Nama : Daffa Rafi Pasya NIM : 25/565376/PN/19862 Gol/Kel : B5/5 Asisten Koreksi : Padma Tiara Aisya REVIEW ARTIKEL JURNAL PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN Judul Artikel Measurement of the Water Potential of Stored Potato Tubers Nama Jurnal Plant Physiology Volume dan Nomor Volume 79, Nomor 3, halaman 891–895 Tahun Terbit 2021 Penulis William L. Bland dan Champ B. Tanner Latar Belakang Potensial air merupakan salah satu aspek penting dalam hubungan air pada jaringan tumbuhan, termasuk umbi kentang yang disimpan setelah panen. Pengukuran potensial air pada umbi kentang diperlukan untuk mempelajari hubungannya dengan kerentanan umbi terhadap penyakit busuk lunak yang disebabkan oleh bakteri. Namun, pengukuran menggunakan metode pressure chamber tidak dapat diterapkan secara langsung pada umbi yang telah disimpan karena umbi tersebut tidak lagi memiliki stolon yang berfungsi. Oleh karena itu, diperlukan metode alternatif yang mampu mengukur potensial air secara lebih tepat, seperti pengukuran menggunakan higrometer pada jaringan yang dipotong maupun higrometer yang dipasang langsung di dalam umbi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi keakuratan kedua metode tersebut dengan membandingkan hasilnya terhadap pengukuran pressure chamber pada umbi kentang segar yang masih memiliki stolon. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan metode pengukuran potensial air pada umbi kentang menggunakan higrometer pada jaringan yang telah dipotong dan higrometer yang ditanam langsung di dalam umbi. Kedua metode tersebut dibandingkan dengan metode pressure chamber untuk mengetahui kesesuaian hasil pengukuran serta faktor-faktor yang dapat menyebabkan perbedaan nilai potensial air. Penelitian ini juga bertujuan menentukan metode yang paling sesuai untuk mengukur potensial air umbi kentang dalam kondisi panen maupun penyimpanan. Metode Penelitian Penelitian menggunakan umbi kentang (Solanum tuberosum L.) kultivar Russet Burbank yang diperoleh dari tanaman lapangan. Variasi potensial air diperoleh melalui pembatasan pasokan air dan pengeringan tanaman setelah panen, sedangkan sebagian umbi diamati setelah penyimpanan selama 1–18 bulan. Pengukuran dilakukan menggunakan pressure chamber, higrometer pada jaringan umbi yang dipotong, dan higrometer yang dipasang langsung di dalam umbi. Sampel jaringan dipotong berbentuk silinder pada bagian cincin xilem, kemudian diukur menggunakan higrometer setelah mencapai keseimbangan uap dan suhu. Pada metode pemasangan langsung, higrometer dimasukkan ke dalam lubang yang dibuat pada umbi dan pembacaan dilakukan setelah kondisi pengukuran stabil. Selain itu, tekanan osmotik jaringan juga diukur untuk membantu menjelaskan perbedaan hasil dari masing-masing metode. Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran menggunakan higrometer yang ditanam langsung di dalam umbi memberikan kesesuaian yang baik dengan pressure chamber pada potensial air yang relatif tinggi, dengan selisih sekitar ±0,05 MPa pada potensial air di atas −0,5 MPa. Sebaliknya, pengukuran pada jaringan yang dipotong dapat menghasilkan nilai potensial air hingga 0,5 MPa lebih rendah pada umbi dengan potensial air tinggi. Perbedaan tersebut diduga disebabkan oleh pemuaian jaringan akibat tekanan turgor setelah jaringan dipisahkan dari bagian umbi lainnya serta peningkatan respirasi yang menimbulkan panas. Pada potensial air yang lebih rendah, kedua metode higrometer menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan hasil pressure chamber. Peneliti menduga bahwa perbedaan tersebut terutama berkaitan dengan masuknya udara ke dalam pembuluh xilem sehingga memengaruhi hasil pengukuran pressure chamber. Secara keseluruhan, higrometer yang dipasang langsung di dalam umbi dinilai mampu memberikan pengukuran yang baik pada rentang potensial air yang dijumpai selama kondisi lapangan maupun penyimpanan. Kesimpulan Pengukuran potensial air umbi kentang menggunakan higrometer yang dipasang langsung di dalam umbi merupakan metode yang sesuai untuk memperoleh hasil pengukuran pada berbagai kondisi potensial air selama penyimpanan. Pengukuran jaringan yang dipotong juga dapat digunakan pada umbi yang disimpan dengan potensial air di bawah −0,4 MPa apabila menggunakan higrometer SC-10 dengan wadah sampel berukuran besar. Sementara itu, metode pressure chamber dinilai memadai untuk umbi segar pada potensial air di atas −0,7 MPa, tetapi berpotensi menghasilkan kesalahan pada potensial air yang lebih rendah. Oleh karena itu, pemilihan metode pengukuran perlu mempertimbangkan kondisi umbi dan rentang potensial air yang diamati.