Uploaded by common.user152894

jawaban tugas TM 4 Essay Individu

advertisement
ESSAY KOMUNIKASI PADA LANSIA
MATA KULIAH KEPERAWATAN GERONTIK
Dosen Pengampu: Ns. Annisa Wuri Kartika, S. Kep. M.Kep.
Oleh :
Teressya Eka Nur Cahyani
255170109111026
RPL PSIK 2025
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2025
Nama Klien
: Tn. B
Usia
: 70 thn
Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan melakukan komunikasi dengan
salah satu tetangga di lingkungan saya, seorang pria berusia sekitar 70 tahun yang
saya panggil Tn. B. Beliau sudah lama pensiun dari pekerjaannya dan lebih banyak
menghabiskan waktu di rumah. Saat itu, saya berinisiatif menyapanya di teras
rumah ketika beliau sedang duduk santai. Saya memulai percakapan dengan
menanyakan kabar, kesehatan, dan kegiatan sehari-hari. Sambutan beliau cukup
hangat, meskipun awalnya terlihat agak kaku. Namun setelah beberapa menit,
suasana komunikasi menjadi lebih cair.
Dalam percakapan tersebut, Tn. B banyak bercerita tentang masa mudanya
ketika masih aktif bekerja serta pengalaman hidup yang cukup berkesan. Saya
mendengarkan dengan penuh perhatian dan sesekali mengajukan pertanyaan ringan
agar komunikasi tetap mengalir. Saya berusaha menggunakan bahasa yang
sederhana, intonasi jelas, dan berbicara dengan tempo yang tidak terlalu cepat. Hal
ini saya lakukan karena saya menyadari kondisi usia beliau yang mungkin sudah
berpengaruh terhadap daya tangkap pendengaran dan konsentrasi.
Perasaan yang saya alami ketika berinteraksi dengan Tn. B cukup beragam.
Di satu sisi, saya merasa senang dan terhormat karena bisa mendengarkan kisahkisah berharga dari beliau. Ada rasa hangat dan kedekatan emosional yang tercipta
karena Tn. B tampak menikmati perhatian yang diberikan kepadanya. Di sisi lain,
saya juga merasa tertantang karena harus menyesuaikan gaya komunikasi agar
pesan dapat tersampaikan dengan jelas. Beberapa kali saya harus mengulang
pertanyaan karena beliau tidak langsung menangkap apa yang saya maksud. Hal ini
membuat saya belajar untuk lebih sabar dan memperhatikan cara penyampaian
pesan.
Proses komunikasi dengan Tn. B ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor
penting. Pertama, faktor fisik. Pendengaran beliau yang sudah tidak sebaik dulu
membuat saya harus berbicara dengan suara yang lebih keras dan artikulasi yang
jelas. Selain itu, faktor kesehatan juga berpengaruh karena pada usia lanjut
konsentrasi bisa lebih mudah teralihkan. Kedua, faktor psikologis. Saya melihat
bahwa suasana hati dan perasaan Tn. B sangat menentukan kelancaran komunikasi.
Ketika beliau merasa diperhatikan dan dihargai, ekspresi wajahnya tampak lebih
cerah dan respons komunikasinya menjadi lebih aktif.
Ketiga, faktor lingkungan juga tidak kalah penting. Kami melakukan
percakapan di teras rumah pada sore hari ketika suasana relatif tenang. Tidak
banyak gangguan suara dari luar, sehingga komunikasi dapat berlangsung dengan
lebih fokus. Lingkungan yang nyaman mendukung terciptanya interaksi yang
menyenangkan. Keempat, faktor budaya dan kebiasaan. Sebagai orang yang lebih
muda, saya menggunakan bahasa yang sopan, menjaga intonasi, serta menunjukkan
sikap hormat. Hal ini sesuai dengan nilai budaya yang menekankan penghormatan
terhadap orang yang lebih tua.
Dari pengalaman komunikasi dengan Tn. B, saya mendapatkan
pembelajaran berharga bahwa komunikasi dengan orang lanjut usia memerlukan
pendekatan yang penuh empati, kesabaran, dan adaptasi. Saya menyadari bahwa
bukan hanya isi pesan yang penting, tetapi juga bagaimana pesan tersebut
disampaikan. Memberikan perhatian penuh, kontak mata, serta bahasa tubuh yang
ramah dapat menciptakan rasa dihargai pada lawan bicara. Lebih dari itu, saya
merasakan bahwa interaksi dengan Tn. B tidak hanya sebatas bertukar informasi,
tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial, memberikan
dukungan emosional, serta belajar dari pengalaman hidup generasi sebelumnya.
Dengan demikian, komunikasi dengan Tn. B bukan sekadar percakapan
biasa, melainkan sebuah proses yang memperkaya pengalaman pribadi saya. Saya
menjadi lebih peka terhadap kebutuhan komunikasi orang yang lebih tua,
memahami hambatan yang mungkin terjadi, serta belajar cara mengatasinya. Hal
ini akan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam praktik
keperawatan di masa depan, karena komunikasi efektif adalah kunci dalam
memberikan perhatian dan pelayanan yang bermakna.
Download