Uploaded by co.tukang.bakpao

Lahan Pekarangan Bersertipikat Masuk Zona LP2B

advertisement
POLITEKNIK AGRARIA STPN
Lahan Pekarangan Bersertipikat
yang Masuk Zona LP2B
SENGKETA, KONFLIK, DAN PERKARA PERTANAHAN
Disusun oleh: Syuhada Rahmad Zuhri / 24335764
Ringkasan Kasus
•
Beberapa pemilik tanah bersertipikat lama di Kab. Sleman mendapati tanahnya masuk zona Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
•
Dampaknya: sulit memperoleh KKPR untuk membangun, misalnya masjid atau gereja di atas tanah
pekarangan.
•
Penetapan LP2B tidak pernah disampaikan secara khusus kepada pemilik, sehingga mereka merasa
dirugikan.
•
Sertipikat adalah Keputusan TUN yang konkret, individual, dan final; status tanah tidak boleh diubah
sepihak tanpa pemberitahuan (Pasal 19 UUPA).
•
Pemerintah menyatakan perubahan yuridis harus didaftarkan lewat PDPT; pemilik bertanya siapa yang
menanggung biayanya.
2
Rumusan Masalah
1
Apakah penetapan LP2B atas tanah bersertipikat sah menurut hukum penguasaan tanah (Pasal 33
ayat (3) UUD 1945, Pasal 19 dan 49 UUPA)?
2
Apakah penetapan tanpa pemberitahuan kepada pemilik bertentangan dengan AAUPB (Pasal 9 dan 10
UU No. 30 Tahun 2014)?
3
Apakah penetapan LP2B merupakan perubahan data yuridis yang mewajibkan pemilik melakukan
PDPT atas biayanya (Pasal 4 ayat (3) PP 24/1997 jo. Pasal 94 Permenag 3/1997)?
4
Upaya apa yang dapat ditempuh pemilik dan pemerintah sebagai solusi?
3
Kerangka Hukum yang Dikaji
Dasar hukum
Substansi pokok
Relevansi
Pasal 33 (3) UUD 1945
Bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara
untuk kemakmuran rakyat
Dasar negara mengatur peruntukan tanah dan
melindungi lahan pangan
Pasal 19 dan 49 UUPA
Pendaftaran tanah menjamin kepastian hukum;
hak badan keagamaan diakui dan dilindungi
Kekuatan sertipikat dan perlindungan tanah
untuk rumah ibadah
UU 30/2014 Pasal 9 dan 10
Tindakan pemerintah wajib berdasar peraturan
dan AAUPB
Tolok ukur kepatutan penetapan tanpa
pemberitahuan
PP 24/1997 Pasal 4 (3) jo. Permenag
3/1997 Pasal 94
Tertib administrasi pendaftaran tanah dan
pemeliharaan data pendaftaran tanah
Menentukan apakah LP2B memicu kewajiban
PDPT
4
Kajian 1: Hak Menguasai Negara
Pasal 33 (3) UUD 1945
Pasal 19 UUPA
Pasal 49 UUPA
Negara menguasai bumi dan air
untuk sebesar-besar kemakmuran
rakyat. Dari sini lahir kewenangan
mengatur peruntukan tanah,
termasuk melindungi lahan pangan.
Pemerintah menyelenggarakan
pendaftaran tanah untuk kepastian
hukum. Sertipikat berlaku sebagai
alat bukti yang kuat.
Hak milik badan keagamaan dan
sosial diakui dan dilindungi,
termasuk tanah untuk peribadatan.
Analisis: LP2B sah sebagai pembatasan peruntukan ruang, bukan pencabutan hak milik. Namun pembatasan
harus proporsional, menempuh prosedur, dan tidak meniadakan jaminan Pasal 19 dan perlindungan Pasal 49 bagi
tanah rumah ibadah.
5
Kajian 2: Sertipikat dan Kewajiban PDPT
•
Pasal 4 (3) PP 24/1997: tiap bidang tanah beserta peralihan, pembebanan, dan hapusnya hak wajib didaftar
demi tertib administrasi pertanahan.
•
Pasal 94 Permenag 3/1997: pemeliharaan data dilakukan bila terjadi perubahan data fisik atau data yuridis yang
telah terdaftar.
•
Kewajiban PDPT melekat pada perubahan akibat perbuatan hukum pemilik, misalnya jual beli, hibah, atau
pemecahan bidang.
•
LP2B adalah pembatasan penggunaan lahan dalam rencana tata ruang. Ia tidak mengubah subjek, jenis, atau
jangka waktu hak, sehingga bukan perubahan data yuridis dalam arti PDPT.
•
Maka pemilik tidak dapat dibebani kewajiban dan biaya PDPT; penyesuaian informasi peruntukan adalah tugas
administrasi pemerintah.
6
Kajian 3: Asas Umum Pemerintahan (AAUPB)
Pasal 9 UU 30/2014: setiap keputusan dan tindakan wajib berdasar peraturan perundang-undangan dan AAUPB (Pasal 10:
kepastian hukum, kemanfaatan, keterbukaan, kecermatan, pelayanan yang baik, dan lainnya).
Kepastian hukum
Keterbukaan
Sertipikat lama dijamin, tetapi status tanah berubah tanpa
masa transisi atau pengecualian.
Tidak ada pemberitahuan khusus kepada pemilik;
sosialisasi tidak memadai.
Kecermatan
Kemanfaatan dan kepentingan umum
Peta LP2B seharusnya dicocokkan dengan data bidang
tanah bersertipikat.
Perlindungan pangan sah, tetapi harus seimbang dengan
kebutuhan rumah ibadah.
Catatan: sebagai peraturan daerah, penetapan dianggap diketahui sejak diundangkan (fiksi hukum). Cacatnya terutama pada
kepatutan pelaksanaan, bukan otomatis batalnya peraturan.
7
Kesimpulan
1
Penetapan LP2B sah sebagai pengaturan peruntukan berdasarkan hak menguasai negara, tetapi tidak menghapus
hak milik dan kekuatan sertipikat.
2
Penetapan tanpa pemberitahuan kepada pemilik tanah bersertipikat melanggar asas keterbukaan, kecermatan,
dan kepastian hukum dalam AAUPB.
3
LP2B bukan perubahan data yuridis; pemilik tidak wajib dan tidak patut menanggung biaya PDPT.
4
Tanah untuk rumah ibadah memerlukan jalur pengecualian yang jelas agar jaminan Pasal 49 UUPA tidak
kehilangan makna.
8
Saran dan Solusi
Pemerintah Daerah
ATR/BPN
Pemilik Tanah
Sampaikan pemberitahuan
tertulis dan buka layanan cek
persil.
Cocokkan peta LP2B dengan data
bidang bersertipikat, lalu revisi
bila terdapat kekeliruan.
Sediakan mekanisme alih fungsi
terbatas dengan lahan
pengganti, insentif, atau
kompensasi sesuai UU 41/2009.
Catat informasi peruntukan
tanpa membebankan biaya PDPT
kepada pemilik.
Buat prosedur KKPR yang
transparan, dengan alasan
tertulis bila permohonan ditolak.
Ajukan keberatan dan
permohonan verifikasi kepada
dinas terkait dan Kantor
Pertanahan.
Bila KKPR ditolak: keberatan atau
banding administratif (UU
30/2014), lalu gugatan ke PTUN.
Bila Perda bertentangan dengan
norma yang lebih tinggi: uji
materiil ke Mahkamah Agung.
9
Dasar Hukum
•
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 33 ayat (3)
•
UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), Pasal 19 dan 49
•
UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, Pasal 9 dan 10
•
PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, Pasal 4 ayat (3)
•
Permenag/Ka. BPN No. 3 Tahun 1997, Pasal 94
•
Pendukung: UU No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
Catatan: sebagian ketentuan Permenag 3/1997 telah diubah oleh peraturan ATR/BPN yang lebih baru; periksa versi terkini sebelum dikutip.
10
Download