamma, one sees me;
seeing me, one sees the Dhamma.“
Vakkali Sutta Sn 22.87
Seperti apa penampilan Buddha?
“Telah lama, Sang Bhagava, saya ingin datang dan
melihat Sang Bhagava, tetapi tubuh saya tidak kuat
untuk datang dan melihat Sang Bhagava.”
“Apa yang perlu dilihati dari tubuh yang kotor ini?
Bagi dirinya yang melihat Dhamma, melihat saya;
bagi dirinya yang melihat saya, melihat Dhamma.
Sungguh, dengan melihat Dhamma, dia melihat
saya; dengan melihat saya, dia melihat Dhamma.”
Vakkali Sutta Sn 22.87
Seperti apa penampilan Buddha?
“Telah lama, Sang Bhagava, saya ingin datang dan
melihat Sang Bhagava, tetapi tubuh saya tidak kuat
untuk datang dan melihat Sang Bhagava.”
“Apa yang perlu dilihati dari tubuh yang kotor ini?
Bagi dirinya yang melihat Dhamma, melihat saya;
bagi dirinya yang melihat saya, melihat Dhamma.
Sungguh, dengan melihat Dhamma, dia melihat
saya; dengan melihat saya, dia melihat Dhamma.”
Vakkali Sutta Sn 22.87
Seperti apa penampilan Buddha?
It doesn’t really matter.
What matters is the
Dhamma!
Seperti apa penampilan Buddha?
Tidak menjadi masalah.
What matters is the
Dhamma!
Seperti apa penampilan Buddha?
Tidak menjadi masalah.
Yang penting adalah
Dhamma!
Dipersiapkan oleh T Y Lee
www.justbegood.net
Download