Uploaded by common.user153226

Kode Etik dan Etika Profesi Guru

advertisement
KODE ETIK DAN ETIKA PROFESI GURU
Makalah ini disusun sebagai tugas Mata Kuliah Etika dan Profesi Guru
Dosen Pengampu : Anna Navita Syairoh, M. Pd
Disusun Oleh:
Amelia Dwi Septiani
Intan Sholihah
Siti Hana Syahidah
Siti Nur Fadilah
INSTITUT NIDA EL-ADABI
PARUNGPANJANG -BOGOR
PROGRAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2026 M/1448 H
i
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kita ucapkan atas kehadirat Allah SWT tuhan semesta alam yang
mana atas limpahan rahmat dan juga karunia-Nya sehingga dapat tersusun makalah ini dengan
sebaik-baiknya tanpa kendala apapun.
Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas perkelompok Mata Kuliah Etika dan
Profesi Guru.
Makalah ini telah kami susun dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan bantuan serta doa
dari teman dan dari beberapa pihak sehingga memudahkan kami untuk menyelesaikannya tanpa
kendala apapun. Untuk itu kami ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak yang
ikut berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih ada kekurangan dari pembuatan makalah ini baik itu dari
segi susunan kalimat ataupun tata bahasa yang digunakan. Oleh karena itu kritik dan saran dari
pembaca sangat kami harapkan agar kiranya kami dapat memperbaiki kesalahan yang ada pada
makalah kami ini.
Semoga dengan tersusunnya makalah kami ini dapat memberi sedikit pengetahuan lagi
kepada semua pembaca, terima kasih.
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
A.
Latar Belakang .................................................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah ............................................................................................................... 1
C.
Tujuan Penulisan ................................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................................... 3
A.
Pengertian Kode Etik .......................................................................................................... 3
B.
Hal-hal yang Termasuk dalam Kode Etik Guru ................................................................. 4
C.
Tujuan Kode Etik ................................................................................................................ 7
D.
Fungsi Kode Etik ................................................................................................................ 8
F. Sanksi Pelanggaran Kode Etik Guru ..................................................................................... 10
BAB III KESIMPULAN............................................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................. 13
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hakikat profesi adalah suatu pernyataan atau suatu janji yang terbuka dan pernyataan
professional mengandung makna terbuka yang sungguh-sungguh, untuk menjadi tenaga
professional maka diperlukan pendidikan khusus dan pengalaman khusus dalam waktu yang
lama. Selain itu profesi memiliki kode etik dan moral dalam menjalankan tugas, bekerja secara
profesional dan bebas dari sentiment suku, ras, agama, dan kepentingan politik, serta
memperoleh penghasilan yang layak untuk membiayai hidup dan mengembangkan profesinya.
Kode etik guru Indonesia mempunyai 9 poin penting yang telah disepakati pada Keputusan
Kongres PGRI ke-XIII pada tanggal 21 s/d 25 November 1973.
Untuk menjadi seorang guru yang profesional dengan mematuhi dan melaksanakan kode etik
yang telah ditetapkan, secara tidak langsung sangatlah berpengaruh dengan kompetensikompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru, diantaranya adalah Kompetensi
Profesionalisme, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian, dan Kompetensi Pedagogik
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian kode etik?
2. Apa saja hal-hal yang termasuk dalam kode etik guru?
3. Apa tujuan kode etik guru?
4. Apa fungsi kode etik guru?
5. Apa isi kode etik guru Indonesia?
1
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian kode etik.
2. Untuk mengetahui hal-hal yang termasuk dalam kode etik guru.
3. Untuk mengetahui tujuan kode etik guru.
4. Untuk mengetahui fungsi kode etik guru.
5. Untuk mengetahui isi kode etik guru Indonesia.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kode Etik
Kode etik adalah pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu
kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara etis sebeagai
pedoman dalam berprilaku. Etis berarti sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang dianut oleh
sekolompok orang atau masyarakat tertentu. Dalam kaitannya dengan Istilah profesi, kode
etik merupakan tata cara atau aturan yang menjadi standar kegiatan anggota suatu profesi.
Kode etik di Indonesia dapat diartikan sebagai norma dan asas yang disepakati dan
diterima oleh guru-guru Indonesia sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan
tugas profesi sebagai pendidik, anggota masyarakat, dan warga negara. Pedoman sikap dan
perilaku dimaksud adalah nilai-nilai moral yang membedakan perilaku guru yang baik dan
buruk, yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan tugas-tugas
profesionalnya untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik, serta pergaulan sehari-hari didalam dan diluar sekolah.1
Kode Etik Guru Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai-nilai dan normanorma profesi guru yang tersusun dengan baik dan sistematik dalam suatu system yang utuh.
Kode Etik Guru Indonesia berfungsi sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku setiap
guru warga PGRI dalam menunaikan tugas pengabdiannya sebagai guru, baik di dalam
maupun di luar sekolah serta dalam pergaulan hidup sehari-hari di masyarakat.2
1
Sudarwan Danim, Profesionalisasi dan Etika Profesi Guru, (Bandung: Alfabeta,___), hal. 100.
2
E.Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008), hal.46.
3
Para pendidik (Guru) hendaklah selalu mengaplikasikan Kode Etik Guru Indonesia yang telah
di tetapkan dalam pribadinya masing-masing untuk mencapai predikat sebagai seorang guru
yang berkompeten dan profesional.3
Dalam pidato pembukaan Kongres PGRI ke XIII, Basuni sebagai Ketua Umum PGRI
menyatakan bahwa Kode Etik Guru Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman
tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilan pengabdian bekerja sebagai
guru.4 Kode Etik Guru Indonesia ditetapkan dalam suatu kongres yang dihadiri oleh seluruh
utusan Cabang dan Pengurus Daerah PGRI dari seluruh penjuru tanah air, pertama dalam
Kongres ke XIII di Jakarta tahun 1973, dan kemudian di sempurnakan dalam Kongres PGRI
ke XVI tahun 1989 juga di Jakarta.5
B. Hal-hal yang Termasuk dalam Kode Etik Guru
Hal-hal yang termasuk kedalam kode etik guru adalah:
1. Hubungan guru dengan peserta didik, diantaranya:
a. Guru berperilaku secara professional dalam melaksanakan tugas mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, serta mengevaluasi proses
dan hasil belajar.
b. Guru membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati dan mengamalkan
hak-hak dan kewajibannya sebagai individu, warga sekolah, dan anggota
masyarakat.
c. Guru menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan
martabat peserta didiknya.
2. Hubungan guru dengan orang tua / wali siswa, diantaranya:
3
http://dnurningsih.blogspot.com/2011/07/makalah-kode-etik-guru.html. Diunduh pada tanggal 17
Desember 2012, pukul 20.30 WIB
4
E.Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru..., hal.43.
5
Ibid...,hal.46.
4
a. Guru berusaha membina hubungan kerjasama yang efektif dan efesien dengan orang
tua / wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan.
b. Guru memberikan informasi kepada oaring tua / wali secara jujur dan objektif
mengenai perkembangan peserta didik.
c. Guru memotovasi orang tua / wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam
memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
3. Hubungan guru dengan masyarakat, diantaranya:
a. Guru mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam pengembangan dan
meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
b.
Guru peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
c.
Guru melakukan semua usaha untuk bersama-sama dengan masyarakat berperan
aktif dalam pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
4. Hubungan guru dengan sekolah dan rekan sejawat, diantaranya:
a. Guru menciptakan suasana sekolah yang kondusif
b. Guru menciptakan suasana kekeluargaan didalam dan diluar sekolah.
c. Guru menghormati rekan sejawat.
5. Hubungan guru dengan profesi, diantaranya:
a. Guru berusaha mengembangkan dan memajukan disiplin ilmu pendidikan dan
bidang studi yang diajarkan.
b. Guru menjunjung tinggi jabatan guru sebagai profesi.
c. Guru terus menerus meningkatkan kopetensinya.
6. Hubungan guru dengan organisasi profesinya, diantaranya:
5
a. Guru menjadi anggita organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam
melaksanakan program-program organisasi bagi kepentingan pendidikan.
b. Guru memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru yang memberikan
manfaat bagi kepentingan kependidikan.
c. Guru aktif mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi
dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
7. Hubungan guru dengan pemerintah, diantaranya:
a. Guru membantu program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan yang
berbudaya.
b. Guru tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah atau
satuan pendidkan untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.
c. Guru berusaha menciptakan, memlihara, dan meningkatkan rasa persatuan dan
kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pancasila dan
UUD 1945.6
Namun selain hubungan-hubungan diatas, masih ada pula hubungan yang turut diatur
oleh kode etik. Menutur tim pengembangan MKDK IKIP Semarang, hubungan tersebut
adalah hubungan antara guru dengan Tuhannya.7
6
Sudarwan Danim, Profesionalisasi dan Etika Profesi Guru..., hal. 102-108.
6
C. Tujuan Kode Etik
Secara umum tujuan diadakannya kode etik adalah sebagai berikut:
1. Menjunjung tinggi martabat profesi.
Kode etik dapat menjaga pandangan dan kesan pihak luar atau masyarakat agar
mereka tidak memandang rendah terhadap profesi yang bersangkutan.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya.
Kesejahteraan mencakup kesejahteraan lahir (material) maupun batin (spiritual,
emosional, mental). Kode etik umumnya memuat larangan-larangan untuk
melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan kesejahteraan para anggotanya.
3. Pedoman berperilaku.
Kode etik mengandung peraturan yang membatasi tingkah laku yang tidak pantas
dan tidak jujur bagi para anggota profesi dalam berinteraksi dengan sesame rekan
anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
Kode etik berkaitan dengan peningkatan kegiatan pengabdian profesi, sehingga bagi
para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggungjawab
pengabdiannya dalam melaksanakan tugasnya.
5. Untuk meningkatkan mutu profesi.
Kode etik memuat norma-norma dan anjuran agar para anggota profesi selalu
berusaha unutk meningkatkan mutu pengabdian para anggotanya.
6. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
7
http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2010/12/05/pengertian-kode-etik. Diunduh pada tanggal 17
Desember 2012, pukul 20.30 WIB
7
Kode etik mewajibkan setiap anggotanya untuk aktif berpartisipasi dalam membina
organisasi profesi dan kegiatan-kegiatan yang dirancang organisasi.8
D. Fungsi Kode Etik
Pada dasarnya kode etik berfungsi sebagai, perlindungan dan pengembangan bagi
profesi itu, dan sebagai pelindung bagi masyarakat pengguna jasa pelayanan suatu
profesi. Menurut Gibson and Mitchel fungsi kode etik adalah sebagai pedoman
pelaksanaan tugas profesional anggota suatu profesi dan pedoman bagi masyarakat
pengguna suatu profesi dalam meminta pertanggungjawaban jika anggota profesi yang
bertindak di luar kewajaran.
Secara umum fungsi kode etik guru berfungsi sebagai berikut:
1. Agar guru memiliki pedoman dan arah yang jelas dalam melaksanakan tugasnya,
sehingga terhindar dari penyimpangan profesi.
2. Agar guru bertanggungjawab atas profesinya.
3. Agar profesi guru terhindar dari perpecahan dan pertentangan internal.
4. Agar guru dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan.
5. Agar profesi ini membantu memecahkan masalah dan mengembangkan diri.
6. Agar profesi ini terhindar dari campur tangan profesi lain dan pemerintah.9
8
E.Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru..., hal. 44
9
http://blog.uin-malang.ac.id/ilyasbima/2011/06/17/pengertian-hakikat-dan-fungsi-kode-etik-profesiguru/. Diunduh pada tanggal 17 Desember 2012. pukul 20.30 WIB
8
E. Isi Kode Etik Guru Indonesia
Dalam UU Guru dan Dosen yakni UU RI No 14 Tahun 2005 dimasukkan juga sebuah
dictum yang penting sebagai salah satu persyaratan sebuah profesi, yaitu KODE ETIK yang
akan menjadi kerangka acuan etika dan moral dalam menjalankan profesinya. Karena hal itulah
Persatuan Guru Republik Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah merupakan suatu
bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha esa, Bangsa dan Tanah Air serta kemanusiaan
pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
merasa turut bertanggungjawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan RI
terpanggil untuk menunaikan karya sebagai guru yang professional dengan memedomi dasardasar yang lebih dikenal sebagai Kode Etik Guru Indonesia yang berisikan point-point sebagai
berikut :
a. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia
pembangunan yang ber-Pancasila.
b. Guru memiliki kejuruan profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan
kebutuhan anak didik masing-masing.
c. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik,
tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
d. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua
murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
e. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun
masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan.
f. Guru secara sendiri-sendiri dan/atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan
meningkatkan mutu profesinya.
g. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesame guru baik berdasarkan
lingkungan kerja maupun didalam hubungan keseluruhan.
9
h. Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi guru
professional sebagai sesame pengabdiannya.
i. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam
bidang Pendidikan.
F. Sanksi Pelanggaran Kode Etik Guru
Kode etik guru merupakan pedoman yang mengatur sikap dan perilaku guru dalam
menjalankan tugas profesionalnya. Oleh karena itu, setiap guru berkewajiban menaati ketentuan
yang terdapat dalam kode etik. Apabila seorang guru melakukan pelanggaran terhadap kode etik,
maka dapat dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran dan ketentuan yang berlaku.
Pemberian sanksi bertujuan untuk menjaga kehormatan, martabat, dan profesionalitas guru serta
memberikan pembinaan agar pelanggaran tidak terulang kembali.
Pelanggaran kode etik dapat terjadi apabila guru melakukan tindakan yang bertentangan
dengan nilai, norma, dan tanggung jawab profesinya, baik dalam hubungan dengan peserta didik,
orang tua atau wali siswa, masyarakat, sesama guru, organisasi profesi, maupun pemerintah. Hal
tersebut berkaitan dengan berbagai hubungan yang telah diatur dalam kode etik guru, seperti
hubungan guru dengan peserta didik, orang tua atau wali siswa, masyarakat, sekolah dan rekan
sejawat, profesi, organisasi profesi, serta pemerintah.
Secara umum, sanksi terhadap pelanggaran kode etik dapat diberikan secara bertahap sesuai
dengan berat atau ringannya pelanggaran. Sanksi tersebut dapat berupa:
1. Teguran atau peringatan, yaitu tindakan awal yang diberikan kepada guru yang
melakukan pelanggaran sebagai bentuk pembinaan agar menyadari kesalahan dan
memperbaiki perilakunya.
2. Peringatan tertulis, diberikan apabila pelanggaran yang dilakukan lebih serius atau guru
mengulangi pelanggaran yang sebelumnya telah diberikan teguran.
10
3. Pembinaan khusus, yaitu upaya untuk memberikan pemahaman dan pengarahan kepada
guru agar dapat memperbaiki sikap dan menjalankan tugas sesuai dengan kode etik
profesi.
4. Sanksi organisasi profesi, dapat diberikan apabila pelanggaran berkaitan dengan
kewajiban guru sebagai anggota organisasi profesi. Bentuk sanksi disesuaikan dengan
ketentuan organisasi profesi yang berlaku.
5. Sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan, apabila pelanggaran kode etik juga
berkaitan dengan pelanggaran terhadap ketentuan hukum. Dalam kondisi tersebut,
penyelesaiannya dapat melibatkan pihak yang berwenang sesuai dengan jenis
pelanggaran yang dilakukan.
Pemberian sanksi tidak semata-mata dimaksudkan sebagai hukuman, tetapi juga sebagai
bentuk pembinaan dan upaya menjaga kualitas profesi guru. Hal ini sejalan dengan fungsi kode
etik yang memberikan pedoman bagi guru dalam melaksanakan tugas serta mendorong guru
untuk bertanggung jawab terhadap profesinya.
Dengan adanya sanksi yang jelas, guru diharapkan lebih berhati-hati dalam menjalankan
tugas dan tanggung jawab profesionalnya. Kode etik juga berperan dalam melindungi peserta
didik, masyarakat, dan guru itu sendiri dari tindakan yang dapat merugikan atau mencederai
kehormatan profesi. Dengan demikian, penerapan sanksi terhadap pelanggaran kode etik
merupakan bagian penting dalam menjaga profesionalitas dan kepercayaan masyarakat terhadap
profesi guru.
11
BAB III
KESIMPULAN
Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara etis sebeagai pedoman dalam berprilaku.
Kode Etik Guru Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai-nilai dan norma-norma
profesi guru yang tersusun dengan baik dan sistematik dalam suatu system yang utuh. Hal-hal
yang termasuk kedalam kode etik guru adalah hubungan guru dengan peserta didik, hubungan
guru dengan orang tua / wali siswa, hubungan guru dengan masyarakat, hubungan guru dengan
sekolah dan rekan sejawat, hubungan guru dengan profesi, hubungan guru dengan organisasi
profesinya, dan hubungan guru dengan pemerintah.
Secara umum tujuan kode etik diantaranya adalah untuk menjunjung tinggi martabat
profesi, untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya, dan untuk meningkatkan
mutu profesi. Sedangkan fungsi dari kode etik diantaranya adalah agar guru memiliki pedoman
dan arah yang jelas dalam melaksanakan tugasnya, agar guru bertanggungjawab atas profesinya
dan agar profesi guru terhindar dari perpecahan serta pertentangan internal.
Mengenai isi kode etik guru di Indonesia, diantaranya adalah
a. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan
yang ber-Pancasila.
b. Guru memiliki kejuruan profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan
anak didik masing-masing.
c. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik,
tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
12
DAFTAR PUSTAKA
Mulyasa, E. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2008.
Danim, Sudarwan. Profesionalisasi dan Etika Profesi Guru. Bandung: Alfabeta. ___.
http://blog.uin-malang.ac.id/ilyasbima/2011/06/17/pengertian-hakikat-dan-fungsi-kode-etikprofesi-guru/. Diunduh pada tanggal 25 September 2026 pukul 00.00 WIB.
http://dnurningsih.blogspot.com/2011/07/makalah-kode-etik-guru.html. Diunduh pada tanggal 25
September 2026 pukul 00.00 WIB.
http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2010/12/05/pengertian-kode-etik.
Diunduh
pada
tanggal 25 September 2026 pukul 00.00 WIB.
13
Download