Hubungan kadar Trigliserida dengan kejadian Metabolic Dysfunction-Assosiated Steatotic Liver Disease (MASLD) berdasarkan Hepatic Steatotic Index pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUP M. Djamil Padang Tahun 2022-2025 Latar belakang: Perlemakan hati (steatosis) adalah kondisi yang ditandai dengan adanya penumpukan lemak berlebih di hepatosit, yaitu >5% dari keseluruhan sel hati yang dinilai dengan pencitraan atau histologi, pada individu dengan setidaknya satu faktor risiko kardiometabolik (CMRF).1 Metabolic dysfunction-Assosiated Steatotic Liver Disease (MASLD) yang sebelumnya dikenal sebagai Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) mengalami perubahan nomenklatur yang ditetapkan oleh konsesus internasional pada tahun 2023 untuk menggambarkan penyakit hati berlemak yang berhubungan dengan disfungsi metabolik.1,2 Apabila tidak ditangani, MASLD dapat berkembang menjadi Metabolic Dysfunction-Assosiated Steatohepatitis (MASH), fibrosis hati, sirosis, hingga Hepatocellular Carcinoma (HCC). MASLD memiliki hubungan yang erat dengan berbagai gangguan metabolic, salah satunya adalah Diabetes Melitus tipe 2. Kedua penyakit ini membentuk hubungan dua arah dan bisa saling mempengaruhi. MASLD adalah salah satu komplikasi yang paling sering ditemukan pada pasien diabetes, terutama diabetes melitus tipe 2, khususnya pada individu dengan obesitas. 3Namun, perhatian terhadap kesehatan hati pada pasien diabetes masih relatif rendah karena pemantauan komplikasi pada pasien diabetes umumnya difokuskan pada komplikasi mikrovaskular, seperti retinopati, nefropati, dan neuropati diabetik.3 Diabetes dapat memperburuk kualitas hidup pasien dengan steatosis hati. Berdasarkan penelitian ditemukan sekitar dua dari tiga pasien diabetes melitus tipe 2 megalami steatosis hati dan berisiko besar untuk berkembang menjadi Metabolic Dysfunction-Assosiated Steatohepatitis (MASH), sirosis, Hepatocellular Carcinoma (HCC), bahkan meningkatkan risiko kematian akibat penyakit hati. Selain itu, MASLD juga dikaitkan dengan risiko kanker ekstrahepatik, penyakit kardiovaskular aterosklerotik, serta meningkatkan progresivitas prediabetes menjadi diabetes melitus tipe 2. 3