SEMINAR HASIL PRAKTIK DI PT. SURI TANI PEMUKA SHRIMP HATCHERY CARITA ULVIA RAHMATILLAH 58224214649 Latar belakang Perikanan budidaya saat ini telah menjadi sektor penting dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satu komoditas unggulan yang memiliki prospek cerah dalam industri budidaya perikanan adalah udang vaname (Litopenaeus vannamei). Keunggulan udang vaname terletak pada kemampuan adaptasinya yang tinggi terhadap lingkungan, pertumbuhan yang cepat, efisiensi pakan yang baik, serta permintaan pasar internasional yang stabil. Salah satu tahapan paling krusial dalam siklus budidaya udang vaname adalah fase pembenihan, terutama pada tahap pemeliharaan larva. Tahapan ini dimulai sejak telur menetas hingga mencapai stadia post larva (PL) sebelum ditebar ke tambak pembesaran. Pemeliharaan larva udang vaname memerlukan manajemen yang intensif dan terstandarisasi, meliputi persiapan bak larva, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan alami penggunaan pakan buatan, serta upaya pencegahan penyakit. Mechanical Engineering Water Treatment ALUR PENARIKAN AIR Penarikan air laut sedalam 300 meter menuju intake, kemudia dari intake di pompa menuju tandon pengendapan 1 Air dari pengendapan 1 dengan kapasitas 350 ton perbaknya dipompa melewati sand filter lalu menuju tandon Pretreatment Air dari tandon Pretreatment dipompa melewati pressure filter berisi pasir afm lalu melewati ozon menuju water treatment Dari water treatment air di treatment dengan aerasi selama ±8 jam sampai kadar ozon dan bromine nya netral Air dari water treatment dipompa melewati pressure filter yang berisi menuju tandon siap pakai NOTE Pada water treatment setelah air masuk ke bak Wt akan dilakukan trial ozone + kaporit step 3 setelah aerasi dinyalakan, Penambahan kaporit sebanyak 160 gram lalu ditunggu selama 5 jam, kemudian diberikan thiosulfat sebanyak 60 gram lalu ditunggu selama 1 jam, kemudia akan di lakukan otto test untuk mengecek air sudah netral atau belum . sand filter terdapat 3 urutan alur air: 1. pasir silika ( kanan ) 2. arang 1 lapis sebagai penahan dan sisanya pasir silika ( kiri ) 3. air ( tengah ) ukuran catridge disini terdapat 3 ukuran: - 10 mikron ( 6 filter ) - 5 mikron ( 6 filter ) - 1 mikron ( 6 filter ) total ada 18 catridge ALUR TANDON SIAP PAKAI MENUJU BAK PEMELIHARAAN LARVA Air dari tandon siap pakai Dipompa melewati pompa larva Melewati pressure filter TSP larva Melewati catridge dari ukuran 10, 5, 1 (khusus stocking ) Melewati UV Larva, setelah itu baru dialirkan ke produksi larva ALUR SIAP PAKAI MENUJU MATURASI Air dari tandon siap pakai Dipompa menggunakan pompa induk Melewati pressure filter TSP induk Melewati UV Induk, setelah itu baru dialirkan ke Maturasi dan Algae INDUK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) PERSIAPAN WADAH Cuci bak menggunakan detergen lalu dibilas air tawar Femugrasi di bak maturasi Selanjutnya pengisian air Melakukan penyiraman menggunakan kaporit pada bak pemeliharaan induk pencucian bak dengan detergen di diamkan selama 1 hari Pengisian air dilakuakan sebelum induk datang, air diisi sebanyak 3-5 ton dengan suhu 22-23°c MATURASI Sebelum kantong packing induk memasuki bak maturasi, terlebih dahulu harus melalui proses dipping, pencelupan kantong induk pada air yang sudah diberi disinfektan 1 ppm Setelah itu dilanjutkan dengan proses aklimatisasi selama 20-30 menit, kemudian kantong packing induk udang di buka, induk udang di keluarkan dan dilepaskan pada bak pemeliharaan. Aklimatisasi adalah proses penyesuaian/adaptasi organisme terhadap lingkungan baru. PENGELOLAAN AIR Pada pemeliharaan induk menggunakan system RAS resirkulasi air dalam bak pemeliharaan induk udang vaname adalah pergerakan air secara terus menerus dalam bak untuk menjaga kualitas air tetap optimal. Tujuan: Menjaga kualitas air Mencegah penumpukan kotoran Mencegah stratifikasi air Memastikan distribusi pakan merata Sipon Proses pengambilan sisa pakan dan kotoran yang mengendap di dasar bak pemeliharaan induk. Proses ini dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas air tetap baik. Tujuan: Menjaga kualitas air Mencegah pertumbuhan bakteri pantogen Mencegah terjadinya sedimentasi PENGELOLAAN PAKAN JENIS PAKAN YANG DIGUNAKAN: •Cumi Cacah Halus •Cacing budidaya atau hidup •Cacing Frozen •Ez Mate JADWAL PEMBERIAN PAKAN Cumi Cacah Halus 11.00, 16.00, 23.00, 02.00 Cacing Frozen 07.00 Cacing Budidaya 19.00 Ez Mate 09.00, 13.00, 21.00, 01.00 SAMPLING Proses Pelaksanaan Sampling: • Sampling dilakukan pada pukul 18:30-19:30 • Induk betina yang sudah kawin itu dipindahkan dari bak jantan ke tank spawning menggunakan seser di dipping pada air yang sudah disiapkan dalam trey. Mature: Proses pemilihan induk betina yang matang gonad untuk dikawinkan dengan induk jantan. Mated: Proses pemilihan induk betina yang sudah kawain untuk dipindahkan ke tank spawning (tank pemijahan/pelepasan telur). Spent: Proses induk betina yang pelepasan/mengeluarkan telur pada saat malam hari. TINGKAT KEMATANGA GONAD tkg- 1 Ovari masih tipis dan belum terkihat jelas tkg- 2 Ovari mulai menebal dan nampak jelas tkg- 3 Ovari semakin menebal, kanan kiri terbentuk seperti bulan sabit tkg - 4 ovari sepenuhnya matang berwarna kekuningan Thelicum terletak diantara kaki jalan ke-4 dan 5, sedangkan petasma terletak diantara kaki jalan ke-5 dan kaki renang ke- 1. HATCHING/HOLDING Tank Hatching (tempat penampungan telur hingga menetas menjadi naupli 2 Telur di aduk setiap 15 menit Fungsinya agar telur tidak mengendap pada dasar tank yang dapat menyebabkan gagal Naupli 1-2 dipanen di transfer ke tank holding pulul 13.00 naupli dari 3-4 dari tank holding di transfer ke ember penampungan sebelum di kirim ke modul MODUL PEMELIHARAAN LARVA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) PERSIAPAN BAK PEMELIHARAAN Pencucian bak dengan menggunakan deterjen dan oxalit pengeringan Sterilisasi ruangan dengan kaporit 10.000 ppm Pengeringan selama kurang lebih 3-7 hari disesuaikan dengan stoking naupli Setelah 1 hari dilakukan sterilisasi (fumigasi) Proses Perendaman selama 12 jam menggunakan formalin 400 PPM H-3 kedatangan naupli bak dicuci dengan deterjen dan dilakukan pengisian air pada H-1 serta pemasangan plastik pada bak pemeliharaan